Temporary Marriage Part 5

2
Temporary Marriage Part 5 ff nc kyuhyun siwon eungi

Author             :  LucyUcy_
Tittle                :  Temporary Marriage 5
Category         :   NC-21, marriage life
Cast                 :  Cho Kyuhyun – Seo Eungi – Choi Siwon
Poster By         :  [email protected]
NOTE               :  Haii jumpa lagi dengan saya, yang baru-baru ini demen ngayal, dan ditungkan dalam sebuah cerita yang mainstream ini, terimakasih atas kritik dan sarannya, apalagi yang udah mau komen, ini pengalaman pertama aku nulis, rasanya pas baca komen-komen kalian tuh bahagia banget bikin mood ngetik meningkat, apalagi kalo udah ada komen “lnjut dong, please” rasanya tuh aku kaya ada utang yang harus dibayar, jadi rada sebel juga kalo idenya gak nyantol-nyantol, soalnya juga aku ini readers, paling bt kalo udah nunggu, rasanya kaya diphpin Siwon, hiks,  aku sadar betul ffku gak sebagus buatan author-author lain, typo bejibun, smpe2 lebih banyakan typonya daripada ceritanya, hhaha,

tapi aku masih ngeyel mau publish cerita ini, gpp ya, namanya juga orang lagi belajar, hehe, untuk yang nunggu kelanjutannya nih aku persembahkan untuk kalian (ngarep ada yang nunggu -_- ), gak terlalu panjang tapi juga gak pendek, sebenernya sih, harusnya panjang Cuma karena tadi siang gak sempet nulis, dan udah kepalang tanggung janji mau ngirim ffnya tanggal 18 yah jadi segini bisanya, trus juga penematan Tbcnya, bukannya aku gak mau buat scene yang bisa bikin penasaran, Cuma karena memang udah mentok waktunya, jadi ini seadanya ajah,  kalo memang gak ada halangan, nanti part 6nya aku kirim tanggal 1, maaf updatenya lama, selain gak ada waktu, akunya juga minim ide, maklumlah otak saya rada cetek, apa lagi kemaren laptop aku demam gak sembuh-sembuh sampe sekarang, ini juga ngetiknya di Tab,  jadinya mulur lama banget,

udah gak usah banyak cingcong, belum tentu juga kacauan saya ini dibaca palingan juga langsung discroll kebawah hahah,
Happy reading
Mohon kritik dan saran yang membangun ya.
typo bertebaran!
_____________________________________
Seperti yang Kyuhyun katatakan, Bahwa ia akan melupakan kejadian semalam saat pagi tiba, Pagi ini Kyuhyun membuktikannya dengan memasang wajah dingin seperti Kyuhyun biasanya, tak memandang Eungi bahkan untuk sedikitpun, Kyuhyun lebih memilih menikmati sarapan paginya dengan tenang,
Sementara Eungi, yang duduk tepat disampingnya, hanya bisa tersenyum kecut, menghadapi Kenyataan bahwa Kyuhyun begitu mudahnya melupakan Kejadian semalam, yang Bahkan samapai detik ini Eungi masih bisa merasakan hangatnya Sentuhan Kyuhyun, Miris memang, tapi Eungi bisa apa?
“Kyu, nanti malam, kau temui seseorang di Restoran SS”
Suara Ayah memecahkan keheningan, sontak Kyuhyun menghentikan kegiatan makannya dengan sendok yang berada di genggamannya menggantung diudara, diurungkan untukmasuk kealam mulutnya.
Kyuhyun menaikan sebelah alisnya, dietakan kembali sendok dlam genggamannya kepiring nasi miliknya, “Dalam Rangka apa? Apa ayah berniat menjodohkanku lagi dengan anak reasi binsnis Ayah?” tanya Kyuhyun dengan nada sengit
“Temui dulu, setelah itu kau boleh berkomentar” jawab ayah santai
“Sudah berapa kali aku bilang, Ayah, Aku tidak mau dijodohkan dengan siapapun, Ataupun menikah dengan siapapun!” tegas Kyuhyun
Eungi tersedak Mendengar kata-kata Kyuhyun yang secara tidak langsung menyindirnya, dengan teburu-buru, Eungi meminum segelas air putih di hadapannya, Sementara Ayah Kyuhyun yang melihat reaksi Eungi hanya melirik sekilas dengan pandangan malas
“Kubilang kau temui dulu, Baru berkomentar, Lagi pula, kau pasti akan suka dengan gadis yang akan Ayah pertemukan denganmu ini, dan lagi, dia lebih jelas bibit, bebet, bobotnya, pekerjaannya juga lebih jelas” kemudian ayah melirik Eungi sekilas, Lalu kembali berkata “Bukan pekerja rendahan Seperti seseorang”
Eungi tertohok, sungguh Eungi tahu, Kata-kata yang Ayah mertuanya lontarkan tak lain dan tak bukan untuk dirinya, Mengingat Ayah mertunya telah melihat Ia bekerja sebagai kasir di FF kafe, Eungi lagi-lagi hanya bisa tersenyum miris, Ayah dan anak kompak menyakiti hatinya dengan kata-kata yang tajam, lalu Entah kenapa Tiba-tiba Perut Eungi terasa sakit, wajahnya pun sudah sedikit memucat, Ia memegangi perutnya dengan erat, Tapi ia berusaha berwajah baik-baik saja, agar orang-orang disini tidak menyadarinya, Eungi sangat yakin dan percaya, jika mereka tahu Eungi sakitpun tak akan ada yang perduli, Hanya saja ia tak mau terlihat lemah didepan keluarga besar ini, sebisa mungkin Eungi menormalkan mimik wajahnya,
Melihat suasana yang semakin mencekam, dan Nenek menangkap wajah tak nyaman, Pada diri Eungi membuat Nenek angkat suara “Bahas hal itu nanti, saat selesai makan!” nenek berteriak
Sontak semunya diam dan kembali menikmati makannya dengan tenang, terkecuali Eungi yang sedang bersusah payah menahan rasa sakir perutnya, sejujurnya Eungi sudah tak tahan, andai saja Eungi bisa secepatnya pergi dari meja makan ini, pasti sudah dilakukannya sejak tadi hanya saja itu terasa tidak sopan, apalagi posisinya dirumah ini bagaikan benalu yang sangat tak diinginkan ,
…….
TOK TOK TOK
Pintu kamar Kyuhyun diketuk, sementara Kyuhyun yang sedang tiduran dengan gaya tengkurap, sambil memainkan ponsel mendongak, manakala sipengetuk pintu yang ternyata adalah Nenek masuk dan berdiri di hadapannya,
“Ada apa Nek?” tanya Kuyuyun
” Istrimu sepertinya sakit wajahnya terlihat pucat tadi, coba kau lihat sana”
Kyuhyun tak menjawab, ia malah kembali menelunkupkan tubuhnya dengan kepala ditutupi bantal besar miliknya, sejujurnya Kyuhyun sedang sensitive dengan hal-hal yang berhubungan dengan Eungi, sungguh tak semudah itu untuk mekupakan kejadian semalam, bahkan tadi dimeja makanpun Kyuhyun sejujurnya sedikit tidak nyaman, Kyuhyun bukan makhluk yang tak punya hati, sungguh ia sangat merasa bersalah kepada Eungi, karena sikap brengseknya, terlebih tanpa ia sadari, ia kembali menyakiti hati wanita itu tadi,
“Yak, Cucu kurang ajar, Nenekmu sedang berbicara mengapa kau abaikan!” bentak Nenek, sambil menarik bantal yang menutupi kepala Kyuhyun dengan kasar,
Kyuhyun menduduki dirinya sambil bersingut kesal, eengan wajah super masam.
“kenapa nenek jadi perduli padanya?” Sungut kyuhyun “Aku sedang tak ingin bertemu dengannya, Nenek”
“kau bilang apa barusan?! Tak ingin bertemu dengannya, Lalu apa yang kau laukan semalam pada istri malang mu itu! Jangan kau pikir Nenek tidak tau apa yang kau lakukan!” Teriak Nenek sambil melakukan aksinya kembali, Yaitu memukuli Kyuhyun dengan bantal, kyuhyun tersentak kaget, jadi semalam, Nenek tahu, yang ia lakukan dengan Eungi.
“Aww Nenek, Sakit !”
Jangan dikira tidak sakit, walau hanya bantal alat pukulnya, cobalah lihat bagaimana cara Nenek memukulnya, dengan kekuatan super tanpa belas kasihan Nenek terus memukuli Kyuhyun.
…..
Eungi terus menggeliat kesana kemari dari tidurnya, sakit yang ia rasakan saat sarapan pagi tadi, tidak berkurang sedikitpun, justru malah semakin bertambah. Hingga rasanya Eunggi ingin sekali mengikat perutnya erat-erat, Sungguh Eungi sangat tak tahan, kram pada perutnya memang sudah biasa terjadi, biasanya rasa sakitnya hanya beberapa menit setelah itu normal kembali, namun kali ini sudah lebih lebih dari satu jam, tapi tidak ada tanda-tanda rasa sakitnya akan berkurang, tubuh Eungi meringkuk dengan keringat bercucuran di dahinya. Air matanyapun meneyeruak keluar, karena tak tahan akan sakitnya, Eungi menangis tergugu, bukan hanya menangisi perutnya yang sakit saja, tapi juga turut menangisi nasipnya yang kian hari kian malang, Ayah mertuanya yang selalu memandangnya sebagai pelacur, wanita rendahan, lalu sikap Kyuhyun yang menganggapnya bagai hama pengganggu, terkadang menganggapnya bagai bayangan transparan yang tak terlihat, selalu dalam keadaan seperti ini, hanya berandai-andai saja yang selalu Eungi fikirkan,
Andai aku tak pergi ke Club
Andai aku tak hamil
Andai aku tak menikah
Dan harapan terbesarku, Andai aku tak bertemu dengannya
Tangisan Eungi terus berderai, seperti yang pernah ia katakan, Andai tinggalah andai, hanya tangisan pilu yang Eungi bisa lakukan mengahadapai masalah ini, dihadapkan dengan rasa sakit  fisik maupun psikis yang teramat, membuat seorang Eungi yang tegar menguap entah kemana, kali ini Eungi benar-benar membutuhkan pegangan, pegangan yang bisa menguatkannya setiap saat, yang selalu berdiri disampingnya saat ia terpuruk, namun siapa? Adakah orang dirumah ini yang mau menggenggamnya tanpa adanya gengsi yang mengikuti,
CEKLEK
Suara pintu terbuka, Kyuhyun yang melihat keadaan Eungi yang begitu mengenskan bergegas menghampiri Eungi, Kyuhyun membalik tubuh meringkuk Eungi menghadapnya, matanya melebar melihat wajah Eungi yang pucat pasih, dengan peluh bercucuran
“Ka..kau kenapa? Mengapa kau pucat begini” ujar Kyuhyun, masih denga wajah terkejutnya, ada nada kawatir tersirat disana
“Hsss, Sa..sakit” jawab Eunggi lirih
“Sakit? Apanya yang sakit?” reflek tangan Kyuhyun menyeka keringat yang bercucuran di kening Eungi, tanpa Kyuhyun sadari wajanya menunjukan kekwatiran tethadap istri sementaranya itu,
“Perutku sakit” jawab Eungi semakin lirih. Kemudian matanya perlahan terpejam, membuat Kyuhyun semakin dilanda kepanikan. Kyuhyun bingung harus melakukan apa, otaknya seakan berhenti bekerja saat melihat keadaan Eungi yang sudah tak sadarkan diri, yang bisa ia lakukan hanyalah melihat wajah pucat Eungi.
Tadinya Kyuhyun mendatangi Eungi untuk meminta maaf, karena dipaksa oleh Neneknya, yang sebenarnya sangat enggan ia lakukan, sampai akhirnya ia melihat keadaan Eungi yang membuat hatinya merasa terusik, ada rasa bersalah, khawatir, dan takut. Takut akan  terjadi sesuatu yang buruk terhadap Eungi.
“NENEK!” Teriak Kyuhyun,
“Ada apa Kyu!” Seru Nenek dari luar kamar Eungi diikuti dengan suara derap langkah kaki yang sedang berlari,
Sesampainya Nenek didalam kamar Eungi, reaksinya tak jauh berbeda dengan Kyuhyun, Nenek kaget dan panic. Nenekpun mendekati ranjang Eungi,
“Istrimu kenapa Kyu!” Bentak Nenek, sambil menatap tajam kearah Kyuhyun,
Kyuhyun tak terima ditatap sebegitu tajamnya seolah dia yang telah membuat Eungi terkapar seperti ini.
“Bukan aku yang membuatnya begini, Nek! saat aku masuk tadi dia sudah seperti ini, dia bilang perutnya sakit” seru Kyuhuyun lantang
“Lalu kenapa kau masih disini!”
Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, “Lalu apa yang harus aku lakukan, aku tidak tahu, Nenek, aku bingung”
Mendengar kata-kata bodoh yang keluar dari mulut cucuknya, membuat Nenek menggerem kesal
“Dasar bodoh! Yang kau tahu hanya membuat anak saja! Bawa dia kerumah sakit sekarang juga!”
Mendengar itu Sontak kyuhyun langsung membopong Eungi dalam gendongannya , ia merutuki kebodohannya, mengapa ia tak terdikirkan dari tadi untuk membawa Eungi kerumah sakit, hilang kemana enrah pikirannya tadi, Kyuhyun berlari dengan cepat, samapai dipintu kamar Eungi ia bergenti sejenak karena ia berpapasan dengan Ibunya dan bibi Han.
“Dia kenapa Kyu?”  Tanya Ibu kyuhyun, dengan kening yang berkerut
“Dia sakit, aku harus membanya kerumah sakit, Bu”
kemudian Kyuhyun kembali berlari menuju parkiran, sampai diparkiran Kyuhyun berhenti di mobil ferari hitamnya, saat ingin membuka pintu mobil, Kyuhyun teringat jika ia tidak membawa kuncinya, Kyuhyun mengupat kesal, karena saking panicnya hingga membuat Kyuhyun lupa dengan benda penting itu, ia ingin kembali masuk kedalam mengambil kunci mobilnya, tapi dalam keadaan Eungi yang berada dalam gendongnnya membuat Ia sedikut kerepotan,
Sampai akhirnya ia mendengar terikan bibi Han yang meneriaki namanya
“Tuan muda!” Ujar bibi Han, seraya berlari menghampirinya,
“Ini kunci mobilnya, Tuan” bibi Han menyodorkan sebuah kunci kepada Kyuhyun dengan nafas yang tersendat-sendat akibat berlari terlalu cepat, maklum saja karena usia bibi Han yang sudah tidak muda lagi.
Tak mau menunggu lama kyuhyun nergegas masuk kedalam mobil, mengendarai mobilnya dengan kecepatan menyerupai pembalap profesional, setelah sebelumnya menduduki Eungi di kursi penumpang,
Dalam perjalanana, sudah lebih dari sepuluh kali, Kyuhyun menoleh untuk melihat keadaan Eungi yang masih dalam keadaan mata terpejam tak sadarkan diri, sampai akhirnya ia mendengar cicitan suara dari arah sampingnya
“Kyuhyun-ssi” panggil Eungi, pelan
Sontak, Kyuhyunpun menoleh, ia mendapati Eungi yang telah membuka mata, dengan sayu
“Kau sudah sadar? Tunggu sebentar, sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit”
“Tidak usah, tidak perlu kerumah sakit”
Kyuhyun mengerenyit bingung, seraya matanya terfokus mengendarai ferarri hitamnya membelah jalanan
“Kau ini sedang sakit, Kenapa tidak mau kerumah sakit”
“Aku sudah tidak apa-apa, jangan kerumah sakit, aku tidak mau” jawab Eungi
Kyuhyun lagi-lagi mengerenyitkan keningnya, bagaimana mungkin seorang yang terlihat seperti mau mati beberapa menit lalu, mendadak baik-baik saja, Kyuhyun menghentikan laju mobilnya disisi jalan, ia menelisik wajah Eungi, memang masih pucat, tapi tak sepucat saat dirumah tadi
“Kau sudah merasa baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun.
Eungi mengangguk
“Aku sudah tidak apa-apa, kram perut seperti tadi itu sebenarnya sudah biasa terjadi, biasanya hanya hilang timbul, mungkin sakitnya hanya beberapa menit saja, tapi entah kenapa tadi sakitnya sangat luar biasa, rasanya seperti mau mati” jelas Eungi, dengan pandangan mata yang nenghadap lurus kedapan, Eungi melirik Kyuhyun yang tengah meperhatikannya bicara dengan ujung matanya, “tapi sekarang aku sudah tidak merasa sakit lagi, karena sudah ada obatnya disini”
Lagi, Kyuhyun mengerenyitkan keningnya, banyak hal yang membuatnya bingung, dengan perempuan yang tengah mengandung anaknya itu, kata-kata yang keluar dari mulut Eungi selalu membuatnya gagal paham(?)
“Obat? Obat apa? kau tidak meminum obat sedari tadi”
Eungi tersenyum kecil, ia pun menoleh menghadap Kyuhyun,
“Obatku, tidak untuk diminum”
“Lalu?”
“Kau.. obatku adalah kau”
Kyuhyun terkejut, bagaimana mungkin ia adalah obat bagi Eungi, walaupun status mereka suami istri, tapi mereka memiliki hubungan yang canggung satu sama lain, maka tak heran jika kyuhyun kebingungan
Eungi paham, jika saat ini Kyuhyun tengah kebingungan atas ucapannya barusan, sepertinya mode jail Eungi sedang ON, bagai mana mungkin saat ini Eungi malah ingin tertawa melihat wajah yuhyun dengan kening berlipat-lipat
“Aku ingin ketaman itu” tunjuk Eungi, pada sebuah taman yang
Dekat dari perhentian mereka
….
Saat ini Eungi dan Kyuhyun, tengah duduk di kursi taman. Untuk beberapa menit mereka saling terdiam, jika Kyuhyun terdiam karena ia memang sedang nenunggu Eungi untuk berbicara, maka lain dengan Eungi, ia terdiam karena ia melihat pemandangan yang rasanya sangat sulit untuk bisa ia alami bersama anaknya kelak, pemandangan seorang bocah sedang bermain dengan ayahnya yang gagah, disertai tawa ceria dari kedua orang tersebut, dengan seorang ibu muda yang tengah mengolesi roti dengan selai yang berbeda, nanas dan cokelat, mungkin ayah dari anak itu menyukai selai nanas dan bocah kecil itu yang selai cokelat, Eungi tersenyum kecut, Eungi mengeleus perutnya sendiri, betapa nasip anakanya malang sekali, akan terlahir dari orang tua seperti dirinya. Bahkan seblum ia di lahirkan, Doa dan harapan ia panjatkan untuk kebahagian anaknya kelak, ada atau tanpa ayahnya.
Sementara Kyuhyun yang mulai Merasa jengah dengan kebisuan diantara mereka serta penasaran tingkat tinggi yang dirasakan Kyuhyun akibat perkataan Eungi di mobil tadi, Kyuhyunpun bersuara, memulai pembicaraan
“Emm.. bisa kau jelaskan ucapanmu di mobil tadi”
“Ucapanku yang mana” Tanya Eungi dengan wajah bingung
Kyuhyunpun memberengut kesal, “Itu, yang kau bilang aku adalah obatmu, jelaskan itu, bagaimana mungkin aku ini obatmu” jawab Kyuhyun dengan nada kesal
Sudah dibilangkan jika mungkin saat ini Eungi dalam mode jail, nelihat Kyuhyun kesal karenanya, membuat hatinya senang, Eungipun tertawa karena tak bisa menahnnya lagi.
Salahkan hormon ibu hamil, bahkan beberapa detik lalu ia masih merasa sedih karena pemandangan dihadapannya itu, yang bagi dirinya mengharu biru, tapi karena wajah kesal Kyuhyun, karena ulah dirinya membuat Eungi tertawa terpingkal-pingkal, Eungi jadi curiga jika ia diam-dian mengalmi gangguan bipolar.
“Kenapa tertawa” ujar Kyuhyun, semakin kesal
“Maaf, maaf” ujar Eungi dengan sisa-sisa tawanya, sementara Kyuhyun nerdecak semakin kesal, menurutnya tidak ada yang lucu nengapa Eungi malah tertawa begitu
“Kau ingat, saat kita baru menikah” uajar Eungi setelah ia bisa menghentikan tawanya, dengan wajah serius, “paginya aku menghapirimu yang sedang menonton pertandingan tinju di ruang teve” lanjutnya dengan tangan kembali mengelus-elus perutnya intens, dengan tatapan terarah pada keluarga bahagia yang sedang  berpiknik dihadapannya tadi.
Kyuhyun mengangguk ragu
Eungipun juga ikut mengangguk, kemudian melanjutkan berbicara “sejak saat itu, aku selalu ingin berdekatan denganmu, ralat, maksudnya bukan aku, tapi bayiku, menggirup bau tubuhmu, saat perutku mual, atau kram, jika ada kau disampingku maka dengan ajaibnya perutku tak terasa mual atau sakit lagi, hebatkan”
“Apa kau juga ingat, ketika di dapur, kau sedang minum waktu itu, aku menghirupi bau tubuhmu yang berakhir dengan kau mengataiku seperti anak anjing, ya, saat itu perutku sedang mual”
Eungi tertawa pelan, kemudian ia melanjutkan penjelasannya lagi
“Sebenarnya, perutku memang setiap pagi mual, tapi untungnya saat waktu sarapan, mualnya sudah mereda” Eungi melirik Kyuhyun sekilas “karena saat itu, kau ada disampingku”
Kyuhyun terperangah, sebegitu berpengaruhnyakah  keberadaannya di samping Bayi itu, bayi yang bahkan tak tahu Ia inginkan atau tidak, mengetahui jika Eungi selalu mual tiap pagi, bahkan sering mengalami kram, membuatnya merasa sangat bersalah, dengan sikapnya yang selalu seenaknya, bahkan mengatai Eungi sesuka hatinya, ia baru menyadari betapa Eungi pasti sangat menderita, melalui hari-hari itu sendirian
“Maafkan aku” ujar Kyuhyun,  akhirnya, setelah sekian menit mereka terdiam
Kontan saja Eungi menoleh, baginya seorang Kyuhyun tak mungkin berkata maaf, apalagi untuk orang seperti dirinya
“Tadi kau bilang apa?”
“Maafkan aku, untuk yang semalam, saat itu aku sedang mabuk, sebenarnya tadi aku mendatangi kamarmu juga untuk meminta maaf”
Hanya untuk yang semalam, lalu bagaimana untuk hari-hari yang sebelumnya, tidakkah Kyuhyun merasa bersalah, dan lagi, mabuk katanya, Eungi tersenyum kecut, memangnya apa yang mau diharpakan dari orang sombong seperti Kyuhyun
“Nenek yang memaksaku” lanjutnya, membuat Eungi tertohok, Kyuhyun tetaplah Kyuhyun, bahkan ia tak menyadari dan tak mau mengakui kesalahannya, setidaknya itu yang Eungi tahu, selama kurang lebih 2bulan hidup bersama Kyuhyun
Sementara Kyuhyun, merutuki dirinya, karena bekata seperti tadi, tadinya memang benar, ia meminta maaf karena suruhan Nenek, tapi sejak melihat keadaan Eungi yang mengenaskan seperti tadi, membuat ia benar-benar ingin meminta maaf dengan tulus tanpa paksaan dari Nenek atau dari siapapun.
Kening Eungi berkerut, ada sesatu yang janggal menurutnya, jika nenek yang memaksa Kyuhyun untuk meminta maaf, itu berarti Nenek melihat kejadian semalam, seketika mata Eungi membulat, ia menatap Kyuhyun yang sedang mengerutkan dahinya bingung dengan ekspresi Eungi saat ini
“Jika Nenek yang memaksamu, meminta maaf, itu berarti Nenek nelihat kejadian semalam?” Tanya Eingi dengan mata masih membulat lebar
Kyuhyun mengangguk
“Hiks” seketika Eungi menangis,
Sementara Kyuhyun kebingungan karena melihat Eungi menangis
“Yak, mengapa kau menangis” ujar Kyuhyun panik, sambil menoleh kekanan dan kekiri, takut-takut kalau orang-orang akan memperhatikan mereka, dan berakhir dengan ia yang akan dicap brengsek karena sudah membuat wanita menangis, walau pada kenyataannya memang iya
Eungi menangis sesenggukan, yang bukan gaya Eungi sekali, menangis di depan banyak orang, kali ini bukan karena ia sedang meratapi nasip, tapi lebih kepada rasa malu dan tak tahu harus bagaimana nanti jika berhadapan dengan nenek, apalagi kenyataan bahawa Nenek pernah menganggapnya sebagai pelacur, apa jadinya jika Nenek benar-benar melihat kejadian itu, akan seperti apa lagi pandangan Nenek terhadap dirinya, saat ini Eungi cukup merasa senang karena Nenek, walaupun terlihat gengsi, tapi sejauh ini Neneklah yang memperhatikannya, lalu, setelah mengetahui kelakuannya semalam akan kah Nenek membeci dirinya kembali.
“Hiks. Hiks”
Kyuhyun semakin kalang kabut, bukanmya berhenti, Eungi malah menangis semakin kuat, ditambah setiap tatapan mata tertuju kepada mereka memandang Kyuhyun tak suka,
Karena kebingungan akhirnya Kyuhyun berkata
“Maaf dia istriku, dia sedang mengandung, jadi sangat sensitif, mohon jangan memandangku seperti itu” ujar Kyuhyun sambil menghadap kearah orang-orang yang memandanginya
Orang-orang tadi yang memandang tak suka kepada Kyuhyunpun akhirnya mengangguk maklum, kemudian kembali melanjutkan aktifitas mereka masing-masing
“Orang hamil memang begitu, sangat sensitif, jadi kau harus bersabar menghadapi istrimu, anak muda” sahut seorang kakek tua yang duduk di sebelah kursi yang tak jauh dari Kyuhyun dan Eungi duduki, “Istriku juga dulu seperti itu, saat mengandung anak pertama kami, menangis dan marah-marah terus setiap hari, benarkan, yeobo,” lanjut sang kakek sambil memeluk bahu seorang nenek yang berada disampingnya, dan yang pasti isteri Kakek tersebut. Disertai senyum malu-malu sang Nenek.
Semenrara Kyuhyun hanya tersenyum kikuk, sambil menggaruki tengkuknya yang tak gatal, ia pun melirik kearah, Eungi yang sudah terdiam, dengan mata sembab, dan titik-titik air mata yang masih melekat dipipi mulus Eungi, hidungnya memerah, bagai tomat, sangat lucu, membuat Kyuhyun tanpa sadar tersenyum, kemudian ia kembali menormalkan mimik wajahnya mana kala mata Eungi juga menatapnya
“Kenapa.. kenapa kau tersenyum begitu, ada yang lucu dengan wajahku” Sungut Eungi kesal
“Aku tidak tersenyum” kilah Kyuhyun
Mendengar jawaban Kyuhyun, Eungi hanya mendengus kesal, jelas-jelas tadi ia melihat Kyuhyun yang tersenyum, walau hanya sekilas, malah masih mengelak, tapi jika boleh jujur, saat Kyuhyun mengatakan jika ia adalah isteri Kyuhyun ditambah ucapan kakek-kakek tadi, membuat hati Eungi menghangat sekaligus membeku, lagi-lagi karena pemandangan yang pasti tak akan ia alami kelak, hidup bersama suami sampai Kakek Nenek, dengan akhir yang bahagia, bahkan kehidupan suami istrinya akan segera berakhir dalan hitungan bulan,
sungguh malang nasipku.
“Kyuhyun-shi” panggil Eungi
Kyuhyun pun menoleh, sembari menaikan sebelah alisnya, yang berarti ‘apa’
“Untuk hari ini saja, maukah kau menjadi suami siaga untukku”
Kyuhyun terkejut, tapi kemudian ia mengangguk kaku, setidaknya untuk hari ini saja, hitung-hitung sebagai permintaan maaf, permintaan maaf yang tulus yang berasal dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam,
……
Tindakan pertama yang Kyuhyun lakukan sebagai suami siaga adalah menuruti keinginan Eungi yang ingin makan ice cream, katanya, bayinya ingin memakan itu, alhasil Kyuhyun mengajak Eungi kekedai ice cream yang tak berjarak jauh dari taman.
Tempat dikedai ini sudah terisi penuh, karena dengar-dengar, disini tempat favorite bagi para anak muda berkumpul dengan teman-temannya, atau berkecan, karena disamping rasa ice cramnya enak, tempatnya juga bagus, dan beruntung saat mereka datang masih ada satu meja lagi yang kosong, dan disinilah Kyuhyun dan Eungi sudah duduk manis, saling berhadapan, sambil menunggu pesanan mereka datang,
“Apakah setiap hari kau selalu mengidam” tanya Kyuhyun penasaran, maklum saja, ia tak pernah tahu kehidupan ibu hamil sebelumnya, dan memang tak pernah mendengar cerita tentang itu, lebih tepatnya tidak tertarik, hanya sepintas tahu, bahwa ibu hamil itu disebabkan oleh penyatuan sperma antara laki-laki dan perempuan melalui hubungan sex, kemudian siperempuan tersebut berperut besar dan bulat, mirip orang busung lapar, dan hal itu desebut dengan hamil.
“Tidak juga, hanya kadang-kadang saja, memangnya kenapa”
Kyuhyun menggeleng “Tidak apa-apa hanya ingin tanya aja”
Dan dibalas anggukan paham  oleh Eungi
“Kalau bermain game, apakah setiap hari, atau kadang-kadang juga?” Tanya Kyuhyun lagi
Eungi tersenyum, saat ini wajah Kyuhyun terlihat sangat nenggemaskan sekali, dengan tampang polos, disertai lipatan di keningnya, Eungipun akhirnya menyadari, jika Kyuhyun sebenarnya sedang penasaran dengan hal apa saja yang sering ia idamkan(?)
“Itu juga kadang-kadang, sejujurnya mengidamku ini aneh, diluar dari kebiasaan ku, salah satunya adalah bermain game, sebelum aku hamil, tidak  sekalipun aku memegang benda yang bernama PSP atau PlayStation, game yang pernah aku mainkan hanya Angry Bird, itupun di ponsel milik Minchan, lalu seperti aku tiba-tiba ingin membuat orang kesal, kebingungan, marah-marah karena ulah diriku, itu seperti halnya aku menonton konser super junior, rasanya sangat membahagiakan” ujar Eungi panjang lebar, dengan senyum yang merekah
“Oh, jadi itu sebabnya, saat ditaman tadi, kau menertawaiku, karena melihat wajah kesalku, begitu?” Ujar Kyuhyun, dengan nada sarat akan kekeaalan
Eungipun tersenyum malu, sambil menggaruk rambutnya tang tak gatal, lalu mengangguk, dan kontak membuat Kyuhyun, mendengus sebal
“Sebenarnya ada lagi, mengidam yang paling tidak ku inginkan sebenarnya”
“Apa?” Tanya Kyuhyun, dengan kening yang berkerut
Eungi kembali menggaruk kepalanya, antara ingin mengatakannya tapi takut suasana diantara mereka jadi canggung kembali, dan itu sama sekali tak Eungi inginkan? Biar bagaimanapun, ini kali pertama mereka saling berbicara tanpa adanya rasa tak suka yang mengikuti diantara keduanya, terlebih mungkin saja ini adalah moment untuk pertama dan terakhirkalinya, karena permintaannya tadi yang menginginkan Kyuhyun menjadi suamai siaga untuknya untuk hari ini saja, menilik dari sikap Kyuhyun tadi pagi, yang terlihat santai saja dengan kejadian semalam, yang begitu dahsyat menurutnya, apa lagi hal sekecil ini, sudah pasti Kyuhyun akan melupakannya dalam sekejap mata, dan Besoknya akan bersikap seperti biasanya, Kyuhyun yang dingin dan pemarah
Akhirnya dengan ragu, Eungipun berkata “Emm..melihat wajahmu” dengan pelan “Kalau boleh memilihpun, aku sangat tak ingin mengidam hal itu, memandangimu sama saja, mengundang bahaya, tapi mau bagaiamana lagi, bayiku suka sekali melihat wajahmu, wajah ayahnya”
Kyuhyun terdiam, lagi-lagi, diriya menjadi orang yang penting bagi bayi yang bahkan belum lahir itu. Dia baru menyadari jika ia sebegitu jahatnya pada Eungi, karena selalu memarahinya disaat wanita itu sedang menginginkan sesuatu, seperti memainkan playstationnya, ingin meminjam PSPnya, dan mengendus-endus tubuhnya, padahal jika difikr-fikir, semua itu tidak merugikan dirinya sama sekali.
“Apa lagi yang ingin kau tahu?” Tanya Eungi, memecahkan Lamunan Kyuhyun
“Hah?” Jawab Kyuhyun bingung
“tadi itu adalah hal-hal yang disukai bayiku, bukankah kau penasaran dengan apa saja yang sering aku idamkan, ‘kan”
Kyuhyun terperajat, dengan wajah merah akibat malu, bagai pencuri yang tertangakap basah, karena Eungi mengetahui maksud dari pertanyaannya,
Kyuhyunpun berdehem pelan untuk menghilangkan kegugupan dirinya, “tidak ada” jawab Kyuhyin dengan nada dingin yang dipaksakan
Kemudian pesanan ice cream mereka datang, sang pelayan meletakan mangkuk berisi ice cream, rasa cokelat dan strawberry dihadapan Eungi dan rasa vanilla dihadapan Kyuhyun.
“Silahkan dinikmati” ujar sang pelayan sebelum akhirnya, pelayan teraebut berlalu dari hadapan Kyuhyun dan Eungi
Tanpa menunggu lama, Eungi yang sedari tadi memang sudah menenggak air liurnya berkali-kali, karena melihat pengunjung yang lain tengah menikmati ice cream dihadapan mereka masing-masing, langsung melahap ice cream itu, tanpa menoleh pada Kyuhyun lagi.
Entah karena Eungi terlalu senang karena bisa menikmati ice cream itu, atau memang karena Eungi yang rakus, seperti yang Kyuhyun ketahui, saat makan di kedai setelah pulang dari CLUB waktu itu, sampai-sampai membuat Eungi makan dengan lahap hingga mulutnya belepotan lelehan ice cream.
Kyuhyun yang risih melihat bibir Eungi yang kotor, dengan reflek ia mengelap mulut Eungi dengan tissu yang memang tersedia disetiap meja
“Sebenarnya usiamu berapa sih? Makan ice cream saja sampai belpotan begini” gerutu Kyuhyun
Reflek Eungi menghentikan makannya, Eungi mematung, ia mengerjapkan matanya tak percaya kala merasakan tangan Kyuhyun yang sedang mengelap mulutnya dengan cekatan, Eungi menatap manic mata Kyuhyun lekat, hingga tak brerapa lama matanya bersiborok dengan Kyuhyun, Kyuhyunpun menghentikan pergerakanya, tangannya masih menggantung tepat dihadapan mulut Eungi, untuk beberapa detik mereka saling bertatapan, sampai akhirnya Kyuhyun menyadari apa yang baru saja ia lakukan, ia mengalihkan pandanganya kesembarang arah, dengan cepat ia menarik tangannya dan membuang tissu yang sedari tadi ada digenggamannya untuk membersihkan mulut Eungi.
Kyuhyun berdehem pelan “Aku tidak suka melihat sesuatu yg kotor” ujar Kyuhyun dengan gaya gengsi khas miliklnya
Eungipun mengangguk kaku, ia juga mengalihkan pandangannya kesembarang arah, tiba-tiba saja Eungi tak bernafsu memakan ice creamnya lagi, ada sesuatu yang  ingin Eungi katakan sedari tadi, namun ia urungkan, karena seperti yang sudah ia katakan, ia tak mau membuat suasana diatara mereka menjadi canggung, tapi karena sudah terlanjur keadaan menjadi canggung, akhirnya Eungi pun memberanikan diri untuk bertanya
“Emm.. Kyuhyun-shi, tentang ucapan ayahmu tadi pagi-..”
“Ucapan Ayahku yang mana?, yang Ayah menyuruhku menemui sesorang? Kurasa itu bukan urusanmu, Seo Eungi-shi” potong Kyuhyun dengan nada dingin.
Sudah Eungi duga, pasti Kyuhyun tak suka dngan pertanyaannya, memangnya siapa dirinya sampai mencampuri urusan Kyuhyun dan krluarga besarnya. Dirinya tak lebih dari seorang isteri yang berstatus sementara, yang sebentar lagi akan segera berakhir masa kontraknya.
“Bukan begitu maksudku, hubungan kita memang bersifat sementara, dan dalam beberapa bulan kedepan hubungan kita juga akan berakhir, tapi aku mohon satu permintaan padamu, jangan membahas tentang calon isterimu yang lain, atau apapun yang berhubungan dengan hubungan kita, aku tahu Ayahmulah yang memulai, tapi setidaknya kau bisa menghentikannya, setidaknya jangan bahas itu di hadapanku, karena disini” tunjuk Eungi pada perutnya yang sedikit menyembul “Aku membawa serta bayiku” lanjut Eungi
“Bayiku, walaupun belum lahir sepertinya ia memahami akan situasi dan kondisi yang sedang terjadi, Sebenarnya, kram perutku yang luar biasa sakit seperti tadi itu karena Ayahmu, karena kata-kata ayahmu yang tanjam, dan itu menyayat hatiku, hingga membuat anakku ikut merasakan sakitnya”
Kyuhyun terdiam, rasa bersalah nya kembali menyeruak, ia bingung harus berkata apa, banyak kenyataan yang ia ketahui hari ini, dan semuanya menunjukan ia lah pihak yang bersalah.
Kemudian ia teringat saat di CLUB , Eungi mlihat dirinya tengah bercumbu erotis dengan wanita malam.
“Lalu apakah, saat kau melihat aku di CLUB, sedang-.. yah, kau tahulah maksudku, apakah kau merasakan kram yang seperti tadi”
Eungi menggeleng, “Sudah kubilang, anaku ini tahu situasi dan kondisi yang sedang terjadi, aku yakin saat kau bercumbu dengan wanita-wanita itu, hanya untuk bersenang-senang saja”
Kyuhyun hanya diam, namun dalam hati ia membenarkan kata-kata Eungi, memang setiap ia mencumbui wanita hanya untuk sekedar bersenang-senang, tidak ada nafsu yang begitu menggelora, makanya, ia tidak pernah ‘menyentuh’ wanita-wanita itu lebih dari pada itu, satu-satunya wanita yang bisa membangkitkan hasrat lelakinya itu pun tanpa ia sadari adalah wanita hamil yang berada dihadapannya ini, yaitu, Seo Eungi,
“Sudahlah, jangan bahas itu lagi, kita lupakan pembicaraan tadi, kau ‘kan sudah berjanji akan menjadi suami siaga untuk ku har ini, tapi belum ada setengah hari, kau sudah marah-marah lagi padaku” gerutu Eungi
“Itu karena kau yang suka ikut campur urusan orang” sahut Kyuhyun cepat
“Iya, aku minta maaf, walaupun sebenarnya aku tidak bermaksud untuk ikut campur”
Keteggangan diantara mereka kini mulai mencair, Eungi kembali melahap ice creamnya yang sudah sedikit meleleh, begitupun dengan Kyuhyun, mereka mengobrol dengan santai, sambil sesekali tertawa, membahad apa saja yang bisa mereka bahas, Kyuhyun seperti menikmati perannya sebagai suami siaga, seskali tangannya mengusap sudut bibir Eungi yang selalu belepotan lelehan ice cream, tanpa merasa canggunga lagi seperti tadi. Sampai akhirnya, Eungi melihat wanita cantik berambut merah, menghampiri mereka, wanita itu mengenakan gaun pink selutit dengan heels berwarna putih, padu padan yang cantik untuk orang secanitk wanita itu. Disertai senyuman manis yang merekah. Eungi mengerenyitkan keningnya, karena sosok wanita itu sepertinya tidak asing, Eungi merasa pernah melihat orang itu sebelumnya, hingga sekelebat bayangan muncul di pikirannya, saat ia melihat Ayah mertuanya tengah mengobrol dengan seorang pria paruh baya yang seusia dengan Ayah mertuanya itu, dam seorang wanita cantik dengan senyum malu-malu yang metekah dibibir wanita itu, sketika mulut Eungi membulat, iya benar, wanita yang saat itu bersama Ayah mertuanya dan yang ada dihadapannya ini, adalah orang yang sama.
“Kyuhyun Eoppa!” Seru wanita itu, tiba-tiba wanita itu memluk Kyuhyun.
Eungi yang sedari tadi menyaksikan mereka, melihat jika Kyuhyun terkejut dan menegang saat siwanita itu memluk Kyuhyun.
“Eoppa, aku merindukanmu” ujar wanita itu dengan manja
Kyuhyun perlahan balas memeluk wanita itu
“Nado, Nana-ya” jawab Kyuhyun lembut.
Hingga membuat Eungi menganga tak percaya, ternyata selain manis Kyuhyun juga bisa bersikap lemubut, sungguh Eungi baru menuadari jika ia tak tahu apa-apa tentang pribadi Kyuhyun, karena dihapannya hanya marah saja yang Kyuhyun tunjukan. Dalam hati Eungi bertanya-tanya, siapakah wanita yang itu, wanita yang bisa membuat Kyuhyun menegang dan bersikap lembut seperti itu
Setelah sekian menit mereka saling brpelukan, akhirnya wanita itu melepaskan pelukannya, wanita itu menoleh menghadap Eungi, dengan senyuman manis dia bertanya pada Eungi, ia menarik kusi diantara aku dan Kyuhyun, kemudian mendudukinya dengan anggun.
“Maaf kalau boleh tahu, anda siapa ya?” Tanya wanita itu dengan senyum yang tersunghing ramah
Eungi melihat reaksi tubuh Kyuhyun yang terlihat panik mana kala siwanita itu menanyakan statusnya, Eungi menatap lekat manic mata Kyuhyun untuk beberapa detik, begitupun dengan Kyuhyun, namun terlihat jelas jika Kyuhyun sedikit gusar, membuat Eungi berfikir jika wanita ini memang wanita yang special di hati Kyuhyun
Eungi tersenyum sambil mengulurkan tangan kepada wanita itu “Aku Seo Eungi, teman Kyuhyun, kebetulan tadi aku bertemu didepan dengannya”
“Ah begitu, aku Kim Nana, aku hampir mengenal semua teman Kyuhyun Eoppa, tapi aku tidak pernah melihatmu sbelumnya”
“Ya tentu saja, aku baru mengenalnya dua bulan ini, akupun baru melihat dirimu” jawab Eungi dengan santai
“Akupun baru bertemu kembali dengannya setelah lima tahun berlalu” ujarnya Nana dengan nada suara yang berbah sendu
“Kenapa?” Tanya Eungi pensaran
“Karena ada sesuatu yang-..”
“Nana-ya” potong Kyuhyun cepat “kapan kau pulang dari paris” lanjutnya.
Mendengar itu, Eungi tahu jika Kyuhyun sedang mengalihkan pembicaraan, sepertinya ada cerita masa lalu yang tak boleh Eungi ketahui, Eungi tertawa pelan, lagi-lagi ia disadarkan tentang siapa dirinya, untuk apa juga Kyuhyun menceritakan itu, toh Eungi bukanlah siapa-siapa
“Kalau begitu aku pergi dulu, nikmati waktu kalian” ujar Eungi sambil bersiap berdiri
“Kau mau kemana” tanya Kyuhyun
“Aku harus ke kaffe, terimakasih sudah mau menemaniku”
Eungi beranjak pergi, sementara Kyuhyun hanya memandangi punggung Eungi yang kian menjauh, ada perasaan yang mengganjal dihatinya kala melihat Eungi pergi bgitu saja,
Eungi berbohong, di tidak ke kaffe, ia sudah izin sakit pagi tadi  kepada managernya, Eungi hanya tak mau berlama-lama ditempat itu, melihat bagaimana nostalgia antara Kyuhyun dan wanita itu yang Eungi tak tahu ada hubungan apa diantara mereka, tapi jika dilihat dari sikap Kyuhyun barusan, yang berubah seratus delapan puluh derajat dihadapan wanita itu, mukin saja mereka adalah sepasang kekasih, Eungi merasakan sesuatu yang aneh, ada rasa sakit yang terasa asing di hatinya, entah Eungi tak tahu mengapa, tapi mungkin ini hanya efek dari kehamilannya saja, karena baginya Kyuhyun bukan siapa-siapa.
Kyuhyun bukan siapa-siapa bagiku, Ya, bukan siapa-siapa
tbc

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: