[Oneshoot/NC17/Kyuhyun] Your Choice

0
your choice ff nc kyuhyun

Author : HaneulKim
Title : Your Choice
Category : NC-17, sad, yadong, oneshoot
Cast  : Cho Kyuhyun & Kim Hyuna (OC)
Other Cast : Choi Siwon, Kim Haneul, Cho Familly, And Lee Haeun.

Warning!!! Typo bertebaran dan membosankan. Karena ff ini terdiri >4000 kata so, siapin kantong muntah atau cemilan.

Happy Reading Guys :*

‘Aku membutuhkannya, aku memerlukan uangnya agar aku dapat bertahan lebih lama. Meskipun pada akhirnya aku memilih jalan yang salah, membuatku lupa tujuan utamaku dan terjebak dalam dua pilihan yaitu HIDUP atau CINTA’

“I promise to love you every moment forever, maukah kau menikah denganku??” Namja berkulit putih pucat itu tengah berlutut dihadapan seorang yeoja berwajah khas jepang dan terlihat polos. Yeoja itu tersenyum penuh arti dengan setetes air mata yang memperkuat aktingnya. Pada akhirnya dia mengangguk dan namja itu memeluknya dan membisikkannya sebuah kalimat.

“Saranghae Hyuna-ya..” Bisik namja itu mesra ditengah- tengah pelukan mereka.

“Nado saranghae, Kyuhyun oppa…”

****

Menjadi sebuah kejutan bagi seorang Kim Hyuna ketika seorang Cho Kyuhyun putra pertama dari seorang pengusaha ternama di Korea Selatan melamarnya di panti asuhan tempat gadis itu bernaung. Aksi Kyuhyun melamar Hyuna disaksikan oleh beberapa anak panti dan seorang pengawas panti asuhan yang menatap mereka haru. Tidak pernah terlintas dipikiran gadis itu bahwa Kyuhyun benar- benar akan melamarnya secepat ini.

Sebenarnya tujuan utamanya adalah hanya untuk menguras sedikit dari uang pria kaya itu untuk membantunya, tetapi jika dia menikah dengan Kyuhyun mungkin akan memudahkan pekerjaannya. Dari sekian banyak yang dilakukannya untuk Kyuhyun 80% nya adalah sandiwara termasuk kata- kata cinta yang sering dia lontarkan. Tapi Hyuna memang mencintai pria itu, eh.. maksudku uang pria itu.

Sama halnya dengan yeoja itu, Kyuhyun juga hanya ingin memanfaatkan gadis itu untuk memperkuat posisinya di perusahaan ayahnya. Kyuhyun juga melakukan sandiwara besar- besaran dengan Hyuna, mulai dari sikap lembutnya, keromantisannya, terutama cintanya. Semua itu hanyalah kebohongan yang dirangkai sedemikian rupa, tampak rapih tanpa cacat. Kyuhyun memanfaatkan Hyuna karena, yeoja itu terlihat polos. Sehingga, bila sewaktu- waktu dia tidak membutuhkan gadis itu lagi, Kyuhyun dapat membuangnya begitu saja tanpa khawatir dengan aksi perlawanan yeoja itu.

Kyuhyun membutuhkan gadis itu untuk memperkuat posisinya sebagai pewaris perusahaan ayahnya melawan adik dan ibu tirinya. Sementara Hyuna membutuhkan uang Kyuhyun untuk kelangsungan hidupnya. Intinya, tanpa mereka sadari mereka telah saling memanfaatkan untuk kepentingan masing- masing. Dunia terdengar sangat mengerikan bukan? Tapi itulah manusia, sebagai mahluk hidup mereka membutuhkan sesama atau bahkan bisa sampai membunuh secara perlahan.

“Kapan rencananya kau akan menikahinya Kyuhyun? Aku rasa di usia seperti ini kalian sudah sepantasnya menikah bukan?” Tanya Kim Ahjumma -pengurus panti-. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan setelah mendapat lampu hijau dari seseorang yang sudah dianggap eomma oleh yeoja-nya itu.

“Secepatnya ahjumma… Setelah aku memperkenalkannya secara resmi pada keluargaku…” Ujarnya mantap dan menatap mata Hyuna yang tengah duduk disampingnya dengan penuh cinta, atau kemenangan. Kim ahjumma sangat merasa iri dengan kemesraan semu sepasang anak manusia dihadapannya ini.

****

Seorang yeoja berpakaian gaun biru selutut tengah berjalan anggun keluar dari sebuah panti asuhan dengan senyum yang merekah. Dengan seorang pangeran tampan yang tengah menunggunya di dekat mobil sport hitam yang tengah terparkir di pinggir halaman. Mereka saling melemparkan tatapan cinta dengan senyum yang merekah. Semuanya terasa sempurna jika diperhatikan secara sekilas dan kasat mata.

“Neomu yeppeuda…. Na-ya..” Ucap namja dan menawarkan tangannya pada Hyuna, sementara itu dia tersipu dan menerima uluran tangan itu. Kyuhyun membuka pintu disebelah kemudi dan membiarkan gadis itu masuk kedalam mobilnya. Kemudian masuk kebalik bangku kemudi dan melajukan mobil itu ketempat tujuan. Mereka mengobrol ringan selama diperjalanan, terkadang Kyuhyun sedikit menggoda Hyuna sehingga gadis itu tersipu dan Kyuhyun tertawa.

Mereka mendarat dengan selamat di halaman rumah Kyuhyun yang sangat luas dan megah dengan pagar tinggi yang melindungi rumah mewah seperti istana itu. Kyuhyun membukakan pintu mobil dan mengamit lengan Hyuna, membantu gadis itu untuk keluar. Ketika pintu utama dibuka, tampak beberapa pelayan menghampiri mereka dan menunduk hormat. Mereka terus melangkahkan kaki menuju sebuah ruangan yang diyakini Hyuna sebagai ruang makan dirumah mewah itu.

Dapat terlihat beberapa orang -yang diyakininya- akan menjadi keluarga terdekatnya nanti. Ada dua orang namja dan seorang yeoja disana tengah menunggu mereka. Salah satu pria paruhbaya yang berdiri disana menatap Hyuna penuh dengan senyuman, berbeda dengan wanita paruh baya yang menatapnya sinis, serta satu orang namja -adik Kyuhyun- hanya memandangnya datar tanpa ekspresi. Hyuna mengeratkan genggamannya pada Kyuhyun ketika mereka mencapai tempat itu.

“Annyeonghaseo appa” Ucap Kyuhyun sambil menunduk dihadapan Ayahnya, begitu pula Hyuna.

“Jadi ini perempuan yang telah menarik hati putraku??” Tanya tuan Cho ramah, berbeda sekali dengan dua orang yang berada disampingnya yang terlihat tidak begitu bersahabat. Kyuhyun tersenyum dan menatap Hyuna penuh cinta. Mereka larut dalam jamuan makan malam yang disuguhkan keluarga Kyuhyun.

****

Hyuna tersenyum penuh kemenangan ketika mereka sampai di panti asuhan setelah menikmati jamuan makan malam, terlebih ketika tuan Cho memutuskan untuk mempercepat pernikahan mereka tanpa harus membuang waktu dengan acara pertunangan. Tanpa disadarinya, Kyuhyun juga tengah menyeringai puas. Sebentar lagi dia akan terlepas dari semua sandiwara ini.

Kyuhyun membuka pintu penumpang itu, dan tersenyum ramah pada seseorang yang duduk disana. Hyuna menyambut uluran tangan Kyuhyun, mereka saling tersenyum penuh kemenangan. Kyuhyun menggandeng erat tangan gadis itu dan menghantarnya menuju pintu utama.

“Sudah malam, aku pulang dulu. Tidur nyenyak dan sampaikan salamku pada kim ahjumma…” Ucap Kyuhyun seraya mengecup pelan surai indah milik gadis itu. Hyuna tersenyum dan mengangguk.

“Ne oppa, kau juga hati- hati dijalan… annyeong” Ucapnya, dia lantas pergi dari tempat itu ketika Kyuhyun dan mobilnya melesat menjauhi tempatnya.

****

‘Kau terlalu bodoh untuk mempercayai bahwa cinta apa adanya itu ada!!! Nyatanya cinta itu akan hadir dimana saat kau saling membutuhkan’

“Kau percaya padaku, dia sangat mencintaiku, bahkan aku berani bertaruh jika dia akan memberikan hartanya untuk cinta bodohnya itu!!!”

Kyuhyun mengeraskan rahangnya mendengar setiap kata yang terlontar dari gadis itu, dia merasa tertipu. Dia sama sekali tidak menyangka jika gadis itu telah mengkhianatinya. Tampang polos gadis itu memang menipu. ‘Oh Bitch!!!’ Kyuhyun terus mengumpat dalam hati mendengar percakapan antara dua orang sahabat itu.

Dengan segera Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam ruangan itu. Bunyi pintu yang dibuka paksa membuat mereka menyadari kehadiran Kyuhyun yang menatapnya penuh amarah, kilatan itu terlihat jelas dimata onyx miliknya. Hyuna dan Haeun sangat terkejut dbuatnya.

“Oppa, Bukankah kau bilang tidak bisa datang untuk fitting baju pengantin??” Ucap Hyuna mencoba menyembunyikan keterkejutannya. Mereka memang berencana untuk melaksanakan fitting baju, namun tadi pagi Kyuhyun menghubunginya karena dia tidak dapat menemani Hyuna karena ada rapat direksi. Dan Hyuna terkejut kenapa pria ini tiba- tiba hadir dihadapannya, terlebih dia takut Kyuhyun akan mendengar semua percakapannya dengan Haeun.

“Nona Lee, Bisakah kau meninggalkan kami berdua??” Ucap Kyuhyun yang lebih memilih mengacuhkan pertanyaan Hyuna. Nada dingin yang tersirat dalam kalimatnya membuat Haeun bergidik ngeri dan memilih meninggalkan tempat itu.

Kyuhyun menatap Hyuna tajam, dia mendesis ketika melihat gadis itu hanya menunduk. ‘oh apalagi sekarang??’ ucapnya dalam hati. Kyuhyun mendekati Hyuna, dia menarik paksa dagu gadis itu agar menatap matanya. Hyuna sangat takut ketika melihat mata tajam pria itu menatapnya dalam membuatnya kehilangan nafas.

“Jadi berapa lama kau membohongiku?” Hyuna memalingkan wajahnya mendengar pertanyaan Kyuhyun. Dia merasa menjadi wanita yang sangat jahat ketika mendengarnya, dia sedikit menyesal dan takut.

“Jawab aku Kim Hyuna!!!” Ucap Kyuhyun meninggi, dia benar- benar merasa emosi. Terlebih Hyuna bertindak seolah dia sangat menyesal. ‘Kau pikir aku akan kasihan padamu? Atau memelas cintamu? Dasar bodoh!!!’ Kyuhyun membathin.

“Oh ya… Aku lupa satu hal…” Hyuna mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun, mencoba menilik mata iti menebak apa yang akan diucapkannya nanti.

“Kau hanya seorang gadis miskin yang menjual cintamu untuk uang dan kemewahan yang diberikan pria kaya sepertiku, Benarkan sayang???” Ucapan Kyuhyun menjadi sebuah batu yang menghantam keras hatinya, meskipun apa yang dikatakan Kyuhyun sedikit benar, tetapi Hyuna cukup tersinggung.

Dia menitikkan air matanya pelan, dan berusaha untuk menahan gejolak didadanya. Dia mencoba untuk tidak terlihat lemah dihadapan Kyuhyun. Kemudian dia menodongkan tatapan menantangnya untuk Kyuhyun.

“Ya Kyuhyun, Kau benar…” Ucapnya pelan. Kyuhyun sedikit terkejut, dia bingung dengan apa yang dilakukan gadis ini. Tapi dia mencoba menyembunyikannya dengan menyeringai licik.

“Ah benar, Kau mengakuinya… Kau memang gadis jalang yang gila harta. Mungkin itu salah satu alasan orang tuamu menolak kehadiranmu didunia ini.” Ucapan Kyuhyun begitu datar namun mampu menusuk hati siapapun yang mendengarnya. Hyuna menarik nafasnya dalam- dalam sebelum menjawab Kyuhyun.

“Ya Kyuhyun, mungkin spekulasimu benar. Dan satu hal lagi, aku sangat membutuhkan uangmu!!” Jawabnya yang mulai mengibarkan bendera perang diantara mereka berdua.

“Baiklah, jika itu yang kau mau. Berapa uang yang kubutuhkan untuk membeli harga dirimu??” Ucap Kyuhyun datar, dan tenang. Hyuna kembali menarik nafasnya mencoba menetralisir detak jantungnya yang mulai tidak karuan.

“Banyak Kyuhyun, Aku membutuhkan sebanyak yang kau punya.” Balasnya, kemudian dia melangkahkan kakinya menjauhi Kyuhyun. Dia tidak ingin jatuh dihadapan pria itu saat ini.

****

@WeddingDay

Dia menatap dirinya dari pantulan cermin. Dengan gaun putih dan rambut yang disanggul rapi khas seorang pengantin, dia begitu cantik sehingga dia sendiri tak bisa mengenal dirinya sendiri. Hyuna menghembuskan nafasnya kasar, dia tidak pernah menyangka bahwa Kyuhyun akan tetap melanjutkan rencana pernikahan mereka. Tapi seminggu setelah pertengkaran dingin itu, Kyuhyun menghubunginya, dan memberikan penawaran yang mungkin akan menguntungkan bagi mereka berdua.

Flashback two weeks ago,

Hyuna melangkahkan kakinya pelan menuju sebuah gedung pencakar langit yang sangat terkenal dengan perkantoran dari perusahaan- perusahaan besar naungan CYH Enterprise, milik ayah Kyuhyun. Dengan dress abu- abu selutut yang tertutup mantel hitam, dan sepatu boot berhak 5 cm yang membungkus kakinya dia terlihat begitu kasual. Resepsionis gedung itu menyambutnya ramah dan mengatakan bahwa Kyuhyun telah menunggu kehadirannya. Dengan santai, dia meninggalkan resepsionis itu dan berjalan menuju lift yang akan mengantarkannya ke lantai dimana Kyuhyun berada.

Hyuna cukup terkejut ketika tadi pagi, Kyuhyun menghubunginya dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang harus mereka bicarakan. Mengenai kelanjutan hubungan mereka. Awalnya Hyuna tidak tertarik dengan tawaran Kyuhyun, tapi entah angin apa yang membawanya menuju gedung ini. Lift terbuka dan terlihat sebuah pintu besar dengan tulisan ‘Direktur Cho’ terpampang dipintu ruangan itu. Dia membuka pintu itu perlahan, dua orang perempuan cantik -sekretaris Kyuhyun- menyambutnya ramah, kemudian mengantarnya menuju ruangan Kyuhyun.

Pria itu tengah sibuk dengan setumpuk kertas dihadapannya. Kyuhyun meninggalkan pekerjaannya dan menatap Hyuna dari singgahsananya. Hyuna cukup merasakan sesak didadanya ketika pria itu menatapnya tajam, seolah singa yang ingin menerkam mangsanya.

“Apa yang ingin kau bicarakan??” Tanya Hyuna datar, dia langsung ke poin inti, karena dia tidak ingin terlalu lama diruangan ini hanya berdua dengan Kyuhyun. Kyuhyun bangkit dari duduknya dan mendekati Hyuna yang berdiri ditengah ruangan. Jantungnya ingin keluar dari tempatnya ketika Kyuhyun menatap mata hitam pekat itu tajam.

“Aku hanya ingin melakukan penawaran yang menguntungkan untukmu, maksudku untuk kita…” Ucap Kyuhyun datar, namun mata coklat mengkilap itu masih enggan beralih dari tatapannya pada Hyuna.

“Maksudmu? Penawaran apa?” Gadis itu terlalu bingung dengan penawaran yang diucapkan sepotong- sepotong oleh laki- laki itu.

“Kau butuh uangku bukan?” Ucap Kyuhyun datar.

“Jangan buang-buang waktuku Cho Kyuhyun! Cukup katakan saja penawarannya dan kita bisa menyelesaikan ini semua!!” Ucap Hyuna yang mulai kesal dengan sikap Kyuhyun, dia memegangi dadanya untuk meredam detak jantungnya yang tidak normal itu. Kyuhyun hanya tertawa sinis melihat ketidaksabaran gadis dihadapannya saat itu.

“Kau sangat tidak sabaran sekali nona Kim!!” ucapnya dan Hyuna hanya mendesis.

“Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku akan pergi…” Hyuna berbalik dan meninggalkan Kyuhyun, namun ketika ia hendak menggapai gagang pintu, sebuah suara menginterupsikannya.

“Kau butuh uangku kan??” Hyuna terdiam dan berbalik menatap Kyuhyun tajam. Mereka saling melemparkan tatapan tertajam mereka, mencoba menguhunuskan pedang satu sama lain.

“Ya…” Ucap Hyuna pelan.

“Kalau begitu menikahlah denganku…” Lanjut Kyuhyun, Hyuna terdiam menatap Kyuhyun mencoba menemukan makna dibalik kalimatnya yang mengejutkan.

“Jika kau menikah denganku untuk beberapa saat, dan membantuku memiliki perusahaan ini secara seutuhnya maka…” Kyuhyun lagi- lagi menggantungkan kalimatnya.

“Maka?!” Hyuna mulai kesal dengan Kyuhyun.

“Maka lima belas persen dari hartaku akan kuberikan padamu. Bagaimana tawaranku?” Hyuna mengerjapkan matanya, lima belas persen dari harta Kyuhyun sangat besar. Bahkan dia bisa hidup kaya tanpa harus bekerja selama hidupnya. Hyuna hanya diam dan tidak tau harus berkata apa pada pria licik dihadapannya itu.

Flashback off

“Kau yakin Hyuna-ya?? Maksudku kau bisa pergi dari sini sebelum terlambat…” Ucap Haeun, salah satu sahabat karibnya. Dia mencoba menanyakan keyakinan sahabatnya itu tentang keputusan besar yang harus diambilnya.

“Aku sangat yakin, dan juga…” Hyuna menarik nafasnya dalam- dalam sebelum melanjutkan kalimatnya.

“Tidak mungkin aku lari dari sini, itu sama saja dengan percobaan bunuh diri namanya..” Ucap Hyuna pada Haeun.

“Dengar Hyuna, Aku hanya takut jika itu hanya akan membuatmu semakin sakit.” Ucap Haeun yang menatap mata Hyuna sendu.

“Tidak!! Aku akan sembuh setelah aku mendapatkan uangnya, mengerti?? Dan aku tidak suka kau membahas masalah itu lagi!!” Ucap Hyuna.

“Ne arra, Mianhae…” Ucap Haeun menyesal. Hyuna hanya menganggukkan kepala dan kembali menatapi dirinya sendiri.

Sementara itu, dilain tempat Kyuhyun berdiri gagah dengan tuxedo hitam yang membalut tubuh kekarnya. Dia tersenyum ramah kepada setiap tamu undangan yang datang dan mengucapkan selamat padanya. Kyuhyun menundukkan tubuhnya ketika Kim Ahjumma menghampirinya.

“Kyuhyun! Aku tidak menyangka akan melepas salah satu anak asuhku dengan pria sepertimu,” Ucap wanita paruh baya itu pada Kyuhyun dan Kyuhyun hanya tersenyum.

“Kalian akan menikah, padahal rasanya baru kemarin aku menimangnya… dan rasanya waktu berputar sangat cepat.” Ucapnya lagi dan tersenyum lembut.

“Aku ingin kau menjaganya untukku, dia begitu kuat diluar tapi akan begitu rapuh didalam…” Ucapnya lagi dan Kyuhyun mengangguk.

“Ne Ahjumma…” Ucap Kyuhyun yakin.

“Oh ya…” Ketika wanita itu hendak menjauh dari Kyuhyun dia kembali berbalik seperti melupakan sesuatu.

“Jika Hyuna mendengkur saat tidur, jangan marah ataupun menghinanya…” Ucap wanita itu sendu dan menatap Kyuhyun penuh harapan sebelum melanjutkan kalimatnya.

“Kau akan mengerti suatu saat nanti, dan akan menganggap suara dengkurannya itu sebagai musik terindah didunia…” Ucapnya tersenyum, Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Kyuhyun cukup tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kim Ahjumma padanya.

****

Hyuna memejamkan matanya sejenak, mencoba merilekskan tubuhnya yang cukup tegang, apalagi saat ini seluruh pasang mata tengah memperhatikannya, dia mengeratkan pegangannya pada Lee Ahjussi -Suami Kim ahjumma– dan berjalan menuju seseorang yang telah menunggunya. Lelaki bertubuh jangkung itu berdiri tegap dan tersenyum mempesona, mata coklatnya yang berkilauan menatapnya. Hyuna kembali menghembuskan nafasnya kasar. Jantungnya memompa lebih cepat dan tidak pada tempatnya.

Hyuna ingin sekali meremas dadanya ketika pompaan itu semakin kencang, dan itu akan terjadi ketika dia tidak sedang memegang bunga BlueBells sialan ini. Kyuhyun mengamit lenganya mesra dan membungkukkan badan tanda hormat pada pria yang tengah berdiri disebelah gadis itu. Kyuhyun dan Hyuna saling bertatap sebelum beralih kepada pendeta dihadapannya.

“Saudara Cho Kyuhyun, bersediakah anda menerima wanita ini sebagai istri anda? Bersediakah anda menyayangi dia, menghormati, dan menjaganya dalam sakit maupun sehat, dalam miskin atau kaya, mengasihinya tanpa memikirkan yang lain selama kalian hidup didunia ini??” Pendeta itu mengucapkan janji pernikahan Kyuhyun.

“YA! Saya bersedia..” Ucap Kyuhyun mantap dan menatap Hyuna.

“Saudara Kim Hyuna, bersediakah anda menerima wanita ini sebagai istri anda? Bersediakah anda menyayangi dia, menghormati, dan menjaganya dalam sakit maupun sehat, dalam miskin atau kaya, mengasihinya tanpa memikirkan yang lain selama kalian hidup didunia ini??” Pendeta itu kembali mengucapkan janji pernikahan pada Hyuna. Dia terdiam sejenak dan menatap Kyuhyun, menatap pria itu dalam- dalam dan menghembuskan nafasnya pelan.

“Ya, saya bersedia…” Kemudian dia kembali menatap Kyuhyun, meyakinkan dirinya atas keputusan yang diambil.

Beberapa saat kemudian, sepasang anak kecil mendekati mereka, salah satunya memegang bantal yang terdapat sepasang cincin bertahtakan kristal biru saphire kecil diatasnya. Gadis kecil itu berjalan mendekati pendeta dan pendeta itu meraih cincin itu.

Kyuhyun mengambil sebuah cincin yang cukup kecil, dan memasangkannya pada jari manis Hyuna, begitu pula sebaliknya. Mereka saling bertatapan hingga pendeta mengucapkan peneguhan pernikahan mereka.

“Dihadapan Tuhan dan kerabat, dan para tamu sekalian, hari ini saya meneguhkan pernikahan saudara Kyuhyun dan saudari Hyuna sebagai suami istri yang sah, dan apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia…”

Ucapan pendeta itu membuat Hyuna tertegun, dia merasa takut. Hyuna tidak begitu mendengarkan apa saja yang diucapkan pendeta itu karena perasaannya. Hingga Kyuhyun menghadapkan tubuhnya ke Hyuna dan Kyuhyun mencium Hyuna, membuat Hyuna membelalakkan matanya karena terlalu terkejut. Hyuna baru tersadar sepenuhnya ketika tepukan tangan dari para tamu bergema diruangan itu.

.

.

.

****

.

.

.

Hyuna menatap dirinya dicermin, kini gaun dan accesorris pernikahan tak lagi melekat pada tubuh rampingnya hanya sebuah dress tidur selutut dengan motif beruang berwarn a pink. Dia merasa cukup gugup hingga tangannya berkeringat, meskipun biasanya juga begitu. Perlahan dia menoleh kearah Kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi dengan piyama yang bermotif sama namun berwarna biru. Ketampanan Kyuhyun bertambah dengan rambutnya yang basah dan piyama yang melekat sangat pas ditubuhnya.

Hyuna menelan salivanya ketika namja itu berjalan mendekatinya yang duduk dipinggiran ranjang. Jantungnya kembali berulah ketika Kyuhyun mendekatinya. Dia hanya diam memandangi Kyuhyun yang sibuk dengan rambut basahnya. Setelah Kyuhyun selesai dengan kesibukannya dia menghampiri Hyuna dan duduk disebelahnya.

“Aku punya satu penawaran lagi untukmu…” Hyuna menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun, Dia sedikit takut ketika namja itu menghembuskan nafasnya berat disela- sela lehernya.

“Apa??”

“Jika kau beri aku seorang anak, maka aku akan melipat gandakan bayaran yang akan kau dapat, Setuju??” Ucap Kyuhyun, Hyuna membelalakkan matanya. Dengan bayaran yang dijanjikan Kyuhyun, Hyuna dapat menyembuhkan dirinya dan memperbaiki panti asuhan. Serta menyekolahkan anak- anak malang itu.

“Aku harus berfikir dulu…” “Tidak ada waktu untuk berfikir…” Kyuhyun memotong kalimat Hyuna dan menciumi gadis yang hanya terdiam dengan perlakuannya.

“Aku membutuhkan seorang anak dan istri untuk memperkuat posisiku, begitu kata ayah…” Sambungnya lagi. Hyuna terdiam sesaat dan memikirkan resiko atas apa yang akan didapatnya dan keuntungan yang bisa diambilnya.

“Ya…” Jawabnya ragu- ragu.

“Ya???” Tanya Kyuhyun lagi ketika menedengar nada keraguan dari Hyuna. “Ya, Kyuhyun!”

Kyuhyun langsung melumat bibir Hyuna dalam- dalam. Dia tidak mempedulikan rontaan yang diberikan gadis itu padanya. Dengan segenap tenaga akhirnya Hyuna mampu mendorong Kyuhyun menjauh darinya.

“Ap- apa yang kau lakukan Kyuhyun?!”

“Apalagi?? Kita akan membuat anak…” Ucapnya tanpa malu dengan kata- katanya.

“Tap-tapi aku… hmmfffttt” Kyuhyun membungkam mulut Hyuna dengan bibir tebalnya. Membaringkan tubuh gadis itu keranjang dan menindihnya tanpa harus melepaskan tautan bibir itu. Lambat laun Hyuna membalas lumatan yang diberikan Kyuhyun.

Kyuhyun mulai merambatkan tangan nakalnya kearah tubuh bagian atas Hyuna, menelusup kedalam dress Hyuna. Mulai dari mengelus perut datarnya dan naik lagi. “Ahhh…” sebuah desahan lolos dari bibir tipis Hyuna ketika tangan Kyuhyun meremas payudaranya pelan. Kyuhyun mengeluarkan seringaian khas miliknya kemudian kembali melumat bibir itu dalam- dalam.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan menatap Hyuna, gadis itu tampak lebih seksi dengan pakaian yang berantakan dan peluh yang membasahi kepalanya. Mata sayunya menatap Kyuhyun kecewa. Kemudian Kyuhyun melepaskan kacing piyamanya dan membuang benda itu kesamping ranjang, memamerkan dada bidangnya yang mengkilap. Kemudian dia membuka resleting dress Hyuna dan hanya menyisahkan bra dan celana dalamnya saja. Pipi Hyuna merona malu karena tatapan Kyuhyun yang begitu intens, mata tajamnya tak berhenti menatap gadis itu.

Kyuhyun menindih Hyuna lagi dan melumat bibirnya, dengan tangan liar yang mencari pengait bra yang digunakan Hyuna. Kyuhyun dan Hyuna larut dalam ciuman mereka dan tanpa menyadari tangan Kyuhyun yang nakal telah melepas seluruh kain yang menutupi tubuh mereka, sehingga kulit telanjang kedua insan itu saling bergesekan. Hyuna kembali menelan salivanya ketika sesuatu yang keras menyentuh pangkal pahanya.

Kyuhyun meninggalkan mulut Hyuna dan beralih dengan menjilati payuradanya. Menelan salah satu benda kenyal itu dan menghisap putingnya yang membuat Hyuna menjerit akan sensasi setiap tarikannya. Mulutnya beralih pada benda lainnya dengan jemari yang meremas benda yang ditinggalkannya tadi.

“Ahhkkhh..” Hyuna merutuki dirinya sendiri ketika lenguhan- demi lenguhan itu lolos dari mulutnya. Tangan Kyuhyun merambat turun ke perut dan berakhir pada pusat tubuh Hyuna yang polos. Ketika Kyuhyun sampai pada kewanitaan Hyuna, dia mengerang pelan dan menyentuhkan jarinya pada lipatan gadis itu.

“Kau sudah sangat basah..” Bisik Kyuhyun seduktif ditelinga gadis itu. Saat Hyuna hendak membalas kalimat Kyuhyun, lelaki itu telah memosisikan kepalanya pada pusat tubuh gadis itu. Hyuna sedikit menjerit ketika Kyuhyun menghisap pusat tubuhnya dengan mulut panasnya.

Kyuhyun terus menghisap dan menghisap, Hyuna melengkungkan punggungnya menahan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya. Begitu panas dengan gairah yang terus membakar tubuhnya. Kyuhyun menyeringai ketika gadis itu sampai pada puncak kenikmatan. Kyuhyun merangkak naik kekepala Hyuna dan melumat bibirnya lagi.

Perlahan Kyuhyun memposisikan pusat tubuhnya kearah pusat tubuh Hyuna. “Akhhtt appoo..” Hyuna menggigit bibirnya dan menelan tangisannya ketika rasa sakit mendera tubuhnya saat sebuah benda mencoba menerobos penghalang. “Oh.. god…” Kyuhyun mengerang nikmat ketika merasakan sensasi yang luar biasa itu. Mata coklatnya berkilau terbakar gairah ketika menatap mata wanita dihadapannya yang tengah menahan rasa sakit itu. Kyuhyun melumat bibir Hyuna membantunya melupakan kenyerian yang merambah ditubuh bagian bawahnya.

Kyuhyun mendiamkan tubuhnya ketika dia sudah benar- benar masuk sepenuhnya kedalam tubuh wanita itu. Mata mereka saling menatap, dengan keluh yang sama sama membasahi rambut mereka. Kyuhyun menggerakkan tubuhnya perlahan ketika dirasakannya otot intinya mengendur. Mereka saling mendesah seiring berjalannya waktu. Kemudian Kyuhyun mempercepat gerakannya ketika merasakan dia hampir sampai. Mereka ambruk ketika sampai pada ledakan gairah.

Perlahan Hyuna mendengkur pelan, kemudian semakin keras setelah dia semakin larut dalam tidurnya. Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Hyuna. Dia jadi teringat pesan yang disampaikan Kim Ahjumma. Kyuhyun mengambil selimut dan menutupi tubuh polos Hyuna dan dirinya, kemudian ikut terlelap, walaupun dengkuran Hyuna sesekali mengganggu tidurnya.

****

“Apa kondisiku baik- baik saja jika aku mengandung nantinya???” Hyuna menatap wanita berparas oriental dihadapannya dengan serius. Wanita itu tampak terkejut atas pertanyaan yang dilontarkan gadis itu.

“Jadi, Kau memutuskan untuk hamil??” Bukannya menjawab pertanyaan Hyuna yeoja itu malah balik bertanya.

“Ya…. Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku Haneul ssi…”

“Tentu saja Hyuna-ya, hamil akan membahayakan kondisimu. Ingat jantungmu sudah cukup lemah untuk menopang dirimu sendiri, bagaimana jika ada orang lain dalam tubuhmu…” Hyuna hanya diam mendengar pernyataan Haneul, sahabat sekaligus dokternya itu.

“Itu akan sangat beresiko, seperti kau memaksakan sebuah mesin usang yang harus bekerja dua kali lipat….”

“Jadi kau menganggapku mesin usang ha?!” Ucap Hyuna.

“Tidak, itu hanya perumpamaan… Dengar, mengandung itu sangat melelahkan dan kau sendiri tidak boleh lelah kan??” Ucap Haneul mencoba meyakinkan Hyuna. Namun, dia salah Hyuna menggeleng cepat dan tersenyum.

“Tidak!!! Aku wanita yang kuat Haneul-ah… Aku cukup kuat hingga bertahan selama ini… Dan kau tidak tahu seberapa besarnya keinginanku untuk memiliki aegy…” Ucam Hyuna dengan mata berbinarnya.

“Ya, baiklah. Jika itu maumu aku tidak bisa memaksamu Hyuna-ya…” Ucap Haneul pasrah. Dia tahu akan percuma jika terus menerus menentang sahabat keras kepalanya itu.

Ketika pemeriksaan kesehatan selesai, Hyuna langsung beranjak menjauhi ruangan itu. Sebelum itu Haneul memberikannya sebuah obat penghilang rasa sakit dan mencoba meyakinkan lagi sahabatnya itu.

“Kumohon… Pikirkan lagi keinginanmu itu. Nantinya ada satu nyawa lain yang kau tanggung.” Hyuna hanya mengangguk ringan dan menjauhi tempat itu.

Hyuna adalah seorang penderita kelainan jantung sejak kecil. Walaupun begitu, dia masih beruntung karena kelainan yang dimilikinya tidak terlalu parah. Menurut pemeriksaan, Hyuna mengidap penyakit itu karena keracunan obat- obatan selama dalam kandungan. Dia masih bisa berkegiatan, dan melakukan hal lain yang membuatnya tidak terlalu lelah.

Dia akan mendengkur selama tidur, dan telapak tangannya akan berkeringat meskipun dia tidak meremas atau menggenggam sesuatu. Setiap ujung jari kakinya akan membiru selama dia merasa kedinginan. Itulah yang membedakannya dengan orang normal pada umumnya. Hyuna memang bisa bertahan hidup, tapi jantungnya akan terus mengalami kerusakan bila harus bekerja terlalu lama. Dia membutuhkan operasi transplantasi jantung atau memasang ring pada jantungnya agar ia bisa berdetak lebih lama.

Dan operasi itu memakan biaya yang luar biasa mahalnya untuk dia yang hanya bekerja sebagai karyawan rendahan sebuah perusahaan swasta. Dia akan melakukan segala cara. Hingga dia bertemu Kyuhyun, Bosnya.

Pikiran jahat itu menghantuinya, ketika pria itu dengan terang- terangan memberikan perhatian lebih kepada seorang karyawan rendahan. Kyuhyun sangat sering menghubungi gadis itu. Membuat Hyuna berfikir ‘Apa salahnya bila aku memanfaatkan kebaikannya…’ Kyuhyun menyatakan cintanya, yang tanpa disadari gadis itu Kyuhyun hanya memanfaatkan keluguannya untuk memperkuat posisinya sebagai pewaris perusahaan itu.

Kyuhyun membutuhkan Hyuna sebagai statusnya dan Hyuna membutuhkan Kyuhyun sebagai sumber dananya. Bukankah mereka saling memanfaatkan?

****

Kyuhyun menatap sebuah botol obat yang ada ditangannya. Sebuah botol putih yang ditemukannya dalam lemari obat. Dia tidak begitu mengerti dengan apa yang dikatakan didalam obat itu karena pada sebagian tulisannya menggunakan bahasa latin. Tapi, pikirannya tengah tertuju pada satuhal. Dia menyeret kakinya kasar menuju tempat tidur.

“Kim Hyuna!!!” Ucapnya pada seorang yang tengah bersisir dihadapan cermin. Hyuna berbalik dan menatap Kyuhyun bingung, hal apa yang membuatnya marah- marah padanya pagi ini.

“Apa ini??!!” Ucapnya menunjukkan sebuah botol putih yang ditemukannya dikamar mandi. Hyuna menatap benda itu terkejut dan diam, dia terlalu takut dengan hal itu.

“Jawab aku!!!” Ucapnya kasar.

“I-itu…”

“Apa ini pencegah kehamilan eoh?!” Ucap Kyuhyun, Hyuna hendak membuka suaranya melawan Kyuhyun. Namun, pria itu langsung memotongnya.

“Jadi apa maksudmu hah?! Bukankah kita sudah melakukan perjanjian untuk hal ini?? Apa kau sengaja memanfaatkanku untuk mengulur waktu hah?? Atau kau terlalu menikmati apa yang selama ini kita lakukan? Sialan kau!!!” Hyuna menatap Kyuhyun tajam, Semua yang dikatakan pria itu. Tapi dia menelan semua kesedihannya dan menantang mata onyx Kyuhyun.

“YA Kyuhyun!!! Kau benar itu…” ‘Prank..’ Saat Hyuna menjawab Kyuhyun membanting obat itu kelantai. Dia hendak membalas pertanyaan Kyuhyun, sesuatu membuat perutnya terasa penuh dan mual. Dia beranjak menjauhi Kyuhyun menjauhi pria itu yang sedang menatapnya tajam.

“Hoekk… hoekk” Hyuna memuntahkan seluruh makanan yang ditelannya pagi ini. Dia sudah biasa muntah atau mual karena penyakitnya, tapi seorang wanita dewasa yang telah menikah mungkin memiliki indikasi lain bukan?

***

Hyuna tersenyum puas sembari menatap selembar kertas hasil pemeriksaan rutinnya dirumah sakit. Di kertas itu juga terselip sebuah foto berlatar gelap dengan garis- garis, menandakan sebuah kehidupan telah hadir dalam perutnya. Sesuatu yang diharapkannya telah hadir. Tapi perasaan khawatir terus melingkupinya ketika mendengar penuturan Haneul dirumah sakit tadi.

Flashback

“Hyuna-ya… Apakah kau mengalami muntah- muntah ini setiap pagi??” seorang yeoja berjubah putih itu mulai menginterogasi Hyuna.

“Ne, Aku hampir tidak pernah merasakan makanan pagiku dengan nikmat selama seminggu ini..” Jawabnya.

“Apa kau tidak merasa curiga eum….” Haneul menggantungkan kalimatnya, bingung harus menjelaskan apa dan bagaimana.

“Aniya… aku sering mual tiba- tiba, itu karena ini” Hyuna menunjuk dada kirinya.

“Kapan periode terakhirmu??” Pertanyaan Haneul membuat Hyuna menyadari kemana akan larinya dialog ini. Dia terdiam sejenak, menghitung kapan periode terakhirnya terjadi.

“Mungkinkah aku??” Gumamnya pelan dan mengusap perutnya.

“Aku tidak tahu dan tidak begitu mengerti, dari pemeriksaan sementara, jantungmu masih sama seperti sebelumnya. Jadi aku berfikir mungkin kau…” terang Haneul.

“Hamil…” Potong Hyuna.

“Ya, itu baru dugaan sementara. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ayo aku temani kau kedokter kandungan…” Ucap Haneul pada Hyuna. Dia menganggukkan kepalanya setuju.

****

“Anda bisa lihat, disana ada sebuah kehidupan kecil disana…” Ucap dokter itu menunjuk sebuah gambar abstrak berbentuk bulatan kecil. Hyuna menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.

Setelah dokter itu membersihkan perutnya dari sisa- sisa gel yang digunakan untuk USG, dokter itu memberikan sebuah hasil pemeriksaan dan foto hasil USG yang baru saja mereka lakukan. Senyuman itu tak pernah hilang dari wajahnya ketika ia keluar dari ruangan itu.

“Hyuna-ya…” Sapa Haneul. Hyuna hampir saja melupakan sahabatnya ini karena rasa bahagianya.

“Kau lihat kan tadi?? Dia sangat kecil disini..” Ungkapnya bahagia, Haneul hanya tersenyum tipis.

“Ya, aku turut bahagia atas berita itu tapi…” Ucapnya sendu.

“Tapi apa??”

“Kau ingat apa yang aku ungkapkan kemarin bukan???” Ucap Haneul yang membuat Hyuna memudarkan senyumnya.

“Aku ingat, sangat ingat. Tapi tidak bisakah kau percaya padaku?? Aku ini wanita yang kuat eoh?!” Ucap Hyuna meyakinkan Haneul. Haneul menghembuskan nafasnya berat dan menatap manik mata bahagia sahabatnya itu.

“Iya, tapi aku sarankan kau untuk tidak mengkonsumsi obat- obatan itu lagi. Dan aku akan membuatkan vitamin untuk menggantikan obat keras itu..” Ucapnya lagi.

“Ne… arata…” Ucap Hyuna riang. Dia tidak tahu dalam posisi apa dirinya saat ini, Dia terlalu bahagia dengan kehadiran seseorang untuk berbagi kehidupan dengannya. Sementara itu Haneul hanya diam dan tersenyum kecut melihat sahabatnya itu.

Flashback Off

Hyuna melangkahkan kakinya menuju sebuah rumah mewah bergaya minimalis milik Kyuhyun. Dia meletakkan tasnya kedalam kamar dan kembali kedapur untuk memasak makan malam istimewa. Untuk dirinya sendiri dan Kyuhyun. Dia harus segera memberi tahu Kyuhyun kabar gembira ini.

Karena terlalu asik memasak, Hyuna tidak menyadari kehadiran Kyuhyun diruangan itu. Kyuhyun berjalan mendekat melihat apa yang dimasak wanita itu. Hyuna yang mendengar sebuah langkah kaki tengah berjalan mendekatinya membuatnya mendongak menatap Kyuhyun lalu tersenyum. Kyuhyun menautkan alisnya, mereka tak pernah saling melemparkan senyuman ketika sedang berduaan, dan ini sebuah kejadian langka!

“Kyuhyun segera mandi, lalu makan. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!!” Ucap Hyuna senang. Entah angin apa yang membuat Kyuhyun mematuhi perintah Hyuna dan melangkah begitu saja ke kamar mandi.

Ketika dia kembali dari kamar mandi dengan mengenakan kaos putih dan celana satin berwarna biru, makanan telah siap disantap. Terlihat banyak jenis makanan kesukaannya.

“Ayo dimakan Kyu!!” Ucap Hyuna dan tersenyum. Mereka menyantap makanan- makanan itu dalam keheningan. Namun, sesekali Kyuhyun mencuri pandangann ke arah Hyuna. Dia tampak begitu bahagia, Kyuhyun merasa bingung, tapi dia lebih memilih diam dan menyimpan pertanyaannya.

Setelah mereka selesai makan, Kyuhyun masih setia menatap punggung Hyuna yang masih setia dengan proyek ‘mencuci piringnya’. Wanita itu terlihat ceria, hal itu tergambar jelas dari matanya yang selalu berkilau dan tentunya dengan sebuah senyuman yang tak pernah pudar dari wajah jepangnya itu.

“Kyuhyun….” Ucap yeoja itu yang membuat Kyuhyun harus rehat dari lamunannya. Hyuna telah duduk dihadapan Kyuhyun dengan selembar amplop putih ditangannya. Kyuhyun melirik sebuah benda tipis itu dan menyerang Hyuna dengan kebingungannya. Belum sempat Kyuhyun mengutarakan pikirannya, Hyuna terlebih dahulu mengeluarkan suaranya.

“Ini yang ingin kuberitahukan padamu, kurasa ini cukup penting dan harus diberitahukan sekarang juga…” Ucapnya tenang namun syarat akan kebahagiaan. Hyuna menyodorkan amplop berlambangkan logo salah satu rumah sakit ternama dikota Seoul.

Perlahan Kyuhyun membuka amplop itu dan mengeluarkan selembar kertas pertama yang cukup tipis, kemudian mengerutkan alisnya bingung menatap diagram- diagram tentang kesehatan yang membuatnya pusing, mungkin diagram itu akan lebih menarik jika menggambarkan kurs atau nilau tukar won terhadap uang pikir Kyuhyun. Hyuna terkekeh kecil melihat pemandangan ‘langka’ dihadapannya ini.

Kyuhyun kembali mengeluarkan selembar kertas lagi yang cukup tebal dan agak licin. Dikertas itu tercetak sebuah gambar ‘abstrak’ dengan latar gelap. Kyuhyun mengerutkan lagi alisnya kemudian beralih kepada kertas pertama. Sebuah kata ‘positif’ dan gambar hasil USG dapat menyatakan apa yang ingin diberitahu oleh yeoja dihadapannya itu. Dia menatap Hyuna dengan tatapan yang sulit diartikan dan mengeluarkan pemikirannya.

“Kau….” “Aku hamil..” Hyuna menyela ucapan Kyuhyun dengan cepat, dan tersenyum penuh kemenangan. Kyuhyun tersenyum, dia juga bahagia mendengar berita itu. Meskipun sedikit tersirat rasa curiga. Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan memeluk Hyuna.

Kali ini bukan sebuah sandiwara seperti yang dilakukan pria itu sebelumnya, kali ini sebuah pelukan yang terasa hangat dengan sebuah ketulusan yang menggambarkan kebahagiaan. Hyuna membalas pelukan Kyuhyun, dan mereka meluapkan kebahagiaan.

****

5 month later…

“Aku sering mengalami pusing dan mual akhir- akhir ini… Apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi padaku Neul-ah??” Ucap Hyuna yang masih duduk dipinggiran kasur mengelus perutnya yang terus membesar sambil melihat pantulan dirinya yang semakin pucat dihadapan cermin.

“Mungkin, itu hanya gejala yang biasa yang dialami ibu hamil pada umumnya… Itu dikarenakan perubahan hormon pada awal kehamilan.” Ucap Haneul dari balik sambungan telpon.

“Aniya… Neul-ah, apa kau tidak sadar usia kandunganku sudah menginjak bulan ke enam… Itu artinya kehamilanku tidak bisa dibilang muda lagikan??”

“Tunggu dulu, apa kau merasakan sesuatu yang aneh, entah itu berkeringat atau nyeri pada dadamu??” Tanya Haneul.

“Ne… Terkadang aku merasa nyeri pada dada kiriku dan aku sering merasa lelah yang luar biasa meskipun hanya melakukan kegiatan yang mungkin membutuhkan tenaga yang sedikit…” Ucap Hyuna, dia mendeskripsikan apa yang dirasakannya saat ini. Mulai dari sakit kepala, nyeri di dada kirinya (Jantung) dan keringat yang berlebihan.

“Bisakah kau datang ketempatku hari ini?? Ada beberapa hal yang harus kuperiksakan… Mungkin, ini berkaitan dengan jantungmu…” Ucapan Haneul membuatnya terdiam. Dan kemudian menggumamkan kata ‘Ya’ lalu memutuskan sambungan telepon dan bergegas bersiap- siap menuju rumah sakit tempat Haneul bekerja.

Disisi lain kota Seoul, seorang namja berkulit putih pucat tengah duduk dibangku kekuasaannya. Dia memandangi sebuah botol putih kecil yang tengah berdiri tegak di mejanya. Botol berisikan obat yang diketauhinya -dari Hyuna- sebagai pencegah kehamilan. Tapi, sejak beberapa bulan lalu dia menaruh sebuah kecurigaan besar terhadap apa sebenarnya isi kandungan obat itu. Hyuna hamil dalam rentan waktu satu minggu setelah dia menyita obat itu, dan sebelumnya dia masih mendapati Hyuna meminum obat itu secara diam- diam sehari sebelumnya.

“Kyuhyun!!!” Seorang pria bertubuh atletis dihadapannya menginterupsi Kyuhyun dari lamunannya.

“Ah Siwon Hyung…Ada urusan apa datang kemari?? Bukankah kau diJepang??..” Ucap Kyuhyun santai dan memainkan botol putih itu ditangannya.

“Aniya… Apa tidak boleh aku mengunjungi adik sepupuku sendiri?? Dan aku juga ingin meminta maaf karena tidak bisa menghadiri upacara pernikahanmu… Karena ada urusan penting di Jepang dan tidak bisa kutinggalkan…” Ucap Siwon santai dan duduk di hadapan Kyuhyun dan menaikkan salah satu kakinya.

“Ah ne… gwaenchana..”

“Kyuhyun, apa kau sakit??” Ucap siwon menatap botol yang dimainkan Kyuhyun ditangannya.

“Anni… Wae??” Jawab Kyuhyun bingung.

“Itu, obat yang kau pegang. Itu adalah salah satu obat keras dan untuk mendapatkannya kau membutuhkan resep dari dokter…” Jawab Siwon. “Apa itu milikmu??” Lanjutnya lagi.

“Anni… Memangnya ini obat apa Hyung??” Ucap Kyuhyun sambil mendekatkan obat itu kearah Siwon yang meneliti obat itu dengan tatapan tajamnya.

“Ini aspirin…” Ucap Siwon lagi. “Obat ini juga diproduksi oleh perusahaanku”

“Lalu apa gunanya?” Tanya Kyuhyun menyelidik.

“Jantung,, obat ini pereda rasa sakit yang biasanya digunakan oleh penderita sakit jantung…” Jawab Siwon. Kyuhyun terdiam sejenak dan menatap Siwon penuh keterkejutan.

****

“Hyuna, sudah seperti perkiraanku, jantungmu terlalu lemah untuk menanggung beban yang sedang kau pikul ini… Dan aku tidak tahu seberapa lama kau akan bertahan dengan semua ini…” Hyuna terdiam dan tersenyum setelahnya.

“Tidak, dia bukan beban Neul-ah, dia anakku…” Dia tersenyum lagi dan mengambil nafasnya dalam- dalam. “Aku masih bisa bertahan, sudah pernah kubilang kalau aku ini wanita yang kuat bukan??? Aku cukup tangguh untuk menahan ini semua..” Lanjutnya lagi. Sementara itu Haneul hanya memandangnya dengan mata yanng berkaca-kaca. Dia bingung harus berkata apa lagi, sudah cukup lelah dia meyakinkan Hyuna atas kondisi tubuhnya yang sesungguhnya.

“Apa kau bisa berjanji untukku??” Tanya Haneul, dan Hyuna terdiam. Dia belum ingin berjanji karena takut nantinya dia takkan bisa menepatinya.

“Mian, aku belum bisa berjanji untukmu…” Ucapnya pelan. Haneul menghembuskan nafasnya berat.

****

“Kyuhyun, kau sudah pulang??” Ucap Hyuna lembut dan menghampiri Kyuhyun yang tengah duduk disofa ruang keluarga. Ada yang berbeda dari tatapannya, dia terlihat menahan emosinya. Mata coklat onyxnya berkilat marah.

“Apa obat ini milikmu???” Kyuhyun meletakkan obat yang dikeluarkannya dari kantong celana dan meletakkannya diatas meja. Hyuna mengangguk pelan dan menebak apa yang akan dikatakan Kyuhyun selanjutnya.

“Apa ini aspirin??” Tanya Kyuhyun lagi, kali ini nada suaranya naik satu oktaf dari sebelumnya. Hyuna terdiam, dan menebak bahwa Kyuhyun telah mengetahui semuanya.

“Berapa banyak lagi kebohongan yang kau buat hah?!” Kyuhyun berteriak emosi, kali ini dia merasa telah dikhianati. Emosinya kali ini lebih besar daripada sebelumnya, saat dia mengetahui Hyuna mendekatinya karena uang.

“Kyuhyun, aku bisa jelaskan ini…” Ujar Hyuna pelan dan memegangi dadanya, dia mulai merasa nyeri pada jantungnya.

“Tidak!!!! Tidak ada lagi yang perlu kau jelaskan, semuanya telah jelas!! Kebohonganmu dan lainnya,” Ucap Kyuhyun dan berjalan meninggalkan Hyuna sendirian.

“Kyuhyun…” Hyuna bergumam dan jatuh seketika ketika nyeri itu datang lagi, rasanya lebih sakit dari sebelumnya. Kyuhyun berbalik ketika mendengar suara benda yang jatuh, kemudian mendapati Hyuna yanng terbaring lemah diatas lantai marmer itu.

****

Hyuna mengerjapkan matanya pelan dan mencoba mencerna keadaan sekelilingnya. Dapat dirasakannya sebuah tangan hangat telah menyelimuti punggung tangannya. Dia melirik kearah sana dan mendapati Kyuhyun tengah memegang tangannya dan terbaring dengan kepala tertelungkup dipinggiran ranjang rumah sakit.

Dia terlalu lemah untuk memanggil Kyuhyun ataupun menggerakkan tangannya. Semuanya terlalu lelah dan sulit, dia bahkan sangat sulit mengeluarkan suaranya. Kyuhyun yang terbangun menatap Hyuna takjub.

“Hyuna- ya… Kau bangun.” Ucap Kyuhyun dan langsung memencet tombol disebelah ranjang untuk memanggil salah satu dokter jaga dirumah sakit itu. Hyuna tak menjawab apapun dan hanya diam menatap wajah Kyuhyun, pria itu terlihat cemas. Dari sorot matanya yang begitu merah dan lingkaran hitam dibawah mata itu, Kyuhyun juga terlihat lelah.

Tak lama seorang dokter dan beberapa perawat memasuki ruangan itu. Sebelum memeriksakan keadaan Hyuna, dokter mengusir Kyuhyun sementara. Dengan tatapan tidak rela, dia akhirnya melepaskan tangan dingin Hyuna dan keluar dari ruang ICU itu.

Kyuhyun hanya menatap lantai marmer putih itu dalam diam, keheningan rumah sakit membuat Kyuhyun larut dalam renungan. Dia mereasa sebagai orang paling jahat dan paling bodoh, dia tidak peka dengan kondisi wanita yang terbaring lemah diranjang rumah sakit itu. Kilas balik kehidupannya terus berputar seperti sebuah film hitam putih.

“Jika Hyuna mendengkur saat tidur, jangan marah ataupun menghinanya…” Ucap wanita itu sendu dan menatap Kyuhyun penuh harapan sebelum melanjutkan kalimatnya.

“Kau akan mengerti suatu saat nanti, dan akan menganggap suara dengkurannya itu sebagai musik terindah didunia…”

Akankah dia bisa terus mendengar suara dengkuran itu lebih lama?

Kyuhyun terdiam mematung, pancaran kesedihan terlihat dari mata karamelnya. Dia selalu ingat senyuman perempuan itu. Bagaimana dia bertutur kepadanya, bagaimana sikapnya selama ini pada Kyuhyun. Tapi kenyataan yang memilukan adalah apakah semua itu tulus?

****

Kyuhyun, pria berkulit putih pucat itu tengah memandang Hyuna yang terbaring lemah dengan sendu. Dia merasa kesepian meski telah ditemani oleh bunyi alat- alat penopang hidup ditempat itu. Kyuhyun masih terus menimbang keputusan terbaik yang akan diambilnya. Karena semua keputusan akan berdampak pada dua nyawa, istri dan calon anaknya nanti.

Flashback

“Huh…. Bagaimana keadaannya sunbae???” Tanya seorang perempuan berjas putih kepada seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang perawatannya. Kyuhyun hanya menatap perempuan itu bingung dan bergumam dalam hati ‘siapa dia??’

“Sudah seperti perkiraan kita sebelumnya.” jawab dokter itu pelan pada perempuan tadi. “Kurasa sebaiknya kau saja yang menjelaskan padanya…” Dokter itu menepuk pundak Kyuhyun pelan dan berlalu dari sana. Pria itu menatap Haneul bingung.Haneul menatap pria disampingnya, menghembuskan nafasnya berat dan berkata pada Kyuhyun.

“Sebaiknya kau ikut dulu denganku tuan…. emm”

“Cho Kyuhyun” Potong Kyuhyun melihat haneul yang bingung akan memanggilnya apa.

“Ah, ne Tuan Cho, ayo kita keruanganku dulu.,…” Ucap Haneul dan menggiring pria tinggi itu keruangannya.

****

Kyuhyun menatap dokter muda dihadapannya itu dalam diam. Haneul telah menjelaskan semua yang Hyuna alami, termasuk penyakitnya.

“Aku sudah mencoba memperingatkannya tapi dia terlalu keras kepala… dan dia sepertinya…” Haneul menghembuskan nafasnya kasar dan menatap Kyuhyun lagi. “Dia benar- benar mencintaimu dan ingin membahagiakanmu…” Ucapnya yang membuat Kyuhyun tersenyum miris.

“Sebenarnya aku cukup lelah…. Aku selalu berpura- pura bahagia dan memberikannya sebuah harapan semu.” Haneul berkicau lagi. “Maksud anda uisanim? Harapan palsu??” Tanya Kyuhyun bingung.

“Ya, Selama ini aku terus menyemangatinya. Memberikannya sebuah harapan bahwa dia akan sembuh nantinya jika dia melakukan operasi.” Haneul tersenyum miris.

“Meskipun, dia berhasil melakukan operasi itu tidak memungkinkan dia akan sembuh sepenuhnya. Dan mendapatkan sebuah donor jantung itu sangat sulit… Jadi harapannya sangat kecil untuk bertahan.” Lanjut dokter muda itu lagi dengan sedih. Kyuhyun termenung sejenak, dia memikirkan perempuan itu yang hidup dengan kepura-puraan.

“Dan aku membutuhkan keputusanmu Tuan Cho!”

“Keputusan apa??” Kyuhyun bertanya-tanya maksud dari Haneul,

“Tentang kelanjutan hidup mereka. Kau adalah keluarga terdekatnya, dan aku harus meminta persetujuanmu untuk tindakanku selanjutnya…” Haneul berkata dengan serius.

“Apa yang akan anda lakukan terhadapnya…??”

“Aku terpaksa harus melahirkan anak itu, dan kita harus mengorbankan satu nyawa Kyuhyun-ssi..”

“Maksudmu??”

“Kita tidak akan bisa melihatnya menderita terlalu lama, lebih baik kita relakan saja kepergiannya meskipun itu sulit…”

Flashback Off

****

‘Terkadang kita harus memilih apa yang terbaik meskipun tak jarang hal itu menyakitkan’

Kyuhyun telah memikirkan semuanya, dan akan menganggap dirinyalah orang paling jahat didunia. But there’s no choice right? Kyuhyun menggenggam erat tangan dingin Hyuna. Wajahnya tampak pucat dan sedikit membiru. Beberapa tahun mengenal perempuan dihadapannya ini membuat kemungkinan jatuh cinta padanya jauh lebih besar bukan? Maksudku, mereka benar- benar saling jatuh cinta secara tulus tanpa embel- embel sandiwara dibelakangnya.

Kyuhyun mengelus perut buncit perempuan itu. Tersenyum miris dan bergumam. ‘Maafkan appa yang harus memisahkanmu dengan eomma eoh?’ Dia kembali menatap Hyuna dalam- dalam, mencoba merekam dengan jelas setiap jengkal wajah yang nantinya akan ia rindukan. Dia menunduk diatas kepala Hyuna dan mengecup dahinya lama.

“Maaf, aku sudah lancang dengan hidupmu….” Bisik Kyuhyun ditelinga Hyuna, dan mengelus surai coklat milik perempuan itu.

“Tapi aku tak ingin membiarkanmu menderita terlalu lama, maafkan aku.” Dia berbisik lagi, namun dengan nada yang sangat rendah dan sendu.

“Aku janji akan terus berdoa, semoga keajaiban tercipta diantara kita saat ini juga….” Kyuhyun mengusap matanya yang perih karena menahan tangisnya.

“Dan memastikan ini bukanlah sebuah akhir yang menyedihkan… percaya padaku eoh?” Ucapnya lagi, kali ini Kyuhyun mencoba lebih tegar dari sebelumnya. Kyuhyun kembali mengecup dahi Hyuna sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.

Kyuhyun menghampiri Haneul yang menunggunya diluar ruangan. Dokter muda itu menatapnya dalam- dalam.

“Lakukan apa yang terbaik untuknya…” Ucap Kyuhyun pelan dan memaksakan bibir tebalnya itu untuk tersenyum. Haneul menganggukkan kepalanya dan menepuk pundak Kyuhyun mencoba menguatkan pria jangkung itu.

“Semoga keputusan yang kau buat itulah yang terbaik. Dan berdoa akan hasil yang akan kita dapatkan, saya permisi dulu Tuan Cho.”

****

Beberapa orang tengah menunggu didepan ruang operasi. Mereka memasang wajah cemas, terutama Kyuhyun. Dia sendiri bingung dengan apa yang dirasakannya. Kemudian menunduk menatap lantai marmer putih. Kyuhyun mendongakan wajahnya ketika sebuah tangan hangat mengelus pundaknya lembut. Ibu tirinya tengah tersenyum padanya, Kyuhyun hanya diam hingga akhirnya beliau membuka suara.

“Kyuhyun-ah, Ayo nak kita berdoa semoga semuanya berjalan dengan lancar….” Ucap wanita paruh baya itu dengan senyuman.

“Apapun hasilnya, kita harus menerima itu, arrachi??”

“Ne….. Eomma…” Perasaan bahagia menyeruak dihati wanita paruh baya itu. Dia tersenyum lagi dan memeluk Kyuhyun hangat.

“Gomawo eomma,” Ucap Kyuhyun dan membalas pelukannya.

Kyuhyun melepas pelukannya dan terus menggenggam tangan hangat ibu tirinya itu. Ayah, Ibu dan adik tiri Kyuhyun setia menunggu, mereka berharap semua yang terbaik menjadi hasilnya. Kyuhyun yang masih asik memandangi wajah ibu tirinya itu sontak mengalihkan pandangannya pada pintu ruangan operasi yang terbuka.

“Bagaimana hasilnya Uissanim??” Kyuhyun langsung menghampiri dokter itu dan memberikan pertanyaannya.

“Bayinya cukup sehat, meskipun harus dimasukan ke inkubator, anda dipersilahkan masuk untuk melihatnya…”

Setelah diperkenankan masuk, Kyuhyun mengenakan jubah hijau dan melangkahkan kakinya lebih jauh keruangan operasi. Gerakan kakinya terhenti melihat seorang wanita yang tengah terbaring diranjang dengan seorang bayi merah melingkupi tubuhnya.

Bayi itu tengah mencari-cari payudara ibunya untuk menyusu. Semua diruangan itu menatap haru sepasang ibu dan anak itu. Tapi Kyuhyun menatap mereka bingung.

“Sebelum kami mencabut alat bantu nafas Nyonya Kim, kami akan membiarkan Bayi anda untuk mengenal ibunya lebih dekat untuk yang pertama dan terakhir kalinya…” Jelas dokter itu seakan tau apa yang difikirkan Kyuhyun.

Nafasnya tercekat, dia menahan tangisannya. Kyuhyun menatap Hyuna dalam diam dan berjalan mendekati perempuan itu. Dia masih bernafas untuk beberapa saat lagi. Bayi itu menangis kencang ketika salah satu perawat menggendongnya menjauhi tubuh ibunya, seolah dia tidak rela dipisahkan. Kyuhyun terus mendekat ketika bayi itu dibawa keluar dari ruangan operasi untuk diberi perawatan lebih lanjut.

Kyuhyun menggenggam tangan pucat itu dan mencium punggung tangannya. Mengelus kepala Hyuna yang tertutup plastik pelindung rambut. Menatap matanya yang terpejam, dan pandangannya turun kehidung mancungnya. Dia benar- benar akan merindukan Hyuna.

Kyuhyun mengecup dahi Hyuna dalam- dalam menyerap segala energi dari tubuh perempuan itu sebelum akhirnya berjalan keluar dari ruangan itu. Tepat sebelum Kyuhyun membuka pintu, bunyi suara yang sangat nyaring terdengar. Dia tersenyum dan bergumam dalam hati.

“Selamat jalan cintaku…. Semoga kau selalu bahagia disisi-Nya. Saranghae”

‘Kematian bukanlah sebuah akhir yang menyedihkan. Bagi beberapa orang kematian merupakan sebuah akhir yang menjanjikan kebahagiaan. Kematian akan berakhir bahagia tergantung bagaimana sikap dan apa yang kita perbuat selama kita hidup, dan bagaimana orang- orang disekeliling kita merelakan dan mengenang kita nantinya.’

END

Annyeonghaseo readers… ^^.
Sebenarnya ff ini akan aku bagi dalam dua part sih… tapi, terlalu pendek dan kalo dibiarin oneshoot jadi kepanjangan banget….
Aku juga mau tanya ini happy or sad end?? Kalo menurut aku secara pribadi adalah happy end karena Hyuna bisa pergi membawa cinta dari Kyuhyun dan anaknya. Dan juga dia tidak akan tersiksa lebih lama dengan penyakitnya bukan?? Kalo kematian adalah sad end, berarti gak ada manusia yang hidup dengan happy end kan?? Hehehe 🙂
aku sempet gak pede waktu mau ngirimin ini ff karena menurutku alur ff ini sedikit mirip dgn ff lain.. tapi itu beneran gk disengaja banget.
jadi, Aku minta maaf yang sebesar- besarnya jika ada kesamaan alur, cast dan lain- lainnya. Comment sangat dibutuhkan dalam bentuk kritik atau saran karena aku juga masih belajar loh…. Makasih banget buat admin yang udah mau posting ff ini.
Annyeong 🙂
Karena aku baik #plakk aku kasih epilog buat ff ini… happy reading ^^
“Appa….Bisakah appa menceritakan sedikit tentang ciri- cirinya…” Ucap seorang gadis kecil yang tengah bergelayut manja dalam gendongan sang Ayah. Pria itu mengerutkan alisnya, cukup bingung dengan tingkah putri kecilnya itu hari ini.
“Ada apa sayang?? Tumben sekali minta ceritakan tentang eomma….” Dia cukup bingung, anak gadisnya ini tak pernah menanyakan tentang Ibunya.
“Karena ini… Seonsangnim memberiku tugas. Sebuah puisi untuk ibu….” Gadis kecil itu melambaikan sebuah buku tulis ditangannya.
Kyuhyun tersenyum dan menurunkan putrinya, kemudian berjalan dengan bergandengan tangan. Mereka duduk di ruang makan, Kemudian, Kyuhyun mendudukan putri kecilnya itu diatas pangkuannya. Kyuhyun mulai bercerita.
“Eomma, Dia perempuan yang cantik dan manis… Mirip denganmu…” Kyuhyun mencubit hidung putrinya. Yeoja kecil itu mengerutkan dahinya bingung.
“Bagaimana bisa Jihyun mirip eomma? Sementara haraboeji, halmoni, ahjussi, bilang Jihyun mirip appa…” Kyuhyun tersenyum, bingung harus menjawab apa.
“Karena mirip dan serupa itu beda sayang… Bisa kita lanjutkan ceritanya?” Jihyun mengangguk.
“Eomma itu, pandai memasak, ramah dan disenangi banyak orang…” Kyuhyun terus bercerita, sementara Jihyun hanya diam menatap Kyuhyun berbinar.
“Aku ingin seperti eomma…” Ucapnya. Kyuhyun tersenyum menatap putri kecilnya. Kalimat putrinya itu bertentangan dengan apa yang di inginkan ibunya.

Flashback

Kyuhyun berjalan pelan memasuki ruangan itu. Dia memperlambat langkahnya, seolah menglur waktu, meski sebenarnya dia terus menghabiskan waktu. Kyuhyun terlalu kalut dalam pikitannya, sehingga tak menyadari itu. Dia membuka handle pintu dan masuk kedalam ruangan hangat itu.
Dia duduk disebelah ranjang, matanya tak berhenti memandang seorang yang tengah terbaring disana. Perempuan itu mengedipkan matanya begitu pelan, menyadari bahwa seseorang telah menggenggam tangan pucatnya. Dia tersenyum simpul, meski terasa sangat sulit.
“Kita tidak akan bisa melihatnya menderita terlalu lama, lebih baik kita relakan saja kepergiannya meskipun itu sulit…”
Dada Kyuhyun berdesir, dia tak tau apa yang harus dilakukannya saat ini. Dia hanya diam menatap perempuan dihadapannya itu. Mereka berdua saling berpandangan dalam diam. Yeoja itu tersenyum simpul lagi pada Kyuhyun. Bahkan ditengah rasa sakitnya, perempuan itu masih bisa tersenyum. Menekan segala penderitaan yang dipikulnya, mentalnya bisa berbohong, tapi bagaimana dengan fisiknya?
Senyuman perempuan itu membuat Kyuhyun semakin sulit memutuskan apa yang dipilihnya. Perempuan itu tersenyum dan mengisyaratkan Kyuhyun mengatakan apapun yang ingin dikatakannya. Kyuhyun menarik nafasnya dalam- dalam, menghirup seluruh oksigen yang dapat ia hirup dan menghembuskannya kasar.
“Hyuna-ya…” Suaranya begitu lembut. Namun, penuh penderitaan.
“Apa yang harus kulakukan?” Kyuhyun mengeluarkan suara lembutnya, bahkan lebih seperti sebuah bisikan. Hyuna tersenyum menatap Kyuhyun, seperti tahu akan kemana pembicaraan ini akan dibawa. Hyuna mengisyaratkan Kyuhyun agar mendekat.
“Selamatkan dia…” Hyuna berbisik pelan, energinya sudah habis untuk sekedar mendetakan jantungnya dan bernafas.
“Kenapa??”
“Dia lebih pantas hidup dariku…” Mereka berbicara dalam jarak yang sangat dekat, agar bisa saling mendengar satu sama lain. Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam.
“Aku ingin dia tumbuh …” Hyuna menggantungkan kalimatnya mencoba mengumpulkan tenaganya sebanyak mungkin.
“Dan tidak menjadi sepertiku…” Dia menggantungkan kalimatnya lagi. Dia terdiam sejenak, dan menutup matanya. Kyuhyun terkejut dan mencoba membangunkannya lagi. Hyuna membuka matanya pelan dan menatap Kyuhyun sendu.
“Bisakah kau berjanji padaku?” Ucapnya pelan sekali. Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam dan menganggukan kepalanya perlahan. Hyuna menghembuskan nafasnya teratur dibalik oksigennya. tersenyum dan menutup matanya.
Flashback Off
“Tidak… Jihyun tidak boleh seperti eomma…” Kyuhyun tersenyum miris menatap anak perempuannya.
“Wae? kenapa Jihyun tidak boleh seperti eomma?” Jihyun mengerucutkan bibirnya dan menatap Kyuhyun yang asik membelai rambut coklatnya.
“Karena Jihyun harus menjadi yeoja yang lebih baik dari eomma… Yaksok?” Kyuhyun mengulurkan kelingkingnya. Jihyun tersenyum dan mengulurkan kelingkingnya. Mengikat janji yang dibuat Kyuhyun untuk Jihyun putrinya.
“Yaksok….”
End

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: