One Night Mission part 4

0
One Night Mission part 4 ff nc kyuhyun dong hae kim nana
Author : Chiazz
Tittle : One Night Mission [ Part 4 ]
Category : NC 21+, Yadong, Romance, Thriller, Chaptered
Cast : Cho KyuHyun, Kim NaNa, And  Other  Cast.
Disclaimer : Dua part kemaren gak ada NC-nya , sekarang ada lagy, semoga gak bosan ea… Happy Reading and sorry for typo…… ^^
                   
==One Night Mission==
Kyuhyun’s Home
Yeoju, Seoul, South Korea
17.15 pm
“Terimakasih sudah mengantarku.” Ujar Nana seraya melemparkan senyum menawannya pada Donghae.

Pria itu hanya menganggukkan kepalanya sekilas. Sesaat mereka berdua hanya berdiri diam mengamati bangunan megah di depannya, tak ada satupun diantara mereka yang bersuara.  Keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing.
Setidaknya aku yakin Kyuhyun tidak akan ada di dalam, entah apa yang akan terjadi jika dia melihatku membawa seorang pria asing ke dalam rumahnya. Ya! Tuhan membayangkannya saja sudah membuatku takut. Nana menggelengkan kepalanya.
Donghae mengerutkan kening saat melihat tingkah Nana yang menurutnya sedikit aneh.  “ Kau kenapa?” tanya Donghae penasaran.
“Mwo?, Ach Tidak ada apa-apa.” Jawab Nana cepat, seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, gadis itu berusaha keras menyembunyikan perasaan gugupnya. Aish! Semoga saja tidak ada yang mencurigakan dengan rumah ini. Batinnya lagi.
“Jadi ini rumahmu, bolehkah aku masuk?” tanya Donghae lagi membuat Nana dengan terpaksa mendongakkan wajahnya cepat.“
“Bo-boleh! Tentu saja.” Ujar Nana dengan berat hati. Mau bagaimana lagi?, ini semua agar Donghae tidak merasa curiga. Bagaimana mungkin seorang tamu ia biarkan berdiri terus diluar. Nana berjalan lebih dulu diikuti Donghae dibelakangnya.
Nana masih sangat hafal tentang semua yang ada di dalam rumah tersebut, Sistem keamanannya memang menggunakan password. Tentu hanya Kyuhyun dan Nana saja yang mengetahuinya. Nana menekan beberapa digit kombinasi angka yang sudah dihafalnya , terkena luka tusuk tidak akan membuatnya lupa ingatan. Beberapa saat kemudian pintu ganda berbahan kayu mahoni berukiran klasik didepannya terbuka perlahan. Nana menoleh kebelakang.  “Ayo masuk.”
Donghae kembali berjalan mengekor dibelakang Nana, pandangan matanya mengedar ke sekeliling. Mengamati setiap sudut yang berada di dalam rumah Nana. Bukan hanya dari luar saja rumah tersebut terlihat mewah, melainkan interior didalamnya pun terlihat sangat mengagumkan, berbagai furniture antik berbahan keramik tertata rapi di setiap sudut ruangan. Tapi ada yang Aneh! Donghae merasa ada sesuatu yang ganjil disini. Mengapa rumah ini terlihat sangat sepi, seperti tidak ada kehidupan sama sekali.  
“Mengapa sepi sekali, Kau tinggal bersama siapa?” Donghae menyuarakan apa yang ada di dalam fikirannya.
“Aku tinggal bersama temanku, tapi kami jarang menempati rumah ini, aku lebih sering menginap di apartemennya, karena menurutku tempat itu lebih nyaman daripada rumah seluas ini. Sedangkan kedua orang tuaku sedang berada di luar negeri” Nana sengaja meniru alasan yang biasa Kyuhyun gunakan saat ingin menginap di apartementya.
“Ohh! begitu.” Donghae menganggukkan kepalanya sekilas tanda ia mengerti.
“Silahkan duduk. Mau minum apa?” tawar Nana. “Tapi ingat hanya ada yang instans disini, asal kau tahu aku tidak suka direpotkan.” Ancam Nana penuh penekanan namun terselip nada canda di dalamnya.
Donghae tersenyum menanggapinya. “Terserah kau saja.”
“Baiklah, tunggu sebentar.” Nana berlalu pergi ke arah dapur untuk menyiapkan minuman.
.
.
.
.
.
.
Setelah menjernihkan sejenak pikiran panasnya akibat perkataan pria tua bernama Jae Suk, Kyuhyun belum ingin kembali ke apartemen Nana, ia merasa sangat terluka jika mengingat Nana yang saat ini  tidak berada di sampingnya, apalagi setiap sudut apartement tersebut seolah telah merekam semua kejadian yang mereka lakukan setiap saat dan itu semua membuat Kyuhyun selalu di hantui oleh perasaan bersalah karena tidak bisa menjaga Nana dengan baik.  Karena itu ia memutuskan kembali ke rumah. Biasanya rumah adalah tempat yang sangat ia benci karena tidak ada Nana di dalamnya, dan tempat itu terlalu luas untuk ia tinggali seorang diri. Karena itulah Kyuhyun memutuskan ikut tinggal bersama Nana di apartemen kekasihnya tersebut. Namun sekarang pikiran itu berubah. Rumah yang selama ini tidak ia sukai menjadi tempat teraman baginya untuk menenangkan fikiran dari semua permasalahan yang ia hadapi belakangan ini.
Kyuhyun memasuki pelataran rumahnya dan hendak memarkirkan mobilnya ke dalam garasi,  Namun sepertinya ada yang sedikit berbeda. Kyuhyun menyipitkan matanya curiga saat di depan rumahnya terdapat sebuah mobil  lain yang tidak ia kenal. Tidak ada satu orang pun yang bisa memasuki rumahnya kecuali………?. Kyuhyun segera menghambur keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju ke dalam rumah.
“Ini dia, aku buatkan jus untukmu Tuan Lee……!  Nana mematung sejenak karena tidak menemukan Donghae di tempatnya. Gadis itu menyadari ada mata lain yg sedang memperhatikannya. Nana menolehkan kepalanya kesamping, bola matanya membulat sempurna saat mendapati sesosok pria dengan balutan kemeja yang sudah kusut dengan rambut acak-acakan, Nana mendapati sorot mata tajam tersebut menghujam penuh ke arahnya seolah menjelaskan semua tentang apa yang sedang dirasakan oleh pemiliknya. Membuat  Nana seolah ikut merasakan  nyeri yang tergambar cukup jelas pada sorot mata tersebut. Yach! Tentu saja Nana menyadari jika pria itu sangat khawatir terhadapnya. Kyuhyun sangat menghawatirkannya, tegas Nana dalam hati. Pria itu tetap bergeming. Hanya berdiri terpaku sambil menatapnya  intens dalam jarak hanya beberapa meter saja. Sepertinya Kyuhyun sedang mengumpulkan kesadarannya bahwa apa yang dia lihat saat ini memang sunggguh kenyataan. Nana sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
  “Kyu” . Ujar Nana salah tingkah saat ia mendapati Kyuhyun hanya berdiri diam di ambang pintu, Sorot mata Kyuhyun yang sebelumnya terlihat hampa kini berubah akibat mendengar nada suara Nana yang mengalun indah di telinganya, seketika itu juga sorot mata Kyuhyun berbinar bahagia menegaskan ada perasaan yang menggelitik hatinya. Entah perasaan apa itu?, sangat sulit diartikan,  antara lega, rindu  dan rasa bahagia di dalamnya.
“Kim Nana!” Kyuhyun berlari kecil menghampiri Nana. Saat sudah berada di hadapan gadis itu tanpa menunggu waktu lama lagi langsung saja Kyuhyun mendekap erat tubuh mungil Nana. Meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang ia lihat beberapa saat lalu memang kenyataan. Nana yang saat ini masih berada di dalam dekapannya, Kyuhyun dapat merasakan detak jantung Nana yang mengalun indah seirama dengan detak jantung miliknya. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya, menghirup feromon tubuh Nana yang sangat ia rindukan.  
“Kau darimana saja? Aku sangat mengkhawatirkanmu! Aku senang sekali kau kembali.” Kyuhyun memeluk Nana semakin erat membuat luka diperut Nana kembali terasa nyeri.
“Awww, Kyu! Sa-sakit, “Eggghh!, Nana menggeliat, mencoba melepaskan diri dari dekapan Kyuhyun. ”Hati-hati minuman ini nanti tumpah.” Nana merasa kerepotan karena kedua tangannya masih di sibukkan dengan dua gelas minuman sekaligus sedangkan Kyuhyun masih memeluk tubuhnya begitu erat.
Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya. “Bahkan disaat kau baru datang pun kau langsung menyiapkan minuman untukku, terima kasih.” Ujar Kyuhyun senang seraya meraih salah satu gelas berisi  jus yang berada di dalam genggaman Nana, meminumnya cepat dalam sekali teguk. Sedetik kemudian raut wajahnya berubah khawatir saat menyadari apa yang baru saja dikatakan oleh Nana.  “Mana yang sakit?”
Nana meletakkan minuman tersebut diatas meja yang berada tidak jauh diantara mereka. Diikuti  Kyuhyun meletakkan gelas minumannya yang hampir tandas setengahnya. “Perutku ditusuk oleh Kangin.” Jawab Nana mencoba mengalihkan perhatian Kyuhyun. Sepertinya Kyuhyun tadi tidak mendengar nama siapa yang aku sebut?. Ahh! Syukurlah kalau begitu. Lalu bagaimana jika tiba-tiba Donghae muncul?.aishh! kemana pria itu sebenarnya  dan bagaimana jika Kyuhyun melihat Dong Hae disini. Batin Nana merasa khawatir.
“Apa! Bajingan itu! Untung saja kau berhasil membu-…..” secepat kilat Nana memotong ucapan Kyuhyun dengan sebuah ciuman. Astaga!! Jika Donghae mendengar pembicaraan kami bisa fatal nanti akibatnya. Batin Nana. Dengan gugup Nana mencoba memberi sapuan lembut pada bibir Kyuhyun yang memang sangat ia rindukan. Tentu saja Kyuhyun juga merasakan hal serupa padanya, tanpa pikir panjang Kyuhyun membalas ciuman itu lebih, melumat dan menghisap bibir Nana bergantian, atas dan bawah. Rasanya tetap sama, apa yang Nana miliki selalu terasa  manis oleh Kyuhyun.  Hingga dalam beberapa saat Nana terbuai dengan aktifitas dan perlakuan yang Kyuhyun berikan untuknya. Membuat fikiran gadis itu melayang dan sempat melupakan sesuatu. 
“Naya, apa….. ?,  Oh maaf, sepertinya aku mengganggu.” Ujar Donghae tiba-tiba saat mendapati aktivitas Nana dan Kyuhyun. Seketika itu juga Nana menyadari sesuatu, gadis itu segera melepaskan ciumannya dan sedikit mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya.
“Donghae-shi, da-darimana saja kau?” tanya Nana tergagap. Perasaan malu menyerbu seiring kulit wajahnya yang hampir semerah tomat. Oh Tuhann! Tenggelamkan saja aku ke dasar lautan sekalipun daripada harus mengahadapi situasi seperti ini. rutuk Nana dalam hati.
“Aku tadi mencari toilet, tapi tidak menemukannya. Rumah ini terlalu luas.” Ujar Donghae malu seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Oh dia teman yang kau maksud itukan? Perkenalkan aku Lee Donghae.” Tanpa ragu Donghae berjalan mendekati mereka berdua.
Donghae mengulurkan tangannya pada Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun hanya menatap tajam Donghae tanpa membalas uluran tangannya. Lalu Donghae menarik kembali tangannya menyadari perkenalannya tidak disambut dengan baik.
“Iya Donghae-shi, dia memang teman yang aku ceritakan padamu. Perkenalkan dia Cho Kyuhyun, dia-….”
“Aku kekasihnya.” Sambung Kyuhyun cepat dengan tatapan tajamnya yang masih ia tujukan pada Donghae. Seolah ingin menegaskan pada pria itu bahwa gadis itu hanyalah miliknya. Nana mengusap wajahnya bingung saat menyadari atmosfer yang sedikit menegangkan diantara mereka bertiga. Nana yakin sebentar lagi Kyuhyun akan sangat marah padanya. Semoga saja pria itu tidak melampiaskannya langsung pada Donghae. Batin  Nana penuh harap. Tentu saja ia tidak ingin terjadi perkelahian diatara mereka berdua.
“Oh kekasih rupanya.” Donghae mengabaikan tatapan tidak bersahabat yang Kyuhyun tujukan padanya. Donghae mengalihkan kembali tatapannya pada Nana, “Emmb! Kim Naya, ma’af sepertinya aku harus pergi sekarang, baru saja  temanku menelpon menyuruhku agar cepat kembali ke kantor, terimakasih telah membuatkan jus untukku.” Donghae melirik dua gelas jus yang berada dia atas meja dengan memperlihatkan raut wajah menyesalnya. 
Donghae membungkukkan badannya sekilas pada Nana lalu kemudian pada Kyuhyun, beberapa saat kemudian tubuh Donghae telah menghilang di balik pintu menyisakan Nana yang sejak tadi hanya terdiam tidak bisa membalas sedikitpun perkataan  Donghae. Sedangkan sejak tadi Kyuhyun  menghujamkan tatapan tajamnya pada Nana seolah ingin meminta penjelasan pada kekasihnya tersebut atas apa yang baru saja terjadi diantara mereka.
Saat ini Nana mirip sekali dengan pencuri yang sedang tertangkap basah, tidak bisa mengelak atas semua tuduhan yang telah ditujukan padanya. Membuat gadis itu bergidik ngeri menyadari apa saja yang bisa Kyuhyun lakukan padanya jika sedang marah. Astaga! Sepertinya Nana baru saja berhasil membangunkan singa yang sedang tertidur lelap. 
==One Night Mission==
20.15 Pm
Nana berjalan mondar-mandir didepan Kyuhyun yang saat ini sedang duduk santai  di  atas sofa dengan sebuah buku yang berada di genggamannya. Sejak beberapa jam yang lalu lebih tepatnya setelah kepulangan Donghae pria itu terus mengacuhkannya. Membuat Nana merasa frustasi dan tidak tahu harus berbuat apa untuk meredam kekesalan Kyuhyun padanya. Akhirnya Nana merasa bosan kemudian ia memutuskan untuk duduk disebelah Kyuhyun. Tapi saat ia baru saja menyamankan posisinya di samping Kyuhyun, pria langsung menggeser posisi duduknya menjauhi Nana.
“Oh ayolah Kyu, kau marah padaku?.  Sudah ku bilang bahwa Donghae hanya menyelamatkanku saat di hotel.”
“….”
Hening. Kyuhyun tidak merespon apa-apa.
Nana mendesah frustasi “Kyu! aku mohon jangan seperti ini, apa kau tidak merindukanku setelah sekian lama kita tidak bertemu? Bagaimana bisa kau perlakukanku seperti ini saat aku sudah kembali berada di sampingmu?”. ‘Kesal’ . tentu saja satu kata itu yang Nana rasakan saat ini.
Kyuhyun tetap bergeming. Membuat Nana kini merasa geram atas sifat Kyuhyun yang menurutnya sangat kekanakan. “Cho Kyuhyun, pikirkan baik-baik jika aku tidak diselamatkan oleh Donghae, mungkin aku tidak akan bisa bersamamu lagi seperti sekarang ini. Aku-…” Nana menghentikan ucapannya saat Kyuhyun berbalik menatapnya dingin. Nana merasa seluruh tubuhnya merinding saat ditatap Kyuhyun seperti itu. Apa saja yang Kyuhyun lakukan padanya memang selalu menimbulkan efek yang berlebihan pada tubuhnya.
“Kau tahu bukan karena semua itu aku marah padamu!” tatapan tajam Kyuhyun sedikit melembut. Namun terdapat sorot mata kekecewaan yang tersembunyi dibaliknya.
“Bu-bukan? La-lu?” heran Nana, gadis itu  tidak mengerti alasan apa lagi yang membuat Kyuhyun bersikap demikian padanya.
“Aku kecewa padamu!” ucap Kyuhyun menyuarakan isi hatinya.
“Kecewa? Karena?” Nana semakin mengernyit bingung.
“Karena…” Kyuhyun menggantungkan ucapannya. Wajahnya terlihat ragu untuk mengatakannya.
“Iya,  karena…?” sambung Nana, dengan sabar menunggu Kyuhyun melanjutkan ucapannya.
“Ka-karena ternyata jus yang kau buat untuk pria pendek itu, bukan untukku.”
Seketika itu juga tawa Nana meledak, membuat Kyuhyun merasa malu setengah mati. Kyuhyun sadar tidak seharusnya dirinya bersikap demikian pada Nana, tapi entahlah, Kyuhyun sendiri tidak mengerti mengapa dirinya bisa bersikap kekanakan seperti itu, ia hanya merasa kesal saja karena ada pria lain yang Nana perhatikan, meskipun itu hanya membuatkan segelas minuman. Nana hanya miliknya, apapun yang Nana lakukan seharusnya hanya untuk dirinya saja tidak ada lelaki manapun yang pantas mendapatkan perhatian Nana selain dirinya.
Nana benar-benar tidak dapat menahan tawanya. “Jadi hanya karena segelas jus?”. Nana kembali  tertawa dihadapan Kyuhyun karena ia merasa hal  itu merupakan alasan terkonyol yang pernah ia dengar dari kekasihnya itu.
“Ya! apa kau tidak merasa pegal tertawa terus seperti itu?” kesal Kyuhyun seraya mempoutkan bibirnya. Sejujurnya perasaan senang sedang menghinggapinya saat ini. Kyuhyun sangat bersyukur menyadari Nana tertawa begitu lepas di depannya membuat hatinya merasa begitu lega karena ia bisa melihat Nana kembali.
“Bukankah dulu kau sering menolak minuman yang kuberikan saat aku mencoba mendekatimu.” goda Nana, mencoba mengingatkan Kyuhyun pada masa lalu dimana saat Nana sedang berusaha keras untuk mendapatkan hati Kyuhyun.
Kyuhyun menerawang mengingat masa-masa menggelikan tersebut. Nana yang dengan tidak tahu malunya selalu menempel padanya, membuat Kyuhyun merasa jengkel sekaligus senang. Hingga pada akhirnya hubungan mereka semakin menguat seiring berjalannya waktu sampai detik ini. “Jadi kau ingin memprotesnya?. Bukankah perjuanganmu itu memang tidak sia-sia,  sekarang ini kau sudah memiliki semuanya dariku, apalagi yang kau inginkan sayang? Hmmm?” Kyuhyun merapatkan tubuhnya pada Nana. Memandang seduktif  kekasihnya, membuat pipi Nana terasa memanas akibat tatapan Kyuhyun.
Nana mengerjapkan matanya kemudian menggelengkan kepalanya sekilas mencoba menormalkan kembali raut wajahnya. Sedetik kemudian ia kembali tertawa lepas. Entah apa yang lucu dimatanya saat ini. “Ommona! Luka di perutku bisa-bisa kembali terbuka karena semua ini. Oh Tuhan tolong akuuuuu.” Nana terus saja tertawa sambil memegangi perutnya. Mencoba mengalihkan perhatian Kyuhyun agar tidak menatap wajahnya terus menerus.
“Sudah hentikan tawamu! Aku tahu ini konyol, dan jangan mengungkit masa lalu” Kesal Kyuhyun karena Nana tidak mau berhenti menertawakannya. bahkan tatapan seduktif yang ia hujamkan  pada Nana  sama sekali tidak bereaksi apapun pada kekasihnya tersebut.
“Ehemm! Baiklah,” Nana mencoba menormalkan kembali suaranya agar tawanya terhenti
“Maaf Kyu, aku tidak bermaksud membuatmu kecewa, jujur saja jus itu memang sengaja aku buat untuk Donghae, lagipula mana mungkin aku membiarkan seorang tamu kehausan dan tidak memberinya minum. Jika kau ingin, mulai sekarang aku bisa membuatkannya untukmu kapan pun kau mau seperti biasanya”
“Tapi aku ingin sesuatu yang lain saat ini.” ujar Kyuhyun penuh harap.
Kata ‘sesuatu’ yang Kyuhyun ucapkan mengindikasikan pada hal yang tentu saja sudah sering mereka lalukan. Nana sangat mengerti akan hal itu. Yach! Apalagi kalau bukan… Nana memutar bola matanya malas. Ya! Tuhann! Bagaimana mungkin Kyuhyun memintanya di saat ia masih memiliki luka di perutnya. Bahkan luka tersebut baru saja mengering. 
Kyuhyun menyadari akan ada penolakan sebentar lagi, namun sebelum hal itu terjadi ia akan menggagalkannya terlebih dahulu. “Baiklah, aku akan melakukannya dengan lembut malam ini agar luka diperutmu baik-baik saja. Kau tau aku sangat merindukanmu Kim Nana”
Tak ada sanggahan lagi yang berasal dari bibir mungil Nana, seberapapun besar usahanya untuk menolak keinginan Kyuhyun ia sendiri tidak akan pernah bisa menghindar ataupun menghentikannya jika Kyuhyun lebih dulu bergerak mengeksplorasi tubuhnya.  Apa yang Nana rasakan saat ini hanyalah kecupan-kecupan lembut di sekitar lehernya serta pijatan-pijatan ringan pada tubuh sensitif bagian atasnya. Jemari Kyuhyun dengan lihai memainkannya membuat tubuh Nana semakin menegang, sentuhan kecil tersebut memang selalu berhasil membuat Nana melupakan segalanya, hingga rasa nyeri yang terkadang mendera bagian perutnya saat ini tidak terasa sedikitpun.
==One Night Mission==
Di dalam kamar, pergumulan itu kembali terjadi, entah sejak kapan Kyuhyun membawa tubuh Nana ke dalam kamar, semuanya terjadi begitu tiba-tiba tanpa bisa di sadari, suara decapan dan erangan memburu menghiasi setiap sudut kamar mewah tersebut, semua itu  akibat ulah dari kedua bibir mereka yang saling bertaut. Kini bibir Kyuhyun telah beralih mengecupi dahi , mata, hidung, hingga kembali lagi pada bibir plum Nana.
Tidak henti-hentinya Kyuhyun menggoda setiap inci permukaan wajah Nana.  Mengecupi secara merata setiap jengkal wajah Nana yang memang selalu terlihat sangat menggoda. Oh ! Shiit, bahkan setiap jengkal tubuh Nana pun selalu menggoda menurutnya. Hingga tanpa menunggu waktu lama mampu membangkitkan gairah tertahan dalam dirinya begitu cepat tanpa bisa ditahan lagi.
Sedangkan Nana hanya bisa menggeliat pasrah menerima setiap perlakuan Kyuhyun pada tubuhnya, Nana menggigit bibir bawahnya nya tertahan mencoba meredam segala desahan yang sejak tadi hampir saja keluar dari mulut manisnya. Sentuhan ini, begitu sangat dirindukan oleh Nana, dalam hati gadis itu sangat bersyukur bisa merasakan kembali deru nafas panas Kyuhyun yang menerpa setiap jengkal tubuhnya.
“Kau berhutang banyak penjelasan padaku sayang.”  Ujar Kyuhyun dengan suara seraknya, menahan gejolak gairah yang hampir mencapai ubun-ubun. Bibir pria itu tidak henti-hentinya mengecup di sekitar area leher Nana. Gadis itu semakin mendongakkan kepalanya menikmati setiap kecupan bibir basah Kyuhyun yang menyapa kulit lehernya.
“Kyuuhh!” desah Nana tertahan. Bagimana mungkin Kyuhyun menuntut penjelasan sedangkan pria  itu terus menyiksa tubuh Nana dengan kecupan-kecupan panas  pada setiap inci permukaan kulit gadis itu , tentu saja Nana tidak akan sanggup menjelaskan apapun padanya. 
Tidak ingin tinggal diam, jemari panjang Kyuhyun pun sejak tadi ikut andil dalam mengeksplorasi tubuh Nana, mengusap di beberapa bagian tubuh gadis itu  yang masih tertutup  piyama tidur, dengan satu sentakan kuat, Kyuhyun berhasil meloloskan piyama sialan tersebut dari tubuh Nana hingga terpampanglah pemandangan indah di depannya. Kyuhyun meraba perut Nana, terdapat bekas luka disana, “Apa ini masih terasa sakit?”  jemari Kyuhyun mengusap perlahan luka yang sudah hampir mengering sepenuhnya tersebut.
Nana menggelengkan kepalanya pelan, menatap nanar wajah Kyuhyun yang saat ini berada di atasnya. “Aku tidak merasakan sakit itu lagi saat kau membelainya.” Ujar Nana dengan suara yang nyaris tercekat. Astaga! Apa yang baru saja ia katakan. Pasti Kyuhyun akan semakin senang mengerjai tubuhnya.
“Jadi kau ingin aku membelainya terus seperti ini.” Kyuhyun terus mengusapkan jemarinya dengan gerakan lembut  pada bukas luka tusukan di perut Nana.
Tiba-tiba Nana menghentikan gerakan tangan Kyuhyun. “cukup.” Gadis itu bangkit dari posisinya. “Kau selalu berhasil membutku lupa akan segalanya Tuan Cho, saat ini aku yang akan memimpin dan  membuatmu melayang, lihat saja apa yang akan kulakukan pada tubuhmu.” Nana mendorong tubuh Kyuhyun, membuat pria itu dengan terpaksa menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.  posisi mereka berbalik,  Nana yang kini berada di  atas tubuh Kyuhyun.
Nana membuka satu persatu kancing piyama yang Kyuhyun gunakan, kemudian membuangnya serampangan. “Aku tidak ingin mengambil resiko yang kemungkinan bisa mendapatkan luka jahitan yang kedua kalianya jika membiarkan dirimu menguasai tubuhku sayang,  jadi kuputuskan malam ini aku yang akan mengendalikan semuanya hingga akhir.” Gadis itu menyeringai.
Ya! Tuhann, kenapa Nana terlihat begitu sexy di mata Kyuhyun, pria itu benar-benar terpesona dengan pemandangan erotis di atasnya, Nana dengan tubuh bagian atasnya yang mengintip malu-malu karena masih tertutup bra, membuat Kyuhyun tak kuasa untuk segera melepaskan benda sialan tersebut agar tidak menghalangi pemandangannya. Pasti sesuatu yang ada di balik  akan terlihat sangat sexy saat menggantung indah di depan wajahnya saat ini.  Kyuhyun susah payah menahan salivanya saat jemari lentik Nana mengusap pelan adam apple yang kini bergerak naik turun tidak beraturan pada lehernya.
Nana menyadari apa yang ia lakukan benar-benar membuat Kyuhyun terangsang, jika biasanya Kyuhyun akan langsung membalik posisi mereka dengan cepat karena gairahnya yang sudah tidak dapat dibendung lagi, tapi berbeda dengan sekarang, pria itu berusaha mati-matian mengendalikan gairahnya agar tidak menyerang tubuh Nana terlebih dahulu. “Astaga Cho Kyuhyun, dengan begini saja kau sudah sangat terangsang eoh.” Tentu saja Nana sangat senang menggoda Kyuhyun.
“Lakukan sesukamu.”
Nana benar-benar tidak tega mendengar suara serak Kyuhyun, serta raut wajahnya yang begitu tersiksa. Perlahan gadis itu meloloskan training beserta celana dalam Kyuhyun sekaligus. Membuat sesuatu yang tersembunyi di baliknya mencuat dengan sempurna. Yach! Milik Kyuhyun sudah menegang keras di hadapannya, membuat bola mata Nana membulat sempurna tidak mempercayai hal itu. “Omonaa!!” Nana membekap mulutnya tidak percaya.
“Lihatlah efek yang kau timbulkan sayang, sekarang cepat atasi dia.” Raut wajah Kyuhyun terlihat memohon penuh harap.
Nana tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, Nana menyentuh milik Kyuhyun dengan jemarinya, merasakan otot-otot milik Kyuhyun yang terasa begitu keras dalam genggamannya. Kyuhyun menggeram tertahan saat merasakan miliknya berada di dalam genggaman Nana. Membuat dirinya semakin mengerang frustasi. Perlahan Nana menggerakkan genggamannya ke atas dan kebawah, mengurut milik Kyuhyun dengan lembut. Nana mendapati Kyuhyun saat ini sedang memejamkan mata menikmati perbuatannya.
Oh! Shit, lebih cepat Nana.” Geram Kyuhyun. Nana mempercepat gerakan tangannya pada milik Kyuhyun yang semakin menegang sempurna, membuat gerakan naik turun hingga tangannya menyentuh twinsball milik Kyuhyun, gerakan tersebut di selingi dengan remasan-remasan yang Nana lakukan hingga membuat Kyuhyun semakin melayang akibat ulahnya.
Entah dorongan dari mana kini Nana berani menundukkan kepalanya, mendekatkan bibirnya pada ujung milik Kyuhyun, terdapat sedikit cairan berwarna putih pada puncak milik Kyuhyun, seolah ingin mengetahui bagaimana rasa cairan tersebut tanpa ragu Nana menghisap dengan mulutnya.
“Ouuchh!!” racau Kyuhyun semakin menjadi. Tidak berhenti di situ, Nana semakin memasukkan milik Kyuhyun ke dalam mulutnya, seolah ingin menelan bulat-bulat  milik Kyuhyun yang sebenarnya hanya bisa masuk separuhnya saja pada mulut Nana. Tanpa ragu Nana terus mengulum dan menjilati milik Kyuhyun layaknya saat ia sedang memakan es krim, tidak berhenti disitu tangannya kini beralih pada twinsball Kyuhyun, menggenggam dan memainkannya begitu agresif.
“Ya ampun Nana, apa yang kau lakukan. Ouchhh!! Shhhhh!!!”, tidak pernah Kyuhyun merasakan nikmat seperti ini, mulut Nana begitu sialan mengerjainya hingga membuatnya tidak berdaya seperti ini. Oh! Ayolah! Cho Kyuhyun tidak akan berakhir hanya di dalam mulut saja. Tapi jika Nana yang melakukan bukan tidak mungkin hal itu bisa saja terjadi, selama ini tubuhnya memang selalu bereaksi cepat jika itu berhubungan dengan Nana.
“Cukup.” Kyuhyun menghentikakn kepala Nana yang sejak tadi terus bergerak Naik turun mengeksplorasi miliknya. “Aku tidak tahan sayang, kau bisa membuatku keluar begitu cepat”, Sorot mata  Kyuhyun menghujam Nana penuh harap.
Nana yang mengerti maksud dari perkataan Kyuhyun langsung saja menanggalkan sisa kain yang masih melekat di tubuhnya, membuangnya asal kemudian segera memposisikan pusat tubuhnya tepat di atas milik Kyuhyun, membuat kedua kakinya berada di antara pinggul Kyuhyun. Dengan perlahan Nana menurunkan tubuhnya hingga ujung milik Kyuhyun hampir menyentuh kewanitaannya. Nana menggigit bibir bawahnya merasakan sensasi menggelitik saat ujung ,milik Kyuhyun menyentuh kewanitaannya. Oh! Shiit, Nana sendiri tidak tahan dengan apa yang ia lakukan. Langsung saja dalam sekali gerakan Nana menurunkan tubuhnya hingga membuat seluruh kejantanan Kyuhyun terbenam sempurna di dalam kewanitaanya.
“Ouuucchhhh.” Mereka mendesah bersamaan saat penyatuan itu akhirnya terjadi. Nana mendiamkan sejenak tubuhnya, merasakan milik Kyuhyun di dalam miliknya yang terasa begitu penuh seolah menggelitik dinding rahimnya. Nana menurunkan kepalanya, meraup bibir Kyuhyun yang terlihat begitu menggoda, milik Kyuhyun di bawah sana terasa semakin memenuhi tubuhnya. Kyuhyun membalas lumatan bibir Nana tidak kalah rakusnya, pria itu merasakan kewanitaan Nana menjepit miliknya begitu kuat hingga membuatnya hampir kehilangan kesadaran akibat rasa nikmat yang semakin menderanya.
Nana melepaskan ciumannya dengan paksa meskipun Kyuhyun terlihat tidak rela, “ma’af tuan Cho, aku sudah tidak sabar ingin bergerak di atas tubuhmu.” Ujar Nana semakin menggoda.
“Oh! Shiit, tunggu apa lagi, cepat lakukan sayang.” Kyuhyun semakin tidak sabar.
“Aku akan melakukannya pelan-pelan, kau ingat lukaku kan?” Goda Nana lagi seraya menyeringai. Sebenarnya luka di perutnya suda hampir sembuh sepenuhnya, namun ia memang sengaja ingin menggoda Kyuhyun.
Kyuhyun hanya mampu mengganggukan kepalnya frustasi. “ lakukan sesukamu.”
Nana mulai mnggerakkan pinggulnya ke atas dan kebawah secara perlahan, mencoba menikmati sensasi saat milik Kyuhyun menggesek dinding kewanitaannya di dalam sana, Nana benar-benar melayang oleh permainannya sendiri, dirinya benar-benar tidak tahan merasakan dorongan kuat di dalam tubuhnaya yang menginginkan dirinya untuk bergerak lebih cepat lagi. Namun Nana berusaha menahannya. Tidak ingin semua ini cepat berakhir.
Kyuhyun yang berada di bawahnya terlihat semakin frustasi menahan gejolak gairah yang sudah di ujung ingin segera di tuntaskan. “sayang, aaachhh!!” racau Kyuhyun saat Nana membuat gerakan memutar dengan pinggulnya membuat milik Kyuhyun serasa di aduk-aduk di dalam sana. Kyuhyun mengulurkan tangannya meraih dua buah benda kenyal milik Nana yang menggantung bebas di atasnya. “Accchhh!!!” racau Nana saat jemari kekar Kyuhyun menangkup buah dada miliknya kemudian memainkan kedua niplenya secara bersamaan, menarik , memelintir serta memijatnya secara perlahan.
Gerakan Nana di atas tubuh Kyuhyun semakin menggila saat pria itu tidak berhenti memainkan buah dadanya. Tanpa sadar Nana semakin menaikkan tempo gerakannya lebih cepat lagi, membuat Kyuhyun mendesah tidak karuan di bawahnya. “Yaach! Seperti itu sayang.” Racau Kyuhyun tidak karuan. Kyuhyun mersakan dinding kewanitaan Nana semakin kuat memijat miliknya pertanda bahwa sepertinya kekasihnya itu akan segera sampai.
“Kyuuuhh! A-aku a-akan. Sshhhhh!!” Nana berkata susah payah disela disahannya yang tidak mampu ditahan. Milik Kyuhyun terlalu penuh mengisi tubuhnya membuatnya tidak sanggup bertahan lebih lama jika Kyuhyun sudah berada di dalamnya. Sekaligus membuatnya ingin merasakan lagi dan lagi milik Kyuhyun terbenam di dalam tubuhnya. Nana sungguh di buat gila karena Kyuhyun, hampir satu bulan tidak merasakan sentuhan Kyuhyun membuatnya frustasi dan kini ia sangat bersyukur bisa merasakan kembali milik Kyuhyun terbenam di dalam tubuhnya.
“Tunggu aku sayang.” Kyuhyun mengimbangi gerakan tubuh Nana, kedua tangannya bertumpu pada pinggul Nana,  bergerak secara berlawanan  menyentakkan ujung miliknya semakin ke dalam menembus kewanitaan Nana.
Desahan dan racauan dua insan yang sedang di mabuk gairah tersebut semakin intens menghiasi setiap sudut di kamar mewah tersebut. Mereka berdua saling bersahutan menggumamkan nama pasangan masing-maisng. Peluh sudah tidak terhitung berapa banyak jumlahnya hingga membasahi kain seprai tempat mereka bergumul sejak beberapa jam yang lalu hingga detik ini. tidak ada yang mereka inginkan selain merasakan sebuah kenikmatan saat pelepasan itu terjadi.
“Kita bersama-sama, Argggghhh!!
“Shhhhhhhh!!”
Desah mereka bersamaan saat pelepasan itu terjadi, Kyuhyun mengeluarkan seluruh isi di dalam tubuhnya , memberikan semuanya secara cuma-cuma pada Nana. Membuat kekasihnya itu merasakan kehangatan yang begitu nikmat menggelitik sudut –sudut dinding rahimnya di dalam sana. 
Seketika itu juga tubuh Nana ambruk di atas tubuh Kyuhyun dengan pusat tubuh mereka yang masih menyatu. Nana menelungkupkan tubuhnya di atas kyuhyun, mencoba menormalkan deru nafasnya yang masih tidak beraturan saat pelepasan itu baru saja terjadi. Begitupun dengan Kyuhyun, dada pria itu terasa naik turun seiring deruan nafasnya yang masih memburu. Peluh mereka melebur menjadi satu. Seprai kusut di bawah tubuh mereka menjadi saksi percintaan panas penuh kerinduan tersebut.
Kyuhyun masih merasakan nikmatnya remasan-remasan dinding kewanitaan Nana yang  mencengkeram miliknya kuat sama seperti saat pelepasan itu terjadi, membuatnya lemas sekaligus merasa ketagihan ingin merasakan lebih lama lagi percintaan yang tidak mereka lakukan hampir satu bulan lebih. 
“Kim Nana.” Gumam Kyuhyun . bibirnya tidak berhenti mengecupi puncak kepala Nana.
“Hmmm.” Balas Nana dengan mata terpejam.
“Jadilah milikku selamanya.” Gumam kyuhyun lirih namun Nana msih dapat mendengrnya.
“Aku takut saat tidak melihatmu seperti hari-hari yang lalu, membuatku nyaris gila.”
Nana mendongakkan kepalanya, menatap wajah Kyuhyun intens, kemudian tersenyum lembut padanya. “Kau tahu seluruh hidupku memang hanya akan kucurahkan untukmu Kyu, setelah kita menemukan ibuku, aku tidak akan pernah menolak untuk menjadi milikmu selamanya, karena hal itu adalah tujuan hidupku sejak dahulu,”  Nana mengecup bibir Kyuhyun sekilas.
Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Nana, karena tidak terima hanya mendapatkan kecupan sekilas dari  kekasihnya. Pria itu dengan sengaja menggerakkan tubuh bagian bawahnya yang masih terbenam di dalam milik Nana mencoba menggoda kekasihnya lagi.
“Ouuchh!! Sialan kau tuan Cho.” Geram Nana tertahan saat tubuhnya kembali memanas akibat ulah milik Kyuhyun  di dalam tubuhnya yang tidak mau diam. Kyuhyun tidak berhenti mengggoyang-goyangkan pinggulnya terus menggoda tubuh Nana.
“Ayolah sayang.” Pinta Kyuhyun penuh harap.
Nana yang memang selalu tidak bisa menolak keinginan Kyuhyun hanya bisa pasrah saat tubuh pria itu membalik posisinya dan kini ia yang berada di bawah.
“Satu ronde lagi, tentu tidak ada masalah dengan perutmu.” Ujar Kyuhyun seraya menyeringai.
To Be Continued
Ma’af kalau Nc-nya kurang panas, aku gak pandai bikin scene begituan dan hanya sebatas itulah kemampuanku, 1 part lagi FF ini akan End, tetap ditunggu reviewnya, coment kalian sangat berarti untukku,,,, ^^

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: