Thank’s Sorry Love You Part 1

0
Thank’s Sorry Love You Part 1 ff nc exo
Thank’s Sorry Love You / 고마워 미안해 사랑해
Author : Lee Go Eun
Cast :
– Oh Se Hun a.k.a Oh Se Hun (EXO)
– Park Cho Rong a.k.a Lee Go Eun 
– Lee Joong Suk a.k.a Park Soo Ha
– Cha Sun Woo a.k.a Baro (B1A4)
– Jung Eun Ji a.k.a Jung Eun Ji 
– Kai a.k.a Oh Se Jong (EXO)
– Chanyeol a.k.a Oh Se Chan (EXO)
– Yoon A a.k.a Oh Sae Ra (SNSD)
– Baek Hyeon, Chen, D.O, Xiumin EXO
– Sandeul, Jinyoung B1A4
– Jimin, J-Hope BTS
– And other
Genre : Baca aja weh, nanti juga ketemu terus kenalan weh 
Rate : NC19
Length : Chaptered
Disclaimer : 
FF ini dibuat dari beribu-ribu inspirasi  yang tentunya semuanya hasil dari otak author.
Bila ada kesamaan mungkin author LELAH  mohon dipahami aja weh yaaak!!
Author POV
Sebuah mobil sedan putih melaju cukup kencang menuju kota Seoul, didalam mobil itu terdapat keluarga kecil yang terdiri ayah, ibu dan seorang anak. Dalam mobil itu tengah terjadi perang mulut antara Tn. Lee dan Ny. Lee yang membuat anak tunggal mereka merasa tidak diakui keberadaannya. Anak perempuan itu hanya mampu menahan tangis dan memeluk boneka kelinci kesayangannya itu.

Tn. Lee dan Ny. Lee yang memperdebatkan masalah kebangkrutan usaha Tn. Lee yang diakibatkan oleh kegilaan Tn. Lee terhadap judi membuat Ny. Lee terus menerus mengeluarkan kekesalannya dengan membahas kebangkrutan dan masalah perceraian. Hal itu membuat Tn. Lee mencoba menjawab segala yang Ny. Lee bicarakan sehingga membuat hilangnya fokus Tn. Lee untuk mengendarai mobilnya dan kecelakaan pun tidak dapat mereka hindari. Mobil yang mereka tumpangi itu menerobos pembatas jalan dan berakhir dengan menabrak pohon besar yang menghiasi jalan-jalan.

Beruntunglah dalam keadaan jalan yang teramat sepi itu terdapat sebuah mobil yang sama-sama menuju kota Seoul. Mobil itu milik keluarga Park yang tentu saja mereka melihat secara jelas bagaimana mobil keluarga Lee itu melaju dengan cukup kencang dan mengalami kecelakaan. Melihat kecelakaan itu langsung saja Tn. Park menepikan mobilnya bermaksud melihat dan ingin memastikan keadaan menumpang mobil sedan putih itu. Ny. Park dan Sooha anak merekapun ikut keluar dari mobil untuk melihat keadaan menumpang mobil tersebut. Ny. Park pun menelepon pihak yang berwajib dan ambulan untuk segera datang kelokasi kejadian, disisi lain Tn. Park sedang mencoba mengeluarkan Tn. Lee yang terjepit antara kemudi dan jok mobil. Begitupun dengan Ny. Park yang ikut mengeluarkan Ny. Lee dari dalam mobil, beruntung pintu mobil itu tidak dalam keadaan terkunci jadi mereka mudah untuk mengeluarkan penumpangnya tanpa harus memecahkan kaca mobil terlebih dahulu. Sooha yang melihat orang tuanya sibuk, berinisiatif untuk mengintip kaca mobil bagian belakang dan Sooha melihat anak kecil yang dalam keadaan pingsan dengan darah dikepalanya, diapun mencoba mengeluarkan anak kecil itu.
Keluarga Park pun mengikuti sekawanan mobil petugas dan ambulan itu dari belakang. Sangat disayangkan karena Ny. Dan Tn. Lee sudah dalam keadaan tewas dalam kecelakaan tersebut tetapi tidak untuk anak mereka yang dalam keadaan pingsan. Didalam rumah sakit Tn. Park sedang berbincang dengan dokter dan petugas kepolisian untuk memberikan keterangan atas kecelakaan tersebut, sedangkan Ny. Park dan Sooha anaknya menunggu dokter yang sedang merawat anak kecil yang telah Sooha selamatkan.
“Eomma, bagaimana jika anak kecil itu hilang ingatan? Sepertinya luka dikepalanya itu cukup serius” ucap Sooha sedih sambil memeluk boneka kelinci dengan bercak darah milik anak kecil itu.
“Kita do’akan saja semoga anak kecil itu tidak apa-apa nak ” jawab Ny. Park memeluk anak laki-lakinya itu.
“Eomma.. aku ingin merawat anak kecil itu, aku ingin menjadi oppanya” ucap Sooha mulai meneteskan air dari matanya. Sooha bisa merasakan bagaimana sedihnya jika ditinggalkan oleh orangtua secara tiba-tiba.
“Aigoo uri adeul.. geurae kita akan merawat anak kecil itu bersama, uljima eung” ucap Ny. Park mengeratkan pelukannya.
Anak kecil itu bernama Lee Go Eun. Saat pemakaman kedua orangtuanya Goeun sama sekali tidak menangis, dia hanya menatap bagaimana peti yang berisi orangtuanya itu terkubur. Sooha yang melihat ekspresi anak yang akan menjadi adiknya itupun bertanya-tanya dalam hati, kenapa dia tidak menangis? Apakah dia baik-baik saja? Karena sampai detik ini, Sooha belum mendengar satu katapun dari anak kecil itu. Anak kecil itu hanya menggeleng dan mengangguk ketika Sooha, Ny. Park dan Tn. Park bertanya.
Sekitar 5 bulan lebih bersama keluarga Park, tidak satupun kata yang keluar dari mulut Goeun. Keluarga Park mengetahui nama anak kecil itu karena anak kecil itu menuliskan namanya di sebuah buku yang Sooha berikan kepadanya, cara itu berhasil karena setidaknya Goeun mau berkomunikasi dan memberitahu apa yang ingin dia beritahu kepada keluarga Park. Sooha dan orangtuanya sangat menyayangi Goeun, karena memang dari dulu Sooha dan orangtuanya itu menginginkan seorang anak perempuan untuk melengkapi keluarga mereka, karena Ny.Park sudah tidak dapat mengandung lagi mereka memutuskan untuk mengadopsi Goeun yang telah Tuhan kirimkan kepada mereka. Tetapi Goeun memberitahu mereka lewat tulisan yang dituliskan dibuku pemberian Sooha itu
“Sooha Oppa, Ny. dan Tn Park, aku bersedia untuk diadopsi tetapi aku mohon untuk tidak mengganti namaku.. meskipun aku sangat membenci orangtuaku, aku ingin menyimpan nama pemberian mereka”
Begitulah pesan Goeun yang tertulis membuat Keluarga Park tahu bagaimana perasaan Goeun dan apa yang telah dialaminya sehingga sampai saat ini dia tidak mau untuk berbicara kepada Keluarga Park, mungkin karena dia mengalami trauma hebat yang menyebabkan tekanan pada psikisnya. Keluarga Park begitu memperhatikan dan berusaha untuk membuat Goeun nyaman dan bahagia bersama mereka hingga Goeun tumbuh menjadi gadis periang.
.
6 tahun kemudian …….
Kicauan burung menjadi lagu pengiring saat sang surya mulai memancarkan sinarnya dikala sang pagi menjelang. Di kediaman keluarga Park telah terdengar suara gaduh para penghuninya yang berkutat dengan kesibukkan masing-masing. Nyonya Park tengah menyiapkan pakaian untuk suaminya, karena sudah kewajiban seorang istri untuk melayani kebutuhan suaminya. Sooha tengah sibuk mengepak pakaiannya, karena dia akan pergi selama sebulan untuk menjadi seorang dokter relawan di daerah terpencil di Busan. Sementara itu Goeun masih terhanyut di dalam mimpinya.
.
.
Goeun POV
‘doro wie yeogin runway || nal baraboneun nun sok milky way
Just love me right (aha!) || baby love me right (aha!)’ 3x
Dering handphone berbunyi tanda sebuah telfon masuk dan seseorang disana sedang menunggu sebuah jawaban dari sang pemilik handphone tersebut.
“Auuuh jinjja, menyebalkan sekali.. siapa berani-beraninya mengganggu tidurku aaarrghhh” gerutuku sambil menarik selimut hingga menutupi wajahku.
‘doro wie yeogin runway || nal baraboneun nun sok milky way
Just love me right (aha!) || baby love me right (aha!)’ 2x
“Arrrgghhh jinjja ish… ah ah jebaaal aku masih mengantuk” ucapku sambil memaksakan diri untuk duduk dan mengambil handphone, ternyata sahabatku Eunji yang menggangguku.
“eung.. wae Eunji-ya??” ucapku dengan suara khas bangun tidur.
“Yaaak.. Goeun-ah kamu baru saja bangun? OMG.. apa kamu lupa hari ini kita mulai masuk kuliah??” ucapnya dengan suaranya yang mampu menusuk telingaku, hingga ku jauhkan handphoneku itu dari telinga.
“eung aku baru saja bangun karena seseorang menggangguku.. ara ara.. tapi kitakan masuk jam 10 nanti Eunji-ya” ucapku sambil kembali mencoba berbaring dan menutup mataku.
“OMG Goeun-ah… untung saja aku tau sifat kamu yang malas untuk membuka chatroom kelas.. hari ini kita masuk jam 9 Goeun-ah” ucapnya dengan nada kesal.
“mwo?? Jinjja? Kurang ajar sekali mengubah jam masuk tanpa pemberitahuan jauh-jauh hari. Menyebalkan sekali” ucapku dengan mempoutkan bibir.
“Eomo-eomo.. Yaaaak Goeun-ah pemberitahuannya sudah dari seminggu yang lalu!!! Apa yang kamu lakukan dengan handphonemu?? Fungsi utama handphone sebagai alat komunikasi dan sebagai pemberitahuan untuk kamu seputar dunia kampus!! OMG.. Segeralah mandi, aku akan menjemputmu 1jam lagi.. Arassoyo??” bentaknya.
“itu untukmu Eunji-ya, bagiku handphone adalah alat penghubung jika seseorang membutuhkanku hhh a.. geurae.. arasso arasso.. gomawo uri Eunji-ya” jawabku sambil terkekeh karena malu atas sikapku.
“Oh astaga yeoja yang satu ini.. cepat mandi sana.. sampai ketemu nanti.. pai pai.. tuut”
.
.
Author POV
Ny. Park sedang sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk keluarganya, sedangkan Tn. Park sudah duduk di ruang makan sambil memainkan tablet PC miliknya.
“Morning appa..” ucap Sooha dengan melemparkan senyum kepada Tn. Park.
“Morning too uri adeul, kamu jadi pergi?” ucap Tn. Park sambil menyimpan tablet PC nya.
“eung appa, bulan ini giliranku menjaga klinik disana jika tidak bulan ini aku tidak bisa” ucap Sooha sambil memasang wajah tidak enak untuk dilihat.
“ada apa dengan wajahmu itu?? Bukankah kamu senang jika berada ditempat pelosok-pelosok seperti itu??” tanya Tn. Park heran karena ekspresi dari anak laki-lakinya itu.
“haaah.. aku tidak bisa meninggalkan Goeun sendiri disini appa” jawab Sooha sedih.
“Aigoo uri adeul.. Goeun tidak sendiri, ada ajumma yang menemani disini.. Goeun juga sudah tumbuh besar, tenang saja” ucap Tn. Park mencoba untuk menenangkan.
“Ne appa, tapi kita meninggalkan Goeun cukup lama.. Aku takut jika trauma yang Goeun alami kambuh kembali” jawab Sooha dengan ekspresi sangat sedih dan ketakutan.
“Aigoo.. Aigoo.. kamu berlebihan anakku.. Goeun sudah sembuh adeul, dia tidak akan merasa kesepian lagi karena eomma akan menyuruh Eunji menginap disini atau Goeun yang menginap dirumahnya” ucap Ny. Park yang datang membawa beberapa santapan untuk sarapan dan kembali ke dapur.
“geurae, apa kata eomma mu benar.. Goeun sudah sembuh dan dia juga memiliki Eunji yang sudah hafal betul tentang Goeun.. saat pergi nanti sering-sering saja kamu menelfon Goeun agar kamu tidak terlalu khawatir” Tn. Park kembali mencoba untuk menenangkan.
“Ne appa, tapi berapa lama kalian akan berada di Australia??” tanya Sooha kepada orangtuanya itu.
“hmm mungkin sekitar 2 bulan atau lebih, tapi Goeun kemana? Apa dia belum bangun” ucap Tn. Park.
“Morniiiiiiing…” teriak Goeun berlari menghampiri lalu mencium pipi kedua laki-laki yang sedang serius berbincang-bincang itu.
“Aigoo uri-ddal, kamu mengagetkan saja.. apa tidurmu nyenyak??” ucap Tn.Park melemparkan senyum kepada puterinya itu.
“Mian appa, Ne appa sangaaaat nyenyak” jawab Goeun dengan senyumnya yang lebar.
“Chuu.. Morning Kiss” Sooha mencium pipi adik perempuannya itu yang sedang mengobrol ria dengan laki-laki tua yang disebutnya appa itu.
“aissh jinjja.. oppa.. jangan menciumku secara tiba-tiba seperti itu” ucap Goeun mempoutkan bibir tipisnya itu.
“yaa.. yaa.. oppa hanya melakukan seperti yang apa kamu lakukan barusan Goeun-ah, secara tiba-tiba ahahaha” jawab Sooha dengan tawa yang menggelegar seperti kilat.
“aiish menyebalkan.. Eomma-neun??” ucap Goeun kembali mempoutkan bibirnhya.
“didapur.. yaa yaa Goeun-ah berhenti berlari seperti itu.. argh jinjja anak itu” ucap Sooha yang langsung ditinggalkan oleh Goeun yang berlari menuju dapur untuk menghampiri Ny. Park, disambut dengan senyum Tn. Park yang melihat tingkah laku kedua anaknya itu.
.
.
Goeun POV
“Morning Eomma” ucapku sambil memeluk wanita berumur yang seperti bidadari bagiku itu yang sedang sibuk membuat box makanan.
“eomo.. aigoo uri-ddal.. morning too” ucapnya kaget membalikkan badan dan langsung memelukku.
“eomma, apakah eomma dan appa jadi pergi ke Australia?” ucapku dengan memasang wajah sedih.
“eung, eomma dan appa jadi pergi, mungkin sekitar 2 bulan lebih kami disana? Mianhae.. Gwaenchanha?” jawab eomma sambil memegang kedua pipiku.
“mianhae museun.. tentu saja, gwaenchanha eomma.. aku baik-baik saja kok” ucapku tersenyum padanya, walau aku tidak ingin ditinggal orangtua baruku itu.
“gomawoyo uri-ddal.. ayo kita keruang makan, para namja itu pasti sudah kelaparan” ucap eomma terkekeh.
“geurae eomma, gajaaaaa…. ” ucapku penuh semangat.
.
.
Author POV
Suasana makan pagi dikediaman Keluarga Park itu dihiasi dengan canda tawa yang membuat suasana menjadi hangat dan harmonis.
“Goeun-ah.. Oppa akan menjadi relawan selama 1bulan dipelosok daerah Busan, apa kamu baik-baik saja disini ditemani ajumma?” ucap Sooha yang menatap intens adiknya yang berada di seberang meja makan.
“Mwoya.. Oppa akan pergi juga?? Kenapa semua orang pergi??” ucap Goeun sambil mempoutkan bibir dan memasang ekspresi sedih yang membuat Sooha, Ny. Park dan Tn. Park menjadi khawatir.
“Arasso.. Oppa tidak akan pergi” ucap Sooha mencoba membuat adiknya tenang.
“Pergilah, eomma dan appa akan menunda keberangkatan kita sampai nanti kamu selesai tugas disana” ucap Tn. Park memegangi pundak anak laki-lakinya itu.
“geurae, kamu pergi saja Sooha-ya biar eomma dan appa yang menunda keberangkatan kami” ucap Ny. Park sambil menatap Sooha dan memegangi tangan anak perempuanya.
“Ahaha mwoya mwoya.. Oppa aku tidak apa-apa, pergilah.. aku sudah besar oppa, aku tidak akan merengek-rengek seperti dulu meminta oppa agar menemaniku sepanjang waktu hhhh” ucap Goeun sambil terkekeh.
“Yaak.. kamu membuat Oppa khawatir Goeun-ah.. rasakan ini..” ucap Sooha langsung menghampiri Goeun dan menggelitik pinggangnya.
“aah oppa aah jebal.. mianhae aah.. geumanhae.. oppa..” teriak Goeun karena mendapat gelitikan dari kakaknya itu.
Melihat tingkah laku anak-anak mereka, Ny. Park dan Tn. Park hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Mereka sangat bersyukur karena Tuhan telah mendatangkan Goeun untuk menjadi pelengkap Keluarga mereka. Ny. Park dan Tn. Park sangat bahagia karena Sooha mendapatkan adik yang mampu membuat Sooha dan mereka merasakan keceriaan setiap mereka lelah telah menjalankan aktifitas mereka.
.
.
Goeun POV
‘doro wie yeogin runway || nal baraboneun nun sok milky way
Just love me right (aha!) || baby love me right (aha!)’
Handphoneku berdering dalam saku jaket yang tengah aku pakai.
“eung Eunji-ya..”
.
Gimana Gimana Gimana serukah???? Ngga ya? Hoho 
Kurang panjang????? Eomo, segitu juga udah bikin jari author lelah hoho
.
Akhirnya Chapter 1 udah aku share, semoga readers semua suka eyaaaak 
.
Sekedar info yeth, member EXOnya akan muncul nanti hohoho
Sengaja author buat begitu karena author ingin memperkenalkan dahulu orang-orang yang berada disekitar Goeun 
.
Don’t be silent Readers eyaaak chingus.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: