UNBLESSED LOVE Part 1

1
UNBLESSED LOVE Part 1 ff yadong chanyeol exo
Title : UNBLESSED LOVE
Main Cast :
• Park Chanyeol [EXO]
• Jeon Hyemi [OC/Readers]
Other Cast :
• Do Kyungsoo [EXO]
• Byun Baekhyun [EXO]
• Jeon Jungkook [BTS]
• DLL..
Genre : Romance, Sad, Hurt, Friendship,
Rating : PG-17
Length : Chaptered
***
Aku memang selalu rendah dimata Ibumu. berbagai cara telah aku lakukan agar Ibumu bisa menerimaku. namun… itu semua percuma. Ibumu tetap membenciku. haruskah aku menyerah untuk menaklukan hati Ibumu dan pergi dari kehidupanmu? atau tetap mempertahankan hubungan ini?
-Jeon Hyemi-

***
“Annyeong Haseyo Nyonya..”
Jeon Hyemi, Seorang Waitress yang kini tengah membungkukan badannya 90° didepan Tamu yang baru saja datang “Saya persilahkan Nyonya untuk duduk dimeja sebelah sana. mari..”
Memberi salam dan sapa, bersikap ramah, selalu tersenyum, itulah hal yang selalu ia lakukan setiap hari. 
gadis 20 tahun tersebut memang sudah hampir 5 Bulan lebih bekerja di Restaurant milik Ayah temannya, semenjak kedua orang tuanya meninggal karena Kecelakaan.
Kehilangan sosok orang tua memang sangatlah berat. karena orang tua adalah seseorang yang sangat berarti bagi hidup kita. itulah yang dirasakan Hyemi saat ia harus terima kenyataan bahwa Appa & Eomma-nya harus pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Ia memiliki seorang adik laki-laki yang masih sekolah bernama, Jeon Jungkook. ia begitu menyayangi adiknya itu. Jungkook lah satu-satunya anggota keluarganya. 
Hyemi lah yang menanggung semua keperluan Sekolah Jungkook. ya, dia yang membiayai Jungkook dari hasil gaji dirinya bekerja. 
Biaya Sekolah Jungkook sangatlah tidak sedikit. Mengingat Jungkook bersekolah disekolah favorite, dan sudah pasti banyak sekali pengeluaran yang ia keluarkan. maka dari itu dia memutuskan untuk berhenti Kuliah dan memilih untuk bekerja, karena ia ingin lebih fokus pada Jungkook.
Kini Hyemi terlihat sangat sibuk melayani semua tamu yang datang ke Restaurant. Hyemi sedikit kelelahan melayani tamu-tamu itu. karena ketika Hyemi selesai melayani tamu yang satu, pasti datang tamu yang lainnya. Malam ini Restaurant memang sedang ramai.
“Hyemi, antarkan makanan ini ke meja no 12.” ujar Baekhyun, salah satu Chef di Restaurant itu.
“huft.. baiklah..” Hyemi pun mengulurkan tangannya untuk mengambil nampan yang berisi makanan dan minuman dari lengan Baekhyun. Baekhyun tertawa kecil melihat wajah Hyemi yang terlihat kelelahan.
“Kau lelah? jika memang kau lelah, aku bisa menyuruh waitress lainnya” ujar Baekhyun
“Biar aku saja.. “
Baekhyun & Hyemi menoleh pada seseorang yang tiba-tiba saja datang ke dapur. seseorang itu pun langsung menyambar nampan yang Hyemi pegang.
“Aih, D.O-ssi.. kau tak perlu melakukan itu.. ini sudah tugasku”
Hyemi mencoba meraih nampan dari tangan namja bermata bulat tersebut, namun Hyemi gagal meraihnya.
“kau pasti lelah Hyemi.. sudah kau istirahat saja..”
“D.O-ssi… kau itu pemilik Restaurant ini, tidak pantas mengantarkan makanan itu semua”
“Hey, Restaurant ini milik Appa-ku bukan milikku Jeon Hyemi.. “
“ta-tapi D.O-ssi..”
“sudah diam, aku akan mengantarkan ini semua.. mereka pasti sudah kelaparan..”
D.O pun melangkahkan kakinya sambil membawa nampan itu. Hyemi menghela nafasnya kemudian berjalan kearah kursi lalu terduduk. Baekhyun pun menghampiri Hyemi.
“Sepertinya D.O memang menyukaimu..” ujar Baekhyun, Hyemi pun langsung menatap Baekhyun.
“Mwo?? itu semua tidak mungkin Baek,”
“jika itu benar bagaimana? memangnya kau tak menyadari itu semua? dia begitu perhatian padamu, Hyemi..”
“hey, kami sudah saling mengenal sejak SMU, jadi wajar jika dia bersikap seperti itu padaku..”
“tapi menurutku sikap dia sangat berbeda padamu.. sikap perhatiannya padamu seperti melebihi seorang teman.”
“Aih cukuplah Baek, aku bosan jika terus membahas ini.. lagipula aku sudah memiliki Namjachingu..”
“itulah yang selalu menjadi pertanyaanku, mengapa kau tak pernah mengenalkan Namjachingu-mu itu padaku?”
“haha.. dia terlalu sibuk dengan skripsinya. jadi tak ada waktu untuk berkenalan denganmu..”
“tsk, tapi janji ya kau harus mengenalkannya padaku.. kemarin saja aku sudah mengenalkan yeojachingu-ku padamu..”
“Okay, okay.. tenang saja.. pasti akan aku kenalkan…”
***
Jam sudah menunjukan 22:00 KST, ini adalah waktunya Hyemi pulang. karena Restaurant akan tutup. kini ia sedang membereskan barang-barang yang ada didapur terlebih dahulu bersama Baekhyun.
tiba-tiba saja ponselnya berdering. dengan cepat ia langsung mengambil ponsel itu di dalam tas kecilnya. seketika dia tersenyum ketika menatap layar ponselnya, ternyata kekasihnya yang menelponnya, Park Chanyeol
“yeobseyo?..”
Hyemi berjalan menjauh dari Baekhyun, agar Baekhyun tidak mendengar percakapannya dengan kekasihnya. dia sedikit malu jika Baekhyun mendengar percakapannya dengan kekasihnya. melihat itu pun Baekhyun menggelengkan kepalanya.
“Sayang, maafkan aku. aku tidak bisa menjemputmu malam ini. aku sedang tidak enak badan. tidak apakan pulang sendiri?”
“kau sedang sakit? ya sudah tidak apa-apa Oppa, aku bisa pulang sendiri.. kau istirahat saja..”
“serius tidak apa-apa? tapi aku khawatir padamu.. sekarang sudah jam 10 lebih..”
“jangan khawatir Oppa, aku akan pulang bersama temanku.. sudah kau istirahat saja..”
“temanmu namja atau yeoja?”
“hmm, namja. tidak apa-apa kan?”
“Aih tidak bisa. kalau begitu aku saja yang menjemputmu sekarang.. aku tidak mau jika kau harus pulang sersama namja..”
“Oppa, kau itu sedang sakit.. nanti jika semakin parah bagaimana? aku tidak mau itu terjadi. sudah kau istirahat saja.. Oppa tenang saja dia adalah temanku.”
“hmm.. baiklah aku izinkan.. tapi ingat jangan macam-macam dengan namja itu, Arra?”
“Haha iya Oppa.. aku tidak mungkin macam-macam.. lagipula hanya kau satu-satunya Namja yang paling aku cintai..”
“Ne, aku percaya padamu.. ya sudah cepat pulang.. hati-hati dijalan..”
“Ok, Oppa juga cepat sembuh..”
“Iya sayang, I love you.. mmuuach..”
“Love you too..”
Hyemi pun mematikan sambungan telponnya. sejenak ia tersenyum. kemudian memandang Baekhyun yang kini sudah berada disampingnya.
“pasti itu kekasihmu ya?” tebak Baekhyun, dan Hyemi pun mengangguk.
“apakah dia akan menjemputmu pulang?” tanya Baekhyun
“tidak. justru dia tidak akan menjemputku karena dia sedang sakit..” jawabnya
“Oh begitu..”
“Baek, aku bisa pulang denganmu tidak?”
“hmm, bagaimana ya.. a-aku..” Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. ia bingung mencari alasan yang tepat untuk menolak Hyemi.
“Ah Baekhyun-ssi, hanya malam ini saja.. “
“ta-tapi aku ada janji dengan yeojachinguku, maaf..”
“yah, masa kau tega padaku.. lalu aku pulang dengan siapa?”
“Maaf, dia pasti sudah menunggu sedari tadi.. aku sedang buru-buru..”
“masa kau lebih memilih pacarmu dibanding temanmu..”
“jelas aku memilihnya karena aku mencintainya, kau? memangnya kau siapa..”
“Ish..ya sudah jika kau tidak mau, aku bisa pulang sendiri..”
Hyemi mendengus kesal lalu langsung melangkahkan kakinya dan membuka pintu dapur dengan kasar. Sepertinya dia sedikit kecewa pada Baekhyun yang tak mau mengantarnya pulang.
“Hyemi..”
Langkahnya pun terhenti ketika mendengar ada seseorang yang memanggilnya. dia pun mencari sumber suara itu dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan Restaurant yang sudah sepi ini.
namun, tidak ada siapa-siapa. ruangan ini sudah sepi, hanya ada aku dan Baekhyun. tapi.. suara itu bukan suara Baekhyun.. 
lalu itu suara siapa? fikirnya
“Baekhyun-ssi..”
tidak ada jawaban dari Baekhyun. Mungkin Baekhyun tidak mendengarnya, karena dia masih berada didapur.
Klek!
Tiba-tiba lampu mati dan seluruh ruangan terlihat gelap.
“ya! Baekhyun-ssi… kau yang mematikan lampu.. tolong jangan bercanda Baek, aku takut gelap..” Hyemi terlihat mulai ketakutan.
“Baekhyun-ssi.. ! kau tak mendengarku. cepat nyalakan !” teriaknya. dia pun langsung membalikkan badannya hendak berlari untuk kembali ke dapur.
“Aduh !” pekiknya ketika ia merasakan bertabrakan dengan seseorang. pasti dia Baekhyun! tanpa fikir panjang, ia pun langsung memukuli kepala seseorang yang bertabrakan dengannya itu.
“ya! rasakan ini ! kau itu memang namja tengik yang menyebalkan! sudah tak mau mengantarku pulang, sekarang kau menjahiliku!” Hyemi terus memukuli kepala seseorang itu hingga membuatnya meringis kesakitan.
“Appo ! sst.. Hyemi ! Aww… hentikan!”
seketika ia menghentikan pukulannya pada seseorang itu. 
suara itu..
suara itu bukan suara Baekhyun. Hyemi menggigit jarinya. karena ia sangat mengenali suara itu.
tamatlah riwayatmu Hyemi ! kau pabo!
Tiba-tiba lampu kembali menyala. alangkah terkejutnya Hyemi. 
benar dugaannya, namja yang ia pukuli itu bukan Baekhyun.. tapi..
“D.O?”
ya, namja yang Hyemi pukuli itu D.O. Hyemi menggaruk tengkuknya yang tak gatal. dia menatap D.O dengan tatapan bersalah. ia tak henti-hentinya meneguk salivanya.
“D.O-ssi, ma-maafkan aku.. a-aku tidak bermaksud un-“
“Ne, tidak apa.. aku baik-baik saja..”
Tiba-tiba datang Baekhyun menghampiri mereka berdua. terlihatlah Baekhyun tengah menahan tawa menatap wajah Hyemi. Hyemi pun mendengus kesal.
“ya! Baekhyun! Pabo! kau kan yang mematikan lampu!” teriak Hyemi yang langsung mendapatkan cengiran dari Baekhyun. sontak Hyemi langsung memukuli kepala Baekhyun keras. ia benar-benar kesal dengan temannya itu.
“kau tahu, karena ulahmu.. D.O jadi kena pukulanku..ish kau ini..” Hyemi meluapkan semua rasa kesalnya pada Baekhyun. dan Baekhyun pun tak hentinya meringis.
“Aww ! Hentikan Hyemi ! Appo!”
“Aku tak peduli, kau benar-benar menyebalkan !
“sudah lah Hyemi hentikan, kasian Baekhyun..” D.O sedikit geli melihat tingkah Hyemi yang sangat kekanakan.
“habis dia menyebalkan, sudah tahu aku takut gelap.. dia mematikan lampunya. di tambah aku sangka padamu.. aduh aku benar-benar bodoh”
“Mianhae, itu satu-satunya cara untuk mengalihkan rasa marahmu padaku..”
“tapi itu membuatku makin marah padamu, bodoh!”
D.O mengernyitkan halisnya ketika mendengar kata -marah- diantara mereka. sebenarnya apa hubungan mereka ini? fikir D.O
“tunggu, tunggu.. Hyemi marah? memangnya kau marah kenapa pada Baekhyun?” tanya D.O
“aku hanya kesal padanya karna dia tak mau mengantarku pulang..” jawab Hyemi sambil menatap Baekhyun sebal
“karena aku ada janji pada seseorang, kau ini tak bisa mengerti aku?” sambung Baekhyun
“ya tapi setidaknya antar aku pulang dulu..” Hyemi tak mau kalah
“memangnya kau si-“
“sudah sudah, tak usah ribut ini sudah malam. ” D.O mulai pusing mendengar perdebatan mereka “Hyemi, kajja aku antar pulang..”
“tidak usah D.O, aku bis-“
“Aku tidak terima penolakan, ini sudah sangat malam. Kajja!”
D.O langsung menggenggam pergelangan tangan Hyemi dan mengajak Hyemi untuk segera berjalan. Hyemi memandangi pergelangan tangannya yang digenggam D.O. sejenak D.O menghentikan langkah kakinya, lalu membalikan badannya.
“Baekhyun, tolong kau kunci Restaurant ini dan jaga baik-baik kuncinya, ok?” ujarnya yang langsung mendapatkan anggukan dari Baekhyun. 
Setelah itu, D.O dan Hyemi pun kembali melangkahkan kakinya.
Kini mereka sudah berada dimobil. Hyemi terlihat kelelahan, D.O yang melihat itu sedikit kasihan pada Hyemi yang setiap hari selalu pulang larut malam.
“kau sangat lelah ya,” ujar D.O sambil fokus menyetir, kemudian sejenak ia memandang Hyemi.
“ya memang lelah. namanya juga bekerja, lelah itu wajar..” ujar Hyemi sambil tersenyum
“aku akan bilang pada, Appa jika kau tak perlu di pekerjakan sampai larut malam seperti itu.”
“ti-tidak perlu D.O-ssi, kau tak perlu melakukannya. lagipula aku senang jika terus seperti ini pasti aku akan mendapatkan gaji tambahan. ya.. hitung-hitung untuk menabung biaya kuliah Jungkook nanti..”
“tapi jika terus seperti ini, fisikmu akan terganggu Hyemi. kau bisa sakit. Jungkook pasti akan sedih.. pokoknya aku akan bilang pada Appa, jika kau tak boleh pulang sampai larut malam..”
“tidak usah D.O-ssi, itu terlalu berlebihan.. “
“itu tidak berlebihan Hyemi, kau itu sahabatku. aku tak mau melihat sahabatku kelelahan..”
“D.O-ssi, itu sangat berlebihan.. apa kata karyawan yang lain? mereka pasti iri padaku jika kau melakukan itu..”
“Biar saja, tak usah dengarkan mereka.. intinya aku tak mau melihatmu lelah.. “
***
TBC~
Ini baru permulaan, maaf kalau pendek. Jadi emang belum ada konflik apa-apa. mungkin nanti di chapter 2. Okay, aku minta L+C kalian ya . Gomawo 

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: