UNBLESSED LOVE Part 2

0
UNBLESSED LOVE Part 2 ff yadong chanyeol EXO
Title : UNBLESSED LOVE
Main Cast :
• Park Chanyeol [EXO]
• Jeon Hyemi [OC/Readers]
Other Cast :
• Do Kyungsoo [EXO]
• Byun Baekhyun [EXO]
• Jeon Jungkook [BTS]
• Kim So Hyun [Actress]
• Shin Nara [OC]
• DLL..
Genre : Romance, Sad, Hurt, Friendship, yadong
Rating : NC-17
Length : Chaptered
Chapter 2, Can I?
At Restaurant, 13:00 KST
” Gamsahamnida, Selamat menikmati..” Hyemi membungkukan tubuhnya 90° didepan para tamu Restaurant. tak lama dari itu, ia berjalan menuju ke meja para tamu lainnya. namun, tiba-tiba pandangannya langsung terhenti ketika melihat Namja tinggi yang baru saja memasuki Restaurant sambil tersenyum manis padanya. 
seketika Hyemi langsung menghampiri Namja itu.

“Chanyeol Oppa…” Ya Namja itu adalah kekasihnya, Park Chanyeol. 
“kau sudah pulang kuliah?”
“hari ini aku libur sayang, kau masih sibuk kah?” ujar Chanyeol sambil mengusap puncak kepala Hyemi.
“ya begitulah, Oppa bisa lihat sendiri kan hari ini banyak sekali pelanggan.” Hyemi mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan Restaurant.
“yah.. padahal aku ingin mengajakmu ke sesuatu tempat, tapi ternyata kau sedang sibuk.”
“Mianhae, aku tidak bisa Oppa. mungkin besok aku bisa.”
“Aku maunya sekarang Chagi, memangnya tak bisa izin pada atasanmu?”
“memangnya kau mau mengajakku kemana, Oppa?”
“itu rahasia, aku akan memberikan surprise untukmu.”
Chanyeol langsung mencubit pelan pipi Hyemi. sontak Hyemi langsung mengelus pipinya yang terasa sedikit panas karena ulah Chanyeol.
“Ish Oppa.. kau ini, memangnya kau akan memberikan surprise apa untukku?”
“Aih namanya juga surprise, sudah pasti itu kejutan. jika aku memberitahunya bukan surprise namanya. kau ini bagaimana sih?” Chanyeol terlihat gemas pada gadisnya itu. “ya sudah, ajak aku bertemu dengan atasanmu.”
“untuk apa Oppa? “
“untuk meminta izin pulang, ya untuk apa lagi?”
“Oppa, pekerjaanku masih sangat banyak, pasti dia tidak akan mengizinkannya.”
“bilang saja jika kau ada acara keluarga penting yang tidak bisa ditinggalkan.”
“tapi Oppa, jika dia tidak mengizinkanku bagaimana?”
“biar aku nanti yang bicara.” Chanyeol langsung melangkahkan kakinya sambil menggenggam tangan Hyemi. ketika sudah berada didepan pintu ruangan Atasan Hyemi, tiba-tiba mereka bertemu D.O yang baru saja keluar dari Ruangan itu atau lebih tepatnya Ruangan Appa-nya. 
D.O memandang mereka penuh dengan tanda tanya. terutama pada Namja yang tengah menggenggam tangan Hyemi. ribuan pertanyaan tengah mengusai hatinya sekarang. Siapa Namja ini? ku rasa wajahnya sangat tidak asing lagi.. fikirnya
“D.O-ssi..” ujar Hyemi yang langsung melepaskan genggaman tangan Chanyeol. Chanyeol langsung menatap wajah Hyemi.
“jadi dia atasanmu? mengapa muda sekali?” bisik Chanyeol pelan.
“Dia adalah anak dari atasanku, Oppa..”
Deg!
Mendengar kata -Oppa- membuat D.O langsung berfikiran jika namja itu adalah Namjachingu-nya Hyemi. karena D.O sudah sangat tahu, jika Hyemi tidak memiliki seorang kakak laki-laki.
“Hyemi, ka-kau.. Ada perlu apa?” tanya D.O
“eumm, a-aku ingin memin-“
“Biar aku saja yang bicara,” Chanyeol langsung menyela perkataan Hyemi. kini Chanyeol langsung beralih pada D.O. 
“Eumm.. Hyemi ingin meminta izin pulang.”
“Memangnya kenapa? Apa sedang sakit?”
“Tidak. dia ada acara keluarga, dan acara ini sangat penting yang mengaruskan Hyemi untuk datang. tidak apa kan jika Hyemi harus pulang lebih awal?”
“jika memang itu acara penting, ya sudah kau pulang saja. aku mengizinkannya kok.”
“Serius kau mengizinkanku pulang?” ujar Hyemi terlihat girang, D.O pun mengangguk.
“Gomawo, D.O-ssi.. Mian, aku tidak menyelesaikan pekerjaanku dengan baik.”
” Chonmaneyo, tidak apa-apa Hyemi. Aku mengerti, pasti acara itu sangat penting.” D.O tersenyum manis pada Hyemi, dan Hyemi akhirnya membalas senyuman D.O.
Chanyeol yang melihat itu semua, sedikit tidak sukal jika gadisnya tersenyum manis pada Namja lain.
“Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Kajja, Oppa..” ujar Hyemi yang langsung menarik tangan Chanyeol. 
Entah sejak kapan, D.O merasakan dadanya begitu sesak ketika melihat Hyemi bersama Chanyeol.
Sementara Chanyeol & Hyemi kini sudah berada diparkiran. dengan cepat, Chanyeol langsung membukakan pintu mobilnya lalu mempersilahkan Hyemi untuk masuk kedalam mobilnya. dan Hyemi pun masuk kedalam mobil Chanyeol. 
Kemudian, Chanyeol langsung menutup kembali pintu mobilnya lalu berjalan menuju pintu mobil yang satunya. dan ia pun juga masuk kedalam mobilnya. tak lama, Chanyeol langsung melajukan mobilnya.
Diperjalanan, beribu pertanyaan tengah menguasai hati Hyemi. ia masih penasaran pada Chanyeol, yang katanya akan memberikan kejutan untuknya. 
Hyemi pun memandang wajah Chanyeol dari samping. Merasa dipandangi, Chanyeol pun sejenak menoleh kearah Hyemi sambil tersenyum.
“Kau kenapa, hmm?” tanya Chanyeol yang sedang fokus menyetir.
“Sebenarnya kita mau kemana?” Hyemi berbalik tanya pada Chanyeol, Chanyeol pun kembali menoleh.
“Nanti juga kau akan tahu, sayang..” jawab Chanyeol sambil tersenyum. mendengar jawaban Chanyeol, Hyemi memutuskan untuk diam dan tidak banyak bertanya lagi.
***
Hyemi terdiam memandangi Sebuah Rumah Mewah, yang kini sudah berada dihadapannya. ia memandangi Rumah itu dengan perasaan sedih. Chanyeol menyadari perubahan raut wajah Hyemi yang berubah drastis, setelah melihat Rumah itu.
“Jadi ini kejutan yang kau berikan untukku?” tanya Hyemi. sejenak Chanyeol menghela nafasnya, dan tak lama ia mengangguk.
“Kau kenapa mengajakku kesini lagi, Oppa? Kau ingin melihat aku dihina lagi oleh Eomma-mu?” ya, mereka memang kini tengah berada didepan Rumah Orang tua Chanyeol.
“Tidak begitu sayang, justru Eomma yang menyuruhku untuk mengundangmu kemari. dan kami akan makan bersama.”
“Apa kau tidak bercanda? mana mungkin Eomma-mu menyuruhmu untuk mengundangku? dia kan sangat membenciku..”
“Eomma bilang padaku, jika dia ingin lebih dekat denganmu. aku sangat merasa bahagia, akhirnya Eomma mulai merestui hubungan kita..” Chanyeol mengusap lembut telapak tangan Hyemi. dapat terbaca oleh Hyemi, ada sebuah kebahagian yang terpancar dari mata Chanyeol. Entah mengapa, melihat Chanyeol tersenyum bahagia seperti itu membuat hatinya tenang. Namun, entah perasaan apa yang menyelimuti hatinya, dia sedikit kurang yakin jika Nyonya Park (Eomma Chanyeol) mengundangnya untuk makan bersama. karena Hyemi sangat tahu, jika Nyonya Park sangat menentang hubungan mereka berdua. jadi Hyemi sedikit tidak yakin.
“Chagi, kau kenapa?” Chanyeol berhasil membuyarkan lamunan Hyemi. “kau memikirkan apa, hmm?”
“Tidak, Oppa. aku hanya sedikit tidak yakin.”
“Percayalah padaku jika semuanya akan baik-baik saja.”
“Tapi, Opp-“
“Hustt..” Chanyeol meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir manis Hyemi. “Kau tak perlu takut, aku akan selalu melindungimu jika kejadian seperti kemarin terulang lagi, Arra?”
Kemudian Chanyeol mengecup dahi Hyemi sekilas.
“Kajja, kita kedalam..” ajak Chanyeol yang langsung menggandeng tangan Hyemi dan hendak berjalan. Dengan ragu, Hyemi pun akhirnya mau melangkahkan kakinya kedalam rumah Mewah itu.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke dalam rumah mewah itu. 
Disana Chanyeol disambut dengan baik oleh para pelayan, begitupun Hyemi. Chanyeol pun tersenyum pada para pelayan itu. 
Namun, tiba-tiba senyumnya luntur begitu saja ketika ia sudah berada diruangan keluarga. Chanyeol mematung ketika melihat Eomma-nya sedang berbicara dengan seorang gadis yang sangat ia kenal.
“Chanyeol..” ujar gadis itu ketika menyadari keberadaan Chanyeol. Nyonya Park pun ikut menoleh kearah Chanyeol dan Hyemi tentunya. Gadis yang sedang bersama nyonya park itu memandang Hyemi penuh dengan tanda tanya. 
Sementara, Chanyeol memandang Eomma-nya dengan tatapan kecewa. Tanpa fikir panjang, Chanyeol melepaskan genggaman tangan Hyemi pelan. lalu berjalan lebih dekat kearah Eomma-nya dan gadis itu. dan Hyemi pun mengikuti Chanyeol.
“Chany-“
“Eomma!” wajah Chanyeol terlihat merah padam, itu membuktikan bahwa dirinya benar-benar marah. “apa maksud dari ini semua?!”
“Eomma tidak ada maksud apa-apa, kau tidak suka jika Nara berada disini?” ujar Eomma-nya.
Nara? Jadi Nara nama gadis itu. siapa Nara itu sebenarnya? Mengapa Chanyeol terlihat sangat marah ketika melihat Nara?
Ribuan pertanyaan tengah menguasai hati Hyemi, tentang gadis yang sedang bersama Nyonya Park.
“Eomma bilang kita akan makan bersama Hyemi, tapi.. tapi kenapa harus mengajak dia?!” Chanyeol melirik Nara.
“Memangnya salah jika Nara ikut makan bersama kita, dia kan Tunanganmu Chan-“
“Eomma?!”
Apa? Tunangan?
Mendengar kata -Tunangan- membuat Hyemi tersentak. seketika ia langsung menatap Chanyeol dan dadanya terasa sesak.
“Tu-tunangan?” ujar Hyemi tak percaya sambil menatap Chanyeol dan Nyonya Park bergantian.
Nyonya Park tersenyum sinis, tak terasa mata Hyemi pun langsung memanas dan siap mengeluarkan air-nya.
“Chanyeol Oppa, jawab aku.. apa itu benar?”
Chanyeol terdiam. dirinyan enggan untuk menjawab pertanyaan Hyemi itu. itu terlalu berat untuknya.
“Sudah lah Chanyeol, mau berapa lama lagi kau akan menyembunyikan ini semua? Ini sudah waktunya dia harus tahu semuanya.” ujar Nyonya Park.
“Ja-jadi semuanya benar?” Air mata Hyemi berhasil jatuh dari pelupuk matanya. Chanyeol masih terdiam. Ia tak kuat melihat Hyemi menangis.
“Ya. Chanyeol memang sudah bertunangan dengan gadis lain. Gadis itu adalah Nara. Dia gadis yang lebih pantas untuk Chanyeol, dibanding dirimu. dan sebentar lagi mereka akan menikah.”
“Eomma, cukup! Berhentilah menyakiti perasaan Hyemi. dia adalah gadis yang aku cintai!” bentak Chanyeol pada Eomma-nya
” Mengapa Eomma harus berbohong padaku?! Jika memang tujuan Eomma mengundang Hyemi kemari hanya untuk menyakiti perasaannya, lebih baik tak usah!”
“Mengapa selalu membela gadis kampungan seperti dia! Sadar, yeol.. dia tak sederajat dengan kit-“
“Berhentilah untuk bicara seperti itu Eomma!”
“Apa yang membuat dirimu begitu menggilai gadis kampungan ini? Gadis ini hanya mencintai hartamu, yeol. Dia tak pantas untukmu. hanya Nara lah yang lebih pantas untukmu. Dia adalah gadis yang cantik dan pintar. dan sudah pasti sederajat dengan kita”
Hyemi benar-benar sudah tak kuat mendengar semua hinaan Nyonya Park padanya. Hatinya sudah sangat terluka. Tanpa fikir panjang, Hyemi pun segera membalikkan badannya dan hendak pergi. Namun, Chanyeol langsung meraih pergelangan tangan Hyemi.
“Hyemi, jangan pergi..”
Hyemi menghentikan langkahnya. air matanya pun kembali menetes dari pelupuk matanya. 
Perlahan, ia melepaskan tangannya dari genggaman Chanyeol lalu melangkahkan kakinya. 
Chanyeol hendak mengejarnya, namun ditahan oleh Eomma-nya.
“Eomma sudah keterlalulan!” Chanyeol berhasil melepaskan tangannya dari Eomma-nya dengan paksa. “Mengapa Eomma harus melakukan ini?! Eomma bilang, Eomma janji akan menerimanya. Tapi apa? Eomma selalu menyakiti perasaan Hyemi! Apa yang Eomma mau sebenarnya?!”
Chanyeol terlihat sangat marah pada Nyonya Park. Ia tak terima atas sikap Eomma-nya yang selalu tak berhenti menyakiti perasaan Hyemi.
“Yang Eomma mau hanya satu, putuskan Hyemi”
“Tidak akan! Itu tidak akan pernah aku lakukan, karena aku sangat mencintainya. Aku tidak akan melepaskannya!”
“Tapi itu semua percuma, karena kau dan Nara sudah bertunangan”
“Aku tidak pernah peduli dengan pertunangan itu. Aku sama sekali tidak mencintai Nara, yang aku cintai hanya Hyemi. Jadi aku mohon, berhentilah untuk mencoba memisahkan aku dan Hyemi. Karena itu tidak akan pernah bisa!”
Chanyeol langsung melangkahkan kakinya hendak mengejar Hyemi. Ia berharap Hyemi belum jauh. 
Sementara didalam, Nyonya Park masih memikirkan segala cara untuk memisahkan Chanyeol & Hyemi. Ia sangat tidak ingin melihat Chanyeol masih berhubungan dengan Hyemi.
“Chanyeol begitu mencintai Hyemi. Apakah kau yakin, Chanyeol bisa melepaskan Hyemi? Aku rasa itu tidak akan bisa, Nyonya Park.” ujar Nara
“Kau tenang saja, aku masih punya cara untuk memisahkan mereka. Aku yakin, dengan cara inilah yang paling ampuh”
“Memangnya apa? Bisakah kau memberitahuku?”
Nyonya Park pun memberitahu semua rencana jahatnya yang akan ia lakukan untuk Hyemi. Seketika Nara tersenyum sinis.
“Wow.. aku rasa itu cara yang menarik,”
***
“Hyemi…!”
Chanyeol berhasil meraih pergelangan tangan Hyemi yang hendak membuka gerbang rumah.
“Lepaskan aku, Oppa !” ucapnya parau sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Chanyeol, namun tenaga Chanyeol jauh lebih besar dibandingnya sehingga dirinya gagal melepaskan tangannya.
“Maafkan aku, Chagi.. aku sudah membuatmu terluka..”
“Hatiku sudah cukup sakit karena hinaan Eomma-mu, dan bertambah sakit ketika aku tahu kau bertunangan dengan wanita itu, aku tidak sanggup menjalani ini semua, Oppa..”
“Maafkan aku Hyemi, aku benar-benar minta maaf. aku juga terpaksa bertunangan dengannya. aku sama sekali tidak menyukainya. aku hanya mencintaimu…”
“Sepertinya percuma untuk dipertahankan,” Chanyeol membelalakan matanya “aku…aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini”
“Tidak! kita harus mempertahankan hubungan ini, Chagi.. kita tidak boleh menyerah begitu saja. kita harus tetap berjuang!”
“Tapi itu semua sia-sia! Bagaimana dengan Eomma-mu? Eomma-mu tetap bersikeras ingin memisahkan kita. Dia tidak akan merestui hubungan kita sampai kapan pun!”
“Jangan pedulikan Eomma-ku! Kita ya tetap Kita, jangan bawa-bawa Eomma-ku lagi. “
“Tapi restu Eomma-mu itu lebih penting Oppa! jika kita tetap mempertahankan hubungan ini, tapi tanpa ada restu seorang Ibu tidak akan bisa berjalan dengan baik. lagipula, kau sudah bertunangan kan dengan wanita pilihan Eomma-mu? sudah pasti dia wanita yang lebih baik dari diriku.”
“Jadi kau ingin kita berakhir?” Chanyeol melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan kanan Hyemi. “Lalu bagaimana dengan perasaanku? 
Aku tidak sanggup hidup tanpamu, kau terlalu berarti untukku. aku tidak bisa.. aku tidak bisa melepaskanmu,”
tes!
Chanyeol menangis. air matanya jatuh melewati pipinya. Entah mengapa melihat Chanyeol menangis didepannya, membuat hati Hyemi sangat sakit. bagaikan tertusuk oleh ribuan jarum. ia ingin sekali memeluk namja kesayangannya itu.
“Aku sangat mencintaimu, Jeon Hyemi. bahkan melebihi diriku sendiri. Apa kau tega melihat aku yang dipaksa untuk menikah dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai? aku tak akan sanggup Hyemi, aku hanya ingin dirimu. Hanya dirimu…”
“Aku juga sangat mencintaimu, Oppa.. hksss…”
Hyemi memeluk erat tubuh Chanyeol. terdengar oleh Chanyeol sebuah isak tangis Hyemi yang begitu menyakitkan. bahunya pun bergetar.
“Aku tak tahu harus apa Oppa, hkkss…” ujar Hyemi parau
Chanyeol pun mengusap rambut panjang Hyemi sayang.
“Aku tak sanggup jika aku harus kehilanganmu, aku tak mau itu terjadi Oppa hkkss… Aku terlalu mencintaimu..”
Chanyeol membiarkan Hyemi menangis meluapkan rasa sakit hatinya didadanya. ia tak peduli pada kemejanya yang basah karena air mata gadisnya.
Perlahan dia pun melepaskan pelukannya pada Hyemi, lalu mengusap air matanya menggunakan ibu jarinya. dan ditatapnya mata Hyemi dalam.
“Kita lalui ini bersama, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita berdua.” Chanyeol tersenyum tipis, kemudian ia menyelipkan anak rambut Hyemi dibelakang telinganya lalu ditatapnya mata Hyemi Hyemi dalam. “Hyemi, Aku tak akan melepaskan dirimu yang sudah menggenggam hatiku selama ini. 
Aku yakin, Kita tak kan mungkin terpisahkan. apapun yang terjadi, kita akan tetap bersama.”
Chu!
Chanyeol mengecup bibir Hyemi kilat. Sebuah senyuman manis tercetak jelas dibibir Chanyeol.
“Gomawo, Oppa.. kau sudah memberikan kasih sayangmu yang begitu mendalam untukku. aku merasa sangat bahagia bisa memilikimu.”
Chanyeol pun meraih kedua tangan Hyemi, kemudian dikecup tangan itu dengan mesra olehnya.
“Kau harus janji padaku, jika kau tak boleh berkata tentang -perpisahan- lagi padaku, Arra?”
“Ne, Oppa.. aku janji”
Chanyeol pun tersenyum, begitupun Hyemi.
“hmm, sepertinya kita harus cepat-cepat pergi dari rumah ini. Kajja, kita ke mobil..”
Chanyeol menarik tangan Hyemi menuju ke arah Mobilnya. Ia pun membukakan pintu mobilnya, dan mempersilahkan Hyemi untuk masuk kedalam mobilnya.
***
Terlihat D.O tengah terduduk santai disofa sambil menonton TV. 
Dia tidak sendiri. ia ditemani oleh seorang gadis yang seumuran dengannya. 
gadis itu bernama Kim So Hyun. dia adalah teman dekatnya di kampus. hanya saja mereka memang beda fakultas.
Gadis itu memandangi wajah D.O yang terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. D.O terlihat sangat cuek. gadis itu sedikit heran pada namja itu, yang biasanya sangat periang berubah menjadi namja yang sangat cuek.
“Apa yang terjadi padamu, D.O-ssi? kau terlihat sangat tidak bersemangat.” ia memberanikan diri untuk berbicara pada D.O, meskipun ia juga sedikit ragu.
“Ani, aku hanya.. sedikit tidak enak badan” ujarnya datar dengan mata yang masih fokus pada TV. untuk memastikannya, Sohyun pun meletakan punggung tangannya didahi D.O. namun, tiba-tiba tangannya langsung ditepis begitu saja oleh D.O.
“Ya! Apa yang kau lakukan?” D.O terlihat tidak suka ketika Sohyun meletakkan tangannya di dahinya.
“Aku ingin memastikan kau ini benar-benar sakit atau tidak. begitu saja kau sudah sensi, seperti wanita yang tengah datang bulan.” gerutu Sohyun
“Fikiranku sedang kacau. jadi jangan membuatku semakin kacau.” ujarnya
“Memangnya apa yang kau fikirkan? apa itu sebuah masalah besar?” tanya Sohyun
“Aih kau ini, selalu saja ingin tahu tentang urusanku. urusi saja urusanmu, jangan mengurusi urusan orang lain.”
“Ya! Kau ini menyebalkan!”
“Sudah menyebalkan, kenapa masih mau berteman denganku?”
“Aish! Karena kau itu spesial, maka dari itu aku selalu ing-” Seketika Sohyun menutup mulutnya dengan tangannya. dia benar-benar ceroboh. Sementara D.O terlihat bingung pada perkataan Sohyun barusan.
“Spe-si-al?”
“Astaga, kau jangan salah sangka dulu.. Aku..aku tad-“
“Oh Jadi aku itu spesial?” D.O menyela perkataan Sohyun. dia terlihat tengah menahan tawa melihat wajah Sohyun yang memerah.
“Ya! Ja-jangan salah paham dulu. Maksudku ta-tadi, kau itu memang teman spesial. Ingat! Perlu digaris bawahi ‘Teman’. Kan selama ini hanya kau teman laki-laki yang dekat denganku. Jadi bukan apa-apa. Kau pasti sudah berpikiran yang aneh-anehkan tadi?”
“haha Ne, Ne.. lagipula aku hanya bercanda. kau saja yang beranggapan serius.” D.O tertawa.
***
Chanyeol mempersilahkan Hyemi untuk duduk disofanya. Ya, mereka kini tengah berada di Apartemen Chanyeol. 
Hyemi pun terduduk disofa itu.
“Tunggu sebentar sayang, aku akan mengambil minuman untukmu. kau pasti haus.” Hyemi pun mengangguk. dan Chanyeol pun langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju kulkas.
Tak lama Chanyeol pun datang membawa dua gelas Orange Jus.
“Nih, minumlah.. ” tawar Chanyeol sambil meletakan kedua minuman itu dimeja dekat sofa. Kemudian ia kembali berjalan mengambil beberapa cemilannya.
“Kau tak perlu repot-repot Oppa,” ujar Hyemi
“hehe, siapa tahu kau suka mengemil juga sepertiku..” Chanyeol tertawa kecil. lalu ia mengambil sebuah remote TV untuk menyalakannya.
“Oppa..” panggil Hyemi
“hmm?” Chanyeol masih terfokus pada TV sambil memakan cemilannya.
Tiba-tiba ia terkejut ketika Hyemi secara tiba-tiba duduk dipahanya secara menyamping. Hyemi tersenyum menatap Chanyeol, dia melingkarkan tangannya dileher Chanyeol. Chanyeol menelan saliva susah payah, karena itu merupakan pertama kalinya Hyemi melakukannya pada Chanyeol.
“Chagi, apa yang kau lakukan?” Chanyeol menahan nafasnya.
“hmm, aku hanya ingin berada didekatmu Oppa.. aku ingin melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan”
“ma-maksudmu?”
“Ya seperti ini Oppa, sebelumnya aku belum pernah kan duduk dipahamu seperti ini? aku ingin terus berada didekatmu.” Hyemi menyenderkan kepalanya dibahu Chanyeol. sedangkan Chanyeol dapat merasakan hembusan nafas Hyemi yang berada di lehernya. itu membuatnya sedikit geli dan tidak nyaman. 
Chanyeol pun membalas itu dengan melingkarkan kedua tangannya dipinggang ramping Hyemi.
“Sejak kapan kau jadi manja seperti ini?” ujar Chanyeol
“Kau baru menyadari sikap manjaku?”
“Sebenarnya tidak sih, tapi kau jarang-jarang seperti ini..”
“hmm, aku seperti ini karena…”
“karena apa?”
“Karena aku takut kehilanganmu,”
Deg!
Darah Chanyeol berdesir cepat ketika ia merasakan bibir manis Hyemi mengecup lehernya. detak jantungnya pun berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
Kecupan Hyemi pada lehernya belum terlepas. ia merasakan seperti ada sebuah sengatan listrik yang tertuju pada lehernya. padahal itu hanya sebuah kecupan biasa, tapi mampu membangunkan saraf-saraf yang ada ditubuh Chanyeol.
“Hyemi..” erangnya ketika ia merasakan kecupan itu berpindah ke rahangnya.
“Hyemi, ku mohon hentikan..” pinta Chanyeol. Hyemi pun melepaskan kecupannya pada rahang Chanyeol.
“Wae? Kau tidak suka?” Hyemi cemberut membuat Chanyeol gemas melihatnya.
“Bukan begitu sayang, tapi aku takut tidak bisa menahan diri”
“Aku kan hanya mengecup area lehermu. aku suka lehermu, karena lehermu wangi” Chanyeol tersenyum geli mendengar perkataan Hyemi yang menurutnya sangat polos.
“Jadi kau suka leherku?” tanya Chanyeol meyakinkan, dan Hyemi pun mengangguk.
“Baiklah, kecuplah leherku sesuka hatimu..”
Hyemi kembali mengecupi area leher Chanyeol. dan jujur saja, itu membuat Chanyeol tidak nyaman. ia merasakan gelenyar panas yang berpusat pada lehernya. ia juga tak mengerti mengapa Hyemi bisa melakukan hal ini padanya. hal yang belum pernah mereka lakukan. 
“Hyemi, sudah cukup..” ujar Chanyeol dengan suara beratnya. dan tak lama pun Hyemi menghentikan aksinya dan menatap Chanyeol sambil tersenyum.
Tiba-tiba Chanyeol meraih wajah Hyemi. Perlahan ia memajukan wajahnya, bibirnya menempel tepat dibibir manis Hyemi. Tubuh Hyemi bergetar seketika. Bibir namjanya ini menempel dibibirnya.
Chanyeol menciumnya dengan sangat lembut, kemudian Ia melumat bibir Hyemi dengan pelan. Menyesap bibir atas dan bawah secara bergantian. Hyemi memejamkan kedua matanya, merasakan setiap pergerakan bibir Chanyeol dibibirnya.
Ciuman Chanyeol semakin menggebu, menuntut meminta Hyemi membalasnya.
Hyemi pun membuka mulutnya. dan hal itu dimanfaatkan Chanyeol, ia memasukkan lidahnya disana. Lidah Chanyeol bergerak lincah didalam mulut Hyemi. Mengabsen deretan gigi disana. Chanyeol menemukan lidah Hyemi. Ia mengajak lidah Hyemi bermain bersama. Ia membelit dan menghisap lidah Hyemi.
“mmmpptt—” desah Hyemi begitu Chanyeol menghisap kuat-kuat lidahnya. Ciuman mereka semakin panas. Mereka saling bertukar saliva. Hyemi mencoba menelan saliva Chanyeol yang tumpah dimulutnya. Chanyeol melepas ciumannya begitu ia mulai kekurangan oksigen. Nafas keduanya terengah. Mereka mencoba menghirup oksigen sebanyak banyaknya. Tangan Chanyeol terulur membersihkan salivanya yang mengalir di sudut bibir Hyemi. 
Mata mereka saling bertemu. 
Tangan Chanyeol bergerak menarik satu kaki Hyemi, agar Hyemi benar-benar menghadapnya. kedua kakinya pun melingkar dipinggang Chanyeol. Lalu, Hyemi mulai merasakan ada sesuatu yang mengeras dibawahnya menekan pusatnya. Seketika pipinya memerah menatap Chanyeol.
Chanyeol kembali mencium bibir Hyemi. Ciuman panas mereka kembali terjadi. kedua tangan Chanyeol perlahan melingkar ke pinggang Hyemi
Tanpa sadar, sedari tadi lengan Hyemi telah mengalung sempurna di leher Chanyeol. Seakan ia mulai terhanyut oleh permainannya dengan Chanyeol.
“Engghh—” desah Hyemi lagi yang mampu membuat Chanyeol bersemangat bermain lidah dengan gadisnya.
Tangan Chanyeol beralih ke tengkuk Hyemi, lalu mendorongnya untuk memperdalam ciumannya. 
Tiba-tiba dapat dirasakan tangan Chanyeol mulai nakal meraba dadanya yang masih terbungkus kemeja longgar yang ia pakai. Chanyeol mulai meremasnya dengan ahli. Seketika Hyemi langsung melepas paksa ciumannya dengan nafasnya yang terengah.
“Wae?” ujar Chanyeol kecewa
“A-aku belum siap, Oppa…” Hyemi menunduk
“Kau takut, hmm?” tanya Chanyeol sambil meraih dagu Hyemi. kemudian Hyemi mengangguk.
“Aku tidak akan menyakitimu, percayalah..”
“Kita belum terikat pernikahan Oppa, aku tidak mau melakukan ini sebelum menikah.”
Tiba-tiba Chanyeol meremas payudara Hyemi, dan itu sontak membuat Hyemi mendesah.
“Lihat, kau menikmatinya kan? mari kita lanjutkan sayang…” bisik Chanyeol tepat ditelinganya dan entah mengapa terdengar sangat sexy oleh Hyemi.
“Oppa, hentikannhhh mmmpptt…” Chanyeol kembali melumat habis bibir Hyemi. Dan tangannya berusaha melepaskan kancing kemejanya. Hyemi membelalakan matanya, ia berusaha melepaskan diri. namun, entah perasaan apa yang membuat dirinya pasrah begitu saja. tubuhnya langsung melemas ketika Chanyeol meremas kedua buah dada Hyemi yang hanya terbungkus bra hitam. Ya, Chanyeol sudah melepas kemeja yang Hyemi kenakan. Chanyeol pun melepas tautan bibirnya dan menatap Hyemi. Chanyeol adalah lelaki normal, dia pasti akan merasa terangsang jika melihat seorang gadis yang hampir telanjang dada. apa lagi gadis itu adalah kekasihnya sendiri. dia menelan salivanya susah payah. wajah Hyemi pun memerah ketika ia mengetahui Chanyeol tengah memandangi tubuhnya yang hanya berbalut bra hitam.
“Oppa, apa yang kau lihat? aku malu…” Hyemi mencoba untuk menutupi belahan buah dadanya dengan tangannya. Namun, Chanyeol langsung menyingkirkan tangan Hyemi itu.
“Jangan ditutupi sayang, kau cantik seperti ini..” ujar Chanyeol dengan suara beratnya. Hyemi menahan nafasnya ketika Chanyeol mengecup lehernya.
“ngghh hent..tikanhh…” rintih Hyemi ketika ia merasakan lehernya dihisap kuat oleh bibir Chanyeol yang langsung meninggalkan noda kemerahan. jari-jari tangan Hyemi pun menyisir rambut Chanyeol, sehingga membuatnya berantakan. dan itu sontak membangkitkan gairah Chanyeol. tangan Chanyeol tak tinggal diam. tangannya sedang mencari kaitan bra yang Hyemi pakai.
Cklek!
Terdengar suara pintu kamar terbuka menampakan seorang wanita cantik yang sepertinya baru bangun tidur. ketika ia berhasil menutup pintu kamar itu, tiba-tiba ia membelalakan matanya ketika melihat Chanyeol yang tengah mencumbu Hyemi. Chanyeol dan Hyemi belum menyadari kehadiran wanita itu. wanita itu pun menggelengkan kepalanya, kemudian menghampiri mereka berdua.
“OMO! Apa yang kalian lakukan!” pekik wanita itu sambil berkacak pinggang.
Chanyeol dan Hyemi seketika langsung mematung. Chanyeol pun menyingkirkan tangannya dari punggung Hyemi yang hendak membuka kaitan bra Hyemi. mereka pun langsung menoleh dengan hati-hati kearah wanita yang tengah berdiri disamping mereka. 
Seketika mereka menelan salivanya susah payah ketika mereka melihat siapa wanita itu. wanita itu menatap garang Chanyeol & Hyemi.
“Tidak ku sangka..”
*To Be Continue*

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: