I Dont Care You Hurt Me, Cho Kyuhyun And Ryu Liji

Fan Fiction I dont care

Author : Flyingkiss88

 

Tittle : I Dont Care You Hurt Me

 

Category : Oneshoot,  NC21 , Sad

 

Cast : Cho Kyuhyun, Ryu Liji

 

Other Cast : Cho Ahra, Oh Sehun

 

Np : Author saranin denger lagu melow yaw. Kayak Suju- she’s gone, KRY- coangulation

 

Hai semua nya aku baru kali ini ngirim FF ke blog ini, aku sangat berterimakasih karena kakak-kakak admin disini mau ngepost FF abal-abal aku. Aku memang masih baru buat FF ini. Bahkan ini FF pertama di Blog ini 😀 wp ku juga masih kosong gara-gara masih baru hehehe. Aku bakal usaha semaksimal mungkin membuat FF ini menarik dan kalian tunggu-tunggu. Makasih semuanya. Kak admin dan readers semuanya 😀 . silahkan membaca.

 

                                                                 

                                                                 ***

 

            “ayo kita menikah” mata elang yang mengintimidasi itu terus saja menatap lawan bicaranya dengan tajam. Perasaan marah disetiap untaian katanya terdengar jelas ditelanga wanita dengan tinggi 156 cm itu. Tubuhnya bergetar setiap tekanan menusuk dikedua lengan kecilnya. Pria dengan segala kekuasaanya selalu seperti ini, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya terdiam menunggu apa lagi yang akan dilakukan pria yang ada dihadapannya kini pada dirinya. “kenapa kau diam? Bukankah untuk ini kau datang? Lalu apa lagi yang kau tunggu RYU LIJI”

 

 

Liji mendonggakkan kepalanya, dia memang sangat rendah dimata pria ini. Dia tidak mengelak jika ini yang dia inginkan menikah dan memiliki pria yang ada dihadapannya. Tetapi, demi tuhan bukan karena hal lain dia menginginkan pria ini. Dia mencintainya, sungguh mencintainya.

 

 

            “Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan” Cho Kyuhyun, pria itu tersenyum sinis kembali menatap Liji dan mengeratkan cengkraman tangan nya.

            “jadi sekarang kau bahkan menghasut nuna untuk menyukaimu?” Liji menggeleng keras. Tidak, dia tidak pernah melakukan hal seperti itu. “nuna sekarang kau meneriaki ku? “ tanya Kyuhyun. “kau hebat” ucap Kyuhyun sembari menghepaskan tubuh Liji.

            “hentikan Cho Kyuhyun, kau tidak tahu apa yang sudah Liji lakukan untukmu”

            “yang dia lakukan untukku adalah menghancurkan hidupku, menangis dihadapanku dan menjadi parasit didalam kehidupan ku nuna. Tidak kah kau fikir? Kenapa dia bisa sangat mudah masuk kedalam rumah ini dengan tampang seperti itu. Dan kini, appa memintaku menikahi perempuan ini? Ini konyol!!!”

 

 

Tubuh Liji bergetar ketakutan, dia sudah biasa menghadapi Kyuhyun dengan amarah yang selalu meluap-luap jika melihat nya. Tetapi, dia bergetar karena mendengar semua penuturan kata yang keluar dari bibir pria itu. Menyakitkan.

 

 

            “K…Kyuhyun-ah” Liji menggepalkan kedua tangannya dan menatap Kyuhyun dengan kedua mata yang sangat gatal ingin mengeluarkan air mata. “kenapa kau selalu berfikir aku akan merebut seluruh harta dan kekayaan mu” Kyuhyun tersenyum sinis dan berjalan mendekati tubuh Liji.

            “karena… kau datang dengan tiba-tiba, apa yang kau fikirkan jika seseorang datang dan diterima dengan sukarela oleh keluargamu? Itu sangat aneh bukan? Lagipula, dengan tampangmu yang seperti ini kau lebih cocok ditempat yang beridentik gelap dan hiburan. Benarkan?” Liji membulatkan matanya dan mendorong keras tubuh Kyuhyun.

            “aku tidak seperti itu” 

            “lalu seperti apa? Menjual tubuhmu untuk mendapatkan uang dan hidup bersamaku begitu”

 

 

PLAK

 

 

            “cukup Kyuhyun kau sangat keterlaluan sekarang” Kyuhyun meraba permukaan pipi nya yang sedikit terasa nyeri karena tamparan Ahra. Bagus, sekarang emosi Kyuhyun sudah meluap-luap keluar kepalanya.

            “eonni geumanhae” Liji menahan tangan Ahra yang bersiap menarik baju Kyuhyun. “Kyuhyun aku tidak peduli apa yang kau fikirkan tentang ku. Tapi, semua yang kau fikirkan itu salah, aku tidak memanfaatkanmu atau pun keluarga mu, ttetapi ini murni karena keberuntunganku” Liji menarik Ahra agar mengikutinya keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan.

 

***

 

 

“hei..lepas kan aku dulu..” Ahra memberontak dan melepaskan tangan Liji yang terus menariknya. Sakit? Tentu saja. “apa yang kau lakukan, aku masih ingin mencakar wajahnya yang menyebalkan itu” ucap Ahra sembari mengusap pergelangan tangannya.

 

 

Ahra memegang pundak Liji dan membalik tubuh Liji kehadapannya. Dia terkejut saat melihat setetes air mata diwajah wanita kecil itu. Ucapan Kyuhyun memang sudah sangat keterlaluan, sangat jarang jika melihat Liji menangis selain dia benar-benar merasa sakit. Bahkan saat kedua orang tuanya meninggal dia hanya diam menatap nisan yang sudah menguburkan kedua orang tuanya.

 

 

“maafkan Kyuhyun eoh, aku tahu dia sangat keterlaluan. Tetapi.. “ Ahra memegang pundak Liji dan memeluknya erat.

“aku hanya lelah eonni” ujar Liji. Ahra menggeleng keras dan teringat buku harian yang tidak sengaja dia temukan di dalam laci kamar Liji.

 

 

Hari ini banyak yang aku alami, bertemu pria paruh baya yang sangat mirip dengan appa. Apa dia malaikat baru yang dihadiahkan tuhan untukku? Aku tidak percaya jika dia akan sangat percaya padaku setelah appa melakukan kesalahan padanya. Tetapi, pria itu dia memintaku agar bersamanya. Pulang dan menjadi keluarga nya. Apa aku harus menerimanya?

 

 

Ahra memejamkan matanya saat mengingat untaian kata yang tertulis di dalam buku harian milik Liji. Setelah kejadian tadi siang Liji bergegas memasuki kamar dan tertidur.

 

 

Aku menerimanya setelah mendengar jika appa akan menjodohkanku dengan anaknya Cho Kyuhyun, tetapi apa ni baik untukku? Bisakah pria itu menerima ini dan apa yang akan difikirkan semua orang pada diriku?

 

 

Aku memasuki rumah besar ini banyak pelayan yang membungkuk di hadapanku. Aku merasa risih karena aku lebih tak memiliki apapun saat ini. Yang kulihat pertama kali adalah wanita paruh baya dan wanita dengan wajah cantik. Aku yakin itu adalah anak perempuan dari Cho ahjussi, tetapi ada yang aneh. Aku tidak bodoh untuk menyadari tatapan risih dimata wania itu. Aku yakin dia merasa terganggu. Tentu saja dia merasa terganggu bodoh, kau adalah anak dari seorang koruptor yang meninggal karena melarikan diri. Tentu saja dia akan benci padamu.

 

 

Aku menatap pria yang ada dihadapanku dengan tangan yang dingin tentu saja. Saat itu dia menatapku seperti melihat penjahat yang baru saja dia tangkap. Tatapan nya persis seperti Ahra eonni. Dia pasti sangat membenciku, apa ini akan berjalan baik jika aku benar-benar akan menikah dengannya?.

 

Satu-satunya yang aku fikirkan saat ini adalah bagaimana cara membalas segala kebaikan Cho ahjussi. Dia membutuhkan bantuan ku dan aku pasti akan bersedia. Aku sudah memikirkan dengan matang akan menyerahkan sisi sumsum tulang belakangku padanya. Aku sudah berfikir jika aku mati ini akan menjadi lebih baik. Aku akan bertemu appa dan eomma.

 

Saat aku terbangun satu-satu nya yang kulihat adalah Cho ahjumma yang menggenggam tanganku lembut,sungguh aku teringat dengan eomma yang selalu menepuk punggung tanganku dengan kasih sayangnya. Dan saat aku sadari jika Cho ahjussi sudah tiada aku hanya terdiam dan mentap kosong kedepan. Apa yang kufikirkan selama ini selalu bertolak belakang, kenapa bukan aku?

 

 

Ahra mengusap wajahnya dan memejamkan mata, dia sangat menyesal karena sudah pernah melakukan hal bodoh pada Liji.

 

 

***

 

 

Liji terbangun karena mendengar ponsel nya berdering keras. Dahi nya mengerut setelah melihat yang menghubunginya adalah Kyuhyun. Jemarinya menggeser layar dan menempelkannya pada telinga.

 

“yobseo”

“ahh maaf mengganggu, apa anda wanita pengganggu di ponsel pria ini?” Liji terdiam, wanita pengganggu? Jadi selama ini itu yang difikirkan Kyuhyun tentangnya.

“nde. Ada apa?”

“pemilik ponsel ini mabuk berat, apa anda bisa menghubungi keluarganya atau datang kesini untuk menjemputnya kami akan tutup sebentar lagi. Ah jangan lupa tip pria ini sangat besar”

“nde” Liji memutuskan sambungan dan berjalan mengambil mantel dipojok kamar.

 

 

Dia memutuskan untuk berjalan kaki, dia sangat takut jika harus gendarai mobil seorang diri. Dia trauma dengan apa yang dialami kedua orang tuanya.

 

 

Liji adalah wanita terbodoh yang pernah ada, dia akan melakukan apapun demi Kyuhyun. Mengintai dan memahami setiap sifat Kyuhyun, dia sudah sangat hapal dengan lokasi pub yang didatangi Kyuhyun. Dan bodoh rela menjemput seorang Kyuhyun pada jam sepagi ini. Tetapi, ini akan tetap dia lakukan sampai hatinya benar-benar lelah dan menyerah.

 

 

Kakinya terayun memasuki ruangan gelap yang tidak pernah dia masuki, bau alkohol dan bau yang sangat aneh menyapa penciumannya. Dia pasti akan bereaksi berlebihan jika masuk kedalam tempat yang bernama pub ini.

 

 

“dimana tempat pria yang bernama Cho Kyuhyun” tanya Liji pada seorang wanita. Wanita itu menatap Liji dari ujung kepala sampai ujung kaki. Liji menyadari itu, jika dilihat wanita ini memaikai pakaian yang sangat minim tiga senti dibawah pangkal paha. Itu sangat mngerikan, apa tidak kedinginan?.

“kau siapa?” tanya wanita itu penuh selidik. Liji menhebmbuskan nafasnya dan mengeratkan mantel miliknya.

“pembantu” Wanita itu tersenyum mengejek dan berjalan melewati Liji.

“ikuti aku”

 

 

Liji menghembuskan nafasnya, melihat Kyuhyun yang terkapar dengan dua kancing baju yang terbuka. Liji mendekatinya dan menutup kancing baju milik Kyuhyun. Bau menyengat alkohol tercium dan membuat kepala Liji berdenyut keras. Dia membencinya.

 

 

Dia sangat bodoh untuk membawa Kyuhyun dengan tubuhnya yang kecil, dia tidak akan sanggup dan akan kelelahan jika sampai dirumah.

 

 

“aku sangat bodoh” gumam Liji. Liji merangkul Kyuhyun dan menahan berat tubuh yang sangat membebani tubuhnya. “jika kau tau aku yang membantumu apa yang akan kau lakukan padaku eoh?” Liji kembali menyeret tubuhnya agar bergerak lebih cepat agar sampai kerumah dengan tertatih.

 

Tubuhnya terasa sangat dingin, dan lebih parahnya kepala yang berdenyut karena mencium aroma tubuh Kyuhyun yang sangat menyengat.jarak rumah dan pub memang tidak terlalu jauh, tetapi jika samil memapah pria dengan tubuh besar seperti ini dia juga akan pingsan kelelahan.

 

 

Liji telah sampai didepan gerbang, tubuhnya semakin letih karena Kyuhyun yang terus saja bergerak didalam tidurnya, dia merasa risih dengan tangan Kyuhyun yang terus bergerliya di bagian perut nya. Tetapi dia bisa apa, jika dia melepaskan pegannya bisa saja mereka berdua jatuh dan itu sangat melelahkan.

 

“astaga bagaimana caraku menaiki tangga itu” Liji memandang lelah tangga yang menuju kamar Kyuhyun dihadapannya. Dia menggelengkan kepalanya, dia tidak akan kuat memapah Kyuhyun sampai keatas. “tidak ada cara lain” Liji memutar tubuhnya untuk memasuki kamarnya yang ada disamping dapur. Dirumah ini memang ada tiga kamar, dua kamar atas milik Kyuhyun dan Ahra, satu kamar bawah milik Liji. Itupun jika Ahra menginap disini.

 

BRUK.

 

Liji membaringkan Kyuhyun yang masih terkulai lemah. Dia akan berencana membiarkan Kyuhyun ditempat tidur dan dia akan tidur disofa. Liji menutup pintu dan mendekati Kyuhyun dengan posisi tidur yang sangat tidak mengenakkan.

 

 

Tangannya terulur mengusap wajah Kyuhyun yang sangat kusut malam ini.

 

 

“tidak kah kau sadar kalau aku mencintaimu?” ujar Liji. Liji membenarkan posisi Kyuhyun dan membuka jas milik Kyuhyun. Tangan nya tertahan karena Kyuhyun menggenggam erat pergelangan tangannya, matanya terbuka perlahan dengan diiringi seringai licik diwajahnya.

“apa yang kau lakukan” ujar Kyuhyun serak. Liji memundurkan tubuhnya dan mencoba melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

“a..aku lepas Kyuhyun” Liji menghentak-hentak kan tangannya agar terlepas namun percuma, genggaman tangan Kyuhyun semakin mengerat.

 

BRUK..

 

SET..

 

Kyuhyun membalik posisi tubuh dengan Kyuhyun yang ada diatas Liji. Kyuhyun memijit pelipisnya pelan dan menatap kedua bola mata Liji dengan intens.

 

 

“K..Kyuhyun-ah lepas kan aku..” suara bergetar Liji membuat Kyuhyun semakin tersenyum, dai akan mendapatkan mainan baru.

“aku tanya apa yang kau lakukan padaku” Liji menggelengkan kepalanya dan tetap memukul dada Kyuhyun dengan keras. Kyuhyun menahan tangan Liji dan mendekatkan wajahnya.

“jika kau terus berontak ini akan terasa menyakitkan” Liji membatu mendengar penuturan Kyuhyun.

“apa yang akan kau lakukan padaku” ujar Liji kalut.

“tutup mulut mu dan rasakan saja” Kyuhyun mengambil dasi yang ada didalam mantel nya dan menutup mulut Liji dengan erat.

“ehhmm..emm” Kyuhyun mendekatkan telunjuknya kearah bibir Liji dan menekannya.

“diamlah, jika tidak..” Kyuhyun menurunkan jarinya kearah dada Liji dengan pelan, menelusuri perut dan sampai pada pusat milik Liji. “bisa saja aku memasukkan nya” Liji terdiam, air matanya sudah menetes sejak tadi. Dia merasa seperti pelacur yang disewa sekarang.  “aku ingin melakukan ini sejak lama, dan ini kesempatan yang bagus” jemari Kyuhyun sudah bergerak memutar diarea sensitif milik Liji sekarang. Perasaan aneh menerpanya, dia sangat ingin meneriaki Kyuhyun sekarang.

 

 

Kyuhyun melepas kaos milik Liji cepat, dia sudah tidak ada waktu ntuk berlama-lama. Kepalanya juga sangat berdenyut melihat Liji yang memerah dengan keadaan berantakan seperti ini. Kyuhyun pun membenamkan bibirnya pada bibir Liji yang masih terikat. Menggigit daun bibirnya dengan keadaan bibir tertutup cukup menggairahkan. Bibir manis itu membengkak setelah ciuman hebat milik Kyuhyun.

 

“aku akan melepaskannya jika kau diam” Liji mengangguk pelan, bibirnya sudah sangat sakit karena ikatan. Dan setelah terlepas Kyuhyun menyeringai melihat Liji mengambil nafas dengan sedikit erangan karena tangan nya masih saja mengerjai milik Liji.

“tolong hentikan Kyuhyun” air matanya terus turun membasahi wajahnya. Dia sangat terhina sekarang, cukup mencium, dan melakukan sesuatu dengan jarinnya. Jangan lebih.

“sudah kukatakan ini waktu yang pas untukku” Kyuhun menarik celana Liji dengan seakli hentakan. Keinginan menelanjangi Liji sangat besar dalam benak Kyuhyun sekarang. Liji menutup dada dan vaginanya dengan kedua tangan nya. Pikirannya sudah sangat kalut melihat tubuhnya sudah naked dihadapan Kyuhyun.

 

***

 

 

Kyuhyun membenamkan wajahnya dicekukan leher Liji dan menghirum feromon wanita itu. Manis, tubuh kecil dengan rambut panjang. Kombinasi yang pas. Tangannya sudah mengerayangi seluruh tubuh Liji diiringi dengan desahan tertahan dari sang empunya.

 

 

“jika kau menahannya aku akan menembusmu dengan kuat, kelaurkan dan nikmati ini arraseo” Liji menggigit bibirnya saat Kyuhyun kembali membenamkan bibirnya pada dada sintal miliknya. Tidak kecil, namun pas. Bibir yang menghisap puting susu nya dengan kuat dan jemari tangan yang bersiap masuk kedalam liang milik Liji.

“renggangkan kakimu” ujar Kyuhyun, Liji menurutinya dengan membuka pahanya lebih lebar agar memudahkan Kyuhyun bekerja.

 

 

Liji mengerenyit kesakitan saat kedua jemari Kyuhyun menerobos masuk kedalam vagina miliknya. Dan tanpa jeda sedikitpun Kyuhyun menarik ulur jemarinya dengan cepat.

 

 

“aaaghhh sakiit euughh..” erang Liji, Kyuhyun mempercepat kocokannya setelah merasakan vagina Liji yang menyempit. “aagghh Kyu..hyunn oohhh” Kyuhyun semakin bersemangat mendengar Liji yang terus mendesah karena ulahnya. Bibirnya terarah menuju leher Liji dan menghisapnya kuat.. “ooooohhhhh” Liji mencapai pelapasannya, nafasnya terengah dengan sebagian keluar dari bibirnya.

“bukankah itu sangat luar biasa?” ujar Kyuhyun, bibirnya mengarah pada sisi telinga Liji dan mebisikkan “milikmu sangat sempit”  Liji membulatkan matanya, wajahnya memerah mendengar ucapan Kyuhyun yang sangat frontal.

“Kyu ini rumah, pergilah.. jangan lakukan ini” lirih Liji. Kyuhyun tersenyum miring.

“tentu saja ini rumah Liji-ya, dan rumah ini hanya ada kita bertiga. Ini masih cukup malam untuk nuna bangun”

“jangan lakukan ini jika kau membenciku”  Kyuhyun menyentuhkan bibirnya pada bibir Liji dan berbicara diatas nya.

“karena aku membencimu aku melakukan ini” Kyuhyun membenamkan bibirnya dan melumat bibir Liji dengan kasar, tangannya tertuntun membawa juniornya kedalam vagina Liji yang masih basah karena cairan orgasme pertamanya.

“aarrgg sa…kit” ujar Liji. Kyuhyun tetap berusaha memasukkan miliknya pada vagina Liji dengan dorongan yang lumayan keras.

“aku akan langsung menghentakkannya agar tidak sakit” Liji menggeleng, dia tidak ingin melakukan ini.

“andwe.. jangan lakukan ini. Berhenti..” Kyuhyun menarik juniornya keluar dan menghentakkannya dengan keras.

“aaaarrrrrrgggggghhhh appo… “ pekik Liji. Kyuhyun spontan menutup bibir Liji dengan tangan nya dan menatap tajam Wanita yang kini di dalam kurungannya.

 

 

Kyuhyun tidak peduli dengan air mata yang terus mengalir diwajah Liji, dia terus saja memborbardir tubuh Liji dengan hentakan-hentakan yang membuat kepalanya pening. Ujung penisnya mencapai rahim milik wanita ini dengan sempurna. Desahan erotis milik Liji yang terus membangkitkan gairah Kyuhyun membuat nya terus terhentak keatas kebawah mengikuti alur kecepatan Kyuhyun. Sesekali Liji mengetatkan vaginanya karena gatal dan disambut dengan erangan Kyuhyun.

 

“oooohh ahhh” dia sudah sangat lelah mendesah namun dia tidak bisa menahannya, sensasi nikmat yang dia rasakan mengalahkan semuanya “eerrrgggghhhh aaahhhh” Liji kembali mendapati oragasme nya, namun Kyuhyun tetap melanjutkan pekerjaanya semakin cepat otot-otot vagina yang menjepit penisnya membuat Kyuhyun menggila dan menginginkan lebih. Liji yang bahkan sudah pasrah dan lemas dengan tidakannya memilih mengikuti alur meskipun dia sudah lelah dengan erangan nikmat yang keluar dari bibirnya sendiri.

 

Penis Kyuhyun membesar dan siap menembakkan berjuta sperma kedalam rahim Liji. Tangan yang semakin bergeliya didada Liji dan bibir yang membuat kissmark dilehernya. Sudah cukup untuk membuat Liji lemas.

 

“jah..ngan di …dalam..eeeghhhh” Kyuhyun tak peduli dan tetap melanjutkan aktifitasnya menusuk dalam-dalam vagina Liji dengan penis yang semakin membengkak.

“ANDWE..!!!” pekik Liji

“aaargggggggggghhhhhh” Kyuhyun menimpa tubuh Liji dan melumat kembali bibir manis itu. Liji melepaskan pagutan bibir mereka dan mentap tajam mata Kyuhyun.

“le..pas sesak” Kyuhyun melepas juniornya dan berbaring disamping Liji. “wae? Kenapa kau mengeluarkannya didalam” lirih Liji, Kyuhyun mengambil selimut dan memakaikannya pada Liji dan tubuhnya sendiri.

“bukankah ini harga yang setimpal untuk kau masuk kedalam keluarga ini?” Liji menekan dadanya sakit. Dia cukup rendah karena sudah terkurung telanjang di hadapan Kyuhyun, dan sekarang….

 

 

Liji melempar kain yang dipakaikan Kyuhyun padanya dan mencoba bangkit dari tempat tidur.

 

BRUK..

 

“eegghh” Liji meringis karena selangkangannya terasa sangat nyeri. Bahkan kaki nya masih sangat lemas karena pergulatan panasnya bersama Kyuhyun.ditambah karena membopong tubuh beratnya.

“perlu bantuan” Kyuhyun menjulurkan tangannya. Liji mendonggak dan menatap Kyuhyun yang sudah memasang kembali celana miliknya.

 

 

Liji menggeleng dan mencoba bangun kembali namun percuma tubuhnya bahkan sangat lemas untuk memakai pakaian. Air matanya kembali merebak setelkah mengingat dia bukan lagi wanita perawan. Dai sudah menghancurkan harapan appa nya.

 

 

Kyuhyun yang melihat Liji yang hanya menunduk tanpa sehelai benangpun menunduk dan mengangkat tubuh Liji.

 

“dingin” lirih Liji sembari memejam kan matanya.

“kenapa tubuhmu panas” ujar Kyuhyun, dia cukup panik karena tubuh Liji yang panas dalam gendongannya. “Liji-ya” pangil Kyuhyun, namun wanita itu sudah tak sadar kan diri didalam pelukan Kyuhyun. “ini gila hanya satu ronde dan dia panas” gumam Kyuhyun. Kyuhyun kembali memasangkan pakaian Liji dan mengompres keningnya dengan telaten. “seharusnya aku bisa istirahat”

 

***

 

Liji membuka matany perlahan, masih sangat berat untuk bangun. Dia mencoba bangun dan meringis sakit pada selangkangannya. Liji menoleh pada meja dan mendapat surat disana.

 

 

Oles ini pada vagina mu

 

 

Liji terdiam dan mengambil salep yang ada dimeja. Dai membuka celananya dan mengoleskan pada vagina perih miliknya. Dia bisa melihat darah yang ada dikasurnya. Cukup menyakitkan setelah sadar tak ada seorang pun didalam kamarnya. Apa yang kau harapkan eoh?

 

 

Liji keluar dari kamar dengan baju terusan panjang miliknya, dia juga menggunakan syal untuk menutupi kissmark yang dibuat Kyuhyun. Matanya menuju dapur, dia berjalan menuju dapur dengan tertatih. Sudah kebiasaannya untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang ada dirumah ini. Memasak, mencuci, dan hal yang paling inti sekarang dia harus mengurusnya.

 

“eerrmmm” Liji menutup mulunya untuk menahan erangannya. Ini sangat menyakitkan. Namun dia bisa apa, dia tidak mungkin tertidur seharian.

“berhentilah bekerja, istirahatlah” suara Kyuhyun menghentikan pekerjaan Liji, dia membalik tubuhnya dan melihat Kyuhyun yang masih acak-acakan.

“apa pedulimu” Liji kembali mengerjakan tugasnya yang tertunda memotong daun seledri. Kyuhyun mendekat kearah belakang tubuh Liji. Kyuhyun memasukkan tangannya pada celana dalam Liji dan merasakan vagin milik Liji.

“sudah kau oleskan”

“berhentilah bersikap seperti ini” lirih Liji, Kyuhyun mengulurkan tangannya merasakan dahi Liji.

“kau bahkan masih panas. Kembalilah kekamar”

“tidak” Liji membalik tubuhnya dan menumpukan tangannya pada meja dibelakangnya. Tubuhnya masih lemas dan kepala berdenyut ini mengusiknya. Liji kembali membalik tubuhnya untuk melanjutkan pekerjaannya. Jarinya memotong daun seledri pelan, pandangan matanya sekarang berkunang dan siap untuk jatuh..

“aahh” Liji melepaskan pisau dan menarik jarinya. Darah. Liji terjatuh dan menatap langit-langit yang semakin gelap.

 

Kyuhyun berlari mendekat kearah Liji yang sudah tidak sadar kan diri di lantai dapur. Dia benar-benar wanita bodoh. Kyuhyun pun mengangkat tubuh Liji masuk kedalam kamarnya. Kyuhyun tau dia sangat salah melakukan hal itu, tetapi setiap melihat wanita ini dia selalu saja kehilangan akal. Benci karena sudah rela menyerah kan sumsum tulang belakannya pada appanya dan gila karena melihat wanita ini hanya menangis karenanya. Dia harus apa sekarang.

 

 

Kyuhyun kembali mengganti kompresan yang ada didahi wanita itu. Dia memang cukup gila karena membenci wanita ini, padahal tidak ada yang salah dengannya. Rasa kantuk sudah mulai menyapa Kyuhyun, matanya serasa tertimpa sesuatu beban yang siap menutup matanya.

 

 

***

 

Liji kembali bangun dengan menatap langit-langit, dia menatap sekitar nya dan mendapati Kyuhyun yang ada disampingnya.

 

 

“aku tidak mungkin bisa melihatmu lagi. Aku terlalu kotor, aku lelah” lirih Liji.

 

 

Liji bangun dengan pelan dan menyelimuti Kyuhyun, dia berjalan mendekati lemari dan membukanya. Liji memasukkan beberapa helai pakaian dan mengambil beberapa lembar won untuknya. Dan mendekati Kyuhyun dan meletakkan surat yang sudah ditulisnya jauh hari jika dia melakukan ini. Dan pesan yang akan dia kirimkan nanti.

 

 

NIGHT

 

Kyuhyun membuka matanya setelah tertidur cukup lama, dia terheran melihat tempat tidur yang kosong dan selimut yang ada ditubuhnya. Kyuhyun memutar kepalanya dan melihat secarik kertas yang ada di meja.

 

Kyuhyun mengambi kertas itu dan membukanya.

 

Dear Cho family ~

 

Annyeonghaseyo…

Siapapun yang membaca surat ini aku ingin berterima kasih dan meminta maaf. Aku tahu didalam hati kalian ada setitik rasa benci untukku. Tetapi, aku tetap akan tersenyum pada kalian.

 

Saat pertama kali aku bertemu Cho ahjussi aku sangat senang. Kenapa, aku melihat appa didalam dirinya. Aku bisa merasakan kasih sayang appa pada dirinya. Dia baik padaku dan aku sangat ingin membalas budinya pada keluarga ini. Mungkin aku hanya bisa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah. Tetapi aku berusaha agar tidak merepotkan kalian. Setelah Cho ahjussi meninggal tentu aku sedih. Tapi apa aku bisa menangis atau sekedar menitikkan air mata? Tentu tidak, aku bahkan bukan siapa-siapa didalam keluarga ini. Dan saat wasiat Cho ahjussi yang meminta ku untuk menikah dengan Kyuhyun aku hanya diam, aku tidak bisa menolak karena balas budi. Tetap disisi lain aku bisa melihat Kyuhyun sangat membenciku. Aku hanya diam, akrena itu yang bisa kulakukan.

 

Aku sangat bodoh karena sebanyak apapun aku mencoba membenci dan menolak aku akan tetap patuh padanya. Karena aku mencintainya. Aku mencintainya bukan seperti yang dia fikirkan, setiap kata-kata yang dia keluarkan adalah belati beracun untuk hatiku. Tetapi lagi-lagi aku hanya bisa diam dan menangis membelakanginya. Aku hanya menangis untuknya.

 

Gomawo Cho ahjumma karena sudah mencintaiku dan Ahra eonni yang mau menerimaku. Aku tidak tahu apa yang membuatmu melakukan ini tetapi aku sangat berterima kasih karena selama ini kau selalu melindungiku, aku meminta maaf karena sudah membuat kalian tidak nyaman.

 

Semoga kita bertem kembali.

 

                                                                                                                                    Ryu Liji.

 

 

 

Kyuhyun mengusap wajahnya dan meremas surat itu geram. Wanita bodoh dan gila.

 

TIT..

 

Kyuhyun menoleh pada ponselnya dan melihat pesan dari Liji. Dia buru-buru membukanya dan mengerang kesal karena dia sangat menyesal dan marah. Dia marah karena sudah melakukan hal bodoh itu kemarin.

 

 

Kau sudah bangun? Cho Kyuhyun….

Rasanya aku sudah lama mengenalmu tetapi aku tidak pernah melihat senyuman manis di wajahmu sau kalipun.

Apa kau sangat membenci ku sampai kau melakukan itu? Aku tidak bisa melakukan apapun sekarang. Semua yang kau katakan itu benar. Anggap saja itu adalah bayaran untuk bisa merasakan kasih sayang dari keluargamu. Apa aku mengecewakanmu karena meninggalkanmu dan tidak bisa melayanimu lagi? Aku lebih kecewa karena meninggalkan kebaikan kalian. Jangan fikirkan apapun anggap saja tidak pernah terjadi. Aku tahu kau orang yang hangat. Kau selalu merawatku jika sakit dan itu sudah terjadi tiga kali. Kali pertama kau merawat ku adalah saat setelah operasi. Aku melihat tatapan lain dimatamu. Karena itu aku mencintaimu. Seperti katamu aku lebih tepat ditempat gelap dan hiburan. Aku akan kembali.

Namun.

Aku takut…

Apa yang akan terja padaku dihari kedepannya. Aku takut mereka merendahkanku kembali. Aku takut tidak ada seseorang di sampingku. Kau pasti mengerti, kau adalah Kyuhyun yang pintar bukan?

Aku meninggalkan semua nya. Saat pertama kali aku datang aku hanya membawa beberapa helai pakaian dan uang tiga ribu won. Aku hanya membawa itu. Terimakasih Kyuhyun. Meskipun lebih banyak tangisan disampingmu aku tetap mencintaimu. Maaf karena aku mencintaimu maaf.

 

 

***

 

 

Mobil sedan hitam membelah jalanan dengan kecepatan diatas rata-rata . Yang dia fikirkan adalah dimana Ryu Liji. Dia bahkan masih sakit.

 

“kenapa wanita itu selalu membuat masalah. Kenapa wanita itu meninggalkan surat menyakitkan. Kenapa wanita itu memanggil namaku. Wae!!wae!!” pekik Kyuhyun sembari membanting setir. Dai benci jika saat seperti ini, tidak melihat Liji dalam jarak pandangnya. Dia terlalu bodoh untuk mengakuinya.

 

TIT…

 

 

Kyuhyun mengangkat panggilan dari Ahra dengan cepat.

 

 

“Nuna, apa sudah ketemu”  tanya Kyuhyun.

“apa yang kau fikirkan Kyuhyun, kenapa dia bisa pergi dari rumah dan meninggalkan surat itu. Kau harus mencarinya”

“aku tahu, kau harus membantuku”  Kyuhyun meremas setir dengan keras, setitik air mata jatuh dipipinya . dia tik bisa membayangkan hal itu terjadi “aku tidak ingin dia kembali kesana nuna” lirih Kyuhyun.

“dia tidak akan kesana Kyuhyun-ah”

“BAGAIMANA TIDAK, dia hanya membawa sedikit uang dan dia akan mati kelaparan jika tidak memakan apapun. Dia hari ini juga belum makan dan dia sakit” bentak Kyuhyun.

“itu yang membuatnya lari Kyuhyun, kau selalu berfikir negatif tentangnya. Apa kau fikir dulu dia ingin menginjak tempat itu. Dia dijual Kyuhyun. DIJUAL. Dan appa membelinya untuk menjadi keluarga. Aku tidak mengerti, dia menderita selama ini” suara isakan Ahra terdengar ditelinga Kyuhyun.

“kumatikan” ujar Kyuhyun datar.

 

 

Kyuhyun menyenderkan kepalanya pada kemudi dan memejamkan matanya.

 

 

“aku bahkan tidak tahu siapa dia, aku bahkan tidak tahu dimana dia tinggal” lirih Kyuhyun. “maafkan aku”

 

 

***

 

 

Liji mengangka wajahnya keatas. Salju lembut yang mengenai wajahnya emmbuatnya tersenyum. Dia ingin menjadi salju. Berterbangan kemanapun yang dia inginkan bebas. Tetapi setelah jatuh tetap digapai dan mendapat senyum. Nasib salju bahkan lebih beruntung dari pada dirinya. Sangat lucu.

 

 

Belum ada satu rencana pun yang ada didalam otaknya. Dia harus kemana? Dan bagaimana dia bisa hidup untuk kedepannya. Dia nya akan diam disini sampai seseorang menghampirinya ini gila,

 

 

“chogi” Liji menoleh dan tersenyum lembut, wajah pucatnya lebih mengerikan dari pada putih salju sekarang.

“kenapa kau disini,saljunya sangat lebat”

“bisa kau membantuku” lirih Liji.

“nde?”

“aku kedinginan” pria itu mengulurkan tangannya dan tersenyum membentuk bulan sabit menghangatkan.

“Oh Sehun”

“Ryu Liji, aku akan melakukan pekerjaan rumah untukmu tetapi tolong beri aku tumpangan untk sementara”

“ikut aku”

 

 

Aku banhkan tidak peduli sekarang ditangan siapa dan apa dia akan seperti kalian. Aku akan mengikutinya dan melakukan hal yang pernah kulakukan saat bersama kalian. Apa ini akan menjadi baik jika aku tetap disana dan mati kedinginan. Tidak akan, karena aku akan datang dengan senyuman diwajahku.

 

 

                                                            ***

 

 

Liji membuka matanya dengan perlahan. Sinar mentari yang menembus celah-celah jendela nya seperti surai keemasan yang sangat indah. Tangannya terulur menggapai cahaya yang mengenai sebagian wajah putih nya dengan sedikit tersenyum.

 

 

 

Ini hari ketiga dia bekerja di Cofee Shop milik Oh Sehun. Sehun adalah pria baik hati yang mengijinkannya untuk tinggal di apartemen kecil miliknya, sejujurnya dia agaks edikit takut pada Sehun karena perawakan yang agak dingin di wajahnya. Namun, setelah mengenal Sehun dia cukup yakin pria itu bukan pria jahat. Terbukti saat malam Sehun membawa nya keapartemen miliknya, pria itu merawat Liji yang masih merasakan sakit pada tubuhnya.

 

 

“Seharusnya kau tetap dirumah Liji-ya” lihatlah betapa cerewet nya pria ini. Padahal mereka baru saja saling mengenal tiga hari lalu.

“aku sudah cukup sehat, berhentilah mengomel” dumel Liji. Dia kesal karena pria ini terus saja over khawatir padanya. Memang jika dia mengingat masalah dan wajah Kyuhyun dia akan mendadak pusing. Entahlah, apa dia trauma. Sangat lucu jika itu terjadi.

“aku tidak mengomel, aku memperhatikanmu, aissh kau tidak tahu betapa susahnya mengurusmu saat sakit”

“arra arra…” Liji melenggos meninggalkan Sehun yang masih mengomel tak jelas karena tidak di perdulikan.

“yak…yak..!!”

 

 

Liji mengusap permukaan piring dengan telaten ini bahkan sudah menjadi kebiasaan nya sejak dulu.

 

ketika kamu mulai menjadi bosan padaku
apa beban itu yang aku berikan padamu
untukmu, tidak lagi mengatakan apa-apa
aku telah menjadi tidak mampu bertanya sekarang
tanpa mengeluh seperti biasanya
masih tersenyum yang senyuman sopan
hilang kesedihan yang telah berlalu oleh matamu
aku minta maaf, itu pelupa kebodohan di pihakku
cintaku

ketika aku melihatmu dengan punggungmu berpaling padaku
waktu cinta dengan jelas diambil
sekarang aku dapat melihatnya juga
seperti sebuah persiapan waktu
aku melihatnya datang
aku tidak tahu kamu seperti bagian dari diriku
jika aku dapat memutar semua kembali
tidak, jika kamu akan tersenyum padaku hanya sekali lagi
oleh diriku, aku tidak mampu memegang hatimu
Karena kesombongan bodoh, aku minta maaf
cintaku

ketika aku lihat pada betapa kamu menjadi dingin
Pemisahan menyebar dalam hal ini
Sekarang aku tahu tidak ada yang perlu dilakukan
Atas nama cinta
dengan perlahan seperti mengubah warnanya
cinta yang meninggalkanku
aku tidak tahu Aku sudah mulai dengan

bahkan kata2 permintaan maaf
meskipun  Aku sama maaf karena hal ini
apa dapat seseorang menyukaiku
katkan dan bagaimana dapatkah aku mengatakannya
seperti aku tidak dapat bernafas, aku pusing
Di dalam waktu yang hilang
meskipun aku berkeliaran dengan cepat
hanya sesuatu yg dapat aku lakukan sekarang
itu yang tidak dapat aku lakukan

ketika aku melihatmu dengan punggungmu berpaling padaku
waktu cinta dengan jelas diambil
sekarang aku dapat melihatnya juga
seperti sebuah persiapan waktu
aku melihatnya datang
aku tidak tahu kamu seperti bagian dari diriku

 

 

Liji kembali mengingat nyanyian yang Kyuhyun lantunkan. Suara yang pertama kali menyentuh hatinya, setiap bait yang menyakitkan membuatnya kadang menitikkan air mata kala mengingatnya. Apa dia salah jika mencintai seorang pria?.

 

 

“aku tidak pernah seperti ini sebelumnya” lirih Liji, dia meletakkan piring yang dilapnya dan menutup mulutnya. Dia takut, takut akan ada sesuatu didalam dirinya dihari kedepan. Dia takut jika Sehun akan mengetahui semuanya dan mengusirnya. Dia harus bagaimana. “hiks.. aku bahkan hanya berani menatapmu dari belakang. Kyuhyun-ah bogosipho”

“Ryu Liji” Liji menoleh kebelakang dan menatap pria yang ada dihadapannya dalam diam, ini sudah kesekian kalinya dia menangis dihadapan Sehun. “uljima” Sehun bergerak mendekat kearah Liji dan mendekapnya erat.

“aku tidak menangis .. hiks.. hiks..” Liji menyandarkan kepalanya pada dada tegap milik Sehun dan menangis untuk kesekian kalinya. Apa dia masih akan mendapatkan pelukan hangat jika Sehun tahu segalanya.

“aku tidak tahu apa yang membuat mu menangis tetapi bisakah kau tetap tersenyum dihadapanku” ujar Sehun

“aku..aku..”

 

***

 

 

Suasana rumah keluarga Cho sangat mencekam. Kyuhyun yang semakin hari lebih mengerikan semenjak kepergian Liji. Dia tidak ada hentinya mencari Liji kemana pun yang bisa dia singgahi.

 

 

“kau butuh istirahat Kyuhyun-ah” bujuk Ahra. dia mengelus pelan pundak Kyuhyun yang bergetar, dia sudah tidak tahan dengan semua ini Liji harus kembali dan menenangkan Kyuhyun. Tetapi tidak ada seorang pun tahu dimana wanita itu pergi.

“aku tidak bisa. Fikiranku terus padanya. Aku bersalah padanya” Kyuhyun memegang kepalanya yang terasa berdenyut sekarang. Dia merasa sangat bersalah pada Liji.

“aku sudah bertanya padamu apa yang kau lakukan padanya” Kyuhyun diam dan menggeleng, dia tidak bisa menjawabnya tidan akan bisa. “apa kau…”

 

 

Ahra mengatur nafasnya setelah memukul seluruh tubuh Kyuhyun dengan tangannya sendiri. Dia tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Liji saat ini. Sangat menyakitkan harus pergi setelah diperkosa oleh Kyuhyun.

 

 

“mianhe” lirih Kyuhyun. Ahra mendelik dan memijit kepalanya pelan.

“simpan maaf mu untuk Liji, cari dia. Kau tidak akan tahu seperti apa perasaannya sekarang. Apa yang kau fikirkan saat itu bodoh” Kyuhyun bangkit dari duduk nya dan mengambil jas didalam lemari.

“aku pergi”

 

 

***

 

 

Sudah kesekian kalinya Kyuhyun datang kesini dan menghabiskan malam melelahkan untuknya. Dia kembali menegak minumannya dan mengerang saat merasakan pahitnya alkohol masuk kedalam tenggorokannya.

 

 

“aku berharap kau akan menjemputku lagi” racau Kyuhyun. “heh jangan bodoh Kyuhyun dia pasti sangat takut padamu bahkan dia melarikan diri kan?” Kyuhyun kembali mengoceh tak jelas. Orang-orang disekitar Kyuhyun hanya menatap aneh dirinya yang sangat kacau.

 

 

Kyuhyun berjalan keluar dari pub, tubuh sempoyongannya manatap datar jalanan yang sangat sepi malam ini. Dia sudah sangat frustasi mencari Liji yang tidak bisa ditemukannya. Nomor yang sudah tidak aktif dan tabungan yang ditinggalkan. Dia sama sekali tidak bisa melacak dimana wanita itu sekarang.

 

 

Matanya menerawang kedepan dan membulat setelah melihat siluet Liji yang sedang menunggu antrian membeli tteobokki di jalanan. Langkah nya semakin cepat bahkan dia berlari untuk menggapai tubuh Liji.

 

 

GREP

 

 

Liji sedikit terhuyung karena hentaman keras pada tubuhnya. Dia meraba punggung pria yang saat ini memeluknya. Dia merasa hangat saat ini, ada perasaan rindu dan bau ini. Liji melepaskan pelukan dan menatap pria yang tiba-tiba saja memeluknya.

 

 

“K…Kyuhyun-ah” tubuh Liji bergetar kala melihat wajah Kyuhyun, kaki nya otomatis bergerak mundur mencoba lari. Namun tangan kekar Kyuhyun sudah lebih dulu memegang lengannya. “le..lepas kan aku Kyu” lirih Liji.

“kembalilah Liji”

“aku tidak bisa” ujar Liji sembari menggelengkan kepalanya. “tidak” gumam Liji lagi.

“wae..”

“aku tidak bisa, tidak kau lihat. Aku sangat kotor.. aku sudah tidak pantas keluarga mu, aku tidak akan kembali kesana. Tidak tidak. Menjauh Kyuhyun” tubuhnya semakin bergetar kala Kyuhyun semakin mendekat kearah nya. Dia takut, takut Kyuhyun akan menyakitinya lagi.

“aku tidak bisa melepaskanmu, kau tidak tahu sudah berapa lama aku mencari mu”

“jangan mencariku Kyuhyun-ah jebal” Kyuhyun menarik Liji agar mengikutinya menuju rumah, tak peduli seberapa banyak Liji berontak tetapi tetap saja dia terperangkap bersama Kyuhyun.

“tidak bisakah kau diam, atau kau ingin rekaman kita tersebar dimana-mana” Liji membatu. Apa maksud dari perkataan Kyuhyun.

“apa maksudmu” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan mendekat kan wajahnya pada wajah Liji dan tersenyum sinis.

“kau lupa rumah ku sangat banya CCTV” Liji membulatkan matanya dan memukul dada Kyuhyun keras.

“apa kau bilang, jangan gila Cho Kyuhyun” Kyuhyun tersenyum dan menarik kembali Liji yang masih saja memberontak di genggamannya.

 

 

***

 

 

Disini lah Liji sekarang tersekap didalam kamar, Kyuhyun tidak memperbolehkannya keluar bahkan untuk memasak seperti dulu. Pria itu akan datang saat sarapan, jam makan siang dan makan malam. Lebih parahnya lagi Kyuhyun akan tidur bersamanya setiap malam. Perintah yang di ucapkan Kyuhyun dua jam lalu berngiang dikepalanya.

 

 

“tidur bersama” gumam Liji, tubuhnya akan seperti ini jika memikirkan hal itu. Dia takut hal itu akan terjadi kembali. Liji melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dia semakin takut saat jam makan siang Kyuhyun datang kembali.

 

 

CKLEK

 

“Liji-ya”

“eonni” Liji menegak kan tubuhnya dan berjalan mendekat kearah pintu. “eonni.. jebal lepaskan aku. Jebal” lirih Liji. Liji memeluk erat tubuh Ahra dengan sangat ketakutan.

“mianhe, Kyuhyun akan kembali gila jika kau kembali hilang. Jebal tetaplah disini sampai dia tenang heumm. Maaf jika aku egois Liji-ya” Liji menggeleng, air matanya sudah merebak keluar setelah memikirkan jika dia pergi video laknat itu akan tersebar.

“aku takut eonni..” lirih Liji.

“saat nya kau makan” Liji melepaskan pelukannya dan mundur kearah tempat tidur. “bisa kau keluar nuna” pinta Kyuhyun.

 

 

Kyuhyun menatap Liji yang hanya menatap piring makanan yang dibawanya. Dia sudah sangat jengah dengan sikap Liji yang terus saja meminta pergi darinya.

 

 

“cepat habiskan. Aku tidak ingin kau sakit” Liji menatap Kyuhyun dan menjauhkan piring dari hadapannya.

“aku lebih memilih mati dari pada seperti ini. Aku sudah mengecewakan appa dan eomma, jadi tidak ada lagi alasanku untuk hidup”

“berhentilah bersikap seperti ini”

“aku? Aku bersikap seperti apa?” Liji membaringkan tubuhnya dan menarik selimut “aku mau tidur, bisakah kau pergi. Aku terlalu takut untuk tidur jika kau masih ada disini”

“jujur aku masih sangat menginginkanmu, tapi aku hanya akan melihatmu” Liji mengencangkan pegannya pada selimut. Dia berusaha menutup mata dan telinganya. Berharap Kyuhyun cepat pergi dari sisinya. Dia sangat takut saat Kyuhyun kembali mengucapkan kata itu.

 

 

Kyuhyun menatap Liji yang sudah tertidur pulas, cukup lama menunggu wanita itu untuk terlelap. Jemarinya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Liji.

 

 

“kau tidak tahu seberapa banyak aku menginginkanmu, aku baru tersadar saat kau menghilang dari jarak pandang ku. tetaplah disini Ryu Liji” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Liji dan mencium bibir merah milik Liji. Rasa manis yang dia  ingat masih sama sejak terakhir kali dia rasa. Kyuhyun menghisap lembut dan menjilatnya untuk ciuman selamat tidur. “selamat tidur Liji-ya”

 

 

END

 

Hai hai semuanya maaf ya kalo banyak typo, dan aku buntu gegara udah malem heheh 😀 padahal emang rencana bikin kayak gini *tawaevil . aku mau lihat komen dulu kayak apa soalnya ini pertamakali buat aku di Flying NC dan aku bahagia bisa mampir disini. Salam kenal semuanya 😀

 

FlyingKiss88

 

 

 

 

Fc Populer:

Just Want You Stay Here

In my room

Author : jingyodust

Judul : Just want you stay here

NC 21, Yadong, Oneshoot

Cast:

  • Choi Seunghyun (TOP)
  • Min a
  • KwonJiyong
  • others cast

Anyong aseyo ..
semoga Fanfic ini bisa nemenin kamu bobo yah..

In My Room

Seunghyun POV2 tahun sudah aku dan Min a bersama. Setelah 11 taun kami berpisah tanpa kabar berita sama sekali.

aku sudah kuliah sekarang. Tentu saja bersama sahabat-sahabatku. iyong,Daesung,Seungri,Yongbae.

aku kuliah di Universitas Chung An.

Dan

yang membuatku tambah senang, Min a masuk kampusku. Tentu Yong Jin dan

Park Hye mengekor. Semenjak aku dan Min a akur, kami semua jadi dekat.

Aku sedang di gedung theater. Mengambil nilai. Aku masuk jurusan

theater,Jiyong dan yang lainnya masuk dijurusan yang sama. Musik. Aku

tidak begitu ingin dengan musik. Jiwa ku di theater.

“Seunghyun-a“.

panggil dosenku. Ternyata giliran ku mengambil nilai. “kau ku pasangkan

dengan Lee Han“. Aku gugup. Lee Han itu termasuk sunbae ku. Dia

cantik,rambutnya sebahu dan matanya indah. “aku harus akting apa?“.

Tanyaku pada dosen. Dosenku terlihat sedang mencari-cari sesuatu di data

yang ia bawa.

“hm kau harus merayu Han, meyakinkan Han kalau kau sebenarnya tidak selingkuh darinya“. Jelas dosenku.

ahh .. seperti itu saja? mudah sekali bagiku. “siap? silahkan“. Ujar dosenku.

aku tersenyum dengan Lee Han.

“sudah

berapa kali aku menjelaskan padamu? aku tidak selingkuh dengan

perempuan itu chagi…“. seru ku sambil memegang kedua pipinya.

Hebat,baru

beberapa detik saja air matanya bisa cepat keluar. “ani.. aku tidak

percaya padamu Hyun-a.. sudah berapa kali kau berbohong dan sudah berapa

kali kau menjelaskan padaku. Aku salut padamu“. Air matanya semakin

deras.

“jebal chagiya .. mianhae.. beri aku kesempatan sekali lagi“. Rayu ku menatap matanya. Dan memeluknya.

Min a POV

Akhirnya aku bisa kuliah juga ya. Setelah lulus, aku libur selama 2

bulan. Bayangkan saja,aku menjadi manusia tidak berguna selama liburan.

Dan pipiku juga menjadi chubby. Kerjaku hanya makan,tidur,nonton,dan

jalan-jalan. Entah bersama pippo oppa, Yong Jin,Park Hye ataupun dengan

teman-teman pippo yang lain.

oh aku ingat kemarin pippo bilang, dia

mau ambil nilai theaternya di gedung theater kampus jam 9 pagi. Aku

lihat jam tanganku, omo ini sudah jam 9. Aku harus cepat-cepat kesana.

Aku ingin lihat pippo oppa berakting. Selama 14 tahun aku mengenalnya.

Dia sosok namja yang baik. Tidak pernah melihat sisi yang lainnya yang

buruk.

Ketika sudah sampai di depan pintu. Aku melihat Jiyong oppa.

Sepertinya dia juga mau melihat pippo berakting. “Jiyong oppa!“.

panggilanku sukses membuatnya nengok. “loh Min a ? kau tidak masuk kelas

pertamamu?“ Tanyanya heran. “anii.. kelasku dimulai jam 10“. kataku.

“oppa mau lihat pippo juga?“. lanjutku. “ne ,kau juga? kajja kita masuk

sama-sama“. ajaknya

Ketika aku dan Jiyong masuk,terlihat banyak

sekali anak-anak theater sedang duduk dan bekumpul membicarakan sesuatu

aku juga tidak tau apa yang dibicarakan. Ketika melihat diatas panggung

siapa yang sedang beraksi.

Itu pippo!. aku dan Jiyong duduk bagian

kursi yang masih kosong. Karena ini juga ramai oleh teman-teman pemain

theater yang lainnya.

“beri aku kesempatan sekali lagi chagiya…“.

Kata pippo pada gadis didepannya itu. Sepertinya yeoja itu benar-benar

menangis. ah ,mereka cocok sekali.

aku jadi tidak ada apa-apanya jika disandingkan dengan pippo..

aku

kaget ketika pippo memeluk gadis itu dengan erat. Waeyo… kenapa

terlihat seperti sungguhan. Hatiku panas. Wajahku merah menahan cemburu.

Melihat Bibirku cemberut,dan wajahku memerah Jiyong melirikku dan

bilang. “kau cemburu?“ sambil cengengesan. “yaa! Siapa yang cemburu?

aniyo..“. Jawabku berbohong

“jangan bohong padaku.. aku paling tidak

bisa dibohongi.. “. Ujarnya santai sambil melihat aksi pippoku itu lagi

yang masih memeluk yeoja itu.

Seunghyun POV

“cut! bagus,kali ini feel kalian nyata sekali. oke kalian sudah selesai”. “next, Ji ah”.

Dosen

memuji aksi ku dengan Lee Han. ketika aku mau berjalan turun

panggung,Lee Han memanggilku. “Seunghyun!”. aku menoleh dan melihatnya

bingung. “wae?”. Tanyaku. “kau sudah bekerja keras! gomawo”. aku masih

heran. “terima kasih untuk apa?”. dia menepuk jidatnya. “ahh , ya karena

kau sudah membantu juga untuk nilaiku”. aku tertawa “hahaha nee nee..

kau juga sudah bekerja keras aktingmu keren.. sepertinya aku harus

banyak belajar darimu”. Ujarku. “ah kau bisa saja”. Katanya sambil

menutup mulutnya dengan tangannya.

Saat sedang melihat kursi penonton,aku melihat Minyi dengan Jiyong. Minyi datang? senyumku semakin lebar.

“ah Lee Han,aku harus pergi.. aku ada urusan..”. Pamitku. “ne,sekali

lagi gomawo ya”. Aku hanya melambaikan tangan tanda “tidak masalah”.

***

Aku buru-buru mengambil tasku dan menghampiri tempat Minyiku dan Jiyong duduk. waeee,kenapa wajahnya cemberut seperti itu..

“heey waeyo?”. Tanyaku ketika sudah sampai di kursi Minyi dan Jiyong.

Jiyong menoleh dan Minyi melihatku dengan tatapan marah.

“hey yeoja tengik,kacang mahal ya harganya?”. Tanyaku lagi masih dengan nada menggoda.

Jiyong menghela napas. “dia cemburu kau berpelukan mesra pada yeoja itu..”.

Aku

terbelalak,dan langsung “hahahahaha! yeoja tengik, kau cemburu??”. Aku

benar-benar terbahak-bahak. Tidak tahan dengan tingkah lakunya itu. Aku

mencubit pipinya yang chubby. “heeey Minyiku… kau tau? tadi cuma

akting.. dan itu mampu membuatku mendapat nilai bagus”. Jelasku. Dia

masih manyun. “ya sudah kalau masih mau ngambek.. aku tidak jadi

menikahimu nanti..”. Jawabku santai sambil mengajak Jiyong keluar. Dia

menarik tanganku. “andwaeeee!!! kau mengancamku??”. Serunya dengan

manja. Bibirnya masih manyun. Aku gemas.. andai ini sepi sudah aku makan

bibirnya yang imut itu.

“aku tidak mengancammu.. tapi itu salah satu syarat untuk jadi

istriku. ‘tidak cemburuan’ “. Tukasku. Tangannya masih memegang

pergelangan tanganku.

Dia masih berfikir. Bibirnya mendadak mundur.

Tidak manyun lagi. “eo .. aku tidak akan cemburuan lagi..”. Jawabnya.

“gitu dong chagiya…”. kataku sambil mengacak-ngacak rambutnya yang

panjang.

“ehem… aku seperti nyamuk malaria disini yang siap menggigit

mangsa yang sedang bermanis-manisan”. Sela Jiyong ketika aku dan Minyi

sedang bermanja-manja.

“makanya oppa, cari yeoja sana..”. Ledek Minyi. Jiyong melengos.

Aku lihat jam tanganku digitalku. pukul 09.44.

“yeoja tengik,kau masuk kelas pertama jam berapa?”. Tanyaku. Aku tau

ini adalah hari pertama dia kuliah. Jadi aku melihatnya dia masih

terlihat gugup.

“jam 10 pipoo..”. Jawabnya pendek.

“jadi sampai kapan aku berdiri,kau dan Jiyong duduk. Ditambah pose

kau dan aku seperti patung. Sampai kapan kau mau memegangi tanganku?”.

Semprotku.

Akhirnya Minyiku dan Jiyong berdiri mengikutiku.

Aku mengantar

Minyi sampai ke kelasnya. Dia memngambil jurusan design. Jadilah aku

harus mengantarnya ke gedung kampus fakultas design. Karena dia merengek

juga ingin ditemani. Padahal aku juga akan ada kelas lagi setelah ini.

“sampai sini saja ya,kau masuk sana.. sudah mau dimulai kelasnya”. Kataku menyuruhnya masuk kelas.

“kau

tidak mau mengantarku lagi sampai dalam seperti dulu kau menggendongku

dan mengantarku sampai menduduki aku dikursiku?”. Dia meledekku.

“andwae.. dulu itu karna kau sakit,sekarang? kau sehat begini.. jika mau digendong lagi,nanti saja…..”. Godaku

Dia

manyun dan pergi begitu saja. “yaa! yeoja tengik,kau tidak pamit

padaku..! hey hey!”. Seruku. Tapi dia malah semakin jalan terus dan

sempat menolehku dan memeleti aku. aiiishh yeoja tengik.. Tapi aku

sangat amat menyayanginya. Aku tersenyum sendiri dan pergi ke kelasku

pada tepat jam 10.15 nanti.

Min a POV

Aku jalan menuju kelasku. Aku sengaja tidak mau pamit pada pippo

jelek itu!. Dia menyebalkan hari ini. Aku menoleh sebentar dan

memeletinya. Matanya terlihat terbelalak dan aku meninggalkannya begitu

saja. Biar saja,habis minta diantar sampai kedalam kelas saja tidak mau.

Dikelas

sudah ramai. Yong Jin juga sejurusan denganku. Tapi Park Hye tidak

mengambil jurusan designer. Dia mengambil jurusan bisnis. Katanya ia

ingin menjadi wanita karir yang sukses. Supaya kalau menikah dengan

Daesung dia tidak menjadi ibu rumah tangga yang hanya berkutat didapur

dengan daster gombrong.

Aku duduk disebelah Yong Jin. Bibirku masih sedikit manyun. Yong Jin

heran. Dia menatapku sambil membenarkan kacamatanya. “gawenchana?”. aku

menggeleng. “wae?”. Tanya dia lagi. “sedang sebal dengan Pipo jelek!”.

seruku.

Dia mengerutkan dahinya tanda bingung dan ingin tau ceritaku.

“dia

tadi mengancamku tidak mau menikahiku kalau aku cemburuan.. terus tadi

masa dia tidak mau mengantarku sampai ke dalam kelas.. huh”. Curhatku.

Yong

Jin diam sejenak. Dan tertawa. “Min ah… kau ini lucu sekali.. kau pasti

cemburu karena Seunghyun oppa sedang beradu akting ditheater dengan

seorang yeoja cantik..”. Tebak Yong Jin. “ne…”. “tapi dia juga

menyebalkan tidak mau mengantarku sampai ke dalam kelas….”. Lanjutku

Yong

Jin menghela napas. “sampai kapan kau ingin begitu? memangnya ini

sekolah SMA seperti dulu? ini kampus Min ah.. masa ke kelas mesti

diantar…”. Tukas Yong Jin.

Aku mendengus. Aku belum cerita ya? aku

ini dengan pippo belum resmi pacaran. kenapa? katanya,jika aku ingin

menikah dengannya aku harus benar-benar bisa memenuhi syarat untuk jadi

istrinya. yang pertama, harus pintar masak. Yang kedua,harus bisa

memuaskannya di ranjang. Yang ketiga,tidak boleh cemburuan. Nah syarat

yang ketiga itulah yang sangat berat. Aku merasa aku tidak mampu

menjalankannya. Dia itu namja paling tampan sekampus ini. Ketika di

Hamji juga,dia namja tertampan disekolah. Dia pernah bilang dulu. “kalau

kau terus cemburuan,aku tidak yakin kau bisa kuat menikah denganku”.

Aku berpikir, sepertinya memang aku harus berusaha menghilangkan rasa

cemburuanku itu.

Jiyong POV

Aku melangkahi kaki ku dengan berat. Hari ini aku ada kelas teori.

Malas sekali rasanya. Aku ini sudah pro dalam bermusik. Apakah harus

lagi aku belajar do re mi fa sol la si do?? dan belajar nada balok.

aishh.. Ini menyebalkan dan membosankan.

sehabis dari gedung theater

tadi,aku sendirian. Daesung,Yongbae,dan Seungri entah kemana. Daesung

paling lagi berduaan dengan Park Hye. Yongbae dan Seungri? paling lagi

yonae (kencan) berdua.

Sejak kejadian beberapa tahun lalu,aku kehilangan semangatku. sungguh,tertawa lepaspun aku belum pernah lagi.

Terakhir,4 tahun lalu ketika aku kelas 1 SMA. Karena yeojaku yang selalu ceria itu. Aku duduk di kursi koridor.

Dan

memutar kembali masa-masanya bersama Park Sung. Yeojachingunku 4 tahun

lalu. Tapi aku merasa,aku dan dia tidak pernah ada kata putus. Dia

meninggalkanku begitu saja. Tanpa pamit sama sekali.

Tak sadar mataku sudah sangat redup mengingatnya.

“Jiyong-a!”. Seseorang memanggilku. ah itu Yongbae bersama Seungri.

Benarkan kataku,dia berduaan. so sweet sekali kelihatannya. “kau tidak

masuk kelas?”. Tanya Seungri. Aku menggeleng. “aku malas, aku ini calon

musisi hebat.. kenapa harus belajar ‘do re mi fa sol la si do’ lagi? dan

menghafal nada-nada balok lagi. Sedangkan aku saja sudah menciptakan

beberapa banyak lagu”. Jelasnya.

“tetap saja kau masih payah,buktinya tidak bisa menciptakan lagu buatku!”. Protes Seungri.

“nanti ya kalau aku sudah jadi artis terkenal.. dan itu juga kalau aku ingat”. Jawabku santai dan sedikit meledek.

Seungri hanya mendengus. “yaaa! kau menyebalkan sekali aishh”.

Seunghyun POV

hari ini benar-benar melelahkan sekali. Akhirnya jam kuliahku

selesai. Aku menuju parkiran dan memegang skenarioku untuk acara theater

ketika acara ulang tahun kampus ini.

saat sudah sampai diparkiran motorku, ada yeoja cantik sekali menyender di motorku.

ah itu Minyi. Dia melihatku, dan melipat tangannya. “antar aku pulang ya pipooooo…”. Rengeknya manja.

Aku sudah biasa sebenarnya dengan manjanya itu. “bukannya kau sedang ngambek padaku?”. Tanyaku santai.

“aniyooo.. sekarang sudah tidak..”. Dia menarik-narik jaketku dengan pelan.

“ne,

aku antar…”. “kajja”. Ajakku untuk menyuruhnya naik ke motorku.DEG’

jantungku berdegup kencang ketika dada Minyi menyentuh punggungku.

motorku agak nungging belakangnya,jadi saat dia memelukku dadanya

benar-benar menempel dipunggungku. Tanpa diperintah juniorku menegang.

Semenjak 2 tahun lalu kami melakukannya dirumah ku,aku tidak

melakukannya lagi. Dia masih takut sakit saat pertama melakukannya.

Jadinya ya sudah aku mengikuti keinginannya.

***

Sampai didepan rumahnya,aku melepaskan helmku. Ini rumah yang sejak dari dulu aku datangi. Hampir tiap hari.

“pippo..

antar aku sampai dalam yaaaa…”. Rengeknya lagi. aku membuang napas.

“kau ini ya,dari dulu hobinya meminta diantar sampai tempat tujuanmu.

Aku juga sudah dengar dari eommamu. Saat kau mau berangkat ke Hamji kau

merengek minta diantar sampai depan kelas.. memalukan sekali kalau

eommamu benar-benar melakukannya”. Ujarku panjang lebar

Minyi manyun lagi. Ampun deh sama anak ini.”uljima.. jangan ngambek..

ne ne aku antar sampai dalam.. kalau perlu sampai kamarmu”. aku

mengalah. Dia tersenyum senang sekali. Dan dia menarik pergelangan

tanganku.

Aku melihat sekeliling rumah. Sepi sekali. Kosong. “kemana eomma appamu?”. Tanyaku penasaran.

“sedang keluar kota… ada bisnis baru katanya”. Jawabnya sambil membereskan barang-barang kuliahnya.

“aku mandi dulu ya pipo..”. Katanya sambil mengambil handuk dikamarrnya.

Aku

mengangguk pelan. Dan mataku tertuju pada salah satu figura di ruangan

ini. Ruangan yang pernah aku bermain boneka barbie bersama dengannya.

Aku dipaksa menemaninya bermain barbie. katanya waktu itu “aku sering

menemanimu bermain mobil-mobilan,robot-robotan,dan sekarang kau harus

menemaniku bermain barbie”. Aiish aku kalo mengingatku rasanya memalukan

sekali. Kalau saja Jiyong dan yang lainnya tau,matilah aku. Bisa-bisa

Seungri meledekku dengan kata-kata ‘mukamu dan suaramu seram,tapi hatimu

boneka barbie yang manis berambut pirang dan langsing’. isshh aku

memikirkannya saja sudah jijik. Oke kembali ke figura itu,foto ku dengan

Minyi. Ketika aku datang pada perlombaan menggambarnya dan dia

memenangi juara 1. Minyi memegang piala dan aku merangkulnya sambil

tersenyum. Indah sekali.

Ketika sedang mengulang masa-masa dulu,Minyi keluar dengan rambut basah dan kaus tipis celana pendek sekali.

Dia duduk disebelahku. Wangi apel tubuhnya menyerbak dihidungku. Aku

melihat tubuhnya,terlihat bra hitamnya dibalik kausnya itu. Aku menelan

ludah.

“wae oppa?”. dia mnyadarkan lamunanku. “gwaenchana”. Jawabku pendek pura-pura tidak terjadi apa-apa.

“pipo

kau haus?”. Tanyanya. “ne.. aku haus dari tadi.. bukannya sediakan aku

minum dulu malah kau tinggal aku mandi.. kejam sekali”. “hehehe.. ne aku

ambil minum dulu”. Katanya sambil berlenggok menuju dapur. Aku

memperhatikan lekuk tubuhnya. Indah sekali.

2 menit kemudian dia sudah membawa 2 gelas teh hangat. “ini tehnya

pipo..”. Dia memberikan segelas teh hangat padaku sambil duduk. Dan aku

tidak sengaja menyenggol gelasnya. Ya sudah,tumpahlah teh itu ke kaus

tipisnya.

“aaah oppa panass!!!”. Serunya sambil mengipasi kausnya.

“gwenchana?? mian.. mian..”. Aku panik dan mengambil tissue yang ada di

meja. Saat mengelapi bagian dadanya,aku deg-degan setengah mati. Aku

mulai menggodanya. Aku sengaja tekan usapanku dengan tissu di balik

kausnya. Aku melihat matanya terpejam. Aku semakin mengusapnya dengan

pasti. Tidak di balik kausnya lagi,tapi di dalam kausnya. “mmhh pipoo..

apa yang kau lakukaan..”. desahnya. Aku tau dia sedang terangsang. Aku

usap lagi bagian dalam cup branya dengan tissue. Menyentuh nipplenya.

“mmeh..ahh..”. Dia makin mendesah. Aku sudah tidak tahan. Aku buang

tissue itu disembarang tempat. Aku cium bibirnya yang terbuka itu. Dia

sempat kaget tapi dia membalas ciumanku. Ku lumat bibirnya yang kecil

itu. Lidahku ku masukkan ke rongga mulutnya. Minyi membalas lilitan

lidahku, “angghhmmh”. Desah dia disela sela kissing kami ketika aku

mengelus dadanya dengan tanganku.

Min a POV

“anggh..”. desah ku pelan. Sudah 2 taun lalu kami tidak melakukan ini lagi. Terakhir ya 2 tahun yang lalu itu.

Mataku terpejam menikmati apa yang dilakukan pipo padaku. Dia masih mengulum

lidahku. Kami bertukar saliva. “ahhhh..”. Aku mendesah hebat ketika

tangannya mulai meremas dan memainkan nippleku. Pipo benar-benar lembut

melakukannya. Justru itu aku semakin terangsang karena kelembutannya

itu. Pipo mulai menelusuri leherku dengan lidahnya. “aahhh…hheh..”.

Mataku tetap terpejam menikmati perlakuan pipoku. Tidak lupa dia

meninggalkan kissmark di leherku. Setelah puas menjilati

leherku,lidahnya turun ke payudaraku. Pipo membuka cup bra ku keatas dan

terpampang lah gunung kembar indahku tepat didepan wajahnya.

“uuuhhmnm…”. Dia menjilati nippleku dan meraup payudara kiriku seperti

ingin dimakan semuanya. Tangan kanannya meremas,memilin nippleku. Aku

semakin terangsang. “ngghhh opppaahh..”.

Tangan kanannya turun ke celanaku. Dibukanya resleting celanaku.

Celanaku pendek,jadi mudah sekali diturunkan. Dalam 5 detik celanaku

sudah tanggal. Tangannya masuk kedalam celana dalamku. Mengusap

permukaan vaginaku. Sesekali jarinya memainkan klitorisku. “hhhhh

terrruussh…hhoopah”. Kataku tidak karuan.

Celana dalamku sudah dilepaskan. kini aku full naked. Tidak mau

kalah,aku buka kancing kemejanya satu persatu. Dia masih memainkan

payudaraku. Dan kembali lagi meraup bibirku. ”mmhh”. Desahan tertahan

kami.

dia melepaskan ciumannya. Terdengar suara jeplakan lidah. Dia

melepaskan kemejanya. Dan menciumku lagi. kini pahaku dilebarkan. aku

mengangkanginya. Juniornya menggesek-gesekannya divaginaku.

“oppaahh..ahh…celanannya buka jebal..”. Kataku disela-sela ciuman kami.

Pipo

membuka celananya. Terlihat juniornya sudah tegang seperti menara

eifell. “omohhh ahh besar sekali oppah..”. Aku memainkan juniornya

dengan pelan. Dia masih berada di atasku. Aku kocok pelan juniornya.

“ahhhhnggh terus chagi…nghha hah..”. pipo mengerang. Aku jadi semakin

semangat memainkannya. Aku bangun dan gantian,pipo berada dibawah.

“mhhhemmh..”. aku mengulum juniornya seperti mengulum lolipop. “aaahh

fassshhteeerchagiah…”. “mmeehmmhehm..aah..”.  Aku senang melakukan ini.

Dia masih mendesah-desah nikmat.

“aku tidak kuat lagi chagi.. aku mau mengeluarkannya di lubangmu..”.

Aku buru-buru mengarahkan juniornya ke lubang vaginaku. JLEB’ masuk

sudah dengan lancar. “aaahhh”. Aku mengerang. Dengan posisi woman on

top. Aku mencoba mengocoknya. “ah..ahha..ahhh..ahh…

Seunghyuhhnnhh..teeeruushh..”. “fffaastterhh Minyihhhah.. aaahhnghh

shhhhiitthhh nikmmmathh chagiihhebatthh..”. Dia dan aku meracau tidak

jelas. Tangannya mengenggam payudaraku dan meremasnya. Aku semakin

terangsang. “aaahh hhhah aku mau pipis oppaahh” Kataku sudah mencapai

puncaknya. “neeeh..aku juggahh chaggiihh.. aaaaahhh ahhhh”. Kami berdua

keluar. Aku rubuh di dadanya. “ahhh hah..”. Aku masih terengah-engah.

“kau hebat chagi.. lebih hebat dari pertama kita melakukannya”. “siapa

dulu dong..” aku tersenyum. Kami belum melepaskan kontak kami. Aku

tertidur didadanya.

Seunghyun POV

Lihat,bidadari kecilku sedang tertidur di sampingku. Ketika dia

tertidur aku lepaskan kontak kami pelan-pelan. Dia sempat menggeliat

sebentar. Kami melakukannya disofa. Jadi merasa tidak nyaman untuk tidur

di sofa sempit ini.

Aku menggendongnya dan merebahkannya di

kasurnya. Aku ikut tidur disampingnya. Aku tidak bisa tidur. Masih tidak

menyangka,gadis umur 5 tahun yang dulu masih dikuncir kuda.. sekarang

sudah dewasa begini. Aku belai pipinya yang chubby itu. Bibirnya

terlihat manyun. Ini sudah jam 9 malam. Aku ingin pulang,tapi masa aku

tinggal Minyi begitu saja?. ya sudah,ku tunggu dia sampai bangun.

setengah jam kemudian,dia terbangun. “oppa,kau jangan pergi.. temani aku sampai besok pagi..”. Rengeknya.

Aku

membelai rambutnya, “nanti kalau eomma appamu tau gimana?”. “eomma appa

masih seminggu lagi pulangnya..”. Ucapnya manja sambil manyun. Tidak

tahan melihat bibirnya itu,aku langsung menjilat,menyedot,dan menggitnya

pelan.

“nggmh.. oppah..mau lagigiih..”. Racau dia saat aku meremas payudaranya

yang terbuka. Aku pilin nipplenya,aku remas gundukan itu. Lidah kami

masih saling melilit.

“mmmuuhhahh..”. Aku turun menjilat dan

menggigit lehernya yang jenjang itu. “slllrrrpphhhmm”. suaraku terdengar

oleh kupingku sendiri.

Minyi memejamkan matanya menikmati apa yang aku lakukan. “aahh oppah..”.

dia mengerjang saat kedua jariku ku masukan ke vaginanya. Ku ciumi

perutnya yang rata. Dan makin lama makin turun ke selangkangannya. Aku

jilati pahanya. Jariku masih menyodok dilubang vaginanya.

Dia masih mendesah desah nikmat. “anggahhh oppaah aku sudah tidak tahannhhoppahh..”. Racaunya.

“masukkan oppahhh…”. Badannya menggeliat. Sudah terlihat dia terangsang hebat oleh permainanku.

aku siapkan kuda-kuda. Membuka lebar pahanya. Dan aku gesek-gesekan

juniorku di permukaan lubang vaginannya. “oppaaahhhh masukkaaaannhh

ahh”. JLEB “aaawwhh.. hah..”. Dia tersentak. “sakit chagiyaah?”. Tanyaku

khawatir. “anni… ayo oppahh mulai”. Aku mulai menggenjot. Ku dorong

pinggulku dengan kuat. “aahh ahhh ahhhah terrruusshh ffaastterrhh oppaaa

ppipoohh..”. “aahh chagiyahh..nikmmathhnyahah..”. Aku mengerang.
Payudaranya bergetar. Aku yang semakin terangsang melihatnya langsung

meraup payudaranya itu. Ku jilati,gigit,dan menarik-nariknya pelan. Dia

masih keenakan.

Keringatku menetes diwajahnya. “ppippoohhn..aku mau keluaaarhhh ahh..”. “nado chagiyahh..keluarkan sama-sama yah.. ahhhenghhng”.

breeshhh

tersemprotlah cairan sperma ku dinding rahimnya. “ahh..hahh..”. Dia

masih terengah-engah. Matanya terpejam. “gomawo chagi…”. Bisikku

ditelinganya sambil menggigitnya. “mmhh oppahh .. ahh sudah jangan mulai

lagi.. aku lelahh.. sebaiknya kita tidur oppah.. besok kitah bisa

kesiangan”. Jelasnya dengan napas terengah-engah. “ne chagi..”. Kataku

sambil menariknya ke pelukanku.

Min a POV

Mataku mengerjap. Ternyata matahari sudah nempel diluar sana. Aku

melihat sisi kananku. Pippo. Namja jelek tapi sayangnya aku cinta

dia,sedang tertidur pulas. Wajahnya cute sekali kalau sedang tidur lelap

gini. Aku memandanginya dengan senyum. Dan kudekatkan wajahku dengan

wajahnya. Ku mainkan hidungnya.

Tiba-tiba. “mmhhhh” Dia mengerang dan menariku ke pelukannya. Matanya

masih terpejam. “oppaaaa banguunn…”. Aku berusaha melepaskan tubuhku

dari pelukannya.

Setelah susah payah menarik tubuhku sendiri,aku melirik jam winnie the poohku. “MWO???? JAM 9?”.

aku kaget dan membangunkan Pipo. “OPPAAA BANGUUUNNN OOPPAAA”. Dia masih

tertidur. Aku jambak rambutnya. Dia masih nyenyak tertidur.

GEDEBUK’

oops. Aku menutup mulutuku dengan tanganku. Aku tidak sengaja

mendorongnya. “AAAWWHHHH APA YANG KAU LAKUKAN YEOJA TENGIKKK”. serunya.

Dia bangun dari lantai dan memegangi pinggangnya. “sakit ya oppa….?”.

Tanyaku merasa tidak bersalah. “yaa!”. Baru saja dia mau mengomeliku.

JEDUK’. dia terjatuh lagi. mwo? ohh dia mau mengerjaiku. Aku merangkak

ke arahnya dan melihat kebawah kasur. Aku tersenyum. “oppa,jangan

bercanda.. nanti gara-gara kau begitu,kau bisa masuk angin”. Ujarku

sambil turun kasur untuk mandi.

Aku biarkan saja dulu. Paling dia bangun sendiri.

***

15 menit aku mandi. Aku keluar. Dan… oppa masih tergeletak dilantai?.

Aku panik. Aku goyang-goyangkan tubuhnya. “ooppppa bangunnn!! oppa

mianhaeee.. aku cuma bercanda tadi..”. Mataku mulai basah.

“oppa bangun jeball…”. Aku menampari kedua pipinya.

Diam. Tidak bergerak.

“oppaa aku janji aku akan pintar masak.. aku janji aku akan selalu

memuaskanmu diranjang… aku janji aku tidak akan cemburuan lagi.. bangun

oppaa..”. Isakku.

“geurae?”. Tiba-tiba suara berat itu terdengar. Aku berhenti menangis. Dia terlihat senyum-senyum dan cengengesan.

“OPPA !!! KAU MENGERJAI KU??!! JAHAAAAT SEKALIII”. teriakku sambil

menjambak-jambak rambutnya yang hitam itu. “aw aw aw ampun chagiiii

ampuun”. “habis ,kau menjambak-jambakku,memukul-mukulku,bahkan

mendorongku sampai pinggangku sakit.. kau harus tanggung jawab yeoja

tengik”. jelasnya.

“yaa! siapa suruh kau tidak bangun-bangun. Kita ini kesiangan! cepatlah mandi.”. Suruhku. “neeee yeoja tengik”.

AUTHOR POV

Seunghyun dan Min a datang jam 10 lewat 5 menit. Kali ini Min a benar-benar terlambat.

Min a pergi duluan ke kelas karena kelasnya memang sudah dimulai jam 10 tadi.

Dan Seunghyun masih terlihat santai. Karena hari ini dia hanya ada 1 kelas. Itu juga jam 11. Masih ada satu jam lagi pikirnya.

“kau dimana?”. Tanya Seunghyun di telepon. Dia menelpon Jiyong. “aku di

kantin sama anak-anak”. Jawab Jiyong pendek. Seunghyun langsung

mematikan ponselnya dan langsung menuju kantin.

Saat ia jalan menelusuri koridor kampus. “Seunghyun! tunggu”. Ada

seseorang yang memanggil. Dia Lee Han. Seunghyun terlihat heran. “wae?”.

Tanyanya .

“mmm anii.. aku mau mengajakmu makan bersama”. Ajaknya sambil tersenyum.

Seunghyun masih kaku. Bingung. Dia sebenarnya ma ikut berkumpul dengan

anak-anak.

“eh.. gimana ya.. sebenarnya aku mau ke kantin mau menyusul anak-anak..

aku tidak keberatan kalau kau mau ikut.. “. “itu juga kalau kau mau”.

Lee Han terlihat berpikir dan “ne! tentu saja aku mau”.

Seunghyun POV

Pagi ini badanku sakit-sakit sekali akibat semalam. Di tambah aku

didorong dari kasur oleh yeoja tengik itu. Leherku terasa pegal.

Pinggang apalagi. Ampun deh…

Aku sudah menelpon Jiyong. Dia dikantin bersama yang lain. Aku berangsur

menyusulnya. Dan saat sedang berjalan dikoridor Lee Han memanggilku. Ia

ingin makan bersamaku. Ya sudah,aku ajak saja dia untuk ikut berkumpul

bersama kami.

Dan disinilah,disampingku Lee Han.

“hey Hyun-ah! kau membawa yeoja cantik.. dan kau tidak mengenalinya pada kami”. Seru Seungri.

Jiyong,Daesung,dan Yongbae masih sibuk dengan makanan mereka.

Aku dengan gugup memperkenalkannya pada yang lain.

“Lee Han.. kenalkan…”. Belum sempat aku menyebutkan namanya Seungri

sudah menyambar. “ahh aku Seungri! Namja tertampan se Korea”.Aku

mendengus. “kau tidak melihatku? Kau merasa mukamu tampan bagaimana

denganku?. Aku sudah tampan begini masa harus dibilang “tampan sekali”.

“kasihan namja-namja yang lain yang belum dapat predikat tampan..”. Aku

setengah menyindir Jiyong,Yongbae,dan Daesung.

“yaa! kau sombong sekali”. Jawab Seungri dengan kesal.

“aku Jiyong”
“aku Yongbae”

“aku Daesung”

Mereka memperkenalkan diri satu-satu pada Lee Han. Lee Han tersenyum. “bangapta”.

“kemana Min a ?”. Tanya Jiyong. Jiyong sangat perhatian dengan Min a .

Kalau sedang bertengkar denganku,Min a selalu mengadu padanya. Dan

Jiyong akan berceramah panjang lebar padaku.

“dia sedang ada kelas.. tadi saja terlambat”. Jelasku

“nugu… Min a?”. Tanya Lee Han.

“Min a itu yeojachingunya Seunghyun dari 14 tahun yang lalu”. Lagi-lagi Seungri emberrrr bocor. aku

Tersenyum kaku. “oh nee aku baru ingat,mereka belum resmi pacaran. Tapi mereka masih dalam masa trainee..” Lanjut Seungri.

“yaa ! kau ini cerewet sekali”. Timpalku sambil melemparnya tissue.

Wajah Lee Han jadi suram. “wae Han-a?”. Tanya ku khawatir.

“aniyo.. aku pergi dulu ya.. ada urusan dengan dosen”. Pamitnya.

“oh.. nee”. Jawabku masih terheran-heran. “dia cemburu”. Tiba-tiba Jiyong sudah berkomentar seperti itu.

“dia suka padamu”. Lanjutnya datar. Masih berkutat dengan makanannya.

“m…mwwo??”. “tidak mungkin.. kau ini jangan sok tau Jiyong-a!”.

Jiyong hanya mengangkat bahunya tanda “terserah”.

***

Setelah tadi berkumpul bersama ,aku ke kelas jam 11. Terang saja aku

sedang belajar bagaimana emosi yang seharusnya ketika sedang berperan

menjadi orang lain.

Aku masih memikirkan apa yang diucapkan Jiyong tadi. Lee Han suka

padaku? Dia memang cantik,jago akting,dan baik. Namja mana yang tidak

mau dengannya. Tapi sayangnya aku tidak tertarik. Aku sudah jatuh hati

pada bidadari kecil yang sudah ku kenal dari dia umur 5 tahun.

Sekarang,aku sedang menunggu bidadari itu didepan kelasnya. Sepertinya masih lama. Aku ingin jalan-jalan dulu.

Ada pemandangan aneh.

‘yaa! aku sudah memutuskanmu! untuk apa kau datang padaku lagi ha? bajingan’.

Aku heran. Ku sipitkan mataku untuk memperjelas siapa itu.

Lee Han??. Aku lari mengampirinya yang terlihat sedang bertengkar itu.

“hey hey,ada apa ini?”. “kau tidak usah ikut campur”. Jawab namja itu dengan emosi yang meledak-ledak.

“Lee Han siapa dia? gwaenchana?”. Tanyaku pada Lee Han yang astaga.

ujung bibirnya berdarah. Ternyata namja ini sudah memukulnya. “ya! TIDAK

USAH MENGANGGU YEOJACHINGUKU! PERGI SANA!”. Bentakku pada namja itu.

Namja itu masih terlihat marah. Dan akhirnya pergi juga setelah membuang

ludahnya didepanku.

“gwaenchana? bibirmu terluka..”. Ujarku sambil memegang ujung bibirnya.

Lee Han masih terlihat shok. “kau… mengaku aku sebagai yeojachingumu?”.

“nee ,waeyo?ada yang salah? aku hanya ingin membantumu”. “sebenarnya ada

apa kau dengan namja kurang ajar seperti dia?”. Tanyaku menatap

matanya.

“dia mantanku… aku memutuskan dia ketika aku datang kerumahnya dan dia sedang pesta sex dengan teman-temannya”.

Mata ku terbelalak dan dia menangis. Reflek aku memeluknya untuk menenangkannya. “uljima.. yang penting itu sudah berlalu”.

Min a POV

aaaah akhirnya, selama 2 jam aku berkutat dengan kertas,pensil,dan

penggaris kelasku selesai juga. Aku menuju keluar kelas. Yong Jin ada

urusan katanya,dia tidak bisa menemaniku. Ya sudah.

Tapi… pipoku kok tidak ada. Dia janji mau menungguku didepan kelas. aaahhh pippoo pembohongg.

Aku manyun. celingak celinguk mencari namja jelek itu.

Mataku terpaku pada 2 orang diseberang sana.

“TIDAK USAH MENGGANGGU YEOJACHINGUKU!”.

itu.. itu Pippo.. dia bersama yeoja cantik yang waktu dipeluk di gedung theater kemarin itu.

mwo? pippo bilang dia yeojachingunya??. Dan lihat,sekarang pippo memegang bibirnya.

LIHAT,mereka berpelukan. Seperti ada yang menyambar petir dikepalaku.

Aku pergi meninggalkan tempat itu dan membiarkan dua orang itu.

Pantas saja,pipo tidak menjadikanku yeojachingunya secara resmi. Jadi

dia masih ingin mencari yeoja yang lebih baik dariku. Yeoja yang mana

yang paling pintar masak. Yeoja mana yang bisa memuaskannya diranjang.

Yeoja mana yang tidak cemburuan.

Aku menangis. Hatiku sakit. Kalau sudah begini,hanya yeoja tidak punya

hati yang tidak cemburu melihat namja yang dicintainya berpelukan

bersama yeoja lain.

Aku menelpon Jiyong oppa. Semoga saja kelasnya sudah selesai. “yeobseo Min a?”. Dia menjawab panggilanku.

“oppa odi?”. Tanyaku.

“aku di rumah.. wae?”. “oh .. ne aku kesana ya oppa”. Kataku tanpa mendengar persetujuan Jiyong

Jiyong POV

Aku sedang bersantai dirumah. Seperti biasa,rumah ini sepi. Hanya ada tukang kebun,dan bibi Kang.

aku jadi seperti anak mereka. Tadi setelah kelas selesai,aku ingin pulang. Padahal waktu masih pukul 01.00 siang.

Yongbae tadi mengajakku berkumpul di caffetalia. Cafe tempat kami biasa

berkumpul bersama. Tapi aku menolaknya. Aku ingin bersantai dirumahku

yang seperti kuburan ini.

Dan tiba-tiba Min a menelpon. Dan mengejutkan,dia ingin datang kesini.

tiiiinng..tooongg…

aku membukakan pintu rumahku. Terkejut,wajah Min a hancur sekali.

Matanya bengkak,hidungnya merah,bibirnya manyun.

“waeeyooo?”. Tanyaku panik sambil memegang kedua pipinya.

“hiikkhikk.. pippo… punya yeojachinggguuuu haaaaahikhiks”. Dia menangis.

Aku memeluknya dan membawanya masuk. Nangisnya amat sangat menyakitkan.

Bagaimana bisa Seunghyun punya yeojachingu sedangkan yeoja yang

dicintainya sedang menangis seperti ini. Aku mendengarkan cerita Min a

siang itu tanpa memotongnya sedikitpun.

Dia masih menangis. Sedih sekali aku melihatnya seperti ini. Setelah selesai bercerita aku buka suara.

“kau masih beruntung… kau belum memastikan apakah Seunghyun benar-benar pacaran dengan Lee Han..”.

“mwoo?? beruntung apanya? aku sudah yakin dia pacaran dengan yeoja ituuuu!”. Serunya sambil mengeluarkan ingusnya.

“setidaknya kau tidak ditinggal pergi jauh”. Jawabku sedih. Aku jadi teringat Park Sung.

Dia terdiam dan menatapku seolah ingin tau lebih banyak lagi dariku. aku

menghela napas. “aku ditinggal pergi jauh oleh yeoja ku saat kami masih

berstatus pacaran”. “dia meninggal ketika dia ikut misi terjun payung

oleh teman-temannya. Dia hobi dengan ketinggian. Seperti bertualang. Aku

sudah melarangnya.. tapi..”. “Tapi saat itu kami berdebat hebat.. dan

dia nekat tetap ingin mengikuti misi itu..”. “dan akhirnya,ketika dia

mau terjun….”. Aku tidak sanggup melakukan ini. Dadaku sesak sekali.

“saat itu.. parasutnya tidak terbuka.. dan dia jatuh dari ketinggian aku

tidak tau berapa ketinggiannya..”. Min a masih menatapku iba. “yang

jelas ketika aku melihat jasadnya..sudah tidak berbentuk sama sekali..

hanya gelang pemberianku yang masih terlihat”. ahhh.. dadaku rasanya.

Ingin sekali ku pukul.

SYUT’

Min a memelukku. Aku sempat kaget. Tapi aku merasa aman. Hatiku perlahan

mulai tenang. “sabar oppa.. mungkin inilah yang dinamakan pendewasaan

diri”. Katanya sambil mengelus punggungku dan membelai rambutku yang

pirang.

Aku memendamkan wajahku dipundaknya.Perlahan napasku ku arahkan ke tengkuknya. Dia menggeliat.

Ku gigit pelan kupingnya. “mmh..”. Dia merespon. Aku semakin ingin. Ku

lepaskan pelukannya. Tatapan matanya sayu dan bengkak. Ku lumat bibirnya

yang merona merah sehabis nangis tadi. Dia belum membalas ciumanku.

gigit,jilat,sedot ku arahkan ke bibirnya. Dia mulai membuka mulutnya dan

membalas jilatanku. “engghh..ahhh”. Dia mengerang.

Seunghyun POV

Aku sekarang sedang di gedung theater yang sepi bersama Lee Han. Aku

menemaninya sebentar. Dia terlihat masih terpuruk. Aku mengusap

pundaknya. “jangan nangis lagi… sudahlah”. Ujarku tenang.

Dia menatapku sebentar. Dan menarik kepalaku. Diciumnya bibirku. Dia

terpejam. Aku membalas ciumannya. Dia masih memegang belakang kepalaku.

Kali ini aku pegang kedua pipinya. Memainkan lidah kami. suara sedotan

sedotan terdengar digedung itu. Ciumanku ku arahkan ke lehernya. Dia

hari ini memakai dress bertali satu. Dan memakai gardigan. “mmhah..”.

Dia terlihat eksotis. Ku remas payudaranya yang kencang. “aaahhh..”.

Ku buka bajunya. tidak tanggung-tanggung ia sudah full naked sekarang.

Kami melakukannya di kursi penonton. dengan keadaan duduk. Aku

mengangkat kedua pahanya. kujilati vagina itu. Bau khas tercium

dihidungku.

“aaah..aahh..Seunghhyunnhh aaahh ffaastterh..”.

Payudaranya terjepit dengan pahanya sendiri. Aku mainkan lidahku di

vaginanya. sedikit sedikit ku jilati klitorisnya yang seperti biji

kecambah yang sudah mau mekar. “aaaahh..oohhh..”. Dia mendesah nikmat.

“Seunghyun-a.. bukahhcelana muuh.. akusudah tidak kuathh..”. Dia menyuruhku membuka celanaku. Aku menurut.

Juniorku sudah menegang. Ku lebarkan pahanya. Akal sehatku sudah tidak

berfungsi. kini napsu yang menguasaiku. aku menyodorkan juniorku di

depan lubang vaginanya. “aaaahhhh..masukhhan..teruuusshh”. Juniorku

sudah sukses masuk di lubang vaginanya. Ku genjot dengan pinggulku. Dia

terpejam “ah ahh..ahh..teruushh teruushh Seunghyunnhh..”. “aaaaahhhenhgg

nikmaatthhhnyaahh..”. aku ikut mengerang. Dia mencekram pinggir bangku

dan aku memegang pahanya supaya makin terbuka. “AAHH.. aku mauuh

keluarhh”. Kataku. ahhh..ahhh.auuuhh…”.

Jiyong POV

“mmmmhh..”. Min a menikmati setiap jilatanku. “aahh..”. Aku sudah

semakin konak. Ku buka cup branya ke atas. ku jilati gundukan indah itu.

“sllrrppslruupphmm”. Suara sedotanku.

“aaahh…ahhoppaah..”. aku remas payudara sebelah kanannya. Sudah terasa

juniorku sudah ingin keluar dari celanaku. Sudah benar-benar merasa

sesak,aku buka celanaku. “aaahh oppah..”. Dia mendesah melihat juniorku.

kini ku pelorotkan celana dalamnya. Baju bagian atasnya masih setengah

naked. ku tidak mau membukanya semua. Justru itu yang membuat aku

semakin bernapsu. Aku jilati dinding vaginanya. Tidak satupun aku miss

menjilatinya. “aaahheehh..”. Dia mendesah kuat.

Aku masukan jariku kedalam vaginanya. Sudah basah sekali. “aaahhhh oohhh oppaah teruus..”. Dia mengerang

Tidak lama kemudian keluarlah cairan cintanya. Ku jilati jariku yang terkena sisa-sisa cairanya.

Ketika aku siap memasukkan juniorku yang sudah sangat tegang. Dia

menutup pahanya dan bangun. “oppa.. apa yang kita lakukan? aku ini calon

istri Pipo.. sahabatmu.. aku merasa kita mengkhianatinya..”. Dengan

muka datar dia merapikan bajunya dan pergi dari rumahku.

Aku terduduk termenung. Apa yang sudah kulakukan pada calon istri sahabatku. Aku terduduk dengan juniorku yang masih menegang.

Seunghyun POV

Aku terduduk disamping Lee Han. Aku benar-benar menyesal. Apa yang

sudah kulakukan???. Oh Tuhan… aku melakukannya pada yeoja lain selain

Minyi. arrrgh. Aku merapikan bajuku. Dan beranjak pergi. Aku sampai lupa

ini sudah lewat dari jam kuliahnya Minyi. “kau mau kemana?”. Tanya Lee

Han menahan tanganku. “apa kau mau pergi begitu saja setelah kau

melakukannya padaku?”. Aku gugup. Aku pusing. “jangan mendekatiku lagi..

maupun menemuiku lagi”. “kita hanya sebatas partner di atas panggung”.

Ujarku dan pergi meninggalkan dia.

Ketika menuju keluar dan membuka pintu aku mendengar dia menangis. Aku

tidak perduli. Lebih sakit ketika Minyi tau apa yang telah terjadi.

***

aku menuju kelas Minyi. Kosong.

Tidak ada orang sama sekali. Aku telepon Seungri,Daesung,Yongbae ,tapi

tidak ada yang tau. Aku menelpon Jiyong. “dia tadi kerumahku..dan dia

sudah pergi”.

Jiyong menjawab dengan datar.

oke,kurasa aku harus kerumahnya. Aku nyalakan motorku. Ku kenakan

helmku. Dan aku menancap gigi motoru dengan cepat. Suara motorku bergema

diseluruh kampus.

Mianhae…mian bidadari kecilku…

Didalam perjalanan aku hanya menahan marah pada diriku sendiri. Bagaimana aku bisa kehilangan akal sehatku seperti ini.

***

aku masuk ke dalam rumahnya. Aku pencet belnya. Ternyata eommanya

sudah pulang. Aku bertanya,katanya Minyi belum pulang dari tadi. Aku

semakin kalut. Kemana dia sebenarnya.

Aku tunggu didepan rumahnya dengan bersandar dimotorku sendiri.

1 jam. 2 jam. 3 jam. 4 jam. dan cukup,ini sudah jam 7 malam. Dan dia belum pulang sama sekali.

Sejak kapan dia jadi nakal begini.

Pintu rumah Minyi terbuka. Eommanya terlihat buru-buru dan panik. Dia kaget ketika masih melihatku didepan rumahnya.

“Seunghyun-a?? kau masih menunggu disini??”. Tanyanya.

“ne..”. Jawabku pendek

“Seunghyun! Min a tertabrak mobil saat dia mau menyebrang dari halte

bus”. Wajah eomma begitu panik. Raut wajahnya sudah benar-benar panik.

Aku juga terkejut. Jantungku terasa mau copot. Air mataku sudah ada dipelupuk mata.

“sebaiknya kau pergi bersamaku”. Ajak eomma Minyi. Dia membawa mobil.

Ku parkirkan motorku di dalam halaman rumah Minyi.

Didalam perjalanan aku kalut. Takut terjadi apa-apa.

Aku kirim pesan ke 4 namja. Tentu saja temanku. Supaya datang melihat ke rumah sakit.

Min a POV

apa yang aku lakukan bersama Jiyong oppa?? Aku nyaris melakukannya

bersama sahabat namja yang benar-benar aku cintai. Walaupun pipo sudah

mempunyai yeoja lain selain diriku. Aku pulang sendiri.

Aku menunggu bus di halte. Tapi,bus yang kutunggu tidak kunjung datang. Merasa sudah malam aku berpikir naik taksi saja.

Tapi,dari arah aku menuju halte taksi tidak ada yang lewat.

Pikiranku benar-benar kacau. Aku harus gimana jujur pada pipoku.

Aku menyebrang. Berniat naik taksi dari sebrang sana. Aku sama sekali

tidak memperhatikan jalan. dan tiba-tiba seperti ada benda berat membuat

tubuhku terpental entah sampai mana. Mataku gelap,dan aku sudah merasa

napasku terputus-putus.

AUTHOR POV

Sampai dirumah sakit,eomma dan Seunghyun menuju kamar yang sudah

diberitahukan sebelumnya. Seunghyun dan eomma berlari cepat-cepat menuju

kamar gadis kesayangannya.

Sudah sampai dikamar Min a ,eomma Min a langsung menghambur ke tempat Min a terbaring lemah.

selang oksigen dipasangkan dihidungnya. Jarum infusnya tertanam di

tangannya.Ya Tuhan.. rasanya aku ingin sekali berlutut meminta maaf apa

yang telah kulakukan. Pikir Seunghyun dalam hati

eomma menangis. Dia memegangi pipi putri kecilnya itu. Seunghyun tidak sanggup melihatnya.

Dan ia keluar dari kamar itu.

Di bangku depan ,Seunghyun melipat kedua tangannya dan menunduk. Air matanya menetes.

Kalau saja aku tidak menemani Lee Han. Mungkin aku sudah mengantar Min a pulang. Pikirnya

“Hyun-a!”. Ada suara khas memanggilnya. Dia Daesung. Ternyata mereka

semua janjian pergi bersama. Daesung,Yongbae,Seungri,Jiyong,Yong Jin,dan

Park Hye. “bagaimana keadaannya?”. Tanya Yongbae.

Seunghyun menggeleng. “molla..”. “Bagaimana kau bisa tidak tau? kau

tidak tanya pada dokternya??”. Tanya Seungri bertubi-tubi. “Jika kau mau

tau lihatlah langsung kekamarnya”. Ujar Seunghyun.

Dan semuanya sudah berhambur mengekor Seungri. Kecuali Jiyong.

“dia datang kerumahku dengan kacau balau..wajahnya berantakan..”. aku

menoleh menatap Jiyong. “dia menangis dipelukanku.. katanya kau punya

yeojachingu”. lanjut Jiyong.

Seunghyun kaget. Jadi sebenarnya dia menungguku menjemputnya,tapi dia

melihat ku saat sedang mengaku kalau aku ini namja Lee Han pada

mantannya itu. Pikir Seunghyun dalam hati.

“apa yang kau lakukan? aku yakin kau tidak punya yeoja lain selain

Minyimu itu.. tapi kau sudah menyakitinya”. Ujar Jiyong sambil menyender

ke bangku yang ia duduki.

“aku hanya membantu Lee Han dari mantannya yang saiko tadi”. Jelasku.

“arra.. tapi Minyimu itu sudah salah paham”. “dan aku mau mengakui sesuatu…karena ini tak pantas disembunyikan”.

Seunghyun menegakkan badannya. “aku sudah menyentuh Min a.. aku

menciumnya.. aku nyaris melakukannya..”. Ujar Jiyong. Seunghyun terlihat

wajahnya memerah menahan amarah. “jebal.. katakan kalau itu bohong”.

Tukas Seunghyun dengan suaranya yang berat dan matanya yang tajam. “aku

tidak bohong”.

BUUK’

Seunghyun sudah melayangkan tinjunya ke wajah Jiyong. BUK. Ia

melanjutkan memukul pipi kanan Jiyong. Di sela-sela itu Jiyong masih

sempat bicara. “asal kau tahu,dia menghentikannya.. dia masih

memikirkanmu..”. “dia tidak ingin merusak cintanya dan merusak

persahabatan kita”. Seunghyun berhenti menonjok. Dia melepaskan

cengkraman baju Jiyong. Dan membuang napas sekencang-kencangnya.

Seunghyun POV

eomma Minyi memintaku menemani Minyi. Ia mau pulang dulu untuk

mengambil kebutuhan untuk Minyi. Dan yang lainnya juga sudah pamit

pulang. Karena sudah larut malam.

Minyiku masih belum sadar. Wajahnya yang putih,menjadi semakin putih. Putih pucat. Pucat pasi.

Aku benar-benar ingin menangis dengan keadaannya seperti ini. Dia tidak

melakukannya dengan Jiyong walaupun sangat nyaris. Dia tidak mau

mengkhianatiku. Tapi aku? aku sudah mengkhianatinya.

Aku menangis di tangannya. Ku cium tangannya.

“mianhae…”. Bisikku.

Jarinya bergerak. Kepalanya bergerak. Aku terlonjak senang. “Minyii… bangun sayang bangun..”. Panggilku.

dia membuka matanya pelan. “ah..oppah..”. Ujarnya lemah. Lemah sekali.

“nee chagi.. oppa disini sayang..”. Jawabku sambil membelas dahinya.

“mianhae oppah.. aku sudah mengkhianati kau..” tukasnya. Air matanya turun

Aku menggeleng dan mencium tangannya. “harusnya aku yang minta maaf…

maaf sudah membuatmu sakit..maaf sudah membuatmu menangis..”.

“oppa.. maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi calon istri yang baik untukmu..”. Ucapnya lemah.

“ani ani kau sudah menjadi calon istriku yang baik.. baik sekali chagi..”. Aku mengecup keningnya.

Dia tersenyum. “aku berjanji… secepatnya aku akan menikahimu..”. Ujarku lantang

“tapi..kita kan masih kuliah pippo..”. Jawabnya sambil manyun. ampunn

dehh ,lagi sakit parah gini aja masih sempet-sempetnya manyun.

“banyak orang yang sudah menikah tapi tetap kuliah chagi.. nanti kita

setelah menikah,kita lanjutkan lagi kuliah kita.. oke?”. Kataku

Dia mengangguk dan tersenyum. Tuhan.. izinkan aku menikahinya supaya dia

menjadi milikku yang tetap. Supaya aku bisa menjaganya. Membuatnya

tersenyum ceria.

END-

readeeersss.. miaaan ya kalo

ceritanya jadi ngelantur kemana-mana.. bener deh,bikin ff NC itu susah

banget.. lebih susah dari bikin ff biasa.. mesti banyak imajinasi..otak

kanan harus terus dipake.. capeeeee gilaaa..

tapi semoga suka ya.. mian kalo NC nya ga bagus/masih kekanak2an.. ^^v tinggalkan jejak kalian yaaa..

Prince and Princess of Sex

co kyuhyun
cho kyuhyun

cho kyuhyun

Author : Menantu Keluarga CHOI

Judul : Prince and Princess of Sex

Kategori: NC 21Yadong, Oneshoot

Cast:

  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Park Bom 2NE1
  • Choi Siwon Super Junior
  • Sekertaris Kim (OC)

Hai. I’m new author. This is

my first fanfic. NC pula ^^. Author itu BomKyu shipper yoo,

jadi rata-rata ff yang author buat itu castna pasti BomKyu. So sebelum

baca ff ini, bayangin Kyuhyun yang punya body kaia Siwon ne, kasian tiap

mau NC badannya terasa datar *peace. Author tidak bertanggung jawab

atas efek samping yang mendera readerdeul yoo…

—————————-

Prince and Princess of Sex

Kyuhyun pov-

“Ya Cho Kyuhyun!! Neo babo namja eoh?? Aiisshh michindeusi!!”

frustasi. Hanya itu yang aku rasakan saat ini, aku hanya bisa merutuki

diriku sendiri. Kalian lihat apa yang terjadi diruangan ini? Aku naked.

AKU NAKED! Haaiisshh ini pasti permainan dari si Choi sialan itu, siapa

lagi kalau bukan dia yang mengajakku ke bar tadi malam, ah yeah memang

pikiranku penat tapi apa salahnya untuk sekedar minum, right? Hey ini

Seoul bung, bukan hal tabu lagi.

Oke hanya sekedar minum tak apa, tapi apa ini?? Sekarang aku di

hotel, di atas tempat tidur, dalam keadaan naked, dan..dan..bersama

seorang yeoja di sampingku?!! Aku Cho Kyuhyun, namja manly 25th, kaya,

genius, suara sexy, body perfect, di gilai para yeoja dari kalangan

remaja sampai kaum ekspatriat yang sudah berumur, so?? Adakah yang

kurang? Kalian berpikir aku sempurna? Tidak. Aku akui bahwa aku

mempunyai satu kekurangan sejak saat itu. Keperjakaanku. Kalian tau? Aku

kehilangannya saat aku duduk dibangku SMP, dan itu kulakukan bersama

pacarku!! Hebat bukan? Aku tidak bisa menahan nafsuku terhadap yeojaku

saat itu karena apa? oh ayolah siapa yang tidak tergiur dengan body anak

smp yang sudah menyerupai body anak sma dengan segala lekukan indah di

setiap inci tubuhnya?

Cinta monyet, mungkin hubungan kami dulu seperti itu. Sejak saat itu

aku frustasi, aku mulai ketagihan akan hal-hal berbau dewasa itu, setiap

hari aku selalu berburu dvd dan majalah porno dari Eunhyuk hyung,

menonton dan mempraktekkan dirumah. Orangtuaku? Mereka lebih memilih

bisnis diluar. Sejak aku memimpin perusahaan di Seoul aku menjadi liar,

tapi hey seliar-liarnya aku akan sex, aku tidak pernah menyutubuhi para

yeoja penghibur itu, hanya sebatas memasukan jari, karena apa? aku hanya

menginginkan tubuh yeojaku, yeoja yang kucinta sampai sekarang, yang

tidak kuketahui dimana rimbanya. Park Bom!

Hah~ sudahlah basa-basinya, kutorehkan wajahku ke samping, yeoja ini

cantik juga, wajah segarnya tanpa polesan makeup menor yang sering

kulihat dipakai 9artis centil  di tv, tubuh putih dan mulusnya bak

porselen cina, rambut panjang barbienya yang tergerai, dan oh~ bibirnya!

lengkungan tipis nan manis itu menggoda bibirku untuk mencicipinya.

Mengingatkanku pada tubuh yeojaku. Tahan dirimu Cho Kyuhyun, kau masih

dalam keadaan frustasi saat ini.

Prince and Princess of Sex

Bommie pov-

“eenngghh…” ah badanku sangat pegal sekali, semalam ‘kau’ begitu

brutal tapi aku senang ‘kau’ kembali padaku, jadilah prince ku lagi

seperti dulu. Itulah harapanku sebelum kubuka mataku menyambut matahari

pagi.

“YA!! Yeoja murahan, kenapa kau masih disini eoh? menunggu bayaran

dariku?”

Aku terbangun dan terduduk.

Sekarang ‘kau’ berubah tidak seperti dulu, sekarang ‘kau’ kasar tidak

seperti dulu, sekarang ‘kau’ ketus tidak seperti dulu, kemana ‘kau’

selama ini? Aku mencarimu, apa kepribadian’mu’ turut pergi?

“Aku bukan yeoja murahan seperti yang kau pikirkan Tuan Cho Kyuhyun”

“dari mana kau tahu namaku?”

“perlukah? Bukankah kau orang yang tidak perduli pada orang lain?

Kecuali pada ‘gadis’ itu heum?”

“apa maksudmu?!”

“kau pikirkan sendiri Tuan Cho”

Aku bangun dari posisi terlentangku, ku ambil selimut yang menutupi

tubuhku, dan kuambil pakaianku bergegas ke kamar mandi, belum sempat aku

masuk ‘dia’ memanggilku.

“hey kau, kau bilang bukan yeoja murahan? Bahkan saat kusentuh

semalam kau tak mengeluarkan darah, so? Itu yang kau sebut

BU-KAN-YEO-JA-MU-RA-HAN huh?”

Cho Kyuhyun sialan!! Aku benci padamu!! Kenapa kau tidak ingat aku??

“Terserah apa katamu Tuan Cho, asal kau tidak menyesal dengan

ucapanmu”

Aku harap kata-kataku bisa menyadarkanmu secara perlahan. Aku masuk

ke kamar mandi kulempar baju dan selimut sembarangan, aku duduk dibawah

shower dan menyalakannya, aku menangis dalam diam mengingat memori itu.

Flashback~

“uljimma bommie..sshh uljimmara..ada aku disini sshhh..”

“aku sendiri kyu..semuanya pergi, mereka pergi..aku kesepian”

“aniya, kau tidak sendiri chagi, ada aku yang menemanimu,

bersamamu”

“tapi kyu aku tak bisa berdiri diantara harta ini sendiri”

“chagi tatap mataku, tinggallah bersamaku biar perusahaan

keluargamu, pengacara dan orang kepercayaan appamu yang mengurusnya, aku


tidak tega melihatmu kesepian bommie”

“tapi kyu, bagaimana dengan ahjumma dan ahjussi?”

“mereka setuju chagi, sekarang pamitlah pada makam kedua orang

tuamu, kita pergi”

Prince and Princess of Sex

“chagiya, ini hari anniversary hubungan kita yang kedua, kau

sudah menyiapkan kado untukku?”

“eh benarkah kyu? Mianhae aku lupa aku belum menyiapkan kadonya,

eotheoke?”

“jincha? Sebenarnya aku juga belum, hehe. Euumm bagaimana kalau

kita saling memberi kado bersamaan?”

“kita harus ke mall dulu kyu? Aku ganti baju dulu sebentar”

“aniya, kita tidak usah pergi, ikut aku ke kamar. Kajja”

Prince and Princess of Sex

“kyu apakah ini benar? Kau dan aku belum menikah”

“ne chagi, kau mencintaiku kan?”

“ne kyu, saranghae please..still beside me”

“hmm ‘OK’ chagi”

Flashback end~

Bahkan kau tidak membalas ucapan cintaku Kyu. Berarti kah aku

dimatamu saat itu? Apakah persaanmu berubah sampai sekarang? Aku harus

bagaimana Kyu? Dulu kaulah topangan hidupku, tapi sekarang aku

benar-benar sendiri.

Prince and Princess of Sex

Cho’s Tower, 10.30 am

Baca Juga :

 

“Mana Choi Siwon?”

“Tuan Choi sedang ada tamu di ruangannya tuan”

“haishh”

“tu..tuan..jangan masuk..tu..tuan hey..tuan Choi melarang orang untuk

masuk saat ini”

“YA CHOI SIWON…….eh?KAU LAGI!! apa yang kau lakukan diruangan

sepupuku? Kau juga mau menggodanya huh?”

“Kyuhyun-na, tenanglah kita bisa bicara baik-baik, sekertaris Kim kau

bisa keluar”

“ne sajangnim”

Kyuhyun pun terpaksa duduk disamping ‘tamu’ Siwon.

“Hyung cepat katakan kenapa yeoja murahan ini ada diruanganmu? Tidak

usah bertele-tele”

“dia park bom” ucap siwon santai sambil meletakkan kedua tangannya

dibelakang kepala menyandarkan badannya di sandaran kursi, bommie

menundukkan kepala, kyuhyun cengo

“haha jangan bercanda, park bom kau bilang? Dia sudah mati,

meninggalkanku kau tahu itu kan hyung” tegas kyuhyun melihat kearah

bommie.

“hah~ dia bommie” ucap siwon jengah. Bommie mulai menangis dalam

diam. Kyuhyun semakin cengo :O

“hyung sekarang bukan waktunya untuk bercanda” siwon jadi gemas

sendiri terhadap adik sepupunya yang katanya genius itu, tapi untuk hal

ini sepertinya ia harus memberikan predikat ‘babo’.

“bommie saengie, bicaralah..”

“k..hiks..kyu..hiks..hiks..kyunnie..” isak bommie masih tertunduk.

Siwon merasa iba melihat bommie yang sudah ia anggap sebagai

dongsaengnya sendiri. Kyuhyun mematung mendengar isakan bommie. Benarkah

ini bommienya? Bommie telah kembali? Tolong tampar pipiku, batin

kyuhyun.

“kau dengar eoh my babo cousin? Dia bommie mu”

“hyung..hyung..itu tidak mungkin, bommie pergi meninggalkanku dan dia

tidak akan kembali. Kau tahu kan hyung tolong jangan buat lelucon, itu

tidak lucu hyung” kyuhyun frustasi, matanya memerah menahan tangis dan

emosi. Bommie semakin terisak dalam tundukkannya. Siwon memijit

pelipisnya dengan gaya cool.

“aku tidak akan menjelaskan apapun, kalian perlu bicara” siwon

meninggalkan ruangan itu. Setelah siwon sampai diluar

“sekertaris Kim yeppo, i want you..chagi”

“ya..jangan disini wonnie..aku malu ini masih jam kantor”

“kajja kita ke mobil, aku ingin mencoba gaya baru disana”

“wonnie..i want you too..muach” dan apa yang terjadi di dalam mobil

Siwon? Bayangkan sendiri.

Prince and Princess of Sex

Ruangan itu hening. Ralat. Hanya terdengar sesekali isakan bommie,

kyuhyun hanya bungkam, memikirkan apa yang dialaminya barusan, seketika

itu ia mengingat masa lalunya

Flashback~

“kyu mianhae, aku harus pergi..”

“ANDWE bommie, kajimma jangan pergi, kau hanya punya aku disini”

“kyu aku harus pergi, jangan tahan aku”

“wae? WAEYO? Selama ini aku tidak menyakitimu, kau tau itukan”

“benarkah seperti itu? Tapi itu tidak bisa merubah kenyataan Kyu”

“beritahu aku alasannya kenapa bommie!”

“Ani, tidak bisa. Aku pergi selamat tinggal Kyu, jaga dirimu”

“Shireo!! Setelah apa yang kita lalui dan kita ‘lakukan’ kau mau

meninggalkanku?”

“kau namja kyu! Tidak perlu memusingkan hal seperti itu! Aku yang

lebih menderita”

“aniya, kau hanya memanfaatkanku kan? Kau hanya ingin

‘menikmati’ku kan? JAWAB AKU PARK BOM!!”

“kau tak sadar eoh? HARUSNYA AKU YANG MENGATAKAN ITU!! Terserah

apa yang kau ucapkan dan pikirkan, yang jelas biar aku yang memendam


perasaan ini berbahagialah Kyu. Saranghae, annyeong”

“ANDWE!!! KAJIMA PARK BOM!! Kajima…..” kyuhyun jatuh berlutut

dilantai

Bommie pergi meninggalkan kyuhyun bersama pria tua belangkotan

yang sudah menunggunya dengan jengah, Siwon hanya terdiam. Setelah


bommie pergi siwon menghampiri kyuhyun.

“ada alasan yang harus bommie simpan darimu kyu, lupakanlah dia.

Bangunlah saengi”

Flashback end~

“kenapa kau datang dan pergi sesukamu huh?”

“mi..mianhaeyo kyu..aku..aku..tidak bermaksud..”

“tidak bermaksud menyakitiku eoh? Kau pikir aku apa?”

“kyu dengar dulu penjelasan ku, waktu itu..waktu itu..”

Flashback~

“ahjussi..jebal jangan  ambil harta keluargaku, hanya itu yang

aku punya”

“ani, kau tau perbuatan appamu terhadapku dulu huh? Dia mengambil

semua yang kumiliki, perhatian haraboji, harta haraboji bahkan wanita


yang kucintai juga diambilnya!! Dan sekarang saatnya balas dendam diatas


kematian appamu”

“tapi ahjussi, appa itu adikmu, kita masih saudara”

“saudara atau bukan aku tidak perduli dan sekarang aku juga bisa

memanfaatkanmu chagi”

“an..ann..andwe ahjussi aku tidak mau, jangan sentuh aku”

“ayolah chagi malam ini akan terasa nikmat”

“A..AND..ANDWEEYOO”

Flashback end~

“jadi itu alasanmu meninggalkanku?”

“ne kyu, mianhae..aku yang salah”

“dan kau pun kotor Park Bom-ssi”

“cukup kyu!! Cukup!! Aku sakit mendengar cemoohanmu, cacianmu. Oke

kalau kau tidak nyaman akan kehadiranku, aku pergi tapi perlu kau ingat

perasaanku padamu tidak berubah. Annyeong”

Seketika itu pula bommie beranjak pergi dari ruangan Siwon, belum

sempat menyentuh daun pintu, kyuhyun yang semula diam menghampiri bommie

dan memeluknya dari belakang dengan erat. Di benamkannya wajahnya

diantara lekukan leher dan bahu bommie. Bommie semakin terisak mendapat

pelukan dari Kyuhyun.

“mianhae chagi..mianhaeyo..jebal maafkan aku, aku tidak tahu

kejadiannya seperti itu, mianhae karena aku tidak bisa menjagamu dengan

baik” kyuhyun terus mengucapkan kata maaf sambil menciumi leher bommie.

Dibalikkannya badan bommie dan disekanya air mata yang mengalir dipipi

mulus itu dengan ibu jarinya.

Cup

Diciumnya bibir ranum merah milik bommie dengan lembut tanpa nafsu,

hanya ungkapan kasih sayang dan kerinduan yang tertuang. Ciuman intens

itu semakin terasa kala tubuh mereka berhimpitan karena pelukan. Ah

inilah saatnya mereka melepas rindu yang telah menumpuk dalam hati.

“sshhh…ahh..kyu…ckpckpckp..mmhh” desah bommie

“chagiya, mmmhhh..apa

dia..ngghh..sudah..ahhh..menyentuuhhh…muuhh..ckcpkcpckp terlalu dalam?”

bommie langsung melepas tautan bibir mereka dan mendorong tubuh kyuhyun

“mianhae kyu, aku kotor” tunduk bommie.

“gwaenchana bommie, aku akan menghapus jejaknya, your body is mine

now “ikrar kyuhyun, lalu ia cium bibir bommie kembali.

“Let’s go home chagi, kita mulai permainan menghapus jejaknya” senyum

evil kyu keluar.

Prince and Princess of Sex

Sementara itu di dalam mobil Siwon..

“ahhh..ahhh..ffaassttthhh..eerrr..wonnieeeee..”

“soo tighhtttttttt..baby…like itthhh ahhh..nngghhh…”

“ahh yesss…mmhhh..di..sitttuhh..”

TOK TOK TOK

“hyung buka kacanya!! Ppalli!”

“aiisshh kyu apa yang kau lakukan? Palingkan wajahmu!”

“kau yang apa-apaan hyung melakukannya di mobil, diparkiran, jam

kantor pula”

“diam dan urus sendiri masalahmu”

“baiklah..baiklah..aku dan bommie akan pulang ke rumahku yang ada di

Seoul regency, kau pakailah rumah yang ada di Seoul city, keduanya sudah

aku kosongkan dari para pelayan” ucap kyuhyun panjang lebar sambil

memeluk bommie di dadanya, menutupi pandangan bommie dari aktivitas

didalam mobil.

“kau memang dongsaeng babo yang bisa diandalkan kyu”

“ya! Jangan mengataiku didepan yeojachinguku!”

Kyuhyun kesal dikatai. Bommie tersenyum didalam pelukan kyuhyun.

Siwon nyengir tanpa dosa. Sekertaris Kim hanya mendesah tertahan.

Prince and Princess of Sex

Seoul regency, Kyuhyun’s house 11.00 am

Kyuhyun pov-

Aku mengendarai mobil ferrari hitam metalik ku ini dengan perasaan

gembira, tentu saja dengan adanya bommie disampingku. Kalian tahu?

Bagaimana bentuk badannya saat ini? Lebih menggiurkan daripada dulu,

ayolah namja mana yang yang tahan untuk tidak menyentuhnya? Tapi ingat

bommie hanya milikku seorang. Egois. Memang, tapi itulah bukti cintaku

padanya, mengklaim dirinya sebagai milikku.

Sekarang kami sudah sampai di garasi rumahku, gerbang dan garasi ini

sudah di set menggunakan peralatan canggih sehingga bisa membuka dan

menutup secara otomatis. Tak ada pelayan pun tak masalah. Kami masih

diam di dalam mobil, wajah bommie semakin merona saat ku sentuh tangan

yang berada diatas pahanya, aiihhh kau makin cantik saja chagiya

jeongmal yeppoyo..kulepas seatbelt ku lalu aku mendekati tubuhnya

bertujuan untuk melepas seatbeltnya pula, tapi lihat bommie semakin

menunduk. Kau malu chagiya? Ayolah sebentar lagi permainan kita akan

dimulai.

“chagiya..waeyo eum?”

“aku..aku..aku malu kyunnie”

“wae? kenapa malu heum? Inilah saatnya chagi” ku sentuh tengkuknya

dengan tangan kananku, lalu kupeluk dan kudekatkan bibir kami, awalnya

hanya aku yang menempelkan, menjilat dan melumat bibirnya, tapi kemudian

dia membalasku. Ciuman kami semakin dalam, yang awalnya lembut sekarang

menjadi lebih dalam, mungkin nafsu sudah menjalari tubuh kami berdua.

Panasnya ciuman kami membuatku tak tahan untuk melakukan yang lebih,

kuturunkan tangan kananku ke payudaranya, meremasnya secara cepat dan

kasar, tak peduli dia tersakiti toh dia juga menginginkan ini.

“assshh…ahhh..ppheelahhn kyuuuhh..mmm..ckpckpckp..sllurrp”

“kauhh ckpkcpckp…eemmhhh..mengghhoddaahh..mmmm…slluurrpp

chagiiihhh..” bommie melepaskan ciuman kami.

“i’m yours, right?”

“yeah, you’re mine, so you know what should we do chagi”

“i know kyu, but…aku tidak ingin berlama-lama, cepat bersihkan kyu”

“as you wish chagi” belum sempat aku mencium bibir merahnya dia

menahan dadaku dengan tangannya

“jangan disini kyu, aku tak suka”

“kau mulai bernafsu eoh? Baiklah anything for you darl”

Ku buka pintu kemudi lalu mengitari mobil untuk membuka pintu bommie,

ohh lihatlah muka memelasnya, tatapan matanya yang sayu, aku tak tahan

babe…let’s go party!!

Prince and Princess of Sex

Author pov-

Kyuhyun membawa bommie ke dalam rumah dengan gaya bridal style,

serasa pengantin baru eoh? Dengan bibir yang masih bertautan dalam, kyu

membawa bommie menuju kamar. Dia sudah tidak tahan lagi, lalu melepaskan

semua pakaian yang melekat ditubuhnya dan bommie. Setelah melepasnya

Kyu langsung menindih bommie diatas kasur dan menciuminya, tak

dihiraukan saliva mereka yang menyatu dan membasahi dagu serta leher

bommie. Setelah puas dengan bibir, kyu pun turun ke leher memberikan

kissmark disana sebanyak mungkin, sedangkan bommie? Hanya bisa mendesah

dan menjerit akibat kelakuan kyuhyun. Bommie tak mau kalah dengan

kyuhyun, dia pelintir kedua nipple milik kyuhyun, dan lututnya sesekali

menekan-nekan junior kyu yang sudah tegang dibawah sana.

“nappeun yeoja eoh?”

“hanya dihadapanmu kyu, cepat masukan little kyu”

Tanpa basa basi dan pemanasan lagi, kyu langsung memasukan juniornya

yang besar dan panjang itu ke dalam vagina bommie. Bommie menjerit

tertahan karena bibirnya segera dibungkam oleh ciuman kyuhyun, tangan

kyuhyun pun bergerak aktif di kedua payudara bommie

“aarrgghh…kyuuhh…jhheebbaall..tusukannnhhh…euunngghhh”

“aahhh…lubangmuhhh…sseemmppiitthhh…eeuuurrggghh..so tigghhhtt..”

Dengan susah payah junior kyuhyun yang mengeras itu masuk kedalam

vagina bommie. Setelah masuk dengan sempurna, kyu mendiamkannya

sebentar, sambil mengatur nafas.

“kau masih saja sempit chagi, aku ingin selalu didalammu”

“kapanpun kau mau aku siap kyu, surga little kyu hanya ada di dalam

ku”

“gomawo chagi, aku gerakan sekarang ne”

“chakaman, aku tidak ingin dibawah, aku ingin berdiri” kyuhyun

tersenyum mendengarnya, ia mengangkat tubuh bommie tanpa melepas kontak,

ia sandarkan tubuh bommie disalah satu dinding kamar dan memulai

menggenjot vagina sempit bommie dengan juniornya

“ahhh…ah..ah..euuhhh..eemmmhh..yyeeaahhh…gooodddhhh…oouucchhh…fasterrhhh..”

“ahhh..ahhh..nikmatthhh…mmm…yess…aassshhh…i’ll f**k you

bommie..aassshhh…”

“yeeaahh kyu..disituuhhh..ceppaatthh..ahh..ahh…f**k my

asshhh…mmmhhhh”

“yeeaahhh…i’ll…eaaaattt yoouuhhh…sshhhh…my juniooorrrrr…aarrghhh”

“cum kyu…cum…ennghhhhh….cummm..”

“together chagi….ahhhh…ohh yeeahhh…”

Crot. Cairan mereka berdua keluar bersama. Mereka tampak kelelahan

dan mengatur ritme nafas mereka.

“gomawo kyu, kau mau membersihkannya”

“cheonma chagi, aku bersedia membersihkannya setiap hari”

“itu sih maumu Mr. Pervert!” mereka tertawa, lalu kyu memeluk bommie

“saranghaeyo Park Bom Lee, i always love you until whenever” bommie

menangis, akhirnya penantiannya selama ini untuk menunggu pernyataan

cinta kyuhyun terbayar sudah.

“sshhh uljima chagi, aku tulus, mulai sekarang kita rajut benang

cinta kita ne?”

“ ne kyu, nado saranghaeyo”

Kyu pun menggendong tubuh bommie ke tempat tidur, dibaringkannya

tubuh ramping itu dan dipeluknya dengan protektif.

“chagi, tinggalah disini, dan jadilah istriku ne, kumohon jangan

permasalahkan apapun yang terjadi dimasa lalu. Ini adalah masa depan

kita. Saranghae”

“aku mau jadi istrimu kyu, nado saranghae”

Dan akhirnya mereka tertidur pulas dibawah hangatnya selimut.

Prince and Princess of Sex

EPILOG

Pagi itu di kediaman Cho Kyuhyun dan Cho Bom (apadah nih nama jadi

aneh) tampak sepi, ya suami istri itu baru saja menikah kemarin, tidak

banyak yang diundang hanya keluarga dan kerabat. Orang tua kyuhyun?

Tentu saja hadir, tapi langsung pergi lagi ==’. Hanya mereka berdua,

tanpa pelayan ataupun hewan peliharaan. Saat itu terlihat sang nyonya

rumah yang terlihat….err sexy dengan bikini hitam yang sangat kontras

dengan kulit putihnya. Dia sedang berjemur diatas kursi santai di tepi

kolam renang rumah mewah Cho. Tunggu, tangannya ternyata bergerak liar,

mencoba mastrubasi eoh?

Punggung bommie bersandar disandaran kursi, lalu di kangkang-kannya

kakinya lebar-lebar setelah itu dimasukannya tangan kananya kedalam

bikini untuk meraba payudaranya yang besar, padat, dan kenyal itu.

Diremas-remasnya dengan gerakan seduktif bibirnya pun mendesah, menggoda

siapapun yang melihat. Tangan kirinya ia masukan menuju vaginanya,

disingkirkannya bikini itu kesamping tanpa melepasnya, ia cubit sendiri

klitorisnya yang memerah itu dan tak lama ia masukan jarinya tengahnya

kedalam lubangnya sendiri

“assshhh..kyyuuhhh…f**k me…jeebbaaalll…my assshhhh..eeoohhh” nikmat

itulah yang dirasakan oleh bommie. Hey kemana si Tuan Cho? Oh itu dia

sudah datang

“bommie chagi kenapa kau meninggalkanku eum?” kyuhyun datang

menghampiri bommie dan duduk tepat dihadapan vagina bommie yang sedang

dimainkan bommie. Lihat kyuhyun, hanya memakai celana dalam hitam Calvin

Klein. Sungguh sexy.

“kkaauuhh..sedanghh tiduurhh sshh kyuhh..kauu tampak lelahhh..aahhh”

Kyu pun melepas kedua tangan bommie yang sedang bekerja itu. Bommie

cemberut karena aktivitas nikmatnya terganggu.

“wae? kau mau marah hm? Kau lupa perjanjian kita semalam? Aku sudah

tak tahan chagi” ucap kyu sambil meraba paha bommie. Janji? Ya bommie

berjanji bahwa hari ini ia akan melayani kyu SEPUASNYA karena kemarin ia

kelelahan dan langsung tertidur.

“ne, aku tak lupa honey, bisakah kau percepat? Aku ingin klimaks”

“kau tak lihat juniorku ini? Sudah menantimu sayang” mereka tersenyum

lalu kyu membalikan posisi bommie, sekarang bommie sudah ada dia atas

kyu, ia duduk tepat diatas junior keras milik kyuhyun. Erangan kyu

menyambutnya. Tangan bommie meraba-raba perut sixpack milik kyu

dipelintirnya nipple kyu. Kyu pun mendesah apalagi saat ini bommie

menekan-nekan milik kyu dibawah sana, diputar-putarnya pinggulnya dan

diremas sendiri payudaranya. Setelah puas bommie pun berdiri dan melepas

bikininya lalu melepas celana dalam milik kyuhyun. O ow, milik kyuhyun

langsung menampar pipi bommie, sudah tegang sekali rupanya.

Bommie pun menindih tubuh kyu, diarahkannya junior kyu untuk memasuki

lubangnya yang sudah merah dan licin, perlahan tapi pasti Jleb. Junior

kyu masuk

“ouuhhh…/aahhhhh…” desah mereka berdua tanpa mengulur waktu lagi

bommie langsung menggerakan pinggulnya naik turun dalam tempo cepat

sebisa yang ia lakukan, tangan kyu pun meremas aktif kedua payudara

bommie. Bommie semakin mempercepat gerakannya dibantu kyuhyun yang turut

menggerakan badannya agar juniornya semakin dalam menusuk bommie.

“ahhh yeeeahhhh…tusuuuukkk…dalllaaaammm….yeeahhh…disittuuuuhhh..”

“nicceeeeeee…kauu masihhh tetap sempittttttttthhh….”

Mereka mendesah disela permainan mereka. Saat akan mencapai klimaks

kyu menghentikan gerakan bommie, bommie yang sudah sangat bernafsu

menjadi kesal dan mengerucutkan bibirnya, kyu pun langsung mencium bibir

itu dengan penuh nafsu, menjilat, melumat dan memasukan lidahnya

kedalam mulut bommie, tanpa bommie sadari posisi mereka sekarang sudah

ada di dalam kolam renang, tepatnya ditangga keramik

untuk masuk kolam renang, kyu mendudukan tubuh bommie, tanpa melepas

kontak lalu kyu menindih tubuh bommie dan langsung tancap gas (?) ia

genjot sekuat tenaga, membuat suara bommie melengking karena genjota kyu

di lubangnya, tak heran air kolam itu turut bergoyang bak ombak yang

menari-nari kesana kemari mengiringi percintaan 2 mahluk paling seksi

itu.

“ahhh…kuranngggg…lagiihhh…lebbihhhh ceppaatthhh kyu…cumm…cumm…”

“mwooohhh?? Kurraanngg cepatthh?? Araseeooo…ahhh..aahhh….rrgggghhh…”

Crot. Mereka pun cum, banyak cairan yang merembes keluar dari lubang

bommie, penyatuan cinta mereka yang turut bercampur dengan air kolam

renang. Nafas mereka memburu setelah aktifitas itu.

Mereka pun keluar dari kolam renang, kyu pun mengeringkan badan dan

rambut bommie, setelah selesai ia pun mengeringkan badannya sendiri.

“kau hebat kyu, permainanmu membuatku ketagihan”

“jadi kau mau lagi chagi?”

“eh? Bolehkah? Aku mau kyu ppalliwa!!”

Kyu pun tak menolak, ia lalu membuang handuknya kesembarang arah,

begitupula bommie, kyu langsung menggendong tubuh bommie menuju 

Ruang

Makan, sambil menyelam minum air, sambil makan sambil

bercinta. Itulah pikiran kyu. Bommie yang mengerti bahwa kyu sudah mulai

lapar langsung menyiapkan sarapan sederhana dan sehat mereka. Sandwich

dan susu coklat kesukaan kyuhyun. Dengan keadaan naked tentunya, mata

kyu tak lepas dari badan bommie yang bergerak seakan memanggil juniornya

untuk masuk kembali kedalam vagina bommie.

Bommie meletakkan sarapan mereka diatas meja makan, kyu pun menyuruh

bommie untuk duduk diatas pangkuannya, bommie menyuapi kyu dengan

perlahan, membersihkan remahan roti dari sisi mulutnya, lalu memakan

sendiri makanannya, sedangkan kyu? Tangannya tidak bisa diam untuk

meremas payudara bommie lalu turun ke vagina bommie dan menusukkan

ketiga jarinya di dalam sana dengan gemas. Kenapa bommie bisa tenang

diperlakukan seperti itu saat sarapan? Itu karena ia berkonsentrasi dan

tidak menghiraukannya, sarapan lebih penting! setelah selesai mereka pun

bercanda sambil beristirahat untuk menurunkan makanan diperut mereka.

“kyu kau kuat sekali, tidakkah kau lelah?”

“ani, aku minum obat kuat dan perangsang dalam dosis tinggi”

“ tapi kenapa kau bisa berhenti sekarang? Aku yakin efeknya lama”

“itu karena belum aku minum chagi”

“emmm, bagaimana kalau kita minum kyu? Supaya hari ini menjadi hari

yang menyenangkan!!”

“baiklah akan aku ambilkan chagi”

Cup setelah mencium bibir bommie, kyu hendak menurunkan bommie dari

pangkuannya tapi dicegah bommie “gendong” itulah kata bommie, kyu hanya

menurut, tapi bukan hanya sekedar gendong, tak lupa ia posisikan bommie

menghadap tubuh kekarnya dan memasukan little kyuhyun kedalam surganya,

oh ayolah saat mereka berjalan ke counter dapur pun

sensasi itu terasa. Setelah menemukan obatnya, kyu langsung meraciknya

dengan air, kontak mereka belum terlepas, kyu langsung memberikan bommie

minuman itu dan mereka berdua meminumnya. Sambil menunggu reaksi obat,

kyu memposisikan tubuh bommie untuk duduk di salah satu meja marmer yang

ada di dapur. Mereka tertawa dan sesekali kyu menggenjot ringan

juniornya.

Oh lihat, obatnya bereaksi!! Bommie mulai mendesah dan meracau kyu

pun langsung menggenjot juniornya dan melahap puting payudara bommie,

dan sebelah tangannya meremas payudara bommie yang satu lagi.

“jebal kyu…fastteerrrhh…ahhh…ssshhh…mmmhhhhh…”

“inniii nikmaathh..ahh..ahh..eemmpphhhhh…”

“kyuhh…oohh…ahhh…oohhh..akkuuhh…mauu..ganti gayahh..ahhh…ahh..”

Tanpa membalas perkataan bommie, kyu melepas kontak mereka,

dibalikannya posisi bommie menghadap meja. Doggy style. Tanpa aba-aba

kyu langsung memasukan juniornya kedalam vagina bommie yang tampak merah

dari belakang, kenapa bukan kelubang belakang? Karena itu adalah anus

tempat manusia membuang kotoran, dan menurut bommie itu tidak steril.

Kyu langsung menggenjot juniornya dengan brutal, melihat payudara bommie

yang menggantung liar ia langsung menangkupkan kedua tangannya dan

meremas kuat. Bommie tak kuat untuk mendesah.

“kyuuhhhh…assshh…ooohhh…mmmmhhh…yyeeahhh….aahh..aahhh..ahhh..”

“rrrrggghhhh…sshhhh…eemmpphhh…emmppphhh…eenngghhh…ssshhh…”

“faaasshhteeerrhhh…ceeppaathh…tusuuukkhhhh…junniihh..oorrrhhh..muhhh..”

“aannggghh…eemmm..yeeeaaahhh…nghh..nghh..ngghh..aahh..ahhh”

“aahhh…oohhhh..cuummm..kyuuhhh…aannggghhhhh…”

“come on babyyhhhh…sshhh..ahhh…ahhh…”

Crot. Mereka mengeluarkan cairan mereka lagi. Mata bommie menatap

lekat mata kyuhyun, tanpa membuang waktu kyu langsung melahap dengan

nafsu bibir merah bommie, tak lupa kedua tangannya ia gunakan untuk

meremas kedua payudara bommie, sesekali dipelintirnya kedua putting

bommie.

Bommie pun tak mau kalah, dikeluarkannya junior kyu dari vaginanya

lalu dikocoknya dengan kuat oleh tangan kanannya dan tangan kirinya

mendorong kepala kyu untuk tetap mencium bibirnya semakin dalam. Kyu

ingin berteriak karena sensasi yang diberikan bommie pada juniornya.

Dilepaskannya tautan bibir mereka

“kau menggodaku? Baiklah akan kulayani permainanmu chagi”

Kyu langsung menggendong tubuh bommie menuju Ruang Fitness yang

dikelilingi kaca transparan sebagai dindingnya. Ia letakkan tubuh

bommie di salah satu kursi tempat biasanya kyu akan berlatih barbel.

Wajah kyu langsung ia benamkan di selangkangan bommie, ia endus bau yang

menguar dari vagina istrinya itu, bau khas vagina dan sperma yang

bercampur menyambutnya. Langsung ia jilat dan gigit klitoris bommie, tak

lupa ia masukkan lidahnya kelubang bommie, ia dorong-dorong dan memutar

lidahnya menggoda bommie yang hanya bisa mendesah. Sebelah tangannya ia

gunakan untuk meremas payudaranya dan sebelah lagi ia gunakan untuk

menekan kepala kyuhyun dengan posisi badan yang terlentang.

“mmhhh…jilaaatthhh…terruusshh…gigittthhh..arrrgghhh…”

“eemmmm…ckpckpckpckp..mmhhhhhh…slluurrrrppp…eemmmbbbhhh..”

“ahh..jari kyuhh..jarimuhhh…ahh..ohh…ahhh..ahh..ouuchhh..mmhhh..”

tanpa basa basi kyu langsung memasukan 3 jarinya sekaligus di lubang

bommie, ia tusukan dengan perlahan dan lambat, membuat bommie mengerang

tak sabar.

“ppali kyuhh, jangan menggodakuhh..ah..ahh..ahh…fasterhhhh…” kyu

tidak menghiraukan permintaan bommie, sambil memasukan jarinya perlahan

kyu pun menjilat-jilat kembali vagina bommie yang basah karena bommie

sudah cum duluan.

“ahhh..ahh..buat aku cum lagi kyuhhhh..ppali..”

“eenngghh..kyuhhh..ahh..oohhh..ohh..f**k my ahhh…sshhh..yeahhh..”

“aku datanghh..percepat kyuhhh..”melihat bommie yang ingin

mengeluarkan cumnya lagi kyu langsung mempercepat kocokan tangannya

dilubang vagina bommie. Dan klimakslah bommie. Kyu mengeluarkan jarinya

dan ia jilat ketiga jarinya, melihat itu bommie pun meminta jari kyu

untuk diemutnya, kyu memberikan jarinya. Tak menyiakan waktu kyu

langsung menjilat dan menghisap vagina bommie yang masih basah dan

terlihat masih berkedut-kedut, sesekali lelehan cumnya keluar. Bommie

yang sudah tenang langsung menarik kyu untuk berdiri dan berciuman.

“mmpphhh…ckpckpckp..nghhh…ammmhh…”

“emmmbbb..aasshhh…ckpckpckp..slluuurrppp”

“ngghhh..ahh..mmmhhh…mhhhh..ahh..”

“nggghhh…arrrggghhhh..jangan diremas terlalu kuatthhh

chagiiihhh..ahhhh” bommie ternyata meremas junior kyu dengan gemas

sehingga tak sadar bahwa remasannya itu terlalu kuat. Kyu melepas ciuman

mereka dan lebih menikmati permainan bommie pada juniornya. Kyu

menyuruh bommie untuk duduk menghadap juniornya. Mata bommie mengerling

nakal, ia pun langsung memijat, mengocok, dan memutar-mutar junior kyu.

Kyu tak kuasa menahan desahannya

“aargghhh…nee..seperti ituhhh…terusshhh…”

“chagiii…masukkannn…ke…mulutmuhhh…aahhh…”

“ahhh hangathhh..kulumhhh…kulumhhh..arrgghhh jangan digigit

kencangghhh…”

“ahhh..yeaaahhh..oohhhh…emmbbbhh…hisapphhhh..”

“yyessshhh…jillaattt…remaasshhh…ahhhh..”

Kyu meracau menikmati service dari bommie, kyu yang merasa akan

mencapai klimaksnya, langsung menjambak rambut bommie, dan kyu langsung

menggerakan juniornya sendiri di mulut bommie dengan cepat. Bommie hanya

diam dan membuka mulutnya untuk dimasuki junior kyu, sesekali junior

kyu menghantam gerbang tenggorokannya. Tak dipungkiri dagu dan leher

bommie dipenuhi oleh lelehan saliva yang keluar dari mulutnya

“arrgghhh..nnggghh…akkuhhh..datangghhh..ahhh yeeaahh..”

“mmhhhh..sshhhh..AARRRGGGHHH…”

Kyu langsung memasukan juniornya dengan paksa dimulut bommie,

ditutupnya mulut bommie dengan tangannya saat juniornya mengeluarkan

spermanya. Bommie mulai berontak karena sesak dan cairan kyu yang

banyak. Melihat itu kyu langsung mengeluarkan juniornya dan mencium

bibir bommie, membantu  bommie membersihkan cairannya.

“kau hebat kyu..hah..hah..”

“kau juga chagi, gomawo”

“berniat melanjutkannya kyu?”

“sangat berniat chagi, tapi jangan dikamar dan kamar mandi”

“wae? disitu juga nyaman”

“aku bosan disitu terus”

“jadi? Kau maunya dimana?” tanpa membalas perkataan bomie, kyu

langsung menggendong tubuh ramping bommie ke 

Depan Tungku

Perapian. Hey Tuan Cho! Ini bukan musim dingin, tapi musim

panas. Ohh ternyata maksud bos besar ini adalah untuk menambah sensasi

panas permainan mereka. Dinyalakannyalah api dalam perapian itu, lalu

dilentangkannya tubuh bommie diatas karpet merah tebal dekat mulut

perapian. Setelah semua beres, tanpa mengulur waktu Kyu langsung

memasukkan juniornya yang tegang ke vagina bommie.

“ahh.kyuhhh…hot…panas….”

“sepanas permainan kita chagi”

“masukan…yeeaahh..seperti itu…tusukhh…ahh.ahhh.ohhh…eennnggghhh..”

“emmmbbbhh..ssshhhh…shhh…ahhhh…nngghhhh….”

“fasterhhh kyu…jangan lambannnn…ahhhh…ahhh..”

“ini sudah cepathhhh..chagi…hasssshhh…ahhhh…ahhh…”

“akuhh..meragukannyahhhh…kecepatannn..muhhh..lambannhhh..”

“mwoohh?..hah..hah..baiklahhh..asshhh..kau..terimahh..pembalasankuhhh..”

“ANNGGHHH…AHHH..AHHH..OOSSSSHHH…EENNGGHHH…MMHHHHH..AAHHHH..”

“otte? Masiihhhh..hahh..raguuuhh?”

“anihhh..ya..sepertiihh..ituhhh..ppaliiiihhhh..AHHHH…HMMMMM…HHMMMM..OOOHHH..TERUSSSHHH….”

“berteriaklah

chagihh…duniahh..milikhhh…kitahhh..berduahhh….aahhh..ahh…ssshhhh…shhh.hasshhh..”

“ARRGGGGGHHH..aku mau sampaiihhh…aannghhhh…ARRRGGHHHH..” bommie

klimaks duluan karena permainan hebat dan cepat kyuhyun, tapi kyu belum.

“ahhh.ahhh….hasshhh…ssshhhh…ohhhh…mmmbbbhhh…ahhhhh…aku

datanghhh…ahhhh…ARRGGHHHHH…hah..hah..hah..”

Nafas keduanya tersenggal-senggal, badan mereka penuh keringat karena

bermain didekat tungku perapian. Kyu langsung ambruk di dada bommie,

tangannya yang lemas ia angkat menuju payudara bommie, ia remas payudara

itu dengan sisa tenaganya.

“kyuuhh sudaahh..istirahat sebentar ne”

“aku mau lagi chagi”

“kyu, aku lelah..” kyu pun menurut, ia lalu membaringkan badannya di

sebelah bommie tanpa melepas kontak mereka dan memeluk bommie yang ada

dihadapannya. Mereka mulai memejamkan mata untuk tertidur. Belum berapa

lama bommie terlelap, ia merasakan tusukan junior di vaginanya. Mata

bommie masih terpejam.

“kyu sudah..aku mau tidur..”

“kyu..jebal..nanti dilanjutkan..”

“kyu..kyu..” bommie membuka matanya. Oh? Ternyata itu hanya mimpinya!

Lihat si tuan besar Cho saja sudah tertidur pulas. Bommie malu akan

mimpinya itu, ia pikir kyu akan memulai permainan lagi ternyata… Bommie

pun langsung memeluk erat kyu menyembunyikan rona merah pipinya karena

malu.

END

Fc Populer:

Leaving You Alone

leaving you

Eun Seo Min Story , Leaving You

Kategori: NC 17, Yadong, Kekerasan, Oneshoot

Cast:

  • Park Hyo Seo
  • Lee Hyuk Jae (Super Junior)
  • Park Jung Soo (Super Junior)
  • Park Yoonhae
  • Lee Sungmin (Super Junior)
  • Lee Yoora
  • Choi Sulli (f(x))
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Lee Jinki (SHINEE)

 

 

–Flashback before–

Park Jung Soo appa yang dianggap kejam oleh Park Hyoseo, dengan setia

dan cemas menunggui Hyoseo yang belum pulang juga sejak jam 7 malam. Ia

sangat khawatir dengan anak semata wayangnya itu. Tanpa memperdulikan

nyamuk-nyamuk yang memburunya dan hawa dingin yang begitu merembes

kulit, ia masih stay di teras rumahnya. Bahkan hingga tertidur di kursi

teras.

Sedangkan Hyoseo sedang terlelap karena lelah menggerogoti tubuhnya.

Ia tertidur di kamar Eunhyuk dengan pulasnya tak tahu bahwa Appa sedang

menungguinya dengan rasa cemas.

–Flashback end–

***

–Park Hyo Seo-POV–

@ Seoul, 1 Juni 2016

Time :: 7 A.M.

Kubuka mataku perlahan. Sinar mentari pun sudah menembus jendela

kamar Hyuk. Aku bangkit perlahan sambil mengucek-ngucek mataku.

Menggeliat sesaat merenggangkan otot-ototku.

“ Annyeong haseyo,” tiba-tiba Hyuk datang dan membawakan semangkuk

mie.

“ Annyeong,” aku pun tersenyum melihat Hyuk datang.

“ Jagiy, kita makan dulu, okay?” Hyuk meniup-niup permukaan mangkuk

dengan kepulan asap diatasnya. Menandakan masih panas.

“ Ne.”

Hyuk pun menyendok kuah mie yang ada di mangkuknya dan

meniup-niupkannya. Menempelkan bibirnya untuk mengecek masih panas atau

tidaknya dan menyuapkannya padaku. Ia juga menyendokkan mie di

mangkuknya dan menyuapkannya padaku. Intinya pagi ini aku disuapi oleh

Eunhyuk, aeinku yang paling aku sayangi.

“ Jagiy, karena kau sudah milikku seutuhnya. Aku akan memberitahumu

tentang data rahasia itu. Tapi, ini privacy.”

“ Ne. Apa isinya?” tanyaku sambil mengunyah mie di mulutku.

“ Vidio yadong. Tapi, jangan bilang siapa-siapa ya. Ini rahasiaku,”

pintanya.

“ Mwo!” aku tersentak dan terbelalak. Pantas saja tadi malam… apa?

Tadi malam? Berarti, ini sudah pagi. Omo! Pabo! Aigoo, kenapa aku baru

ingat. “ Jagiy! Sekarang jam berapa!” tanyaku panik.

“ 11. Waeyo?” tanyanya bingung.

“ Aigoo! Aniyo! Aku harus pulang. Appa! Dia pasti mencariku. Aish!

Ottokhae?” Aku bergegas bangkit dan mondar-mandir cemas. Aku benar-benar

bingung. Sedangkan Hyuk hanya menatapiku bingung.

“ Mwo? Appa???” ia berpikir sejenak. “ Omona! Kau belum pulang!”

pekiknya teringat.

Aish! Aku benar-benar lupa. Dan ini, sudah jam 11. Appa, Jerman,

pulang, pindah? Omona! Semuanya hal itu berputar dikepalaku kencang.

Bagaikan angin topan, dan hal-hal itu sukses besar membuatku pusing

seketika. Aku masih mondar-mandir dikamar Hyuk bingung. Tunggu! Aku

harus berpikir. Kkaja, kkaja Hyoseo! Kau harus punya rencana! Alasan

paling tidak, untuk menghadapi Appa nanti. Omo, apakah aku akan

dibunuhnya? Eomma, apakah aku akan menyusulmu sebentar lagi? Apakah Appa

akan membunuh anaknya sendiri hanya karena aku tidak pulang semalam?

“ Hyoseo, perlukah aku bilang pada Appamu? Biarkan aku yang antar kau

pulang, dan akan aku jelaskan semuanya. Arra?” kata Hyuk mencoba

menenangkanku.

“ Andwae! Kau ingin memperparah keadaan? Heh?!” tanya ku dengan nada

tinggi. Oh tidak! Aku mulai terforsir suasana. Tapi, bagaimana ini? Aku

harus apa? Aku benar-benar gamang.

“ Aniy,” kata Eunhyuk dengan suara lemahnya. Ia menunduk sedih.

“ Aigo… mianhae. Bukan maksudku begitu. Aku hanya…” kataku terpotong.

“ Aku tahu, Appamu begitu menentang kita. Aku khawatir terjadi

apa-apa denganmu. Aku… aku tak ingin hal itu terjadi padamu,” ucapnya

sambil menatapku dalam-dalam. Dari matanya terbias ketulusan yang

mendalam. Membuat darahku berdesir seketika.

“ Jagiy…” gumamku tak berdaya.

“ Aku rasa ini salahku. Salahku karena terus saja berusaha

mendekatimu. Harusnya kau tak mengenalku. Harusnya aku menjauh saat ada

larangan itu. Harusnya aku berhenti mencintaimu. Tapi aku tidak bisa.

Aku sungguh-sungguh tidak bisa. Harusnya aku menjauh darimu. Mianhae,

Jagiy! Jeongmal mianhae,” kata Hyuk dengan sesal tergambar jelas di

wajahnya.

“ Aniyo. Ini salahku, Jagiy! Mianhae,” kataku menyalahkan diri

sendiri. Dan secara tidak langsung, aku telah membelanya. “ Baiklah, aku

akan pulang sekarang. Gomawo.”

Aku mulai santai. Tapi santai kali ini bukan dalam arti aku tenang.

Santai kali ini dalam arti aku sedih. Amat sedih. Mengingat Appa yang

amat menentang hubungan ini. Lagi-lagi aku teringat dengan Eomma.

Aku pun berjalan perlahan ke pintu kamar Hyuk. Dengan langkah berat

ku giring kakiku menuju pintu. Dengan kepala tertunduk dan menahan

hasrat untuk menatap ke belakang. Aku tidak tahu apa yang Hyuk lakukan

sekarang. Apakah ia tertunduk dan bersedih? Ataukah dia malah senang

bahagia? Aku rasa itu tidak mungkin, karena aku merasakan ketulusannya

saat berbicara padaku.

“ Saranghae,” gumam ku pelan saat hendak membuka pintu.

Hening… kenapa tidak ada jawaban? Kenapa seakan tidak ada reaksi?

Kenapa Hyukjae? Kenapa? Aku berharap kau memanggilku. Aku berharap kau

mencegahku. Aku berharap kau memintaku untuk tetap tinggal. Kini aku

rasakan sesak membebani dadaku. Jutaan tanda tanya bergelimang

dikepalaku. Mataku panas seketika. Hatiku perih tiba-tiba. Hyukie!

Benarkah kau akan membiarkanku pergi? Cegah aku! Jebal!

Kreeeek… kutarik engsel pintu. Aku masih menunggu. Menunggu reaksi.

Tapi, tapi kenapa tidak ada.

Cklek! Suara pintu tertutup. Omo! Benarkah? Benarkah ini? Dia

membiarkanku? Dia tak peduli? Dia benar-benar tak berbuat apa-apa?

Hyukjae, kenapa kau biarkan aku pergi? Baiklah, jika kau ingin aku

pergi. Aku akan pergi. Sejauh mungkin.

–Park Hyo Seo – POV end—

***

–Hyuk Jae – POV –

Hyoseo, mianhae. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku tak bisa

membantumu. Tapi mungkin ini memang salahku. Aku harusnya berhenti

mendekatimu. Berhenti mencintaimu. Berhenti menyayangimu. Saat itu,

harusnya aku sudah berhenti sejak saat itu. Saat hatiku tercabik

menerima kenyataan yang ada. Saat raga dan jiwaku begitu sakit tertusuk

realita.

——Flashback——

Aku dan Hyoseo sedang berjalan-jalan di mall untuk membeli sebuah

hadiah untuk sahabatnya yang bernama Choi Sulli. Saat itu, Sulli

berulang tahun. Jadi, ia hendak membuat sebuah kejutan untuk sahabatnya

itu.

Di sebuah stan hadiah, aku masih menemani Hyoseo yang sibuk

memilih-milih barang. Aku membuntut dibelakangnya sambil memandang

kesekeliling. Membantunya mencari barang yang pas.

Bruukkk!

Tiba-tiba aku tersungkur. Ada sesuatu yang mengenai punggungku. Aku

rasa itu benda keras, dan memang sengaja di arahkan padaku. Aku bisa

merasakan niat dari orang yang memukulkannya padaku.

“ Kyaaaa!!!” terdengar pekikan Hyoseo nyaring di telinga.

Aku bangkit dan terhuyung. Ku pegangi punggungku yang terasa sakit.

Aku menoleh dan kudapati Cho Kyuhyun menatapku dengan tatapan membunuh.

Tongkat pemukul kasti kini ada di tangannya. Ternyata… magnae evil ini

yang memukulku. Mau apa dia?

“ Yak!! Apa maumu, heh?” bentak ku kesal.

“ Hahaha…” tiba-tiba terdengar suara gelak tawa. Tapi suara itu bukan

milik Kyuhyun. Aku yakin itu. Dan saat itu juga muncul seseorang dari

belakang tubuh Kyuhyun.

Omo! Betapa kagetnya diriku mendapati seorang Park Jung Soo, ayah

dari Hyoseo telah disini dan tertawa puas melihatku kesakitan. Firasatku

mulai tidak enak.

“ Appa…” gumam Hyoseo tak berdaya. Matanya mengerjap-ngerjap seakan

tak percaya pada penglihatannya.

“ Hyoseo, kenapa kau melanggar laranganku? Hah!” gertak Mr Park

marah.

“ A… aniyo, Appa. Mianhae… I’m sorry,” kata Hyoseo sambil tertunduk

dalam.

“ Kau berani mengabaikan larangan Appa, ya? Bagus lah! Kau ingin dia

terluka?” ancam Mr Park. Ia menunjuk aku yang terhenyak diam seribu

bahasa.

Kyuhyun pun memukul lenganku dengan kencang. Sakit. Aku mengusap

lenganku yang memar itu.

“ Andwae!” pinta Hyoseo sambil terisak.

“ Sudah Appa bilang! Jauhi dia!” bentak Mr Park.

Kyuhyun belum berhenti menyiksaku. Apakah kalian pikir dia hanya

memukulku sekali dua kali? Tidak. Dia memukulku berkali-kali. Walaupun

aku merintih kesakitan. Walaupun aku berusaha keras menghindar. Walaupun

Hyoseo menjerit memohon untuk tidak melakukannya. Walaupun aku memohon

pada Kyu agar berhenti. Tapi, ia terus melakukannya. Lenganku,

punggungku, perutku, kepalaku, kakiku, badanku. Semua jadi sasaran.

Bahkan sempat aku berharap agar satpam mall kunjung datang dan menangkap

Kyuhyun yang aku rasa kini menjadi anak buah Mr Park. Mr Park terus

tertawa puas melihatku yang sengsara. Tampak semburat bahagia dan

kebencian saat ia menatapku.

Hingga aku babak belur. Darah mengalir dari hidung dan mulutku, wajah

dan badanku memar-memar. Aku benar-benar tak berdaya sekarang. Aku

hanya bisa terhuyung dan terhempas kesana kemari. Pemukul kasti dari

besi itu sukses membuatku kesakitan. Disekeliling kami orang-orang

berkerumun melihat penganiayaan yang dilakukan Kyuhyun terhadapku.

“ Kyu! Ppali!” perintah Mr Park memberi isyarat.

Aku tersontak kaget saat tubuhku ditarik Kyuhyun untuk bangkit.

Tubuhku yang sedang tidak berdaya ini hanya mampu menurut. Dengan kasar

ia menyeretku keluar stan hadiah dan mendorongku ke pembatas lantai. Ia

menundukkan kepalaku sehingga aku bisa melihat lantai dasar mall dari

lantai 4 ini. Darahku berdesir, jantungku berdetak hebat. Tanganku hanya

bisa menahan sambil berpegangan pembatas lantai.

“ Andwae!! Appa! Jebal! Andwae!” kudengar rengekan Hyoseo dengan

suara gemetarnya karena tangis. Hatiku nyilu mendengarnya. Ingin rasanya

kupeluk dan meredam tangisnya di dada bidangku.

“ Aku tidak segan-segan menyakitinya, Hyoseo-ah. Bukan kah, aku sudah

pernah bilang? Hahaha.” Mr Park kembali tertawa bahagia.

“ Andwae, Appa! Jebal! Aku tidak akan melanggarnya lagi. Aku janji.

Ku mohon, Appa! Lepaskan dia.”

“ Kyu! Enough!”

Kyuhyun pun perlahan melepaskan kerahku dan dorongannya untuk

memojokkanku ke pembatas lantai. Ia melangkah meninggalkanku yang kini

tengkulai lemas terduduk bersender pembatas lantai.

“ Kkaja! Ayo kita pulang,” ucap Mr Park sambil menarik kasar lengan

HyoSeo.

“ Hyuk-ah!!!” panggilnya berusaha memberontak.

Aku hanya bisa menatapnya sayup. Ia tampak memberontak namun tak

kuasa. Sedangkan aku hanya terduduk lemah memandangi yeojachinguku

diseret Appanya. Air mataku sudah menggenang dipelupuk mata. Ternyata,

selama ini hubunganku dengan Hyoseo ditentang? Ternyata, Hyoseo yang

pergi diam-diam dan selalu mematikan handphonenya saat bertemu denganku

melakukannya karena Mr Park menentang? Dadaku sesak seketika. Hatiku

tercabik dan remuk. Rasanya sungguh jauh lebih sakit daripada tadi, saat

aku dipukul Kyu bertubi-tubi. Lebih baik mati dipukul daripada mati

rasa seperti ini. Omo! Apa yang harus kulakukan?

Sepulang dari mall tempat aku dipukuli, aku benar-benar stress. Aku

putuskan untuk minum Soju untuk menghilangkan rasa stresku ini. Mungkin

aku terlalu banyak minum, hingga akhirnya aku mabuk sampai larut malam.

Setelah aku rasa cukup, aku pun pulang dengan jalan terhuyung sambil

menyanyi-nyanyi gaje seperti orang sinting. Dan saat dijalan, beberapa

orang bertubuh kekar menghadangku.

Mereka memukuliku, menyerang, dan mengeroyokku yang tak berdaya ini.

Tubuhku serasa semakin hancur. Memar semakin menghiasi tubuhku. Luka pun

bertambah dimana-mana. Tapi hatiku terasa lebih pedih. Perasaanku

seakan terhempas dari langit yang ke-9. Aku tahu! Aku tahu siapa

dalangnya. Aku tahu! Mr Park lah, orangnya. Dia pasti yang menyuruh

orang-orang itu untuk menghajarku lagi. Atau mungkin malah menghabisiku.

Bukan maksudku menuduh. Tapi, siapa lagi kalau bukan dia? Siapa?

Kyuhyun? Bahkan ia kini anak buah Mr Park. Omona! Kyu, ingatkah kau

tentang persahabatan kita dulu?

Paginya, aku masih terbaring di ranjangku. Dengan pakaian yang masih

kukenakan semalam. Aku tak sempat ganti pakaian atau bahkan mandi.

Badanku masih dipenuhi luka dan memar. Kejadian kemarin sungguh sulit

terlupa. Bahkan, kau boleh percaya ataupun tidak. Semalam aku memimpikan

hal itu. Mr Park, Hyoseo, Kyuhyun. Aish! Mungkin, ini memang suatu

pertanda bahwa aku harus berhenti.

Tapi, saat aku meneguhkan hati dan memantapkan tekadku… ia datang.

Aku bangkit dari ranjang dan merapikan ranjangku. Tiba-tiba bel pintu

berbunyi. Aish! Jangan sampai suruhannya Mr Park lagi. Aku muak.

Aigoo! Betapa terkejutnya diriku mendapati Hyoseo berdiri tegak

dihadapanku. Dengan wajahnya yang pucat pasi, matanya yang sembab, dan

dandanan yang berantakan. Ia masih mengenakan pakaian tidurnya. Aku rasa

ia kabur dari rumah.

Hyoseo meminta maaf padaku. Ia menjelaskan semuanya. Dari sorot

matanya ia seakan berharap aku bisa mengerti. Ia memohon padaku untuk

tidak meninggalkannya. Ia bilang, ia masih mencintaiku. Dan aku rasakan

ada ketulusan saat ia mengatakannya. Aku, aku benar-benar tidak tega.

Aku tidak tega melihatnya memelas. Aku tidak sampai hati melihatnya yang

begitu menyedihkan. Hingga akhirnya aku turuti kemauannya. Kami

backstreet.

—Flashback end—

***

Kejadian itu, terekam jelas diotakku. Kejadian itu,

selalu kuingat walaupun aku sudah berusaha sekeras mungkin melupakannya.

Tapi, kejadian itu selalu melumpuhkan niatku untuk menahanmu. Kejadian

itu, selalu mengurungkan niatku untuk menjagamu dengan tanganku.

Kenyataan yang menamparku adalah aku tak bisa melindungi orang yang aku

sayangi dengan tanganku sendiri.

–Hyuk Jae – POV end–

***

–Hyoseo – POV–

Aku berlari pulang sembari menangis pilu. Hyuk, kenapa kau tak

menahanku? Aku benar-benar akan pergi. Pergi jauh. Tapi, kenapa kau

biarkan aku pergi? Waeyo!

Langkahku terhenti begitu saja saat kudapati pintu gerbang rumah

terbuka lebar. Mataku terbelalak kaget mendapati Appa yang sedang duduk

di kursi teras sambil memandangi handphonenya cemas. Hingga akhirnya ia

mendongak dan menatapku yang berdiri kaku di dekat gerbang. Spontan aku

berbalik hendak kabur.

“ Hyoseo-ah! Come here!!” bentak Appa dengan suara lantangnya.

Aigoo! Aku harus bagaimana? Ottokhae? Aku galau.

” Hyoseo-ah! Appa bilang kemari!” bentak Appa mulai kesal.

” Ne,” aku pun menurut sebelum terlambat. Sebelum Appa

meledak-ledak. Aku mendekat dengan langkah ragu-ragu.

” Dari mana saja kau ini, Heh?! Tidur dimana kau semalam?

Bisa-bisanya mini market tutup tapi kau tak pulang?” Appa marah-marah.

Aku hanya bisa terdiam membisu.

” Kau ini mau jadi apa? Heh! Bukankah sudah Appa konfirmasi kalau

hari ini kau akan berangkat ke Jerman?! Jangan-jangan kau mau kabur,

ya?”

Mwo? Apakah tuduhan itu tidak salah? Kabur? Aku rasa akan jadi benar

kalau tadi Eunhyuk menahanku. Kalau tadi Eunhyuk memintaku untuk tetap

tinggal. Tapi… Omona! Aku lupa! Aku lupa memberi tahunya kalau aku akan

ke Jerman. Aish! Ottokhae? Hyuk-ie… Mianhae…

” A-aniyo,” jawabku getir.

” Lalu? Tadi malam kau kemana! Jangan bilang kau menginap dirumah

cunguk sialan itu (*baca=Eunhyuk). Kau berani menentang Appa?!” nada

suara Appa mulai meninggi.

Aigoo… Apakah sebentar lagi aku akan digampar? Dipukul? Ditendang?

Atau diusir?

” Aniyo. Aku kerumah Sulli!” elakku.

” Mworago? Sulli? Kau mau bohong pada Appa! Appa tadi malam sudah

telpon dia. Katanya kau tidak ada. Kau pikir Appa pabo?”

” Mwo? Jinja? Aku semalam kerumah Sulli. Tapi karena aku mengetuk

pintu tak dibuka-bukakan aku ke rumah Yoora,” dustaku panjang lebar.

” Yoora?? Siapa lagi itu? Bukankah Appa punya semua nomor telpon

teman-temanmu? Siapa itu Yoora? Kenapa Appa tidak tahu?” Appa

mengintrogasiku dengan penuh tanya.

” Aish! Memangnya temanku hanya Sulli? Yoora itu adik kelasku. Aku

lumayan dekat dengannya. Sudah lah, Appa! Aku lelah,” karangku semakin

menjadi-jadi.

Mianhae, Hyuk. Aku harus meminjam nama dongsaengmu untuk beralasan.

Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi. Apalagi tadi aku sedang

terpojok. Tapi, nama dongsaengmu telah menyelamatkanku. Gomawo.

Aku pun melangkah masuk sambil memegangi kepalaku. Berakting seolah

pusing, itu cara ampuh agar Appa tidak membahasnya lagi. Aku kerap

melakukan itu, dan selalu berhasil.

***

Aku kemasi semua barang-barangku ke dalam kopor. Baju-bajuku,

beberapa buku penting, dan barang-barang yang aku rasa harus aku bawa.

Sebelum menutup kopor, kupandangi sebuah foto yang aku rasa akan

menjadi sebuah kenangan. Tak akan kulupa, sosok di foto itu. Sosok yang

selalu jadi permata dihatiku. Sosok yang selalu ada di benakku.

Selamanya…

Tau kah, aku Hyuk? Belum sampai sehari, aku sudah merindukanmu.

Apakah kau juga sedang memikirkanku sekarang? Atau kau sudah

melupakanku? Secepat itu kah?

” Hyoseo-ah!! Ppali! Nanti ketinggalan pesawat!” suara Appa

memanggilku.

” Ne,” pekikku menjawab Appa.

Tak terasa air mataku telah menetes sedari tadi. Cepat-cepat kuusap

dan kumasukkan foto Hyuk ke saku jaketku. Aku pun menutup resleting

kopor dan mengangkatnya dari ranjang. Kutarik pegangannya dan menariknya

keluar kamar.

– Hyo Seo – POV end –

***

– Hyuk Jae – POV –

Aku masih terdiam dari posisiku. Mie yang tadinya kubuat untuk Hyoseo

kini sudah dingin ditanganku. Masih terbayang saat-saat itu. Tapi, aku

benar-benar ingin bersamanya. Ya! Ini bukan salahku, atau salah Hyoseo.

Ini bukan salah siapapun. Ini hanya nasib. Tapi, nasib bisa diubah

bukan? Bukankah nasib bisa berubah jika manusia mau berusaha? Yak! Aku

akan merubahnya. Sekarang. Walaupun aku harus dipukuli hingga aku

sekarat. Walaupun aku akan dicaci maki hingga habis kesabaranku.

Walaupun cinta terlarang ini ditentang. Bagaimana pun juga ini cinta.

Cinta butuh pengorbanan untuk mencapainya.

Hyoseo, aku akan menjemputmu. Kita akan pergi berdua. Hanya berdua.

Aku tak peduli Appamu akan mebunuhku. Aku tak peduli Eomma dan Appaku

akan berkomentar apa. Bahkan aku tak peduli jika Appamu akan benar-benar

membunuhku. Aku tak peduli sama sekali. Aku hanya peduli kau. Cinta

kita. Hati kita. Dan aku harap kau memilih jalan yang sama denganku.

Aku bangkit. Menaruh mangkuk mie di meja belajarku dan berburu-buru

membuka lemari. Kuambil sebuah kemeja putih dan mengenakannya. Berkaca

sesaat dan ngacir dari kamarku.

Ku kunci pintu rumah, dan buru-buru berlari. Mungkinkah ia masih

dijalan? Mungkinkah dia belum masuk pekarangan rumah? Sehingga aku bisa

membawanya kabur? Aku berlari sekuat tenagaku dan secepat aku bisa.

Sempat aku menabrak beberapa orang dan menyebrang jalan tanpa aturan.

Bahkan nyaris nyawaku hilang tertabrak mobil. Tapi, ini tak seberapa

dengan harapan aku bisa membawamu pergi Hyoseo. Kita akan hidup bersama.

Berdua. Tanpa kekangan, tanpa larangan.

” Hey! Namja gila! Mau mati, kau?!” umpat pengemudi mobil yang kini

menghentikan mobilnya.

Suara anjing menggonggong itu tak kuhiraukan. Aku terus berlari.

Saat aku sudah hampir sampai rumahmu, kira-kira 1 km lagi, ada sebuah

mobil sedan hitam berjalan berlawanan arah denganku. Sepintas aku

melihat Mr Park dari kaca depan. Dan aku melihatmu, Hyoseo! Kau dijok

belakang sedang memandang keluar jendela. Tapi, sayangnya kau duduk

disisi yang berjauhan dari tempatku. Jadi kau tak melihatku. Aigoo!

Apakah aku terlambat, Hyoseo?

Aku pun mengerem lariku mendadak.  Hampir saja aku terjungkal

karenanya. Nafasku terengah. Aku benar-benar tak menduga kau akan pergi.

Kau akan pergi kemana Hyoseo, sayang?  Kenapa tiba-tiba?

” Hyoseo-ah!!!” teriakku memanggilnya.

Mobil semakin menjauh dari pandanganku. Mataku panas. Dadaku sesak.

Hatiku seakan tertusuk pisau tajam. Diantara nafasku yang

terengah-engah, aku menangis. Sakit. Waeyo Hyoseo-ah? Waeyo? Kau

benar-benar meninggalkanku? Kenapa kau lakukan itu? Waeyo!!

” Hyoseo-ah!!!” teriakku sambil berlari mengejar mobil itu.

Aku berlari. Berlari sekuat tenaga dan secepat aku bisa. Langkahku

semakin kupaksa daripada sebelumnya. Walaupun nafasku berat sudah, dan

perut samping kananku terasa perih. Aku tetap harus mengejarmu, Hyo.

Harus! Maafkan, Hyo. Aku terlambat. Dan disisa waktu yang terus menjepit

ini aku tak boleh terlambat lagi. Aku tak mau kehilanganmu.

Aku berlari mengejar mobil sedan hitam itu dengan linangan air mata

di pipiku. Mobil yang membawa Hyoseo pergi. Dan aku punya firasat tak

enak tentang itu. Hyoseo, apkah kau akan pergi meninggalkanku selamanya?

Atau kau hanya pergi sebentar?

Mobil sedan itu pun menghilang di sebuah tikungan. Aku semakin

memaksakan langkahku. Tak kupedulikan aku berlari di tengah jalan.

” Hyoseo-ah!!!!” teriakku masih berusaha memanggilmu, Hyo.

Apakah kau dengar, Hyo? Apakah kau tak mendengar suaraku? Bahkan

tidak hanya dilisan aku berteriak. Hatiku ikut menjerit takut

kehilanganmu.

BRAAAAAAAAKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tepat di tikungan, kurasakan tubuhku terhempas. Aku terlempar dan

tersungkur ke aspal. Sempat kulihat samar-samar mobil sedan hitam yang

membawamu pergi dari bawah mobil yang telah menabrakku.

” Hy-Hyoseo…” gumamku sebelum semuanya gelap.

***

Perlahan kubuka kelopak mataku yang terasa berat ini.

Cahaya lampu neon menusuk mataku yang sayup ini.

“ Hyuk Oppa? Kau sudah sadar?” terdengar suara Yoora samar-samar.

“ Hy-hyoseo?” gumamku setengah sadar.

Pikiranku masih terpusat padamu, ayahmu, mobil sedan hitam yang

membawamu, rencana busukku untuk mengajakmu kabur. Tapi aku terlambat!

“ Oppa! Berhenti memanggilnya! Dia tidak ada disini!” suara Yoora

tampak sengit.

“ Hy-hyoseo… Hyo…” aku masih memanggil-manggil namamu. Kejadian tadi,

masih berputar-putar dikepalaku yang terasa pening ini. Aku kalah

telak. Aku kalah dari waktu, ayahmu, dan mungkin itu takdir. Haish! Aku

benci takdir.

“ Oppa! Dia tidak akan datang! Diam lah, Oppa! Dia tidak disini, dan

tidak akan pernah disini.”

“ Hyo… Hyoseo…” aku masih menggumam-gumam tak jelas.

Benarkah kau tidak disini? Aku memutar mataku memandangi seluruh

penjuru kamar inap ini dengan sayu. Berharap kau ada disini. Mungkinkah

kau disudut? Ataukah kau sedang bersembunyi? Aniyo, itu tidak mungkin.

Aku rasa sebelum kau masuk, Yoora pasti akan mengusirmu dulu. Yah, aku

tahu kalau dia sangat membencimu. Entah kenapa. Tapi, benarkah perkataan

Yoora itu? Kau tidak akan menemuiku? Tidak akan menjengukku yang

terbaring lemah ini? Tak akan menanyakan kabarku yang sangat tidak baik

ini? Aku harap kau datang. Aku sangat mengharap itu.

Tapi, bagaimana jika kau benar-benar pergi? Apakah Appamu itu akan

membawamu pergi dariku? Kenapa rencanaku harus gagal karena waktu?

Kenapa impianku gagal hanya karena mobil sialan itu menabrakku? Waeyo?

“ Oppa! Kau harus terima kenyataan kalau Hyoseo bukanlah untukmu!”

Aigoo… dongsaengku, Yoora… kenapa kata-katamu bisa sepedas itu?

Belajar dari mana kau? Apakah Appa yang mengajarimu? Atau Eomma?

Impossible. Mereka tidak punya waktu untuk mengajarimu berbicara pedas

seperti itu. Pernahkah aku mengajarimu berucap seperti itu? Tidak

pernah! Tapi, kenapa kau melontarkan perkataan yang begitu menusuk ulu

hatiku itu? Kenapa harus kau ucapkan untukku?

“ Hyo…” aku masih bersikukuh memanggilmu. Dengan air mata yang

mengalir pelan turun dari ekor mata hingga menetes dibantal. Hatiku pilu

mengingat semua tentangmu. Benarkah itu takdir?

–Hyuk Jae POV _ end–

***

–Hyo Seo POV–

Selama di perjalanan aku hanya bisa tertegun memandangi jendela

dengan perasaan galau. Tapi, aku rasa perasaan galau itu percuma. Ini

sudah terlambat untuk memikirkan jalan keluar. Jalan keluar sudah

tertutup, bahkan terkunci rapat. Hyuk, kenapa kau tak mencegahku? Waeyo?

“ Ayo turun!”

Aku tersentak kaget. Sudah sampai bandara rupanya. Aku pun menghela

nafasku dan turun dari mobil. Appa sudah membuka bagasi dan menurunkan

koperku. Perlahan dengan langkah ragu-ragu aku memasuki bandara.

“ Sekolahlah yang sungguh-sungguh. Appa akan mempertimbangkan kau

tinggal di Korea jika prestasimu bagus.”

Mataku terbelalak, senyum mulai terkembang disudut bibirku. “

Jinja?!” pekikku girang. Appa hanya mengangguk pelan sambil tersenyum

penuh arti.

“ Gomapta, Appa!!! Saranghae,” pekikku sumringah sembari memeluk

Appa.

“ Ne, cepat berangkat!” ucap Appa sambil menepuk bahuku pelan.

“ Ne. Arra!” kataku bersemangat. Aku pun berlari ke salah satu pintu

yang dijaga petugas bandara dengan semangat 45. Aigoo! Eomma, ternyata

suamimu baik juga.

***

“ Permisi?” kudengar suara seorang namja. Dan tampaknya ia berbicara

denganku. Aku pun menoleh berpaling dari jendela pesawat.

“ Hyoseo-ssi?” tanya namja itu ramah.

“ Ne? Maaf, siapa ya?” tanyaku bingung. Aku benar-benar tidak kenal

namja yang ada disebelahku ini. Bahkan aku melihatnya saja baru kali

ini.

“ Lee Sungmin imnida.” ucapnya sambil menyodorkan tangannya mengajak

berjabat tangan. Dengan sedikit ragu, aku ladeni dia. “ Hyoseo mau

kemana?”

“ Mwo? Ah… aku mau ke Jerman,” ucapku berusaha seramah-ramahnya. Ia

tersenyum dengan senyum mesumnya */plak!*.

“ Ne? Waw, kita sama dong. Hyoseo mau ngapain ke Jerman?” tanyanya

sok akrab.

Omo! Lama-lama aku bergidik juga. Apa maksud namja ini sok kenal sok

dekat begitu??

“ Err.. aku akan melanjutkan studyku disana. Aku akan sekolah di

salah satu SMA di Jerman,” jelasku.

“ Jinja? Aku juga. Wah! Aku rasa ini takdir. Semoga kita bisa satu

sekolah,” kata namja yang bernama Sungmin itu dengan senyum terkembang

dibibirnya.

Mwo? Takdir? Huih, kenal aja nggak. Tapi, aku jadi penasaran. Kenapa

dia bisa tahu aku?

“ Permisi,” panggilku saat Sungmin hendak membuka sebuah majalah.

“ Apakah… aku pernah…pernah mengenalmu?” tanyaku dengan hati-hati.

“ Mwo? Ah… aku rasa tidak.”

“ Jadi?” tanyaku masih penasaran.

“ Jadi apa?” pandangannya kini tertuju pada lembaran majalah

dihadapannya.

“ Kenapa kau bisa mengenalku?” tanyaku heran.

“ Mianhae… itu privacy,” jawab Sungmin singkat. Kini aku merasa

kacang. Aku pun menatapnya sambil komat-kamit tak jelas. Dalam hati aku

mengutuki namja di sampingku ini. Tadinya sok akrab, sekarang cuek

bebek. -.-

***

Aku turun dari pesawat dengan perasaan lega. Setelah mengambil

barangku, aku pun keluar bandara dan mencari taksi.

“ Hyoseo-ssi!” suara seorang namja yang sepertinya pernah aku dengar.

Aku menoleh dan kudapati Sungmin, orang aneh yang duduk disebelahku

dipesawat tadi. Mau apa dia? Aish!

“ Hyoseo-ssi sedang apa?” tanyanya dengan wajah innocentnya yang

mesum */plak*.

“ Menunggu taksi,” jawabku ketus. Terus terang aku mulai risih.

“ Oh… Aku juga.”

Siapa yang tanya?! Batinku geram.

Saat ada taksi lewat, aku pun melambai-lambaikan tanganku. Dan tepat

didepanku taksi itu berhenti. Kaca jendela perlahan bergerak turun dan

kulihat supir taksi dengan kumis lebat menghiasi wajahnya dan mengenakan

seragam dinasnya tersenyum. Tapi senyumnya tampak samar-samar, karena

bibirnya tertutup kumisnya yang subur itu.

“ Can you deliver me?” aku membungkuk untuk melihat ke dalam taksi.

“ Where you’ll going?” tanyanya masih beramah-tamah.

Aku pun menyodorkan secarik kertas pada supir berkumis lebat itu.

“ Okey. I’ll deliver you.” jawabnya mantap. Aku pun tersenyum

sekilas. Supir itu turun dari mobil dan membawakan koperku ke bagasi.

Sedangkan aku langsung masuk ke jok belakang taksi.

Setelah supir taksi itu masuk kembali ke jok pengemudi, aku

tersentak. Aku merasakan ada yang duduk disampingku. Awalnya aku tak

tahu karena aku sedang sibuk menghidupkan handphoneku.

“ Yak!!! Omo! Mau apa kau?!” bentakku dengan perasaan kaget

berkecambuk dibenakku.

“ Mwo? Mau naik taksi,” ucapnya dengan tampang sok polos.

“ Tapi kan, ini taksiku!” kataku geram.

“ Ah… jangan ngaku-ngaku kau! Ini taksi milik Ahjussi itu,” bantah

Sungmin sambil tersenyum. “ Come on, Sir!” Sungmin menepuk bahu supir

itu dan alhasil taksi ini jalan.

Aku kembali mengutuki namja ini dibenakku. Aigoo! Dosa apa aku?

Bisa-bisanya bertemu namja aneh ini.

***

@Jerman, 7 Juni 2016

Naasnya diriku. Ternyata kos-kosanku dengan namja aneh itu

berdekatan. Bahkan kami satu SMA. Haish! Aku benar-benar sial. Setiap

hari Sungmin selalu menggangguku. Setiap pagi ia selalu menungguku di

ambang pintu. Setiap pulang ia selalu mencariku. Setiap makan siang, ia

selalu menjejeriku makan. Setiap istirahat dia selalu ke kelasku. Setiap

hari libur ia pasti berkunjung ke kosku. Entah itu ngasih makanan lah,

ngasih minuman lah, ngasih hadiah lah. -.- memangnya siapa dia? Namja

chinguku? Oh, tidak bisa! Eunhyuk, lah namja chinguku.

Ngomong-ngomong tentangnya, aku benar-benar merindukannya. Walaupun

baru seminggu aku meninggalkan Korea. Tapi serasa sudah setahun.

“ Hyoseo-ah! Kenapa kau melamun?”

Aku tersentak kaget dan langsung menoleh. Aish! Sungmin sudah berdiri

diambang pintu kamarku. Apa-apaan dia?

“ Yak! Kenapa tidak mengetuk pintu dulu?” tegurku kesal.

“ Kenapa harus mengetuk? Pintunya tidak ditutup?” tanya Sungmin

sambil menghampiriku yang terduduk di tepi ranjang.

“ Ah… terserah, lah…” jawabku tak acuh. Aku palingkan wajahku dan

berbaring di ranjangku.

Breepp… Tiba-tiba kurasakan ada seseorang yang naik ke ranjangku ini.

“ Ah… paling namja aneh itu hanya duduk,” batinku.

Breeeeppp… Breeep… Breeep…

Omona! Kenapa perasaanku tidak enak? Sesaat kemudian kurasakan ada

yang mengelus kakiku. Spontan aku langsung berbalik dan menatap Sungmin

yang melakukan hal aneh itu.

“ Yak! Mau apa kau?!” bentakku sembari menarik kakiku dan terduduk.

“ Errr… Hyoseo… ada yang ingin aku katakan padamu,” ucapnya sambil

mendekatiku.

Terus terang aku bergidik. Aku pun menggeser posisi dudukku untuk

menghindarinya. Aku mundur… mundur… hingga mentok ke sudut tembok. Yak!

Aku menyesal. Kenapa ranjangku terletak disudut ruangan?

“ Mwo! Jangan dekat-dekat! Yak!!” pekikku ngeri sambil berusaha

menghindar. Walaupun sebetulnya tak mungkin. Karena posisiku yang

benar-benar sudah terpojok. Kututupi kedua mataku dengan telapak

tanganku.

“ Hyoseo… saranghae…” ucap Sungmin lirih. Dia mengecup keningku

perlahan.

“ Mwo?” tanyaku sambil mengintip dari celah-celah jariku.

Sungmin pun menarik tanganku hingga terlepas dari wajahku.

Digenggamnya tangan mungilku dengan erat. Matanya menatapku. Sorotan

matanya sejuk. Seakan ada hasrat untuk menjadi pelindung disana. Tapi…

aku tetap takut dan aku tetap hanya akan mencintai Eunhyuk seorang.

“ Aku bersungguh-sungguh. Kau tahu? Kenapa aku bisa mengenalmu

sebelum kau mengenalku?” aku hanya menggeleng pelan. “ Karna aku telah

memendam perasaan ini. Jauh sebelum kita bertemu.”

“ Ta-tapi aku sudah punya namja!” elakku sambil menarik tanganku dari

genggamannya perlahan. Tapi dengan sigap ia menarik tanganku dan

menggenggamnya lebih erat.

“ Arraso! Arra! Kau kira aku tidak tahu? Lee Hyuk Jae! Benar, kan?”

kata Sungmin berapi-api. Aku hanya terdiam membisu. “ Aku tahu! Aku tahu

semua. Aku tahu, kau selalu diam-diam jalan dengannya. Dan sepertinya

Appamu tidak suka dengan hubungan kalian.”

“ Yak! Tahu dari mana kau, Heh?” tanyaku dengan nada nyolot.

“ Aku pernah melihat Hyukjae dipukuli oleh geromolan orang. Dan aku

sempat menguping mereka. Hyukjae berteriak-teriak menyebut-nyebut namamu

dan mengumpat-ngumpat. Ia juga menyebut-nyebut Park Ahjussi. Aku rasa

saat itu ia sedang mabuk. Dan aku pernah melihat Mr Park tertidur di

teras rumahmu saat kau sedang pergi dengan Hyukjae malam itu,” jelas

Sungmin panjang lebar.

“ Tapi, bagaimana bisa kau tahu semuanya?!” tanyaku heran.

“ Rumahku kan, tepat berhadapan dengan rumahmu. Apakah kau tidak tahu

itu?” tanya Sungmin masih menggenggam tanganku.

“ Aniyo,” jawabku sambil menggeleng-geleng kepalaku.

“ Yak! Pantas saja kau tak mengenalku. Aku selalu mengamatimu. Kau

tahu itu, kan?” aku kembali menggeleng. “ Aish! Terserah lah!”

“ Okey,” jawabku sambil melepaskan genggamannya.

“ Yak. Changkaman!” pekik Sungmin histeris.

“ Mwoya?” tanyaku bingung.

“ Kenapa bibirmu begitu pucat?” tanyanya sambil mengelus bibir

bawahku pelan.

“ Jinjayo?” tanyaku sambil memegangi bibirku.

“ Changkaman, ada sesuatu disana.” Sungmin memegangi tengkukku. Ia

mencondongkan wajahnya lebih dekat ke wajahku. Jempolnya mengusap bibir

bawahku perlahan. Sedangkan aku hanya bisa diam kaku.

Deeg, deg, deg! Jantungku berdegup kencang. Apa-apaan ini?

“ Ternyata bukan apa-apa. Kau kekurangan vitamin C,” ucap Sungmin

masih stay pada rutinitas meraba-raba bibirku yang kering dan agak

pecah-pecah dengan jempolnya. “ Biar aku sembuhkan.”

Tiba-tiba Sungmin semakin mendekatkan wajahnya. Dan… yak! Bibirnya

menyentuh bibirku. Apa-apaan ini? Beraninya dia popo aku.

“ Yak!!” pekikku sambil mendorongnya.

Bibir Sungmin berhasil terlepas. Tapi, Sungmin kembali menciumku

tanpa menggubris tatapan sinisku. Tak lupa ia mendekapku erat agar aku

tidak memberontak. Lidahnya menjilati bibirku yang masih mengatup rapat.

Aku meronta. Berusaha mendorongnya lagi. Tapi Sungmin memelukku terlalu

erat.

Tiba-tiba…. Omona! Perutku! Kenapa ini? Tiba-tiba aku merasa mual.

“ Sungmin!” panggilku sambil meronta. Aish! Usahaku untuk

memanggilnya malah dimanfaatkan Sungmin untuk memasukkan lidahnya

kemulutku. Kini tangan kanannya tak hanya diam. Tangan kanannya sibuk

meremas-remas payudaraku yang terbungkus kaos.

“ Oh… ugh… Sungmin…” desahku saat menerima servicenya. Aku masih

berusaha memanggilnya. Aigoo… aku semakin tak tahan. Aku benar-benar

mual dan ingin muntah. Sedangkan Sungmin semakin memperkasar remasannya.

Ia melumat bibirku dengan nafsunya yang memburu. Tampak dari nafas yang

keluar dari hidungnya yang bisa kurasakan diwajahku.

“ Sung… oh… Umin! Ugh.. Chang… oh…ka… agh.. man! Agh…” aku masih

berusaha memanggilnya walaupun terbata karena desahan. Ternyata

ciumannya telah beralih keleherku dan membuatku kegelian. Tangannya

masih aktif.

“ Umin!” teriakku sambil mendorongnya. Sukses! Ia terjengkang dan

jatuh dari ranjang karena doronganku yang begitu keras.

“ Huuuuuueek!!!! Hooooeeek!” aku pun muntah di samping ranjang. Weks!

Aku sendiri jijik melihat muntahanku. Sebenarnya aku muntah tidak hanya

sekali. Hari-hari sebelumnya pun aku sering muntah. Aigoo.. aku rasa

aku masuk angin.

“ Hoooooooekkk!” aku masih muntah-muntah.

“ Aigoo! Gwencana, Hyo-ah?” tanya Sungmin khawatir. Tangannya

mengelus-elus punggungku.

“ Hooooeeekkk!” aku tak menjawab pertanyaannya yang sudah jelas

jawabannya “I’m not okay!” dan masih sibuk pada aktifitas muntahku *?*.

Setelah puas mintah *?*, Sungmin pun menatapiku dengan khawatir. “

Kau sakit?” tanyanya. Aku hanya diam tak menjawab pertanyaannya. Aku pun

mengusap-usap bibirku.

“ Ayo kita periksa,” ucap Sungmin lalu tanpa basa-basi menarikku.

***

Dirumah sakit…….

“ Bagaimana keadaannya, dok?” tanya Sungmin khawatir. Hyoseo sudah

duduk disebelahnya.

“ Kalian berpacaran?” tanya dokter itu penuh selidik.

“ A.. a-an…” perkataan Hyoseo terpotong.

“ Ne. Memangnya kenapa, dok?” Sungmin memotong perkataan Hyoseo.

Hyoseo melirik sinis padanya.

“ Kalian belum menikah?” dokter itu masih mengintrogasi.

“ Belum. Memangnya kenapa sih, dok?” tanya Sungmin penasaran.

Sedangkan Hyoseo hanya menatapi dokter itu dengan penuh tanya.

“ Yeojamu hamil!”

“ Mwo?! Hyoseo hamil?!” pekik Sungmin kaget setengah mati.

-THE END-

Fc Populer: