Temporary Marriage Part 3

0
Temporary Marriage Part 3 ff nc kyuhyun marriage life seo eungi
Temporary Marriage part 3
Author             :  @LucyUcy_
Tittle                :  Temporary Marriage
Category         : NC-21, marriage life
Cast                 :  Cho kyuhyun – seo eungi
Sampai di bagian depan club, eungi merasa tak asing dengan tempat ini, ia menoleh ke kiri dan kesamping, ke belakang dan kedapan, tepat  saat pandangannya tertuju pada gedung club yang bertuliskan PARADISE CLUB yang dihiasi dengan lampu yang mengerlip indah , eungi berhenti melangkah ia baru menyadari jika tempat inilah yang menjadi awal kesalahnnya, eungi menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar dan kemudian kembali melangkah memasuki club, tidak, eungi tak merasakn trauma dengan tempat ini sama sekali, ia hnya sedikit kesal saja karena waktu itu memilih tempat ini sebagai tempatnya menghibur diri, yang bukannya terhibur, malah hal yang tak diinginnkan yang terjadi,

Seperti biasa tempat ini selalu ramai, di padati pria dan wanita yang mungkin sedang frustasi membutuhkan hiburan, atau sengaja ingin bersenang-senang mabuk sepuasnya dan berdansa dengan wanita-wanita sexy dengan gerakan erotis, tepat saat eungi melintasi seating area eungi melihat seorang pria dan wanita bercumbu tanpa kenal malu, sang wanita berada di pangkuuan sang pria, tak tinggal diam tangan sang pria mengrayangi setiap lekuk tubuh si wanita tanpa melepas pagutan erotis mereka,
Eungi bergidik ngeri bercampur jijik, sekelebat bayangan saat ia dan kyuhyun begumal terlintas di kepalanya, tak mau menyaksikan terlalu lama eungi kembali berjalan menuju tangga dengan langkah hati-hati karena lampu yang menyala tidak beraturan berganti warna setiap detiknya, membuat pandangannya sedikit tak focus,
Sampailah ia di ruangan vip yang dipesan teman minchan, entah teman yang mana , eungi tak tahu jika minchan punya teman yang kaya hingga mampu menyewa tempat VIP di club yang sangat terkenal ini,
“ eungi-ya, kau sudah datang, kemarilah duduk di sampingku “
Eungi sedikit membungkuk pada teman-teman minchan, kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa dimana minchan duduk, semua teman-teman minchan berpenampilan cantik dengan gaun indah yang melakat pada tubuh mereka masing-masing tapi tak terlihat sexy seperti wanita-wanita yang ia temui di bawah, tak terkecuali minchan, disini hanya eungi yang memakai kemeja yang di balut switer, dan dilapisi lagi dengan mantel, terang saja ia baru pulang kerja dan langsung ke tempat ini
“ aku baru tahu kau punya teman yang kaya “ bisik eungi ketika ia sudah duduk disamping minchan
Minchan tersenyum, menanggapi ucapan eungi,
“  kenalkan itu, gyuri eonni, dia yang sedang ulang tahun sekaligus merayakan hari jadinya dengan kekasih baru, dia menejer di café tempatku berkerja, sekaligus teman kami “ ujar minchan sambil menunjuk wanita cantik bergaun putih,
wanita yang bernama gyuri itu tersenyum pada eungi,
“  hai, senang bertemu denganmu “ ujarnya ramah
Tiga wanita lain yang duduk di ruangan VIP ini pun iku tersenyum kepada eungi
“  wah, enak sekali kau punya manager sebaik itu, muda dan sangat cantik, berbeda sekali dengan menejer tempatku bekerja “
Minchan tertawa, eungi sering sekali  menceritakan tentang cerewetnya manager di café tempatnya bekerja
“ kau jangan bicara seperti itu, nanti dia bisa terbang “
Dan ucapan minchan di sambut tawa oleh teman-teman minchan tak terkeculai gyuri dengan wajah bersemu merah
“ memangnya manager tempatmu bekerja bagiamana “ Tanya salah seorang teman minchan yang duduk di samping gyuri
“ sangat bertolak belakang dengan gyuri eonni, dia ajhumma tua yang sangat cerewet, dan sangat tidak bersahabat   “
Kemabali mereka tertawa karena kata-kata eungi,  eungi sangat mudah bergaul dengan orang baru, maka ia tak sungkan untuk bicara apa adanya lagi pula temman-teman minchan ini terlihat baik-baik
Gyuri selaku pemilik acara menuangkan cairan berwarna putih kesemua gelas yang ada di meja, saat giliran gelas yang ada di hadapan eungi akan dituangkan dengan minuman itu buru-buru eungi menolaknya
“ eonni tidak usah, aku tidak minum “
Gyuri mengerutkan keningnya “ kenapa ?”
Eungi melirik kearah minchan yang sedang melihat kearahnya, tentu saja ia tak boleh minum dalam keadaan sedang hamil bukan? Tapi eungi tak mungkin jujur pada  mereka yang baru dikelnal beberpa jam ini tentang kehamilannya
“ oh tidak apa-apa, hanya saja toleransiku terhadap alkohol sangat payah” itu tak sepenuhnya berbohong, eungi bisa  mabuk hanya dengan beberapa gelas alcohol saja,
Gyuri hanya mengangguk-angguk paham “  lalu kau ingin minum apa ?, sepertinya disini tidak ada minuman selain alcohol  “
“ tidak usah, tidak apa, sebenarnya aku kesini hanya ingin mengobrol sekaligus melepas rindu pada sahabat cerewetku ini saja “
Gyuri tertawa menanggapi kamlimat eungi “ kau benar, dia memang sangat cerewet “  kembali tawa para wanita diruangan ini menggema
“  cerewet-cerewet begini juga kau merindukanku  “ cibir minchan tapi kemudian ia ikut tertawa
Eungi dan minchan tinggal berdua di ruangan VIP tadi setelah sang empunya acara dan ke tiga teman lainnya turun kelantai dansa, minchan dan eungi di ajak untuk turun juga tapi minchan dan eungi menolak, eungi menolak karenaia tidak bisa dan tidak mau tentu saja berdesak-desakan sambil berjoget tanpa arah adalah hal yang sangat tak dianjurkan bagi ibu hamil, dan lagi eungi memang tak mau jelas itu bukan kebiasaannya, niat awalnya keclub inipun untuk bertemu minchan sedikit mengobrol untuk mencurahkan rasa rindunya, minchanpun tak  mau, ia tak mungkinmeninggalkan eungi disini sendirian ia lebih suka menemani sahabat sejawat yang sedang tertimpa nasip malang ini
“ bagaimana keadaan keponakanku didalam “ ujar minchan sambil tangannya mengelus perut eungi yang terlihat datar tapi sebenarnya ada sedikit tonjolan disana mengingat kandungannya yang sudang meninjak minggu ke delapan
Eungi tersenyum menghadap minchan “ sejauh ini baik, hanya saja ia selalu meminta hal yang aneh-aneh “
Minchan mengangkat kedua alisnya sambil menatap eungi
“ kau mengidam yang aneh-aneh “
Dan di angguki oleh eungi kemudian eungi menceritakan hal yang berhubungan dengan ngidamnya dimulai dari menjawil hidung pria tampan pelanggan café,
Sampai keinginannya bermain game, yangsebenarnya tak pernah menarik perhatiannya sejak dulu, menceritakan fakta bahwa kyuhyun ternyata  penggila game yang mungkin menyebabkan ia ingin sekali bermain game siang tadi, ia juga menceritaka soal nenek kyuhyun dan ibu mertuanya yang terkadang baik tapi sekaligus jahat, sejauh ini yang ia yakini benar-benar memperlakukan dan menerimanya dengan baik meski dengan perlakuan yang salah adalah nenek, ia belum bisa menilai tentang ibu mertuanya apa seperti nenek aatau justru ia  membenci eungi mengingat baru tadi siang lah interaksi pertamanya denagn ibu mertuanya itu, menceritakan juga tentang kyuhyun yang marah besar hanya karena playstationnya ia mainkan
“ dia kejam sekali, masa hanya gara-gara playstation saja marah “ ujar minchan ia menjadi geram mendengar cerita kyuhyun suami semntara sahabatnya
Eungi mengangguk-angguk kecil, sambil bibirnya tersenyum kecut, minchan menangkap ekspresi itu, minchan menggenggam kedua tangan eungi yang ada di pangkuannya sambil berkata
“  kenapa ? kenapa ekspresimu begitu “
Eungi kembali menggeleng
“  tidak, hanya saja aku sedikit sedih” eungi terdiam sejenak, minchan terus memperhatikan setiap ekspresi eungi sambil tangannya terus menggenggam erat tangan eungi seolah memberi kekuatan pada eungi
“ di anatara semua keinginan bayiku ini ada yang lebih buruk “
“ apa ? “ Tanya minchan
“ mungkin anakku ini ingin selalu berdekatan dengan ayahnya, akhir-akhir ini aku selalu ingin berdekat-dekatan dengan kyuhyun-ssi, hanya saja itu tak mungkin terlaksankan, melihat wajahku saja ia sudah sangat muak apa lagi harus berdekatan, itu sangat mustahil “ lagi eungi kembali tersenyum kecut
Minchan merasa iba dengan sahabat baiknya itu, tak pernah menyangka sedikitpun akan nasip sahabnya  bisa seburuk ini, minchan menari eungi dalam pelukannya
“ kau harus kuat, bertahnlah sampai tujuh bulan kedepan , setelah itu kau harus benar-benar pergi dari keluarga kejam itu, aku berjanji setelah anakmu lahir aku akan membatumu merawatnya apapun yang bisa kuberikan akan ku berikan kepada calon keponakanku nanti “
Eungi membalas pelukannya dengan sangat erat, air matanya menetes entahlah beberapa minggu belakangan eungi merasa sangat sensitive, air mata yang bisanya bisa ia tahan malah menerobos keluar dari pelupukmata
Minchan menyadari jika eungi menangis, biasanya eungi tak akan menangis semenyentuh apapun atau sekasar apapun orang berbicra kepadanya, eungi orang terpandai menekan perasaannya dalam-dalam walau sesedih apapun itu, minchan paham benar sifat eungi.
“ kau menagis “ uajrnya  minchan kaget, sambil melepas pelukannya pada eungi
Eungi terlihat malu, ini kali pertamanay ia menunjukan air matanya di hadapan minchan dan pada siapapun
“ entahlah semenjak hamil, air mataku mudah keluar “
Mincha tertawa mendengar pengakuan sahabatnya itu
“ mungkin bayimu perempuan “
Eungi mengedikan bahunya “ oh ya bagaimana pekerjaan mu “
Dan mereka kemabli membicarakan hal-hal seputar pekerjaan, kampus, bahkan menggosipi gyuri sang manager cantik di café minchan bekerja yang ternyata suka sekali berganti-ganti pasangan setiap bulan, dan entah bagiaman ceritanya pembicaran menyimpang pada kisah-kisah selebritis korea yang tertangkkap berkencan di London , kemudian menyimpang lagi pada kisah hantu yang seperti minchan lihat di jendela  kamarnya, itu adalah hal yang sudah sangat lumrah terjadi bila wanita sedang mengobrol bukan
….
Setelah puas tadi tanpa sadar mengeluarkan isi hatinya pada siwon,kini kyuhyun turun ke lantai dansa  di temani oleh gadis sexy, mereka berjoget mengikuti irama music yang memekakan telinga, berjoget dengan erotis tangan kyuhyun tak tinggal diam memeluk gadis sexy itu sambil tangannya bergerak dengan pelan di punggung gadi itu seperti menggoda ia meliuk-liukan tangannya membuat seperti lingkaran pada punggung gadis itu sesekali tangannya meremas bokong sang gadis  bukannya marah sang gadis malah membalas dengan kerlingan jahil  sambil menyunggingkan senyum menggoda tangannya ia lingkarkan pada leher kyuhyun dan di rengkuhnya semakin erat mengundang smirk kyuhyun mengembang, siapa yang akan menolak pesona pria kaya, tampan dan berkarisma sepertinya, ralat bukan kyuhyun yang kya tapi orang tuanya, ingat dia adalah pengangguran tingkat atas berhura-hura mengandalkan uang orang tuanya,
Seorang menyaksikan kegitan kyuhyun dari  seating area, seo eungi ia berdiri disana di temani minchan awalnya mereka turun untuk mencari teman-teman minchan, karena eungi ingin pamit pulang mengingat waktu sudah sangat larut, setengah satu malam, dan juga eungi memang sudah sangat lelah ingin cepat-cepat bergelung dalam selimut hangat dan menyelami dunia mimpi, eungi mencebikan bibirnya sambil tangannya menutup bagian perut dengan mantel yang  ia kenakan rapat-rapat
“ coba lihat kelakuan suami mu “ ujar minchan
Eungi mendengus
“ anakku tak boleh melihat ini “ lalu kembali merapatkan mantelnya dengan tangan menyilang, tangan kanan disisi sebelah kiri dan tangan kiri disisi sebelah kanan seolah menutupi mata sang anak agar tidak m enyaksikan kelakuan bejat ayahnya
“ apa waktu itu kau seperti itu  “ Tanya minchan
eungi menoleh mengallihkan pandangannya pada kyuhyun yang masih asyik berjoget erotis dengan gadis sexy itu, eungi mendelik kesal
“  aku tak semenjijikan itu! “
“ siapa yang tahu, saat itu kan kau sedang mabuk “
Eungi terdiam, benar juga, saat itu ia sedang mabuk, ia kembali menoleh kerah kyuhyun, memperhatika setiap gerakan kyuhyun dan gadis itu yang semakin lama semakin terlihat menjijikan, apa kah benar ia saat itu seperti gadis murahan itu, eungi bergidik ngeri sambil kepalanya di geleng-gelengkan, eungi tak mengingat betul kejadian sebelum insiden itu terjadi, apa saja yang sudah ia lakukan dengan kyuhyun hingga berakhir di sebuah kamar hotel, yang ia ingat hanay sesi percinttaannya saja, eungi kembali mengeleng-gelengkan kepalanya kenapa ia jadi mengingat hal itu lagi, itu benar-benar menjijikan
“ oh, nona, kau ada disini “
Seorang berbicara padanya membuat eungi mengalihkan pandangannya lagi dari kyuhyun, matanya bertemu pandang dengan pria tampan dengan tubuh menjulang tinggi bahkan lebih tinggi dari kyuhyun sehingga membuat eungi mendongakan kepalanya agar bisa melihat orang itu yang kini berdiri di sampingnya, eungi terkejut ia ingat betul dengan wajahn tampan orang itu, bagaimana ia bisa lupa terhadap orang yang telah ia lancangi dengan berani meminta untuk menjawil hidung orang tersebut
“  tuan hidung menggiurkan waktu itu kan? “ ujar eungi dengan tampang bodoh membuat siwon tertawa, hidung menggiurkan itu terdengar lucu sekaligus menggelikan
“ ia benar, kau masih ingat padaku rupanya “
Eungi tersenyum kepada pria itu siapa lagi kalau bukan siwon, lama-lama lehernya sakit  juga karena terlalu lama mendongak, dan juga ia menyadari sedari tadi sahabat cerewetnya tak mengeluarkan suara sedikitpu mengudang eungi untuk menoleh kearah belakannya, dan eungi  mendapati minchan menganga takjub melihat siwon yang ketampanannya bagai dewa-dewa yunani
“ minchan-ah, kau kenapa “
Eungi  tersenyum geli, ia tahu benar jika saat ini minchan sedang terpesona pada ketampanan siwon
“ dia pria yang kau jawil hidungnya itu ?“ ujarnya dengan wajah bengong
“ iya, bukankah dia sangat tampan “ bisik eungi
Minchan mengagguk mengiyakan ucpan minchan
“ aku  choi siwon, siapa namamu nona “ Tanya siwon lagi sambil mengulurkan tangannya pada minchan
Minchan kembali mendongak, tingginya hana asebatas pundak pria itu,  untuk pertama kalinya ia merutuki tinggi tubuhnya yang di bawah rata-rata, ia menjabat tangan siwon sambil menjawab pertanyaan siwon
“ aku eungi, seo eun gi, kenalkan ini temanku minchan “ lalu tangannya menarik minchan agar berjabatan denagn siwon, siwon pun tersenyum pada minchan yang masih bertampang bodoh itu
“ halo nona, aku siwon “
“ minchan aku minchan “ tangannya sedikit gemetaran dalam tuntunan eungi mengundang tawa eungi yang sudah tak bisa ia tahan lagi, sedari melihat minchan yang sebegitu terpesonanya pada siwon hingga berampang bodoh seperti itu, memang wajar, pria disampingnya ini sangat tampan eungi sanagt mengakui itu, tapi itu tak sampai membuatnya hilang kesadaran seperti dsahabatnya itu yangsampa saat ini masih terbengong-bengong ria
Siwon yang melihat eungi tertawa mengerenyitkan keningnya bingung
“ ada apa? “ tanyannya
Sontak eungi kembali menoleh dan mendongakan kepalanya menghadap siwon dengan tawa yang msih sedikit tersisa
“  tidak apa-apa “
Tak berapa lama, eungi merasakan kakinya bertambah sakit sedari tadi ia memang sudah merasakn pegal karena sudah berdiri seharian di tempat keja ditambah sedari tadi berdiri dan  berkeliling club ini mencari teman minchan tak tak kunjung terlihat batang hidungnya , ia sudah sangat lelah
“  minchan-ah aku lelah “
Reflek minchan mengalihkan tatapan bodohnya pada siwon ekspresinya berbuah khawatir pada sahabatnya itu, eungi sudah seharian bekerja ditambah harus berkeliling mencari manager sekaligus temann-temannya di tambah keadaan eungi yang sedang hamil muda
“ kau lelah, kita duduk dulu, nanti kita cari lagi mereka “
Eungi  menagngguk, sementara minchan beruusaha mencari tempat duduk yang kosong tapi matanya tak menemukan satupun tempat yang kosong semunya sudah dipenuhi oleh pasangan mabuk yang sedang bercubu atau sekelompok pria yang yang sedang asyik meneguk minuman beralkholnya ,
Sedari tadi siwon memperhatikan mereka ia tahu apa yang eungi bicarakan pada minchan, eungi sedang kelelahan dan minchan saat ini sedang memcari tempat duduk kosong, ia jadi teringat jika eungi sedang hamil
“ duduk di tepatku saja, disana “ uajr siwon sambil tangannya mengarah pada seating area di bagian paling pojok  dekat dengan segerombolan wanita- wanita sexy
“  apa, tidak mengganggu anda tuan, “ ujar minchan kali ini ia sdah tak memperdulikan wajah tampan siwon,  saat ini ia hanya sedang mengkhawatirkan sahhabat itu
Siwon menggeleng “ tidak, aku disini dengan temanku dan dia sedang dilantai dansa, jadi sekarang aku sendirian “
Minchan mengangguk “ bagaimana ? “ tanyanya pada eungi
“ tidak apa-apa, kakiku benar-benar pegal “
Merekapun berjalan, diawali dengan siwon yang ada di depan sedang eungi dan minchan mengikuti dari belakang menuju tempat duduk siwon yang di maksud tadi, hanya butuh beberapa langakah samapilah mereka pada tempat yang di maksud, tapi kemudian mereka dibuat kaget karena sesosok kyuhyun yang sedang berpagutan mesra dengan gadis tadi yang berjoget dengan gerakan erotis di lantai dansa, si wanita mengalungakn kedua tangannya pada leher kyuhyun, sementara kyuhyun terus mncuim gadis tersebut hingga mebuat gadis itu tersudut di sofa,
Dengan reflek tangan eungi kembali mendekap mantelnya rapat-rapat setelah tadi dekapannya di lepas melihat adegan ini yang bahkan dihadapan matanya membuat seo eungi memicingkan matanya, dalam hati eungi selalu bilang ‘kau tidak boleh seperti ayahmu ya nak’ berulang kali sambil tangannya aterus memeluk erat perutnya, sudut matanya melirik kea rah siwon, ia baru ingat saat di café pria itu juga dengan kyuhyun, apakah mereka teman dekat ? Tanya eungi dalam hati
“ ehemm “ siwon berdehem berusaha membuat kyuhyun mengehentikan aktifitas bejatnya, dan berhasil, kyuhyun menghentikan aktifitasnya kemudian ia menoleh kebelakang menghadap siwon dengan senyum tidak tahu malu tapi kemudian ekspresinya berubah mana kala pandangannya menangkap sesosok gadis yang berada di samping kanan siwon, kyuhyun mengerutkan keningnya, ia memandangi eungi lekat-lekat, ia mengedikan kepalanya berusaha memfokuskan pandangannya, dan ternyata wanita yang berada di samping siwon benar-benar seo eungi, istrinya, istri sementaranya, ia fikir ia hanya berhalusinansi melihat eungi di tempat ini, setelah menyadari jika itu benar-benar seo eungi, ekspresikyuhyun berubah datar
“ kyu, temanku akan ikut duduk disini, dia kelelahan, tidak apa-apakan ? “ ujar siwon
Kyuhyun tak merespon ia masih memandanngi eungi dengan satu als yang terangakt seolah mengisyaratkan pertanyaann ‘untuk apa gadis itu disini ‘
Minchan risih melihat ekspresi kyuhyun yang datar dan menatap sahabatnya seoalh tidak suka jika mereka ada disini, kemudian ia berujar
“ apa tidak apa-apa, duduk disini ?“ ujar minchan pada eungi sontak eungi mengalihkan pandangannya pada kyuhyun, ia berfikir sejenak, ia sebenarnya malas melihat kyuhyun dalam keadaan seperti ini entah kenapa hatinya ingin sekali memberi kesan kepada anaknya bahwa ayahnya adalah pria yang baik walau anaknya belum lahir didunia ini tapi ia meyakini jika  anaknya akan bisa merasakan keadaan, tapi ia sudah sangat lelah kakinya kesemutan ia sudah tak sanggup lagi untuk berdiri terlalu lama melihat sofa merah kosong itu membuatnya ingin langsung menduduki tempat itu, baiklah untuk kali ini tidak apa masih ada lain waktu untuk memberi kesan-kesan itu, yang terpenting kakinya dulu yang diselamatkan, eungi mengangguk sambil tangannya kembali mgeratkan sekpan erat mantel pada perutnya,
“  tidak apa-apalah kakiku sudah sangat sakit “ lalu ia beranjak duduk di sofa itu dengan santainya, eungi menghebuskan nafas lega, akhirnya  kakinya terselamatkan ia meluruskan kakinya untuk mengurangi rasa peglnya
“  bagaimana, apakah sudah nyaman “ ujar siwon yang sudah duduk tepat disamping eungi, eungi menoleh menghadap siwonn ia tersenyum manis sambil mengangguk kecil
“ sangat nyaman, akhirnya kakiku terselamatkan “
Mendengar itu siwon tertawa pelan, sungguh ia tertarik pada eungi sejak awal, melihat senyum eungi yang sangat manis terukir di parasnya yang sangat cantik, tingkah laku yang menurutnya menggemaskan, sejak pertemuannya dengan eungi di FF kafe, tanpa ia inginkan bayangan eungi selalu menghantuinya, padahal sebelumnya ia yang menggoda kyuhyun, tapi justru ia sendiri yang terjerat pesona eungi, yang gadis manis itu tak pernah sadari atas kecantikannya,  mengingat eungi yang memandangi hidung miliknya penuh minat, juga saat eungi meminta izin menjawil hidungnya dengan ekspresi takut-takut, andai saja eungi tak bersuami dan bahkan sedang mengandung mungkin sejak saat pertama bertemu di FF kafe waktu itu ia akan dengan gantle mengajak eungi jalan, tapi ia sadar betul jika itu tak mungkin terjadi, ia tak mungkin merebut istri orang, tapi apa ia masih tak mungkin merebut istri orngg jika ternyata wanita di sampingnya ini adalah istri kyuhyun, yang ia sudah tahu betul tentang pernikahan sementara itu
Sedari tadi kyuhyun memerhatikan siwon yang terus memperhatikan eungi dari samping, memandangi eungi yang sedang meregangkan otot-otot kakinya sambil sesekali mengobrol dengan minchan, kyuhyun memicingkan matanya seolah menyadari apa arti tatapan siwon terhada eungi itu
Choi siwon terus memandangi seo eungi, entah kenapa melihat gadis itu ia tak merasa bosan sama sekali, melihat eungi mengobrol dengan temannya sambil sesekali tersenyum membuat ia ikut tersenyum, tapi kemudian tatapannya tertuju pada tangan eungi yang memeluk erat perutnya, ia baru menyadari jika sedari tadi eungi memang merapatkan mantelnya begitu rapat dan tangnnya tak pernah lepas dari perutnya, jika tadi siwon menatap eungi dengan senyuman maka sekarang siwon menatap eungi heran,
“ eungi-ssi, kupikir sedari tadi kau memeluk perutmu, apa kau merasa kedinginan? Tapi kurasa disini sangat hangat –,  atau selain kakimu yang sakit perut mu juga sakit ? “ Tanya siwon penasaran sekaligus khawatir
Sementara kyuhyun yang sedari tadi memandangi siwon reflek menoleh pada eungi, tatapannya dialihkan pada bagian perut eungi yang ditutupi rapat-rapat, ia baru menyadari jika eungi memegangi perutnya sejak tadi,
Mendengar pertanyaan siwon yang terkesan penuh kekhawatiran membuat eungi tersenyum kikuk, ia melirik kyuhyun dan gadis sexy disebelahnya dengan tampang seolah tidak suka dengan keberadaannya  sekilas, ia kembali merapatkan mmantelnya,  kemudian ia kembali mentap siwon dengan senyum kikuknya ia berkata
“ oh bukan, perutku tidak sakit ataupun kedinginan, hanya saja –.. “ eungi terdiam sejenak ia kembali melirik kyuhyun dengan tatapan tajam tapi tak berapa lama tatapannya beralih lagi pada siwon yang masih memandanginya dengan alis berkerut
“ hanya saja ? “
Eungi tertawa kikuk, dia bingung harus menjawab apa,
“  bagaimana ya –.. begini, singkatnya aku ingin menutupi mata anakku agar tidak melihat kelakuan buruk ayahnya, iya begitu “ eungi kembali tertawa dengan wajah yang kaku
Kyuhyun yang mendengar itu seolah ditampar, ia juga sadar saat eungi mentapnya dengan tatapan tajam tadi, entah kenapa ia jadi merasa buruk saat ini, ia memandangi perut eungi entah apa yang sedang ia pikirkan
Siwon terlihat semakin bingung, menutupi mata anaknya agar tidak melihat kelakuan buruk ayahnya? Ayah bayi yang dikandunnya  pasti adalah suaminya kan? Tapi memangnya kenapa dengan suamninya, apa suaminya ketahuan selingkuh? Tapi jika iya, kenapa reaksinya seolah ia biasa saja mengetahui hal itu, siwon semakin bingung pikirannya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan untuk wanita di hadapannya
“ maksudmu, suamimu ada disini dan dia sedang berselengkuh ?
mabuk-mabukkan? Atau apa, Aku jadi bingung “
Eungi tertawa pelan melihat wajah bingung siwon eungi merasa lucu dengan ekspresi itu, pria itu tampan tapi sangat lucu jika sedang bingung
“ iya kau benar “ , ia sengaja ingin membuat siwon semakin bingung dengan jawabannya, ia senang sekai melihat orang kebingungan, entah kenapa ia sangat ingin menjahili siwon, karena tampang bingungnya yang lucu, apa ini bagian dari kehamilannya karena biasanya eungi tak akan jahil seperti ini, atau jangan-jangan anaknya akan jadi anak yang jahil nanti, entahlah eungi tak tahu
Sementara siwon semakin kebingungan, perkataannya yang mana yang benar, suaminya berselingkuh atau mabuk-mabukan
“ maksudmu? bagian mana yang benar ?“ kerutan di dahi siwon semakin membuat eungi ingin mengerjainya, tapi ia urungkan karena ia merasa kasihan juga melihat orang yang sudah baik padanya, pria ini dua kali jadi koraban atas menngidamnya, pertama karena hidung menggiurkannya hingga eungi menjawil hidung itu, dan kedua adalah saat ini karena ekspresi lucu kebingungan itu hingga menimbulkan rasa ingin mejahilinya
“ keduanya benar, tadi aku lihat dia berjoget-joget erotis dengan seorang wanita dan aku yakin dia juga pasti mabuk, aku merinding melihatnya “ ujar eungi sambil bergidik
Kyuhyun kemabli mentap eungi dengan sedikit terkejut, jadi eungi melihat ia di lantai dansa dengan gadis disbelahnya ini , diliriknya gadis tadi yang masih setia di sampingnya, di tatap kyuhyun gadis itu malah bergelayut manja, kepalanya disandarkan pada pundak kyuhyun, entah kenapa kyuhyun terlihat risih dengan cepat ia melepaskan gelayutan manja gadis disebelahnya dengan paksa
“ ah, wae “ ujar gadis itu manja sambil tangannya menarik tangan kyuhyun lagi dan di ayun ayunkan, manja
Kyuhyun semakin tak suka ia kembali menarik tangannya dengan kasar hingga gadis itu sedikit terdorong hingga ke ujung sofa
“ heish, pergilah ! “
Kyuhyun membentak gadis itu, sontak membuat siwon, eungi dan minchan meoleh kearah kyuhyun dan gadis itu yang terlihat ketakutan karena di bentak dan di tatap tajam oleh kyuhyun akhirnnya beranjak pergi dengan langkah setengah berlari, eungi mentap heran kyuhyun yang tiba-tiba mengusir wanita itu bukankah beberapa menit yang lalu mereka sangat mesra.
“ suamimu sangat menakutkan “ bisik minchan
Eungi menghadap kearah minchan “ majja, dia galak sekali “ bisik eungi juga pada minchan,
“ apa Tadi siang dia membentakmu dengan menakutkan seperti itu  ? “
Eungi mengangguk menaggapi bisikan minchan, minchan terlihat tak suka, ia menatap tajam kyuhyun, seperti menyadari bahwa ia sedang di pandangi, matanya juga menatap pada minchan kyuhyun mengangkat  satu alisnya
“  wae “ ujar kyuhyun datar
“ anni !“ lalu ia melengos kearah eungi lagi, benar-benar nasip sahabatnya ini sangat tidak beruntung, walau suaminya sanagt tampan minchan mengakui itu tapi apa artinya jika sikapnya sangat kasar
“ eungi-ya, aku cari gyuri eonni dan yang lainnya keruangan tadi ya, mungkin mereka sudah kembali “
Eungi mengangguk “ pergilah, tidak enak pada gyuri eonni, kaukan datang bersama mereka,  sebentar lagi aku juga pulang, ini sudah sangat larut “
“ tidak, aku akan mengantarmu menunggu taxi, bagaimana mungkin kau keluar sendirian selarut ini, kauka sedang hamil “
Eungi tersenyum mendengar perhatian sahabatnya itu “ tidak apa-apa, aku sudah terbiasa pulang sendirian pada larut malam begini, “
Wajah minchan menunjukan kalau dia khawatir jika eungi keluar dari tempat ini sendirian, eungi menyadari ekspresi itu, iapun kembali tersenyum lalu berkata
“ hey, kim minchan-ssi aku tidak apa-apa, kenapa kau jadi berlebihan begini “
Mincha akhirnya mengalah, lagi pula ia juga merasa tak enak pada gyuri dan yang lainnya karena meninggalkan mereka terlalu lama,
“ baiklah, kau hati-hati ya, aku pergi dulu “ menchan memeluk eungi dan sedikit membungkuk pada siwon, kemudian ia berlalu dari seating area menuju lantai atas tempat VIP room yang gyuri dan yang lainnya tempati
Akhirnya eungi duduk bertiga di sini, ia duduk di samping siwon dan kyuhyun ada di sebrang sofa, masih menatap lekat eungi, ia merasa kerongkongannya kering, diambilnya botol yang berisi minuman beralkohol dan dituangkasn pada gelas kecil yang ada di hadapannya, kemudian ia mengangkat gelas itu tapi gerakannya terhennti saat matanya melihat perut eungi yang masih ditutupi begitu rapat oleh wanita itu, ia teringat pada perkataan eungi tadi
Aku ingin menutupi mata anakku agar tidak melihat kelakuan buruk ayahnya
ia mengurungkan keinginannya untuk meminum minuman itu, entah kenapa perkataan eungi barusan sangat menusuk pada relung hatinya, akhirnya kyuhyun meletakan gelas itu dengan kasar hingga terdengar benturan antara gelas dan meja yang berbahan kaca dengan suara keras
“ sial ! “ umpatnya
Eungi melihat siwon dengan alis berkerut, ada apa dengan orang itu? Siwon berdehem, untuk mengalihkan suasana yang mendadak dingin, ia juga masih penasaran dengan pertanyan-pertanyaan di otaknya yang belum terjawab, Mendengar penjelasan eungi  tadi bukannya paham siwon semakin bingung, jika memang benar suaminya berselengkuh kenapa ia bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa, ekspresinya sama sekali tak terlihat sedih atau pun kecewa
“ eungi-ssi, aku masih bingung, jika kau mengetahui suamimu berselingkuh, kenapa kau tidak terlihat marah sama sekali “
Eungi mengalihkan tatapannya pada siwon setelah tatapannya tadi ditujukan pada kyuhyun yang meletakan gelasnya di atas meja dengan kasar sambil mengumpat,
“ aku memang tidak boleh marah, aku dan dia punya kehidupan masing-masing “
Siwon kembali mengerutkan keningnya entah sudah berapa kali ia melakukan itu hanya saja ia selalu  kebingungan denagn jawaban yang eungi berikan, siwon butuh jawaban yang lebih rinci, tidakkah ia merasa bahwa dia terlalu mencampuri urusan orang ?
“ maksudmu punya kehidupan masing-masing itu apa?, aku benar-benar tak mengerti, tapi sejauh yang aku tangkap dari ucapanmu kupikir suamimu adalah orang brengsek dan tak tahu diri yang lebih pantas mati ketimbang menyakitimu seperti ini “
kyuhyun yang mendengar itu ia Reflek menatap tajam kerarah siwon, siwon tak tahu saja jika suami brengsek yang barusan ia kata-katai adalah dirinya, cho kyuhyun, sepupunya sendiri, kyuhyun mendengus kesal, ia ingin sekali meninju mulut siwon yang kelewat kurang ajar itu.
Beberapa menit yang lalu eungi masih menyukai ekspresi kebingungan siwon tapi mendengar perkataan itu dengan ekspresi yang masih kentara kebingungan eungi jadi merasa muak, dan entah kenapa ia tak suka atas perkataan siwon yang menjelek-jeleki kyuhyun, walau sebenarnya dari dalam lubuk hati yang paling dalam ia menyetujui kata-kata siwon barusan, mungkin ini efek kehamilannya
“ sebelumnya terimakasih atas kebaikan anda siwon-ssi, tapi maaf, sepertinya kau tidak perlu untuk tahu mengenai kehidupan rumah tanggaku, mengenai suamiku, kau tidak seharusnya berbicara seperti itu, aku membawa serta anakku dan aku tidak mau anakku mendengar kata-kata itu dari orang lain “
Siwon jadi merasa bersalah atas ucapannya, ia tidak sadar jika ia terlalu ingin tahu masalah kehidupan eungi “ maafkan aku, aku tak bermaksud seperti itu “
Eungi mengehembuskan nafas, ia menatap siwon yang terlihat merasa bersalah atas ucpannya tadi, iapun bingung kenapa harus marah dengan kata-kata siwon, sebenarnya apa yang siwon katakana tadi sangat benar, kyuhyun memang pria brengsek,  tapi entah kenapa  ia tak suka mendengar kata-kata itu dari mulut orang lain, hanya dialah yang boleh mengatai kyuhyun seperti itu
“ tidak apa-apa, kalau begitu aku permisi “ lalu ia beranjak dari duduknya, ia membungkuk sedikit lalu kemudian ia pergi meninggalkan siwon dan kyuhyun
Siwon memandang bahu eungi dengan rasa bersalah, sebenarnya ia berencana  ingin mengantar eungi pulang tadi kalau eungi tak marah seperti ini
Sementara kyuhyun yang sedari tadi diam mendengarrkan pembicaraan eungi dan siwon juga ikut memandangi punggung eungi yang semakin lama tenggelam dalam keramaian orang-orang yang berlalulalang, ia cukup terkejut dengan kata-kata eungi yang seolah tak suka jika dirinya dijelek-jeleki, ia heran kenapa eungi marah, bukankah selama ini yang ia lakukan hanya marah-marah saja pada wanita itu, bahkan saat tadi siang eungi memainkan playstationnya ia memarahi eungi dan akhirnya eungi juga ikut marah padanya
“ sepertinya aku salah bicara “ ujar siwon
Kyuhyun menoleh, ia memperhatikan raut siwon yang terlihat sedih, kyuhyun menaikan alisnya, apa kakak sepupunya itu menyukai isterinya, tapi ia tak begitu memusingkan itu, ia kembali menoleh kearah perginya eungi tadi tapi eungi sudah tak terlihat lagi,
“ hyung aku pulang duluan “ ujarnya kemudian ia melesat pergi dari tempat itu, menerobos keramaian, sampai didepan ia melihat eungi berjalan dengan santai, kemudian ia terburu-buru berlari keparkiran, menncari dimana mobilnya terparkir setelalah ia menemukan keberadaan mobilnya ia langsung  menaiki mobil ferarri hitam miliknya itu, ia menginjak pedal gasnya dengan kecepatan sedang, matanya menagkap eungi yang sudah berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taxi,
Eungi merapatkan mantelnya kembali, tapi ini bukan karena ia ingin mencoba menutupi mata anaknya lagi, tapi karena ia memang  sedang merasa kedinginan , ia menunggu taxi tapi taxinya belum datangg-datang juga, sampai akhirnya matanya mengkap mobil ferarri hitam yang sangat familiar berjalan pelan dan berhenti dihadapannya , kaca mobil itu sedikit terbuka menampilkan sosok kyuhyun yang bertengger manis duduk di kursi kemudi
“ cepat masuk “
Eungi melengos, ia tak memperdulikan kata-kata kyuhyun, selain marah pada siwon ternyata eungi juga marah pada kyuhyun tapi entah karena apa, sepertinya moodnya sedang buruk, mood yang naik turun adalah hal yang biasa untuk wanita yang sedang hamil bukan ? bahkan beberapa menit sebelum ia marah pada siwon tadi ia masih tersenyum begitu manis
“ yak, cepat masuk ini sudah malam “ ujar kyuhyun tak sabar karena eungi tak merespon kata-katanya
“ tidak mau, aku mau menunggu taxi saja “ ujar eungi datar
“ heiss ! “ kyuhyun mengupat kemudan ia keluar dari mobilnya dan menyert eungi masuk kemobil, baru sampai ke depan pintu mobil eungi meronta
“ yak, aku mau naik taxi saja ! “
Kyuhyun tak memperdulikan itu, ia membuka pintu mobil dan kemudian mendorong masuk eungi ke dalam mobil, setelah itu ia berputar menuju pintu kursi kemudi mobilnya, sebelum ia menginjak pedal gasnya ia menoleh kearah eungi, yang sedang memandangi arah depan dengan wajah cemberut
“ aku akan mengantarmu pulang “
eungi menoleh menghadap kyuhyun “ aku ingin naik taxi saja, mengapa kau malah memaksaku “ ujarnya dengan nada tak suka
“ memangnya apa yang membedakan antara naik taxi dan pulang bersamaku, akan sama-sama sampai rumah juga kan “
“ tentu saja berbeda, di taxi tidak ada kau ! “
Kyuhyun memutar bola matanya malas, ia sedang malas berdebat dengan eungi, hatinya menggerakan dirinya untuk sedikit berbaik-baik pada ibu calon anaknya itu dengan cara mengantar eungi walau ini memang sudah seharusnya ia lakukan sebagai seorang suami bukan? Sebenarnya juga ia sedikit merasa bersalah karena ia memarahi eungi tadi siang yang memainkan playstationnya ,
“ jadi kau tidak suka melihatku, begitu “
Tidak, aku sangat suka, bahkan aku senang sekali sekarang bisa puas memandangi wajahmu, walau sesungguhnya aku tak ingin  tapi anakmu sanagt ingin, batinnya berteriak
“ menurutmu? “ ujarnya dengan nada sok sinis
Kyuhyun tak menggubris kata-kata eungi karena Suara ponselnya berbunyi  tanda ada panggilan masuk, ia mengambil benda canggihberbentuk persegi empat itu disaku jaket yang ia kenakan, ia mengerenyit melihat didalam layar ponselnya terdapat panggilan dari nomor rumahnya, tumben-tumenan orang rumah menghubunginya, tanpa menunggu lama kyuhyun  menekan tombol hijau pada pnselnya setelah itu diarahkan ponselnya pada telinga kananya
“  yeoboseo “
“ ………… “
Mendengar seoranng berbicara di seberang telfon, sudut matanya melirik eungi yang sedang menyadarkan diri pada kursi penumpang disebelah kyuhyun
“ dia bersamaku, kami akan segera pulang “
Eungi menoleh pada kyuhyun, ia mengerenyit bingung mendengar sepertinya dirinya dibawa-bawa dalam pembicaraan kyuhyun dengan orang di seberang telfon yang eungi tak tahu siapa, tahu jika eungi penasaran kyuhyunpun berkata
“ tadi itu nenek, nenek bilangg kauu sudah malam belum pulang-pulang dan aku disuruh mencarimu “
Mood eungi kembali naik, ia terssenyum nenek mertuanya sangat memperhatikannya, padahal ia tadi sudah menghubungi bibi han agar member tahu nenek kalau ia kan pulang larut “ begitukah “
“ sepertinya kau sangat senang “
Eungi tak menggubris itu ia kembali memandangi jalannan di depannya degan senyum yang masih mengembang, tak berapa mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam yang penuh dengan gemerlap lampu
tbc

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: