Temporary Marriage Part 2

0
Temporary Marriage Part 2 ff nc kyuhyun marriage life
Temporary Marriage part 2
Author             :  @LucyUcy_
Tittle                :  Temporary Marriage 1
Category         : NC-21, marriage life
Cast                 :  Cho kyuhyun – seo eungi
Eungi berdiri di balik meja kasir tempatnya berkerja di FF café, ia mematung menadangi pria tampan yang bertubuh tinggi tegap perawakannya atletis  sangat maskulin, tapi bukan karena pria itu tampan atau maskulin yang menjadi pusat perhatiannya, tapi hidung pria itu yang mancung,  entah kenapa ia ingin sekali menarik hidung itu, tangannya benar-benar gatal ia tidak tahan ingin menjawil hidung itu dan menariknya kuat-kuat, mungkin karena keinginan bayinya, tapi kenapa harus menjawil hidung orang yang tak dikenal, eungi jadi merasa kesal pada keinginannya yang aneh ini, jika eungi memberanikan diri untuk meminta izin menjawil hidung pria itu,ia takut jika nanti orangnya marah dan menganggapnya tidak sopan,dan kemudian complain pada menejernya lalu ia dipecat, oh tidak!,  tapi jika tidak tangannya terus bergerak-gerak gelisah menahan diri untuk tak menjawil hidung itu dengan paksa.

Pria itu yang sedang menunggu kopi pesanannya dibuat, kebingungan mlihat tingkah eungi, yang sedari tadi memandanginya seolah ingin menyampaikan sesuatu tapi tertahan
“ apa ada yang aneh denganku, nona “ Tanya pria itu akhirnya
Eungi terkesiap kaget mendengar orang itu berbicara, apa ia terlalu jelas memandanginya ya
“ annio tuan, maaf jika aku lancang, hanya saja – .. “
Eungi mengehentikan kalimatnya, sebenranya eungi ingin sekali bilang pada pria meminta izin untuk menjawil hidung mancung itu, tapi kembali lagi ia takut kalau samapai pria itu marah dan hal yang tak diinginkannya terjadi
“ bicara saja nona, tidak apa-apa “ ujar pria itu ramah
Melihat sepertinya pria itu pria baik maka eungi membranikan diri mengatakannya, ya semoga saja orang itu benar-benaa baik, lagi pula kan hanya menjawil sedikit, ah tidak bukan sedikit tapi banyak dan kuat, eungi kembali merutuk karena sudah tak tahan lagi ingin menjawil hidung mancung menggiurkan milik pemuuda tampan di hadapannya itu,
“ maaf sebelumnya tuan, aku sedang hamil, anda tahu kan jika orang hamil itu suka mengidam yang aneh-aneh, dan saat ini aku sedang mengidam yang sangat aneh – …. “
“ sebenranya kau ingin bicara apa nona? “ potong pria itu karena terlalu bingung dengan ucapan eungi yang panjang lebar tapi sama sekali tak ia pahami
Sementara eungi hanya tersenyum kikuk,
“ sebenranya, aku sedang ingin sekali menjawil hidung anda tuan, bolehkah? “ ujar eungi hati-hati, “ kalau tak boleh juga tidak apa-apa tuan, maaf aku sangat lancang “ melihat ekspresi pria itu yang seperti tak suka membuat eungi jadi takut, ia membungkuk berkali-kali sebagai wujud penyesalannya
Pria itu tersenyum melihat tingkah eungi, sebenarnya ia agak kaget saat eungi bilang ia sedang hamil karena eungi terlihat masih sangat muda dan sangat cantik pula, `sepertinya benar apa kata orang, wanita cantik akan cepat menikah
“ tidak apa-apa nona, kau boleh menjawil hidung ku “
Sontak eungi mendongakkan kepalanya menatap mata pria itu, ia merasa senang dan sedikit tak percaya, ia pikir orang itu tak akan mengizinkan dan akan marah  padanya, tapi ternyata tidak
“ jongmalyo ? “
Pria itu mengagguk pelan menanggapi pertanyaan  eungi,
Tanpa sadar eungi tersenyum senang, pria itu menatap eungi yang sedang tersenyum, manis, ujarnya dalam hati , dan  pria itu juga ikut tersenyum,
Eungi bersiap mengulurkan tangannya untuk menjawil hidung orang itu tapi ia sedkit kesusuahan karena terhalang meja kasir dan tubuh pria itu terlalu tinggi, dengan baik hatinya pria itu mencondongkan tubuhnya ke hadapan eungi mempermudah eungi untuk menjawail hidung mancungnya, eungi tersenyum dan akhirnya ia bisa menjawil hidung itu, ditekannya sedikit keras tapi baru berapa datang seorang datang mengganggunya
“ hyung ! “
dengan reflek eungi melepaskan tangannya dari hidung pria itu, ia seperti mengenal suara itu, eungi menoleh kesumber suara, dan ternyata dia adalah … kyuhyun,
Eungi tediam, lebih tepatnya ia bertanya-tanya  ,  untuk apa pria itu kesini dan lagi kyuhyun memanggil orang ini hyung apa mereka saling mengenal pikir eungi, ia menatap kyuhyun cukup lama, sampai akhirnya matanya berrtemu pandang dengan kyuhyun
Kyuhyun melihat adegan jawil menjawil itu tadi, tapi sebelumnya ia tak tahu kalau wanita yang sedang menjawil hidung sepupunya adalah istri semantaranya, seo eungi, karena tubuh kecilnya itu tertutup dengan tubuh sepupunya yang besar dan menjulang tinggi, kyuhyun cukup kaget tapi ia berusaha menguasai dirinya agar terlihat biasa saja, selain itu ia juga terkejut karena mendapati eungi bekerja di café, kyuhyun pikir eungi mahasiswa pengagguran sama sepertinya yang mangandalkan uang yang dikirim orang tuanya dari kampung untuk bertahan hidup di ibu kota ini,
“ oh , kyuhyun-ah, kau sudah datang “ ujar pria itu
Sedari tadi  eungi memperhatikan mereka berdua, terlebih kyuhyun, yang sekrang sudah mengalihkan pandangannya pada pria di hadapannya itu,
Benar mereka saling mengenai, pikirnya
“ apa yang kau lakukan tadi ?” Tanya kyuhyun penasaran
Tentu saja penasaran istri dan kakak sepupunya sedang berjawil-jawilan hidung, oh tidak bukan berjawil-jawilan hanya eungi yang menjawil hidung kakak sepupunya ..
“ oh , tadi nona ini bilang ia sedang hamil dan mengidam ingin menjawil hidungku, mungkin hidungku sangat mempesona , bukan begitu nona “ jawab pria itu tersenyum mengahadap eungi yang masih menatap kyuhyun
Eungi mengalihkan pandangannya pada pria yang mengajaknya bicara itu, Eungi hanya mengagguk  pelan sebagai jawaban dari pertanyaan itu
“ cih, menggelikan “
“ itu tidak menggelikan, bodoh , ibu hamil memang sering mengidam seperti itu, makanya kau segera punya istri kau akan tahu jika istrimu hamil nanti “
Kyuhyun terdiam sudut matanya melirik eungi yang kembali melihat kearahnya , Kakak sepupunya ini tidak tahu kalau kyuhyun sudah menikah terlebih yang dinikahinya adalah wanita yang mengidam ingin menjawil hidung kaka sepupunya tadi , ia baru pulang dari perjalanan bisnisnya di London, dan kyuhyun juga belum memberitahunya, biarkan sajalah nanti juga tahu sendiri
….
Eungi memperhatikan terus kedua orang pria yang yang sedang mengobrol  duduk didekat  kaca besar berpemandangan jalanan luar, dilihat dari gesture tubuh mereka, mereka seperti sudah lama saling menegenal, tapi kenapa ia tak melihat pria itu dalam acara pernikahannya kemarin
Seolah merasa dipandangi seseorang , mata kyuhyun melirik kearah eungi, benar saja ia memang sedang di pandangi, akhirnya mereka jadi saling bertatapan ,eungi yang merasa sedang di tantang adu pandang karena kyuhyun terus memandanginya dengan tajam tanpa berkedip membuat ia mengurungkan niatnya untuk memalingkan wajahnya, eungi terus mentap dengan wajah balik menantang, alisnya ia naikan sebelah sebagai tanda pertarungan adu pandang sengit yang saat ini sedang meraka lakukan, seperti orang bodoh memang tapi ini seru juga, jika tidak bisa saling mengakrapkan diri sebagai suami istri sementara bukankah saling menantang sangat mengasyikan,
Tapi kemudian akhirnya eungilah yang harus memalingkan pandangannya terlebih dahulu, karena ada sepasang pelanggan, pria dan wanita remaja berseragam  sma yang memesan, eungi sedikit kesal pada pelanggan ini karena memesan pada waktu yang tidak pas, eungi jadi kalah beradu pandang, ia merasa tak boleh kalah dalam segala hal didepan kyuhyun,
Choi siwon –sepupu kyuhyun–  sedari tadi melihat kyuhyun yang terus memandang kearah belakangya, karena penasaran apa yang di pandangi kyuhyun akhirnya ia  menoleh kearah pandangan kyuhyun, dan matanya melihat eungi yang sedang mkelayani pelanggan, mengerenyit bingung melihat adik sepupunya yang tak memalingkan matanya sama sekali pada eungi
“ kau tertarik padanya ,kyu “
Kyuhyun memalingkan tatapannya dari eungi dan memandang kearah siwon, ia terkejut dengan pertanyaan kakak sepupunya kenpa bisa berfikiran seperti itu, memangnya adakah hal yang menunjukan kalau ia tertarik pada gadis yang sudah menjadi istri sementaranya itu,
Sebelum menjawab kyuhyun meneguk espressonya pelan, untuk membasahi tenggorokannya yang sedikit kering
“ apa yang kau bicarakan “ ujar kyuhyun pura-pura tak tahu
“ kalau begitu kenapa sedari tadi kau memandangi, kasir itu? gadis itu memang cantik tapi dia sedang hamil,  itu Tandanya dia sudah punya suami, lebih baik kau jangan mencoba merayunya “
Kyuhyun mencebikan bibirnya,
suaminya adalah aku bodoh
lagi pula siapa yang mau merayunya, menikah dengannya saja terpaksa ,
dan lagi apa katanya?, cantik, kyuhyun kembali memandang kearah eungi yang masih melayani pelanggan lainnya, di lihatnya setiap lekuk wajah eungi, wajahnya berbentuk oval, matanya indah hidungnya mancung dan bibirnya ranum berwarana merah alami, jika diperhatikan lebih detil eungi tidak memakai make up apapun sekarang tapi terlihat begitu cantik, ya, kyuhyun mengakui jika eungi memang cantik biar bagaimanapun ia pria normal yang juga bermata normal, dan entah bagaiman ia jadi mengingat percintaannya sekitar dua bulan lalu di sebuah kamar hotel dekat dengan paradise club tempat yang biasa ia datangi bersama teman-temannya dan akhirnya bertemu eungi, walau mabuk ia sangat mengingat apa saja yang telah ia lakukan pada gadis itu, mata indah itu, hidung mancung itu, bibir ranum itu dan seluruh tubuh gadis itu semuanya ia jelajahi, ia cecapi dengan bibirnya, bahkan ia ingat berulang kali menciumi bibir  gadis itu karena rasanya yang sangat manis entah itu karena minuman yang gadis itu minum atau memang karena eungi memiliki rasa bibir yang manis alami
kemudian kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala, ia merutuki dirinya sendiri karena kembali mengingat percintaanya dengan eungi, ya ini bukan kali pertamanya kyuhyun mengingat hal itu bahkan selama dua bulan terakhir sebelum bertemu dengan eungi kyuhyun selalu mengingat itu, biar bagaimana pun itu adalah pengalaman pertamanya dan ia sangat merasa luar biasa akan hal itu.
“ lihat kau memandanginya lagi “ ujar siwon lagi sedari tadi ia melihat kyuhyun yang terus memandangi eungi
“  ya kyu, sudah ku bilang dia bersuami “
“ heiss, lagi pula siapa yang ingin merayunya sih, kau ini rebut sekali “
Siwon hanya tertawa melihat  adik sepupunya bertingkah aneh, siwon tak tahu apa-apa jadi ia berfikir jika kyuhyun menyukai gadis itu, padahal tidak, malah sebaliknya kyuhyun sangat tak suka pada gadis itu,
tapi siapa yang tahu hati seseorang kan? bisa saja di mulut bilang tidak ternyata di hatinya suka, hanya tuhanlah yang tahu
.
.
.
Waktu menunjukan pukul 10 malam itu tandanya pekerjaan eungi selesai, ia bergegas menuju ruang loker mengganti baju kerjanya dengan baju yang tadi pagi ia kenakan ke kampus, kemeja putih dan celana levis biru toska sudah melekat rapih dan pas di tubuh eungi, eungi berkaca pada cermin  kecil di balik pintu lokernya, merapihkan rambut cokelat gelap tergerainya yang sedikit berantakan setelah itu di ambilnya tas didalam loker kemudian ia menutup lokernya kembaii, menyampirkan tas itu di bahu kiri dan kemudian melesat pergi menuju halte bus
kebetulan bus ini sepi hanya ada beberapa penumpang,  Eungi memilih duduk di kursi paling ujung bus,  wajahnya menghadap jendela melihat pemandangan malam di jalanan, walau sudah malam masih banyak orang berlalu lalang, keluar masuk dari sebuah toko-toko yang berjejeran rapih disana
Kemudian ingatannya melayang pada kejadian tadi saat ia beradu pandang dengan kyuhyun, ia tersenyum kecil , baru sekarang ia sadar bahwa tadi ia benar-benar konyol melakukan hal itu, walau tadi eungi melayani pelanggan tapi ia tahu kyuhyun kembali memandanginya lagi, entah kenapa ia sanagt suka itu, bahkan sebenarnya ia ingin sekali dekat-dekat dengan kyuhyun mencuim aroma tubuh kyuhyun tadi pagi di ruang televisi membuat nya ingin terus-terusan berdekatan dengan kyuhyun, mungkin ini keinginan bayinya yang selalu ingin dekat-dekat dengan ayahnya tapi mau bagaimana, mengharapkan bayi ini ada saja tidak, apa lagi eungi yang notabennya adalah orang luar yang bahkan di bencinya,
Jika saja eungi bisa memutar waktu maka ia ingin sekali hari itu tidak pergi ke club itu agar tidak bertemu dengan kyuhyun, maka hal ini tidak kan terjadi, tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur ia tidak bisa merubah keadaan kecuali menghadapinya
eungi tersenyum kecut, matanya sedikit basah memang beginilah eungi, ia  adalah orang yang selalu memendam kesakitannya sendiri seolah tegar dari luar tapi ternyata ia sangat rapuh dan cengeng, disaat-saat sendiri seperti inilah ia bisa sepuasnya mengeluarkan butiran bening di matanya yang sudah sejak kemarin ia tahan, menurutnya air mata adalah bentuk kelemahan maka itu tak boleh di perlihatkan pada siapapun kecuali dirinya sendri, minchan pun tak pernah melihat eungi menangis tapi walau begitu minchan tetap sangat memahami eungi,
dan  kemudian eungi tersenyum lagi mengingat nenek mertuanya, walau ia tinggal dengan orang-orang jelas-jelas tak menginginkannya hadir, setidaknya masih ada orang yang perduli dengannya dirumah itu, walau sedikit kasar tapi nyatanya ia memang perhatian pada eungi .
….
Tiba didepan rumah besar keluarga cho, langakahnya terhenti, ia terdiam sejenak di depan gerbang besar rumah itu entah apa yang ia pikirkan , tapi kemudian ia kembali melangkah memasukan kombinasi angaka untuk membuka pintu gerbang itu, di peltaran rumah itu sangat sepi, hanaya ada lampu-lampu taman  dan juga suara air mancur buatan yang meramaikan suasana,
Eungi membuka gagang pintu rumah utama setelah ia kembali memasukan password pintu, begini lah orang kaya semuanya serba di jaga dengan keamanan yang tinggi , jika tidak , bisa jadi sasaran empuk bagi para permapok nanti
Didalam sangat gelap, semua lampu sudah di matikan hanya sedikit penerangan dari luar menyusup masuk  melalui jendela-jendela besar,
Walau gelap eungi masih bisa berjalan dengan santainya, ia berjalan meyusuri jalan menuju ruang tamu untuk sampai kekamranya,kakinya sudah masuk ke area ruang tamu, tapi kemudian langkahnya terhenti karena lampu ruang tamu tiba-tiba hidup, eungi terkesiap karean nenek berdiri tidak jauh dari hadapannya, ekspersi wajahnya menunjukan kalau nenek sedang marah, tapi eungi tak tahu apa yang membuat nenek marah, apa karena eungi pulang malam, tapi sepertinya itu tak mungkin, memang siapa dirinya, sekarang ini ia adalah benalau yang bahkan keberadaannya tak di inginkan
“ nenek “
“ hey anak nakal !, kenapa kau pulang larut begini! Kau kan sedang hamil,  seharusnya kau menjaga kandunganmu, apa kau memang terbiasa pulang larut malam?! “
Ternyata benar nenek marah karena ia pulang malam, eungi tersenyum tipis, mungkin jika ia belum tahu kalau sebenranya nenek memperhtaikannya, ia akan sakit hati di bentak-bbentak seperti itu oleh nenek,
“ aku memang sudah biasa pulang pada jam 10 malam, nek, aku –.. “
“ apa?! Jadi kau terbiasa pulang selarut ini !, jadi benar apa yang anaku katakan  jika kau itu pelacur ! “
Eungi tekesiap, lagi-lagi kata pelacur harus tersemat pada dirinya, eungi terdiam, wajahnya sendu, eungi tak tahu harus berbuat apa, ia telah menganggap jika nenek satu-satunya orang yang perduli padanya dirumah ini, tapi entahlah setelah nenek menyebut dirinya pelacur, membuat keyakinannya sedikit luntur
“ nenek, apa aku seperti pelacur “ ujar eungi pelan, matanya menatap nenek dalam-dalam, tangannya mengepal, matanya memerah karena marah, ia bingung antara marah dan tidak percaya orang yang dianggapnya perduli padanya mengecap dirinya seperti itu,
“ apa? “ ujar nenek, seketika ia sadar jika  ucapannya telah menyakiti eungi, ia mendekati eungi dengan wajah bersalahnya tapi masih dengan perangai sok tidak perdulinya
“ apa, aku ini terlihat seperti pelacur dimatamu, nek ?” ujar eungi lagi
“ tidak, itu–.. bukan seperti itu maksudku, aku hanya ingin tahu kenapa kau pulang selarut ini “ ujar nenek kali ini dengan nada yang sedikit lembut
“ setelah dari kampus tadi, aku bekerja di kafe, nek, maka dari itu aku pulang selarut ini “ tangan eungi berangsur-angsur melemas tak terkepal kuat lagi seperti tadi, ia meyakini jika nenek hanya sedang khawatir, hanya saja pemilihan kata yang membuatnya sakit hati membuatnya sedikit marah
Nenek terkejut mendengar eungi bekerja, bahkan sampai hharus pulang selarut ini
“ kenapa kau harus bekerja, kau kan sudah tinggal disini, kau tak perlu bekerja “
Aku harus bekerja untuk membiayai hidup anakku nanti, dan kalimat itu tak benar-benar terucap, eungi hanya memendamnya dalam hati ia tak ingin seolah terlihat meminta belas kasihan    “ tidak bisa aku haru bekerja, nek , jika tidak, aku merasa bosan dirumah terus, pekerjaanku juga tidak terlalu berat, hanya melayani pelanggan saja, nenek tenang saja, aku akan menjaga cicitmu dengan baik “
Eungi tersenyum geli melihat ekspresi nenek yang salah tingka karena ucapannya yang terakhir, kemarahannya yang tadi juga sudah lenyap, karena ekspresi itu, eungi tahu jika nenek sedang mengkwatirkan keadaan kandungannya, maka ia membranikan diri sedikit menggoda nenek, dan ternyata menyenangkan juga bisa menggoda nenek .
“ itu kan anakmu, memang sudah seharusnya kau menjaganya dengan baik, kenapa harus-bilang-bilang padaku “ ujar nenek dengan gaya sok tak perdulinya, bukankah nenek tidak konsisten dangan kata-katanya bahkan tadi ia yang bilang sendiri pada eungi untuk menjaga kandungannya, kemidian nenek pergi begitu saja meninggalkan eungi diruang tamu dengan wajah tersenyum geli
Ternyata sedari tadi seorang menguping pembicaraan eungi dan nenek, di tangga, ia menyaksikan semunya dimulai dari nenek mearahi eungi, melihat ekkspresi eungi yang marah karena di katai pelacur, dan kemudian mereka terlihat baik-biak kemabali, kyuhyun berdiri di tangga  tetutup tembok bagian atas dengan ekspresi mengamati
“ sepertinya nenek menyukai gadis itu” gumamnya
.
.
.
Tidak tahu kenapa siang ini eungi ingin sekali bermain game, tapi ia tak tahu harus main dimana, ia tidak punya satu bendapun yang berhubungan dengan game, karena memang sebelumya eungi tak pernah bermain game dan tak menyukai kegiatan itu, barulah saat hamil ini ia sering sekali menginginkan hal-hal yang tak pernah disukai atau tidak pernah ia lakukan, sudah pasti ini karena pengaruh janin  yang ada di peurtnya, eungi tahu itu,
Eungi duduk bersilah di ranjang kamarnya, pikirannya menarawang pada orang-orang yg bisa  membantunya untuk melaksanakan keinginannya itu, ia tak mau menghambur-hamburkan uang hanya untuk memebeli sesuatu yang diinginnya hanya kadang-kadang seperti ini saja, itu menghabiskan uang, maka dari itu ia lebih memilih mencarii seseorang yang bisa membantunya,  orang yang pertama terfikir dalam otaknya adalh minchan, sahabat baiknya, tapi ia tahu minchan tak suka bermmain game sama sepertinya , satu-satunyya permainan game yang minchan punya adalah angry bird didalam ponsel, eungi menggeleng minchan dicoret dari daftar orang yang bisa dimintai tolong, kemudian orang kedua adalah nenek, bukankah itu lebih tidak mungkin, mana ada nenek-nenek masih bermain game, eungi menggeleng, tapi tak berapa lama  eungi mengangguk walau nenek tak punya game atau tak bermain game tapi setidaknya ia bisa membatu eungi untuk mencari solusi, ia benar, setidaknya dicoba dulu,  dengan langkah pasti eungi mendatangi nenek, eungi langsung menuju taman belakang, karena bisanya nenek lebih bnayak menghabiskan waktu disitu, dan benar saja dari dalam pintu eungi bisa melihat nenek sedang menyirami tanaman, termasuk tanaman katuk yang ia tanam kemarin, tanpa menunggu lama eungi menghampiri nenek dengan langkah lebar.
“ nenek “ panggilnya
Nenek menoleh sekilas tanpa menggubris eungi ia kembali menyiram tanamnya lagi
“ nenek “ panggil eungi lagi
“ kenapa “ ujar nenek tanpa memandang kearah eungi dan lebih memilih fokus pada tanaman yang sedang ia siram.
“ aku sedang ingin sekali bermain game, tapi akau tak tahu harus meminjam pada siapa, aku tak punya benda-benda itu “
Mendengar ucapan eungi nenek reflek menoleh, dengan wajah entah seperti merasa bahagia..mungkin
“ kau sedang mengidam “ Tanya nenek penasaran
Eungi mengedikan bahunya pelan
“ sepertinya begitu, bagaimana? Nenek bisa membantu ku tidak ? “
Sebelum menjawab pertanyaan eungi nenek meletakan selang air unuk menyiram tanaman tadi di tanah, kemudin memutar keran hingga airnya tak keluar lagi dari selang, setelah itu ia kembali menghadap eungi,
“ bagaimana “ Tanya eungi lagi
Nenek masih terdiam seolah sedang mencari cara, jujur saja ia sangat senang mendengar eungi sedang mengidam, ia jadi ingin sekali mengabulkan keinginan eungi,  kemudian pikirannya tertuju pada kyuhyun bukannya cucunya itu adalah penggila game, sudah pasti kyuhyun memiliiki benda-benda itu,
Tanpa menunggu lama nenek menyeret tangan eungi, kemudian  nenek berjalan dengan langakah cepat, hingga membuat eungi sedikit terseok-seok,  Eungi diseret kelantai atas tempat yang sebelumnya belum pernah eungi datangi selama tinggal di rumah ini
Dan disini lah mereka berdua, duduk di karpet berwarna abu-abu dengan eungi memegang stick game sambil menghadap layar tv berukurun 21 inci mengantung rendah di dinding kamar, tv yang menampilkan sebuah permainan perang-perangan yang eungi dan nenek pun tak tahu apa namanya,
suara teriakan dan umpatan kedua orang itu dan juga suara tembakan yang berasal dari suara permainan yang menyeruak dari televise menggema bersamaan di kamar bernuansa abu-abu putih itu, yang sebelumnya sunyi senyap karena sang empunya kamar entah sedang berada dimana
“ nenek bagamana ini, aku kena tembak terus ! “ ujar eungi sambil tagannya terus bergerak-gerak semangat di atas tombol stick game yang ia pegang dengan kedua tangannya, sudah dibilangkan kalau eungi belum pernah bermain game seperti ini sebelumnya
Smentara nenek hanya menjadi tim penyemangat, yang sebenarnya tidak menjadi penyemangat sama sekali malah ia selalu mengumpati eungi jika eungi gagal menyerang lawannya
“ kau ini bodoh sekali! Cepat kau tembak musuhmu itu, itu tepat di hadapanmu, kenapa kau diam saja ! “
“  aku tidak tahu apa yang aku harus lakukan, tombol mana yang harus kutekan ?“
Mendengar eungi berkata seperti  itu, nenek reflek menoleh
“ jadi sebenarny kau tidak bisa bermain ?“
Eungipun ikut menoleh kearah nenek, ia melihat nenek mengerutkan keningnya, karena ingin terlihat cool eungi berbohong
“ aku bisa, buktinya tadi aku bisa menembak, hanya saja aku lupa tombol mana yang tadi kutekan untuk menembak “ tangannya masih sibuk menekan-nekan setiap tomol yang ada di stick game itu asal-asalan, dengan mata yang terus terfokus pada layar televise,
Nenek mencebikan mulutnya mendengar ucapan eungi, mana ada orang bisa bermain game tapi lupa tombol mana yang harusnya di tekan
“ itu sama saja kau tidak bisa bermain bodoh ! “ nenek menjitak kepala eungi pelan karena gemas
“ aww, sakit nenek, ia memang aku tidak bisa, tapi memangnya nenek bisa ? “
“  tentu saja bisa “ jawab nenek dengan sombongnya, padahal ia juga sama tidak bisa, ia juga sama dengan eungi tidak pernah menyentuh yang namanya game selama eksistensinya di muka bumi ini
Eungi menoleh cepat kearah nenek, ia percaya saja dengan ucapan nenek karena kedengarannya cukup meyakinkan
“ benarkah, lalu tombol mana yang bisa menembak “ ujar eungi sembari menyodorkan stick game yang ia pegang kehadapan nenek
Nenek terdiam sejenak memandangi tombol-tobol stick game itu yang sesungguhnya tak ia mengerti, nenek berfikir keras tombol mana yang seharusnya ditekan kemudian nenek ingat pernah melihat kyuhyun bermain playstation di ruang televise, seingatnya kyuhyun selalu menekan-nekat tombol yang terdapat gamabar bebentuk garis segi empat
“  itu- kau tekan tombol ini berulang kali “ ujar nenek yakin, sambil menunjuk tombol yang di maksud
Karena tak mengerti eungi percaya saja, ia pun mulai mengikuti instruksi nenek untuk menekan berulang kali tombol yang terdapat garis segi empat itu, berulang kali eungi tekan tapi jagoannya tak terlihat menembak justru melompat-lompat tak jelas
Nenek yang melihat itu jadi terkejut campur bingung sendiri, kenapa prediksinya salah, ia ingat betul kyuhyun selalu menekan berulang kali tobol itu, nenek beredehem dengan kikuk sambil melirik eungi sekilas
“  nenek bilanag tombol ini untuk menembak, kenapa sedari tadi dia melompat,lompat terus ! “
“  itu memang tombol untuk menembak, tapi mungkin stick gamenya rusak, makannya ia melompat-lompat terus “ kilah nenek
“ apa yang kalian lakukan disini ! “ sura ibu kyuhyun uikut menggema di ruang kamar itu,
Ibu kyuhyun tadi  kebetulan melewati kamar kyuhyun, ia mengerenyit bingung mendengar suara-suara di kamar anaknya itu, seningatnya kyuhyun sedang pergi sejak pagi tadi, karena penasaran ibu kyuhyun masuk dan mendapati nenek dan eungi sedang heboh bermain playstation kesayangan anaknya
Mendengar suara ibu kyuhyun, eungi dan nenek kompak menoleh ke belakang, eungi terburu-buuru berdiri diikuti nenek manakala melihat ibu kyuhyun yang tak suka melihatnya disini  kentara sekali karena wajahnya yang mengeras, eungi tertunduk takut, ini kali pertamanya ia bertemu ibu kyuhyun selain di meja makan, berarti ini juga interaksi pertamanya,
Nenek melihat eungi tertunduk dengan wajah ketakutan, jelas saja wajah menantunya itu terlihat tidak suka melihat keberadaan eungi di dalam  kamar anaknya,
“ anak nakal ini sedang mengidam ingin bermain game katanya, dia memaksaku membawanya kekamar kyuhyun agar bisa bermain game “ ujar nenek pada ibu kyuhyun yang saat ini masih berdiri tegak menghadap kedua orang itu
Mata eungi melebar mendengar ucapan nenek
“ kapan aku memaksa, nenek sendiri yang membawaku kesini “ ujar eungi terburu-buru, takut-takut kalau ibu mertuanya akan bertambah marah padanya
Nenenk hanya berdehem saja mendanggapi ucapan eungi
Sementara ibu kyuhyun yang tadi seolah tak suka, wajah mengerasnya berangsur-angsur menghilang, diganti dengan keterkejutan sekaligus penasarann
“ benarkah, kau mengidam beramin game “
Eungi kembali tertunduk, ia takut sekali menatap mata ibu kyuhyun, tatapan matanya penuh intimidasi bagi eungi
“ ne, aku juga tak tahu, tiba-tiba aku ingin sekali bermain game, padahal sebelumnya aku tidak pernah suka bermain game, aku juga tidak bisa bermain game  “ eungi menjelaskan dengan nada pelan berharap ibu mertuanya tak memarahinya karena telah lancing memasuki kamar putranya
“ jinja “
Eungi mengerenyit bingung, ia memberanikan diri untuk menatap ibu kyuhyun saat pendengarannya menangkap nada penasaran pada ucapan ibu mertuanya,
“ ne, mianeyo,  eomonim, aku tidak akan lancang masuk kekamar kyuhyun-ssi dan menyentuh barang miliknya lagi, sekali lagi kau minta maaf “ ujar eungi penuh penyesalan
Senmentara ibu kyuhyun terdiam seolah terfikirkan sesuatu, ia menatap eungi dalam-dalam hingga membuat eungi takut sekaligus bingung, sementara nenek hanya terdiam melihat ini, mata nenek kembali meliirik eungi yang ketakutan, ia tidak tega juga melihat eungi ketakutan seperti itu karena anak menantunya
“ sudalah min hye-ya, memangnya kenapa kalau anak nakal ini berada disini, lagi pula dia hanya bermain game saja, tidak merusak kamar ini sedikit pun “ ujar nenek kahirnya mencairkan Susana yang penuh ketegangan menutut eungi
Ibu kyuhyun tak menggubris sama sekali kata-kata ibu mertuanya itu, ia masih terus memandangi wajah eungi,
“  jadi bayi yang ada di perutmu benar-benar anak kyuhyun ? “ ujar ibu kyuhyun tiba-tiba, sontak membuat nenek dan eungi menatap ibu kyuhyun tak percaya mereka pikir ibu kyuhyun akan memarahi eungi, tapi malah pertanyaan itu yang terlontar
“  ye ? ma..maksud eomonim apa ? “ eungi tak suka mendengar ucapan ibu mertuanya, jadi selama ini ibu mertuanya itu tidak mempercainya ia tengah mengandung anak kyuhyun, apa ibu mertuanya menganggapnya wanita tak baik-baik juga seperti ayah mertuanya
“ eomonim, kau tahukan putraku adalah maniak game, dan sekarang istrinya sedang mengidam ingin bermain game, bukan kah itu tandanya anak ini benar-benar anak kyuhyun “ ujar ibu kyuhyun pada nenek
Eungi merona mendengar ibu mertuanya menyebut kata istri padanya, entahlah eungi juga tak tahu kenapa ia sesenang itu mendengar kata istri tersemat padanya, mungkin ini bawaan bayinya , karena sejujurnya ia tak punya perasaan apa-apa pada kyuhyun … belum
Sementara  Nenek seolah menyadari sesuatu, ia merasa apa yang anak memantunya katakana itu adalah benar, selama ini ia tak meragukan jika anak yang ada diperut eungi bukan anak kyuhyun, jadi nenek tidak terlalu memikirkan itu, tapi mendengar ucapan anak menatunya membuatnya percaya seratus persen, tapi seperti kebiasaanya ia bersikap biasa saja
“ geurom, aku sudah tahu sejak dulu “
Ibu kyuhyun tak menggubris kata-kata nenek yang terkesan sanagt tahu itu, ibu kyuhyun tahu betul sifat ibu mertuanya itu jadi ia memlih mengbaikan saja dan kebali melihat kearah eungi
“ apakah kau masih ingin bermain game? “ Tanya ibu kyuhyun
Eungi reflek mengangguk tapi kemudian ia menggeleng takut jika mertuanya malah marah
.
Dan akhirnya disini lah mereka bertiga berjejer dengan eungi berada di tengah sebalah kiri nenek dan sebelah kanannya ibu kyuhyun, seperti tadi eungi kembail memegang stick game, kali ini semakin ramai karena mereka bertiga sibuk berteriak-teriak tak jelas kadang menyemangati eungi kadang juga mengatai eungi bodoh  karena jagoan eungi mati kena tembak lawannya terus , smentara eungi terfokus pada gamenya menekan asal semua tombol stick game, hingga akhirnya terlihat jagoannya di layar kaca heboh sendiri melompat, menembak, lari maju mundur tak jelas, hingga akhirnya ….
“ apa yang kalian lakukan di kamarku ! “
Dan mereka bertiga reflek menoleh dengan kompak seraya berdiri merapat dari duduk mereka mencoba menutupi televise dan playstation yang eungi mainkan, ibu kyuhyu terlihat was-was, ia yakin kyuhyun pasti sangat marah karena kyuhyun sangat tak suka jika benda-benda kesayangannya di sentuh sembarangan, nenek tak jauh beda dengan ibu kyuhyun, sementara eungi kemabali menunduk  takut seperti yang ia lakukan ketika ibu kyuhyun datang
“ jelaskan padaku kenapa kalian berada di kamarku, dan lagi – “ kyuhyun melongok kearah tv , karena tubuhnya yang menjulang tinggi membuatnya mudah melihat apa yang sedang  mereka bertiga coba tutupi “ kau mennyentuh playstation ku ! “ ujar kyuhyu dengan nada marah yang semakin tinggi, matanya melebar menatap eungi tajam, dan eungi semakin tertunduk takut
“ aku tidak tahu, aku juga baru masuk, kau Tanya lah pada, nenek dan istrimu “ ujar ibu kyuhyun kemudian pergi melesat dari kamar kyuhyun denagn langkah cepat, sampai di depan pintu ibu kyuhyun menatap eungi iba , dan akhirnya ia hilang dari pandangan
Kyuhyun menatap nenek, nenek paham kyuhyun memninta penjelasan darinya
“ aku juga tidak tahu, kau Tanyalah padanya  “ nenek juga iku-ikutan pergi dari kamar kyuhyun
Sampai diluar ia melihat ibu kyuhyun mondar-mandir di depan pintu, ibu kyuhyun melihat nenek keluar dari kamar kyuhyun tanpa eungi, ia pun menghampiri nenek
“ omonim, kenapa kau meninggalkan, eungi didalam sendirian, bagaimana jika gadis itu kena amuk kyuhyun “ ujar ibu eungi gusar
Entah kenapa ibu kyuhyun jadi merasa kawatir jika eungi di marahi kyuhyun, setelah yakin anak yang di kandung eungi memang anak kyuhyun, membuat timbul rasa perdulinya pada eungi walau hanya sedikit, padahal sebelumnya ia tak memperdulikan eungi sama sekali
“ lalu kau sendiri ? “
“ aku pikir kan ada omonim, makannya aku pergi “
“ kau pikir aku mau dimarahi anakmu “
Ibu kyuhyun terdiam sejenak “ lalu bagaimana nasip anak itu “
Sementara didalam kamar, eungi masih menunduk takut, kyuhyun menatapnya dengan tatapan tajam, ia benar-benar tak suka jika benda-benda kesayangannya di pegang siapapun termasuk orang tua atau neneknya sekalipun
“ sekarang jelaskan kepadaku, kenapa kau berada di dalam kamarku dan memainkan playstation ku ! “
Eungi semakin tertunduk takut, ia tak tahu jika kyuhyun akan semarah ini, hanya karena ia memainkan playstation miliknya, nenek dan ibu mertuanya pun tak bilang jika kyuhun sangat tak menyukai jika benda kesayangannya di sentuh sembarangan, jika ia tahu maka ia tak akan mau masuk kemar ini dan memilih bermain ditempat game center saja
“  tadi tiba-tiba aku ingin sekali bermain game, nenek bilang aku sedang mengidam, aku juga tidak tahu, lalu nenek membawaku kemari  “  ujar eungi pelan
Kyuhyun terdiam, matanya memperhatikan ekspresi eungi yang tertunduk ketakutan,  jadi eungi sedang mengidam bermain game, apa anak itu menuruni kebiasaanya yang suka bermain game jika ia bukankah berarti nanti kyuhyun akan memiliki teman penyuka game juga sama sepertinya, tapi kemudian kyuhyun tersadar itu tak mungkin, dia saja akan pergi setelah melahirkan lalu kenapa ia berfikiran seperti itu, itu seolah-olah kyuhyun mengharapkan bayi itu
“ apapun alasanmu, kau tak seharusnya menyentuh barang miliku, apa lagi samapi masuk kekamarku ! “
Eungi menggeram tak suka, ia tahu kyuhyun sangat tak menyukainya tapi tidak bisakah kalau kyuhyun mengikuti apa keinginan bayinya sekali saja, biar bagaimanapun ini juga bayinya, kenapa hal sesepele ini saja ia jadi marah besar
“ aku juga tidak mau masuk kekamar ini jika bukan karena nenek yang menyertku kesini dan membiarkan aku memainkan playstationmu, lagi pula ini bukan keinginanku, ini keinginan bayi ini, tidak bisakah kau mengerti sekali saja, ini jugakan anakmu ! “ entah dapat kebranian dari mana eungi menyuarakan ketidak sukaannya terhadap sikap kyuhyun yang kekanakan menurutnya
Kyuhyun terdiam ia terkejut dengan kata-kata eungi yang ada benarnya, tidak bukan ada benarnya tapi memang benar adanya, seharusnya ia sedikit memahami tapi entahlah jika melihat eungi ia ingin terus memaki-maki eungi
Melihat kyuhyun yang terdiam eungi pun pergi tanpa permisi seperti yang nenek dan ibu mertuanya lakukan tadi,dengan wajah masam, ia berjalan dengan langkah lebar di bukanya pintu kamar dengan kasar,  saat pintu terbuka eungi melihat nenek dan ibu mertuanya berdiri setengah menungging di depan pintu, sepertinya sedari tadi mereka menguping, dan memang benar sedari tadi nenek dan ibu kyuhyun menguping pembicaraan eungi dan kyuhyun sebenarnya mereka kawatir jika eungi akan dimarahi habis-habisan oleh kyuhyun sampai menangis, tapi ternyata dugaannya salah, eungi justru melawan kyuhyun dengan kata-kata yang bisa membuat kyuhyun bungkam seribu bahansa
Eungi memperhatikan kedua orang itu yang bertampang tanpa dosa seolah tak melakukan apa-apa, denagn wajah masih masam eungi pergi melewati mereka berdua dan bergegas turun mrnuruni anak tangga denagn hati-hati, walau sedang emosi ia masih bisa mengontrol dirinya biar bagaimanapun ia sadar ada satu nyawa yang bergantung hidup padanya
“ sepertinya dia marah pada kita “ ujar nenek
.
.
.
“ kau kenapa kyu, tampangmu kusut sekali  “ ujar siwon
Mereka berdua  sedang berada di peredise club, club malam yang sangat terkenal seantera soul, duduk di sofa merah yang bertengger manis di sebuah ruangan khusus yang biasa ia pesan jika sedang berkumpul dengan teman-temannya maupun dengan siwon  dengan ukuran yang cukup besar
Kyuhyun tadi menghubungi siwon untuk menemaninya minum-minum untuk menghilangkan stressnya entah karena apa, mungkin karena kejadian tadi sore dengan eungi … mungkin
“ kau sudah datang , hyung, aku hanya sedang dalam mood buruk saja, temani aku minum hyung “
Siwon mengangguk paham, ia pun menuangkan wine kedalam gelas yang sudah tersedia di meja, dan di cecapinya dengan perlahan, kemudian sudut matanya melirik kyuhyun yang masih beratampang muram, ia meletakan gelas wine nya di sebelah gelas milik kyuhyun, ia menghadap kyuhyun sedari tadi ada yang ingin ia tanyakan pada kyuhyun
“ kyuhyun-ah, memangnya benar kau sudah menikah? “
Kyuhyun menoleh menghadap siwon, ia menaiakn alisnya bingung
“ kau tau dari mana “
“ ibuku, jadi benar kau sudah menikah ?”
Kyuhyun mengangguk membenarkan, bukankah kah ia sudah bilang jika nantinya siwon  akan tahu sendiri tentang pernikahannya, tentu saja mereka adalah saudara sepupu, pasti akan ada yang memberitahunya  cepat atau lambat
“ lalu kenapa waktu di FF café, kau takmemberi tahuku “ Tanya siwon denagn nada seolah sedang mengintrogasi tersangka
kyuhyun melirik siwon malas, ia selalu malas jika menceritakan tentang kisah pernikahan dadakannya dan sementara itu
“ kau tak bertanya “ ujarnya santai
“ tentu saja aku tak bertanya, aku kan tidak tahu, saat itu kan aku baru pulang dari London untuk perjalanan bisnisku, kau kan tahu sendiri aku begitu sibuk “ ujar siwon tersenyum manis sambil menaik turunkan alisnya seolah sedang mengejek kyuhyun yang seorang pengangguran akut
Kyuhyun berdecak mengejek sambil menatap kakak sepupunnya itu, yang setiap kali selalu membanggakan pekerjaannya di hadapan kyuhyun, seolah  ingin membuat kyuhyun iri, tapi maaf saja kyuhyun tak iri sama sekali denagn cerita-cerita tentang perkerjaan siwon atau teman-temannya yang lain, yang selalu keluar masuk negeri, sibuk kesana kemari, menghabiskan banyak waktu di ruangan kantor yang mebosankan menurutnya, itu bukan gayanya sama sekali, ia adalah pria bebas
Siwon hanya tertawa kecil melihat kyuhyun berdecak mengejeknya, ia tahu betul kyuhyun sangat tidak perduli dengan pembicaraan tentang bisnis atau apapun yang berhubungan dengan pekerjaan, pekerjaan apapun itu.
“ jadi siapa istrimu, aku ingin melihatnya “
kyuhyun  meneguk winenya pelan-pelan, setelah selesai meminum ia biarkan gelas itu berada di tangannya, di goyangkan berputar gelas wine itu hingga isinya ikut bergerak mengikuti gerakan tangan, pandangannya terfokus pada gelas yang sedang ia goyang-goyangkan,
sementara siwon masih memperhatikan kyuhyun dari arah  samping,menunggu jawaban kyuhyun
“ kau sudah tahu orangnya  “ ujar kyuhyun datar tanpa melihat kearah siwon dan masih terfokus pada gelas winenya
Siwon mengerutkan bingung, kapan ia pernah bertemu istri kyuhyun, seingatnya ia belum berkunjung keruamah kyuhyun semenjak pertemuan dengan kyuhyun di  FF kafe,
Tentu saja siwon tak sadar jika sudah bertemu istri kyuhyun bahkan sampai  di jawil hidungnya oleh istri kyuhyun karena sedang mengidam, di kafe waktu itu, karena ia memang tak tahu sama sekali,
“  kurasa aku belum pernah bertemu istrimu, mengapa kau bilang aku sudah tahu ? “
Kyuhyun berdecak pelan “ sudahlah nanti juga kau tahu sendiri, aku malas membicarakannya “
Siwon hanya mengangguk pelan
“ asal kau tahu, pernikahan ku hanya untuk sementara saja sampai gadis itu melahirkan “
,siwon mengerut kan kening lagi, bukankah kyuhyun sendiri yang tidak ingin menceritakan perihal pernikahannya, katanya malas tapi sekarng malah bicara sendiri tanpa dimintanya, tapi ia juga bingung karena ia baru tahu kalau pernikahan kyuhyun sementara dan lagi istrinya sedang mengandung di usia pernikahannya yang masih terhitung beberapa hari, apa kyuhyun menghamili gadis itu dulu, tapi ia tahu jelas jika kyuhyun tak mungkin melakukan itu, kyuhyun sangat anti membawa gadis-gadis tidur diranjang untuk menghabiskan malam, paling-paling hanya sebatas bercumbu saja itu juga dengan orang-orang yang menurut kyuhyun cantik dan seksi, kyuhyun memang suka bemalam di club dan bercumbu dengan gadis manapun yang ia sukai tapi kyuhyun tak sebejat itu sampai menghamili seorang gadis jika tak ada alasan kuat
“ k..kau menghamilinya dulu “ Tanya siwon tak percaya
Sepertinya kyuhyun sudah mabuk atau ia memang ingin mencurahkan isi hatinya  makanya ia menanggapi pertanyaan kaka sepupunya itu, karena semabuk apapun kuhyun biasanya ia masih tetap berada dalam kesadarannya, toleransinya pada alcohol sangat pantas di acungi jempol
“ kejadiannya begitu singkat, waktu itu aku sedang minum-minum disini dengan teman-temanku, tapi kemudian mereka mengajakku turun ke lantai dansa aku sedang malas waktu itu jadi aku melanjutkan minum di meja bar, tapi baru duduk beberapa menit  gadis yang duduk di sampingku memaki-makiku tak jelas, kurasa ia sedang frustasi saat itu, hingga entah bagaiman ceritanya aku menyeret gadis itu kekamar hotel,” hening sejenak “ yah, gadis itu yang kini menjadi istriku dan tengah mengandung anakku “ lanjutnya
Siwon mengangguk, teman-teman yang di maksud sudah pasti adalah empat sekawan yang bisa menemani kyuhyun,  tapi ia masih tak paham kenapa kyuhyun sampai mebawa gadis itu kedalam kamar hotel, setaunya semabuk apaun kyuhyun ia masih bisa mnegontrol dirinya terhadap wanita, bahkan terhadap gadis cantik dan seksi yang berusaha menggodanya mati-matian sekalipun
“ kupikir, kau selalu bisa mengontrol dirimu terhadap wanita walau sedang mabuk “ ujar siwon kemudian mengambil botol wine dan di tuangkannya kedalam gelas wine nya yang sudah kosong
“  entahlah saat itu aku benar-benar hilang kendali. aku melihat wanita itu sangat cantik, wajahnya begitu manis dan terlihat polos walau tidak  tidak terlihat seksi, bahkan ia memakai baju kemeja lengan panjang, tubuhnya juga tidak tinggi seperti wanita-wanita yang sering aku cumbui, dia terlihat bukan seperti gadis penggoda, mungkin itu yang membuatku menyeretnya kedalamam kamar hotel dan kemudian menghabisakan malam panjang bersamanya  “ racau kyuhyun panjang lebar mungkin ini adalah bentuk curahan hatinya yang terpendam
Siwon hanya mendengarkan saja raucauan adik sepeupunya itu, ia paham jika kyuhyun sedang ingin mengungkapakan isi hatinya, dan membiarkan kyuhyun bicara lagi
Entah apa yang kyuhyun pikirkan ia tersenyum, kemudian meneguk wine yang sedari tadi berada di tangannya
“ aku ingat betul bagaimana rasanya, dia benar-benar gadis baik-baik aku tahu itu, kau pasti mengerti apa yang ku maksud, hyung, dia menutupi tubuh indahnya dengan kemeja yang terlihat kebesaran saat ia kenakan “
Siwon mengangguk paham, ia tahu pasti gadis yang di maksud baik-baik itu pastilah masih perwan waktu itu, siwon masih bingung dari ceritanya kyuhyun seolah menyukai gadis itu, tapi kenapa pernikahannya harus untuk semtara saja
“ kau terdengar seperti menyukainya ? “
Denagn cepat kyuhyun menggeleng
“ tidak, tidak sama sekali, entahlah kau tahu aku tak suka denagn ikatan, aku pria bebas, yang selalu hidup bebas, samapai akhirnya dia datang mengusik kehidupan bebasku, mungkin itu yang membuatku membencinya”
“ dan lagi tadi ia menyentuh playstation kesayangannku, dia bilang dia sedang mengidam beramin game, bukankah itu konyol “
Siwon tersenyum menanggapi racauan kyuhyun
“ itu tidak konyol kyu, itu tandanya bayi itu benar-benar anakmu, buktinya kesukaannya saja sama sepertimu, kalian akan sama-sama maniak game nantinya “
Kyuyun menyunggingkan senyum sinisnya
“ begitukah ? , entahlah perasaanku tak menentu sekarang, aku seperti menerima kehadiran bayi itu sekaligus tak mengharapkannya, bukankah itu aneh, aku juga terkadang kasihan melihat wajah gadis itu yang sperti tak betah tinggal di rumah, tapi aku juga sangat benci melihat wajahnya, seharusnya dia tak datang untuk mengusik kehidupanku ini,maka ia tak akan menerima nasip seperti itu “
Mendengar ocehan kyuhyun, siwon tertawa pelan
“ semua kesalahan ada padamu, jika saja kau bisa mengontrol dirimu seperti biasanya maka gadis itu tak akan hamil dan datang meminta pertanggung jawabanmu , lalu membuat kebebasanmu terusik “
Kyuhyun diam, ia mencerna kata-kata siwon, isiwon memang benar itu juga yang selalu ia pikirkan seandainya saja ia tak tergiur wajah cantik, manis nan polos itu maka semua ini tak akan terjadi, tapi andai hanyalah andai, semuanya sudah terjadi, mau bagamanapun menyangkalnya
“ lagi pula kau ini konyol sekali, kenapa masih mempertahankan kebebasanmu yang tak penting itu “
“ aku melakukan apapun yang kusuka, tentu saja aku akan selalu mempertahankan kebebasanku “ jawab kyuhyun cepat dengan nada sarat akan ketidak sukaan tentang pembahasan itu, bukan siwon saja yang sering menasihati tentang kehidupan bebasnya yang menurutnya tak ada yang salah, selagi orang tuanya masih jadi orang terkaya di korea, dan masih mampu untuk membiayai kehidupannya yang penuh dengan hura-hura, keempat temannyapun sering apa lagi orang tuanya yang selalu saja menceramahi kyuhyun, jujur saja ia sangat muak, ia merasa hidupnya sudah baik, tidak ada yang salah dengan hidup bebas, tapi kenapa semua orang seolah tak suka
“ terserah kau sajalah “ akhirnya swion memilih mengalah percayalah jika kau berdebat dengan kyuhyun walau dalam keadaan sangat mabuk sekalipun kau tak akan menag  melawannya, dari pada terjadi perdebatan sengit antara saudara sepupu, lebih baik siwon mundur sebelum perang
“ oh, ya besok aku ingin kerumahmu, aku penasarn gadis  mana yang bisa membuat akalmu menajdi hilang kendali saat mabuk “
Kyuhyun hanya mengangguk malas sambil meneguk minumannya
Jam sepuluh malam, seperti biasa pekerjaan eungi selesai, tapi kali ini ia tak akan langsung pulang, melainkan menyusul minchan ke club, tadi eungi menghubungi minchan, ia ingin mengobrol selain itu juga ia sangat merindukan sahabat cerewetnya itu, biasanya mereka selalu bersama setiap hari maka tak heran jika mereka saling merindukan satu sama lain, minchan bilang ia ada di club bersama-teman-temannya katanya sedang merayakan ulang tahun teman kerjanya, tapi eungi lupa siapa namanya
Eungi turun dari bus yang tadi ia tumpangi, cuaca lumayan dingin, eungi mengeratkan mantelnya sambil berjalan menuju club yang di  maksud minchan, yang berada tepat di sebrang jalan, eungi berdiri di zebra cross menunggu traffic light berubah warna menjadi warna hijau yang  bertanda pejalan kaki di persilahkan menyebrang, tanpa menunggu lama traffic light berubah warna menjadi hijau, eungipun bergegas menyebrangi jalan melangkahi garis-garis putih, yang tercetak rapih di aspal dengan para penyebrang lainnya,
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: