Temporary Marriage Part 4

0
Temporary Marriage Part 4 ff nc kyuhyun seo eungi
Author             :  @LucyUcy_
Tittle                :  Temporary Marriage part 4
Category         : NC-21, marriage life
Cast                 :  Cho kyuhyun – seo eungi
” ekh.. ekhh ”
Eungi berdehem sambil memegang tenggorokannya, sedari tadi ia merasa keahusan, karena belum ada setetes air pun yang masuk tenggorokannya, karena memnag tak ada minuman yang bisa diminum di club tadi. Kyuhyun menoleh menghadap sekilas kearah Eungi

” kau kenapa ?” tanyanya sambil matanya kembali fokus pada jalanan lagi
” aku haus, sedari tadi aku belum minum ”
mendengarnya kyuhyun hanya mengangguk-agguk saja eungi mencebikan bibirnya kesal, ia pikir kyuhyun akan memberikannya minuman, tapi ternyata kyuhyun hanya mengangguk-angguk malas saja, lagi pula ia mengharapkan apa dari pria maca Kyuhyun. akhirnya Eungi lebih memilih menyandarkan kepalanya kepada kursi, ini kali pertamanya Eungi menaiki mobil Kyuhyun, mobil mahal memang benar-benar beda rasanya, sangat nyaman . tak berapa lama mobil berhenti, Eungi mengerenyit bingung, kenapa mobilnya berhenti padahal belum sampai rumah,
” turun ” ujar Kyuhyun,
kemudian ia berlalu keluar dari mobil eungi yang masih kebingungan, memandangi kemana arah Kyuhyun melangkah, barulah ia sadar saat melihat Kyuhyun memasuki sebuah kedai yang buka di tengah malam seperti ini,
” eiyy.. dia baik juga ternyata ”
tanpa menunggu lama Eungi  membuka sabuk pengamannya, dan sedikit merapihkan rambutnya dan kemudian ia bergegas memasiki kedai yang Kyuhyun masuki tadi. sampai di depan pintu, Eungi melihat Kyuhyun yang sudah duduk dikursi yang paling tengah, iapun melangkahkan kakinya menghampiri Kyuhyun, duduk bersebrangan dengan Kyuhyun. kedai ini tak terlalu ramai hanya ada bapak-bapak dan ibu-ibu saja yang sedang asyik mengobrol.
” ahjumma ” panggil kyuhyun, kepada pelayan kedai, tak berapa lama datang lah seorang ajhumma paruh baya menghampiri meja kami
” mau pesan apa tuan ? ” tanya ajhumma itu ramah
” kau mau pesan apa ? tanya Kyuhyun pada Eungi
” Ajumma, aku pesan jus jeruk, nasi goreng kimchi, kue beras dan … ”
” tunggu ” potong Kyuhyun dengan cepat ” bukankah tadi kau biloang haus, kenapa jadi pesan makanan sebanyak itu ? ” lanjutnya,  eungi mencebikan mulutnya tak suka, ternyata selain berengsek dan menyebalkan, Kyuhyun juga pelit, tapi Eungi yakin bahwa Kyuhyun itu pengangguran kelas kakap, tapi ia juga tahu jika dopet tidak akan pernah kosong, mengingat orang tuanya yang sangat kaya raya, tajir melintir, tiak mungkin mereka tak memberikan uang kepada anak manja ini .
” setelah masuk kesini, tiba-tiba aja perutku lapar , lagi pula kau ini pelit sekali sih, memabayar makananku tak akan membuat dompetmu kosong ”
” ish , kau ini, akukan hanya bertanya, kenapa kau jadi mengataiku pelit, membeli kedai ini pun aku mampu asal kau tahu ! ” Eungi memutar bola mtanya malas
” cih, uang orang tua saja bangga ” guamamnya ”
” apa ? ”
” tidak !, ajhumma, aku pesan itu saja, aku takut orang ini tiba-tiba pria ini jadai melarat ” Kyuhyun mensengus sebal dengan kata-kata Eungi, tapi karena malas berdepat akhirnya ia lebih memilih diam. Ajhumma itu hanya tersenyum, lalu mencatat pesanan Eungi tadi.
” lalu anda pesa apa, tuan ”
” aku air madu hangat saja ” kemudian ajhumma itu pergi Eungi mengerenyit bingung, Kenapa kyuhyun hanya memesan air madu saja, kemudian Eungi ingat jika Kyuhyun sedang mabuk, tapi tak terlihat sama sekali , bahkan tadi saat Kyuhyun menyetir terlihat biasa saja tak seperti orang mabuk kebanyakan, ” aku baru sadar kalau kau sedang mabuk, tapi kau tak terlihat seperti orang mabuk ya ? ”
” hanya dengan sebotol wine, tidak akan menghilangkan kesadaran dan akal sehatku ”
Eungi terdiam mencerna kata-kata Kyuhyun barusan, kalau dilihat dari tampilan kyuhyun yang sudah menenggak satu botol wine katanya dan terlihat baik-baik saja, tidak terlalu mabuk berarti Kyuhyun sangat tahan dengan alkohol, kemudian Eungi tersadar, Bgaimana dengan dua bulan lalu, Eungi seingatnya saat itu Kyuhyun juga mabuk walau tak separah dirinya, bkankah jika ia tahan dengan alkolhol, harusnya saat itu juga kyuhyun masih dalam kesadarannya kan?, lalu apa alasannya,   kenapa kyuhyun malah  menidurinya?, kenapa ia tak membiarkan eungi pergi saja ?
” Kyuhyun-ssi ”
” hm ” jawabnya malas
” apakah, dua bulan lalu, kau dalam keadaan sadar seperti sekarang ini ? ” kyuhyun menegang, ia tak tahu jika Eungi akan memabhas kejadian dua bulan lalau, tapi kemudian ia menormalkan mimik mukanya kembali.
” kau ini bicara apa ? tentu saja saat itu aku dalam keadaan mabuk, jika tidak mana mau aku menidurimu, asal kau tahu bahkan wanita cantik nan seksipun kutolak, apalagi hanya wanita seperti dirimu ” tak sepenuhnya berbohong, kyuhyun memang mabuk waktu itu, tapi sekali lagi walau ia mabuk tak akan pernah mempengarunhi akal sehatnya saat itu Kyuhyun sedang khilaf
Eungi memicingkan mata tak percaya, mengerti akan arti dari tatapan itu Kyuhyun berdecak
” kau percaya atau tidak aku tak perduli ” eungi mendengus, anggap saja seperti itu
?  Eungi mendengus, anggap saja seperti itu, mengingat wanita cantik nan seksi, bertubuh semampai, benar-benar idaman wanita, yang bercumbu dengan Kyuhyun di club tadi, membuatnya sedikit percaya, lagi pula untuk apa dipikirkan lagi, toh semuanya sudah terjadi.
Tak berapa lama, pesanan mereka datang, di tata rapih oleh pelayan kedai, kemudian Eungi langsung menyeruput jus jeruknya hingga tandas, karena sesungguhmnya, ia kehausan setengah mati.
Setelah itu, Eungi melahap nasi goreng kimchi pesanannya dengan lahap, tanpa memperdulikan Kyuhyun yang tengah menatapnya jijik
” aku baru tahu kalau cara makanmu seperti babi ” sindir Kyuhyun, sambil meminium air madu hangatnya
mendegar itu, Eungi memandang tajam Kyuhyun sekilas, namun akhirnya ia lebih memilih kembali fokus pada makanannya, setelah nasi gorengnya habis tak tersisa kini giliran kue beras yang masih bertengger manis di meja, tanpa mengenal yang namanya kenyang Eungi memakan kue beras itu, tapi kemudian eungi merasa kepedasan, diambilnya gelas di didepanya yang berisi jus jeruk namun ternyata sudah habis tak bersisa
” hua hajumma, huha tolong jus jeruknya lagi huha ”
selang beberapa menit, jus jeruknya datang, kembali di teguknya jus jeruk itu sampai habis,
kyuhyun terus memperhatikan Eungi dengan jijik, karena cara makan Eungi yang tak ada manis-manisnya sama sekali,
” haaa,., kenyang ” ujar Eungi sambil mengusap-usap perutnya
” bagaimana tidak kenyang, makanmu bagai gelandangan yang tidak makan satu minggu ” celetuk Kyuhyun
Eungi melotot tak suka, enak saja ia di sebut gelandangan, ” aku menanggung dua perut yang kelaparan jadi maklumi saja ”
tak memperdulikan ucapkan Eungi, Kyuhyun memanggil pelayan uuntuk membayar tagihan mereka, setelah itu Kyuhyun melesat pergi menuju mobil, melihat sikap tak acuh Kyuhyun, membuat Eungi pusing sendiri. Ia mengerutnya hidungnya, sambil meninju-ninju udara, seolah ia sedang meninju Kyuhyun, tapi kemudian ia juga mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang
?
10/06/2015 17:45
Lucy Ucy Win Win
Dalam perjalanan pulang, dengan susana sunyi senyap, hanya terdengar sara mesin mobil saja, sebenarnya tadi Eungi ingin menyalakan radio, tapi dengan tegas Kyuhyun melarangnya, akhirnya ia hanya menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, sambil matanya fokus kearah jalanan, lama kelamaan matanya terasa berat, Eungi menguap, seraya membenarkan posisi duduknya, hingga tidak berapa lama matanya terpejam.
Sampai dirumah, Kyuhyun menghentikan mobilnya di garasi, ia bersiap turun, tapi menyadari tak ada pergerakan maupun suara di sampingnya, membuat Kyuhyun menoleh dan akhirnya ia tahu mengapa Eungi tak bersuara sejak tadi rupanya Eungi tertidur
” yak , manusia setengah babi, bangun siudah sampai ”
tidak ada pergerakan ” yak cepat bangun ! ” panggilnya lagi,
tapi masih tak ada pergerakan juga, dari Eungi.
” heiss, merepotkan saja ” Kyuhyunpun turun dari mobil, setelah itu ia membuka pintu sebelahnya, dilepaskan sabuk pengaman yang Eungi kenakan, kemudian tangannya ia letakan pada leher dan lutut bagian belakang Eungi, dibopongnya tubuh Eungi masuk kedalam rumah, sampai didalam kamar Eungi, Kyuhyun meletakan Eungi diranjang dengan hati-hati,
kyuhyun menyematkan selimut sampai batas pinggang, walaupun sebenarnya enggan, tapi ia tak sejahat itu, mana mungkin ia membiarkan Engi kedinginan,
setelah itu, entah apa yang ada dipikirannya, ia duduk di tepi ranjang, memandangi wajah tidur Eungi yang terlelap dengan wajah damai, kemudian ia alihkan pandangannya pada perut Eungi, tangannya ia ulurkan untuk menyentuh perut Eunngi, yang terdapat anaknya didalam sana, tapi kemudian ia urungan, dibiarkan tangannya mengantung di udara, ia mengepalkan tangnnya lalu ia tarik kembali, entahlah ia merasa tak pantas untuk menyentuhnya, dan lagi saat ini perasaanya tidak menentu, berada di ambang ketidak yakinan, antara menerima dan tidak menerima kenyataan bahwa ia akan menjadi seorang ayah di tengah jiwa bebas nya, akhirnya Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berlalu keluar
Sementara, di ruang tamu Nenek melihat Kyuhyun keluar dari kamar Eungi, Nenek juga melihat saat tadi Kyuhyun menggendong Eungi ke kamar Eungi, Nenek berdecak pelan
” aigo, kapan anak itu dewasanya ”
….
Pagi hari telah tiba, Eungi mengerjapkan matanya, menyesuaikan dengan cahaya yang menerobos masak melalui jendela yang tak tertutup gorden, menduduki dirinya diranjang, ia ingat semalam ia ketiduran di mobil Kyuhyun, mengerutkan keningnya seolah sedang berfikir
” dia yang memindahkanku? ” tanyanya pada diri sendiri ” kurasa tubuhnya sedang di hinggapi malaikat semalam ”
seperti biasa setelah, setelah ritual pagi yang biasa ibu-ibu dalam kondisi hamil muda alami, morning sickness, yang menyisakan sedikit rasa tidak enak pada perutnya, Eungi keluar dari kamar menuju dapur dimana ada bibi Han dan bibi Jung yang sedang bergelut dengan penggorengan, Ya, selama dirumah ini, hanya membatu memasak saja yang bisa ia lakukan, walau terkadang bibi Han dan bibi Jung menolaknya, tapi Eungi tetap memaksa, hingga akhirnya mereka membiarkan Eungi membatu,
” oh.. Nona Eungi, selamat pagi ” sapa bibi Jung, saat melihat Eungi
Eungi tersenyum, ” selamat pagi juga, bi ”
mendengar sura Eungi, bibi Han yang sedang mencuci sayur menoleh, ” nona Eungi, semalam nona kemana saja ”
” semalam aku menemui temanku, memangnya kenapa bi? ” ujar Eungi, seraya membantu, mencuci sayuran yang belum di bersihkan
” tidak, hanya saja nyonya besar sangat menghawatirkanmu,nyonya besar berdiri di dekat telphone sambil mondar-mandir, kurasa dia sedang menunggu telphone mu, karena setelah aku bilang nona akan pulang larut malam, nyonya besar langsung masuk ke kamar ”
Eungi menganga lebar, benarkah Nenek sebegitu menghawatirkan Eungi, kemudian ia tersenyum, ia sangat bahagia mendengar kenyataan bahwa nenek sangat perhatian padanya.
” nyonya besar memang begitu, dia baik, tapi egonya terlalu tinggi ”
Eungi mengangguk mengiyakan, Eungi terus tersenyum,
Suasana hatinya sedang sangat baik pagi ini, setelah tadi mencuci sayuran, kini Eungi membantu bibi Jung memotongnya, kemudian ia menoleh saat mendengar pintu lemari pendingin dibuka, yang tepat berada disampingnya, ia melihat Kyuhyun sedang meneguk air putih, dengan gerakan sangat sexy menrutnya, ralat menurut bayinya, sedikitpun Eungi tak mau mau mengakui jika kyuhyun sexy, sedikit aroma tubuh maskulin yuhyun tercium, hingga membuatnya menghirup dalam-dalam aroma itu, dan ajaibnya perutnya yang tadi merasa sedikit tidak enak, kini ia merasa perutnya baik-baik saja, memang setelah waktu itu ia tak sengaja mencium aroma tubuh kyuhyun di ruang televisie, membuatnya ingin selalu berdekatan dengan Kyuhyun, melihat wajahnya, apalagi menghirup aromanya, yang mau bagaimana keadaan Kyuhyunpun akan terasa harum bagi hidung Eungi, tapi ia baru tahu, dengan menghirup aroma tubuhnya bisa menghilangkan rasa mulanya atau tidak enak pada perutnya,
merasa dipandangi, Kyuhyun menoleh kesamping, ia mendapati Eungi yang sedang mengendus-endus udara, ia mengakat sebelah alisnya ” kau seperti anak anjing ” ujar Kyuhyun, kemudian ia berlalu tanpa memperdulika reaksi eungi,
Eungi memberengut kesal, merusak susana hati saja, fikir Eungi, lagi pula seenaknya saja Kyuhyun menyebutnya anak anjing, setelah semalam ia mengatainya babi seenak jidatnya, tapi selain kesal, ia juga kecewa, kecewa karena Kyuhyun pergi, jadinya ia tak bisa menghirup aroma tubuh Kyuhyun lagi,
….
” selamat pagi, Eomonim, Nenek ” ujar eiungi, setelah sarapan tadi, seperti biasa Eungi merasa kebosanan, jadi ia mencari-cari orang yang bisa di ajak bicara, kemdian ia melihat nenek dan ibu mertuanya diruang keluarga sedang menikmati secangkir teh sambil mengobrol,
nenek mendongak, melihat Eungi yang berdiri tepat di sampingnya, melihat ekspresi Eungi yang hendak membicarakan sesatu, sepereti saat eungi mengidam bermain game, membuat nenek berasumsi bahwa Eungi sedang mengidam sesuatu lagi,
” ada apa, kau mengidam lagi? ” tanya nenek Terdengar Antusias, Eungi tersenyum melihat reaksi nenek yang mengira ia mengidam lagi,
” tidak nenek, aku hanya ingin berterimakasih sudah menghawatirkanku semalam ”
nenek terlihat salah tingkah, ia berdehem pelan, seingatnya tak ada yang tahu kegusarannya semalam, tapi kenapa Eungi bisa tahu? Siapa yang memberi tahu?,
” siapa bilang aku mengkhawatirkanmu, semalam aku tidur nyenyak, tidak ada waktu untuk mengkhawatirkanmu ! ”
Eungi berdecih pelan sambil tersenyum, masih saja gengsi,
” benarkah, lalu siapa yang menelphone Kyuhyun-ssi semalam dan menyuruhnya mencariku ? ” Ujar Eungi pura-pura bodoh
nenek berdehem lagi, kemudian menyeruput tehnya dengan wajah kikuk, nenek tak tahu bahwa saat ia menghubungi Kyuhyun, ada Eungi disampingnya
” Eungi-ssi ” paggil ibu Kyuhyun tiba-tiba ” jika kau menginginkan sesuatu yang tak bisa kau lakukan sendiri, kau boleh mencariku, kau tenang saja, kejadian kemarin tidak akan terulang lagi ” sambungnya, walau nada bicaranya datar tapi terlihat wajahnya salah tingkah,
sebenarnya, ada apa dengan orang-orang ini.
Eungi tersenyum dan mengangguk, walau sedikit tidak yakin jika ia tidak akan dibiarkan dimarahi oleh Kyuhyun lagi, seperti kemarin, tapi setidaknya ia jadi tahu, bahwa ibu mertuanya tak terlalui buruk, sama seperti nenek yang perduli tapi juga gengsi,
sekian menit mereka terdiam, tidak ada yang memulai pembicaraan, hingga akhirnya eungi bersuara memecahkan keheningan, ” emm.. sepertinya aku ingin buah naga ”
” benarkah ! ” ujar nenek dan ibu Kyuhyun bersamaan, dengan penuh semangat,
Eungi ingin sekali tertawa, melihat kedua orang yang ada dihadapannya, karena tak mau tinggal nama, Eungi menahan tawanya yang telah berada di ujung tenggorokan.
….
Setelah tadi memakan biuah naga bersama nenek dan ibu mertuanya, yang sebenarnya bukan karena ia mengidam, tapi karena ingin mengerjai kedua orang tua tersebut, diruang tamu, ia bahagia melihat wajah-wajah Antusias juga jaga emage kedua orang tua itu, Entah darimana Eungi juga bingung sifat jahil ini berasal, muncul tiba-tiba. Melihat orang kebingungan dan salah tingkah karennya membuatnya merasa senang,
kini ia berjalan menuju ruang tamu, ia melihat kyuhyun yang sedang tidur-tiduran disofa, sepertinya kegiatan sehari-harinya hanya seperti itu, disaat pria lain sedang sibuk bekerja, Kyuhyun malah bersantai ria, berongkang-ongkang kaki, Eungi memberanikan diri menghampiri Kyuhyun, siapa tahu malaikat baik yang menghimggapi Khyuhyun semalam masih ada, ia duduk di sofa single tepat di samping sofa yang Kyuhyun tiduri.
” Kyuhyun-ssi ” panggil Eungi
hening, tak ada jawaban tapi Eungi tak menyerah, ia kembali berbicara ” Kyuhyun-ssi, kau tidak lelah ya setiap hari seperti ini terus ”
” tidak perlu mengurusiku, urusi saja dirimu sendiri, jangan pernah menceramahiku, aku muak mendengarnya ” ujar kyuhyun datar, sambil tangan dan matanya fokus pada PSP yang sedang Kyuhyun mainkan,
benar-benar pengagguran sejati, bagaimana nasibnya jika tiba-tiba orang tuanya bangkrut, bisa-bisa mendadak jadi gelandangan dia, ujar Eiungi dalam hati, ingin rasanya ia mengatakan itu, tapi ia tidak ingin dikuliti hidup-hidup oleh kyuhyun,
Eungi melirik Kyuhyun lagi, ia baru sadar jika sedari tadi Kyuhyun sedang memainkan PSP, oh.. Jadi benar pria ini maniak game, tapi tiba-tiba saja jiwa gamernya yang terselubung ini bangkit, ia ingin sekali memainkan PSP yang sedang di mainklan Kyuhyun itu,
” Kyuhyun-ssi ”
seperti biasa, tidak ada jawaban
” Kyuhyun-ssi ” panggil Eungi lagi, dengan suara yang lebih keras, siapa tahu telinga kyuhyun mendadak tuli
” apa lagi?! ” bentak kyuhyun, ia benar-benar terusik dengan ulah istri sementaranya itu, biasanya tidak ada yang mengganggunya saat ia sedang beramin game seperti saat ini, kini Eungi tiba-tiba muncul dan merusak konsentrasinya, membuatnya jengkel setengah mati.
Eungi mendengarkan bentakan kyuhyun berjingkut kaget ” kapjagi ”
Kyuhyun bangkit dari tidurnya, menduduki dirinya sambil matanya berkilat-kilat menatap tajam kearah Eungi
” apa!, apa lagi sekarang?!, Apa yang ingin kau tanyakan lagi !, ”
seketika Eungi menciut, rupanya malaikat yang menghinggapi kyuhyun telah pergi, digantikan oleh singa jantan yang sedang kelaparan ingin menerkam mangsanya, padahalkan Eungi tak bermaksud apa-apa, tapi kenapa Kyuhyun terlihat sangat marah, bukankah ia yang sedang hamil kenapa Kyuhyun yang sensitive?.
” aku tidak ingin bertanya apa-apa, aku hanya ingin memainkan itu saja ” cicit Eungi, sambil tangannya menunjuk ke arah PSP yang Kyuhyun pegang,
melihat arah pandang Eungi, Kyuhyun terdiam, apa Eungi sedang mengidam lagi? Ia terdiam sejenak seperti memepertimbangkan sesuatu, tapi kemdian ia berkata
” jangan mimpi ! ” lalu ia meninggalkan Eungi yang bersingut-singut kesal,
menghilangkan kejenuhan dan rasa kesal akibat ulah kyuhyun yang tak membiarkan ia meminjam PSPnya, akhirnya Eungi memilih menonton televisie saja, walau begitu Eungi masih merasa kesal, mengapa Kyuhyun sebegitu teganya, ia ingin bermain game juga karena keinginan bayinya bukan karena keinginanya sendiri, walau tak menginginkan bayi ini ada, tak bisakah Kyuhyun sedikit berbaik hati, tiba-tiba saja matanya memanas, Eungi mendongakan kepalanya, menbghalau agar air matanya tak jatuh,
” kenapa aku jadi cengeng begini sih! ” rutuknya
” kyu, kau maiu kemana ”
terdengar suara nenek dari ambang pintu ruang keluarga, Eungi menoleh kearah tangga, ia melihat kyiuhyun yang tengah berdiri menghadap nenek dengan pakaian rapih, sepertinya Kyuhyun ingin keluar, pikir Eungi.
” aku mau ke bengkel, nek ” ujarnya, kemudian ia berlalu keluar
Waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, hari ini Eungi tak kekampus karena tak ada jadwal bimbingan, tiba-tiba ia sangat merindukan nenek dan keluarganya dibusan, ia duduk bersandar diranjang kamarnya, melihat galeri fotonya bersama nenek atau saudara-saudaranya yang lain diponsel miliknya, Selama dirumah ini, belum sekalipun Eungi menghubungi neneknya, karena ia takut jika sudah mendengar suara neneknya ia pasti tak kuat, dan akan menceritakan semuanya, walaupun ia tahu cepat atau lambat neneknya akan tahu, tapi untuk saat ini Eungi belum siap, selain itu juga, Eungi sangat merasa bersalah, ia merasa menjadi anak yang tidak bisa menjaga kepercayaan yang neneknya berikan, neneknya selalu bilang agar Eungi menjaga dirinya dengan baik selama tinggal di seoul, terlebih Eungi tinggal sendiri , harus menjunjung tinggi harga dirinya sebagai seorang wanita, jangan sampai terjerumus kepada hal-hal yang negative, tapi nyatanya ia malah hamil diluar nikah, bahkan saat ini ia terjebak dengan perkawinan sementara dengan orang yang tak dicintai dan mencintainya, tanpa terasa air matanya menetes membasahi layar ponsel yang sedang menampilkan gambar nenek dan Eungi berpose dengan backround sayur-sayuran, ia terisak pelan.
” maafkan aku nek ” ujarnya, sambil mengusap layar ponsel menghapus air matanya yang menetes disana,
hanya kata maaf yang selalu Eungi ucapkan apabila merindukan neneknya, karena jika ia sedang merindukan neneknya maka akan di barengi dengan rasa bersalah yang menjalar dihatinya.
” tok tok tok ”
sedang asyik bergalau ria, pintu kamarnya diketuk, buru-buru Eungi menghapus sisa-sia air matanya yang menempel dipipi mulusnya, menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskan perlahan, kemudian berdehem pelan guna mnenetralkan suaranya yang pasti akan serak karena habis menangis, setelah yakin dirinya sudah terlihat baik, ia melangkah menuju pintu, dibukanya pintu itu, dan terlihatlah bibi Jung berdiri diluar.
” ada apa bi ? ” tanya Eungi
” itu didepan, tuan muda mencarimu, maaf bibi permisi dulu, bibi sedang memasak takut gosong ” ujar bibi Jung lalu terburu-buru pergi
Eungi mengerenyitkan dahinya bingung, ” Tuan muda? Apa yang di maksud itu Kyuhyun? Ada apa dia mencariku ? Tumben sekali ” tak mau penasaran terlalu lama,
Eungi beranjak melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, sesampainya disana, Eungi kembali mngerenyitkan kan dahinya, jika dilihat dari belakang, kepala orang itu bukan kepala kyuhyun, lalu siapa orang itu?, tanya Eungi dalam hati.
seperti merasa dipandangi seorang yang duduk di sofa tiba-tiba menoleh, orang itu terlihat kaget, mana kala matanya melihat sosok Eungi berdiri di dekat tangga,
” … kau ? ”
” kau ? ”
” Seo Eungi-ssi? ” ujar orang itu, yang ternyata adalah Siwon, dengan nada tak percaya. Semalam saat diclub, Siwon sudah bilang pada Kyuhyun bahwa ia akan kerumah, karena penasaran dengan istri Kyuhyun, wanita yang bisa meruntuhkan akal sehat Kyuhyun disaat Kyuhyun mabuk, yang Siwon yakini sebenarnya tak mungkin terjadi, saking penasarannya, saat jam makan siang tiba, Siwon buru-buru melesat menuju rumah ini,
tapi, tidak disangka, ia dikagetkan dengan keberadaan Eungi yang kini mematung berdiri di dekat tangga, dengan tampang tak kalah terkejutnya dengan Siwon, ia tak bodoh, tidak perlu bertanya lagi ia tahu wanita yang dihamili Kyuhyun, sekaligus wanita yang sudah merutuhkan akal sehat Kyuhyun disaat mabuk, dan menyandang stataus sebagai istri kyuhyun saat ini adalah Seo Eungi, wanita yang juga telah mencuri hatinya disaat pertama kali bertemu, karena tingkah polosnya.
Seketika, ia mengingat ucapan Kyuhyun, yang bilang bahwa Siwon sudah mengenal istrinya, teringat juga, saat melihat tingkah Kyuhyun yang terus memandangi Eungi di FF kafe waktu itu, dan semalam, saat Kyuhyun memandang tak suka atas kehadiran Eungi, buru-buru pergi saat Eungi juga pergi.
” jadi kau istri Kyuhyun ?”
….
Setelah sesi berkaget-kaget ria, kini, Siwon dan Eungi, duduk diruang tamu ditemani dengan dua gelas teh yang bertengger manis diatas meja berbahan kaca,
” aku tidak menyaka, jika kaulah istri Kyuhyun ” ujar Siwon, santai
sementara Eungi masih merasa kaku, melihat Eungi yang terdiam, Siwon tersenyum, sambil berkata ” wah.. Aku jadi patah hati ” celetuknya, Eungi tak menanggapi, karena ia memang tak mengerti, Eungi tak tahu saja, jika ucapan Siwon barusan adalah ungkapan hati yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam,
Eungi malah memikirkan kejadiam semalam, sejujurnya, ia sangat merasa bersalah pada Siwon karena telah memarahinya, padahal siwon sudah sangat baik padanya, Eungi menyesap tehnya pelan-pelan, setelah itu diletakan lagi gelasnya diatas meja,
Ia memberanikan diri menatap Siwon, karena sedari tadi ia tertunduk, saat ini ia malu berhadapan dengan Siwon, yang baru ia ketahui ternyata adalah kakak sepupu Kyuhyun, yang berarti juga kaka sepupu iparnya (?),
” chogi …. Maaf atas kejadian semalam, aku juga tidak mengerti pada diriku sendiri kenapa harus semarah itu, padahal ucapanmu memang benar ” sesal Eungi
mendengar itu, Siwon tertawa pelan, jadi Eungi merasa tidak enak, karena marah padanya semalam, dan lagi, baru saja Eungi membenarkan kata-kata makiannya yang tanpa ia sadari semalam ternyata tertuju pada Kyuhyun.
” jadi kau sependapat denganku, jika suamimu itu brengsek dan lebih baik mati ? ” ujar siwon, dengan senyuman manis merekah indah diparas tampannya.
Kembali Eungi merasa tak suka saat Siwon berbicara seperti itu lagi, Entahlah hatinya selalu tak terima jika ada yang mengumpat atau menyumpah serapahi Kyuhyun, sudah dibilang hanya dialah yang boleh melakukan itu, meski siwon berkata sambil senyuman manis seperti itu, Eungi yakin jika Minchan yang melihat senyum menawan milik siwon itu, pasti Minchan akan langsung meleleh, tapi kenapa Eungi tidak … Siapa yang tahu
Sebenarnya, Eungi ingin marah lagi, tapi ia urungkan. Ia tidak ingin bertindak bodoh untuk kedua kalinya terhadap orang yang sama pula,
” begini Siwon-ssi, sejujurnya kata-katamu itu benar, sangat benar malah, Kyuhyun itu pria brengsek, pemarah, pemalas, pengangguran, pelit dan masih banyak lagi sifat buruk yang melekat pada dirinya, hanya saja entahlah mendengarnya dari mulut orang lain, aku sangat tak suka ” ujar Eungi, jujur.
Siwon tergelak, ia tertawa terpingkal-pingkal, hingga membuat wajahnya memerah, pelit katanya, Siwon baru tahu ada yang mengatai Kyuhyun pelit, setaunya Kyuhyun itu orang paling royal diantara pengangguran dibelahan dunia, ia jiuga tak menyangka, sebutan pengangguran dan segala umpatan-umpatan untuk kyuhyun begitu menggelitik saat keluar dari mulut Eungi, benar-benar lucu, hingga membuatnya susah untuk berhenti tertawa,
Eungi mengerutkan keningnya bingung, kenapa tiba-tiba Siwon tertawa, sepertinya tidak ada yang lucu dengan kata-katanya barusan.
” maaf, aku tidak bisa mengontrol tawaku ” ujar Siwon denga sisa-sisa tawanya,
” memangnya ada yang lucu ya ? ” tanya Eungi dengan wajah polos
seketika siwon terdiam, ia menatap dalam-dalam mata Eungi, mata yang memancarkan kehangatan, mata yang begitu indah, wajah manis, cantik, dan begitu polos, ia jadi paham mengapa Kyuhyun sampai lupa daratan waktu itu.
” aku benar-benar menyesal baru mengenalmu sekarang ” gumam Siwon, sambil terus matanya menatap Eungi,
” .. ye ? ” Eungi kembali mengerenyit bingung,
sebelum dijawab suara deheman dari arah samping Eungi terdengar, ” Ekhem ” Eungi menoleh pada asal suara, yang ternyata adalah suara Kyuhyun, bukankah sejam yang lalu Kyuhyun bilang ia pergi kebengkel, setahunya jika pria ke bengkel biasanya akan menghabis kan waktu berjam-jam, kenapa Kyuhyun cepat sekali pulang?,
” kau sudah datang, hyung ” ujarnya datar, ia menyaksikan saat Siwon memandangi Eungi penuh kekaguman, Dan ia merasa .. Entahlah
Siwon mendongak, menatap Kyuhyun, yang berdiri menjulang tinggi dihadapannya, ” ya, dan aku sangat terkejut ”
Pukul Lima sore, waktunya Eungi berangkat bekerja, Eungi melihat pantulan dirinya dalam cermin yang sedang mengenakan mantel , setelah itu dirapihkan rambutnya yang sedikit mencuat keluar, kemudian ia mengusap pelan perutnya
” kajjah, saatnya kita bekerja ” ujar Eungi seolah berbicara pada si jabang bayi
selang bebrapa detik ia melangkah menuju ranjang, mengambil tasnya yang tergeletak disana, lalu disampirkan ke pundak sebelah kirinya, setelah itu ia keluar dari kamar melenggang dengan santai, sampai didepan tangga langkahnya terhenti ketika Kyuhyun memanggilnya.
” hei manusia setengah babi ”
Eungi berdecak tak suka mendengar panggilan itu, mengapa orang-orang dirumah ini suka sekali mengganti nama orang dengan seenaknya, pertama nenek, yang selalu memanggilnya ‘anak nakal’, dan sekarang lebih kejamnya lagi, Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan yang sungguh tidak manusiawi,
manusia setengah babi katanya !,, heii namaku Seo Eungi… SEO EUNGI!, batin Eungi berteriak
Eungi mengangkat sebelah alisnya, sebagai jawaban atas panggilan Kyuhyun, lalu Kyuhyun memeberikan sebuah tas belanjaan kecil pada Eungi, sementara Eungi menatap pemberian Kyuhyun dengan bingung, ia ingat, tas belanjaan kecil ini yang dibawa Kyuhyun saat dia pulang tadi siang,
tanpa menunggu lama Eungi menerimanya ” apa ini ” cicit Eungi, lalu ia membuka tas belanjaan itu, diambilnya satu kotak yang berada didalamnya, Eungi menganga tak percaya setelah melihat gambar yang terdapat pada kotak itu yang bertuliskan PSP, Eungi mengalihkan tatapannya pada Kyuhyun yang sedang memandanginya datar,
” jangan menyentuh gameku lagi, aku tidak suka barang-barangku disentuh orang lain, selain aku ”
Eungi mengangguk, wajahnya berbinar cerah, senyumnya merekah indah, kalau begitu kata pelit dihapuskan dari ‘daftar sifat buruk Kyuhyun’ yang baru ia buat beberapa jam lalu, ia sangat gembira, hanya karena Kyuhyun memberikan PSP untuknya, mungkin bukan karena PSPnya, tapi karena fakta bahwa Kyuhyun juga perhatian padanya atau pada bayinya, walau Eungi yakin itu hanya sedikit, berarti saat Kyuhyun bilang ingin kebengkel itu bohong, karena sebenarnya Kyuhyun pergi untuk membelikannya PSP … Begitukah?
Tidak apa kan jika saat ini Eungi merasa terbang? Ia mendekat pada kyuhyun sambil mengulum senyum, menatap lekat mata coklat yang selalu membuatnya terintimidasi itu. ” Kyuhyun-ssi ” panggilnya, kemudian ……
Cuph
setelah itu Eungi lari terbirit-birit, dari hadapan Kyuhyun dengan wajah memerah bagai kepiting rebus, tanpa tahu efek yang ditinggalkannya,
Kyuhyun menegang, matanya melirik kekanan, kekiri, keatas dan kebawah tak fokus, setelah mendapat sedikit kesadarannya, Kyuhyun memegang pipinya, merasakan kehangatan yang masih tersisa disana, Ia menatap tubuh mungil Eungi yang semakin mengecil dari pandangannya, ada apa ini, mengapa jantungnya berdetak tak karuan seperti ini hanya karena dicum pipinya oleh Eungi?, bahkan dengan wanita lain saja yang lebih dari ini, bercumbu dengan erotis, tak sedikit pun perasaan seperti ini muncul,
….
Seo Eungi, saat ini ia sedang berada dibus menuju tempat kerjanya, ia duduk dikursi paling ujung dengan wajah tersenyum malu, ditutupi wajahnya dengan tas belanjaan yang kyuhyun berikan, ia mengingat kejadian tadi saat ia dengan beraninya mencium pipi kyuhyun, kemudian ia lari terbirit-birit bagai orang bodoh, Eungi tak tahu akan ditaruh dimana wajahnya saat bertemu Kyuhyun nanti, ia sangat teramat malu .
Ember mana ember !!!
Akan tetapi, Eungi tak menyesal telah melakukan itu, karena sebenarnya sudah berhari-hari yang lalu Eungi mengidam pipi gembul milik Kyuhyun itu, dan karena sikap manis Kyuhyun tadi membuatnya tidak bisa menahan diri lagi seperti biasanya, dan akhirnya keinginan bayinya ini terlaksanakan juga berkat kenekatannya,
” nak, bagaimana ini, Ibu malu jika nanti bertemu ayahmu ” ujarnya, seraya mengelus pertnya pelan
sesampainya di FF kafe, Eungi melangkah masuk lewat pintu belakang, setelah menganti dengan seragam kerjanya Eungi langsung berdiri di balik meja kasir menggantikan temannya yang baru saja pergi, dengan senyum yang masih mengembang, tapi tak berapa lama senyuman itu sirna mana kala matanya melihat ayah mertuanya duduk di diantara pelanggan lainnya, menatap datar dirinya yang justru membuat Eungi merasa terintimidasi, ia melihat ayah metuanya duduk dengan pria yang sebaya dengannya, dengan satu orang wanita muda berambut merah dengan paras cantik menawan, sedang tersenyum malu-malu, membuat setiap pria yang melihatnya akan langsung terkesima, tak berapa lama, ayah mertuanya mengalihkan pandangannya kemudian kembali mengobrol dengan orang-orang dihadapannya dengan ekspresi 100 % berbeda dari yang ditunjukan pada Eungi barusan.
Pertanyaanya, siapa wanita itu?
Kyuhyun gusar, ia berbaring di ranjangnya menghadap langit, dengan tatapan menerawang, setiap teringat ciuman kilat Eungi dipipinya selalu saja membuat jantungnya berdetak lebih kencang bagai genderang mau perang (?)
” heiss, aku ini kenapa sih !”
sudah lama Kyuhyun tak pernah merasakan, perasaan yang aneh seperti ini, kenapa sekarang tiba-tiba muncul lagi, padahal ia sudah mentup hatinya rapat-rapat agar hal-hal seperti ini tak terjadi lagi.
Tulilut tulilt
mendengar suara ponsel
Dengan malas kyuhyun mengambil ponselnya di nakas samping tempat tidur,
” hmm ” ujarnya pada sipenelpon yang ternyata adalah Donghae,
” ( Kyu, malam ini di club biasa, Lee Min ri, mengadakan party, kau harus datang, oke ) ”
Kyuhyun mengiyakan, setelah sebelumnya berfikir sejenak, lagi pula ia memang sedang butuh hiburan, menjernihkan otaknya yang tiba-tiba kusut ini, siapa tahu disana ia bisa melupakan kejadian tadi,
….
” ya Kyu, kenapa telat datang ” tanya Eunhyuk yang saat ini sedang ditemani dua gadis cantik di sisi kana dan kirinya
” tadi aku ketiduran, dimana Min Ri?, dalam rangka apa dia membuat party seperti ini ” ujar Kyuhyun, kemudian ikut duduk bersama teman-temannya
” dilantai dansa, sedari tadi dia mencarimu ” jawab salah seorang teman Kyuhyu, Henry
Kyuhyun hanya mengangguk, seraya menyesap wine yang diruangi oleh wanita sexy disampingnya.
Tak berapa lama datanglah Minri, dengan senyum menggoda, berjalan melenggak-lenggok, menggairahkan setiap pria, Minri duduk disamping Kyuhyun, seraya tangnnya dikalungkan pada leher Kyuhyun
Tubuhnya dimajukan mencoba untuk mecium Kyuhyun, tapi sebelum itu Kyuhyun buru-buru memundurkan tubunya,
” maaf, aku sedang tidak mood ” ujar Kyuhyun,
mendengar ucapan Kyuhyun, keempat temannya menganga tak percaya,
” kau, sedang baik-baik saja kan Kyu ? ” ujar donghae yang masih menunjukan wajah tak percayanya,
bagaimana teman-temannya tidak kaget, pasalnya baru kali ini Kyuhyun menolak Minri, Minri adalah wanita favorite Kyuhyun, yang tidak akan ditolak jika wanita itu ingin bermanja-manja padanya.
Kyuhyun terdiam tak menjawab, pikirannya memang sedang kusut, hanya karena ciuman dipipi yang seharusnya tak berarti apapun tapi nyatanya berefek sangat besar terhadap dirinya, niatnya datang ke club ini untuk bersenang-senang menghilangkan pikiran yang tak karuan ini, tetapi sampai disini, ia malah tak bernafsu melihat wanita-wanita sexy disini. Ia meneguk wine nya lagi dengan sekali tegukan, diletakan gelasnya ke meja dengan kasar,
” wanita brengsek!, kau benar-benar mengacaukan kehidupan bebasku ! ” geram Kyuhyun
kemudian ia pergi meninggalkan teman-temannya yang kebingungan,
” apa tadi dia meneriakiku ?” ujar Minri nanar
….
Eungi terbangun dari tidurnya, ia melihat jam sudah menunjukan pukul dua malam, Eungi baru terlelap sekitar dua jam lalu, karena merasa haus, ia bangkit dari ranjangnya dan keluar menuju dapur,
sesampainya didapur, ia menekan saklar guna menyalakan lampu dapur yang sebelumnya gelap gulita, kemudian ia terjingkut kaget mana kala ia melihat keberadaan kyuhyun yang sedang duduk sambil menelungkupkan wajahnya dimeja, untung saja bukan hantu, jika itu benar hantu, bisa dipastikan Eungi akan mati saat ini juga, selain takut di pecat Eungi juga takut dengan hantu, makhluk yang katanya kasat mata, tapi bisa membuatnya takut setengah mati,
tak ada pergerakan dari Kyuhyun, ” dia tidur ya ? ” tanya Eungi pada dirinya sendiri
kemudian ia melangkah menuju lemari pendingin, mengambil air minum, kemudian diteguk terburu-buru, takut kalau tiba-tiba Kyuhyun bangun, ia sengaja memang tidak membangunkan Kyuhyun, ia tidak mau sampai bertatapan dengan mata tajam Kyuhyun karena saat ini ia masih merasa sangat malu, walau hanya mencium pipi tetap saja ia malu,
ia selesai meneguk air putihnya, buru-buru ia menutup pintu lemari pendingin dan berbalik
tapi Eungi kembali bejingkut kaget saat melihat Kyuhyun, duduk dengan tegak, menatap nyalang kearahnya, matanya merah, memancarkan kemarahan, membuat Eungi sedikit ngeri
apa dia marah, karena ia mencium pipinya tadi sore, tanya Eungi dalam hati
” Ky..Kyuhyun-ssi, untuk kejadian tadi siang, ak..aku minta maaf, itu bukan keinginanku, itu karea aku sed..- Eumpp … ”
Eungi terbelalak kaget saat tiba-tiba Kyuhyun bangkit dan menciumnya dengan kasar, Eungi berusaha memberontak, ia meronta-ronta mencoba melepas pagutan mereka,
kyuhyun memojokan tubuh Eungi pada lemari pendingin, mencengkram tangan Eungi dengan kuat, merasa rontahan Eungi yang semakin menggannggunya, Kyuhyun melepaskan pagutannya.
” diamlah ! ” ujar Kyuhyun serak
mendengar suara serak Kyuhyun, membuat Eungi seperti dihipnotis, ia terdiam melihat mata Kyuhyun yang menyalang namun penuh gariah, seketika libidonya bangkit, ia memperhatika bibir Kyuhyun penuh minat, ia menelen ludahnya sambil terus memandangi bibir sexy itu, melihat Eungi yang sudah terdiam, Kyuhyun kembali membungkam bibir Eungi dengan bibirnya, kali ini dilumatnya dengan lembut hingga membuat Eungi membalas pagutan itu penuh hasrat, Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya kemudian berpindah pada pinggang ramping Eungi memangkas jarak diantara mereka hingga tak bersisa, semakin dibuai gairah tanpa sadar Eungi mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun, mendapat balasan yang begitu memabukan dari Eungi, Kyuhyun mengerang serak,
” ngehh ” lalu ia membopong tubuh Eungi kemaja, didudukinya Eungi dimeja tanpa melepaskan pagutannya, Kyuhyun menggigit-gigit kecil bibir Eungi, melesakan lidahnya didalam mulut Eungi
Membelit lidah Eungi yang bergerak-gerak tak karuan, semakin di buai gairah, Kyuhun melepaskan pagutannya dan berpindah pada leher putih Eungi, tangannya tak tinggal diam, ia menangkup payudara Eungi yang tertupi dengan tengtop warna hitam.
” ahh ” Eungi semakin memanas, saat ini, Eungi benar-benar sangat dibuai kenikamatan, hingga mehilangkan akal sehatnya,
semakin tidak tahan, Kyuhyun kembali membopong Eungi berjalan menuju kamar Eungi tanpa melepas pagutannya, sesampainya di kamar Kyuhyun membarikan tubuh mungil Eungi di ranjang dengan perlahan
” Seo Eungi, aku sudah tidak tahan ”
Eungi terdiam dibawah kungkungan Kyuhyun, ia mendengar Kyuhyun memangilnya, itu berarti kali pertama Kyuhyun memanggil namanya sengan sebenar-benarnya, tanpa julukan-julukan yang tak manusiawi seperti biasanya,
Saat ini mereka tidak mengenakan sehelai benangpun, Kyuhyun mengulum payudara bagian kiri Eungi, yang sebelah kanannya ditangkup dengan tangan besar Kyuhyun, dipijat dengan gerakan pelan, dengan kejantanan Kyuhyun yang berada didalam Eungi, mengerakan maju mundur dengan tempo sedang, membuat Eungi melenguh kenikmatan, sampai tak berapa lama ….
” ahhh ” mereka klimaks bersamaan, mengeluarkan sisa-sisa percintaan mereka di dalam tubuh Eungi, dengan nafas tersengkal-sengkal, Kyuhyun menjatuhkan dirinya disamping Eungi, karena ia tak mau sampai Eungi keberatan, ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Eungi yang penuh dengan keringat,
Kyuhyun bukannya tak sadar telah melakukan kesalahan lagi, ia juga bingung pada dirinya sendiri, saat tadi di club, banyak wanita sexy yang mengelilinginya mencoba menggodanya, tapi tak ada satupun dari mereka yang membuat Kyuhyun bernafsu, tapi melihat Eungi yang berdiri membelakanginya dengan sedikit mendongak karena sedang minum, malah membuatnya ‘kelaparan’ bagai anak singa butuh belaian (?)
Eungi menoleh menghadap Kyuhyun, memperhatikan kyuhyun yang sudah terlelap, ia menduduki dirinya, bersandar pada ranjang, menarik selimut sampai batas dada saat selimutnya sedikit merosot, ia menunduk, sambil tersenyum miris dipandanginya lagi wajah Kyuhyun sekilas
” aku benar-benar jadi pelacur sekarang ” ujarnya nanar
tapi kemudian ia merasa tangannya ditarik hingga ia kembali tertidur dengan posisi berpelukan dengan Kyuhyun, kepalanya beralaskan tangan kekar Kyuhyun, Kyuhyun mendekap erat Eungi hingga membuat kepala Eungi bertabrakan denga dada Kyuhyun,
” kau bukan pelacur, jangan berpikiran seperti itu ” gumam Kyuhyun
” Ky..Kyuhyun-ssi, kau ini kenapa? ” ujar Eungi gugup, bercampur bingung,
bagaimana tidak bingung, saat ini bukanlah Kyuhyun yang ia kenal, bersikap manis, hingga membuatnya terbang. Miungkinkah Kyuhyun kembali di hinggapi malaikat?
” diamlah, nikmati saja, besok aku akan kembali pada diriku yang seperti biasanya ” jawab Kyuhyun lagi
Eungi terdiam, besok Kyuhyun akan kembali pada Kyuhyun yang seperti biasanya, itu berarti begitu pagi tiba, maka malam ini akan terlupa .. Tiba-tiba mata Eungi memanas, sungguh ia benar-benar merasa seperti pelacur, diingat saat dibutuhkan, kemudian saat tak butuh dilupakan, tapi seperti kata Kyuhyun ia mencoba menikmati malam ini, walau dengan perasaan sesak, ia melingkarkan tangannya pada pingga Kyuhyun, karena dengan begini ia bisa mencium aroma tubuh Kyuhyun sepuasnya dengan jarak dekat , dan membuatnya merasa tenang
” aku jadi ingin, menyanyikan lagu ‘ Cinta satu malam’ ” gumam Eungi ngelantur, tak berapa lama ia terlelap, karena merasakan kenyamanan dalam dekapan Kyuhyun.
Samar-samar Eungi merasakan Perutnya di Elus dan dikecup, tapi Eungi mengabaikan itu, karena ia benar-benar mengatuk, lagi pula itu pasti cuma mimpi.
***TBC***

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: