[SiKyu Moment] Fall in Paris

0
[SiKyu Moment] Fall in Paris ff nc kyuhyun
Author : WonSiKyu
Tittle : {SiKyu Moment} Fall in Paris
Category : NC21, Oneshot, Yadong
Cast :
Choi Sihyun
Cho Kyuhyun
Other cast :
Kang Minhyuk
Other Super Junior Member
Ini lanjutan dari kecemburuan Kyu. Ceritanya masih sama gak jelas dari series SiKyu yang terdahulu. Yah author sendiri bingung kenapa suka bikin cerita yang gak jelas /?

[Author POV]
“Kyu, apa kau benar-benar sibuk?”
“Ne. Waeyo?”
“Aish! Aku hanya bertanya kau tak perlu sedingin itu!” Sihyun menutup ponselnya kesal. Padahal ia hanya bertanya tapi suaminya itu menjawabnya dengan begitu dingin. Menyebalkan.
Sihyun menatap kedua tiket yang ada di depannya dengan kesal. Padahal tiket ini ia dapatkan dengan cuma-cuma dari kedua mertuanya. Tapi ia tak akan bisa memakai tiket ini. Padahal ia sangat ingin pergi.
Paris. Kota yang sangat Sihyun sukai tapi ia baru pergi kesana hanya satu kali. Itupun ketika ia masih kecil. Mustahil bukan untuk seorang puteri keluarga Choi hanya pernah ke Paris sekali seumur hidupnya. Padahal ayahnya seorang pemilik perusahaan besar di Korea, ibunya seorang Diplomat dan bahkan kakaknya sendiri adalah bintang dunia. Tapi beginilah kehidupan Sihyun yang sungguh miris.
Ia tak dapat liburan kemana-mana karena kesibukan keluarganya. Bahkan kini suaminya sendiripun ikut sibuk. Belum lagi Super Junior akan comeback dengan album terbarunya dan Musical yang akan suaminya itu bintangi membuat waktu Kyuhyun hanya ada satu jam untuknya. Jangan kan satu jam mungkin lebih tepatnya hanya sepuluh menit.
Sihyun mengambil tiket pesawat itu hendak menyobeknya. Tapi tunggu dulu. Dari pada tiket ini ia sobek lebih baik ia jual. Tidak! Bagaimana kalau ia sendiri yang pergi? Toh ia sudah pernah pergi sendirian ke Jepang dan China. Yah walau tidak sejauh ke Eropa. Tapi ia bukanlah seorang gadis remaja yang harus di temani kemana-mana. Dan sudah ia tetapkan ia akan pergi ke Paris sendirian. Ia tak akan memberi tahu suaminya itu. Lagipula ia tak akan peduli pada Sihyun.
* * *
Sihyun menatap bangunan-bangunan khas Eropa di kota Paris ini. Ia berniat selama di Paris tidak akan pergi ke Menara Eiffel. Baginya pergi kesana akan membuat moodnya turun drastis. Bagaimana tidak? Disana pasti akan banyak pasangan yang bermesraan yang pastinya akan membuat Sihyun iri.
Sihyun memotret setiap sudut kota. Hingga tanpa sadar ia menabrak seseorang.
“Sorry,” Ucap Sihyun membuat lelaki itu menoleh.
“Choi Sihyun?” Tanya lelaki itu membuat Sihyun mengerutkan keningnya. Berpikir apa ia pernah bertemu dengan lelaki ini?
“Kau lupa padaku, nunna? Aku Kang Minhyuk adik kelas mu ketika junior high school.”
“Ah! Minhyuk-ah! Sudah lama tak bertemu.” Akhirnya Sihyun ingat. Lelaki ini adalah adik kelasnya ketika Junior High School. Yang selalu mengikuti dia kemana ia pergi.
“Ne. Apa kabar mu nunna?”
“Baik. Kau bagaimana?”
“Akupun baik.”
Dan percakapan basa-basi itu dilanjutkan dengan berbincang mengenai masa lalu mereka berdua di caffé.
* * *
[Kyuhyun POV]
“Aish! Aku hanya bertanya kau tak perlu sedingin itu!” Dan teriakannya yang memekak telinga itu membuatku mungkin harus pergi ke dokter THT setelah ini. Ya! Apanya yang dingin? Aku hanya bertanya sebiasa mungkin.
Aish! Akhir-akhir ini wanita itu memang sangat sensitif dan cerewet. Bahkan ia sering berteriak. Sihyunku yang anggun dan lembut telah berubah menjadi setan tak berperasaan dan kejam layaknya Ahra nunna.
Aku mencoba untuk meneleponnya kembali. Tapi ia sama sekali tak mengangkatnya. Oh yang benar saja. Ia marah hanya karena aku bertanya dengan nada yang aku sendiri tak tahu kesalahannya dimana. Aku pikir nadanya masih sesuai dengan melodi yang harus aku ucapkan.
“Ya! Maknae! Berhentilah melamun cepat bantu kami merapihkan bekas makanan ini.” Kangin hyung membawa beberapa styrofoam yang sudah kosong dan kotor.
Apa dia akan baik-baik saja? Ia tidak akan bunuh dirikan? Aish! Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun?
Tapi Sihyun adalah wanita yang sangat ceroboh dan bodoh. Mungkin saja ia melakukan itu karena sudah sampai titik jenuh dalam rasa kesepiannya. Tapi dia bukan remaja yang akan melakukan hal seperti itu. Aish!
“Ya! Maknae! Kau mendengarkan ku tidak?!” Teriak Kangin hyung yang hanya aku anggap angin.
“Ya! Kangin hyung sedari tadi bicara padamu, Kyu.” Donghae hyung berusaha untuk memberitahu.
“Aku sudah tahu, hyung. Aku malas menjawabnya.” Jawabku bangkit dan melangkah setengah berlari. Perasaanku tidak enak. Aku takut gadis bodoh itu melakukan hal bodoh.
“Ya! Kau tahu tapi kau–” Ucapan Kangin hyung tak terdengar kembali seiring dengan tertutupnya pintu ruang latihan.
[Author POV]
Kyuhyun memasukan beberapa angka dan menekan tombol hijau hingga menimbulkan suara pintu terbuka.
Apartmentnya terasa sepi. Kyuhyun melangkah menuju dapur dan menemukan secarcik kertas di kulkas.
Dan matanya sukses melebar membaca kalimat perkalimat yang ditulis Sihyun.
CHO SIHYUN, APA KAU INGIN MATI?!
* * *
Sihyun memotret setiap bangunan yang ditunjukan Minhyuk. Namja itu membawa Sihyun keliling kota Paris.
“Apa kau benar tidak ingin pergi ke menara, nunna?” Tanya Minhyuk melihat Sihyun begitu asik memotret.
“Tidak.” Jawab Sihyun.
“Sepertinya ada yang sedang patah hati.” Minhyuk tersadar dengan ketidak mauan Sihyun.
“Apa kau tinggal sendirian disini?” Tanya Sihyun mencoba mengalihkan pembicaraan.
Minhyuk tak menjawab dan hanya tertawa. Membuat Sihyun dengan kesal berniat meninggalkan Minhyuk. Namun ponselnya yang berdering membuat Sihyun menghentikan langkahnya.
“Yeoboseyo. Eommonim, ada apa?”
“Sihyun, kau ada dimana, sayang?” Tanya nyonya Cho yang tak lain adalah mertua Sihyun.
“Jeongmal mianhae. Aku tidak berpamitan pada eommonim. Sekarang aku sedang berada di Paris.”
“Nde?! Kau ke Paris dengan siapa? Kenapa kau tidak pergi dengan Kyuhyun?”
“Aku pergi sendirian. Kyuhyun terlalu sibuk untuk berlibur bersamaku.” Sihyun sedikit merajuk dan mengadu dengan tingkah kurang ajar dari anak mertuanya itu.
“Aish! Anak itu! Arraseo. Kalau begitu jaga dirimu baik-baik, adeul-ah. Eomma khawatir karena tadi Kyuhyun menelepon dan mengatakan kau hilang. Katanya ia takut kau bunuh diri karena merasa kesepian. Baiklah kalau begitu selamat bersenang-senang jangan lupa jaga dirimu baik-baik.” Nyonya Cho mengakhiri teleponnya tapi Sihyun masih meletakan ponsel di telinganya. Ia tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Bunuh diri? Karena kesepian? Ya! Namja itu ingin meledek atau apa?! Dia pikir karena siapa Sihyun merasa kesepian? CHO KYUHYUN PABO!
“Nunna, kau tidak apa-apa? Ayolah jangan marah padaku.” Pinta Minhyuk yang mengira Sihyun marah padanya.
Sihyun menatap Minhyuk, “Kau lelaki bodoh!” Bentak Sihyun yang membuat Minhyuk tercengang.
* * *
“Mwo?! Berada di Paris? Bagaimana bisa?!” Kyuhyun langsung mematikan ponselnya setelah eommanya memberitahu keberadaan Sihyun.
Yah Kyuhyun meminta bantuan eommanya karena istrinya itu sama sekali tak mengangkat teleponnya. Dan sekarang ia bukan main terkejut dengan Sihyun yang berada di Paris. Bagaimana mungkin istrinya itu pergi ke Paris sendirian dan tanpa ijinnya pergi begitu saja. Gadisnya itu harus ia hukum.
Kyuhyun memasukan pakaiannya dengan sangat tidak rapih kedalam koper. Mengganti pakaian latihannya dengan pakaian sederhana. Tanpa bercermin atau menilai pakaiannya terlebih dahulu. Ia segera berangkat. Yah Cho Kyuhyun bukanlah seorang artis yang selalu mengutamakan penampilan. Ia bahkan terkesan tidak peduli dengan penampilannya. Lagi pula apa yang ia takutkan. Elf mencintainya apa adanya.
“Hyung, batalkan semua acaraku hari ini dan seminggu kedepan aku ada acara yang penting.” Kyuhyun dengan sangat tidak sopannya mengatakannya ketika telepon tersambung.
“Ya! Apa maksudmu, Cho Kyuhyun? Kau tidak bisa–” Kyuhyun segera mematikan ponselnya mendengar penolakan Junghoon sang Prince Manager.
Tak ada satupun yang bisa menolaknya tak terkecuali sang manager yang selalu ditaati para member. Sekali tidak tetap tidak. Sifat buruk yang tak pernah terubah dari Cho Kyuhyun.
Jangan dengarkan orang lain. Motto hidup lelaki bodoh yang jelas akan menyusahkan orang lain.
* * *
Sihyun mengambil ponselnya yang berdering. Tengah malam begini siapa yang berani meneleponnya.
“Yeoboseyo?” Serak. Jelas saja ia baru saja bangun tidur. Bahkan ia masih memejamkan matanya.
“Sihyun-ah, syukurlah kau mau mengangkat teleponku.” Sihyun segera membuka kedua matanya dan melihat screen ponselnya. ‘KYUHYUN PABO’.
“Ya! Untuk apa kau meneleponku?!” Teriak Sihyun membuat Kyuhyun disebrang sana menjauhkan ponsel dari indra pendengarannya.
“Sihyun-ah, aku tersesat.”
“Mwo?”
“Aku sudah tiba di Paris dan aku tersesat.”
“Kau di Paris?”
“Iya. Cepat jemput aku. Aku akan mengirim alamatnya.”
“Cho Kyuhyun kau–” Kyuhyun memutus sambungan tanpa menunggu Sihyun berbicara.
Sihyun segera bangkit dan berganti pakaian.
Bagaimana mungkin suaminya itu bisa tersesat? Ternyata Kyuhyun jauh lebih bodoh dari pada perkiraanya. Ia ingat bahwa suaminya itu beberapa tahun yang lalu pernah melakukan pemotretan bersama member yang lain di kota ini lelaki itu juga pernah mengadakan konser di kota impian ini. Dan artinya Kyuhyun pasti sudah mengenal kota ini. Tapi kenapa lelaki itu bisa tersesat. Tunggu tersesat? Memangnya kemana tujuan suaminya itu? Kyuhyun tahu ia menginap dimana? Tapi dari siapa? Ia sama sekali tak memberitahu siapa-siapa.
Sihyun keluar dari hotel dan melihat Minhyuk dengan mobilnya sudah menunggu. Yah Sihyun meminta Minhyuk untuk ikut mencari keberadaan Kyuhyun. Ia tak ingin mengambil resiko dengan ikut tersesat ketika mencari Kyuhyun.
“Ini alamatnya. Kita bisa pergi sekarang.” Ucap Sihyun dan langsung memakai sabuk pengaman.
Dahi Minhyuk mengerut melihat alamat yang Sihyun tunjukan tapi ia tetap memulai perjalanan.
* * *
“Kau yakin tak salah alamat, Minhyuk-ah?”
“Ani, nunna. Alamat yang kau berikan benar disini. Charles de Gaulle Airport.”
Sihyun menatap alamat yang ia tulis sendiri. Ia baru sadar bahwa nama yang tertulis disana adalah sebuah nama bandara. Kini siapa yang bodoh ia atau suaminya. Omong-omong tentang suaminya. Sialan! Suaminya itu sukses mengerjainya. CHO KYUHYUN KAU BENAR-BENAR TAK TERMAAFKAN!
“Sihyun-ah!” Sihyun hendak kembali masuk ke mobil ketika sebuah suara yang membuatnya kesal namun ia rindukan menghentikan yang ia lakukan.
“Kenapa lama sekali? Kau tahu aku menunggumu selama setengah jam.” Dengan wajah tidak berdosanya Kyuhyun mengatakan segalanya dengan santainya.
Sihyun menatap Kyuhyun tajam. Tuhan bagaimana mungkin ia mempunyai suami yang sangat menyebalkan seperti Kyuhyun. Bahkan lebih parahnya bagaimana mungkin ia bisa mencintai iblis ini.
“Dasar bodoh! Apa kau tahu aku hampir saja terkena serangan jantung ketika mendengar kau tersesat? Dan kau hanya mengerjaiku. Kyuhyun bodoh jelek setan tak berotak!” Sihyun menjenggut rambut tebal Kyuhyun membuat namja itu kesakitan dan berusaha melepaskan diri.
“Ya! Ya! Salahmu sendiri kenapa kau pergi tak memberitahuku dan meminta izin padaku.”
“Mwo? Ya! Kau–”
“Siapa dia?” Tanya Kyuhyun memotong ucapan Sihyun.
Bagaimana mungkin lelaki yang berasal dari keluarga terhormat bisa berprilaku seperti ini? Tak ada sopan santunnya.
Sihyun menatap Minhyuk yang hanya melongo melihat pertengkaran yang sama sekali tak menarik. Bahkan lalatpun tak akan mau melirik pertengkaran tak bermutu Kyuhyun-Sihyun.
Sihyun melepaskan tangannya dari rambut Kyuhyunt, “Ini–“.
“Tunggu dulu. Aku pernah melihatmu.” Sihyun hendak memperkenalkan Minhyuk namun lagi-lagi dengan kurang ajarnya lelaki itu memotongnya.
“Cho Kyuhyun tak bisakah sedikit saja kau bersikap sopan? Kau berasal dari Korea Cho Kyuhyun!” Bentak Sihyun yang akhirnya membuat namja bermarga Cho itu terdiam.
“Dia Kang Minhyuk. Junior kita ketika Junior High School. Tentu saja kau pernah melihatnya.”
Bukannya pernah melihatnya saja bahkan aku sudah menandai dia di buku deathnote ku. Junior yang dengan beraninya menyatakan cinta pada Sihyun. Dengus Kyuhyun dalam hati.
Minhyuk segera membungkuk. Namun sama sekali tidak direspon Kyuhyun.
Sihyun menginjak kaki Kyuhyun membuat pria itu menjerit kesakitan. Lagi-lagi istrinya itu bersikap anarkis padanya. Mungkin setelah ia pulang ke Korea ia akan menutut istrinya yang telah melakukan kdrt. Dan meminta hakim untuk menghukum Sihyun. Dengan hukuman wanita itu harus hidup bersamanya selamanya. Cho Kyuhyun memang gila. Mana ada hukuman negara yang seperti itu.
“Sudahlah sebaiknya kita kembali ke hotel. Ini tengah malam dan aku ingin melanjutkan tidurku.”
“Mwo? Kau menginap di hotel bersama dia?” Tanya Kyuhyun sambil menunjuk Minhyuk. Lelaki itu sepertinya memang kehilangan akalnya.
“Ani, hyung. Maksudku sunbae, aku menginap di rumahku. Aku tinggal di sini.” Minhyuk segera melarat panggilannya ketika mendapat tatapan tak terima Minhyuk memanggilnya ‘hyung’.
* * *
Sihyun memotong roti yang menjadi menu sarapan hotel pagi ini. Sedangkan Kyuhyun lelaki itu lebih memilih meminum susu cokelat hangatnya sambil memainkan gadget-nya.
“Kau pergi bersama lelaki lain dibelakangku.” Ucapan Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka.
“Aku hanya berkeliling. Jangan memulai sesuatu yang buruk di pagi yang cerah ini, Kyu.” Sahut Sihyun dan memakan potongan roti terakhir.
“Aku tidak suka kau pergi bersamanya.”
“Mwo? Wae?”
“Pokoknya aku tidak suka.”
“Kau ini aneh sekali.” Sihyun tak mengacuhkan Kyuhyun. Ia mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi.
“Ya! Kau mau kemana?”
“Minhyuk sudah berjanji akan memperlihatkan tempat yang indah selain Eiffel di Paris.”
“Ani! Aku tidak mengijinkan mu untuk pergi.”
“Ya! Kenapa?”
“Pokoknya tidak.”
“Aish! Kau benar-benar aneh Cho Kyuhyun.” Sihyun membalikan tubuhnya dan melangkah pergi.
“Ya! Cho Sihyun aku sudah bilang aku tidak mengijinkan kau pergi.”
“Aku tidak dengar!”
“Ya! Cho Sihyun!”
Sihyun sama sekali tak menghiraukan Kyuhyun. Ia tetap melangkah. Dan akhirnya Cho Kyuhyun bodoh itu mengikutinya.
“Sunbae, kau ikut bersama kami?” Sapa Minhyuk yang sudah menunggu di depan hotel.
“Ya.” Jawab Kyuhyun singkat dan menghentikan Sihyun yang akan duduk didepan. “Wanita duduk di belakang.”
“Mwo?!”
[Kyuhyun POV]
Aku mendengus. Padahal aku sudah duduk di depan agar mereka tak banyak mengobrol. Namun nyatanya mereka malah mengobrol banyak. Seakan tak sadar bahwa ada orang lain.
Aku menatap Sihyun dari cermin dan dia juga sedang melihatku. Aku menatapnya dengan tatapan sebal. Namun ia mengalihkan tatapannya seakan tak peduli dengan tatapan sebalku.
Cho Sihyun apa kau benar-benar sedang mengujiku?
[Author POV]
Beberapa menit perjalan. Akhirnya mereka sampai di Place de la Concorde. Alun-alun yang dibangun tahun 1755 dengan luas 86.400 meter. Salah satu tempat terkenal di Paris dan banyak pengunjungnya. Tempat yang dikenal dengan adanya monumen dan air mancur.
Sihyun menatap sekeliling. Alun-alun ini benar-benar luas. Cerahnya hari membuat tempat ini begitu menyenangkan.
Sedangkan Kyuhyun. Ini memang bukan pertama kalinya ia kemari. Dan ia sudah biasa melihat tempat-tempat menakjubkan di Paris.
“Karena nunna tak ingin pergi ke tempat romantis akhirnya aku membawa kalian kemari. Nunna bisa memoto semua monumen disini.” Ucap Minhyuk diakhiri dengan kekehan.
Kyuhyun mengerutkan keningnya. Sihyun tak ingin pergi ke tempat romantis? Yang ia tahu istrinya itu tipe seseorang melankolis yang menyukai sesuatu berbau drama dan romantis.
“Gomawo, Minhyuk-ah,” Ucap Sihyun diakhiri dengan memeluk Minhyuk. Dan sukses membuat lelaki dibelakang mereka mengepalkan tangannya.
Sihyun tak begitu peduli. Karena dasarnya ia masih marah dengan Kyuhyun. Karena melarangnya untuk berjalan-jalan.
Selama beberapa jam Kyuhyun merasa ia di jadikan kambing conge. Sama sekali tak dipedulikan. Sihyun asik memotret sedangkan Minhyuk lebih seperti guard tour Sihyun.
Sihyun memotret sekeliling tanpa memperdulikan jalan yang licin karena cipratan dari air mancur. Hingga akhirnya Sihyun terpeleset untungnlah ada Minhyuk yang setia dibelakangnya. Menolongnya agar tidak terjatuh.
Namun tindakan Minhyuk itu telah membuat setan di belakang mereka yang sedari tadi menahan amarahnya menjadi marah dan tak bisa menahannya.
Cho Kyuhyun berjalan ke arah mereka. Menarik baju Minhyuk dan tanpa perlu dihitung dengan hitungan detik. Kepalan Kyuhyun mendarat tepat di wajah Minhyuk.
Membuat semua yang berada disana menatap tak percaya. Tanpa terkecuali Sihyun. Ia bahkan tak bisa menutup mulutnya karena tak percaya dengan yang suaminya itu lakukan.
“CHO KYUHYUN!”
Tanpa menunggu Sihyun menamatkan kalimatnya. Lelaki itu menarik lengan Sihyun kasar. Membuat Sihyun meringgis karena cengkraman Kyuhyun dilengannya.
* * *
Sihyun memasuki kamar hotel dan langsung menutup pintu tanpa menghiraukan Kyuhyun yang masih berada di luar.
“Ya! Cho Sihyun buka pintunya.”
Kyuhyun menggedor pintu kamar hotel. Namun Sihyun tak kunjung membukanya. Hingga ia mulai lelah dan duduk di depan pintu.
Lelaki itu menatap kosong di depannya. Baru ia sadari bahwa ia telah melakukan sesuatu diluar nalar nya lagi. Ini kedua kalinya ia bertengkar dengan Sihyun yang benar-benar marah karena sifat posesif nya. Ia baru sadar bahwa ia bersikap seperti anak kecil -lagi.
Dan ia tak bisa menyalahkan dirinya sendiri. Semua ini karena ia terlalu mencintai Sihyun. Hingga tak rela ada lelaki yang menyentuh Sihyun selain dirinya. Ia hanya ingin gadis itu tersentuh oleh dirinya seorang.
Tapi tadi– ia memang melihat dengan jelas Sihyun yang hampir jatuh karena terpeleset. Dan Minhyuk hanya mencoba menolong. Aish! Dia memang bodoh.
Kyuhyun mengetuk pintu kamar. Kali ini lebih pelan. Dan akhirnya pintu terbuka.
“Sihyun-ah, aku minta–” Ucapan Kyuhyun terhenti ketika Sihyun menarik kemejanya dan membawanya kedalam kamar.
Sihyun menghempaskan Kyuhyun dan menindihnya. Lelaki itu belum sepenuhnya sadar ketika Sihyun langsung melumat bibir pria itu.
Mencium Kyuhyun. Adalah hal pertama yang Sihyun lakukan dan itu sukses membuat Kyuhyun berdebar.
“Si-sihyun-ah kau kenapahh?” Kyuhyun sedikit mendesah mendapat ciuman Sihyun dilehernya.
Ia heran. Benar-benar heran. Bagaimana mungkin Sihyun bodohnya yang polos bisa jadi seagresif ini dan menyerangnya? Apa wanita itu baru saja melihat koleksi film dewasa miliknya yang Eunhyuk berikan padanya dengan cuma-cuma? Tapi setahunya film-film itu tersimpan dilaptopnya bukan di gadgetnya.
Sihyun mencium bibir Kyuhyun kembali sambil melepaskan satu persatu kemeja lelaki itu. Dan pada saat Sihyun menciumnya Kyuhyun bisa mencium aroma alkohol. White wine. Sial. Nampaknya istrinya itu sudah meminum white wine miliknya tanpa sengaja. Yah yang ia tahu Sihyun tak akan mau meminum minuman memabukan itu jika wanita itu tahu
Kyuhyun hendak melepaskan diri. Karena ia tak mau -meski dalam hati ingin-  meniduri istrinya dalam keadaan istrinya mabuk.
Namun sentuhan Sihyun didadanya membuat ia mengurungkan niatnya. Sihyun mengusap dada Kyuhyun dan memainkan nipplenya. Membuat suaminya itu mendesah tertahan.
Sihyun memindahkan ciumannya keleher Kyuhyun. Memainkan adam apple milik Kyuhyun dengan lidahnya. Tangannya membuka kemeja yang Kyuhyun pakai.
Kyuhyun dibuatnya tak berdaya. Ini kali pertama Sihyun begitu agresif. Dan harus Kyuhyun akui ia menyukainya. Tentu saja siapa yang tidak suka jika dipuaskan.
Sihyun menurunkan ciumannya. Membuat tanda-tanda kepemilikan didada Kyuhyun. Dan tangannya semakin nakal. Diremasnya milik pria itu. Membuat Kyuhyun mengerang merasakan nikmat dari remasan Sihyun.
“Sihyun-ahhmm–” Sihyun menutup mulut Kyuhyun yang mengeluarkan desahan karena tangan nakalnya yang memijat milik Kyuhyun. Hingga benda dalam tangannya itu membesar dan mengeras.
Sihyun mencium bibir Kyuhyun. Melumat bibir pria itu atas dan bawah. Ia mengigit bibir pria itu pelan. Memberi kode pada Kyuhyun untuk membuka mulutnya. Mereka saling membelitkan lidah satu sama lain. Menyesap lidah masing-masing terasa nikmat. Kyuhyun tak menutup matanya ia lebih memilih melihat wajah Sihyun yang menikmati ciuman mereka. Tangan Sihyun masih tetap betah memijat milik Kyuhyun.
Sihyun melepaskan ciumannya. Ia bisa melihat bibir Kyuhyun yang membengkak karena ulahnya. Mungkin dalam kondisi normal pipinya akan memerah karna malu. Namun kini ia tengah dibawah pengaruh alkohol.
Ia melepas ikat pinggang Kyuhyun. Membuka celana dan underwear Sihyun. Lagi-lagi jika keadaan normal mereka akan saling mengejek. Namun kini Kyuhyun lebih memilih menikmati perlakuan Kyuhyun yang begitu menguntungkannya.
Sihyun menyentuh milik Kyuhyun yang menegang dengan sempurna. Begitu panjang, besar dan keras. Sihyun menggerakan lengannya naik turun membuat desahan Kyuhyun lolos begitu saja. Lelaki itu menatap apa yang Sihyun lakukan. Istrinya itu mempercepat gerakan tangannya bahkan Sihyun mulai menjilat ujung milik Kyuhyun. Membuat pria itu mengerang nikmat.
Ini bukan pertama kalinya Sihyun memberinya oral. Namun ini kali pertama istrinya mau menyentuh miliknya tanpa harus ia perintah.
Kyuhyun semakin mendesah ketika Sihyun memasukan miliknya kemulutnya. Mengulumnya. Memainkan ujungnya dengan lidahnya. Dan Kyuhyun tak kuasa menahan kenikmatan yang Sihyun berikan. Tak terhitung sudah berapa lama mereka tidak melakukan rutinitas yang seharusnya pengantin baru lakukan. Dan Kyuhyun tak dapat berbohong bahwa sensasi yang ia rasakan saat ini begitu memabukan dan nikmat.
Lidah Sihyun memainkan milik Kyuhyun didalam mulutnya. Bagian milik Kyuhyun yang tidak masuk kedalam mulutnya dikocoknya dengan tangan. Kyuhyun yakin bahwa ia tak akan merasakan hal yang sama jika wanita lain melakukan ini.
Sihyun memang masih amatir dan belum pandai dalam mengoral dirinya. Namun melihat wajah Sihyun yang mengulum miliknya dengan nikmat bahkan membuat ia tak sadar bahwa sebentar lagi sperma Kyuhyun akan keluar.
Kyuhyun mengerang merasakan pelepasannya. Tubuhnya mengejang sedikit rasa ngilu ia rasakan dimiliknya namun nikmat ketika ia keluar dan Sihyun menghisap miliknya kuat. Kyuhyun mengira Sihyun akan marah karena ia telah mengeluarkan spermanya dimulut Sihyun. Namun perkiraannya salah. Sihyun malah menelan sperma Kyuhyun. Membuat suaminya itu tercengang.
Ia rasa inilah penyebab Sihyun tak menyukai minuman berakohol. Karena itu dapat membuat Sihyun berubah tidak hanya sifat namun kesukaannyapun.
Kyuhyun melihat Sihyun yang berusaha membersihkan milik Kyuhyun yang terkena lelehan sperma pria itu. Dan ia baru sadar Sihyun masih berpakaian lengkap. Sedangkan dirinya sudah polos tak tertutup apapun. Ya Tuhan.
Sihyun terlentang dengan tiba-tiba karena Kyuhyun yang menariknya dan mengubah posisi mereka berdua. “Berani-beraninya kau mendahuluiku, nyonya Cho. Kini kau rasakan saja akibatnya.”
Kyuhyun berbisik dengan suara seraknya membuat Sihyun merasakan tubuhnya terbakar. Apalagi ketika Kyuhyun mulai melucuti pakaian yang ia kenakan satu persatu. Membuat tubuhnya terasa benar-benar terbakar.
Ribuan kupu-kupu bermain di perut Sihyun ketika Kyuhyun berhasil membuatnya polos tanpa sehelai benang dan langsung mencium puncak dadanya yang sudah mengeras sedari tadi. Sihyun meremas rambut Kyuhyun ketika lelaki itu menghisap nipplenya. Mengulumnya. Memasukannya ke mulutnya. Dan mempermainkannya dengan lidah. Membuat erangan Sihyun memenuhi setiap sudut kamar.
Tangan Kyuhyun tak tinggal diam. Tangan satunya tengah asyik merasakan kekenyalan payudara Sihyun. Sedangkan yang satunya menyentuh milik Sihyun yang suda basah.
“Nampaknya kau sudah begitu siap, hyunnie.” Ucap Kyuhyun dan mulai memasukan jarinya kedalam milik Sihyun. Membuat Sihyun semakin memperkeras erangannya dan Kyuhyun semakin bersemangat.
Kyuhyun memainkan tubuh bawah Sihyun dengan memutar jarinya didalam milik Sihyun. Dan kedua puncak dadanyapun menjadi mainan lidah Kyuhyun. Suaminya itu menjilat nipple Sihyun bergantian. Membuat Sihyun semakin meremas rambut Kyuhyun.
Lelaki itu terus menggerakan jarinya dalam Sihyun. Jarinya yang panjang membuat Kyuhyun akhirnya bisa menyentuh titik kenikmatan Sihyun di dalam sana. Membuat Sihyun semakin mengerang nikmat.
“Kyuhhh–” Kyuhyun semakin mempercepat jarinya mengoyak milik Sihyun.
Sihyun merasakan pening ketika puncaknya ia dapatkan. Tubuhnya mengejang seiring keluarnya cairan dari dalam miliknya. Sihyun memeluk kepala Kyuhyun yang masih asik mempermainkan payudaranya. Membenamkan kepala pria itu lebih dalam.
Kyuhyun mengeluarkan jarinya yang basah karena cairan yang Sihyun keluarkan. Lelaki itu mengolesi cairan di puncak payudara Sihyun. Dan menjilatnya membuat Sihyun kembali mendesah.
Setelah bosan mempermainkan puncak dada Sihyun. Kyuhyun mencium bibir Sihyun. Melumat bibir tipis itu atas bawah.
“Kyuhhh … arghhh–” Kyuhyun memasukan miliknya ke dalam Sihyun. Membuat istrinya menjerit. Bukan jeritan kesakitan. Namun rasa nikmat yang sedang ia rasakan membuat ia tak mampu menahannya dan menjerit.
Kyuhyun mencium leher Sihyun. Baru ia sadari ia belum memberi bercak kemerahan tanda kepemilikannya di leher Sihyun. Kyuhyun menjilat, mengihisap dan mengigit. Membuat tanda kepemilikannya di leher Sihyun.
Sihyun menjenggut rambut suaminya itu. Di dorongnya tubuh pria itu. Hingga milik Kyuhyun terlepas dari miliknya. Kyuhyun menatap Sihyun heran namun sedetik kemudian ia dengan sulit menelan air liurnya. Karena dengan tangan yang menggulung rambutnya sendiri dan tangan satunya memegang milik Kyuhyun. Sihyun memasukan milik Kyuhyun kedalam. Membuat keduanya kembali melenguh.
Sihyun bergerak liar diatas Kyuhyun. Wanita itu menggerakan pinggulnya maju mundur dan terkadang memutar. Kyuhyun berusaha mengimbangi gerakan Sihyun dengan menaikan pinggulnya ketika Sihyun menekan tubuhnya pada selangkangan Kyuhyun.
Kyuhyun melihat payudara Sihyun yang menggantung dan bergerak seiring dengan gerakan Sihyun. Tubuh Sihyun berkeringat dan wajahnya. Jangan tanyakan wajahnya. Wajah Sihyun adalah hal yang paling terindah yang pernah ia lihat. Dan melihat rona merah dan keringat diwajah Sihyun benar-benar sebuah pemandangan yang indah. Lebih indah dibanding melihat matahari terbenam di atas menara Eiffel. Belum lagi bibir Sihyun yang tidak menutup karena tak kuasa menahan desahannya. Membuat Kyuhyun segeran menarik tubuh Sihyun melumat bibir merah nan tipis milik istrinya itu.
Desahan keduanya tertahan dalam ciuman mereka. Kyuhyun bisa merasakan milik Sihyun yang kenyal menggesek dadanya. Pinggul istrinya itu masih bergerak. Memijat milik Kyuhyun didalam miliknya.
Sihyun berusaha melepaskan ciumannya dengan Kyuhyun karena oksigen yang tidak cukup ia hirup dari indera penciumanya ia membutuhkan mulutnya untuk menghirup oksigen sebanya-banyaknya. Namun pria itu nampak sangay menikmati ciuman mereka dan tak ingin melepasnya.
Gerakan keduanya semakin cepat dan cepat. Kyuhyun bisa merasakan milik Sihyun yang menyempit. Begitu juga Sihyun ia bisa merasakan milik Kyuhyun yang membesar dan menyempit. Tanda bahwa keduanya akan mencapai puncaknya.
Kyuhyun membalikan posisi menjadi Sihyun dibawahnya. Kyuhyun menghentakan miliknya kuat-kuat dan dalam. Menyentuh menekan titik rangsangan Sihyun berkali-kali. Bibir tebal milik Kyuhyun telah turun mencium leher Sihyun. Memperbanyak bercak kemerahan dileher Sihyun.
Pengaruh alkohol membuat Sihyun mengantuk. Padahal sebentar lagi ia akan keluar. Tapi mata tak kuas lagi untuk membuka. Kyuhyun yang melihat Sihyun yang sebentar lagi tertidur memperkuat gerakannya. Ia mengigit leher istrinya. Berusaha agar istrinya tidak tertidur sebelum mereka mencapai puncaknya.
Sihyun berusaha membuka matanya walau berat ketika merasakan gigitan Kyuhyun dilehernya. Ia berusaha menikmati milik Kyuhyun yang terus menghujam miliknya. Berusaha menghilangkan rasa kantuk yang ia rasakan.
Tubuh keduanya menegang ketika mencapai puncak. Kyuhyun menghentakan miliknya lebih dalam hingga ujung milik Kyuhyun menyentuh mulut rahim Sihyun. Keduanya melenguh dalam ciuman panas mereka. Sperma Kyuhyun masuk kedalam uterus Sihyun.
Ditengah rasa kantuk dan lelahnya Sihyun berdoa semoga kali ini Kyuhyun dan dirinya berhasil.
Kyuhyun yang melihat Sihyun langsung tertidur setelah pelepasannya merapihkan poni yang menutupi wajah Sihyun. Kyuhyun mencium kening istrinya dengan sayang.
Kyuhyun melepas miliknya dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh keduanya. “Tidur yang nyenyak, gadis bodohku. Aku mencintaimu.” Bisik Kyuhyun di telinga Sihyun. Di akhiri dengan kecupan di bibir Sihyun.
* * *
“Aku tidak peduli. Kau harus meminta maaf padanya.”
“Ya! Untuk apa aku meminta maaf itu bukan sepenuhnya salahku.”
“Ya! Cho Kyuhyun kau telah memukul orang tak berdosa dan kau harus meminta maaf bodoh.”
Kedua pasangan yang sangat bodoh. Ketika orang-orang menikmati suasana romantis ini dengan saling mengucapkan kata-kata cinta dan janji untuk saling bersama. Berbeda dengan Kyuhyun-Sihyun. Mereka malah bertengkar. Membuat pasangan-pasangan disekitar mereka merasa terganggu karena suara mereka yang memekak telinga.
Keduanya kini sedang berada di Pont des Art . Jembatan yang melintang di atas sungai Seine yang penuh dengan gembok bertuliskan nama orang-orang yang saling mencinta. Banyak pasangan yang mengunci gembok cinta mereka di jembatan ini, lalu membuang kunci gembok ke Sungai Seine sebagai tanda bahwa cinta mereka akan abadi.
Dan tidak hanya menuliskan nama mereka digembok saja. Beberapa pasangan juga menikmati indahnya sungai Seine yang memantulkan cahaya mentari. Begitu indah.
“Cho Kyuhyun kau mendengarku tidak?” Sihyun berteriak ketika Kyuhyun melangkah meninggalkannya dengan acuh.
Sihyun mendengus ketika pria itu benar-benar meninggalkannya. Pria itu benar-benar tak berotak dan jahat. Sihyun menatap beberapa pasangan yang asik bermesraan disekitarnya. Ada yang sedang asik bercanda sambil menulis nama mereka diatas gembok. Ada yang saling berpelukan sambil menikmati keindahan sungai.
Sihyun menghela nafasnya dan berniat kembali ke hotel. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang menggengam tangannya dan memberikan ia sebuah gembok.Di lihatnya Kyuhyun menatap dengan senyum yang begitu Sihyun cintai. Senyum tipis manis. Yang selalu membuat dirinya gemas.
“Kau tahu tulisanku tidak lebih bagus darimu. Oleh karena itu kau saja yang menulis.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan spidol berwarna putih.
Sihyun tersenyum mengejek. Tentu saja tulisannya akan lebih bagus dari suaminya itu. Tanpa membalas perkataan Kyuhyun. Sihyun mengambil spidol dari Kyuhyun dan mulai menuliskan namanya dan nama kyuhyun di gembok yang berwarna biru tua itu.
??? ? ???
Setelah menulis namanya dan nama Kyuhyun. Kyuhyun mengambil gembok itu dan mengunci nya di jembatan itu.
“Mana kuncinya?” Tanya Kyuhyun sadar bahwa kuncinya tak ada.
“Biar aku yang simpan.”
“Mwo? Kau berniat berpisah dariku Cho Sihyun?!”
“Mwo? Ya! Kenapa kau menuduhku yang tidak-tidak?!”
Dan akhirnya mereka kembali bertengkar. Membuat orang-orang disekitar mereka hanya menggelengkan kepala. Tak paham dengan pasangan bodoh itu.
END
%d blogger menyukai ini: