UNBLESSED LOVE Part 3

0
UNBLESSED LOVE Part 3 ff yadong chanyeol EXO
Title : UNBLESSED LOVE
Main Cast :
• Park Chanyeol [EXO]
• Jeon Hyemi [OC/Readers]
Other Cast :
• Do Kyungsoo [EXO]
• Byun Baekhyun [EXO]
• Jeon Jungkook [BTS]
• Kim So Hyun [Actress]
• Shin Nara [OC]
• DLL..
Genre : Romance, Sad, Hurt, Friendship
Rating : PG17
Length : Chaptered
Chapter 3, Is it true?
“OMO! Apa yang kalian lakukan!” pekik wanita itu sambil berkacak pinggang.
Chanyeol dan Hyemi seketika langsung mematung. Chanyeol pun menyingkirkan tangannya dari punggung Hyemi yang hendak membuka kaitan bra Hyemi. mereka pun langsung menoleh dengan hati-hati kearah wanita yang tengah berdiri disamping mereka.
Seketika mereka menelan salivanya susah payah ketika mereka melihat siapa wanita itu. wanita itu menatap garang Chanyeol & Hyemi.

“Tidak ku sangka..”
Tanpa fikir panjang, Hyemi pun langsung beranjak dari paha Chanyeol. Kemudian berdiri dengan gugup sambil memandang wanita itu. Sedangkan Chanyeol, membenarkan posisi duduknya. tiba-tiba pandangan Chanyeol langsung beralih pada Hyemi yang hanya berbalut bra dan jeans panjang. Chanyeol pun langsung memberi –kode– pada Hyemi untuk segera memakai bajunya kembali. namun Hyemi tidak mengerti.
“Apa?” gumam Hyemi sangat pelan
“Cepat pakai bajumu!” balas Chanyeol yang tak kalah pelannya, dan itu sangat tidak jelas ditelinga Hyemi.
“Kau ini bicara apa sih?”
“Bajumu,”
“huh? baju? apa sih,”
“Cepat pakai baj-“
“Lain kali jika kalian ingin melakukan itu jangan disembarang tempat! kalian ‘kan bisa melakukannya dikamar.” wanita itu memandang Chanyeol dan Hyemi bergantian
“Mian, Noona. kami hanya-” belum sempat Chanyeol melanjutkan perkataannya, wanita itu sudah memotongnya lagi.
“Sudah berapa kali kalian melakukan itu?” tanyanya
“mengapa kau menanyakan hal itu? itu kan privasi kami.” ujar Chanyeol. mendengar itu, sontak Hyemi melebarkan matanya dan langsung menatap Chanyeol.
“jadi kalian sudah sering melakukannya?!” teriak wanita itu
“Eonni, itu tidak sept-” Hyemi tidak sempat melanjutkan perkataannya, karena Chanyeol sudah terlebih dahulu memotongnya.
“Aish, Noona! memang kenapa jika kami sudah melakukannya? lagipula kami saling mencintai. bukankah begitu, Chagi?” Chanyeol mengedipkan sebelah matanya pada Hyemi. Hyemi tersenyum kikuk.
“Tapi kan setidaknya, tunggu sampai kalian menikah. “
“Mian, Eonni…”
Wanita itu menghela nafasnya. Lalu tiba-tiba pandangannya langsung tertuju pada kemeja yang ada didepan kakinya. seketika wanita itu lagi-lagi menggelengkan kepalanya. lalu ia mengambil kemeja itu, dan memberikannya pada Hyemi. dan Hyemi pun dengan malu-malu langsung mengambilnya.
“Cepatlah pakai kembali. aku berharap kalian tidak akan melakukan ini lagi sampai menikah.” Wanita itu pun melangkahkan kakinya ke arah dapur.
“Ya! Oppa, mengapa kau bilang begitu pada Yoora Eonni.” Hyemi memukul pelan bahu Chanyeol.
“Sudahlah, biarkan. dengan begitu dia tidak akan mengatur kita lagi, Chagi..” Chanyeol mencubit gemas pipi Hyemi. Hyemi pun mendengus kesal sambil mengusap pipinya yang terasa memanas. Chanyeol pun terkekeh.
***
Konkuk University
Terlihat Chanyeol sedang membaca buku di taman. ia sendirian. ia tampak begitu serius membaca buku tebal itu. ditengah keseriusannya, tiba-tiba datang seorang yeoja berambut coklat menghampirinya. Chanyeol pun menoleh kearah yeoja itu, lalu menatapnya dingin. ia seperti tak suka kehadiran yeoja itu.
“Mau apa kau kesini, Shin Nara?” tanya Chanyeol dingin pada yeoja yang bernama Shin Nara itu.
“Aish, mengapa kau begitu dingin padaku. padahal kan sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami-istri.” ujar Nara sambil membelai pipi Chanyeol. Dengan kasar, Chanyeol langsung menepis tangan Nara dari pipinya.
“Ya! Tutup mulutmu! sampai kapan pun aku tidak akan mau menikah denganmu.” Chanyeol menatap Nara tidak suka.
“Mau tidak mau, kita akan tetap menikah. jadi jangan harap kau akan bisa bertahan dengan gadis miskin itu. Sadar lah Chan, dia itu tidak sederajat denganmu. dia itu pantasnya menjadi babu dirumahmu.” Nara menampilkan smirk-nya pada Chanyeol. merasa tidak terima dengan ucapan Nara, Chanyeol menutup buku-nya dengan kasar dan segera beranjak dari tempat duduknya.
“Ya! Jaga ucapanmu!” bentak Chanyeol. emosinya sudah tidak bisa ditahan. dia sangat tak terima jika gadis yang ia cintai dihina seperti itu.
“Wae?! ada yang salah dengan ucapanku? dia itu tidak pantas untukmu, dan aku yakin dia itu tidak benar-benar tulus mencintaimu. dia itu hanya mencintai hartamu, harusnya kau-“
“CUKUP!”
Seketika Nara langsung terdiam ketika Chanyeol kembali membentaknya untuk yang kedua kalinya. Chanyeol menatap Nara tajam. tatapannya itu penuh dengan kebencian.
“Dia bukan tipe gadis seperti itu! Jangan asal bicara!” ujarnya
“Memangnya bukti foto yang ku berikan waktu itu belum jelas?! Dia sedang bermesraan dengan namja lain!” balas Nara
“Aku percaya, Hyemi tidak akan mungkin menghianatiku. Aku yakin namja yang ada didalam foto itu bukan siapa-siapa. Jadi aku mohon padamu, jangan ganggu aku lagi! Aku sudah sangat muak dengan semua permainmu bersama Eomma!” ujarnya dengan nada tinggi
“Lihat saja, aku akan mencari bukti lagi. jika aku sudah mendapatkannya, kau harus mau menikah denganku!” Nara tersenyum sinis
“Ya! Jangan mimpi Shin Nara! Pernikahan itu tidak akan terjadi sampai kapan pun!”
Chanyeol hendak melangkahkan kakinya, Namun tiba-tiba dengan cepat Nara meraih pergelangan tangan Chanyeol. sontak Chanyeol menghentikan langkahnya. kemudian ia kembali membalikan tubuhnya menghadap Nara.
“Kau tidak bisa pergi begitu saja, Park Chanyeol.”
Chanyeol mengernyitkan dahinya. ia tidak mengerti maksud dari perkataan Nara barusan.
Tiba-tiba saja Nara memperdekat jarak tubuhnya dengan Chanyeol. Lalu ia melingkarkan kedua tangannya dileher Chanyeol. sontak Chanyeol terkejut.
“Ya! Apa yang kau.. mmmppt–” belum sempat Chanyeol melanjutkan perkataannya, Nara sudah terlanjur menempelkan bibirnya ke bibir Chanyeol. Chanyeol pun melebarkan matanya. ia mencoba untuk berontak, namun Nara menahan tengkuk Chanyeol agar bibirnya tak terlepas dari bibir Chanyeol. ia pun mulai melumat bibir Chanyeol lembut. Menyesap bibir atas dan bawah secara bergantian. Chanyeol masih terdiam.
mengapa ia diam saja? mengapa dia tidak berontak?
Hei sadar, dia itu gadis yang kau benci. Hyemi bisa sedih jika tahu ini semua.
Sementara Ditempat yang berbeda, ada seorang Namja yang entah sejak kapan tengah memperhatikan mereka dari kejauhan. Namja itu nampak kebingungan menatap mereka berdua.
“Benar dugaanku. Namja itu kan yang kemarin menjemput Hyemi direstaurant. bukankah dia, kekasihnya Hyemi? mengapa dia berciuman dengan yeoja lain? Apa mungkin jika dia selingkuh? ” fikir Namja itu bingung.
Bayang-bayang wajah Hyemi mulai terlintas diotaknya. Ia pun mulai tersadar. Seketika dia mendorong tubuh Nara untuk melepas kontak bibir mereka. Nara hampir saja terjatuh akibat dorongan Chanyeol. Chanyeol menatap Nara kesal. bisa-bisanya Nara menciumnya begitu saja ditempat umum. Bukankah dia sudah gila? fikirnya
“Kau sudah gila. tak tahu malu! Aku sangat membencimu!” ujarnya yang tak lama langsung melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Nara. Nara pun mengerang frustasi. dia benar-benar menyesal telah mencium Chanyeol. karena tetap saja usahanya selalu gagal untuk mendapatkan Chanyeol. Ia pun membuka ponselnya, lalu mencari kontak Nyonya Park.
Setelah itu, ia pun segera menelpon kontak itu.
“yeobseyo? “
***
–Aku bosan. datanglah ke apartemenku sepulang kerja–
Pesan terkirim.
D.O mengirimi pesan itu pada Hyemi. ia meminta Hyemi untuk datang ke apartemennya. entah perasaan apa yang membuatnya begitu ingin melihat wajah gadis manis itu.
ya, dia merindukan sahabatnya. sudah jarang mereka menghabiskan waktu bersama.
tidak seperti dulu, disaat mereka masih SMA. terkadang D.O ingin kembali ke masa-masa itu. masa dimana dirinya dan Hyemi tertawa bersama, menyanyi, belajar memasak dan masih banyak lagi moment-moment penting yang pernah mereka lewati saat SMA. ia merindukan itu semua. bahkan sangat. mereka memang tampak seperti pasangan kekasih, meskipun kenyataannya tidak. bahkan kuliah pun sempat memilih di Universitas yang sama.
Semenjak Hyemi memutuskan untuk berhenti kuliah, dirinya jarang sekali terlihat bersama lagi. karena Hyemi terlalu sibuk bekerja di Restaurant milik ayahnya.
20:30 KST
“D.O-ya!” seorang gadis cantik –Hyemi– tengah menepuk-nepuk pelan pipi gembul D.O yang tengah tertidur nyenyak disofa. Perlahan D.O pun membuka matanya. ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memperjelas penglihatannya. Hyemi pun tersenyum manis kearahnya.
“Hyemi-ya?” ujarnya sambil menatap Hyemi. “Kau sudah lama datang, eoh?” tanyanya
“Ani. aku baru saja datang.” Hyemi berjalan melewati D.O lalu langsung terduduk disamping D.O.
D.O membenarkan posisi duduknya hingga sempurna. “Kau baru pulang dari Restaurant, eoh?” tanyanya
Hyemi mengangguk. “Ne, setelah aku membaca pesanmu aku langsung kesini. “
D.O pun langsung bangkit dari tempat duduknya. “tunggu sebentar, aku akan mengambilkan minum untukmu. sepertinya kau haus.”
Hyemi mengangguk lagi. D.O pun berjalan kearah kulkas, lalu mengambil sebuah minuman. dan tak lama ia pun datang menghampiri Hyemi sambil membawa 2 botol Soju.
“Wow, sudah lama ya kita tidak pernah minum bersama lagi..” ucap Hyemi ketika D.O tengah menuangkan Soju itu ke gelasnya.
D.O tertawa kecil. “Ne, kau benar. seingatku terakhir kita minum bersama saat…” D.O mencoba mengingat saat-saat terakhir dirinya dan Hyemi minum bersama.
“Saat acara pensi di kampus. dan saat itulah hari terakhirku kuliah. benarkan?” lanjut Hyemi dengan wajah yang sedikit sedih.
“Mian.. Aku tidak bermaksud untuk-” ucapan D.O terhenti karena Hyemi sudah terlebih dahulu memotongnya.
“Gwaencanha.. kau tak perlu bersikap seperti itu, hahaa..” Hyemi mencoba untuk menutupi kesedihannya tentang kuliahnya. kemudian ia pun mengambil gelas yang barusan di isi Soju oleh D.O. lalu Hyemi meneguknya hingga habis. D.O sedikit kaget melihatnya.
“Bisakah kau tuangkan lagi,” pinta Hyemi sambil menyodorkan gelas kosongnya.
“Baiklah..” D.O menuangkan lagi Soju itu setengah.
Hyemi mendengus sebal. “Ya! tuangkan sampai penuh D.O-ah..”
“Astaga, kau itu cepat mabuk Hyemi-ya!” omel D.O
“tidak akan, percayalah padaku. Palli, tambahkan lagi.” balasnya
D.O menghela nafasnya “tsk, Baiklah aku tambahkan lagi. jangan salahkan aku jika kau mabuk. ini kemauanmu sendiri.”
“Sudah jangan banyak bicara, Ppali !” omel Hyemi.
“Ya! Sabarlah dikit.” D.O pun akhirnya menuangkannya lagi hingga penuh. setelah itu Hyemi pun langsung meneguknya lagi hingga setengah.
“Hyemi-ah..”
“Mwo?”
“hmm, bolehkah aku tanya sesuatu padamu?”
“memangnya apa?”
“Hyemi-ya, mengapa kau tak pernah memberitahuku tentang hubunganmu dengan Chanyeol?”
“Ma-maksudmu?” tanya Hyemi yang pura-pura tidak mengerti pastinya. Hyemi sedikit terkejut ketika D.O menyebutkan nama Chanyeol. Bagaimana bisa D.O menanyakan hal itu? fikirnya
“Kau, berpacaran ‘kan dengan Namja yang sangat populer di kampus itu? Benarkah?” lanjutnya
Hyemi menghela nafasnya berat. “Ah itu, engh–Ne, aku.. aku memang be-berpacaran denganya.”
Mendengar itu dari mulut Hyemi langsung seketika membuat dada D.O terasa berdenyut. hatinya sangat memanas.
“Mengapa kau tak pernah cerita padaku? padahalkan aku ini sahabatmu sendiri.” ujar D.O dengan nada kecewa tentunya. bukan. bukan kecewa karena Hyemi tidak cerita padanya, tapi kecewa karena Hyemi sudah direbut oleh orang lain.
“Mianhae, D.O-ah.. aku tidak bermaksud untuk enggan memberitahumu. tapi, kau tahu ‘kan dia itu mahasiswa yang sangat populer di kampus. jadi aku takut kau tidak akan mengizinkanku untuk memiliki hubungan dengannya. karena sudah pasti akan banyak gadis yang membenciku.” jelasnya
–Jelas aku tidak akan mengizinkannya, karena aku mencintaimu bodoh!– umpat D.O
“Tapi setidaknya kau cerita padaku, aku seperti sudah tidak dianggap penting olehmu.” D.O menghela nafasnya. “Mana mungkin aku melarangmu untuk berpacaran dengan Chanyeol? memangnya aku siapamu? haha kau ini bodoh sekali. sudah pasti aku mendukungmu, Hyemi-ah..” D.O tersenyum pahit. apa yang dia katakan barusan berlawanan dengan apa yang ada dihatinya.
“Mian, aku tidak bermaksud begitu. aku senang jika kau mendukung hubungan kami.” Hyemi tersenyum.
“Ne, aku memang jarang melihatnya, hanya beberapa saat. makannya ketika kemarin kau mengajaknya ke Restaurant, aku merasakan wajahnya sudah tidak asing lagi. dan ternyata benar, tadi aku melihat-” seketika D.O tidak melanjutkan perkataannya karena ia teringat sesuatu. Ia pun menatap Hyemi.
“melihat apa, D.O-ya?” tanya Hyemi penasaran
–tidak, aku tidak mungkin menceritakannya pada Hyemi. aku tidak mau melihatnya sedih– batinnya.
“Ne, ma-maksudku aku melihatnya di kampus. dan dari situlah aku mulai mengingat namanya.” jelasnya asal yang langsung mendapatkan anggukan dari Hyemi.
“Apakah dia pria yang baik menurutmu?” tanyanya serius sambil menatap Hyemi.
“Dia.. dia pria yang sangat baik. dia juga pria yang lembut. terkadang konyol dan menyebalkan. Tapi, dia selalu membuatku tertawa setiap saat. ku rasa aku sangat nyaman bersamanya.” jawab Hyemi sambil membayangkan wajah Chanyeol. hati D.O terasa sakit mendengar itu semua. mengapa harus Chanyeol? kau belum tahu dia seperti apa Hyemi-ah.. Batinnya.
“Aku turut bahagia jika melihatmu bisa bahagia dengannya. semoga dia yang terbaik untukmu.” ucap D.O sambil tersenyum. senyum karna terpaksa tentunya.
“Tapi…” Hyemi menghela nafasnya. dapat terlihat raut wajahnya yang sedih. Hyemi teringat akan hubungannya yang tak direstui Ny. Park, Ibu kandung dari Chanyeol. Sungguh itu membuatnya sedih mengingat hal itu.
D.O menatap Hyemi bingung. ya, ia bingung pada raut wajah Hyemi yang tiba-tiba menjadi murung. “Ada apa denganmu, Hyemi-ah?” tanyanya
Hyemi menggeleng lemah, lalu tersenyum pahit. “Ani. Aku hanya bingung harus apa, aku bahkan tak yakin hubunganku akan bertahan atau tidak. aku ini memang bodoh sekali.”
D.O mengernyitkan halisnya “ma-maksudmu? mengapa kau bicara seperti itu?”
“Engh..” Hyemi mengerang sambil memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.
“Hyemi-ah, kau baik-baik saja? Apa kepalamu sakit?” tanya D.O panik sambil memegangi bahu Hyemi.
“Aku baik-baik saja. aku hanya sedikit… sstt, pusing.” jawabnya
“Apa perlu ku ambilkan obat?” tawar D.O
Hyemi menggeleng cepat. ” tidak perlu D.O-ah, aku mungkin hanya kelelahan. ini biasa bagiku.” lalu Hyemi mengambil gelas minumnya kembali, lalu meneguknya hingga habis. “kurasa dengan ini pusingku akan hilang, Ya! Mengapa kau tidak minum? kau curang! katamu kau ingin minum berdua denganku..” racaunya
D.O mulai berfikir Hyemi mulai mabuk. D.O sedikit menyesal karena telah memberikannya Soju. “Hyemi-ah, ku bilang apa kan, kau itu cepat mabuk bodoh! harusnya kau hanya menyesapnya sedikit saja.”
“Aish, kau ini bicara apa, eoh! Aku tidak… ma..buk.. aku masih-“
Grep!
D.O merasakan jika kepala Hyemi sudah berada dibahunya. dengan cepat D.O pun menepuk-nepuk pipi Hyemi. ingin memastikan apakah Hyemi masih sadar atau tidak.
“Ya! Hyemi-ah!”
“Engghh..”
Hanya sebuah gumaman kecil yang terdengar oleh D.O. lalu ia melirik kearah wajah Hyemi. ternyata Hyemi sudah terpejam. ia pun menghela nafasnya, lalu dengan hati-hati ia pun membenarkan posisi Hyemi hingga Hyemi terlentang di Sofa. Setelah itu ia pun menatap wajah polos Hyemi yang tengah terpejam. seketika sudut bibirnya terangkat. kemudian, tangannya terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Hyemi.
“Kau begitu cantik, Hyemi-ah..” gumamnya pelan sambil mengusap pipi Hyemi lembut.
“Aku sangat mencintaimu…”
Deg!
Seketika kedua mata D.O membulat ketika merasakan tangannya yang tengah mengusap pipi Hyemi digenggam oleh si empunya. Hyemi menggenggam erat tangan D.O.
“Aku sangat mencintaimu.. Aku ingin terus bersamamu..” gumam Hyemi dengan mata yang masih terpejam.
“Hyemi-ah…”
TBC~

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: