I Dont Care You Hurt Me, Cho Kyuhyun And Ryu Liji

0

Author : Flyingkiss88

Tittle : I Dont Care You Hurt Me

Category : Oneshoot,  NC21 , Sad

Cast : Cho Kyuhyun, Ryu Liji

Other Cast : Cho Ahra, Oh Sehun

 

Np : Author saranin denger lagu melow yaw. Kayak Suju- she’s gone, KRY- coangulation

 

Hai semua nya aku baru kali ini ngirim FF ke blog ini, aku sangat berterimakasih karena kakak-kakak admin disini mau ngepost FF abal-abal aku. Aku memang masih baru buat FF ini. Bahkan ini FF pertama di Blog ini 😀 wp ku juga masih kosong gara-gara masih baru hehehe. Aku bakal usaha semaksimal mungkin membuat FF ini menarik dan kalian tunggu-tunggu. Makasih semuanya. Kak admin dan readers semuanya 😀 . silahkan membaca.

 

                                                                 

                                                                 ***

 

            “ayo kita menikah” mata elang yang mengintimidasi itu terus saja menatap lawan bicaranya dengan tajam. Perasaan marah disetiap untaian katanya terdengar jelas ditelanga wanita dengan tinggi 156 cm itu. Tubuhnya bergetar setiap tekanan menusuk dikedua lengan kecilnya. Pria dengan segala kekuasaanya selalu seperti ini, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya terdiam menunggu apa lagi yang akan dilakukan pria yang ada dihadapannya kini pada dirinya. “kenapa kau diam? Bukankah untuk ini kau datang? Lalu apa lagi yang kau tunggu RYU LIJI

 

 

Liji mendonggakkan kepalanya, dia memang sangat rendah dimata pria ini. Dia tidak mengelak jika ini yang dia inginkan menikah dan memiliki pria yang ada dihadapannya. Tetapi, demi tuhan bukan karena hal lain dia menginginkan pria ini. Dia mencintainya, sungguh mencintainya.

 

 

            “Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan” Cho Kyuhyun, pria itu tersenyum sinis kembali menatap Liji dan mengeratkan cengkraman tangan nya.

            “jadi sekarang kau bahkan menghasut nuna untuk menyukaimu?” Liji menggeleng keras. Tidak, dia tidak pernah melakukan hal seperti itu. “nuna sekarang kau meneriaki ku? “ tanya Kyuhyun. “kau hebat” ucap Kyuhyun sembari menghepaskan tubuh Liji.

            “hentikan Cho Kyuhyun, kau tidak tahu apa yang sudah Liji lakukan untukmu”

            “yang dia lakukan untukku adalah menghancurkan hidupku, menangis dihadapanku dan menjadi parasit didalam kehidupan ku nuna. Tidak kah kau fikir? Kenapa dia bisa sangat mudah masuk kedalam rumah ini dengan tampang seperti itu. Dan kini, appa memintaku menikahi perempuan ini? Ini konyol!!!”

 

 

Tubuh Liji bergetar ketakutan, dia sudah biasa menghadapi Kyuhyun dengan amarah yang selalu meluap-luap jika melihat nya. Tetapi, dia bergetar karena mendengar semua penuturan kata yang keluar dari bibir pria itu. Menyakitkan.

 

 

            “K…Kyuhyun-ah” Liji menggepalkan kedua tangannya dan menatap Kyuhyun dengan kedua mata yang sangat gatal ingin mengeluarkan air mata. “kenapa kau selalu berfikir aku akan merebut seluruh harta dan kekayaan mu” Kyuhyun tersenyum sinis dan berjalan mendekati tubuh Liji.

            “karena… kau datang dengan tiba-tiba, apa yang kau fikirkan jika seseorang datang dan diterima dengan sukarela oleh keluargamu? Itu sangat aneh bukan? Lagipula, dengan tampangmu yang seperti ini kau lebih cocok ditempat yang beridentik gelap dan hiburan. Benarkan?” Liji membulatkan matanya dan mendorong keras tubuh Kyuhyun.

            “aku tidak seperti itu” 

            “lalu seperti apa? Menjual tubuhmu untuk mendapatkan uang dan hidup bersamaku begitu”

 

 

PLAK

 

 

            “cukup Kyuhyun kau sangat keterlaluan sekarang” Kyuhyun meraba permukaan pipi nya yang sedikit terasa nyeri karena tamparan Ahra. Bagus, sekarang emosi Kyuhyun sudah meluap-luap keluar kepalanya.

            “eonni geumanhae” Liji menahan tangan Ahra yang bersiap menarik baju Kyuhyun. “Kyuhyun aku tidak peduli apa yang kau fikirkan tentang ku. Tapi, semua yang kau fikirkan itu salah, aku tidak memanfaatkanmu atau pun keluarga mu, ttetapi ini murni karena keberuntunganku” Liji menarik Ahra agar mengikutinya keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan.

 

***

 

 

“hei..lepas kan aku dulu..” Cho Ahra memberontak dan melepaskan tangan Liji yang terus menariknya. Sakit? Tentu saja. “apa yang kau lakukan, aku masih ingin mencakar wajahnya yang menyebalkan itu” ucap Ahra sembari mengusap pergelangan tangannya.

 

 

Ahra memegang pundak Liji dan membalik tubuh Liji kehadapannya. Dia terkejut saat melihat setetes air mata diwajah wanita kecil itu. Ucapan Kyuhyun memang sudah sangat keterlaluan, sangat jarang jika melihat Liji menangis selain dia benar-benar merasa sakit. Bahkan saat kedua orang tuanya meninggal dia hanya diam menatap nisan yang sudah menguburkan kedua orang tuanya.

 

 

“maafkan Kyuhyun eoh, aku tahu dia sangat keterlaluan. Tetapi.. “ Ahra memegang pundak Liji dan memeluknya erat.

“aku hanya lelah eonni” ujar Liji. Ahra menggeleng keras dan teringat buku harian yang tidak sengaja dia temukan di dalam laci kamar Liji.

 

Hari ini banyak yang aku alami, bertemu pria paruh baya yang sangat mirip dengan appa. Apa dia malaikat baru yang dihadiahkan tuhan untukku? Aku tidak percaya jika dia akan sangat percaya padaku setelah appa melakukan kesalahan padanya. Tetapi, pria itu dia memintaku agar bersamanya. Pulang dan menjadi keluarga nya. Apa aku harus menerimanya?

 

Ahra memejamkan matanya saat mengingat untaian kata yang tertulis di dalam buku harian milik Liji. Setelah kejadian tadi siang Liji bergegas memasuki kamar dan tertidur.

 

Aku menerimanya setelah mendengar jika appa akan menjodohkanku dengan anaknya Cho Kyuhyun, tetapi apa ni baik untukku? Bisakah pria itu menerima ini dan apa yang akan difikirkan semua orang pada diriku?

 

Aku memasuki rumah besar ini banyak pelayan yang membungkuk di hadapanku. Aku merasa risih karena aku lebih tak memiliki apapun saat ini. Yang kulihat pertama kali adalah wanita paruh baya dan wanita dengan wajah cantik. Aku yakin itu adalah anak perempuan dari Cho ahjussi, tetapi ada yang aneh. Aku tidak bodoh untuk menyadari tatapan risih dimata wania itu. Aku yakin dia merasa terganggu. Tentu saja dia merasa terganggu bodoh, kau adalah anak dari seorang koruptor yang meninggal karena melarikan diri. Tentu saja dia akan benci padamu.

 

 

Aku menatap pria yang ada dihadapanku dengan tangan yang dingin tentu saja. Saat itu dia menatapku seperti melihat penjahat yang baru saja dia tangkap. Tatapan nya persis seperti Ahra eonni. Dia pasti sangat membenciku, apa ini akan berjalan baik jika aku benar-benar akan menikah dengannya?.

 

Satu-satunya yang aku fikirkan saat ini adalah bagaimana cara membalas segala kebaikan Cho ahjussi. Dia membutuhkan bantuan ku dan aku pasti akan bersedia. Aku sudah memikirkan dengan matang akan menyerahkan sisi sumsum tulang belakangku padanya. Aku sudah berfikir jika aku mati ini akan menjadi lebih baik. Aku akan bertemu appa dan eomma.

 

Saat aku terbangun satu-satu nya yang kulihat adalah Cho ahjumma yang menggenggam tanganku lembut,sungguh aku teringat dengan eomma yang selalu menepuk punggung tanganku dengan kasih sayangnya. Dan saat aku sadari jika Cho ahjussi sudah tiada aku hanya terdiam dan mentap kosong kedepan. Apa yang kufikirkan selama ini selalu bertolak belakang, kenapa bukan aku?

 

 

Ahra mengusap wajahnya dan memejamkan mata, dia sangat menyesal karena sudah pernah melakukan hal bodoh pada Liji.

 

 

***

 

 

Liji terbangun karena mendengar ponsel nya berdering keras. Dahi nya mengerut setelah melihat yang menghubunginya adalah Kyuhyun. Jemarinya menggeser layar dan menempelkannya pada telinga.

 

“yobseo”

“ahh maaf mengganggu, apa anda wanita pengganggu di ponsel pria ini?” Liji terdiam, wanita pengganggu? Jadi selama ini itu yang difikirkan Kyuhyun tentangnya.

“nde. Ada apa?”

“pemilik ponsel ini mabuk berat, apa anda bisa menghubungi keluarganya atau datang kesini untuk menjemputnya kami akan tutup sebentar lagi. Ah jangan lupa tip pria ini sangat besar”

“nde” Liji memutuskan sambungan dan berjalan mengambil mantel dipojok kamar.

 

 

Dia memutuskan untuk berjalan kaki, dia sangat takut jika harus gendarai mobil seorang diri. Dia trauma dengan apa yang dialami kedua orang tuanya.

 

 

Liji adalah wanita terbodoh yang pernah ada, dia akan melakukan apapun demi Kyuhyun. Mengintai dan memahami setiap sifat Kyuhyun, dia sudah sangat hapal dengan lokasi pub yang didatangi Kyuhyun. Dan bodoh rela menjemput seorang Kyuhyun pada jam sepagi ini. Tetapi, ini akan tetap dia lakukan sampai hatinya benar-benar lelah dan menyerah.

 

 

Kakinya terayun memasuki ruangan gelap yang tidak pernah dia masuki, bau alkohol dan bau yang sangat aneh menyapa penciumannya. Dia pasti akan bereaksi berlebihan jika masuk kedalam tempat yang bernama pub ini.

 

 

“dimana tempat pria yang bernama Cho Kyuhyun” tanya Liji pada seorang wanita. Wanita itu menatap Liji dari ujung kepala sampai ujung kaki. Liji menyadari itu, jika dilihat wanita ini memaikai pakaian yang sangat minim tiga senti dibawah pangkal paha. Itu sangat mngerikan, apa tidak kedinginan?.

“kau siapa?” tanya wanita itu penuh selidik. Liji menhebmbuskan nafasnya dan mengeratkan mantel miliknya.

“pembantu” Wanita itu tersenyum mengejek dan berjalan melewati Liji.

“ikuti aku”

 

 

Liji menghembuskan nafasnya, melihat Kyuhyun yang terkapar dengan dua kancing baju yang terbuka. Liji mendekatinya dan menutup kancing baju milik Kyuhyun. Bau menyengat alkohol tercium dan membuat kepala Liji berdenyut keras. Dia membencinya.

 

 

Dia sangat bodoh untuk membawa Kyuhyun dengan tubuhnya yang kecil, dia tidak akan sanggup dan akan kelelahan jika sampai dirumah.

 

 

“aku sangat bodoh” gumam Liji. Liji merangkul Kyuhyun dan menahan berat tubuh yang sangat membebani tubuhnya. “jika kau tau aku yang membantumu apa yang akan kau lakukan padaku eoh?” Liji kembali menyeret tubuhnya agar bergerak lebih cepat agar sampai kerumah dengan tertatih.

 

Tubuhnya terasa sangat dingin, dan lebih parahnya kepala yang berdenyut karena mencium aroma tubuh Kyuhyun yang sangat menyengat.jarak rumah dan pub memang tidak terlalu jauh, tetapi jika samil memapah pria dengan tubuh besar seperti ini dia juga akan pingsan kelelahan.

 

 

Liji telah sampai didepan gerbang, tubuhnya semakin letih karena Kyuhyun yang terus saja bergerak didalam tidurnya, dia merasa risih dengan tangan Kyuhyun yang terus bergerliya di bagian perut nya. Tetapi dia bisa apa, jika dia melepaskan pegannya bisa saja mereka berdua jatuh dan itu sangat melelahkan.

 

“astaga bagaimana caraku menaiki tangga itu” Liji memandang lelah tangga yang menuju kamar Kyuhyun dihadapannya. Dia menggelengkan kepalanya, dia tidak akan kuat memapah Kyuhyun sampai keatas. “tidak ada cara lain” Liji memutar tubuhnya untuk memasuki kamarnya yang ada disamping dapur. Dirumah ini memang ada tiga kamar, dua kamar atas milik Kyuhyun dan Ahra, satu kamar bawah milik Liji. Itupun jika Ahra menginap disini.

 

BRUK.

 

Liji membaringkan Kyuhyun yang masih terkulai lemah. Dia akan berencana membiarkan Kyuhyun ditempat tidur dan dia akan tidur disofa. Liji menutup pintu dan mendekati Kyuhyun dengan posisi tidur yang sangat tidak mengenakkan.

 

 

Tangannya terulur mengusap wajah Kyuhyun yang sangat kusut malam ini.

 

 

“tidak kah kau sadar kalau aku mencintaimu?” ujar Liji. Liji membenarkan posisi Kyuhyun dan membuka jas milik Kyuhyun. Tangan nya tertahan karena Kyuhyun menggenggam erat pergelangan tangannya, matanya terbuka perlahan dengan diiringi seringai licik diwajahnya.

“apa yang kau lakukan” ujar Kyuhyun serak. Liji memundurkan tubuhnya dan mencoba melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

“a..aku lepas Kyuhyun” Liji menghentak-hentak kan tangannya agar terlepas namun percuma, genggaman tangan Kyuhyun semakin mengerat.

 

BRUK..

 

SET..

 

Kyuhyun membalik posisi tubuh dengan Kyuhyun yang ada diatas Liji. Kyuhyun memijit pelipisnya pelan dan menatap kedua bola mata Liji dengan intens.

 

 

“K..Kyuhyun-ah lepas kan aku..” suara bergetar Liji membuat Kyuhyun semakin tersenyum, dai akan mendapatkan mainan baru.

“aku tanya apa yang kau lakukan padaku” Liji menggelengkan kepalanya dan tetap memukul dada Kyuhyun dengan keras. Kyuhyun menahan tangan Liji dan mendekatkan wajahnya.

“jika kau terus berontak ini akan terasa menyakitkan” Liji membatu mendengar penuturan Kyuhyun.

“apa yang akan kau lakukan padaku” ujar Liji kalut.

“tutup mulut mu dan rasakan saja” Kyuhyun mengambil dasi yang ada didalam mantel nya dan menutup mulut Liji dengan erat.

“ehhmm..emm” Kyuhyun mendekatkan telunjuknya kearah bibir Liji dan menekannya.

“diamlah, jika tidak..” Kyuhyun menurunkan jarinya kearah dada Liji dengan pelan, menelusuri perut dan sampai pada pusat milik Liji. “bisa saja aku memasukkan nya” Liji terdiam, air matanya sudah menetes sejak tadi. Dia merasa seperti pelacur yang disewa sekarang.  “aku ingin melakukan ini sejak lama, dan ini kesempatan yang bagus” jemari Kyuhyun sudah bergerak memutar diarea sensitif milik Liji sekarang. Perasaan aneh menerpanya, dia sangat ingin meneriaki Kyuhyun sekarang.

 

 

Kyuhyun melepas kaos milik Liji cepat, dia sudah tidak ada waktu ntuk berlama-lama. Kepalanya juga sangat berdenyut melihat Liji yang memerah dengan keadaan berantakan seperti ini. Kyuhyun pun membenamkan bibirnya pada bibir Liji yang masih terikat. Menggigit daun bibirnya dengan keadaan bibir tertutup cukup menggairahkan. Bibir manis itu membengkak setelah ciuman hebat milik Kyuhyun.

 

“aku akan melepaskannya jika kau diam” Liji mengangguk pelan, bibirnya sudah sangat sakit karena ikatan. Dan setelah terlepas Kyuhyun menyeringai melihat Liji mengambil nafas dengan sedikit erangan karena tangan nya masih saja mengerjai milik Liji.

“tolong hentikan Kyuhyun” air matanya terus turun membasahi wajahnya. Dia sangat terhina sekarang, cukup mencium, dan melakukan sesuatu dengan jarinnya. Jangan lebih.

“sudah kukatakan ini waktu yang pas untukku” Kyuhun menarik celana Liji dengan seakli hentakan. Keinginan menelanjangi Liji sangat besar dalam benak Kyuhyun sekarang. Liji menutup dada dan vaginanya dengan kedua tangan nya. Pikirannya sudah sangat kalut melihat tubuhnya sudah naked dihadapan Kyuhyun.

 

***

 

 

Kyuhyun membenamkan wajahnya dicekukan leher Liji dan menghirum feromon wanita itu. Manis, tubuh kecil dengan rambut panjang. Kombinasi yang pas. Tangannya sudah mengerayangi seluruh tubuh Liji diiringi dengan desahan tertahan dari sang empunya.

 

 

“jika kau menahannya aku akan menembusmu dengan kuat, kelaurkan dan nikmati ini arraseo” Liji menggigit bibirnya saat Kyuhyun kembali membenamkan bibirnya pada dada sintal miliknya. Tidak kecil, namun pas. Bibir yang menghisap puting susu nya dengan kuat dan jemari tangan yang bersiap masuk kedalam liang milik Liji.

“renggangkan kakimu” ujar Kyuhyun, Liji menurutinya dengan membuka pahanya lebih lebar agar memudahkan Kyuhyun bekerja.

 

 

Liji mengerenyit kesakitan saat kedua jemari Kyuhyun menerobos masuk kedalam vagina miliknya. Dan tanpa jeda sedikitpun Kyuhyun menarik ulur jemarinya dengan cepat.

 

 

“aaaghhh sakiit euughh..” erang Liji, Kyuhyun mempercepat kocokannya setelah merasakan vagina Liji yang menyempit. “aagghh Kyu..hyunn oohhh” Kyuhyun semakin bersemangat mendengar Liji yang terus mendesah karena ulahnya. Bibirnya terarah menuju leher Liji dan menghisapnya kuat.. “ooooohhhhh” Liji mencapai pelapasannya, nafasnya terengah dengan sebagian keluar dari bibirnya.

“bukankah itu sangat luar biasa?” ujar Kyuhyun, bibirnya mengarah pada sisi telinga Liji dan mebisikkan “milikmu sangat sempit”  Liji membulatkan matanya, wajahnya memerah mendengar ucapan Kyuhyun yang sangat frontal.

“Kyu ini rumah, pergilah.. jangan lakukan ini” lirih Liji. Kyuhyun tersenyum miring.

“tentu saja ini rumah Liji-ya, dan rumah ini hanya ada kita bertiga. Ini masih cukup malam untuk nuna bangun”

“jangan lakukan ini jika kau membenciku”  Kyuhyun menyentuhkan bibirnya pada bibir Liji dan berbicara diatas nya.

“karena aku membencimu aku melakukan ini” Kyuhyun membenamkan bibirnya dan melumat bibir Liji dengan kasar, tangannya tertuntun membawa juniornya kedalam vagina Liji yang masih basah karena cairan orgasme pertamanya.

“aarrgg sa…kit” ujar Liji. Kyuhyun tetap berusaha memasukkan miliknya pada vagina Liji dengan dorongan yang lumayan keras.

“aku akan langsung menghentakkannya agar tidak sakit” Liji menggeleng, dia tidak ingin melakukan ini.

“andwe.. jangan lakukan ini. Berhenti..” Kyuhyun menarik juniornya keluar dan menghentakkannya dengan keras.

“aaaarrrrrrgggggghhhh appo… “ pekik Liji. Kyuhyun spontan menutup bibir Liji dengan tangan nya dan menatap tajam Wanita yang kini di dalam kurungannya.

 

 

Kyuhyun tidak peduli dengan air mata yang terus mengalir diwajah Liji, dia terus saja memborbardir tubuh Liji dengan hentakan-hentakan yang membuat kepalanya pening. Ujung penisnya mencapai rahim milik wanita ini dengan sempurna. Desahan erotis milik Liji yang terus membangkitkan gairah Kyuhyun membuat nya terus terhentak keatas kebawah mengikuti alur kecepatan Kyuhyun. Sesekali Liji mengetatkan vaginanya karena gatal dan disambut dengan erangan Kyuhyun.

 

“oooohh ahhh” dia sudah sangat lelah mendesah namun dia tidak bisa menahannya, sensasi nikmat yang dia rasakan mengalahkan semuanya “eerrrgggghhhh aaahhhh” Liji kembali mendapati oragasme nya, namun Kyuhyun tetap melanjutkan pekerjaanya semakin cepat otot-otot vagina yang menjepit penisnya membuat Kyuhyun menggila dan menginginkan lebih. Liji yang bahkan sudah pasrah dan lemas dengan tidakannya memilih mengikuti alur meskipun dia sudah lelah dengan erangan nikmat yang keluar dari bibirnya sendiri.

 

Penis Kyuhyun membesar dan siap menembakkan berjuta sperma kedalam rahim Liji. Tangan yang semakin bergeliya didada Liji dan bibir yang membuat kissmark dilehernya. Sudah cukup untuk membuat Liji lemas.

 

“jah..ngan di …dalam..eeeghhhh” Kyuhyun tak peduli dan tetap melanjutkan aktifitasnya menusuk dalam-dalam vagina Liji dengan penis yang semakin membengkak.

“ANDWE..!!!” pekik Liji

“aaargggggggggghhhhhh” Kyuhyun menimpa tubuh Liji dan melumat kembali bibir manis itu. Liji melepaskan pagutan bibir mereka dan mentap tajam mata Kyuhyun.

“le..pas sesak” Kyuhyun melepas juniornya dan berbaring disamping Liji. “wae? Kenapa kau mengeluarkannya didalam” lirih Liji, Kyuhyun mengambil selimut dan memakaikannya pada Liji dan tubuhnya sendiri.

“bukankah ini harga yang setimpal untuk kau masuk kedalam keluarga ini?” Liji menekan dadanya sakit. Dia cukup rendah karena sudah terkurung telanjang di hadapan Kyuhyun, dan sekarang….

 

 

Liji melempar kain yang dipakaikan Kyuhyun padanya dan mencoba bangkit dari tempat tidur.

 

BRUK..

 

“eegghh” Liji meringis karena selangkangannya terasa sangat nyeri. Bahkan kaki nya masih sangat lemas karena pergulatan panasnya bersama Kyuhyun.ditambah karena membopong tubuh beratnya.

“perlu bantuan” Kyuhyun menjulurkan tangannya. Liji mendonggak dan menatap Kyuhyun yang sudah memasang kembali celana miliknya.

 

 

Liji menggeleng dan mencoba bangun kembali namun percuma tubuhnya bahkan sangat lemas untuk memakai pakaian. Air matanya kembali merebak setelkah mengingat dia bukan lagi wanita perawan. Dai sudah menghancurkan harapan appa nya.

 

 

Kyuhyun yang melihat Liji yang hanya menunduk tanpa sehelai benangpun menunduk dan mengangkat tubuh Liji.

 

“dingin” lirih Liji sembari memejam kan matanya.

“kenapa tubuhmu panas” ujar Kyuhyun, dia cukup panik karena tubuh Liji yang panas dalam gendongannya. “Liji-ya” pangil Kyuhyun, namun wanita itu sudah tak sadar kan diri didalam pelukan Kyuhyun. “ini gila hanya satu ronde dan dia panas” gumam Kyuhyun. Kyuhyun kembali memasangkan pakaian Liji dan mengompres keningnya dengan telaten. “seharusnya aku bisa istirahat”

 

***

 

Liji membuka matany perlahan, masih sangat berat untuk bangun. Dia mencoba bangun dan meringis sakit pada selangkangannya. Liji menoleh pada meja dan mendapat surat disana.

 

 

Oles ini pada vagina mu

 

 

Liji terdiam dan mengambil salep yang ada dimeja. Dai membuka celananya dan mengoleskan pada vagina perih miliknya. Dia bisa melihat darah yang ada dikasurnya. Cukup menyakitkan setelah sadar tak ada seorang pun didalam kamarnya. Apa yang kau harapkan eoh?

 

 

Liji keluar dari kamar dengan baju terusan panjang miliknya, dia juga menggunakan syal untuk menutupi kissmark yang dibuat Kyuhyun. Matanya menuju dapur, dia berjalan menuju dapur dengan tertatih. Sudah kebiasaannya untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang ada dirumah ini. Memasak, mencuci, dan hal yang paling inti sekarang dia harus mengurusnya.

 

“eerrmmm” Liji menutup mulunya untuk menahan erangannya. Ini sangat menyakitkan. Namun dia bisa apa, dia tidak mungkin tertidur seharian.

“berhentilah bekerja, istirahatlah” suara Kyuhyun menghentikan pekerjaan Liji, dia membalik tubuhnya dan melihat Kyuhyun yang masih acak-acakan.

“apa pedulimu” Liji kembali mengerjakan tugasnya yang tertunda memotong daun seledri. Kyuhyun mendekat kearah belakang tubuh Liji. Kyuhyun memasukkan tangannya pada celana dalam Liji dan merasakan vagin milik Liji.

“sudah kau oleskan”

“berhentilah bersikap seperti ini” lirih Liji, Kyuhyun mengulurkan tangannya merasakan dahi Liji.

“kau bahkan masih panas. Kembalilah kekamar”

“tidak” Liji membalik tubuhnya dan menumpukan tangannya pada meja dibelakangnya. Tubuhnya masih lemas dan kepala berdenyut ini mengusiknya. Liji kembali membalik tubuhnya untuk melanjutkan pekerjaannya. Jarinya memotong daun seledri pelan, pandangan matanya sekarang berkunang dan siap untuk jatuh..

“aahh” Liji melepaskan pisau dan menarik jarinya. Darah. Liji terjatuh dan menatap langit-langit yang semakin gelap.

 

Kyuhyun berlari mendekat kearah Liji yang sudah tidak sadar kan diri di lantai dapur. Dia benar-benar wanita bodoh. Kyuhyun pun mengangkat tubuh Liji masuk kedalam kamarnya. Kyuhyun tau dia sangat salah melakukan hal itu, tetapi setiap melihat wanita ini dia selalu saja kehilangan akal. Benci karena sudah rela menyerah kan sumsum tulang belakannya pada appanya dan gila karena melihat wanita ini hanya menangis karenanya. Dia harus apa sekarang.

 

 

Kyuhyun kembali mengganti kompresan yang ada didahi wanita itu. Dia memang cukup gila karena membenci wanita ini, padahal tidak ada yang salah dengannya. Rasa kantuk sudah mulai menyapa Kyuhyun, matanya serasa tertimpa sesuatu beban yang siap menutup matanya.

 

 

***

 

Liji kembali bangun dengan menatap langit-langit, dia menatap sekitar nya dan mendapati Kyuhyun yang ada disampingnya.

 

 

“aku tidak mungkin bisa melihatmu lagi. Aku terlalu kotor, aku lelah” lirih Liji.

 

 

Liji bangun dengan pelan dan menyelimuti Kyuhyun, dia berjalan mendekati lemari dan membukanya. Liji memasukkan beberapa helai pakaian dan mengambil beberapa lembar won untuknya. Dan mendekati Kyuhyun dan meletakkan surat yang sudah ditulisnya jauh hari jika dia melakukan ini. Dan pesan yang akan dia kirimkan nanti.

 

 

NIGHT

 

Kyuhyun membuka matanya setelah tertidur cukup lama, dia terheran melihat tempat tidur yang kosong dan selimut yang ada ditubuhnya. Kyuhyun memutar kepalanya dan melihat secarik kertas yang ada di meja.

 

Kyuhyun mengambi kertas itu dan membukanya.

 

Dear Cho family ~

 

Annyeonghaseyo…

Siapapun yang membaca surat ini aku ingin berterima kasih dan meminta maaf. Aku tahu didalam hati kalian ada setitik rasa benci untukku. Tetapi, aku tetap akan tersenyum pada kalian.

 

Saat pertama kali aku bertemu Cho ahjussi aku sangat senang. Kenapa, aku melihat appa didalam dirinya. Aku bisa merasakan kasih sayang appa pada dirinya. Dia baik padaku dan aku sangat ingin membalas budinya pada keluarga ini. Mungkin aku hanya bisa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah. Tetapi aku berusaha agar tidak merepotkan kalian. Setelah Cho ahjussi meninggal tentu aku sedih. Tapi apa aku bisa menangis atau sekedar menitikkan air mata? Tentu tidak, aku bahkan bukan siapa-siapa didalam keluarga ini. Dan saat wasiat Cho ahjussi yang meminta ku untuk menikah dengan Kyuhyun aku hanya diam, aku tidak bisa menolak karena balas budi. Tetap disisi lain aku bisa melihat Kyuhyun sangat membenciku. Aku hanya diam, akrena itu yang bisa kulakukan.

 

Aku sangat bodoh karena sebanyak apapun aku mencoba membenci dan menolak aku akan tetap patuh padanya. Karena aku mencintainya. Aku mencintainya bukan seperti yang dia fikirkan, setiap kata-kata yang dia keluarkan adalah belati beracun untuk hatiku. Tetapi lagi-lagi aku hanya bisa diam dan menangis membelakanginya. Aku hanya menangis untuknya.

 

Gomawo Cho ahjumma karena sudah mencintaiku dan Ahra eonni yang mau menerimaku. Aku tidak tahu apa yang membuatmu melakukan ini tetapi aku sangat berterima kasih karena selama ini kau selalu melindungiku, aku meminta maaf karena sudah membuat kalian tidak nyaman.

 

Semoga kita bertem kembali.

 

                                                                                                                                    Ryu Liji.

 

 

 

Kyuhyun mengusap wajahnya dan meremas surat itu geram. Wanita bodoh dan gila.

 

TIT..

 

Kyuhyun menoleh pada ponselnya dan melihat pesan dari Liji. Dia buru-buru membukanya dan mengerang kesal karena dia sangat menyesal dan marah. Dia marah karena sudah melakukan hal bodoh itu kemarin.

 

 

Kau sudah bangun? Cho Kyuhyun….

Rasanya aku sudah lama mengenalmu tetapi aku tidak pernah melihat senyuman manis di wajahmu sau kalipun.

Apa kau sangat membenci ku sampai kau melakukan itu? Aku tidak bisa melakukan apapun sekarang. Semua yang kau katakan itu benar. Anggap saja itu adalah bayaran untuk bisa merasakan kasih sayang dari keluargamu. Apa aku mengecewakanmu karena meninggalkanmu dan tidak bisa melayanimu lagi? Aku lebih kecewa karena meninggalkan kebaikan kalian. Jangan fikirkan apapun anggap saja tidak pernah terjadi. Aku tahu kau orang yang hangat. Kau selalu merawatku jika sakit dan itu sudah terjadi tiga kali. Kali pertama kau merawat ku adalah saat setelah operasi. Aku melihat tatapan lain dimatamu. Karena itu aku mencintaimu. Seperti katamu aku lebih tepat ditempat gelap dan hiburan. Aku akan kembali.

Namun.

Aku takut…

Apa yang akan terja padaku dihari kedepannya. Aku takut mereka merendahkanku kembali. Aku takut tidak ada seseorang di sampingku. Kau pasti mengerti, kau adalah Kyuhyun yang pintar bukan?

Aku meninggalkan semua nya. Saat pertama kali aku datang aku hanya membawa beberapa helai pakaian dan uang tiga ribu won. Aku hanya membawa itu. Terimakasih Kyuhyun. Meskipun lebih banyak tangisan disampingmu aku tetap mencintaimu. Maaf karena aku mencintaimu maaf.

 

 

***

 

 

Mobil sedan hitam membelah jalanan dengan kecepatan diatas rata-rata . Yang dia fikirkan adalah dimana Ryu Liji. Dia bahkan masih sakit.

 

“kenapa wanita itu selalu membuat masalah. Kenapa wanita itu meninggalkan surat menyakitkan. Kenapa wanita itu memanggil namaku. Wae!!wae!!” pekik Kyuhyun sembari membanting setir. Dai benci jika saat seperti ini, tidak melihat Liji dalam jarak pandangnya. Dia terlalu bodoh untuk mengakuinya.

 

TIT…

 

 

Kyuhyun mengangkat panggilan dari Ahra dengan cepat.

 

 

“Nuna, apa sudah ketemu”  tanya Kyuhyun.

“apa yang kau fikirkan Kyuhyun, kenapa dia bisa pergi dari rumah dan meninggalkan surat itu. Kau harus mencarinya”

“aku tahu, kau harus membantuku”  Kyuhyun meremas setir dengan keras, setitik air mata jatuh dipipinya . dia tik bisa membayangkan hal itu terjadi “aku tidak ingin dia kembali kesana nuna” lirih Kyuhyun.

“dia tidak akan kesana Kyuhyun-ah”

“BAGAIMANA TIDAK, dia hanya membawa sedikit uang dan dia akan mati kelaparan jika tidak memakan apapun. Dia hari ini juga belum makan dan dia sakit” bentak Kyuhyun.

“itu yang membuatnya lari Kyuhyun, kau selalu berfikir negatif tentangnya. Apa kau fikir dulu dia ingin menginjak tempat itu. Dia dijual Kyuhyun. DIJUAL. Dan appa membelinya untuk menjadi keluarga. Aku tidak mengerti, dia menderita selama ini” suara isakan Ahra terdengar ditelinga Kyuhyun.

“kumatikan” ujar Kyuhyun datar.

 

 

Kyuhyun menyenderkan kepalanya pada kemudi dan memejamkan matanya.

 

 

“aku bahkan tidak tahu siapa dia, aku bahkan tidak tahu dimana dia tinggal” lirih Kyuhyun. “maafkan aku”

 

 

***

 

 

Liji mengangka wajahnya keatas. Salju lembut yang mengenai wajahnya emmbuatnya tersenyum. Dia ingin menjadi salju. Berterbangan kemanapun yang dia inginkan bebas. Tetapi setelah jatuh tetap digapai dan mendapat senyum. Nasib salju bahkan lebih beruntung dari pada dirinya. Sangat lucu.

 

 

Belum ada satu rencana pun yang ada didalam otaknya. Dia harus kemana? Dan bagaimana dia bisa hidup untuk kedepannya. Dia nya akan diam disini sampai seseorang menghampirinya ini gila,

 

 

“chogi” Liji menoleh dan tersenyum lembut, wajah pucatnya lebih mengerikan dari pada putih salju sekarang.

“kenapa kau disini,saljunya sangat lebat”

“bisa kau membantuku” lirih Liji.

“nde?”

“aku kedinginan” pria itu mengulurkan tangannya dan tersenyum membentuk bulan sabit menghangatkan.

“Oh Sehun”

“Ryu Liji, aku akan melakukan pekerjaan rumah untukmu tetapi tolong beri aku tumpangan untk sementara”

“ikut aku”

 

 

Aku banhkan tidak peduli sekarang ditangan siapa dan apa dia akan seperti kalian. Aku akan mengikutinya dan melakukan hal yang pernah kulakukan saat bersama kalian. Apa ini akan menjadi baik jika aku tetap disana dan mati kedinginan. Tidak akan, karena aku akan datang dengan senyuman diwajahku.

 

 

                                                            ***

 

 

Liji membuka matanya dengan perlahan. Sinar mentari yang menembus celah-celah jendela nya seperti surai keemasan yang sangat indah. Tangannya terulur menggapai cahaya yang mengenai sebagian wajah putih nya dengan sedikit tersenyum.

 

 

 

Ini hari ketiga dia bekerja di Cofee Shop milik Oh Sehun. Sehun adalah pria baik hati yang mengijinkannya untuk tinggal di apartemen kecil miliknya, sejujurnya dia agaks edikit takut pada Sehun karena perawakan yang agak dingin di wajahnya. Namun, setelah mengenal Sehun dia cukup yakin pria itu bukan pria jahat. Terbukti saat malam Sehun membawa nya keapartemen miliknya, pria itu merawat Liji yang masih merasakan sakit pada tubuhnya.

 

 

“Seharusnya kau tetap dirumah Liji-ya” lihatlah betapa cerewet nya pria ini. Padahal mereka baru saja saling mengenal tiga hari lalu.

“aku sudah cukup sehat, berhentilah mengomel” dumel Liji. Dia kesal karena pria ini terus saja over khawatir padanya. Memang jika dia mengingat masalah dan wajah Kyuhyun dia akan mendadak pusing. Entahlah, apa dia trauma. Sangat lucu jika itu terjadi.

“aku tidak mengomel, aku memperhatikanmu, aissh kau tidak tahu betapa susahnya mengurusmu saat sakit”

“arra arra…” Liji melenggos meninggalkan Sehun yang masih mengomel tak jelas karena tidak di perdulikan.

“yak…yak..!!”

 

 

Liji mengusap permukaan piring dengan telaten ini bahkan sudah menjadi kebiasaan nya sejak dulu.

 

ketika kamu mulai menjadi bosan padaku
apa beban itu yang aku berikan padamu
untukmu, tidak lagi mengatakan apa-apa
aku telah menjadi tidak mampu bertanya sekarang
tanpa mengeluh seperti biasanya
masih tersenyum yang senyuman sopan
hilang kesedihan yang telah berlalu oleh matamu
aku minta maaf, itu pelupa kebodohan di pihakku
cintaku

ketika aku melihatmu dengan punggungmu berpaling padaku
waktu cinta dengan jelas diambil
sekarang aku dapat melihatnya juga
seperti sebuah persiapan waktu
aku melihatnya datang
aku tidak tahu kamu seperti bagian dari diriku
jika aku dapat memutar semua kembali
tidak, jika kamu akan tersenyum padaku hanya sekali lagi
oleh diriku, aku tidak mampu memegang hatimu
Karena kesombongan bodoh, aku minta maaf
cintaku

ketika aku lihat pada betapa kamu menjadi dingin
Pemisahan menyebar dalam hal ini
Sekarang aku tahu tidak ada yang perlu dilakukan
Atas nama cinta
dengan perlahan seperti mengubah warnanya
cinta yang meninggalkanku
aku tidak tahu Aku sudah mulai dengan

bahkan kata2 permintaan maaf
meskipun  Aku sama maaf karena hal ini
apa dapat seseorang menyukaiku
katkan dan bagaimana dapatkah aku mengatakannya
seperti aku tidak dapat bernafas, aku pusing
Di dalam waktu yang hilang
meskipun aku berkeliaran dengan cepat
hanya sesuatu yg dapat aku lakukan sekarang
itu yang tidak dapat aku lakukan

ketika aku melihatmu dengan punggungmu berpaling padaku
waktu cinta dengan jelas diambil
sekarang aku dapat melihatnya juga
seperti sebuah persiapan waktu
aku melihatnya datang
aku tidak tahu kamu seperti bagian dari diriku

 

 

Liji kembali mengingat nyanyian yang Kyuhyun lantunkan. Suara yang pertama kali menyentuh hatinya, setiap bait yang menyakitkan membuatnya kadang menitikkan air mata kala mengingatnya. Apa dia salah jika mencintai seorang pria?.

 

 

“aku tidak pernah seperti ini sebelumnya” lirih Liji, dia meletakkan piring yang dilapnya dan menutup mulutnya. Dia takut, takut akan ada sesuatu didalam dirinya dihari kedepan. Dia takut jika Sehun akan mengetahui semuanya dan mengusirnya. Dia harus bagaimana. “hiks.. aku bahkan hanya berani menatapmu dari belakang. Kyuhyun-ah bogosipho”

“Ryu Liji” Liji menoleh kebelakang dan menatap pria yang ada dihadapannya dalam diam, ini sudah kesekian kalinya dia menangis dihadapan Sehun. “uljima” Sehun bergerak mendekat kearah Liji dan mendekapnya erat.

“aku tidak menangis .. hiks.. hiks..” Liji menyandarkan kepalanya pada dada tegap milik Sehun dan menangis untuk kesekian kalinya. Apa dia masih akan mendapatkan pelukan hangat jika Sehun tahu segalanya.

“aku tidak tahu apa yang membuat mu menangis tetapi bisakah kau tetap tersenyum dihadapanku” ujar Sehun

“aku..aku..”

 

***

 

 

Suasana rumah keluarga Cho sangat mencekam. Kyuhyun yang semakin hari lebih mengerikan semenjak kepergian Liji. Dia tidak ada hentinya mencari Liji kemana pun yang bisa dia singgahi.

 

 

“kau butuh istirahat Kyuhyun-ah” bujuk Ahra. dia mengelus pelan pundak Kyuhyun yang bergetar, dia sudah tidak tahan dengan semua ini Liji harus kembali dan menenangkan Kyuhyun. Tetapi tidak ada seorang pun tahu dimana wanita itu pergi.

“aku tidak bisa. Fikiranku terus padanya. Aku bersalah padanya” Kyuhyun memegang kepalanya yang terasa berdenyut sekarang. Dia merasa sangat bersalah pada Liji.

“aku sudah bertanya padamu apa yang kau lakukan padanya” Kyuhyun diam dan menggeleng, dia tidak bisa menjawabnya tidan akan bisa. “apa kau…”

 

 

Ahra mengatur nafasnya setelah memukul seluruh tubuh Kyuhyun dengan tangannya sendiri. Dia tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Liji saat ini. Sangat menyakitkan harus pergi setelah diperkosa oleh Kyuhyun.

 

 

“mianhe” lirih Kyuhyun. Ahra mendelik dan memijit kepalanya pelan.

“simpan maaf mu untuk Liji, cari dia. Kau tidak akan tahu seperti apa perasaannya sekarang. Apa yang kau fikirkan saat itu bodoh” Kyuhyun bangkit dari duduk nya dan mengambil jas didalam lemari.

“aku pergi”

 

 

***

 

 

Sudah kesekian kalinya Kyuhyun datang kesini dan menghabiskan malam melelahkan untuknya. Dia kembali menegak minumannya dan mengerang saat merasakan pahitnya alkohol masuk kedalam tenggorokannya.

 

 

“aku berharap kau akan menjemputku lagi” racau Kyuhyun. “heh jangan bodoh Kyuhyun dia pasti sangat takut padamu bahkan dia melarikan diri kan?” Kyuhyun kembali mengoceh tak jelas. Orang-orang disekitar Kyuhyun hanya menatap aneh dirinya yang sangat kacau.

 

 

Kyuhyun berjalan keluar dari pub, tubuh sempoyongannya manatap datar jalanan yang sangat sepi malam ini. Dia sudah sangat frustasi mencari Liji yang tidak bisa ditemukannya. Nomor yang sudah tidak aktif dan tabungan yang ditinggalkan. Dia sama sekali tidak bisa melacak dimana wanita itu sekarang.

 

 

Matanya menerawang kedepan dan membulat setelah melihat siluet Liji yang sedang menunggu antrian membeli tteobokki di jalanan. Langkah nya semakin cepat bahkan dia berlari untuk menggapai tubuh Liji.

 

 

GREP

 

 

Liji sedikit terhuyung karena hentaman keras pada tubuhnya. Dia meraba punggung pria yang saat ini memeluknya. Dia merasa hangat saat ini, ada perasaan rindu dan bau ini. Liji melepaskan pelukan dan menatap pria yang tiba-tiba saja memeluknya.

 

 

“K…Kyuhyun-ah” tubuh Liji bergetar kala melihat wajah Kyuhyun, kaki nya otomatis bergerak mundur mencoba lari. Namun tangan kekar Kyuhyun sudah lebih dulu memegang lengannya. “le..lepas kan aku Kyu” lirih Liji.

“kembalilah Liji”

“aku tidak bisa” ujar Liji sembari menggelengkan kepalanya. “tidak” gumam Liji lagi.

“wae..”

“aku tidak bisa, tidak kau lihat. Aku sangat kotor.. aku sudah tidak pantas keluarga mu, aku tidak akan kembali kesana. Tidak tidak. Menjauh Kyuhyun” tubuhnya semakin bergetar kala Kyuhyun semakin mendekat kearah nya. Dia takut, takut Kyuhyun akan menyakitinya lagi.

“aku tidak bisa melepaskanmu, kau tidak tahu sudah berapa lama aku mencari mu”

“jangan mencariku Kyuhyun-ah jebal” Kyuhyun menarik Liji agar mengikutinya menuju rumah, tak peduli seberapa banyak Liji berontak tetapi tetap saja dia terperangkap bersama Kyuhyun.

“tidak bisakah kau diam, atau kau ingin rekaman kita tersebar dimana-mana” Liji membatu. Apa maksud dari perkataan Kyuhyun.

“apa maksudmu” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan mendekat kan wajahnya pada wajah Liji dan tersenyum sinis.

“kau lupa rumah ku sangat banya CCTV” Liji membulatkan matanya dan memukul dada Kyuhyun keras.

“apa kau bilang, jangan gila Cho Kyuhyun” Kyuhyun tersenyum dan menarik kembali Liji yang masih saja memberontak di genggamannya.

 

 

***

 

 

Disini lah Liji sekarang tersekap didalam kamar, Kyuhyun tidak memperbolehkannya keluar bahkan untuk memasak seperti dulu. Pria itu akan datang saat sarapan, jam makan siang dan makan malam. Lebih parahnya lagi Kyuhyun akan tidur bersamanya setiap malam. Perintah yang di ucapkan Kyuhyun dua jam lalu berngiang dikepalanya.

 

 

“tidur bersama” gumam Liji, tubuhnya akan seperti ini jika memikirkan hal itu. Dia takut hal itu akan terjadi kembali. Liji melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dia semakin takut saat jam makan siang Kyuhyun datang kembali.

 

 

CKLEK

 

“Liji-ya”

“eonni” Liji menegak kan tubuhnya dan berjalan mendekat kearah pintu. “eonni.. jebal lepaskan aku. Jebal” lirih Liji. Liji memeluk erat tubuh Ahra dengan sangat ketakutan.

“mianhe, Kyuhyun akan kembali gila jika kau kembali hilang. Jebal tetaplah disini sampai dia tenang heumm. Maaf jika aku egois Liji-ya” Liji menggeleng, air matanya sudah merebak keluar setelah memikirkan jika dia pergi video laknat itu akan tersebar.

“aku takut eonni..” lirih Liji.

“saat nya kau makan” Liji melepaskan pelukannya dan mundur kearah tempat tidur. “bisa kau keluar nuna” pinta Kyuhyun.

 

 

Kyuhyun menatap Liji yang hanya menatap piring makanan yang dibawanya. Dia sudah sangat jengah dengan sikap Liji yang terus saja meminta pergi darinya.

 

 

“cepat habiskan. Aku tidak ingin kau sakit” Liji menatap Kyuhyun dan menjauhkan piring dari hadapannya.

“aku lebih memilih mati dari pada seperti ini. Aku sudah mengecewakan appa dan eomma, jadi tidak ada lagi alasanku untuk hidup”

“berhentilah bersikap seperti ini”

“aku? Aku bersikap seperti apa?” Liji membaringkan tubuhnya dan menarik selimut “aku mau tidur, bisakah kau pergi. Aku terlalu takut untuk tidur jika kau masih ada disini”

“jujur aku masih sangat menginginkanmu, tapi aku hanya akan melihatmu” Liji mengencangkan pegannya pada selimut. Dia berusaha menutup mata dan telinganya. Berharap Kyuhyun cepat pergi dari sisinya. Dia sangat takut saat Kyuhyun kembali mengucapkan kata itu.

 

 

Kyuhyun menatap Liji yang sudah tertidur pulas, cukup lama menunggu wanita itu untuk terlelap. Jemarinya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Liji.

 

 

“kau tidak tahu seberapa banyak aku menginginkanmu, aku baru tersadar saat kau menghilang dari jarak pandang ku. tetaplah disini Ryu Liji” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Liji dan mencium bibir merah milik Liji. Rasa manis yang dia  ingat masih sama sejak terakhir kali dia rasa. Kyuhyun menghisap lembut dan menjilatnya untuk ciuman selamat tidur. “selamat tidur Liji-ya”

 

 

END

 

Hai hai semuanya maaf ya kalo banyak typo, dan aku buntu gegara udah malem heheh 😀 padahal emang rencana bikin kayak gini *tawaevil . aku mau lihat komen dulu kayak apa soalnya ini pertamakali buat aku di Flying NC dan aku bahagia bisa mampir disini. Salam kenal semuanya 😀

 

FlyingKiss88

 

 

 

 

Fc Populer:

  • Baby Heart

    Bagus kok . Banget malahan ! Apalagi ada si Cadhel aka Oh Sehun ♥♥♥ tapi alurnya terlalu bertele tele ! Apalagi ada part dimana liji inget lagu yang dinyayiin kyuhyun itu kepanjangan kalo buat aku sih harusnya disingkat atau sebutin judulnya aja biar reader (yangsepertisaya) gak bosen bacanya ! KeepWritingThor !!