Story About The Second Wife Part 8

0
Story About The Second Wife Part 8 ff nc kyuhyun super junior
Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 8
Category: romance, married life, yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena
Sore Keesokan Harinya
Sore Hannie sedang berkutat di dapur, menggulung nasi dengan isian udang, tuna, telur dadar, wortel dan mentimun dengan lembaran rumput laut menggunakan alat khusus berupa sususan bilahan-bilahan bambu yang membentuk lembaran. Lalu setelah semua bahan menjadi 1 gulungan terbungkus rapi dalam lembaran rumput laut, lali dia memotong-motongnya membentuk bulatan. Hannie sedang membuat kimbab untuk diantar ke kantor Kyuhyun sebagai makan malam pria itu. Dibantu oleh Han ahjumma tentu saja. Gadis itu bersusah payah memasak makan malam untuk suaminya itu gara-gara kemarin malam ketika lembur kerja ternyata dia melewatkan makan malamnya.

Kemarin sore setelah dari hotel Lee ahjussi mengantar Kyuhyun dulu ke kantor baru mengantar Hannie pulang. Setelah tugas memastikan istri ke-2 tuannya pulang dengan selamat pria setengah baya itu pun kembali ke kantor tuannya. Dan Kemarin malam Kyuhyun  mengatakan kalau dia baru pulang pukul 2 dinihari. Pria itu memang sudah memberitahu kedua istrinya bahwa dia lembur di kantor dan tidak pasti apakah pulang larut malam atau justru menginap. Makanya dia meminta kedua istrinya itu untuk tidak perlu menunggunya. Jadi baik Hannie maupun Raena tidak tahu kalau suami mereka pulang karena sudah tidur. Bahkan Raena saja tidak tahu kalau Kyuhyun masuk ke kamarnya. Tahu-tahu tadi pagi sudah menemukan pria itu mendengkur di sisinya. Lalu pria itu sarapan dengan porsi yang cukup banyak. Dan keluarlah pengakuan kalau karena kesibukannya di kantor dia lupa makan malam dan ketika pulang dia sudah sangat lelah dan memilih tidur. Jadilah paginya dia kelaparan.
Mendengar pengakuan Kyuhyun itu Hannie merasa khawatir. Ketika hari ini lagi-lagi pria itu akan lembur maka gadis itu cemas jangan-jangan suaminya itu akan kembali melupakan makan malamnya. Kalau begitu terus bisa-bisa kesehatannya terganggu. Maka dia berinisiatif membuatkan makan malam yang akan diantarkan ke kantornya. Beruntung jam kerjanya dengan eommonim tidak sepanjang jam kerja Kyuhyun atau Raena. Biasanya paling lambat Pukul 3 sore eommonim sudah mengantarnya pulang. Bahkan tadi saat jam makan siang Hannnie sudah diantar pulang oleh eommonim karena beliau ada keperluan penting bersama appanim. Jadi gadis itu memiliki banyak waktu luang untuk beristirahat dan memasak untuk Kyuhyun pada sore harinya. Dia sengaja membuatkan kimbap agar Kyuhyun mendapat cukup gizi untuk mendukung aktifitasnya yang lagi-lagi harus lembur malam ini.
Hannie rencananya akan pergi ke kantor CHO Grup bersama Raena. Sekarang sudah pukul 4 sore. Wanita itu baru pulang dari kantor. Dia tidak ikut membantu Hannie di dapur karena kelelahan seharian bekerja di kantor. Raena malah hanya bersantai rebahan di sofa di ruang tengah sambil menonton televisi. Gadis itu maklum saja. Toh dia juga senang melakukan pekerjaan seperti ini. Memasak makanan untuk suaminya.
“Selesai.” Serunya bahagia ketika kimbap itu sudah jadi. Hannie memandang Han ahjumma hanya tersenyum memandangnya.
“Ahjumma cicipi dulu.” Kata Hannie sambil menyumpitkan sepotong kimbab dan menyuapkannya pada Han ahjumma. Wanita itu mengunyah dan menelan kimbab itu tanpa bicara.
“Ah-ahjumma enak tidak?” Tanya Hannie ragu-ragu. Dia penasaran karena Han ahjumma belum berkomentar apa-apa setelah memakan kimbab buatannya tadi.
“Sangat enak. Hannie-aa memang pintar masak ya. Benar-benar istri idaman.” Puji Han ahjumma.
“Ahjumma…..” Rengek Hannie malu. Dia menunduk dengan wajah merah. Han ahjumma tertawa geli. Nayoung yang sedang membereskan peralatan masak juga ikut cekikikan.
“Oh iya nanti kalian juga bawa pulang kimbabnya. Aku buat banyak.” Kata Hannie mencoba mengalihkan perhatian.
“Beres.” Sahut keduanya.
“Sudah selesai ya?” Tahu-tahu Raena muncul dari pintu dapur. “Hemmm…..kelihatannya enak. Jadi ingin makan.” Lanjutnya sambil membaui kimbap yang ada di meja dapur.
“Eonnie mau makan?” Tawar Hannie sambil menyodorkan piring yang berisi kimbab lengkap dengan sumpitnya.
Bukannya mengambil sumpit itu Raena malah membuka mulutnya minta disuapi. Hannie tersenyum dan menyumpitkan kimbab dan menyuapkan ke mulut wanita itu. Raena mengunyah kimbab dalam mulutnya dengan mata yang mengerjap-ngerjap.
“Uhm. Enyak.” Dengan mulut penuh Raena memuji masakan Hannie ditambah dengan acungan 2 jempolnya yang menguatkan pujiannya tadi.
Hannie tersenyum senang. “Apa eonnie ingin makan dulu sebelum ke tempat oppa?” Tanyanya lagi.
“Kau sendiri bagaimana?” Raena malah balik bertanya.
“Uhm aku belum lapar. Mungkin di tempat oppa saja.” Kata Hannie.
“Sama. Aku juga belum terlalu lapar. Tadi itu hanya ingin mencicipinya saja. Kita makan sama-sama di kantor Kyu-aa saja. Sekalian ini juga untuk memastikan suami kita itu benar-benar makan. Kalau cuma diantarkan makanan lalu kita tinggal pulang jangan-jangan dia sibuk kerja kotak makanannya malah diabaikan. Kan jadinya sia-sia?” Raena memberi pendapatnya.
Hannie mengangguk setuju. Maka dia bersama Han ahjumma pun memasukan kimbab itu ke dalam kotak makanan untuk mereka bawa ke kantor Kyuhyun. Juga tentu saja untuk Han ahjumma dan Nayoung bawa pulang.
Pukul 5.30 sore Raena dan Hannie meninggalkan rumah menuju kantor CHO Grup. Mereka menggunakan mobil Raena yang disetir oleh wanita itu sendiri. Biasanya saat berangkat kerja dia bersama Kyuhyun diantar oleh Lee ahjussi, dan pulang bekerja kadang bersama suaminya kadang hanya diantar Lee ahjussi. Atau kadang Park ahjussi, supir keluarga Kim, yang mengantar.
Han ahjumma dan Nayoung juga akan pulang ke rumah mereka masing-masing setelah mereka menyelesaikan sisa pekerjaannya dan jam kerja mereka berakhir pukul 6 sore. Tentu saja dengan membawa kimbab buatan Hannie untuk dimakan sekeluarga. Tempat tinggal kedua pelayan itu tidak terlalu jauh dari kawasan rumah ini dan mereka biasa datang dan pulang mengendarai sepeda.
Sesampainya di gedung perkantoran CHO Grup yang megah, Hannie dan Raena bergegas menuju lantai atas tempat dimana ruangan CEO CHO Grup berada. Di depan ruangan tidak ada siapa-siapa. Sepertinya Do Kyungsoo, sekretaris Kyuhyun, sedang pergi. Pintu ruangan sedikit terbuka. Dan saat mereka mendekat terdengar 2 orang pria yang sedang mengobrol seru. Suara mereka sampai terdengar ke luar. Hannie mengenali suara-suara itu milik Kyuhyun dan satunya sepertinya milik sahabat suaminya yang juga tidak kalah tampan, badannya lebih bagus dari Kyuhyun tapi kelakuannya agak ganjil.
Dia adalah Choi Siwon. Yah pria berlesung pipi itu memang berwibawa kalau di hadapan bawahannya. Tapi kalau di depan Kyuhyun tingkahnya jadi berbeda 180 derajat. Dia bahkan sering bercanda dengan mengaku sebagai istri ke-3 Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun kesal dan mengomelinya. Tapi pada dasarnya mereka seperti saudara. Hannie sering kagum dengan hubungan pertemanan mereka.
“Hahahaha begitu ya. Jadi Kris masih suka mencari kesempatan mendekati Hannie-aa? Ah young mister Wu itu seperti tahu saja Hannie-aa ada dimana dan lagi sendirian. Jangan-jangan dia mematai-matai istri ke-2 mu itu? Dan apa karena hal itu kau belum memberikan jawaban atas tawaran kerja sama dari Harvest Corp?” Suara Siwon terdengar disela tawanya.
Hannie melihat Raena yang tadinya bermaksud mengetuk pintu yang sedikit terbuka mengurungkan niatnya malah hanya berdiri dan diam. Gadis itu pun mengikuti apa yang dilakukan madunya.
“Soal bisnis aku ini profesional. Aku masih mempelajari dengan mendalam tawaran dari Mr. Daniel Wu apa nilainya positif untuk CHO Grup. Tidak ada hubungannya dengan kekesalanku pada puteranya itu. Dan soal Kris mematai-matai Hannie-aa, menurutku tidak mungkin. Pertemuan-pertemuan mereka selama ini aku rasa masih kebetulan. Tapi bukan berarti aku melonggarkan pengawasan pada Hannie-aa. Lagipula aku sudah memperingatkan gadis itu untuk tidak berurusan dengan Kris. Kalau sampai melanggar tahu sendiri akibatnya. Dia tidak akan kuijinkan keluar rumah dan memegang gadget dalam bentuk apapun yang memungkinkannya berkomunikasi dengan orang di luar rumah.” Sahut Kyuhyun dengan suara sedikit meninggi.
“Woaaa…kau menyeramkan. Eh ngomong-ngomong apa mereka kembali bertukar nomor ponsel? Kan ponsel dan nomornya Hannie-aa sudah ganti? Pasti Kris juga sudah tahu hal itu. Waah…sepertinya ponsel baru gadismu itu bakal menyusul pendahulunya yang kau cuci bersih di mesin cuci itu.” Kata Siwon lagi dengan suara mengejek.
DEGH! Jantung Hannie bagai mendapat jab keras dari Manny Pacqiaou saat mendengar kata-kata Siwon barusan. Tadi itu apa maksudnya? Gadis itu memandang ke samping, pada Raena yang ternyata juga memandangnya dengan raut wajah yang tidak kalah terkejutnya.
“Tch Kris hanya memberi kartu namanya pada Hannie-aa. Tidak ada acara tukar menukar nomor ponsel. Aku sudah mengecek ponselnya saat kami tidur di hotel kemarin siang. Tidak ada kontak si brengsek tampan itu. Baguslah. Kalau saat itu ada kontaknya di ponsel istriku, sudah pasti aku tenggelamkan benda itu di toilet hotel.” Sahut Kyuhyun terdengar kesal.
“Huahahahahaha ponsel Hannie-aa yang lama kau lempar ke dalam mesin cuci gara-gara ada kontak Kris. Dan andai ponselnya yang baru ini ada kontak pria itu lagi mau kau lempar ke toilet. Terus saja begitu setiap ganti ponsel dan ada kontak Kris kembali. Astaga Kyu-aa. Lama-lama toko ponsel di seluruh negeri ini akan kehabisan stok ponsel gara-gara ulahmu.” Seloroh Siwon.
“Ish hyung berlebihan.” Sungut Kyuhyun tambah kesal.
“Ahahahaha eh tapi untuk apa kau harus melempar ponsel Hannie-aa ke mesin cuci segala? Kan tinggal hapus kontak dan ganti nomor? Lalu peringatkan dia untuk tidak memberikan nomor barunya pada Kris itu. Bukannya malah melakukan hal anarkis begitu.” Kata Siwon keheranan.
“Tch mau bagaimana lagi. Aku saat itu sangat kesal jadi mana bisa berpikir jernih? Hyung bayangkan saja. Malam-malam saat aku bersama Hannie-aa eh dia malah mengirim pesan menjijikan itu.” Sungut Kyuhyun kesal.
“-Hai Hannie-ssi. Tadi aku mengirim 2 pesan untukmu. Ini yang ke-3. Kau pasti sibuk ya sampai tidak sempat buka pesan-pesanku. Tidak apa. Aku hanya ingin mengatakan ‘Selamat tidur. Mimpi yang indah ya. Oh iya aku ini termasuk jenis mimpi yang indah. Kalau ingin memimpikanku juga boleh. Aku akan senang sekali.-
Huahahahahaha pesan macam apa itu? Dan untungnya Hannie-aa kalah cepat darimu dan percaya saja saat kau katakan itu pesan promo dari operator. Dan untung kau cepat-cepat matikan ponsel itu. Coba kalau dia yang lebih dulu mengambil ponselnya apalagi sampai dia baca pesan itu. Pesan promo yang mesra dari operator. Operator cinta huahahahaha.” Siwon kembali tertawa bahkan lebih keras hingga rasanya seluruh orang yang ada di lantai ini akan dengar.
“Cih hyung kau masih ingat saja isi pesan menjijikan pria itu yang kuceritakan lebih 2 minggu yang lalu. Aku saja sudah lupa.” Sungut Kyuhyun.
“Sudah lupa atau menolak mengingatnya?” Goda Siwon.
“Haahhh….terserahlah.” Gerutu Kyuhyun.
“HAHAHAHAHA.” Dan tawa Siwon makin keras terdengar.
“Aduh hahahaha aku jadi membayangkan kau yang diam-diam mencuri ponsel Hannie-aa lalu saat menghidupkan dan mengecek pesan-pesan Kris sebelumnya. Pasti kau mau muntah, menonjok wajah tampan oriental setengah westernnya, atau menyiramnya dengan air selokan.” Lanjutnya dengan tawa masih tersisa.
“Aku malah ingin menendang bokongnya keras-keras biar dia terpelanting ke Cina, Canada atau Kutub Utara saja sekalian biar tidak mengganggu Hannie lagi.
Dan sudah muak membaca pesan-pesan dari si brengsek itu eh dia malah menelpon. Berkali-kali lagi. Mana saat itu masih pagi-pagi sekali. Aku matikan lagi ponselnya, tapi masih kesal juga. Dan melihat Raena-aa membawa cucian kotor dan memasukannya ke mesin cuci kupikir ide mencuci ponsel sialan itu boleh juga. Lagipula saat itu sepertinya keberuntungan berpihak padaku. Karena setelah dia memasukan cucian kotor lalu meninggalkan mesin cucinya begitu saja dalam keadaan terbuka, menunggu cucian lain yang dibawa Youngi. Kesempatan bagiku. Aku lempar saja benda sialan itu. Lagipula bagus juga kan untuk membersihkan ponsel itu dari sentuhan tangan Kris?” Sahut Kyuhyun cuek.
“Bagus kepalamu. Ponselnya memang bersih sampai ke dalam sampai-sampai tidak bisa dipakai lagi karena terlalu bersihnya.” Sindir Siwon yang hanya di balas oleh cengiran tanpa dosa dari Kyuhyun.
“Dan parahnya Nayoung-ssi datang dan memasukan cucian lain yang dibawanya dan menyalakan mesin cucinya, tanpa sadar ada ponsel Hannie-aa disana. Dan tamat lah riwayat ponsel itu karena ulah suami sipemiliknya. Haahh…dasar suami pencemburu.” Ledek Siwon lagi.
“Tch bukannya cemburu. Hanya menegaskan posisi Hannie yang sudah bersuami. Dan aku suaminya. Dia harus menghormati aku sebagai suaminya dan dia juga harus menjaga diri dan sikapnya sebagai istriku. Dia sendiri kan yang bersedia jadi istriku? Jadi Hannie-aa adalah milikku. Calon ibu dari anak-anakku. Tidak akan kubiarkan siapapun mengusik milikku. Apalagi pria seperti Kris. Pria jaman sekarang berbahaya. Hannie-aa lebih aman bersamaku.” Kata Kyuhyun dengan tenang.
“Posesif.” Ejek Siwon.
“Masa bodoh.” Sahut Kyuhyun tidak mau kalah. Dan kedua pria itu tertawa bersama.
Sementara di luar Hannie masih diam terpaku di tempatnya. Pikirannya dipenuhi sejumlah hal yang membingungkan.
‘Jadi pesan promo dari operator yang oppa katakan ternyata memang pesan dari Kris? Lalu oppa yang diam-diam mencuri ponselku. Dan oppa juga yang melemparnya ke mesin cuci. Tapi kenapa? Dia cemburu? Ya Tuhan benarkah begitu? Jadi selama ini oppa merasa bahwa aku ini miliknya kan? Benar begitu kan? ‘ Batinnya berteriak riuh.
Ada perasaan bahagia saat Kyuhyun mengakui Hannie sebagai miliknya. Terlepas apa pria itu merasa memiliki gadis itu karena egonya sebagai laki-laki yang tidak suka istrinya diganggu pihak lain, atau karena dia calon ibu dari keturunan Cho, atau karena cinta? Ah Hannie tidak tahu. Suaminya itu mahluk paling membingungkan yang pernah dia temui sepanjang dia hidup.
“Bullshit! Hal terkonyol yang pernah kudengar.” Suara umpatan pelan terdengar dari samping Hannie.
Gadis itu menoleh dan dia mendapati Raena yang menatap tajam celah pintu itu dengan wajah yang terlihat….marah tapi juga terluka. Astaga Hannie lupa kalau Raena juga ada disini. Dia pasti juga mendengar semuanya. Ada rasa tidak enak hati kepada madunya. Tapi bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan?
“Hannie-aa ayo kita ketuk saja. Tidak baik mencuri dengar pembicaraan orang.” Kata Raena dingin.
‘Memangnya daritadi kita tidak sedang mencuri dengar pembicaraan orang?’ Batin Hannie geli.
“Iya eonnie.” Sahut Hannie pelan.
Tok tok tok. Raena mengetuk pintu lalu membukanya dan langsung memasang wajah ceria. Beda dengan ekspresi wajahnya yang menunjukan ketidak sukaan saat mendengar pembicaraan 2 pria di dalam tadi.
“Hai Kyu-aa. Hai juga Siwon oppa.” Sapa Raena riang.
“Hai Raena-aa.” Sapa kedua pria tampan di dalam ruangan itu.
“Hai Hannie-aa. Kau ikut juga? Wah Kyu-aa kau dapat kunjungan dari kedua istrimu.” Seloroh Siwon.
Hannie yang sejak masuk hanya berjalan mengikuti di belakang Raena hanya tersenyum dan mengangguk pada sahabat suaminya itu.
“Kami bawakan kimbab untuk makan malam mu. Hannie-aa yang masak sendiri. Enak sekali. Kau harus coba.” Kata Raena manja sambil bergelayut di bahu Kyuhyun yang masih duduk di kursi kerjanya. Hannie ikut berdiri di samping pria itu dengan tangannya membawa kotak bekal yang dibungkus kain sambil menunduk.
“Kalian kemari benar-benar bawa mobil sendiri? Padahal Lee ahjussi bisa menjemput dan mengantar kalian.” Kata Kyuhyun sambil memandang Raena yang masih asyik bergelayutan manja di bahunya.
“Tch aku pergi dan pulang kantor kan selalu diantar supir? Tidak bisa bawa mobil sendiri. Aku kan kangen ingin bawa mobilku sendiri. Toh aku juga terbiasa menyetir sendiri, punya SIM, dan dalam kondisi baik, jadi tidak ada alasan larangan menyetir sendiri buatku. Lagipula mobil itu kalau terlalu lama menganggur di garasi mesinnya bisa lengket dan rusak. Nanti malah repot memperbaikinya.” Kata Raena mengemukakan alasannya. Kyuhyun pun hanya menghela nafasnya.
“Wahhh….dibawakan kimbab untuk makan malam. Oleh kedua istri yang cantik. Kimbab buatan sendiri lagi. Setan sialan ini terlalu beruntung. Entah di kehidupan sebelumnya dia melakukan kebaikan apa sampai di kehidupannya yang sekarang bisa seberuntung ini dilayani 2 istri yang cantik. Aku sama kayanya, sama-sama CEO, bahkan aku lebih tampan dari dia dan tubuhku jauh lebih sixpack darinya, tapi yang melayani keperluanku paling pelayan yang kugaji.” Gerutu Siwon tiba-tiba dengan nada iri. Dia juga masih duduk di kursi di seberang kursi Kyuhyun dengan meja kerjanya sebagai pembatas.
“Makanya menikahlah hyung. Biar hidupmu tidak sepi dan terus-terusan merecoki teman-temanmu termasuk aku.” Sahut Kyuhyun santai. Dia malah melingkarkan lengannya ke pinggang Hannie dan menariknya merapat pada tubuhnya. Hannie hanya menurut apa yang dilakukan Kyuhyun.
“Tch belum ada yang cocok.” Keluh Siwon menggaruk belakang lehernya.
“Memangnya mau wanita yang seperti apa? Aku bisa merekomendasikan. Aku punya banyak kenalan wanita yang masih single.” Tawar Raena.
“Aduh yang seperti apa ya? Aku tidak punya bayangan tipe wanita yang bagaimana yang aku inginkan. Aku hanya berpikir kalau bertemu wanita itu tidak perduli seperti apa bentuknya pokoknya jika hatiku berkata dengan yakin ‘ya dia lah orangnya’ maka berarti dia lah jodohku.” Jelas Siwon.
“Tapi kenyataannya sampai sekarang hyung belum bertemu wanita yang membuat hatimu berkata seperti itu. Buktinya kau masih sendiri tuh.” Sahut Kyuhyun dengan nada mengejek.
“Hei kan belum ketemu.” Protes Siwon.
“Jangan kelamaan mencari hyung. Pria tampan, mapan, umur sudah matang, masih sendiri nanti orang-orang mengira jangan-jangan kau homo.” Kata Kyuhyun menyeringai jahil.
“Dasar CEO kurang ajar. Aku masih normal dan masih suka wanita.” Sungut Siwon kesal. “Eh tapi…..” Siwon tiba-tiba dan berdiri lalu berjalan mengitari ke belakang kursi Kyuhyun. Dan tanpa sungkan-sungkan pria itu memeluk leher Kyuhyun dan berkata.
“Kalaupun aku ditakdirkan homo aku menikah denganmu saja ya. Aku rela jadi istri ke-3 mu. Raena-aa. Hannie-aa. Mau kan kalian berbagi suami denganku?” Siwon mengedip-kedipkan matanya genit.
“Ahahahahaha.” Raena hanya tertawa keras sementara Hannie hanya menunduk dengan wajah memerah. Sedangkan Kyuhyun wajahnya merah padam.
“Ish hyung ini apa-apaan? Tolong jangan mengatakan hal yang mengerikan seperti itu. Dan juga lepaskan aku. Geli sekaligus jijik apa hyung tahu?” Sungut Kyuhyun kesal. Dia juga menggerak-gerakan tubuhnya agar Siwon melepaskan pelukannya.
Siwon melepaskan pelukannya dengan wajah cemberut. “Suami kalian tidak seru.” Sungutnya. Dia lalu merapikan jasnya dan kembali berjalan ke kursi tempatnya tadi tapi dia tidak duduk.
“Baiklah sudah waktunya aku kembali ke kantorku. Aku juga harus lembur.” Kata Siwon.
“Hati-hatilah di jalan hyung.” Kata Kyuhyun.
“Kau tidak ingin makan bersama kami? Kami bawa banyak makanan.” Tawar Raena. Hannie mengangguk tanda setuju
“Kau tenang saja. Hoon itu supir yang tertib lalu lintas. Dia pasti akan membawaku dengan selamat sampai tujuan.
Dan terima kasih tawarannya. Tapi aku makan di kantor saja bersama yang lain. Lagipula tidak enak mengganggu acara keluarga.” Sahut Siwon sambil tersenyum.
“Baiklah semuanya, aku pergi dulu. Sampai ketemu lagi ya. Annyeong.” Pamit Siwon.
“Annyeong hyung.” Balas Kyuhyun
“Annyeong Siwon oppa.” Balas Raena dan Hannie nyaris bersamaan.
Dan pria itu pun melangkah pergi meninggalkan mereka bertiga di ruangan itu.
********
Setelah kepergian Siwon, Kyuhyun mengajak kedua istrinya untuk duduk di sofa tamu yang ada di ruangannya itu. Mereka duduk bertiga di sofa yang besar dengan pria itu berada di tengah kedua istrinya. Kotak bekal yang dibawa Hannie pun di letakan di meja dan dibuka satu persatu. Lalu dengan sumpit di tangan masing-masing mereka pun mulai menyantap makanan itu.
“Hannie-aa. Kwimbabnywa enyak.” Dengan mulut penuh Kyuhyun memuji masakan Hannie. Gadis itu hanya tersenyum malu sambil menunduk. Dia senang pria itu menyukai kimbab buatannya. Sementara Raena yang duduk di sebelah Kyuhyun terus makan tanpa perduli apa yang terjadi.
Kyuhyun dan Raena seolah-olah sedang berlomba-lomba makan kimbab. Mereka menyumpit satu demi satu nasi gulung itu tanpa jeda. Entah karena lapar atau karena kimbap buatan Hannie memang enak atau dua-duanya. Kyuhyun makan banyak jelas sebagai persiapan karena setelah ini saat berhadapan dengan pekerjaannya maka pria itu tidak akan punya waktu menyentuh makanan. Paling-paling hanya kopi untuk mengganjal mata agar tetap segar. Sedangkan Raena, wanita itu juga tidak kalah lahapnya. Mungkin karena sebenarnya dia lapar sejak tadi tapi menahannya demi bisa makan bersama suami mereka di kantor. Tapi Hannie juga melihat Raena makan dengan emosi. Mungkinkah ada hubungannya dengan obrolan Siwon dan Kyuhyun yang mereka curi dengar tadi? Bisa saja Raena marah gara-gara kekonyolan suami mereka itu, dirinya sempat tertuduh sebagai pihak yang ceroboh sehingga menyebabkan ponsel Hannie tenggelam di mesin cuci. Atau justru karena mengetahui fakta kalau hanya karena cemburu Hannie didekati pria lain terus Kyuhyun nekad bertindak konyol. Mungkin Raena cemburu dengan suami mereka yang mulai ada hati dengan istri ke-2nya. Dan melampiaskan kekesalannya pada kimbab di hadapannya. Apalagi setelah mereka di dalam hingga saat ini Raena belum mengajaknya bicara. Entahlah. Semuanya berada di area abu-abu.
“Kau tidak makan?” Tanya Kyuhyun khawatir saat melihat Hannie yang sejak tadi hanya melihat mereka berdua sambil menggigit kimbabnya pelan.
Karena memikirkan obrolan Kyuhyun-Siwon dan sikap Raena sekarang Hannie jadi tidak semangat makan. Tapi memang sepertinya minggu-minggu belakangan ini nafsu makannya turun naik. Kadang dia sangat nafsu makan hingga menghabiskan bermangkuk-mangkuk nasi. Tapi ketika sedang tidak nafsu makan jangankan makan melihat makanan pun tidak berminat. Dan sepertinya sekarang nafsu makannya sedang turun.
“Buka mulutmu.” Perintah Kyuhyun sambil menyumpit sepotong kimbab dan menyodorkannya ke mulut Hannie. Dengan enggan gadis itu menbuka mulutnya dan membiarkan kimbap itu berpindah ke dalam mulutnya dan mengunyah pelan.
“Ada apa? Sepertinya kau tidak semangat makan? Apa kau sudah makan? Atau kau tidak suka kimbab? Tapi tidak mungkin. Kau kan suka makan apa saja?” Tanya Kyuhyun lembut sambil menyumpitkan sepotong kimbab lagi untuk Hannie makan. Gadis itu hanya menggeleng. Dia memang belum makan karena ingin makan bersama Kyuhyun tapi sekarang malah nafsu makannya menghilang.
“Biar aku suapi.” Kata Kyuhyun tersenyum lembut memandang Hannie. Gadis itu jadi merona dan hanya mengangguk pelan.
“Uhuk uhuk uhuk.” Raena yang sejak tadi gencar memasukan kimbab ke mulutnya tiba-tiba tersedak.  Perhatian pria itu beralih pada istri pertamanya dengan menepuk-nepuk lembut punggungnya.
“Makanya makannya pelan-pelan.” Nasehat Kyuhyun sambil memandang Raena lembut. Tidak ada sahutan dari wanita itu. Dia sibuk menepuk-nepuk dadanya.
Hannie hendak beranjak berinisiatif mengambil air minum dari dispenser yang tidak jauh dari tempat mereka duduk. Tapi belum sempat berdiri Kyuhyun mencegahnya.
“Mau ambil air minum?” Tanya Kyuhyun yang diangguki Hannie.
“Biar aku saja.” Lalu pria itu berdiri dan berjalan menuju dispenser dan mengambil 3 gelas air lalu membawanya ke tempat dia dan kedua istrinya duduk.
“Minumlah.” Kyuhyun menyodorkan air kepada Raena yang langsung diambil wanita itu dan meminumnya.
“Terima kasih.” Kata Raena sambil tersenyum dan meneruskan makannya.
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tatapan yang lembut pada Raena dan senyum manisnya. Hannie yang melihatnya hanya terdiam. Hingga makanan di hadapannya kembali tidak tersentuh.
“Ini makanlah.” Tahu-tahu Kyuhyun sudah kembali menyuapkan sepotong kimbab untuk Hannie.
“A-aku makan sendiri saja.” Hannie menyumpit kimbab dan menyuapkannya sendiri ke mulutnya. Ada perasaan tidak enak kalau dia disuapi sementara Raena ada disini walau sebenarnya dia ingin disuapi Kyuhyun. Tapi dia harus menahan diri. Raena tersedak tadi pasti sebenarnya kode kalau wanita itu tidak nyaman atau cemburu dengan kemesraan Kyuhyun dan Hannie. Meski itu hanya sebatas acara suap-suapan makanan.
“Ya sudah.” Kata Kyuhyun lalu menyuap kimbab itu untuk dirinya sendiri.
“Oppa besok masih kerja sampai malam?” Tanya Hannie pelan.
“Masih. Mungkin untuk beberapa hari ke depan. Kenapa memangnya?” Kyuhyun melihat Hannie.
“Oh tidak ada apa-apa. Hanya ingin tanya untuk makan malam besok Oppa ingin dibawakan apa?” Tanya Hannie lagi. Dia berharap Kyuhyun tidak melarangnya memasak dan membawakan makanan untuk pria itu.
“Tidak usah dibawakan kemari. Sore aku akan pulang dulu ke rumah untuk mandi dan ganti baju. Jadi aku sekalian makan malam di rumah saja. Terserah kau mau masak apa. Kalau kau yang masak, apapun pasti enak.” Hannie hanya tersipu malu mendengar kata-kata Kyuhyun. Hatinya berbunga-bunga.
“Kecuali sayuran. Kalau yang itu jangan diberikan padaku ya.” Lanjut pria itu sambil mengedipkan matanya,membuat Hannie tambah terpesona dengan suaminya itu. Dia hanya mengangguk.
“Oh iya. Ada keperluan apa Siwon oppa kemari?” Tanya Raena ikut menyela.
“Tidak ada hal yang penting. Hanya kebetulan lewat sini dan sekalian singgah sebentar.” Sahut Kyuhyun.
“Sepertinya dia memang benar-benar kesepian dan butuh pasangan. Apa sebaiknya kukenalkan saja pada teman-teman wanitaku? Diantara mereka banyak juga yang masih sendiri. Kalau jodoh kan bagus?” Usul Raena.
“Hahaha boleh juga. Siapa tahu bisa bertemu jodohnya. Dan biar dia  berhenti mengaku-aku sebagai istri ke-3 ku. Mengingatnya saja geli.” Tawa Kyuhyun sambil bergidig geli.
“Ahahahaha istri dengan sixpacks nya. Kau kalah telak Kyu-aa.” Tawa Raena meledek dan Kyuhyun hanya memanyunkan bibirnya.
Dan begitulah. Mereka kembali meneruskan makan. Sesekali diselingi obrolan. Tentu saja lebih banyak Raena yang bicara. Seputar kegiatannya seharian tadi. Hannie seperti biasa kembali hanya jadi pendengar. Sepertinya wanita itu terus memborong pembicaraan dengan Kyuhyun dan dia membiarkannya saja.
Tiba-tiba Hannie teringat pembicaraannya dengan Kris kemarin siang soal kemungkinan Raena yang memiliki perasaan sebagai kekasih terhadapnya.
‘Tch apanya yang eonnie menyukai sesama jenis? Lihat saja tingkahnya sekarang. Mendengar oppa yang cemburu karena Kris mendekatiku hingga melakukan tindakan konyol seperti melempar ponsel ku ke mesin cuci dan setiap melihat oppa yang memberikan perhatiannya padaku saja sikapnya langsung dingin terhadapku. Terlihat sekali eonnie masih belum rela berbagi kasih sayang dan perhatian oppa denganku. Kalau dari sini dimana letak alasan eonnie itu suka padaku sebagai kekasih? Kalau dia melindungiku ya wajar. Karena hanya aku gadis yang sesuai kriteria eonnie yang bersedia dipoligami bahkan menawarkan diri sendiri tanpa perlu susah payah meminta, membujuk, mengiming-imingi dengan bayaran besar atau memanfaatkan keadaanku yang susah seperti perempuan-perempuan yang harus mengandung anak pasangan lain di luar sana. Yang selalu mengalah demi kepentingannya, tidak banyak menuntut, tidak berusaha memiliki oppa hanya untukku seorang dan selalu menurut apa katanya. Dan aku yang akan mewujudkan impiannya memiliki anak tanpa takut oppa akan berpaling darinya. Sesuatu yang belum tentu dia dapatkan kalau yang jadi istri ke-2 oppa adalah wanita lain. Kris memang suka mengada-ada.’ Batin Hannie sambil memandangi pasangan di sampingnya yang masih makan sambil sesekali mengobrol seru.
*********
Sabtu Malam Minggu
“E-eonnie. Ya-yakin aku cocok pakai ini semua? Ini terlalu mewah.” Kata Hannie hati-hati.
Di depan cermin besar di kamarnya Hannie melihat tubuh mungilnya dalam balutan gaun pesta mewah berwarna gold yang terbuat dari paduan bahan mesh dan organza dengan hiasan full payet berwarna gold juga. Dibagian depan gaun malam ini diberi aksen pita dengan warna senada. Gaun ini memperlihatkan dengan jelas kulit mulus seputih susunya dari bahu, dada atas, dan setengah punggungnya. Bahkan belahan dan sembulan payudaranya sedikit terlihat. Entah memang desain gaunnya yang seperti itu atau karena payudara Hannie yang belakangan ini sedikit tambah besar. Gaun itu dibuat dengan mengikuti lekuk tubuh pemakainya dan mengembang pada bagian ujungnya. Membuat pemakainya terlihat anggun, glamour dan elegan. Rambut Hannie yang panjang dibuat bergelombang pada ujungnya. Ditambah sepasang anting mewah yang menjuntai di kedua telinganya dan juga riasan yang agak banyak dari biasanya namun tetap tidak terlalu tebal, semakin mempertegas kecantikan Hannie. Gadis itu benar-benar menjelma menjadi wanita dewasa yang cantik dan berkelas. Tapi Hannie yang tidak terbiasa dengan semua itu malah merasa risih.
“Semuanya memang cocok untukmu. Gaunnya, perhiasannya semuanya pas untukmu. Kau ini kan juga istri dari CEO CHO Grup? Mengenakan sesuatu yang mewah seperti ini kan hal yang wajar? Apalagi ini pesta dimana orang-orang kelas atas akan hadir. Kau harus tunjukan kau itu juga bagian dari mereka. Jadi percaya dirilah.” Raena memegang kedua bahu Hannie sambil tersenyum.
“Tapi gaun ini terlalu terbuka.” Tunjuk Hannie pada bagian dadanya. “Nanti kalau oppa marah bagaimana?” Lanjutnya lagi dengan suara pelan.
“Pria kita itu akan lebih memilih terpesona daripada marah-marah. Lihat gaunku juga terbuka. Bahkan lebih seksi. Tapi tidak masalah. Kita kan seksi tapi tetap terlihat elegan? Kita berdandan begini juga untuk menyenangkannya. Agar dia tidak malu menggandeng kita berdua di hadapan para tamu undangan pesta itu.” Sahut Raena dengan tenang.
Dalam hati Hannie membenarkan perkataan Raena. Kyuhyun seorang CEO perusahaan besar, wajar jika istri-istri menunjukan kelasnya sebagai wanita yang anggun.
Ngomong-ngomong soal gaun Raena, wanita itu juga memakai gaun yang mewah. Gaun satin berwarna merah dengan hiasan manik-manik dan desain
yang modern. Gaun pas badan dengan panjangnya hanya di atas lutut dengan full payet tapi bagian belakangnya tanpa payet menjuntai panjang hingga menutupi kaki belakangnya. Bagian dadanya juga rendah hingga belahan payudaranya sedikit terlihat, mengekspos bahu juga setengah punggungnya. Rambutnya dibuat bergelombang. Riasan wajahnya yang senada dengan warna gaunnya. Raena terlihat glamour, anggun, elegan sekaligus seksi. Dia pasti jadi pusat perhatian tamu-tamu pesta yang mengaguminya.
Mereka bertiga malam ini memang akan pergi ke pesta hari jadi Choi’s Family Company yang dilangsungkan di ball room hotel mewah milik perusahaan yang dipimpin oleh Choi Siwon itu. Ini pertama kalinya Hannie pergi ke pesta dimana tamu-tamunya orang kaya dan penting semua. Dia sempat ragu untuk ikut. Takut dengan segala hal. Takut dengan pandangan orang-orang terhadapnya, takut terlihat memalukan, hingga takut dirinya tidak bisa berbaur dengan yang lainnya. Di tempat pesta nanti paling-paling yang dia kenal hanya Siwon. Atau Suho, tuan dan nyonya Kim atau juga appanim dan eommonim tentu saja. Dan pasti mereka juga sibuk dengan urusannya masing-masing. Tapi Raena membujuknya untuk ikut saja. Apalagi appanim, eommonim, tuan Kim juga Suho setuju kalau Hannie juga ikut muncul bersama Kyuhyun dan Raena di acara-acara pesta seperti ini, bukannya malah terus disembunyikan di rumah besar itu. Toh dia juga istri sahnya  CEO CHO Grup itu.
Yang hanya diam tanpa komentar apakah Hannie sebaiknya pergi atau tidak cuma nyonya Kim dan Kyuhyun. Kalau nyonya Kim jelas beliau tidak perduli gadis itu datang ke pesta atau tidak karena apapun tentang Hannie bukan urusannya. Sejak awal wanita itu memang tidak perduli. Tapi kalau Kyuhyun entahlah. Hannie merasa sepertinya suami mereka itu sebenarnya tidak menginginkan dia ikut pergi ke pesta itu tapi karena kalah suara dengan Raena dan pendukungnya maka terpaksa pria itu menurut. Dia tidak tahu apa alasan Kyuhyun. Mungkin dia ingin melindungi Hannie dari gosip-gosip sinis orang-orang yang asal menilai gadis itu tanpa tahu atauberusaha mencari tahu cerita yang sebenarnya. Atau justru malu menunjukan istri ke-2 nya pada relasi-relasinya.
“Ayo kita turun. Pria kita sudah menunggu.” Ajak Raena. Hannie pun mengangguk dan mereka pun berjalan beriringan.
Hannie agak kesulitan berjalan dengan sepatu yang heelsnya setinggi 10 cm ini. Seumur hidup dia tidak pernah pakai heels setinggi ini. Paling tinggi dia pakai 7 cm itu juga pada acara-acara tertentu. Sepatu ini Raena yang membelikan. Seperti juga gaun yang dipakainya. Bahkan wanita itu juga yang mendandaninya. Yah memang seperti itulah sifat istri pertama suaminya itu. Sangat baik, tapi bila Kyuhyun mulai memperhatikan atau dekat dengan Hannie maka wanita itu berubah jadi dingin terhadapnya. Tapi hanya sebentar. Besok atau paling lambat lusa pasti sikapnya kembali hangat seperti biasa.
Seperti beberapa hari yang lalu saat mengantar makanan ke kantor Kyuhyun dan mengetahui fakta soal insiden terceburnya ponsel Hannie ke mesin cuci hanya karena ada kontak Kris dan sejumlah pesannya di dalam sana. Raena memang tidak mengajaknya bicara selama di kantor suami mereka itu. Bahkan saat mereka keluar dari kantor CHO Grup sekitar pukul 8 malam, wanita itu juga hanya bicara seperlunya pada Hannie. Tidak cerewet seperti biasanya. Hingga mereka tiba di rumah tetap saja seperti itu. Tapi keesokan harinya Raena kembali ramah dan banyak bicara kepada Hannie seperti biasanya. Gadis itu maklum dan sudah terbiasa dengan sikap Raena.
‘Aish sepatu ini benar-benar menyusahkan. Aku jadi bertanya-tanya bagaimana eonnie bisa berjalan dengan santai dengan sepatu yang bahkan lebih tinggi dari ini.’ Keluh Hannie dalam hati. Dia sebenarnya tidak suka sepatu dengan heels yang terlalu tinggi. Tapi tahu-tahu Raena malah membawakannya sepatu dengan heels setinggi ini.
“Supaya kau terlihat lebih tinggi.” Itu alasan yang Raena saat memberikan Christian Loubotin dengan heels 10 cm itu padanya.
Raena sendiri juga memakai heels 12 cm dari LV yang dia beli 3 minggu yang lalu saat mereka belanja di Apgujeong dong. Dan berbeda dengan Hannie dia malah berjalan dengan santai tanpa kesulitan.
“Kami sudah siap.” Beritahu Raena saat mereka tiba di lantai bawah, pada pria yang sudah rapi dengan setelan mahal Armaninya berwarna abu-abu gelap yang sedang berdiri membelakangi.
Hannie terkesiap saat Kyuhyun berbalik dan menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam. Apalagi saat pria itu menatapnya. Seolah ingin menelannya hidup-hidup. Hannie hanya menunduk dalam.
“Bagaimana penampilan kami?” Tanya Raena antusias.
“Cantik. Tapi aku rasa itu terlalu terbuka.” Komentar Kyuhyun datar.
“Menurut kami biasa saja. Sudahlah tidak usah terlalu kaku begitu. Ayo kita berangkat.” Ajak Raena sambil menggandeng Hannie berjalan lebih dulu. Kyuhyun hanya menggendikan bahu dan ikut berjalan menyusul mereka menuju mobil dimana Lee ahjussi sudah menanti.
********
Berada di ball room hotel mewah yang didekorasi dengan melibatkan EO pesta terbaik negeri ini, dengan tamu-tamu undangan dari kalangan atas yang berdandan maksimal dengan apapun yang mereka pakai yang berasal dari brand ternama dunia, makanan mewah hasil masakan tangan koki- koki bintang 5, anggur mahal hingga ditemani musik dari grup musik orchestra, tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagi Hannie. Dia seumur hidup belum pernah menghadiri acara seeksklusif ini. Di antara orang-orang kaya dan berkelas di dalam ball room hotel mewah. Acara yang hanya bisa dihadiri jika memiliki undangan khusus. Berada di tempat seperti ini dia merasa seperti Cinderella dari negeri dongeng. Tapi Cinderella kan bukan istri ke-2? Hannie meringis dengan pemikirannya sendiri.
Tapi jujur saja Hannie tidak terlalu nyaman berada disini. Di tengah orang-orang ini. Dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Sejak datang bersama Raena dan Kyuhyun, dia lebih banyak diam. Sementara suami dan madunya itu malah sudah berbaur dengan tamu-tamu undangan lainnya. Bicara hal-hal tentang bisnis atau apa saja namun tetap saja membingungkan bagi Hannie. Tadi dia juga sempat bertegur sapa dengan tuan dan nyonya Kim, appanim dan eommonim, juga Suho. Tapi hanya sebentar karena orang tua Raena dan mertuanya itu berbaur bersama orang tua lainnya. Sedangkan Suho sejak datang tadi sudah bersama dengan seorang gadis. Entah kekasihnya, temannya atau baru kenal.
Raena sejak turun dari mobil tidak pernah melepaskan pelukan eratnya pada lengan Kyuhyun, sementara Hannie hanya melingkarkan sebelah tangannya pada lengan pria itu yang bebas. Bahkan saat Siwon berpidato di depan para tamu dan menyebutkan nama sahabatnya Cho kyuhyun dan istri, saat nama Raena disebut, wanita itu menyambutnya antusias dengan senyum mengembang dan lambaian tangan ke arah seluruh tamu. Berbeda dengan Hannie yang hanya tersenyum tipis dan menganggukan kepala ketika Siwon juga menyebutkan namanya sebagai istri Kyuhyun. Terlihat kalau Raena benar-benar ingin menegaskan posisinya kepada khalayak ramai sebagai nyonya pertama di sisi CEO CHO Grup itu. Dan memang saat nama wanita itu disebut para tamu terutama tamu wanita terlihat menatap ramah padanya. Tapi saat nama Hannie disebut reaksi mereka justru sedikit berbeda. Ada yang berbisik-bisik bahkan ada yang menatapnya sinis. Gadis itu cukup maklum dan berusaha tidak mengambil hati perilaku mereka itu.
Setelah pidato dari Siwon, pidato dari perwakilan rekan bisnis Choi’s Family Company termasuk dari Kyuhyun sebagai sahabat dekat Siwon, lalu dilanjutkan dengan pemotongan kue. Dan setelah acara formal berakhir, tamu-tamu pun memiliki acara bebas. Ada yang berkelompok dan mengobrol. Ada yang menikmati hidangan dan minuman yang disediakan dan ada juga yang turun ke lantai dansa.
Hannie sendiri tetap berada di dekat Kyuhyun dan Raena. Mereka berdua memang tidak mengijinkan gadis itu memisahkan diri. Alasannya karena dia tidak mengenal orang-orang yang hadir disini, juga demi menghindari dirinya dari kejaran pertanyaan orang-orang yang penasaran dengan kehidupan seorang Cho Kyuhyun yang berpoligami. Makanya dia tidak dibiarkan sendirian. Tuan dan nyonya Kim setelah acara inti selesai sudah berpamitan pulang. Begitu juga appanim dan eommonim. Sedangkan Suho masih bersama gadis yang tadi.
Tapi selain alasan-alasan itu, alasan lain adalah karena ada Kris. Yah pria Cina-Canada itu juga hadir di pesta ini dan sejak mereka bertiga tiba di ball room ini matanya tidak lepas memandang Hannie. Terlihat kalau dia ingin mendekati gadis itu tapi terhalang oleh Kyuhyun dan Raena yang selalu ‘mengawal’ Hannie.
“Tetaplah bersama kami. Kau tidak terbiasa dengan mereka-mereka itu. Oh iya ada Kris disini. Tapi jangan sekali-sekali meladeninya. Kyu-aa tidak akan suka itu. Kau masih ingat kan peringatan darinya? Lagipula bisa menimbulkan gosip yang tidak-tidak.” Peringat Raena pada Hannie saat melihat Kris yang juga hadir di pesta ini dan sedang memandangi mereka terutama ke arah Hannie. Gadis itu pun hanya menuruti apa kata madunya. Dia tidak mau membuat masalah.
“Apa diantara kalian ada yang mau menemaniku berdansa seperti mereka itu?” Tawar Kyuhyun tiba-tiba sambil menunjuk ke arah beberapa pasangan yang sudah lebih dulu berdansa bersama pasangannya.
“Bagaimana kalau Hannie-aa saja?” Sahut Raena langsung. Kyuhyun pun menatap pada Hannie.
“Eh t-tapi eonnie bagaimana?” Tanya Hannie ragu-ragu. Dia sebenarnya tidak menolak tawaran itu tapi kalau memikirkan Raena dia malah ragu untuk menerimanya.
“Kau temanilah Kyu-aa. Aku lagi tidak minat berdansa. Aku mau bergabung dengan teman-temanku dulu. Itu mereka ada di sana.” Tunjuk Raena pada kerumunan wanita muda yang berjumlah sekitar 5 orang. Kelima wanita muda itu melambaikan tangannya pada Raena.
“Baiklah. Aku kesana dulu. Kalian bersenang-senanglah.” Kata Raena lagi lalu dia pun segera mendatangi kelima wanita muda itu yang langsung menyambutnya antusias. Dari kelima orang itu Hannie hanya kenal yang berambut pirang yang bernama Jessica Jung. Dia pernah melihat fotonya dari Raena. Sedangkan 4 yang lainnya dia tidak kenal. Tapi mereka semua cantik-cantik, anggun, seksi dan berkelas seperti juga Raena. Juga lebih tinggi dari Hannie. Mereka seperti sekumpulan bidadari yang sedang bosan di surga dan memutuskan berpesta di bumi. Atau juga member girlband yang memang cantik-cantik. Beda jauh dengan dirinya. Membuat Hannie merasa rendah diri.
“Ayo kita turun.” Ajak Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya.
“I-iya.” Dengan malu-malu Hannie mengulurkan tangannya, membiarkan Kyuhyun menggenggam tangan mungilnya dan membimbingnya menuju lantai dansa.
Saat di lantai dansa jantung Hannie berdebar semakin kencang. Tubuhnya sangat dekat dan berada dalam rengkuhan lengan kokoh Kyuhyun. Dia membiarkan pria itu membimbing tubuhnya mengikuti alunan musik yang dimainkan grup musik orchestra itu. Dengan heels 12 cm ini memang tingginya sedikit terbantu walau Kyuhyun tetap saja jauh lebih tinggi darinya. Tapi setidaknya saat berdansa seperti ini tingginya terlihat sebahu suaminya itu sehingga tidak perlu terlalu membungkukan badan saat ingin bicara dengannya. Tapi heels ini juga membuat pergerakan kakinya jadi terhambat. Dia jadi terlalu berhati-hati karena takut jatuh atau menyakiti kakinya.
“Apa sepatumu itu menyusahkanmu?” Tanya Kyuhyun dengan suara lembut di telinga Hannie.
“Eh tidak..eh sedikit…” Sahut Hannie gugup. Nafas Kyuhyun terasa menggelitik telinga dan leher sampingnya.
“Pasti Raena-aa yang menyuruhmu memakai heels ini kan? Juga gaunnya. Dan riasan wajahmu. Padahal kalau kau tidak suka atau merasa tidak nyaman kau kan bisa menolaknya? Aku tahu ini bukan gayamu. Tidak perlu memaksakan diri demi menyenangkan orang lain. Raena memang seperti itu. Dia suka sekali mendandani orang. Karena dulu dia ingin sekali memiliki adik perempuan tapi yang lahir justru Suho.” Kata Kyuhyun lagi.
“Tapi Suho-aa dulu juga sering jadi korban keisengan eonnie. Didandani seperti anak perempuan dan dia mau saja. Tapi dia sangat cantik.” Sahut Hannie mengingat-ingat memori tentang Suho saat dia tinggal di rumah keluarga Kim.
“Hahahaha kalau itu aku juga pernah lihat. Eh tapi benar. Suho-aa jadi sangat cantik saat didandani jadi perempuan. Aku yakin kalau aku tidak kenal anggota keluarga Kim pasti aku mengira appanim memiliki 2 anak perempuan.” Seloroh Kyuhyun dan mereka pun tertawa geli.
“Uhm…memang eonnie yang memintaku memakai ini semua. Dan dia juga yang mendandaniku. Tapi aku tidak keberatan. Aku sering penasaran bagaimana jika sekali-sekali aku berpenampilan seperti ini. Ternyata aku merasa beda. Kata eonnie jadi terlihat cantik dan dewasa.” Kata Hannie setelah tawa mereka mereda.
“Tapi aku lebih suka kau yang apa adanya. Kau tahu kenapa?” Hannie hanya menggeleng saat Kyuhyun berhenti bicara sambil menatapnya. Lalu pria itu kembali mendekatkan bibirnya pada telinga Hannie.
“Karena aku tidak suka dengan tatapan pria-pria yang ada disini. Yang melihatmu dengan tatapan lapar. Seolah kau ini rusa cantik dan mereka adalah para hewan predator yang sedang melihat hewan buruannya. Kau terlalu cantik malam ini sampai-sampai mata mereka seperti mau melompat dari tempatnya saat melihatmu. Ingin rasanya aku menarikmu keluar dari sini dan mengurungmu di rumahku agar mata kurang ajar mereka tidak sembarangan menikmati pemandangan indah ini. Itulah kenapa sebenarnya aku keberatan kau datang ke pesta ini. Selain karena para penggosip yang memandang sinis padamu juga para pria kurang ajar yang memandangmu penuh minat. Tapi aku juga tidak boleh egois dengan terus-terusan menyembunyikanmu.” Bisik Kyuhyun sedikit emosi.
Hannie hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya. Kata-kata Kyuhyun membuat wajahnya terasa panas. Kata-kata bernada posesif yang ditujukan untuknya.
“Dan gaunmu ini ugh….gaun ini seolah memprovokasiku untuk menyeretmu ke kamar atau ke tempat dimana hanya ada kita berdua dan lalu menyingkirkan gaun ini dari tubuhmu dan menghukum tubuh mungil penuh dosa termanis ini di bawah tubuhku semalaman. Tch kenapa kau berani memakai gaun yang memamerkan dadamu itu huh? Memangnya kau berencana ingin menggoda siapa?” Bisik Kyuhyun seduktif. Kedua lengannya kini merengkuh posesif pinggang Hannie dengan tangan besarnya yang mengelus-elus lembut punggung gadis itu.
Hannie hanya diam dan menggelengkan kepalanya. Dia bisa merasakan aliran aneh yang merayapi punggung yang disentuh suaminya itu. Deru nafas Kyuhyun menggelitik telinganya. Dia pun mengeratkan pelukan tangannya pada bahu lebar itu. Kata-kata menggoda iman dari pria itu membuat tubuhnya gemetaran. Kakinya terasa lemas. Pusat tubuhnya mendadak lembab. Ah triple sialan. Bahkan di saat begini tubuhnya mudah bereaksi dengan mesumnya. Salahkan Kyuhyun yang sudah menularkan kemesuman padanya.
Tubuh mereka berdua semakin merapat sementara lagu yang dimainkan grup musik itu sudah berganti walau masih bertema romantis. Tidak ada yang bicara. Sepertinya baik Hannie maupun Kyuhyun sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hannie hanya menunduk dan memandang ke arah lain. Walau dia tahu kalau pandangan Kyuhyun tidak pernah lepas dari wajahnya. Tapi dia tidak membalas tatapan itu. Tatapan tajam mengintimidasi dari pria itu justru membuatnya semakin bergairah. Benar-benar bahaya besar buat Hannie.
“Kyu-aa. Aku juga ingin berdansa denganmu.” Tahu-tahu sebuah tepukan lembut mendarat di sisi bahu Kyuhyun dimana pandangan Hannie mengarah. Itu adalah Raena. Mereka pun menghentikan dansanya dan melepas pelukan masing-masing.
“Eh Ah iya baiklah. Tapi Hannie-aa….” Kyuhyun menatap Hannie ragu-ragu.
“Biar aku yang jadi pasangan dansanya. Kau tidak keberatan kan?” Belum sempat Hannie menjawab suara pria sudah menyahut lebih dulu.
“Yah kalau dengan hyung boleh-boleh saja. Tapi awas jangan macam-macam ya.” Tatap Kyuhyun tajam pada pria yang ternyata Siwon.
“Tch setan kurang ajar. Kau pikir aku ini semesum dirimu apa? Kau tenang saja. Walau aku masih single dan Hannie-aa termasuk tipe wanita yang kusuka tapi aku bukan penikung teman sendiri.” Sahut Siwon dengan wajah masam. Kyuhyun hanya nyengir dengan wajah tanpa dosa sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Dan akhirnya keempat orang itu berdansa dengan pasangan yang baru. Kyuhyun dengan Raena berdansa dengan mesra. Dia melingkarkan kedua lengannya dengan erat di pinggang istri pertamanya sementara lehernya dipeluk dengan erat oleh lengan wanita itu. Wajah mereka sangat dekat dengan tatapan yang memuja. Mereka terlihat tersenyum sesekali tertawa lepas.
Sementara Hannie yang berdansa dengan Siwon hanya menatap pasangan itu dengan tatapan sedikit…..terluka. Walau dia sadar dengan posisinya tapi tetap saja cemburu itu ada. Hannie merasa dia hanya butuh sedikit usaha lagi agar keegoisannya tidak berkembang lebih besar.
“Sikap Raena-aa terhadapmu gampang berubah-ubah ya? Kadang dia ramah padamu seolah dia rela berbagi Kyu-aa denganmu, tapi kadang dia malah memonopoli suami kalian seolah tidak melihat masih ada kau yang juga istri Kyu-aa. Tapi kau jangan ambil hati sikapnya itu. Dia juga sedang berusaha. Dia sadar kekurangannya makanya dia tidak keberatan dipoligami. Tapi tetap saja dia seorang wanita yang memiliki sisi egois. Serela-relanya wanita berbagi tetap saja ada kekhawatiran dan kecemburuan saat suami memberikan perhatiannya pada pihak lain. Aku bicara seperti ini bukan karena aku lebih dulu mengenalnya daripada kau. Dan mungkin kau menganggapku lancang karena aku berani mengomentari kehidupan kalian padahal aku tidak mengalaminya.” Kata Siwon lembut.
“Oh Eh ti-tidak apa-apa. Aku tidak menganggap oppa begitu.” Sahut Hannie tersenyum meyakinkan.
“Aku melihat dari sikap Raena-aa padamu selama ini dan aku berpendapat kalau dia sedang belajar untuk membagi Kyu-aa secara adil denganmu. Tapi mungkin belum maksimal karena ini masih awal-awal. Dia sendiri pernah mengakui hal itu padaku bahwa dia juga sadar kalau sampai saat ini dia belum mampu mengalahkan keegoisannya terhadap suami kalian dan dia juga sadar kalau dia terlalu memonopoli Kyu-aa terutama saat di hadapanmu. Tapi dia cukup optimis bahwa suatu saat dia akan berhasil menekan keegoisannya dan mampu memberikanmu kesempatan yang sama untuk bersama Kyu-aa saat kalian sedang bertiga sekalipun. Yah aku kagum dengan kebesaran hatinya. Dan aku yakin kau juga gadis yang baik yang sangat mengerti kondisi ini. Jadi selama proses dimana Raena-aa sedang berusaha menerima keadaan ini pelan-pelan, kau juga bantulah dia dengan memaklumi perilakunya. Aku tahu kau sangat mencintai pria mesum, dongsaeng titisan setan itu. Dan selama ini kau selalu mengalah. Tapi bersabarlah. Agar kalian tidak saling menyakiti suatu saat nanti. Kau bisa kan?” Lanjut Siwon sambil menatap Hannie.
“Uhm.” Hannie mengangguk mantap.
“Gadis yang baik. Kau tahu sejak pertama kali melihatmu aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri. Seperti halnya Kyu-aa, Raena-aa dan Suho-aa. Jadi kalau butuh sesuatu jangan segan-segan mengatakannya padaku. Ingat. Aku juga oppamu.” Kata Siwon tersenyum memamerkan lesung pipinya sambil mengedipkan sebelah matanya
“Baik oppa.” Sahut Hannie tersenyum tidak kalah manisnya.
Saat mereka berdua sedang berdansa tiba-tiba ponsel di saku jas Siwon berbunyi. Pria itu menghentikan dansanya dan mengambil ponselnya untuk mengangkat telpon.
“……………………..”
“Benarkah? Baiklah. Aku segera kesana.”
Siwon menutup ponselnya dan menatap Hannie dengan sesal.
“Maaf Hannie-aa. Aku harus meninggalkanmu. Ada rekan bisnisku dari USA yang ingin mengobrol denganku. Tapi kalau aku pergi kau tidak apa sendirian? Tadi Raena-aa mengajakku karena tidak ingin kau sendirian saat dia berdansa dengan suami kalian. Aduh bagaimana ya?”
“Aku tidak apa-apa oppa. Oppa pergi saja. Aku juga mau duduk disana. Kakiku pegal.” Tunjuk Hannie pada kursi di dekat meja bar yang ada di ball room itu.
“Begitu ya. Baiklah. Aku pergi dulu.” Lalu Siwon meninggalkan Hannie sementara gadis itu berjalan ke tempat yang tadi dia tunjuk. Dia lalu duduk disana melepas penatnya.
Dari tempatnya duduk Hannie melihat Kyuhyun dan Raena masih asyik berdansa dan agak menjauh dari tempat semula. Sepertinya  mereka belum menyadari kalau Hannie sendirian, sudah tidak bersama Siwon lagi. Gadis memandangi mereka yang tertutup diantara pasangan lain yang berdansa dan orang-orang yang hanya berdiri saja sambil mengobrol satu sama lain.
Ada rasa perih sekaligus iri di hatinya. Tapi teringat nasehat Siwon tadi membuatnya sedikit lega. Ya seperti yang sahabat suaminya itu tadi katakan, Raena sedang dalam proses untuk membagi Kyuhyun lebih adil. Hal itu sudah mulai terlihat misalnya masalah saat malam dimana giliran suami mereka berkunjung ke kamar Hannie. Wanita itu mengijinkan suami mereka pergi ke kamar madunya tanpa harus menunggu dia tertidur lebih dulu. Walau tetap saja pria itu kembali ke kamar Raena sebelum subuh atau jika tiba-tiba saja wanita itu terbangun dan memanggil Kyuhyun minta ditemani.  
Dan seperti halnya Raena, Hannie juga sedang dalam proses yaitu proses untuk menerima dan menjalani keadaan hidupnya yang telah dia pilih sendiri. Tapi gadis itu juga merasa bersalah pada istri pertama suami mereka itu. Karena hingga sekarang, disaat malam bukan gilirannya, dia membiarkan Kyuhyun menyelinap ke kamarnya dan meladeninya untuk bercinta. Walau ada perasaan tidak enak pada Raena tapi akhirnya perasaan itu lebur saat tubuhnya menyatu dengan tubuh Kyuhyun yang saling berpacu dalam gairah. Entahlah bagaimana mengatasi hal itu. Dia juga tidak tahu jawabnya. Bahkan Hannie tidak bisa membayangkan perasaan Raena akan seperti apa jika wanita itu tahu suami dan madunya mencuri kesempatan di malam yang seharusnya menjadi gilirannya bersama pria itu.
Hannie merasa haus dan karena dia tidak pernah minum beralkohol maka dia meminta minuman tanpa alkohol. Beruntung di pesta ini mereka menyediakan lemon tea. Tapi selain minum lemon teanya, dia justru juga mengambil irisan lemon yang ada di gelas lemon tea dan memakannya. Bahkan dia meminta irisan lemonnya saja. Tiba-tiba saja irisan lemon berwarna kuning itu sangat menarik minatnya dan bahkan membuatnya ingin memakannya. Kemarin-kemarin dia malah tertarik dengan warna hijau dari apel hijau. Bahkan dia juga suka rasa apel hijau yang manis asam itu. Padahal umumnya orang lebih suka apel merah yang manis segar. Biasanya Hannie juga lebih suka apel merah. Tapi belakangan ini dia malah lebih suka apel hijau.
“Apa irisan lemon itu enak? Kelihatannya sejak tadi kau terus memakannya dengan nikmat.” Sebuah suara berat menyapa Hannie dari samping. Refleks gadis itu menoleh ke samping dan mendapati Kris dengan setelan merah hatinya yang tampak mempesona.
“Hai Kris. Iya ini sangat enak. Kau mau coba?” Hannie menyodorkan irisan lemon yang baru kepada Kris. Pria itu menyambutnya ragu-ragu.
“Kau yakin ini enak?” Tanya Kris sambil menatap Hannie. Pria itu ikut duduk di sebelahnya. Gadis itu mengangguk mantap. Dia menatap balik pria itu dengan pandangan penuh harap agar Kris bersedia memakan irisan lemon itu. Akhirnya Kris memakannya di bawah tatapan inocence Hannie.
“Uhuk uhuk asam sekali…..” Komentar Kris sambil terbatuk-batuk dan menjulurkan lidahnya. Wajahnya langsung mengerucut menahan rasa asam lemon yang terlanjur dia makan. Dia mengambil air putih yang dibawa pelayan yang berseliweran melayani para tamu undangan lalu meminumnya hingga habis.
“Hahahaha Kris, kau lucu sekali. Makan lemon masa semenderita itu? Kau berlebihan. Lagipula ini tidak asam sama sekali.” Tawa Hannie geli dan dengan cueknya kembali memakan irisan lemonnya.
“Ah ya sudah. Terserah kau saja.” Sahut Kris pasrah. Tapi kemudian senyumnya mengembang.
“Lama tidak melihat senyummu. Sekarang bisa melihatnya lagi. Rasanya seperti mendapat kado yang paling indah.” Kata Kris lembut sambil menatapnya.
“Aish Kris kau bisa saja.” Sahut Hannie tersipu malu. Dia lalu menghentikan aksinya memakan irisan lemon karena di piringnya memang sudah habis. Dan dia malas meminta lagi.
“Uhm…..Kris ngomong-ngomong wangimu enak.” Celutuk Hannie tiba-tiba. Dia tidak bohong. Kris memiliki aroma yang sangat dia sukai belakangan ini. Sepertinya farfum pria itu ada aroma citrusnya. Tapi paduannya berbeda dengan farfum beraroma citrus milik Kyuhyun yang juga dipakai suaminya itu malam ini.
“Oh ini Aramis Classic. Farfum dengan citrus sebagai salah 1 unsur aroma pendukungnya. Aku baru pakai farfum dengan wangi seperti ini. Biasanya pakai yang ada wangi coklat atau mint. Kau suka?” Tanya Kris lembut.
“Suka sekali.” Sahut Hannie antusias. Tapi kemudian dia menutup mulutnya dengan tangannya sendiri. Dia kebingungan kenapa belakangan ini dia suka bau-bauan segar seperti bau lemon, jeruk, citrus dan sebangsanya.
“Ahahaha tidak apa-apa. Aku senang kau menyukai wangiku.” Kris terkekeh geli.
“Uhm…..mau berdansa denganku?” Tawar Kris tiba-tiba.
Hannie kebingungan. Disatu sisi dia teringat larangan Kyuhyun dan Raena. Tapi di sisi lain entah kenapa tiba-tiba setelah mencium wangi tubuh Kris, dia malah ingin sekali berdansa dengan pria itu. Aneh sekali. Ada apa dengannya malam ini? Masa hanya karena wangi Kris yang ada citrusnya dia malah ingin berdansa dengannya?
“Kau mungkin pernah mendengar cerita tentangku. Tapi aku rasa hanya bagian buruknya saja. Sayang sekali. Padahal aku berharap aku bisa tunjukan bahwa cerita yang buruk tentangku tidak sepenuhnya benar. Tapi mau bagaimana lagi? Kau sudah terlanjur menganggapku seperti cerita yang kau dengar itu. Aku bisa apa?” Kris menampakan raut wajah sedih dan menundukan wajahnya. Ada nada kecewa di suaranya.
Hannie jadi merasa bersalah. Dia sadar kalau selama ini dia hanya dengar yang buruk-buruk tentang Kris. Padahal mungkin dia tidak seburuk itu. Lagipula dia hanya mengajaknya berdansa. Tidak melakukan hal lain yang memalukan. Apalagi disini kan banyak orang. Dan toh tadi dia juga sempat berdansa dengan Siwon. Dan orang-orang melihatnya tapi tidak berkomentar buruk. Jadi kalau dengan Kris apa salahnya? Apalagi yang dimainkan grup musik itu sekarang adalah lagu dengan tempo cepat. Bukan lagu romantis seperti awal-awal dia berdansa.
“Hei Kris. Ayo kita dansa.” Kata Hannie tiba-tiba. Gadis tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
Kris tersenyum cerah dan langsung menyambut uluran tangan Hannie. Mereka berdua pun turun melantai berbaur dengan pasangan lain.
“Kau cantik sekali.” Puji Kris tulus.
“Ah terima kasih.” Sahut Hannie sambil tersenyum.
Mereka berdua terus bergoyang mengikuti irama salsa dari lagu yang dimainkan para pemusik
sambil tersenyum satu sama lain. Sesekali terdengar tawa keduanya. Hannie mulai terbiasa dengan heels yang dipakainya. Tapi dia tetap berhati-hati dan memperhatikan langkahnya apalagi saat mereka sedang berdansa salsa. Tapi Kris juga bergoyang agak kaku hingga Hannie lah yang membimbing gerakan pria itu. Setelah beberapa lama saat posisi tubuh mereka berdekatan tiba-tiba Kris berbisik di telinga Hannie.
“Aku rasa salah 1 guardian angelmu sedang memperhatikan kita dengan tatapan membunuh dari arah belakangmu. Aku rasa dia akan kemari sebentar lagi.”
Kris membalikan posisi Hannie hingga pria itu yang posisinya membelakangi orang yang disebutnya guardian angel. Hannie pun dapat melihat tatapan marah seolah mengandung makna ‘Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau lupa larangan itu?”, mengarah padanya. Gadis itu jadi gelisah dan khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya. Apalagi orang itu berjalan lurus dengan ekspresi wajah yang dingin namun tetap penuh kharisma, dengan tatapan mata yang tajam mengintimidasi, ke tempatnya dan Kris sedang berdansa hingga tiba di hadapan mereka dan menegur dengan suara tegas bernada perintah yang tidak bisa dibantah.
“Hannie-aa, ikut aku!”
Tbc

Fc Populer:

  • Anonim

    Neeexxt min next…ditunggu cerita berikutnyaaa… 😀
    Sumpaah seruu banget… >.<

%d blogger menyukai ini: