Story About The Second Wife Part 3

0
Story About The Second Wife Part 3 ff nc kyuhyun
Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 3
Category: romance,sad, married life, yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena (oc)
Author Note:
2 minggu kemudian
Hannie duduk sendirian di sofa ruang tengah sambil menonton televisi dengan bosan. Saat itu pukul 12 siang dan hanya drama yang sedang tayang di televisi namun gadis itu tidak sepenuhnya konsentrasi pada tontonannya. Hari ini dia memang hanya sendirian di rumah, bersama 2 pelayan tentunya. Raena sedang tidak ada. Wanita itu bersama eommanya pergi ke Jepang untuk menengok neneknya yang tinggal di Sapporo sejak hari minggu yang lalu dan ini sudah memasuki hari ke-3. Yang Hannie tahu nyonya Kim memang memiliki garis keturunan Jepang.

Eommanya dari Jepang sementara appanya Korea. Tadinya orang tua nyonya Kim tinggal di Korea. Tapi setelah appa nyonya Kim meninggal, eommanya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Sapporo karena dia banyak memiliki kerabat di sana. Karena sudah lama tidak bertemu maka nyonya Kim mengajak Raena untuk menengoknya. Tuan Kim dan puteranya Junmyeon tidak bisa menemani karena kesibukannya. Kyuhyun juga tidak ikut karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di Korea. Pria itu hanya mengantarkan istri pertama dan mertuanya itu ke bandara.

Karena Raena tidak ada maka kegiatan Hannie selama 3 hari ini hanya berada di dalam rumah. Menonton televisi, membaca novel atau hanya melamun. Kyuhyun melarangnya pergi keluar tanpa seijinnya apalagi sendirian. Meskipun untuk pergi ke butik nyonya Cho atau untuk menemui tuan Kim. Karena rumah milik Kyuhyun ini terletak di kawasan elit yang jaraknya agak jauh dari pusat kota. Karena itu Hannie dilarang pergi sendirian. Untuk mengusir kebosanan dia sering mengajak 2 pelayan di rumah ini untuk mengobrol atau bermain. Tapi tidak bisa lama-lama karena mereka juga harus bekerja mengurus rumah ini. Dan lagi-lagi gadis itu harus sendirian melewati hari. Sedangkan Kyuhyun pagi-pagi sekali sudah ke kantor. Sepertinya dia sangat sibuk.
Hannie terus melamun sambil menonton televisi hingga tiba-tiba dia merasakan bahunya di tepuk dari belakang. Gadis itu terlonjak kaget dan refleks menoleh ke belakang dan suami tampannya itu ternyata sudah berdiri di belakang sofa dan sedang menatapnya.
“Op-oppa.” Sapa Hannie gugup.
Kyuhyun kemudian berjalan ke depan sofa dan mengambil duduk di sebelah Hannie. Pria itu menaruh punggungnya dengan nyaman di sandaran sofa. Sementara gadis itu hanya diam sambil berdebar-debar. Selalu begini kalau dia berada didekat pria itu. Salah tingkah, berdebar-debar, aliran darah bertambah cepat dan berbagai macam perasaan lain campur aduk dalam dirinya. Padahal sudah 2 bulan lebih dia menjadi istri pria itu. Tapi kenapa Kyuhyun sudah pulang? Ini kan masih siang? Biasanya paling cepat pria itu pulang sore. Apa dia sakit? Kelihatannya memang wajahnya agak kelelahan.
“Kau sudah makan siang?” Tiba-tiba Kyuhyun bertanya pada Hannie.
“Be-belum.” Sahut Hannie.
“Ah sama kalau begitu. Aku juga belum makan siang.” Kata Kyuhyun.
“Apa oppa ingin makan? Aku akan siapkan untuk oppa.” Tawar Hannie. Gadis itu langsung bangkit menuju dapur untuk menyiapkan makan siang Kyuhyun.
Di ruang makan Hannie dan Kyuhyun sedang makan siang bersama. Mereka duduk bersebelahan dan menyantap makanannya tanpa bicara. Sesekali dia bergerak mengambilkan sesuatu yang pria itu inginkan. Dia melayani makan siang suaminya tanpa melibatkan pelayan satu pun. Selama Raena pergi dia sangat senang akhirnya bisa melayani Kyuhyun tidak hanya di atas ranjang tapi juga di mana saja dan dalam hal apa saja. Selama ini Raenalah yang mengurus segala keperluan Kyuhyun. Dari menyiapkan makan, menyiapkan pakaiannya, memasangkan dasi maupun keperluan-keperluan lain yang menjadi tugas seorang istri. Meski untuk masakan pria itu percaya sepenuhnya pada Han ahjumma. Hannie sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk berperan sebagai istri seperti yang dilakukan Raena. Karena istri pertama Kyuhyun ini lah yang lebih menguasai suami mereka. Tidak pernah ada kesempatan bagi gadis itu untuk hanya berduaan saja dengan Kyuhyun kecuali saat malam gilirannya tiba atau malam dimana pria itu diam-diam menyelinap ke kamarnya. Karena itu Hannie merasa bahagia sudah 3 hari ini dia melakukan kegiatannya sebagai istri yang sesungguhnya. Bahkan sudah 2 malam ini Kyuhyun tidur di kamarnya sampai pagi sehingga saat bangun dia bisa melihat wajah Kyuhyun yang masih tidur. Benar-benar pemandangan yang langka untuknya jika Raena ada di rumah.
“Selesai makan kau bersiap-siaplah. Kita akan pergi keluar. Meja ini biar Han ahjumma dan Nayoung yang bereskan.” Titah Kyuhyun.
Hannie mengerutkan keningnya. Bersiap-siap? Pergi keluar? Memangnya suaminya ini mau mengajaknya kemana? Apa dia tidak kembali ke kantornya.
“Memangnya kita akan kemana? Dan oppa apa tidak kembali ke kantor? Tanya Hannie akhirnya.
“Aku sudah menyerahkan semua pekerjaanku pada asistenku. Dan hari ini tidak ada janji dengan pihak manapun. Jadi aku putuskan untuk tidak kembali ke kantor. Hari ini aku mau mengajakmu keluar. 3 hari ini sendirian di rumah tanpa Raena pasti membuatmu bosan. Biasanya kalian suka punya banyak kegiatan yang menyenangkan kan? Lagipula sejak kita menikah kau tidak pernah keluar bersamaku kan? Sekarang ayo kita pergi jalan-jalan.” Kata Kyuhyun lembut.
Hannie terperangah. Dia tidak percaya dengan yang baru saja dia dengar. Kyuhyun mengajaknya jalan-jalan? Kencan di luar? Ah seperti mimpi saja.
“Memangnya tidak apa-apa oppa meninggalkan pekerjaan. Lagipula kita akan pergi kemana?” Tanya Hannie penasaran tapi juga tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Andai tidak malu dia nyaris saja memeluk suaminya itu untuk meluapkan kegembiraannya itu.
“Perusahaan sebesar CHO Grup tidak akan bangkrut hanya karena CEO nya sekali-sekali pulang cepat. Kita pergi kemana itu terserah padamu. Kau katakan saja mau pergi kemana aku akan memenuhinya.” Kata Kyuhyun lagi.
“Benarkah? Ah terima kasih oppa.” Sahut Hannie antusias. Dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
“Jadi, kau ingin kita pergi kemana?” Tanya Kyuhyun lagi.
Hannie berpikir sebentar sebelum akhirnya menjawab. “Uhm. Aku ingin ke Lotte World.” Jawab Hannie cepat.
********
Lotte World
Sekarang mereka benar-benar berada di taman hiburan terbesar di Korea Selatan, Lotte World. Hannie benar-benar tidak menyangka dia akhirnya bisa kemari bersama Kyuhyun. Dia bukannya tidak pernah kemari. Dia pernah beberapa kali ke Lotte World bersama orang tuanya saat mereka masih hidup. Tapi setelah orang tuanya tiada, dia pun tidak pernah lagi kemari. Sekarang dia kembali ke sini bersama suaminya. Baginya ini hal yang membahagiakan. Dan yang lebih membahagiakannya lagi sejak turun dari mobil, tangan mungil Hannie terus digenggam erat oleh tangan besar Kyuhyun. Seolah pria itu ingin memastikan bahwa istrinya tetap berada di sampingnya. Meskipun ini bukan hari libur tapi pengunjungnya cukup ramai. Setidaknya karena ini bukan hari libur jadi antrian untuk menaiki sejumlah wahana yang Hannie inginkan tidak terlalu panjang. Yah tidak hanya menuruti keinginannya untuk pergi ke Lotte World, bahkan Kyuhyun juga membebaskan gadis itu untuk memilih sesukanya wahana yang ingin dia naiki. Ah Hannie merasa dimanjakan hari ini.
Meski Kyuhyun hanya berjalan biasa tapi langkahnya lebar-lebar hingga Hannie kerepotan mengimbangi langkah pria itu dengan kaki mungilnya. Sambil mengikuti langkah suaminya dengan setengah berlari, dia juga celingukan seperti mencari sesuatu dan mata berbinar ketika sudah menemukannya. Dia langsung menarik tangan Kyuhyun yang sedang menggenggam tangannya dengan satu tangan lainnya yang bebas hingga langkah pria itu terhenti.
“Oppa aku ingin naik balon udara itu.” Beritahunya sambil menunjuk balon udara yang ada di indoor Lotte World. Balon udara itu terbang mengelilingi taman bermain ini.
“Baiklah ayo kita mengantri.” Ajak Kyuhyun. Dia pun langsung meraih bahu Hannie dan membawanya ke barisan antrian untuk naik balon udara.
Di dalam balon udara mata Hannie tidak pernah lepas dari pemandangan di bawahnya. Orang-orang yang berlalu lalang di bawah dan sejumlah wahana permainan. Semuanya nampak terlihat kecil saat dilihat dari balon udara yang mengambang mengelilingi taman ini. Sementara Kyuhyun tidak selangkahpun pindah dari sisi Hannie. Dengan lengan kokohnya yang melingkari bahu gadis itu,  pria itu terus menjaga istri ke-2nya agar tetap bersamanya. Hannie tentu saja merasa bahagia. Apalagi dia juga mendengar bisik-bisik sejumlah gadis di belakangnya yang iri dengan keberuntungannya.
“Gadis itu beruntung sekali. Pacarnya tinggi tampan lagi. Padahal dia kan pendek sekali? Lihat. Tingginya hanya di bawah bahu pria itu.” Bisik salah seorang gadis.
‘Sialan. Tinggiku 158 cm dan itu masih normal bukan cebol. Disamping Kyuhyun oppa saja aku jadi terlihat sangat pendek. Dia kan memang kelebihan hormon pertumbuhan.’ Omel Hannie dalam hati.
“Aku rasa mereka suami istri. Lihat di jari manis pria itu ada cincin. Sepertinya cincin pernikahan.” Kata gadis yang rambutnya dicat pirang.
DEG! Jantung Hannie seperti terpukul palu besar. Yang gadis pirang katakan itu benar. Mereka memang suami istri. Tapi Hannie hanyalah istri ke-2. Dan cincin pernikahan yang ada di jari manis Kyuhyun bertuliskan nama Raena bukan dirinya. Gadis itu mendadak murung. Pemandangan indah dari balon udara jadi tidak menarik lagi.
GREP! Tiba-tiba Hannie merasakan pelukan lengan Kyuhyun pada bahunya semakin erat. Gadis itu menoleh ke samping dan wajah tampan pria itu terlihat dingin, matanya menatap lurus ke bawah tapi pelukan lengannya terasa hangat. Hannie tersenyum. Yah dia juga istri pria ini. Walau cincin yang ada di jari manis itu bukan tertulis namanya, walau posisinya hanya untuk melahirkan keturunan pria ini, walau dia tidak bisa mendapatkan cinta Kyuhyun, tapi dia juga istri sah pria itu. Sebagian dirinya juga akan mendapat cinta pria itu melalui anak yang akan dia lahirkan. Dan karena sekarang hanya ada dia dan Kyuhyun maka biarlah dia yang memonopoli pria itu.
Setelah beberapa lama balon udara itu melintas mengelilingi taman bermain, Hannie merasakan balon udara itu bergoyang sebentar. Ternyata balon itu berhenti dan seorang petugas membukakan pintu sehingga para penumpang balon udara bisa keluar. Kyuhyun dengan tetap memeluk bahu Hannie, membimbingnya keluar dari balon udara.
“Baiklah sekarang kau ingin naik apa lagi?” Tanya Kyuhyun. Setelah dari wahana balon udara mereka berjalan berkeliling untuk naik wahana selanjutnya.
“Uhm. Aku ingin ke rumah hantu.” Kata Hannie antusias. Kyuhyun membelalakan matanya saat mendengar keinginan gadis itu.
“Apa? Ru-rumah hantu? Hannie-aa kenapa tidak ke wahana yang lain saja?” Tanya Kyuhyun.
“Aku ingin mencoba sesuatu yang menantang.” Sahut Hannie dengan tenang.
“Kalau ingin yang menantang kau kan bisa naik French Revolution,  Gyro Swing atau Bungee Drops?” Usul Kyuhyun.
“Uhm uhm. Rumah hantu juga menantang.” Hannie menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
“Tapi Hannie-aa…..” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya namun Hannie malah memotongnya.
“Apa oppa takut?” Tatapnya meremehkan.
“Aish enak saja. Aku bukan penakut. Cuma rumah hantu. Dan hantunya juga palsu. Ayo kita pergi kesana.” Dengan sedikit kesal pria itu menarik tangan Hannie mengajaknya menuju wahana rumah hantu. Gadis itu tersenyum penuh kemenangan. Dia tahu suaminya ini bukan penggemar horor apalagi hantu. Bahkan sepertinya Kyuhyun takut dengan hal-hal yang berbau horor. Dia jadi penasaran apa yang akan terjadi pada pria itu begitu masuk ke wahana rumah hantu.
Dan sekarang mereka benar-benar berada di dalam rumah hantu. Suasana yang remang-remang, dengan suara-suara menyeramkan ditambah dekorasi ruangan yang dibuat sedemikian rupa untuk menambah suasana menakutkan ala rumah hantu.  Belum lagi penampakan-penampakan hantu yang suka muncul tiba-tiba yang walaupun palsu tapi cukup membuat pengunjung rumah hantu ini berteriak ketakutan. Tapi Hannie justru menikmatinya. Meski sering dikagetkan dengan kemunculan hantu-hantu ini yang tiba-tiba, tapi kemudian dia malah tertawa riang. Kebalikannya dengan Kyuhyun. Pria itu sejak masuk rumah hantu terus menggenggam erat tangan Hannie. Gadis itu bisa merasakan kalau tangan Kyuhyun gemetaran. Bahkan setiap kemunculan hantu-hantu bohongan ini, terdengar teriakan keras dari pria itu. Sepanjang jalan mulutnya juga komat kamit meyakinkan kalau semua hantu di rumah hantu ini hanya bohongan. Hannie jadi geli sendiri. Suaminya ini takut tapi gengsi mengakuinya.
“WHAAAA…..!!!” Teriakan keras Kyuhyun kembali terdengar ketika di depannya muncul pria berwajah seram dengan perban melilit disekujur tubuhnya hingga sebagian wajahnya. Belum lagi perban itu tampak berdarah-darah hingga menambah seram penampakan pria berperban itu. Tentu saja Kyuhyun kaget hingga berteriak kencang sampai-sampai pegangan tangannya pada Hannie pun terlepas.
“Hush hush pergi pergi.” Usir Kyuhyun kesal setelah berteriak kencang. Dia menggerak-gerakkan tangannya mengisyaratkan agar pria berperban itu segera pergi dari hadapannya. Dan gangguan itu pun pergi.
“Hannie-aa ayo kita jalan lagi.” Terdengar suara ajakan Kyuhyun. Tangan pria itu bergerak ke belakang meraih tangan Hannie tanpa menoleh dan menggenggamnya erat. Gadis itu membelalakan matanya. Karena yang digenggam bukan tangannya melainkan tangan wanita lain yang tahu-tahu muncul di sampingnya.
“Oppa tunggu.” Panggil Hannie.
“Ada apa?” Tanya Kyuhyun sambil menoleh ke belakang. Dan detik berikutnya pria itu terdiam. Dia menatap Hannie dengan pandangan heran. Gadis itu melambaikan kedua tangannya sambil menunjuk ke arah pegangangan tangan Kyuhyun sambil tersenyum penuh arti. Pria itu menatap tangannya yang sedang menggenggam tangan seseorang dan matanya terbelalak kaget. Dia menyelusuri tangan yang dia pegang dengan tatapan matanya hingga sampailah matanya pada sosok wanita berbaju putih dengan rambut panjang nyaris menutupi seluruh wajahnya.
“Oppa. Kau mau bawa aku kemana?” Tanya wanita itu datar tanpa ekpresi, sambil mendongak memperlihatkan wajahnya yang rusak sebelah dengan bola mata yang nyaris keluar.
“WHAAA…!!!! HANTU SIALAAAAN!!!!” Dan Kyuhyun pun langsung melepaskan genggaman tangannya dari tangan hantu wanita itu, menjerit keras sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
“Ah maaf.” Hannie membungkukan badannya pada hantu wanita tadi dan hantu palsu itu pun pergi dari hadapan mereka. Gadis itu lalu mendekati Kyuhyun.
“Oppa. Hantunya sudah pergi.” Kata Hannie lembut.
“Hannie-aa. Kita keluar dari sini. Aku tidak mau melihat mereka lagi.” Rengek Kyuhyun.
“Iya iya. Ayo kita keluar.” Sahut Hannie berusaha menahan geli. Benar-benar lucu melihat Kyuhyun yang sekarang. Sama sekali beda dengan Kyuhyun yang biasa, seorang pria tampan, berwibawa, tegas, dingin, dengan tatapan tajam tajam yang mengintimidasi. Dan saat di rumah hantu imejnya langsung berubah jadi konyol dan lucu. Tapi Hannie tetap suka Kyuhyun yang seperti apapun. Dia malah tambah jatuh cinta dengan pria itu. Lalu masih dengan senyum di wajahnya gadis itu membawa suaminya keluar dari rumah hantu itu.
Setelah keluar dari rumah hantu kini mereka duduk-duduk di bangku yang ada di area taman bermain itu. Hannie sejak keluar dari rumah hantu tetap tidak bisa menyembunyikan senyum gelinya. Biar bagaimanapun pengalaman di rumah hantu bersama Kyuhyun benar-benar lucu, membuatnya tidak bisa berhenti tersenyum jika mengingatnya.
“Jadi kau pikir yang di rumah hantu tadi itu lucu ya?” Tiba-tiba suara Kyuhyun didekat telinga Hannie.
“Ah oh apa?” Tanya Hannie pura-pura tidak mengerti.
“Jangan pura-pura tidak mengerti. Aku tahu kau mentertawakan kejadian di rumah hantu tadi. Ya baiklah aku akan mengaku. Aku takut hantu dan aku tidak mau lagi bertemu hantu atau sejenisnya bahkan walau itu hantu palsu sekalipun. Kau puas? Jadi kalau kita kesini lagi jangan pernah memintaku pergi ke rumah hantu apapun alasannya.” Oceh Kyuhyun kesal.
“Iya iya baiklah. Aku janji tidak akan minta pergi ke rumah hantu lagi.” Hannie mengangkat tangan kanannya sambil tersenyum.
“Ya kalau begitu berhentilah mentertawakanku. Memalukan kau tahu?” Sungut Kyuhyun.
“Iya iya. Aku tidak akan mentertawakan oppa lagi.” Kata Hannie. Tapi sepertinya gadis itu tidak bisa menghentikan begitu saja tawanya. Demi apapun reaksi Kyuhyun saat di dalam rumah hantu tadi benar-benar menggelitik saraf tawanya. Meski dia sudah berusaha menekannya tetap saja tidak bisa. Gadis itu berusaha meredam tawanya dengan menundukan wajahnya hingga rambutnya terurai menutupi sisi-sisi wajahnya. Tapi gara-gara menahan tawa, bahunya malah berguncang.
“Tch gadis ini benar-benar.” Terdengar omelan Kyuhyun yang sedang kesal.
Tapi itu belum seberapa. Tiba-tiba Hannie merasakan tangan pria itu melingkar dari perut terus ke pinggangnya. Refleks Hannie mendongak. Namun belum sempat menoleh bibirnya sudah ditekan oleh material lembut yang basah. Kyuhyun menciumnya di depan umum! Bahkan pria itu menekan tengkuknya hingga bibir Hannie benar-benar menempel erat pada bibir suaminya. Sementara tangan Kyuhyun yang satunya memeluk erat pinggang gadis itu. Tangan Hannie refleks mendorong bahu suaminya berusaha melepaskan diri. Tapi sayangnya sia-sia. Tenaganya kalah kuat. Bibir pria itu melumat dan menghisap bibir atas dan bawahnya bergantian. Hannie sejujurnya terpancing untuk meladeni. Tapi dia sadar ini dimana. Dari sudut matanya dia melihat orang-orang yang berlalu lalang, berharap mereka tidak melihatnya. Tapi sepertinya tidak juga. Beberapa memang berlalu tanpa melihat aksi pasangan suami istri ini. Namun banyak juga yang melihat adegan romantis itu. Ada yang hanya melihat sekilas kemudian berlalu. Ada juga yang melihat sambil senyum-senyum dan berbisik-bisik. Aish Hannie benar-benar malu. Ini pertama kalinya dia dicium sepanas itu di depan umum.
Kyuhyun lalu melepaskan bibir istrinya setelah melumatnya beberapa lama namun wajah mereka tetap saling berdekatan dengan dahi yang saling menempel. Hannie mengerjapkan matanya. Masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi. Dia hanya diam tanpa berani bicara sepatah kata pun
“Ah ternyata cara membungkam bibir ini cukup mudah ya. Bahkan sangat nikmat. Aku tidak keberatan membungkamnya lagi.”Seringai Kyuhyun. Hannie menatap pria itu sambil berusaha menetralkan nafasnya.
“Jadi apa kau akan berhenti mentertawakan kekonyolanku di rumah hantu tadi atau….” Kyuhyun tidak melanjutkan kalimatnya. Matanya menatap tajam bibir cherry Hannie yang tadi dia lumat sepenuh hati sambil menjilati bibirnya seduktif. Gadis itu jadi khawatir. Jangan-jangan bibir mungilnya akan kembali jadi bulan-bulanan bibir suaminya itu. Jika di rumah atau di tempat yang tidak ada orang Hannie sama sekali tidak keberatan. Tapi ini di tempat umum. Di hadapan banyak orang.
“A-a-aku tidak akan mentertawakan oppa lagi. Su-sungguh.” Kata Hannie gugup.
“Bagus. Kau memang istriku yang penurut.” Kata Kyuhyun tersenyum puas. Pria itu mencium lembut sekali lagi bibir Hannie sebelum benar-benar melepaskannya. Gadis itu menarik nafas lega. Dia hanya menundukan wajahnya menyembunyikan rona wajahnya yang pasti sudah sangat merah. Entah apa yang orang-orang tadi yang melihat adegan itu katakan? Hannie tidak mau memikirkannya. Setelah lama mereka saling diam gadis itu kemudian bersuara.
“Eng…oppa…uhm….kalau naik roller coaster atau bianglala tidak apa-apa kan?” Tanya Hannie lagi.
“Apapun boleh kecuali rumah hantu.” Tegas Kyuhyun.
“Kalau begitu kita naik bianglala saja.” Ajak Hannie. Dan mereka pun beranjak dari duduknya untuk mengantri naik wahana selanjutnya.
********
Keesokan harinya
Kantor CHO GRUP
Hannie turun dari bus dengan menenteng kotak bekal makanan di tangannya. Dari halte bus dia hanya perlu berjalan sebentar sebelum tiba di halaman gedung perkantoran megah tempat Kyuhyun bekerja mengatur CHO Grup. Hari ini gadis itu bermaksud mengunjungi sekaligus mengantar makan siang untuk suaminya. Dia sudah menelpon Kyuhyun, meminta ijin untuk mengantarkan makan siang. Untungnya suaminya itu mengijinkan. Setelah dapat ijin maka dengan semangat saat di rumah tadi dia memasak dibantu Han ahjumma demi membuat makan siang yang lezat untuk pria itu. Ini juga sebagai ucapan terima kasih karena kemarin Kyuhyun sudah mengajaknya jalan-jalan ke Lotte World dan memberinya pengalaman menyenangkan juga pengalaman lucu seperti saat di rumah hantu. Mereka berada di sana, mencoba berbagai wahana walau tidak semuanya, sampai malam dan baru pulang jam 9 malam. Benar-benar pengalaman bersama Kyuhyun yang menyenangkan bagi Hannie. Karena itu sekarang gadis itu ingin membalas kebaikan suaminya itu dengan membuatkan makan siang istimewa dan mengantarnya sendiri ke kantor. Dia juga mengenakan dress cantik, dress one piece selutut berwarna hijau tosca, sepatu berhak namun tidak terlalu tinggi dan memoles wajahnya dengan riasan tipis dan natural. Dia memilih naik bus karena dia tidak bisa menyetir mobil meski di garasi rumah mewah Kyuhyun terdapat beberapa mobil mewah yang bisa dipakai. Biasanya Raena yang memakai mobil-mobil itu disamping dia juga memiliki mobilnya sendiri.
Hannie langsung menuju lantai paling atas dimana ruangan Kyuhyun berada melewati lift khusus. Setelah sampai di depan ruangan suaminya dia disambut oleh sekretaris pria itu. Bukan seorang wanita cantik seperti yang dia perkirakan. Ternyata penggantinya adalah seorang pria muda. Dari tag namenya tertulis ‘Do Kyungsoo’. Hannie sedikit lega. Setidaknya sekretaris suaminya bukan wanita cantik bertubuh seksi dengan pakaian minim yang suka menggoda bossnya. Pria muda itu berdiri dan keluar dari meja kerjanya lalu menghampiri Hannie dan menyapanya dengan hormat sambil membungkukan badan.
“Selamat siang. Anda pasti nyonya Jun Hannie istri Cho sajangnim. Saya Do Kyungsoo sekretaris Cho sajangnim sejak 3 bulan yang lalu.” Sapa Kyungsoo ramah.
“Ah iya selamat siang.” Balas Hannie ramah. Dalam hati gadis itu menduga sekretaris baru suaminya ini pasti sudah diberitahu mengenai dirinya oleh Kyuhyun maupun oleh resepsionis di lantai bawah. Ah jadi begitu dia mengundurkan diri dari pekerjaannya sebelum pernikahan, Kyungsoo inilah yang langsung menggantikannya.
“Cho sajangnim sedang ada tamu. Tapi saya rasa sebentar lagi mereka selesai.” Kata Kyungsoo lagi.
“Ah tidak apa-apa. Aku tunggu disini saja. Uhm oh iya apa kau tidak keluar makan siang? Ini kan sudah waktunya.” Tanya Hannie heran.
“Ah itu saya diperintahkan Cho sajangnim untuk menunggu anda datang dan menemani anda jika pertemuan beliau belum selesai.” Sahut Kyungsoo ramah.
“Eh tidak boleh begitu. Kau juga perlu makan. Pergilah makan siang. Aku tidak apa-apa ditinggal sendiri.” Kata Hannie.
“T-tapi nyonya, sajangnim memerintahkan saya untuk menemani nyonya. Sajangnim bisa marah kalau saya melalaikan tugas saya.” Kata Kyungsoo agak khawatir.
“Tidak apa-apa. Aku yang akan tanggung jawab. Dia tidak akan marah padamu. Kau sudah menjalankan tugas dengan baik. Jadi sekarang pergilah makan siang. Bukankah setelah jam istirahat siang berakhir kau harus kerja lagi? Oppa pasti mengerti.” Hannie tersenyum lembut pada pria muda itu.
“Ah baiklah. Terima kasih nyonya. Anda baik sekali. Kalau begitu saya pergi dulu.” Pamit Kyungsoo senang. Dia lalu berjalan menuju lift khusus pegawai dan turun, meninggalkan Hannie sendiri.
Hannie lalu duduk di bangku yang ada di tempat itu sambil menunggu pertemuan suaminya dengan rekannya itu selesai. Tidak berapa lama pintu ruangan Kyuhyun terbuka, menampakan sosok pria tampan yang lebih tinggi dari Kyuhyun. Wajahnya seperti campuran barat dan oriental. Wajahnya mengingatkan Hannie pada Edward Cullen tokoh vampir dalam film Twilight yang diadaptasi dari novelnya Stephenie Meyer. Tapi yang ini bukan tokoh fiksi dalam novel. Ini benar-benar asli. Gadis itu hanya memandangi pria itu dengan tatapan kagum. Dia tidak menyangka Kyuhyun memiliki kenalan setampan ini. Sadar dirinya diperhatikan sejak membuka pintu, pria itu menghampiri Hannie dan tersenyum ramah.
“Sejak tadi kau memperhatikanku terus. Apa ada yang salah dengan wajahku?” Tanyanya ramah.
“Ah eh ti-tidak ada. Ha-hanya saja kau tampan…ah maaf a-aku tidak bermaksud….” Hannie gelagapan. Dalam hati dia memaki mulutnya yang terlalu lancang dengan mengatakan kalau pria itu tampan. Apa-apaan dia ini?
“Oh ya? Ah terima kasih kau mengatakan aku tampan. Walau aku sudah sering mendengar pujian itu, tapi saat yang mengatakannya gadis secantik dirimu entah kenapa rasanya jadi istimewa.” Kata pria itu sambil tersenyum manis membuat Hannie makin salah tingkah.
“Ah itu….maaf.” Hannie malah meminta maaf.
“Hei kenapa harus minta maaf? Aku tidak marah dibilang tampan,  apalagi oleh gadis secantik dirimu.” Pria itu tergelak geli. Hannie hanya menunduk malu.
“Oh iya boleh aku tahu namamu? Kalau namaku Wu Yifan aka Kris Wu. Aku dari Harvest Corp. perusahaan Canada-China yang akan menjalin kerja sama dengan CHO Grup. Apa kau juga bekerja disini? Kalau tidak salah tadi sekretaris tuan Cho itu laki-laki kan? Apa kau sekretarisnya juga?” Tanya pria bernama Wu Yifan itu lebih lanjut. Dia mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
“Hannie-aa, kau sudah datang? Mana Kyungsoo? Bukankah tadi dia kusuruh menemanimu?” Tiba-tiba suara Kyuhyun terdengar. Hannie refleks menoleh dan suaminya itu sudah berdiri di depan pintu ruangannya yang terbuka dengan raut wajah sepertinya tidak senang.
“Oh oppa. Aku sudah datang sejak tadi. Sekretarismu bilang kau ada tamu jadi aku tunggu saja disini. Tadi aku yang menyuruhnya untuk pergi makan siang. Kasihan dia oppa. Dia kan butuh istirahat dan makan? Oppa jangan marah padanya ya.” Jelas Hannie sambil memohon.
“Kemarilah.” Titah Kyuhyun sambil mengulurkan sebelah tangannya. Hannie pun menurut dan mendatangi pria itu. Begitu dia berada didekat Kyuhyun, pinggangnya pun langsung diraih suaminya itu dan membawanya merapatkan tubuhnya pada tubuh pria itu.
“Op-oppa tidak marah pada Kyungsoo-ssi kan?” Tanya Hannie khawatir.
“Tidak. Tidak ada yang perlu dimarahi darinya.” Sahut Kyuhyun datar sambil menatap tajam pria tampan yang sejak tadi hanya diam sejak kemunculannya sementara sebelah lengannya memeluk pinggang Hannie dengan posessif.
“Maaf tuan Cho apa dia…..” Yifan akhirnya bersuara menanyakan tentang Hannie.
“Dia ini Jun Hannie, istriku.” Kata Kyuhyun dingin. Dia makin mengeratkan pelukannya hingga tubuh Hannie makin merapat pada tubuhnya.
“Ah iya. Maaf saya tidak tahu. Saya pikir dia sekretaris anda juga. Jadi gadis ini istri anda? Dia istri ke-2 anda kan? Saya pernah dengar kalau anda memiliki 2 istri. Wow anda sungguh pria yang beruntung bisa memiliki 2 wanita cantik di kehidupan anda. Saya benar-benar mengagumi anda.” Kata Yifan.
“Itu bukan sesuatu yang patut dikagumi.” Sahutnya datar.
“Ah begitu ya.” Yifan tampak salah tingkah. “Baiklah saya rasa saya pergi dulu. Annyeong tuan Cho. Hannie-ssi.” Lalu pria itu membungkukan badannya dan pergi dari hadapan mereka.
Kyuhyun langsung membawa Hannie masuk ke ruangannya dan menutup pintunya. Tanpa bicara pria itu kembali ke kursinya. Di atas meja kerjanya laptop miliknya sedang menyala.
“Oppa. Aku bawakan makan siang. Ada steak daging sapi dan pancake dengan sirup madu.” Kata Hannie riang.
“Steak? Pancake? Sepertinya enak.” Kata Kyuhyun. Dia lalu berdiri dari kursinya dan mengajak Hannie duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Setelah duduk Hannie pun membuka kotak-kotak bekal yang dia bawa dan wangi steak daging sapi dan pancake tercium menggugah selera. Sementara itu ada juga salad sayuran di kotak lain. Hannie lalu menyerahkan pisau dan garpu pada Kyuhyun dan pria itu pun menerimanya. Lalu tidak lama mereka pun mulai makan siang. Gadis itu tampak bahagia saat Kyuhyun memakan makanan buatannya dengan lahap. Pria itu memang penyuka daging namun pembenci sayuran. Hannie sangat tahu itu. Sesekali Kyuhyun menyuapkan potongan daging ke mulut istrinya itu.
“Kau harus banyak makan. Terutama yang bergizi. Tubuhmu kurus begini. Nanti dikira orang-orang kau ini tidak diberi makan.” Kata Kyuhyun saat menyuapkan potongan daging itu ke mulut Hannie.
‘Tch. Biar tubuhku kurus tapi oppa juga suka. Buktinya setiap bercinta oppa suka minta berkali-kali.’ Sungut Hannie dalam hati. Namun dia tetap membuka mulutnya menerima suapan daging dari Kyuhyun.
Hannie kemudian mengambil salad sayuran dengan garpu dan menyuapkannya pada Kyuhyun. Tentu saja pria itu mengatupkan mulutnya sambil menggeleng.
“Aish Hannie aku kan tidak suka sayuran.” Protes Kyuhyun.
“Oppa harus banyak makan sayuran. Makan daging terus tidak sehat.” Kata Hannie tetap bersikeras menyuapkan salad ke mulut Kyuhyun. Akhirnya pria itu memakannya juga tapi setelah itu dia langsung minum untuk mempercepat salad sayuran itu turun ke pencernaannya. Hannie tertawa geli melihat tingkah pria itu. Benar-benar seperti anak 5 tahun yang sedang dipaksa eommanya agar makan sayur.
“Hannie-aa lain kali jangan bicara dengan seseorang yang tidak kau kenal. Terutama dengan pria yang bernama Wu Yifan tadi.” Hannie yang sedang membereskan kotak bekal yang sudah kosong setelah makan siang mereka selesai, mengerutkan keningnya.
“Memangnya kenapa dengan dia? Tadi dia bilang perusahaannya akan bekerja sama dengan CHO Grup kan?” Tanya Hannie heran sambil menghentikan kegiatannya membereskan kotak-kotak bekal itu. Dia menatap Kyuhyun dengan heran.
“Lebih tepatnya menawarkan kerja sama. Aku belum memikirkan untuk bekerja sama dengan mereka. Tapi bukan itu alasan aku melarangmu dekat-dekat dengan Kris Wu itu. Dia memiliki reputasi yang tidak bagus mengenai wanita. Konon dia tidak pernah serius dalam menjalin hubungan. Hanya sekedar bermain-main. Kau jangan sampai terperangkap olehnya. Dia itu playboy dan tidak pernah serius. Jadi jangan berurusan dengannya. Lagipula akan jadi skandal besar buat keluarga kita jika dia merayumu dan kau terpikat lalu terjadi affair. Aku tidak mau hal itu terjadi. Maka turuti perintahku.” Kata Kyuhyun tegas sambil menatap tajam Hannie.
“I-iya aku mengerti.” Jawab Hannie patuh. Dia sama sekali tidak menyangka pria tampan yang tadi memiliki reputasi kurang baik untuk urusan wanita. Dia memang harus hati-hati. Dia tidak boleh berbuat macam-macam karena nama keluarga Cho yang kini disandangnya.
“Bagus.” Puji Kyuhyun memamerkan senyumnya sambil mengelus pipi Hannie. Gadis itu hanya menunduk salah tingkah.
“Oh iya kau tidak usah pulang. Tunggu saja disini sampai sore. Kita pulang sama-sama. Atau mungkin kau ingin pergi ke suatu tempat?” Kata Kyuhyun.
“Pergi ke suatu tempat?” Ulang Hannie tidak percaya.
“Hum. Sepulang dari kantor setelah aku menyelesaikan pekerjaanku, kalau kau ingin pergi kemanapun akan kutemani.” Kata Kyuhyun meyakinkan.
“Benarkah?” Hannie terbelalak tidak percaya. Kyuhyun mengajaknya pergi keluar lagi? Gadis itu benar-benar bahagia. Dengan antusias dia langsung mengutarakan keinginannya.
“Aku ingin ke Namsan Tower. Mereka bilang menikmati suasana Namsan Tower saat menjelang malam itu lebih romantis. Aku ingin kesana.” Kata Hannie dengan mata berbinar-binar.
“Baiklah. Nanti sore kita pergi kesana.” Putus Kyuhyun sambil tersenyum.
*******
Hannie berjalan dengan riang menyusuri tangga menuju Namsan Tower sementara Kyuhyun agak tertinggal di belakangnya. Mereka memang memilih menuju Namsan Tower lewat jalur tracking bukan lewat kereta gantung. Sebenarnya itu keinginan Hannie. Menurut gadis itu pergi ke Namsan Tower lebih mengasyikan lewat jalur tracking daripada naik kereta gantung atau kendaraan lain. 3 tahun yang lalu Hannie dan Kyuhyun pernah ke Namsan Tower lewat jalur ini. Dan sepanjang jalan pria itu mengeluh kelelahan. Sepertinya dia lebih suka yang praktis seperti naik mobil atau naik kereta gantung.
“Ayo oppa jalan terus. Masa oppa kalah dengan 2 halmeoni itu?” Seru Hannie saat melihat Kyuhyun yang terengah-engah menaiki tangga demi tangga. Gadis itu menunjuk 2 orang wanita tua yang juga mengambil jalur tracking ini dan mereka sudah ada di depan meninggalkan Hannie dan Kyuhyun.
“Hah….hah…hah…berhenti duluhh…akuhhh…lelahhh….” Mohon Kyuhyun dengan pandangan memelas. Pria itu kelihatannya benar-benar kelelahan. Dia langsung duduk di salah satu anak tangga sambil memijit-mijit kakinya. Hannie pun mendatangi suaminya itu dan memberikan botol air mineral di tangannya yang langsung disambar oleh Kyuhyun dan meminumnya hingga habis setengah botol. Gadis itu terkekeh geli dan duduk di sebelah suaminya itu sambil ikut memijit-mijit kaki pria itu.
“Padahal kita bisa naik mobil dan aku bisa membawa mobilku naik hingga 100 meter mendekati Namsan Tower. Lalu selanjutnya kita hanya perlu jalan kaki sebentar sudah sampai. Atau kalau kau ingin menikmati pemandangan kita kan bisa naik kereta gantung dari stasiun kereta gantung di Myeongdong. Hanya kurang 10 menit. Tapi bukannya pilih jalur yang mudah, kau malah pilih jalur tracking. Berjalan, mendaki anak tangga sebanyak ini dan setidaknya butuh waktu setengah sampai 1 jam untuk sampai dengan kaki yang serasa mau putus. Pantas saja tadi kau minta diantar ke rumahmu dulu untuk mengganti dressmu dengan pakaian kasual seperti ini. Rupanya kau memang merencanakan naik ke Namsan lewat jalur tracking. Kau ini masih saja seperti dulu. Benar-benar.” Omel Kyuhyun dengan wajah cemberut sambil menatap Hannie yang masih memijiti kakinya dengan lembut sementara dia sendiri memilih untuk berhenti memijit kakinya dan membiarkan istri ke-2 nya itu yang melakukannya. Gadis itu hanya terkekeh geli. Ya tadi sebelum ke Namsan Tower Hannie sengaja minta diantar ke rumah lamanya dulu untuk mengganti pakaiannya dari dress cantik menjadi pakaian kasual berupa jeans, sweater dan sepatu sport. Rambut sepunggungnya dia kuncir kuda hingga penampilannya lebih santai.
“Kalau lewat jalur mudah tidak ada tantangannya. Juga tidak ada kenangannya. Segala sesuatu itu kalau mencapainya dengan perjuangan apapun hasilnya pasti memuaskan dan membuat kita tidak akan pernah melupakannya. Apalagi jalur tracking ini kan pemandangannya cantik. Terlalu sayang untuk dilewatkan.” Kata Hannie sambil tersenyum pada Kyuhyun.
“Tapi melelahkan.” Sahut Kyuhyun sambil tetap cemberut. Hannie sangat gemas melihat Kyuhyun yang terlihat lucu. Wajah tampan yang biasanya dingin, berwibawa dan seksi kini tampak imut dengan bibir tebal yang mengerucut sambil mengeluh kelelahan. Rasanya Hannie ingin mencubit pipi halus milik suaminya itu saking gemasnya.
“Yak oppa sekali-kali jalan jauh kan tidak apa-apa. Selama ini oppa kan kurang gerak. Terlalu banyak duduk, terlalu banyak makan makanan yang berlemak dan kurang mendapat sinar matahari. Lihat perutmu buncit dan banyak lemak disana sini.” Kata Hannie sambil menepuk-nepuk perut Kyuhyun yang memang agak buncit dan mencubit sisi perut pria itu menunjukkan lemak yang tertimbun disekitar daerah itu. Membuat pria itu tambah cemberut.
“Hei begini-begini aku juga seksi dan lagipula itu juga tidak mengurangi kadar ketampananku.” Protes Kyuhyun sambil bernarsis ria.
Hannie tergelak geli. Dia membelai pipi Kyuhyun lembut. “Iya iya aku tahu. Oppa seksi dan juga tampan, hum.” Katanya lembut. Lalu gadis itu kembali memijati kaki pria itu dengan lembut. Rasanya lelah akibat menaiki sejumlah tangga di jalur ini tergantikan oleh suasana akrab yang tercipta antara mereka berdua. Bahagianya melebihi memenangkan sebuah undian besar. Untuk beberapa saat mereka hanya diam sambil menikmati semilir angin sore yang berhembus. Hannie tetap memijiti kaki Kyuhyun sementara dia tahu kalau pria itu terus menatapnya.
“Hannie-aa. Pokoknya kalau pulang nanti aku tidak mau tahu. Kita naik kereta gantung saja. Aku tidak sanggup lagi harus jalan 2 kali melewati jalur tracking ini.” Kata Kyuhyun memecah kesunyian.
“Tentu oppa. Kita pulangnya naik kereta gantung.” Sahut Hannie sambil tersenyum.
Kyuhyun kemudian memegang tangan Hannie, menghentikan pijatan gadis itu pada kakinya. Lalu dia berdiri dan mengajak istri ke-2nya itu untuk ikut berdiri.
“Ayo kita lanjutkan lagi. Tapi kau jalan jangan cepat-cepat.” Ajak Kyuhyun.
“Uhm.” Hannie mengangguk. Dan kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan sambil berpegangan tangan.
********
Setelah melalui jalur tracking, mendaki sejumlah anak-anak tangga yang melelahkan bagi Kyuhyun namun menyenangkan bagi Hannie, mereka akhirnya tiba di tempat ini yang merupakan landmark kota Seoul. Tadi setelah sampai disini, pria itu langsung mengajak Hannie untuk makan dan minum di restoran yang terdapat di bagian dasar bangunan ini. Rupanya setelah mendaki banyak anak tangga Kyuhyun banyak kehilangan tenaga dan dia kelaparan sehingga begitu tiba di Namsan Tower yang dicarinya pertama adalah restoran. Setelah itu mereka pun duduk-duduk di bangku yang bentuknya unik yang disediakan disana. Bangku ini bagian tengahnya menjorok ke bawah sehingga yang duduk pasti akan saling berdempetan. Mereka hanya duduk-duduk sambil memperhatikan orang-orang atau pasangan dengan kegiatan masing-masing. Ada yang hanya foto-foto. Ada yang sedang duduk-duduk saja seperti mereka. Ada juga yang duduk sambil menulis sesuatu pada gembok dan gantungan hati untuk di pasang nanti pada tempat yang sudah disediakan. Lalu ada juga orang-orang baik sendiri, rombongan maupun berpasangan yang ramai-ramai memasang gembok dan gantungan hati di space-space yang berbentuk seperti pohon cemara yang terdapat di sisi kiri dan kanan tempat ini. Meski hari sudah mulai senja tapi pengunjung malah makin ramai. Walau tentu saja tidak seramai saat hari minggu atau hari libur. Kebanyakan yang datang berpasangan. Konon banyak pasangan yang memilih ke Namsan Tower saat malam hari karena suasananya lebih romantis. 3 tahun lalu saat Hannie kemari bersama Kyuhyun mereka perginya siang di hari minggu. Saat itu memang pengunjungnya padat karena sedang hari libur. Gadis itu juga dulu agak kesusahan memasang gembok miliknya karena terlalu banyak orang yang berniat sama.
Hannie tersenyum mengingat kenangannya saat memasang gembok seperti itu 3 tahun yang lalu. Tentu saja dia ingat di space mana dia pernah memasangnya. Yaitu space yang ada di belakang bangku yang sekarang sedang mereka duduki. Tapi tentu saja dia tidak tahu bagaimana nasib gembok yang dia pasang 3 tahun lalu. Mungkin sudah tenggelam diantara ratusan gembok yang dipasang setelahnya.
Flashback
“Oppa.” Panggil Hannie.
“Ada apa?” Tanya Kyuhyun.
“Uhm aku tulis namamu disini dengan namaku ya?” Pinta Hannie takut-takut. Gadis itu memegang gembok dan pen di tangannya. Dia berharap Kyuhyun mau mengijinkannya menulis namanya dan nama pria itu di gembok ini.
“Ya tentu saja kau harus menulis namaku disitu. Kan kau menyukaiku? Memangnya kau berencana mau menulis nama siapa di situ? Robert Pattinson? Kau harus harus jadi Kristen Stewart dulu. Lagipula aku kan lebih tampan dari vampir itu jadi kau tidak rugi menulis namaku bersama dengan namamu di gembok itu.” Sahut Kyuhyun cuek.
Hannie cemberut saat Kyuhyun menyebut nama bintang utama film Twilight itu. Apalagi saat iblis tampan itu mulai menampakan kenarsisannya. Tapi dia juga senang karena itu berarti dia diijinkan menulis nama pria itu bersanding dengan namanya di gembok ini. Dengan bahagia dia pun menulisi gembok itu dengan namanya dan nama Kyuhyun dengan gambar hati disekeliling nama mereka. Juga harapan agar dia tetap bisa berada di sisi pria itu selamanya. Setelah selesai dia pun memasang gembok bersama Kyuhyun dan pria itu kemudian melempar kuncinya jauh-jauh ke bawah.
‘Semoga cintaku berbalas dan kami bisa tetap bersama selamanya’. Harap Hannie.
Flashback end
Hannie tersenyum-senyum sendiri mengingat-ingat masa itu. Rasanya memasang gembok cinta itu disini benar-benar efektif untuk kehidupan percintaannya. Menikah dengan orang yang dicintainya walau statusnya hanya istri ke-2 tapi dia senang karena artinya dia bersama orang yang dia cintai seperti nama mereka yang tertulis berdampingan di gembok itu. Hannie menyandarkan kepalanya di bahu lebar milik pria itu. Terasa hangat, nyaman dan dia merasa terlindungi. Sementara Kyuhyun kelihatannya tidak keberatan Hannie bersandar pada bahunya. Dia malah mengeratkan pelukan lengannya pada bahu istri ke-2nya itu. Langit pun semakin gelap dengan lampu-lampu warna warni di sekitar Namsan Tower makin menambah suasana romantis.
“Hannie. Ayo sekarang kita naik ke bagian observatorium.” Ajak Kyuhyun sambil menggandeng tangan Hannie. Gadis itu tersenyum dan mengangguk. Mereka pun berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke bagian atas Namsan Tower yaitu ruang observatorium tempat mereka bisa menimati pemandangan indah kota Seoul dari atas. Juga bisa mengamati spot-spot tertentu dari kota Seoul dengan teleskop digital yang disediakan di tempat itu.
******
Beberapa hari kemudian
Siang itu Hannie sedang duduk di sofa ruang tengah sambil membaca novel Fifty Shades Of Grey. Sebenarnya dia sudah menamatkan ketiga novel milik E.L. James itu. Fifty Shades Of Grey, Fifty Shades Darker dan Fifty Shades Freed. Tapi kemudian dia baca ulang lagi dari FSOG. Sekedar mengisi waktu sementara menunggu Kyuhyun pulang kantor. Ini hari sabtu jadi jam kerja pria itu hanya sampai jam 12 siang. Hannie terus membaca novel dengan serius hingga tidak sadar tahu-tahu seseorang merebut novel yang sedang dia baca dari tangannya. Ternyata orang itu adalah Kyuhyun.
“Oppa.” Protes Hannie. Tapi pria itu cuek dan malah duduk disamping Hannie sambil kemudian membolak balik halaman demi halaman novel itu dengan cepat. Gadis itu pasrah saja membiarkan suaminya itu.
“Kau suka baca novel seperti ini? Astaga aku tidak tahu kalau dibalik kepolosanmu selama ini otakmu ternyata yadong juga. Jadi gadis polosku ini diam-diam penikmat novel erotis.” Kata Kyuhyun setelah selesai membolak balik novel FSOG yang dia rebut dari tangan Hannie.
“Hei aku juga baru berani baca novel seperti itu setelah menikah.” Sahut Hannie cemberut. Kesal sekali dia dengan mahluk tampan di sampingnya ini.
“Oh ya? Apa kau yakin? Gadis seusiamu baru berani baca novel sejenis ini justru setelah dia menikah? Aku tidak pernah dengar.” Goda Kyuhyun tersenyum jahil.
“Tapi kenyataannya kan memang begitu.” Sungut Hannie kesal. Faktanya Hannie memang baru berani membaca novel bergenre erotis setelah dia menikah. Lagipula koleksi novel erotisnya baru trilogi novel E.L. James itu. Dia sengaja beli ketiga novel itu karena penasaran dengan kehebohan yang ditimbulkan novel yang tadinya adalah fanfiction dari Twilight. Makanya dia ingin membuktikan kehebohan itu dan dia pun mengakui kalau kehebohan itu ternyata benar.
“Wow. Apa itu berarti kau akan berencana menambah koleksi novel erotismu hem? Tch ya ampun. Daripada baca yang seperti ini bukannya lebih baik praktek langsung?” Kata Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah mata.
“Dasar pria tidak punya sense of romance.” Sungut Hannie sambil merebut kembali novel FSOG di tangan Kyuhyun dan berhasil. Dia lalu mendekap erat novel itu di dadanya.
“Orang-orang membaca novel erotis kan tidak melulu karena gejolak hormon. Seringnya ide cerita dalam novel erotis juga bagus-bagus. Bahkan lebih beragam dan tidak monoton. Juga lebih menantang.” Hannie teringat kata-kata Hyemi saat merayunya untuk mencoba membaca novel erotis. Dan ternyata kata-kata wanita itu benar.
“Wow. Katanya baru berani baca novel erotis setelah menikah. Katanya juga baru trilogi novel E.L. James, novel erotis yang kau baca. Tapi kenapa kata-katamu tadi itu seolah-olah kau sudah jadi pembaca novel erotis profesional yang sudah baca berpuluh-puluh novel erotis selama bertahun-tahun ya?” Goda Kyuhyun sambil mengerutkan alisnya jahil dan memainkan suaranya, pura-pura bingung.
“Aish oppa. Hyemi eonnie yang pernah mengatakan hal itu.” Sungut Hannie kesal sambil memukul lengan Kyuhyun. Tapi dia malah mengibas-ngibaskan tangannya kesakitan. Lengan pria itu lumayan keras. Sementara sang pemilik lengan hanya tergelak geli.
“Kang Hyemi? Yang dulunya dari divisi keuangan yang sekarang pindah ke Jeju itu ya? Ah dia kan memang maniak novel. Rupanya kau diracuni olehnya.” Kata Kyuhyun dengan raut wajah seperti mengingat-ingat sesuatu lalu mengangguk-angguk.
“Haaah….novel erotis ya. Apa enaknya cuma baca sambil berkhayal membayangkan adegan seperti itu? Kalau lewat video masih mendingan. Apalagi praktek langsung. Itu lebih bagus lagi.” Gerutu Kyuhyun lagi.
“Tch sekali-sekali oppa juga cobalah baca novel ini.” Saran Hannie.
“Aku? Membaca novel ini? Yang ada aku malah ingin mencoba jadi Christian Grey. Sepertinya kau cocok jadi Anastasia Steele. Atau jangan-jangan kau memang sengaja menyuruhku baca novel ini untuk memancingku agar mempraktekan adegan erotis dalam novel itu padamu? Astaga sayang. Kalau kau ingin bilang saja. Aku dengan senang hati akan mempraktekannya.” Goda Kyuhyun sambil mencolek pipi Hannie.
“Aish oppa menyebalkan.” Sungut Hannie marah sambil memukul-mukul lengan Kyuhyun yang keras sementara pria itu hanya tergelak tapi tidak berusaha menghindar. Dia hanya berusaha menangkap tangan gadis itu yang terus memukul lengannya.
Tap! Kyuhyun berhasil menangkap tangan Hannie. Gadis itu mencoba menariknya tapi tangan suaminya malah menggenggamnya dengan erat. Hannie menatap Kyuhyun yang juga balas menatapnya. Untuk beberapa saat mereka saling bertatapan. Lalu makin lama jarak mereka makin menipis. Hingga bibir mereka nyaris bersentuhan. Namun nada panggil dari ponsel Kyuhyun mengagetkan keduanya. Mereka pun kembali ke posisi duduknya masing-masing. Pria itu langsung menerima telpon itu.
“Yoboseo. Ah Raena-aa. Bagaimana kabarmu? Aku baik-baik saja. Hannie juga. Kau ingin bicara padanya?” Kyuhyun memberikan ponselnya pada Hannie. Dengan ragu-ragu gadis itu menerima ponsel itu.
“Yoboseo eonnie.” Sapa Hannie.
“Hannie senang bisa mendengar suaramu. Maaf ya harus meninggalkanmu sendirian. Kau pasti kesepian. Apa selama aku tidak ada Kyuhyun bersikap baik padamu?” Tanya Raena.
“I-ya te-tentu saja. Oppa sangat baik padaku.” Sahut Hannie.
“Oh sukurlah. Dia mendengarkan nasehatku untuk tidak terlalu kaku padamu. Biar bagaimanapun kau kan juga istrinya, calon ibu bagi anak-anaknya. Kalau kau ingin pergi keluar jangan sungkan untuk meminta pada Kyuhyun. Oh iya aku baru akan pulang ke Korea besok dan mungkin akan tiba minggu sore atau senin malam.” Kata Raena riang.
“I-iya.” Sahut Hannie lagi pelan.
“Baiklah. Berikan ponselnya pada Kyuhyun. Aku ingin bicara lagi dengannya sebelum menutup telpon.” Pinta Raena. Hannie pun memberikan ponsel itu pada Kyuhyun dan pria itu pun terlibat pembicaraan dengan istri pertamanya cukup lama.
Hannie sendiri hanya duduk diam, di samping Kyuhyun yang sedang asyik bicara di telpon, sambil memikirkan sesuatu. Ini sudah seminggu Raena di Jepang. Dan sudah seminggu Hannie merasakan memiliki Kyuhyun hanya untuknya seorang. Bahkan beberapa hari terakhir sikap dingin pria itu terhadapnya berubah hangat. Hubungan mereka bahkan kembali seperti saat sebelum Kyuhyun pergi ke New York dan kemudian menikah dengan Raena. Yah mungkin memang benar bahwa sikap pria itu terhadap Hannie berubah hangat karena nasehat istri pertamanya itu. Setiap hari wanita itu memang selalu menelpon Kyuhyun dan Hannie menanyakan kabar mereka. Jadi rupanya Raena akan pulang besok sore atau malam. Itu artinya bagi Hannie, dia hanya punya waktu malam ini dan besok untuk bisa seperti ini bersama Kyuhyun, berperan sebagai istri yang sesungguhnya sebelum akhirnya peran itu akan kembali diambil alih wanita itu. Dan dia hanya akan memiliki Kyuhyun saat di atas ranjang. Tapi ada perasaan tidak rela di hatinya. Bisakah dia juga diberi kesempatan yang sama seperti Raena? Hannie mengeluh. Dia memang terlalu menikmati masa-masa tidak adanya Raena di antara mereka hingga dia bisa memonopoli suami mereka. Dan sekarang saat masa-masa itu akan berakhir dia malah tidak bisa merelakannya.
“Oy Hannie.” Suara panggilan Kyuhyun membuyarkan lamunan Hannie.
“Ah a-ada apa?” Sahut Hannie kaget. Rupanya Kyuhyun sudah selesai bicara dengan Raena di Jepang via telpon.
“Kau ini suka sekali melamun ya? Bahkan meski saat ada orang di sampingmu. Apalagi saat sedang sendirian. Sebenarnya apa yang kau pikirkan?” Tanya Kyuhyun heran.
“Ah itu tidak…uhm…oppa tidak perlu tahu.” Sahut Hannie sambil menunduk.
“Aa…semacam rahasia wanita ya. Haahhh….wanita memang suka main rahasia-rahasiaan. Bikin repot saja.” Kyuhyun memanyunkan bibirnya lucu. Hannie hanya melirik suaminya itu dan tersenyum melihat mimik muka yang ditunjukan pria itu.
“Hei Hannie. Nanti malam bagaimana kalau kita pergi kencan?” Ajak Kyuhyun yang cukup membuat Hannie kaget.
“Pergi kencan?” Ulang Hannie sambil menatap Kyuhyun.
“Uhm. Pergi kencan. Biasanya para pasangan suka pergi berkencan di malam minggu kan? Kau mau tidak?” Kata Kyuhyun sambil menatap Hannie.
“A-aku mau.” Sahut Hannie malu-malu.
*******
Jantung Hannie berpacu kencang ketika adegan dimana tuan Grey mencium Ana dengan gairah. Adegan demi adegan mulai dari pria itu melucuti pakaian wanitanya, mencumbuinya hingga akhirnya terjadi percintaan dimana Ana menyerahkan keperawanannya pada tuan Grey seolah mengingatkan Hannie pada malam pertamanya bersama Kyuhyun. Seluruh sarafnya terasa tegang. Matanya tidak bisa lepas dari layar. Namun dia juga menyadari orang-orang di bioskop yang rata-rata berpasangan mulai beraksi dari saling raba hingga berciuman panas. Untung tidak ada yang nekad bercinta disini. Setidaknya mereka masih sedikit waras.
“Hannie. Nonton adegan orang yang sedang bercinta itu tidak usah terlalu serius. Wajahmu terlihat tegang sampai memerah begitu.” Bisik Kyuhyun tiba-tiba di telinga Hannie.
Blush! Hannie yakin wajahnya saat ini pasti merah seperti kepiting rebus. Sialan pria ini. Bagaimana dia tahu seperti apa wajah gadis itu saat ini sedangkan dalam bioskop kan gelap?
BUGH! Dengan kesal Hannie memukul perut Kyuhyun yang terasa empuk itu.
“Ouch.” Terdengar rintihan pelan dari Kyuhyun. Tapi kemudian terdengar kekehan pelan dari pria itu. Membuat Hannie tambah kesal. Ingin rasa dia memukuli dan mencubiti suaminya itu. Tapi itu malah akan menimbulkan keributan yang justru mengganggu ketenangan orang-orang yang sedang menonton. Walau dia juga tidak yakin orang-orang ini sedang menonton atau bercumbu atau keduanya.
Hannie memutuskan untuk tidak memperdulikan Kyuhyun atau orang-orang disekitarnya. Menonton adegan demi adegan sambil berusaha tetap santai. Tapi sialnya setiap adegan percintaan muncul lagi-lagi jantungnya berpacu cepat dan dia yakin wajahnya pasti memerah sekarang. Dan suara deheman pelan dari Kyuhyun tepat di telinganya membuat Hannie tambah tersipu. Hingga sampai pada bagian yang paling menegangkan baginya. Yaitu saat adegan dimana Ana yang sedang berdiri dalam keadaan telanjang dan tangannya terikat ke atas sementara tuan Grey menyusuri tubuh wanita itu dengan semacam tongkat lentur yang ujungnya pipih. Mata Hannie semakin membulat ketika tiba-tiba pria itu mulai memukulkan tongkat lentur itu. Dan seolah ikut merasakan sakitnya, setiap tuan Grey memukulkan tongkat lentur itu ke tubuh Ana dan tubuh wanita itu tersentak, maka tubuh Hannie juga ikut-ikutan tersentak. Bahkan tanpa sadar tangannya mencengkram lengan Kyuhyun yang duduk di sebelahnya.
GREP! Cengkraman tangan Hannie pada lengan Kyuhyun semakin kuat ketika tuan Grey itu kemudian bercinta dengan Ana yang masih terikat sambil berdiri yang slidenya bergantian dengan adegan dimana tuan Grey bercinta dari belakang dengan Ana yang terikat pada ujung tempat tidur dan diakhiri dengan Ana yang terkulai dan di gendong oleh tuan Grey keluar dari ruangan yang penuh benda-benda yang menurut Hannie aneh dan tidak wajar. Seperti ruangan penyiksaan tahanan jaman kerajaan tempo dulu saja. Tapi ternyata itu ruangan tempat tuan Grey menawarkan sensasi percintaan ekstrim yang menantang yang disebut BDSM. Tch Hannie tidak akan mau kalau disuruh seperti itu. Mengerikan.
“Hannie. Kau sedang tidak ingin pingsan kan?” Tiba-tiba bisikan Kyuhyun kembali terdengar.
“Ke-kenapa oppa bertanya begitu?” Hannie balas bertanya dengan suara berbisik sambil mengerutkan keningnya.
“Karena saat adegan percintaan yang tadi wajahmu lebih tegang daripada adegan percintaan yang pertama. Bahkan lenganku sampai sakit karena cengkraman tanganmu kuat sekali. Ku pikir kau mau pingsan.” Sahut Kyuhyun sambil menunjuk tangan Hannie yang masih mencengkram kuat lengannya.
Astaga Hannie baru menyadarinya. Tanpa bicara gadis itu langsung melepaskan cengkramannya. Dia malu sekali. Sepertinya disini yang terlalu berlebihan cuma dia. Sementara Kyuhyun justru terkekeh geli melihat Hannie yang salah tingkah. Sepertinya membuat Hannie salah tingkah adalah kegiatan yang menyenangkan bagi pria itu. Daripada menanggapi kejahilan suaminya ini Hannie pun memilih untuk terus menonton hingga filmnya selesai walau sesekali terutama saat ada adegan erotis dan dia kembali mencengkram lengan Kyuhyun, suaminya itu menggodanya entah dengan bisikan kata-kata jahil atau cuma sekedar berdehem di telinganya. Pria ini memang suka menjahilinya saat menonton film. Dulu juga saat Kyuhyun dan Hannie masih bersama, saat menemaninya menonton film romantis dan ada adegan ciuman yang membuat gadis itu jadi terhanyut, pria itu juga sering menggodanya seperti tadi. Tapi sejujurnya gadis itu menikmati acara nontonnya bersama Kyuhyun. Ini adalah hal yang paling dia impikan setelah pernikahan mereka. Yang susah diwujudkan jika ada Raena diantara mereka.
Hannie dan Kyuhyun berjalan keluar dari bioskop menuju parkiran mobil sambil bergandengan tangan. Wajah gadis itu agak memerah dan dia terus menunduk. Sebenarnya selain senang karena diajak nonton hanya berdua oleh suaminya ini, dia juga malu. Bagaimana tidak. Dia menonton film erotis semacam Fifty Shades Of Grey bersama dengan orang banyak. Entahlah bagaimana perasaan Hannie saat itu. Saat melihat beberapa pasangan mencuri-curi kesempatan untuk berciuman dan saling raba. Mentang-mentang dalam bioskop gelap. Mungkin mereka pikir tidak ada memperhatikan aksi mesum mereka karena orang-orang hanya terfokus pada 2 hal, layar bioskop dan pasangan masing-masing. Atau kalaupun ada yang melihat mereka juga tidak perduli. Ah Hannie tidak tahu. Yang jelas gadis itu merasa tidak nyaman menonton film semacam itu bersama banyak orang. Apalagi dengan Kyuhyun yang terus menjahilinya sepanjang film diputar. Aish rasanya film seperti ini lebih baik ditonton saat sedang sendirian saja. Kebalikannya dengan Hannie, pria itu malah terlihat tenang-tenang saja. Wajahnya ceria dengan senyum tipis yang terus mengembang di bibir tebalnya. Sesampainya di tempat parkir, Kyuhyun mematikan alarm mobilnya dan membuka kunci pintu mobilnya. Dia lalu membuka pintu mobil dari kursi penumpang di depan dan menyuruh Hannie masuk. Setelah itu baru dia masuk ke mobil dan menyetir meninggalkan area parkir.
“Jadi lebih seru mana, menonton filmnya atau baca novelnya?” Tanya Kyuhyun sambil fokus menyetir mobilnya.
Hannie terdiam. Sebenarnya baginya keduanya sama-sama seru. Menonton Filmnya seru karena bisa melihat visualisasinya walaupun tidak selengkap di novel dan ada beberapa bagian yang dihilangkan atau diganti dengan alasan kurang layak dipertontonkan. Apalagi Jamie Dornan yang menjadi Christian Grey dan Dakota Johnson yang menjadi Anastasia Steele lumayan memanjakan mata. Ditambah dengan keromantisan tuan Grey yang membuat meleleh wanita manapun. Tapi membaca novelnya pun juga sama serunya. Karena adegannya lebih lengkap, lebih detail membuat imajinasi lebih berkembang. Ah dua-duanya menurut Hannie sama bagusnya.
“Aku rasa dua-duanya aku suka.” Sahut Hannie.
“Aku rasa lebih enak nonton filmnya. Lebih jelas penggambarannya. Daripada cuma baca tulisan lalu berimajinasi sendiri. Mana seru? Tapi aku rasa praktek langsung lebih bagus. Untuk adegan percintaannya tentu saja.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum jahil.
“Ish oppa mesum.” Sungut Hannie kesal. Kyuhyun hanya tergelak geli sampai bahunya ikut berguncang. Sepertinya mengajak pria ini berdiskusi soal novel dan film secara serius adalah pekerjaan sia-sia.
“Lain kali aku mau nonton film seperti itu sendirian saja. Nonton dengan orang seramai itu tidak enak.” Kata Hannie lagi.
“Bukannya tadi sudah kutawarkan untuk membooking bioskop itu hanya untuk kita berdua tapi kau tidak mau. Katanya ingin kencan seperti orang normal. Ya aku turuti.” Sahut Kyuhyun kalem.
“Tapi oppa kan tidak bilang mau nonton FSOG.” Kata Hannie tidak mau kalah.
“Terus kalau aku bilang akan nonton film itu kau memangnya setuju bioskop itu aku booking?” Tanya Kyuhyun.
“Tidak. Lebih baik nonton film lain saja. Aku lebih suka nonton film FSOG sendirian. Aku malu kalau nonton bersama orang banyak apalagi dengan oppa.” Sahut Hannie sambil menunduk malu.
“Oh ya? Jadi tidak mau nonton FSOG bersamaku tapi kalau kuajak mempraktekan adegan percintaannya kau tidak keberatan begitu?” Goda Kyuhyun.
“OPPAAA……” Hannie menjerit sambil menutup wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangannya. Sedangkan Kyuhyun malah tertawa keras.
“Hahahahaha astaga Hannie. Kau benar-benar masih polos. Andai aku tidak ingat rencana selanjutnya ingin rasanya menepikan mobil ini di tempat sepi dan menyerangmu. Tapi nanti rencanaku malah gagal.” Kata Kyuhyun disela tawanya.
“Eh rencana apa?” Tanya Hannie menatap Kyuhyun heran. Namun pria itu hanya tersenyum sambil terus menyetir mobilnya, membuat gadis itu penasaran apa yang direncanakan suaminya ini.
Setelah beberapa lama menyetir Kyuhyun pun membelokan mobilnya ke arah Yeouido Park. Hannie mulai bertanya-tanya apakah suaminya ini akan membawanya ke taman ini. Tapi ternyata tidak. Mobil pria itu tidak berhenti di taman melainkan terus hingga sampai ke dermaga Yeouido. Gadis itu mulai mengerti kemana Kyuhyun akan membawanya. Yah dermaga Yeouido artinya dia akan diajak naik kapal pesiar yang menyusuri sungai Han ini. Astaga gadis itu nyaris bersorak kegirangan. Seumur hidup ini kali pertama dia diajak berpesiar dengan kapal pesiar menyusuri sungai Han di malam hari. Makan malam, pertunjukan musik dan menyaksikan atraksi air terjun warna warni di jembatan Banpo. Dan semua itu dilakukan bersama orang yang dicintainya. Seperti mimpi saja. Tapi benarkah mereka akan naik kapal pesiar? Jangan-jangan Kyuhyun hanya singgah sebentar lalu mereka pulang. Siapa tahu pria itu ada janji bertemu seseorang di dermaga Yeouido. Tapi malah terdengar seperti pertemuan ilegal. Mana mungkin.
Kyuhyun menepikan mobilnya di dekat dermaga Yeouido. Lalu dia turun dan membuka pintu untuk Hannie.
“Ayo turun.” Kata Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya. Hannie pun turun sambil memegangi tangan suaminya itu. Lalu datang pria berseragam dan membungkuk hormat pada mereka.
“Selamat datang tuan dan nyonya Cho. Anda sudah ditunggu Choi sajangnim. Silahkan. Biar mobilnya saya yang parkirkan.” Sambut pria berseragam itu ramah.
Kyuhyun tersenyum dan memberikan kunci mobilnya pada pria berseragam itu dan membiarkan mobilnya diurus oleh pria itu tadi.
“Ayo.” Ajak Kyuhyun sambil menggenggam lembut tangan Hannie dan menggandengnya menuju dermaga. Seorang pria tampan berlesung pipi sudah menunggunya di atas dermaga. Sementara di belakangnya sebuah kapal pesiar yang tidak terlalu besar tapi mewah dan berkelas tampak sedang merapat di dermaga.
“Selamat datang tuan dan nyonya Cho. Saya Choi Siwon pemilik perusahaan layanan pesiar menyusuri sungai Han ‘Polaris’. Saat ini anda berdua akan menikmati salah satu layanan kami yaitu ‘Polaris Private Yacht’ yacht privat mewah dengan dinner eksklusif, live music dengan band, sambil menyusuri Sungai Han.” Sapa pria tampan itu ramah.
“Tch Siwon hyung jangan berlebihan. Seperti menghadapi siapa juga.” Kyuhyun cemberut sehingga pria tampan berlesung pipi itu tergelak geli.
“Ya ya aku tahu. Kita memang rekanan dalam bisnis dan juga sahabat. Tapi malam ini kau kan pengguna jasa ‘Polaris’? Tamu harus dilayani dengan baik.” Sahut Siwon sambil mengedipkan sebelah mata.
“Terserah hyung saja.” Kata Kyuhyun pasrah. Senyum penuh kemenangan pun terkembang di wajah tampan Siwon.
“Baiklah selamat menikmati berpesiar romantis menyusuri sungai Han di malam hari.” Kata pria itu dengan ramah. Dia pun mempersilahkan Hannie dan Kyuhyun untuk naik ke kapal pesiar mini itu.
Hannie menurut saja saat Kyuhyun membimbingnya menaiki yacht mini namun mewah itu. Sepertinya kapal ini memang dirancang hanya untuk pesiar paling banyak beberapa orang saja. Atau mungkin memang dikhususkan untuk pasangan. Saat berada di atas dek Hannie terkagum-kagum dengan apa yang ada di atasnya. Ada meja dan kursi yang diatur untuk sebuah makan malam romantis berdua. Ada band dengan 2 penyanyi pria dan wanita. Lagu-lagu romantis mengalun dari band itu. Seorang pria berseragam pelayan mempersilahkan pasangan suami istri itu untuk duduk di tempat yang sudah disediakan.
Hannie benar-benar tidak percaya dengan semua ini. Tadi dia menonton film bersama Kyuhyun dan sekarang sedang kencan di atas kapal pesiar yang menyusuri sungai Han. Menikmati makan malam mewah di atas dek kapal. Di bawah langit cerah penuh bintang. Dihiasi lampu-lampu kota yang berwarna warni yang terlihat di sepanjang sungai Han. Ditemani musik romantis. Hidup Hannie rasanya sangat indah. Ternyata ‘Polaris’ ini memiliki jaringan layanan kapal pesiar dari yang untuk umum, semi privat hingga yang privat. Dari kapal yang bisa menampung ratusan orang hingga yang hanya disewa secara privat oleh keluarga atau pasangan. Dari yang berharga murah hingga yang termahal. Dan ternyata layanan kapal pesiar ini tidak hanya terdapat di sungai Han Korea saja tapi juga ada di sungai-sungai di Eropa dan juga Cina. Dan yang mereka naiki sekarang adalah yacht yang biasa disewa privat oleh orang-orang kaya dan tentu saja berharga mahal dengan fasilitas mewah dan berkelas. Tadi sebelum acara makan malam romantis di atas dek, dia sempat melihat-lihat ke dek bawah dimana ada semacam ruangan mewah lengkap dengan fasilitas eksklusif dan mini bar. Jika cuaca sedang tidak bagus atau karena benar-benar butuh privasi, mereka bisa melakukan makan malam di dek bawah sekaligus melihat pemandangan dari sana karena disekeliling dek terdapat jendela kaca besar yang memungkinkan melihat pemandangan di luar dari dek bawah. Tapi sepertinya memang Kyuhyun merencanakan sejak awal makan malam romantis di atas dek kapal di bawah langit yang bertaburan bintang. Hannie merasa beruntung bisa naik kapal ini. Ah pantas saja tadi sebelum berangkat kencan Kyuhyun memberinya gaun indah dan sepatu cantik berhak agak tinggi ini. Tadinya dia pikir setelah menonton film, suaminya itu akan mengajaknya makan malam di restoran bintang 5. Tapi ternyata malah makan malam romantis sambil berpesiar di atas yacht mewah menyusuri sungai Han. Benar-benar kejutan yang menyenangkan untuk Hannie.
Hannie berdiri di pinggiran dek kapal sambil berpegangan pada pagar pembatasnya. Di sampingnya Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Mereka baru saja menyelesaikan makan malam romantis dan kini sedang bersantai menikmati pemandangan di sepanjang pinggir sungai Han. Kapal ini sebentar lagi akan melewati jembatan Banpo. Mereka sedang menanti pertunjukan air mancur warna warni seperti pelangi yang timbul dari cahaya lampu LED yang ada di jembatan itu. Air mancur yang juga disebut sebagai Rainbow Fountain. Dan ketika mereka sampai di jembatan itu tidak berapa lama atraksi yang paling dinanti Hannie. Air mancur tiba-tiba keluar dari semua sisi jembatan. Efek lampu LED warna warni membuat air mancur itu seperti berwarna pelangi. Benar-benar atraksi air yang indah dan mengagumkan. Hannie tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya menyaksikan suguhan atraksi air mancur paling indah yang pernah dia lihat seumur hidupnya. Dan semua tersaji di depan matanya. Dia sampai merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Tiba-tiba dia merasa sepasang tangan meraba lembut pinggangnya terus naik hingga mencapai tangannya. Hannie awalnya agak kaget dan refleks menurunkan tangannya. Namun tangan itu malah membuat tangannya kembali terentang. Gadis itu menggigit bibir bawahnya senang. Dia merasa seperti sedang terbang bebas bersama pria yang dicintainya yang sedang berdiri di belakangnya. Cho Kyuhyun.
“Seperti adegan di film Titanic ya?” Bisik Kyuhyun tiba-tiba.
“Uhm.” Hannie mengangguk setuju.
“Tapi mudah-mudahan di depan sana tidak ada gunung es atau sejenisnya.” Seloroh Kyuhyun tiba-tiba.
“Aish oppa mana mungkin. Sejak kapan di sungai Han ada gunung es?” Sungut Hannie kesal. Tadi sudah tercipta suasana romantis dengan adegan seperti di film Titanic eh malah Kyuhyun merusaknya dengan kata-kata tidak pentingnya. Kekehan pria itu menambah kesal gadis itu.
Tiba-tiba Kyuhyun membawa tangan Hannie yang terentang untuk turun dan masih dengan tangan gadis itu yang digenggamnya, dia melingkarkan tangannya di perut istri ke-2nya memeluknya dengan erat dari belakang. Hannie merasakan kepala pria itu berada di samping wajahnya. Pipinya diciumi dengan lembut dan ketika dia menoleh, Kyuhyun dengan sigap meraup bibirnya, menyesap dan melumatnya dengan gairah. Hannie meladeni ciuman penuh hasrat dari pria itu dengan suka cita. Dia selalu suka saat bibir pria ini menyentuhnya. Tidak hanya dibibir mungilnya tapi juga di seluruh tubuhnya. Mereka terus saling melumat hingga Hannie nyaris kehabisan oksigen.
“Mmhhhh…..mmmmhhh….ahhhhh……hah…hah…” Hannie berhasil melepaskan bibirnya dari lumatan ganas Kyuhyun. Dia berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya. Sementara pria itu melepaskan tangan Hannie namun kemudian malah memeluk perut gadis itu semakin erat dari belakang sambil hidungnya membaui wangi rambut dan leher Hannie.
“Kau ingin dansa denganku?” Bisik pria itu lirih. Hannie hanya mengangguk.
Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya. Dia lalu menarik lembut tangan Hannie hingga ke tempat dekat band yang masih melantunkan lagu romantis. Dia meraih tangan istrinya itu dan memeluk pinggangnya, mengajaknya untuk berdansa. Tapi tiba-tiba Hannie menghentikannya. Gadis itu ingin berdansa dengan lagu favoritnya yang menggambarkan perasaan hatinya pada pria di hadapannya ini.
“Ada apa?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.
“Boleh aku memilih lagu pengiringnya?” Tanya Hannie sambil menatap Kyuhyun ragu-ragu.
“Tentu boleh. Kau ingin lagu apa? Biar aku sampaikan pada band nya.” Tanya Kyuhyun lembut.
“Biar aku saja.” Hannie lalu melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. Dia berjalan menuju tempat para band berada. Dia berbicara sebentar pada pimpinan band itu dan pria yang memimpin band itu tampak tersenyum mengerti dan mulai menginstruksikan para anggota band untuk memainkan lagu yang diinginkan Hannie.
Hannie kemudian kembali ke hadapan Kyuhyun dan sambil tersenyum dia meletakan tangannya di bahu pria itu sementara tangan pria itu memeluk pinggangnya erat. Tangan mereka yang satunya pun saling bertautan dan terdengarlah lagu romantis berirama lembut dinyanyikan oleh penyanyi wanita mengiringi gerakan dansa mereka.
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am whole again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am fun again
However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am clean again
However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you
I will always love you
*Love Song by Adele. Sebelumnya dinyanyikan band 311 untuk OST film 50 First Dates*
Hannie merebahkan kepalanya di dada Kyuhyun. Kedua tangannya kini memeluk leher pria itu erat sementara pinggangnya juga dipeluk erat oleh suaminya itu. Mereka terus berdansa diiringi lagu romantis pilihan gadis itu. Hannie memejamkan matanya menahan perih di hatinya. Dia tidak tahu untuk apa Kyuhyun melakukan semua ini. Apa karena pria itu mulai memiliki perasaan padanya atau hanya sekedar untuk menyenangkan hatinya agar suaminya itu bisa mendapatkan apa yang diinginkan dari dirinya. Tubuhnya dan tentu saja anak darinya. Tapi apapun alasannya Hannie tidak perduli. Saat ini Kyuhyun adalah miliknya dan dia hanya ingin berpikiran bahwa semua ini dipersembahkan pria itu hanya untuknya seorang. Lagu cinta itu terus mengalun seolah menyampaikan hati Hannie yang sesungguhnya. Pada pria yang kini sedang memeluknya erat.
Tbc
********
Mengenai reaksi Hannie itu yang protes enakan nonton film gituan sendirian daripada rame-rame itu sih dari perdebatan saya ma temen saya abis nonton Twilight Saga: The Breaking Dawn Part 1 di bioskop. Biasa itu saya yang protes dan temen saya cuma bisa geleng-geleng sambil menghibur ‘udah lah fren ntar besok-besok kita beli bajakannya terus nonton di rumah gue biar lu gak tengsin-tengsin amat” huakakakaka sialan entah harus terharu ma temen saya atau pengen nabok dia. Btw temen saya itu cewek 😀
Nama layanan kapal pesiarnya punya pak Siwon itu ngarang lo ye. Namanya juga ff. Kalo ada yang di real  ya kebetulan.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: