Story About The Second Wife Part 7

0
Story About The Second Wife Part 7 super junior kyuhyun ff
Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 7
Category: romance, married life, yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena
Siang itu, Hannie sedang berada di butik eommonimnya. Tepatnya di ruangan pribadi milik wanita itu. Eommonim sedang mengerjakan sketsa gaun pernikahan dan tuxedo pesanan seorang sosialita dari Cina Song Qian yang rencananya akan menyelenggarakan pesta pernikahan 3 bulan lagi. Sosialita cantik itu memilih eommonim yang merancang gaun pengantinnya dan setelan tuxedo untuk calon suaminya. Tidak lupa dia juga menginginkan gaun-gaun dan sejumlah setelan tuxedo untuk pengiring pengantin pria dan wanitanya. Kebesaran nama Kim Hanna sebagai salah 1 designer senior di Korea membuat sosialita cantik seperti Song Qian mempercayakan pengerjaan busana pernikahannya pada wanita itu. Sekarang ini eommonim tampak sibuk dengan sejumlah sketsa di hadapannya.

Sudah seminggu ini Hannie ikut eommonimnya. Sementara Raena sudah seminggu ini juga bekerja di K-Text Corp, perusahaan textil milik keluarga Kim, mendampingi Kim Junmyeon adiknya yang kini resmi menjadi CEO menggantikan tuan Kim. Pria tua itu memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan perusahaannya kepada putera puterinya meskipun dia tetap turut terlibat namun tentu saja tidak sesibuk saat beliau masih sebagai CEO.
Karena itulah sekarang Raena yang menjadi wakil Suho juga sama sibuknya seperti Kyuhyun hingga tidak bisa lagi menemani Hannie seperti biasa. Gadis itu sendiri sebenarnya juga ingin kembali bekerja di kantor. Dia membayangkan akan kesepian di rumah besar ini tanpa Kyuhyun dan Raena. Beruntung masih ada Han ahjumma dan Nayoung yang bisa diajak ngobrol walaupun tidak bisa setiap saat. Atau bisa juga mengajak ngobrol Kim ahjussi, pria setengah baya yang datang setiap pagi untuk menjalankan tugas yang diberikan Kyuhyun yaitu mengurus taman di halaman rumahnya. Walau yang dibahas pasti tidak jauh-jauh dari tanaman. Tapi Hannie lebih berharap bisa diijinkan bekerja kembali agar dunianya tidak melulu berputar hanya disekitar rumah besar ini. Kalau saat sebelum Raena bekerja, Hannie masih sering diajak madunya itu keluar entah belanja, nonton atau sekedar jalan-jalan. Tapi sekarang dia pasti kesepian ditinggal bekerja suami dan madunya. Sendirian di rumah besar ini dengan 2 pelayan sebagai temannya.
Tapi dia juga tidak bisa bersikeras untuk ikut bekerja di kantor seperti Raena karena terikat kesepakatan bahwa setelah menikah maka dia akan menuruti semua peraturan dari Kyuhyun dan Raena termasuk permintaan suaminya itu agar dirinya tidak bekerja. Agar dia bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada program kehamilannya. Lalu setelah anaknya lahir dia juga harus merawat anak itu dengan tangannya sendiri meski ada pelayan dan Kyuhyun bisa memperkerjakan pengasuh anak tapi pria itu lebih suka anaknya dirawat eommanya sendiri. Itu yang dikatakan Kyuhyun saat mereka membahas masalah Raena yang bekerja di kantor appanya saat makan malam seminggu yang lalu.
Flashback
“Aku memutuskan untuk menerima tawaran mengisi posisi wakil CEO yang kosong di perusahaan appa. Jadi senin depan aku mulai bekerja.” Beritahu Raena.
Saat ini Raena dan Hannie sedang makan malam bersama Kyuhyun. Walau belum seberapa lapar karena mereka makan siang tadi sudah menjelang sore setelah mereka menjelajah berjam- jam Apgujeong dan Cheongdamdong, sekarang mereka tetap ikut makan malam untuk menemani suami mereka.
Mendengar pemberitahuan Raena, Hannie sedikit bingung. Dari kata-katanya sepertinya sudah ada pembicaraan lebih dulu antara wanita dengan Kyuhyun mengenai keputusan Raena. Tapi wanita itu tidak pernah bicara mengenai hal itu sedikitpun pada Hannie. Pantas dia tadi membeli tas dan sepatu yang sepertinya akan dia pakai untuk pergi ke kantor.
“Jadi kau sudah mantap?” Tanya Kyuhyun dan dijawab dengan anggukan oleh Raena.
“Baiklah kau boleh bekerja. Tapi jangan terlalu lelah. Minta orang untuk menghandle pekerjaanmu jika kau kelelahan atau pekerjaan terlalu berat untukmu. Jangan memaksakan diri.” Nasehat Kyuhyun.
“Kau tenang saja. Aku yakin pasti bisa menanganinya.” Sahut Raena.
“Ah iya tapi Hannie jadi sendirian di rumah ini. Pasti membosankan. Apa kau mau ikut bekerja? Mungkin bisa jadi sekretarisku?” Lanjutnya lagi.
“Benarkah? Memang boleh?” Tanya Hannie tidak percaya. Gadis itu sejujurnya juga bosan diam di rumah terus. Sepertinya jadi sekretaris Raena adalah ide yang bagus. Dia lalu menatap Kyuhyun menanti tanggapan pria itu..
“Memangnya posisi sekretaris wakil CEO sedang kosong? Setahuku sekretaris Suho dulu saat masih menjabat jadi wakil CEO kan masih ada? Dan setelah adikmu itu jadi CEO juga sekretaris appanim masih tetap pada tempatnya. Jadi bagaimana caranya Hannie bisa jadi sekretaris wakil CEO? Apa kau mau menpekerjakan 2 sekretaris sekaligus? Itu kan tidak efisien.” Bukannya menjawab pertanyaan Hannie, Kyuhyun malah bertanya pada Raena.
“Memang iya. Yoon Bora memang masih bekerja. Tapi aku bisa memindahkannya ke divisi lain atau memindahkannya ke kantor cabang di Daegu.” Sahut Raena kalem.
“Hei jangan begitu. Kalau kau sampai memindahkan Bora hanya demi memasukan Hannie ke kantor bisa-bisa akan menimbulkan konflik. Orang-orang di kantor pasti menaruh simpati dan membela Bora apalagi selama ini kinerjanya bagus. Mereka mungkin akan menindas dan mengucilkan Hannie karena membela teman mereka yang dianggap menjadi korban kesewenang-wenangan pimpinan mereka. Dengan status Hannie sebagai istri ke-2 ku dan madumu saja aku khawatir akan menjadi alasan mereka untuk menindasnya. Apalagi ditambah masalah geser menggeser posisi seperti ini. Aku tidak mau itu sampai terjadi. Kita harus menghindari konflik sebisa mungkin.” Kyuhyun menyuarakan keberatannya.
“Lagipula kalau dia mengikuti ritme kerja kantoran maka aku khawatir akan mengganggu program kehamilannya. Dan saat anak itu lahir aku juga ingin Hannie sendiri yang merawatnya karena sebaik-baiknya pengasuh anak adalah jika yang mengasuh anak itu eomma kandungnya sendiri bukan pengasuh yang dibayar. Karena itu Hannie-aa aku mohon pengertiannya ya. Yah mungkin terdengar egois tapi aku berharap kau cukup jadi ibu rumah tangga saja. Kau tidak akan kekurangan walau tidak bekerja.” Lanjut pria itu sambil meraih tangan Hannie dan menggenggamnya lembut sambil menatapnya intens.
Flashback end
Yah itulah yang dikatakan Kyuhyun dan langsung disetujui Raena. Hannie sendiri mendengar hal itu bukannya kecewa karena tidak diijinkan bekerja tapi hatinya justru berbunga-bunga. Kalimat bahwa suami mereka menginginkan gadis itu yang akan merawat sendiri anak yang dilahirkan kelak rasanya sudah kode yang jelas bahwa dia akan tetap tinggal disini dan menjadi istri Kyuhyun. Bukankah hal itu yang dia sering khawatirkan selama ini? Rasanya Hannie ingin berteriak bahagia. Kalau begitu dia rela hanya menjadi ibu rumah tangga. Melahirkan dan merawat berapa pun anak untuk keluarga ini dia sanggup. 1 2 3 atau bahkan selusin seperti istrinya Steve Martin ahjussi dalam film Cheaper By The Dozen itu juga dia sanggup. Asal bisa bersama Kyuhyun selamanya. Semangat hidupnya seolah terpompa ke titik yang paling tinggi.
Tapi rupanya Hannie tidak perlu melewati hari-hari yang membosankan itu karena nyonya Cho, yang baru pulang dari keliling Eropa mengikuti suaminya, mengajak gadis itu membantunya di butik yang sedang menerima proyek besar. Dan untungnya Kyuhyun mengijinkan karena eommanya ini berjanji bahwa pekerjaan istri ke-2 nya tidak berat dan tidak menyita waktu seperti pekerjaan kantoran. Hanya menemaninya bepergian seperti menemui klien, mengecek ke bagian penjahit, melihat-lihat bahan atau cuma sekedar melayani keperluannya saat sedang di ruangannya dan mengerjakan sketsa designnya. Selain pekerjaan yang ringan untuk gadis itu, eommonim juga berjanji akan menjemput dan mengantar menantu ke-2 nya itu walau Hannie sendiri merasa hal itu tidak perlu karena dia bisa naik taksi atau transportasi umum lain. Dia tidak mau merepotkan eommonimnya. Tapi wanita itu punya alasan sendiri kenapa dia bersikeras ingin menjemput dan mengantar menantunya itu. Selain agar puteranya mudah memberi ijin dia juga punya alasan lain.
“Biarkan aku saja menjemput dan mengantarmu. Toh mobilku ini disetir oleh supirku. Jadi aku cukup duduk santai di belakang. Tidak repot dan tidak lelah. Ini juga salah 1 cara agar Kyuhyun mengijinkanmu ikut denganku. Lagipula dengan menjemput dan mengantarmu aku bisa sekalian mampir ke rumah kalian untuk menikmati secangkir teh hangat dan kue-kue lezat buatan Han ahjumma yang tiada duanya ini setiap pagi dan sore hari. Salahkan saja anak itu yang mengajak pelayan terbaik ku pindah kerja kemari. Aku kan jadi kehilangan pembuat teh terbaik dan juga ahli pembuat kue.” Itu alasan yang eommonim katakan saat Hannie mengkhawatirkan kalau dia akan merepotkan eommonimnya.
Dan jadilah saat seminggu yang lalu, saat Raena resmi memulai harinya sebagai wakil CEO K-Text Corp, maka Hannie juga ikut bersama nyonya Cho untuk memulai mengerjakan proyek butik milik eommonimnya itu.
Sebenarnya nyonya Cho tidak sedang membutuhkan pegawai tambahan. Tapi saat beliau tahu Raena akhirnya memutuskan untuk bekerja, maka beliau merasa kasihan dengan Hannie yang justru harus tetap tinggal di rumah besar Kyuhyun dan tidak boleh kemana-mana tanpa ijin dan tanpa teman. Beliau yakin menantu ke-2 nya itu pasti akan bosan karena sejak remaja gadis ini terbiasa bekerja. Tapi Kyuhyun inginnya istri ke-2nya itu hanya jadi ibu rumah tangga biasa dan Hannie sudah setuju akan hal itu maka eommonim juga tidak bisa melakukan apa-apa. Maka akhirnya beliau memutuskan mengajak gadis itu ke butiknya saja. Dengan demikian Hannie bisa memiliki kegiatan tapi tidak sampai mengganggu konsentrasinya untuk program kehamilannya.
Selama seminggu ini selain menemani eommonim, Hannie juga membantu pekerjaan lain di butik seperti membuatkan kopi atau membantu membereskan barang-barang meski sudah ada orang yang mengerjakannya. Namun gadis itu tidak keberatan ikut membantu melakukan pekerjaan itu. Nyonya Cho sendiri membiarkannya saja karena menantunya itu terlihat senang.
“Eommonim, sudah waktunya makan siang. Apa eommonim ingin makan di luar atau ingin makan disini saja?” Tanya Hannie sopan.
Rupanya eommonim terlalu berkonsentrasi mengerjakan sketsa designnya hingga tidak menyadari waktu makan siang telah tiba.
“Ah iya benar juga. Aku terlalu sibuk sampai lupa waktu. Kalau Yonghwan tahu aku bisa diceramahi seharian.” Sahut nyonya Cho sambil terkekeh setelah melihat jam di dinding ruangannya. Hannie ikut tertawa.
“Sepertinya aku tidak punya waktu makan di luar. Masih banyak yang harus kukerjakan. Aku minta tolong dibelikan sushi di restoran Jepang yang biasanya saja. Kau juga belilah makanan untukmu.” Titah eommonim.
“Baik eommonim.” Hannie beranjak dari duduknya. Dia berjalan ke arah nyonya Cho yang masih duduk di kursinya dengan tangannya yang sedang mengacungkan kartu kreditnya untuk membeli makan siang.
“Ah iya ngomong-ngomong boleh aku bertanya sesuatu padamu? Sesuatu yang ingin aku ketahui tentang kalian bertiga setelah memutuskan menjalani poligami ini. Karena setelah pernikahan mu aku mengikuti Yonghwan keliling Eropa jadi aku tidak tahu persis bagaimana kehidupan kalian setelah Kyu-aa hidup dengan 2 istrinya. Sejujurnya saat itu aku ingin menunda keberangkatan kami ke Eropa untuk memastikan kehidupan kalian tidak ada masalah. Kau tahu, yang menjadi kekhawatiranku bukan butikku karena ada Park Boom, orang kepercayaanku yang bisa menanganinya selama aku tidak ada. Tapi justru kalian lah yang aku khawatirkan terutama kau. Sayangnya keberangkatan kami tidak bisa ditunda. Lagipula Kyu-aa berjanji semuanya akan dia tangani dengan baik. Dan setiap aku hubungi dia selalu mengatakan kalian baik-baik saja.
Lalu saat aku pulang ke Korea sebenarnya aku sudah tidak sabar ingin menanyakannya. Tapi aku melihat-lihat dulu keadaanmu. Dan dari yang terlihat kau tampak baik-baik saja. Aku lega. Tapi aku harus tetap menanyakannya apakah kau benar-benar baik-baik saja atau hanya kelihatannya saja? Jadi kau tidak keberatan kan aku bertanya soal kehidupanmu setelah menikah dengan puteraku?” Kata nyonya Cho sambil memandang Hannie.
“Ah ti-tidak apa-apa. Eommonim bisa bertanya apa saja padaku.” Dalam hati Hannie bertanya-tanya kira-kira apa yang ingin diketahui eommonimnya itu mengenai kehidupannya bersama Kyuhyun dan Raena. Semoga bukan hal-hal yang jelek.
“Uhm apa Kyu-aa dan Raena-aa benar-benar melaksanakan janji mereka untuk memperlakukanmu dengan baik? Apa kau diperlakukan dengan adil? Mereka tidak menyakitimu kan? Jujur saja sejak awal aku tidak terlalu setuju dengan ide poligami ini. Aku tidak mau ada yang tersakiti. Apalagi dirimu. Walau aku sempat berharap kau lah yang akan jadi menantuku, tapi bukan seperti ini yang ku mau.” Mimik muka eommonim tampak serius.
“Eommonim tidak usah khawatir. Oppa dan eonnie sangat baik padaku. Keberadaanku benar-benar diterima dengan baik oleh mereka. Dan mereka juga sangat menjagaku. Jadi aku selalu merasa aman. Lagipula ini juga pilihanku. Dan aku tidak merasa sakit. Justru aku bahagia, bisa berdekatan dengan oppa, bisa membantunya, membantu Raena eonnie juga untuk melengkapi kebahagiaannya untuk bisa memiliki anak dan membantu kalian juga untuk meneruskan garis keturunan Cho.” Sahut Hannie menenangkan eommonimnya walau harus sedikit berbohong.
Tapi kan juga banyak benarnya? Kecuali untuk urusan merasa sakit itu. Ya jelas saja dia merasa sakit jika Kyuhyun lebih perhatian pada istri pertamanya. Atau saat dia berharap bahwa suaminya itu juga mau mencintainya seperti pria itu mencintai Raena. Bahkan dia juga menyimpan rapi tentang Raena yang lebih memonopoli Kyuhyun. Tidak mungkin kan mengatakan hal semacam itu di hadapan eommonim? Bisa-bisa eommonim dan abeonim marah. Bahkan mungkin langsung turun tangan untuk mengakhiri poligami ini. Bagi Hannie dia lebih suka kondisinya yang sekarang tapi masih berada di samping Kyuhyun.
“Ah syukurlah kalau begitu. Aku hanya mengharapkan yang terbaik untuk mu sebagai menantuku, untuk puteraku juga untuk menantuku yang lain. Kalau kau merasa tersakiti atau diperlakukan sewenang-wenang oleh mereka jangan sungkan untuk lapor pada kami. Walau kau bukan puteri kandung kami tapi kami sudah menganggap kau sebagai bagian dari keluarga CHO bahkan sebelum Kyu-aa menikahimu. Kau sakit kami juga merasakannya.” Kata eommonim menatap Hannie lembut.
“Tentu eommonim. Aku bahagia karena eommonim menganggapku begitu. Terima kasih sudah mau menyayangiku.” Ucap Hannie tulus.
“Hei sudahlah tidak apa. Justru kami yang harus berterima kasih karena kau hadir dalam kehidupan kami. Tapi ngomong-ngomong kenapa kita jadi drama begini ya?” Kata eommonim sambil tertawa. Hannie jadi ikut tertawa.
“Iya juga ya. Baiklah eommonim, aku pergi membeli makan siang dulu. Eommonim pasti sudah lapar kan?” Nyonya Cho mengangguk. Hannie lalu mengambil kartu kredit itu dan berpamitan untuk segera membeli pesanan eommonimnya.
Hannie pun pergi ke restoran Jepang langganan mereka yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari butik nyonya Cho ini dengan berjalan kaki. Restoran ini tidak melayani delivery jadi harus datang sendiri kesana. Karena ini jam makan siang maka cukup banyak pengunjung yang datang baik yang ingin makan disini maupun yang dibawa pulang. Maka Hannie harus sabar mengantri. Belum lagi masih harus menunggu sushi itu dibuat.
Saat sedang mengantri tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada yang menelponnya. Nomor eommonim tertera di layar ponsel.
“Hannie-aa. Kau masih di restoran kan? Beli sushi nya 3 porsi ya. Raena-aa sedang dalam perjalanan kemari. Dia ingin makan siang bersama kita.” Suara eommonim terdengar begitu Hannie menggeser tombol hijau di ponselnya.
“Iya eommonim. Baiklah. Ini aku masih mengantri. Tapi giliranku hampir sampai.” Beritahu Hannie.
“Oh ya baiklah. Aku tunggu. Aku hanya ingin memberitahukan itu. Kalau begitu telponnya aku tutup ya.”
Setelah telpon ditutup eommonim  Hannie pun menyimpan ponselnya dan kembali menanti giliran antriannya. Setelah sampai gilirannya dan mendapatkan sushinya, Hannie pun bergegas kembali ke butik. Namun baru sampai di halaman butik tiba-tiba terdengar suara berat pria memanggilnya.
“Hannie-ssi tunggu.”
Hannie menoleh dan sesosok pria jangkung menghampirinya dengan tergesa-gesa.
“Hannie-ssi. Ah untunglah bertemu denganmu disini. 2 minggu ini aku tidak bisa menghubungi. Nomormu selalu tidak aktif. Oh iya kau sedang apa disini?” Cecar pria itu begitu tiba di hadapan Hannie.
“Ah Kris. Selamat siang. Aku disini karna sedang membantu pekerjaan eommonim.” Sahut Hannie ramah.
“Eommonim?” Tanya Kris mengerutkan keningnya.
“Ini. Butik ini milik eommonim.” Tunjuk Hannie mengarah ke butik di depannya.
“Mr. Kyuhyun’s mom?” Tekan Kris dan diangguki Hannie.
“Ah begitu ya.” Kris mengangguk-angguk tanda mengerti. “Lalu nomor ponselmu kenapa selalu tidak aktif? Di malam 2 minggu yang lalu aku mengirim pesan untukmu 3 kali masih terkirim. Bahkan paginya saat menelpon juga masih tersambung. Lalu setelah beberapa kali ditelpon kau tidak mengangkatnya juga aku berhenti sebentar dan saat mencobanya kembali malah tidak tersambung lagi.” Sambungnya dengan nada keheranan.
“Oh kalau itu sejak 2 minggu yang lalu aku ganti nomor juga ganti ponsel sekalian. Ponselku yang lama entah bagaimana caranya tercebur ke mesin cuci. Aku tidak tahu kalau malam itu ada pesan masuk karena saat bersama Kyuhyun oppa dan Raena eonnie aku tidak bawa ponsel. Dan aku tidak sempat mengeceknya. Kalau paginya maaf aku sepertinya tidak dengar ponselku berbunyi karena saat itu aku lagi di kamar mandi. Begitu keluar dari kamar mandi dan ingin mengambil ponselku, benda itu malah tidak ada lagi. Dan tahu-tahu sudah terdampar di dalam mesin cuci. Ya tentu saja rusak parah. Jadi terpaksa harus ganti yang baru. Dan nomornya juga ikut ganti. Untungnya aku masih bisa mendapatkan kontak teman-temanku. Tapi untuk kontakmu maaf, aku lupa karena aku tidak menghafalnya.” Hannie menjelaskan.
“Uhm baiklah tidak apa-apa.” Kris lalu mengeluarkan dompetnya dan menarik selembar kartu namanya lalu memberikannya pada Hannie.
“Ini kartu namaku. Ada nomor ponselku disana. Kuharap kau mau menghubungiku kalau kau berkenan. Oh iya aku tidak bisa lama-lama. Aku ada janji makan siang dengan rekanku dan dia sudah menungguku cukup lama. Makanya aku buru-buru. Tapi karena tadi melihatmu aku sempatkan menemuimu walau hanya sebentar. Bahkan mobilku aku parkir sembarangan. Karena itu aku pergi dulu ya. Semoga kita bisa bertemu lagi dengan waktu yang lebih panjang. Uhm oh iya ngomong-ngomong boleh tidak aku memanggilmu Hannie-aa? Memakai ssi di belakang namamu rasanya kurang akrab.” Kyuhyun menatap Hannie penuh harap. Dan ketika gadis itu menganggukkan kepalanya, Senyum pria itu pun mengembang lebar.
“Ah terimakasih. Aku senang sekali. Baiklah. Selamat siang Hannie-aa.” Setelah berpamitan Kris bergegas menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan yang sebenarnya bukan tempat untuk parkir. Beruntung tidak ada petugas polisi yang akan menilang mobil yang parkir di tempat yang tidak seharusnya.
Saat akan masuk mobil Kris kembali berbalik ke arah Hannie yang masih berdiri di tempatnya. Lalu membuat isyarat dengan tangan seperti orang menelpon dan gerakan bibir yang terbaca “jangan lupa telpon aku” yang ditujukan pada gadis itu. Hannie hanya mengangguk sambil tersenyum.
Ketika mobil Kris benar-benar sudah pergi, Hannie menghembuskan nafasnya dengan keras. Gadis itu melihat kartu nama di tangannya. Padahal dia sudah berusaha untuk tidak terlibat dengan Kris. Tapi selalu saja ada hal yang membuat mereka bertemu. Tapi Hannie juga heran kenapa pria Cina-Canada itu bersikeras ingin berteman dengannya? Dia kan bisa berteman dengan yang lain? Memangnya di Korea ini tidak ada orang selain dirinya yang bisa Kris ajak berteman? Hannie benar-benar heran dengan pria itu. Kalau Kyuhyun tahu hal ini kan bisa repot?
Memang Raena menceritakan pada Kyuhyun soal dia dan Hannie yang bertemu Kris saat di Cheongdamdong dan membantu pria itu mencarikan kado untuk eommanya. Beruntung suaminya itu tidak marah dan menganggapnya biasa saja. Tapi tentu saja karena itu tanpa cerita pertukaran nomor ponsel antara Kris dan Hannie. Pertukaran nomor ponsel yang terjadi akibat kecerobohan gadis itu menyerahkan ponselnya tanpa tahu maksud Kris yang sebenarnya. Sepertinya Raena juga tidak tahu mengenai apa yang terjadi ketika dirinya pergi ke toilet. Kalau Kyuhyun tahu mana mungkin bisa setenang itu? Pasti suami mereka itu akan marah. Beruntunglah ponsel lama Hannie yang menyimpan kontak Kris itu sudah rusak.
Kurang lebih 2 minggu yang lalu ponsel Hannie memang tercebur ke mesin cuci bersama cucian kotor miliknya. Sepertinya saat cucian kotor itu diangkut, ponselnya ikut terbawa hingga saat memasukannya ke mesin cuci. Malam itu setelah makan malam dan bersantai sebentar bersama Kyuhyun dan Raena di ruang tengah, ketika jam menunjukan angka 9 dia pun pergi ke kamarnya di lantai atas untuk tidur. Namun saat akan mengecek ponselnya, belum sempat membukanya Kyuhyun malah muncul di kamarnya. Suaminya itu datang lebih awal bukan karena Raena sudah tidur. Wanita itu justru yang mengijinkan Kyuhyun pergi ke kamar Hannie karena merasa bersalah mengenai kejadian kemarin malam saat dia sakit dan mengganggu acara mereka berdua. Jadi Raena mengijinkan Kyuhyun untuk datang ke kamar Hannie tanpa harus menemani wanita itu sampai tertidur seperti yang sudah-sudah. 
Sebenarnya Hannie sempat mendengar notifikasi pesan masuk di ponselnya. Tapi Kyuhyun yang sedang berada di atasnya dan sedang mencumbunya lebih dulu menyambar benda itu, menatap layar ponsel, kemudian mematikannya.
“Bukan dari siapa-siapa. Hanya pesan promo dari operator. Mengganggu saja, malam-malam begini juga.” Kata Kyuhyun sebelum Hannie sempat bertanya siapa si pengirim pesan itu. Lalu pria itu kembali mencumbui Hannie dan terus bercinta dengannya.
Saat Hannie bangun keesokan paginya suaminya sudah tidak ada lagi. Mungkin pria itu pergi saat dia sudah tertidur, kembali ke kamar istri pertamanya. Tapi dia sendiri tidak memperhatikan apakah setelah mematikan ponselnya, Kyuhyun menaruh benda itu kembali ke atas meja atau justru dia taruh begitu saja di atas ranjang. Hannie pun begitu bangun langsung pergi ke kamar mandi tanpa mengingat ponselnya lagi.
Ketika dia sedang berada di kamar mandi Raena memang datang ke kamarnya untuk membangunkannya karena mengira madunya itu belum bangun. Saat tahu kalau Hannie sudah bangun Raena pun pergi namun saat melihat tumpukan cucian kotor gadis itu di atas ranjang, wanita itu menawarkan untuk membawanya ke tempat pencucian dan Hannie mengijinkannya. Saat dia keluar dari kamar mandi dan ingin mengambil ponselnya barulah dia sadar benda itu tidak ada. Dia mencari ke seluruh ruangan kamarnya tapi tidak ada. Akhirnya dia turun untuk sarapan bersama Kyuhyun dan Raena yang sudah lebih dulu ada di meja makan. Rencananya ponsel itu akan dia cari kembali sesudah sarapan.
Saat sarapan tiba-tiba Nayoung berteriak panik karena menemukan ponsel di antara cucian kotor yang direndam dalam mesin cuci. Itu ponsel Hannie. Tentu saja ponsel itu jadi rusak parah dan tidak bisa dipakai lagi karena terendam air detergen cukup lama. Pelayan muda itu bersumpah bukan dia yang memasukan cucian milik Hannie jadi dia tidak tahu soal ponsel yang ikut tercuci. Raena mengakui kalau dialah yang memasukan cucian kotor milik Hannie ke dalam mesin cuci namun dia juga berani bersumpah saat itu tidak menemukan benda lain seperti ponsel di antara cucian itu.
Entah ini kecerobohan siapa? Apakah Hannie yang ceroboh karena  menumpuk cucian kotor di atas ranjang karena rencananya memang akan diangkut bersama spreinya namun tidak mengecek lebih dulu apakah di atas ranjangnya ada benda lain seperti ponsel yang bisa berpotensi ikut terangkut, atau kesalahan Raena yang tidak melihat-lihat dulu saat mengangkut cucian kotor beserta spreinya dan memasukannya begitu saja ke mesin cuci. Yang jelas Kyuhyun yang diam sejak sebelum Hannie tiba di meja makan tadi akhirnya angkat bicara, meminta agar masalah ponsel yang tercebur ke mesin cuci itu tidak usah diributkan. Anggap saja musibah. Dan sore harinya saat pulang dari kantor, pria itu membawakan istri ke-2 nya itu sebuah ponsel baru. Rupanya sepulang dari kantor dia pergi ke toko ponsel untuk membelikan Hannie ponsel baru pengganti ponsel lamanya yang sudah rusak itu. Dan jadilah gadis itu memiliki ponsel yang merknya masih sama dengan yang lama namun tipenya lebih baru dan teknologinya lebih canggih.
Tapi Hannie agak heran dan merasa sedikit aneh dengan insiden ponselnya itu. Masa Raena tidak melihat benda asing seperti ponsel di antara cucian kotornya itu? Biasanya madunya itu sangat teliti dalam hal apapun. Tapi Hannie juga tidak memiliki petunjuk mengapa wanita itu bisa ceroboh kali ini. Pertanyaan itu yang kadang sering muncul di kepalanya hingga sekarang.
Yang tidak kalah membingungkan adalah Kyuhyun. Tadi Kris mengatakan malam itu sempat mengirim pesan ke ponselnya sampai 3 kali. Apa pesan yang dikatakan Kyuhyun sebagai pesan promo dari operator itu sebenarnya dari Kris? Tapi kenapa suaminya tidak membahas hal itu? Biasanya pria itu akan menginterogasinya jika ponselnya menerima pesan atau telpon dari nomor yang tidak dikenal apalagi dari pria. Maka bisa dibayangkan apa reaksi suaminya akan seseram apa jika pesan itu dari Kris yang jelas-jelas dilarang bagi Hannie untuk dekat-dekat dengannya. Malah mengatakannya dari operator. Tapi mungkin memang benar dari operator. Mungkin saja pesan dari Kris datang sebelum pesan yang dikatakan Kyuhyun sebagai pesan promo itu.
Hannie kemudian menyimpan kartu nama itu di tas kecil yang diselempangkan di bahunya. Lalu  dia berbalik dan berjalan masuk butik hingga ke ruangan nyonya Cho. Sesampainya di depan pintu dan membukanya, dia mendapati siluet punggung wanita yang duduk di.sofa yang ada di ruangan itu dengan posisi membelakanginya. Dan ketika wanita itu menoleh dia langsung tersenyum ramah.
“Hai Hannie-aa.” Sapa wanita itu.
“Eonnie!” Seru Hannie senang. Dia langsung menghampiri Raena dan ikut duduk di sampingnya.
“Saat tadi kau pergi untuk membeli sushi, Raena-aa menelponku kalau dia sedang menuju kesini untuk mengajak kita makan siang. Katanya sudah lama kita tidak makan siang sama-sama. Ya aku ajak saja dia makan bersama disini. Makanya tadi aku menyuruhmu menambah porsi sushinya. Untung saat ku telpon kau masih dalam antrian. Jadi tidak sampai bolak balik memesan.” Jelas nyonya Cho sambil berjalan meninggalkan meja kerjanya dan ikut bergabung bersama kedua menantunya.
Dan akhirnya ketiga wanita itu makan siang bersama sambil mengobrol akrab membahas banyak hal. Dari pekerjaan Raena, proyek butik ini hingga obrolan soal gosip artis dan drama. Beruntung selama obrolan berlangsung nyonya Cho tidak sedikitpun bertanya atau menyinggung soal Kyuhyun. Obrolan mereka hanya berputar soal diri dan kesukaan mereka saja tanpa melibatkan masalah pribadi dan rumah tangga.
********
Malam harinya di rumah besar milik Cho Kyuhyun, tepatnya di ruang tengah, pria itu sedang bersantai bersama kedua istrinya sambil menonton televisi yang menayangkan film Fast & Furious 6 dari salah satu channel tv kabel berlangganan. Dia duduk berselonjor di atas karpet tebal yang terhampar di depan sofa empuk dimana kedua istrinya duduk di sofa itu. Sambil menatap layar televisi, tangan Raena dengan cekatan memijiti bahu dan punggung Kyuhyun.
Sedangkan Hannie yang duduk di sebelah Raena fokus pada tontonannya. Sebenarnya saat tadi Kyuhyun mengatakan lelah dia ingin menawarkan diri untuk memijatnya. Namun ternyata Hannie kalah cepat dengan Raena. Wanita itu yang lebih dulu menawari suaminya untuk dipijat. Maka gadis itu pun memilih mengalah dan tidak jadi menawarkan bantuannya.
Tidak ada pembicaraan serius diantara mereka. Hanya suara Kyuhyun yang heboh sendiri memberi semangat kepada jagoannya untuk menghajar penjahat. Padahal itu kan hal yang sia-sia? Mana mungkin juga mereka dengar? Raena pun juga sama berisiknya. Bahkan berkali-kali dia tanpa sadar memukul bahu atau punggung suaminya itu hingga mendapat protes dari yang bersangkutan.
Tapi jika Kyuhyun menghebohkan Paul Walker, Vin Diezel dan kawan-kawannya, Raena justru menghebohkan salah tokoh penjahatnya yang bernama Jah. Menurut wanita itu gaya berkelahi yang ditampilkan aktor dari Indonesia yang bernama Joe Taslim itu keren dan membuat kewalahan para jagoannya. Walau hanya jadi pendukung peran antagonis tapi aktor itu digambarkan tidak mudah dikalahkan dan mati diawal seperti kebanyakan pemeran pendukung dari Asia pada umumnya. Lagipula menurutnya dia harus mendukung aktor itu sebagai sesama orang Asia. Ada-ada saja.
Yang terlihat tenang cuma Hannie. Dia hanya ikut menimpali sesekali, itupun jika ada yang mengajaknya bicara. Dia lebih suka berkonsetrasi menonton adegan demi adegan dari layar televisi.
“Oh iya Hannie-aa nyaris saja aku lupa. Tadi siang saat aku baru masuk butik eommonim, aku melihatmu di halaman butik dan tiba-tiba Kris datang menghampirimu. Kalian tampak membicarakan sesuatu. Ada masalah apa? Apa ada hubungannya dengan barang yang kupilihkan untuk kado eomma Kris? Ini sudah 2 minggu dan mungkin barang itu sudah dia kirimkan atau setidaknya sudah dia perlihatkan pada eommanya. Aku jadi penasaran apa tanggapan eommanya mengenai handbag Hermes dan dompet Prada yang kupilihkan itu. Beliau suka apa tidak ya?” Tanya Raena tiba-tiba.
Hannie yang mendengar pertanyaan itu seketika membeku di tempat. Disaat ada Kyuhyun kenapa madunya malah bertanya tentang Kris? Gadis itu melirik suami mereka untuk melihat reaksinya. Dan benar saja. Pria itu berbalik ke belakang kepada kedua istrinya. Dia menatap tajam Hannie lalu Raena. Wajahnya tampak tidak senang.
“Kau bertemu Kris lagi siang tadi?” Tanya Kyuhyun tidak senang.
“Aish Kyu-aa aku kan sedang memijitimu tapi kau malah bergerak begini bagaimana bisa aku memijitimu dengan benar?” Omel Raena sambil membalik paksa tubuh Kyuhyun kembali menghadap depan agar dia bisa memijitinya. Pria itu pasrah mengikuti kemauan istri pertamanya.
“Ah eh it-itu dia hanya menyapaku karena dia ada keperluan di Cheongdam dong dan kebetulan saat melewati butik eommonim dia melihatku. Tapi itu hanya sebentar karena dia sedang buru-buru. Dan aku juga lupa menanyakan soal tanggapan eommanya terhadap kado pilihan eonnie.” Jelas Hannie takut-takut. Dia gelisah dan khawatir Kyuhyun akan marah padanya. Dia bahkan tidak bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada tontonannya.
“Benar begitu?” Tekan Kyuhyun kembali menatap tajam Hannie dan hanya dijawab dengan anggukan dari gadis itu.
“Hei Kyu-aa jangan berlebihan begitu. Kau jadi menyeramkan.” Sungut Raena sambil memukul pelan bahu Kyuhyun.
“Lagipula sudah kukatakan yang mendatangi duluan itu kan Kris? Dan dia hanya sekedar menyapa Hannie-aa. Jadi jangan cerewet begitu. Seperti haraboji saja.” Lanjutnya sambil terus memijiti Kyuhyun.
“Hei masalahnya aku merasa Kris itu sepertinya sedang mengincar  Hannie-aa. Kau kan tahu sendiri kalau pria itu sering bergonta ganti pacar bahkan sejak SMU. Dia bisa membuat wanita bertekuk lutut hanya dengan kata-kata manisnya. Bahkan kudengar sebelum pindah ke Cina untuk mengurus cabang Harvest Corp, dia sempat terlibat affair dengan senator muda wilayah New York City yang sudah memiliki suami selama hampir 5 bulan. Kasusnya ramai karena senator muda itu terang-terangan mengakui hubungannya dengan Kris di depan publik. Bahkan wanita itu hampir bercerai dengan suaminya yang pemilik perusahaan kosmetik itu. Itulah sebabnya untuk meredam kehebohan masalah skandal itu, Mr. Daniel Wu langsung mengirim Kris untuk pindah ke Cina dengan alasan mengurus perusahaan mereka. Dan ternyata dia memang hanya main-main dengan senator muda itu. Setidaknya begitulah jawaban dia kepada setiap orang-orang yang menanyakan skandal itu. Pria itu sepertinya suka tantangan. Aku juga pernah dengar kalau senator muda itu sebelum menjadi senator dan menikah dengan suaminya yang sekarang tadinya dia bersahabat dengan tunangan suaminya itu sebelum akhirnya dialah yang menikah dengannya. Mereka bilang wanita itu merebut pria itu dari sahabatnya, membuat pertunangan mereka putus dan kemudian malah dia yang menikah dengan mantan tunangan sahabatnya. Bahkan menurut rumor yang beredar rata-rata wanita yang pernah dikencani Kris sebelumnya memiliki sejarah sebagai orang ke-3 entah pernah merebut kekasih, tunangan bahkan suami orang. Makanya aku khawatir pria itu mendekati Hannie kita berkaitan dengan statusnya sebagai istri ke-2 ku. Mungkin saja Kris menganggapnya sama dengan wanita-wanita itu, padahal kan jelas berbeda jauh.” Kata Kyuhyun mengungkapkan kekhawatirannya.
“Kalau itu aku juga pernah dengar. Walau saat itu kita masih di Jerman untuk pengobatanku, gosipnya kan ramai beredar di kalangan para pengusaha dan sosialita? Dia memang berbahaya bagi wanita. Apalagi bagi Hannie kita.” Sahut Raena membenarkan.
“Oh iya Mr. Daniel Wu itu kan appa tirinya Kris? Tapi aku penasaran dengan appa kandungnya. Tidak pernah ada cerita sedikitpun tentang appa biologisnya Kris dan kehidupan mereka sebelum Mr. Wu itu menikah dengan eomma Kris. Dan yang aku heran Kris juga memakai nama appa tirinya bukan appa kandungnya. Ada apa ya? Kau sesuatu tentang hal itu tidak?” Sambung Raena.
“Entahlah. Cerita tentang appa kandungnya dan kehidupan mereka sebelum pernikahan nyonya Wu yang ke-2 dengan suaminya yang sekarang itu misterius. Sepertinya mereka sangat menutup rapat cerita kehidupan masa lalu Kris dan eommanya.” Sahut Kyuhyun sambil menggendikan bahu.
Hannie hanya terdiam, berusaha mencerna informasi yang dia dengar barusan. Dia tidak menyangka kalau Kris seperti itu. Sebab kelihatannya pria itu baik dan ramah walau wajahnya tampak dingin. Kris juga kelihatannya tipe yang menyayangi eommanya terbukti mau repot2 mencari kado ulang tahun eommanya dengan tangannya sendiri. Tapi seperti pepatah yang mengatakan “jangan nilai buku dari sampulnya” nampaknya juga berlaku untuk menilai Kris.
“Ah kau ini curang. Hannie-aa dikhawatirkan dekat dengan Kris. Sedangkan aku, kau biasa saja. Kau tidak takut aku tergoda padanya? Dia kan tampan sekali.” Rajuk Raena sambil memukul bahu Kyuhyun lagi.
“Tch kau ini. Justru aku percaya kau tidak akan tergoda karena kau lebih kuat. Tidak mudah percaya begitu saja dan kau juga tahu tentang Kris. Kau tidak akan mudah tergoda olehnya. Kewaspadaanmu sangat tinggi. Lagipula kau bukan termasuk tipe wanita yang sering dia incar. Beda dengan Hannie-aa. Dia terlalu polos, terlalu berbaik sangka terhadap orang-orang dan dia juga tidak tahu apa-apa mengenai Kris. Pria itu akan lebih mudah menggodanya daripada menggodamu. Lagipula aku merasa sepertinya sejak awal dia mengincar Hannie-aa saat mereka bertemu pertama kali di kantorku dan saat tahu kalau dia istri ke-2 ku. Makanya aku melarangnya untuk tidak berurusan dengan pria itu. Yah aku harap kecurigaanku itu hanya perasaanku saja. Tapi kita tetap harus waspada jangan sampai terjadi skandal memalukan di keluarga ini gara-gara kelengahan kita.” Kata Kyuhyun lagi.
“Wah terima kasih atas pujiannya. Dan untuk hal itu kau benar. Hannie-aa. Memang lebih baik kau tidak usah berhubungan dengan Kris meski hanya teman sekalipun. Kita tidak tahu apa yang dia rencanakan.” Raena menepuk lembut bahu Hannie.
“Baik eonnie. Oppa. Aku akan menuruti kalian.” Sahut Hannie patuh.
“Nah itu lebih baik. Tapi ngomong-ngomong meskipun kita tidak boleh berurusan dengan Kris tapi aku juga penasaran dengan tanggapan eomma Kris soal handbag Hermes dan dompet Prada pilihanku itu. Kau punya nomor kontak Kris kan? Kalau tidak salah tadi siang dia kan sempat memberimu kartu namanya? Pasti nomor kontaknya ada disitu.” Kata Raena lagi. Dan lagi-lagi Kyuhyun berbalik, menatap tajam Hannie yang hanya menunduk dalam.
“Apa? Kris memberikan kartu namanya? Aish apa-apaan orang itu? Dan kau untuk apa menanyakan kontaknya?” Gerutu Kyuhyun kesal.
“Ish sudah kubilang jangan banyak gerak. Kau ini berisik sekali. Kris kan hanya memberikan kartu namanya saja? Dan aku tidak melihat Hannie-aa memberikan nomor ponselnya. Jadi apakah mau menghubungi Kris atau tidak, itu tergantung dia sendiri. Tapi aku yakin dia tidak akan menghubungi pria itu. Bukankah kau sudah melarangnya untuk berurusan dengan Kris? Hannie-aa kan tidak pernah membantahmu. Jadi kau tidak usah khawatir begitu. Dan mengenai aku yang menanyakan kontaknya Kris tentu saja untuk menanyakan padanya apakah eommanya menyukai kado yang kupilihkan? Wanita itu juga pecinta fashion dan memiliki pengetahuan tentang fashion. Kalau sampai dia tidak menyukai kado puteranya itu, sebagai wanita yang levelnya sama dengab Mrs. Wu, maka itu akan melukai harga diriku. Kredibilitasku sebagai penasehat fashion dipertaruhkan disini.” Seloroh Raena panjang lebar.
“Tch kau ini. Jadi Hannie-aa, benar kau tidak memberikan nomor kontakmu yang sekarang pada Kris? Atau akun sosial mediamu?” Cecar Kyuhyun.
“Ti-tidak. Aku sama sekali tidak memberikan nomor kontakku atau akun sosial mediaku kepada Kris. Sungguh.” Hannie tidak berani mengatakan kalau 2 minggu yang lalu dia dan Kris sempat bertukar nomor ponsel. Tapi beruntung keesokan harinya ponselnya terendam di mesin cuci hingga kemungkinan tidak ada yang tahu. Beruntung tadi siang pria itu hanya memberinya kartu nama. Dan dia memang berencana untuk tidak menelpon seperti permintaan Kris. Dia tidak ingin hal itu menjadi masalah.
“Apa kau tidak bohong?” Tekan Kyuhyun.
“Ti-tidak. Aku berkata yang sebenarnya.” Sahut Hannie gugup.
“Ya sudah aku percaya padamu. Ingat pesanku. Jangan pernah berdekatan lagi dengan Kris apapun alasannya. Dan Raena-aa. Kau boleh menghubungi Kris tapi juga cukup sekali saja dan hanya untuk keperluan menanyakan tanggapan eommanya mengenai kado yang kau pilihkan.” Tegas Kyuhyun.
“Siap boss.” Sahut Raena.
“Baik oppa.” Jawab Hannie pelan.
*******
Beberapa hari kemudian setelah malam dimana Hannie mendapat informasi yang sesungguhnya mengenai kenalan barunya, Wu Yifan aka Kris Wu, pria Cina-Canada yang entah kenapa sejak pertama bertemu sepertinya berusaha mendekatinya, gadis itu pun belum pernah lagi bertemu dengannya hingga sekarang. Kartu nama yang diberikan Kris dia serahkan pada Raena. Lagipula andai Hannie masih menyimpan kartu nama itu dia juga tidak berniat menghubungi Kris. Sejak awal saat mereka sempat bertukar nomor ponsel gadis itu memang bertekad untuk tidak menanggapi telpon atau pesan dari pria itu. Dia sadar posisinya yang sudah menjadi istri orang, walau hanya istri ke-2, tidaklah pantas untuk berhubungan dengan pria yang bukan saudaranya apalagi pria yang baru dikenal dan baru bertemu beberapa kali. Meski itu hanya dengan alasan berteman. Bisa menimbulkan gosip tidak enak bahkan skandal memalukan. Ditambah dengan reputasi pria itu dalam urusan wanita yang membuatnya tidak nyaman. Karena itu Hannie tidak terlalu menanggapi pendekatan yang dilakukan Kris terhadapnya.
Setelah mendapatkan kartu nama Kris, Raena memang menelponnya. Dan menanyakan soal barang-barang branded yang dia pilihkan untuk kado eomma pria itu. Ternyata nyonya Wu menyukainya. Wanita itu bahkan menitipkan salamnya dan mengucapkan terima kasih kepada Raena dan Hannie karena sudah membantu puteranya dalam memilih kado untuknya. Namun Raena tidak menceritakan apakah Kris menanyakan Hannie atau tidak.   
Hannie sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Dia ingin kehidupannya berjalan damai saja tanpa harus dihiasi skandal atau sejenisnya.
Dan saat ini Hannie sedang makan siang di sebuah kedai sederhana yang menyediakan masakan khas Korea, yang ada di pusat kota. Gadis itu hanya sendirian karena eommonim diajak makan siang di luar oleh abeonim. Sebenarnya mereka juga mengajak Hannie tapi dia menolaknya karena dia yakin pasti pria tua itu ingin berduaan dengan istrinya. Dia pun mempersilahkan mertuanya itu untuk pergi makan siang berdua saja sementara dia memutuskan makan siang di kedai yang dulu sering dia datangi saat punya uang lebih dan ingin makan di luar. Entahlah kenapa dia sangat ingin makan masakan yang ada di kedai ini. Padahal di Cheongdam dong juga ada restoran yang menyediakan masakan Korea sebagai menunya. Tapi dia bosan dengan pemandangan ‘berkelas’ dan ingin pemandangan yang lebih ‘merakyat’. Walaupun untuk mencapainya dia harus naik bus sendirian tapi baginya tidak masalah. Toh sebelum menikah dia juga sering pergi sendirian.
Dan entah karena suasananya atau karena memang makanannya yang enak atau keduanya, Hannie makan dengan lahap seolah dia sudah tidak makan berhari-hari. Dia memesan kimchi jjigae ikan tuna, bibim bap, dan Yangnyeom Tongdak atau ayam goreng pedas manis ala Korea, semuanya dia makan. Gadis itu tidak perduli dengan tatapan aneh para pengunjung kedai yang melihatnya. Mungkin terlihat aneh bagi mereka melihat nafsu makannya yang berbanding terbalik dengan tubuh mungilnya. Atau makanan yang dia pesan tidak nyambung satu sama lain. Belakangan ini nafsu makannya memang suka berubah-ubah. Kadang dia seperti orang yang kelaparan hingga makan dalam porsi besar dan makan berbagai jenis masakan, tapi kadang juga dia tidak merasa lapar sama sekali hingga malas makan. Entahlah apa yang menyebabkannya begitu. Mungkin karena banyak yang dia pikirkan mengenai kehidupan yang sedang dijalaninya sekarang.
“Tadinya kupikir aku salah lihat. Tapi ternyata ini memang kau, Hannie-aa.” Mendengar suara berat milik seorang pria, Hannie yang sedang asyik makan mendongak dengan mulut yang masih penuh. Dan begitu melihat sosok yang berdiri gagah di hadapannya dia langsung berusaha menelan semua makanannya sampai terbatuk-batuk. Terdengar kekehan geli dari pria itu dan segelas air jeruk dingin yang ada di atas meja disodorkan pada Hannie. Gadis itu langsung meminumnya untuk mendorong makanan agar masuk semua ke pencernaannya.
“Oh hai Kris. Ada apa kau kemari? Apa kau mau makan juga?” Sapa Hannie ramah sementara Kris sudah duduk di hadapannya.
“Hai juga Hannie-aa. Uhm sebenarnya aku berniat makan di tempat lain. Tapi saat melihatmu makan disini aku jadi ingin makan disini juga.” Sahut Kris.
Tidak lama datang seorang pelayan menanyakan pesanan Kris. Dan dia pun memesan makanan dan pelayan itu pun pergi setelah mencatat pesanannya.
“Sejujurnya aku agak heran. Kenapa istri seorang CEO perusahaan besar CHO Grup makan di kedai sederhana begini?” Komentar Kris .
Hannie memandang Kris dengan kening berkerut. Ada perasaan sedikit tidak suka dengan komentar tadi itu. “Aku rasa tidak ada yang salah dengan tempat ini. Dan tidak ada aturan resmi istri seorang CEO harus makan di tempat mewah. Juga di depan sana tidak ada tulisan larangan bahwa istri CEO tidak boleh makan disini.” Sahutnya agak ketus.
“Ah maaf.” Tapi tidak lama kemudian Hannie agak menyesal kenapa bisa berkata seperti itu. Dia saja sampai kaget karena kata-katanya yang keluar barusan. Selain nafsu makannya yang aneh sepertinya emosinya juga suka berubah-ubah belakangan ini. Perasaannya lebih sensitif.
Kris sepertinya ingin menjawab tapi pelayan keburu datang dan mengantar pesanannya. Pria itu memesan Yangnyeom Tongdak juga. Setelah pesanan diletakan di atas meja, pelayan itu pun pergi dan Kris pun melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda.
“Oh tidak apa-apa. Justru aku yang harus minta maaf. Memang pertanyaanku yang salah. Makan dimanapun mau kedai sederhana atau restoran mewah atau cafe, itu kan hak setiap orang.” Kris lalu memamerkan senyum manisnya.
Hannie tidak menyahut lagi. Dia memilih meneruskan makannya. Kris juga mulai menyumpit makanannya. Mereka berdua berkonsentrasi pada makanan di hadapannya tanpa suara.
“Ah iya Hannie-aa. Aku menunggu telpon darimu. Tapi yang menelpon malah Raena-ssi yang menanyakan tanggapan my mom mengenai kado yang dia pilihkan. Aku terus berharap kau akan menelpon tapi nyatanya sampai sekarang kau tidak telpon.” Suara Kris terdengar seperti mengeluh.
“Maaf. Aku tidak bisa menelponmu. Aku rasa kau masih ingat kalau aku ini wanita yang sudah menikah. Rasanya tidak pantas menelpon seorang pria tanpa keperluan yang jelas. Oh iya mengenai tanggapan baik eomma mu soal kado itu eonnie sangat senang. Dia bahagia karena kemampuannya dalam menilai fashion ternyata tepat.” Sahut Hannie datar. Yah dia memang harus menjaga jarak dengan Kris seperti perintah Kyuhyun dan Raena.
“Oh maaf kalau begitu. Padahal aku benar-benar hanya ingin berteman denganmu. Tidak ada niat jahat seperti memanfaatkanmu atau membuat skandal. Mungkin kau sudah mendengar hal-hal buruk tentangku. Yah aku akui sebagian benar tapi sebagian lagi dilebih-lebihkan. Kuharap kau bersedia meluangkan sedikit waktu untuk kita saling lebih mengenal.” Sahut Kris tetap dengan wibawanya.
Hannie hanya diam saja. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Entah rumor playboynya Kris itu benar atau hanya dilebih-lebihkan, Hannie memilih untuk tetap menjaga jarak dengannya.
“Saat Raena-ssi menelponku, aku sempat menanyakanmu padanya. Dan dia memperingatkanku dengan keras untuk tidak mendekatimu. Bahkan dia mengatakan tidak segan-segan membuatku pergi dari negeri ini dan tidak bisa masuk lagi jika masih mencoba mendekatimu. Sepertinya baik Mr. Kyuhyun dan Raena-ssi sangat melindungimu. Tapi malah kelewat overprotective. Kau sepertinya dikekang. Kehidupanmu sepertinya diatur oleh mereka.” Kata Kris lagi.
“Aku tidak merasa begitu.” Sanggah Hannie walau dalam hati dia sedikit membenarkannya.
“Oh ya? Tapi aku malah merasa aneh. Aku pikir ada sesuatu yang janggal. Kau tahu? Orang-orang mengatakan Mr. Kyuhyun memiliki 2 istri, tapi menurut yang aku lihat dari beberapa kali pertemuan kita justru kau lah yang seperti memiliki 2 suami.” Kata Kris terdengar berhati-hati.
Hannie yang hampir menyendok kimchi jjigaenya ke mulutnya tertegun. Gerakan tangannya terhenti dengan sendoknya yang sudah sampai di depan mulutnya. 
“Apa? Hei apa maksudmu berkata seperti itu?” Hannie benar-benar terkejut dengan perkataan Kris barusan. Dirinya seperti memiliki 2 suami? Pemikiran macam apa itu? Suaminya kan hanya Kyuhyun? Dan Raena istri pertama suaminya, wanita yang sudah dia anggap sebagai eonnienya sendiri dan begitu juga sebaliknya Raena mengganggap Hannie sebagai adiknya selain Junmyeon. Bahkan hal itu sudah terjadi jauh sebelum dia menikah dengan Kyuhyun. Pria di depannya ini apa sedang mencoba menghasutnya? Batin Hannie terus bertanya-tanya.
“Uhm. Aku merasa saat membandingkan reaksi Mr. Kyuhyun dan Raena-ssi ketika aku berada didekatmu, ternyata tidak jauh berbeda. Mereka terlihat marah, cemburu dan menjadi overprotektif terhadapmu. Untuk Mr. Kyuhyun wajar karena dia adalah suamimu. Tapi Raena-ssi? Aku rasa tindakannya lebih cenderung seperti seseorang yang melindungi kekasihnya atau istrinya daripada saudara atau temannya atau bahkan madunya. Yah baru sebatas feeling ku saja. Tapi kau pasti tahu kan, di jaman sekarang ini bukan hal aneh jika ada ketertarikan seksual terhadap sesama jenis. Bahkan USA dan beberapa negara lain malah sudah mengesahkan undang-undang tentang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender yang mengakui keberadaan kaum mereka itu dan bahkan mengakui pernikahan diantara kaum itu.” Seloroh Kris.
Hannie hanya diam tanpa menanggapi lagi. Tapi kata-kata Kris cukup mengusiknya. Apa maksudnya menyinggung soal LGBT itu? Apa Kris bermaksud mengatakan bahwa Raena pecinta sesama jenis? Atau biseksual? Benar-benar pemikiran yang tidak wajar. Apalagi sampai berpikir kalau wanita itu menyukai Hannie sebagai kekasih. Yang benar saja. Kris pasti keliru mengartikan perhatian Raena padanya. Sebab gadis itu tahu madunya memperhatikan dan melindunginya karena dia adalah calon ibu bagi anak-anak Kyuhyun. Gadis yang akan memberikan kesempatan kepada Raena untuk ikut merasakan menjadi seorang eomma dengan melahirkan anak suaminya dimana wanita itu juga akan merawat anak itu bersama-sama. Lagipula sejak dulu saat dihari pertama Hannie masuk ke tengah keluarga Kim, Raena sudah menyayangi gadis itu seperti adiknya sendiri. Apa salahnya mereka dekat sebagai saudara dan sesama isteri Kyuhyun? Kris terlalu berlebihan. Atau mungkin sengaja melemparkan isu tersebut untuk mempengaruhi Hannie agar hubungan gadis itu dan Raena menjadi renggang. Dengan begitu pria itu akan mudah mendekatinya, menaklukannya seperti wanita-wanita yang pernah dikencani Kris, menciptakan skandal lalu mencampakannya begitu saja. Sepertinya memang dia tidak usah dekat-dekat dengan pria jangkung di hadapannya ini.
Pemikiran aneh yang disampaikan Kris bercampur dengan peringatan Kyuhyun dan Raena soal berbahayanya pria itu untuknya, berseliweran dan berputar-putar di kepalanya, membuat Hannie pusing sendiri. Akhirnya dia memilih meneruskan makannya sampai habis tanpa memperdulikan tatapan pria di hadapannya ini. Sejujurnya dia ingin cepat pergi dari sini tapi sayangnya dia masih ingin menghabiskan makanan yang sudah dipesannya tadi. Kali ini nafsu makannya mengalahkan rasa tidak nyamannya atas kehadiran pria ini didekatnya. Beruntung Kris tidak lagi bicara dan ikut menikmati makanannya sambil sesekali menatap Hannie dan tersenyum geli melihat gadis itu makan seperti orang yang tidak pernah bertemu makanan setahun.
“Aku sudah selesai.” Kata Hannie. Dia lalu berdiri untuk menuju kasir dan membayar makanannya.
“Hei tunggu dulu. Biar aku yang bayar.” Cegah Kris. Dia ikut-ikutan berdiri dan mendahului Hannie untuk membayar makanan mereka berdua. Gadis itu tidak sempat mencegahnya karena Kris lebih dulu mengeluarkan lembaran uangnya dan menyerahkannya pada kasir di depannya. Akhirnya Hannie hanya pasrah membiarkan pria itu lagi-lagi mentraktirnya.
Setelah membayar mereka berdua keluar dari kedai. Meski Hannie mencoba berjalan cepat agar tidak berjalan beriringan dengan Kris tapi pria itu berhasil menjejerinya. Memang hal yang sia-sia mencoba mendahului si tampan itu sedangkan semua juga tahu kaki panjang pria itu mampu menyusul langkah-langkah kecil Hannie.
“Hannie-aa biar kuantar. Kau ingin kembali ke butik mrs. Cho kan?” Tawar Kris.
“Terima kasih. Tapi maaf aku naik bus saja. Aku tidak mau merepotkanmu. Lagipula kalau tidak salah kau kan punya janji temu dengan Siwon oppa di kantornya dan itu berlawanan arah dengan butik eommonim.” Tolak Hannie halus. Tadi memang dia sempat mendengar Kris di telpon seseorang yang mengingatkan tentang janji temunya dengan CEO Choi’s Family Grup itu siang ini. Sepertinya bisa dijadikan alasan untuk menolak. Hannie tetap bertahan di halte menunggu bus nya datang.
“Kau tenang saja. Pertemuannya masih 2 jam lagi. Masih cukup waktu untuk mengantarmu.” Kris masih mencoba agar Hannie bersedia ikut dengannya.
“Tapi…..”
“Terima kasih atas tawaranmu. Tapi istriku ikut denganku, bukan begitu sayang? ” Suara berat pria memotong kalimat Hannie. Suara yang membuatnya lega.
“Oppa.” Sambut Hannie senang. Dia langsung mendatangi Kyuhyun dan tanpa basa basi pria itu memeluk pinggangnya posesif.
“Baiklah kami pergi dulu. Selamat siang Mr. Wu.” Tanpa menunggu Kris bicara, Kyuhyun segera membawa tubuh mungil Hannie menuju mobilnya yang terparkir di dekat mereka dengan supirnya yang menunggu di dalam. Gadis itu tidak sempat menoleh karena suaminya itu setengah menyeretnya. Setelah masuk mobil, dari dalam dia sempat melihat Kris yang masih berdiri mematung di tempatnya. Tapi setelah itu dia tidak tahu lagi. Mobil Kyuhyun melaju cepat meninggalkan halte bus itu.
Di dalam mobil mereka saling diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Sementara Lee ahjussi sibuk menyetir sambil memperhatikan jalan di depannya. Tapi ada yang aneh. Mobil ini tidak menuju ke arah butik eommonim melainkan ke arah lain. Sebenarnya mereka mau kemana? Dan lagipula Hannie juga heran bagaimana Kyuhyun bisa mengetahui keberadaannya? Apa suaminya itu kebetulan sedang berada di daerah sini dan melihat dirinya bersama Kris? Tidak berapa lama mobil mereka berhenti di halaman sebuah hotel mewah.
‘Hotel?’ Batin Hannie bertanya-tanya kenapa mereka ke hotel? Ada urusan apa?
“Oppa kenapa kita kesini?” Tanya Hannie akhirnya. Namun bukannya menjawab Kyuhyun malah turun setelah Lee ahjussi membukakan pintu untuknya lalu pria itu berjalan ke pintu sebelah Hannie yang juga sudah dibuka supir itu. Dia mengulurkan tangannya menyuruh gadis itu turun dan mengikutinya. Hannie pun menurutinya.
“Baiklah tuan saya pergi dulu. Selamat beristirahat.” Kata Lee ahjussi dengan sopan.
“Iya terima kasih. Nanti aku akan menghubungi ahjussi kapan harus menjemput kami.” Sahut Kyuhyun.
“Baik tuan.” Lalu supir itu masuk mobil dan membawanya meninggalkan hotel.
“Ikut aku.” Titah Kyuhyun yang langsung menggandeng tangan Hannie memasuki lobby hotel. Pria itu mendatangi resepsionis hotel. Dan gadis yang berada di garis depan hotel ini membungkuk hormat dan terdengar memanggil Kyuhyun dengan panggilan ‘sajangnim’. Hotel mewah ini memang salah 1 aset CHO Grup diantara sekian banyak aset lain yang mereka punya dan tersebar di.seluruh negeri dan manca negara.
Setelah Kyuhyun mengambil kunci kamar berupa kartu dari resepsionis, mereka berdua pun menuju lift yang membawa mereka ke lantai dimana kamar mereka berada.
Di dalam kamar hotel Hannie memandangi seisi kamar dengan takjub. Seumur hidup baru kali ini dia masuk kamar hotel mewah. Mata gadis itu tertuju pada dinding kaca di seberangnya. Dia langsung berjalan kesana dan dari balik dinding kaca itu dia bisa melihat pemandangan kota di siang hari dengan kesibukan lalu lintasnya yang padat, orang-orang yang berlalu lalang di trotoar atau yang berkumpul di tempat-tempat tertentu di bawah sana. Di seberang sana tampak gedung-gedung dengan tinggi tertentu. Ada yang lebih rendah ada juga yang sama dengan hotel ini. Setelah puas melihat pemandangan dari dinding kaca itu, Hannie berbalik dan mendapati Kyuhyun yang duduk di ranjang sedang melepas jas dan dasinya lalu membuka 2 kancing atas kemejanya menggulung lengan kemejanya itu hingga sebatas siku. Gadis itu menelan ludahnya melihat penampilan suaminya yang err…hot…. menggoda iman. Dia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran mesumnya yang mendadak muncul.
“Oppa kenapa kita kemari?” Tanya Hannie mencoba menutupi kegugupannya.
“Aku ingin istirahat sebentar disini. Aku sedang pusing dengan pekerjaanku jadi aku putuskan keluar sebentar dari kantor untuk istirahat dan menyerahkannya pada Donghae hyung untuk menanganinya sementara. Tapi aku juga tidak bisa pulang, khawatir kalau-kalau ada telpon dari hyung yang membutuhkan ku segera. Lagipula ada pekerjaan malam ini dan mungkin akan pulang larut malam bahkan mungkin bisa menginap.  Jadi aku istirahat saja dulu disini, yah mungkin sampai sore.” Kyuhyun lalu berjalan menuju tempat Hannie berdiri. Pria itu berdiri di sebelahnya dan memandangi pemandangan kota dari balik dinding kaca. Gadis itu pun segera membalikkan badannya kembali menghadap dinding kaca.
“Bagaimana kau bisa bertemu Kris lagi? Apa kalian janjian bertemu di sana?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba setelah sempat terdiam beberapa lama, dengan tatapan mata yang tetap lurus ke depan.
“Ti-tidak. Kami kebetulan bertemu. Tadinya aku makan sendirian lalu tiba- tiba Kris datang dan duduk di mejaku. Dia ikut makan dan membayarkan makananku. Aku tidak sempat menolaknya karena dia mendahuluiku membayar makanan itu. Dan tadi dia ingin mengantarku kembali ke butik tapi aku tolak.” Jelas Hannie tanpa berani melihat ke arah Kyuhyun.
“Benar begitu?” Pandangan Kyuhyun langsung beralih pada Hannie. Gadis itu tidak berani balas menatap.
“I-iya. Sungguh kejadiannya memang seperti itu.” Hannie menggigit bibir bawahnya gelisah. Dia takut Kyuhyun tidak mempercayainya. Walau kejadiannya memang seperti itu tapi tetap saja dia merasa bersalah karena sudah melanggar perintah suaminya.
Hening. Kyuhyun tidak lagi bicara. Pria itu  kembali menatap pemandangan di depannya. Hannie jadi ikut-ikutan terdiam.
“Tadi saat menelpon eomma ternyata beliau sedang bersama bersama appa untuk pergi makan siang. Mereka bilang kau tidak ikut dengan mereka. Saat aku mencoba menelponmu malah tidak kau angkat. Apa kau terlalu sibuk sampai-sampai angkat telpon saja tidak sempat?” Kata Kyuhyun lagi dengan nada sinis.
“Ah i-itu aku lupa kalau tadi saat diruangan eommonim aku mensilent ponselku agar tidak mengganggu eommonim yang sedang berkonsentrasi dengan designnya. Dan saat keluar untuk makan aku lupa mengaktifkan suaranya. Maaf.” Sesal Hannie.
“Tch yang aku heran untuk apa kau makan siang sejauh ini? Bukannya di Cheongdam dong ada banyak restoran dan cafe? Tapi kau malah rela naik bus hanya untuk makan di kedai kecil itu. Beruntung ponselmu aku pasang aplikasi pelacak GPS yang terhubung dengan ponselku jadi aku bisa tahu dimana kau berada. Dan untung juga yang kau matikan hanya suaranya bukan ponselnya.” Kata Kyuhyun.
‘Ponselku ada aplikasi pelacak GPS yang terhubung dengan ponsel oppa? Pantas saja dia tahu aku ada dimana.’ Batin Hannie.
“Oppa maafkan aku. Tadi aku tadi benar-benar ingin makan di kedai itu. Aku sudah lama tidak kesana jadi aku rindu masakannya.” Jelas Hannie.
Tidak ada tanggapan dari Kyuhyun. Hannie hanya menunduk dalam. Tiba-tiba dia merasakan kedua lengan kokoh pria itu mengurung tubuh mungilnya dari belakang. Wangi farfum yang renyah, segar dam maskulin menyapa hidungnya. Bahkan ini sudah tengah hari namun bagi gadis itu bau tubuh Kyuhyun tetap segar. Wangi dengan aroma citrus. Akhir-akhir ini Hannie sangat suka kalau suaminya memakai farfum beraroma citrus. Kalau tidak salah itu farfum Christian Dior Eau Sauvage, salah satu dari beberapa koleksi merk farfum pria ternama dunia yang dipunyai Kyuhyun. Kata pria itu ini merk farfum pria pertama di dunia yang memakai aroma citrus sebagai aroma dasar produk farfumnya. Hannie kurang mengerti soal itu. Yang dia tahu belakangan ini dia sangat suka wangi suaminya jika memakai farfum ini. Walau kalau memakai farfum aroma lain dia juga suka. Tapi yang aroma citrus ini yang paling dia suka.
Tubuh bagian depan Kyuhyun makin merapat ke punggung Hannie membuatnya jadi gugup. Apalagi saat bibir pria itu mulai merambati bahu hingga lehernya. Demi Tuhan mereka saat ini berada di balik dinding kaca dan orang-orang di bawah sana dan di gedung seberang dari dinding kaca ini bisa saja melihat aksi mereka.
“Oppa….” Lirih Hannie mencoba memperingatkan.
“Bukankah sudah kuperingatkan jangan keluyuran sendirian? Aku tahu dulu kau terbiasa pergi sendiri. Tapi sekarang kondisinya berbeda. Kau memiliki suami yang berkewajiban melindungimu dan memastikan keamananmu. Tapi bagaimana hal itu bisa terjadi kalau kau malah keluar tanpa seijinku? Apa kau lupa, kau ini sudah menikah? Kau wajib memberitahu suamimu kemana kau akan pergi dan dengan siapa kau pergi atau bertemu dengan siapa. Apalagi kau ini istri seorang Cho Kyuhyun. Apa yang kau lakukan bisa menjadi bahan perbincangan publik. Pihak-pihak tertentu yang melihatmu sebagai sasaran empuk akan memanfaatkanmu untuk menjatuhkanku maupun CHO Grup karena kau terlihat paling lemah jika dibandingkan dengan anggota keluarga Cho yang lain. Seharusnya kau sadar akan hal itu. Lain kali jika kau mengulangi ini lagi, aku tidak akan segan-segan mencabut ijinku yang memperbolehkan kau bekerja dengan eomma. Apa kau mengerti nona Jun Hannie?” Tegas Kyuhyun tepat di telinga Hannie.
“Ah a-aku mengerti….” Hannie berusaha menyahut dengan normal sementara harus menahan desahannya karena Kyuhyun mengulum telinganya dan menjilati bagian belakang telinganya.
“Bagus. Aku tahu kau gadis yang penurut.” Bisik Kyuhyun seduktif di telinga Hannie. Dari pantulan samar di kaca ini dia bisa melihat seringai licik suaminya. “Dan jangan pernah sekali-sekali berhubungan dengan pria bernama Kris itu bahkan lewat telpon atau sosial media sekalipun. Jika itu kau lakukan, kau bukan hanya tidak aku ijinkan keluar selangkah pun dari rumahku, tapi aku juga akan menyita ponsel dan apapun yang bisa membuatmu berkomunikasi dengan orang-orang luar. Mengerti?” Lanjutnya sambil mengecupi leher Hannie menimbulkan bunyi decapan yang membangkitkan gairah yang mendengarnya.
Hannie hanya mengangguk tidak berani bersuara. Dia khawatir kalau bersuara maka yang keluar adalah desahan. Kyuhyun semakin ganas mencumbui lehernya. Bahkan tangannya dengan berani mengelus-elus payudara Hannie dari luar dressnya. Membuat hasrat gadis itu semakin naik. Namun mengingat orang-orang yang berlalu lalang di jalan sana atau yang berada di gedung seberang bisa saja tanpa sengaja memandang ke arah dinding kaca ini dan melihat apa yang terjadi, maka gadis itu berusaha untuk tidak lebih memancing Kyuhyun agar pria itu tidak bertindak lebih. Tapi tiba-tiba pria itu mencengkram dagu Hannie dan mengarahkannya kesamping hingga wajah mereka bertemu.
“Hei aku tidak dengar apa jawabanmu. Apa kau tidak mendengarkan perkataanku tadi? Atau……kau sedang mencoba menentangku huh?” Tatap Kyuhyun tajam.
“Ak-aku mendengarkan dan aku mengerti oppa.” Sahut Hannie gugup. Wajah Kyuhyun tepat di depan wajahnya dengan tatapan tajam menusuk hingga jantungnya.
Kyuhyun menyeringai dan tanpa basa basi langsung menyambar bibir mungil Hannie, menghadiahinya ciuman-ciuman panas. Bibir pria itu mengulum bibir atas dan bawah Hannie bergantian dengan penuh nafsu. Mengecapi rasa manis dan lembut dari bibir mungil itu. Lidah Kyuhyun ikut menggodai bibir mungil itu, menjilatinya lalu menyusup masuk ke mulut gadis itu. Di dalam mulut Hannie, lidah Kyuhyun bergerak liar menjilati dinding mulutnya, gigi-ginya dan membelit lidahnya. Sesekali bibir tebalnya ikut menghisap lidah gadis itu. Lalu lidah Kyuhyun kembali mengajak lidah istrinya untuk melakukan pergumulan panas dan tentu saja dimenangkan oleh pria itu. Hannie tidak menghindar dan hanya pasrah menerima lumatan-lumatan penuh gairah dari bibir tebal itu. Juga lidah Kyuhyun yang terus memborbardir seisi mulutnya. Bahkan dia pun ikut terbawa dengan membalas aksi panas suaminya itu.
“Gadis pintar.” Puji Kyuhyun disela-sela ciuman panasnya. Sementara bibir dan lidah menjelajahi bibir dan seisi mulut Hannie, tangannya bergerak turun lalu meremas-remas kedua payudara istrinya yang masih tertutup dress. Tangan gadis itu mencengkram pergelangan tangan suaminya, bermaksud agar pria itu menghentikan aksinya. Tapi gairah yang tercipta akibat ciuman panas dan remasan tangan Kyuhyun pada payudara Hannie mengalahkan rasa khawatirnya terhadap kemungkinan ada yang melihat aksi mereka, hingga membuatnya tidak berdaya dan membiarkan saja aksi suaminya yang meremas kedua payudaranya.
Bibir Kyuhyun lalu berpindah pada leher dan bahu Hannie dan mengecupinya dengan liar. Gadis itu mendongakan kepalanya memberi akses lebih pada suaminya. Lalu dia merasakan sebelah tangan pria itu beralih ke punggungnya menurunkan resluiting dressnya dan bermaksud menurunkan dress itu. Gadis itu langsung menahan dressnya dengan mencengram bagian dadanya sebelum payudaranya terekspos.
“Op-oppa…ahh…ti-tidak….janganhhh.. disini…uhmm..orang-orang melihat kita.” Susah payah Hannie mencoba mengumpulkan sedikit kewarasannya untuk mencegah Kyuhyun agar tidak menelanjanginya di tempat yang terbuka seperti ini sementara pria itu terus mengecupi leher dan bahunya dengan seduktif dan dengan tangan yang meraba seluruh tubuhnya.
“Maksudmu mereka?” Tunjuk Kyuhyun pada aktifitas orang-orang dan kendaraan yang berlalu lalang. Hannie hanya mengangguk sebagai jawaban.
“Di-disana juga.” Tambahnya sambil menunjuk ke depan pada gedung di seberangnya.
“Jangan khawatir, mereka tidak akan melihat kita.” Kyuhyun lalu melepaskan cengkraman tangan Hannie pada bagian depan dressnya. Dan benda itu pun meluncur turun hingga ke kakinya menyisakan bra dan celana dalamnya.
Tak! Pria itu juga membuka kait bra Hannie dan membebaskan kedua benda kenyal itu dari perlindungannya dan melempar bra itu entah kemana. Kyuhyun lalu meremas 2 gundukan favoritnya yang sudah tanpa perlindungan itu. Memilin-milin pucuknya, menarik,  mencubitinya dan meremas kembali dengan keras.
“Ophh…pahhhh….janganhh…ahhh….disini…ahh…orang-orang..me….lihat kita…..ngghhh…”
Sungguh Hannie tidak keberatan melayani hasrat bercinta Kyuhyun sekarang juga. Dia juga tahu kalau pusat tubuh pria itu sudah mengeras menusuk-nusuk bagian belakang tubuhnya, siap untuk minta dipuaskan. Tapi bukan disini. Dia berharap Kyuhyun membawanya ke ranjang atau ke tempat lain yang pria itu suka. Dia akan senang hati memuaskan suaminya itu berapa pun ronde yang diinginkan. Asal jangan di tempat terbuka seperti ini. Siapa yang bisa menjamin orang-orang di bawah sana tidak melihat aksi mereka? Belum lagi yang di gedung seberang .
“Hei Hannie-aa, bukankah ini terdengar menggairahkan? Bercinta di balik dinding kaca dengan pemandangan kesibukan kota di siang hari dengan aktifitas warganya yang berlalu lalang di bawah sana. Saat secara tidak sengaja mereka melihat kemari dan kita jadi panik seolah-olah kita sedang tertangkap basah. Belum lagi jika ternyata ada orang di gedung seberang itu yang sedang melihat kesini dan memperhatikan kita. Padahal faktanya baik yang di gedung seberang maupun yang di bawah sana, mereka semua tidak bisa melihat apapun yang ada di balik dinding kaca ini.” Sahut Kyuhyun sambil mengigit kecil telinga Hannie.
‘Orang-orang itu tidak bisa melihat apa yang ada di balik dinding kaca ini? Apa maksudnya? Jelas-jelas posisi kami sekarang begitu terekspos. Mana di siang hari yang terang benderang begini. Tapi kenapa oppa begitu yakin mereka tidak akan melihat kami?’ Pikir Hannie heran.
“Tapi…ahhh….ahhh….oppahhhh….” Hannie tidak melanjutkan kalimatnya karena tahu-tahu sebelah tangan Kyuhyun bergerak ke bawah menyusup masuk ke celana dalam Hannie. Jari-jari panjang pria itu menyentuh kewanitaannya yang basah. Bahkan jari itu dengan kurang ajarnya menggosok kasar daging kecil di kewanitaannya hingga membuat tubuh Hannie menggeliat-geliat seduktif. Sementara sebelah tangan Kyuhyun masih aktif meremas payudara gadis itu dan memilin-milin puncaknya bergantian. Tangan Hannie mencengkram kuat lengan Kyuhyun.
“Tapi apa? Kau tidak percaya padaku hum?” Desah Kyuhyun dengan jarinya yang semakin gencar menggosok daging paling sensitif itu. Dia bahkan memasukan 2 jarinya dan menggerakannya dengan cepat hingga seluruh tubuh Hannie bergetar mengirimkan kenikmatan di sel-sel saraf di sekujur tubuhnya.
“Oppahhhh….tidak….janganhhh…ahhhh….ahhh…AHHHH……..” Setelah jari itu bergerak semakin cepat mengobrak abrik liang kewanitaannya dalam waktu lama, Hannie akhirnya tidak mampu menahan cairan panas yang meledak di bawah tubuhnya, membasahi jari panjang Kyuhyun.
“Lihat. Aku selalu suka reaksi tubuhmu saat kusentuh. Kau sudah siap melanjutkan ke tahap berikutnya untuk kita saling memuaskan. Bukan begitu sayang?” Kata Kyuhyun sambil memamerkan 2 jarinya yang basah oleh cairan Hannie. Kedua jari itu tampak berkilatan dan diacungkan tepat di depan mata gadis itu, membuatnya merasa malu karena tubuhnya mudah sekali bereaksi terhadap sentuhan pria mesum ini tanpa mengenal situasi.
Tiba-tiba tangan Kyuhyun menarik celana dalam Hannie lalu menurunkannya dengan kakinya hingga ke bawah menyusul dress yang lebih dulu jatuh ke kaki gadis itu. Dia lalu menyingkirkan dress dan celana dalam itu dengan kakinya sementara tangannya tetap menahan tubuh mungil Hannie agar tidak melarikan diri.
“Ti-tidak oppa. Ja-jangan disini. Aku…” Pekik Hannie panik. Baiklah Kyuhyun sudah keterlaluan sekarang.
“Sshhh tenanglah. Kau hanya perlu percaya padaku bahwa apapun yang kita lakukan disini tidak akan terlihat oleh mereka di bawah sana atau di gedung seberang itu bahkan meski mereka melihat kemari. Aku jelaskan nanti saja. Saat ini aku tidak bisa menahannya lagi.” Bisik Kyuhyun dengan suara beratnya yang seksi sambil mengulum telinga Hannie dan tangannya yang membelai sisi tubuh dan perut gadis itu
“Ap-apa oppa yakin me-mereka tidak bisa…uhm…melihat kita disini?” Hannie memandang ke arah luar dengan keraguan masih mengganjal di hatinya.
“Percayalah padaku. Memangnya kapan aku pernah membohongimu hum? Jadi bisa kah kita…..lakukan sekarang?” Bisik Kyuhyun penuh gairah di telinga Hannie. Gadis itu lalu mengangguk. Dia mencoba mempercayai suaminya itu.
Kyuhyun lalu memegang kedua tangan Hannie dan meletakannya menapak pada dinding kaca. Kemudian dia melepas pakaiannya sendiri hingga telanjang dan membiarkannya teronggok di lantai. Kyuhyun lalu mencengkram pinggul Hannie, mengangkatnya sedikit hingga bokongnya terangkat dan dengan sekali sentak dia memasukan kejantanannya yang sudah tegak ke lubang kewanitaan istrinya dari belakang.
“Arghhhh……” Jerit Hannie tertahan ketika benda yang panjang dan sekeras batu namun dibalut kulit yang lembut memenuhi lubang kewanitaannya.
“Ahhh….oppahhh…ahhhh….uhmmmmmm……” Desahan seksi Hannie terdengar seiring dengan gerakan keluar masuknya kejantanan Kyuhyun pada lubang sempitnya.
“Nghhh….Hannie-aa…kauhhh….masihhhh……sangathhh….sempithhh……ahhh….ahhhh…..” Kyuhyun juga ikut mendesah sambil terus memaju mundurkan miliknya dengan cepat pada kewanitaan istrinya itu.
“Ahhh….ahhh……ahhhh….ahhhh…..” Desahan bersahutan dari keduanya ditambah bunyi decakan alat kelamin basah yang saling beradu keras menambah panas kamar hotel ini.
Tangan Hannie semakin menapak erat pada dinding kaca menahan tubuhnya yang terus terdorong ke depan akibat hujaman-hujaman kasar Kyuhyun di kewanitaannya. Kedua payudaranya diremas-remas oleh tangan besar pria itu. Perih, ngilu sekaligus nikmat yang tiada bandingannya di lubang kewanitaannya membuatnya melayang hingga batas langit tertinggi. Gerakan otot kewanitaannya yang seperti meremas-remas kejantanan Kyuhyun membuat pria itu makin bergairah dan meningkatkan kecepatannya.
Mata Hannie melihat orang- orang yang berjalan di trotoar dan lalu lintas yang ramai dibawah sana. Pada orang-orang yang berlalu lalang di bawah sana.
‘Apa mereka benar-benar tidak melihat kami bahkan meskipun melihat kemari? Tapi bagaimana bisa? Ini kan bukan kaca gelap?’ Pikir Hannie.
Tapi jujur saja perasaan Hannie campur aduk antara cemas, berharap mereka yang di bawah sana terus berjalan tanpa mendongak ke atas. Juga berharap di gedung seberang tidak ada orang. Kalaupun ada semoga mereka sedang sibuk di dalam sana sehingga tidak punya waktu melihat kemari.
Hannie terpaku saat beberapa pejalan kaki berhenti dan melihat ke arah dinding kaca ini, ke tempat dimana dia dan Kyuhyun sedang bercinta sekarang. Mereka tampak membelalakan matanya seolah tengah melihat sesuatu. Menunjuk-nunjuk dan kemudian tersenyum bahkan tertawa. Bahkan kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengarahkannya ke tempat ini seolah sedang memotret atau merekam video. Hannie jadi tambah cemas karena merasa mereka itu sepertinya mengetahui kegiatan panasnya bersama Kyuhyun.
“Op….pahhh…..ahhh….aku…ahhh…merasa ….sepertinya….ahhh…merekahhhh….melihat….kita….ahhh….ahhh….” Beritahu Hannie dengan susah payah.
“Ahhhh….aku….ahhh…tahu….ahhh….abaikan saja….bukan kita…ahhhh….yang…mereka lihat…nghhhh…..” Kyuhyun menyahut disela-sela desahannya dan gerakannya yang semakin intens menghujam pusat tubuh Hannie. Tangannya yang tadinya meremas payudara gadis itu lalu berpindah menimpa kedua tangan istri ke-2 nya yang masih menapak di dinding kaca, menautkan jarinya pada jari Hannie dan menggenggamnya erat. Lalu dengan brutal dia bergerak semakin cepat dan semakin dalam hingga menyentuh titik nikmat gadis itu.
Belum habis dengan kekhawatiran mereka oleh terlihat orang-orang di bawah sana, tiba-tiba dari balkon di gedung yang berhadapan dengan dinding kaca ini, muncul seorang pria muda. Dia berdiri mematung dengan mata menatap lurus tepat pada posisi Kyuhyun dan Hannie sekarang.
“Oppahhhhh…..bagaimanahhhh…ahhh….ini…kita….ahhh…orang itu….ahhhh….melihat…kita…ahhhh…..” Hannie tambah panik. Tubuhnya bergerak-gerak gelisah. Tapi Kyuhyun malah tetap tidak menghentikan gerakannya memompa kewanitaan istrinya. Malah gerakannya makin bertambah brutal.
“Op…oppahhh…..ahhhh….hentikan…ahhh. kita…ahhh…. terlihat…. ” Mohon Hannie sambil menatap ke depan pada pria muda di gedung seberang itu.
Tapi ada yang aneh. Pria muda itu tidak bereaksi apapun meski di seberangnya ada pertunjukam adegan mesum secara live. Dia hanya menatap lurus. Tiba-tiba tangannya bergerak memegangi wajahnya sendiri. Mengecek apakah ada kotoran di wajah, hidung juga matanya. Dia menyeringai mengecek sela-sela giginya. Lalu tangannya merapikan rambutnya. Lalu merapikan kemejanya. Setelah itu berputar kiri dan kanan, belakang kembali ke depan. Lalu tersenyum tidak jelas sambil berpose menyibak rambutnya yang tadi sudah dirapikan. Kemudian pria itu berbalik dan berjalan hingga menghilang dari pintu balkon.
‘Apa-apaan itu tadi? Pria muda itu tadi terlihat seperti sedang bercermin daripada melihat adegan mesum. Berarti dia benar-benar tidak bisa melihat kami disini seperti kata oppa?’ Batin Hannie heran.
“Ahhhh…anghhhh….ohhh….oppa…ahhh……” Hannie mendesah keras saat bagian titik terdalamnya dihantam keras oleh ujung kejantanan Kyuhyun. Gadis itu sibuk mendesah dan kenikmatan yang diberikan dari gerakan kasar suaminya di dalam tubuhnya sehingga dia akhirnya melupakan kekhawatirannya.
“Oppa….ahhh….aku….hampir….sshh….sampai….ahhhh…..” Setelah beberapa lama lubang kewanitaannya menerima hujaman kuat berkali-kali oleh kejantanan Kyuhyun, Hannie merasakan kalau sebentar lagi bagian bawah tubuhnya akan meledakan cairan hangat.
“Ta-tahan….seb…bentar..kita…ahhh….keluarkan….sama-sama…ahhhh…..ohhhh….” Titah Kyuhyun yang makin mempercepat hujamannya dan makin menguatkan cengkraman tangannya pada tangan Hannie.
Hannie berusaha menahan klimaksnya seperti perintah Kyuhyun. Tapi gerakan-gerakan brutal kejantanan pria itu di lubang kewanitaannya membuatnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
“Oppa…ahhh…aku…sudahhh…tidak…tahannn….AHHH……ARGHHHHHH…..” Tanpa bisa dicegah cairan hangat itu meledak membasahi kejantanan Kyuhyun yang masih bergerak liar keluar masuk lubang basahnya diiringi jeritan kepuasan Hannie.
“HA….HANNIE-AA…..AHHHHH….ARGHHHH….ARGHHHHHHH……” Tidak berapa lama jeritan kepuasan Kyuhyun terdengar bersamaan dengan semburan cairan kental berisi jutaan sperma dari kejantanannya yang memenuhi rahim Hannie bercampur dengan cairan gadis itu. Namun cairan itu ada juga yang meluber mengaliri paha Hannie.
Hannie merasakan kepala Kyuhyun yang terkulai di bahunya. Nafas mereka berdua tersengal-sengal dan terdengar menderu keras. Lalu setelah diam beberapa saat, Hannie merasakan Kyuhyun menarik kejantanannya dari jepitan lubang kewanitaannya. Dan ketika benda itu keluar seluruhnya dari lubang surganya, tubuh gadis itu langsung meluruh ke lantai. Dia merasa lemas hingga tidak mampu menahan kakinya. Beruntung belum sempat menyentuh lantai, Kyuhyun dengan sigap memeluk pinggang Hannie hingga gadis itu tidak jadi jatuh.
Kyuhyun lalu menggendong tubuh mungil Hannie dan membawanya ke ranjang. Setelah sampai di ranjang pria itu membaringkan lembut tubuh istrinya dan dia juga ikut berbaring di sebelahnya. Tidak lupa dia menarik selimut yang terlipat dibawah kaki mereka dan menyelimuti tubuh telanjang mereka.
Kyuhyun lalu memeluk erat tubuh Hannie dan berbisik lembut. “Tidurlah. Siang ini cukup 1 ronde saja.” Dan kemudian dia pun memejamkan matanya.
“Selamat beristirahat oppa. Aku mencintaimu.” Tanpa sungkan Hannie mengecup bibir Kyuhyun dan mengucapkan kata cinta itu untuk suaminya. Walau dia tahu kata cinta tidak akan pernah dijawab dengan benar sesuai harapannya.
“Mmmm….” Hanya itu jawaban Kyuhyun dan Hannie sudah tahu hal itu. Dia pun ikut memejamkan matanya. Dan tidak berapa lama keduanya sudah terlelap, terbang ke alam mimpi masing-masing.
*******
Sore harinya Lee ahjussi datang untuk menjemput Kyuhyun dan Hannie setelah mendapat telpon dari tuannya itu. Dan mereka pun pergi meninggalkan hotel. Namun baru meninggalkan halaman hotel  tiba-tiba
“Ahjussi berhenti disana.” Titah Kyuhyun pada Lee ahjussi dan pria setengah baya itu menepikan mobilnya pada tempat yang ditunjuk. “Ahjussi tunggu sebentar disini. Kami tidak akan lama.” Dan supir itu lagi-lagi mengangguk patuh.
“Hannie-aa, ayo kita turun sebentar.” Ajak Kyuhyun sambil memegang tangan Hannie. Dia membuka pintu mobil dan menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya. Hannie hanya pasrah menuruti permintaan suaminya itu.
Mereka menyeberang jalan dan berjalan sebentar di atas trotoar hingga mereka berhenti di area trotoar dimana bangungan samping hotel yang dindingnya terbuat dari kaca terlihat dari sini. Mereka berdiri di tepi trotoar agar tidak bertabrakan dengan pejalan kaki lainnya.
“Lihat ke atas. Itu tadi kamar kita. Dan lihat dinding kaca itu. Juga dinding-dinding kaca hingga lantai bawah. Apa kau bisa lihat apa yang ada di baliknya?” Tanya Kyuhyun menunjuk ke arah atas hingga bawah.
Hannie mendongak mengikuti arah yang ditunjukan Kyuhyun. Matanya melihat dinding-dinding kaca di tiap kamar dengan bagian luarnya yang seperti cermin-cermin besar. Memantulkan apapun yang ada di depannya. Tapi dia tidak bisa melihat apa yang ada di balik dinding itu. Kaca itu dari luar sama sekali tidak tembus pandang! Pantas saja Kyuhyun begitu yakin kalau tidak ada orang yang bisa melihat aksi mereka tadi.
“Dinding kaca ini dibuat dari bahan kaca dimana dari sisi ini kita bisa melihat pemandangan di luar dengan bebas. Sedangkan dari sisi luar seperti cermin yang hanya memantulkan bayangan diluar, sedangkan apa yang ada di sisi sebaliknya tidak akan terlihat. Bagian luarnya tidak tembus pandang beda dengan bagian dalamnya yang tembus pandang. Pernah menonton film dimana ada adegan dengan setting di ruangan interogasi kan? Ruangan itu memiliki jendela kaca besar yang dari sisi dalamnya seperti cermin biasa, tidak bisa melihat apa yang ada di baliknya, sementara di sisi luar kaca orang-orang yang ada di luar bisa melihat ke dalam ruangan interogasi tanpa halangan. Dinding kaca ini juga sama. Hanya bedanya bagian yang seperti cerminnya ada di sisi luar. Jadi apapun yang kita lakukan dibalik dinding kaca itu tidak akan terlihat dari luar. Kau lega kan sekarang? Karena dengan dinding kaca seperti ini percintaan kita di balik dinding itu tadi tidak mungkin terlihat siapapun kan? Bahkan meski mereka berdiri di depannya sekalipun. Lagipula aku belum cukup gila untuk memamerkan tubuh telanjang kita yang sedang beradegan mesum di depan publik.” Kata Kyuhyun pelan di telinga Hannie.
Hannie hanya mengangguk malu. Tapi dia juga lega setelah melihat sendiri dinding kaca ini dari luar.
“Hei lihat! Ini hotel mewah milik CHO Grup yang terkenal itu.” Tiba-tiba beberapa pejalan kaki berhenti di dekat Hannie dan Kyuhyun berdiri.
Orang-orang itu menunjuk-nunjuk dinding kaca hotel. “Dinding kacanya keren. Seperti cermin dan tidak tembus pandang. Tapi pasti kalau dari dalam bisa tembus pandang keluar. Mana tahu kan di balik dinding kaca itu ada adegan mesumnya?” Seloroh salah seorang dari mereka yang langsung disambut tertawaan dari teman-temannya.
“Huuu…..otakmu yang mesum…hahaha.” Ledek mereka.
“Aku foto ah. Untuk kenang-kenangan.”
“Aku juga. Mau ku posting ke instagramku.”
“Hei kita selfie dengan latar belakang hotel itu.”
“Fotokan aku. Sendirian. Dan hotel itu harus masuk semuanya dalam foto.”
Dan mereka pun ramai-ramai mengeluarkan ponselnya.  Sementara Hannie menebak-nebak mungkin tadi kejadiannya juga kurang lebih seperti ini. Gadis itu tersenyum melihat tingkah mereka. Mungkin mereka datang dari luar kota dan sering mendengar soal hotel ini tapi baru sekarang melihatnya secara langsung. Ah iya sepertinya pria muda tadi memang benar-benar sedang bercermin. Kalau dari trotoar ini memang tidak bisa karena terhalang pagar pembatas dan taman hotel. Tapi kalau di atas kan tidak ada halangan apa-apa?
“Hotel ini memang sering jadi objek foto atau dijadikan latar berfoto oleh orang-orang. Ya biarkan saja lah. Lumayan. Anggap promosi gratis hotel ini.” Kata Kyuhyun lalu tertawa pelan. Hannie ikut tertawa.
Lalu Hannie melihat seorang wanita yang melintasi taman hotel di depan dinding kaca. Wanita itu berhenti sebentar dan menghadap dinding kaca dan menata rambutnya dengan jari-jari tangannya. Dia juga mengibas-ngibaskan rambutnya. Mungkin bermaksud agar rambutnya terlihat mengembang. Setelah dirasa cukup dengan rambutnya wanita itu pun berlalu.
Benar-benar persis perilaku pria muda di atas sana tadi.
“Sudah puas?” Tanya Kyuhyun sambil menatap jahil Hannie.
“Uhm.” Angguk Hannie mantap.
“Kalau begitu kita kembali ke mobil.” Ajak Kyuhyun sambil kembali menggandeng tangan Hannie.
Hannie serta merta langsung memeluk lengan suaminya itu dengan perasaan senang dan Kyuhyun membiarkannya saja. Mereka berdua kembali berjalan menuju mobil dimana Lee ahjussi sudah menunggu. Dan setelah mereka masuk mobil, benda itu pun meluncur meninggalkan tempat itu.
Tbc
******
Cuma mau jelasin soal kaca yang di hotel tempat Kyu-nie bobo siang. Itu pengalaman pribadi waktu kuliah. Jadi pas pulang dari rumah temen saya lewat satu rumah gak mewah-mewah banget si. Nah kaca jendela depannya tu kaya cermin tapi yang di dalam sama sekali gak keliatan. Saya ingat kaca jendela model begini kan suka muncul di film-film yang ada ruangan interogasinya gitu. Terus ya udah saya sok-sokan ngaca aja, jalan pelan sambil benerin rambut, benerin baju ampe benerin muka. Jelas banget loh kaya cermin di rumah. Lagi asyik ngaca eh yang punya rumah keluar. Emak-emak. Ya saya jalan terus, dicepetin gak pake nengok. Tengsin aja ketauan ngaca di kaca jendela rumah orang. Saya juga gak tahu reaksi tu ibu gimana hahahaha alay juga saya waktu itu 😀
Tapi saya gak tahu kaca jenis itu dipake buat hotel gak? Ya anggep aja pake namanya juga ff. Begitu juga Kris yang disini jadi bad boy banget. Sekali ini cuma ff. F I K S I. Faham?
Oh iya beberapa spot untuk NC an emang saya ambil dari artikel seks dan fanbase RPY tentang tempat-tempat strategis selain ranjang untuk variasi bercinta. Yang saya adopsi kan kemaren kolam renang? Sama ini nih depan jendela. Tapi saya ubah dinding kaca aja. Kan yang dijendela udah banyak? Males debat ma yang kagak mudeng.
Oke see u next part 😉

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: