Story About The Second Wife Part 4

0
Story About The Second Wife 4 ff nc kyuhyun
Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 4
Category: romance, sad, married life, yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena
Author Note:
Minggu keesokan harinya
Pagi harinya Hannie bangun dengan perasaan bahagia, setelah tadi malam diajak kencan oleh Kyuhyun dari nonton film, makan malam dan berpesiar di sungai Han hingga pukul 12 malam. Apalagi saat menoleh ke samping dia menemukan sosok tampan dengan mata masih terpejam rapat dan mulut yang ternganga, plus lengan kokohnya yang memeluk pinggang Hannie erat.

Gadis itu memiringkan sedikit tubuhnya ke arah suaminya itu agar bisa leluasa memandangi wajah tampan yang sepertinya masih asyik dengan mimpinya. Entah dia mimpi apa. Atau jangan-jangan sedang bermimpi yang mesum-mesum karena sesekali terlihat seringaian di bibir tebalnya.
Hannie menggeleng tidak setuju. Itu tidak mungkin. Bukannya tadi malam setelah pulang dari kencan dan membersihkan diri, Kyuhyun sempat bercinta dengannya 2 ronde sebelum tidur? Bahkan sekarang saja mereka tidak memakai pakaian selembar pun dan hanya selimut tebal ini satu-satunya penutup tubuh telanjang mereka. Bagaimana mau berpakaian, baru keluar dari kamar mandi tubuh mungil Hannie yang saat itu hanya tertutup handuk langsung dipeluk erat Kyuhyun.
Dan entah bagaimana caranya tahu-tahu handuk itu melayang entah kemana menyisakan tubuh polos gadis itu yang telentang pasrah di atas ranjang dengan tubuh besar kokoh namun berkulit sangat putih hingga pucat yang menindihnya sambil mencumbuinya dengan gairah tinggi. Dan terjadilah percintaan panas 2 ronde. Jadi rasanya tidak mungkin sekarang Kyuhyun bermimpi mesum. Bukankah biasanya mimpi semacam itu hadir karena hasrat yang tidak tersalurkan? Biasanya. Tapi mungkin bisa saja karena terlalu menikmati hingga terbawa ke mimpi. Tapi Hannie lebih sering mendengar seseorang bermimpi erotis karena hasrat yang tidak tersalurkan daripada karena terlalu menikmati. Dan untungnya lagi saat bercinta tadi malam Kyuhyun tidak memintanya untuk melakukan hal yang aneh-aneh seperti bercinta ala Christian Grey di film FSOG yang mereka tonton di bioskop saat berkencan.
Membaca versi novelnya memang tidak terlalu ‘seram’ karena hanya berupa tulisan. Tapi begitu menonton Dakota Johnson yang menjadi Anna dalam versi visualnya, yang menjadi objek BDSM di film itu membuat perutnya ngilu. Apalagi kalau sampai mempraktekannya secara langsung. Gaya Kyuhyun bercinta yang sekarang saja sering membuatnya kewalahan apalagi kalau pria itu nekad mengadopsi gaya bercintanya Mr. Grey. Lebih baik Hannie memilih pingsan saja. Walau Kyuhyun sempat bercanda tentang dia yang ingin mencoba mempraktekan adegan percintaan antara Mr. Grey dan Anna tapi sepertinya dia masih cukup waras untuk tidak melakukan adegan seperti itu terhadap istri mungilnya.
“Eunghhhh….ck..ck…” Suara geraman Kyuhyun menyadarkan Hannie dari kegiatannya yang sejak bangun tadi terus menatap wajah tidur suaminya itu sambil melamun. Terlihat bibir seksi berwarna kemerahan itu mengecap-ngecap seperti orang yang sedang makan. Sementara lengannya semakin erat memeluk pinggang Hannie.
‘Jangan-jangan oppa sedang mimpi makan? Ish dasar tukang makan.’ Pikir Hannie geli. Dia jadi senyum- senyum sendiri memandangi wajah tidur Kyuhyun yang damai.
Hannie tidak tahu dan tidak perduli berapa lama waktu yang dia habiskan untuk menatapi wajah suamimya. Karena sepertinya ini hari terakhir dimana setelah percintaan panas mereka di malam hari, Kyuhyun tetap tidur di sampingnya hingga saat bangun di pagi hari dia bisa menatap wajah tidur pria itu. Besok keadaan akan kembali seperti semula. Raena akan pulang ke rumah ini setelah seminggu berada di Jepang dan wanita itu akan kembali memonopoli suami mereka. Pria ini hanya akan bisa Hannie miliki saat wanita itu sudah tidur. Dan saat besok dia bangun, Kyuhyun tidak akan berada di sampingnya karena selesai dengannya pasti pria itu akan langsung kembali ke kamar istri pertamanya. Setelah Raena pulang Hannie akan kembali menjalani hari-hari dimana dia hanya jadi penonton kemesraan Kyuhyun dan Raena. Andai wanita itu tinggal lebih lama lagi di Jepang. Atau tidak usah pulang saja sekalian. Atau pergi ke tempat lain saja kemanapun itu yang penting tidak usah pulang-pulang lagi.
‘Aish apa yang kupikirkan? Jahat sekali aku ini sampai berpikiran yang tidak-tidak terhadap eonnie. Padahal eonnie sangat baik padaku. Tuhan maafkan hamba-Mu yang serakah ini.’ Batin Hannie.
Tiba-tiba terdengar nada pesan dari I-phone milik Kyuhyun. Hannie melirik benda yang terletak di atas meja kecil di samping ranjang mereka. Sempat dia ingin mengambil benda itu untuk mengetahui apa isi pesan yang diterima suaminya itu. Tapi belum sempat niatnya terlaksana, pria itu,  yang rupanya terbangun akibat nada pesan dari i-phone nya, lebih dulu meraih benda itu dan kemudian duduk sambil membuka inboxnya lalu membacanya, mengetik sesuatu dan tidak berapa lama dia menutup layarnya dan mengembalikannya ke tempatnya semula. Kyuhyun lalu menoleh ke arah Hannie yang masih memandanginya.
“Pagi Hannie-aa. Sepertinya kau lebih dulu bangun dariku.” Sapa Kyuhyun dengan senyum manisnya yang membuat hati siapapun meleleh melihatnya.
“Pa-pagi oppa. I-iya aku sudah bangun dari tadi. Tapi karena masih sedikit mengantuk jadi aku masih berbaring disini.” Sahut Hannie sedikit gugup. Dia hanya berharap dalam hati semoga suaminya itu tidak tahu kegiatannya yang sejak membuka mata tadi hanya menatapi wajah tampan itu.
Kyuhyun hanya mengacak rambut Hannie sambil tersenyum. Gadis itu menyukai perlakuan yang barusan dia terima. Tiba-tiba dia teringat pesan yang tadi diterima suaminya itu. Pesan dari siapa? Raena kah? Dia jadi penasaran. Tapi pantas tidak kalau dia menanyakan hal itu?
“Oh iya itu tadi pesan dari Raena. Dia mengatakan kalau dia dan eomonim baru akan berangkat dari Haneda pukul 8 malam. Tadi malam mereka sudah di Tokyo dan menginap di hotel dekat bandara. Siang ini rencananya mereka keliling Tokyo dulu sementara menunggu jadwal keberangkatan mereka. Dia mengatakan tidak usah menjemput karena Park ahjussi dan Suho yang akan menjemput mereka. Dari Gimpo dia akan ikut pulang ke rumah orang tuanya dulu. Entah apa dia akan menginap di sana dan baru pulang besok ke rumah atau dia akan pulang kesini malam ini juga. Katanya dia akan menelponku lagi nanti setelah sampai di rumah orangtuanya.” Tanpa Hannie perlu bertanya justru Kyuhyun sudah menjawabnya lebih dulu. Gadis itu sedikit lega mendengarnya karena  Raena dan eommanya baru berangkat dari Tokyo jam 8 malam nanti. Dan yang menjemput mereka di bandara nanti adalah supir tuan Kim dan adik laki-laki Raena bukan Kyuhyun. Jadi masih tersisa banyak waktu bagi Hannie untuk memonopoli suami mereka ini hanya untuknya seorang.
“Benarkah? Jadi tidak sabar menunggu kepulangan eonnie.” Sahut Hannie sambil tersenyum senang.
“Kau pasti senang sekali dengan kepulangan Raena. Seminggu ini kan kau kehilangan teman yang sepaham denganmu.” Kata Kyuhyun sambil terkekeh geli.
“Ish oppa.” Hannie mengerucutkan bibirnya. “Kami kan tidak selalu sepaham. Ada kalanya kami juga bisa berselisih pendapat.” Lanjutnya lagi.
“Tapi faktanya kalian kan memang serasi. Buktinya kalian rukun-rukun saja. Pergi kemanapun dan melakukan apapun selalu berdua. Seperti kakak beradik saja.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum manis. Hannie hanya diam. Dia tidak menyalahkan tapi juga tidak membenarkan kata-kata suaminya itu. Mungkin di permukaan mereka terlihat akur tapi di dalam hati masing-masing siapa yang tahu. Tadi saja dia malah sempat berharap yang jahat kalau Raena tidak pulang-pulang sekalian ke rumah ini bahkan ke negara ini. Jadi dia bisa memiliki Kyuhyun hanya untuknya seorang. Dan dia sangat menyesal dan merasa bersalah kenapa tadi sempat memiliki pemikiran seperti itu.
“Ah iya. Sama sepertimu aku juga merindukan Raena.” Kata Kyuhyun kemudian dengan pandangan menerawang. Hannie tidak berkata apa-apa. Entahlah ada sedikit perasaan perih di dada saat pria itu mengatakan kalau dia merindukan istri pertamanya. Gadis itu hanya menggigit bibir bawahnya sambil menunduk.
“Oh iya hari ini kau ingin melakukan apa?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.
“Aku? Uhm…Aku tidak tahu.” Sahut Hannie.
“Tidak ingin pergi ke suatu tempat?” Tawar Kyuhyun lagi. Dan Hannie lagi-lagi menggeleng.
“Aku ingin di rumah saja melakukan kegiatan bersama oppa.” Sahut Hannie.
“Kegiatan di rumah bersamaku? Apa itu kegiatan di atas ranjang?” Goda Kyuhyun jahil.
“ISH OPPA MESUM!” Pekik Hannie kesal sambil memukul lengan Kyuhyun yang terasa keras. Pria itu hanya tertawa geli. “Maksudku kita melakukan kegiatan seperti menonton film di Home Theatre, masak, main game, kartu atau cuma sekedar duduk-duduk sambil mengobrol.” Lanjut Hannie lagi.
“Iya iya aku tahu. Maaf tadi itu hanya bercanda. Tapi jadi serius juga tidak apa-apa.” Sahut Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah matanya. Hannie pun langsung memasang wajah cemberutnya.
“Baiklah. Hari ini kita akan melakukan kegiatan apapun yang kau inginkan.” Putus Kyuhyun dan langsung diangguki dengan senang hati oleh Hannie. Dan mereka pun bersiap-siap untuk bangun dari tempat tidur.
“KYAAA….OPPAAA….!!!!” Tiba-tiba terdengar jeritan Hannie yang memekakkan telinga. Bagaimana dia tidak menjerit jika Kyuhyun tiba-tiba keluar dari selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya dan dengan percaya diri langsung meninggalkan ranjang tanpa berusaha menutupi tubuh telanjangnya itu dengan apapun. Bahkan kejantanannya yang besar terlihat jelas menggantung. Wajah Hannie memerah karena pagi-pagi sudah disuguhi pemandangan menggiurkan ini. Walau dia sudah sering melihat Kyuhyun dalam keadaan seperti ini tetap saja dia merasa risih. Dia sampai menangkupkan kedua tangannya ke wajahnya untuk menutupi pandangannya walau masih menyisakan sedikit celah di jari-jarinya. Terdengar kekehan geli dari bibir pria itu.
“Sudahlah Hannie. Tidak usah malu-malu seperti itu. Seperti tidak pernah melihat tubuh telanjangku saja. Kau sangat sering melihatnya. Bahkan bukan hanya sangat sering melihatnya, kau kan juga sering merasakan bagaimana sensasi nikmatnya saat tubuh telanjangku ini memelukmu, menghimpitmu, bercint….ouch….ya ampun Hannie.” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Hannie sudah melempar bantal ke arah pria itu dan tepat mendarat di wajah tampannya tanpa sempat menghindar atau menangkisnya. Terdengar gerutuan tidak jelas dari bibir pria itu sementara tangannya mengusap-usap wajahnya yang barusan jadi korban lemparan bantal sebelum akhirnya malah terkekeh geli.
“DASAR MESUUUM!!!” Teriak Hannie. Dia bergegas bangun dari ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dari dada hingga kaki. Bergegas dia menuju kamar mandi dengan menundukan wajahnya tanpa menoleh kepada Kyuhyun, hanya melewatinya saja. Pria itu tertawa tambah keras sambil mengambil bantal yang tadi sukses mendarat di wajahnya sebelum akhirnya menyentuh lantai.
BRAK! Dengan kesal Hannie menutup pintu kamar mandi. Tiba-tiba tidak lama setelah pintu ditutup terdengar ketukan dari luar.
“Oy Hannie. Buka pintunya. Aku juga mau mandi.” Hannie memang sengaja mengunci pintu kamar mandi agar Kyuhyun tidak bisa masuk.
“Maaf aku yang masuk duluan. Oppa pakai saja kamar mandi lain. Di rumah ini kan kamar mandinya banyak?” Sahut Hannie cuek.
“Ayolah Hannie. Bukankah lebih menyenangkan kalau kita mandi sama-sama? Kita bahkan bisa melakukan kegiatan lain yang jauh lebih menyenangkan selain mandi bersama.” Bujuk Kyuhyun.
Namun Hannie memilih tidak mendengarkan bujukan Kyuhyun. Dia malah menyalakan shower, melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya dan mandi tanpa menghiraukan bujukan pria itu dari luar. Akhirnya keadaan di luar pun sepi. Sepertinya suaminya yang mesum itu sudah menyerah dan memilih keluar dari kamar dan menggunakan kamar mandi lain yang ada di rumah ini.
“Rasakan suami tampanku tapi mesum.” Kata Hannie tersenyum puas.
*******
Seharian ini Hannie benar-benar bahagia. Melakukan kegiatan menyenangkan di rumah besar ini hanya berdua dengan Kyuhyun. Tanpa ada gangguan baik dari siapapun. Ini hari Minggu. Raena masih di Jepang. Para pelayan sedang menikmati jatah liburan, yang memang diberikan Kyuhyun setiap hari Minggu, melakukan kegiatan liburan mereka masing-masing. Benar-benar cara yang sempurna untuk menghabiskan liburan di rumah. Dari membuat pancake untuk sarapan mereka berdua. Lalu dilanjutkan dengan menonton film kartun Frozen dilanjutkan dengan film Madacascar 3: Europe’s Most Wanted, dengan fasilitas home theatre yang memang disediakan Kyuhyun di rumahnya ini agar dia dan juga penghuni rumah lainnya bisa menikmati suasana menonton film seperti di bioskop. Kedua film kartun ini dibelinya kemarin sabtu saat dia dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumah. Ternyata pria itu memang sudah berencana mengajak Hannie nonton film kartun di hari minggunya. Tentu saja gadis itu merasa bahagia. Suaminya itu benar-benar tahu bagaimana cara menghabiskan hari libur bersamanya dengan sesuatu yang menyenangkan. Setelah selesai nonton, Hannie membuatkan makan siang untuk mereka berdua. Kyuhyun juga ikut membantunya meski pada akhirnya malah lebih banyak jadi penonton dan jadi pencicip makanan tentu saja. Setelah makan siang mereka bermain kartu di ruang tengah dengan duduk berhadapan di atas karpet tebal. Dan ternyata Kyuhyun lumayan hebat dalam bermain kartu. Pokoknya hari ini Hannie sangat senang karena Kyuhyun bersedia melakukan kegiatan seperti yang dia inginkan. Dia jadi merasa dimanjakan. Walau dia tahu ini akan segera berakhir. Entah kapan dia akan kembali mendapatkan kesempatan seperti ini lagi.
“Haaahhh….” Kyuhyun membuang nafas panjang dan merebahkan tubuhnya di atas karpet tebal, melepaskan lelahnya setelah berjam-jam bermain kartu bersama Hannie.
Hannie membereskan kartu-kartu yang mereka tadi mainkan dan kemudian ikut berbaring di samping Kyuhyun yang tengah berbaring sambil memejamkan mata. Pria itu melirik ke arah Hannie dan tanpa bicara dia menyusupkan sebelah lengannya ke bawah kepala istri ke-2 nya bermaksud agar gadis itu berbaring dengan menjadikan lengannya sebagai bantal. Hannie tentu saja tidak menolaknya. Dia menaruh kepalanya di lengan kokoh itu dan makin mendekatkan jaraknya dengan suaminya. Sekarang gadis itu tiduran dengan lengan Kyuhyun sebagai bantal sementara pria itu menggunakan lengan yang satunya lagi untuk mengganjal kepalanya sendiri.
“Kita tidur siang sebentar.” Kata Kyuhyun lalu memejamkan matanya. Hannie hanya diam namun menuruti perkataan pria itu. Kemudian untuk beberapa lama mereka saling diam dan hanya berbaring sambil memejamkan mata. Benar-benar terasa damai. Hingga kemudian terdengar suara dengkur halus Kyuhyun. Hannie membuka matanya dan menoleh ke wajah suaminya itu yang sedang tidur.
‘Cepat sekali tertidurnya.’ Batin Hannie. Gadis itu tersenyum bahagia memandangi wajah damai Kyuhyun. Dia pun makin merapatkan tubuhnya pada tubuh pria itu dan melingkarkan tangannya memeluk perut suaminya. Dia kembali memejamkan matanya dan mencoba tidur. Tapi susah payah memejamkan mata nyatanya dia tetap tidak bisa tidur. Akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk bangun. Pelan-pelan dia beranjak dari sisi Kyuhyun, mengambil bantal yang ada di sofa untuk menggantikan pengganjal kepala suaminya yang tidur hanya berbantalkan tangannya sendiri. Dengan hati-hati dia menarik tangan pria itu dari bawah kepalanya dan menyusupkan bantal sebagai gantinya. Kyuhyun sama sekali bergeming dan tetap tidur dengan nyenyaknya. Setelah membetulkan posisi tidur suaminya dan menghadiahi pria itu sebuah kecupan ringan di bibirnya, Hannie kemudian duduk dengan menyender pada sofa sambil terus memandangi wajah tampan itu. Entah mengapa gadis itu merasa ingin terus memandangi wajah Kyuhyun tanpa beranjak sedikitpun. Karena mungkin setelah Raena pulang ke rumah maka kegiatan ini menjadi hal yang langka untuknya. Jadi lebih baik dia pergunakan saja waktu yang tersisa sebaik-baiknya. Apalagi sekarang sudah sore. Saat ini Raena dan eommanya pasti sudah berada di bandara Haneda, bersiap-siap untuk kembali ke Seoul. Sesuai dengan pesan yang tadi pagi diterima Kyuhyun, mereka akan berangkat pukul 8 malam. Karena waktu tempuh Tokyo-Seoul dari udara adalah kurang lebih 2 jam 20 menit, maka perkiraan mereka akan sampai di bandara Gimpo sekitar pukul 10.20 malam. Lalu setelah menyelesaikan urusan di bandara, mereka akan dijemput oleh supir dan Suho untuk pulang ke rumah keluarga Kim. Hannie tidak tahu apakah Raena hanya sekedar singgah sebentar di rumah orangtuanya, lalu setelah itu akan langsung pulang ke rumah ini malam ini juga, atau justru menginap di sana dan baru pulang ke sini besok. Belum ada konfirmasi lagi dari wanita itu setelah pesan yang dia kirimkan kepada Kyuhyun tadi pagi. Dia malah berharap semoga Raena malam ini memutuskan menginap di rumah orangtuanya. Jadi malam ini Hannie masih bisa memiliki kesempatan berduaan dengan suami mereka. Ah lagi-lagi pikiran egois itu yang datang. Gadis itu hanya bisa mengeluh dalam hati karena pemikiran yang dianggapnya jahat.
Saat Hannie sedang asyik memandangi wajah tidur Kyuhyun, tiba-tiba terlihat pria itu merentang kedua tangannya ke atas dan merentangkan kakinya sepanjang yang dia bisa sehingga terdengar suara gemerutuk tulang-tulangnya. Suara erangan pun terdengar mengiringi aksinya itu.
“Eunghhhh……” Dan kelopak mata yang dihiasi bulu-bulu yang panjang dan lentik itu pun membuka menampilkan mata coklat bening tajam yang terlihat kemerahan karena baru bangun tidur. Sang pemilik mata itu menatap Hannie sambil mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang menimpa matanya. Gadis itu membalas tatapan Kyuhyun dengan senyuman manisnya.
“Kau sudah bangun duluan ya?” Kata Kyuhyun dengan suara serak. Hannie menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak bisa tidur.” Sahut Hannie pelan.
Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Kyuhyun kemudian bangun dari tidurnya, duduk sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku. Hannie tidak beranjak dari tempatnya duduk, hanya memandangi gerak gerik pria itu dengan takjub. Hingga kemudian sitampan itu menoleh padanya.
“Hei Hannie temani aku berenang. Cuaca panas seperti ini berenang sepertinya asyik juga.” Ajak Kyuhyun sambil tersenyum.
“Berenang? Berenang dimana?” Tanya Hannie kebingungan.
“Berenang dimana? Ya tentu saja di kolam renang milikku. Kau lupa ya kalau di rumahku ini memiliki kolam renang? Atau jangan- jangan kau tidak tahu ada kolam renang di rumah ini? Yah Hannie kau kan sudah 2 bulan lebih tinggal disini. Apa tidak ada yang memberitahumu soal kolam renang di rumah ini?” Kyuhyun tampak mengelus dagunya terlihat berpikir.
“Bu-bukan begitu. Bukan seperti itu. Aku juga tahu ada kolam renang di rumah ini.” Sahut Hannie agak panik. Dia sedikit khawatir kalau Kyuhyun akan mengira tidak ada yang bersedia menjelaskan detail bagian-bagian rumah ini kepada istri ke-2 nya ini. Orang-orang di rumah ini baik pelayan maupun Raena sudah memberitahunya mengenai rumah ini. Dan mengenai kolam renang itu, sejak pertama kali datang ke rumah ini dia tahu kalau rumah besar ini memiliki kolam renang yang cukup luas. Benar-benar tipikal rumah orang kaya. Sayangnya selama 2 bulan lebih tinggal disini, belum pernah sekalipun dia menyentuh kolam renang ini. Hal itu karena dia tidak bisa berenang. Padahal dia juga penasaran seperti apa rasanya bisa berenang seperti orang-orang. Apalagi di kolam renang semewah ini. Tapi mau bagaimana lagi? Dia hanya bisa gaya batu dan gaya minta tolong saja. Berbeda dengan Kyuhyun dan Raena yang mahir berenang. Biasanya mereka suka berenang berdua. Hanya berdua karena jika ada wanita itu diantara mereka bertiga maka Hannie lah yang memilih mengalah. Membiarkan Raena memonopoli suami mereka. Saat mereka berenang maka gadis itu hanya bisa memandang iri dari jendela kaca besar di kamarnya yang kebetulan menghadap ke kolam renang. Andai dia bisa bergabung bersama mereka walau hanya duduk-duduk ditepi kolam renang. Tapi dia tidak punya keberanian untuk mendekati mereka dan mereka pun tidak mengajaknya bergabung. Lagipula memangnya Hannie bisa bertahan jika di hadapannya pasangan itu melakukan adegan mesra? Bukan sekali dua kali dia memergoki Kyuhyun dan Raena yang bercumbu saat berenang bersama. Kalau sudah begini ke kamar dan mengurung diri adalah cara yang paling ampuh meredam kecemburuannya. Walau tetap saja dia nekad menyaksikan adegan itu dari kaca jendela kamarnya yang menghadap ke kolam renang itu.
“Tapi aku tidak bisa berenang. Dan aku juga tidak punya baju renang.” Lanjut Hannie malu-malu.
“Tenang saja. Soal kau yang tidak bisa berenang itu bisa diatasi. Kalau soal baju untuk berenang kau bisa  pakai baju dalammu.” Usul Kyuhyun sambil menyeringai.
“Apa? Berenang dengan memakai baju dalam? Yang benar saja.” Hannie membelalakan matanya. Bibirnya mengerucut sebal. Kyuhyun hanya terkekeh geli. Dia kemudian berdiri dan meraih tangan gadis itu.
“Sudahlah. Ayo ikut aku.” Kata Kyuhyun sambil menggandeng tangan Hannie agar mengikutinya. Gadis hanya pasrah menuruti kemauan pria itu.
Dan disinilah mereka sekarang, di kolam renang milik Kyuhyun. Pria itu asyik berenang berkeliling ke seluruh bagian kolam. ‘Seperti puteri duyung saja.’ Pikir Hannie geli saat memperhatikan suaminya yang berenang bebas kesana kemari. Sementara itu dia sendiri hanya berani berenang di pinggir kolam dengan 1 tangan berpegangan pada pegangan tangga besi yang terdapat di pinggir kolam sementara tangan lain berpegangan pada tepi kolam dengan kaki yang dia gerak-gerakan. Mana berani dia berenang ke tengah dengan kemampuan berenang gaya batunya. Dia jadi agak risih.
Namun bukan hanya masalah tidak bisa berenang yang membuatnya risih tapi juga apa yang sedang dia pakai sekarang. Hannie hanya memakai bra dan celana dalam. Sebenarnya tadi saat Kyuhyun memintanya untuk ikut berenang dia menolak karena selain tidak bisa berenang dia juga tidak punya baju renang dan dia tidak mau berenang dengan hanya mengenakan baju dalam. Memangnya siapa yang bisa menjamin tidak akan terjadi apa-apa jika dia berpakaian minim dan berbasah-basahan di depan setan mesum ini? Saat mengatakan tentang dia yang bisa memakai baju dalamnya untuk berenang saja sempat terlihat sorot mata dan senyuman mesum dari pria itu. Dia jadi bertanya-tanya seberapa persenkah kemesuman menguasai bagian otak suaminya itu? Apakah kejeniusannya yang dia miliki sejak lahir itu tidak mampu mengimbangi kemesumannya? Hannie jadi tersenyum geli jika mengingat betapa garang dan dinginnya Kyuhyun saat di kantor. Si CEO tampan dan jenius yang mampu mengendalikan perusahaan sebesar CHO Grup. Terlihat romantis dan penuh kasih sayang saat terhadap istrinya. Yah terutama terhadap Raena karena dia sendiri baru merasakan hal itu seminggu belakangan ini. Dan berubah jadi pria mesum dan penggoda iman saat di atas ranjang. Pria itu seperti punya banyak kepribadian dalam 1 tubuh yang akan berubah- ubah sesuka hatinya semau yang dia inginkan. Dasar pria pengendali segalanya. Dan terbukti Kyuhyun berhasil membujuk Hannie untuk melepas dress rumahannya hingga menyisakan bra dan celana dalamnya. Dan juga berhasil meyakinkan istri ke-2 nya ini untuk masuk ke kolam renang. Pria itu berjanji hanya akan ada acara berenang, tidak ada acara lainnya yang berhubungan dengan kemesumannya. Dan akhirnya setelah dibujuk dengan janji-janji itu, Hannie malah mempercayainya. Entah apa karena dia terlalu polos atau karena Kyuhyun terlihat bersungguh-sungguh dengan janjinya.
Tapi melihat Kyuhyun sedang berenang bagi Hannie adalah pemandangan yang indah. Dengan  keadaan suaminya yang nyaris telanjang, memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian kejantanan dan bokongnya yang tertutup celana renang seksinya. Tapi celana renang itu tidak cukup mampu menutupi tonjolan di bagian depan dan bentuk bokongnya yang padat dan seksi. Belum lagi kondisi tubuhnya yang basah oleh air kolam ditambah tetes-tetes air turun dari rambut coklatnya menuruni leher hingga otot-otot tubuhnya. Astaga tubuh yang dibalut kulit sangat putih hingga pucat itu seolah menggoda keinginan Hannie untuk menyelusuri bagian-bagian tubuh itu dari atas hingga ke bawah dengan tangannya. Ah tonjolan di depan yang tampak menggembung itu dan bagian bokong yang padat dan seksi itu terlihat menggiurkan. Dan lihatlah bibir pria itu yang bergetar, seolah meminta untuk dilumat. Dan bayangan sensasi mendebarkan saat membiarkan tubuh pria itu berada di atasnya menindihnya tanpa ampun. Gadis itu terlonjak kaget dengan apa yang ada pikirannya.
‘Astaga sejak kapan aku jadi ikut-ikutan mesum seperti Kyuhyun oppa?’ Keluh Hannie dalam hati. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain daripada terus memandangi Kyuhyun yang sepertinya sedang berenang menuju ke arahnya. Sepertinya memandangi pria itu dalam kondisi sekarang malah mengotori pikirannya. Wajahnya terasa panas gara-gara pikiran mesumnya sendiri.
‘Ya Tuhan, apa setan memang harus semenggoda ini? Kalau setannya model begini ya wajar saja banyak manusia yang terjebak rayuannya dan tersesat dari jalan-Mu.’ Batin Hannie lagi.
Hannie merasakan Kyuhyun berada di hadapannya. Dia juga agak kesusahan mengatur pandangannya. Dia tidak berani menatap wajah Kyuhyun tapi terlalu menunduk dia malah melihat tonjolan besar dibalik celana renang itu yang terpantul jelas karena beningnya air kolam. Ditambah dada bidang putih bersih pria itu yang basah dan tampak turun naik dengan teratur. Benar-benar penggoda iman dalam 1 paket. Hannie menoleh ke samping tidak berani menatap paket menggoda plus panas di hadapannya. Terdengar kekehan geli dari bibir pria itu.
“Kelihatannya kau masih malu-malu melihat aku yang seperti ini. Dan kau juga masih risih tampil seksi begini di hadapanku. Kau tenang saja. Disini kan hanya ada kita berdua? Lagipula aku sudah terbiasa melihat mu yang lebih dari ini bahkan merasakannya.” Goda Kyuhyun jahil. Hannie kembali menoleh dan melotot pada suami mesumnya sambil mengerucutkan bibirnya. Andai tidak sedang berpegangan sudah dia cubit habis-habisan perut gembul si tampan mesum itu dengan tangannya ini.
“Oppa.” Rajuk Hannie pertanda dia kesal dengan kata-kata Kyuhyun yang mulai menjurus ke arah berbahaya ditambah tidak bisa melampiaskan kekesalannya pada perut empuk suaminya itu dengan cubitan anarkisnya. Lagi-lagi kekehan merdu dari pria tampan itu terdengar, membuat dia merasa meleleh bersama air kolam. Hannie kembali memalingkan wajahnya, kali ini ke arah pintu yang menghubungkan ruang tengah dan kolam renang ini, untuk menghindari tatapan mata coklat indah milik pria kesayangannya. Dia merasakan sebelah tangan Kyuhyun yang membelai lembut pipi kirinya dan terus turun menyusuri leher, bahu, dan lengannya sementara sebelah tangan pria itu mengelus punggung Hannie mengirimkan getaran aneh seperti tersengat listrik ribuan volt ke seluruh tubuhnya. Tangan itu kemudian memeluk erat pinggangnya. Gadis bisa merasakan hembusan nafas suaminya yang hangat di pipi kanannya. Bahkan ujung hidung mancung Kyuhyun terasa menyentuh lembut pipinya, dibarengi dengan kecupan-kecupan kecil hingga ke lehernya. Hannie gemetaran mendapat perlakuan seperti itu. Ini sinyal bahaya. Suami mesumnya ini akan melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar berenang. Gadis itu tidak berani merubah posisinya. Pegangannya pun semakin erat dan dia tetap tidak berani memandang ke arah Kyuhyun.
“Hannie-aa. Lingkarkan tanganmu di leherku.” Bisik Kyuhyun di telinga Hannie. Astaga suara suaminya yang seksi menggetarkan hati gadis itu, membuat jantungnya terpompa lebih cepat dari batas normal.
“Un-untuk apa?” Sahut Hannie dengan suara nyaris tercekik. Dia masih belum berani memandang Kyuhyun. Sedangkan pria itu malah semakin gencar menggesek-gesekkan ujung hidungnya ke pipi dan leher istri mungilnya ini dan juga mengecupinya. Gadis itu jadi menggeliat kegelian.
“Ikuti saja perkataanku.” Bisik Kyuhyun lagi.
“T-tapi….” Belum sempat Hannie melanjutkan kalimatnya, Kyuhyun malah memotongnya.
“Lingkarkan saja kedua tanganmu di leherku. Percayalah padaku.” Kyuhyun tetap bersikeras meminta Hannie melakukan keinginannya. Akhirnya dengan sedikit ragu-ragu gadis itu melakukan permintaan suaminya. Satu persatu dia melepaskan pegangan tangannya lalu memegang erat leher Kyuhyun sementara pria itu memeluk erat pingang Hannie menjaga agar gadis itu tidak tenggelam.
Pelan-pelan Hannie merasakan tubuh mereka seperti bergerak menuju ketengah kolam renang. Refleks wajahnya yang sejak tadi memandang ke arah lain, kini memandang wajah Kyuhyun dengan reaksi terkejut sementara pria itu hanya memasang senyum jahilnya.
“Op-oppa mau apa?” Suara Hannie tercekat panik. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada leher Kyuhyun, seolah-olah hanya ini penyelamatnya karena pria itu terus membawanya ke tengah kolam.
“Ssttt…tenanglah. Tidak akan apa-apa. Tidak perlu khawatir apalagi panik. Kau pegangan saja yang erat. Aku juga sedang memegangimu.” Kata Kyuhyun menenangkan. Hannie akhir pasrah saja dan membiarkan pria itu membawa tubuh mungilnya hingga ke tengah kolam.
“Nah kau lihat kan, kolam ini tidak terlalu dalam. Kakiku saja bisa menginjak dasarnya dan airnya hanya sedikit lebih tinggi dari dadaku.” Kata Kyuhyun setelah mereka berhenti di tengah kolam. Dia memandang geli wajah Hannie yang pias karena khawatir tenggelam. Gadis itu memanyunkan bibirnya sebal saat mendengar perkataan suami mesumnya barusan.
“Bagi oppa air kolam ini memang hanya segitu. Tapi bagiku itu sudah cukup untuk menenggelamkanku. Oppa lupa ya berapa tinggiku jika dibandingkan dengan tinggi oppa?” Sahut Hannie kesal.
Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan tawa gelinya. Pria itu sepertinya baru sadar kalau kata-katanya tadi menyinggung masalah tinggi badan. Meski Hannie kesal ditertawakan karena masalah tubuh pendeknya tapi dia harus mengakui kalau dia suka tawa merdu suaminya. Orang yang sedang jatuh cinta sekesal apapun terhadap yang tercinta tetap saja apa yang dilakukan sang pujaan hati mempesona baginya. Berlebihan memang tapi ini fakta. Dan itu terjadi pada Hannie sekarang.
“Ah maaf. Aku tidak bermaksud menyinggungmu. Tadinya cuma bermaksud menenangkanmu, tapi jadinya malah seperti meledek tubuh mungilmu. Baiklah. Kalau begitu kau jangan lepaskan peganganmu. Aku juga akan tetap memelukmu seperti ini.” Seloroh Kyuhyun sambil terus memandangi Hannie. Sorot matanya yang lembut membuat gadis itu jadi salah tingkah dan memilih bungkam. Bahkan dia kembali mengalihkan pandangannya ke arah pintu kaca tadi. Dia benar-benar tidak berani menatap Kyuhyun yang sangat dekat dengannya. Wajah pria itu tepat berada di depan dadanya.
Hannie merasakan hangatnya deru nafas Kyuhyun yang mengenai kulit dadanya. Lalu sesuatu yang basah dan kenyal mulai menyusuri dengan lembut inci demi inci kulit dada terus ke atas hingga kulit lehernya. Pria itu memberinya kecupan-kecupan lembut namun memabukan. Hannie menggigit bibir bawahnya, berusaha meredam desahannya agar tidak lolos dari bibir mungilnya akibat perbuatan suami mesumnya pada dada dan lehernya. Dia khawatir suara desahannya akan memprovokasi Kyuhyun untuk melakukan lebih dari apa yang pria itu lakukan sekarang. Tapi ternyata suaminya itu tidak menyerah begitu saja. Sitampan mesum itu terus mencumbu dada dan leher Hannie dengan kecupan yang beralih menjadi lumatan yang lembut namun penuh gairah, gigitan-gigitan kecil dan jilatan lidahnya yang hangat di kulit halus itu dengan sensual, mengirim sensasi rasa seperti dialiri listrik jutaan volt ke seluruh tubuh gadis itu. Namun Kyuhyun berusaha untuk tidak meninggalkan jejak kemerahan di leher, dada atau bagian tubuh Hannie yang tidak atau sulit ditutupi dengan baju seperti disaat hari pertama gadis itu resmi menjadi istrinya. Tentu saja Hannie tahu apa sebabnya yaitu demi menjaga perasaan Raena yang bisa jadi akan terluka jika melihat jejak-jejak cinta di tubuh gadis itu dari suami mereka.
Meski Hannie berusaha keras untuk tidak memancing gairah Kyuhyun dengan menahan desahannya yang sudah nyaris lolos di bibir mungilnya, cumbuan lembut penuh gairah ditambah rambut pria itu yang menggelitik leher dan dagunya menambah sensasi rasa geli lama-lama membuat pertahanan gadis itu semakin goyah.
“Ahhhh…..” Akhirnya desahan itu dengan kurang ajarnya lolos juga dari bibir Hannie. Gadis itu tidak mampu bertahan untuk tidak mendesah setelah dada dan lehernya dicumbui dengan cara yang erotis oleh Kyuhyun. Pria itu benar-benar tahu titik-titik lemah Hannie, menyerang bagian terlemah itu agar sang gadis mendesah sekaligus memberikan perhatian padanya. Gadis itu akhirnya mau tidak mau memalingkan wajahnya menatap wajah Kyuhyun yang juga sedang menatapnya dengan mata yang diliputi kabut gairah. Sepertinya janji pria ini untuk tidak berbuat macam-macam selain berenang menjadi tidak berlaku lagi. Pria tampan kesayangan Hannie itu baru saja melanggarnya.
Mereka berdua masih saling menatap dengan kilatan gairah di mata mereka diiringi deru nafas yang mulai tidak beraturan. Entah dapat keberanian dari mana, pelan-pelan Hannie menundukkan wajahnya hingga bibir mungilnya bertemu dengan bibir Kyuhyun lalu melumat bibir tebal itu dengan lembut. Tentu saja kesempatan itu tidak disia-siakan suami tampannya itu. Dengan penuh hasrat dia balas melumat bibir istri ke-2 nya membawanya untuk saling mengungkapkan perasaan hati mereka masing-masing. Lidah Kyuhyun bahkan sudah berhasil masuk ke dalam mulut Hannie dan bergerak sensual ke seluruh bagian dalam mulut gadis itu sebelum lidah itu membelit lidah hangat istrinya dan mengajaknya berperang sebelum akhirnya dialah yang lebih mendominasi. Sementara Hannie hanya pasrah menerima semua perlakuan bibir dan lidah Kyuhyun pada mulutnya. Gadis itu semakin mempererat pelukannya pada leher pria itu karena tubuhnya mendadak terasa meleleh melebur bersama air kolam. Namun hal itu malah membuat tubuh mereka semakin merapat. Gesekan-gesekan yang tercipta pada bagian depan tubuh mereka yang saling menempel akibat ciuman panas itu semakin menaikan gairah mereka. Terkadang Hannie berpikir dari cara pria ini berciuman dengannya, dia menangkap ada pesan yang tidak bisa tersampaikan. Mungkin jauh di tempat terdalam di hati Kyuhyun tersimpan perasaan cintanya untuk Hannie namun tidak bisa diungkapkan karena berbagai alasan hingga hanya bisa diungkapkan lewat ciuman ini. Sering gadis itu merasakan ciuman Kyuhyun tidak hanya mengandung hasrat belaka tapi ada bermacam-macam emosi yang mengiringinya. Tapi dia menepis anggapan itu. Dia tidak ingin berharap lebih. Hubungan ini dia tahu sejak awal seperti apa dan dia sudah setuju bukan? Jadi dia harus membuang jauh-jauh harapannya. Anggap saja kebaikan Kyuhyun belakangan ini adalah hanya kewajiban semata. Dan gairah pria itu selama ini terhadapnya hanya sebagai pemenuhan hasrat sebagai pria dewasa normal yang butuh pelampiasan disaat istrinya tidak bisa memenuhinya. Beruntung istri pria itu lebih memilih meminta suaminya menikah lagi daripada suaminya itu suatu saat tidak tahan dan akhirnya terjerumus dengan melakukan seks ke sembarang wanita. Mungkin memang sekarang belum tapi nantinya siapa yang tahu. Dan Hannie bersyukur kemarin-kemarin saat Raena mengutarakan ide Kyuhyun berpoligami dia langsung menawarkan dirinya. Dia tidak perduli kalau saat itu ide menjadikan Hannie sebagai madunya cuma bercandaan bagi Raena, tapi baginya itu cukup untuk membuatnya percaya diri mengajukan dirinya sebagai istri ke-2 Kyuhyun, ibu dari penerus keturunan Cho. Apalagi wanita itu juga menyambut antusias penawaran Hannie. Jadi sekarang bagaimanapun perasaan gadis itu terhadap pernikahan ini dia harus menahannya karena ini adalah pilihannya.
“Nghhhhh…..” Pekik Hannie kaget ketika dia merasakan bibir bawahnya digigit dengan keras oleh Kyuhyun. Membuatnya sadar kalau sejak tadi saat pria itu menikmati bibirnya, dia malah melamun. Pasti suaminya tampannya ini menyadari ketidak konsentrasiannya pada kegiatan mereka sekarang.
“Sepertinya kau melamun. Apa yang sedang kau pikirkan hum?” Mata coklat bening itu menatap tajam Hannie sementara bibir tebalnya asyik mengecupi sudut-sudut bibir gadis itu.
Hannie hanya menggeleng. Mana dia berani mengakui kalau di dalam pikiranya sekarang sedang dipenuhi oleh pria di hadapannya ini? Bahkan di dalam kepalanya ini selalu dipenuhi oleh pria tampannya. Pria yang selalu dia pikirkan sampai terjerumus ke dunia khayalan semu? Yang membuatnya tidak lagi bisa berpikir waras? Pria yang membuat Hannie rela hanya menjadi yang nomer 2. Pria yang bernama Cho Kyuhyun. Lagipula apa tanggapan pria itu jika Hannie jawab yang sejujurnya tentang isi kepalanya? Paling- paling tanggapannya biasa saja. Toh suaminya itu sudah tahu bagaimana perasaan Hannie yang sesungguhnya. Akhirnya gadis itu hanya menggeleng sambil memandang ke arah lain, tidak berani menatap mata coklat bening yang tengah menatapnya tajam.
“Tidak ada yang dipikirkan tapi melamunnya serius sekali.” Goda Kyuhyun.
Hannie tidak tahu semerah apa wajahnya sekarang. Yang jelas pipinya terasa panas karena kalimat pria itu barusan. Dia tidak menjawab apa-apa, hanya diam sambil berupaya menata debaran jantungnya yang makin menggila. Tiba-tiba gadis itu merasakan tubuhnya menegang ketika bibir Kyuhyun mengecupi belahan dadanya. Bibir pria itu merayap hingga ke gundukan daging payudara bagian atas yang tidak tertutupi lalu terus mengecupi bagian yang tertutup bra termasuk niplenya lalu kembali lagi kebagian gundukan yang terbuka. Satu persatu payudara Hannie diperlakukan sama, diberi kecupan lembut tapi memabukkan. Membuat gadis itu menggeliat gelisah antara geli, nikmat namun juga malu. Hannie kembali mengalihkan pandangannya, menatap Kyuhyun yang sedang menggodai kedua payudaranya. Gigi pria itu menggigit pinggiran atas cup bra yang menutupi daging kenyal itu lalu menariknya ke bawah  hingga menyembulah benda di balik kain tipis berenda itu seutuhnya. Saat melakukan hal itu matanya memandang Hannie dengan tatapan menggoda. Kyuhyun kemudian mengecupi, melumat dan mengigiti kulit di seputaran payudara istri ke-2 nya itu. Di bagian ini dia meninggalkan jejak cintanya yang berwarna kemerahan karena daerah itu adalah daerah yang pasti tertutup oleh bra dan baju. Pria itu baru berani menandai gadis itu di bagian tubuh yang tertutup. Kecuali kalau Hannie nekad telanjang bulat maka barulah terlihat jejak-jejak bukti gairah suaminya. Dan itu pasti tidak akan dilakukan gadis itu jika di hadapan orang bahkan di hadapan Raena. Kecuali di hadapan Kyuhyun tentunya.
Setelah menandai payudara Hannie dengan kissmarknya kemudian lidah Kyuhyun langsung terulur menyentuh ujung niple yang menegang akibat cumbuan sebelumnya dan juga dinginnya air kolam. Lidah itu bergerak lincah melingkupi puncak berwarna pink kecoklatan selayaknya sedang menjilati es krim paling lezat. Membuat tubuh sang pemilik niple menegang seperti terkena aliran listrik tegangan tinggi.
“Mhhhhh…..” Hannie mendesah lirih ketika bukan hanya lidah Kyuhyun yang memainkan puncak dadanya tapi juga bibir tebal pria itu yang menghisap dan melumat salah satu benda paling sensitif bagi wanita. Dia merasakan gigi-gigi Kyuhyun yang menggigiti kecil-kecil, menarik dengan lembut niplenya yang makin menegang. Hannie hanya memandangi dengan sayu bagaimana bibir, lidah dan gigi pria itu bekerja pada ujung payudaranya.
Mulut pria itu dengan rakusnya melingkupi payudara Hannie seolah-ingin memasukan seluruhnya. Namun karena tidak muat akhirnya dia cukup puas hanya bisa memasukan setengahnya saja. Dengan niple yang berada di dalam mulutnya, dia pun bisa bebas memainkan benda itu menggunakan lidah dan giginya.
“Mmhhh…..mmpthh….uhmmm…..” Suara gumaman seksi Kyuhyun terdengar disela-sela kegiatan mulutnya nya yang asyik mengerjai payudara Hannie. Dengusan kasar nafasnya menggelitik gundukan milik gadis itu.
“Oph…oppahhh…ahhh…ahhh…..” Sementara itu Hannie hanya bisa mendesah karena permainan mulut Kyuhyun pada payudaranya semakin liar. Dadanya tanpa sadar membusung sehingga kedua payudaranya itu semakin condong ke depan.
Puas bermain dengan sebelah payudara Hannie, pria itu berpindah kepada payudara yang satunya yang masih terbungkus bra walau bra itu hanya mampu menampung setengah dari benda kenyal itu. Seperti halnya tadi Kyuhyun juga mengeluarkan payudara itu dengan mempergunakan giginya untuk menarik cup bra itu ke bawah. Setelah benda favorit pria itu terbebas dia pun mencumbui dan memperlakukannya seperti yang sebelumnya.
Hannie hanya bisa pasrah membiarkan kedua payudaranya dinikmati oleh Kyuhyun. Dia tidak bisa berbuat banyak karena tangannya sedang memeluk erat leher suaminya. Dia khawatir jika pelukannya terlepas maka dia akan tenggelam. Apalagi dia merasakan sebelah tangan pria itu mulai turun meraba pantatnya bahkan meremasnya. Lalu tangan itu terus membelai paha Hannie lalu menaikkan sebelah kakinya untuk bertengger dipinggang Kyuhyun.
“Kaitkan kakimu yang satu lagi ke pinggangku. Dan jangan dilepas.” Titah Kyuhyun. Hannie hanya mengikuti keinginan pria itu tanpa banyak protes.
Bibir Kyuhyun kembali mencumbu sebelah dada Hannie, menghisap dan mengulum benda kenyal itu dengan gairah, sementara 1 tangannya bergerak menelusuri bokong gadis itu. Hannie merasakan jari pria itu menyusup ke bagian pinggir bawah celana dalamnya hingga mencapai lubang kewanitaannya. Dia tersentak saat merasakan 1 jari itu berhasil masuk ke dalam lubang sempit miliknya dari belakang dan mulai bergerak keluar masuk, mengirimkan getaran dahsyat ke seluruh tubuhnya.
“Ahhhh….ahhhh….ahhh….” Desahan seksi Hannie justru semakin menambah cepat gerakan jari itu. Bahkan sekarang ada 2 jari yang bermain di lubang kewanitaannya. Ditambah hisapan dan kuluman pada payudaranya yang semakin kuat. Hannie menengadahkan wajahnya ke atas dengan bibirnya yang terus menerus mengeluarkan desahan menahan nikmat pada 2 bagian tersensitif tubuhnya yang sedang diserang Kyuhyun dengan intens. Hingga kemudian dia merasakan seluruh tubuhnya menegang dan semua ketegangan itu mengumpul di satu titik yaitu di bawah perutnya. Nafasnya menderu semakin cepat. Kedua lengannya memeluk erat leher Kyuhyun dengan tangannya menekan erat kepala Kyuhyun ke dadanya dengan jari-jarinya mengacak-acak rambut coklat itu sementara kedua kakinya semakin menjepit erat pinggang suaminya.
“Nghhh…ahhh…AHHH…..” Hannie mendesah keras setelah sesuatu yang hangat meledak di bawah perutnya. Cairan itu mengenai 2 jari Kyuhyun yang masih berada di lubang hangat miliknya namun segera larut bersama air kolam.
Hannie merasakan jari Kyuhyun keluar dari lubang kewanitaannya. Pria itu juga melepas kulumannya pada payudara istri ke-2 nya itu. Mata coklat bersorot tajam itu menatap lurus ke mata hitam Hannie sambil tersenyum seduktif. Gadis itu balas menatap dengan nafas yang tersengal-sengal akibat pelepasannya barusan. Merasa risih dipandangi dengan cara menggoda seperti itu dia hanya menggigit bawahnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia benar-benar tidak kuat berlama-lama saling bertatapan dengan Kyuhyun.
“Hannie-aa.” Panggil Kyuhyun lirih. Hannie menolehkan kembali wajahnya pada pria itu. Tepat ketika dia menoleh, bibirnya langsung mendapat lumatan penuh gairah. Mereka kembali berciuman panas, saling menautkan bibir, membelitkan lidah dan saling menggigiti lembut bibir dan lidah pasangannya.
Hannie merasakan kalau tubuhnya pelan-pelan dibawa oleh Kyuhyun menuju tangga kolam renang dari marmer. Di kolam renang itu memang ada 2 jenis tangga yaitu tangga dari besi yang memanjang ke bawah dari atas tepi kolam hingga dasar kolam renang dan tangga marmer yang membentuk undakan. Masing-masing berjumlah 2 buah. Kyuhyun membawa tubuh Hannie ke salah satu tangga marmer yang ada di seberang kolam dimana saat gadis itu duduk maka pandangannya menghadap ke arah pintu kaca yang menghubungkan area kolam renang dan ruang tengah rumah besar ini. Hannie didudukan di salah satu undakan anak tangga yang masih berada di dalam air. Tubuhnya tetap berada di dalam air hingga sebatas dada. Punggungnya menyandar pada anak tangga di atas anak tangga tempatnya duduk dan sikunya bertumpu pada undakan tangga yang disandarinya. Sementara Kyuhyun berada di depan tubuh Hannie dengan tubuhnya berada diantara kedua kaki gadis itu yang membuka dan menjuntai ke bawah.
Mereka saling berpandangan dengan nyaris tidak ada jarak antara wajah mereka. Bahkan mereka bisa merasakan nafas pasangannya yang menerpa wajah masing-masing. Kyuhyun kemudian kembali meraup bibir Hannie, mengecap kelembutan dan rasa manis pada bibir mungil itu. Gadis itu hanya pasrah saat bibir tebal yang menggoda itu melumat ganas bibirnya, membiarkan lidah suaminya memasuki mulutnya, menjilati dinding-dinding mulutnya, mengabsen gigi-giginya, membelit dan menjilati lidahnya hingga air liur mereka bercampur jadi satu, dan menikmati saat gigi pria itu menggigiti pelan bibir dan lidanya.Hannie mencoba untuk membalas perlakuan Kyuhyun. Bahkan dia mencoba untuk mengambil alih kendali dengan mendorong lidahnya masuk ke dalam mulut suaminya untuk melakukan ciuman panas yang sama yang dilakukan pria itu tadi. Tapi itu hanya sebentar karena pada akhirnya Kyuhyun kembali berhasil mendorong lidah Hannie dan juga memasukan lidahnya kembali ke dalam mulut istrinya itu dan kembali mendominasi french kiss yang mereka lakukan. Gadis itu pun memilih membiarkan prianya menguasai bibir dan seisi mulutnya. Dia hanya menikmati sambil berusaha mengimbangi hasrat menggebu pria itu. 
Sementara bibir Kyuhyun melumat bibir Hannie intens, kedua tangannya aktif mengerjai kedua payudara gadis itu yang sudah terbebas sempurna dari kungkungan penutup berenda yang disebut bra akibat kelihaian gigi dan mulut pria itu saat mereka bercumbu di tengah kolam renang tadi. Dia meremas, memijat dengan gerakan memutar dan sesekali memilin-milin serta menarik-narik menjepit puncak payudara yang menegang itu dengan jempol dan telunjuknya. Hannie terbuai kenikmatan karena bibir dan kedua payudaranya yang dikerjai oleh Kyuhun pun refleks mengalungkan kedua tangannya ke leher pria itu, meremas-remas rambut coklat yang basah itu dengan tidak beraturan untuk menyalurkan rasa nikmatnya.
Setelah bermain cukup lama dengan bibir Hannie, ciuman Kyuhyun turun ke dagu terus perlahan ke leher, tulang belikat, dada dan payudara gadis itu. Bibirnya berhenti di salah satu puncak payudara Hannie lalu menggantikan tugas tangannya dengan  mengulum, menghisap dan memasukan payudara itu ke dalam mulutnya seolah sedang menyusu. Sebelah tangannya bergerak lihai meremas dan memijiti bagian payudara yang lain. Sedangkan tangan yang satunya bergerak ke punggung istrinya untuk melepas kaitan bra yang masih menyatu. Bra berhasil terlepas dan Kyuhyun lalu meloloskan benda dari tubuh Hannie dan melemparnya sembarang ke tepi kolam. Tangannya lalu bergerak ke bawah hingga mencapai pinggir celana dalam istrinya, menariknya ke bawah bermaksud melepasnya. Pria itu menghentikan kegiatannya pada payudara Hannie, memundurkan sedikit tubuhnya agar dia bisa melepaskan celana dalam gadis itu dengan mudah. Benda itu akhirnya terlepas dan Kyuhyun membiarkannya begitu saja hanyut terbawa air kolam. Dia juga melepas celana renangnya dan membiarkan benda itu juga hanyut entah kemana.
Sekarang mereka berdua sama-sama telanjang. Kyuhyun kembali menghimpit tubuh Hannie dan menghujaninya dengan ciuman panas sementara gadis itu hanya pasrah dan kembali melingkarkan lengannya yang tadi dia lepaskan pelukannya pada leher pria itu saat suaminya itu tadi melepaskan celana dalamnya.
“Mhhh…..mhhh….sshhh…ahhhh…..” Rintih Hannie disela-sela ciuman panas mereka saat dia merasakan sesuatu yang besar dan keras mencoba menembus lubang kewanitaannya. Kejantanan Kyuhyun perlahan mulai memenuhi lubang miliknya, menimbulkan sensasi perasaan penuh di bawah sana. Ada rasa ngilu dan perih pada kewanitaannya. Padahal Hannie sudah sering bercinta dengan suaminya ini tapi dia masih saja kesakitan saat kejantanan pria itu mencoba memasukinya. Padahal Kyuhyun juga selalu melakukan pemanasan yang cukup terlebih dahulu sebelum mulai bercinta dengannya. Apa milik pria itu terlalu besar bagi Hannie? Bahkan kali ini rasanya lebih perih dari biasanya.
“Sakit?” Tanya Kyuhyun sambil menatap lembut pada Hannie. Gadis itu hanya menjawab dengan anggukan sambil menggigit bibir bawahnya.
“Aku rasa karena kita melakukannya di kolam renang. Cairanmu yang tadi keluar saat kita melakukan pemanasan, yang harusnya melumasi milikmu, larut oleh air kolam ini makanya kau kesakitan. Itu menurut artikel yang pernah kubaca.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum. Hannie mengangguk tanda mengerti.
“Apa kau bisa menahannya?” Tanya Kyuhyun lagi. Ada sorot khawatir sekaligus gairah dimatanya. Hannie yang melihat itu mengangguk pelan sambil tersenyum.
“Oppa lanjutkan saja. Aku tidak apa-apa.” Kata Hannie memberi persetujuannya. Meski sakit tapi melihat gairah Kyuhyun membuatnya tidak tega untuk menolak. Pria ini pasti memiliki fantasi tentang bercinta di kolam renang. Dan jujur saja dia pun memiliki fantasi yang sama. Gadis itu juga penasaran bagaimana rasanya bercinta di kolam renang. Dia pernah melihatnya di film tapi tentu saja karena film yang ditonton bukan film yadong jadi adegan hanya sebatas ciuman dan bercumbu tapi tidak sampai adegan bercinta tahu-tahu sudah diceritakan bahwa tokohnya sudah bercinta di kolam renang. Tapi kenapa mereka tidak bercinta di tengah kolam renang seperti yang sering terlihat di film ya? Kyuhyun malah bersusah payah membawanya ke tangga marmer ini.
Kyuhyun semakin menekan kejantanannya hingga terbenam sempurna di lubang kewanitaan Hannie. Pria itu mendiamkan miliknya sebentar di dalam sana agar kewanitaan istrinya itu bisa beradaptasi dengan ukuran miliknya.
“Ngghhh….ahhh….ahhh…..” Suara desahan Hannie terdengar ketika Kyuhyun mulai menggerakan pinggulnya naik turun. Kejantanannya bergerak maju mundur di dalam lubang hangat itu.
“Ohh…Ha…Hannie-aahhh…ahhhh…” Desahan nikmat Kyuhyun pun tidak kalah seksinya menggema ke seluruh area kolam renang ini. Tangannya menapak di salah satu undakan tangga di sisi tubuh Hannie untuk memudahkan pergerakannya. Pria itu terus menarik dan mendorong miliknya dengan lembut. Namun itu tidak lama. Saat desahan istrinya semakin keras membuatnya semakin terprovokasi untuk bergerak lebih cepat. Di tambah dengan dinding kewanitaan Hannie yang makin mengetat dan kontraksi otot kewanitaannya yang makin kuat, seolah menjepit erat dan meremas batang kejantanan Kyuhyun di dalam sana, membuat pria itu makin liar dan cenderung kasar. Kepalanya terdongak ke atas dengan mulut yang terbuka, nampak berusaha mengambil oksigen untuk memenuhi asupan paru-parunya di tengah hentakan-hentakan pusat tubuhnya yang menyatu dengan pusat tubuh istri mungilnya.
“Nghhhh….op…oppa…hhhh…. ahhhh….” Hannie benar-benar tidak bisa menahan diri. Meski masih agak sakit ditambah gerakan kasar Kyuhyun tapi dia juga tidak menampik kalau dia menikmatinya. Menikmati segala kekasaran dan keagresifan pria itu pada tubuhnya. Punggungnya membentur-bentur pinggiran tangga marmer itu sementara pinggulnya ikut bergoyang untuk mengimbangi gerakan suaminya. Hannie semakin memeluk erat tubuh Kyuhyun hingga bagian tubuh depan mereka saling menempel. Dia mengulum telinga pria itu, mengecupi lembut sepanjang alur nadi leher suaminya untuk menyalurkan rasa nikmatnya.
“Ngrrhhhh…..hhhh….” Suara geraman Kyuhyun yang seksi terdengar setiap bibir Hannie mencumbui bagian telinga dan lehernya sementara kejantanannya terus bergerak keluar masuk dengan cepat di lubang hangat yang basah dan lembut itu berusaha untuk mencapai puncak kenikmatan yang melemahkan juga memabukkan.
Hannie yang sedang asyik mencumbui telinga dan leher samping Kyuhyun tanpa sengaja matanya memandang ke arah pintu kaca di hadapannya. DEG! Jantung gadis itu serasa berhenti berdetak ketika melihat sosok yang berdiri di belakang pintu kaca geser yang memang sedang terbuka. Sosok wanita cantik bertubuh bak model internasional dengan tinggi 178 cm yang tengah menatap ke arah kolam renang. Menatap kepada pasangan yang sedang dimabuk gairah hingga tidak menyadari kalau ada yang melihat kegiatan mereka. Lebih tepatnya sang pria yang belum sadar karena posisinya membelakangi pintu kaca dimana tempat wanita cantik itu berada. Sedangkan Hannie menyadari kehadiran wanita itu karena posisinya yang menghadap pintu itu. Wanita cantik itu menatap tajam ke arah mereka, seperti ada sorot marah, cemburu dan terluka, membuat dia merasa tidak nyaman.
‘Raena eonnie.’ Bisik suara hatinya. Hannie tidak percaya dengan penglihatannya sekarang. Bagaimana bisa wanita itu ada disini? Bukankah dia baru akan berangkat dari Jepang nanti malam? Sedangkan ini masih sore. Hannie mendongak ke atas dan melihat langit sore yang masih terang. Apa wanita itu benar-benar Raena atau hanya halusinasi saja? Atau mungkin hantu yang sedang menyerupai wujud Raena? Hannie menggeleng keras mengusir segala spekulasi tentang madunya itu yang memenuhi kepalanya. Beruntung gelengan kepalanya tidak membuat Kyuhyun curiga. Mungkin pria itu mengira istri mungilnya ini sedang menikmati percintaan mereka. Dia terus saja memompa dengan cepat tanpa menyadari apa yang sedang terjadi. Tangan pria itu bahkan sudah berpindah memeluk pinggang Hannie erat hingga gerakannya semakin tajam menghunjam dalam kewanitaan istrinya.
“Ha…ahh…Hannie-aa…ahhh….” Tiba-tiba kepala Kyuhyun bergerak, bibirnya berusaha mencari bibir Hannie dan ketika menemukannya pria itu langsung melumatnya. Gadis itu menyambut bibir suaminya namun matanya tetap tidak lepas dari sosok Raena yang masih berdiri di belakang pintu yang terbuka dan masih menatap mereka dengan tatapan tajam yang membuat merinding siapapun yang melihatnya.
Namun Hannie tidak berusaha menghentikan Kyuhyun. Dia malah memeluk erat pria itu membiarkan suaminya menyelesaikan hasratnya. Entah apa yang ada di pikiran gadis itu hingga kehadiran Raena tidak membuatnya berinisiatif menghentikan kegiatan panas ini. Apa dia benar-benar sudah jadi egois terhadap Kyuhyun? Rasa bersalah menghantui hati dan pikiran Hannie namun dia kalah oleh egonya.
‘Eonnie maafkan aku, aku benar-benar minta maaf. Aku juga mencintai Kyuhyun oppa sama sepertimu.’ Rintih hati Hannie
“Mmhh…ophhh..mphhh….” Hannie mendesah disela-sela lumatan bibir Kyuhyun. Dia nyaris mencapai puncak. Kewanitaannya semakin erat mencengkram kejantanan suaminya. Dia sempat kembali melirik ke arah pintu kaca. Ternyata sudah tidak ada siapa-siapa disana. Tidak sosok Raena seperti yang tadi dia lihat. Gadis itu bertanya-tanya dalam hati apakah Raena sudah pergi atau masih ada dan sedang mengawasi di bagian lain rumah ini. Bagaimana perasaan wanita itu saat melihat suami dan madunya bercinta panas di hadapannya tanpa menyadari kehadirannya? Pasti dia cemburu, terluka atau bahkan mungkin marah walau wanita itu juga yang menyetujui poligami ini dan tahu akan seperti apa jadinya.
“Ohhh…oppa….ahhhhh……AHHHH……” Akhirnya Hannie mencapai puncaknya. Kewanitaannya menyemburkan cairan hangat yang membasahi kejantanan Kyuhyun sebelum larut bersama air kolam.
“Hannie-aa…..AHHHH…….ARGHHHHH……” Hentakan keras dan lebih dalam kejantanan Kyuhyun pada kewanitaan Hannie diiringi erangan kerasnya menandakan pria itu juga mendapatkan puncaknya. Mereka berdua terengah-engah setelah mendapatkan apa yang menjadi tujuan percintaan mereka.
“Lelah?” Tanya Kyuhyun sambil menatap lembut Hannie setelah dia sendiri berhasil mengatur nafasnya. Gadis itu hanya mengangguk lemah. Dia sendiri juga sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah seperti habis lari marathon puluhan kilometer. Bercinta di dalam air di kolam renang ini sepertinya lebih melelahkan daripada bercinta di atas ranjang atau ditempat lain yang bukan di dalam air. Kyuhyun membelai rambut Hannie, menyingkirkan rambut halus yang jatuh ke wajah gadis itu sementara bagian pusat tubuh mereka masih menyatu.
“Hannie-aa. Ternyata walau sensasi bercinta di dalam air itu luar biasa hebat tapi juga cepat lelahnya ya. Benar juga kata artikel itu. Bercinta di kolam renang itu butuh stamina ekstra karena harus menahan tekanan air kolam. Dan dipastikan akan cepat lelah. Jadi kesimpulannya adegan percintaan yang ditampilkan di film yadong belum tentu bisa dipraktekan di dunia nyata seperti aslinya. Seperti bercinta di kolam renang ini. Kalau di film mereka bisa melakukannya berjam-jam dan beronde-ronde di tengah kolam renang dan aman-aman saja. Tapi kenyataannya kita baru melakukan  1 ronde saja sudah kelelahan begini. Bahkan aku sengaja bercinta denganmu di sini karena menurut para pakar seks itu posisi bercinta di kolam renang yang paling aman ya di tangga atau di tepi kolam ini.” Kata Kyuhyun panjang lebar. Wajah Hannie jadi memerah mendengar penuturan suaminya itu.
“Memangnya Oppa sering nonton film yadong?” Tanya gadis itu malu-malu. Habis Kyuhyun menyinggung-nyinggung soal film yadong jadi dia penasaran apa pria itu penggemar film jenis itu. Kalau iya pantas saja suaminya ini mesum sekali.
Kyuhyun terkekeh geli mendapat pertanyaan seperti itu dari istrinya. Dia meraih dagu Hannie agar wajah mereka saling berhadapan.
“Aku tahu soal adegan film yadong bukan berarti aku penyuka film seperti itu. Tapi aku juga tidak menampik kalau aku pernah beberapa kali menontonnya.” Kata Kyuhyun di sela kekehannya. Dia menatap wajah Hannie yang tampak memerah. Entah karena habis bercinta tadi atau karena malu.
“Hei jangan-jangan kau berpikir kalau aku yang kau sering bilang mesum ini karena dampak hobi menonton film yadong. Apa benar begitu?” Goda Kyuhyun jahil sambil menaik turunkan alisnya.
Hannie hanya diam tidak berani menjawab. ‘Bagaimana oppa bisa tahu apa yang sedang kupikirkan? Seperti pembaca pikiran saja.’ Batinnya heran.
“Uhm kau diam berarti kau mengiyakan pertanyaanku tadi.” Kata Kyuhyun lagi. Hannie tersentak dan langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat walau dalam hati dia memang mengiyakannya.
“Ahahahaha kau ini benar-benar lucu dan menggemaskan. Sekaligus juga manis sekali kalau sedang begini. Aku jadi ingin menerkammu sekali lagi. Tapi kita keluar dulu dari sini. Bercinta di dalam air melelahkan.” Kata Kyuhyun sambil menatap Hannie dengan tatapan mesumnya.
“Ish oppa mesum.” Rajuk Hannie sambil memukul pelan bahu suaminya. Tapi dia juga tidak bisa menolak ketika Kyuhyun membopong tubuhnya dengan pusat tubuh yang masih menyatu ke tepi kolam renang. Gadis itu menggeliat geli karena kejantanan suaminya yang masih tertanam di lubangnya terasa kembali membesar dan mengeras. Pria ini benar-benar cepat turn on nya. Tapi mata Hannie kembali melirik ke arah pintu kaca tempat dia tadi melihat Raena berdiri disana. Tidak ada siapa-siapa. Gadis itu mengerutkan keningnya bingung. Hatinya bertanya-tanya apa yang dilihatnya tadi benar-benar Raena atau dia yang hanya berhalusinasi.
Sesampainya di tepi kolam, Kyuhyun langsung membaringkan Hannie di lantai dan menindihnya. Dia melumat bibir gadis itu sementara kedua tangannya meremas-remas kedua gundukan kenyal favoritnya untuk kembali merangsang istrinya agar dia bisa bergerak dengan mudah di bawah sana meski kejantanannya tidak pernah terlepas dari jepitan kewanitaan Hannie sejak dari dalam kolam renang tadi. Setelah beberapa menit merangsang istrinya dan dirasa cukup, tangan Kyuhyun beralih menekan kedua tangan gadis itu ke lantai di samping kepalanya. Lalu pinggul pria itu bergerak naik turun dengan cepat.
“Ohhh…ahhhh….pelanhhh….. pelanhhh…ahhhh….anghhhhh….” Hannie merintih kewalahan karena Kyuhyun bergerak sangat cepat dan kasar di dalamnya. Tubuhnya sampai berguncang akibat gerakan liar pria itu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya berada di kedua sisi kepalanya di tekan oleh Kyuhyun. Dia hanya mengaitkan kedua kakinya menjepit pinggang suaminya erat sementara payudaranya dibiarkan berguncang liar mengikuti pergerakan pria itu di bawah sana. Pinggulnya ikut bergerak mengimbangi Kyuhyun.
“Nghhhh……ahhh….ahhhh…..ohhh……” Cukup lama pria itu menghunjam intens pusat tubuhnya dengan diiringi desahan, rintihan dan erangan mereka berdua hingga akhirnya rasa itu datang juga.
“Oph…oppa…ahhh….ahhhh….AHHHHH….” Setelah beberapa lama kewanitaannya digenjot kuat oleh Kyuhyun, akhirnya Hannie kembali mendapat pelepasannya. Pria itu juga sepertinya akan mendapatkannya juga karena genjotannya semakin cepat dan kasar.
“ARGHHHHHH……” Kyuhyun kembali mengerang hebat saat kejantanannya yang berada di dalam Hannie menyemburkan cairan kental berisi jutaan sperma yang memenuhi rahim istri mungilnya hingga meluber ke sela paha. Bibir mereka kembali saling melumat untuk menyalurkan rasa nikmat pasca pelepasan yang baru mereka alami.
Setelah mengatur nafas masing-masing, pelan-pelan Kyuhyun menarik keluar kejantanannya dari lubang kewanitaan Hannie. Gadis itu berjengit saat benda itu lepas dari dalam tubuhnya. Lalu dia melihat Kyuhyun bangkit dari atas tubuh mungilnya dan pergi ke kursi santai yang ada di tepi kolam untuk mengambil 2 buah jubah mandi yang tergeletak di sana. Pria itu memakai salah satunya sedangkan yang lainnya dia bawa kepada Hannie. Gadis itu berusaha bangkit meski tubuh agak lelah akibat percintaan barusan. Dia memakai jubah mandi yang diberikan Kyuhyun. Lalu pria itu membantunya berdiri dan berjalan. Tiba-tiba Hannie teringat sesuatu.
“Oppa, celana dalamku dan celana renangmu masih di sana.” Tunjuk Hannie kepada 2 benda yang mengambang di kolam.
“Biarkan saja.” Sahut Kyuhyun cuek.
“Ish oppa tidak boleh begitu. Kalau besok pagi sampai diketemukan Han ahjumma, Nayoung atau Raena eonnie kan memalukan? Oppa ini bagaimana?” Sungut Hannie kesal. Dia memanyunkan bibirnya dan menghentakan kakinya.
“Ya baiklah.” Kyuhyun pun akhirnya mengalah. Dia membuka jubah mandinya, menyerahkannya pada istrinya dan kembali bercebur ke kolam untuk mengambil 2 benda yang diributkan gadis itu. Sementara itu Hannie memungut branya yang tergeletak di tepi kolam tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Setelah berhasil mengambil 2 benda keramat itu, Kyuhyun naik ke tepian dan menyerahkannya pada Hannie lalu mengambil jubah mandinya dan memakainya kembali. Dia lalu mengajak istrinya meninggalkan area kolam renang, masuk ke rumah besarnya.
***********
Hannie sedang menyiapkan makan malam di dapur. Gadis itu membuatkan Petto Di Pollo, masakan Eropa yang terbuat dari ayam, daging sapi yang
dipotong kecil-kecil dan balutan dari keju mozzarella juga salad sayuran untuk makan malam mereka. Sebenarnya Kyuhyun tadi sempat mengusulkan memesan makanan via delivery dari restoran saja. Pria itu khawatir istrinya  kelelahan setelah percintaan panas mereka di kolam. Tapi Hannie menolaknya. Dia lebih suka memasak sendiri makanan untuk suaminya. Dia ingin memasak makanan yang resepnya dia dapat dari internet sewaktu dia masih tinggal sendiri. Dia pernah memasaknya dan rasanya enak. Kyuhyun yang saat itu kebetulan berkunjung ke rumahnya juga ikut makan dan menyukai masakan itu. Karena itu Hannie ingin memasak Petto Di Pollo untuk menu makan malam ini. Makanya setelah dari kolam renang tadi dia langsung pergi ke kamar mandi di kamarnya untuk segera membersihkan diri dan berpakaian. Tawaran Kyuhyun untuk mandi bersama dia tolak. Walau suaminya berjanji hanya mandi bersama tapi Hannie tahu pasti akhirnya seperti apa. Pria itu benar-benar tidak bisa dipercaya untuk urusan seperti itu. Kalau diladeni bisa-bisa rencana Hannie membuatkan makan malam batal. Jadilah mereka mandi di kamar mandi yang berbeda. Sepertinya Kyuhyun mandi di kamar mandi yang ada di kamar bawah yang menjadi kamar Raena dan pria itu. Setelah selesai mandi dan berpakaian suaminya itu memilih duduk di kursi di ruang makan sambil menunggu makanan buatan Hannie siap. Kyuhyun terlihat santai dengan kaos dan celana selututnya namun tetap saja mengagumkan di mata Hannie. Sedangkan gadis itu memilih memakai celana panjang kain dan kaos lengan panjang. Dia menggunakan celemek untuk melindungi pakaiannya saat sedang memasak.
“Ah iya seharian ini Raena belum menghubungiku. Apa kabarnya dia ya? Pasti seharian ini dia dan eomonim asyik mengelilingi Tokyo sampai lupa menghubungiku. Lebih baik aku telpon saja.” Kata Kyuhyun tiba-tiba. Dia menyentuh layar ponselnya mencari kontak Raena dan menghubunginya.
Dari pintu dapur Hannie hanya diam melihat itu semua. Dia terlihat sibuk dengan kegiatannya padahal dia juga penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan di telpon. Sambil memasak dia sering mencuri pandang dari pintu dapur ke ruang makan, dimana suaminya itu duduk menghadap meja makan sambil sibuk menekuni ponsel bergambar buah apel dengan bekas gigitan itu. Jenis ponsel yang sama yang juga dimiliki Raena. Gadis itu masih penasaran dengan sosok Raena yang dia lihat saat dirinya dan Kyuhyun tengah bercinta di kolam renang. Dia ingin memastikan apakah saat ini istri pertama dan ibu mertua suaminya itu masih di Jepang karena jadwal penerbangan mereka ke Seoul kan baru jam 8 malam nanti? Sedangkan sekarang baru pukul 7 malam. Atau justru Raena dan nyonya Kim sudah berada di negara ini. Mungkin saja mereka bertukar tiket penerbangan siang dan tidak memberitahukannya atau justru Raena sengaja membohongi Kyuhyun soal jadwal penerbangannya untuk memberi kejutan atau menyelidiki kegiatan suami dan madunya selama dia bepergian. Hannie sendiri berharap semoga apa yang tadi dilihatnya di kolam renang tadi hanyalah halusinasi.
“Aneh. Tidak ada sambungan. Sepertinya ponselnya dimatikan. Apa dia sudah naik pesawat ya? Tapi ini kan masih jam 7? Pesawatnya belum lepas landas kan? Jangan-jangan baterai ponselnya habis.” Kata Kyuhyun keheranan. Hannie yang mendengar kata-kata pria itu jadi ikut bertanya-tanya.
“Aku hubungi eomonim saja.” Kata Kyuhyun. Namun belum sempat mendiall nomor yang dituju, terdengar suara merdu wanita yang cukup familiar dari pintu penghubung ruang makan dan ruang tengah.
“Hai semuanya. Merindukanku?” Sapa Raena ceria. Refleks Kyuhyun menoleh kepada wanita itu, sementara Hannie juga ikut melongok dari pintu dapur.
“Raena-aa.”
“Eonnie.”
Terdengar Kyuhyun dan Hannie berseru nyaris bersamaan. Raena dengan riang berjalan mendatangi Kyuhyun yang kemudian berdiri dari duduknya dan menyambut wanita itu dengan pelukan mesra dan hangat. Senyum bahagia terpancar dari wajah keduanya. Wanita itu lalu menatap wajah pria dihadapannya sambil membelai lembut wajah tampan itu. Kemesraan mereka nampak jelas di mata Hannie. Gadis itu hanya meremas bagian bawah celemek yang dipakainya, mencoba menahan kecemburuannya. Namun dia mencoba mengalihkan perhatiannya dengan kembali mengurus  masakannya yang hampir selesai.
“Kyu-aa baru seminggu meninggalkanmu tapi aku sudah merindukanmu seperti berpisah bertahun-tahun. Kau disini baik-baik saja kan? Apa kau juga merindukanku? Selama aku tidak ada kau tidak macam-macam kan? Hei Hannie-aa. Dia tidak berbuat nakal pada wanita lain selama aku tidak ada kan?” Cecar Raena. Kyuhyun hanya terkekeh geli mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari istri pertamanya. Hannie kembali melongok dari pintu dapur dan melihat ke arah mereka. Dia hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil tersenyum kecil lalu kembali menekuni pekerjaannya.
“Aku baik-baik saja, aku juga merindukanmu dan aku tidak berbuat macam-macam atau nakal kepada wanita lain selain kepada istriku berdua ini. Hannie juga sudah menjawabnya kan tadi? Bahwa aku tidak berbuat macam-macam?” Jawab Kyuhyun sambil membelai pipi Raena lembut.
“Baguslah kalau begitu.” Kata Raena melingkarkan lengannya memeluk pinggang Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu. Dia membalas memeluk istri pertamanya sambil membelai rambut indah wanita itu dengan sayang.
Dari pintu dapur Hannie sempat melirik sekilas adegan mesra itu dan dia hanya bisa berusaha menekan perasaannya. Kyuhyun sejak awal bukan miliknya. Dan sekarang pria itu menjadi milik mereka berdua karena kebaikan dan keikhlasan Raena. Jadi Hannie berusaha untuk tidak membiarkan keserakahan menguasainya. Gadis itu mengambil peralatan makan untuk menaruh masakan yang selesai dia buat. Setelah menata makanan itu dia pun membawanya ke ruang makan.
“Makan malam sudah siap.” Kata Hannie berusaha riang. Kedua pasangan yang sedang melepas rindu itu kemudian saling melepaskan pelukannya. Kyuhyun  kemudian menarik kursi di sampingnya untuk tempat duduk Raena lalu pria itu duduk di kursi yang tadi didudukinya. Hannie kemudian mengatur makanan itu di atas meja makan.
“Wah maaf aku langsung duduk. Padahal kau kan sedang sibuk menyiapkan makan malam.” Sesal Raena. “O iya, apa kau perlu bantuan?” Tanyanya lebih lanjut. Wanita itu hendak berdiri untuk ikut membantu Hannie tapi keburu dicegah.
“Eh eonnie tidak usah. Eonnie pasti masih lelah habis menempuh perjalanan jauh. Biar aku saja yang selesaikan ini.” Kata Hannie. Raena pun tidak membantah dan kembali duduk, membiarkan madunya itu menyelesaikan pekerjaannya menata meja makan.
Kini mereka bertiga duduk mengelilingi meja makan. Raena dan Kyuhyun duduk berdampingan sementara Hannie setelah selesai menghidangkan masakannya di meja makan dan melepas celemeknya, dia pun duduk di kursi di sisi lain meja yang masih bersebelahan dengan Kyuhyun. Mereka bertiga pun menikmati Petto Di Pollo dan salad sayuran buatan Hannie.
“Jadi kapan kau dan eomonim sampai di negara ini? Bukannya seharusnya kalian baru berangkat pukul 8 nanti?” Tanya Kyuhyun memulai obrolan.
“Uhm. Rencananya penerbangan kami memang pukul 8 malam ini. Tapi tadi pagi ada calon penumpang seorang pria muda yang memohon pada kami untuk bertukar tiket. Dia dan bossnya rencananya akan pergi ke Korea untuk urusan bisnis dan akan terbang dengan pesawat yang pukul 12 siang. Tapi tiba-tiba istri si boss itu melahirkan hari ini juga. Katanya 2 minggu lebih cepat dari prediksi dokter. Bossnya ingin menemani istri dan bayinya yang baru lahir itu lebih lama. Maklumlah baru jadi appa. Tapi perjalanan ke Korea itu juga penting. Mereka harus menghadiri pertemuan bisnis hari senin paginya di Seoul. Karena itu si boss memerintahkan assistennya untuk memundurkan jadwal penerbangan mereka menjadi malam hari. Tapi masalahnya jadwal penerbangan malam hari sudah full. Artinya mereka tidak bisa mengganti jadwal penerbangan mereka kecuali besok. Jelas tidak bisa kan karena pertemuannya besok pagi? Pria muda itu kemudian mencoba menawarkan kepada calon penumpang lain yang memiliki jadwal penerbangan malam ke Seoul untuk bertukar tiket. Dia sudah mencoba ke bandara tapi nihil. Lalu dia mencoba hotel dan penginapan di dekat bandara. Dan dia pun bertemu kami. Tentu saja kami tidak keberatan. Karena sebenarnya sejak awal kami memang ingin naik penerbangan siang biar tiba di Korea paling lambat sore. Tapi sayangnya sepupu ku hanya berhasil mendapat jadwal penerbangan jam 8 malam. Ya sudah kami terima saja. Untung kemudian ada yang mengajak bertukar jadwal. Walau jadinya rencana berkeliling Tokyo sebelum kembali ke Seoul kami batalkan. Dan begitulah. Kami akhirnya pulang dengan penerbangan jam 12 siang. Dan setelah tiba di Gimpo lalu dijemput Park ahjussi dan baby Jun, aku pulang ke rumah orang tuaku. Ketika disana aku malah dapat telpon dari Jessica kalau dia sedang berada di Seoul. Dia mengadakan pesta kecil-kecilan bersama beberapa teman kami. Dan dia mengundangku. Ya aku pergi saja. Setelah pestanya selesai baru aku pulang kemari dan ternyata sudah jam segini.” Jelas Raena panjang lebar. Baby Jun adalah panggilan sayang wanita itu untuk Kim Junmyeon adik laki-lakinya. Tentu saja pria itu tidak suka dipanggil demikian. Dia sering protes dengan panggilan itu. Pria berusia 25 tahun mana yang sudi dipanggil dengan nama imut begitu? Kalau Suho atau Junmyeon dia tidak keberatan. Tapi sayang nunanya ini malah dengan tenangnya memanggil pria itu dengan nama panggilan imut ‘baby Jun’
Kim Junmyeon alias Suho itu pria yang ramah. Tubuhnya tergolong pendek untuk ukuran laki-laki. Kulitnya sangat putih dan dia memiliki aura melindungi layaknya seorang kakak bahkan ayah. Dia perhatian, penyabar dan melindungi tidak hanya pada teman yang lebih muda tapi juga yang seumuran bahkan yang lebih tua. Jika nunanya memanggilnya ‘baby Jun’ maka teman-temannya justru memanggilnya ‘appa Junmen’ atau ‘appa Suho’. Suho sering mengeluhkan hal itu kepada Hannie. Sementara gadis itu sendiri memanggilnya ‘Suho’. Dia tidak suka ikut-ikutan seperti yang lainnya menjahili pria itu. Lagipula pria itu baik padanya. Tentu saja tidak ada ketertarikan semacam cinta lawan jenis diantara mereka. Hubungan mereka benar-benar murni hubungan persaudaraan.  Semua anggota keluarga Kim baik tuan Kim, Raena dan Suho menganggap Hannie bagian dari keluarga mereka. Kecuali nyonya Kim yang dingin pada gadis itu. Kadang gadis itu berharap dia juga bisa dekat dengan nyonya Kim sedekat dengan tuan Kim dan putera puterinya.
Sedangkan Jessica yang dimaksud pasti Jessica Jung. Wanita cantik berwajah dingin itu teman akrab Raena. Mereka saling mengenal saat sama-sama berada di New York. Mereka tinggal bersebelahan di kompleks apartemen mewah di Manhattan. Dan jadi akrab karena selain sama-sama orang Korea juga karena sama-sama pecinta fashion. Namun Jessica pulang ke Korea setahun sebelum insiden kecelakaan yang menimpa Raena. Katanya dia membuka butik di Korea ini. Dan setahun yang lalu wanita itu pindah ke Hongkong bersama tunangannya. Namun hubungan keduanya tetap terjalin hingga sekarang. Hannie sendiri tidak pernah bertemu dengannya. Hanya pernah diperlihatkan fotonya oleh Raena.
“Kenapa kau tidak menelponku atau mengirimiku pesan kalau jadwal penerbanganmu berubah? Tadi pagi SMS mu mengatakan kalau penerbanganmu jam 8 malam. Seharian kau tidak menghubungiku. Tadi aku sempat menelponmu tapi tidak ada sambungan.” Tanya Kyuhyun lagi.
“Aduh maaf suamiku sayang.  Tadinya sesampai di rumah orang tuaku aku bermaksud menghubungimu. Tapi malah Jessica yang duluan menghubungi untuk mengundangku. Akhirnya aku malah lupa. Lagipula kupikir biarlah sebagai kejutan untuk kalian. Mengenai SMS tadi pagi itu kan sebelum kami bertemu pria muda yang mengajak bertukar penerbangan. Dan sepertinya ponselku kehabisan baterai makanya kau tidak bisa menghubungiku.” Jelas Raena. Kyuhyun mengangguk tanda mengerti.
Hannie yang sejak tadi menyimak penjelasan Raena menjadi gelisah. Teringat dengan sosok wanita itu yang muncul dan mengawasi saat dia dan suami mereka sedang bercinta di kolam renang. Bukan tidak mungkin kalau Raena sebenarnya sudah pulang ke rumah ini sore tadi. Dan mungkin saja ketika dia pulang dan mendapati suami dan madunya yang sedang asyik bercinta tanpa menyadari kehadirannya, membuatnya terluka dan memilih pergi dulu ke tempat lain untuk menenangkan diri dan kembali kemari begitu sudah tenang. Memikirkan kemungkinan seperti itu membuat dada Hannie terasa sesak dipenuhi rasa bersalah pada Raena. Dia akhirnya hanya diam sepanjang makan malam berlangsung. Membiarkan wanita itu dan suami mereka mengobrol akrab seolah mereka hanya berdua di sini dan lupa kalau masih ada Hannie di antara mereka. Bahkan mereka tidak berkomentar apa-apa soal masakannya. Malah terfokus pada cerita Raena soal pengalamannya selama seminggu di Jepang. Dan hari-hari yang selalu Hannie jalani sejak awal masuk ke rumah ini sepertinya sudah kembali, resmi dimulai sekarang.
Tbc
Gimana? Saya nyontek ff siapa lagi nih?

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: