Story About The Second Wife Part 5

0
Story About The Second Wife 5 ff nc kyuhyun
Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 5
Category: romance, married life,
                   yadong, NC21,
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena
Author Note:
############
Seminggu yang membahagiakan bagi Hannie. Seolah poros dunia berhenti berputar pada masa dimana hanya ada dia dan Kyuhyun tanpa kehadiran Raena. Tapi kenyataannya dunia tetap berputar hingga genap seminggu dan membawa masa indah itu berakhir tanpa bisa dicegah. Dan pagi ini saat Hannie terbangun dari tidurnya, saat dia menoleh ke sampingnya dan tidak menemukan siapapun. Yah dia tidak akan mungkin menemukan pria yang masih dengan wajah tidurnya namun tetap tidak mengurangi ketampanannya itu di sampingnya. Karena Raena sudah pulang ke rumah ini tadi malam dan pria itu tidur di kamar istri pertamanya.

Sejak kepulangannya, Raena kembali memonopoli Kyuhyun sementara Hannie hanya bisa jadi penonton kemesraan mereka. Gadis itu kembali harus puas menikmati waktu kebersamaannya dengan pria itu hanya beberapa jam saat malam gilirannya atau saat suami mereka ini diam-diam menyelinap ke kamarnya seperti yang sudah-sudah. Tapi tadi malam Kyuhyun tidak muncul di kamar Hannie. Pria itu dan istri pertamanya pasti sedang melepas rindu di kamar mereka. Berpisah selama seminggu pasti ada banyak yang ingin mereka bagi, secara pribadi tentu saja. Dan lagi-lagi Hannie harus maklum. Biar bagaimanapun bukan dia satu-satunya pemilik pria itu. Bahkan dia mungkin hanya pelengkap atau entah apa namanya.

Hannie pun melirik jam di dinding dan sudah pukul 7 pagi. Dia pun segera bangun dan dengan tidak bersemangat melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepertinya sudah agak terlambat untuk membuatkan sarapan. Saat Raena tidak ada, dia memang sering memasak untuk Kyuhyun. Awalnya Han ahjumma melarang karena itu tugasnya. Lagipula pria itu terbiasa dengan makanan yang dibuat oleh pelayan yang sudah bekerja puluhan tahun sejak di rumah keluarga Cho hingga di ajak ke rumah ini. Namun Hannie berhasil membujuk wanita tua itu untuk memberinya kesempatan memasak makanan untuk Kyuhyun. Dan ternyata suaminya itu menyukai makanan buatan Hannie. Jadi jika gadis itu turun ke dapur Han ahjumma tidak pernah melarangnya lagi. Tapi pagi ini karena Hannie bangun kesiangan jadi pasti tugasnya membuat sarapan dikerjakan oleh pelayan tua itu. Tadi malam dia tidak bisa tidur. Bayangan Kyuhyun yang sedang bersama Raena di kamar bawah sana cukup membuatnya tidak bisa memejamkan mata sedikit pun. Dan setelah bersusah payah memejamkan mata akhirnya dia malah baru tertidur menjelang subuh.
Setelah selesai mandi bergegas Hannie turun menuju dapur. Mungkin masih ada hal yang bisa dia lakukan. Tapi sayangnya sepertinya semuanya sudah beres. Sarapan berupa nasi goreng dan juss jeruk hangat sudah tertata rapi di meja makan. Gadis itu hanya tertegun tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
“Ah selamat pagi Hannie. Sarapan sudah siap. Tuan muda dan nyonya Raena sebentar lagi juga kemari.” Sapa Nayoung ramah.
“Selamat pagi Hannie.” Han ahjumma yang baru muncul dari dapur dan sudah selesai membereskan peralatan masak yang tadi dipakainya ikut menyapa Hannie.
Kedua pelayan itu memang memanggil nama pada Hannie atas keinginan gadis itu sendiri. Dia risih kalau harus dipanggil secara formal seperti ‘nyonya’. Setelah seminggu tinggal di rumah ini dan dipanggil ‘nyonya’ dia meminta kedua pelayan itu untuk memanggil nama saja. Awalnya kedua pelayan itu menolak karena takut dianggap tidak sopan. Tapi setelah Hannie bersikeras barulah mereka memenuhi keinginannya. Lagipula Kyuhyun dan Raena juga tidak mempermasalahkannya. Dulu saat Hannie masih tinggal di rumah keluarga Kim, dia juga menolak dipanggil ‘nona’ dan meminta pelayan di rumah itu cukup memanggil namanya saja. Dia tidak terbiasa bersikap seperti seorang yang memiliki pelayan.
“Selamat pagi semuanya.” Belum sempat Hannie membalas sapaan kedua pelayan itu, dari belakangnya terdengar suara Raena menyapa mereka semua.
Hannie refleks menoleh ke arah suara itu terdengar dan terlihat Raena dengan wajah cerah sambil menggelayut manja di lengan Kyuhyun yang wajahnya pun juga menunjukkan rona yang sama. Pria itu sudah rapi. Dengan kemeja putih dan celana kain abu-abu gelap dia terlihat makin tampan dan berwibawa. Wangi yang keluar dari tubuh pria itu, campuran antara farfum mahal dan feromon yang memabukan. Hannie sempat terdiam sebentar antara terhanyut dengan wangi pria itu dan juga menahan perasaan iri karena kemesraan yang ditunjukan pasangan ini.
“Selamat pagi tuan, nyonya Raena.” Dan sementara gadis itu terdiam, kedua pelayan itu membalas sapaan majikan mereka. Mata Hannie kemudian melirik ke arah dasi yang terpasang rapi di leher Kyuhyun. Pasti tadi Raena yang memasangkannya. Tugas yang seminggu kemarin dia lakukan kini kembali pada wanita itu. Andai dia tetap diberi tugas mengurus Kyuhyun meskipun Raena sudah kembali ke tengah mereka. Walaupun itu hanya memasangkan dasi, rasanya itu sudah membuat Hannie bahagia. Bukan cuma sekedar memberikan tubuh dan rahimnya. Tapi mana berani dia mengemukakan keinginannya itu? Dia tidak dalam posisi dimana dia berhak mengajukan tawar menawar. Akhirnya gadis itu hanya bisa mengeluh dalam hati.
“Ah selamat pagi juga eonnie, oppa.” Sapa Hannie ramah setelah tadi sempat terdiam, yang dibalas Raena dan Kyuhyun dengan anggukan.
Mereka bertiga lalu duduk menghadapi meja makan, siap untuk sarapan. Sementara kedua pelayan itu sarapan di dapur setelah meminta ijin Kyuhyun. Sesekali Hannie mencuri pandang ke arah Kyuhyun. Entah mengapa matanya menangkap sesuatu yang sedikit salah pada penampilan pria itu. Gadis itu menganggap dasi suami mereka itu sedikit miring. Tidak terlalu terlihat. Mungkin tidak akan ada yang menyadari kecuali jika mengamatinya berlama-lama. Atau mungkin menyadarinya tapi tidak perduli, toh hanya sedikit. Tidak sampai mempengaruhi penampilan. Tapi bagi Hannie tangan ini rasanya sudah gatal. Dia ingin sekali menghampiri Kyuhyun dan merapikan dasi pria itu hingga serapi yang dia inginkan. Tapi bagaimana kalau tindakannya malah membuat Raena tersinggung? Kan wanita itu yang memasangkan dasinya Kyuhyun? Tapi dibiarkan pun hatinya tidak tenang. Dia benar-benar ingin merapikan dasi itu. Ah Hannie benar-benar bimbang. Urusan dasi saja bisa serumit ini. Lagipula sejak kapan dia jadi terkesan perfeksionis begini? Sampai-sampai dasi yang sedikit miring saja tidak luput dari matanya, padahal sepertinya baik Kyuhyun maupun Raena tidak mempermasalahkannya. Apa ini pengaruh egois Hannie yang mulai muncul terhadap suami mereka sehingga apapun kesempatan yang bisa membuatnya terlihat lebih unggul dari Raena bisa dia manfaatkan?
“Lagi-lagi tanpa sayur. Pola makanmu benar-benar tidak seimbang. Terlalu banyak lemak. Pantas perutmu jadi begini.” Komentar Raena saat melihat piring nasi goreng milik Kyuhyun sambil mencubit perut pria itu gemas. Menu nasi goreng pria itu memang tanpa sayuran. Hanya ditemani suwiran daging ayam dan telur mata sapi. Sementara nasi goreng milik Hannie dan Raena lengkap dengan potongan sayuran seperti  wortel, kentang, dan brokoli dengan irisan tomat dan mentimun. Han ahjumma sudah hafal dengan kebiasaan makan majikannya itu. Hannie juga sering membuatkan makanan untuk suaminya itu tanpa sayur karena pria itu tidak suka sayur.
Perhatian Hannie masih belum beralih dari dasi itu. Lalu dia memutuskan mungkin nanti saja saat suami mereka itu berangkat maka dia akan mencuri kesempatan untuk memperbaikinya.
“Aish Raena-aa.” Protes Kyuhyun sambil mengusap perut double packnya yang jadi korban cubitan Raena sambil memanyunkan bibirnya sementara wanita itu hanya tertawa geli.
Mau tidak mau Hannie ikut tertawa kecil. Walau saat ini hatinya tidak dalam suasana baik tapi pemandangan Kyuhyun yang kesal karena perut gembulnya jadi sasaran cubitan cukup menghibur gadis itu. Dia jadi berandai-andai mungkin sekarang dalam hatinya pria itu sedang menghibur perutnya seperti ‘Tidak apa sayang. Meski kedua istriku suka mencubitimu bukan berarti mereka benci padamu. Mereka justru menyukaimu yang walau penuh lemak tapi seksi.’
Hannie memang nampak asyik menekuni nasi goreng miliknya. Tapi sebenarnya matanya diam-diam melirik kearah Raena yang terus menggoda Kyuhyun dengan memaksanya makan nasi goreng miliknya yang penuh sayuran hingga pria itu protes.
“Lemakmu sudah terlalu banyak.” Kata Raena.
“Aku bisa olahraga.” Sahut Kyuhyun tidak mau kalah.
“Oh ya? Olahraga apa? Paling-paling olahragamu itu olahraga jari duduk sambil bermain PSP atau playstation atau game di laptopmu. Bermain game itu bukan olahraga. Haish orang-orang di rumah ini terlalu memanjakanmu. Terutama soal makananmu. Jadinya kau tambah subur begini.” Sembur Raena pada Kyuhyun. Tapi sayangnya pria itu malah menganggap ceramah pagi istri pertamanya itu bak lagu pengiring sarapan. Dia malah terus makan hingga wanita itu menatapnya gemas sambil geleng-geleng kepala.
Melihat pemandangan di hadapannya Hannie hanya menghela nafas iri. Kemarin-kemarin saat Raena tidak ada, dia juga berdebat seperti itu dengan Kyuhyun. Benar-benar saat yang menyenangkan andai masa itu terulang lagi. Gadis itu menggelengkan kepalanya dan memutuskan melanjutkan makannya, mengabaikan pasangan yang terus berdebat mesra di hadapannya. Dia sudah terbiasa. Sejak pertama datang dan tinggal di rumah ini memang pemandangan seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari. Lagipula dia merasa kalau dia tidak berhak iri atau cemburu. Dia hanya orang ke-3 yang dilegalkan dalam pernikahan ini.
Setelah melalui saat sarapan pagi bersama bertiga kini Hannie lagi-lagi harus menahan keiriannya saat melihat Raena yang dengan telaten membantu Kyuhyun menyiapkan keperluannya untuk ke kantor. Pasangan itu sedang berada di ruang kerja Kyuhyun. Pintu ruangan itu terbuka lebar hingga gadis itu bisa melihat dengan jelas kegiatan mereka dari tempatnya berdiri sekarang di depan tangga. Ah iya kemarin-kemarin selama Raena di Jepang, Hannie lah yang ikut sibuk membantu menyiapkan sejumlah dokumen yang akan dibawa Kyuhyun. Tapi sekarang tugas itu kembali kepada istri pertama pria itu. Selesai memasukan semua yang diperlukan dalam tas kerja Kyuhyun lalu Raena membantu pria memasangkan jasnya dan merapikannya. Kini pria itu benar- benar sudah rapi, siap pergi ke kantor untuk memulai hari nya sebagai CEO perusahaan terbesar se Asia bahkan dunia CHO Grup. Dia masuk kantor pukul 9 pagi. Tapi bisa masuk pukul 8 bahkan lebih pagi lagi jika banyak pekerjaan.
‘Bisakah dia tidak terlihat mempesona setiap hari? Minimal buatlah dia terlihat sangat konyol sampai-sampai aku mual melihatnya. Agar setan egois dalam diriku tidak semakin berontak ingin memilikinya hanya untukku seorang.’ Keluh Hannie dalam hati. Tapi kemudian gadis itu meringis. Bahkan saat sedang konyol sekalipun pria itu tetap mempesona. Tuhan terlalu baik pada pria ini. Buktinya Dia menciptakan Kyuhyun seolah-olah menghabiskan seluruh jatah kebaikan yang ada. Benar-benar godaan berat bahkan melebihi godaan raja iblis Lucifer yang konon menggoda manusia untuk mengingkari Tuhannya melalui pesonanya yang indah tapi semu. Apa Kyuhyun ini memang diciptakan sebagai godaan terbesar wanita ya? Sepertinya Lucifer punya saingan berat untuk urusan goda menggoda. Hannie hanya bisa menghela nafas berat, mencoba mengusir pikiran-pikiran aneh yang berkelebatan di otaknya. Hingga tidak sadar kalau mereka sudah keluar dari kamar. Dan bahkan dia tidak menyadari kehadiran pria yang sedang dipikirkannya sejak tadi tahu-tahu sudah berdiri di hadapannya.
“Hannie-aa, kenapa masih berdiri disitu? Tidak ingin ikut mengantarku sampai depan hum?” Suara indah Kyuhyun membuyarkan lamunannya.
“Ah. Eh i-iya.” Hannie menyahut gugup, tidak menyangka kalau Kyuhyun menanyakan hal seperti itu padanya saat Raena ada diantara mereka. Biasanya pria itu terlihat tidak perduli apakah istri ke-2 nya itu ikut mengantar dirinya sampai pintu depan bersama istri pertamanya. Kecuali selama seminggu kemarin dimana Hannie memang selalu mengantar Kyuhyun hingga pintu depan. Tapi itu karena saat itu tidak ada Raena. Kalau sekarang? Rasanya agak ajaib tiba-tiba Kyuhyun tanpa rasa canggung bisa bersikap lebih lembut padanya di hadapan Raena. Apa seminggu kebersamaan mereka kemarin membawa efek dalam perkembangan hubungan mereka? Memangnya tidak masalah bagi Raena kalau Kyuhyun juga bermanis-manis pada istri ke-2 nya? Biasanya pria itu sangat berhati-hati jika di depan istri pertamanya. Segala sesuatu yang dirasakan bisa membebani wanita itu secara psikologis tidak akan dilakukan minimal jika dihadapannya. Aish perkembangan ini agak berbahaya untuk Hannie. Kyuhyun bersikap dingin padanya saja tidak membuat hatinya goyah untuk tetap berharap memiliki pria itu. Apalagi diperlakukan lembut seperti ini. Hannie khawatir dirinya akan dikalahkan keegoisan dan keserakahan demi keinginan memiliki Kyuhyun untuknya sendiri hingga menjadikannya tanpa hati tidak perduli dengan perasaan orang lain. Gadis itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat mengusir bayangan mengerikan tentang dirinya yang menjadi antagonis. Sungguh dia tidak membenci Raena dan tidak ada sesuatu hal yang bisa dibenci dari wanita itu sehingga dia tidak mungkin bisa berbuat jahat padanya. Hannie juga tidak tahu perasaan Kyuhyun yang sesungguhnya kepada dirinya. Pria itu mencintai istri pertamanya itu sudah pasti. Bukankah sudah terlihat jelas? Tapi apakah Kyuhyun juga mencintai Hannie seperti mencintai wanita itu, tidak ada yang tahu. Karena apakah pria itu juga memiliki perasaan cinta pada istri ke-2nya atau hanya karena sekedar membutuhkannya untuk memenuhi hal yang tidak dia dapat dari istri pertamanya, tidak lah jelas. Semuanya seolah berada di area abu-abu.
“Hannie-aa, ada apa? Kau baik-baik saja kan?” Suara Kyuhyun kembali menyapa telinga Hannie. Gadis itu kembali tersadar dari lamunannya.
“Aku baik-baik saja.” Sahut Hannie sambil tersenyum pada Kyuhyun dan juga pada Raena yang sejak tadi hanya diam di samping suami mereka sambil sebelah tangannya memeluk tas kerja sementara tangan yang lain memeluk lengan pria itu erat.
“Kalau begitu ayo kau juga antar aku sampai pintu depan.” Ajak Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya yang bebas. Hannie pun menyambut ajakan itu dengan senang hati dan membiarkan tangan pria itu menyentuh punggungnya. Gadis itu sempat melihat sekilas raut wajah Raena yang sepertinya menunjukan ketidaksukaan tapi ditutupi dengan senyum, menyetujui kalau madunya itu ikut mengantar suami mereka. Tapi Hannie merasa tidak enak. Dia merasa Raena sedang cemburu. Dan dia bisa memahami. Serela-relanya wanita yang dimadu bukan berarti tidak ada rasa cemburu atau bahkan marah ketika suaminya mulai memberi sedikit perhatian kepada istri yang lain. Apalagi jika sampai pernah memergoki percintaan suami dan madunya. Seperti yang saat ini Hannie khawatirkan tentang kemungkinan kemarin Raena memergoki mereka yang sedang bercinta di kolam renang. Mungkin saat hanya ada para istri mereka bisa akur. Tapi kalau ada suami mereka ditengah-tengah mereka, belum tentu para istri ini bisa seakur saat hanya ada mereka. Dan itu sudah terbukti pada hubungan Hannie dengan Raena sejak gadis itu tinggal di rumah ini. Masih untung mereka berdua tidak saling bersaing menarik perhatian Kyuhyun. Hannie memilih mengalah, membiarkan Raena yang memonopoli suami mereka karena dia sadar posisinya. Baginya diijinkan bisa bersama orang yang dicintainya sudah cukup. Segala keegoisan akan dia coba untuk menekannya. Gadis itu tidak ingin menyakiti siapapun. Mungkin hatinya terlalu baik. Atau dia memang terlalu bodoh. Gadis itu tidak perduli.
“Baiklah aku pergi dulu. Baik-baiklah kalian di rumah.” Pamit Kyuhyun sambil tersenyum sambil mengambil tas kerjanya yang sejak tadi dibawakan Raena. Di depan sudah menunggu mobil dan Lee ahjussi, supir yang akan mengantarnya ke kantor. Kyuhyun menggunakan jasa Lee ahjussi, pria berumur 40an awal itu untuk mengantarnya saat dia pergi dan pulang kantor. Atau jika ada keperluan bepergian sehubungan dengan pekerjaannya. Tapi saat bepergian untuk keperluan pribadi sepertinya pria itu lebih suka menyetir sendiri. Terbukti kemarin setiap bepergian bersama Hannie, Kyuhyun tidak pernah menggunakan jasa supirnya itu.
“Hati-hati dijalan.” sahut keduanya bersamaan. Suara Hannie yang pelan seolah tenggelam oleh suara Raena yang ceria dan terdengar lebih dominan.
Kyuhyun lalu mengecup lembut kening Raena. Lalu pria itu memandang kepada Hannie, membuat gadis itu salah tingkah. Apa dia juga akan menerima perlakuan seperti Raena ya? Mengingat ini pertama kali dia ikut mengantar Kyuhyun ke pintu depan bersama Raena. Kalau seminggu kemarin saat wanita itu tidak ada jelas Hannie juga pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yamg melepas kepergian suaminya untuk bekerja. Tapi kalau sekarang?
Cup. Hannie berjengit kaget ketika sebuah kecupan lembut mendarat di keningnya. Gadis itu hanya melongo bahkan saat suami paling tampan sejagad itu tersenyum lembut di depan wajahnya yang seperti baru saja kehilangan roh. Bahkan pipinya sempat merasakan belaian lembut dari tangan besar Kyuhyun sebelum akhirnya pria itu berbalik berjalan menuju mobilnya dimana sang supir sudah menunggu. Hannie seolah baru sadar dari pingsan begitu melihat supir itu membuka pintu belakang mobil dan mempersilahkan tuannya masuk, tiba-tiba langsung teringat soal dasi Kyuhyun yang menurutnya sedikit miring dan rencananya untuk memperbaiki dasi itu.
“Tu-tunggu sebentar.” Suara lantang Hannie mengagetkan semua yang ada disitu. Bahkan dia sendiri juga ikut kaget dengan suara yang dia keluarkan dari bibir mungilnya itu. Kyuhyun tidak jadi masuk mobil sementara Lee ahjussi hanya berdiri menunggu. Raena menatap madunya, yang bergegas berlari kecil ke arah suami mereka segera setelah mengucapkan kalimat tadi, dengan tatapan bingung. Keningnya berkerut seolah mewakili hatinya yang bertanya ada apa ini.
“Ada apa Hannie-aa? Apa kau perlu sesuatu?” Tanya Kyuhyun heran saat Hannie sudah berdiri di hadapannya.
“A-anu aku ingin merapikan dasi oppa yang uhm…itu sedikit miring.” sahut Hannie sedikit gugup. Ada rasa cemas dalam hati jangan-jangan Kyuhyun akan menolak bantuannya. Tapi kemudian pria itu malah tersenyum.
“Oh ya? Aku tidak memperhatikannya tadi. Kalau begitu tolong ya.” Kata Kyuhyun sambil mencondongkan tubuhnya ke hadapan Hannie hingga istri ke-2 nya itu bisa dengan mudah menjangkau dasinya.
Bukan main senangnya hati Hannie karena Kyuhyun tidak menolak bantuannya. Dia pun dengan cekatan memperbaiki letak dasi yang dirasanya miring itu. Beruntung pria itu mau berbaik hati merendahkan tinggi badannya yang menjulang itu untuk Hannie yang mungil. Kalau di rumah biasanya dia menggunakan bangku untuk mensejajarkan tingginya agar Kyuhyun tidak perlu repot-repot membungkukkan badannya. Tapi berhubung tidak ada bangku di sini dan tidak ada waktu untuk mengambil bangku dari dalam rumah maka pria itulah yang mengalah. Derita orang pendek. Mungkin Raena tidak mengalami hal seperti ini. Wanita itu kan tinggi? Bahkan beda tingginya dengan Kyuhyun hanya beberapa senti. Mereka tampak serasi kalau berjalan berdampingan. Tidak seperti Hannie yang jika berdiri berhadapan dengan pria itu maka dia harus berbesar hati karena hanya bisa melihat dada bidangnya saja. Jika mereka berjalan berdampingan benar-benar terlihat ketidakseimbangan tinggi badan mereka, seperti puteri salju dan kurcacinya saja. Kyuhyun puteri saljunya Hannie kurcacinya. Gadis itu jadi sedikit minder dengan fakta itu. Mungkin 158 cm memang sudah dikategorikan pendek di jaman dimana gizi dan teknologi sudah semaju sekarang. Apalagi kalau berhadapan dengan manusia-manusia setinggi Kyuhyun dan Raena.
“Sudah.” Beritahu Hannie saat dia sudah selesai merapikan dasi suami tampannya itu.
“Ah terima kasih.” Ucap Kyuhyun tulus sambil tersenyum. Hannie seperti meleleh di tempat. Dia jadi seperti remaja belasan tahun yang baru jatuh cinta. Hanya merapikan dasi Kyuhyun saat ada Raena di tengah-tengah mereka membuatnya bahagia. Seolah dia ingin mengingatkan wanita itu kalau dia juga istri dari pria yang berdiri di hadapannya ini. Jadi setidaknya berikan kesempatan dirinya untuk menunjukan hal itu bukan malah hanya jadi penonton. Bukan hanya memiliki Kyuhyun saat mereka hanya berduaan. Kalau seperti itu Hannie malah lebih mirip selingkuhan atau bahkan simpanan pria itu daripada istrinya.
‘Astaga kenapa aku jadi berpikiran seperti itu? Apa egoisku mulai susah dikendalikan? Tahan ego mu Hannie. Kau sudah janji.’ Keluh Hannie dalam hati saat menyadari apa yang ada di pikirannya.
“Apa ada lagi yang perlu dirapikan?” Pertanyaan Kyuhyun menyentak Hannie dari perang batinnya.
“Oh ti-tidak ada. Oppa sudah rapi sekarang.” Sahut Hannie sambil tersenyum, berusaha menyembunyikan kegugupannya.
“Baiklah kalau tidak ada lagi berarti aku bisa pergi sekarang.” Kata Kyuhyun lagi.
“Iya.” Sahut Hannie. Dia lalu mengambil selangkah mundur sementara Kyuhyun masuk mobil melalui pintu yang sejak tadi dibukakan supirnya. Setelah pria itu masuk mobil dan supirnya menutup pintu mobil, Lee ahjussi langsung berjalan menuju pintu depan mobil, menganggukan kepalanya hormat kepada Hannie dan juga Raena yang hanya berdiri diam di depan pintu rumah mereka, lalu masuk mobil dan segera mobil mewah itu melaju meninggalkan halaman rumah besar dan 2 wanita cantik yang matanya terus menatap mobil itu hingga lenyap dari pandangan mereka.
Hannie segera kembali berjalan masuk ke rumah besar ini. Namun langkahnya terasa agak berat karena sejak tadi Raena memandanginya dengan tatapan yang….entahlah. Seperti tidak suka atau semacamnya. Pasti wanita itu berpikir kalau madunya ini mulai berani menunjukan taringnya. Mulai berani mencari-cari perhatian suami mereka. Hannie jadi merasa tidak enak.
Bahkan saat Hannie berpapasan dengan Raena di pintu, tatapan wanita itu tetap tajam seperti ingin menelannya hidup-hidup. Gadis itu gugup. Apakah wanita itu akan membahas aksinya yang merapikan dasi Kyuhyun tadi? Atau jangan-jangan Raena akan langsung melabraknya, menuduhnya sengaja mencari perhatian suami mereka di hadapan wanita itu? Belum lagi kemungkinan wanita itu kesal karena saat memergoki Hannie dan Kyuhyun yang sedang bercinta di kolam renang kemarin sore, saat gadis itu sebenarnya menyadari kehadirannya. Tapi bukannya berhenti dan memberitahukan pria itu tentang keberadaan istri pertamanya di dekat mereka, Hannie malah membiarkan percintaan itu terus berlangsung.
Memikirkan itu semua membuat Hannie hanya menunduk tidak berani memandang madunya itu. Gadis masuk ke rumah tanpa berani bersuara sementara Raena juga melangkah ke dalam terus melewati mendahului Hannie dan langsung lurus menuju kamarnya tanpa bicara sepatah kata pun.
BRAK!!! Suara pintu kamar Raena yang ditutup dengan kencang oleh penghuninya semakin meyakinkan Hannie kalau madunya itu sedang dalam suasana hati yang buruk. Dan pastinya berkaitan dengan aksi merapikan dasi suami mereka yang dilakukan gadis itu.
‘Haish kenapa tadi aku sampai nekad melakukan aksi sok menjadi istri yang baik bagi Kyuhyun oppa. Jadinya Raena eonnie malah tersinggung. Dan juga kemarin kenapa aku tidak memberitahukan oppa tentang keberadaan eonnie? Bagaimana kalau eonnie menganggapku sengaja melakukan itu sebagai isyarat persaingan antara aku dan eonnie? Haahhh…aku terlalu terbawa perasaan.’ Keluh Hannie dalam hati, tidak habis-habis merutuki kebodohannya. Ketika tadi pintu itu ditutup keras, langkahnya terhenti seketika sambil matanya tidak lepas dari pintu kamar ber cat biru teduh yang tertutup rapat, menyembunyikan sosok Raena di baliknya yang entah sedang apa. Ah sepertinya ini isyarat perang dari wanita itu. Hannie merasa dirinya seperti baru saja menekan timer bom yang siap meledak dalam hitungan detik. Dia menyalahkan dirinya sendiri.
*******
Di kamar Hannie
Hannie sedang mengutak atik ponsel androidnya sambil rebahan di atas ranjangnya. Tadi setelah masuk kamar dan menimbang-nimbang kegiatan apa yang sebaiknya dia lakukan untuk mengisi waktu maka pilihannya jatuh pada kegiatan membaca fiksi romantis dari website favoritnya. Membaca fiksi gratis dari internet memang kegiatannya sejak sebelum menikah. Tepatnya setelah dia jadi menyukai novel gara-gara Hyemi. Dan dia paling suka fiksi romantis. Hanya fiksi romantis tanpa adegan erotis karena saat itu dia kan merasa belum cukup berani untuk membaca cerita yang ada adegan dewasanya. Baginya website seperti ini cukup membantunya untuk memenuhi hobi barunya yaitu membaca fiksi romantis namun tidak bisa selalu beli novelnya karena harga perbuahnya yang cukup mahal. Tinggal sebatang kara membuat Hannie harus cermat menghitung pengeluarannya. Dia tidak ingin meminta bantuan siapapun untuk kehidupannya walau tuan Kim selalu menawarkan bantuannya jika gadis membutuhkan. Namun Hannie tidak memanfaatkan tawaran itu. Dia lebih suka berusaha sendiri. Apalagi gadis itu juga sangat menjauhi yang namanya berhutang. Karena itu dia hanya mempergunakan uang gajinya untuk hal-hal yang benar-benar perlu. Termasuk membeli novel baru akan dia lakukan jika memiliki kelebihan uang. Dia lebih sering meminjam novel misalnya dari Hyemi atau Jinri atau seperti sekarang, membaca dari internet. Tentu saja kebanyakan mereka hanya penulis amatir walau ada juga yang sudah profesional. Tapi baginya tidak masalah karena cerita yang mereka tulis juga bagus-bagus. Bahkan Hannie juga ikut berinteraksi dengan memberikan komentarnya. Namun dia lebih suka memakai ID samaran untuk menjaga privasinya. Keputusannya menggunakan ID samaran sejak awal saat memberi komentar ternyata tepat. Meski sekarang dia sudah menikah tapi dia tetap bisa berkomentar tanpa takut kehidupan pernikahannya terusik. Apa jadinya kalau admin dan juga para pengunjung website itu tahu kalau salah satu ID yang ada di kolom komentar adalah milik dari istri ke-2 Cho Kyuhyun, CEO tampan dari CHO Grup, perusahaan terbesar berskala internasional yang namanya sudah mendunia? Bisa-bisa mereka berebut meminta akun sosial media Hannie. Ingin mengetahui lebih dalam kisah kehidupannya sebagai istri ke-2 bahkan yang lebih parah jangan-jangan para penulis fiksi itu mungkin akan menjadikan kisah hidupnya sebagai inspirasi karya mereka selanjutnya. Dia jadi bergidig ngeri membayangkan itu semua. Tapi mengenyampingkan semua itu, kegiatan semacam ini mampu membunuh rasa jenuhnya setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai sekretaris CEO CHO Grup.
Namun saat ini Hannie kurang fokus pada kegiatannya. Layar ponselnya hanya ditatapinya saja. Sedangkan pikirannya malah melayang kemana-mana. Apalagi kalau bukan kejadian tadi saat dia dengan lancang memperbaiki dasi Kyuhyun tanpa memperdulikan perasaan Raena sebagai orang pertama yang memasangkan dasi itu. Entahlah dia mendapat keberanian dari mana. Dia masih ingat jelas bagaimana tatapan istri pertama suaminya itu tadi. Sama persis dengan tatapan saat wanita itu melihat adegan percintaan Kyuhyun-Hannie di kolam renang sore kemarin. Sekarang Hannie malah bingung. Ingin menganggap kejadian itu bukan masalah besar dan mencoba tidak perduli tapi hatinya merasa terganjal. Ingin mendatangi dan mengetuk pintu kamar Raena lalu minta maaf, dia malah bingung minta maaf untuk apa. Lancang memperbaiki dasi Kyuhyun yang merupakan hasil pasangan Raena? Atau karena terus bercinta di kolam renang kemarin padahal dia menyadari kehadiran wanita itu? Walau memang untuk bisa memberikan keturunan pada keluarga ini harus melakukan yang namanya bercinta tapi kan bukan berarti bebas dilakukan dimana saja apalagi sampai istri pertama suaminya itu harus melihatnya. Benar-benar membingungkan. Dan akhirnya Hannie ikut-ikutan mengurung diri di kamarnya. Bicara dengan Raena menunggu saat tenang saja. Mungkin juga ini pilihan paling bijak jika dibanding mencoba memaksa bicara dengan wanita itu. Toh Hannie juga tidak punya bahan pembicaraan yang bisa diajukan.
Tiba-tiba Hannie terpikir sesuatu. Dia mengelus perutnya lembut. Ini sudah 2 bulan lebih sejak dia menikah. Apa sekarang dia sudah hamil ya? Sejak menikah, setiap malam mereka selalu rutin bercinta. Kecuali saat Hannie mendapat tamu bulanannya dimana mereka hanya bercumbu dari atas sampai dada. Bahkan seminggu kemarin saat Raena sedang berada di Jepang, setelah mendapatkan jatahnya di malam hari, pria itu juga suka memintanya di pagi hari. Dan setiap melakukannya tanpa pengaman sama sekali. Kyuhyun membuang semua spermanya di dalam rahim istri ke-2 nya. Apa itu sudah membuahkan hasil? Hannie memang belum pernah mengeceknya. Tapi sepertinya memang belum hamil. Tamu bulanannya masih datang secara rutin. Bahkan ini baru seminggu dia ‘bersih’ setelah sebelumnya dia mendapatkan tamu bulanannya untuk periode bulan ini. Lagipula tidak ada perubahan pada tubuhnya. Juga tidak ada gangguan mual, muntah, pusing, lemas atau gejala-gejala lain yang biasa dialami wanita hamil. Jadi Hannie menyimpulkan belum ada keturunan Cho yang menghuni rahimnya.
Tapi pernikahan ini masih tergolong baru dan dia cukup yakin nantinya bisa hamil karena dia pernah memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya bagus. Dia mampu untuk menghasilkan keturunan. Tapi benarkah jika nanti Hannie hamil dan melahirkan bayinya maka dia tetap boleh berada di sisi Kyunyun? Faktanya tidak ada pembicaraan mengenai sampai kapan dia berada di keluarga ini. Tapi Raena pernah mengatakan bahwa Hannie harus tetap sehat agar bisa merawat anak-anak yang akan dia lahirkan kelak saat mereka berdua membahas tentang masalah jumlah anak yang diinginkan keluarga ini. Bolehkah Hannie beranggapan bahwa kata-kata Raena waktu itu mengisyaratkan bahwa dia akan tetap diijinkan berada di sisi Kyuhyun selamanya? Gadis itu berharap baik Kyuhyun maupun Raena tidak akan tega memisahkan dirinya dengan anak-anak yang akan dia lahirkan kelak. Lagipula baik keluarga Cho maupun tuan Kim pasti tidak akan mengijinkan mereka melakukan hal kejam itu pada Hannie. Bukankah kedua keluarga itu minus nyonya Kim menyayanginya?
Hannie meringis menyadari pemikirannya barusan. Dia tidak percaya kalau dirinya bisa-bisanya memiliki pemikiran untuk memanfaatkan dukungan tuan Kim dan mertuanya agar dia bisa terus berada di sisi Kyuhyun. Pria itu benar-benar sudah menjungkir balikkan kewarasannya.
‘Ah sudahlah. Hal-hal seperti itu kalau terus dirisaukan tidak ada habisnya. Lebih baik jalani saja dan lihat bagaimana nanti.’ Putus Hannie akhirnya. Dia pun kembali melanjutkan kegiatannya.
Setelah beberapa lama dia merasa haus. Saat melirik ke meja di samping ranjangnya, teko dari kaca yang ada di atasnya sudah kosong. Dengan agak malas dia turun ke dapur untuk minum dan sekalian mengisi teko airnya. Sebenarnya dia bisa saja menelpon dari kamarnya, meminta Han ahjumma atau Nayoung membawakan air minum untuknya. Tapi Hannie tidak terbiasa memerintah seperti seorang nyonya besar. Dia lebih suka melakukannya sendiri. Ketika dia sudah di bawah dia sempat melirik pintu kamar Raena. Pintu itu masih tertutup rapat. Entah apa penghuninya ada di dalam atau justru pergi entah kemana saat Hannie sibuk di kamarnya tadi. Namun gadis itu tetap tidak punya keberanian untuk mendatangi dan mengetuk pintu itu. Sepertinya belum saatnya mengajak Raena bicara. Akhirnya dia malah meneruskan langkahnya mengambil air minum dan kembali lagi ke kamar untuk meneruskan kegiatannya.
********
Namun sampai Hannie turun kembali untuk makan siang ternyata Raena masih betah mengurung diri di kamar. Gadis itu mengerutkan keningnya heran saat hanya menemukan Han ahjumma yang sibuk di dapur.
“Ah Hannie apa kau mau makan siang? Biar ahjumma siapkan.” Sapa Han ahjumma ramah. Hannie hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia pun duduk menunggu wanita tua itu melayaninya. Walau sebenarnya dia bisa mengambil makanannya sendiri tapi Han ahjumma pasti akan terus memaksa untuk melayaninya jadi Hannie memilih mengalah saja dan membiarkan dirinya dilayani oleh pelayan tua itu.
“Ahjumma, apa Raena eonnie sudah makan siang? Atau justru belum makan siang? Sejak tadi aku tidak melihatnya. Atau jangan-jangan dia sedang pergi ya?” Hannie mencoba menanyakan keberadaan Raena pada Han ahjumma.
“Oh nyonya Raena tidak pergi kemana-mana. Sejak tuan pergi ke kantor dia ada di kamarnya. Tadi nyonya mengatakan ingin makan siang di kamarnya saja. Makanya sekarang Nayoung sedang mengantar makan siang ke kamar nyonya.” Sahut Han ahjumma.
‘Makan siang di kamar? Apa eonnie sakit? Atau jangan-jangan dia masih marah padaku sampai-sampai tidak sudi bertemu denganku?’ Hannie mulai gelisah dengan prilaku Raena yang sejak suami mereka berangkat malah mengurung diri di kamarnya. Apa yang terjadi pada wanita itu? Ingin rasanya dia mendatangi kamar Raena untuk mengecek keadaannya. Tapi dia khawatir kalau madunya itu malah semakin marah padanya. Jadi serba salah.
“Ah Youngie. Kau baru dari kamar eonnie kan? Kenapa dia makan siang di kamarnya? Apa dia sakit? Dia tidak apa-apa kan?” Begitu melihat Nayoung yang memasuki ruang makan tanpa menunggu gadis itu berjalan lebih dekat, Hannie sudah memberondongnya dengan pertanyaan. Pelayan muda itu sampai terkaget-kaget menerima rentetan pertanyaan dari majikan yang seumuran dengannya ini.
“Oh itu. Iya aku memang baru dari kamar nyonya mengantar makan siang. Kau tenang saja. Nyonya Raena baik-baik saja. Dia tidak sedang sakit. Tadi waktu aku berada di kamar nyonya, dia sedang bermain game online dari ponselnya. Katanya sedang seru-serunya. Jadi dia malas keluar kamar. Tadi saja makannya sambil main game begitu.” Jelas Nayoung lalu mendatangi Han ahjumma.
“Eonnie main game online?” Tanya Hannie bingung. Astaga dia setengah mati mengkhawatirkan Raena yang dia pikir sakit atau kenapa-kenapa karena tidak keluar-keluar juga dari kamar eh ternyata orang yang dikhawatirkan malah asyik main game online. Tapi gadis itu lega berarti Raena baik-baik saja.
“Nyonya Raena main game online sampai enggan keluar kamar? Tidak biasanya. Walau memang suka main game tapi tidak sampai berlama-lama. Biasanya cuma sekedar iseng. Tapi ini kenapa separah itu sampai enggan keluar kamar segala? Kalau tuan muda sih tidak aneh. Kadang dia suka begitu. Apa gamenya terlalu seru ya jadinya nyonya susah berhenti?” Han ahjumma mengungkapkan keheranannya. Nayoung hanya menggendikan bahunya pertanda dia juga tidak tahu jawabannya. Hannie pun juga sama tidak tahunya.
“Ya sudah. Kita makan siang saja. Han ahjumma dan Youngie juga belum makan kan? Kita makan disini sama-sama ya. Temani aku. Aku tidak mau makan sendirian.” Pinta Hannie dengan suara memohon. Kemarin saat Raena ke Jepang selama seminggu, gadis itu suka mengajak kedua pelayan ini makan bersama semeja karena dia tidak suka makan sendirian. Han ahjumma dan Nayoung mengangguk dan mengambil tempat duduk di dekat Hannie. Dan mereka pun makan siang bersama sambil diselingi obrolan riang.
*********
Jam 7 pm Saat Makan Malam
“Apa? Main game online sampai seharian? Benar-benar seharian tanpa melakukan hal lain selain bermain game? Tidak biasanya. Kalau mendengarmu seharian menjelajahi Apgujeong-dong, Cheongdam-dong, Myeongdong, Coex mall atau tempat belanja lain, itu bukan hal yang aneh.”Kyuhyun memandang Raena keheranan.
“Tch kau ini, sekali-sekali menghabiskan waktu seharian bermain game kan tidak apa-apa. Aku hanya penasaran dengan game Let’s Get Rich, game online yang dari LINE itu kau tahu kan? Para sepupuku menghebohkannya. Bukannya aku tidak tahu game itu. Aku juga pernah iseng memainkannya tapi tidak terlalu antusias. Malah game itu sempat kuhapus dari ponselku. Saat keluarga besar kami berkumpul, cerita para sepupuku didominasi oleh pengalaman mereka bermain game itu. Bahkan yang sudah menikah sekalipun ikut heboh. Aku tadinya biasa saja. Tapi lama-lama tertarik juga. Ya aku downloadndan install lagi saja. Niatnya aku mainkan setelah pulang ke Korea. Hanya untuk iseng saja. Sekedar mengisi waktu.” Sahut Raena.
“Tapi nyatanya tadi siang kau malah mengurung diri seharian gara-gara game online.” Cibir Kyuhyun yang disambut Raena dengan cengiran tanpa dosanya.
“Hehehehe. Yah kuakui aku terlalu meremehkan pengaruh permainan game terhadap orang yang memainkannya. Kupikir kalau dasarnya memang bukan pecinta game disodori game yang seseru apapun tetap saja tanggapannya biasa, tidak seantusias para gamer itu. Toh aku juga biasa bermain game dan tidak pernah berlama-lama. Awalnya kupikir bermain beberapa jam sambil menunggu waktu makan siang sudah cukup. Tapi malah semakin penasaran dan keterusan. Sepertinya kali ini aku terlalu serius atau mungkin terpengaruh kehebohan para sepupuku tentang game Let’s Get Rich itu. Ada kan orang yang tadinya tanggapannya biasa saja terhadap sesuatu tapi karena orang-orang menghebohkannya akhirnya yang tidak tertarik jadi tertarik?” Sahut Raena penuh semangat. Kyuhyun hanya mencibir sambil menyumpit nasi lalu ikan salmon yang dimasak dengan sup miso.
“Jadi bagaimana? Berhasil menjadi orang kaya di dunia game online?” Tanya Kyuhyun setelah menelan habis makanan di mulutnya.
“Uhm….lumayan. Setidaknya untuk yang bukan gamer sepertiku.” Kata Raena bangga.
“Tch padahal kau kan sudah jadi wanita kaya di dunia nyata?” Gerutu Kyuhyun.
“Karena sudah jadi wanita kaya di dunia nyata maka aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya jadi wanita kaya di dunia game online.” Sahut Raena sambil mengedipkan sebelah matanya. Kyuhyun terkekeh geli dan mengacungkan jempolnya tanda setuju. Lalu mereka pun kembali meneruskan makan malam mereka diselingi obrolan lain. Termasuk seputar pekerjaan pria itu.
Hannie yang ikut makan malam di tengah mereka hanya diam, menyumpit makanannya ke mulut sambil menyimak obrolan kedua orang itu. Dia tidak terlalu mengenal sepupu Raena dari pihak nyonya Kim. Kalau tidak salah ada 5 dan tinggal di Jepang semua, 3 laki-laki 2 perempuan. 2 sepupu laki-laki sudah menikah sedangkan sepupu laki-laki yang satunya masih SMP dan 2 sepupu perempuan masih kuliah. Mereka cucu-cucu dari kakak laki-laki Park Halmeoni yang memiliki 2 orang anak. Sementara wanita Jepang itu hanya punya seorang puteri yaitu Park Mina, istri tuan Kim eomma dari Raena dan Suho. Jadi cucunya hanya mereka berdua. Hannie hanya sempat mengenal sebentar Park halmeoni saat dia baru tinggal di rumah keluarga Kim dan wanita Jepang itu berkunjung ke Korea. Setelah itu dia jarang bertemu dengannya karena sejak suaminya meninggal dia sudah tinggal di negara asalnya di Jepang. Nama sebenarnya Yuki. Tapi karena dia menikah dengan pria Korea bermarga Park hingga dia pun dipanggil Park halmeoni baik oleh cucu dari saudara laki-lakinya maupun cucu dari puterinya sendiri. Saat pernikahan Hannie dengan Kyuhyun Park halmeoni datang tapi tidak berkomentar apa-apa. Entah dia setuju atau tidak dengan ide cucunya ini tapi sikapnya pada Hannie tetap baik seperti saat pertama bertemu.
Bicara soal Raena, nyaris seharian ini dia memang mengurung diri di kamar. Bermain game online seperti kata Nayoung saat mengantar makan siang untuk wanita itu. Hannie tidak tahu pasti apakah Raena benar-benar hanya keterusan bermain game online sampai-sampai malas keluar kamar seperti yang dia katakan tadi pada Kyuhyun atau justru sengaja bermain game seharian karena sengaja menghindarinya. Mungkin marah, kesal, cemburu atau apapun yang penting menghindarinya. Hannie berharap apa yang dikatakan wanita itu pada Kyuhyun tadilah yang benar terjadi bukan hal yang dia khawatirkan. Tapi dia juga tidak yakin Raena benar-benar tidak marah padanya. Tadi sore saat dia dan kedua pelayan bersiap-siap untuk memasak makan malam tiba-tiba wanita itu muncul di dapur dan menanyakan menu makan malam. Ketika Hannie mengatakan bahwa dia akan membuat Grilled Salmon dengan saos potato dan kimchi daun sawi putih, Raena malah menggantinya dengan sup miso ikan salmon.
“Aduh kalau kimchinya aku setuju. Tapi salmonnya aku ingin makan dengan cita rasa yang lebih Asia. Kali ini biar aku saja yang masak. Aku ingin menu makan malam Sup Miso Ikan Salmon seperti yang sering dibuatkan eomma dan nenekku. Kyuhyun juga menyukainya.” Kata Raena tanpa memperdulikan dan bertan tentang pendapat Hannie bahkan persetujuannya mengenai pergantian menu yang mendadak.
Dan meski bahan untuk membuat Sup Miso Ikan Salmon ini tidak tersedia di dapur ini namun tidak menyurutkan keinginan Raena untuk memasak makanan itu. Maka wanita itu bersama Nayoung pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan sup miso. Saat memasak wanita itu sendiri yang turun tangan. Yang lain hanya membantu. Tapi tetap saja dia yang mendominasi. Alasannya demi menjaga cita rasa. Hannie hanya membiarkan saja. Gadis itu tidak mempermasalahkan Raena yang tiba-tiba menguasai dapur atau pun mengenai menu makan malam yang berganti tiba-tiba. Entah apakah istri pertama suaminya itu memang sengaja melakukan hal itu tapi Hannie tidak marah dan memakluminya. Yang penting Kyuhyun menyukai apa yang dihidangkan malam ini di meja makan tidak perduli apa masakannya dan siapa yang memasak. Asal pria itu makan dengan lahap itu sudah cukup menyenangkannya.
Dan saat Kyuhyun tiba di rumah jam 6 sore lagi-lagi Raena yang duluan menyambut Kyuhyun. Membawakan tas kerja dan jasnya yang hanya dia sampirkan di lengannya. Lalu menyiapkan keperluan mandi pria itu di kamar mandi yang ada di kamar Raena-Kyuhyun dan sementara suami mereka mandi, wanita itu ikut menungguinya di kamar mereka. Berjaga-jaga jika pria itu butuh sesuatu sekalian menyiapkan keperluannya selesai mandi. Hannie benar-benar tidak diberi kesempatan untuk ikut mengurus suami mereka.
Dan saat makan malam meski Hannie juga ikut menata meja makan bersama Raena tapi lagi-lagi wanita itu yang memonopoli Kyuhyun dari mengambilkan makanan hingga pembicaraan di meja makan. Pria itu tampak antusias saat istri pertamanya menyebutkan menu makan malam mereka Sup Miso Ikan Salmon yang dimasak sendiri oleh wanita itu. Raena memang benar kalau Kyuhyun  menyukai masakan itu. Setelah memuji masakan istri pertamanya lalu pria itu menanyakan keadaan di rumah selama dia pergi bekerja, dan lagi-lagi Raena yang pertama kali menyahut dengan pembicaraan mengenai kegiatan bermain game nya tadi siang. Dan akhirnya malah jadi pembicaraan yang panjang hanya antara Raena dan Kyuhyun. Hannie ingin ikut menimpali tapi dia bingung apa yang harus dia bicarakan. Lagipula Raena juga tidak berusaha mengajaknya ikut dalam pembicaraan dan pria itu juga malah terfokus dengan cerita istri pertamanya. Hannie memilih untuk tidak mengganggu. Lagipula memang sudah biasa seperti ini kan? Jadi baginya tidak terlalu bermasalah dirinya hanya jadi penonton saja.
Seusai makan malam Hannie mencuci piring dan peralatan makan lainnya sendirian. Walau sempat dilarang Kyuhyun karena besok pagi pelayan lah yang akan membereskannya namun gadis itu memilih mencucinya sekarang. Toh dia sudah terbiasa dengan pekerjaan semacam ini. Akhirnya suaminya itu membiarkan dia mencuci piring. Tapi sebenarnya Hannie mencuci piring ini karena untuk menghindari ajakan Kyuhyun untuk menonton televisi bersama kedua istrinya. Lagi-lagi pria itu yang berinisiatif mengajak Hannie bergabung ketika ada Raena di tengah mereka. Seperti tadi pagi saat pria itu berangkat kerja yang mengajak istri ke-2 nya untuk ikut mengantar sampai depan rumah. Sementara Raena kali ini hanya diam saja. Padahal biasanya wanita itu yang berinisiatif mengajak madunya itu untuk bergabung bersama mereka, walau akhirnya gadis itu kebanyakan hanya jadi pendengar dan penonton keakraban mereka. Sepertinya Raena memang tidak mengharapkan istri ke-2 suaminya itu untuk bergabung bersama mereka. Hannie yang merasa tidak enak menggunakan alasan mencuci piring untuk menolak ajakan Kyuhyun. Setelah pekerjaannya beres dia pun memilih langsung pergi ke kamarnya.
“Hannie-aa, tidak ingin nonton televisi dulu bersama kami? Aku rasa ini belum terlalu malam.” Tegur Kyuhyun ketika melihat Hannie yang baru akan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2. Pria itu melirik jam mewah yang terpasang di dinding ruang tengah. “Lihat, masih setengah 9.” Lanjutnya kemudian.
“Uhm maaf oppa. Hari ini aku sedang malas nonton televisi. Aku ingin ke kamar saja.” Sahut Hannie tersenyum. Dalam hati dia berharap semoga Kyuhyun tidak memaksanya untuk bergabung. Lihat saja. Bahkan Raena terlihat tidak perduli pada percakapan antara gadis itu dan suami mereka. Matanya terfokus pada layar televisi.
“Aku rasa dia ingin baca novel atau fiksi dari internet. Mungkin ada cerita-cerita yang baru diposting menunggu untuk dibaca. Sudahlah Kyu-aa. Jangan memaksanya.” Kata Raena tiba-tiba dengan mata yang tetap menatap layar televisi.
Nah benar kan? Bahkan wanita itu sudah memberikan tanda bahwa dia tidak ingin Hannie mengganggu kebersamaannya dengan Kyuhyun lewat kata-katanya tadi.
“Baiklah. Kalau begitu selamat malam Hannie.” Kata Kyuhyun mengalah.
Mendengar hal itu Hannie menghela nafas lega. Dia lalu membalas ucapan pria itu. “Selamat malam oppa. Selamat malam eonnie.”
“Oh selamat malam juga Hannie.” Raena menoleh sebentar, membalas sapaan Hannie, melemparkan senyuman dan setelah gadis itu membalas senyumannya dia pun kembali asyik dengan tontonannya.
Sesampainya di kamar Hannie  langsung ke kamar mandi dan menggosok giginya. Setelah itu dia mengambil gaun tidur berbahan satin dengan tali tipis di bahunya dan panjang selutut dari lemari besar lalu berganti pakaian. Gadis itu mulai terbiasa tidur dengan memakai gaun tidur jenis ini. Namun setelah urusan ritual sebelum tidur selesai bukannya berbaring di ranjang mewahnya itu, Hannie malah mengambil ponselnya yang ada di atas meja kecil di samping ranjang dan terus berjalan hingga ke pintu kaca, membuka tirainya, menggeser pintu itu dan berjalan keluar menuju kursi yang terdapat di balkon. Gadis itu berencana bersantai di balkon. Sambil membaca fiksi dari website favoritnya tentu saja. Ditemani sejuknya udara malam dan jutaan bintang yang bertaburan di langit. Kombinasi yang pas.
Saat membuka website favoritnya tiba-tiba Hannie teringat sesuatu. Tentang website yang selama ini membuatnya penasaran tapi belum berani dia jelajahi hingga sekarang. Tapi apa salahnya kalau dia mencobanya sekarang? Toh dia sudah menikah dan berumur 24 tahun serta sudah membaca berkali-kali trilogi novel erotis karya E.L. James. Yah website itu adalah website khusus yang memposting fiksi dengan genre minimal 18 ke atas. Bisa ditebak itu jenis cerita apa. Sesuatu yang dulu Hannie malu untuk menjelajahinya. Padahal banyak teman-teman di tempat kerjanya di kantor CHO Grup dulu yang menghebohkan fiksi-fiksi yang diposting di website itu. Tapi gadis itu belum berani membukanya. Kalau sekarang sepertinya tidak apa-apa.
‘Tapi apa website itu masih ada ya? Jangan-jangan sudah tidak ada lagi.’ Batin Hannie. Terakhir dia dengar dari cerita teman-teman sekerjanya sebelum dia mengundurkan diri, website itu masih ada. Dengan berdebar-debar dia mengetik alamat website itu di search box dan senyum gadis itu mengembang karena website yang membuatnya penasaran sejak lama ternyata masih ada. Maka dia pun menjelajahi website itu dimulai dengan mengecek daftar-daftar cerita yang ada. Sebagai langkah awal dia membaca cerita yang cukup terkenal di website yang pernah dia dengar judulnya dari kehebohan teman-teman kerjanya dulu. Dia melihat sebentar ke langit sambil meringis menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Appa. Eomma. Maaf ya. Bukannya puteri kalian ini sudah berubah mesum. Tapi aku benar-benar penasaran. Mereka bilang ceritanya bagus. Cerita romantis, sesuatu yang tidak aku dapatkan di dunia nyata. Hal yang biasa aku baca tapi kali ini ada tambahan adegan dewasanya. Lagipula aku kan sudah 24 tahun dan sudah menikah. Jadi tidak akan terpengaruh begitu saja. Terima kasih appa eomma atas pengertiannya.” Kata Hannie menangkup kedua tangannya di depan wajahnya seperti orang yang sedang minta maaf atau memohon sesuatu, seolah sedang bicara sungguhan dengan kedua orang tuanya.
Lalu Hannie kembali menatap layar ponselnya. Gadis itu berkonsentrasi dengan bacaannya hingga menjadi kurang waspada dengan keadaan sekelilingnya.
TAP! Tiba-tiba Hannie merasa ada tangan yang menarik ponselnya dari atas hingga benda itu berpindah tangan, yang dilakukan oleh orang yang saat ini sedang berdiri di belakangnya.
“Oppa.” Protes Hannie agak kesal karena ponselnya direbut tanpa pemberitahuan. Namun sepertinya percuma protes karena orang yang ternyata suaminya itu tetap melanjutkan aksinya. Dan tanpa memperdulikan keterkejutan gadis itu, dia dengan santai berjalan membawa benda itu hingga ke pagar pembatas balkon sambil membaca tulisan yang masih terpampang di layar ponsel itu. Dia kemudian menyandarkan punggungnya di pagar pembatas dan matanya terus menatap layar, sepertinya dia membaca dengan serius. Hannie akhirnya hanya pasrah dan menunggu apa yang akan pria itu katakan setelah membaca tulisan yang ada di benda yang dipegangnya.
“Kemarin novel erotis sekarang fiksi erotis dari internet. Kau ini benar-benar sudah tertular mesum ya. Entah siapa yang menularkannya padamu?” Komentar Kyuhyun lalu mengalihkan pandangannya pada Hannie yang masih cemberut. Gadis itu lalu menunjuk ke arah suaminya yang langsung disahuti dengan kekehan geli.
“Enak saja. Aku bukan mesum. Hanya seorang pria normal dengan gairah yang meledak-ledak hingga aku sendiri sering susah mengontrolnya.” Kyuhyun mencoba membela diri. Tapi Hannie justru memicingkan matanya dan melipat kedua tangannya dengan tatapan meremehkan ditambah ekspresi wajah seolah berkata ‘Oh ya? Benarkah seperti itu?’.
“Ya baiklah ku akui aku memang mesum.” Kyuhyun akhirnya menyerah. Hannie pun tersenyum penuh kemenangan.
“Tapi walaupun mesum itu kan hanya kepada kedua istriku dan lagipula aku juga tidak pernah membaca novel dan fiksi erotis sambil diam-diam membayangkannya? Tidak sepertimu.” Lanjut pria itu tiba-tiba sambil mengedipkan sebelah matanya jahil. Senyum kemenangan di wajah Hannie pun langsung lenyap berganti dengan bibirnya yang mengerucut kesal.
‘Enak saja mengataiku mesum hanya karena bacaan seperti ini. Memangnya dia sendiri apa? Dia seperti setan. Setan tampan tapi mesum.’ Rutuk Hannie dalam hati.
Kyuhyun kemudian berjalan mendatangi Hannie dan duduk di sebelahnya. Pria itu hanya duduk diam sambil menatap layar ponsel di tangannya dengan wajah serius. Sementara Hannie mencuri pandang  ke samping ke arah suaminya. Dia memiliki banyak pertanyaan yang agak mengganggu pikirannya. Kenapa pria itu datang ke kamarnya? Memang ini malam dimana dia mendapat gilirannya bersama suami mereka. Jika dihitung berdasarkan kemarin malam dimana Raena yang bersama Kyuhyun. Jika memang jadwal giliran keduanya kembali seperti semula sebelum wanita itu ke Jepang. Tapi bahkan meskipun malam giliran Kyuhyun ke kamar Hannie, biasanya suaminya ini selalu datang paling cepat pukul 11 malam. Bukankah dia harus menemani istri pertamanya sampai wanita itu tertidur nyenyak? Malah bisa tengah malam atau dinihari kalau pria itu menyelinap dimalam yang bukan gilirannya ke kamar Hannie. Gadis itu yakin sekarang ini jam 10 malam saja belum.
“Oppa, apa eonnie sudah tidur?” Tanya Hannie penasaran. Kyuhyun hanya mengangguk.
“Raena tadi tertidur di sofa saat menonton televisi. Aku rasa karena dia kelelahan gara-gara bermain game online seharian. Bahkan saat kugendong ke kamar dan ku baringkan di ranjang dia juga tidak menyadarinya. Tidurnya benar-benar nyenyak.” Lanjut Kyuhyun sambil matanya tetap fokus pada layar ponsel di tangannya. Hannie hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. Lalu mereka kembali diam. Pria itu tampak sibuk membaca dan jari-jarinya terlihat sibuk menyentuk layar untuk mengetahui apa saja yang ada si website itu. Sepertinya dia hanya membaca sekilas beberapa cerita yang ada sebelum akhirnya kembali berkomentar.
“Tch. Padahal entah sudah puluhan bahkan mungkin sudah ratusan cerita fiksi di seluruh dunia yang temanya selalu pria tampan kaya raya dengan gadis dari rakyat jelata, CEO dengan gadis biasa atau playboy dengan perawan polos, bahkan pria berumur yang mapan tapi tampan dengan gadis yang baru beranjak dewasa bahkan yang baru duduk di bangku sekolah. Pernikahan paksa karena hutang atau balas budi, pernikahan kontrak, perjodohan, awalnya saling benci lalu jadi cinta. Cerita semacam ini selalu saja peminatnya banyak. Lihat jumlah viewersnya dan yang berkomentar. Aku benar-benar heran apa kalian ini tidak bosan membaca cerita fiksi romantis yang temanya begini-begini saja? Masih lebih enak membaca tema detektif, misteri, horor, psiko atau tentang suatu perjalanan atau petualangan yang mendebarkan. Atau kisah sejarah kolosal. Ceritanya kan lebih bervariasi?” Gerutu Kyuhyun setelah beberapa lama menekuni ponsel di tangannya. Dia lalu mengembalikan benda itu kepada pemiliknya. Hannie menerimanya sambil menghela nafas panjang.
“Tiap orang pemikirannya beda-beda oppa. Ada yang menyukai fiksi yang serius yang membutuhkan kerja keras otak untuk membacanya, ada yang suka sensasi kengerian, berkhayal tentang suatu tempat yang mustahil ada di dunia, namun ada juga yang suka membaca hal-hal yang romantis yang membuatmu meleleh hanya karena membacanya tanpa perlu mengerahkan secara besar-besaran kemampuan otak untuk memikirkannya melainkan hanya cukup merasakan dengan hati saja. Oppa tidak bisa memvonis membosankan tidaknya atau bagus tidaknya suatu tulisan kalau hanya berdasarkan selera saja. Seperti mengatakan kalau kopi dari cafe yang itu tidak enak tapi yang mengatakan adalah orang yang bukan penyuka kopi. Mau kopi dari cafe atau coffee shop manapun bahkan yang sekelas Starbucks sekalipun bagi yang tidak suka kopi ya tetap saja tidak enak. Begitu juga dengan membaca suatu cerita. Masing-masing punya selera dan menganggap genre bacaannya lah yang terbaik yang lain hanya sampah atau membosankan. Tidak pernah bisa menilai sesuatu secara obyektif kalau hanya berdasar selera dan kesukaan pribadi.” Seloroh Hannie dengan pandangan lurus ke depan ke pagar pembatas balkon. Kyuhyun hanya terkekeh geli mendengar jawaban istri ke-2 nya itu yang terdengar serius.
“Yah baiklah aku setuju denganmu kalau soal itu.” Aku Kyuhyun mengalah. Hannie hanya diam dan pandangannya tetap terfokus pada pagar pembatas balkon.
“Yah mungkin bagi kami pecinta cerita fiksi romantis, kami menyukai hal-hal romantis dalam fiksi karena di kehidupan nyata kami tidak mendapatkannya. Jadi biarkanlah kami bahagia meski hanya bisa berkhayal dengan membaca karya dari penulis-penulis itu.” Kata Hannie menerawang. Suasana tiba-tiba jadi hening karena keduanya saling diam.
“Haahhh….kalau dipikir-pikir kau nekad juga ya baca cerita fiksi erotis di hadapan mendiang orang tuamu.” Celutuk Kyuhyun tiba-tiba.
“Maksud oppa?” Hannie mengerutkan keningnya bingung.
“Itu.” Telunjuk kanan Kyuhyun mengarah kelangit malam dengan taburan bintang. “Mendiang orang tuamu ada disana kan? Pasti sekarang mereka sedang melihatmu yang lagi membaca cerita dewasa.” Lanjutnya lagi.
Hannie menengadah dan menyadari maksud Kyuhyun. “Ish oppa.” Gadis itu tersipu malu. ‘Ternyata oppa masih ingat tentang aku yang selalu menganggap mendiang orang tuaku ada diantara bintang-bintang dan selalu mengawasiku.’ Batinnya senang. Terdengar kekehan kecil dari pria itu yang membuatnya sedikit kesal tapi juga bahagia.
“Kita sebaiknya masuk saja. Udara disini semakin dingin.” Ajak Kyuhyun. Pria itu berdiri lebih dulu dan berjalan ke dalam kamar. Hannie hanya mengekor dari belakang lalu setelah menutup pintu kaca dan menarik tirainya dia segera menyusul suaminya yang terus berjalan menuju ranjang.
Hannie menaruh ponselnya di atas meja kecil di samping ranjang dan ikut berbaring di samping suaminya yang sudah lebih dulu terlentang dengan nyaman di atas ranjang. Mereka hanya saling diam. Kyuhyun berbaring dengan kedua tangannya di atas perut dan matanya menatap langit-langit. Hannie yang berbaring di sebelahnya hanya bertanya-tanya dalam hati kenapa Kyuhyun diam saja dari tadi. Tiba-tiba saja gadis itu teringat kata-katanya saat menjawab keheranan suaminya tentang kesukaan terhadap fiksi romantis.
“Yah mungkin bagi kami pecinta cerita fiksi romantis kami menyukai hal-hal romantis dalam fiksi karena di kehidupan nyata kami tidak mendapatkannya. Jadi biarkanlah kami bahagia meski hanya bisa berkhayal dengan membaca karya dari penulis-penulis itu.”
Apa mungkin Kyuhyun kepikiran hal itu makanya sekarang dia diam saja dari tadi? Mungkin dia menganggapnya itu sebagai curahan hati Hannie yang terpendam selama ini? Mungkinkah pria itu merasa bersalah pada istri ke-2 nya? Tapi untuk apa merasa bersalah? Karena tidak bisa memberikan keromantisan seperti dalam novel atau film? Hannie rasa tidak perlu. Toh kehidupan seperti sekarang adalah pilihannya. Pria itu sudah memperingatkannya sebelum dia mengambil keputusan. Lagipula dia tadi bicara seperti itu bukan bermaksud mengeluhkan kehidupannya sekarang. Sungguh itu hanya semacam pembelaan yang umumnya akan dilontarkan oleh para pecinta fiksi romantis lainnya jika ada yang mempertanyakan atau meremehkan kesukaan mereka terhadap hal-hal romantis dalam cerita fiksi. Tapi sepertinya malah jadi curahan hati yang sudah lama terpendam. Hannie agak menyesali karena tadi dia tidak bisa mengontrol diri malah bereaksi berlebihan.
“Kemarilah.” Titah Kyuhyun tiba-tiba sambil melebarkan sebelah tangannya yang di sisi Hannie, meminta agar isterinya itu masuk dalam pelukan tangannya. Gadis itu tanpa menunggu diperintah 2 kali langsung memasukan tubuh mungilnya ke dalam pelukan lengan kokoh suami tampannya dengan kepalanya dia baringkan di dada bidang itu. Lengannya melingkari perut Kyuhyun sedangkan lengan pria itu memeluk erat tubuh Hannie hingga semakin merapat pada tubuhnya.
“Kalau begini sudah romantis seperti di cerita fiksi romantis itu kan?” Tanya Kyuhyun lembut. Refleks Hannie mendongak menatap ke wajah suaminya yang juga sedang menatapnya. Dia hanya diam tidak tahu harus menjawab apa dan mereka hanya diam dengan saling menatap. Tiba-tiba dahinya dikecup lembut dan lama oleh Kyuhyun. Kemudian pria itu melepaskan kecupannya dan kembali menatap istrinya sambil tersenyum lembut. Wajah Hannie memerah dan dia menundukan wajahnya, membenamkannya kembali di dada bidang suaminya. Baginya ini bahkan lebih dari romantis jika dibandingkan dengan fiksi-fiksi itu. Lebih dari sekedar romantis karena ini nyata. Aroma tubuh Kyuhyun menggoda penciumannya membuatnya betah berlama-lama membenamkan wajahnya di dada pria itu.
“Hannie-aa.” Panggil Kyuhyun dengan suara serak saat Hannie masih sibuk menikmati aroma maskulin tubuh pria itu. Gadis itu mendongak lagi dan kembali menatap mata suaminya. Ada kilatan gairah di mata coklat itu.
Hannie merasakan tangan Kyuhyun membelai lembut pipinya. Saat gadis itu sedang terhanyut oleh mata coklat indah itu dan belaian tangan besar suaminya di pipinya, pelan-pelan dia merasakan pria itu membalikkan posisi tubuhnya hingga tubuh besar itu menindih tubuh mungilnya, mengurungnya hingga tidak bisa kemana-mana. Sebelah tangan Kyuhyun terus membelai lembut wajah Hannie, menyingkirkan helaian rambut yang jatuh ke wajah cantik istri ke-2nya, sementara tangan yang lainnya menopang tubuhnya agar tidak terlalu menindih tubuh mungil di bawahnya. Jempol pria itu merayap menyusuri bibir mungil yang selalu membuatnya ketagihan saat bibir tebalnya terlanjur menyentuh, merasakan manis dan lembutnya. Hannie hanya menikmati setiap sentuhan suaminya pada wajahnya tanpa banyak kata. Kedua tangannya yang semula menahan dada Kyuhyun beralih memegangi bahu lebar pria itu.
Wajah tampan Kyuhyun perlahan makin mendekat hingga nyaris tidak ada jarak dengan wajah Hannie. Dahi dan hidung mereka saling bersentuhan. Bibir mereka pun nyaris bersentuhan. Namun sepertinya Kyuhyun tidak atau belum berniat menyentuh apalagi melumat bibir mungil istrinya. Dia malah hanya menggesek-gesekkan hidung mancungnya pada hidung istrinya. Dia lalu menciumi seluruh wajah gadis itu namun tetap berusaha menghindari bibir mereka sampai bersentuhan. Meski menikmati keintiman yang diciptakan suaminya namun Hannie sedikit kesal karena sejak tadi Kyuhyun terus menggodanya dengan menghindari bibir mereka saling bersentuhan. Padahal dia sudah gemas ingin menempelkan bibirnya pada bibir tebal yang menggiurkan itu, melumatnya lalu berperang lidah, saling bertukar air liur, meski dia tahu pada akhirnya pergulatan itu akan didominasi dan dimenangkan oleh Kyuhyun. Gairah Hannie semakin melonjak membayangkan hal itu. Sepertinya virus mesum dari setan tampan ini sukses menular padanya.
“Oppaaa…….” Rengek Hannie ketika Kyuhyun tidak juga terlihat berniat menciumnya malah tetap menggodanya. Pria itu hanya terkekeh melihat istrinya yang mulai gelisah karena gairah yang mulai meningkat tapi dia malah terus menggodainya.
Bibir Kyuhyun kembali bergerak mendekati bibir Hannie, mengecupi ujung-ujung bibirnya, lalu pinggir-pinggirnya dan kemudian mendekatkan bibir mereka begitu dekat hingga nyaris tidak berjarak. Bergerak sedikit pasti akan langsung bersentuhan.
‘Akhirnya.’ Sorak batin Hannie senang.
Tapi dasar Kyuhyun memang setan tampan yang kadang suka menyebalkan. Pria itu malah hendak menjauhkan bibirnya disaat Hannie justru sangat berharap bibir itu akan menyentuh bibirnya. Suaminya malah akan mencium pucuk hidungnya. Namun gadis itu tidak mau kalah. Tangannya langsung memeluk leher Kyuhyun dan bibir mungilnya langsung menyambar bibir suaminya dan melumatnya dengan gairah. Tidak diperdulikannya lagi rasa gengsi, malu, risih atau bahkan harga dirinya. Salahkan saja pria ini yang membuatnya jadi tertular virus mesum.
“Mmmhhh…..uhmmmm…..mmmm….” Terdengar gumaman dari keduanya saat bibir mereka saling bersentuhan, saling beradu dan saling melumat dengan hasrat membara.
Hannie benar-benar menikmati material lembut dan basah yang sudah dia dambakan sejak tadi. Bibirnya terus melumat bibir suaminya tanpa jeda. Begitu juga dengan Kyuhyun yang langsung membalas keagresifan istri ke-2nya itu dengan lumatan-lumatan panasnya. Ada senyum samar tercetak di bibirnya saat gadisnya menyerangnya duluan. Tapi walaupun dia adalah pihak yang diserang nyatanya pria itulah yang justru mendominasi. Dia berhasil memasukkan lidahnya ke dalam mulut Hannie, mengajaknya melakukan french kiss panas.
Hannie hanya bisa memejamkan mata menikmati sensasi lidah Kyuhyun yang menjilati dinding-dinding mulut-mulutnya, mengabsen giginya, membelai lembut lidahnya. Sementara itu kedua kakinya tanpa sadar membuka dengan tubuh Kyuhyun di tengahnya. Ketika ciuman pria itu semakin agresif dia melingkarkan kakinya ke pinggang suaminya dan memeluknya erat. Membuat alat kelamin mereka yang masih tertutup kain bergesekan satu sama lain.
“Nghhh…..mmmhhhh……nghhh……” Terdengar suara geraman dan desahan keduanya saat di bawah sana gesekan itu semakin keras. Meski Hannie masih memakai celana dalam tipisnya dan Kyuhyun masih memakai celana selutut dan celana dalamnya namun gesekan yang tercipta tetap memancing hasrat mereka. Hal ini malah menambah gairah mereka untuk meneruskan cumbuannya. Bahkan Kyuhyun sengaja menekan-nekan miliknya membuat tubuh Hannie kelojotan seperti tersengat listrik.
Sementara bibirnya sibuk menikmati bibir Hannie, tangannya bergerak menurunkan tali gaun tidur gadis itu lalu dengan gerakan pelan dia menurunkan gaun tidur itu hingga sebatas dada. Payudara yang tidak tertutup bra itu terpampang jelas. Tanpa ragu-ragu kedua tangan pria itu menangkup kedua gundukan benda kenyal itu dan meremasnya kuat hingga Hannie melenguh antara sakit juga nikmat.
“Ahhh…..” Pria itu menghentikan remasan tangannya pada payudara Hannie saat mendengar erangan istrinya. Dia juga melepaskan ciumannya dan berdiri dengan lututnya diantara kedua kaki Hannie.
Dengan cepat Kyuhyun melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya, dari kaos, celana selutut dan celana dalamnya lalu melemparnya sembarang ke lantai. Hannie yang melihat itu ikut bangkit dan melepaskan dressnya yang sudah melorot seperutnya berikut celana dalamnya dan melemparnya ke lantai menyusul baju suaminya yang teronggok lebih dulu di lantai. Tampak senyum menghiasi bibir Kyuhyun. Pria itu langsung merebahkan tubuh Hannie kembali ke ranjang dan menindihnya.
“Enghhh…..ahhhh….ahhh…..” Hannie mendesah ketika bibir Kyuhyun merambati lehernya terus ke dada hingga payudaranya. Mulut pria itu mengecupi daging kenyal di seputaran daging pink kecoklatan yang mengeras akibat gairah, meninggalkan jejak kemerahan seperti yang sering dilakukannya pada area itu.
“Op…pahhh….ahhhh…..” Hannie menekan kuat kepala Kyuhyun yang kini berada di payudaranya dengan mulut pria itu yang melingkupi setengah payudaranya. Desahannya semakin keras ketika suaminya itu mengulum, menjilati dan menghisap payudaranya dengan penuh nafsu. Tubuh gadis itu menggeliat gelisah dan tangannya mengacak-acak rambut coklat suaminya. Bagian bawahnya sudah sangat basah sejak berciuman tadi. Dia butuh kejantanan Kyuhyun di dalam dirinya segera. Dia butuh milik suaminya itu menggerakkan dengan kasar dan menghentak kuat lubang miliknya yang sudah berdenyut nyeri. Sementara bagian bawah dia begitu mendambakan sentuhan kejantanan prianya, Kyuhyun masih asyik menyusu pada kedua payudara Hannie. Gadis merasa gemas tapi juga merasa risih pada dirinya sendiri karena entah mengapa dia bisa seagresif ini. Biasanya dia akan menikmati proses pemanasan hingga ke bagian intinya dengan sabar.
Kyuhyun akhirnya melepaskan payudara Hannie. Pria itu melirik bagian bawah tubuh istrinya dan melihat betapa basahnya bagian itu. Dia menyeringai dan langsung menindih tubuh Hannie sementara gadis itu memeluk lehernya erat. Mereka kembali berciuman panas. Dan saat bibir mereka saling melumat, Kyuhyun mencoba memasukan kejantanannya yang sudah sekeras batu ke lubang basah Hannie. Namun saat baru berhasil memasukkan ujung kejantanannya tiba-tiba
Tuut….tuuut….tuuuut…..
Suara telpon yang ada di meja kecil di samping ranjang berbunyi. Menghentikan aksi pasangan yang sudah telanjang bulat dan hampir bercinta itu. Bergegas Kyuhyun melepas ciumannya dan menarik kejantanannya. Dia bangkit dari atas tubuh Hannie dan mengangkat telponnya.
“Raena-aa. Ada apa?” Tanya Kyuhyun lembut. Sementara Hannie yang masih berbaring menatap ke arah pria itu yang sedang menjawab telpon dari kamar istri pertamanya dengan tatapan sayu dan nafas terengah-engah akibat gairah yang sudah diujung pelepasan malah terganggu telpon itu.
“………………………….”
“Apa? Baiklah. Aku segera kesana. Kau jangan kemana-mana. Berbaring saja di ranjang. Tunggu aku datang, mengerti?” Ada nada cemas di suara Kyuhyun. Hannie bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Raena sampai secemas itu.
Kyuhyun segera menutup telponnya dan melompat dari ranjang dan memakai kembali pakaiannya yang tercecer di lantai dengan terburu-buru.
“Oppa ada apa?” Hannie ikut bangkit dari berbaringnya dan meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.
“Raena mendapat serangan sakit kepala. Dia ingin mencari obat sakit kepala di kotak obat tapi jangankan berjalan, untuk bangun saja dia tidak sanggup. Aku harus segera ke kamarnya.” Sahut Kyuhyun disela kesibukannya mengenakan pakaiannya. Selesai berpakaian pria itu langsung keluar kamar Hannie menuju kamar Raena tanpa melihat istri ke-2 nya.
Hannie beranjak dari ranjang, memunguti gaun tidur dan celana dalamnya lalu memakainya cepat. Tidak lupa dia memakai jubah tidurnya lalu segera menyusul Kyuhyun. Belum sempat gadis itu mencapai kamar Raena, pria itu sudah keluar dan berjalan ke ruang tengah.
“Ah Hannie-aa. Apa kau ingin melihat keadaan Raena? Masuk saja ke kamarnya. Dia berbaring di ranjang. Tapi hati-hati. Ada pecahan gelas dan teko di lantai. Dia tidak sengaja menyenggol gelas dan tekonya hingga jatuh ke lantai dan pecah. Aku akan mengambil obat sakit kepala di lemari obat dulu ” Kata Kyuhyun sebelum Hannie buka suara.
“Benarkah? Kalau begitu biar aku bersihkan pecahannya.” Sahut Hannie. Dia langsung pergi ke ruang penyimpanan alat kebersihan di samping dapur sementara Kyuhyun pergi ke ruang tengah dimana lemari berisi obat-obatan dan alat-alat P3K terpasang.
Dengan sapu dan serok sampah bergagang pendek Hannie menuju kamar Raena. Dia mengetuk pintu yang terbuka.
“Eonnie, aku boleh masuk? Aku ingin melihat keadaan eonnie.” Kata Hannie meminta ijin.
“Jangan! Ada pecahan beling di lantai. Nanti kau terluka.” Larang Raena. Dari pintu yang terbuka Hannie melihat madunya itu tengah berbaring memejamkan matanya sambil memijit-mijit pelipisnya.
“Eonnie tenang saja. Aku akan membersihkannya. Ini aku bawa peralatan pembersihnya.” Sahut Hannie sambil mengangkat sapu dan serok sampah di tangannya.
“Ya sudah masuklah. Tapi hati-hati.” Kata Raena akhirnya. Hannie bergegas masuk dengan mata yang memandang tajam lantai kamar ini untuk memastikan tempat yang tidak ada serpihan gelas dan teko yang bisa dilewati kakinya.
“Eonnie tidak apa-apa kan? Maksudku eonnie tidak terluka kan?” Tanya Hannie begitu sampai di sisi ranjang Raena.
“Tenang saja. Kecuali kepalaku yang sakit yang lainnya aku tidak apa-apa. Tadi aku terbangun tiba-tiba dan menyadari tidak ada Kyuhyun disampingku. Ketika aku mencoba bangun untuk mencarinya kepalaku malah terasa sakit sekali. Sangat sakit sampai-sampai aku sulit bangun. Tapi aku mencoba memaksakan diri, bangun dan bermaksud untuk mengambil aspirin sekalian mencari Kyuhyun. Dan saat mencoba mencari pegangan agar bisa bangun, tidak sengaja aku malah menyenggol teko dan gelas itu. Aku jadi tidak berani bangun dan memutuskan menelpon ke kamarmu karena yakin pasti Kyuhyun ada di sana. Oh ya ampun. Kepala ini sakitnya seperti mau meledak. Ini pasti akibat aku bermain game seharian tadi.” Kata Raena lemah sambil terus memijiti pelipisnya.
“Syukurlah kalau eonnie tidak terluka. Eonnie berbaring saja yang nyaman. Oppa sedang mencarikan obat untuk eonnie. Dan aku akan bersihkan pecahan beling ini dulu biar tidak terinjak.” Kata Hannie tersenyum lega. Gadis itu lalu bekerja mengumpulkan pecahan-pecahan beling di lantai dengan sapu dan serok yang dia bawa. Saat sedang bekerja Kyuhyun pun datang dan dengan hati-hati dia melangkah menuju ranjang Raena.
“Raena-aa. Maaf sepertinya kita tidak memiliki persediaan aspirin di rumah. Apa kau bisa menunggu sementara aku pergi ke apotik sebentar untuk membelinya? Atau sebaiknya kita panggil dokter saja?” Tanya Kyuhyun sambil membelai rambut Raena.
“Aku tidak mau dokter. Ini cuma sakit kepala biasa. Aku rasa cukup sebutir aspirin saja pasti bisa mengatasinya.” Rajuk Raena manja.
“Ya ya baiklah. Kalau begitu aku pergi ke apotik sebentar. Kau ditemani Hannie ya?” Kata Kyuhyun lembut yang langsung diangguki Raena.
“Oppa tenang saja. Biar eonnie aku yang jaga. Oppa pergilah membeli obat.” Sahut Hannie yang sudah selesai membersihkan pecahan gelas. Dia lalu menaruh sapu dan serok berisi pecahan beling, yang rencananya akan dia buang nanti, di sudut kamar.
“Hannie-aa tolong ya.” Mohon Kyuhyun yang diangguki Hannie. Pria itu langsung mengganti bajunya dengan sweater dan celana panjang lalu bergegas pergi setelah mendaratkan ciumannya di kening Raena.
Sepeninggal Kyuhyun, Hannie duduk di ranjang di samping Raena yang sedang terbaring lemah. Dengan senang hati gadis itu mengulurkan tangannya, menggantikan memijit kepala wanita itu.
“Hannie-aa. Maaf ya jadi merepotkan. Padahal ini kan malam giliranmu bersama Kyuhyun. Aku pasti sudah mengganggu kalian.” Lirih Raena.
“Tidak apa-apa. Tidak usah dipikirkan. Aku tidak merasa direpotkan apalagi terganggu. Sakit kepala kan tidak boleh dibiarkan?” Sahut Hannie lembut sambil memijiti kepala Raena.
“Ha ha ha ini sih sakit karena kecerobohanku sendiri. Bermain game seharian tanpa istirahat. Sampai sakit kepala begini. Kalau dipikir-pikir sepertinya kekanak-kanakan ya.” Kekeh Raena geli. Hannie ikut tertawa geli.
“Oh iya selama seminggu aku pergi ke Jepang kau pasti selalu bersama Kyuhyun. Kalau begitu sepertinya malam ini aku tidak terlalu mengganggu. Bahkan harusnya seminggu ini Kyuhyun bersamaku pergi liburan atau cukup menginap di hotel misalnya untuk mengganti seminggu kemarin selama aku tidak ada.” Celoteh Raena lagi.
Hannie hanya diam. Seminggu Kyuhyun dengan Raena? Seminggu tanpa Kyuhyun? Mana bisa? Hati gadis itu mendadak perih. Tangannya yang tengah memijiti kepala madunya itu terasa gemetar.
“Hei tadi itu hanya bercanda. Masa aku setega itu meninggalkan kau sendirian disini sementara kami bersenang-senang. Kau tenang saja. Kalau pergi berlibur maka kita akan pergi liburan bertiga. Aku tidak mau kalau hanya berdua. Kau kan juga bagian keluarga ini?” Kata Raens sambil tersenyum dan membuka matanya menatap sayu Hannie. Gadis itu membalas senyum Raena dengan sejumlah perasaan berkecamuk di dadanya.
“Sebaiknya eonnie istirahat saja sambil menunggu oppa pulang. Oh iya apa eonnie ingin minum? Biar kuambilkan.” Tawar Hannie.
“Iya aku haus sekali. Tolong ya.” Pinta Raena dengan wajah memelas.
Hannie pun berjalan keluar kamar setelah sebelumnya mengambil sapu dan serok berisi pecahan beling untuk dibuang ke tempat sampah. Sesampainya di dapur dia menuju tempat sampah yang ada di bawah wastafel, membuka tutupnya, membuang pecahan beling tadi ke tempat sampah itu. Lalu dia mengembalikan sapu dan serok sampah ke ruang penyimpanan. Dia lalu mencuci bersih tangannya di wastafel dan mengambil teko kaca, mengisinya dengan air putih lalu menaruhnya di atas nampan bersama sebuah gelas dan berjalan ke kamar Raena. Sesampainya di kamar, Hannie menaruh nampan di meja kecil di samping ranjang lalu menuangkan airnya dalam gelas.
“Eonnie ini airnya. Sini biar aku bantu eonnie bangun.” Hannie kemudian membantu membangunkan Raena, mengambil gelas berisi air dan meminumkannya. 
“Terima kasih.” Ucap Raena lirih. Hannie hanya tersenyum dan mengangguk lalu kembali membantu wanita berbaring dan meletakan gelas yang airnya sudah berkurang setengah kembali ke atas nampan di meja kecil.
Setelah itu mereka berdua hanya diam. Hannie memijiti kepala Raena sementara wanita itu memejamkan mata seperti orang tidur.
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya Kyuhyun datang dengan bungkusan kecil di tangan. Pria itu menghampiri Raena yang terbaring lemah di ranjang dan duduk di tepi ranjang.
“Raena-aa. Minum obatnya ya.” Bujuk Kyuhyun. Dia lalu mengeluarkan sebutir pil bulat berwarna putih dengan tulisan ‘Aspirin’ di permukaannya dari botolnya. Pria itu bersama Hannie membantu Raena bangun dan menyenderkan tubuhnya di bahu Kyuhyun. Hannie bergegas menuang kembali air dalam gelas hingga kembali terisi penuh dan memberikannya pada suaminya itu. Lalu suami mereka itu meminumkan sebutir aspirin dan air pada Raena. Wanita itu menelan obatnya dan meminum air dalam gelas hingga habis.
Kyuhyun kemudian menyerahkan gelas yang sudah kosong dan botol aspirin kepada Hannie. Gadis itu menerimanya dan menaruh kedua benda itu di atas nampan. Lalu pria membaringkan kembali tubuh Raena di ranjang dan menyelimutinya. Namun saat akan beranjak dari ranjang tiba-tiba wanita itu memegang erat tangannya.
“Jangan pergi.” Rengek wanita itu.
“Aku tidak akan kemana-mana. Malam ini aku akan menemanimu.” Bujuk Kyuhyun lembut.
“Sampai pagi kan?” Tanya Raena tidak yakin.
“Sampai pagi.” Sahut Kyuhyun sambil tersenyum meyakinkan. Raena tampak bahagia. Lalu pria itu berbaring di sebelah istri pertamanya yang langsung disambut dengan pelukan erat oleh wanita itu.
Sementara Hannie menyaksikan itu semua dengan perasaan yang susah dijelaskan. Antara maklum mengingat kondisi Raena sekarang tapi juga cemburu dengan kemesraan mereka. Merasa kalau dia sudah tidak diperlukan lagi maka dia pun berpamitan. “A-aku kembali ke kamarku dulu. Selamat malam semuanya. Eonnie semoga cepat sembuh.”
“Iya selamat malam juga Hannie-aa.” Sahut Raena sambil tetap memeluk Kyuhyun sementara pria itu juga menatap Hannie dan membalas ucapan istri ke-2nya.
“Selamat malam Hannie-aa.”
Hannie berjalan keluar kamar Raena dan begitu sampai di luar dia  menutup pintunya. Dengan perasaan tidak menentu dia berjalan ke kamarnya. Sepertinya malam ini dia akan kembali mengalami insomnia.
Tbc

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: