Story About The Second Wife Part 10

0
Story About The Second Wife Part 10 kyuhyun ff yadong
Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 10
Category: romance, married life,yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena
Author Note:
Tadinya mau ngomel, marah-marah, curcol, curhat, curanmor (bukan woy!) dan sebangsanya. Tapi setelah dipikir ulang ngapain juga kaya gitu? Paling kagak dibaca. Karena ada readers yang akan tetap menghargai karya tulis tanpa sang author harus repot-repot ceritain perjuangan bikin ff apalagi ff chapter. Sementara ada juga readers yang akan tetap nyinyir dan kerjaannya cuma protes walau udah diceritain perjuangan panjang bikin ff sampe 100 halaman sekalipun. Jadi untuk apa saya ngelakuin hal mainstream itu? Lagian saya bukan drama queen.

Ya udahlah. Saya cuma bisa bilang, jangan di plagiat, jangan direpost, jangan diremake dan jangan suka nuduh sembarangan tanpa bukti ya. Fitnah itu lebih pedih dari silet, jenderal (apaan dah?) ๐Ÿ˜€
Yang suka silahkan teruskan baca. Yang nganggep ini ff jelek, bosenin, gak sesuai mau kalian dsb ya teserah kalian. Mau teken ‘back’ silahkan, mau lanjutin baca biar ada bahan buat mencela saya dikolom komen juga silahkan. Saya menulis apa yang ingin saya tulis, bukan karena permintaan. Dan saya faham betul kalau kebutuhan manusia era modern bukan hanya sandang, pangan, papan, casan, dan colokan tapi juga bahan celaan dan bahan lawakan. Ya sudahlah.
Happy reading all dan saya udah ngecek berulang-ulang tapi typo akan tetap ada.
                                 ############
Keesokan Seninnya.
“Ini calon bayimu. Usianya sudah 8 minggu. Panjangnya sudah sekitar 25-30 mm. Nah yang terlihat membulat ini kepalanya. Dan ini wajahnya. Sudah mulai terlihat bentuknya kan dengan tertariknya bagian antara dahi dan pangkal hidung ke arah dalam?” Tunjuk dokter wanita yang sedang mengamati gambar hitam putih pada layar monitor sementara tangannya sibuk menggeser-geser alat USG di atas perut Hannie yang diberi gel khusus. Alat itu berjalan di seputaran perutnya yang masih rata.
Mereka saat ini sedang berada di Rumah Sakit Seoul tepatnya di ruangan dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan Hannie. Setelah kemarin dokter Park Jungsoo menyatakan kalau gadis itu tengah mengandung, maka Kyuhyun dan Raena sepakat meluangkan waktu mereka untuk mengantar Hannie ke dokter kandungan hari ini. Dokter Im Yoona adalah kenalan keluarga Cho. Karena appanya adalah rekan bisnis appanim jadi tidak heran dokter Yoona dan Kyuhyun saling kenal walau tidak sedekat Siwon, Jungsoo atau Donghae. Pihak orang tua sendiri rencananya baru akan diberitahu berita bahagia ini setelah gadis itu selesai dengan pemeriksaannya.
Kyuhyun sudah janjian untuk mengajak bertemu sekalian makan siang dengan orang tuanya dan juga orang tua Raena di restoran Korea di pusat kota Seoul. Para orang tua itu tentu saja penasaran dan bertanya-tanya maksud Kyuhyun yang tiba-tiba mengundang mereka secara bersamaan. Tapi pria itu memilih tetap menyimpan berita bahagia itu hingga Hannie selesai dengan pemeriksaannya dan mereka bertemu di tempat yang direncanakannya. Dia ingin memberikan sedikit kejutan pada orang tua itu. Hannie dan Raena sendiri setuju dengan ide itu makanya mereka berdua ikut tutup mulut seperti halnya Kyuhyun.
Hannie memandang bulatan yang disebut dokter wanita sebagai kepala calon bayinya. Sudah terlihat wajah polos kekanak-kanakannya. Seketika gadis itu merasakan perasaan yang lebih dari sekedar bahagia. Seperti perasaan jatuh cinta tapi berkali-kali lipat lebih hebat dari jatuh cinta pada lawan jenis. Ada 2 bulatan disana. Jika yang 1 tampak jelas sementara yang lain agak tersembunyi.
“Sepertinya yang 1 pemalu.” Komentar dokter Yoona tertawa geli.
Komentar dokter wanita itu membuat Hannie dan Kyuhyun ikut tertawa geli. Yah pria itu sejak dia masuk ke ruangan hingga berbaring di bed pasien ini terus mendampinginya bahkan menggenggam tangannya erat. Sampai-sampai dia lupa kalau di ruangan ini selain dia, Kyuhyun dan dokter Yoona, masih ada Raena yang sejak tadi hanya diam dan hanya bicara seperlunya. Saat mereka bertiga tertawa Raena justru hanya tersenyum tipis dan hanya sebentar setelah itu diam lagi.
“Baiklah dari pemeriksaan semua anggota tubuh, organ-organ, dan sistem syarafnya sudah terbentuk sempurna. Detak jantung terdengar dan pergerakan bayinya juga sudah terlihat. Artinya kedua calon bayi kembar kalian dalam kondisi sehat dan baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Kata dokter Yoona mengakhiri sesi pemeriksaan kehamilan Hannie.
Setelah selesai pemeriksaan kehamilan, Hannie kembali duduk bersama Kyuhyun dan Raena di kursi di depan meja dokter untuk mendengarkan penjelasan dari dokter selanjutnya.
“Mulai sekarang jaga kondisi Hannie-ssi baik-baik. Makanan harus bergizi. Juga jangan melakukan kegiatan yang terlalu berat. Usia 8 minggu adalah termasuk usia yang masih rawan. Walau kadang ada juga beberapa calon bayi yang kuat terhadap benturan atau goncangan tertentu tapi itu hanya sedikit. Jadi calon ibu sebaiknya jangan terlalu lelah. Tapi juga bukan berarti tidak boleh bergerak sama sekali. Lakukan gerakan yang ringan-ringan saja. Ikut senam hamil juga bagus untuk menjaga kesehatan calon ibu dan bayi yang dikandung. Juga jangan sembarangan mengkonsumsi obat-obatan atau supplemen tertentu. Lebih baik konsultasikan dulu pada dokter.” Nasehat dokter Yoona yang langsung diangguki Hannie dengan patuh.
“Beberapa minggu yang lalu aku pernah mengajak Hannie berkeliling Apgujeong dan Cheongdamdong tanpa aku menyadari kalau dia sedang hamil. Bahkan kemarin malam saat pergi ke pesta aku menyuruhnya memakai heels 10 cm. Padahal itu kan bahaya sekali. Kalau saja aku tahu saat itu dia hamil pasti aku tidak akan melakukannya. Aku nyaris saja mencelakainya.” Raena yang diam sejak tadi akhirnya bicara. Ada nada penyesalan di suaranya juga pada tatapan matanya yang menatap pada Kyuhyun, Hannie dan dokter Yoona. Pria itu lalu menggenggam tangan istri pertamanya seolah mengatakan bahwa itu bukan salahnya bahkan juga bukan salah siapa-siapa.
“Tidak ada satu pihak pun yang bersalah dalam hal ini. Karena kehamilan Hannie-ssi tidak terdeteksi bahkan oleh dia sendiri. Yah dia beruntung karena janinnya kuat, jadi saat melakukan hal-hal seperti yang Raena-ssi katakan tadi, kehamilannya tidak bermasalah. Tapi mulai sekarang sebaiknya memang kegiatan-kegiatan tadi jangan dilakukan lagi sampai melahirkan nanti.” Saran dokter Yoona yang diangguki ketiganya.
“Dokter, kenapa saya tidak mual, muntah, pusing atau mengalami hal yang biasa dialami wanita hamil? Bahkan bulan lalu saya masih mendapatkan tamu bulanan saya. Memang hanya sedikit dari biasanya dan berhentinya juga lebih cepat dari biasanya.Apa itu normal?” Tanya Hannie.
“Hum tidak semua wanita hamil mengalami gejala seperti mual, muntah dan pusing. Mengalami sakit pada bagian tertentu tubuhnya atau mengalami perubahan pada tubuhnya. Tapi itu masih normal. Selama tidak diketemukan riwayat penyakit pada calon ibu maka itu bisa dikatakan normal. Begitu juga dengan tamu bulanan. Kadang ada wanita yang diawal kehamilannya tetap mendapatkannya. Tapi bisa juga salah sangka, flek dikira sebagai darah haid. Dan itu juga masih normal. Pemeriksaan yang barusan kita lakukan tadi makin memperkuatnya bukan? Bahwa baik Hannie-ssi maupun kedua calon bayinya baik-baik saja. Tapi tetap harus rutin diperiksa setiap bulan agar kita bisa tahu perkembangannya.” Hannie mengangguk-angguk tanda mengerti setelah mendengarkan penjelasan dokter Yoona tadi.
“Baiklah apa ada pertanyaan lagi?” Kata dokter cantik itu sambil tersenyum manis.
“Nngg….itu….” Hannie sebenarnya ingin bertanya lagi tapi kali ini pertanyaannya agak memalukan untuk ditanyakan. Tapi kalau tidak ditanyakan dia malah tidak tenang. Akhirnya dia hanya memandangi kedua tangannya yang dia letakkan di atas pahanya sambil sesekali menatap wajah dokter cantik yang kelihatannya menantikan pertanyaan dari Hannie.
“Kemarin malam saat kami…uhm…melakukan…’itu’ ehem….maksudku berhubungan….yah kau tahulah, Hannie-aa sempat sedikit berdarah. Apa itu tidak masalah, uhm… maksudku bagi calon bayinya dan juga istriku? Dan malam-malam sebelumnya aku juga sering bermain….yah agak….kasar. Tapi saat itu kan aku tidak tahu kalau dia hamil?” Tahu-tahu Kyuhyun menanyakan pertanyaan yang Hannie tahan sejak tadi.
Blush! Wajah gadis itu memerah seketika. Dia tidak berani mengalihkan tatapannya dari tangannya yang sedang meremas-remas kain dressnya. Terdengar tawa kecil dari dokter wanita itu.
“Karena dari pemeriksaan tadi baik bayinya maupun eommanya tidak bermasalah jadi semuanya aman. Darah itu mungkin akibat luka pada bagian intim akibat berhubungan terlalu kasar. Bisa juga flek. Tapi lain kali kalau ingin berhubungan lagi pelan-pelan saja. Utamakan keamanan dan kenyamanan pasangan yang sedang hamil. Ada banyak posisi yang aman dan nyaman untuk wanita hamil. Tapi yang penting harus lembut, pelan-pelan dan jangan memaksa kalau istrimu sedang tidak ingin. Mood wanita hamil suka berubah-ubah. Kadang dia sangat bergairah hingga kau kewalahan meladeninya, tapi kadang jangankan disentuh sedikit saja, didekati pun tidak mau. Kau harus lebih peka. Juga kalau kondisi kesehatan Hannie-ssi sedang tidak bagus atau bahkan membahayakan ya jangan dilakukan.
Dan yang tidak kalah penting jangan keluarkan sperma di dalam rahim istrimu. Walau sperma tidak mengandung zat berbahaya bagi janin, sepanjang si laki-laki memang tidak memiliki penyakit menular, tapi sperma sendiri mengandung Prostagaldin yang bisa memicu reaksi kontraksi pada wanita hamil. Ini beresiko mengakibatkan keguguran atau kelahiran prematur.
Memang tidak pasti 100% keluar di dalam pasti kontraksi bahkan mengalami resiko tadi. Ada juga yang tidak apa-apa. Tapi sangat jarang. Perbandingan sangat kecil. Aku rasa jika kemarin-kemarin ketika kalian belum mengetahui kehamilan ini, kau keluar di dalam dan ternyata sampai sekarang kandungan istrimu baik-baik saja, maka menurutku itu mungkin suatu keberuntungan. Tapi keberuntungan tidak selalu berulang. Sekarang kalian sudah mengetahui kehamilan ini, jadi mulai sekarang kalian harus lebih berhati-hati daripada nanti menyesal. Termasuk urusan berhubungan intim. Lebih baik kau pakai kondom saat berhubungan atau keluarkan saja di luar untuk meminimalisir resikonya.” Nasehat dokter Yoona pada Kyuhyun.
Hannie hanya diam sambil melirik sedikit wajah dokter wanita dan wajah suaminya bergantian. Terlihat senyum geli dari dokter Yoona sementara Kyuhyun hanya cengengesan tanpa dosa.
‘Dasar pria mesum.’ Maki batin Hannie pada Kyuhyun.
Matanya berpindah melirik ke arah Raena. Dan madunya itu hanya memandang lurus ke depan tanpa ekspresi. Entah apa yang dipikirkannya. Wanita itu benar-benar misterius. Ya sikapnya pada Hannie selama ini juga tanggapannya terhadap kehamilan gadis itu. Raena terlihat bahagia tapi juga sedih disaat yang bersamaan. Membingungkan.
Setelah mendapatkan penjelasan seputar kehamilan Hannie, mereka bertiga pun pamit dan keluar dari ruangan dokter Yoona. Mereka bertiga selanjutnya pergi menuju ke tempat janjian dimana para orang tua sudah menunggu, mengabarkan berita bahagia yang paling mereka tunggu-tunggu.
********
Beberapa Hari kemudian
Malam itu Hannie gelisah. Dia hanya bolak balik berbaring di ranjangnya. Tidak ada Kyuhyun disampingnya. Sejak dinyatakan hamil pria itu setiap malam selalu menemaninya tidur. Tentu saja mereka tidak melakukan apa-apa kecuali berpelukan dan tidur. Suaminya itu mengkhawatirkan calon bayi kembar mereka jika dia seagresif malam-malam sebelumnya terhadap Hannie. Apalagi terakhir mereka melakukannya gadis itu sedikit berdarah. Tapi saat itu kan baik Kyuhyun maupun Hannie tidak ada yang menyadari kehamilan itu? Sekarang suaminya itu lebih berhati-hati.
Hannie tersenyum saat mengelus perutnya yang masih rata karena calon bayi kembarnya masih berusia 8 minggu. Ini bukti cintanya pada Kyuhyun. Walau dia sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan pria itu saat menanamkan benihnya disini. Pastinya ada hasrat ingin memiliki keturunan dari benihnya sendiri sekaligus hasrat memenuhi kebutuhannya sebagai laki-laki normal yang belum bisa dipenuhi istri pertamanya. Tapi cinta? Gadis itu tidak tahu. Kyuhyun mungkin memang merasa memiliki Hannie, cemburu padanya tapi tidak pernah mengatakan apakah itu karena cinta atau hanya demi harga diri sebagai laki-laki dan suami yang tidak suka wanitanya diganggu. Dan apapun itu Hannie tidak perduli. Yang penting disini tumbuh sepasang mahluk tidak berdosa yang masing-masingnya memiliki setengah bagian diri gadis itu. Kyuhyun pasti sangat mencintai bayi kembarnya dan itu berarti setengah bagian Hannie ikut mendapatkan cinta pria itu. Dan membayangkan semua itu membahagiakannya. Untuk bisa bahagia baginya cukup dari hal yang sesederhana itu kan?
Tapi sejak Hannie dinyatakan hamil setiap malam Kyuhyun selalu berada di kamarnya walau bukan malam gilirannya. Bahkan sampai pagi. Dia jadi bertanya-tanya apa Raena tidak merasa terabaikan karena ini? Memang wanita itu juga bahagia menyambut berita kehamilan Hannie dan ikut memberikan perhatiannya pada gadis itu. Tapi dia juga tidak bisa menyangkal kalau dia sering menangkap sorot mata kesedihan juga kecemburuan Raena saat ada Kyuhyun diantara mereka. Serba salah.
Tapi Hannie sendiri mengakui sejak tahu dirinya hamil dia malah ingin selalu tidur ditemani oleh Kyuhyun. Bukan karena permintaan bayi dalam perutnya. Sejujurnya sikembar ini tidak rewel dan tidak macam- macam makanya kehadiran mereka dirahimnya yang sudah 8 minggu saja dia tidak menyadarinya. Keinginan dimanja suaminya itu lebih kepada pemikiran kapan lagi bisa mendapat perhatian lebih dari biasanya dari Kyuhyun jika bukan karena hamil seperti sekarang? Semua orang juga pasti maklum dengan mood wanita hamil. Seperti memanfaatkan bayinya untuk mendapat perhatian dan kasih sayang pria itu. Hannie sadar kalau dia sedikit curang dalam menarik perhatian suami mereka. Tapi mau bagaimana lagi? Hanya cara itu yang memungkinkan. Lagipula dia hanya ingin diperhatikan bukan bermaksud merebut apalagi memiliki Kyuhyun seorang diri.
Dan nyatanya bukan hanya mereka bertiga yang menyambut hangat kehadiran calon bayi kembar dalam rahim Hannie. Keluarga Cho dan keluarga Kim juga ikut menyambut hangat keberadaan calon cucu pertama mereka.
Saat Kyuhyun mengabarkan kehamilan Hannie, para orang tua itu langsung heboh. Bagi keluarga Cho ini cucu pertama mereka dari satu-satunya garis keturunan mereka. Bahkan mereka akan mendapatkan 2 sekaligus. Tuan Kim juga turut bahagia karena meski Hannie bukan puterinya tapi karena gadis itu sudah dianggap sebagai puterinya maka otomatis anak Hannie adalah cucunya juga.
Yang justru sambutannya biasa saja adalah nyonya Kim. Wanita itu hanya mengucapkan selamat lalu setelah itu sikapnya datar-datar saja. Tidak seheboh para orang tua lainnya. Jika mereka sibuk menanyai dan menasehati Hannie macam-macam seputar kehamilan, maka nyonya Kim hanya diam, tidak ikut keramaian itu. Bahkan meski Raena juga ikut terlibat dengan kehebohan para orang tua itu, wanita itu tetap pada sikap datarnya. Hannie cukup maklum akan hal itu. Baginya sudah biasa. Mungkin wanita itu masih belum bisa melupakan bahwa eomma Hannie adalah wanita yang pernah dicintai suaminya dan tetap menganggapnya saingan sampai kapanpun. Tapi sedingin-dinginnya sikap nyonya Kim pada Hannie, hingga sekarang dia belum pernah diperlakukan kasar baik secara fisik atau melalui kata-kata oleh wanita itu. Jadi dia tidak mempermasalahkan dinginnya sikap nyonya Kim padanya.
Tidak ada Kyuhyun kamar besar jadi terasa sepi. Sebenarnya sudah biasa bagi Hannie. Gadis itu  menghembuskan nafasnya kasar. Tadi memang dia yang menyuruh Kyuhyun ke kamar Raena. Sejak dinyatakan hamil sudah 4 malam ini pria itu tidur di kamarnya. Walau senang tapi lama-lama Hannie tidak enak juga. Biar bagaimanapun Raena pasti juga membutuhkan suami mereka. Makanya malam ini dia menyuruh pria itu menemani istri pertamanya. Tadi dia sok kuat saat merelakan Kyuhyun untuk menemani madunya malam ini. Tapi lihatlah sekarang malah dia yang gelisah dan berharap pria itu muncul dibalik pintu kamarnya. Seandainya saja Raena hanya ingin ditemani sebentar lalu menyuruh suami mereka untuk segera kembali ke kamar Hannie. Tapi itu kan hanya seandainya? Gadis itu jadi kesal dengan dirinya sendiri. Terbiasa ditemani Kyuhyun malah jadi keterusan sampai-sampai dia jadi egois begini.
Akhirnya Hannie memutuskan turun ke ruang makan. Dia ingin minum jus jeruk dingin yang baru dari kulkas. Keinginan yang memang akhir-akhir ini suka datang tiba-tiba. Awalnya dia pikir hal biasa tapi ternyata setelah dinyatakan hamil baru dia mengerti kenapa belakangan dia sering berkeinginan di luar kebiasaannya.
Saat menuruni tangga Hannie sempat melirik pintu kamar Raena yang ada di sebelah kanan tangga. Pintu itu tertutup rapat dan sepi. Ada Kyuhyun dan Raena di balik pintu itu. Entah sedang melakukan apa. Hannie tidak tahu dan tidak mau tahu. Gadis itu meneruskan langkahnya menuju ruang makan.
Entah berapa lama Hannie duduk d kursi makan dengan siku bertumpu pada meja, sambil menikmati jus jeruk dalam botol yang tinggal separuh. Dia minum jusnya dengan pikiran yang menerawang kemana-mana. Memikirkan segala hal. Dia merasa kesepian. Hidup berdampingan dengan pria yang dicintainya tapi tetap saja dia merasa pria itu jauh dari jangkauannya. Dia memang bisa menyentuhnya, memeluknya, menciumnya bahkan bercinta dengannya. Tapi tetap saja hati pria itu bukan milik Hannie. Cinta sepihak itu menyakitkan.
‘Kalian lebih beruntung karena kalian akan mendapatkan cinta appa. Tidak seperti eomma.’ Keluh batin Hannie sedih sambil menatap dan mengusap-usap lembut perutnya.
“Ternyata kau disini.” Tiba-tiba suara berat dari belakang menginterupsi lamunan Hannie. Dia pun menoleh ke belakang dan menemukan sosok tinggi tampan yang selalu membuatnya berdebar dalam kondisi apapun. Bahkan meski pria itu hanya memakai kaos dan celana pendek saja.
“Oppa.” Panggil Hannie manja. Kyuhyun tersenyum dan ikut duduk di sampingnya.
“Mengidam jus jeruk lagi hum? Padahal kan tinggal dibawa yang banyak ke kamar jadi tidak perlu repot turun naik begini.” Gerutu Kyuhyun sambil menatap jus jeruk yang diminum Hannie.
“Aish oppa mana enak? Aku inginnya jus jeruk dingin yang baru keluar dari kulkas. Kalau sudah terlalu lama di luar kulkas tidak enak.” Sungut Hannie manja. Kyuhyun hanya tertawa kecil sambil mengacak-acak poni istri ke-2 nya dengan lembut. Gadis itu sangat senang dengan perlakuan suaminya barusan.
“Ya sudah. Sekarang habiskan jus nya lalu kita ke kamarmu dan tidur.” Kata Kyuhyun lagi.
“Eh? Memangnya malam ini oppa tidak tidur di kamar eonnie.” Tanya Hannie heran, tapi dalam hatinnya terselip rasa senang.
“Tadi Raena-aa hanya ingin mengobrol denganku. Setelah obrolan kami selesai dia memintaku kembali ke kamarmu karena dia ingin tidur. Waktu kutanyakan apa malam ini dia ingin kutemani dia menolaknya. Katanya kau lebih butuh aku daripada dia. Raena-aa sangat mengkhawatirkanmu dan bayi kita jadi dia berpikir kau tidak boleh sendirian. Aku pikir ada benarnya juga.” Jelas Kyuhyun.
Hannie tersenyum mendengar hal itu. Yah segala kekhawatiran mereka pasti berhubungan dengan sikembar yang ada di rahimnya. Tidak apalah. Itu saja sudah membuatnya senang. Ide untuk bermanja-manja pun kembali timbul.
“Oppa. Aku sudah kenyang. Oppa yang habiskan ya.” Kata Hannie menyodorkan jus jerusnya yang tinggal kurang dari setengah botol.
“Aish tidak mau ah. Malam-malam begini minum jus jeruk dingin. Isi perutku bisa berantakan. Kembalikan saja ke kulkas atau di buang saja.” Tolak Kyuhyun.
“Tidak mau. Pokoknya oppa harus minum. Sisanya hanya sedikit begini.” Tegas Hannie tidak mau kalah.
“Tch Hannie-aa.” Kyuhyun masih berusaha menolak.
“Oppa jahat. Hiks. Hiks.” Hannie mulai merajuk. Air matanya mulai mengambang di pelupuk matanya.
“Iya iya baiklah. Aku minum. Nih aku minum ya.” Bujuk Kyuhyun panik. Pria itu segera mengambil botol jus jeruk dan meminum isinya sekali teguk.
Hannie tersenyum senang karena Kyuhun menuruti permintaannya. Dalam hati dia geli. Dia tahu merk jus jeruk itu bukan merk yang biasa  pria itu minum dan rasanya juga lebih asam. Apalagi diminum di malam hari. Lagipula suaminya itu pecinta kopi bukan jus. Tapi Hannie bahagia ternyata Kyuhyun melakukan permintaannya. Pasti karena dia yang sedang hamil ini. Kalau begini rasanya dia ingin hamil terus saja biar bisa mendapat perhatian lebih dari pria tercintanya.
“Nah sudah habis kan? Sekarang ayo kita tidur.” Kata Kyuhyun sambil memamerkan botol yang sudah kosong lalu menaruhnya di atas meja makan.
“Gendong.” Rengek Hannie lagi sambil mengulurkan kedua tangannya.
Kyuhyun hanya tertawa kecil. Pria itu lalu menggendong tubuh mungil Hannie. Gadis itu memeluk erat leher suaminya dan menyenderkan kepalanya di dada bidang itu. Lalu mereka pun menuju lantai atas.
“Oppa aku berat kan? Iya pasti berat. Kan kau sedang menggendong 3 orang?” Celoteh Hannie sambil tetap menyenderkan kepalanya di dada Kyuhyun yang menggendongnya menaiki tangga.
“Tidak juga. Masih sama seperti yang dulu-dulu. Menggendongmu seperti tidak menggendong apa-apa aww….” Kyuhyun terpekik ketika Hannie mencubit dadanya dengan keras. Tapi kemudian pria itu terkekeh geli dan melanjutkan kalimatnya.
“Lagipula sikembar menurut Yoona-ssi kira-kira baru sebesar telur bebek. Mana bisa dibilang berat?” Mendengar penuturan suaminya itu Hannie ikut terkekeh dan makin mengeratkan pelukannya.
Mereka pun akhirnya sampai di kamar Hannie. Setelah membuka pintu Kyuhyun terus membawa tubuh mungil itu masuk ke kamar tanpa menutup pintunya kembali. Pria itu bermaksud meletakan tubuh istrinya di ranjang tapi gadis itu tidak mau melepaskan pelukannya. Dia malah sibuk mengendusi leher Kyuhyun membuat pria itu bergidig geli.
“Ha-Hannie-aa……” Peringat Kyuhyun saat ujung hidung dan deru nafas Hannie menggelitik lehernya.
“Oppa….aku ingin duduk di pangkuan oppa.” Rengek Hannie lagi.
Kyuhyun pun menuruti permintaan itu dengan duduk di atas ranjang dan menaikkan Hannie ke pangkuannya dengan posisi tubuh gadis itu yang duduk menyamping.
“Oppa baumu enak.” Sahut Hannie tanpa menghentikan aksi mengendusi leher Kyuhyun.
“Sshhhh….Hannie-aa…sebaiknya hentikan. Atau aku…tidak…bisa menahannya.” Bisik Kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya. Sepertinya pria ini mulai terangsang.
Hannie tahu hal itu tapi tetap tidak berhenti. Karena entah kenapa malam ini dia sangat ingin Kyuhyun berada di dalamnya. Mungkin ini yang disebut hormon wanita hamil.
“Ha-Hannie-aahhh….” Desahan seksi Kyuhyun lolos juga. Apalagi tubuh Hannie terus bergerak-gerak hingga bokongnya tidak sengaja menyenggol gundukan di balik celana pria itu yang mulai mengeras.
“Oppa…..sikembar ingin dikunjungi appanya.” Bisik Hannie manja sambil mengulum telinga Kyuhyun.
“Apa? Tapi….uhmmm….mmmhhh…..” Belum sempat Kyuhyun protes, bibir mungil Hannie sudah membungkamnya dengan ciuman panas. Mereka saling mengulum, menjilati, menggigit bibir pasangan masing-masing lalu saling berperang lidah, berpindah-pindah dari mulut satu ke mulut yang lain. Hingga akhirnya Hannie harus menyerah kalah membiarkan lidah Kyuhyun menjelajah bebas di mulutnya. Pria itu sudah benar- benar sudah turn on terbukti dengan dominasi dan agresifnya pada Hannie.
“Haahhhh……” Mereka melepaskan pergulatan panas bibir mereka setelah merasa kekurangan pasokan oksigen. Nafas mereka terengah-engah dan dahi mereka saling menempel.
“Hannie-aa kau yakin? Kehamilanmu bagaimana?” Tanya Kyuhyun memastikan.
“Sangat yakin. Kan dokter Yoona mengatakan kalau kita boleh melakukannya asal dengan lembut dan posisinya tidak membahayakan janin dalam perutku? Dan aku juga merasa tidak bermasalah dengan kesehatanku.” Sahut Hannie mantap.
“Baiklah. Tapi kalau kau lelah atau merasa kurang nyaman, kau harus katakan padaku maka aku akan menghentikannya. Setuju?” Kata Kyuhyun sambil menatap mata Hannie.
“Uhm.” Gadis itu mengangguk pasti.
Kyuhyun kemudian menurunkan Hannie dari pangkuannya, mendudukan gadis itu di hadapannya. Lalu pria itu melepas kaos dan celana pendeknya hingga tubuh putih pucatnya tidak terlindung apapun. Melihat suaminya melepas pakaian, Hannie pun ikut-ikutan melepas gaun tidur satin dan juga celana dalamnya. Sekarang mereka berdua sudah dalam keadaan telanjang.
Hannie lalu naik ke pangkuan Kyuhyun yang duduk di atas ranjang dengan kedua kaki lurus ke depan. Gadis itu langsung naik ke pangkuan pria itu dan duduk di atas paha suaminya dengan kedua kaki yang mengapit kedua sisi pinggul. Tanpa basa basi dia meraup bibir Kyuhyun, kembali menciumnya dengan gairah. Pria itu juga tidak kalah agresifnya, meladeni setiap lumatan dan permainan lidah Hannie hingga justru lagi-lagi dialah yang mendominasi french kiss itu.
“Ungghhh….Ha….ahhh….Hannie-aaaahhhh….” Desahan seksi terdengar saat Hannie berpindah mengecupi leher putih Kyuhyun. Gadis itu bahkan berani meninggalkan tanda merah di sana. Dia yakin pria itu tidak akan keberatan karena dia memakai alasan bahwa ini pengaruh hormon kehamilan.
“Mmhh…..mmmm….”
Suara gumaman Hannie yang terus mengecupi dan menjilati area leher hingga dada bidang Kyuhyun juga terdengar bersahutan dengan desahan pria itu yang semakin berat dan cepat. Tentu saja jejak-jejak merah itu tidak lupa dia tinggalkan. Katakanlah ini mungkin juga semacam balas dendam karena selama pernikahannya dengan Kyuhyun, dia tidak diijinkan meninggalkan jejak-jejak cintanya di tubuh pria itu. Paling- paling jejak yang pernah dia tinggalkan hanyalah bekas cakaran di bahu dan punggung Kyuhyun saat malam pertama mereka. Setelah itu Hannie dilarang meninggalkan bekas apapun pada tubuh pria itu.
Keadaannya justru terbalik dengan Raena. Wanita itu malah bebas meninggalkan jejak pada tubuh suami mereka. Hannie sering menemukan bekas-bekas kemerahan di leher dan dada Kyuhyun saat pria itu ke kamarnya dan bercinta dengannya. Kemungkinan sebelum ke kamarnya, pria itu sempat bercumbu dengan istri pertamanya tapi hanya sebatas itu. Pada akhirnya suami mereka malah menuntaskan hasratnya pada Hannie. Mengingat hal itu membuat gadis itu sedikit emosi dan makin semangat menciumi, menjilati dan mengigiti kecil leher dan dada Kyuhyun serta meninggalkan jejak cintanya.
“Unghhh….ahhhh…..ahhhhh…..” Desahan Kyuhyun semakin keras menerima cumbuan Hannie yang semakin liar. Tidak hanya leher dan dadanya, jari-jari lentik gadis itu juga menggodai niplenya, menyentuh lalu memilin-milinnya gemas.
Setelah Hannie puas dengan aksinya, dia lalu menatap Kyuhyun dengan tatapan menggoda dan menggigit bibir bawahnya. Gadis itu menengadahkan kepalanya hingga lehernya terekspos jelas di hadapan Kyuhyun. Seolah mengerti apa yang diinginkannya, pria itu langsung balas mencumbui lehernya terus ke bahu, dada hingga payudaranya dengan hasrat menggebu. Namun tidak seperti 4 malam sebelumnya dimana pria itu lepas kontrol karena emosi Hannie didekati Kris, hingga meninggalkan jejak dimana saja. Kali ini dia kembali pada kebiasaannya semula, hanya meninggalkan jejak kemerahan di tempat yang tertutup seperti dada dan payudara Hannie saja. Gadis itu sedikit kesal karena dia berharap Kyuhyun meninggalkan jejaknya seperti malam itu. Apa harus membuatnya cemburu dulu baru pria itu berinisiatif meninggalkan jejaknya tidak hanya ditempat yang tertutup? Lagipula Hannie juga sudah meninggalkan jejaknya di kulit putih pucat suaminya. Tapi kalau begini pasti dikira dia lah yang agresif. Untung dia sedang hamil. Hormon kehamilan bisa jadi alasan keagresifannya.
“Ahhh….op-ppahhhh….ahhhh….ahhh….” Hannie mendesah nikmat saat sebelah payudaranya berada di dalam mulut Kyuhyun. Menikmati permainan lidah dan gigi pria itu pada puncak payudaranya yang sudah mengeras. Sementara payudara yang lain diremas-remas lembut oleh tangan besar suaminya.
“Oppahhh…mhhh….hentikan…..” Tiba-tiba Hannie menarik rambut Kyuhyun keras meminta agar pria itu menghentikan cumbuannya.
Kyuhyun menghentikan cumbuannya dan menatap mata Hannie dengan khawatir. “Kenapa? Apa aku menyakitimu? Astaga Hannie maafkan aku. Kalau begitu kita…..” Belum sempat pria itu melanjutkan kalimatnya, telunjuk Hannie menempel pada bibir suaminya itu, sehingga perkataan pria itu pun terhenti.
“Aku baik-baik saja. Aku hanya ingin mengatakan kalau kita langsung pada intinya saja.” Kata Hannie menatap mata Kyuhyun dengan intens.
Kyuhyun mengerutkan keningnya khawatir. “Tapi kita belum melakukan cukup pemanasan. Nanti kau kesakitan.”
Hannie menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis. Dia lalu menekan pusat tubuhnya pada kejantanan Kyuhyun. “Aku sudah sangat basah sejak tadi. Kau pasti sudah menyadarinya kan?” Bisiknya sambil mengerling nakal.
Tampak senyum mengembang di bibir Kyuhyun. Sementara Hannie mengangkat tubuhnya dan memposisikan pusat tubuhnya dengan tepat.
“Eh tunggu dulu.” Tiba-tiba Kyuhyun menghentikan Hannie tepat saat posisi kejantanannya berada di depan lubang kewanitaan gadis itu. Dia kemudian memindahkan tubuh istrinya dengan lembut dari pangkuannya. “Tunggu sebentar. Aku mau ambil sesuatu.” Lanjutnya. Lalu pria itu menggeser tubuhnya hingga ke tepi ranjang mendekati meja kecil di sampingnya.
“Oppa ada apa?” Tanya Hannie sambil mengernyitkan dahinya bingung. Dia tidak beranjak dari duduknya setelah diturunkan Kyuhyun dari pangkuannya. Pria itu tidak menjawab malah membuka laci meja dan mengambil sesuatu,  yang sepertinya sebuah kotak kecil entah apa,  lalu menutup kembali laci dan bergegas menghampiri Hannie.
“Kata Yoona-ssi sebaiknya jangan sampai spermaku masuk ke rahimmu  karena bisa membuatmu kontraksi. Kau ingat kan? Yah yang kemarin-kemarin saat kita belum mengetahui kehamilanmu memang aku keluar di dalam mu dan untungnya kandunganmu tidak apa-apa. Tapi untuk yang sekarang lebih baik kita berhati-hati. Makanya kita pakai ini saja. Lebih aman.” Kyuhyun memamerkan benda yang tadi diambilnya dan kini berada di tangannya. Ternyata itu sekotak kondom.
“Ah iya aku lupa. Maaf.” Hannie tersipu malu saat menyadarinya. Nyaris saja dia lupa pesan dokter Yoona beberapa hari yang lalu saat memeriksakan kehamilannya. Tapi dia juga bertanya-tanya, kapan Kyuhyun membeli benda itu dan menyimpannya di laci meja kecil itu? Apa suaminya itu sudah mempersiapkan benda itu setelah mendengar tentang anjuran dokter saat pemeriksaan kehamilan Hannie beberapa hari yang lalu bahwa dia tidak boleh keluar di dalam?
‘Aish dasar suami mesum.’ Umpatnya dalam hati.
Di depan Hannie tanpa ragu-ragu Kyuhyun membuka kotak kecil itu, mengeluarkan salah 1 bungkusan foil dan meletakan kotak tersebut di atas ranjang. Dia merobek bungkusan foil itu dengan giginya lalu mengeluarkan benda seperti balon namun bentuknya mirip torpedo. Pria itu lalu memasang benda tipis namun lentur itu pada kejantanannya. Setelah selesai dia pun memandang Hannie sambil tersenyum.
“Sudah aman. Kemarilah.” Titah Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya meminta Hannie naik ke pangkuannya kembali. Gadis itu pun langsung menurutinya.
Setelah kembali berada di pangkuan Kyuhyun, Hannie memposisikan kejantanan pria itu tepat di lubang kewanitaannya. Kyuhyun pun membantunya dengan memegangi pinggulnya erat. Pelan-pelan dia menurunkan tubuhnya hingga batang kejantanan suaminya sedikit demi sedikit tenggelam di lubang miliknya.
“Ohhhhh……” Desah Hannie lega ketika seluruh milik Kyuhyun berada sepenuhnya di dalam dirinya. Dia diam sebentar untuk menyesuaikan pusat tubuhnya dan ukuran pria itu yang masih terlalu besar untuknya.
“Ohhh….ahhhh….awhhhh….ahhhh…..” Hannie mulai menggoyangkan pinggulnya pelan. Namun lama-lama gerakannya makin cepat karena dia merasa tidak sabar dengan Kyuhyun yang malah bergerak pelan seolah sedang menahan diri untuk tidak seagresif biasanya.
“Ha-ahh……
Hannie-aa…..pelan-pelan…..saja….sayanghhhh….kau….mengagetkanhhh….sikembar…..” Susah payah Kyuhyun memperingatkan Hannie di tengah desahannya. Sementara gerakan gadis itu di bawah sana semakin liar. Dia tahu suaminya sedang berusaha menahan diri, tapi sungguh dia tidak apa-apa kalau pria itu bergerak sedikit lebih cepat. Dia tahu pasti apakah gerakan pria itu menyakitinya atau tidak.
“Oppa…..ahhh….aku….tidakhhh…apa-apa….ohhhh….oppa….lebihhh…..ahhhhhh…..ahhhh…..”
Hannie terus menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan cepat. Dia bahkan memainkan otot-otot kewanitaannya, membuat gerakan meremas-remas dan memijiti milik Kyuhyun yang berada di dalamnya. Dia bermaksud memancing gairah suaminya agar bergerak lebih cepat. Dan sepertinya berhasil. Pinggul Kyuhyun mulai bergerak cepat menyodok batang miliknya dari bawah, walau tidak secepat biasanya. Tapi bagi Hannie itu sudah lebih baik daripada gerakan awal tadi. Gadis itu merasakan benturan ujung benda tumpu itu pada titik kenikmatannya berkali-kali hingga tubuhnya menggeliat-geliat nikmat.
“Nghhhhh….mmmhhhh….mpthhhh….mmmm……”
Kyuhyun rupanya mengalihkan ledakan gairahnya tidak hanya bertumpu pada gerakan bagian bawahnya saja melainkan dengan mulutnya yang sibuk mengulum dan menghisap rakus puncak payudara Hannie. Sebelah tangannya dia gunakan untuk memeluk erat pinggang kecil istrinya sementara tangan yang lain meremas-remas payudara gadis itu yang tidak tersentuh mulutnya. Dan terus dia lakukan bergantian hingga Hannie semakin melayang dalam surga yang mereka ciptakan bersama. Gadis itu memeluk erat leher Kyuhyun sambil meremas rambut coklat pria itu juga menekannya kuat hingga wajahnya tenggelam di gundukan kenyal itu.
Mereka berdua terus bergerak bergantian saling memuaskan. Suara desahan yang bersahutan, memanggil nama masing-masing  diiringi deritan ranjang dan suara decakan alat kelamin basah yang saling berbenturan. Kedua tubuh yang sudah basah oleh keringat meski AC yang sudah disetel maksimal. Mereka terus memacu gerakan mereka dengan gairah walau tetap berhati-hati karena ada 2 nyawa dalam rahim Hannie yang harus diutamakan keselamatannya, hingga sampai akhirnya gadis itu merasakan puncak kenikmatannya sudah tercapai.
“Oppa…..ahhh….aku….ahhh….inginhhhh….AHHHHH…….AHHHH…….”
Jeritan panjang Hannie mengakhiri gerakan pinggulnya di bawah sana bersamaan dengan ledakan cairan hangat yang menyembur membasahi kejantanan yang memakai pelindung dan juga paha Kyuhyun. Gadis itu menaruh kepalanya di bahu suaminya sambil terengah-engah berusaha mengatur nafasnya. Hannie juga merasakan dada Kyuhyun yang naik turun dan hembusan nafasnya yang cepat di telinga dan lehernya. Setelah mengatur nafas dia lalu kembali menegakan tubuhnya dan menatap mata Kyuhyun dengan gairah yang belum padam.
“Aku sudah mendapatkannya, jadi sekarang giliran oppa.” Kata Hannie lembut sambil membelai pipi Kyuhyun.
“Kau tidak lelah? Jangan memaksakan dirimu. Aku……” Kyuhyun tidak melanjutkan kalimatnya karena Hannie malah menutup mulut suaminya itu dengan telapak tangannya. Gadis itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
“Aku tidak apa-apa. Kita lakukan 1 kali lagi tapi dengan posisi yang berbeda.” Kerling Hannie genit.
“Tapi kau…..” Kyuhyun lagi-lagi hanya bisa pasrah saat tangan mungil istrinya lagi-lagi menutup mulutnya, menghentikan perkataannya.
“Sudah kukatakan aku baik-baik saja. Oppa juga lihat sendiri kan? Oh iya oppa, kita melakukannya dengan posisi menyamping saja ya. Katanya posisi itu aman buat kehamilanku. Karena aku berbaring menyamping dan oppa di belakangku, perutku kan tidak akan tertindih. Jadi bayi kita aman. Lagipula oppa juga sering melakukan posisi seperti itu kan padaku? Dan karena kehamilanku masih muda jadi posisi itu masih bisa dilakukan. Tapi kali ini yang lembut saja ya oppa.” Kata Hannie dengan penuh keyakinan.
“Kau faham sekali cara bercinta bagi wanita hamil. Belajar dari mana hem?” Kyuhyun tersenyum miring dan mengangkat kedua alisnya untuk menggoda Hannie.
“Tentu saja dari internet. Dari artikel tentang posisi seks yang aman bagi wanita hamil. Malah ada ilustrasi gambarnya. Juga dari cerita fiksi erotis.” Sahut Hannie bangga.
Kyuhyun terkekeh geli. “Apakah termasuk juga menonton video yadong?” Godanya lagi.
Hannie cemberut dan memukul pelan dada Kyuhyun. “Ish menjijikan. Itu kan biasanya oppa yang suka menonton film semacam itu.” Sungutnya manja. Mereka berdua lalu tertawa bersama.
Hannie lalu mengeluarkan kejantanan Kyuhyun dari lubang hangatnya. Dia lalu turun dari pangkuan suaminya dan membaringkan tubuhnya dengan posisi menyamping. Pria itu mengikuti berbaring di belakangnya setelah lebih dulu mengganti kondomnya dengan yang baru. Kyuhyun merapatkan tubuh mereka hingga saling bersentuhan. Posisi Hannie membelakangi suaminya dengan punggung gadis itu yang menempel erat pada bagian depan tubuh besar pria itu.
Hannie merasakan elusan tangan Kyuhyun pada perutnya yang berisi janin sikembar. Elusan lembut yang mengirimkan getaran indah ke seluruh sel saraf di tubuhnya. Leher belakang hingga samping dan bahunya dikecupi dengan gairah oleh suaminya. Gadis itu menoleh pada Kyuhyun yang langsung menyambar bibir mungilnya dan mereka kembali melakukan french kiss panas. Sementara tangan pria itu bergerak menyentuh tidak hanya perut tapi juga meremas lembut kedua payudara Hannie bergantian. Lalu gadis itu merasakan tangan suaminya semakin turun ke bawah membelai kewanitaannya. Kemudian sebelah pahanya berada di atas dilebarkan hingga kewanitaannya terbuka dan sesuatu yang keras menelusup pelan ke dalam lubang sutera basahnya.
“Mhhhh……..” Rintih Hannie nikmat saat lubangnya dimasuki kejantanan Kyuhyun dengan pelan dari belakang sementara bibirnya terus dilumat penuh gairah. Lalu pria itu menggerakkan kejantanannya keluar masuk pada liang lembut yang hangat itu. Tentu saja dengan tempo yang lembut agar tidak menyakiti Hannie dan kandungannya.
“Mmmhhh……mmmhhh….ahhhh…..ahhhhh……ahhhh….”
Tautan bibir mereka terlepas saat mereka harus mendesah di tengah gerakan erotis di bawah sana. Sebelah kaki Hannie yang terangkat mengait pada paha Kyuhyun di belakangnya untuk memudahkan pergerakan kejantanan pria itu pada lubang kewanitaannya. Kedua tangannya meremas satu sisi ujung bantal yang ditidurinya. Sementara sebelah tangan Kyuhyun berada di atas kepala gadis itu dan menggenggam salah satu tangannya yang sedang meremas ujung bantal. Dan tangan lain sedang menggoda kewanitaannya, membelai, mencubiti dan menggosok tonjolan daging kecil yang sensitif di kewanitaannya. Hannie tidak hanya mendapatkan kenikmatan lebih dari posisi ini tapi juga kasih sayang dari belaian lembut dan sentuhan menggoda tangan lihai Kyuhyun pada bagian-bagian titik erotis tubuhnya. Ini benar-benar nikmat.
“Ohhh..oppahhhh…..lebihhh….cepat….ahhhh….ahhhhh……” Pinta Hannie di tengah kenikmatan yang melandanya. Dia merasakan genggaman tangan Kyuhyun pada salah 1 tangannya makin erat. Sementara tangan Hannie yang lain berpindah mencengkram kuat lengan suaminya yang jari-jarinya sedang menggodai kewanitaannya. Kejantanan pria itu masih bergerak keluar masuk hingga mencapai titik terdalamnya. Kepala Hannie mendongak nikmat dan desahannya semakin keras. Dia juga merasakan hembusan kasar nafas Kyuhyun yang menerpa telinga dan pipinya.
“Hannie-aahhhh….ahhhh….ahhhh…..” Kyuhyun pun bergerak lebih cepat. Gerakan pinggul Hannie yang cepat dan berlawanan dengan gerakannya ditambah pijatan dinding kewanitaan gadis itu membuatnya semakin tidak bisa mengontrol diri.
“Ahhh……ahhhh….ahhhhh…..ahhhh……”
Desahan, erangan dan geraman nikmat dari keduanya memenuhi kamar ditambah suara-suara erotis lainnya. Sambil terus mengeluar masukkan kejantanannya di liang hangat itu dengan cepat, menghantam bertubi- tubi titik nikmat Hannie, tangan Kyuhyun bergerak membelai lembut perut istrinya seolah sedang menenangkan kedua mahluk tidak berdosa di dalam sana yang mungkin merasa terganggu dengan ulah mesum kedua orang tua mereka. Gadis itu pun ikut membelai perutnya sendiri, ikut membantu suaminya menenangkan sikembar di dalam rahimnya.
Hannie lalu menoleh ke samping, menatap pria itu penuh cinta sambil  tersenyum. Dan dibalas Kyuhyun dengan tatapan dan senyuman hangat yang membuat Hannie bahagia luar biasa. Kehamilannya memang membawa keberuntungan buatnya. Mereka berdua terus bergerak saling berlawanan, berpacu untuk berusaha mencapai 1 titik hingga akhirnya tercapai juga titik itu setelah saling bergerak beberapa lama.
“OP-PAAA…AHHHH….AHHHH……”
“Ohhh….ahhhh….HANNIE- AHHHHHHH…….AHHHH…..ARGHHHHHHH………”
Akhirnya mereka berdua mencapai klimaksnya. Hannie kembali menyemburkan cairan hangatnya lebih dulu disusul Kyuhyun. Namun cairan hangat milik pria itu tertampung oleh kondom yang dipakainya hingga tidak masuk ke rahim Hannie. Keduanya terbaring lemas dan tersengal-sengal, berusaha menetralkan nafas sehabis melakukan kegiatan panas.
“Kau tidak apa-apa kan?” Tanya Kyuhyun lembut di telinga Hannie setelah berhasil menetralkan deru nafasnya. Pria itu membelai rambut istrinya dengan kasih sayang.
“Uhm. Aku baik-baik saja.” Hannie mengangguk mantap. Dia memang merasa tubuhnya tidak bermasalah meski baru saja bercinta agak liar dengan suaminya ini.
“Eunghhhhh………..” Hannie mengerang lirih ketika Kyuhyun menarik kejantanannya yang terbungkus kondom dari himpitan liang hangat selembut sutera milik gadis itu. Hannie merasa hampa dan kehilangan.
Hannie membalikan tubuhnya hingga dia berbaring terlentang. Dan lalu mengamati Kyuhyun yang sedang melepas kondom dari kejantanannya yang sudah penuh cairannya. Pria itu kemudian mengikat ujung kondom dan menaruhnya di ujung ranjang bersama kondom bekas percintaan mereka sebelumnya yang sudah lebih dulu ada disitu. Dia mengambil selimut yang ada di ujung ranjang dan menyelimuti tubuh telanjang Hannie.
“Aku buang ‘itu’ dulu.” Kata Kyuhyun sambil melirik kondom bekas di ujung ranjang. Hannie hanya mengangguk pelan.
Pria itu lalu meninggalkan tempat tidur dalam keadaan masih tanpa pakaian sambil mengambil kondom bekas tadi dan membawanya untuk dibuang ke tempat sampah yang terdapat di kamar mandi kamar ini. Tidak berapa lama dia kembali ke ranjang, ikut masuk ke dalam selimut besar yang dipakai Hannie dan berbaring di samping gadis itu.
“Tidurlah. Selamat malam Hannie-aa. Tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah.” Bisik Kyuhyun sambil mengecup mesra kening Hannie lalu memeluk lembut perut istrinya dan mulai memejamkan matanya.
“Selamat malam juga oppa. Aku cinta oppa.” Balas Hannie sambil mengecup ujung hidung Kyuhyun lalu ikut tertidur karena tubuhnya kali ini sangat lelah.
Dan keduanya pun tertidur dengan membawa perasaannya masing-masing ke alam mimpi.
**********
Hannie terbangun dengan perut yang sangat lapar. Dengan malas gadis itu melirik jam dinding di kamarnya dan jarum jam masih menunjukan angka 4. Masih jam nya tidur. Kyuhyun saja yang berbaring di sebelahnya masih terlelap, asyik dengan mimpinya. Lengan kokoh pria itu melingkar di perut Hannie. Rasanya sayang sekali kalau harus melepaskan momen yang menurutnya langka ini. Tapi mau bagaimana lagi? Perutnya sudah berdemo minta diberikan makanan.
‘Aish nak. Kalian tidak bisa menunggu sampai pagi ya? Padahal eomma sedang menikmati pelukan appamu.’ Keluh Hannie dalam hati.
Tapi Hannie mengakui karena bayi kembar dalam rahimnya jugalah dia bisa menikmati perhatian berlebih dari suaminya. Jadi apapun yang mereka minta harus dipenuhi. Termasuk keinginan makan di saat masih jam tidur begini.
Perlahan Hannie menyingkirkan lengan Kyuhyun dari perutnya. Dia kemudian turun dari ranjang dengan hati-hati dan memakai kembali gaun tidur dan celana dalamnya yang teronggok di lantai. Dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan tangannya. Setelah itu dia mengambil jubah tidurnya selututnya dan memakainya untuk menutupi bagian tubuh yang tidak tertutupi sekalian untuk menghalau dingin. Hannie lalu meninggalkan kamarnya dengan Kyuhyun yang masih asyik bergulung di balik selimutnya.
Ketika nyaris sampai di anak tangga paling bawah, sayup-sayup Hannie mendengar seperti suara tangisan wanita di rumah ini, membuat gadis itu menghentikan langkahnya. Tangisan siapa? Raena kah? Atau jangan-jangan……hiyyy….Hannie bergidig ngeri kalau sampai tangisan itu berasal dari hantu atau sejenisnya. Tapi jangan-jangan ini hanya halusinasinya saja. Dia mencoba menajamkan pendengarannya, memastikan apakah benar itu suara tangisan. Dan memang itu suara tangis wanita yang berasal dari kamar Raena. Hannie pun bergegas melanjutkan langkah menuruni sisa anak tangga dan menuju kamar wanita itu. Sesampainya di depan pintu kamar Raena, dia pun langsung mengetuknya.
“Eonnie? Eonnie, boleh aku masuk?” Pinta Hannie disela ketukannya.
“Hiks masuklah.” Suara lemah bercampur isakan terdengar dari dalam.
Hannie bergegas masuk dan mendapati Raena yang duduk di atas ranjang sambil memeluk lututnya dengan wajah basah penuh air mata. Bahunya juga bergerak naik turun pertanda wanita itu masih menyisakan tangisnya. Hannie bergegas menghampiri madunya itu dan duduk di hadapan wanita itu yang terus menatapnya dengan sedih sejak dia masuk kamar. Gadis itu jadi merasa iba padanya.
“Eonnie kenapa menangis? Apa ada yang sakit? Atau eonnie terluka?” Tanya Hannie lembut sambil menyeka pipi Raena yang basah karena air mata dengan tangannya.
“Hiks Hannie-aa……hiks…hiks….aku rinduuu…..hu………” Bukannya menjawab pertanyaan Hannie, Raena malah menghambur memeluk gadis itu erat dan kembali menangis bahkan lebih keras lagi. Bahu Hannie sampai ikut basah terkena air mata wanita itu. Namun dia membiarkan madunya menangis sepuasnya di bahunya. Dia hanya membelai dan menepuk-nepuk lembut punggung Raena.
‘Eonnie merindukan siapa? Oppa kah?’ Batinnya heran. Tiba-tiba rasa bersalah menggelayutinya. Beberapa malam ini Kyuhyun selalu tidur di kamarnya. Sampai pagi. Bahkan sejak kehamilannya perhatian suami mereka lebih cenderung ke arahnya. Mungkin Raena yang biasanya selalu diprioritaskan, sekarang merasa kesepian hingga dia sampai menangis begini. Hannie tahu meski wanita itu terlihat bahagia dengan kehamilannya tapi dia juga terlihat sedang menyembunyikan kesedihannya. Gadis itu merasa sangat bersalah. Dia jadi seperti merebut Kyuhyun dari Raena. Padahal dia tidak bermaksud begitu. Dia hanya ingin minta perhatian bukan merebut.
Lama-lama tangis keras Raena berubah pelan. Wanita itu lalu melepaskan pelukannya pada Hannie. Dia menyeka air mata di pipinya dengan kedua tangannya. Dia sudah terlihat sedikit tenang meski isakan kecilnya masih lolos dari bibirnya.
“Eonnie merindukan oppa?” Tanya Hannie hati-hati. “Maaf aku……” Belum sempat dia menyatakan penyesalannya, Raena sudah memotongnya lebih dulu.
“Bukan. Aku menangis seperti ini bukan karena merindukan Kyu-aa. Aku rindu pada mereka.” Sahut Raena dengan suara tercekat saat mengucapkan kata ‘mereka’.
“Mereka?” Tanya Hannie tidak mengerti.
“Iya mereka. Sikembar.” Sahut Raena lagi.
“Sikembar?” Tunjuk Hannie pada perutnya. Tapi lagi Raena menggeleng. Membuat gadis itu tambah kebingungan. Akhirnya dia diam mencoba menunggu madunya itu agar lebih tenang jadi bisa bercerita apa maksud perkataannya tadi.
“Kau tahu kan kalau aku pernah mengandung dan kecelakaan itu membuatku kehilangan bayiku dan juga kesempatanku untuk mengandung lagi?” Tanya Raena akhirnya. Hannie hanya mengangguk mengiyakan.
“Bayi itu kembar. Mereka pernah ada disini dan menemani hari-hariku selama 4 bulan sebelum……sebelum akhirnya mereka pergi tanpa sempat merasakan bagaimana kehidupan di luar sana. Aku belum sempat menggendong mereka, belum sempat menamai mereka bahkan aku tidak tahu mereka laki-laki atau perempuan atau keduanya. Mereka pergi meninggalkanku sebelum sempat merasakan cinta seorang eomma hiks hiks. Aku merindukan mereka. Aku ingin bertemu mereka dan mendengarkan mereka memanggilku ‘eomma’ sekali saja. Tapi…hiks…itu tidak mungkin. Bahkan aku tidak memiliki kesempatan untuk dipanggil ‘eomma’ oleh darah dagingku sendiri hiks hiks.” Raena kembali terisak sedih.
Hannie kembali memeluk Raena dan membelai lembut kepalanya berusaha menenangkannya. Sekarang dia mengerti alasan sikap madunya yang antara senang sekaligus sedih terhadap kehamilannya. Ternyata karena bayi yang dulu sempat dikandung Raena ternyata juga bayi kembar seperti miliknya sekarang. Pantas saja wanita itu jadi teringat luka lama yang sedang dia coba lupakan. Sejujurnya Hannie baru tahu sekarang mengenai hal itu. Saat tuan Kim memberitahukan peristiwa kecelakaan yang menimpa Raena lebih dari 2 tahun yang lalu itu, beliau hanya memberitahukan kondisi puterinya yang koma dan mengalami keguguran tanpa menjelaskan bahwa bayi itu kembar. Mungkin beliau lupa karena terlalu panik juga sedih.
Dan setelah Raena sadar pun keluarga Kim tidak mengungkit-ungkit masalah bayi itu. Entah mengenai siapa appanya? Dimana dia sekarang? Dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pria pemilik benih yang tadinya bersemayam di rahim Raena. Apalagi dengan ketidak stabilan kondisi psikologis wanita itu yang kehilangan bayi juga kehilangan sahabatnya yang turut tewas dalam kecelakaan itu, divonis mandul seumur hidup dan ditambah sempat mengalami kelumpuhan dari pinggang hingga kaki, membuat keluarga Kim sepakat untuk lebih memfokuskan pada pemulihan fisik dan psikis Raena ketimbang mengungkit-ungkit hal yang sudah-sudah. Dan itu terus berlangsung hingga sekarang. Apalagi wanita itu juga bungkam tidak mau bicara apapun kalau mengenai kehamilannya dan pria yang menghamilinya juga tidak pernah muncul. Hingga sekarang.
Terkadang Hannie penasaran dengan misteri itu tapi dia tahu dia tidak berhak menanyakannya. Jika keluarga Kim, keluarga Cho dan Kyuhyun sendiri yang lebih berhak saja memilih tidak membicarakan masalah ini, apalagi Hannie yang bukan siapa-siapa. Gadis itu terus membelai kepala madunya hingga kembali tenang.
“Eonnie jangan bersedih. Sikembar eonnie sekarang sudah bahagia di surga. Sekarang ada sikembar lain yang akan ikut bersedih jika kedua eommanya bersedih.” Kata Hannie dengan suara bergetar.
Raena yang sedang dipeluk Hannie langsung menegakan badannya dan menatap gadis itu dengan mata yang basah. Sementara Hannie dengan sigap meraih tangan Raena dan menaruhnya pada perutnya.
“Mereka boleh kan memanggil ‘eomma’ pada eonnie? Soalnya mereka kan anak eonnie juga? Mereka pasti senang memiliki eomma secantik dan sebaik eonnie.” Kata Hannie lagi sambil tersenyum manis.
“Benarkah? Kau serius?” Mata Raena yang basah membelalak tidak percaya.
“Uhm.” Hannie mengangguk mantap sambil tersenyum manis.
“Kyaaa…..Hannie-aa. Terima kasih.” Raena terpekik bahagia. Dia kembali memeluk Hannie dengan erat saking senangnya. “Terima kasih sudah mau berbagi sikembar denganku.” Bisiknya parau.
“Justru aku yang berterima kasih pada eonnie. Karena eonnie sudah bersedia berbagi oppa denganku. Jadi anak ini adalah anak kita.” Sahut Hannie.
“Anak Kyu-aa, anakmu dan juga anak ku?” Raena kembali menatap mata Hannie lekat-lekat.
“Uhm. Juga cucu dari keluarga Jun, keluarga Cho juga keluarga Kim.” Tekan Hannie.
“Dan juga keponakannya baby Junmen. Ah jadi julukan si pendek itu bertambah ya? Junmen samchon.” Celutuk Raena geli.
“Astaga benar juga ya. Eonnie kan suka memanggil Suho-aa Baby Junmen, lalu teman-temannya suka memanggilnya Junmen appa, dan sekarang sikembar dan bahkan adik-adik sikembar nanti akan memanggilnya Junmen samchon.” Ringis Hannie sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mereka berdua saling berpandangan. Dan tak lama kemudian terdengar gelak tawa dari kedua wanita itu seolah tadi tidak ada acara melodrama dan tangis-tangisan diantara keduanya.
“Ah iya Hannie-aa, kenapa tiba-tiba kau ada disini? Jangan-jangan suara tangisku sampai ke kamarmu ya? Aduh maaf tangisanku pasti sangat menganggu.” Tanya Raena khawatir sekaligus penuh penyesalan.
“Ah tidak. Kamarku kan di lantai 2, mana mungkin terdengar? Eonnie tenang saja. Aku terbangun jam segini karena merasa sangat lapar. Tapi saat turun dan melewati depan pintu kamar eonnie, aku mendengar tangisan jadi ya aku kemari saja. Ternyata memang eonnie yang sedang menangis.” Jelas Hannie.
“Ah maaf. Tadi aku memang sedikit melankolis. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Uhm oh iya kau mengatakan kau sangat lapar. Apa kau mengidam sesuatu? Makanan tertentu misalnya? Katakan saja padaku. Aku akan berusaha mendapatkannya untukmu.” Kata Raena penuh semangat.
“Uhm tidak ada.” Sahut Hannie.
“Ah begitu ya. Hei bagaimana kalau aku masakkan sesuatu untukmu? Kedua pelayan kita kemarin sore baru saja mengisi kulkas dengan bahan makanan baru. Jadi ada banyak stok bahan makanan yang bisa ku olah.” Tawar Raena riang.
“Tentu. Asal  tidak merepotkan eonnie aku mau.” Sahut Hannie.
“Ah tidak repot sama sekali. Malah aku senang bisa memasak untukmu juga untuk sikembar. Baiklah ayo kita ke dapur. Kau cukup duduk santai dan saksikan bagaimana Chef Kim Raena bekerja membuatkan makanan yang enak dan bergizi untuk kalian bertiga.” Ajak Raena bahagia lalu disusul dengan tawa riang keduanya.
Kedua wanita cantik itu beranjak dari ranjang. Mereka berjalan beriringan keluar kamar menuju dapur dengan Raena yang memeluk bahu Hannie. Namun dalam hati Hannie merasakan perasaan campur aduk. Antara sedih karena takdir yang menimpa Raena, perasaan bersalah karena dia memiliki keegoisan terhadap suami mereka, tapi juga ada perasaan bahagia karena kehamilannya membuat wanita itu terlihat lebih bersemangat. Hannie membenarkan kata-kata Siwon di pesta beberapa malam yang lalu. Baik Raena maupun dirinya memang masih dalam proses belajar. Belajar untuk saling berbagi dan belajar untuk menekan keegoisan masing-masing.
***********
2 Minggu Setelah Pemeriksaan Kehamilan Hannie.
Sore itu Hannie duduk sendirian di ruang tengah sambil menonton drama televisi. Rumah sedang sepi karena Kyuhyun dan Raena sedang berada di kantor masing-masing. Hanya ada ada Han ahjumma dan Nayoung yang sibuk dengan pekerjaannya.
Sedangkan Hannie sendiri sejak pemeriksaan kehamilannya 2 minggu yang lalu sudah tidak melakukan kegiatan apapun. Dia tidak diijinkan lagi ikut eommonim bekerja di butik. Mereka semua bahkan eommonim sendiri melarangnya. Mereka menginginkan gadis itu hanya istirahat di rumah. Kalaupun bepergian tidak boleh lama-lama dan harus ditemani. Di rumah pun sama saja. Kedua pelayan tidak mengijinkan dia bekerja membantu mereka walau hanya sekedar memasak. Ini semua atas perintah Kyuhyun. Raena dan yang lainnya menyetujui perintah pria itu. Jadi Hannie hanya menurut saja. Toh ini demi bayi kembarnya yang sedang bersemayam di rahimnya.
Gadis itu mengelus lembut perutnya. Saat pemeriksaan kehamilannya 2 minggu yang lalu, kedua janin itu telah berusia 8 minggu. Jadi sekarang mereka sudah berusia 10 minggu. Hannie bertanya-tanya sudah sebesar apa mereka sekarang. Dia jadi tidak sabar menunggu pemeriksaan selanjutnya yang masih lama. Kyuhyun dan Raena sudah berjanji akan menemaninya setiap dia melakukan pemeriksaan kehamilan.
Sejak kehamilannya diketahui, Hannie akhirnya bisa mendapatkan perhatian lebih dari Kyuhyun. Pria itu bersikap lebih hangat dan lebih lembut padanya. Sementara Raena sejak curahan hatinya lebih dari seminggu yang lalu tentang calon bayi kembarnya yang telah pergi kepada Hannie, menjadi ikut lebih perhatian padanya. Wanita itu tidak bersikap dingin atau terlihat sedih lagi meski suami mereka sedang memberikan perhatian pada madunya. Bahkan dia juga tidak sungkan-sungkan ikut memberikan perhatiannya. Raena sering memasak untuk Hannie, membawakannya sesuatu yang dia inginkan, dan menemaninya di kamar jika Kyuhyun belum pulang dari kantor. Wanita itu juga tidak keberatan suami mereka selalu tidur di kamar Hannie.
Namun Hannie tidak ingin egois. Walau dia sempat memanfaatkan kehamilannya untuk menahan Kyuhyun agar tetap di kamarnya, tapi setelah mengetahui cerita sedih Raena itu, maka dia memutuskan untuk tidak melanjutkan keegoisannya. Dia bahkan sering meminta agar Raena yang menemaninya tidur di kamarnya. Dan wanita itu tidak keberatan. Kyuhyun sendiri juga tetap tidur di kamar Hannie. Hanya saja jika kedua istrinya tidur di ranjang besar, maka pria itu mengalah tidur dengan menggelar kasur tidak jauh dari ranjang.
Masalah dengan Raena memang selesai. Tapi sebenarnya ada masalah yang mengganjal. Masalah yang membuatnya khawatir untuk keluar rumah. Jika biasanya Hannie selalu menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di ayunan di taman bunga di teras samping rumah saat sedang bosan di dalam rumah, maka sudah 3 hari ini dia tidak berani keluar rumah. Karena 3 hari yang lalu Nayoung bercerita kepada Hannie kalau tiba-tiba saja dia dihampiri dan ditanyai oleh seorang pria yang ciri-cirinya seperti Kris saat dia sedang berbelanja kebutuhan rumah ini di supermarket. Bahkan pria itu diam-diam sempat mengikutinya saat dia dalam perjalanan pulang ke rumah besar ini selesai berbelanja.
Flashback 3 Hari Yang Lalu
“Ada pria asing yang mendatangimu dan menanyakanku? Seperti apa pria itu?” Tanya Hannie heran ketika Nayoung menceritakan tentang pertemuannya di supermarket dengan seorang pria tidak dikenal yang tiba-tiba mendatanginya dan menanyakan perihal majikannya.
“Wajahnya sangat tampan, campuran oriental dan western. Dia tinggi sekali. Lebih tinggi dari tuan Kyuhyun. Dia sekeren si vampire tampan Edward Cullen di film Twilight itu. Whoaaa….benar-benar pria yang sempurna. Dia seolah-olah adalah pria tampan yang melompat keluar dari novel romantis. Atau jamgan-jangan surga sedang kehilangan salah satu malaikatnya? Tapi setan juga katanya punya rupa indah untuk menggoda manusia.” Cerita Nayoung antusias.
“Kris.” Desis Hannie pelan. Dia tidak banyak memiliki kenalan pria. Dan pria yang mengenalnya dengan ciri-ciri yang disebutkan Nayoung siapa lagi kalau bukan Kris?
“Apa dia menyebutkan namanya? Bagaimana bisa pria itu menanyakan tentang aku kepadamu? Memangnya apa yang pria itu tanyakan tentang aku? Dan apa yang kau katakan padanya?” Tanya Hannie lebih lanjut dengan rasa penasaran yang besar. Entah mengapa dia sangat yakin pria itu adalah Kris yang mungkin sedang menyelidiki keberadaannya. Hannie jadi khawatir jika pria itu berhasil mendapatkan informasi tentangnya dari Nayoung lalu tiba-tiba muncul di rumah ini di hadapannya. Jika Kyuhyun sampai mengetahuinya, bisa-bisa suaminya itu marah besar. Bisa-bisa dia diungsikan ke tempat lain, terpisah dari pria tercintanya. Dia tidak mau hal itu terjadi.
“Pria itu tidak menyebutkan namanya. Aku juga lupa menanyakannya. Habis aku terlalu kaget dan terpesona karena didatangi pria tampan. Dan aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saja pria itu mendatangiku dan bertanya apa aku bekerja di rumah tuan Cho Kyuhyun? Awalnya dia memang menanyakan tuan jadi kupikir dia kenalan tuan makanya aku senang-senang saja saat diajaknya bicara. Tapi kemudian dia mulai menanyakanmu seperti: apa kau juga tinggal di rumah ini, apa kau ada di rumah karena dia bilang sudah lama tidak melihatmu lagi di butik? Apa kau sudah tidak bekerja lagi di butik? Kau biasanya suka pergi kemana dan seringnya pergi sendiri atau bersama siapa? Dan banyak lagi pertanyaan seputar dirimu yang dia tanyakan padaku. Aku jadi curiga untuk apa dia bertanya tentangmu? Seingatku kau kan tidak punya kenalan pria seperti itu? Apalagi dia juga menanyakan alamat rumah ini. Aku merasa dia ada maksud tertentu padamu. Aku pun teringat kalau tuan Kyuhyun dan nyonya Raena pernah memperingatkanku dan Han ahjumma untuk tidak meladeni jika  orang tidak dikenal yang menanyakan keluarga ini terutama menanyakanmu.
Makanya sebelum aku jawab pertanyaan-pertanyaannya seputar dirimu itu, aku langsung mengakhiri pembicaraan kami dan meninggalkannya dengan alasan terburu-buru. Lalu saat aku pulang aku merasa diikuti. Dan ternyata benar. Pria itu mengikutiku sejak keluar dari supermarket. Jadi aku menghindarinya dengan masuk ke toko bunga di depan jalan itu. Aku minta bantuan Hyeri temanku yang bekerja di sana dan dia menyusupkanku lewat pintu belakang toko jadi aku bisa menghindari pria tampan itu. Sepedaku saja aku titipkan disana dan rencananya pulang nanti baru akan kuambil. Makanya seperti yang kau lihat aku pulang hanya dengan jalan kaki begini.” Cerita Nayoung panjang lebar.
“Ah begitu ya.” Hannie mengangguk-angguk sekaligus menarik nafas lega. Ternyata Nayoung tidak begitu saja memberikan informasi tentang majikannya kepada orang yang tidak dikenalnya. Walau ternyata gadis pelayan itu tidak mengetahui nama pria itu tapi dia yakin pria itu memang Kris.
“Ngomong-ngomong kau kenal pria itu? Kenapa dia sangat penasaran sekali denganmu?” Tanya Nayoung.
“Uhm entahlah. Mungkin kenal.” Sahut Hannie sekenanya. Dia tidak menceritakan keyakinannya kalau pria itu adalah Kris demi untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut dari Nayoung mengenai apa hubungannya dengan pria itu.
“Tapi kau sendiri kenapa juga pria itu sampai mendatangimu seolah-olah dia sudah tahu kau itu bekerja di rumah oppa? Apa sebelumnya kalian pernah bertemu?” Hannie malah balik bertanya dengan keheranan.
Nayoung menggelengkan kepalanya sambil menggendikan bahunya. “Kalau itu aku juga tidak tahu. Bertemu dengannya saja baru sekali ini. Makanya aku juga bingung kenapa untuk menanyakanmu dia langsung tepat mendatangiku? Eh jangan-jangan pria itu mengenalmu atau setidaknya tahu tentangmu dan dia tertarik padamu, lalu diam-diam menyelidiki tuan Kyuhyun untuk bisa mendekatimu. Mungkin dia dapat informasi entah darimana kalau aku salah satu pelayan yang bekerja di rumah tuan Kyuhyun. Apa seperti itu ya? Whoaa… Hannie-aa, jangan-jangan dia itu pengagum rahasiamu?” Pelayan itu menatap Hannie meminta pendapat majikannya tentang dugaannya itu.
“Aku tidak tahu soal itu. Mungkin saja pria itu memang menyelidiki oppa. Tapi apakah sasarannya oppa atau justru aku, hal itu aku juga tidak bisa memastikan. Dan yang kau lakukan tadi sudah benar. Jika ada orang asing yang bertanya tentangku walaupun dia mengaku mengenalku, sebaiknya kau jangan katakan apapun.” Sahut Hannie.
“Tentu. Kau tenang saja.” Kata Nayoung sambil tersenyum.
“Dan juga jangan ceritakan soal kejadian tadi pada siapapun terutama pada oppa dan eonnie. Aku tidak mau mereka tahu dan masalahnya malah jadi tambah besar.” Pinta Hannie lagi.
“Jangan khawatir Hannie-aa. Aku tidak akan buka mulut.” Janji Nayoung.
Flashback end
Dan sudah 3 hari sejak kejadian itu. Baik Kyuhyun maupun Raena tidak mengetahui hal itu. Atau setidaknya belum mengetahuinya karena baik Hannie maupun Nayoung sama-sama tutup mulut. Bahkan Han ahjumma saja tidak mereka beritahu. Apalagi memang tidak ada hal yang mencurigakan yang terjadi. Tidak ada orang asing yang berkeliaran di sekitar daerah rumah ini. Toh Nayoung pun tidak bertemu lagi dengan orang itu. Pria yang Hannie yakini adalah Kris.
Hannie bukannya benci Kris. Dia bahkan berharap bisa bertemu pria itu untuk meminta maaf atas kejadian sewaktu di pestanya Siwon. Saat mereka berdansa dan Raena kemudian melabrak Kris.  Menurutnya soal dia mau diajak berdansa bukan sepenuhnya salah pria itu. Hannie merasa kalau itu juga bagian dari salahnya. Padahal saat itu Kris sudah menyerah tapi malah dia yang mengajak berdansa. Akibatnya pria itu harus menerima peringatan keras dari Raena. Dan sepertinya beberapa tamu yang ada di sekitar mereka waktu itu pasti menyaksikan langsung kejadian itu. Dan mungkin sudah ada gosip-gosip yang beredar di kalangan para sosialita itu. Entahlah. Hannie tidak tahu pasti gosip apa yang beredar tentang dirinya karena sudah 2 minggu ini dia habiskan di dalam rumah besar milik Kyuhyun.
Tapi tentu saja Hannie berharap dia bisa bertemu Kris dan meminta maaf di tempat lain bukan di rumah ini. Lalu meminta agar sebaiknya mereka saling menjaga jarak apapun alasannya.
Faktanya selama 3 hari ini Hannie malah terus memikirkan cerita Nayoung. Bagaimana jika sebenarnya Kris sudah berhasil mendapatkan informasi alamat rumah ini entah bagaimana caranya. Gadis itu khawatir saat keadaan tenang begini tahu-tahu pria itu muncul disini. Dia kan susah ditebak?
Bahkan kekhawatirannya itu sampai terbawa ke mimpi. Sudah 3 hari ini Hannie sering bermimpi Kris tiba-tiba muncul di rumah ini dan dengan beraninya masuk untuk menemuinya. Dan saat pria itu sedang bicara dengannya muncul Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan marah dan menariknya pergi entah kemana. Lalu suaminya itu mengurungnya disuatu tempat dan meninggalkannya sendirian. Gadis itu bergidig ngeri membayangkan jika itu benar-benar terjadi. Makanya saat ini dia tidak berani keluar rumah walaupun bosan. Bahkan untuk duduk di balkon kamarnya saja dia tidak berani. Siapa tahu kan mungkin Kris atau setidaknya orang suruhannya berada di sekitar sini dan melihat Hannie?
“Hoammmm……” Hannie menguap lebar. Dia mengantuk sekali. Sejak dinyatakan hamil dia memang gampang mengantuk. Padahal sebelumnya tidak. Entah karena tidak memiliki kegiatan apa-apa atau karena memang bawaan bayi.
Akhirnya Hannie tertidur sementara drama favoritnya terus tayang di televisi. Dia tidak tahu berapa lama dia tertidur. Yang jelas mimpi yang mengganggunya selama 3 hari ini datang lagi.
“Kris? Ke-kenapa kau ada disini? Bagaimana kau bisa masuk?” Tanya Hannie panik.
Tapi bukannya menjawab pertanyaan Hannie, Kris malah berjalan makin mendekati gadis itu dengan senyum menggoda yang menghiasi bibirnya. Ketika Hannie mencoba lari, Kris berhasil menangkap lengannya, menarik dan memeluknya erat. Dan tanpa banyak kata pria itu mencium bibirnya. Sesaat Hannie tidak berbuat apa-apa saat bibir pria itu mencecapi bibirnya dengan rakus. Tapi kemudian dia berontak berusaha melepaskan diri. Namun tenaga Kris lebih besar hingga perlawanannya tidak berarti.
“Hmmppp……mmmhhhh……”
Ciuman Kris semakin ganas sehingga Hannie kehabisan nafas. Paru-parunya butuh suplai oksigen segera. Saat itulah kesadarannya kembali. Dia terbangun dari tidurnya walau matanya masih terpejam. Tapi anehnya dia tetap merasa nafasnya sesak dan bibirnya dilumat oleh sesuatu yang basah dan lembut. Bibirnya benar-benar sedang dicium! Tapi oleh siapa? Jangan-jangan……
Hannie bergegas membuka matanya dan langsung terbelalak kaget saat mendapati apa yang ada di depan matanya. Dengan sisa tenaganya dia berhasil mendorong orang itu dengan keras hingga tautan bibir mereka terlepas. Orang itu jatuh terduduk di lantai akibat dorongan Hannie sementara gadis itu langsung bangkit dari sofa. Keduanya terlihat saling bertatapan sambil terengah-engah, berusaha mengatur nafas masing-masing.
“K-kau….? Ke-kenapa…?” Hannie kehilangan kata-kata. Dia hanya menatap tidak percaya pada orang di hadapannya yang juga menatapnya dengan tatapan penuh hasrat.
Tbc.
*******
Mungkin pada bertanya-tanya ‘Hannie udah hamil 8 minggu? Kok ngelakuin ini itu gak apa-apa?” Gini loh. Kalian pernah dengar gak berita ibu yang tau-tau melahirkan padahal dia gak ngerasa hamil? Terus dia juga kerja kaya biasanya ngangkat-ngangkat beban pula, masih anuan ma bapak bayinya dan bayinya baik-baik aja? Terus masyarakat pada berpikir hal yang mistis. Padahal dalam ilmu kedokteran itu ada penjelasan logisnya. Jadi tidak semua kehamilan itu mengalami hal-hal yang pada umumnya. Ada juga yang biasa-biasa aja tau-tau dah lahiran aja. Coba gugling aja biar tambah wawasan. Itu juga kalo rajin. Kalo males bukan urusan saya ๐Ÿ˜‰
Saya sebelum nulis ff ini bertapa ama mbah gugel dulu baru nulis biar real. Walo ini cuma fiksi tapi ada hal yang gak boleh dibikin sesat. Termasuk soal anuan pas hamil. Saya nyari di artikel seks dan kesehatan juga fenbes yadong. Biasanya ada vine nya disitu huahahahaha buat survey ajalah ๐Ÿ˜€
Juga soal gak boleh keluar di dalam. Dan soal kondom yang boros itu juga emang ada artikelnya kalo pake itu jangan terlalu lama, jadi harus ganti dalam jangka waktu tertentu untuk mencegah kemungkinan bocor dan iritasi.
Udah jelas? Sisanya tanya si mbah gugel ye. Jangan males nyari okeh. See u next part 

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: