You are… Part 5 (END)

0
ff nc 21 kyuhyun ri young
Author : BlossomRi
Tittle : You are… part 5
Category : Romance, Chapter, 21+
Cast : Cho Kyuhyun – Man Ri Young
Other Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae
Author’s Note : Hai hai… Selamat hari jadi wp FNC yang ke dua^^ Tidak berharap lebih pada ff ini, hanya berharap bisa menghibur pembaca 😀
Sebuah acara pengikatan janji suci terlihat diadakan dengan suasana khidmat. Acara yang direncanakan tak terlalu mewah dan cukup tertutup ini, nyatanya tetap memancarkan kebahagiaan dari beberapa orang. Mereka bahkan terus memanjatkan doa untuk sepasang memepelai yang tengah berada di depan altar.

“Ya, saya bersedia.” Suara Ri Young itu akhirnya menciptakan sedikit keriuhan di dalam gedung berukuran cukup lebar ini.
Kyuhyun tersenyum lega. Wajah pucatnya, kini sudah hilang dan berganti dengan senyum kebahagiaan. Tangannya sigap meraih tangan Ri Young dan menyematkan cincin bertahtakan berlian di jari manis Man Ri Young dan begitupun sebaliknya. Kemudian, Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Ri Young, memberikan kecupan manis di bibir sang istri.
“Lakukan yang terbaik untuk teman hidupmu,” ucap nyonya Cho setelah memeluk Kyuhyun.
“Tentu, eomma.”
Lalu, posisi Kyuhyun digantikan oleh Ri Young. “Cintai dan rawat suamimu.” Nyonya Cho memeluk tubuh Ri Young yang mulai berisi di kehamilannya yang menginjak usia ke tiga bulan.
“Ya, eommonim.” Ri Young menunjukkan senyumnya. Ia kemudian teringat akan pesan ibu mertuanya ini sebelum akhirnya ia menyanggupi janji yang diminta oleh Kyuhyun.
Flashback
Ri Young berdoa dengan penuh harap untuk dua orang yang baru saja dibawa masuk ke ruang operasi. Mereka adalah Cho Kyuhyun dan ibunya. Beberapa waktu yang telah berlalu, dokter menyatakan ginjal Cho Kyuhyun dinyatakan cocok dengan ginjal milik ibunya. Sesuatu hal yang melegakan tetapi menakutkan untuk Ri Young.
“Mereka akan baik-baik saja,” bisik nyonya Cho sembari membelai perut Ri Young yang belum begitu kelihatan menonjol. Pasalnya, usia kandungannya akan menginjak empat minggu, jadi hal itu belum begitu nampak.
“Ya, eommonim. Semoga saja.” mendadak air mata Ri Young menetes.
Ri Young menatap kedua tangannya yang digenggam sang nenek dan ibu dari Cho Kyuhyun. Ia kemudian menatap tuan Cho yang duduk disamping istrinya dan juga tengah menatapnya. “Kyuhyun pasti akan melakukan yang terbaik. Sekarang, kau juga harus melakukan yang terbaik untuknya dan calon anak kalian,” ucap tuan Cho.
Ri Young mengangguk kaku. Ia kembali teringat dengan janji yang Kyuhyun minta untuk ia tepati, ‘jaga kesehatanmu, jaga anak kita, dan menikahlah denganku’. Itulah rentetan kalimat yang terus saja mengiang di kepalanya. Melihat Kyuhyun berjuang bersama ibunya di dalam, Ri Young secara tulus akan melakukan hal yang Kyuhyun minta.
“Halmeoni, abeonim, eommonim, saya akan pamit makan,” ucap Ri Young yang berusaha bangkit.
Nyonya dan tuan Cho serta nenek Man tersenyum. Akhirnya Ri Young menyadari kebutuhannya. “Mau aku antar?” tanya Donghae yang baru saja tiba bersama Eunhyuk. Ri Young tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“Eomma yang akan mengantar Ri Young.”
Keduanya akhirnya berjalan menuju rumah makan dekat rumah sakit dan Ri Young memesan makanan yang ia inginkan. Bagaimanapun, ia adalah wanita hamil yang juga mengalami hal bernama mual, jadi Ri Young memilih makanan yang menyegarkan dan juga asam. Nyonya Cho tak memprotes pilihan makanan yang Ri Young pilih. Ia hanya melihat itu dengan senyum lebar.
“Aku tidak menyangka jika putraku sudah besar dan telah menanam benih di rahim seorang gadis cantik sepertimu,” mulai nyonya Cho.
Ri Young menatap nyonya Cho selama ia menunggu pesanan makanannya yang tengah dimasak. Nyonya Cho tersenyum pada Ri Young. “Kyuhyun kami benar-benar mengejutkan dengan kelakuan tak terpujinya. Kau tahu bagaimana aku mengetahui jika dia telah membuat seorang gadis hamil?”
Ri Young menggelengkan kepalanya.
“Aku memimpikan seorang gadis yang sangat mirip denganmu tengah duduk memangku bintang dan Kyuhyun disampingmu. Menatapmu dengan tatapan kagum.” Nyonya Cho terlihat bahagia saat menceritakan hal itu. Ri Young hanya tersenyum tipis menanggapinya.
Nyonya Cho kemudian meraih tangan Ri Young. “Berjanjilah untuk menepati janji yang dibuat Kyuhyun untuk kau tepati. Dia selalu berusaha keras untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan. Aku terkadang merasa sedih saat melihatnya berjuang keras dan melupakan kami. Kegagalan juga sering ia temui, tapi dia pria yang tangguh. Percayalah padanya walau dia memiliki emosi yang tinggi.” Mata nyonya Cho mulai berkaca-kaca.
“Eommonim…”
“Jaga Kyuhyun dan anak kalian dengan sebaik-baiknya. Ya Tuhan.. aku tidak pernah membayangkan akan mengatakan ini semua dalam waktu dekat.” Nyonya Cho menyeka air matanya yang sempat menetes. “Jangan sampai kau berpisah dengan Kyuhyun dan jangan sampai kalian melakukan kecerobohan seperti yang aku lakukan dulu pada Kyuhyun. Melihat Kyuhyun, aku seperti melihat sosok kecilnya saat terpisah denganku. Aku seperti melihat ia ketakutan dan mencari pegangan untuk tetap berdiri.”
Ri Young membalas genggaman tangan nyonya Cho dan menimang-nimang kalimat yang akan ia lontarkan. “Saya sudah dengan jika Kyuhyun-ssi pernah terpisah dengan keluarganya dan tinggal di panti asuhan.”
“Ya. Itu kesalahanku. Rasanya, dunia akan berakhir saat aku tak menemukan Kyuhyun di kursi taman bermain. Aku sangat ceroboh karena meninggalkannya yang kala itu menangis hanya untuk mengambil sekotak anggur di mobil. Dia sejak kecil sangat menyukai anggur. Makanya, sekarang ia terlihat sangat menjaga anggurnya.”
Ri Young mengangguk tanda ia paham. Namun, nyonya Cho semakin mempererat genggamannya pada tangan Ri Young. “Percayalah padaku, Kyuhyun adalah pria yang baik. Tolong terima dan rawat dia. Kyuhyun kami adalah pria yang akan melakukan segala sesuatu untuk orang atau hal yang ia cintai. Hal itu terbukti pada anggur-anggurnya. Dan kau harus membuka mata dengan hal-hal yang Kyuhyun lakukan untukmu.”
Flashback End
“Bersabarlah menghadapi Kyuhyun,” ucap tuan Cho selanjutnya. “Dan kau Cho Kyuhyun, jadilah kepala keluarga yang baik.” Tuan Cho menepuk-nepuk pundak Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum lebar. “Pasti, appa!” Kyuhyun kemudian menatap kearah Ri Young. “Ayo ketempat halmeoni dan eommonim,” bisik Kyuhyun sembari melingkarkan tangannya di pinggang Ri Young.
“Cucuku..” seru nenek Man sembari memeluk Ri Young setelah sepasang mempelai itu memberi hormat padanya dan nyonya Man. “Jadilah istri yang terbaik untuk suamimu. Hormati dia dan turuti segala keinginannya.” Ri Young tersenyum dan mengangguk.
Kyuhyun kini yang menggantikan posisi Ri Young dihadapan nenek Man. “Jadilah suami yang baik untuk cucuku. Tempatkan dia di posisi yang sangat nyaman.”
“Pasti halmeoni.” Kyuhyun menjawab mantab.
“Lakukan yang terbaik seperti yang telah suamimu lakukan,” ucap nyonya Man sembari memeluk putrinya. Ri Young hanya mengangguk dalam pelukan itu. Disaat yang sama, nyonya Man menarik tangan Kyuhyun. “Terima kasih. Tolong terima putriku yang penuh kekurangan ini.”
Kyuhyun tersenyum dan menyambut hangat tangan ibu mertuanya. “Saya lebih banyak kekurangan. Terima kasih terlah mempercayakan putri anda kepada saya dan terima kasih telah menerima sebagai menantu anda,” balas Kyuhyun.
Kebahagiaan sungguh jelas terpancar dari keluarga kedua belah pihak. Sepasang mempelai itu kemudian kembali ke tengah altar dan membungkukkan badan kearah tamu undangan dengan senyum yang sangat lebar.
“Bagaimana jika Kyuhyun tahu cerita reinkarnasi itu hanya buatan kita?” bisik Eunhyuk pada Donghae. “Bagaimana nasib kita kalau Kyuhyun tahu jika kita yang mensabotase pohon-pohon anggurnya? Kita pasti akan dihukum habis-habisan.” Eunhyuk semakin menunjukkan ketakutannya.
Donghae hanya mengangkat bahunya, “setidaknya, ada penanggung jawab. Ini bukan sepenuhnya ide kita. Lagipula, mereka terlihat bahagia. Kyuhyun pasti berterima kasih pada kita.” Donghae terlihat santai saja.
“Hah.. pantas saja Kyuhyun terkadang memiliki pemikiran seperti setan, orang tuanya saja begitu..” Eunhyuk terlihat mendesah pasrah sambil memperhatikan tuan dan nyonya Cho yang tersenyum bahagia.
***
Kyuhyun dan Ri Young kini tengah bersiap tidur. Keduanya sudah mengenakan piyama pasangan yang terlihat aneh dimata mereka. Tentu saja, itu ulah ibu Kyuhyun. Siapa lagi yang akan berpikiran langka selain ibu yang satu itu?
“Ri Young-ah…”
Ri Young menoleh kearah Kyuhyun yang duduk disampingnya. Mereka sudah berada di atas ranjang dan menempati posisi masing-masing. “Kyuhyun-ssi, haruskah kita tidur bersama?” tanya Ri Young dengan nada canggung.
“Tentu saja!” Kyuhyun terburu menjawab pertanyaan Ri Young. “Memangnya suami istri akan tidur terpisah? Lalu bagaimana bisa mereka menghasilkan anak jika seperti itu?”
“Tapikan aku sudah hamil. Tanpa kita tidur seranjang, kita pasti memiliki anak,” gumam Ri Young sembari membelai perutnya.
Kyuhyun membuang napas pasrah. “Dan kau akan membiarkan aku menjadi pengantin kesepian? Astaga.. ingat pesan orang tua kita dan halmeoni.” Ri Young menunduk. Wajahnya memerah. “Kau harus menghormati dan menuruti segala keinginanku,” bisik Kyuhyun.
“Lalu.. apa yang kau inginkan?”
“Layani aku..” bisik Kyuhyun lagi dengan nada yang mulai terdengar serak. “Istriku..”
Ri Young buru-buru menoleh kearah Kyuhyun. “A.. A..apa?” Kyuhyun tak menjawab dengan lisannya, tetapi pria itu segera merengkuh sang istri dan langsung mencium bibir istrinya. Hanya sebentar, karena Ri Young terus mendorong dadanya. “Kyu.. Kyuhyun-ssi…”
“Panggil aku oppa..” Kyuhyun masih berbisik.
“Eum.. dan kau ingat pesan abeonim dan eommonim?” Kyuyun mengangguk sembari menempelkan keningnya ke kening Ri Young. “Aku ingin…”
Kyuhyun membuang napas dan menjauhkan keningnya. “Kau ngidam lagi? Ingin makan apa?” Kyuhyun sudah hapal dengan keinginan Ri Young  saat malam tiba. Tinggal seatap walau sebelumnya tidak sekamar dengan Ri Young, membuat Kyuhyun hapal dengan segala hal yang Ri Young lakukan.
“Aku tidak hanya ingin makan..”
“Lalu?”
“Aku ingin melihat abeonim mengenakan pakaianmu dan kau juga mengenakan pakaian abeonim. Kemudian, kalian memasak kimbab.”
Kyuhyun menepuk jidatnya. Ini adalah rekor keinginan aneh Ri Young yang pertama. Biasanya wanita hamil ini hanya ingin makan sesuatu yang mudah ditemui di beberapa rumah makan. “Aku khawatir dengan kalian. Aku dan appa benar-benar tidak bisa masak.”
“Aku hanya ingin itu..”
“Ya sudah. Ayo kita bangunkan appa.”
Ri Young tersenyum dan mengangguk. Kyuhyun menggandengnya. Melihat perlakuan manis Kyuhyun, Ri Young sempat meringis sedih. ‘Bagaimana perlakuanmu padaku setelah janin yang ku kandung lahir? Apakah ini semua demi bayi ini?’ Ri Young masih belum bisa menerima Kyuhyun ataupun berpikir untuk menerima pria itu. ‘Cho Kyuhyun, perlakuanmu yang tiba-tiba seperti ini membuatku takut.’
“Appa…” Kyuhyun mengetuk pintu kamar di lantai satu. Kamar yang sementara dihuni kedua orang tuanya.
Nyonya Cho yang membukakan pintu dengan ekspresi mengantuk. “Kenapa Kyu? Oh.. menantuku. Kenapa kalian malah jalan-jalan? Tidak melakukan malam pertama?” kantuk nyonya Cho seolah menghilang.
“Malam kedua, eomma…” ralat Kyuhyun. “Eomma, tolong bangunkan appa. Ri Young ingin kami bertukar pakaian kemudian membuat kimbab.”
“Apa?” nyonya Cho terlihat histeris. “Sayang, lebih baik eomma saja yang membuatnya. Mereka para pria yang tidak bisa diandalkan untuk urusan masak.”
“Tapi, saya ingin Kyuhyun-ssi dan abeonim yang memasak.” Ri Young menunduk.
“Kalian kenapa ribut sekali?” sepertinya tuan Cho terusik. Ia sudah berada di belakang istrinya sambil mengucek mata. “Oh.. kalian, kenapa kesini?”
Kyuhyun menatap kearah Ri Young kemudian kembali menatap ayahnya. “Ri Young ingin kita bertukar pakaian, appa.”
“Ayo. Cepatlah, mungkin itu keinginan anak kalian.”
“Tapi setelah itu, dia ingin kita membuat kimbab.”
“Ha?!” seperti reaksi istrinya, tuan Cho terlihat histeris. “Oh.. aku tidak ingin meracuni kalian. Aku benar-benar tidak tahu tentang dapur.” Tuan Cho menatap penuh harap pada Ri Young.
“Maaf abeonim, tapi saya ingin itu.”
Kyuhyun menghela napas. “Sudahlah, appa. Daripada anakku nanti tidak tenang.” Kyuhyun kali ini benar-benar mengalah. Akhirnya tuan Cho mengangguk dan keduanya melepas piyama masing-masing dan menukarnya. Ri Young tersenyum menyaksikan itu semua.
“Apa ada masalah?” nenek Man yang tiba-tiba muncul, terlihat panik.
Nyonya Cho tersenyum “Tidak ada, eommonim. Mereka hanya menuruti keinginan Ri Young.” akhirnya nenek Man bisa bernapas lega. Ia sangat bahagia melihat cucunya mampu tersenyum walau ia tahu, senyum itu belum sepenuhnya penuh kebahagiaan.
“Ayo appa. Ri Young-ah, lebih baik kau kembali tidur di kamar bersama eomma atau halmeoni atau eommonim,”saran Kyuhyun.
Ri Young menggeleng. “Kyuhyun-ssi, bolehkah aku berjalan-jalan ke ladang anggurmu?” mata Kyuhyun terbelalak. Ya, Kyuhyun masih tetap sama jika pohon anggurnya akan diusik. Melihat reaksi Kyuhyun yang seperti itu, Ri Young hanya mampu menunduk sembari membelai perut bagian bawahnya.
‘Bukankah sudah tidak ada buah anggur? Turuti saja, Kyu. Dia istrimu.’ Malaikat baik di samping kanan Kyuhyun seolah berbisik seperti itu. “Akan aku temani nanti. Sekarang kau tidur dulu sembari menunggu aku dan appa selesai membuat kimbab.”
Ri Young mengangguk.
Ri Young terlihat berjalan menyusuri kebun anggur yang sangat luas milik Cho Kyuhyun, suaminya. Didampingi Kyuhyun, tetapi mereka tetap diam. Ri Young bahkan hanya sibuk memperhatikan hamparan ladang luas yang sebelumnya sangat rindang dan ramai dengan buah-buah anggur.
‘Aku tidak menyangka jika hukuman dari seorang Cho Kyuhyun itu masih berlaku. Hidup dengannya sama saja memupuk rasa bersalah dalam hatiku. Hukuman abadi yang mungkin akan aku terima. Bayi kecil yang tak berdosa ini, mungkin memang benar-benar akan menjadi Kyuhyun yang kedua. Buktinya, walau hanya dengan melihat daun-daun pohon anggur yang sudah kering, rasanya itu sangat melegakan. Apa Kyuhyun begitu mencintai anggur di dalam hidupnya?’
***
4 bulan kemudian
Ri Young terlihat duduk sembari menatap beberapa buruh membersihkan guguran daun dari pohon-pohon anggur yang terlihat ikut mengering. Ia tak seperti dulu yang juga akan berbaur dengan mereka. Kini ia hanya menatap dari jauh sembari membelai perutnya yang sudah buncit.
“Ingin sesuatu, nyonya Cho?” Eunhyuk menggoda Ri Young saat pria itu baru saja datang bersama Donghae.
Ri Young menoleh dan tersenyum kearah keduanya. Namun, saat ia akan menjawab pertanyaan Eunhyuk, Ri Young merasakan sesuatu yang lain dengan perutnya. “Oppa, bisakah kalian bersembunyi? Sepertinya kehadiran kalian membuat perutku mulas.”
“Ei… kau ini. Bercandamu benar-benar tidak lucu,” balas Eunhyuk.
“Ah… sst.. kenapa ini?” rintih Ri Young sembari memegang pinggulnya.
Donghae menatap kaki ataupun sela kaki Ri Young. “Tidak ada cairan yang keluar,” gumam Donghae. “Kau mulas mungkin karena belum buang air besar. Mau aku antar pulang?” tanya Donghae.
“Tidak.. tidak.. sekarang sudah mendingan.” Ekspresi Ri Young kembali terlihat normal.
“Kau yakin?” tanya Donghae untuk memastikan.
Ri Young mengangguk.
“Hyung, jauhkan tanganmu dari pundah istriku!” Kyuhyun yang baru saja datang, langsung mengomel dengan ulah Donghae yang menyentuh pundak Ri Young.
“Oppa, bisakah kau antarkan aku ke kamar mandi? Sepertinya aku harus mengecek sesuatu,” gumam Ri Young di kalimat-kalimat terakhir.
“Mengecek apa?” Eunhyuk terlihat bingung dan Ri Young hanya tersenyum menanggapi.
Saat mereka hampir sampai di rumah, Ri Young kembali merasakan mulas. Ia bahkan memegang lengan Kyuhyun erat dan tak mampu lagi melanjutkan langkah kakinya. “Sayang, ada apa? Apa kau akan melahirkan sekarang?” Ri Young menggelengkan kepalanya dan masih sambil meringis sakit.
“Oppa, tolong gendong aku sampai kamar. Aku tidak kuat lagi berjalan.”
Kyuhyun mengangguk dan langsung mengangkat tubuh istrinya. Saat sampai di dalam rumah, nenek Man dan nyonya Man hanya memperhatikan keduanya sambil tersenyum. Di mata mereka, hal ini sudah sering mereka lihat.
“Ke kamar mandi?” tanya Kyuhyun.
Ri Young menggeleng. “Disini saja dan oppa boleh keluar.” Kyuhyun melotot kearah Ri Young. Saat pria itu akan mengomel, Ri Young kembali merintih dan memegang lengan Kyuhyun erat.
“Lebih baik kita ke klinik…”
“Aku cek dulu, sudah ada bercak atau belum.”
Kyuhyun teringat dengan buku tentang kehamilan yang sempat ia baca bersama Ri Young. Di salah satu halaman, menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan jika ibu hamil merasa mulas berturut-turut.
“Aku yang akan melepaskan celanamu,” ucap Kyuhyun kemudian menyibakkan dress yang Ri Young pakai. Ia kemudian melepaskan celana dalam istrinya. Ri Young sudah tak merasa malu dengan hal-hal intim yang sering mereka lakukan itu. “Sayang, sudah ada bercak.”
Ri Young menatap celana dalamnya yang Kyuhyun tunjukkan. “Tapi mulasnya belum begitu intens,” balas Ri Young.
“Andai saja bibi tidak cerewet sekali, mungkin aku sudah membawamu ke rumah sakit. Bagaimana bisa ia menyuruhmu melahirkan di kliniknya? Heu.. mentang-mentang kliniknya baru diresmikan.”
Ri Young tersenyum mendengarkan keluhan-keluhan Kyuhyun. Seperti itulah sosok dokter kandungan yang mengurus proses kehamilan Ri Young. Dokter wanita yang masih memiliki kekerabatan kental dengan keluarga Cho. Kakak dari ayah Kyuhyun. Bahkan, bibi dari Kyuhyun itu sudah menjejali Kyuhyun dengan banyak ilmu tentang penanganan istri yang akan melahirkan. Membuat Kyuhyun terlihat seperti dokter ahli kandungan yang sudah memiliki banyak jadwal terbang.
“Ouh… oppa…” Ri Young menggelengkan kepalanya. Ini kontraksi kesekian kali yang ia rasakan. Tangannya masih memegang legan Kyuhyun erat tiap gelombang kontraksi menderanya. Keringat juga sudah membasahinya.
Melihat itu, Kyuhyun bergegas menghubungi bibinya untuk segera memberi tahu tindakan apa yang harus mereka lakukan. “Bibi! Lebih baik kau segera menyuruh kami ke klinikmu! Intensitas kontraksi yang Ri Young rasakan semakin dekat.” Kyuhyun mengomel melalui sambungan telepon.
“Aku sedang dalam perjalanan ke rumahmu! Tadi aku sedang ke luar kota dan dokter yang tengah jaga di klinikku adalah laki-laki. Aku yakin kau tidak akan membiarkan istrimu ditangani oleh dokter itu.”
“Aish.. cepatlah bibi.. kasihan Ri Young..”
“Sudah pembukaan berapa?”
“Aku tidak tahu!”
“Cepat di cek! Kau lupa pelajaran yang baru saja aku berikan kemarin?!”
“Tapi… apa aku benar-benar harus memasukkan jari-jariku ke jalan lahir?” tanya Kyuhyun sedikit ragu. “Bagaimana jika kukuku menyakiti Ri Young?”
“Lakukan dengan perasaan. Cepat! Aku yakin kau sudah sering melakukan hal itu saat kalian berhubungan. Telpon aku lagi kalau kau sudah tahu pembukaan berapa.”
Mendadak sambungan itu dimatikan dari pihak bibi Kyuhyun. Kyuhyun menatap Ri Young dengan tatapan ragu. “Sayang, kau percaya padaku?” tanya Kyuhyun mencoba memastikan.
“Eum..” Ri Young hanya mampu pasrah.
“Katakan sakit jika aku menyakitimu.” Ri Young mengangguk.
Dua jari Kyuhyun ia coba masukkan ke jalan lahir anaknya. “Masuk..” gumam Kyuhyun. “Apa aku menyakitimu?” tanya Kyuhyun lagi. Ri Young tersenyum tipis dan menggeleng. Saat Kyuhyun mengeluarkan jarinya, ia melihat jari-jarinya sudah terlumuri darah.
“Oppa, coba dengan lima jari. Aku pikir, pembukaannya sudah lebih dari lima.”
Kyuhyun mengangguk. Ia mencoba kembali memasukkan lima jarinya sekaligus ke bagian yang biasanya sering membuatnya melayang bahagia tetapi kini tengah melebar untuk jalan lahir anaknya. “Masuk.. semuanya…” Kyuhyun takjub dengan hal yang baru saja ia temui ini.
“Tolong panggilkan eomma dan halmeoni, minta mereka untuk membantu mempersiapkan beberapa barang.” Ri Young terlihat santai walau ini proses persalinan pertamanya.
“Kau yakin bisa aku tinggal?”
Ri Young kembali mengangguk.
Kyuhyun berjalan memasuki kamar mandi dan mencuci tangannya. Setelah itu, ia keluar dari kamar dan berjalan menuju mertua dan nenek mertua yang tengah sibuk di dapur. “Eommonim, halmeoni, tolong bantu saya menyiapkan barang-barang yang akan digunakan Ri Young saat menjalani prosesi persalinan.”
“Apa Ri Young sudah merasakan kontraksi? Buknkah usia kehamilannya baru 7 bulan?” tanya nenek Man penuh keterkejutan.
“Ya. Bahkan sudah pembukaan lebih dari 5.”
“Aigo… kenapa tidak bilang? Jadi dari siang tadi kalian masuk ke dalam kamar sampai sore ini dan baru keluar karena itu? astaga.. kalian ini!”
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju lantai dua, kamar Ri Young dan Kyuhyun. Saat mereka baru saja masuk kamar, bertepatan dengan kontraksi kesekian kali yang Ri Young rasakan. Kyuhyun langsung berlari mendekati istrinya dan nyonya Man sibuk menelpon nyonya Cho. Nenek Man sibuk menyiapkan beberapa pakaian bayi.
“Apa kalian tidak jadi ke klinik?” tanya nyonya Man setelah menyelesaikan panggilan.
“Bibi Soo Bin sedang dalam perjalanan kemari, eommonim. Beliau bilang, Ri Young bisa melahirkan di rumah.”
Nyonya Man kemudian membantu mertuanya untuk menyiapkan kain yang nantinya akan menjadi alas saat Ri Young melahirkan. “Kau yakin akan membiarkan Ri Young melahirkan di ranjang ini?” nyonya Man kembali bertanya.
“Saya membawa alasnya.” Bibi Soo Bin akhirnya sampai dan berjalan terburu mendekati posisi Ri Young sekarang. “Kyu, kau beranikan menemani Ri Young melalui proses ini?” tanya dokter yang terlihat lebih tua dari ayah Kyuhyun.
“Tentu saja, bibi. Aku bukan suami penakut.”
“Bagus.” Dokter senior ini berjalan menuju kamar mandi dan tak lama kemudian sudah berjalan kembali mendekati Ri Young.
Dokter senior itu kini tengah memasukkan jari-jarinya ke bagian inti milik Ri Young. Jika Kyuhyun tadi hanya lima jari, dokter bermarga Cho itu, kini sudah memasukkan delapan jarinya. Ri Young bahkan sempat memejamkan matanya untuk menahan sedikit ngilu akibat bagian tubuh paling sensitifnya sejak tadi dimasuki jari-jari.
“Jika sebentar lagi merasakan kontraksi yang sangat intens, atur pernapasanmu. Kau mengerti Ri Young-ah?” Ri Young mengangguk menyanggupi. “Kyu, bantu Ri Young duduk. Kau duduk dibelakang dia dan posisikan salah satu tanganmu di dekat bagian ulu hati milik istrimu. Jika aku bilang tekan, maka kamu harus menekannya.
Kyuhyun mengangguk.
Suasana semakin terasa mendebarkan. Bahkan ibu dan nenek Ri Young kini hanya memperhatiakan persiapan itu tanpa berani mengganggu.
“Ouh…” Ri Young kembali merasakan kontraksi hebat dan merintih sembari menggigit bibir bawahnya. “Eomma…” panggil Ri Young disela rintihannya.
“Ri Young-ah, dengarkan aku. Jangan gigit bibir bawahmu. Tekuk kakimu. Kyu, bantu istrimu.”
Sesuai perintah, Ri Young melakukannya dengan bantuan Kyuhyun. “Bagus. Kita bisa mulai sekarang. Atur pernapasanmu. Setelah hitungan ketiga, dorong.” Ri Young mengangguk. “Satu.. dua.. tiga. Dorong!” Ri Young mencoba mengejan sekuat tenaganya. Kyuhyun bahkan juga ikut bergumam menyemangati istrinya.
“Ah…” Ri Young mengakhiri mengejannya saat napasnya sudah habis.
Dokter Soo Bin melihat jam tangannya, kemudian melihat Ri Young. “Kali ini, mengejanlah lebih kuat dan jangan berhenti sampai seluruh kepala anakmu keluar.” Ri Young menatap bibi Kyuhyun itu dengan tatapan sayu dan mengangguk. “Atur napas. Seperti tadi, setelah hitungan ketiga, dorong yang kencang.”
“Kau pasti bisa sayang. Aku tahu pasti sangat sakit. Tapi kau pasti bisa,” bisik Kyuhyun.
“Siap?”
Ri Young kembali mengangguk.
“Satu… Dua.. Tiga. Dorong!”
Ri Young mengejan sekuat tenaganya. Bahkan rasa sakit akibat sobekan itu tetap tak membuatnya menyerah. “Kyu, tekan!” Kyuhyun dengan sigap menekan bagian bawah payudara istrinya. “Terus.. yak…” dokter Soo Bin membantu menarik bayi Kyuhyun-Ri Young.
Suara tangisan bayi menguar memenuhi kamar mewah milik Kyuhyun-Ri Young. Akhirnya Ri Young dapat bernapas lega. Begitupun dengan Kyuhyun. Bayi mereka telah lahir dengan selamat. Walau setelah itu, masih ada sesuatu yang keluar mengikuti bayi mereka dari bagian inti milik Ri Young.
“Kalian benar-benar hebat. Aku salut padamu, Kyu..” dokter Soo Bin berbicara sembari membersihkan Ri Young dan bayi yang baru lahir diurus ibu dan nenek Ri Young. “Bantu istrimu berbaring. Dia harus menyusui anak kalian untuk pertama kalinya.” Kyuhyun dengan sigap melakukan intruksi sang bibi.
“Kau hebat,” bisik Kyuhyun. Ri Young hanya tersenyum membalasnya. Ia bahkan bisa melihat pakaian yang Kyuhyun kenakan, penuh dengan bercak darah. “Ini bukan apa-apa, jangan memperhatikan pakaianku.”
“Terima kasih, oppa. Tolong cek anak kita, hitung jari-jarinya.”
Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Ia benar-benar menghitung jari-jari putrinya saat bayi mungil itu sudah berada di dada sang ibu. “Selamat atas kelahiran putri pertamamu. Aku tidak menyangka kau akan menjadi suami siaga, Kyu.”
“Selamat. Kau luar biasa,” bisik nyonya Man pada Kyuhyun.
Ri Young tersenyum memperhatikan bayinya yang mencari niplenya dan sesekali menatap kearah Kyuhyun yang mendapat banyak pujian.
***
Kyuhyun menggendong putrinya seperti seorang yang sudah profesional. Bahkan, Ri Young saja yang seorang wanita, masih takut-takut saat menggendong sang anak. “Oppa, turunkan dulu bayi kita. Kau sejak tadi belum makan, makanlah dulu.” Ri Young yang sudah bersih dan lebih segar, terlihat mulai mengkhawatirkan suaminya.
“Byul benar-benar membuatku kehilangan rasa lapar.”
“Ah.. jadi nama cucu pertamaku Byul?” seru nyonya Cho yang baru saja tiba.
Kyuhyun dan Ri Young tersenyum. Mereka melihat tuan Cho berjalan dibelakang istrinya. “Byul saat dia masih di rahim ibunya. Tapi, saat dia sudah lahir, kami sudah menyiapkan nama lain.”
“Tidak meminta saran appa?” tuan Cho terlihat tersenyum lebar.
“Bukankah aku sudah sering meminta saran appa? Sekarang aku tinggal menyampaikan keputusanku dan Ri Young.”
Tuan Cho mengangguk dan tersenyum lebar.
“Keponakanku…” suara Eunhyuk menggema walau tubuh pria itu belum terlihat.
“Eomma… tutup saja pintunya!”
“Ya!” akhirnya tubuh Eunhyuk sudah terlihat di ambang pintu. “Kau tega menjauhkanku dengan keponakanku? Astaga…”
Kyuhyun tersenyum. “Bersihkan diri kalian sebelum masuk kemari, hyung.” Kyuhyun mulai menunjukkan sisi penjaganya. Ia bahkan mencoba menjauhkan jarak putrinya dari sosok Lee Hyuk Jae yang tengah menatap Kyuhyun sebal.
“Kita bahkan sudah mandi sangat lama dan meminta pembantu untuk benar-benar mensterilkan pakaian kami.” Donghae menyusul dibelakang Eunhyuk.
“Kau dengar itu?” Kyuhyun tersenyum membalas pertanyaan Eunhyuk. “Aigo… Cho Kyuhyun yang sangat menyebalkan, sekarang menjadi sosok ayah siaga. Kyu, aku tidak pernah membayangkan jika masa-masa seperti ini akan kau alami.”
Gelak tawa terdengar dan semakin meramaikan suasana.
“Jangan beri nama anakmu dengan nama anggur!” keluh Eunhyuk yang sudah berada cukup dekat dengan bayi yang digendong oleh Kyuhyun.
Donghae berjalan mendekati Ri Young dan mengucapkan selamat pada ibu baru itu. “Lee Donghae, jangan merayu istriku. Aku dan Eun Byul tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”
“Oh? Eun Byul? Namanya Eun Byul?” nenek Man yang baru saja masuk ke kamar itu setelah membersihkan diri, terlihat terkejut.
Kyuhyun kembali tersenyum dan mengangguk. “Iya, halmeoni. Cho Eun Byul. Iyakan sayang?” Kyuhyun menoleh kearah Ri Young dan langsung diberi anggukan oleh istrinya.
‘Cho Eun Byul, tumbuhlah dengan baik. Berbahagialah dan terimalah kami sebagai orang tuamu. Jangan menjadi sosok seperti ayahmu yang sangat tergila-gila dengan anggur. Karena kau adalah nyawa kami yang sangat berharga.’
The End

Fc Populer:

  • it's awesome ^^
    udah baca dr part 1 sampai ini. mian baru komen di akhir. Jjang deh pokonya duh perutku ampe mules beneran bayangin proses lahirannya, kodrat wanita yaa :''

    • hahaha… terima kasih setidaknya meninggalkan jejak
      iya.. makanya jgn suka ngebantah apa kata emak 🙁 wkwk

%d blogger menyukai ini: