Dream Part 2 | FF Korea

0

Cover-Fanfict-Dream

FF Korea Dream Part 2

Author             : Evaa_Iva

Tittle                : DreamPart 2

Category         : NC21,Yadong, Romance, Chapter

Cast                 :

Kyuhyun Super junior as Cho Kyuhyun

Irene Red Velvet as Lee Ren

OtherCast :

Seulgi Red Velvet as Cho Minkyung

Cameo:

Park Haeri

Seo Meekyung

Ahjussi Cho

Ahjumma Cho

Sebelumnya: Dream Part 1

AuthorNote : Fanfictionini di tulis 40% berdasarkan pengalaman saya. Dan 60% khayalan otak saya. Jika suka tolong di like, di comment, di share bukan di plagiat!

 

Happy Reading! ^,^

 

Rasa hangat perlahan menyelimutiku. Aku tidak tahu dimana ini. Cahayanya cukup menyilaukan pandanganku. Apakah ini jalan menuju surga? Orang bilang jalan ke sana di penuhi cahaya.Kulangkahkan kakiku menuju sumber cahaya itu.

“Ren-ah sadarlah! Ren-ah sadarlah! Kumohon!”Suara itu terdengar putus asa. Tidak oppa aku ingin ke sana, itu jalan menuju surga.

“Ren-ah kumohon kembalilah!” Suara itu berhasil mengusikku. Haruskah aku kembali?

“Ren-ah saranghae…” Suara itu menyentakku kembali ke kesadaranku. Kubuka mataku perlahan, disini gelap namun hangat. Kurasakan tubuhku terguncang-guncang. Apa ini? Apa yang terjadi?.Kuperhatikan sekelilingku. Aku dalam gendongannya. Kucoba gerakkan tanganku, lalu kukalungkan di lehernya.

“Ren-ah kau sudah sadar? Ah terima kasih” Itu kalimat pertama yang kudengar. Lalu dia mengecup rambutku. Kupejamkan mataku, kurasakan sensasinya. Serasa seperti ratusan kupu-kupu hinggap diperutku— rasanya seperti ciuman pertamaku.

***

Dua hari berlalu sejak malam itu. Keadaanku masih belum membaik. Demamku masih belum turun juga.Kyuhyun masih terus menjagaku. Dia bahkan meninggalkan pekerjaannya di restoran demi menjagaku. Aku senang dia disini. Kyuhyun bilang aku masih sering mengigau memanggil nama Haeri dan meminta tolong. Sejak kejadian itu Kyuhyun berniat memecat Haeri. Namun aku mencegahnya, biarlah masalah ini hanya kita bertiga yang tahu. Aku tak mau orang-orang membencinya.

“Oppa” panggilku dengan suara serak.

“Ya?”

“kesini!” pintaku

“Kenapa? Tanyanya bingung.

“Tidurlah disini!” Dia mengerutkan dahinya mendengar permintaanku.

“Apa kau tak takut aku akan menerkammuhah?” jawabnya dengan cengiran khasnya tersungging di bibirnya.

“Aku tahu kau tidak akan macam-macam dengan orang sakit.” Kutarik dia ke sebelahku. Kutarik tangannya melingkupi tubuhku. Aku sudah terbiasa dengan pelukannya. Bahkan bibi Meekyong hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat kelakuan manjaku. Dia tidak merasa risi dengan kelakuan kita. Dia menganggapku sebagai anaknya dan adik yang manja bagi Kyuhyun.

“Oppa”

“Mm…” bisiknya di telingaku.

“Kenapa pelukanmu sangat nyaman?” kutarik tangannya dan mengeratkan pelukannya di tubuhku.

“mm…” dia hanya menggumam tak jelas.

“Beruntung sekali istrimu nanti punya suami sepertimu. Aku pasti iri padanya” tak ada jawaban dari Kyuhyun, hanya embusan napasnya kurasakan di rambutku.Kupikir dia tidur. Kupastikan dengan memanggilnya lagi. Namun dia tetap tak bergeming.

“Oppabisakah kita tetap seperti ini, aku tidak ingin kehilanganmu” gumamku. Kutarik selimut untuk menutupi tubuh kita dan kupejamkan mataku.

***

Semenjak kejadian itu Kyuhyun menjadi lebih protektif padaku. Dia tidak membiarkanku berbicara berdua dengan Haeri. Dia bilang tidak ingin aku celaka.Cih! Alasan konyol, aku hanya ingin bicara padanya dan meluruskan masalah ini.Jika ada kesempatan kugunakan itu untuk mendekati Haeri.

“Haeri-ssi” panggilku namun dia tak menggubrisnya. “Haeri-ssi kumohon aku harus bicara padaHaeri

“Tak ada lagi yang harus di bicarakan aku sudah minta maaf padamu di hadapan oppa-mu” jawabnya sambil berlalu.

“Haeri-ssi kumohon dengarkan aku!” pintaku lagi padanya. Dia akhirnya bergeming.

“Cepatlah! Aku tak punya banyak waktu.” katanya.

“Haeri-ah aku ingin kesalahpahaman kita berakhir. Aku tahu kau menyukai oppa. Tak ada gunanya kau melakukan ini. Aku menganggap oppa seperti kakakku sendiri, dan dia juga memperlakukanku seperti adiknya. Tidak lebih.” Dia menatapku dingin.

“Ku mohon Haeri-ah berhentilah bersikap bodoh! Kau hanya perlu berusaha lebih keras untuk mendekatinya. Aku akan selalu mendukungmu Haeri. Ingat itu!” Haeri berlalu tanpa mengatakan apa-apa.

Waktu berlalu begitu saja. Hubunganku dengan Haeri berangsur membaik. Meskipun begitu Kyuhyun masih tetap protektif padaku.

Akhir pekan ini aku mengajak Kyuhyun ke kota. Sudah lama sekali aku tidak menonton film. Rencananya aku akan mengajak Haeri juga tapi Kyuhyun menolak rencana itu. Dia beralasan tidak ingin aku celaka lagi. Padahal tak ada yang perlu di khawatirkan —aku kan anak kota. Namun dia tetap bersikukuh.

“Ren cepatlah!” Kudengar Kyuhyun mulai berteriak memanggilku.

“Ndeoppa, sebentar” Kuperhatikan penampilanku sekali lagi di cermin. Kupikir ini cukup. Ku ambil tasku dan berlari keluar.

“Oke oppa ayo kita berangkat!” aku berjalan mendekati mobil, namun Kyuhyun hanya menatapku.

“Wae oppa?” tanyaku heran dengan ekspresinya.

Dia menarik tanganku dan membawaku kembali masuk ke rumah. “Wae oppa? Apa yang salah?”

“Apa kau gila? Sebentar lagi musim dingin dan pakaianmu iniaish! menyebalkan.” Kyuhyun membentakku dan berlalu masuk ke kamarku. Tak lama diapun kembali.

“Ini pakai mantelmu!” dia memberikan mantelku, dan berlalu keluar. Kukenakan mantelku dan berlari menyusulnya.

Dalam perjalanan ke kota tak satu pun di antara kita bicara. Aku tak tahan dengan keadaan ini.

“Oppa apa kau masih marah?” tanyaku hati-hati. Dia tetap diam tak menjawab.

“Oppa aku minta maaf! Aku hanya ingin terlihat oke hari ini.” Akhirnya dia menoleh padaku.

“Ren aku hanya tidak ingin kau sakit. Kau tahu betapa khawatirnya aku padamu.” katanya. Dari nada suaranya aku tahu dia sudah tak marah.

“Iya aku tahu oppa, maaf!” kataku menyesal.

Dia menggenggam tanganku dan mengusapnya. “ Maaf aku membentakmu” katanya.

“Ndeoppa”

***

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: