Dream part 3 End | FF Korea

0

Cover-Fanfict-Dream

Author : Evaa_Iva

Tittle : Dream part 3 End.

Category : NC21, Yadong, Romance, Chapter

Cast :

Kyuhyun Super junior as Cho Kyuhyun

Irene Red Velvet as Lee Ren

Other Cast :

Seulgi Red Velvet as Cho Minkyung

Cameo:

Seo Meekyung

Lee Eomeonim

 

Author Note : Fan fiction ini di tulis 40% berdasarkan pengalaman saya. Dan 60% khayalan otak saya. Jika suka tolong di like, di comment, di share bukan di plagiat!

 

Happy Reading^,^

 

Musim dingin berlalu.Musim semi berselang. Bunga sakura bermekaran dengan indah. Udara hangat perlahan menyelimuti. Namun tak mampu menyelimuti hatiku.

Aku masih belum mampu melupakannya. Tidak. Aku tak ingin melupakannya. Aku tak mengerti mengapa dia pergi. Hanya meninggalkan sepucuk surat.Kenapa ia tak minta penjelasan padaku?

Setiap akhir pekan biasanya aku pergi ke rumah Minkyung. Berharap ia akan ada disini. Minkyung mengizinkankutidur di kamar Ren. Aku biasa menghabiskan hariku di kamarnya.

“Oppa berhentilah menunggunya! Dia sudah bahagia disana.” Minkyung selalu meyakinkanku untuk menyerah. “Kau tahu sulit bagiku untuk melupakannya.Dia begitu berarti bagiku.” Jawabku. “Tapi oppa kau juga harus bahagia.” Aku hanya bisa mendesah saat Minkyung berkata begitu.

Aku tahu Minkyung tahu keberadaannya. Tapi dia tak mau memberi tahuku. Aku juga tak bisa memaksanya. Hanya menunggu yang bisa kulakukan sekarang.

“Oppa aku pergi belanja sebentar.”

“Ya. Hati-hati.”

Minkyung pergi cukup lama. Aku memutuskan berjalan-jalan di taman dekat apartemen Minkyung.Banyak orang berjalan-jalan disini. Bunga sakura yang bermekaran membuat orang-orang betah disini. Andai kita masih bersama kita juga akan menikmati melihat sakura bersama.

Banyak anak-anak yang berlarian disini. Bahkan ibu hamilpun berjalan-jalan disini. Tunggu. Aku melihatnya. Aku benar-benar melihatnya disini. Dia wanita hamil itu. Hamil? Aku berjalan hendak mendekatinya. Tapi seorang laki-laki mendahuluiku. Mereka berbicara dengan akrab. Sepertinya aku salah lihat. Tapi dia begitu mirip.

Aku memutuskan untuk pulang. Ternyata jalan-jalan membuatku berhalusinasi. Saat sampai di rumah Minkyung sudah datang.

“Oppa kau dari mana?”

“Hanya jalan-jalan di depan.”

“Oppa kau mau makan apa nanti malam?” Tanyanya sambil sibuk membereskan belanjaannya.

“Apa sajalah. Eh Minkyung-ah tadi aku melihat seseorang yang mirip dengan Ren.” Aku ikut membantu membereskan belanjaannya. “Be… Benarkah?” Tanyanya gugup. “Ya dia mirip Ren hanya saja dia sedang hamil.” Jawabku santai. “Dimana oppa melihatnya?” Nada gugup masih terdengar dari suaranya.

“Di taman. Kenapa kau gugup sekali ?” Tanyaku menyadari kegugupannya. “Tidak. Tidak apa-apa.” Dia mencoba menenangkan dirinya.

“Minkyung-ah… Aku tahu ada yang salah. Kau tak biasanya gugup begini.” Aku mencoba mengorek informasi. “Tidak oppa. Tidak apa-apa.” Dia masih tetap mengelak.

“Minkyung-ah apa ini ada hubungannya dengan Ren?” Aku semakin penasaran. “Tidak oppa. Kumohon berhentilah bertanya. Aku baik-baik saja.”

“Minkyung kumohon kau tahu betapa menderitanya akutanpa dia.” Aku memohon padanya.

“Aku tahu oppa. Tapi aku tak bisa mengatakannya.” Dia menatapku memohon.

“Kenapa? Tidak. Aku tahu alasannya. Kumohon hanya satu hal. Tolong beritahu aku satu hal tentangnya!”

“Tapi oppa?”

“Kumohon hanya satu hal!” Aku menatapnya penuh harap. Hanya satu hal yang aku ingin tahu. Keadaan dia sekarang. Sejujurnya.

Minkyung menghela napas. “Baiklah. Dia hamil oppa.”

Apa? Apa yang dia katakan? “Ha-hamil?” tanyaku bingung.

“Ya Ren hamil oppa. Saat diakembali kesini dia sedang hamil.”

“Kenapa aku tidak tahu? Kenapa aku tak pernah di beritahu? Kenapa dia pergi dengan keadaan seperti itu?” Hatiku terasa hancur mendengarnya. Aku benar-benar tak bertanggung jawab. Dia hamil.

“Kenapa kau tak memberitahuku? Itu anakku. Oh kenapa kalian begitu bodoh?” Aku benar-benar tak bisa lagi menahan emosiku. “Maaf oppa” Minkyung menatapku dengan menyesal.

“Tunggu. Itu Ren. Wanita yang di taman itu Ren kan? Iya kan Minkyung-ah?”

“Ya oppa.”

 

“Jadi dia di sini. Selama ini dia tak pergi jauh. Dia masih di sekitar sini?” Aku terkejut menyadari kenyataan ini. “Jawab aku!” Aku membentak Minkyung.

“Y-ya oppadi sini.” Minkyung menjawab dengan gugup dan berkaca-kaca.

“Aku tadi melihatnya bersama pria. Jadi itu yang kau maksud dia sudah bahagia? Dia mengandung anakku tapi menikah dengan pria lain?” Amarahku semakin meluap saat mengingat kejadian tadi siang.

“Pria? Ren tidak menikah oppa.”

“Ya pria. Dia bersamanya saat di taman.”

“Aku tak tahu siapa dia. Mungkin temannya. Ren benar-benar tidak menikah dan tidak menjalin hubungan dengan pria mana pun.”

Aku lega mendengarnya. Tapi kenapa dia begitu bodoh? Menyembunyikan ini dariku.“Aku ingin menemuinya sekarang.” Aku harus tahu apa alasannya melakukan ini.

“Tidak. Tidak sekarang. Kumohon oppa kau masih emosi. Itu tak baik untuk keadaannya.”

“Ya baiklah. Aku juga harus berpikir dulu.” Aku pergi ke kamar meninggalkan Minkyung.

Aku tak mengerti dia. Aku tahu dia menghilang karena rencana perjodohanku. Tapi dia begitu bodoh sampai berpikir aku akan menyetujuinya. Tidak ini salahku. Aku yang tak menjelaskan padanya. Tapi dia juga bersalah karena tak memberiku kesempatan. Minkyung juga bersalah. Dia tahu aku menolak perjodohan itu tapi tak mengatakan padanya. Tidak keadaanlah yang salah.

Bagaimana reaksinya saat melihatku ya?

***

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: