Just Want You Stay Here

-2

Author : jingyodust

Judul : Just want you stay here

NC 21, Yadong, Oneshoot

Cast:

  • Choi Seunghyun (TOP)
  • Min a
  • KwonJiyong
  • others cast

Anyong aseyo ..
semoga Fanfic ini bisa nemenin kamu bobo yah..

In My Room

Seunghyun POV2 tahun sudah aku dan Min a bersama. Setelah 11 taun kami berpisah tanpa kabar berita sama sekali.

aku sudah kuliah sekarang. Tentu saja bersama sahabat-sahabatku. iyong,Daesung,Seungri,Yongbae.

aku kuliah di Universitas Chung An.

Dan

yang membuatku tambah senang, Min a masuk kampusku. Tentu Yong Jin dan

Park Hye mengekor. Semenjak aku dan Min a akur, kami semua jadi dekat.

Aku sedang di gedung theater. Mengambil nilai. Aku masuk jurusan

theater,Jiyong dan yang lainnya masuk dijurusan yang sama. Musik. Aku

tidak begitu ingin dengan musik. Jiwa ku di theater.

“Seunghyun-a“.

panggil dosenku. Ternyata giliran ku mengambil nilai. “kau ku pasangkan

dengan Lee Han“. Aku gugup. Lee Han itu termasuk sunbae ku. Dia

cantik,rambutnya sebahu dan matanya indah. “aku harus akting apa?“.

Tanyaku pada dosen. Dosenku terlihat sedang mencari-cari sesuatu di data

yang ia bawa.

“hm kau harus merayu Han, meyakinkan Han kalau kau sebenarnya tidak selingkuh darinya“. Jelas dosenku.

ahh .. seperti itu saja? mudah sekali bagiku. “siap? silahkan“. Ujar dosenku.

aku tersenyum dengan Lee Han.

“sudah

berapa kali aku menjelaskan padamu? aku tidak selingkuh dengan

perempuan itu chagi…“. seru ku sambil memegang kedua pipinya.

Hebat,baru

beberapa detik saja air matanya bisa cepat keluar. “ani.. aku tidak

percaya padamu Hyun-a.. sudah berapa kali kau berbohong dan sudah berapa

kali kau menjelaskan padaku. Aku salut padamu“. Air matanya semakin

deras.

“jebal chagiya .. mianhae.. beri aku kesempatan sekali lagi“. Rayu ku menatap matanya. Dan memeluknya.

Min a POV

Akhirnya aku bisa kuliah juga ya. Setelah lulus, aku libur selama 2

bulan. Bayangkan saja,aku menjadi manusia tidak berguna selama liburan.

Dan pipiku juga menjadi chubby. Kerjaku hanya makan,tidur,nonton,dan

jalan-jalan. Entah bersama pippo oppa, Yong Jin,Park Hye ataupun dengan

teman-teman pippo yang lain.

oh aku ingat kemarin pippo bilang, dia

mau ambil nilai theaternya di gedung theater kampus jam 9 pagi. Aku

lihat jam tanganku, omo ini sudah jam 9. Aku harus cepat-cepat kesana.

Aku ingin lihat pippo oppa berakting. Selama 14 tahun aku mengenalnya.

Dia sosok namja yang baik. Tidak pernah melihat sisi yang lainnya yang

buruk.

Ketika sudah sampai di depan pintu. Aku melihat Jiyong oppa.

Sepertinya dia juga mau melihat pippo berakting. “Jiyong oppa!“.

panggilanku sukses membuatnya nengok. “loh Min a ? kau tidak masuk kelas

pertamamu?“ Tanyanya heran. “anii.. kelasku dimulai jam 10“. kataku.

“oppa mau lihat pippo juga?“. lanjutku. “ne ,kau juga? kajja kita masuk

sama-sama“. ajaknya

Ketika aku dan Jiyong masuk,terlihat banyak

sekali anak-anak theater sedang duduk dan bekumpul membicarakan sesuatu

aku juga tidak tau apa yang dibicarakan. Ketika melihat diatas panggung

siapa yang sedang beraksi.

Itu pippo!. aku dan Jiyong duduk bagian

kursi yang masih kosong. Karena ini juga ramai oleh teman-teman pemain

theater yang lainnya.

“beri aku kesempatan sekali lagi chagiya…“.

Kata pippo pada gadis didepannya itu. Sepertinya yeoja itu benar-benar

menangis. ah ,mereka cocok sekali.

aku jadi tidak ada apa-apanya jika disandingkan dengan pippo..

aku

kaget ketika pippo memeluk gadis itu dengan erat. Waeyo… kenapa

terlihat seperti sungguhan. Hatiku panas. Wajahku merah menahan cemburu.

Melihat Bibirku cemberut,dan wajahku memerah Jiyong melirikku dan

bilang. “kau cemburu?“ sambil cengengesan. “yaa! Siapa yang cemburu?

aniyo..“. Jawabku berbohong

“jangan bohong padaku.. aku paling tidak

bisa dibohongi.. “. Ujarnya santai sambil melihat aksi pippoku itu lagi

yang masih memeluk yeoja itu.

Seunghyun POV

“cut! bagus,kali ini feel kalian nyata sekali. oke kalian sudah selesai”. “next, Ji ah”.

Dosen

memuji aksi ku dengan Lee Han. ketika aku mau berjalan turun

panggung,Lee Han memanggilku. “Seunghyun!”. aku menoleh dan melihatnya

bingung. “wae?”. Tanyaku. “kau sudah bekerja keras! gomawo”. aku masih

heran. “terima kasih untuk apa?”. dia menepuk jidatnya. “ahh , ya karena

kau sudah membantu juga untuk nilaiku”. aku tertawa “hahaha nee nee..

kau juga sudah bekerja keras aktingmu keren.. sepertinya aku harus

banyak belajar darimu”. Ujarku. “ah kau bisa saja”. Katanya sambil

menutup mulutnya dengan tangannya.

Saat sedang melihat kursi penonton,aku melihat Minyi dengan Jiyong. Minyi datang? senyumku semakin lebar.

“ah Lee Han,aku harus pergi.. aku ada urusan..”. Pamitku. “ne,sekali

lagi gomawo ya”. Aku hanya melambaikan tangan tanda “tidak masalah”.

***

Aku buru-buru mengambil tasku dan menghampiri tempat Minyiku dan Jiyong duduk. waeee,kenapa wajahnya cemberut seperti itu..

“heey waeyo?”. Tanyaku ketika sudah sampai di kursi Minyi dan Jiyong.

Jiyong menoleh dan Minyi melihatku dengan tatapan marah.

“hey yeoja tengik,kacang mahal ya harganya?”. Tanyaku lagi masih dengan nada menggoda.

Jiyong menghela napas. “dia cemburu kau berpelukan mesra pada yeoja itu..”.

Aku

terbelalak,dan langsung “hahahahaha! yeoja tengik, kau cemburu??”. Aku

benar-benar terbahak-bahak. Tidak tahan dengan tingkah lakunya itu. Aku

mencubit pipinya yang chubby. “heeey Minyiku… kau tau? tadi cuma

akting.. dan itu mampu membuatku mendapat nilai bagus”. Jelasku. Dia

masih manyun. “ya sudah kalau masih mau ngambek.. aku tidak jadi

menikahimu nanti..”. Jawabku santai sambil mengajak Jiyong keluar. Dia

menarik tanganku. “andwaeeee!!! kau mengancamku??”. Serunya dengan

manja. Bibirnya masih manyun. Aku gemas.. andai ini sepi sudah aku makan

bibirnya yang imut itu.

“aku tidak mengancammu.. tapi itu salah satu syarat untuk jadi

istriku. ‘tidak cemburuan’ “. Tukasku. Tangannya masih memegang

pergelangan tanganku.

Dia masih berfikir. Bibirnya mendadak mundur.

Tidak manyun lagi. “eo .. aku tidak akan cemburuan lagi..”. Jawabnya.

“gitu dong chagiya…”. kataku sambil mengacak-ngacak rambutnya yang

panjang.

“ehem… aku seperti nyamuk malaria disini yang siap menggigit

mangsa yang sedang bermanis-manisan”. Sela Jiyong ketika aku dan Minyi

sedang bermanja-manja.

“makanya oppa, cari yeoja sana..”. Ledek Minyi. Jiyong melengos.

Aku lihat jam tanganku digitalku. pukul 09.44.

“yeoja tengik,kau masuk kelas pertama jam berapa?”. Tanyaku. Aku tau

ini adalah hari pertama dia kuliah. Jadi aku melihatnya dia masih

terlihat gugup.

“jam 10 pipoo..”. Jawabnya pendek.

“jadi sampai kapan aku berdiri,kau dan Jiyong duduk. Ditambah pose

kau dan aku seperti patung. Sampai kapan kau mau memegangi tanganku?”.

Semprotku.

Akhirnya Minyiku dan Jiyong berdiri mengikutiku.

Aku mengantar

Minyi sampai ke kelasnya. Dia memngambil jurusan design. Jadilah aku

harus mengantarnya ke gedung kampus fakultas design. Karena dia merengek

juga ingin ditemani. Padahal aku juga akan ada kelas lagi setelah ini.

“sampai sini saja ya,kau masuk sana.. sudah mau dimulai kelasnya”. Kataku menyuruhnya masuk kelas.

“kau

tidak mau mengantarku lagi sampai dalam seperti dulu kau menggendongku

dan mengantarku sampai menduduki aku dikursiku?”. Dia meledekku.

“andwae.. dulu itu karna kau sakit,sekarang? kau sehat begini.. jika mau digendong lagi,nanti saja…..”. Godaku

Dia

manyun dan pergi begitu saja. “yaa! yeoja tengik,kau tidak pamit

padaku..! hey hey!”. Seruku. Tapi dia malah semakin jalan terus dan

sempat menolehku dan memeleti aku. aiiishh yeoja tengik.. Tapi aku

sangat amat menyayanginya. Aku tersenyum sendiri dan pergi ke kelasku

pada tepat jam 10.15 nanti.

Min a POV

Aku jalan menuju kelasku. Aku sengaja tidak mau pamit pada pippo

jelek itu!. Dia menyebalkan hari ini. Aku menoleh sebentar dan

memeletinya. Matanya terlihat terbelalak dan aku meninggalkannya begitu

saja. Biar saja,habis minta diantar sampai kedalam kelas saja tidak mau.

Dikelas

sudah ramai. Yong Jin juga sejurusan denganku. Tapi Park Hye tidak

mengambil jurusan designer. Dia mengambil jurusan bisnis. Katanya ia

ingin menjadi wanita karir yang sukses. Supaya kalau menikah dengan

Daesung dia tidak menjadi ibu rumah tangga yang hanya berkutat didapur

dengan daster gombrong.

Aku duduk disebelah Yong Jin. Bibirku masih sedikit manyun. Yong Jin

heran. Dia menatapku sambil membenarkan kacamatanya. “gawenchana?”. aku

menggeleng. “wae?”. Tanya dia lagi. “sedang sebal dengan Pipo jelek!”.

seruku.

Dia mengerutkan dahinya tanda bingung dan ingin tau ceritaku.

“dia

tadi mengancamku tidak mau menikahiku kalau aku cemburuan.. terus tadi

masa dia tidak mau mengantarku sampai ke dalam kelas.. huh”. Curhatku.

Yong

Jin diam sejenak. Dan tertawa. “Min ah… kau ini lucu sekali.. kau pasti

cemburu karena Seunghyun oppa sedang beradu akting ditheater dengan

seorang yeoja cantik..”. Tebak Yong Jin. “ne…”. “tapi dia juga

menyebalkan tidak mau mengantarku sampai ke dalam kelas….”. Lanjutku

Yong

Jin menghela napas. “sampai kapan kau ingin begitu? memangnya ini

sekolah SMA seperti dulu? ini kampus Min ah.. masa ke kelas mesti

diantar…”. Tukas Yong Jin.

Aku mendengus. Aku belum cerita ya? aku

ini dengan pippo belum resmi pacaran. kenapa? katanya,jika aku ingin

menikah dengannya aku harus benar-benar bisa memenuhi syarat untuk jadi

istrinya. yang pertama, harus pintar masak. Yang kedua,harus bisa

memuaskannya di ranjang. Yang ketiga,tidak boleh cemburuan. Nah syarat

yang ketiga itulah yang sangat berat. Aku merasa aku tidak mampu

menjalankannya. Dia itu namja paling tampan sekampus ini. Ketika di

Hamji juga,dia namja tertampan disekolah. Dia pernah bilang dulu. “kalau

kau terus cemburuan,aku tidak yakin kau bisa kuat menikah denganku”.

Aku berpikir, sepertinya memang aku harus berusaha menghilangkan rasa

cemburuanku itu.

Jiyong POV

Aku melangkahi kaki ku dengan berat. Hari ini aku ada kelas teori.

Malas sekali rasanya. Aku ini sudah pro dalam bermusik. Apakah harus

lagi aku belajar do re mi fa sol la si do?? dan belajar nada balok.

aishh.. Ini menyebalkan dan membosankan.

sehabis dari gedung theater

tadi,aku sendirian. Daesung,Yongbae,dan Seungri entah kemana. Daesung

paling lagi berduaan dengan Park Hye. Yongbae dan Seungri? paling lagi

yonae (kencan) berdua.

Sejak kejadian beberapa tahun lalu,aku kehilangan semangatku. sungguh,tertawa lepaspun aku belum pernah lagi.

Terakhir,4 tahun lalu ketika aku kelas 1 SMA. Karena yeojaku yang selalu ceria itu. Aku duduk di kursi koridor.

Dan

memutar kembali masa-masanya bersama Park Sung. Yeojachingunku 4 tahun

lalu. Tapi aku merasa,aku dan dia tidak pernah ada kata putus. Dia

meninggalkanku begitu saja. Tanpa pamit sama sekali.

Tak sadar mataku sudah sangat redup mengingatnya.

“Jiyong-a!”. Seseorang memanggilku. ah itu Yongbae bersama Seungri.

Benarkan kataku,dia berduaan. so sweet sekali kelihatannya. “kau tidak

masuk kelas?”. Tanya Seungri. Aku menggeleng. “aku malas, aku ini calon

musisi hebat.. kenapa harus belajar ‘do re mi fa sol la si do’ lagi? dan

menghafal nada-nada balok lagi. Sedangkan aku saja sudah menciptakan

beberapa banyak lagu”. Jelasnya.

“tetap saja kau masih payah,buktinya tidak bisa menciptakan lagu buatku!”. Protes Seungri.

“nanti ya kalau aku sudah jadi artis terkenal.. dan itu juga kalau aku ingat”. Jawabku santai dan sedikit meledek.

Seungri hanya mendengus. “yaaa! kau menyebalkan sekali aishh”.

Seunghyun POV

hari ini benar-benar melelahkan sekali. Akhirnya jam kuliahku

selesai. Aku menuju parkiran dan memegang skenarioku untuk acara theater

ketika acara ulang tahun kampus ini.

saat sudah sampai diparkiran motorku, ada yeoja cantik sekali menyender di motorku.

ah itu Minyi. Dia melihatku, dan melipat tangannya. “antar aku pulang ya pipooooo…”. Rengeknya manja.

Aku sudah biasa sebenarnya dengan manjanya itu. “bukannya kau sedang ngambek padaku?”. Tanyaku santai.

“aniyooo.. sekarang sudah tidak..”. Dia menarik-narik jaketku dengan pelan.

“ne,

aku antar…”. “kajja”. Ajakku untuk menyuruhnya naik ke motorku.DEG’

jantungku berdegup kencang ketika dada Minyi menyentuh punggungku.

motorku agak nungging belakangnya,jadi saat dia memelukku dadanya

benar-benar menempel dipunggungku. Tanpa diperintah juniorku menegang.

Semenjak 2 tahun lalu kami melakukannya dirumah ku,aku tidak

melakukannya lagi. Dia masih takut sakit saat pertama melakukannya.

Jadinya ya sudah aku mengikuti keinginannya.

***

Sampai didepan rumahnya,aku melepaskan helmku. Ini rumah yang sejak dari dulu aku datangi. Hampir tiap hari.

“pippo..

antar aku sampai dalam yaaaa…”. Rengeknya lagi. aku membuang napas.

“kau ini ya,dari dulu hobinya meminta diantar sampai tempat tujuanmu.

Aku juga sudah dengar dari eommamu. Saat kau mau berangkat ke Hamji kau

merengek minta diantar sampai depan kelas.. memalukan sekali kalau

eommamu benar-benar melakukannya”. Ujarku panjang lebar

Minyi manyun lagi. Ampun deh sama anak ini.”uljima.. jangan ngambek..

ne ne aku antar sampai dalam.. kalau perlu sampai kamarmu”. aku

mengalah. Dia tersenyum senang sekali. Dan dia menarik pergelangan

tanganku.

Aku melihat sekeliling rumah. Sepi sekali. Kosong. “kemana eomma appamu?”. Tanyaku penasaran.

“sedang keluar kota… ada bisnis baru katanya”. Jawabnya sambil membereskan barang-barang kuliahnya.

“aku mandi dulu ya pipo..”. Katanya sambil mengambil handuk dikamarrnya.

Aku

mengangguk pelan. Dan mataku tertuju pada salah satu figura di ruangan

ini. Ruangan yang pernah aku bermain boneka barbie bersama dengannya.

Aku dipaksa menemaninya bermain barbie. katanya waktu itu “aku sering

menemanimu bermain mobil-mobilan,robot-robotan,dan sekarang kau harus

menemaniku bermain barbie”. Aiish aku kalo mengingatku rasanya memalukan

sekali. Kalau saja Jiyong dan yang lainnya tau,matilah aku. Bisa-bisa

Seungri meledekku dengan kata-kata ‘mukamu dan suaramu seram,tapi hatimu

boneka barbie yang manis berambut pirang dan langsing’. isshh aku

memikirkannya saja sudah jijik. Oke kembali ke figura itu,foto ku dengan

Minyi. Ketika aku datang pada perlombaan menggambarnya dan dia

memenangi juara 1. Minyi memegang piala dan aku merangkulnya sambil

tersenyum. Indah sekali.

Ketika sedang mengulang masa-masa dulu,Minyi keluar dengan rambut basah dan kaus tipis celana pendek sekali.

Dia duduk disebelahku. Wangi apel tubuhnya menyerbak dihidungku. Aku

melihat tubuhnya,terlihat bra hitamnya dibalik kausnya itu. Aku menelan

ludah.

“wae oppa?”. dia mnyadarkan lamunanku. “gwaenchana”. Jawabku pendek pura-pura tidak terjadi apa-apa.

“pipo

kau haus?”. Tanyanya. “ne.. aku haus dari tadi.. bukannya sediakan aku

minum dulu malah kau tinggal aku mandi.. kejam sekali”. “hehehe.. ne aku

ambil minum dulu”. Katanya sambil berlenggok menuju dapur. Aku

memperhatikan lekuk tubuhnya. Indah sekali.

2 menit kemudian dia sudah membawa 2 gelas teh hangat. “ini tehnya

pipo..”. Dia memberikan segelas teh hangat padaku sambil duduk. Dan aku

tidak sengaja menyenggol gelasnya. Ya sudah,tumpahlah teh itu ke kaus

tipisnya.

“aaah oppa panass!!!”. Serunya sambil mengipasi kausnya.

“gwenchana?? mian.. mian..”. Aku panik dan mengambil tissue yang ada di

meja. Saat mengelapi bagian dadanya,aku deg-degan setengah mati. Aku

mulai menggodanya. Aku sengaja tekan usapanku dengan tissu di balik

kausnya. Aku melihat matanya terpejam. Aku semakin mengusapnya dengan

pasti. Tidak di balik kausnya lagi,tapi di dalam kausnya. “mmhh pipoo..

apa yang kau lakukaan..”. desahnya. Aku tau dia sedang terangsang. Aku

usap lagi bagian dalam cup branya dengan tissue. Menyentuh nipplenya.

“mmeh..ahh..”. Dia makin mendesah. Aku sudah tidak tahan. Aku buang

tissue itu disembarang tempat. Aku cium bibirnya yang terbuka itu. Dia

sempat kaget tapi dia membalas ciumanku. Ku lumat bibirnya yang kecil

itu. Lidahku ku masukkan ke rongga mulutnya. Minyi membalas lilitan

lidahku, “angghhmmh”. Desah dia disela sela kissing kami ketika aku

mengelus dadanya dengan tanganku.

Min a POV

“anggh..”. desah ku pelan. Sudah 2 taun lalu kami tidak melakukan ini lagi. Terakhir ya 2 tahun yang lalu itu.

Mataku terpejam menikmati apa yang dilakukan pipo padaku. Dia masih mengulum

lidahku. Kami bertukar saliva. “ahhhh..”. Aku mendesah hebat ketika

tangannya mulai meremas dan memainkan nippleku. Pipo benar-benar lembut

melakukannya. Justru itu aku semakin terangsang karena kelembutannya

itu. Pipo mulai menelusuri leherku dengan lidahnya. “aahhh…hheh..”.

Mataku tetap terpejam menikmati perlakuan pipoku. Tidak lupa dia

meninggalkan kissmark di leherku. Setelah puas menjilati

leherku,lidahnya turun ke payudaraku. Pipo membuka cup bra ku keatas dan

terpampang lah gunung kembar indahku tepat didepan wajahnya.

“uuuhhmnm…”. Dia menjilati nippleku dan meraup payudara kiriku seperti

ingin dimakan semuanya. Tangan kanannya meremas,memilin nippleku. Aku

semakin terangsang. “ngghhh opppaahh..”.

Tangan kanannya turun ke celanaku. Dibukanya resleting celanaku.

Celanaku pendek,jadi mudah sekali diturunkan. Dalam 5 detik celanaku

sudah tanggal. Tangannya masuk kedalam celana dalamku. Mengusap

permukaan vaginaku. Sesekali jarinya memainkan klitorisku. “hhhhh

terrruussh…hhoopah”. Kataku tidak karuan.

Celana dalamku sudah dilepaskan. kini aku full naked. Tidak mau

kalah,aku buka kancing kemejanya satu persatu. Dia masih memainkan

payudaraku. Dan kembali lagi meraup bibirku. ”mmhh”. Desahan tertahan

kami.

dia melepaskan ciumannya. Terdengar suara jeplakan lidah. Dia

melepaskan kemejanya. Dan menciumku lagi. kini pahaku dilebarkan. aku

mengangkanginya. Juniornya menggesek-gesekannya divaginaku.

“oppaahh..ahh…celanannya buka jebal..”. Kataku disela-sela ciuman kami.

Pipo

membuka celananya. Terlihat juniornya sudah tegang seperti menara

eifell. “omohhh ahh besar sekali oppah..”. Aku memainkan juniornya

dengan pelan. Dia masih berada di atasku. Aku kocok pelan juniornya.

“ahhhhnggh terus chagi…nghha hah..”. pipo mengerang. Aku jadi semakin

semangat memainkannya. Aku bangun dan gantian,pipo berada dibawah.

“mhhhemmh..”. aku mengulum juniornya seperti mengulum lolipop. “aaahh

fassshhteeerchagiah…”. “mmeehmmhehm..aah..”.  Aku senang melakukan ini.

Dia masih mendesah-desah nikmat.

“aku tidak kuat lagi chagi.. aku mau mengeluarkannya di lubangmu..”.

Aku buru-buru mengarahkan juniornya ke lubang vaginaku. JLEB’ masuk

sudah dengan lancar. “aaahhh”. Aku mengerang. Dengan posisi woman on

top. Aku mencoba mengocoknya. “ah..ahha..ahhh..ahh…

Seunghyuhhnnhh..teeeruushh..”. “fffaastterhh Minyihhhah.. aaahhnghh

shhhhiitthhh nikmmmathh chagiihhebatthh..”. Dia dan aku meracau tidak

jelas. Tangannya mengenggam payudaraku dan meremasnya. Aku semakin

terangsang. “aaahh hhhah aku mau pipis oppaahh” Kataku sudah mencapai

puncaknya. “neeeh..aku juggahh chaggiihh.. aaaaahhh ahhhh”. Kami berdua

keluar. Aku rubuh di dadanya. “ahhh hah..”. Aku masih terengah-engah.

“kau hebat chagi.. lebih hebat dari pertama kita melakukannya”. “siapa

dulu dong..” aku tersenyum. Kami belum melepaskan kontak kami. Aku

tertidur didadanya.

Seunghyun POV

Lihat,bidadari kecilku sedang tertidur di sampingku. Ketika dia

tertidur aku lepaskan kontak kami pelan-pelan. Dia sempat menggeliat

sebentar. Kami melakukannya disofa. Jadi merasa tidak nyaman untuk tidur

di sofa sempit ini.

Aku menggendongnya dan merebahkannya di

kasurnya. Aku ikut tidur disampingnya. Aku tidak bisa tidur. Masih tidak

menyangka,gadis umur 5 tahun yang dulu masih dikuncir kuda.. sekarang

sudah dewasa begini. Aku belai pipinya yang chubby itu. Bibirnya

terlihat manyun. Ini sudah jam 9 malam. Aku ingin pulang,tapi masa aku

tinggal Minyi begitu saja?. ya sudah,ku tunggu dia sampai bangun.

setengah jam kemudian,dia terbangun. “oppa,kau jangan pergi.. temani aku sampai besok pagi..”. Rengeknya.

Aku

membelai rambutnya, “nanti kalau eomma appamu tau gimana?”. “eomma appa

masih seminggu lagi pulangnya..”. Ucapnya manja sambil manyun. Tidak

tahan melihat bibirnya itu,aku langsung menjilat,menyedot,dan menggitnya

pelan.

“nggmh.. oppah..mau lagigiih..”. Racau dia saat aku meremas payudaranya

yang terbuka. Aku pilin nipplenya,aku remas gundukan itu. Lidah kami

masih saling melilit.

“mmmuuhhahh..”. Aku turun menjilat dan

menggigit lehernya yang jenjang itu. “slllrrrpphhhmm”. suaraku terdengar

oleh kupingku sendiri.

Minyi memejamkan matanya menikmati apa yang aku lakukan. “aahh oppah..”.

dia mengerjang saat kedua jariku ku masukan ke vaginanya. Ku ciumi

perutnya yang rata. Dan makin lama makin turun ke selangkangannya. Aku

jilati pahanya. Jariku masih menyodok dilubang vaginanya.

Dia masih mendesah desah nikmat. “anggahhh oppaah aku sudah tidak tahannhhoppahh..”. Racaunya.

“masukkan oppahhh…”. Badannya menggeliat. Sudah terlihat dia terangsang hebat oleh permainanku.

aku siapkan kuda-kuda. Membuka lebar pahanya. Dan aku gesek-gesekan

juniorku di permukaan lubang vaginannya. “oppaaahhhh masukkaaaannhh

ahh”. JLEB “aaawwhh.. hah..”. Dia tersentak. “sakit chagiyaah?”. Tanyaku

khawatir. “anni… ayo oppahh mulai”. Aku mulai menggenjot. Ku dorong

pinggulku dengan kuat. “aahh ahhh ahhhah terrruusshh ffaastterrhh oppaaa

ppipoohh..”. “aahh chagiyahh..nikmmathhnyahah..”. Aku mengerang.
Payudaranya bergetar. Aku yang semakin terangsang melihatnya langsung

meraup payudaranya itu. Ku jilati,gigit,dan menarik-nariknya pelan. Dia

masih keenakan.

Keringatku menetes diwajahnya. “ppippoohhn..aku mau keluaaarhhh ahh..”. “nado chagiyahh..keluarkan sama-sama yah.. ahhhenghhng”.

breeshhh

tersemprotlah cairan sperma ku dinding rahimnya. “ahh..hahh..”. Dia

masih terengah-engah. Matanya terpejam. “gomawo chagi…”. Bisikku

ditelinganya sambil menggigitnya. “mmhh oppahh .. ahh sudah jangan mulai

lagi.. aku lelahh.. sebaiknya kita tidur oppah.. besok kitah bisa

kesiangan”. Jelasnya dengan napas terengah-engah. “ne chagi..”. Kataku

sambil menariknya ke pelukanku.

Min a POV

Mataku mengerjap. Ternyata matahari sudah nempel diluar sana. Aku

melihat sisi kananku. Pippo. Namja jelek tapi sayangnya aku cinta

dia,sedang tertidur pulas. Wajahnya cute sekali kalau sedang tidur lelap

gini. Aku memandanginya dengan senyum. Dan kudekatkan wajahku dengan

wajahnya. Ku mainkan hidungnya.

Tiba-tiba. “mmhhhh” Dia mengerang dan menariku ke pelukannya. Matanya

masih terpejam. “oppaaaa banguunn…”. Aku berusaha melepaskan tubuhku

dari pelukannya.

Setelah susah payah menarik tubuhku sendiri,aku melirik jam winnie the poohku. “MWO???? JAM 9?”.

aku kaget dan membangunkan Pipo. “OPPAAA BANGUUUNNN OOPPAAA”. Dia masih

tertidur. Aku jambak rambutnya. Dia masih nyenyak tertidur.

GEDEBUK’

oops. Aku menutup mulutuku dengan tanganku. Aku tidak sengaja

mendorongnya. “AAAWWHHHH APA YANG KAU LAKUKAN YEOJA TENGIKKK”. serunya.

Dia bangun dari lantai dan memegangi pinggangnya. “sakit ya oppa….?”.

Tanyaku merasa tidak bersalah. “yaa!”. Baru saja dia mau mengomeliku.

JEDUK’. dia terjatuh lagi. mwo? ohh dia mau mengerjaiku. Aku merangkak

ke arahnya dan melihat kebawah kasur. Aku tersenyum. “oppa,jangan

bercanda.. nanti gara-gara kau begitu,kau bisa masuk angin”. Ujarku

sambil turun kasur untuk mandi.

Aku biarkan saja dulu. Paling dia bangun sendiri.

***

15 menit aku mandi. Aku keluar. Dan… oppa masih tergeletak dilantai?.

Aku panik. Aku goyang-goyangkan tubuhnya. “ooppppa bangunnn!! oppa

mianhaeee.. aku cuma bercanda tadi..”. Mataku mulai basah.

“oppa bangun jeball…”. Aku menampari kedua pipinya.

Diam. Tidak bergerak.

“oppaa aku janji aku akan pintar masak.. aku janji aku akan selalu

memuaskanmu diranjang… aku janji aku tidak akan cemburuan lagi.. bangun

oppaa..”. Isakku.

“geurae?”. Tiba-tiba suara berat itu terdengar. Aku berhenti menangis. Dia terlihat senyum-senyum dan cengengesan.

“OPPA !!! KAU MENGERJAI KU??!! JAHAAAAT SEKALIII”. teriakku sambil

menjambak-jambak rambutnya yang hitam itu. “aw aw aw ampun chagiiii

ampuun”. “habis ,kau menjambak-jambakku,memukul-mukulku,bahkan

mendorongku sampai pinggangku sakit.. kau harus tanggung jawab yeoja

tengik”. jelasnya.

“yaa! siapa suruh kau tidak bangun-bangun. Kita ini kesiangan! cepatlah mandi.”. Suruhku. “neeee yeoja tengik”.

AUTHOR POV

Seunghyun dan Min a datang jam 10 lewat 5 menit. Kali ini Min a benar-benar terlambat.

Min a pergi duluan ke kelas karena kelasnya memang sudah dimulai jam 10 tadi.

Dan Seunghyun masih terlihat santai. Karena hari ini dia hanya ada 1 kelas. Itu juga jam 11. Masih ada satu jam lagi pikirnya.

“kau dimana?”. Tanya Seunghyun di telepon. Dia menelpon Jiyong. “aku di

kantin sama anak-anak”. Jawab Jiyong pendek. Seunghyun langsung

mematikan ponselnya dan langsung menuju kantin.

Saat ia jalan menelusuri koridor kampus. “Seunghyun! tunggu”. Ada

seseorang yang memanggil. Dia Lee Han. Seunghyun terlihat heran. “wae?”.

Tanyanya .

“mmm anii.. aku mau mengajakmu makan bersama”. Ajaknya sambil tersenyum.

Seunghyun masih kaku. Bingung. Dia sebenarnya ma ikut berkumpul dengan

anak-anak.

“eh.. gimana ya.. sebenarnya aku mau ke kantin mau menyusul anak-anak..

aku tidak keberatan kalau kau mau ikut.. “. “itu juga kalau kau mau”.

Lee Han terlihat berpikir dan “ne! tentu saja aku mau”.

Seunghyun POV

Pagi ini badanku sakit-sakit sekali akibat semalam. Di tambah aku

didorong dari kasur oleh yeoja tengik itu. Leherku terasa pegal.

Pinggang apalagi. Ampun deh…

Aku sudah menelpon Jiyong. Dia dikantin bersama yang lain. Aku berangsur

menyusulnya. Dan saat sedang berjalan dikoridor Lee Han memanggilku. Ia

ingin makan bersamaku. Ya sudah,aku ajak saja dia untuk ikut berkumpul

bersama kami.

Dan disinilah,disampingku Lee Han.

“hey Hyun-ah! kau membawa yeoja cantik.. dan kau tidak mengenalinya pada kami”. Seru Seungri.

Jiyong,Daesung,dan Yongbae masih sibuk dengan makanan mereka.

Aku dengan gugup memperkenalkannya pada yang lain.

“Lee Han.. kenalkan…”. Belum sempat aku menyebutkan namanya Seungri

sudah menyambar. “ahh aku Seungri! Namja tertampan se Korea”.Aku

mendengus. “kau tidak melihatku? Kau merasa mukamu tampan bagaimana

denganku?. Aku sudah tampan begini masa harus dibilang “tampan sekali”.

“kasihan namja-namja yang lain yang belum dapat predikat tampan..”. Aku

setengah menyindir Jiyong,Yongbae,dan Daesung.

“yaa! kau sombong sekali”. Jawab Seungri dengan kesal.

“aku Jiyong”
“aku Yongbae”

“aku Daesung”

Mereka memperkenalkan diri satu-satu pada Lee Han. Lee Han tersenyum. “bangapta”.

“kemana Min a ?”. Tanya Jiyong. Jiyong sangat perhatian dengan Min a .

Kalau sedang bertengkar denganku,Min a selalu mengadu padanya. Dan

Jiyong akan berceramah panjang lebar padaku.

“dia sedang ada kelas.. tadi saja terlambat”. Jelasku

“nugu… Min a?”. Tanya Lee Han.

“Min a itu yeojachingunya Seunghyun dari 14 tahun yang lalu”. Lagi-lagi Seungri emberrrr bocor. aku

Tersenyum kaku. “oh nee aku baru ingat,mereka belum resmi pacaran. Tapi mereka masih dalam masa trainee..” Lanjut Seungri.

“yaa ! kau ini cerewet sekali”. Timpalku sambil melemparnya tissue.

Wajah Lee Han jadi suram. “wae Han-a?”. Tanya ku khawatir.

“aniyo.. aku pergi dulu ya.. ada urusan dengan dosen”. Pamitnya.

“oh.. nee”. Jawabku masih terheran-heran. “dia cemburu”. Tiba-tiba Jiyong sudah berkomentar seperti itu.

“dia suka padamu”. Lanjutnya datar. Masih berkutat dengan makanannya.

“m…mwwo??”. “tidak mungkin.. kau ini jangan sok tau Jiyong-a!”.

Jiyong hanya mengangkat bahunya tanda “terserah”.

***

Setelah tadi berkumpul bersama ,aku ke kelas jam 11. Terang saja aku

sedang belajar bagaimana emosi yang seharusnya ketika sedang berperan

menjadi orang lain.

Aku masih memikirkan apa yang diucapkan Jiyong tadi. Lee Han suka

padaku? Dia memang cantik,jago akting,dan baik. Namja mana yang tidak

mau dengannya. Tapi sayangnya aku tidak tertarik. Aku sudah jatuh hati

pada bidadari kecil yang sudah ku kenal dari dia umur 5 tahun.

Sekarang,aku sedang menunggu bidadari itu didepan kelasnya. Sepertinya masih lama. Aku ingin jalan-jalan dulu.

Ada pemandangan aneh.

‘yaa! aku sudah memutuskanmu! untuk apa kau datang padaku lagi ha? bajingan’.

Aku heran. Ku sipitkan mataku untuk memperjelas siapa itu.

Lee Han??. Aku lari mengampirinya yang terlihat sedang bertengkar itu.

“hey hey,ada apa ini?”. “kau tidak usah ikut campur”. Jawab namja itu dengan emosi yang meledak-ledak.

“Lee Han siapa dia? gwaenchana?”. Tanyaku pada Lee Han yang astaga.

ujung bibirnya berdarah. Ternyata namja ini sudah memukulnya. “ya! TIDAK

USAH MENGANGGU YEOJACHINGUKU! PERGI SANA!”. Bentakku pada namja itu.

Namja itu masih terlihat marah. Dan akhirnya pergi juga setelah membuang

ludahnya didepanku.

“gwaenchana? bibirmu terluka..”. Ujarku sambil memegang ujung bibirnya.

Lee Han masih terlihat shok. “kau… mengaku aku sebagai yeojachingumu?”.

“nee ,waeyo?ada yang salah? aku hanya ingin membantumu”. “sebenarnya ada

apa kau dengan namja kurang ajar seperti dia?”. Tanyaku menatap

matanya.

“dia mantanku… aku memutuskan dia ketika aku datang kerumahnya dan dia sedang pesta sex dengan teman-temannya”.

Mata ku terbelalak dan dia menangis. Reflek aku memeluknya untuk menenangkannya. “uljima.. yang penting itu sudah berlalu”.

Min a POV

aaaah akhirnya, selama 2 jam aku berkutat dengan kertas,pensil,dan

penggaris kelasku selesai juga. Aku menuju keluar kelas. Yong Jin ada

urusan katanya,dia tidak bisa menemaniku. Ya sudah.

Tapi… pipoku kok tidak ada. Dia janji mau menungguku didepan kelas. aaahhh pippoo pembohongg.

Aku manyun. celingak celinguk mencari namja jelek itu.

Mataku terpaku pada 2 orang diseberang sana.

“TIDAK USAH MENGGANGGU YEOJACHINGUKU!”.

itu.. itu Pippo.. dia bersama yeoja cantik yang waktu dipeluk di gedung theater kemarin itu.

mwo? pippo bilang dia yeojachingunya??. Dan lihat,sekarang pippo memegang bibirnya.

LIHAT,mereka berpelukan. Seperti ada yang menyambar petir dikepalaku.

Aku pergi meninggalkan tempat itu dan membiarkan dua orang itu.

Pantas saja,pipo tidak menjadikanku yeojachingunya secara resmi. Jadi

dia masih ingin mencari yeoja yang lebih baik dariku. Yeoja yang mana

yang paling pintar masak. Yeoja mana yang bisa memuaskannya diranjang.

Yeoja mana yang tidak cemburuan.

Aku menangis. Hatiku sakit. Kalau sudah begini,hanya yeoja tidak punya

hati yang tidak cemburu melihat namja yang dicintainya berpelukan

bersama yeoja lain.

Aku menelpon Jiyong oppa. Semoga saja kelasnya sudah selesai. “yeobseo Min a?”. Dia menjawab panggilanku.

“oppa odi?”. Tanyaku.

“aku di rumah.. wae?”. “oh .. ne aku kesana ya oppa”. Kataku tanpa mendengar persetujuan Jiyong

Jiyong POV

Aku sedang bersantai dirumah. Seperti biasa,rumah ini sepi. Hanya ada tukang kebun,dan bibi Kang.

aku jadi seperti anak mereka. Tadi setelah kelas selesai,aku ingin pulang. Padahal waktu masih pukul 01.00 siang.

Yongbae tadi mengajakku berkumpul di caffetalia. Cafe tempat kami biasa

berkumpul bersama. Tapi aku menolaknya. Aku ingin bersantai dirumahku

yang seperti kuburan ini.

Dan tiba-tiba Min a menelpon. Dan mengejutkan,dia ingin datang kesini.

tiiiinng..tooongg…

aku membukakan pintu rumahku. Terkejut,wajah Min a hancur sekali.

Matanya bengkak,hidungnya merah,bibirnya manyun.

“waeeyooo?”. Tanyaku panik sambil memegang kedua pipinya.

“hiikkhikk.. pippo… punya yeojachinggguuuu haaaaahikhiks”. Dia menangis.

Aku memeluknya dan membawanya masuk. Nangisnya amat sangat menyakitkan.

Bagaimana bisa Seunghyun punya yeojachingu sedangkan yeoja yang

dicintainya sedang menangis seperti ini. Aku mendengarkan cerita Min a

siang itu tanpa memotongnya sedikitpun.

Dia masih menangis. Sedih sekali aku melihatnya seperti ini. Setelah selesai bercerita aku buka suara.

“kau masih beruntung… kau belum memastikan apakah Seunghyun benar-benar pacaran dengan Lee Han..”.

“mwoo?? beruntung apanya? aku sudah yakin dia pacaran dengan yeoja ituuuu!”. Serunya sambil mengeluarkan ingusnya.

“setidaknya kau tidak ditinggal pergi jauh”. Jawabku sedih. Aku jadi teringat Park Sung.

Dia terdiam dan menatapku seolah ingin tau lebih banyak lagi dariku. aku

menghela napas. “aku ditinggal pergi jauh oleh yeoja ku saat kami masih

berstatus pacaran”. “dia meninggal ketika dia ikut misi terjun payung

oleh teman-temannya. Dia hobi dengan ketinggian. Seperti bertualang. Aku

sudah melarangnya.. tapi..”. “Tapi saat itu kami berdebat hebat.. dan

dia nekat tetap ingin mengikuti misi itu..”. “dan akhirnya,ketika dia

mau terjun….”. Aku tidak sanggup melakukan ini. Dadaku sesak sekali.

“saat itu.. parasutnya tidak terbuka.. dan dia jatuh dari ketinggian aku

tidak tau berapa ketinggiannya..”. Min a masih menatapku iba. “yang

jelas ketika aku melihat jasadnya..sudah tidak berbentuk sama sekali..

hanya gelang pemberianku yang masih terlihat”. ahhh.. dadaku rasanya.

Ingin sekali ku pukul.

SYUT’

Min a memelukku. Aku sempat kaget. Tapi aku merasa aman. Hatiku perlahan

mulai tenang. “sabar oppa.. mungkin inilah yang dinamakan pendewasaan

diri”. Katanya sambil mengelus punggungku dan membelai rambutku yang

pirang.

Aku memendamkan wajahku dipundaknya.Perlahan napasku ku arahkan ke tengkuknya. Dia menggeliat.

Ku gigit pelan kupingnya. “mmh..”. Dia merespon. Aku semakin ingin. Ku

lepaskan pelukannya. Tatapan matanya sayu dan bengkak. Ku lumat bibirnya

yang merona merah sehabis nangis tadi. Dia belum membalas ciumanku.

gigit,jilat,sedot ku arahkan ke bibirnya. Dia mulai membuka mulutnya dan

membalas jilatanku. “engghh..ahhh”. Dia mengerang.

Seunghyun POV

Aku sekarang sedang di gedung theater yang sepi bersama Lee Han. Aku

menemaninya sebentar. Dia terlihat masih terpuruk. Aku mengusap

pundaknya. “jangan nangis lagi… sudahlah”. Ujarku tenang.

Dia menatapku sebentar. Dan menarik kepalaku. Diciumnya bibirku. Dia

terpejam. Aku membalas ciumannya. Dia masih memegang belakang kepalaku.

Kali ini aku pegang kedua pipinya. Memainkan lidah kami. suara sedotan

sedotan terdengar digedung itu. Ciumanku ku arahkan ke lehernya. Dia

hari ini memakai dress bertali satu. Dan memakai gardigan. “mmhah..”.

Dia terlihat eksotis. Ku remas payudaranya yang kencang. “aaahhh..”.

Ku buka bajunya. tidak tanggung-tanggung ia sudah full naked sekarang.

Kami melakukannya di kursi penonton. dengan keadaan duduk. Aku

mengangkat kedua pahanya. kujilati vagina itu. Bau khas tercium

dihidungku.

“aaah..aahh..Seunghhyunnhh aaahh ffaastterh..”.

Payudaranya terjepit dengan pahanya sendiri. Aku mainkan lidahku di

vaginanya. sedikit sedikit ku jilati klitorisnya yang seperti biji

kecambah yang sudah mau mekar. “aaaahh..oohhh..”. Dia mendesah nikmat.

“Seunghyun-a.. bukahhcelana muuh.. akusudah tidak kuathh..”. Dia menyuruhku membuka celanaku. Aku menurut.

Juniorku sudah menegang. Ku lebarkan pahanya. Akal sehatku sudah tidak

berfungsi. kini napsu yang menguasaiku. aku menyodorkan juniorku di

depan lubang vaginanya. “aaaahhhh..masukhhan..teruuusshh”. Juniorku

sudah sukses masuk di lubang vaginanya. Ku genjot dengan pinggulku. Dia

terpejam “ah ahh..ahh..teruushh teruushh Seunghyunnhh..”. “aaaaahhhenhgg

nikmaatthhhnyaahh..”. aku ikut mengerang. Dia mencekram pinggir bangku

dan aku memegang pahanya supaya makin terbuka. “AAHH.. aku mauuh

keluarhh”. Kataku. ahhh..ahhh.auuuhh…”.

Jiyong POV

“mmmmhh..”. Min a menikmati setiap jilatanku. “aahh..”. Aku sudah

semakin konak. Ku buka cup branya ke atas. ku jilati gundukan indah itu.

“sllrrppslruupphmm”. Suara sedotanku.

“aaahh…ahhoppaah..”. aku remas payudara sebelah kanannya. Sudah terasa

juniorku sudah ingin keluar dari celanaku. Sudah benar-benar merasa

sesak,aku buka celanaku. “aaahh oppah..”. Dia mendesah melihat juniorku.

kini ku pelorotkan celana dalamnya. Baju bagian atasnya masih setengah

naked. ku tidak mau membukanya semua. Justru itu yang membuat aku

semakin bernapsu. Aku jilati dinding vaginanya. Tidak satupun aku miss

menjilatinya. “aaahheehh..”. Dia mendesah kuat.

Aku masukan jariku kedalam vaginanya. Sudah basah sekali. “aaahhhh oohhh oppaah teruus..”. Dia mengerang

Tidak lama kemudian keluarlah cairan cintanya. Ku jilati jariku yang terkena sisa-sisa cairanya.

Ketika aku siap memasukkan juniorku yang sudah sangat tegang. Dia

menutup pahanya dan bangun. “oppa.. apa yang kita lakukan? aku ini calon

istri Pipo.. sahabatmu.. aku merasa kita mengkhianatinya..”. Dengan

muka datar dia merapikan bajunya dan pergi dari rumahku.

Aku terduduk termenung. Apa yang sudah kulakukan pada calon istri sahabatku. Aku terduduk dengan juniorku yang masih menegang.

Seunghyun POV

Aku terduduk disamping Lee Han. Aku benar-benar menyesal. Apa yang

sudah kulakukan???. Oh Tuhan… aku melakukannya pada yeoja lain selain

Minyi. arrrgh. Aku merapikan bajuku. Dan beranjak pergi. Aku sampai lupa

ini sudah lewat dari jam kuliahnya Minyi. “kau mau kemana?”. Tanya Lee

Han menahan tanganku. “apa kau mau pergi begitu saja setelah kau

melakukannya padaku?”. Aku gugup. Aku pusing. “jangan mendekatiku lagi..

maupun menemuiku lagi”. “kita hanya sebatas partner di atas panggung”.

Ujarku dan pergi meninggalkan dia.

Ketika menuju keluar dan membuka pintu aku mendengar dia menangis. Aku

tidak perduli. Lebih sakit ketika Minyi tau apa yang telah terjadi.

***

aku menuju kelas Minyi. Kosong.

Tidak ada orang sama sekali. Aku telepon Seungri,Daesung,Yongbae ,tapi

tidak ada yang tau. Aku menelpon Jiyong. “dia tadi kerumahku..dan dia

sudah pergi”.

Jiyong menjawab dengan datar.

oke,kurasa aku harus kerumahnya. Aku nyalakan motorku. Ku kenakan

helmku. Dan aku menancap gigi motoru dengan cepat. Suara motorku bergema

diseluruh kampus.

Mianhae…mian bidadari kecilku…

Didalam perjalanan aku hanya menahan marah pada diriku sendiri. Bagaimana aku bisa kehilangan akal sehatku seperti ini.

***

aku masuk ke dalam rumahnya. Aku pencet belnya. Ternyata eommanya

sudah pulang. Aku bertanya,katanya Minyi belum pulang dari tadi. Aku

semakin kalut. Kemana dia sebenarnya.

Aku tunggu didepan rumahnya dengan bersandar dimotorku sendiri.

1 jam. 2 jam. 3 jam. 4 jam. dan cukup,ini sudah jam 7 malam. Dan dia belum pulang sama sekali.

Sejak kapan dia jadi nakal begini.

Pintu rumah Minyi terbuka. Eommanya terlihat buru-buru dan panik. Dia kaget ketika masih melihatku didepan rumahnya.

“Seunghyun-a?? kau masih menunggu disini??”. Tanyanya.

“ne..”. Jawabku pendek

“Seunghyun! Min a tertabrak mobil saat dia mau menyebrang dari halte

bus”. Wajah eomma begitu panik. Raut wajahnya sudah benar-benar panik.

Aku juga terkejut. Jantungku terasa mau copot. Air mataku sudah ada dipelupuk mata.

“sebaiknya kau pergi bersamaku”. Ajak eomma Minyi. Dia membawa mobil.

Ku parkirkan motorku di dalam halaman rumah Minyi.

Didalam perjalanan aku kalut. Takut terjadi apa-apa.

Aku kirim pesan ke 4 namja. Tentu saja temanku. Supaya datang melihat ke rumah sakit.

Min a POV

apa yang aku lakukan bersama Jiyong oppa?? Aku nyaris melakukannya

bersama sahabat namja yang benar-benar aku cintai. Walaupun pipo sudah

mempunyai yeoja lain selain diriku. Aku pulang sendiri.

Aku menunggu bus di halte. Tapi,bus yang kutunggu tidak kunjung datang. Merasa sudah malam aku berpikir naik taksi saja.

Tapi,dari arah aku menuju halte taksi tidak ada yang lewat.

Pikiranku benar-benar kacau. Aku harus gimana jujur pada pipoku.

Aku menyebrang. Berniat naik taksi dari sebrang sana. Aku sama sekali

tidak memperhatikan jalan. dan tiba-tiba seperti ada benda berat membuat

tubuhku terpental entah sampai mana. Mataku gelap,dan aku sudah merasa

napasku terputus-putus.

AUTHOR POV

Sampai dirumah sakit,eomma dan Seunghyun menuju kamar yang sudah

diberitahukan sebelumnya. Seunghyun dan eomma berlari cepat-cepat menuju

kamar gadis kesayangannya.

Sudah sampai dikamar Min a ,eomma Min a langsung menghambur ke tempat Min a terbaring lemah.

selang oksigen dipasangkan dihidungnya. Jarum infusnya tertanam di

tangannya.Ya Tuhan.. rasanya aku ingin sekali berlutut meminta maaf apa

yang telah kulakukan. Pikir Seunghyun dalam hati

eomma menangis. Dia memegangi pipi putri kecilnya itu. Seunghyun tidak sanggup melihatnya.

Dan ia keluar dari kamar itu.

Di bangku depan ,Seunghyun melipat kedua tangannya dan menunduk. Air matanya menetes.

Kalau saja aku tidak menemani Lee Han. Mungkin aku sudah mengantar Min a pulang. Pikirnya

“Hyun-a!”. Ada suara khas memanggilnya. Dia Daesung. Ternyata mereka

semua janjian pergi bersama. Daesung,Yongbae,Seungri,Jiyong,Yong Jin,dan

Park Hye. “bagaimana keadaannya?”. Tanya Yongbae.

Seunghyun menggeleng. “molla..”. “Bagaimana kau bisa tidak tau? kau

tidak tanya pada dokternya??”. Tanya Seungri bertubi-tubi. “Jika kau mau

tau lihatlah langsung kekamarnya”. Ujar Seunghyun.

Dan semuanya sudah berhambur mengekor Seungri. Kecuali Jiyong.

“dia datang kerumahku dengan kacau balau..wajahnya berantakan..”. aku

menoleh menatap Jiyong. “dia menangis dipelukanku.. katanya kau punya

yeojachingu”. lanjut Jiyong.

Seunghyun kaget. Jadi sebenarnya dia menungguku menjemputnya,tapi dia

melihat ku saat sedang mengaku kalau aku ini namja Lee Han pada

mantannya itu. Pikir Seunghyun dalam hati.

“apa yang kau lakukan? aku yakin kau tidak punya yeoja lain selain

Minyimu itu.. tapi kau sudah menyakitinya”. Ujar Jiyong sambil menyender

ke bangku yang ia duduki.

“aku hanya membantu Lee Han dari mantannya yang saiko tadi”. Jelasku.

“arra.. tapi Minyimu itu sudah salah paham”. “dan aku mau mengakui sesuatu…karena ini tak pantas disembunyikan”.

Seunghyun menegakkan badannya. “aku sudah menyentuh Min a.. aku

menciumnya.. aku nyaris melakukannya..”. Ujar Jiyong. Seunghyun terlihat

wajahnya memerah menahan amarah. “jebal.. katakan kalau itu bohong”.

Tukas Seunghyun dengan suaranya yang berat dan matanya yang tajam. “aku

tidak bohong”.

BUUK’

Seunghyun sudah melayangkan tinjunya ke wajah Jiyong. BUK. Ia

melanjutkan memukul pipi kanan Jiyong. Di sela-sela itu Jiyong masih

sempat bicara. “asal kau tahu,dia menghentikannya.. dia masih

memikirkanmu..”. “dia tidak ingin merusak cintanya dan merusak

persahabatan kita”. Seunghyun berhenti menonjok. Dia melepaskan

cengkraman baju Jiyong. Dan membuang napas sekencang-kencangnya.

Seunghyun POV

eomma Minyi memintaku menemani Minyi. Ia mau pulang dulu untuk

mengambil kebutuhan untuk Minyi. Dan yang lainnya juga sudah pamit

pulang. Karena sudah larut malam.

Minyiku masih belum sadar. Wajahnya yang putih,menjadi semakin putih. Putih pucat. Pucat pasi.

Aku benar-benar ingin menangis dengan keadaannya seperti ini. Dia tidak

melakukannya dengan Jiyong walaupun sangat nyaris. Dia tidak mau

mengkhianatiku. Tapi aku? aku sudah mengkhianatinya.

Aku menangis di tangannya. Ku cium tangannya.

“mianhae…”. Bisikku.

Jarinya bergerak. Kepalanya bergerak. Aku terlonjak senang. “Minyii… bangun sayang bangun..”. Panggilku.

dia membuka matanya pelan. “ah..oppah..”. Ujarnya lemah. Lemah sekali.

“nee chagi.. oppa disini sayang..”. Jawabku sambil membelas dahinya.

“mianhae oppah.. aku sudah mengkhianati kau..” tukasnya. Air matanya turun

Aku menggeleng dan mencium tangannya. “harusnya aku yang minta maaf…

maaf sudah membuatmu sakit..maaf sudah membuatmu menangis..”.

“oppa.. maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi calon istri yang baik untukmu..”. Ucapnya lemah.

“ani ani kau sudah menjadi calon istriku yang baik.. baik sekali chagi..”. Aku mengecup keningnya.

Dia tersenyum. “aku berjanji… secepatnya aku akan menikahimu..”. Ujarku lantang

“tapi..kita kan masih kuliah pippo..”. Jawabnya sambil manyun. ampunn

dehh ,lagi sakit parah gini aja masih sempet-sempetnya manyun.

“banyak orang yang sudah menikah tapi tetap kuliah chagi.. nanti kita

setelah menikah,kita lanjutkan lagi kuliah kita.. oke?”. Kataku

Dia mengangguk dan tersenyum. Tuhan.. izinkan aku menikahinya supaya dia

menjadi milikku yang tetap. Supaya aku bisa menjaganya. Membuatnya

tersenyum ceria.

END-

readeeersss.. miaaan ya kalo

ceritanya jadi ngelantur kemana-mana.. bener deh,bikin ff NC itu susah

banget.. lebih susah dari bikin ff biasa.. mesti banyak imajinasi..otak

kanan harus terus dipake.. capeeeee gilaaa..

tapi semoga suka ya.. mian kalo NC nya ga bagus/masih kekanak2an.. ^^v tinggalkan jejak kalian yaaa..

%d blogger menyukai ini: