Story About The Second Wife Part 9

0
Story About The Second Wife Part 9 kyuhyun ff nc 2015

Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 9
Category: romance, married life, yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena
Author Note:
Jangan plagiat, repost, remake, obok-obok or whatever you do sama ff saya ini. Jangan coba-coba. Walau jelek ini bikinnya susah. Kalau ngerasa kamu-kamu bisa bikin lebih bagus lagi bukannya lebih baik bikin sendiri yang baru? Masa ngincer ff yang absurdan begini? Shame on you.

Yang mau nuduh-nuduh saya juga siapkan saja bukti dan analisis yang berdasar. Jangan asal tuduh asal tereak. Kaya tukang obat abal-abal di pasar misbar aja. Pernah ikut sesi debat di sekolahan atau kuliahan kan? Atau pernah nonton debat caleg atau capres kan? Debatlah yang pintar.
Typo is still my style dan happy reading all 😀
                        ############
“Hannie-aa, ikut aku!”
Suara tegas bernada perintah itu membuat Hannie segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kris dan bergerak agak menjauh dari pria itu. Dia gugup setengah mati, tapi mau bagaimana lagi? Dia yang salah. Dia yang sudah melanggar perintah. Melakukan larangan Kyuhyun dan Raena untuk terlibat dengan Kris.
“Ba-baik.” Sahut Hannie patuh.
“Aku bisa jelaskan. Kami hanya…….” Kris mencoba angkat bicara tapi orang itu sudah lebih dulu memotongnya.
“Aku tahu kalian hanya berdansa. Tidak melakukan tindakan apapun yang tidak senonoh. Masalahnya yang kau ajak dansa adalah gadis yang sudah memiliki suami dan kau tidak meminta ijin suaminya. Orang-orang yang melihat akan berpandangan buruk. Dan suaminya tentu saja sangat kesal ada pria yang bukan keluarganya berdansa dengan istrinya tanpa seijinnya. Mengerti Mr. Wu Yifan?” Sindir orang itu tajam.
“Ah begitu ya. Baiklah aku mengerti.” Sahut Kris sambil mengangkat kedua tangannya.
“Hannie-aa ayo. Kyu-aa sudah menunggu di mobil. Kita pulang.” Titahnya lagi.
“Baik eonnie.” Sahut Hannie.
“Uhm Kris aku pergi dulu. Maaf ya. Annyeong.” Pamit Hannie.
“Annyeong mr. Wu.” Raena ikut pamit lalu menggandeng tangan Hannie berjalan cepat tanpa melihat lagi pada Kris.
“Semoga kita bisa bertemu lagi Hannie-aa.” Sayup-sayup terdengar suara Kris diantara suara musik suara orang-orang yang sedang berbicara.
Namun baik Hannie maupun Raena tidak memperdulikan kata-kata Kris dan tetap terus berjalan keluar dari ruang pesta menuju parkiran mobil dimana Kyuhyun dan Lee ahjussi sudah menunggu.
Sesampainya di mobil mereka tampak Lee ahjussi yang berdiri di samping mobil dan membungkuk hormat kepada kedua istri majikannya. Sementara itu di kursi depan tampak Kyuhyun dengan wajah datar dan matanya yang hanya menatap lurus ke depan sambil melipat kedua tangan di dadanya. Tampak sorot matanya menunjukan kekesalan.
Lee ahjussi yang melihat kemunculan Hannie dan Raena bergegas membukakan pintu mobil sebelah kiri dimana arah kedua wanita itu datang. Hannie masuk lebih dulu dan sebelum Lee ahjussi berkeliling untuk membuka pintu yang satunya, Raena sudah ikut masuk dari pintu itu. Pria paruh baya itu lalu menutup pintu belakang mobil dan kembali ke tempatnya di kursi driver. Mobil pun berjalan meninggalkan hotel mewah milik Choi’s family company.
Tidak ada yang bicara selama perjalanan pulang. Hanya terdengar deru halus mesin mobil dan sesekali suara klakson yang di tekan Lee ahjussi dan suara-suara dari luar dari mobil yang kebetulan berpapasan atau beriringan. Hingga tiba di halaman rumah besar milik Cho Kyuhyun, tetap saja keheningan melingkupi ketiganya. Setelah mobil berhenti, Lee ahjussi keluar dan membukakan pintu mobil untuk para majikannya. Kyuhyun langsung melesat masuk rumah tanpa bicara sepatah kata pun begitu juga Raena.
“Ahjussi selamat malam.” Ucap Hannie pada supir paruh baya itu sambil menganggukkan kepalanya.
“Iya Hannie selamat malam juga.” Sahut Lee ahjussi sambil tersenyum.
Hannie ikut masuk dengan tergesa-gesa mengikuti Raena. Dia bahkan melepas heelsnya agar lebih mudah berjalan. Sambil menenteng kedua heelnya di tangan kiri dan tangan kanannya yang mengangkat sedikit gaunnya, dia berjalan di belakang madunya itu. Sementara Kyuhyun yang berada jauh di depan mereka langsung menuju kamar istri pertamanya. Begitu sampai di depan pintu pria itu langsung membukanya kasar lalu masuk dan…. BRAK! Suara pintu ditutup dengan keras oleh Kyuhyun membuat keduanya terlonjak kaget.
“Tch kekanak-kanakan sekali.” Komentar Raena dingin.
“E-eonnie. A-aku……aku…..” Hannie yang merasa bersalah mencoba bicara tapi dia sendiri bingung apa yang harus dia katakan.
Raena berbalik dan menatap Hannie sambil menghela nafas panjang. “Kalau sudah begini apa yang bisa kita lakukan?” Katanya sambil menggendikkan bahu.
Hannie hanya menunduk dalam. Rasa bersalahnya semakin menjadi. Ingin minta maaf tapi bagaimana caranya? Kyuhyun saja saat ini sedang marah, tidak bicara sepatah katapun malah mengurung diri di kamar Raena.
“Kau pergilah ke kamarmu. Aku juga akan ke kamarku.” Titah Raena.
“Baik eonnie.” Sahut Hannie lemah. Dia pun naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sementara Raena masuk ke kamarnya menyusul Kyuhyun.
Sesampainya di kamar, Hannie menaruh heelsnya rak sudut kamar dan menuju ranjang lalu duduk ditepinya. Dia hanya terdiam. Memikirkan apa yang baru saja terjadi. Apa Kyuhyun akan terus marah padanya? Ini semua memang kecerobohannya. Tapi apa pria itu juga tidak berlebihan? Hannie kan hanya berdansa dengan Kris? Posisi mereka pun bukan posisi yang terlalu dekat karena mereka dansa diiringi irama salsa. Ah tapi tetap saja Hannie merasa dialah yang salah. Karena intinya bukan karena dansanya tapi karena perintah Kyuhyun untuk tidak meladeni Kris lah yang dilanggar gadis itu yang membuat suaminya marah.
“Ah pusing. Lebih baik aku membersihkan diri saja.” Putus Hannie.
Hannie melepas gaun berwarna goldnya hingga hanya menyisakan celana dalam warna putihnya saja. Dia memang tidak memakai bra karena bagian depan gaunnya sudah membentuk cup bra. Dia lalu menaruh gaun itu di sofa. Rencananya besok Nayoung akan dia minta untuk mengantarnya ke laundry yang khusus menangani gaun-gaun semacam ini. Setelah itu dia mengambil jubah mandi suteranya dan masuk kamar mandi dan membersihkan semua riasan yang ada di wajahnya. Lalu melepas celana dalamnya hingga telanjang bulat dan menyiramkan air hangat dari shower ke tubuhnya. Setelah urusan membersihkan diri selesai dia lalu memakai jubah mandinya tanpa memakai dalaman apapun dan keluar kamar mandi.
“Ah oppa.” Kata Hannie kaget ketika melihat Kyuhyun yang tahu-tahu sudah duduk di tepi ranjang dengan mata yang tertuju pada gaun berwarna gold yang tergeletak di atas sofa. Pria itu hanya mengenakan celana pendek selutut dan kaos. Rambutnya acak-acakan dan wajahnya terlihat menahan emosi.
“Kemarilah.” Titah pria itu tanpa menoleh.
“Ta-tapi oppa. Aku berpakaian dulu.” Hannie mencoba mencari alasan. Jujur saja dia belum siap menghadapi Kyuhyun.
“Kau tidak telanjang kan? Jadi tidak perlu mencari pakaian. Lagipula percuma. Toh apapun yang kau pakai akan berakhir kusingkirkan dari tubuhmu. Jadi jangan buang waktumu hanya untuk berpakaian. Sekarang kemarilah. Atau kau berniat menentangku lagi eh?” Tatapan tajam Kyuhyun terarah pada Hannie yang masih berdiri menjauh dari pria itu.
“Ti-tidak. Aku tidak bermaksud begitu. Ba-baiklah aku kesana.” Hannie pun berjalan dengan takut-takut hingga sampai hadapan Kyuhyun.
Brugh! Tiba-tiba saja Kyuhyun memegangi pinggang Hannie dengan kedua tangannya, membalik tubuh gadis itu dan menariknya dengan cepat hingga duduk di pangkuannya.
Grep! Belum habis keterkejutan Hannie, tiba-tiba Kyuhyun memeluknya dengan erat dari belakang. Gadis itu terlonjak mendapat pelukan tiba-tiba. Apalagi saat nafas pria itu menggelitik telinga dan lehernya. Tubuhnya terasa menegang saat ujung hidung mancung suaminya menyentuh kulitnya.
“Menikmati pestanya hum? Jadi pusat perhatian berkat gaun itu. Berdansa riang dengan Kris. Sepertinya malam ini kau benar-benar bersenang-senang.” Kata Kyuhyun tajam sambil menempelkan pipinya pada pipi Hannie dan matanya menatap gaun gold yang teronggok di sofa.
Hannie hanya diam di pangkuan suaminya. Dia juga tidak tahu harus menjawab apa. Dia hanya menunduk dan tangannya mencengkram erat bagian depan jubah mandi suteranya. Sementara diperutnya tangan Kyuhyun melingkar semakin erat.
“Apa kau tahu kau sudah berbuat kesalahan?” Kata Kyuhyun di dekat telinga Hannie. Gadis itu hanya mengangguk.
“Dan apa kau tahu kesalahan ini terjadinya selalu berulang?” Kata Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Hannie hanya diam.
“Apa kau sengaja melakukan kesalahan yang sama untuk menentangku?” Sinis Kyuhyun.
Hannie sontak menoleh ke samping dan wajahnya berhadapan dengan wajah Kyuhyun yang sedang menegang. Gadis itu mencoba mengatakan pembelaannya.
“Ta-tapi oppa, i-itu tidak…….” Hannie menghentikan kalimatnya ketika tatapan mata Kyuhyun semakin tajam mengintimidasi dirinya. Raut wajahnya menunjukan bahwa dia tidak suka dibantah. Pelukan lengannya pada perut Hannie makin erat hingga gadis itu agak kesulitan bernafas.
“Itu tidak seperti oppa pikirkan.” Akhirnya keluar juga kata pembelaan itu.
Kyuhyun mendadak membanting tubuh Hannie ke ranjang. Lalu pria itu menindih tubuh mungil istri ke-2nya dengan cepat. Kedua tangannya dia letakkan di kedua sisi tubuh gadis itu sebagai tumpuan. Kedua kakinya mengunci kaki Hannie di tengah-tengah hingga dia tidak bisa kemana-mana. Hannie refleks menempelkan kedua telapak tangannya pada dada Kyuhyun, bermaksud menahan tubuh mungilnya dari himpitan tubuh besar suaminya.
“Tidak seperti yang aku pikirkan huh? Aku melarangmu berdekatan dengan pria manapun selama pesta berlangsung kecuali atas ijinku. Bahkan aku melarang keras kau berdekatan dengan Kris. Bukankah sudah kukatakan sejak awal jangan dekat-dekat dengannya apapun alasannya? Tapi tadi kau berdansa bersamanya. Bahkan sangat akrab. Jadi apa yang menurutmu aku pikirkan tentang hal itu selain bahwa istriku sudah melanggar perintahku? Bahwa istriku sudah membangkang? BAHWA KAU TIDAK MENGHORMATI AKU YANG JELAS-JELAS ADALAH SUAMIMU!?  APA HUH!? COBA JELASKAN!” Nada suara Kyuhyun meninggi ditambah wajah mereka yang saling berdekatan sehingga terlihat jelas wajah marah pria itu, membuat Hannie takut dan refleks memejamkan matanya.
“Maaf. Maafkan aku. Kau pasti ketakutan.” Tiba-tiba terdengar suara Kyuhyun melembut.
Hannie merasakan tangan besar suaminya membelai puncak kepalanya lalu turun ke pipinya. Dia mencoba membuka mata dan melihat tatapan pria itu agak melembut walau masih tersimpan kemarahan.
“Kenapa kau lakukan ini hum? Apa kau mulai bosan dengan keadaan ini? Apa kau ingin menyerah? Kenapa baru sekarang? Bukankah sejak awal sudah kukatakan, hidup berbagi suami itu tidak mudah? Aku juga belum tentu bisa memberikan apa yang kau mau. Kau bahkan sudah aku suruh mundur sebelum semuanya terjadi. Tapi kau nekad masuk ke kehidupanku. Lalu apa kau berniat mundur ketika aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu? Itu sudah terlambat. Atau ini ada hubungannya dengan pria Cina-Canada itu? Kau suka dia? Apa dia sangat menarik hingga dengan pesonanya dia berhasil menggoyahkan pendirianmu?” Kejar Kyuhyun kembali dengan emosinya.
“Ti-tidak. Op-oppa jangan salah faham. Aku tidak pernah berniat mundur. Aku mencintai oppa. Dulu sekarang bahkan selamanya. Aku tidak pernah menyesali kehidupan yang kupilih bersama oppa dan eonnie.
Dan aku juga sama sekali tidak tertarik pada Kris. Sungguh kami tadi hanya berdansa dan itu juga tidak terlalu intim karena lagunya memang tidak memungkinkan untuk itu. Andai lagunya romantis aku pasti akan menolaknya. Lagipula dia hanya ingin berdansa sebagai teman. Tapi sungguh aku tidak berniat sama sekali memiliki hubungan apapun dengannya. Aku bahkan selalu berhati-hati agar tidak bertemu dengannya saat aku di luar rumah karena aku mematuhi oppa. Oppa, kumohon jangan marah padaku.” Hannie menatap Kyuhyun dengan pandangan memelas.
Kyuhyun menghela nafasnya. Dia merebahkan kepalanya dicerukan leher Hannie dan menghirup wangi tubuhnya. Gadis itu menggeliat kegelian.
“Sejujurnya aku tidak mempermasalahkan dansanya. Lagipula lagu pengiringnya juga tidak memungkinkan untuk kalian saling berdekatan secara intim. Tapi yang jadi masalah adalah pria itu. Dia Kris. Orang yang aku larang untuk kau dekati apapun alasannya. Dan yang lebih bermasalah, Kris mengajakmu dansa begitu saja tanpa ijinku seperti yang tadi Siwon hyung lakukan. Dan kau menerima ajakan dansanya begitu saja lagi-lagi tanpa meminta ijin dariku. Sebagai laki-laki dan suami harga diriku terluka. Aku merasa godaan Kris membuatmu lupa bahwa ada seseorang yang harus kau mintai persetujuannya saat kau diajak berdansa pria yang bukan suamimu. Aku kecewa padamu.” Kyuhyun menyuarakan kekecewaannya yang membuat Hannie semakin merasa bersalah.
“Oppa maafkan aku.” Lirih Hannie.
“Tch haahhh…… Mau bagaimana lagi? Dimaafkan atau tidak dimaafkan hal itu sudah terlanjur terjadi. Ya sudah aku maafkan. Tapi kau harus berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.”
“Baik oppa. Aku berjanji itu tidak akan terjadi lagi.”
“Tapi dimaafkan bukan berarti tidak ada hukuman. Enak sekali hanya dimaafkan lalu selesai. Jika cara kerja di dunia seperti itu maka untuk apa ada polisi? Untuk apa ada pengadilan? Dan untuk apa ada peraturan teguran, sanksi, skorsing bagi pegawai yang melanggar dalam dunia kerja?” Tiba-tiba muncul seringai licik di wajah tampan Kyuhyun.
“Hu-hukuman?” Tanya Hannie tidak mengerti.
“Uhm. Hukuman. Untuk mendisiplinkan istri yang coba-coba membangkang.” Jelas Kyuhyun dengan tatapan yang menggoda sambil menaikan alisnya.
Hannie hanya diam sambil berpikir apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya. Seperti apa hukuman yang akan dia terima? Tidak diperbolehkan lagi keluar dari rumah ini selangkahpun tanpa pengawalan baik dengan Kyuhyun,Raena atau mungkin orang yang memang diberi perintah untuk mengawal Hannie? Tidak boleh lagi pergi bekerja ke butik eommonim? Ponselnya disita? Dikurung di rumah besar ini tanpa bisa bersosialisasi dengan dunia luar? Gadis itu hanya pasrah jika hal-hal seperti itu diberlakukan Kyuhyun padanya.
“Kenapa diam? Kau tidak mau menerima hukuman? Kau ingin membela diri bahwa kau tidak salah? Kau merasa ini tidak adil?” Kyuhyun menatap tajam Hannie yang tidak juga bicara menanggapi perkataannya tentang hukuman itu.
“Ti-tidak. Bukan begitu. Aku menyadari kesalahanku. Karena itu apapun hukuman oppa aku terima. Asalkan itu bisa membuat oppa memaafkanku aku terima.” Sahut Hannie cemas. Dia khawatir Kyuhyun marah lagi padanya.
“Benarkah? Kau yakin sanggup menerima hukuman ini?” Seringai Kyuhyun meremehkan.
“Ak-aku akan terima apapun hukuman dari oppa jika itu bisa membuat oppa tidak marah padaku lagi.” Sahut Hannie mantap.
“Bagus. Gadis pintar. Kau benar-benar istri yang penurut. Aku suka itu.” Seringai di wajah tampan pria itu bertambah lebar.
Hannie melihat mata coklat itu menggelap seolah menyimpan sesuatu. Seperti ada gairah yang besar yang siap meledak. Seperti bom C4 yang sekali meledak sanggup meruntuhkan sebuah gedung tinggi bahkan mengetarkan gedung-gedung di sekitarnya. Baiklah Hannie berlebihan.
Kyuhyun membelai lembut pipi Hannie, mengusap bibir gadis itu dengan jempolnya. Lalu ujung jari telunjuknya turun menyusuri kulit leher hingga dada. Tubuh Hannie gemetaran mendapat sentuhan itu. Tangannya mencengkram kaos yang dipakai Kyuhyun.
“Hannie-aa. Hannie. Terdengar seperti mengucapkan ‘honey’ dalam bahasa Inggris. Honey artinya madu. Madu itu wangi, manis. Mampu mengundang lebah untuk mendekatinya. Membaui wanginya. Mencicipi manisnya. Bahkan manusia rela merusak kehidupan lebah hanya demi mendapatkannya. Kau seperti madu. Wangi dan sangat manis. Sadar atau tidak sadar kau mampu mengundang para pria untuk mendekatimu lalu menikmati manismu tanpa perlu repot-repot kau menggoda mereka. Dan itu mengkhawatirkanku.” Keluh Kyuhyun sambil jarinya terus menyusuri belahan jubah mandi sutera Hannie yang berwarna pink.
Ketika tangan pria itu mencoba menyingkap bagian depan jubah mandi itu ke samping, Hannie refleks mencengkram kedua sisi jubah mandinya di depan dadanya. Kyuhyun mendelik kesal.
“Kenapa kau tutupi? Kau malu memperlihatkan bagian yang sudah sering dilihat suamimu ini? Lalu bagaimana tadi saat gaun gold itu menampilkan belahan dan sembulan payudaramu yang seksi? Kelihatannya kau biasa saja. Apa kau lebih suka pamer bagian itu kepada orang-orang daripada kepadaku?” Sengat Kyuhyun tajam.
Hannie refleks melepaskan cengkramannya dan meletakan kedua tangannya di kedua sisi kepalanya. Dia juga menggeleng cepat sebagai isyarat jawaban ‘tidak’ untuk semua pertanyaan Kyuhyun tadi.
Kyuhyun kembali menyeringai licik dan meneruskan aksinya. Namun tangannya justru turun hingga mencapai tali yang mengikat jubah mandi itu. Dengan perlahan tali itu dia tarik hingga terlepas. Lalu dia pun menyibak jubah mandi itu ke samping memperlihatkan seluruh bagian depan tubuh Hannie yang tidak terlindung apapun. Sementara tangan gadis itu tetap pada tempatnya tanpa berani mencegah tangan nakal suaminya yang mulai menyelusuri kulit lembutnya dari perut hingga ke dadanya.
“Benar juga. Bagian ini memang belakangan ini lebih besar daripada saat pertama aku menyentuhnya. Sepertinya selama ini tanganku bekerja dengan baik.” Kata Kyuhyun sambil menatap Hannie dengan tatapan mesum.
“Nghhh…..” Desahan lirih keluar dari mulut Hannie saat tangan Kyuhyun membelai lembut kedua payudara miliknya. Hanya membelai tanpa meremas. Sesekali ujung hari pria itu menyentuh pucuk payudaranya yang awalnya lembut lalu mulai mengeras. Namun itu sudah cukup membuat tubuhnya menggeliat karena gairahnya yang memanas.
Saat gerakan tangan Kyuhyun semakin liar bermain pada kedua gundukan kenyalnya, kedua tangan Hannie yang tadi tergeletak pasrah dikedua sisi kepalanya, refleks mencengkram lengan pria itu. Tapi dia malah mendapatkan tatapan dengan sorot ketidak senangan dari suaminya itu.
“Jangan mengganggu kegiatanku. Kembalikan posisi kedua tanganmu ke tempat semula. Apapun yang aku lakukan pada tubuhmu maka tanganmu tidak boleh menyentuhku. Itu bagian dari hukuman yang akan kau terima. Mengerti?” Titah Kyuhyun tegas ditambah tatapan tajamnya yang bagi Hannie menyeramkan tapi juga menggoda diwaktu yang bersamaan.
“Me-mengerti oppa.” Sahut Hannie takut-takut. Lalu dia mengembalikan posisi kedua tangannya ke kedua sisi kepalanya dan membiarkan tangan Kyuhyun bergerilya sesukanya di tubuh mungilnya.
“Ahhhh……” Rintih Hannie nikmat saat tangan Kyuhyun meremas-remas payudaranya dengan kuat dengan sebelah tangannya secara bergantian sementara tangan yang satunya tetap menopang tubuhnya agar tidak menindih tubuh mungil gadis itu. Jari-jarinya memilin-milin, mencubiti, menarik dan menekan puncak dari kedua gundukan kenyal yang berwarna pink kecoklatan itu satu persatu. Membuat sang pemilik payudara menggeliat-geliat seduktif dan terus mengeluarkan desahan, rintihan hingga erangan.
“Ngghhh…..ahhhh….oppahhh….ahhhh……” Desahan Hannie semakin menggila ketika mulut Kyuhyun menggantikan tugas tangannya untuk memanjakan payudaranya. Pria itu menjilati ujungnya yang sudah mengeras, mengigiti kecil-kecil lalu menghisapnya keras seolah ada air susu disitu sementara tangan yang lain sibuk menggodai payudara yang satunya lagi.
Hannie yang tidak tahan tanpa sadar malah menekan kepala Kyuhyun, mengacak-acak rambut coklat itu untuk menyalurkan kenikmatan akibat kedua payudaranya yang sedang dicumbu panas. Sepertinya dia lupa dengan peringatan Kyuhyun barusan untuk tidak menyentuhnya. Dan benar saja. Pria itu melepaskan payudara itu mulutnya dan juga tangannya. Tatapan matanya kembali menunjukan kekesalan.
“Tanganmu tetaplah pada posisimu tadi. Jangan mengganggu kegiatanku dengan menyentuhku. Bukankah tadi sudah kukatakan? Kenapa kau malah melanggarnya? Apa kau mau aku hukum lebih keras huh?” Peringat Kyuhyun tajam.
“Ma-maafkan aku oppa. A-aku tidak sengaja.” Sahut Hannie memelas.
“Tch memang harus dilakukan sesuatu untuk membuatmu patuh.” Gumam Kyuhyun.
Detik berikutnya Kyuhyun membelai kedua sisi tubuh Hannie dari payudara turun ke pinggang hingga paha mulusnya. Lalu pria itu memegangi ujung jubah mandi sutera istrinya yang masih terpasang di tubuh mungil itu walau bagian depannya sudah terbuka lebar. Dengan perlahan dia menaikkan jubah mandi sutera itu ke atas, bermaksud melepaskan seutuhnya dari tubuh istrinya. Hannie sendiri refleks mengangkat punggungnya untuk mempermudah kegiatan Kyuhyun.
Jubah mandi sutera itu melewati punggung Hannie, terus ke atas hingga lolos dari kepalanya, lalu melewati lengannya. Dan ketika sudah mencapai pergelangan tangannya, mendadak Kyuhyun menyentak kedua tangan gadis itu ke atas kepalanya. Kedua tangan Hannie diikat dengan menggunakan jubah mandi itu lalu diikatkan kuat pada head board ranjang yang berjeruji. Akibatnya dia tidak bisa menggerakan kedua tangannya.
“Op-oppa…i-ini….apa maksudnya?” Pekik Hannie panik. Jujur saja dia belum pernah diperlakukan seperti ini oleh Kyuhyun.
“Sshhhhh…..tenanglah.” Peringat Kyuhyun dengan tenang. Pria itu lalu kembali membelai tubuh Hannie hingga ke pahanya lalu dia memundurkan tubuhnya dan belaiannya turun hingga ke kaki.
“Oppa….” Rengek Hannie cemas. Dia mencoba menarik kedua tangannya ke bawah agar ikatannya terlepas. Tapi sepertinya sia-sia. Ikatan jubah mandi itu rupanya sangat kuat hingga usaha apapun untuk melepaskan tangannya sama sekali tidak berhasil. Bahkan kedua tangannya saja tidak bisa digerakan dari headboard ranjang.
“Uhmmnm….oppa….” Desah Hannie lirih saat Kyuhyun mengangkat kakinya dan mengecupinya dari jempol hingga ke belakang kaki terus ke belakang dan bagian dalam pahanya. Tangan pria itu juga ikut membelai lembut namun sensual bagian yang juga merupakan termasuk bagian sensitif wanita. Sensasi aneh itu terus menggelitik sekujur tubuh Hannie, menambah basah area pusat tubuhnya yang sudah lebih dulu basah sejak payudaranya dikerjai pria itu. Setelah sebelah kakinya diperlakukan dengan seduktif lalu berpindah lagi pada kaki yang satunya. Gadis itu menikmati perlakuan Kyuhyun pada tubuhnya tanpa bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelah puas bermain dengan kaki Hannie, Kyuhyun, yang entah bagaimana caranya sudah menempatkan tubuhnya ditengah apitan kedua kaki mulus itu, lalu menghentikan kegiatannya. Dia tersenyum seduktif dan tanpa basa basi menelanjangi diri sendiri hingga tubuh putih pucatnya tidak terlindung apapun termasuk kejantanannya yang sudah membesar dan mengeras. Hannie yang melihat pemandangan itu langsung merona. Walau sudah sering melihatnya tapi tetap jika melihatnya lagi membuatnya salah tingkah. Dengan gerakan kilat pria itu membuang kaos dan celana pendeknya beserta celana dalamnya sembarangan, entah mendarat di lantai bagian mana dari kamar ini.
Lalu Hannie melihat Kyuhyun turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari besar dan membukanya. Pria itu mengambil sesuatu dari lemari besar itu. Ternyata yang dia ambil adalah 2 lembar syal milik Hannie. Lalu pria itu berjalan demgan santai kembali ke ranjang dengan 2 lembar syal di tangannya.
Hannie membelalakan matanya saat salah satu kakinya ditarik melebar dan pergelangan kakinya diikat dengan syal itu lalu ujungnya diikat pada bawah ranjang. Meski kaki Hannie tidak sampai ke bagian tepi bawah ranjang tapi syal tersebut cukup panjang hingga ujungnya bisa diikatkan pada bagian itu.
“Ap-apa yang oppa lakukan?” Tanya Hannie panik saat Kyuhyun kembali melakukan hal yang sama pada kaki yang satunya. Tapi Kyuhyun tidak menjawab dan malah meneruskan aksinya hingga selesai.
Tampak senyum kepuasan di wajah Kyuhyun saat melihat keadaan Hannie sekarang. Tubuh mungil gadis itu telanjang bulat tanpa penutup apapun. Kulit putih susunya terlihat bersinar dan segar karena dia baru saja mandi air hangat. Kedua tangannya terikat erat dengan jubah mandinya sendiri pada jeruji headboard ranjang. Begitu juga kedua kakinya yang diikatkan dengan syal pada ujung bawah ranjang. Posisi kedua kakinya yang mengangkang dan terbuka lebar memperlihatkan kewanitaannya dengan sangat jelas. Posisi Hannie benar-benar tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun.
“Dengan begini hukuman resmi dimulai.” Kata Kyuhyun dengan puas.
Hannie jadi gemetaran. Tiba-tiba saja dia teringat dengan salah satu adegan percintaan Mr. Grey dan Anna dalam film Fifty Shades Of Grey yang pernah mereka tonton di bioskop lebih sebulan yang lalu. Adegan dimana Anna tangan dan kakinya diikat di ranjang lalu Mr. Grey mencambukinya dengan tongkat lentur itu atau juga cambuk yang berumbai-rumbai seperti surai kuda. Dan kemudian setelah puas mencambukinya si tuan abu-abu itu memasuki Anna dengan liar.
Apa Kyuhyun juga akan mencambuki tubuh Hannie sebelum bercinta liar seperti yang dilakukan Mr. Grey pada Anna? Gadis itu mencoba mencari-cari dengan matanya mungkin suaminya membawa benda semacam cambuk tapi ternyata tidak ada. Atau jangan-jangan Kyuhyun akan memukul bokongnya hingga merah? Atau mungkin menjepit ujung payudaranya dengan jepit jemuran atau jepit kertas seperti adegan film yadong yang pernah diceritakan Hyemi dulu? Cerita yang membuatnya mual hingga tidak nafsu makan sampai beberapa hari. Aish Hannie semakin menegang ketakutan. Dia bisa pingsan jika Kyuhyun benar-benar melakukannya. Pria itu sepertinya tertarik mempraktekan adegan bercintanya Christian Grey di FSOG itu. Dan tidak menutup kemungkinan suaminya ini setidaknya pernah nonton film yadong jika dilihat dari kemesumannya.
“Hahahaha. Sepertinya kau berpikir aku akan melakukan BDSM padamu seperti si tuan Abu-abu pada wanita polosnya itu di FSOG. Yah memang iya sih.” Kata Kyuhyun seolah bisa membaca pikiran Hannie. Pria itu merayap menindih tubuh istrinya dan wajah mereka kini saling berdekatan.
“Tapi juga tidak sepenuhnya benar. Aku memang mengikat tangan dan kakimu. Aku bermaksud mendisiplinkanmu. Itu bagian dari BDSM kan? Tapi melakukan penyiksaan ekstrim saat bercinta itu bukan gayaku. Begini-begini aku masih punya hati. Mana tega aku menyakiti tubuh mungil ini? Tapi aku memang berniat untuk bercinta lebih kasar dari biasanya. Itu untuk membuat tubuhmu selalu mengingat siapa pemiliknya yang sesungguhnya. Dan aku yakin sekasar apapun aku memasukimu, tubuhmu pasti bisa menahannya.” Seringai Kyuhyun licik.
Hannie hanya menatap Kyuhyun sayu. Bagian bawah tubuhnya semakin terasa basah dan licin hanya dengan mendengar bagian akhir kata-kata suaminya. Ditambah dengan fakta bahwa tubuh pria itu berada di atasnya. Namun dia lega saat mendengar Kyuhyun tidak akan menyiksanya apalagi menyakitinya. Dia tidak akan bernasib seperti Anna atau aktris yadong yang jadi objek penyiksaan seksual sebagai slave dari tuannya.
“Mmhhh….mmmm…..mmmppthhh…..mmmckkk….” Suara desahan dan decakan kembali memenuhi kamar saat bibir tebal Kyuhyun melumat liar bibir Hannie tanpa memberi kesempatan gadis itu untuk menarik nafasnya.
Hannie benar-benar kewalahan menerima serangan bertubi-tubi bibir Kyuhyun pada bibirnya. Pria itu menyapu, melumat, menjilati dan menghisap kuat bibir atas dan bawahnya bergantian secara terus menerus. Saat dia mencoba mencuri udara di tengah ciuman panas yang bertubi-tubi dengan membuka sedikit mulutnya, kesempatan itu justru dimanfaatkan suaminya dengan menelusupkan lidahnya masuk ke mulut Hannie, menjilati seisi mulutnya, mengabsen gigi-giginya lalu mencari-cari lidahnya untuk mengajak berperang.
“Mmhhh….nghhhh….ahmmmmhhh…..” Hannie terus mendesah saat Kyuhyun menjilati, membelit dan menghisap lidahnya dengan keras. Sementara kedua tangan pria itu meremas-remas payudaranya dan menggodai puncaknya seduktif. Dia mencoba mengimbangi serangan lidah dan bibir Kyuhyun dengan membalas apa yang dilakukan pria itu pada bibir dan seisi mulutnya. Tapi pada akhirnya dia harus mengakui dia kalah agresif dari pergerakan suaminya itu. Maka dia hanya pasrah membiarkan Kyuhyun yang mendominasi dan menguasai penuh french kiss ini.
“Hhhnnnggghhhh…..mhhhh…..hmmmm…..” Suara desahan Kyuhyun saat mem french kiss Hannie terdengar berat dan sangat seksi menandakan gairah pria itu semakin meningkat.
Hannie benar-benar tidak bisa melakukan hal lain selama bibirnya dan mulutnya diobrak abrik Kyuhyun. Untuk menyalurkan kenikmatannya, dia hanya bisa mendesah hebat sambil menarik kuat-kuat kedua tangannya yang terikat, sementara kedua kakinya hanya bisa dia tarik sedikit ke atas namun tetap tidak bisa bergerak  bebas. Namun dalam keadaan tidak berdaya seperti ini Hannie justru merasa sangat bergairah. Tubuhnya seolah menjadi berkali-kali lipat lebih sensitif dari biasanya. Terutama pusat tubuhnya yang semakin basah dan berdenyut keras. Oh kemesuman Kyuhyun resmi menular padanya.
Setelah melakukan french kiss cukup lama pada bibir Hannie, bibir Kyuhyun merambat ke dagu, lalu ke leher gadis itu. Mengecupi, menggigiti kecil-kecil dan melumatnya kasar hingga meninggalkan rasa perih.
“Ophh….pahhhh…..ahhhh…..” Hannie mendesah merasakan sensasi bibir Kyuhyun yang mencumbui liar lehernya. Dia tahu pasti bahwa cumbuan suaminya itu meninggalkan bekas kemerahan yang sangat nyata di kulit putih susunya. Biasanya pria itu hanya meninggalkan jejak di payudara Hannie, tidak di lehernya atau bagian tubuh lain yang terlihat, untuk menjaga perasaan Raena. Tapi kali ini entah karena Kyuhyun sedang marah hingga lupa dengan perasaan istri pertamanya atau ini memang bagian dari hukuman, sehingga dia dengan bebasnya meninggalkan jejak kemerahan sesuka hati.
Cumbuan pria itu terus merambat ke bahu, tulang belikat, dada dan payudara Hannie. Tentu saja disetiap cumbuannya tidak lupa dia tinggalkan tanda kepemilikannya.
“Ohhh….ahhh….ahhhh….ahhhh…..” Hannie mendesah keras saat Kyuhyun kembali mengerjai kedua payudaranya. Menyusu dengan gaya yang errr….seksi. Kepala gadis itu hanya bisa menggeleng-geleng dan tubuhnya menggeliat-geliat hebat saat gairahnya sudah semakin menggila tanpa bisa menyalurkannya seperti biasanya. Entah dengan mencengkram atau mencakar bahu atau punggung Kyuhyun, meremas-remas rambut coklat pria itu, atau meremas-remas seprai ranjang mereka. Juga kakinya yang tidak bisa menendang-nendang kesana kemari atau menjepit tubuh suaminya dengan kuat.
Puas menyusu pada kedua payudara Hannie, Kyuhyun meneruskan cumbuan panasnya sambil meninggalkan tanda kemerahan pada perut istrinya dan terus ke bawah. Tapi saat mendekati bagian kewanitaan Hannie yang sudah basah kuyup, dia malah melewatinya dan mencumbu paha dalam gadis itu.
Sekarang tubuh Hannie penuh dengan jejak kemerahan dari leher hingga paha dalamnya. Dia harus berpikir baju apa yang harus dia pakai besok agar jejak mesum itu tidak terlihat.
“Ahhh…ahhhh….ahhhh…..” Hannie terlonjak ketika merasakan bibir Kyuhyun mengecupi kewanitaannya. Gadis itu melihat ke bawah dan tampak suaminya yang sedang menahan pahanya dengan kedua tangan agar kewanitaannya semakin terbuka lebar. Lidah pria itu menjilati belahan kewanitaan Hannie dengan seduktif. Daging kecil yang berada disana pun dijilatinya dengan rakus.
“Tidak….ahhhh…janganhhh….ahhh…ahhh….” Hannie menggeliat-geliat nikmat antara malu tapi juga menginginkan sentuhan itu. Sedangkan Kyuhyun terus menjilati daging kecil itu, sesekali menghisap bahkan mengigitnya gemas hingga membuat Hannie menjerit.
“Ahhh….oppahhh…ahh- aku….ssudahhh….ti- tidakhhh tahanhhh….ohhh…..” Hannie mengangkat pinggulnya, melengkungkan punggungnya, sementara di pusat tubuhnya ada sesuatu yang sudah mengumpul dan siap meledak hanya dengan sedikit sentuhan lagi.
Tapi Kyuhyun justru menghentikan aksinya pada kewanitaan Hannie. Pria itu menarik wajahnya dan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya lalu menjilati bibirnya sendiri. Gadis itu hanya menatapnya dengan keheranan juga sedikit kecewa karena dia hampir sampai tapi malah tertunda. Kyuhyun malah kembali merayap ke atas tubuh Hannie.
“Kau ingin klimaks? Tidak semudah itu sayang. Aku memang tidak menyiksa atau menyakiti tubuhmu dengan cambuk atau sejenisnya. Tapi aku akan menyiksamu dengan menunda mendapatkan klimaksmu. Bahkan meski kau memohon-mohon, jika tanpa aku ijinkan maka kau tidak akan mendapatkan keinginanmu. Lama atau sebentar itu terserah aku. Meski kau lemas tak berdaya dan tubuhmu sangat menginginkannya, kalau aku bilang belum waktunya ya memang belum waktunya. Sebuah hukuman yang menyenangkan bukan?” Seringainya licik.
Hannie hanya menatap Kyuhyun dengan pandangan horor. Nafasnya terengah-engah. Bayangan bahwa dia akan diperlakukan seperti tadi lagi dan kemungkinan dia akan memohon-mohon meminta klimaksnya justru semakin menaikan hasratnya.
“Uhmmmm…..mmmm……mmmmm….”
Kyuhyun kembali melumat bibir Hannie yang sudah sedikit bengkak. Kembali melakukan french kiss panas seperti diawal tadi. Saat tengah terbuai menikmati french kiss, gadis itu merasakan lubang kewanitaannya dimasuki jari Kyuhyun. Bukan hanya 1 tapi 3. Jari-jari itu bergerak liar keluar masuk kewanitaannya sementara jempol pria itu menekan kuat daging kecil sensitifnya.
“Ohhh…ahhh….ahhhh……oppahhh…..” Hannie mendesah keras saat jari-jari itu bergerak semakin cepat. Sementara Kyuhyun sendiri sudah beralih dengan menyusu pada payudaranya.
“Ohhhh…..ahhhh….ahhh……” Hannie kembali merasakan tubuhnya menegang dari ujung tangan sampai ujung kakinya. Keinginan untuk meledak di pusat tubuhnya kembali datang.
“Oppaaaa……..” Rengek Hannie kesal saat lagi-lagi Kyuhyun menghentikan gerakan jarinya seolah tahu istrinya hampir meledak lagi. Pria itu malah mengeluarkan jarinya dan melepaskan payudara Hannie dari mulutnya. Dia malah tersenyum dengan santainya sementara gadis itu sangat tersiksa. 2 kali gagal klimaks rasanya sangat menderita.
“Kenapa?” Tanya Kyuhyun menatap Hannie dengan wajah tanpa dosa.
“Oppa jahat.” Ketus Hannie sebal.
“Aku jahat? Kalau begitu bagaimana kalau aku tunjukan seperti apa jahat itu?” Kyuhyun menaik turunkan alisnya jahil. Hannie benar-benar ingin melepas ikatan tangannya dan meninju wajah mesum prianya ini. Sepertinya 1 2 tonjokan tidak akan mengurangi ketampanan setan mesum ini.
“Oppaa……lepaskan ikatan tanganku. Sakit.” Rengek Hannie manja. Tapi Kyuhyun tidak menggubrisnya. Dia malah mengambil bantal dan menyusupkannya di bawah pinggul gadis itu.
“Oppaaa……” Rengek Hannie lagi sambil menarik-narik tangan juga kakinya yang masih terikat.
“Sshhh….sudah kubilang tenanglah. Kalau kau terus memberontak dan berusaha melepaskan ikatan tangan dan kakimu, justru malah akan tambah sakit. Nikmati saja hem. Kujamin kau akan sangat puas dan tidak akan melupakan malam ini.” Kata Kyuhyun sambil mengusap lembut pipi Hannie.
“Tapi……ARGHHHH…..OPPAA….AHHH…..” Belum sempat melanjutkan protesnya tiba-tiba saja Kyuhyun memasukan kejantanannya ke dalam lubang kewanitaan Hannie dengan sekali hentakan kasar. Gadis itu menjerit keras tidak menyangka akan menerima serangan mendadak di pusat tubuhnya.
Pinggul pria itu langsung bergoyang liar tanpa memberikan kesempatan bagi Hannie sedikitpun bahkan sekedar menarik nafas. Gadis itu hanya bisa mendesah keras tidak terkendali. Tubuhnya terasa porak poranda. Suaminya benar-benar tahu cara memberinya hukuman dengan nikmat.
“Ahh….ahhh…oppahhhhh….ahhhh…awhhh….aw…..ahhhh….”
“Hannie-aa……ahhh….ahhhh….ahhhhh…..”
Desahan, erangan hingga jeritan kedua menggema bersahutan memenuhi kamar di lantai atas rumah ini. Ditambah dengan deritan ranjang yang seakan mau roboh akibat gerakan agresif Kyuhyun dan suara alat kelamin mereka yang beradu keras menambah erotis suasana kamar itu.
Kejantanan Kyuhyun bergerak keluar masuk dengan sangat cepat di liang surga milik Hannie sementara itu dinding-dinding kewanitaan gadis itu berdenyut-denyut, meremas-remas kuat benda yang terus menambah kecepatannya. Pria itu tidak melakukan apapun untuk mengiringi gerakannya di bawah sana. Bibirnya tidak mencumbui bibir, leher atau payudara Hannie. Tangannya pun tidak meremas kedua gundukan kenyal favoritnya itu. Dia hanya menggunakan tangannya untuk mencengkram erat dan menahan pinggul Hannie untuk memantapkan hentakan-hentakan kejantanannya di bawah sana. Matanya tidak lepas menatap tubuh mungil putih susu yang menggeliat gelisah dan kedua gundukan kenyal yang bergoyang liar akibat kerasnya hentakan yang dia lakukan di pusat tubuh istri ke-2 nya.
“Oppa…..kumohon….ahhhhh….ahhhh…..” Hannie benar-benar frustasi. Sudah tidak bisa menyalurkan kenikmatan melalui tangannya masih ditambah dengan Kyuhyun yang sama sekali tidak melakukan cumbuan pada tubuhnya sementara kejantanan pria itu terus menghunjam keras dan kasar hingga ke bagian terdalamnya. Ke bagian dimana rasa nikmat itu semakin menjadi dan membuat sekujur tubuhnya bergetar hebat tidak mampu menahan kenikmatan itu. Tubuhnya butuh sentuhan tangan dan bibir suaminya. Dia juga perlu menyalurkannya lewat tangannya. Belum lagi Kyuhyun tidak membiarkannya klimaks meski dia sangat ingin sampai rasanya ingin menangis keras. Ah Hannie benar-benar gusar. Tapi sayang pria berwajah malaikat dari surga tapi berjiwa setan dari neraka ini justru malah menikmati ketersiksaan gadis itu di bawah tubuhnya.
Tiba-tiba tubuh Hannie menegang. Rasa yang sangat familiar kembali dia rasakan mengumpul di bawah perutnya. Kedua tangannya yang terikat pada headboard ranjang hanya bisa menggenggam erat menahan rasa nikmat.
“Oppa…..ahhhh….aku…..ahhhh….TIDAK…..JANGAN BERHENTI…..KUMOHON….OPPAAAA……HIKS….HIKS…….”
Nah benar kan? Saat Hannie hampir mendapatkan klimaksnya lagi-lagi Kyuhyun berulah. Gerakan kejantanannya malah melambat disaat gadis itu butuh hentakan lebih cepat dan lebih kuat untuk meledakan pusat tubuhnya yang sudah merana mendambakan pelepasan sejak tadi. Dia benar-benar pusing dan lelah. Tidak tahukah setan ini kalau telah membuat dirinya seperti wanita murahan dengan memohon-mohon meminta agar diberikan klimaksnya? Hannie tidak tahan sampai tanpa sadar menangis kesal.
“Apa?” Tanya Kyuhyun cuek.
“Oppa jahat. Menyebalkan. Mesum. Aku benci….AHHHH……OPPA….AHHHH……” Hannie kembali harus menjerit keras saat tiba-tiba saja Kyuhyun kembali mempercepat gerakan kejantanannya.
Dan begitu seterusnya. Setiap Hannie akan memperoleh puncaknya dengan seenaknya Kyuhyun melambatkan gerakannya bahkan berhenti. Pria itu benar-benar serius menghukumnya.
Dan setelah menggagalkan klimaks Hannie sampai 3 kali, yang ke 4 ini sepertinya Kyuhyun mulai serius. Dia terus menggoyangkan pinggulnya dengan kasar hingga tubuh gadis itu terlonjak-lonjak hebat.
“Anghhhh…..awhhhh….ahhhh….ahhhhh oppa…..”
“Sshhhh……ahhhh…..Ha-Hannie-aa….ahhhhh…..”
Gerakan liar Kyuhyun dibawah sana membuat Hannie merasa hancur lebur. Dia serasa remuk. Sialnya ikatan pada tangan dan kakinya tetap kokoh membelenggunya padahal dia yakin sudah menariknya dengan sekuat tenaga. Yang ada malah pergelangan tangan dan kakinya yang sakit. Air matanya tanpa sadar terus mengalir di sudut matanya. Namun bukan karena kesakitan melainkan lebih kepada kenikmatan hebat yang tidak sanggup ditanggung tubuh mungilnya.
Hannie sudah tidak tahan lagi. Rasa nikmatnya semakin menguasai tubuhnya mematikan akal sehatnya. Karena tidak bisa menggunakan tangan dan kakinya yang terikat juga Kyuhyun yang tidak melakukan apapun selain bergoyang kasar di bawah sana, tiba-tiba terlintas ide di kepala gadis itu untuk menyalurkan nikmat. Dia menolehkan kepalanya ke kiri dan bibirnya bertemu dengan bagian dalam dari lengan atasnya sendiri. Tanpa pikir panjang dia langsung menghisap bagian itu bahkan mengigitnya hingga meninggalkan bekas kemerahan. Ternyata cara itu lumayan efektif untuk menyalurkan rasa nikmatnya.
Tapi Kyuhyun yang melihat itu langsung menangkup wajah Hannie dan dengan rakus mencium bibir mungilnya. Kedua tangan pria itu juga meremas-remas keras payudara Hannie sementara di bawah sana kejantanannya bergerak semakin cepat. Lalu tangan Kyuhyun digantikan oleh mulutnya untuk memanjakan benda kenyal itu. Sedangkan tangan yang menganggur dia arahkan ke mulut Hannue. Jari telunjuk dan tengahnya dia masukan ke mulut istrinya dan gadis itu menjilati dan menghisapnya dengan liar.
“AHHHH…..OPPA….AHHH…AHHHH…..ARGHHHHHH……….” Suara jeritan panjang Hannie melengking saat kewanitaannya menyemburkan cairan hangat yang sudah sejak tadi dia tunggu-tunggu. Walau lelah tapi dia merasa sangat lega.
Sementara Kyuhyun terus menghunjam dengan brutal lubang kewanitaan Hannie. Pria itu juga sepertinya sebentar lagi akan mendapatkan klimaksnya.
“HA….AHHHH….HANNIEEEHHHH…..AHHHHHH……ARGHHHHHH……” Dan benar saja. Geraman kasar Kyuhyun diiringi semburan cairannya yang memenuhi rahim Hannie dan juga meluber hingga meleleh di paha gadis itu juga membasahi seprai.
“Hah….hah…hah….hah….” Deru nafas keduanya terdengar bersahutan. Mereka saling menatap dalam diam.
“Jadi bagaimana?” Goda Kyuhyun jahil.
“Oppa menyebalkan.” Sungut Hannie lemas. Kyuhyun hanya terkekeh geli mendengarnya.
“Oppa…..buka ikatannya. Hukumanku kan sudah selesai?” Rengek Hannie lagi.
“Tch siapa bilang hukumanmu sudah selesai. Ini baru ronde awal. Malam masih panjang Hannie-aa. Masih ada ronde-ronde selanjutnya.” Seringai Kyuhyun mesum.
Hannie hanya menatap Kyuhyun tidak percaya. Dan kenyataannya setelah memulihkan diri sebentar, pria itu kembali bergoyang liar di atasnya. Tentu saja kali ini tidak acara penundaan klimaks. Entah berapa lama dan berapa kali mereka mencapai puncak. Yang jelas malam ini Hannie benar-benar bekerja rodi di atas ranjang demi menjalani hukuman dari Kyuhyun.
********
“Eunghhh…..” Hannie menggeram lirih saat dia terbangun dari tidurnya.
Dengan perlahan dia membuka matanya berusaha mengumpulkan nyawanya yang tercecer di alam mimpi. Dia merasa perutnya berat seperti ditindihi sesuatu. Perlahan dia melihat ke bawah. Sebuah lengan besar melingkari perutnya. Hannie menoleh ke sampingnya tersenyum bahagia. Baru kali ini saat membuka mata dia bisa melihat wajah tidur Kyuhyun. Tentu saja dulu saat Raena ke Jepang selama seminggu, pemandangan seperti ini selalu bisa dia nikmati setiap pagi. Tapi tidak saat wanita itu ada di rumah. Mana mungkin Hannie dapat kesempatan seperti ini?
Tapi ngomong-ngomong sepertinya ini belum pagi. Hannie menoleh ke jam dinding di kamarnya dan ternyata masih pukul 4 dinihari.
Gadis itu kembali menatap Kyuhyun dan kekesalan kembali memenuhi hatinya. Pria itu benar-benar keterlaluan. Sengaja mengikatnya lalu menunda klimaksnya. Meski dia memohon sampai menangis tetap saja tanggapan pria itu santai. Dengan liar Kyuhyun memasukinya berulang-ulang. Entah berapa kali dia mencapai puncaknya. Sepertinya pria itu juga berkali-kali mencapai kepuasannya.
Dan entah berapa jam yang mereka habiskan untuk bercinta. Yang jelas begitu Kyuhyun mengakhiri kegiatannya dan melepas ikatan tangan dan kaki Hannie, gadis itu langsung jatuh tertidur. Dia sudah tidak sanggup lagi bahkan hanya untuk sekedar mengecek  apakah ada bekas merah pergelangan tangan dan kakinya akibat ikatan itu. Juga tidak menyadari Kyunyun yang juga tertidur di sampingnya dan memeluknya. Seperti sekarang.
“Dasar oppa mesum. Menyebalkan. Bossy. Pemaksa. Tapi aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.” Bisik Hannie lirih. Dia mengecup hidung Kyuhyun juga bibir tebalnya.
Lalu Hannie pelan-pelan menyingkirkan tangan Kyuhyun dari perutnya. Setelah itu dia mencoba bangun. Seluruh tubuhnya sakit dan pegal. Dan dia merasa sangat haus. Meski di meja kecil di samping ranjangnya persediaan air putihnya masih banyak, tapi dia malah ingin jus jeruk yang ada di kulkas di dapur. Dan tidak bisa ditawar.
Dengan hati-hati Hannie beringsut keluar dari selimut tebal yang menutupi tubuh telanjang mereka berdua. Sempat dilihatnya ada sedikit bercak darah diseprai. Wajah Hannie memerah seketika. Sepertinya Kyuhyun terlalu kasar memasukinya sampai kewanitaannya berdarah begitu. Mungkin ada yang lecet karena dia juga merasakan sedikit sakit pada kewanitaannya. Yang jelas itu bukan karena tamu bulanannya walau ini juga sudah terlambat dari tanggal seharusnya. Tapi masih wajar. Kadang tamu bulanannya bisa datang terlambat.
Setelah membenarkan letak selimut di tubuh Kyuhyun, dengan pelan gadis itu berjalan mencari jubah mandi suteranya yang sempat dipakai pria itu untuk mengikat tangannya. Dia menemukan benda itu teronggok di lantai. Setelah memakai jubah mandinya dan membereskan baju Kyuhyun dan syal miliknya yang berserakan di lantai, Hannie pun turun menuju dapur. Susah payah dia berjalan menahan sakit pada selangkangannya. Jika bukan karena sangat menginginkan jus jeruk dingin, dia lebih memilih melanjutkan tidurnya. Hannie tanpa risih turun ke dapur karena dia yakin pasti tidak ada siapa-siapa di bawah sini. Ini kan baru jam 4 dinihari? Karena dihari minggu Raena baru bangun paling cepat jam 7 pagi.
Sesampainya di dapur Hannie mengambil jus jeruk botolan seukuran 500ml yang masih baru dari kulkas dan meminumnya hingga habis. Setelah menghabiskan sebotol jus jeruknya, dia bermaksud kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidur. Tapi saat melewati ruang tengah dia tertegun. Di sofa ada sesosok tubuh yang sedang berbaring meringkuk karena sofa itu tidak sebanding dengan tinggi tubuh orang yang tidur di atasnya. Dan orang itu adalah Raena!
‘Kenapa eonnie tidur disini?’ Batin Hannie heran.
Tadi saat ke dapur dia memang berjalan lurus tanpa memperhatikan sekelilingnya. Ditambah kehausan dengan hanya jus jeruk dingin yang memenuhi pikirannya juga karena menahan perih pada selangkangannya. Makanya dia tidak melihat ada orang yang tidur di sofa ini. Setelah dari dapur baru dia melihat Raena.
Hannie mendekati sofa tempat Raena tidur. Wanita itu rupanya tertidur dengan earphone yang masih terpasang di telinganya. Sementara ponselnya yang terhubung dengan earphone itu tergeletak di samping kepala Raena.
“Eonnie. Eonnie.” Panggil Hannie lembut sambil menepuk-nepuk pelan bahu Raena. Tubuh wanita itu bergerak-gerak dan dia pun membuka matanya.
“Nghhhh…..oh Hannie-aa? Ada apa?” Tanya Raena begitu terbangun.
“Eonnie kenapa tidur disini? Sejak kapan?” Bukannya menjawab Hannie malah balik bertanya dengan lembut.
Raena bangkit dan duduk di sofa sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku. Wanita itu serta merta melepas earphone yang masih terpasang di telinganya. Hannie pun ikut duduk di sebelahnya.
“Tadi sekitar pukul 3 dinihari aku terbangun dan tidak menemukan Kyu-aa  disampingku. Aku mencoba tidur lagi tapi tidak bisa. Tidak ada Kyu-aa aku jadi sulit tidur. Tadinya aku mau menelpon ke kamarmu tapi tidak enak mengganggu kalian terus. Selama ini aku kan selalu seperti itu? Apalagi Kyu-aa selama ini selalu kembali ke kamarku setelah selesai denganmu, padahal di malam giliranmu harusnya dia tetap di kamarmu sampai pagi. Makanya aku jadi tidak enak padamu. Akhirnya aku putuskan keluar kamar dan duduk disini. Karena tidak tahu harus berbuat apa ya aku dengar musik dari ponselku saja. Tapi ternyata aku malah ketiduran disini.” Cerita Raena. 
“Eonnie. Padahal telpon juga tidak apa-apa. Aku tidak keberatan. Eonnie tidak usah merasa tidak enak atau sungkan padaku. Daripada eonnie tidak bisa tidur dan malah tidur disini. Nanti kalau eonnie sakit bagaimana? Tidur disini kan dingin mana di sofa tidak muat lagi. Tubuh eonnie malah sakit semua.” Sahut Hannie sambil tersenyum lembut. Raena ikut-ikutan tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tiba-tiba mata wanita itu menatap Hannie tanpa berkedip. Wajahnya berubah tegang. Hannie bertanya-tanya apa yang Raena lihat. Tapi kemudian dia menyadari 1 hal. Dia hanya memakai jubah mandi suteranya dan bagian leher dan dadanya terbuka. Pasti madunya itu melihat jejak-jejak cinta kemerahan milik Kyuhyun. Hannie hanya menunduk.
“Apa Kyu-aa menyakitimu? Waktu itu sebelum ke kamarmu dia terlihat sangat marah. Aku menasehatinya agar dia bicara baik-baik padamu. Apa dia mengasarimu?” Tanya Raena setelah mereka terdiam beberapa lama.
“Eh ti-tidak. Tentu saja tidak. Oppa tidak menyakitiku atau kasar padaku. Dia hanya…….uhm….anu hanya sedikit emosi. Tapi kurasa hal yang wajar. Mana ada suami yang tenang-tenang saja jika istrinya menbangkang perintahnya? Tapi oppa sudah tidak marah lagi asal aku berjanji tidak mengulanginya lagi.” Sahut Hannie gugup. Dia berdoa dalam hati semoga Raena tidak bertanya bentuk pelampiasan emosi seperti apa yang dilakukan Kyuhyun padanya. Tidak mungkin kan menceritakan hukuman erotis itu pada Raena?
“Syukurlah. Makanya lain kali hati-hati. Kalau Kyu-aa bilang jangan ya jangan. Turuti saja apa kemauannya.” Sahut Raena.
“Ba-baik eonnie.” Angguk Hannie mantap.
Namun dalam hati Hannie lega karena madunya tidak menyinggung soal bagaimana Kyuhyun bisa memberikan maafnya. Karena jika Raena sampai tahu dia bisa mendapatkan maaf itu dengan membiarkan tubuhnya dihabisi suami mereka yang tampan tapi mesum itu sampai lemas, bisa-bisa hati wanita itu terluka. Karena Raena tidak bisa memenuhi kebutuhan ranjang Kyuhyun setidaknya sampai sekarang. Mendengar Hannie yang bisa melayani gairah dan mewujudkan fantasy liar suami mereka pastilah wanita itu sakit hati.
“Apa eonnie ingin tidur lagi?” Tanya Hannie setelah mereka berdua sempat terdiam beberapa saat.
Raena mengangguk. “Tapi disini saja. Aku tidak mau tidur sendirian di kamar. Sepi. Kau tolong ambilkan selimutku yang ada di kamar saja ya.” Sahutnya.
Hannie tersenyum sambil menggeleng. “Tidak eonnie. Kau tidur di kamar. Tidak sendirian. Aku temani. Bagaimana?”
“Serius? Kau menemaniku tidur di kamar? Ah terimakasih sayang. Kau pahlawanku.” Pekik Raena senang.
“Eonnie.” Hannie terkekeh geli melihat tingkah Raena yang mendadak seperti anak kecil yang dijanjikan akan dibelikan mainan.
“Kalau begitu ayo cepat ke kamarku. Aku sudah mengantuk.” Ajak Raena. Dia berdiri lebih dulu dan mengulurkan tangannya pada Hannie agar madunya mengikutinya.
Hannie pun berdiri dan mereka pun berjalan bersama menuju kamar Raena. Gadis itu berusaha berjalan normal meski selangkangannya masih sakit. Tapi beruntung Raena tidak memperhatikannya. Sepertinya dia sudah mengantuk atau terlalu senang.
Sekarang Hannie dan Raena sudah berbaring dalam 1 ranjang. Hannie sudah berganti pakaian dengan meminjam piyama Raena. Tapi hanya bagian atasnya sedangkan celananya terlalu panjang untuk gadis itu. Lagipula kewanitaannya sakit begini mana bisa pakai celana? Mereka tidur saling berhadapan.
“Dulu waktu kau tinggal di rumahku kita tidak pernah tidur sama-sama seperti ini ya? Padahal aku selalu berkhayal, jika aku memiliki adik perempuan, kita akan tidur sekamar sambil bercerita soal apa saja yang berkaitan dengan hal-hal tentang perempuan sebelum tidur. Tapi dasar eomma. Beliau selalu saja sinis padamu. Kalau dipikir-pikir kesal dengan eommamu kenapa dilampiaskannya padamu? Kau kan tidak tahu apa-apa soal urusan para orang tua itu dimasa lalu? Aku pun juga tidak.” Seloroh Raena.
“Sudahlah eonnie aku mengerti. Ahjumma tidak salah apa-apa. Beliau hanya belum bisa melupakan masa lalu. Itu hal yang wajar. Aku juga tidak apa-apa.” Hannie menjawab dengan sabar keluhan Raena.
“Aigoo Hannie-aa. Kau benar-benar gadis yang baik. Aku beruntung dipoligaminya denganmu. Makanya suami mesum kita itu juga mengkhawatirkanmu dan sangat menjagamu. Karena hanya kau calon ibu yang sempurna bagi keturunan Cho. Kau mampu mewariskan sifat-sifat baikmu pada anak-anak Cho kelak. Jadi aku mohon kau tetap bersama kami ya.” Raena menatap Hannie dengan sorot mata memohon. Dia juga menggenggam tangan madunya itu.
“Tentu. Aku akan tetap bersama kalian.” Janji Hannie.
“Terimakasih Hannie-aa. Ya sudah. Ayo kita tidur.” Lalu Raena memejamkan matanya dengan tangan tetap menggenggam tangan Hannie erat.
“Selamat tidur eonnie.” Lalu Hannie pun ikut memejamkan mata.
********
Keesokan harinya
Hannie hanya berbaring lemah saat dokter Park Jungsoo memeriksa keadaannya. Raena dan Kyuhyun duduk di samping ranjang dengan wajah cemas menunggu hasil pemeriksaan. Dia tidak bisa bangun sama sekali dari ranjang. Tubuhnya sakit semua terutama daerah kewanitaannya. Dia bahkan demam.
Padahal saat turun ke dapur untuk mengambil jus jeruk, menemukan Raena yang tertidur di sofa dan mengajaknya tidur di kamar wanita itu, Hannie masih merasa baik-baik saja. Walaupun memang dia merasakan seluruh tubuhnya sakit. Tapi tidak separah sekarang dimana dia benar-benar tidak berdaya di ranjang di kamar madunya itu. Bahkan dia tidak mau sarapan meski Kyuhyun sudah membawakannya ke kamar. Melihat kondisi Hannie pria itu langsung menelpon dokter Jungsoo yang juga salah 1 teman akrabnya selain Siwon dan Donghae asisten Kyuhyun di CHO Grup.
“Bagaimana keadaannya?” Tanya Kyuhyun dan Raena nyaris bersamaan. Ada nada cemas di suara mereka.
Dokter Jungsoo hanya tersenyum simpul. Dia membereskan peralatannya dan menulis resep.
“Hanni-aa hanya kelelahan. Ini karena usia kehamilannya yang masih muda.” Kata Jungsoo sambil menyerahkan kertas resepnya pada Kyuhyun.
“APA? HAMIL?” Teriak Kyuhyun dan Raena nyaris bersamaan. Sementara Hannie memandang dokter Jungsoo dengan tatapan bingung.
“Aku…..hamil?” Tanyanya lirih.
“Iya Hannie-aa sedang mengandung. Memangnya kalian tidak mengetahuinya?” Dokter Jungsoo menatap mereka bertiga dengan wajah tanpa dosanya. Dan ketiganya hanya menggeleng.
“Aku perkirakan mungkin janinnya sudah berusia sekitar 7 atau 8 minggu. Tapi kalau mau pastinya periksakan saja ke dokter kandungan.” Lanjutnya lagi.
“Ta-tapi Jungsoo oppa aku tidak mengalami mual dan muntah seperti wanita hamil. Aku tidak merasa sakit di bagian tertentu tubuhku. Tubuhku juga tidak ada perubahan. Aku juga tidak merasa ada yang aneh. Dan aku masih dapat tamu bulananku bulan lalu.” Jelas Hannie heran.
“Tidak semua wanita hamil mengalami mual dan muntah, sakit pada bagian tertentu tubuhnya, atau mengalami perubahan bentuk tubuh. Ada juga wanita yang mengalami hal normal seperti biasanya eh ternyata sedang mengandung. Mengenai tamu bulanan kadang-kadang juga ada kejadian wanita hamil masih mendapatkannya hingga wajar mereka tidak sadar kalau mereka hamil. Kalau mengenai keanehan entah pada sifat atau seleramu pada makanan atau sesuatu yang lain, mungkin sebenarnya ada hanya saja kau tidak menyadarinya.” Sahut dokter Jungsoo sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
“Baiklah aku pergi dulu. Jangan lupa obatnya diminum. Tapi sebelumnya harus makan. Paksakan saja walau hanya sedikit. Demi nyawa dalam rahimmu. Juga jangan lupa periksakan kehamilanmu. Jangan melakukan pekerjaan berat. Dan…….” Dokter Jungsoo menoleh sebentar pada Kyuhyun dan menatapnya dengan pandangan jahil. Pria itu balas menatap sahabat dokternya yang sedang menyeringai jahil dengan alis berkerut.
“Dan untukmu setan mesum, kalau mau ‘bermain’ jangan kasar-kasar. Memang tidak dilarang ‘bermain’ saat sedang hamil. Tapi harus lembut dan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan si wanita hamil. Aku rasa ada cukup banyak artikel di internet atau buku khusus yang membahas posisi seks yang aman dan nyaman bagi wanita hamil. Atau lebih bagus lagi konsultasi saja langsung pada pakarnya. Seorang seksolog pasti akan lebih rinci menjelaskan masalah ini.” Lanjutnya.
Blush! Wajah Hannie memerah mendengar kat-kata dokter Jungsoo barusan. Pasti dia berkata begitu setelah melihat sejumlah jejak cinta Kyuhyun dan kedua pergelangan tangan dan kakinya yang memerah saat dokter berwajah malaikat itu melakukan pemeriksaan terhadapnya. Dia hanya menunduk tapi matanya melirik ke arah Kyuhyun yang wajahnya merah padam dan salah tingkah. Pria itu hanya menggaruk-garuk belakang lehernya. Sedangkan Raena memilih memandang ke luar jendela dimana taman di teras samping terlihat dari jendela itu. Tiba-tiba atmosfir kamar ini menjadi canggung.
“Ah iya baiklah hyung aku mengerti. Kalau begitu mari kuantar ke mobilmu.” Suara Kyuhyun pun terdengar memecah kecanggungan.
“Sampai ketemu lagi semuanya.” Pamit dokter Jungsoo yang hanya diangguki oleh Hannie dan Raena yang memalingkan wajahnya dari jendela. Lalu kedua pria itu berjalan keluar kamar.
Sekarang hanya ada Hannie dan Raena di kamar itu. Mereka hanya saling diam dengan pikiran masing-masing. Hannie sendiri sejujurnya bahagia dengan kehamilannya ini. Hal yang selalu dia tunggu-tunggu kapan akan terjadi pada dirinya. Dia tidak menyangka di rahimnya sekarang ada janin yang sudah berusia sekitar hampir 2 bulan. Dan selama ini dia tidak menyadarinya karena dia tidak mengalami hal-hal seperti wanita hamil pada umumnya. Tubuhnya tetap kurus mungil seperti biasanya. Tapi Kyuhyun pernah mengatakan kalau akhir-akhir ini payudaranya tambah besar. Tapi dia pikir itu karena keseringan diremas suami mesumnya.
Hannie mencoba mengingat-ingat hal-hal apa yang tidak biasanya yang terjadi dengannya akhir-akhir ini. Sepertinya tidak ada. Kalaupun ada juga tidak terlalu menonjol. Seperti nafsu makannya suka berubah-ubah. Saat sedang berselera dia bisa makan apa saja dalam porsi besar. Berapa pun banyaknya porsi makanan yang tersedia bisa dia habiskan. Seperti tokoh manga dan anime One Piece, Monkey The Luffy saja. Tapi kalau lagi malas makan melihat makanan pun tidak nafsu. Atau keinginannya pada makanan atau minuman tertentu di tempat yang tertentu pula dan jika sudah ingin tidak bisa tidak, harus terlaksana. Dia menjadi sangat suka jeruk. Itu hal biasa karena selama ini itu memang buah favoritnya. Tapi belakangan kesukaannya pada jeruk meningkat berkali-kali lipat. Dia juga mendadak suka apel hijau yang manis asam. Padahal biasanya dia lebih suka apel merah yang manis segar. Dan tadi malam saat pestanya Siwon, dia tidak merasa keasaman memakan irisan lemon. Parahnya ketika tadi malam Kris memakai wangi-wangian yang mengandung aroma citrus, Hannie malah ingin berdekatan dengannya bahkan ingin berdansa dengannya. Memang belakangan ini dia paling suka jika Kyuhyun beraroma citrus. Tapi malam tadi malah menyasar ke Kris yang juga beraroma citrus. Jadi itu semua karena janin dalam rahimnya?
Tanpa sadar gadis itu tersenyum sambil mengusap lembut perutnya. Dia merasa diberkati karena diijinkan hidup bersama pria yang dicintainya walau hanya jadi yang ke-2. Dan sekarang di rahimnya sedang tumbuh benih pria tercintanya. Bukti dari cinta Hannie pada Kyuhyun walaupun hanya perasaan sepihak dari gadis itu. Tapi dia tidak perduli. Anak ini setengahnya adalah bagian dari dirinya dan akan mewakilinya untuk menerima cinta Kyuhyun. Mengingat hal itu dia sangat bahagia.
Tidak berapa lama Kyuhyun kembali ke kamar. Pria itu tampak tersenyum bahagia. Hannie menyambutnya dengan senyum bahagia juga. Kyuhyun duduk di tepi ranjang di sebelah Hannie dan ikut mengusap lembut perut gadis itu. Lalu mereka berdua tertawa kecil.
“Dia tidak apa-apa kan? Kau juga baik-baik saja kan?” Tanya Kyuhyun lembut. Hannie hanya mengangguk sambil menatap pria itu dengan tatapan penuh cinta.
“Syukurlah. Aku lega dia dan kau tidak kenapa-napa. Oh iya kau makan ya? Kau kan belum sarapan? Jungsoo hyung bilang kau harus makan walau hanya sedikit. Nanti Raena-aa yang menyuapimu. Aku harus menebus obatmu ke apotik.” Bujuk Kyuhyun. Tapi Hannie menggeleng kuat. Dia tidak nafsu makan sama sekali.
“Uhm Kyu-aa. Biar aku saja yang ke apotik. Kau disini saja menemani Hannie-aa. Sekalian suapi dia. Yang aku pernah dengar kadang-kadang ada juga wanita hamil yang lebih manja pada suaminya dan hanya mau makan jika suaminya yang menyuapi. Kau coba saja.” Raena yang diam sejak tadi akhirnya bicara.
“Benarkah? Kalau begitu tolong ya.” Kata Kyuhyun tersenyum manis sambil menyerahkan kertas resep pada Raena.
“Tentu. Hannie-aa kan sedang mengandung keturunan Cho? Jadi sebagai istri pertamamu aku juga harus berpartisipasi. Baiklah aku berangkat dulu ya.” Pamit Raena.
“Hati-hati di jalan sayang.” Kata Kyuhyun yang langsung diangguki oleh Raena.
“Eonnie hati-hati.” Lirih Hannie.
“Uhm. Kau juga makan ya. Jangan sampai bayimu kelaparan gara-gara kau yang keras kepala. Dipaksa saja. Demi bayi dalam rahimmu.” Sahut Raena sambil tersenyum. Hannie mengangguk dan balas tersenyum.
Wanita itu lalu bergegas mengambil mantelnya di lemari dan memakainya sambil jalan. Setelah dia menghilang dari kamar, Kyuhyun mengambil makanan yang tadi dia letakan di meja kecil di samping ranjang ini.
“Kau makan ya.” Bujuk Kyuhyun sambil menyendokan nasi ke mulut Hannie. Gadis itu pun membuka mulutnya dan mulai makan.
Namun sambil makan ada hal yang mengganggu pikirannya. Mengenai sikap Raena yang berubah jadi sangat pendiam saat tahu Hannie hamil. Apa dia tidak suka dengan kabar ini? Tapi bukankah dia juga mengharapkan ini?
Hannie juga merasa kalau dibalik sikap Raena yang ramah dan senyumnya yang dibuat riang, ada tersimpan perasaan yang sebenarnya. Bahwa wanita itu terluka dan sedih. Entah karena membayangkan perhatian suami mereka yang nanti hanya akan terfokus pada Hannie yang sedang hamil. Atau karena wanita itu sedih dengan kondisinya yang tidak bisa memberikan keturunan untuk Kyuhyun hingga terpaksa mengijinkan wanita lain masuk dalam kehidupan mereka dan mengandung untuk mereka. Atau mungkin dia teringat masa bahagia dimana dia pernah hamil sebelum akhirnya masa kelam itu datang ketika kecelakaan maut itu merenggut calon bayi dan juga kesempatannya untuk menjadi ibu seumur hidup.
Hannie merasa tidak enak hati pada Raena. Tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya dia hanya pasrah saja mengikuti kemana alur kehidupan ini akan membawanya.
“Hannie-aa, makan. Jangan melamun. Memangnya apa yang kau lamunkan?” Tegur Kyuhyun lembut.
“Uhmm…..tidak ada.” Sahut Hannie sambil tersenyum.
Dan Kyuhyun pun meneruskan kegiatannya menyuapi Hannie. Sementara gadis itu berusaha untuk tidak membebani pikirannya dengan hal yang berat-berat. Dia juga mencoba berpikiran positif tentang Raena. Mungkin sangkaannya tadi hanya kekhawatirannya semata. Padahal belum tentu seperti itu. Jadi Hannie harus santai dan memikirkan yang baik-baik saja. Demi bayi yang dikandungnya.
Tbc
***********

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: