Princess Kaguya Chapter 2/2 End

0
Princess Kaguya Chapter 2/2 End ff nc kyuhyun twoshoot
Author : Rashisa
Title : Princess Kaguya
Cast : Cho Kyuhyun as Kyuhyon
Kaguya
Genre : Sad, Romance, Married Life
Rating : Nc 21
Hope you like it   
Semenjak menikah dengan Kyuhyon perlahan-lahan semua kehidupannya berubah drastis. Ia tak bisa lagi belajar memasak seperti yang pernah dia lakukan bersama dengan neneknya dulu, jangankan memasak menyentuh dapur saja ia tidak diperbolehkan. Ia sangat merasa bosan dengan apa yang dia jalani sekarang ini.

Kegiatan sehari-hari yang dilakukan Kaguya adalah menemani Kyuhyon saat menghadari acara-acara resmi yang mengharuskannya untuk ikut hadir dan selebihnya dari itu dia akan kembali dengan kewajibannya belajar. Background Kaguya yang berasal dari wanita biasa membuatnya harus mempelajari segala hal yang berkaitan dengan tata karma yang berlaku di istana dan itu semua bisa ia peroleh setelah mengikuti kursus yang khusus disiapkan untuknya.
Mata Kaguya menatap penasaran orang-orang yang sedang berlari ke jalan yang berlawanan arah dengannya. Dirinya yakin sesuatu yang tidak beres sedang terjadi karena ia tahu dalam istana tidak memperbolehkan seseorang untuk berlari-lari kecuali jika dalam keadaan darurat.
“apa yang terjadi” tanya Kaguya setelah mencegat salah satu dayang yang tadi sempat ia lihat berlari namun sekarang sudah kembali. Dayang itu terlihat kaget namun hanya berlangsung singkat dan ia bergegas membungkukkan tubuhnya.
“hmm, itu. Kaisar Kyuhyon terluka saat bermain kendo” jawab dayang itu setengah gugup.
“sekarang dimana Kaisar Kyuhyon berada” tiba-tiba rasa khawatir menggerogoti diri Kaguya setelah mendengar bahwa Kyuhyon yang terluka. Sesuatu dalam dirinya terusik dan sekelumit rasa di dalam hatinya mulai menguasai tubuhnya. Dengan jantung yang berdetak cepat, Ia menanti gelisah jawaban dayang itu.
“di ruang olahraga…”
Kaguya langsung meninggalkan dayang itu sesaat setelah mengetahui tempat Kyuhyon berada. Ia tak memperdulikan ucapan dayang itu yang belum selesai ia dengar karena bagi Kaguya melihat keadaan Kyuhyon jauh lebih penting dari pada mendengarnya dari mulut orang lain. Dengan langkah tergesa Kaguya mendatangi tempat olahraga yang biasa didatangi suaminya itu, dari kejauhan dia melihat kerumunan orang yang memadati pintu masuk ruang olahraga.
“minggir” perintah Kaguya. Orang-orang yang melihat Kaguya berbondong-bondong menepi memberi jalan Kaguya untuk bisa masuk.
“apa yang terjadi?” tanyanya. Kaguya langsung ketika masuk ke dalam ruangan berlantai kayu itu. Ia melihat ekspresi kaget yang di tunjukkan orang yang berada di sana karena mendapati dirinya yang masuk dengan wajah khawatir disertai dengan nafas yang tersengal-sengal. Kaguya berlari seperti orang kesetanan bahkan ia meninggalkan dayang yang selalu menemaninya itu karena tak bisa mengikuti larinya.
“kenapa diam saja. Tidaklah ada seseorang yang bisa menjawab pertanyaanku”
“tidak terjadi apapun. Aku baik-baik saja” semua menoleh kearah Kyuhyon yang baru saja menjawab pertanyaan Kaguya. Pandangan Kaguya berubah sedikit lega karena mendengar keadaan Kyuhyon yang mengatakan dirinya baik-baik saja tapi asumsinya kembali berubah saat matanya menangkap tangan kirinya terbalut kain kasa.
“apa yang terjadi dengan tanganmu” tanya Kaguya setelah melangkahkan kakinya mendekat kearah suaminya lalu meneliti lebih jelas luka yang diderita Kyuhyon. Ia meringis kecil melihatnya seolah luka itu juga di deritanya. Kaguya memegang bagian tangan Kyuhyon yang terluka dan mengusapnya dengan sangat hati-hati.   
“maafkan kesalahan saya karena kecerobohan yang saya perbuat membuat Kaisar Kyuhyon terluka”
“kau….” Kyuhyon menahan tangan Kaguya yang ingin memarahi pria yang mengaku telah mencelakainya. Ia dengan sengaja memotong ucapan Kaguya karena tidak ingin membuat istrinya mengeluarkan emosi di depan umum.
“ini semua bukan kesalahanmu. Aku juga ikut andil disini, mungkin aku hanya kehilangan konsentrasiku dan itu membuatku lengah sehingga secara tak sengaja anggarmu mengenai tanganku” kata Kyuhyon berusaha bijak. Ia tidak ingin memperpanjang masalah ini karena Kyuhyon mengganggap jika semua ini juga salahnya. Ia melempar pandangannya kearah Kaguya dengan memberikan isyarat gelengan kepala sebagai tanda bahwa tak ada yang perlu di permasalahkan lagi.
“terima kasih atas kebaikan Kaisar yang bersedia memaafkan saya” Kyuhyon hanya mengangguk dan tersenyum ramah seperti biasa sebagai balasannya.
“mau menemaniku beristirahat” tawar Kyuhyon pada istrinya.
                                        oOo
“kau tidak mau menceritakan padaku apa yang baru saja menimpa dirimu tadi” tanya Kaguya. Ia masih penasaran tentang alasan kenapa Kyuhyon bisa terluka saat memainkan kendo. Sejauh pengetahuannya Kyuhyon sangat ahli melakukan olahraga itu dan Kaguya sangat heran begitu mengetahui jika suaminya terluka saat latihan.
“bukankah kau ada disana dan kau juga mendengar apa yang aku katakan ketika diruang olahraga. Apa aku harus mengulanginya lagi disini?”
“kalau itu aku juga sudah tahu yang menjadi pertanyaanku adalah apa yang mengganggumu sehingga membuatmu kehilangan konsentrasimu dan berakibat fatal seperti ini”
“kau menghawatirkanku?” tanya Kyuhyon mengoda. Dia menilik wajah Kaguya yang tiba-tiba timbul semburat marah di pipinya. Ia semakin penasaran dan berniat melanjutkan kejahilannya mengerjai istrinya itu.
“tidak, aku hanya penasaran saja” sangkal Kaguya. Dia mengalihkan wajahnya dari tatapan Kyuhyon yang mencoba menggodanya, ia terlalu malu jika kenyataannya di ketahui oleh Kyuhyon meski Kyuhyon adalah suaminya sendiri.
“benarkah? Lalu kenapa langsung mengalihkan wajahmu, apa kau malu jika aku mengetahui kalau sebenarnya kau telah menyukaiku Kaguya?” Kyuhyon terkekeh geli melihat polah Kaguya yang salah tingkah karena kejailannya. Kyuhyon menggenggam tangan Kaguya dan menyuruhnya untuk duduk dipangkuannya meskipun Kaguya terlihat enggan tapi ia tetap menuruti kemauan Kyuhyon.
“kau tahu, aku sangat bahagia ketika melihat wajahmu yang memucat karena mengkhawatirkan tadi. Mengetahui jika ternyata kau berlari kencang tanpa berfikir apapun hanya demi aku itu juga membuatku semakin terharu Kaguya. Akhirnya kau menunjukkan perasaanmu padaku. Aku selalu menantikan hal itu jadi bisakah aku mendengar langsung dari mulutmu kalau kau mencintaiku?”
“apa yang kau katakan? Aku memang mengkhawatirmu tapi bukan itu alasannya. Kau adalah orang yang memimpin negeri ini, jadi jika terjadi sesuatu yang membahayakanmu semua pasti khawatir tak terkecuali aku” Kaguya hanya mencari-cari alasan saja agar Kyuhyon berhenti membahas itu. Ia memang merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi dalam dirinya tapi Kaguya selalu menepis rasa itu. Perasaan yang harus ia hindari agar tidak berkembang lebih jauh dan akhirnya menyakiti orang lain.
“kau masih tak mau mengakuinya?” Kyuhyon mambawa Kaguya dalam pelukannya, menghantarkan kehangatan ke dalam tubuh Kaguya. “dengar Kaguya, aku jamin tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padaku setidaknya sebelum aku memberikan keturunan untuk menggantikan posisiku nanti” bisiknya lirih. Tubuh Kaguya menengang, ia segera beranjak dari pangkuan Kyuhyon sehingga membuat pelukan tangan Kyuhyon yang berada di pinggangnya terlepas ketika berdiri.
“maaf bukan maksudku mengatakannya” Kyuhyon langsung meminta maaf saat sadar kata-katanya menyinggung Kaguya. Ia menghampiri tubuh Kaguya yang berdiri menghadap jendela kamar mereka yang menampilkan kebun bunga milik mendiang ibunya, ia berdiri dibelakang Kaguya lalu mengeratkan pelukannya di perut istrinya. “aku sungguh meminta maaf. Aku harap kau tidak memikirkannya terlalu keras”
“tidak apa”
Hening. Mereka sama-sama tenggelam dalam kebisuan mereka sendiri. Kyuhyon masih tetap tak melepaskan pelukannya dengan Kaguya malah dia semakin mengeratkan dekapannya. Membaui aroma yang keluar dari dalam tubuh Kaguya sudah menjadi kegiatan favoritnya, ia anggap menghirup wangi tubuh Kaguya adalah obat baginya yang selalu bisa menyembuhkannya di saat apapun. Dia bahkan tak bisa tidur dengan nyenyak jika tidak memeluk serta mencium Kaguya.
Emosi Kaguya sering mengalami naik turun akhir-akhir ini. Dia akan lebih sensitive jika ada seseorang yang menyinggungnya perihal anak dan dugaan itu bukanlah tanpa bukti karena hingga beberapa bulan pernikahan mereka berlalu Kaguya masih tidak menunjukkan tanda-tanda kehamiannya. Kaguya semakin telihat menyedihkan saat pihak kerajaan dan orang-orang banyak juga membicarakan hal itu. Menurut masyarakat umum mendengar berita tentang Kaguya yang tengah mengandung keturunan kerajaan adalah sesuatu yang paling ditunggu-tunggu mereka.
Secara konstan air mata Kaguya meleleh melalui ujung matanya perlahan-lahan. Sudah sejak tadi Kaguya menahannya agar tidak keluar tapi ternyata ia salah kantung matanya tak bisa lagi menampung volume cairan bening yang di produksi matanya itu. Dadanya terasa sesak seolah menekannya keras dan menghimpit paru-parunya sehingga kesulitan untuk mengambil nafas. Rasa sakit juga Kaguya rasakan di sekujur tubuhnya dan semakin terasa sakit ketika ia memikirkan hal itu lebih jauh.
Kegiatan Kyuhyon memeluk Kaguya sedikit tergangu karena wanita itu bergerak gelisah dalam pelukannya. Dia yang menyadari hal itu segera melepaskan tangannya dan membalikkan Kaguya menghadap ke tubuhnya. Mata Kyuhyon menangkap wajah istrinya yang sembab dan hidungnya yang memerah, ia yakin Kaguya baru saja menagis. Apa Kyuhyon telah membuat istrinya bersedih dan Kaguya menangis karena ucapannya tadi? oh tidak, Kyuhyon tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika itu benar karena perbuatannya.
“kau habis menagis?” tanya Kyuhyon hati-hati. “Kaguya lihat aku. Apa ini karena ucapanku tadi?” Kyuhyon memaksa Kaguya untuk menatap wajahnya karena sejak tadi ia mengalihkan wajahnya tak berani menatapnya langsung. “katakan jangan diam saja” Kyuhyon semakin tak sabar mendengar jawaban istrinya itu. Bukannya mengeluarkan suara, Kaguya malah semakin memperlihatkan air matanya yang mendesak ingin keluar.
“aku mohon jangan menangis lagi Kaguya, aku akan semakin bersalah padamu” Kyuhyon menangkup wajah Kaguya dan menghapus butiran air mata yang tak berhenti menetes hingga membasahi pipinya. Melihat wajah Kaguya yang menagis di hadapannya membuat Kyuhyon tak henti menyalahkan dirinya sendiri. Dia paling tidak kuat saat melihat wajah Kaguya menangis, setiap telinganya mendengar isakannya membuat hati Kyuhyon seperti tergores hingga menimbulkan perih hingga ke ulu hatinya.
“sungguh aku benar-benar minta maaf. Maafkan aku” Kaguya tak lagi menahan tangisnya. Mendengar Kyuhyon yang memeluknya erat dan meminta maaf berkali-kali membuat Kaguya semakin bersalah. Dia berulang-kali mengucapkan kata maafnya dalam hatinya dan ingin sekali mengatakan jika ia menangis bukan karena Kyuhyon. Namun ia harus menyesal tak bisa mengatakannya dan memilih menelannya kembali kalimat penjelasannya itu karena tidak mungkin dia ucapkan sekarang.
“kau tahu, hal ini yang selalu menggangguku. Akhir-akhir ini kau lebih sering menyendiri dan terlihat murung lalu tanpa sebab yang jelas kau tiba-tiba menangis. Aku menghawatirkan sikapmu yang cepat sekali berubah seperti itu, kau membuatku selalu memikirkanmu dan kau lihat ini” Kyuhyon melepaskan pelukannya lalu menunjukkan tangan kirinya yang terbalut perban. “ini adalah akibat yang harus aku terima karena otakku yang dipenuhi oleh dirimu”
“maaf” ucap Kaguya lirih. Tangannya menghapus peluh air matanya yang masih membanjiri kedua pipinya.
“permintaan maafmu aku terima asalkan kau juga menerima kata maafku tadi. Aku tidak ingin melihat matamu bengkak karena menangis lagi. Aku akan menjadi pria yang paling bodoh di dunia ini saat melihatmu menangis karena aku tidak tahu harus melakukan apa untuk menghentikan air matamu itu. Mau janji tidak akan menangis lagi?”
                                               oOo 
Desahan serta erangan keluar dari mulut Kaguya yang mengerang nikmat. Ia tak bisa lagi mengontrol dan menahan dirinya untuk mengeluarkan rintihan. Kyuhyon telah menguasai tubuhnya dengan memberikan sentuhan yang sukses membuat bulu kuduknya meremang hingga menjalar keseluruh tubuhnya. Darah panas yang ada dalam tubuhnya semakin mendidih membuat jantungnya berdetak kencang memaksanya bekerja keras untuk memompa darahnya lebih banyak.
Kyuhyon tidak peduli lagi jika desahan istrinya akan membangunkan semua orang yang ada di istananya mengingat sudah lewat tengah malam mereka berdua melakukannya. Melihat reaksi Kaguya yang menggeliat di bawah tubuhnya serta gerakan kepalanya yang tak teratur semakin membuat Kyuhyon tak dapat mengendalikan gairahnya sendiri. Tubuhnya sudah terbakar panas karena gesekan yang ditimbulkan bagian sensitive mereka berdua saat bertemu membuatnya lupa diri. Kyuhyon memejamkan matanya, kepalanya mendongak ke atas menikmati gerakannya sendiri ditambah miliknya yang terasa sangat erat di cengkram.
Kyuhyon menggeram menahan suaranya saat Kaguya melepaskan kenikmatan yang pria itu berikan. Ia merasakan miliknya tertarik untuk masuk lebih dalam lagi dan itu adalah proses yang mana kepala Kyuhyon dibuat sangat pening saat merasakannya. Kyuhyon tidak akan pernah lebih lama bertahan jika Kaguya telah mendapatkan kepuasannya, ia malah akan semakin merasakan kenikmatannya. Bagaimana bagian intimnya jauh lebih sentisive dan tak kuasa ingin mendesak keluar. Untuk kesekian kalinya geraman nan melegakan Kyuhyon perdengarkan bersamaan dengan mengalirnya cairan yang masuk kedalam rahim Kaguya. Kyuhyon semakin menekannya kedalam dengan kedua tangan yang masih memegang pinggul istrinya tak mengijinkan setetespun untuk keluar.
“semoga usaha kita membuahkan hasil” harap Kyuhyon. Ia mengecup dahi Kaguya lama sebelum membaringkan tubuhnya di samping istrinya lalu memeluknya erat seperti yang biasa ia lakukan. Matanya mencoba terpejam menghilangkan lelah yang menderanya dan berusaha mengembalikan deru nafasnya yang sebelumnya memburu untuk kembali seperti semula.
“kenapa belum tidur?” Kyuhyon melihat mata Kaguya yang masih terjaga. Ia merasa heran karena tidak biasanya istrinya seperti itu, yang sering Kyuhyon lihat setelah mereka berhubungan badan adalah wajah nyenyak Kaguya yang tertidur pulas dipelukannya. Kyuhyon tidak bisa mengelak, ia sering mengamati wajah istrinya ketika tidur bagi Kyuhyon melihat wajah puas istrinya menjadi kepuasan tersendiri. Ia tidak akan bisa memandangi Kaguya lebih bebas jika gadis itu sudah bangun dari tidurnya.
“kau tidak ingin melakukannya lagi?” bodoh. Kaguya ingin sekali menutupi wajahnya sekarang ini juga, Kyuhyon pasti memikirkan hal yang tidak-tidak tentang dirinya karena kata-kata yang barusan ia ucapkan. Ia sudah terlihat seperti meminta hal itu disini. Tidak, tidak seperti ini fikir Kaguya.
Kyuhyon terkekeh, tidak pernah menyangka istrinya akan mengatakan itu. Apa sekarang ia telah membuat Kaguya merasa ketagihan dengan kelakuannya sehingga istrinya memintanya melakukan lagi? Kyuhyon rasa bukan seperti itu karena kenyataan selama ini pria itu akan melakukan lebih dari satu kali dan hanya malam ini ia melakukan tak seperti biasanya mungkin itu yang menjadi pertanyaan istrinya.
“tidak, tapi jika kau masih ingin merasakannya lagi kau harus membuat tubuhku kembali bergairah” Kyuhyon hanya ingin menggoda Kaguya saja walaupun ia masih menginginkannya tapi sepertinya hari ini sudah lebih dari cukup. Ia yakin tubuh mereka sudah sama-sama lelah dan Kyuyon tak ingin memaksakan lagipula mereka berdua masih mempunyai banyak waktu jika hanya untuk melakukannya.
“apa itu harus?” Kyuhyon menganggukkan kepalanya lalu tangannya menyisir rambut istrinya kebelakang menyingkirkan helaian rambut yang dapat menghalangi penglihatannya saat memandang Kaguya. Ia menatap wajah Kaguya memastikan, ia ingin tahu seberapa besar nyali Kaguya saat ia memberinya tantangan itu.
“apa yang harus aku lakukan?” tanya Kaguya polos.
“apa yang kau bicarakan? aku hanya bercanda saat mengatakannya tadi. Kita bisa melakukannya lain waktu. Sekarang tidurlah dan pejamkan matamu”
“aku serius”Kaguya menjauh tubuhnya dari Kyuhyon yang memeluknya dan memberi jarak diantara mereka berdua. “apa seperti ini?”
Kyuhyon tak bisa menutupi keterkejutannya, Kaguya dengan cepat membuatnya tak berdaya. Jika sebelumnya ia membuat Kaguya kewalahan justru sekarang keadaan berbalik menyerangnya. Kyuhyon tak bisa berbuat apa, kedua tangannya mengusap wajahnya gusar karena miliknya yang sedang di manjakan oleh Kaguya. Kyuhyon tak pernah memikirkan hal ini akan terjadi dalam dirinya menurutnya membuat Kaguya puas karenanya akan lebih membanggakan pribadinya. Kyuhyon hanya bisa mengeluh, mengeluh, dan mengeluh nikmat. Ia tidak pernah merasakan bercinta dengan Kaguya senikmat ini bukan berarti ia tidak merasakan nikmat saat bercinta sebelumnya tapi ini lebih dari itu Kyuhyon bisa menggambarkan bagaimana rasanya yang pasti ini lebih dari bayangannya.
                                                 oOo
“nenek, kakek. Kalian benar-benar datang” Kaguya setengah berlari menghampiri kedua orang yang sudah lama tak ditemuinya itu. Ia tak peduli dengan pendapat tentang kelakuannya yang mungkin akan menjadi pergunjingan di kalangan dayang istana. Kaguya memeluk satu persatu tubuh mereka berdua bergantian melepaskan kerinduan yang sempat Kaguya pendam. Kaguya mempersilahkan kakek dan neneknya untuk duduk lalu ia sendiri mendudukkan diri di depan mereka.
“bagaimana kami tidak datang, sedangkan putri kami sendiri yang memintanya” ucap kakeknya mencoba bergurau. Kaguya tersenyum, ia bahagia bisa melihat kakek dan neneknya baik-baik saja dan terlihat sehat. Dan mendengar guyonan kakeknya Kaguya menjadi tambah yakin bahwa mereka juga bahagia.
“kami sangat merindukanmu Kaguya” kata nenek Kaguya tak mau kalah. Sejak Kaguya menikah neneknya tak pernah bertemu dengan Kaguya tapi walaupun begitu selalu dia akan mendapatkan kabar dari utusan kerajaan yang menyampaikan pesan Kaguya padanya.
“aku juga begitu nek, aku sangat merindukan kalian” Kaguya menggumam kata terima kasih kepada dayang yang telah membawakan teh serta minuman untuk mereka bertiga lalu tersenyum ramah menyuruh mereka pergi.
“apa kau sakit Kaguya, wajahmu terlihat pucat” nenek Kaguya terlihat khawatir saat melihat wajah Kaguya yang nampak pucat serta bertambah tirus. Apa menjadi istri dari seorang kaisar begitu berat sehingga membuat Kaguya kurang beristirahat karena terlalu sibuk tanya neneknya dalam hati.
“aku hanya kesulitan untuk  tidur nek, setelah istirahat cukup aku pasti tidak pucat lagi” Kaguya mencari-cari alasan agar neneknya tak lagi mengkhawatirkannya. Pandangannya beralih kepada kakeknya yang sibuk melahap kue beras yang sempat di bawakan dayang tadi, seutas senyum kembali tersemat di bibir Kaguya melihat kakeknya senang dan menikmati makanannya membuatnya juga merasa senang.
       
“sepertinya kakek sangat menyukai kue beras itu”
Kakeknya yang merasa di sindir hanya menyengirkan bibirnya, menampilkan deretan gigi yang separuhnya sudah tanggal. “rasanya enak dan manis Kaguya, kakek sangat menyukainya” nenek Kaguya yang mendengar tuturan polos suaminya hanya bisa menyikutkan lengannya di perut sang kakek.
“auww, apa yang kau lakukan? Aku kan hanya berkata jujur” ucapan yang terlontar dari mulut kakeknya membuat semua orang yang ada di sana terkekeh geli termasuk dengan para dayang bertugas menemani dan menjaga Kaguya di sana.
“sebenarnya selain meminta kalian datang ada sesuatu juga yang ingin aku pinta lagi pada nenek dan kakek”
“apa Kaguya? selagi kami bisa, kami akan memberinya” nenek dan kakek Kaguya mulai memberikan perhatian lebih pada Kaguya karena merasa bahwa putrinya ingin mengatakan sesuatu yang penting.
“bukan seperti itu, aku hanya ingin kakek dan nenek tinggal beberapa hari disini untuk menemaniku. Aku yakin sehari saja bertemu kalian tak akan menghapus rasa rinduku pada kakek dan nenek”
“tapi__” kalimat nenek Kaguya terpotong saat Kyuhyon datang dan bergabung bersama mereka.
“sepertinya aku telah melewatkan pesta di sini” sapa Kyuhyon. Kakek dan nenek kaguya berdiri sesaat lalu menundukkan tubuhnya kala Kyuhyon tiba di depan mereka. Kyuhyon tersenyum ramah meyambut kedua orang tua Kaguya lalu mendudukan dirinya di samping istrinya.
“kenapa dengan kalian semua? Apa kedatanganku mengganggu kalian?” tanya Kyuhyon yang merasa atmosfir ruangan mulai berudah sejak kedatangannya. Terasa lebih hening.
“ah, tidak, tidak. Bukan begitu” kakek dan nenek kaguya menjawabnya dengan gugup bersamaan tangan mereka yang mengibas-ibas.
                                             oOo
Kyuhyon masuk kedalam ruang pribadi miliknya dan Kaguya setelah menyelesaikan urusan kenegaraanya. Ia melihat Kaguya yang berdiri membelakanginya menghadap ke kebun bunga. Ia tahu Kaguya pasti sangat menyukainya karena ia juga sama memandang dan menikmati bunga-bunga yang bermekaran selalu mengingatkannya kepada ibunya. Seandainya ibunya masih ada mungkin beliau bisa melihat Kaguya dan mereka akan merawat bunga-bunga itu bersama karena Kaguya sangat menyukai menanam bunga. Kyuhyon menggelengkan kepala mengusir angan-angannya yang tak akan pernah terwujud itu.
Kyuhyon bergerak mendekati tubuh Kayuga melingkarkannya tangannya di pinggang istrinya. Ia tidak tahu kenapa ia sangat suka sekali memeluk Kaguya dari belakang tapi yang pasti ia akan selalu merasa sangat nyaman jika melakukan itu. Kyuhyon merasakan tubuh Kaguya menegang sesaat namun kembali seperti sedia kala saat Kyuhyon meletakkan dagunya di bahu istrinya.
“kenapa menangis lagi? Bukankah kau berjanji tidak akan menangis, lagipula aku juga sudah mengijinkan kakek dan nenek menginap disini kan? Lalu apa lagi” Kyuhyon sudah tidak tahu harus membujuk Kaguya bagaimana lagi. Walaupun Kaguya selalu menunjukkan wajah cerah yang menandakan bahwa dia baik-baik dihadapannya namun Kyuhyon tahu dibalik itu Kaguya masih sering menangis di belakangnya.
“bukan itu. Aku hanya ingin meminta maaf padamu, ini soal anak. Aku minta maaf kerena tak bisa memberikan keturunan untukmu”
Kyuhyon menghela nafasnya pelan. Ia mengerti jika Kaguya merasa tertekan dengan ini kerena selama ini banyak sekali kabar yang memojokkan dirinya tentang hal itu tapi bukankah mereka sudah membicarakannya dan Kyuhyon sama sekali tak mempermasalahkannya. Kyuhyon selalu berfikir bijak mungkin Tuhan memang belum mempercayakan mereka untuk mendapat momongan.
Pernikahan mereka masih berumur jagung, masih banyak waktu yang bisa mereka gunakan untuk menikmatinya kebersamaan  selagi belum hadirnya buah cinta diantara mereka. Kyuhyon yakin jika suatu saat nanti mereka akan mendapatkannya. Tabib kerajaan pernah berkata bahwa mereka berdua sama-sama sehat jadi tak ada alasan mereka tidak akan mendapatkannya.
Kyuhyon memutar tubuh istrinya, menghapus air mata yang masih tersisa di pipi Kaguya. Ia memeluk tubuh Kaguya erat saat tangisan gadis itu semakin menjadi-jadi. Entah ini hanya perasaannya yang terlalu berlebihan atau memang benar begitu. Tangisan Kaguya malam ini sangat menyakitkan untuk didengarnya, ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya seakan-akan Kaguya ingin meninggalkannya. Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Kyuhyon tak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya jika tidak ada Kaguya di sampingnya. Ia sudah sangat tergantung dengan adanya kehadiran istrinya itu lalu bagaimana ia bisa hidup jika tak melihat Kaguya. Itu sangat mengerikan.
“aku ingin kau tahu sesuatu, ini mengenai siapa diriku yang sebenarnya” Kyuhyon mengernyitkan dahinya binggung. Ia melepaskan tangannya yang memeluk Kaguya karena gadis itu mendorong tubuhnya menjaga jarak. Apa maksudnya ini? Kyuhyon jelas-jelas sudah tahu latar belakang istrinya yang yatim piatu dan hanya hidup bersama dengan kakek dan neneknya lalu apa lagi? Adakah sesuatu yang tak di ketahuinya?
“aku sebenarnya bukanlah cucu mereka. Kakek menemukanku sewaktu beliau mencari bamboo di hutan” ucap Kaguya mulai bercerita. Ia menghela nafasnya sebelum melanjutkan kembali bicaranya. “Pada saat itu kakek sangat kaget ketika melihat bayi yang menangis sendirian dan lalu segera membawaku ke rumahnya. Sesampainya dirumah nenek yang melihatku masih bayi langsung senang dan ingin merawatku karena mereka tidak mempunyai keturunan. Nenek dan kakek merawatku dengan baik hingga aku masih bisa hidup sampai sekarang ini”
“sudah” sekarang Kaguya yang mengerutkan keningnya heran setelah ia menceritakan panjang lebar tentangnya dan Kyuhyon hanya memberi tanggapan singkat. Tak bisa dipercaya. Mana ada orang yang seperti itu harusnya ia menanyakan sesuatu.
“kau tidak ingin menanyakan sesuatu, misalnya tentang kedua orang tuaku” Kyuhyon tersenyum lembut. Untuk apa ia menanyakannya, bukankah Kaguya telah menceritakan tentang dirinya yang telah di buang oleh kedua orang tuanya sewaktu bayi. Jadi mana mungkin Kaguya akan mengingat siapa orang tuanya lagipula baginya siapapun orang tua Kaguya, mereka pasti akan menyesal karena telah membuang gadis secantik ini.
“aku tidak peduli siapa orang tuamu, bukankah kau tidak tahu dan tidak mengingat mereka jadi untuk apa di bahas. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu”
“kau salah, aku mengingatnya dan aku tahu siapa mereka” Kaguya kembali melanjutkan ceritanya. Ia harus mengatakan semua ini, Kyuhyon harus tahu bahwa dia tidak akan selamanya tinggal di sini. “Aku terlahir bukan dari bangsa kalian. Ayah dan ibuku adalah makhluk yang menguasai bulan. Aku di sini karena ke dua orang tuaku menghukumku karena perbuatan yang telah aku lakukan. Mereka membuangku ke bumi kemudian mengubahku menjadi bayi. Dan….”
“dan…?”
“dan mereka akan menjemputku kembali jika waktu hukumanku telah habis”
“jangan bercanda Kaguya, gurauanmu itu tidak lucu sama sekali. Mana ada hal semacam itu” Kyuhyon tertawa garing. Ia berusaha menutupi ketakutannya jika yang di katakan Kaguya benar adanya. Tidak, dia tidak percaya dengan itu.
“aku tidak bohong. Apa yang aku katakan semuanya benar. Mereka akan segera menjemputku.
“kapan mereka datang? aku tidak akan membiarkan mereka mengambilmu”
                                              oOo
“kau tidak tidur”
“aku tidak akan tidur. Aku takut jika di saat bangun dan membuka mataku kau tidak ada di sampingku. Aku takut mereka datang menjemputmu dan aku tak bisa mencegahmu karena aku tertidur”
Kaguya tersenyum miris. Sebesar itukah cinta Kyuhyon terhadapnya. Seharusnya ini tidak pernah terjadi jika saja ia tidak menerima permintaan Kyuhyon untuk menikah dengannya. Hal ini yang paling ia takutkan, mengetahui akan berpisah dengan kakek dan neneknya saja sudah sangat membuatnya bersedih apa lagi jika ditambah harus berpisah dengan pria yang di cintainya. Yah, Kaguya mencintai Kyuhyon, pria yang menjadi suaminya sendiri. Entah kapan tepatnya perasaan terlarang itu tumbuh dalam diri Kaguya padahal ia sudah mewanti-wanti dirinya untuk tak lengah namun apalah daya hatinya ternyata rapuh juga.
Kaguya mengelus lembut helaian rambut Kyuhyon yang tiduran di pangkuannya. Ia tahu usaha keras yang dilakukan Kyuhyon untuk mempertahankannya tapi bagaimanapun semua itu akan sia-sia, tidak akan ada yang bisa menghalanginya kembali ke rumah asalnya. Ia menunduk sesaat dan melihat mata Kyuhyon yang terpejam rapat. Kaguya mendesah lega dengan begitu akan lebih baik, Kyuhyon tak akan melihatnya jika ia pergi nanti.
Malam semakin larut. Suasana hening menyebar di seluruh penjuru ruangan. Angin dingin berhembus dengan kencang, menciutkan orang-orang yang ingin sekedar menginjakkan kaki keluar rumah. Kaguya tahu waktu tak lama lagi. Sebentar lagi orang tuanya pasti akan menjemputnya. Malam ini adalah malam bulan purnama terakhir dirinya di dunia, masa hukumannya sudah akan berakhir dan dia akan menjadi jati dirinya yang sebenarnya. Diri Kaguya yang ditakdirkan menjadi putri bulan.
Kaguya membenahi letak posisi tidur Kyuhyon agar membuat pria itu lebih merasa nyaman tertidur. Ia memandang wajah Kyuhyon lekat seolah merekamnya untuk ia ingat jika tak bisa bertemu dengannya lagi. Tuhan, bisakah ia menjadi manusia saja dan memilih hidup di dunia fana bersama suaminya? Tidakkah dia di beri kebebasan untuk bisa memilih apa yang dia inginkan?
Kaguya mencium bibir Kyuhyon singkat. Menyalurkan rasa sayangnya yang selama ini tak pernah ia bisa tunjukkan. Wajah Kaguya melengos menyudahi ciuman perpisahan mereka. Tangannya menghapus air mata yang menggenangi pipinya tanpa ia tahu sejak kapan cairan bening itu melesak dari kelopak matanya. Dengan berat hati tubuhnya mulai beranjak menjauh dari ranjang tidurnya.
Kaguya menatap kosong kearah cahaya bulan purnama yang merekah dengan sempurnyanya. Semakin matanya memandang maka semakin terang pula sinarnya. Ia harus memincingkan matanya karena telalu menyilaukan.
“ayah, ibu….” mata Kaguya menatap nanar wajah ke dua orang tua yang sudah berdiri di hadapannya. Kaguya langsung berhambur memelu tubuh ibunya, meluapkan kerinduan yang selama ini terpendam dalam dirinya. Entah sudah berapa lama dirinya dipaksa harus berpisah hingga tak bisa melihat wajah mereka. Ia sangat bersyukur bisa kembali bertemu dengan kedua orang tuanya.
“kau siap Kaguya?” ibu Kaguya tersenyum memandang wajah putrinya. Kaguya menatap wajah ayah ibunya bingung. Haruskah sekarang?
“ayah, bisakah aku meminta sesuatu padamu?”
                                          oOo
Mata Kyuhyon mengerjap. Ia merasa tidurnya malam ini terlalu lelap. Tangannya bergerak liar ke segala sisi tempat tidurnya. Kosong. Ia tak menemukan tubuh istrinya di sampingnya. Spontan mata Kyuhyon terbuka sempurna dan merutuki ketledorannya yang tertidur semalam. Ia beranjak bangun dari tidurnya lalu mencari Kaguya di segala penjuru di kamar pribadinya sambil meneriaki nama istrinya.
Kyuhyon hampir putus asa mencari Kaguya, matanya berair. Ia sudah mencari di semua tempat yang ada di kediaman pribadinya. Ia juga sudah memerintahkan semua orang yang berada di istana untuk mencarinya namun tetap saja hasilnya nihil. Kyuhyon tak menemukan Kaguya di manapun.
Kyuhyon kembali kedalam kamarnya. Wajahnya benar-benar berantakan, ia bahkan tak memperdulikan penampilannya tadi saat sibuk mencari keberadaan istrinya. Tubuhnya ambruk di sisi ranjang. Air matanya menetes perlahan. Untuk kesekian kalinya dirinya terpuruk. Ia sudah kehilangan kedua orang tuanya dan sekarang haruskah ia kehilangan istrinya, orang yang juga sangat ia cintai.
You leave me, you comfort me like this
You make me sad and cry when I miss you
I really wanna forget
Even though I try to forget but I can’t do it
My first love where are you?
I want to see you again…….
I want tou meet you again…….
please come back to me
don’t leave me….
Kyuhyon menatap nanar rembulan yang sekarang ini ia pandanginya tanpa jenuh sedikitpun. Tangan kirinya memegang secarik kertas hasil tulisan tangan istrinya. Ia menemukan benda itu di dekat tempat tidurnya tak lama setelah ia meratapi kepergian istrinya. Kekalutan Kyuhyon membuat dirinya gelap mata dan tak mengetahui jika Kaguya meninggalkan sesuatu untuknya. Kyuhyon mengalihkan pandangannya kearah tangan kanannya yang memegang botol kecil yang juga Kaguya tinggalkan untuknya. Ia meringis. Kaguya memberinya obat yang membutnya hidup kekal dan selalu awet muda.
“kau fikir aku akan meminumnya. Ini bahkan tak berguna. Untuk apa aku hidup kekal jika kau meninggalkanku” Kyuhyon membuka tutup botol yang ada dalam genggamannya lalu mengeluarkan seluruh isi didalamnya sampai habis tak tersisa.
End

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: