Story About The Second Wife Part 2

0
Story About The Second Wife Part 2 ff nc kyuhyun
Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 2
Category: romance, sad, married life, yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena (oc)
Hannie membuka mata pelan-pelan. Dia mendapati dirinya yang sendirian di atas ranjang. Kamar ini sudah terang berkat cahaya matahari yang masuk lewat dinding kaca yang sudah dibuka tirainya. Gadis itu mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa remuk akibat aktifitas tadi malam. Entah jam berapa dia tertidur. Yang jelas setelah Kyuhyun memintanya sekali lagi untuk melayani hasrat pria itu dan kemudian mencapai kepuasannya, dia akhirnya membiarkan Hannie tidur. Pria itu benar-benar ganas saat mengerjai tubuhnya. Pantas saja Raena sempat mengkhawatirkannya. Tentu saja wanita itu mengetahui hal semacam itu. Dia kan lebih dulu menjadi istri Kyuhyun. Bahkan mereka sudah melakukannya saat masih berpacaran. Jadi pasti dia sudah lebih dulu merasakan bagaimana pria itu saat di atas ranjang.

Tapi ada yang aneh dengan kata-kata Kyuhyun tadi malam sebelum mereka bercinta. Kata-kata ‘…….Bagaimana mungkin aku bisa menolak sesuatu yang tidak bisa kudapatkan dari istriku?…..’ Hannie mengerutkan keningnya. Apa maksudnya kata-kata itu? Sesuatu yang tidak Kyuhyun dapatkan dari Raena? Anak kah? Memang hal itu lah yang tidak bisa pria itu dapatkan dari istri pertamanya dan bisa dia dapatkan Hannie. Tapi kenapa Kyuhyun mengatakan hal seperti itu saat sebelum mereka bercinta? Mereka kan sudah sama-sama tahu bagaimana kondisi Raena yang sebenarnya. Bukankah untuk itu Hannie dinikahi? Lalu kemudian gadis itu bertanya-tanya, setelah dia berhasil hamil dan melahirkan anak untuk Kyuhyun lalu bagaimana nasibnya nanti? Apakah dia akan diceraikan dan dipisahkan dari anaknya? Hannie menggeleng kuat-kuat. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Dia rela berbagi seumur hidup asal hal mengerikan itu tidak terjadi. Hei tapi baik Raena maupun Kyuhyun tidak menjelaskan berapa lama Hannie akan menjadi istri ke-2. Tidak juga dijelaskan kapan dia akan diceraikan, berapa anak yang harus Hannie lahirkan untuk pasangan itu. Seolah itu adalah kontrak tanpa batas untuknya. Bisakah Hannie berharap ini untuk selamanya? Gadis itu menghela nafas berat. Dia menguatkan hatinya. Ini pilihan yang sudah dia ambil. Dan dia akan menyelesaikannya sampai batas dimana dia sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan.
Hannie kemudian duduk di atas ranjang. Tubuh telanjangnya hanya berbalut selimut. Dia memperhatikan lantai kamar. Gaun tidur dan celana dalamnya masih teronggok di lantai. Tapi baju Kyuhyun sudah tidak ada. Hannie tidak tahu jam berapa pria itu keluar dari kamar ini. Begitu pria itu melepaskan tubuhnya, gadis itu langsung tertidur kelelahan. Dia kemudian menengok jam dinding.
“Pukul 8 pagi.” Desisnya. Dia bangun kesiangan. Andai dia masih bekerja di Cho Grup bisa dipastikan dia sudah sangat terlambat. Hannie memang sudah berhenti bekerja. Kyuhyun memintanya untuk berhenti bekerja sebelum pernikahan. Meski pernikahan ke-2 CEO CHO Grup itu bukanlah rahasia tapi membiarkan Hannie tetap bekerja di perusahaan ini bukanlah hal yang mudah. Pria itu khawatir istri ke-2 nya akan mendapat masalah dari rekan sekerjanya maupun orang-orang di luar sana terkait status istri ke-2 yang disandangnya. Dia khawatir kelelahan dan stress akan membuat proses kehamilan Hannie terhambat. Karena itu menurutnya Hannie lebih baik berhenti bekerja dan tetap tinggal di rumah besar ini. Dan Raena juga mengkhawatirkan hal yang sama dan kompak dengan suaminya untuk memintanya berhenti bekerja. Ah iya gadis itu mengerti. Segala kekhawatiran Kyuhyun kepada dirinya pasti berhubungan dengan tugasnya untuk hamil dan melahirkan keturunan Cho. Bukankah memang itu arti Hannie di sisi pria pujaannya itu?
Hannie bergegas bangkit dari ranjang memunguti gaun tidur dan celana dalamnya yang teronggok di lantai lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Meski bagian bawahnya terasa perih dan ngilu, namun dia mengabaikannya dengan terus berjalan menuju kamar mandi dengan tertatih-tatih dan tubuh telanjangnya. Dia memutuskan mandi dengan shower untuk menghemat waktu. Saat berdiri di bawah shower dia tertegun melihat pantulan bayangannya pada cermin di hadapannya. Terlihat tubuh mungil telanjang Hannie dengan kulit putih susunya yang tadinya mulus namun kini dihiasi jejak-jejak bukti gairah Kyuhyun tadi malam. Leher, bahu, dada dan perutnya penuh dengan tanda merah keunguan. Lalu pinggangnya terdapat bekas cengkraman jari berwarna kemerahan. Benar-benar terlihat bagaimana tingginya libido pria itu. Belum dengan rasa perih dan ngilu yang masih bersarang di kewanitaannya. Ternyata dibalik sikap dingin dan tegasnya seorang Cho Kyuhyun, tersimpan iblis mesum yang mampu membuat Hannie mendesah dan menjerit nikmat. Ups. Dia merasakan tubuhnya panas setiap mengingat perlakuan suaminya itu pada tubuhnya. Dia tersenyum geli menyadari kalau pikirannya juga mulai mesum. Dengan tergesa-gesa dia memutar kenop pada shower dan tetesan air seperti air hujan turun membasahi tubuhnya yang terasa lengket.
Setelah urusan bersih-bersihnya selesai, bergegas dia menuju lemari untuk mengambil pakaian. Saat membuka lemari dan melihat isinya dia takjub. Ada dress-dress indah yang tergantung berjejer rapi, juga gaun tidur seperti yang tadi malam Hannie pakai. Pakaian dalam wanita juga ada. Semuanya bukan merk sembarangan. Model dan bahannya saja terlihat mewah. Dia tidak bisa membayangkan berapa harga benda-benda itu seluruhnya. Hannie jadi merasa seperti berada di butik. Dan semua itu miliknya dilihat dari ukurannya yang pas untuk tubuh mungilnya. Apa pria itu yang menyiapkan semuanya untuknya? Atau Raena? Atau mungkin orang tua Kyuhyun yang kini jadi mertuanya? Mungkin mereka ingin Hannie terlihat pantas menjadi bagian dari keluarga Cho walau hanya berstatus istri ke-2. Dia meringis saat melihat deretan pakaian di sebelahnya. Deretan pakaian sederhana yang biasa dia pakai sehari-hari benar-benar kontras dengan dress di sebelahnya. Untung Hannie tidak membawa semua baju dari rumah lamanya. Hanya beberapa yang mungkin benar-benar akan terpakai. Apalagi Raena pernah mengatakan pakaian untuk Hannie sudah tersedia. Tapi gadis itu tetap mengepak beberapa pakaiannya dalam koper dan pakaiannya memang tiba lebih dulu di rumah ini daripada dirinya. Dan dia juga tidak perlu repot-repot membereskan barang bawaannya karena di rumah ini ada 2 pelayan yang dipekerjakan Kyuhyun, Han ahjumma, wanita berusia 40an akhir dan Lee Nayoung, gadis muda sebaya Hannie, yang merupakan keponakan Han ahjumma yang dibawanya dari desa.
Lazimnya wanita pada umumnya yang tertarik terhadap sesuatu yang indah maka gadis itu pun tertarik memakai dress indah yang disediakan untuknya. Akhirnya dia memilih dress selutut berlengan pendek yang tertutup bagian atasnya untuk menutupi jejak-jejak merah di leher dan dadanya. Selesai berpakaian dia pun turun dari kamarnya di lantai atas.
Hannie menuruni tangga dengan tertatih-tatih. Selangkangannya masih terasa nyeri. Dia berjalan sedikit mengangkang. Dia berharap semoga tidak bertemu siapa-siapa karena dia malu, orang-orang yang melihatnya seperti ini pasti bisa menebak apa yang terjadi padanya.
“Selamat pagi Hannie.” Suara lembut seorang wanita menyapa pendengaran Hannie sesampainya di bawah. Gadis itu sedikit kaget dan refleks menoleh ke samping.
“Ah eonnie. Se-selamat pagi.” Dengan gugup Hannie membalas sapaan Raena.
Hannie memandangi penampilan Raena yang sudah rapi dengan dress yang memperlihatkan kesempurnaan lekuk tubuhnya, nampak serasi dengan sepatu dan tasnya. Wangi yang mahal dan elegan tercium dari tubuh tinggi rampingnya. Wanita itu benar-benar cantik dan anggun. Seperti model yang sering dia lihat di majalah atau di peragaan busana yang pernah dia tonton di televisi. Wanita itu memang mempesona dari dulu hingga sekarang. Pantas saja Kyuhyun begitu memujanya sejak masih sekolah hingga sekarang. Hannie jadi iri pada keberuntungan wanita itu. Tapi Raena berdandan rapi seperti itu mau kemana? Setahunya wanita ini tidak bekerja. Dia hanya sesekali datang ke perusahaan appanya jika ada rapat atau sekedar meninjau.
“Hai Hannie. Wow ternyata dress itu cocok sekali untukmu. Pilihan ku dan eomonim ternyata tepat. Semoga kau suka. Dan pakaian-pakaian yang lain juga kuharap kau menyukainya. Sengaja aku dan eomonim menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk belanja pakaianmu. Untung kami tahu ukuranmu. Dan ternyata sangat pas.” Celoteh Raena riang.
‘Ah jadi Raena dan nyonya Cho yang membelikan semua yang ada dilemari itu?’ Pikir Hannie sedikit kecewa. Padahal tadinya dia berharap Kyuhyun juga turut andil. Yah paling-paling pria itu hanya turut andil dari keuangannya saja.
“Te-terima kasih eonnie. Nanti juga kalau bertemu aku akan berterima kasih pada eomonim.” Ucap Hannie tulus.
“Sama-sama. Oh iya kau mau ikut tidak? Hari ini aku dan eomma akan menghabiskan waktu seharian untuk belanja dan perawatan kecantikan.” Ajak Raena riang.
“Ah itu….” Hannie agak kebingungan akan menjawab apa terhadap ajakan Raena itu. Tubuhnya masih lelah dengan sakit di bagian tertentu. Jangankan untuk berjalan, sekedar bergerak sedikit saja susah. Apalagi perginya bersama nyonya Kim. Bagaimana bisa Hannie menikmati hari bersama mereka di bawah tatapan dan sikap dingin wanita paruh baya itu? Memang meski Nyonya Kim selalu bersikap dingin dan sinis padanya tapi selama tinggal di rumah keluarga Kim, Hannie tidak pernah menerima perlakuan atau kata-kata kasar dari wanita itu. Kalau pun dia dimarahi itu juga jarang terjadi. Tapi dengan sikap dan tatapan nyonya Kim yang dingin, sudah cukup membuat Hannie merasa tidak nyaman. Terutama jika dia terlalu dekat dengan Raena, sikap wanita itu tambah tidak bersahabat. Jadi mana mungkin dia bisa menerima ajakan istri pertama suaminya itu jika perginya bersama wanita itu? Tapi kalau Hannie menolak pergi apa Raena tidak kecewa? Ah kenapa jadi membingungkan seperti ini? Keluh Hannie dalam hati.
“Ah sepertinya kau sedang tidak ingin kemana-mana ya. Aku mengerti. Kau pasti masih kelelahan karena tadi malam. Apa Kyuhyun terlalu kasar? Maafkan dia ya.” Sesal Raena.
Wajah Hannie terasa panas dan memerah. Raena malah menyinggung-nyinggung soal tadi malam. Dia menggigit bibir bawahnya, tidak tahu harus menjawab apa.
“I-itu…a-anu…” Hannie mencoba menjawab namun Raena kembali bicara.
“Ngomong-ngomong bagaimana Kyuhyun tadi malam? Dia tidak menyakitimu kan? Biasanya kalau bermain dia suka lupa diri. Terus
berapa ronde dia bermain denganmu?” Tanya Raena antusias.
“Eonnie….” Pekik Hannie malu. Dia menutup wajahnya yang memerah. Benar-benar memalukan harus membahas masalah malam pertamanya yang panas dengan orang lain. Apalagi ini dengan madunya. Dia benar-benar malu.
Raena hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Hannie. Wanita itu lalu memegang lembut lengan madunya itu. “Tidak usah malu-malu. Kau bisa cerita apa saja padaku.” Katanya sambil tersenyum. Hannie hanya mengangguk namun tetap menundukkan kepalanya.
“Ah sepertinya aku harus segera berangkat. Eomma bisa marah kalau kubuat menunggu lama. Kita nanti mengobrol lagi. Kau tahu aku sangat senang kita bisa tinggal serumah lagi walau berbeda situasi. Oh iya kalau ingin sarapan atau perlu sesuatu minta saja pada pelayan di dapur. Nah aku pergi dulu ya.” Pamit Raena. Dia lalu berjalan dengan anggunnya menuju pintu keluar. Hannie hanya memandangi punggung wanita itu hingga menghilang dari balik pintu.
Hannie hanya tertegun memandangi pintu depan yang barusan tertutup. Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Dia jadi menebak-nebak apa yang ada di pikiran istri pertama suaminya itu saat menanyakan malam pertama madunya. Lalu dia menggelengkan kepalanya karena tidak tahu jawabannya. Akhirnya dia memutuskan pergi ke dapur untuk sarapan.
*******
Hannie merebahkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang yang sudah dia rapikan. Sepreinya sudah dia ganti. Sebenarnya tadi Nayoung bermaksud membereskan kamar ini tapi gadis itu menolaknya. Tadi saat di dapur selesai sarapan dia ingin membantu pekerjaan Han ahjumma tapi wanita itu melarangnya. Karena tidak ada yang dikerjakan jadi dia memutuskan kembali ke kamarnya. Saat Nayoung menawarkan untuk membereskan kamarnya, Hannie menolaknya. Dia lebih suka membereskan kamarnya sendiri. Lagipula dia juga tidak bisa membayangkan jika pelayan, seorang gadis yang seumuran dengannya itu, yang membereskan seprei lalu menemukan noda cairan lengket dan noda darah pada seprei putih yang kusut itu, jejak percintaan panas Kyuhyun dan Hannie tadi malam. Benar-benar hal yang memalukan baginya. Bahkan meski Han ahjumma, yang pasti sudah memiliki pengalaman dengan hal-hal seperti itu, yang membereskan kamarnya, Hannie tetap merasa malu. Jadi lebih baik dia bereskan sendiri. Bahkan dia berencana mencuci sendiri seprei dan selimut itu. Makanya dia menyimpan kedua benda itu bersama gaun tidur dan celana dalamnya di keranjang cucian di kamar mandi dan akan mencucinya diam-diam nanti malam karena Kyuhyun tidak akan datang ke kamarnya. Pria itu mengunjungi kamarnya 2 malam sekali, bergiliran dengan Raena. Itu adalah kesepakatan yang mereka setujui sebelum pernikahan.
“Sshh…awwhhh….” Ringisnya sambil mengusap lembut perut bagian bawahnya. Rasa perih pada selangkangannya masih terasa. Apalagi tadi saat memakai celana dalamnya, gesekan pada benda itu membuat daerah pribadinya semakin perih. Itulah sebabnya sekarang dia tidak memakai celana dalamnya. Benda itu juga sudah menghuni keranjang cucian.
Lama kelamaan Hannie mulai mengantuk. Dan tanpa sadar dia pun jatuh tertidur entah berapa lama hingga dia tersadar dari tidur siangnya ketika merasakan sesuatu yang basah dan lembut menyapu bibirnya. Antara kebingungan kalau dia cuma bermimpi atau memang kenyataan, dia merasakan bibirnya dilumat seseorang. Dengan susah payah dia membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya yang terasa lengket dan dia pun membuka lebar matanya ketika melihat wajah siapa yang ada di hadapannya.
“Kyuhyun oppa?”
Hannie mengerjapkan matanya memastikan sekali lagi kalau dia sudah bangun bukan sedang bermimpi. Nyatanya ini memang nyata dan Kyuhyun berada di hadapannya dengan tatapan lurus kepadanya.
‘Kyuhyun oppa sudah pulang? Memangnya ini sudah jam pulang kantor?’ Pikir Hannie keheranan.
Sementara Kyuhyun terus menatap Hannie tanpa menghiraukan keheranan gadis itu. Mereka hanya saling menatap tanpa bicara apapun hingga akhirnya pria itu bersuara.
“Hai Hannie-aa. Apa aku mengganggu tidurmu?” Sapa Kyuhyun sambil terus menatapnya. Hannie menggeleng walau sebenarnya perlakuan suaminya itu tadi lah yang membuatnya terbangun namun dia sama sekali tidak merasa terganggu.
Kyuhyun kemudian berbaring di samping Hannie. Kedua tangannya dia susupkan di antara belakang kepalanya dan bantal. Dia memejamkan matanya seperti orang tidur. Tidak ada yang bicara. Hannie pun ikut diam sambil tetap berbaring. Sejujurnya dia penasaran kenapa Kyuhyun sudah pulang? Tadi Hannie sempat melihat jam di dinding ternyata masih pukul 12.30 siang. Tapi kalau dipikir-pikir terserah suaminya itu kan? Bukankah pria itu boss nya? Tentu tidak masalah dia pulang kantor jam berapa.
“Sejak dari kantor sebenarnya aku sudah menahannya. Aku tidak mau dicap sebagai pria mesum. Lagipula kau juga pasti masih kelelahan. Tapi gara-gara melihat gaya tidurmu aku jadi tidak bisa menahannya lagi.” Dengan mata yang masih terpejam tiba-tiba Kyuhyun bicara melontarkan kalimat-kalimat yang terdengar aneh di telinga Hannie. Kyuhyun menahan apa? Pikiran kotor? Gaya tidurnya? Maksudnya? Hannie jadi bertanya-tanya.
“G-gaya tidurku? Memangnya ada apa dengan gaya tidurku?” Tanya Hannie refleks menoleh, menatap Kyuhyun disebelahnya dengan heran.
Tampak senyum menghiasi wajah tampannya walau dengan mata yang masih terpejam. Dia lalu membuka matanya dan dengan cepat membalikan tubuhnya yang menyamping ke arah Hannie. Pria itu merendahkan wajahnya hingga sejajar dengan wajah istri ke-2nya yang tampak kebingungan. “Gaya tidurmu seksi.” Bisiknya sementara tangannya membelai paha gadis itu. Hannie segera menengok ke bawah tubuhnya dan matanya terbelalak. Dia ternyata tidur dengan posisi kaki terbuka dan ujung dress yang naik hingga memperlihatkan setengah pahanya.
Blush! Wajah Hannie terasa panas. Refleks dia menutup kakinya dan berusaha menarik ujung dressnya dengan cepat. Kyuhyun tertawa geli menyaksikan tingkah Hannie. Bahunya ikut berguncang mengiringi tawa lepasnya. Gadis itu tambah salah tingkah. Tapi dia juga senang. Ini adalah tawa pertama Kyuhyun untuk Hannie sejak kepulangan pria itu dari Jerman dan pertemuan pertama mereka.
“Aku sudah terlanjur melihatnya tadi. Lagipula tadi malam kan aku sudah melihat semuanya?” Kata Kyuhyun datar setelah tertawa.
Hannie terdiam. Suaminya itu benar. Tentu saja pria itu sudah melihatnya tadi bahkan tadi malam dia sudah melihat semuanya. Ah Hannie jadi merasa konyol. Gadis itu lebih memilih memalingkan wajahnya ke arah lain daripada bertatapan dengan suaminya. Dia benar-benar malu dengan kekonyolannya sendiri. Tiba-tiba dia merasakan tangan Kyuhyun kembali membelai pahanya terus naik hingga pangkalnya. Dia menyeringai saat mengetahui bagian pribadi itu tidak tertutup apapun. Hannie menggeliat geli dengan sentuhan tangan pria itu.
“Tidak pakai celana dalam hem? Kau bermaksud menggodaku ya?” Tanyanya seduktif.
“T-tidak. Ak-aku tidak bermaksud….seperti itu. Ak-aku tidak bisa memakainya. Tadi terasa sakit uhm dibagian ‘itu’ nya.” Sahut Hannie gugup sambil menahan geli karena tangan Kyuhyun terus membelai paha terus ke atas dan kembali lagi ke bawah.
“Oh ya? Pasti rasanya tidak nyaman.” Katanya sambil tangannya kembali merambat naik hingga menyentuh kewanitaannya lagi, membelai kewanitaan Hannie dengan lembut.
Hannie hanya diam sambil mengigit bibir bawahnya berusaha menahan desahannya karena gerakan tangan Kyuhyun di bawah sana.
“Masih sakit?” Tanyanya lagi.
“S-sepertinya sudah tidak lagi.” Hannie berusaha menjawab senormal mungkin agar desahannya tidak keluar saat sensasi aneh kembali datang ke sekujur tubuhnya akibat perlakuan tangan Kyuhyun.
“Benarkah?” Lalu tiba-tiba Kyuhyun menindih tubuh Hannie, menyusupkan kedua lututnya diantara kedua kaki gadis itu. Pria itu sengaja melebarkan posisi kedua lututnya sehingga kaki gadis itu menjadi mengangkang. Ujung dressnya pun makin naik hingga kewanitaannya terlihat. Mata Kyuhyun menatap istrinya itu dengan gairah.
“Kalau begitu kau bisa melayaniku sekarang kan?” Tanyanya frontal.
Hannie terperangah. Melayani Kyuhyun? Sekarang? Sejujurnya dia masih lelah dan sedikit sakit. Tapi….. godaan pria itu juga susah ditolak.
Akhirnya Hannie membiarkan bibir pria itu mulai mencumbui wajah, leher, dan kemudian melumat-lumat bibirnya dengan penuh gairah. Sentuhan tangan suaminya pada payudaranya yang masih tertutup dress dan bra yang dipakainya benar-benar menaikan gairahnya. Dan kewanitaannya yang tidak tertutup apapun bisa merasakan ereksi dibalik celana pria itu. Kyuhyun sengaja menempelkan kejantanannya yang masih tertutup celana untuk menggoda Hannie.
“Ahhhh….oppa….” Hannie mengerang nikmat saat Kyuhyun sengaja menekan-nekan ereksinya ke kewanitaan Hannie. “Nghh….ahhhh…” pria itu ikut mengerang menikmati perlakuannya sendiri. Dia semakin bernafsu menekan-nekan kuat dan menggesek-gesek kasar bagian bawah tubuhnya itu pada milik Hannie yang mulai basah. Tubuh mungil itu menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan.
Tangan Kyuhyun bergerak ke punggung Hannie bermaksud menurunkan resluiting dressnya. Gadis itu pun mengangkat punggungnya. Setelah berhasil terbuka, dengan cepat pria itu menarik dress itu ke atas hingga terlepas dari tubuh gadis itu dan melemparnya serampangan. Lalu Kyuhyun mencumbui belahan payudara Hannie sambil meremas kedua benda itu yang masih terlapisi bra. Tangan Kyuhyn kemudian bergerak ke belakang mencari pengait bra itu.
TAK! Pengaitnya pun lepas dan tanpa menunggu lama benda itu dilempar entah kemana. Lalu bergegas Kyuhyun menelanjangi dirinya sendiri dan kemudian kembali menindih tubuh Hannie.
“Ohhh….ahhh….” Hannie mendesah ketika Kyuhyun meremas dan  mencumbui kedua payudaranya. Memainkan ujungnya dengan permainan panas lidah, bibir dan giginya. Lalu kemudian cumbuan bibirnya naik ke leher, dagu dan berakhir dibibir.
“Tubuhmu cepat sekali bereaksi terhadap sentuhanku. Benar-benar bagus untukku.” Bisik Kyuhyun disela-sela cumbuannya.
Hannie benar-benar melayang dengan segala perlakuan Kyuhyun. Membuatnya lupa jika dia bukan satu-satunya istri dari pria ini. Dan melupakan fakta kalau keberadaannya di sisi Kyuhyun adalah hanya untuk mengandung dan melahirkan keturunan Cho. Dia tidak bisa memiliki suaminya seperti istri-istri normal pada umumnya. Kenyataan yang entah kenapa mengesalkan Hannie setiap mengingatnya. Tapi dia menyingkirkan semua kekesalannya itu. Bukankah ini atas kemauannya sendiri? Lagipula saat ini Kyuhyun bersamanya. Jadi sementara ini dialah yang memonopoli pria itu. Hannie pun kemudian membalas lumatan bibir Kyuhyun dengan bergairah. Tangannya dia kalungkan di leher pria itu dan jemarinya sibuk mengacak rambut milik suaminya itu. Ketika sedang menikmati keintiman itu tiba-tiba dia merasakan ereksi pria itu memasukinya perlahan.
“Arghhh….” Hannie menjerit lirih merasakan benda itu terus menekan masuk membelah kewanitaannya. Masih sakit walau tidak sesakit saat pertama melakukannya.
“Ahhhh…..” desahnya lagi saat benda itu berhasil masuk seluruhnya. “Ohhh…..ahhhh…..ahhhh….” Dan desahannya langsung terdengar ke seluruh kamar saat Kyuhyun mulai menggerakan miliknya berulang-ulang. Setiap dorongan suaminya di bawah pusat tubuhnya itu membuat Hannie melayang. Pria itu ahli membawanya terbang ke puncak tertinggi. Walau Kyuhyun bergerak lebih agresif, lebih liar dan sedikit lebih kasar jika dibanding tadi malam, namun Hannie menyukainya.
“Ha…Hannie….ahhh…..arhhhh….” Kyuhyun menggeram nikmat. Dia semakin intens menghujam titik terdalam yang membuat desahan Hannie semakin tak terkendali. Tangannya dengan gemas meremas-remas kedua payudara istrinya itu sambil sesekali memilin-milin puncaknya. Cukup lama pria itu bergerak di atas tubuh istrinya hingga terdengar jeritan dari Hannie.
“Aaahhhh…..” Dan bersamaan dengan itu cairan hangat meledak di bawah tubuhnya. Kyuhyun terus menghunjamkan miliknya hingga dihujaman terdalamnya pria itu pun mengeluarkan cairannya memenuhi rahim Hannie.
“Hah….hah…..hah…..” nafas keduanya yang tersengal-sengal terdengar bersahutan. Mereka saling menatap satu sama lain. Lalu Kyuhyun kembali mencium bibir istrinya dengan penuh gairah. Bagian bawah tubuhnya yang masih berada di dalam tubuh Hannie kembali mengeras.
Hannie tahu kalau Kyuhyun tidak akan puas jika hanya bermain sekali. Dan benar. Setelah diam sebentar tubuh pria itu kembali bergerak membawa gadis itu kembali merasakan puncak kenikmatan.
********
Hannie mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia baru saja bangun dari tidurnya setelah kelelahan melayani Kyuhyun dari siang hingga sore. Dia melihat ke arah dinding kaca yang tirainya belum ditutup. Tampak langit mulai gelap.
“Ouch! Sshhh….ahhhh…..” Hannie meringis sakit saat mencoba bangun. Bagian bawahnya terasa perih. Bahkan lebih perih daripada saat tadi pagi dia bangun. Sepertinya ada yang lecet di daerah itu.
Lagi-lagi saat terbangun sehabis percintaan panas mereka, Hannie tidak menemukan Kyuhyun di sisinya. Pria itu sepertinya pergi saat gadis itu masih tertidur kelelahan. Dengan susah payah Hannie bangun dan pergi ke kamar mandi sambil membawa seprei dan selimut yang sudah kotor oleh keringat dan cairan cinta mereka. Tumpukan cuciannya dalam keranjang cucian bertambah lagi. Mana mungkin Hannie bisa melaksanakan niatnya mencuci diam-diam malam ini kalau tubuhnya kelelahan sampai terasa remuk ditambah sakit dibagian tertentu yang sepertinya semakin parah? Sepertinya dia memang harus menundanya. Malam ini dia hanya ingin istirahat dan tidur dengan tenang.
Sekarang Hannie hanya tiduran di atas ranjang yang sudah dia ganti seprainya. Dia benar-benar lelah. Dan sebenarnya lapar. Ini memang sudah waktunya makan malam. Apalagi sepanjang siang hingga sekarang dia belum makan apapun kecuali sarapan paginya yang kesiangan. Tapi untuk turun makan malam bersama Kyuhyun dan Raena rasanya susah. Susah menggerakkan badan dan susah berjalan. Bahkan saat mengganti seprai tadi hanya sekenanya. Dia sudah terlalu lelah dan hanya ingin segera berbaring. Bahkan sekarang dia merasa badannya sedikit demam.
“Ohhhh….ssshhhh….” Hannie mendesis perih setiap mencoba menggerakan tubuhnya untuk mengubah posisi tidurnya. Sakit di bagian pinggangnya dan perih yang tajam pada selangkangannya akan makin terasa setiap tubuhnya bergerak. Dia kebingungan bagaimana mengatasi hal seperti ini. Dia kelaparan namun dia terlalu lelah bahkan untuk beranjak dari ranjang. Dia jadi bertanya-tanya saat sehabis melayani Kyuhyun apa Raena mengalami hal seperti ini? Pria itu libidonya benar-benar mengerikan.
Klek! Pintu kamar terbuka menampakan sosok tinggi berkulit pucat dengan ketampanan yang masih mengagumkan walau dia hanya memakai kaos tipis dan celana piyama dengan rambut acak-acakan. Di tangannya ada nampan berisi sepiring makanan dan segelas air putih. Pria itu berjalan ke arah ranjang dan setelah sampai dia menaruh nampan itu di atas ranjang dan mengambil gelas air putih untuk ditaruh di atas meja kecil di samping ranjang untuk mencegah kemungkinan airnya tumpah membasahi kasur. Hannie yang masih berbaring hanya menatap pria itu, yang kini duduk di tepi ranjangnya, dengan mata berbinar. Entah karena melihat pria itu atau karena melihat makanan mengingat dia sudah merasa nyaris mati kelaparan atau mungkin keduanya.
“Aku bawakan makanan untukmu. Kau belum makan apapun sejak tadi siang kan? Dan saat makan malam kau juga tidak terlihat turun. Jadi aku antarkan saja makanan ini ke kamarmu.” Kata Kyuhyun datar.
Hannie menatap pria itu dengan mata berbinar. Hatinya bahagia ternyata Kyuhyun masih ada perhatian untuknya. Sayangnya kebahagiaan itu tidak bertahan lama karena kata-kata berikutnya pria itu
“Karena kau tidak turun-turun juga untuk makan malam padahal kau belum makan apa-apa sejak tadi siang, aku jadi agak khawatir. Yah biar bagaimanapun aku yang membuatmu terkurung di kamar dari siang sampai sore kan? Karena itu aku harus tanggung jawab. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu karena biar bagaimanapun ini salahku yang mengajakmu bercinta sampai membuatmu kelelahan dan melewatkan waktu makan. Aku tidak mau ada isu CEO baru CHO Grup membuat istri ke-2nya mati kelaparan dan kelelahan karena dipaksa bercinta dengannya selama berjam-jam tanpa makan dan istirahat. Lagipula kupikir kau tidak mau turun untuk makan malam karena segan Raena sedang tidak ada di rumah.” Kata-kata Kyuhyun membuat Hannie yang tadinya sempat nyaris terharu berubah menjadi kesal berkepanjangan.
‘Dasar pria tidak berperasaan.’ Maki Hannie dalam hati. ‘Tapi apa katanya tadi? Raena eonnie sedang tidak ada di rumah? Berarti dia belum pulang dari acaranya bersama nyonya Kim.’ Pikirnya lagi. Ah berarti sekarang di rumah ini dia hanya berdua dengan Kyuhyun. Karena Han Ahjumma dan Nayoung pasti sekarang sudah pulang. Jam kerja mereka dimulai dari pukul 6 pagi dan berakhir pukul 6 sore. Setelah itu mereka akan pulang ke rumah mereka. Selain itu kedua pelayan itu juga mendapatkan jatah libur di hari minggu. Menurut Raena itu memang kebijakan dari Kyuhyun karena menurut pria itu pelayan juga manusia, butuh istirahat dan liburan. Hannie agak bingung dengan suaminya itu. Kalau berhadapan dengan orang-orang dia terlihat seperti malaikat. Tapi saat berhadapan dengan gadis itu dia berubah jadi setan. Apa pria ini memiliki kepribadian ganda?
“Terima kasih oppa.” Sahut Hannie datar.
Hannie berusaha bangkit dari berbaringnya walau agak susah payah. Kyuhyun dengan sigap bangkit lalu membantunya duduk dan menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang. Lalu mengambilkan nampan itu dan menaruhnya di pangkuan Hannie. Gadis itu dengan cepat makan makanan yang sudah disediakan untuknya di bawah tatapan Kyuhyun yang sudah duduk lagi. Dia benar-benar seperti orang yang tidak bertemu makanan setahun. Dia menyendok nasi, lauk dan sayur ke mulutnya tanpa henti.
“Uhuk uhuk.” Akibat terlalu cepat menyuap makanan Hannie malah tersedak. Bergegas Kyuhyun mengambilkan air minum di atas meja kecil tadi dan memberikannya pada istri ke-2 nya itu. Pria itu menepuk-nepuk lembut punggung Hannie yang sedang minum.
“Makanya segala sesuatu itu kerjakan pelan-pelan termasuk kalau lagi makan.” Nasehat Kyuhyun dingin.
‘Pelan-pelan? Memangnya dia bisa pelan-pelan juga? Lagipula aku sampai seperti ini juga karena siapa?’ Rutuk Hannie dalam hati.
Setelah tersedaknya hilang, Hannie meneruskan makannya sementara Kyuhyun hanya duduk diam di tepi ranjang sambil memperhatikannya. Ada rasa jengah karena terus menerus ditatap dengan mata elang yang mempesona itu. Tapi Hannie memilih tidak perduli dan meneruskan makannya hingga selesai.
Sekarang Hannie sudah selesai dengan makannya. Dan Kyuhyun sudah keluar dari kamar ini dengan membawa peralatan makan yang sudah kosong. Namun tidak berapa lama pintu kamar kembali terbuka dan masuklah wanita cantik yang berjalan bergegas ke arah ranjang denga wajah khawatir. Refleks Hannie yang masih duduk bersender pada headboard ranjang, menarik bagian atas pakaiannya hingga menutupi leher. Beruntung dia sedang mengenakan pakaiannya sendiri yang biasa dia pakai tidur, pakaian terusan panjang dari bahan kaos selutut dengan lengan pendek, modelnya seperti t-shirt yang kepanjangan. Cukup untuk menutupi jejak-jejak cinta hasil karya Kyuhyun walau yang di bagian leher masih sedikit terlihat karena pakaian tidur itu tidak memiliki kerah. Jadi Hannie harus menariknya ke atas untuk menutupinya. Tadi dia merasa kedinginan karena tidak enak badan makanya dia memilih pakai baju ini daripada gaun tidur tipis yang modelnya terbuka itu seperti kemarin malam.
“Hannie sayang, kau sakit? Tadi saat aku baru pulang aku langsung ke kamarku untuk ganti baju. Setelah itu aku bermaksud mencari Kyuhyun karena dia tidak ada di kamar lalu aku bertemu dengannya yang baru turun dari kamarmu membawa peralatan makan yang sudah kosong. Dia mengatakan kau sakit dan tidak bisa bangun dari ranjang jadi dia mengantarkan makanan ke kamarmu. Kyuhyun juga mengatakan badanmu demam jadi dia akan mencarikan obat untukmu. Ah maafkan aku baru tahu sekarang. Tadi setelah seharian menghabiskan waktu bersama eomma, kami bertemu teman lama eomma dan memutuskan makan malam di luar. Aku tadi juga menelpon Kyuhyun untuk minta ijin tapi dia tidak mengatakan apapun soal kau sakit. Ah dasar pria itu.” Jelas Raena panjang lebar. Dia pun duduk di tepi ranjang dan menyentuh kening Hannie untuk mengecek suhu tubuhnya.
“Tidak apa-apa eonnie. Aku hanya sedikit demam. Tapi aku tidak apa-apa.” Sahut Hannie sambil tersenyum meyakinkan kalau dia baik-baik saja.
“Sedikit demam apanya? Panas begini kau bilang tidak apa-apa. Apa karena Kyuhyun yang terlalu ganas padamu di malam pertamamu semalam tapi efeknya baru terasa sekarang?” Tanya Raena dengan pandangan menyelidik .
“Ah…i-itu…iya…mung-mungkin.” Sahut Hannie gugup. Entah kenapa dia takut kalau Raena mengetahui kalau tadi siang pria itu memasukinya lagi dari siang sampai sore hingga dia jadi seperti sekarang.
“Haah….nanti aku nasehati dia untuk pelan-pelan dan jangan kasar padamu.” Janji Raena.
Hannie hanya diam. Dia tidak tahu harus bicara apa. Menasehati Kyuhyun? Rasanya bukan hanya pria itu yang salah. Dia juga bersalah karena apapun yang dilakukan Kyuhyun pada tubuhnya, sekasar apapun, Hannie malah menikmatinya. Walau efek yang ditimbulkan setelahnya justru sampai seperti ini. Tapi dia malah tidak keberatan jika pria itu memintanya lagi dan melakukan hal yang sama pada tubuhnya. Mungkin mulai sekarang dia harus makan makanan yang lebih bergizi dan mengkonsumsi vitamin kalau perlu agar tubuhnya lebih sehat dan kuat terutama saat melayani libido suaminya itu. Mungkin olahraga juga patut dipertimbangkan.
‘Aish saat sakit begini yang kupikirkan malah hal-hal seperti itu.’ Keluh Hannie dalam hati.
Sementara menunggu Kyuhyun kembali dari membeli obat untuk Hannie, Raena terus menemani gadis itu. Dia juga dengan riang menceritakan kegiatannya bersama eommanya hingga makan malam dengan teman lama eommanya.
“Sayang sekali kau tidak ikut. Tapi tenang saja. Nanti aku akan mengajakmu keluar. Kita akan pergi belanja, ke salon atau nonton. Hanya berdua. Dulu kan waktu kau masih tinggal di rumah orang tuaku, kita sering dilarang eomma pergi berdua. Sekarang kita bisa bebas.” Celoteh Raena. Hannie hanya tersenyum. Yah benar. Nyonya Kim tidak pernah suka jika dia dekat dengan Raena. Tapi sekarang mereka kan tinggal serumah lagi? Sama-sama berstatus istri Kyuhyun. Tentu mereka harus akrab satu sama lain.
Setelah beberapa lama Kyuhyun masuk kamar. Raena bergegas berdiri dari duduknya dan menghampiri pria itu.
“Kyu-aa.” Sapa Raena yang langsung menjejeri Kyuhyun. Pria itu tersenyum manis pada istrinya itu. Hannie yang melihatnya hanya bisa memendam iri. Lihat, betapa mudahnya wanita itu membuat Kyuhyun tersenyum seperti itu. Sedangkan Hannie? Sejak kembali dari Jerman senyum pria itu untuknya sepertinya mahal.
Ah iya pakaian Kyuhyun sudah ganti bukan kaos tipis dan celana piyama tadi melainkan kemeja putih dan jeans pas badannya. Sial sekali mata Hannie tidak bisa lepas dari sosok yang menurutnya semakin err…seksi dengan pakaian seperti itu. Sepertinya pria itu habis bepergian. Yah tentu saja, bukankah tadi Raena mengatakan kalau Kyuhyun mencarikan obat untuk Hannie? Mungkin dia pergi ke apotik. Pria itu masuk sambil membawa teko kaca yang berisi air putih dan gelas kosong serta plastik kecil yang ditaruh di atas nampan. Dia lalu menaruhnya di atas meja kecil. Kyuhyun menuangkan air putih ke dalam gelas dan mengambil sesuatu dari plastik kecil yang ternyata adalah obat. Dia mengambil 2 butir obat lalu menghampiri Hannie.
“Yang ini untuk demam dan ini untuk pereda nyeri. Minumlah.” Kata Kyuhyun sambil menyodorkan obat dan air putih.
Hannie mengambil obat di tangan Kyuhyun dengan sebelah tangannya sementara tangan yang lain tetap menahan bagian atas bajunya agar lehernya tidak terlihat. Dia menelan obat itu dulu lalu mengambil gelas air putih di tangan Kyuhyun. Raena yang berdiri di samping ranjang hanya menatap tajam Hannie, membuat gadis itu merasa tidak enak. Pasti usahanya untuk menutupi lehernya malah mengundang wanita itu untuk berpikiran macam-macam tentangnya.
“Aku juga belikan ini. Pakai untuk mengobati uhm…. ‘itu’mu. Aku bertanya pada penjaga apotik tentang mengobati luka di bagian itu dan dia berikan ini. Katanya obat buatan Jerman ini berbentuk gel jadi tidak lengket dan sering direkomendasikan dokter untuk mengobati luka di bagian itu karena berbagai sebab. Sebenarnya tanpa ini bisa saja sembuh asal memang tidak parah dan kau menjaga kebersihannya serta menjaganya dari hal yang menyebabkan iritasi. Tapi aku pikir lebih baik pakai ini saja.” Kata Kyuhyun sambil meletakkan kotak kecil ke telapak tangan Hannie.
Gadis itu hanya menunduk. Namun sekilas dia melihat mata Raena yang melebar dan memandangi Kyuhyun dan Hannie bergantian. Sepertinya dia mencurigai sesuatu. Atau mungkin sudah menyadari sesuatu. Kalau siang hingga sore tadi terjadi percintaan panas antara suami dan madunya. Hannie jadi merasa seperti ketahuan selingkuh dengan suami orang. Padahal pria itu juga suaminya kan?
“Berbaringlah. Kau harus segera tidur agar cepat pulih.” Perintah Kyuhyun. Hannie pun menurut. Dengan dibantu oleh pria itu dan Raena yang masih juga diam dia pun berbaring senyaman mungkin. Kyuhyun lalu menyelimuti Hannie.
“Apa ada lagi yang kau perlukan?” Tanya Kyuhyun datar. Hannie hanya menggeleng lemah. Mana berani dia mengatakan kalau saat ini yang dia butuhkan adalah Cho Kyuhyun?
“Apa kau ingin ditemani atau ingin sendirian saja?” Tanya Kyuhyun.
‘Aku ingin ditemani oppa saja. Hanya oppa.’ Batin Hannie. Tapi yang keluar malah kalimat “Aku sendirian saja. Kalian tidak usah khawatir. Sungguh aku tidak apa-apa. Kalian kembalilah ke kamar kalian.” Gadis itu tersenyum manis tapi dalam hati merutuk ‘Ah benar-benar aku ini munafik.’
“Baiklah. Kalau begitu kami pamit dulu. Nanti sesekali aku akan datang kemari untuk mengecek keadaanmu. Kalau perlu sesuatu hubungi aku dengan telepon yang ada di meja kecil itu. Cukup tekan 1 akan langsung terhubung ke kamar kami. Jangan memaksakan diri untuk bergerak apalagi berjalan.Raena-aa, ayo.” Ajak Kyuhyun lembut. Tapi wanita itu menggeleng.
“Aku ingin menemaninya saja. Aku tidak bisa tenang kalau demamnya belum turun. Aku menemaninya sampai demamnya turun boleh ya Kyu-aa?” Mohon Raena sedikit manja.
“Ya sudah. Kalau begitu aku juga akan ikut menemaninya disini. Kita bisa bergantian menjaganya.” Putus Kyuhyun.
“Hei tidak boleh begitu. Besok kau harus berangkat pagi kan? Kau tidurlah lebih dulu. Aku bisa sendiri.” Kata Raena lembut.
“Ya sudah. Aku keluar dulu. Kalau ada apa-apa panggil aku.” Kyuhyun pun mengalah dan dia berjalan keluar kamar.
Hannie hanya memperhatikan kepergian pria dengan sedih. Sebenarnya dia berharap pria itu juga akan tinggal di sini. Tidak apa walau harus bersama Raena. Tapi suaminya itu malah pergi.
“Hannie obat gel yang tadi diberikan Kyuhyun sebaiknya kau gunakan saja sekarang. Apa kau mau aku bantu mengoleskannya?” Tawar Raena.
“T-tidak a-aku oleskan sendiri saja.” Tolak Hannie gugup.
“Ya sudah. Kau mau pakai itu di kamar mandi atau disini saja?” Tanya Raena lagi.
“Di kamar mandi saja.” Jawab Hannie cepat.
“Kalau begitu sini aku bantu bantu ke kamar mandi.” Lalu Raena kembali membantu Hannie bangun dan beranjak dari ranjang. Gadis itu masih berusaha menutupi lehernya tapi tadi sempat terbuka sebentar. Dia tidak tahu apakah istri pertama suaminya itu sempat melihat bekas merah keunguan yang menyebar di lehernya. Tapi Raena hanya diam saja tanpa bicara apapun. Dia dengan hati-hati membantu Hannie berjalan ke kamar mandi.
Sekarang Hannie sudah kembali berbaring di ranjangnya dengan nyaman. Efek obat baik yang dia minum maupun yang dia gunakan pada kewanitaannya ditambah kompres pada dahinya membuatnya nyaman dan nyaris tertidur. Raena sendiri duduk di sofa dengan selimut yang menutupi kakinya. Setelah kurang lebih 1 jam sejak Hannie berbaring tadi, tiba-tiba dia mendengar pintu kamarnya dibuka dan suara pelan Raena yang memanggil nama orang yang masuk ke kamarnya.
“Kyu-aa. Ada apa? Kau belum tidur?”
Hannie tahu siapa yang masuk dan dia merasa senang. Tapi dia tetap memejamkan mata seolah sedang tidur nyenyak padahal hatinya bergemuruh karena ada Kyuhyun disini.
“Aku hanya ingin mengecek keadaan Hannie. Aku khawatir obatnya tidak bekerja dan dia malah makin parah. Selain itu aku juga khawatir denganmu. Mungkin kita jaga bergantian saja. Kita kan tidak tahu berapa lama demam Hannie akan turun. Bisa-bisa semalaman kau berjaga.” Kata Kyuhyun cemas.
“Aku tidak apa-apa. Hannie juga demamnya sudah mulai turun. Malahan dia sedang tidur  Tapi kalau kau mau ikut berjaga juga aku tidak keberatan. Oh iya terima kasih tehnya.” Sahut Raena. Rupanya pria itu juga membawakan teh untuk istrinya.
Walau mereka bicara pelan tapi Hannie yang hanya pura-pura tidur masih bisa mendengarnya. Hatinya mencelos. Setidaknya pria itu mengkhawatirkannya walau ujung-ujungnya mengkhawatirkan Raena juga. Walau Hannie berpikir mungkin kekhawatiran Kyuhyun padanya didasarkan rasa bersalah sudah menyebabkan istri ke-2 nya sakit akibat pria itu terlalu bernafsu saat bercinta dengannya tanpa mempertimbangkan ketahanan tubuh gadis itu. Hanya sebentuk tanggung jawab menurut Hannie. Tapi tidak apa. Yang penting dia masih mendapat perhatian dari suaminya.
Setelah suara sahutan Raena tadi sekarang suasana kembali hening. Cukup lama kamar ini diliputi keheningan. Hannie jadi bertanya-tanya ada apa dengan mereka? Gadis itu memiringkan kepalanya pelan-pelan mencoba mengintip dari balik bulu matanya. Beruntung tidak ada yang menyadarinya. 2 orang itu sedang duduk berselonjor saling bersisian di atas karpet tebal yang terhampar di lantai depan ranjang. Mereka duduk membelakangi Hannie dengan 1 selimut yang menutupi kaki-kaki mereka. Gadis itu sedikit iri dengan pemandangan di hadapannya itu.
“Apa kalian melakukannya lagi tadi siang?” Tiba-tiba terdengar suara Raena yang bertanya. Tidak ada jawaban. Tapi sepertinya pria itu mengangguk untuk mengiyakan. Terdengar suara helaan nafas berat dari Raena. Sementara Hannie mendadak wajahnya terasa panas. Bukan hanya karena demam. Tapi malu karena kegiatan panas dia dan suaminya tadi siang ternyata sudah diketahui Raena. Dia jadi penasaran bagaimana tanggapan wanita itu selanjutnya.
“Berapa lama?” Tanyanya lagi.
“Entahlah. Aku tidak perhatikan berapa lamanya. Yang aku sadar aku bersamanya sejak siang tahu-tahu hari sudah sore.” Sahut Kyuhyun sendu.
“Astaga kau pulang saat jam makan siang hanya untuk ‘itu’? Ckckck kau ini masih semesum dulu ya. Kasihan sekali Hannie harus berurusan dengan pria mesum sepertimu sepanjang hidupnya.” Terdengar kekehan pelan dari wanita itu. Kyuhyun pun ikut tertawa hambar.
Mereka kembali terdiam. Tiba-tiba terdengar pria itu kembali bicara. “Maaf, aku…..”
“Sstt…sudah tidak apa-apa. Aku mengerti. Justru aku yang harus minta maaf. Aku belum bisa melayanimu dengan baik. Memenuhi kebutuhan biologismu, sementara sebagai pria normal kau juga punya kebutuhan. Bahkan meski sudah bertahun-tahun aku melakukan terapi pada organ seksualku dari Jerman sampai ke Korea ini, tetap saja aku tidak bisa melayanimu. Selalu saja aku kesakitan walau kau sudah berusaha merangsangku dan lembut padaku. Kau pasti tersiksa karena tidak bisa menyelesaikannya. Maafkan aku Kyu-aa.” Kata Raena sendu.
Mereka tidak lagi bicara. Wanita itu menyenderkan kepalanya pada bahu Kyuhyun sementara pria itu melingkarkan lengannya memeluk bahu istrinya. Mereka tampak larut dalam suasana yang hening. Hannie yang mendengar semua itu akhirnya mengerti apa maksud dari kata-kata Kyuhyun di malam pertama mereka. Ternyata sesuatu yang tidak dia dapatkan dari istri pertamanya itu bukan hanya keturunan tapi pemuasan kebutuhannya sebagai pria normal. Jadi Hannie tidak hanya harus menyediakan rahimnya untuk melahirkan keturunan Cho tapi juga menyediakan tubuhnya untuk memuaskan kebutuhan biologis Kyuhyun. Lalu bagaimana dengan hatinya? Perasaannya? Adakah yang perduli baik Kyuhyun maupun Raena? Tapi bukankah ini pilihannya? Dia yang memilih untuk disakiti kan? Kenapa kisah cintanya begitu rumit? Padahal keinginannya sederhana. Dia hanya ingin hidup bahagia bersama dengan orang yang dicintainya dan orang itu juga mencintainya. Hanya itu. Tapi ternyata mewujudkannya tidak semudah mengatakannya.
“Kyu-aa. Saranghae.” Kata Raena lirih.
“Nado.” Balas Kyuhyun pelan setelah beberapa saat sempat terdiam.
Dan semakin perihlah hati Hannie. Gadis itu ingin menangis. Namun semuanya dia simpan dalam hati. Bukankah dia sudah tahu resiko menjadi yang ke-2? Meski perih di hatinya semakin menjadi melihat kemesraan pasangan di depan ranjangnya itu, namun dia tetap berbesar hati. Setidaknya dia hidup bersama orang yang dia cintai. Baginya itu sudah cukup. Setelah menenangkan pikirannya ditambah pengaruh obat yang tadi dia minum, pelan-pelan Hannie benar-benar tertidur. Dan entah karena pengaruh tubuhnya yang sedang demam atau suasana hatinya yang kacau karena Kyuhyun atau keduanya, dia malah bermimpi pria itu mencium lembut bibirnya sambil membisikan kata “Saranghae” dengan lirih. Ciuman yang terasa nyata. Kata-kata yang tulus. Sangat indah. Tapi sayangnya hanya dalam mimpi. Bunga tidur Hannie yang paling indah. Tapi itu saja sudah membuatnya bahagia.
********
2 bulan kemudian
Tidak terasa sudah 2 bulan Hannie tinggal di rumah besar ini dengan menyandang status sebagai istri ke-2 Kyuhyun. Selama tinggal disini dia memang lebih sering menghabiskan waktu bersama Raena. Mereka melakukan kegiatan bersama seperti pergi berbelanja, ke salon, ke cafe, restoran atau menonton film di bioskop. Jika sedang malas pergi keluar mereka akan menghabiskan waktu di rumah dengan seperti menonton televisi, bermain playstation, bermain kartu, menonton DVD yang mereka sewa dengan fasilitas home theatre yang tersedia di rumah ini, atau hanya sekedar duduk-duduk mengobrol. Tentu saja obrolan mereka biasanya hanya seputar film, drama, gosip artis, fashion yang sedang trend atau apa saja kecuali tentang Kyuhyun. Mereka memang tidak pernah memasukan nama pria itu dalam topik pembicaraan mereka. Apalagi urusan ranjang masing-masing.
Sekarang mereka hanya duduk di hamparan karpet tebal di depan televisi di ruang tengah sambil bermain kartu. Mereka baru saja menyelesaikan makan malam bersama berdua. Kyuhyun belum pulang dari kantor. Dia mengatakan pulang agak malam karena harus menyelesaikan pekerjaannya dan akan makan malam di kantor. Karena itulah kenapa sekarang Hannie bersama Raena di ruang tengah ini. Jika ada Kyuhyun, gadis itu lebih suka pergi ke kamarnya daripada berlama-lama berada di tengah mereka. Kedekatan Hannie dan Raena memang tidak terlihat seperti 2 wanita yang sedang dipoligami 1 pria melainkan seperti saudara kandung saja. Raena benar-benar ramah dan baik padanya. Tidak ada kemarahan atau cemburu yang ditunjukan wanita itu padanya. Tapi itu kalau tidak ada Kyuhyun diantara mereka. Kalau pria itu berada ditengah-tengah kedua wanita itu, maka mereka justru saling diam seolah saling bermusuhan. Saat mereka bertiga maka Raena lebih memonopoli Kyuhyun. Wanita itu yang lebih banyak bicara dengan suami mereka sementara Hannie hanya jadi pendengar bahkan penonton kedekatan dan kemesraan mereka. Selama ini gadis itu tidak pernah mencoba untuk masuk ke dalam perbincangan mereka karena selain tidak mengerti dia juga tidak enak ikut bergabung bersama mereka. Toh mereka juga tidak mengajaknya. Raena pun juga tidak. Seolah keberadaannya antara ada dan tidak ada. Meski Hannie merasa kehadirannya seperti tidak dianggap saat Kyuhyun dan Raena sedang bersama, tapi dia memaklumi semua itu. Karena biar bagaimanapun dia adalah orang ke-3 dalam kehidupan pernikahan bahagia pasangan ini. Pernikahan yang sebenarnya baik-baik saja dan mereka saling mencintai tapi karena mereka juga menginginkan anak sementara keadaan sang istri yang  tidak bisa memenuhi keinginan itu hingga terpaksa menghadirkan orang ke-3 dalam kehidupan pernikahan mereka. Dan Hannie sendiri yang menyanggupi posisinya yang sekarang. Bukankah dirinya sendiri yang menawarkan meski sudah diperingatkan Kyuhyun? Maka beginilah gadis itu sekarang. Hanya menerima semua yang terjadi padanya tanpa mengeluh. Lagipula dia mengambil sisi baiknya bahwa dengan ini dia bisa berada di sisi pria yang dicintainya. Kalau Kyuhyun sikapnya pada Hannie masih datar-datar saja. Terkesan dingin namun tetap saja saat mencumbu dan memasukinya pria itu menjadi pria yang paling panas.
“Hannie-aa. Menurutmu bagaimana film yang kita tonton tadi siang? Maksudku kau pernah mendengar tidak di kehidupan sehari-harimu, ada wanita yang berdandan dan berperilaku seperti pria tulen bahkan memiliki seorang wanita sebagai kekasihnya?” Tanya Raena tiba-tiba.
Tadi siang Raena memang mengajaknya nonton film di rumah. Dia menyewa beberapa DVD film. Sepanjang siang mereka memutar 2 film yaitu sebuah film lama produksi tahun 1999 ‘Boys Don’t Cry’ yang menceritakan tentang kehidupan seorang wanita yang memiliki perilaku sebagai pria tulen mulai dari dandanannya, cara dia menjalani kehidupannya sehari-hari sampai memiliki kekasih wanita. Dia juga mengganti namanya dari Teena Brandon menjadi Brandon Teena. Dan dia menutupi identitas aslinya sebagai wanita hingga orang-orang termasuk pacarnya mengira dia memang benar laki-laki. Diakhir cerita wanita ini akhirnya tewas dibunuh oleh 2 teman prianya setelah sebelumnya diperkosa akibat mereka tidak terima dan merasa terhina dengan kenyataan kalau selama ini mereka dibohongi oleh wanita itu. Lalu setelah menonton film yang lumayan sedih itu mereka lanjut menonton film kedua yang bergenre komedi “Cheaper By The Dozen” yang diproduksi tahun 2003 yang menceritakan tentang cerita kehidupan sebuah keluarga yang memiliki 12 anak. Bahkan Raena juga menyewa “Cheaper By The Dozen 2” juga tapi mereka memutuskan untuk melanjutkan menonton keesokan harinya saja.
“Uhm…tidak pernah kalau secara langsung. Kalau di televisi atau internet sih pernah. Kebanyakan yang aku tahu wanita tomboy atau maskulin yang berdandan dan berperilaku seperti pria tapi orientasi seksualnya masih menyukai pria. Aku juga pernah lihat ada wanita yang tetap berdandan dan berperilaku seperti wanita pada umumnya tapi mereka malah menyukai wanita juga. Tapi sepertinya lebih sering terjadi kasus pria yang berdandan dan berperilaku seperti wanita dan pria yang menyukai sesamanya.” Sahut Hannie.
“Ah iya memang. Lebih banyak kasus pria yang kewanita-wanitaan atau pria homoseksual dalam kehidupan sehari-hari. Kalau wanita tomboy atau maskulin sih lebih seperti lifestyle ketimbang sebuah penyimpangan seksual toh perasaan mereka tetap saja wanita yang tertarik pada pria. Bahkan yang menjalankan perilaku lesbian pun ternyata bukan sepenuhnya karena tidak normal. Ada yang karena penasaran, mencari pengalaman baru, pengaruh lingkungan atau bagian dari gaya hidup tapi faktanya mereka masih tertarik pada laki-laki. Wanita yang benar-benar penyuka sesama jenis agak jarang. Apalagi wanita seperti kasus Teena Brandon itu. Lalu menurutmu misalnya kalau ada wanita seperti Teena Brandon itu menyukaimu atau katakanlah ada wanita yang menyukaimu bukan sebagai teman tapi sebagai kekasih, apa yang akan kau lakukan?” Tanya Raena lagi.
Hannie terdiam sebentar. Lalu kemudian dia menjawab “Aku tidak tahu kalau kasusnya seperti Teena Brandon itu. Kan aku belum pernah mengalami dan pernah memikirkan pun rasanya tidak. Aku tidak tahu jawabannya.” Gadis itu menggeleng tanda kebingungan. Biar bagaimanapun itu pertanyaan yang sulit.
“Begini saja. Bagaimana kasusnya kalau wanita yang menyukaimu sebagai kekasih?” Tanya Raena penasaran melanjutkan kembali topik bahasan mereka.
“Kalau yang itu aku harus katakan kalau aku menolaknya. Karena aku hanya memiliki ketertarikan pada laki-laki. Lagipula dia harus ingat setiap makhluk itu diciptakan berpasangan. Sepatu ada kiri ada kanan. Ada malam ada siang. Begitu juga manusia. Perempuan pasangannya adalah laki-laki. Dan itu sudah kodratnya kan? Maka aku tentu saja menolaknya.” Tegas Hannie.
“Ah kau benar. Memang segala sesuatu itu ada pasangannya. Jadi kalau sampai melawan kodrat hasilnya pasti merusak keseimbangan.” Kata Raena sambil tersenyum.
Mereka terdiam sebentar. Sementara tangan mereka bekerja mengambil kartu, entah dari tumpukan kartu yang baru maupun dari tumpukan kartu yang dibuang lawan, dan membuang kartu di tangan masing-masing, dilakukan secara bergantian sesuai giliran. Tiba-tiba Hannie berpikiran tentang film yang satunya “Cheaper By The Dozen”. Dan mencoba mengumpulkan keberaniannya dia pun menanyakan sesuatu yang sebenarnya mewakili penasarannya selama ini.
“Eonnie. Kalau menurut eonnie memiliki anak yang banyak apalagi sampai selusin seperti Steve Martin ahjussi di film Cheaper By The Dozen tadi menyenangkan atau merepotkan?” Tanya Hannie hati-hati. Sebenarnya dia hanya ingin tahu berapa anak yang diinginkan Raena yang terlahir dari rahimnya. Karena hingga saat ini baik wanita itu maupun suami mereka tidak pernah membahas tentang berapa anak yang mereka inginkan. Dan bagaimana nasib Hannie sesudahnya.
“Uhm….kalau anaknya seheboh seperti anak-anak Steve Martin ahjussi aku rasa pasti repot. Dari mengurus yang beranjak dewasa sampai yang masih bayi. Tapi disitulah serunya. Aku sih tidak keberatan kalau ada banyak anak di rumah ini. Tapi itu kalau aku yang melahirkan sendiri. Karena berhubung yang melahirkan adalah kau jadi semampumu saja. Aku rasa 1 atau 2 juga sudah cukup. Yang penting anaknya sehat ibunya juga.” Jawab Raena sambil tersenyum.
“Tapi aku juga tidak keberatan kalau kalian ingin selusin anak.” Sahut Hannie cepat.
Raena tertawa geli. Dia mengelus pipi Hannie lembut sambil menatapnya.
“Tidak usah memaksakan diri. Kau harus perhatikan kesehatanmu. Melahirkan itu tidak gampang. Lagipula kau juga harus sehat agar bisa merawat anak-anak. Jadi kalau kupikir-pikir lebih baik kita ikut program pemerintah saja. 2 anak itu sudah cukup. Tapi kalau kelebihan juga anggap saja bonus.” Kata Raena lembut. Hannie tersenyum dan mengangguk.
Mereka pun kembali bermain kartu. Namun dalam pikiran Hannie ada hal yang sedikit melegakan. Raena mengatakan dia harus sehat agar bisa merawat anak-anak yang nanti akan dia lahirkan? Jadi bisakah Hannie menyimpulkan kalau dia boleh tetap di sisi Kyuhyun selamanya?
“Eonnie yakin ingin membuang kartu itu?” Tanya Hannie ketika Raena membuang kartu As di tangannya.
“Memangnya kenapa?” Tanya Raena heran. Tapi sedetik kemudian dia menyadari kekeliruannya. Tapi sudah terlambat. Dengan sigap Hannie mengambil kartu yang dibuang wanita itu dan membuang 1 kartu miliknya sehingga dia memperoleh nilai akhir yang harus dicapai untuk memenangkan permainan kartu ini.
“Maaf eonnie. Aku menang.” Seringai Hannie senang sambil memperlihatkan kartunya yang sempurna sementara Raena hanya mengerucutkan bibirnya kesal. Dan mereka pun kembali bermain kartu dari awal.
******
Jam 11.00 malam KST
Hannie sedang rebahan di atas ranjangnya sambil membaca novel ‘Fifty Shades Freed’. Ini adalah buku ke-3 E.L James trilogi setelah Fifty Shades of Grey dan Fifty Shades Darker. Dia baru membelinya beberapa hari lalu saat Raena mengajaknya ke toko buku. Dia memang baru berani membacanya sekarang setelah dia menikah. Dulu saat teman-teman kerjanya meributkan novel ini, dia malah tidak berani ikut-ikutan membaca karena merasa masih terlalu polos untuk membaca novel-novel erotis macam itu. Bahkan seumur hidup dia tidak pernah nonton film erotis baik yang hanya rated 18+ apalagi yadong. Tapi sebenarnya dia jadi pembaca novel juga baru setahun belakangan ini. Tepatnya setelah lulus kuliah dan bekerja di CHO Grup. Sebelumnya dia tidak pernah baca novel karena sibuk belajar dan kerja sambilan. Dia lebih suka nonton film terutama film kartun dan film romantis. Lalu kenapa Hannie bisa jadi penikmat novel adalah karena dulu saat awal-awal bekerja ada salah seorang pegawai senior bernama Kang Hyemi yang sangat hobi baca novel. Hyemi ini punya banyak koleksi novel dan wanita itu jugalah yang mengenalkan Hannie tentang asyiknya dunia dalam novel. Dia memang pecinta novel dari romantis sampai erotis. Hannie sering dipinjami novel oleh Hyemi. Tapi tentu saja hanya sebatas novel romantis yang berani gadis itu baca. Lagipula dia juga baca novel tidak setiap hari. Hanya saat libur saja. Tidak seperti Hyemi yang penggila novel, selalu baca novel setiap ada kesempatan atau mencoba mencuri kesempatan. Wanita itu juga sering merayunya untuk sekali-sekali membaca novel berating dewasa tapi Hannie tetap tidak berani. Setelah menikah dan kepolosannya direnggut Kyuhyun, dia baru sebatas berani membaca novel erotis. Ternyata ada sensasi tersendiri yang baru dia alami saat membaca novel jenis ini. Hannie memang benar-benar gadis yang polos. Ah iya ngomong-ngomong soal Hyemi, wanita itu juga sudah tidak bekerja di kantor pusat CHO Grup lagi. Wanita itu pindah ke kantor cabang di Jeju karena sudah menikah dan suaminya tinggal di sana. Padahal Hannie dekat dengannya sejak awal baru masuk CHO Grup. Hyemi itu ramah dan menyenangkan meskipun dia pegawai senior dan sudah 5 tahun lebih dulu bekerja di perusahaan ini. Kedekatan mereka hanya selama 4 bulan. Hannie jadi menebak-nebak bagaimana reaksi Hyemi kalau melihatnya yang sedang membaca novel erotis. Mungkin wanita itu akan berteriak heboh “AKHIRNYA HANNIE KU SUDAH DEWASA!”. Gadis itu jadi terkikik geli membayangkan reaksi yang mungkin akan ditunjukan Hyemi.
Hannie menggeliat sebentar. Dia meletakan novelnya yang belum selesai dibaca di laci meja kecil di samping ranjangnya. Dia kemudian duduk bersandar pada headboard ranjang, memandangi pintu kamarnya sambil melamun. Tadi setelah Kyuhyun pulang ke rumah pukul 9, Raena pun langsung mengajak suami mereka ke kamarnya yang terletak di samping tangga, meninggalkan Hannie sendirian. Gadis itu pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya sendiri. Melakukan kegiatan barunya membaca novel erotis. Setelah menghabiskan membaca FSOG dan Fifty Shades Darker, giliran Fifty Shades Freed yang menunggu untuk dibaca Hannie. Tapi karena sekarang dia agak lelah, maka dia memutuskan untuk menunda menyelesaikan bacanya. Mungkin bisa dilanjutkan besok.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk. Bergegas Hannie membukanya dan tampak sosok pria tampan yang hanya mengenakan kaos tipis dan celana pendek selutut. Gadis itu tersenyum menyambut pria itu dan segera setelah pria itu masuk pintu kamarnya langsung ditutup rapat.
“Mmmhhh….mmmhhh….” Hannie melenguh ketika bibir mungilnya terus dilumat oleh Kyuhyun. Tubuhnya berada dalam rengkuhan pria itu sambil kakinya berjalan mundur hingga menyentuh ranjang.
BRUGH! Tubuh mungil Hannie jatuh ke atas ranjang bersama tubuh Kyuhyun yang menimpanya. Ciuman mereka pun semakin panas. Tangan pria itu bergerak melucuti gaun tidur beserta celana dalam istri ke-2 nya dengan cepat. Lalu dia bangkit dari tubuh Hannie dan menelanjangi dirinya sendiri.
Hannie yang dalam keadaan telanjang mengangkat tubuhnya dan berbaring ke tengah ranjang. Kyuhyun yang juga sudah telanjang merangkak naik ke ranjang ke atas tubuh gadis itu. Tubuhnya yang tegap kembali menindih menguasai tubuh mungil itu, siap membawanya menikmati malam- malam panas seperti yang sering mereka lakukan setiap malam. Yah setiap malam.
Awalnya memang giliran Kyuhyun untuk mendatangi kamar Hannie adalah 2 malam sekali. Dan seharusnya malam ini bukan giliran Kyuhyun datang ke kamar Hannie. Tapi seminggu setelah pernikahan mereka, suatu malam saat bukan malam giliran Hannie tiba-tiba pria itu mendatangi kamarnya.
Flashback
Hannie sudah tertidur ketika tiba-tiba dia mendengar suara ketukan pintu. Gadis itu terbangun dari tidurnya. Dia mengerjap-ngerjap berusaha membuka matanya sambil melihat jam dinding. Pukul 1 dinihari? Dia mengerutkan keningnya heran. Malam-malam begini siapa yang mengetuk pintu kamarnya? Raena kah? Atau….. Bergegas Hannie bangun dan membuka pintu. Dan setelah pintu terbuka dia pun tertegun saat melihat sosok Kyuhyun yang err…berantakan tapi seksi. Rambutnya acak-acakan. Kancing piyamanya terbuka setengah. Wajah putih pucatnya memerah seperti menahan sesuatu. Nafasnya tersengal-sengal.
“H-Hannie…a-aku…” Disela-sela nafasnya yang menderu, Kyuhyun mencoba menjelaskan sesuatu tapi sepertinya dia susah untuk mengatakannya. Wajahnya seperti orang yang sedang…TERANGSANG!
Hannie menunduk malu dan saat itulah matanya melihat tonjolan besar yang mengeras di balik celana piyama Kyuhyun. Gadis itu mengerti apa yang pria itu inginkan sekarang. Dia pun refleks menarik tangan suaminya agar masuk ke kamarnya. Dan beberapa lama setelah pintu kamar tertutup terdengar lenguhan, desahan, erangan bahkan jeritan ditimpali suara deritan ranjang dan suara decakan kulit basah yang beradu memenuhi seisi kamar tanda 2 anak manusia sedang melampiaskan hasratnya.
Flash back off
“Nghhh….ohhh…..oppa….ahhhh….” Desahan Hannie terdengar makin keras ketika Kyuhyun terus menghunjamkan miliknya kuat-kuat ke dalam liang sutera basah yang makin terasa sempit itu dari belakang.
“Ahhh….ahhhh…..” Pria itu juga mendesah tidak kalah kerasnya. Pinggulnya makin bergerak liar dan cepat. Hujamannya semakin kasar. Suara desahan mereka bersahutan diiringi suara deritan ranjang dan decakan kulit basah yang saling beradu.
“Oppa….ahhh…akuhhh…tidakhhh…tahanhhhh….lagihhh….ahhh….” Tubuh Hannie bergetar hebat saat rasa ingin meledak untuk kesekian kalinya di bagian bawah tubuhnya semakin menggila. Dia semakin mengeratkan cengkraman tangannya pada bantal yang menopang kepalanya saat hujaman kejantanan Kyuhyun pada kewanitaannya semakin tak terkendali. Pria itu bergerak sangat cepat dan brutal tanpa henti sehingga tubuh Hannie berguncang hebat. Tubuhnya berbaring tengkurap di atas kasur dengan bokong yang terangkat sehingga posisinya menungging dengan Kyuhyun yang sedang bergerak liar di belakangnya. Posisi ini membuat kewanitaan Hannie terasa sangat ngilu apalagi suaminya itu selalu bergerak kasar. Pria itu menghentak-hentakan kejantanannya dengan brutal hingga bunyi decakan alat kelamin mereka terdengar sangat keras memenuhi kamar. Namun dia juga tidak bisa menampik rasa nikmatnya. Setelah dia pernah jatuh sakit akibat kelelahan melayani Kyuhyun di hari pertama pernikahan mereka, ternyata suaminya itu tetap tidak bisa lembut saat memasukinya. Libido pria ini sangat tinggi hingga tidak bisa mengontrol gerakannya saat gairahnya sedang memuncak. Beruntung setelah 2 bulan menikah dengan Kyuhyun, tubuh Hannie sudah terbiasa menerima hasrat menggebu-gebu dari pria itu. Bahkan bercinta dengan gaya apapun yang suaminya itu inginkan akan dia lakukan dengan senang hati.
“Sedikithhh…lagihhhh…ngghhh…ohhhh…..” Kyuhyun terus bergerak menghunjamkan miliknya menyentuh titik nikmat Hannie. Dia terlihat begitu menikmati miliknya yang dijepit kuat oleh dinding-dinding lembut yang basah itu. Tangannya aktif meremas-remas gundukan kenyal yang ikut berguncang akibat gerakan kasarnya. Bibirnya lalu menciumi punggung dan leher belakang Hannie. Gadis itu menoleh dan bibirnya pun langsung dilumat Kyuhyun dengan gairah. Bibir mereka saling melumat sementara bagian bawah tubuh mereka saling beradu mencapai kenikmatan. Lalu  Kyuhyun melepaskan lumatannya pada bibir Hannie, kemudian tangannya beralih ke pinggang gadis itu, mencengkramnya dan menahannya agar dia bisa menghunjamkan miliknya lebih kuat dan lebih dalam, membuat Hannie menjerit tidak karuan.
“Oppahhhh….akuhhh…..keluarhhh…..ahhhh…..” Jerit Hannie tidak tahan lagi.
“Bersama.” Titah Kyuhyun.
“ARGHHHHHH…….” Jeritan nikmat keduanya kembali memenuhi kamar ini. Cairan milik Kyuhyun kembali bersatu dengan cairan Hannie, memenuhi rahim gadis itu hingga meluber sampai ke paha dan jatuh ke seprai di bawahnya.
Kyuhyun ambruk di atas punggung Hannie. Kepalanya terkulai di sisi telinga gadis itu. Keduanya tampak terengah-engah berusaha mengatur nafas masing-masing. Setelah berhasil menormalkan tubuhnya setelah percintaan panas dan liar mereka, Kyuhyun lalu menarik miliknya dari himpitan lubang yang sudah memberinya kenikmatan setiap malam selama 2 bulan ini.
“Nghhh….” Hannie merintih lirih saat benda itu keluar dari lubangnya. Kyuhyun lalu bangkit dari tempat tidur dan dengan tubuh telanjangnya segera berjalan masuk.ke kamar mandi.
Hannie yang masih berbaring tengkurap menarik malas selimut di bawah kakinya dengan ujung jari kakinya dan menutupi tubuh telanjangnya. Dia memilih memejamkan matanya karena dia mengantuk dan kelelahan. Entah berapa jam mereka bercinta dan berapa kali mereka mencapai puncak kenikmatan, yang jelas tubuh Hannie benar-benar lemas sekarang. Tidak berapa lama dia mendengar Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Pria itu segera memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dan memakainya kembali sementara gadis itu hanya diam memejamkan mata tapi dia mengintip dari bulu matanya, memperhatikan setiap gerakan suaminya itu. Setelah selesai berpakaian, Kyuhyun mendekati Hannie, membungkukan badannya hingga bibirnya menyentuh telinga gadis itu.
“Aku pergi dulu.” Pamitnya setengah berbisik. Hannie hanya mengangguk lemah. Dan Kyuhyun pun memberinya kecupan singkat di bibir sebelum akhirnya meninggalkan gadis itu sendirian di kamar sementara pria itu kembali ke kamar istri pertamanya.
Begitulah yang mereka lakukan setiap malam dimana seharusnya menjadi malam giliran Raena bersama Kyuhyun. Begitu wanita itu tidur maka diam-diam suaminya itu menyelinap pergi ke kamar Hannie dan menuntaskan hasratnya kepada istri ke-2nya itu. Lalu segera kembali ke kamar Raena begitu selesai bercinta. Yang Hannie duga di malam saat pertama kali Kyuhyun menyelinap ke kamarnya, sepertinya pria itu sudah bercinta sebelumnya dengan istrinya tapi tidak sampai selesai. Atau mungkin saat pria itu menginginkan pelayanan, namun tidak bisa mendapatkannya karena Raena sedang tidak ingin. Karena seperti yang Hannie pernah dengar dari pembicaraan wanita itu dan Kyuhyun saat menungguinya yang sedang sakit, Raena memang mengalami masalah dengan fungsi seksualnya pasca kecelakaan itu dimana dia selalu mengalami kesakitan saat bercinta sehingga tidak bisa melayani suaminya dengan baik. Mungkin karena tidak bisa menahan libidonya sementara pria itu tidak tega meminta pada istri pertamanya, maka Kyuhyun mencari Hannie dan setelah itu malah dia ketagihan untuk menyelinap ke kamar istri ke-2nya.
Saat malam gilirannya pun Hannie tidak bisa memonopoli Kyuhyun semalaman penuh. Pria itu harus menemani Raena hingga wanita itu tertidur baru bisa pergi ke kamar istri ke-2nya. Setelah selesai bercinta, dia kembali ke kamar istri pertamanya. Kyuhyun khawatir saat istrinya pertamanya itu bangun dan tidak menemukan dirinya lalu tidak bisa tidur semalaman. Hal itu pernah terjadi ketika awal-awal pernikahan. Setelah Hannie sembuh dari sakitnya, saat malam dimana giliran Hannie yang mendapat kunjungan dari Kyuhyun. Pagi harinya saat mereka terbangun mereka menemukan Raena yang tidur sambil duduk di anak tangga paling bawah. Wanita itu mengaku tidak sengaja terbangun di saat tengah malam dan menemukan dirinya sendirian di tempat tidur. Tapi setelah itu dia malah tidak bisa tidur karena tidak ada Kyuhyun. Dia ingin mengetuk pintu kamar Hannie meminta suami mereka itu menemaninya tapi merasa tidak enak karena ini bukan malam gilirannya. Akhirnya dia hanya duduk di anak tangga paling bawah sambil sesekali mondar mandir turun naik tangga hingga akhirnya dia tertidur menjelang subuh. Karena kejadian itu Kyuhyun akhirnya memutuskan selesai bercinta dia kembali ke kamar Raena.
Demi menjaga perasaan Raena menjadi alasan kenapa Hannie harus mengalah. Menurut Kyuhyun Raena yang sekarang meski terlihat baik-baik saja namun di dalamnya sesungguhnya dia rapuh dan mudah terluka. Wanita itu mudah depresi apalagi jika dibebani dengan pikiran yang berat. Hannie sangat mengerti hal itu. Kondisi Raena yang pernah kehilangan bayi dalam kandungannya dan keadaannya yang tidak akan pernah bisa hamil lagi seumur hidup ditambah ketidakmampuannya melayani suaminya dengan baik di atas ranjang pastinya membuat perasaannya lebih sensitif. Karena itulah gadis itu selalu mengalah kalau itu menyangkut kepentingan Raena.
Tapi Hannie juga khawatir kalau egonya mulai muncul. Selama 2 bulan mereka tinggal 1 atap gadis itu menyadari kalau dia selalu cemburu pada kedekatan suaminya itu dengan istri pertamanya. Dia khawatir lama-lama dalam hatinya tumbuh keinginan untuk memiliki Kyuhun hanya untuknya seorang. Bahkan sekarang saja sepertinya perasaan itu sudah mulai ada. Apakah Hannie bisa bertahan di sisi Kyyhyun dengan tetap tidak memunculkan keegoisannya? Gadis itu tidak tahu pasti. Yang dia tahu dia semakin jatuh cinta pada iblis mesum yang tampan itu.
Tbc
*********
Sorry kalo saya bawa-bawa film yang kagak umum kaya Boys Don’t Cry- Hillary Swank dan Cheaper By The Dozen- Steve Martin. Alesannya karena Raena saya gambarin wanita yang pinter dan gak suka yang kelewat romance maka saya pikir tontonan Raena rada diluar kebiasaan dikit. Ya 2 film itu kayanya mewakili. Menurut saya. Begitulah.
Mengenai Hannie yang baru berani baca novel erotis pas udah nikah sebenarnya itu memang beneran ada manusia yang berperilaku seperti itu. Tapi yang saya kenal sih orang ini baru berani nonton film yang 18+ pas udah nikah. Katanya udah nikah= udah dewasa. Oke dah saya setuju. Tapi kalo saya sendiri juga baru berani lirik-lirik yang berbau NC pas udah lewat jauh dari umur 21. Dan itu pun baru sebatas manga smut. Meningkat ke FF NC baru sekitar 3 tahunan yang lalu lah hahaha. Tapi saya belum nikah. Jadi polosnya Hannie soal baca atau nonton gituan emang pengaruh pengalaman pribadi 😀
Met ketemu di next part

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: