Saranghae, Hoobae!

2
Saranghae, Hoobae! ff nc chanyeol exo
Title : Saranghae, Hoobae! [ CHAPTER 1 ]
| !NC19+ | Chaptered | ±3200 Kata | Yadong, Romance, Friendship, School Life, Vulgarity, etc. |
Cast : Park Chanyeol (EXO) | Park Yulhee (OC) | Byun Baekhyun (EXO) | Kim Taeyeon (SNSD) | And Other
Author : ChocoYeppeo
Warning! : Maafkan atas segala kesalahan dalam FF ini 
“Jika kalian terus saja memaksaku, lebih baik kalian meninggalkanku sendiri!”
“Tapi, sayang. Bagaimana pun kau harus ikut kami. Jika tidak, maka kami tidak bisa mengenalkanmu dengan teman kami.”
“Aku belum ingin menikah!”

“Tunangan sayang,”
“Tidak! Jika Appa terus memaksa, aku saja yang pergi!”
“Kenapa kau belum juga mengerti? Kau ini ditunangkan juga demi kebaikan–”
“Appa dan Eomma saja. Iya kan? Aku tidak suka dijodohkan!”
“Tapi–”
“Aku pergi,”
“Chan!!!”
“Jangan cari aku! Aku bisa hidup tanpa kalian! Pergi saja tanpaku!”
____——oO’0’Oo——____
“Apa kau serius kau akan tinggal sendirian?”
“Tentu. Aku bosan mendengar permintaan orang tuaku tentang pindah rumah.”
“Tapi, apa kau tidak butuh biaya? Bagaimana dengan sekolah ini? Kau masih harus menyelesaikannya,”
“Tenang, aku bisa bekerja sepulang sekolah,”
“Kau yakin? Tidak lelah memangnya?”
“Sudahlah. Jangan terlalu mempedulikan kehidupan pribadiku, hehe,”
“Aishh!! Bagaimana mungkin aku tidak peduli. Kau ini kan sahabatku!”
“Ahaha, baiklah terimakasih Byunnie,”
“Jangan Byunnie. Aku lebih suka dipanggil Baek,”
“Hahah, masih saja. Baiklah… baiklah…”
“Nanti sepulang sekolah kau aku ajak ke apartemenku yang aku sewa kemarin lusa,”
“Janji ya!”
____——oO’0’Oo——____
“Kau sahabat Chan ‘kan?”
“Iya, ini siapa ya?”
“Saya Mamanya Chan. Saya minta tolong. Jaga Chan dengan baik ya. Akhir-akhir ini dia sedang marah dengan saya dan Appanya. Jadi, semoga kamu adalah sahabat yang tepat untuk Chan.”
“Mwo? Bibi seperti ingin pergi,”
“Ahaha… Saya minta tolong itu saja, terimakasih.”
“Tapi– hufftt… Baiklah aku akan menjagakan Chan untuk kalian,”
____——oO’0’Oo——____
Seorang laki-laki berpostur tubuh tinggi terlihat berjalan sempoyongan melewati jalanan kota Seoul dengan langkah tidak aturan. Pandangannya tidak begitu jelas dan di napasnya tercium bau alkohol. Ya, laki-laki itu baru saja keluar dari sebuah Bar tempatnya biasa bermain ketika sedang stress, ‘Happiness Bar’. Otaknya selalu memutar perkataan orang tuanya seminggu yang lalu. Mereka menyuruh laki-laki itu untuk pindah sekolah ke Inggris, namun ia menolak permintaan orang tuanya itu.
Laki-laki remaja itu adalah seorang bernama Park Chanyeol. Seorang siswa SMA yang baru 2 bulan berada di kelas 11 yang akhir-akhir ini tinggal di sebuah apartemen dari hasil pekerjaan malam harinya. Karena apalagi, jika bukan karena tekanan orang tuanya yang terus saja memaksanya.
Dari arah yang berlawanan, seorang gadis sedang berjalan dengan santai sambil terus menikmati alunan musik yang keluar dari earphone hitamnya yang menyambung dengan ponsel. Tubuh indahnya terus saja memainkan tubuhnya dengan lihai dan santai. Terlihat sekali jika gadis itu benar-benar ahli dalam hal menari.
Chanyeol yang tidak juga sadar dari mabuknya itu berjalan tidak melihat ke depan. Bahkan beberapa pejalan kaki juga ada yang sempat ia tabrak sejak dari Bar tadi. Mulutnya sedikit mengingau seperti mengucapkan ‘Pergilah tanpaku!’ atau ‘Tinggalkan aku di sini sendiri! Aku bisa hidup tanpa kalian!’.
Jarak Chanyeol dengan gadis itu pun semakin dekat. Keduanya terlalu asyik dengan urusannya sendiri sehingga tidak menyadari jika mereka sebentar lagi….
BRUGG
“Ahh… Hei! Kau laki-laki sialan! Kemana matamu itu! Tidak sopan sekali kau menabrak perempuan yang tidak kau kenali! Berengsek!” gadis itu langsung menepis tubuh Chanyeol hingga Chanyeol terhuyung ke jalanan. Gadis itu pun hendak melanjutkan langkahnya dengan kesal, tapi…
“Kau ingin kemana sayang, temanilah aku sampai ke rumahku. Akan ku beri sesuatu padamu,” tangan Chanyeol menggenggam lengan gadis yang ditabraknya itu tanpa menyadari apa yang telah ia ucapkan tadi.
“Yak!!! Lepaskan!!! Beraninya kau memanggilku sayang!” gadis itu berusaha melepas tangan laki-laki yang tidak dikenalnya itu, namun genggaman Chanyeol malah bertambah kuat.
“Antar aku ke rumah sayang, ku mohon, kali ini saja,” mata Chanyeol kali ini menatap gadis yang belum ia lihat secara jelas itu karena matanya masih sedikit bermasalah. Ia tidak tahu jika wajahnya telah berada sangat dekat dengan gadis itu kurang lebih 3 cm. Refleks gadis yang masih Chanyeol pegang tangannya itu malah terdiam melihat mata Chanyeol yang cukup sayu menatapnya itu.
“Yak, Yak! Kau mabuk ya?! Bau sekali mulut dan napasmu! Jauhkan wajahmu!” celoteh gadis itu yang baru saja tersadar setelah beberapa detik mereka bertatapan tanpa disengaja, dan mungkin Chanyeol tidak menyadari itu semua. Ia pun menjauhkan tubuhnya dari Chanyeol dan pergi meninggalkan Chanyeol.
Baru beberapa langkah, ia membalikkan tubuhnya menatap iba kepada Chanyeol yang terus saja berjalan sempoyongan ke arah berlawanan dengannya. “Kasihan juga dia, hah,” gadis itu berkacak pinggang dan sedikit tersenyum remeh. Ia pun berbalik arah penuh keberanian, menjadi berjalan mengejar Chanyeol dengan senyum tipis terukir di bibirnya.
“Kau terlihat tidak baik, bagaimana kalau aku temani kau sampai ke rumahmu? Yah, hitung-hitung agar aku dapat menyelamatkanmu jika mungkin saja terjadi bahaya di tengah jalan. Namaku Park Yulhee. Siapa namamu?” ucap gadis yang telah diketahui bernama panggilan Yulhee itu.
“Hoaaammm…” tidak menjawab, Chanyeol malah menguap dan menjatuhkan tubuhnya begitu saja ke badan Yulhee.
“Aish! Kau ini berat sekali! Berjalanlah sendiri! Aku ingin megajakmu bicara, bukannya menyanyikan lagu sebelum tidur kepadamu!” ujar Yulhee kewalahan melawan massa tubuh Chanyeol yang berselisih cukup banyak itu. “Huh! Dasar pemabuk!” dumel Yulhee sepanjang jalan sambil merangkul Chnayeol yang setengah sadar itu.
“Tapi, sepertinya dia masih muda,” gumam Yulhee di tengah langkahnya sambil sedikit menoleh ke arah Chanyeol yang matanya tertutup itu.
Selang beberapa menit>>>>>>>>>
“Katakanlah! Di mana rumahmu?!” tukas Yulhee yang sudah lelah berjalan terus-menerus namun tidak juga berhenti di rumah Chanyeol.
“Apartemen Gyeonggi-do lantai 4 nomor 270,” guman Chanyeol tidak jelas namun Yulhee dapat mencernanya.
“Haahhh… Ya Tuhan. Haruskah putar balik?!” gerutu Yulhee yang malah menjadi kesal. Niat baiknya malah menjadi menurunkan moodnya untuk menolong orang. Ingin rasanya ia tinggalkan Chanyeol begitu saja, tapi di sisi lain ia juga merasa tidak tega melihat keadaannya saat ini.
“Omo! Sudang jam setengah 12?! Aahh! Bisa-bisa mama mengomeliku di rumah,” umpat Yulhee sambil melirik jam tangan hitam-silvernya.
>>>>>>>>>>>>>>>
“Akhirnya sampai juga. Untung saja ini hampir tengah malam. Jadinya, tidak akan ada orang-orang yang melihat ini. Bisa saja nanti mereka mengira yang tidak-tidak jika aku bersama laki-laki mabuk ini. Heol! Gara-gara kau aku malah menjadi kerepotan sendiri! Sudah aku ingin pulang. Semoga hidupmu esok akan lebih baik dari sekarang,” ungkap Yulhee begitu saja setelah memasuki ruang apartemen nomor 270. Untung saja di sini passwordnya menggunakan sidik jari. Jadinya, ia bisa dengan mudah masuk ke apartemen Chanyeol. Ia meletakkan tubuh Chanyeol begitu saja di sofa ruang tamu tanpa memperhatikan keadaannya lagi.
GREPPP
Chanyeol menarik tubuh Yulhee yang hendak pergi meninggalkannya itu. Lantas tanpa aba-aba ia meletakkan dagunya di ceruk leher Yulhee dari belakang dan menghirup aroma wangi dari tubuh Yulhee. Sontak Yulhee yang diperlakukan seperti itu langsung meronta tidak terima dan berusaha melepas pelukan Chanyeol itu.
“Apa-apaan kau ini! Masih baik aku tolong! Lepaskan atau aku akan berteriak!” pekik Yulhee yang terus saja melawan. Bahkan sekarang Chanyeol mulai mengusap-usap perut Yulhee dengan perlahan. Yulhee yang merasa geli berusaha menghentikan itu namun pasti seorang laki-laki itu lebih kuat kan?
“Aku akan meminta tolong sekarang juga,”
“Percuma. Ini sudah malam. Tidak akan ada yang peduli denganmu. Mereka pasti sedang bergelut dengan selimut mereka dan menikmati mimpi-mimpi mereka itu,” ujar Chanyeol masih seperti orang yang mengingau. “Terimakasih telah mengantarku pulang,” imbuhnya dengan suara yang sedikit membuat Yulhee ketakutan. Pasalnya suara itu benar-benar seperti ingin merangsang tubuh Yulhee.
“To–” baru saja akan berteriak, Yulhee membulatkan matanya dengan sempurna menyadari ada sesuatu di lehernya. Ya, kali ini Chanyeol dengan lihainya menggerakkan mulutnya itu menyesapi bagian leher Yulhee hingga menciptakan sebuah kiss mark kecil di sana.
“Aaaa!!!” jerit Yulhee dengat sangat keras. Tetapi tetap saja, tidak ada yang menolongnya sama sekali. Tubuhnya semakin kuat melepaskan diri, tapi Chanyeol juga semakin kuat menahan tubuh Yulhee.
“DIAM ATAU AKAN KU HABISI KAU MALAM INI JUGA!!!!!” teriak Chanyeol dengan suara beratnya lebih keras dari Yulhee tepat di dekat telinga Yulhee. Sontak Yulhee langsung memejamkan matanya ketakutan karena teriakan Chanyeol itu.
“Aku tidak akan menghabisimu jika kau menuruti permintaanku,” lanjut Chanyeol kali ini dengan suara penuh hasrat.
“A-aku ti-tidak bi-bi-bisa. Aku ma-masih harus me-melanjutkan hidupku dengan damai,” Yulhee pun tergagap dan mematung di pelukan Chanyeol.
“Jadi, kau ingin berakhir dengan perutmu yang membesar? Berapa usiamu? Bersama siapa kau hidup? Ah bahkan kau terlihat muda dan bahagia. Pasti kau tidak akan pernah membayangkan sakitnya hidupku hingga aku menjadi segila ini sekarang. Pikirkanlah kembali dalam hitungan ketiga, atau aku tidak akan main-main dengan ucapanku.”
“Ti-tidak. Ku mohon lepaskan aku. A-aku tidak memiliki urusan denganmu,”
“Dan kau telah membuat urusan denganku karena kau yang telah mengantarkanku hingga ke dalam sini,”
“A-aku hanya berniat memban-… emmpphhh….eungghh…leeppphh….paashhh….kannnhhh….” Baru ingin mencoba menyelesaikan urusannya dengan Chanyeol, bahkan sekarang dengan ganas Chanyeol langsung melahap bibir ranum Yulhee dari samping dan bergerak menuju hadapan Yulhee. Mata Yulhee melotot, namun dia tidak bisa apa-apa lagi. Jujur, ia sangat takut. Bahkan ia masih butuh bertahun-tahun lagi sebenarnya untuk melakukan ini. Akan tetapi, ini terlalu cepat. Dia baru saja 2 bulan masuk SMA, tapi kenapa harus seperti ini? Dan laki-laki itu, laki-laki yang belum sembuh total dari mabuknya itu, dia telah mencuri ciuman pertamanya dengan kasar. Dia tidak tahu harus apa. Tangannya sudah lelah meronta. Mungkin Yulhee benar-benar akan habis malam ini dan dia tidak akan bisa hidup normal lagi.
Berbeda dengan Chanyeol yang sekarang berada di tingkatnya. Ia menyerang bibir Yulhee begitu saja tanpa ampun. Ia sudah kehilangan akalnya sebagai sorang pelajar yang sebenarnya. Baginya, ia seperti ini karena tertekan orang tua, ya, orang tuanya yang telah salah. Tidak diawali dengan lembut, namun sekarang Chanyeol malah bertambah kasar hingga menggigiti bibir tidak bersalah itu dengan leluasa karena si pemilik tidak melawan sedikit pun. Lidahnya memaksa masuk ke dalam bibir Yulhee yang semula dikunci rapat-rapat itu. Yulhee menyerah. Akhirnya dia hanya menerima serangan Chanyeol. Chanyeol yang merasa menang langsung masuk dengan liar dan mengabsen gigi-gigi Yulhee bergiliran. Menggelitik langit-langit mulut Yulhee dan mengajak lidah Yulhee untuk menari bersama.
“Lawan aku karena aku tidak pernah bercanda saat bersumpah,” gumam Chanyeol dingin yang sempat menghentikan ciumannya hingga terbentuk tali saliva yang cukup panjang dan lengket diantara dua penghuni apartemen Chanyeol itu. Setelah menyelesaikan ucapannya, Chanyeol kembali menghabisi bibir Yulhee itu sebelum tali saliva mereka benar-benar terputus. Yulhee dengan terpaksa hanya mengikuti permintaan Chanyeol. Terlebih lagi ketika tangan Kiri Chanyeol menarik tengkuk Yulhee dan tangan kanannya menarik dagu Yulhee. Itu membuat Chanyeol semakin tertarik dengan gadis yang belum pernah ada di dalam hidup sebelumnya itu.
“Henhhhh…tihhh- eummppphhh..” ketika Chanyeol lengah, Yulhee sempat hendak mengucapkan sesuatu. Namun dengan segera Chanyeol menghentikannya dengan ciuman ganasnya itu lagi.
‘Tuhan, tolong aku,’ batin Yulhee dalam tangisnya yang ia tahan kuat-kuat.
‘Maaf, maafkan aku. Sungguh maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Ini semua karena orang tuaku. Ya, karena mereka,’ batin Chanyeol di saat bersamaan. Sejujurnya Chanyeol merasa sangat kejam ketika melakukan itu. hal terlarang untuk seorang seusianya.
DDRRRTT… DDDRRTTT…
Tiba-tiba ponsel Chanyeol bergetar di tengah-tengah ciuman panas itu. dengan sangat berat hati Chanyeol melepaskan tali saliva yang sangat nikmat itu dengan perlahan lalu bangkit dari duduknya. Yulhee yang saat itu mulai sedikit lega karena bisa pergi diam-diam, menjadi terkesiap karena sebuah perkataan dari Chanyeol yang terdengar lebih seperti ancaman.
“Jangan mencoba lari dari sini karena kau tidak akan pernah bisa. Dan juga… kita… belum menyelesaikannya sampai tahap akhir, tahap pendinginan. Itu pun percuma. Kau hanya bisa keluar dengan sidik jariku. Kau duduk di sana dengan manis, dan persiapkan tubuhmu untukku. Aku ke dapur,” ujar Chanyeol menatap Yulhee dingin.
“Setidaknya aku bisa bernapas sekarang. Oh Tuhan, selamatkan aku dari laki-laki gila ini,” gumam Yulhee yang hanya terduduk lesu sambil menoleh sedikit melihat punggung Chanyeol yang berjalan menuju dapur.
—DAPUR—
“Yak! Kau ini tengah malam seperti ini ada apa meneleponku?! Mengganggu orang saja!”
“Mian, Chan. Aku hanya ingin bilang, aku tidak bisa tidur malam ini, karenamu. Apakah kau sudah lebih baik? Tolong berhentilah bertindak bodoh seperti itu. kembalilah seperti seorang PARK.CHAN.YEOL yang beberapa minggu yang lalu. Kembalilah ke sekolah. Kembalilah ke ruang latihan bersama grupmu. Kembalilah ke rumahmu. Kembalilah ke ora–”
“Hentikan jika kau hanya akan menceramahiku Baekhyun. Aku lelah. Aku bisa saja akan meluapkan emosiku kepadamu jika kau terus saja seperti ini selama satu minggu ini. Dan dengarkan aku baik-baik. Besok aku akan kembali ke sekolah. Kau janji tidak akan bersikap aneh kan? Jadi tolong lupakan ini semua,”
“Jinjja? Sungguh kau akan ke sekolah lagi? Ooohhh… kami semua merindukanmu. Kembalilah segera. Aku sudah lebih baikan sekarang,”
“Baiklah. Akan aku matikan panggilannya,”
“Eh tunggu dulu,”
“Waeyo?”
“Katamu, aku ini mengganggu. Memangnya kau sedang tidur? Tapi, sepertinya suaramu itu tidak seperti orang mengantuk ya. Malah sepertinya nafasmu itu sedang tidak beres. Kau–”
“Jangan mengada-ada!”
Tuuutt….ttuuttt… (Chanyeol pun memutus panggilannya dengan sahabatnya sejak SMP itu secara sepihak. Lantas di rumahnya, sahabat Chanyeol yang bernama Baekhyun itu hanya menggerut-gerutu kesal karena Chanyeol.)
——-
“Hai sayang,” sapa Chanyeol lagi dengan tampilan yang berbeda. Ia berjalan dari dapur mendekati sofanya tadi.
“Kau…” Yulhee yang sedari tad terdiam pun berdiri dan membalikkan badannya menatap Chanyeol dengan tidak yakin sembari menelan salivanya dengan sulit.
“Ne, aku half-naked. Kau kenapa? Atau kau ingin aku langsung melepas semuanya begitu saja? Ah baikla–”
“Tidak,” Yulhee memejamkan matanya dan menarik napas.
“Kita lakukan di kamarku. Tidak akan seru jika berada di ruang tamu yang sempit itu,” Chanyeol menarik tangan Yulhee yang tidak mendapatkan penolakan sedikit pun namun di hati Yulhee ada sebuah ketakutan yang mendalam.
Ketika telah sampai di depan kamar Chanyeol dan pintunya mulai dibuka,
BRUUUGG
Chanyeol menghempaskan tubuh Yulhee asal sehingga Yulhee harus terlempar ke ranjang Chanyeol yang luas itu. sedangkan Yulhee yang semula tengkurap mengubah posisinya menjadi telentang kemudian duduk. Ia menatap Chanyeol dengan takut. Sedangkan yang ditatap hanyalah tersenyum penuh kemenangan menampakkan giginya yang benar-benar putih itu.
Chanyeol mulai mendekati Yulhee yang masih ketakutan. Dengan tawa evilnya sekarang Chanyeol sudah berada di hadapan Yulhee tanpa rasa bersalah pun.
“Tunggu,”
“Mwo? Kau menolaknya? Huh?”
“Kau… tolong lepaskan aku. Aku berjanji akan membayar berapa pun yang kau minta,”
“Hahah,” Chanyeol tersenyum remeh. “Uang? Tidak perlu. Aku bisa mencarinya sendiri!” tambahnya setelah tertawa puas.
“Lalu apa?”
“Darahmu!” Chanyeol menatap Yulhee tajam.
‘Darah???’ batin Yulhee yang belum mengerti dan terlihat berpikir.
‘Da-darah?!?!?!’ kaget Yulhee dalam hatinya sambil membulatkan matanya melihat Chanyeol yang sekarang sudah lebih dekat lagi.
“Ti-tidak akan!” teriak Yulhee.
“Oh, baiklah aku tidak akan sekejam itu, aku menyerah,”
“Kau- serius?”
“Tapi puaskan aku dulu!!” dengan sergap Chanyeol menindih tubuh Yulhee dan melumat bibirnya lagi tanpa rasa ampun.
“Aaa…aahhh…” Yulhee mulai mendesah ketika Chanyeol dengan sengaja menambahkan kiss mark secara cepat di leher Yulhee. Chanyeol tersenyum senang, dan Yulhee meringis kesakitan.
Chanyeol pun kembali ke bagian bibir. Tangannya yang satu ia gunakan untuk menyangga sedikit tubuhnya. Tangan satunya lagi mlai ia gerakkan untuk meraba-raba bagian dada Yulhee yang begitu menarik baginya.
“Milikmu cukup besar dan kenyal. Berapa usiamu sebenarnya hmm?” tanya Chanyeol di tengah rintihan pelan Yulhee yang lidahnya digigit Chanyeol. Lagi-lagi Chanyeol tersenyum.
“Jaaahhh….ngaannnhhhh—aahhh.. eunghhh” desahan Yulhee ketika Chanyeol meremas bagian menggumpal milik Yulhee itu pun semakin membuat Chanyeol ingin menaklukkan seorang gadis untuk yang pertama kalinya.
Chanyeol berhenti sejenak dan sedikit terduduk di bagian perut Yulhee. “Ayo, Mulai,” Ucap Chanyeol yang hanya menatap Yulhee penuh kemenangan sedanghan yang di tatap hanya menatap Chanyeol sendu. Meskipun begitu, Chanyeol tetap tidak memperdulikan ekspresi wajah itu.
DDRRRTTT….DDRRRTTT…
Lagi-lagi ponsel Chanyeol berbunyi. Ia tahu pasti Baekhyun yang menelepon, siapa lagi jika bukan dia. Chanyeol pun beranjak dari duduknya menuju ponselnya yang ia taruh di nakas (entah kapan narohnya ).
“Kau jangan mengucapkan apa pun atau kau akan tahu akibatnya!” ancam Chanyeol keras.
“Mworago? Kenapa kau selalu meneleponku? Heol!”
“Apakah kau benar-benar baik-baik saja?”
“Tentu,”
“Apa aku harus menemanimu?”
“Tidak,”
“Apakah ada sesuatu yang terjadi di sana?”
“Tidak ada,”
“Kau serius?”
“Iya,” Chanyeol mulai bosan.
“Hei~ berbicaralah dengan lengkap. Jangan hanya menjawab sesingkat itu,”
“Suruh siapa meneleponku malam-malam?!”
“Ah, baiklah sampai jumpa besok,”
“Ne~”
Tut…tuttt…
Dan kali ini Chanyeol mematikan ponselnya.
“Jadilah milikku, Yulhee,” ujar Chanyeol yang berjalan kembali ke ranjang.
“K-kau ta-taku namaku?”
“Bukankah kau yang memberitahuku saat tadi di jalan?”
“Jadi kau menyadarinya?” Yulhee tidak mempecayai itu.
“Sedikit,” Chanyeol sedikit terkekeh dan dia kembali duduk di perut Yulhee. “Diam dan lawan ketika aku memimtamu,”
“Ta-tapi…”
“Huh! Menyebalkan sekali. Bagaimana kalau aku langsung menghabisimu saja dari pada aku selalu menunggu ponselku berdering atau perkataan darimu tunggu tapi sebentar atau apa itu?!”
“Emmppphhhh… eummmm…hh…” lagi-lagi desahan hebat menggema di ruangan cukup lebar itu bersamaan dengan Chanyeol yang selalu saja mencium Yulhee tanpa ancang-ancang itu.
“Tuhhh….Tungguuuhhhhhh….”
“Andwe,” balas Chanyeol santai sambil terus melanjutkan aksinya itu.
Kali ini tangan nakal Chanyeol masuk ke dalam baju Yulhee melewati bawah. Tangannya terus meraba-raba bagian dada Yulhee dengan niatan ingin merangsang Yulhee. Dan sekarang tangan Chanyeol menyusup ke nipple Yulhee yang masih tertutup bra itu.
“Aaahhh… emmmhhhh…..hennhhhhtiiikaannnhhhh…” Yulhee tetap meronta tapi Chanyeol tidak juga mengindahkannya. Bahkan sekarang ia telah memainkan nipple Yulhee bagian kanan itu dengan memilinnya dan sesekali memencetnya hingga desahan Yulhee terdengar lebih keras lagi. Mulutnya masih melumat bibir Yulhee yang mulai mendapatkan perlawanan. Yulhee terpaksa, ya terpaksa. Juga desahan yang dikeluarkannya itu terpaksa.
‘Kau itu siapa? Kenapa kau tiba-tiba datang dalam hidupku? Kau juga tidak seperti orang yang ku tuemui sebelummu. Kau bahkan tidak mengenalku tapi memilih untuk mengantarku pulang. Dan tadi, apakah kau mengatakan kau akan melindungiku di jalan jika aku kenapa-napa? Kau kah takdirku?’ batin Chanyeol di dalam ciuman ganasnya itu. sedari tadi ia juga heran kenapa gadis itu bisa muncul tepat di harinya yang paling rendah? Jika saja tadi tidak ada gadis bernama Yulhee itu, sebenarnya Chanyeol ingin bunuh diri. Dia benar-benar muak atas perlakukan orang tuanya itu.
____——oO’0’Oo——____
Sudah sekitar 10 menit Chanyeol dan Yulhee bermain di adegan mulut mereka. Ternyata Chanyeol belum juga puas. Akhirnya dia melucuti seluruh pakaian Yulhee dengan mudahnya karena Yulhee mulai terbawa dengan suasana.
2 gundukan dan miss V milik Yulhee telah terpampang nyata di mata Chanyeol. Namun, ketika Chanyeol hendak meraup kedua gundukan Yulhee itu, dengan segera Yulhee menutupi tubuhnya dengan selimut di sana.
“Tidak adil jika hanya aku yang seperti ini. Sebaiknya kau juga,” gadis remaja itu menatap ke arah lain namun menyematkan senyuman di bibir mungilnya itu.
“Ah, baiklah kau yang meminta, dear,”Chanyeol dengan cepat langsung melepas semua pakaian yang ia kenakan. Tanpa rasa ragu lagi, Chanyeol menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh sempurna Yulhee. Ia segera menindih gadis itu dan memainkan bibir dan payudara Yulhee.
“Ah… emmhhh…. iniiiihhhh….enaahhh…kkkkhhhhh…” hampir 15 menit Yulhee terus mendesah karena Chanyeol. Mungkin awalnya dia takut, tapi ternyata ini benar-benar membuatnya kecanduan.
“Fasterhhhh….pleaseeehhhh….aahhhhh…”
“Iyaaahhhh sahhh….yanghhhhh”
“niikkkhhh…..maaatttthhhh…emmmhhhh…”
“Sudah ku bilang ‘kan? Kau pasti akan menyukai ini,”
“aahhh…emmmhh… sepertinyahhhh…..aku ingin….ahhhh…”
“Tunggu, tunggu. Bersabarlah. Kita keluarkan bersama-sama oke,” Chanyeol berbicara di dekat telinga Yulhee dan di akhir kata ia segera menggigit pelan telinga Yulhee.
“awww…sakitttt…”
“Ayo. Aku juga sudah tidak tahan lagi,”
“aaahhh…akuhhhh tertariiikkkhhh dengan inihhhh..ahhh”
Crooooottt…
Crooooottt…
Tanpa aba-aba, keduanya langsung keluar bersamaan. Ini adalah yang pertama kalinya bagi mereka. Namun…
“Ahhhh… ayo lagi,” Chanyeol menyeringai jahil kepada gadis korbannya itu dan membelai sejenak Yulhee yang tergeletak di sampingnya.
“Maksudmu?” Yulhee merasa bingung. Lagi kenapa memang? Dia benar-benar lelah sedari tadi mendapatkan perlakuan istimewa itu dari seorang yang bahkan belum ia ketahui namanya itu.
“Ronde ke-2,”
“Mwo????!!!” mata Yulhee terbelalak dan kedua bibir manisnya membentuk huruf ‘o’.
“Ayo, sayang. Ini tidak akan lama. Kita percepat ya?” Chanyeol bangkit dari tidurnya lalu berdiri membuka kedua kakinya di atas Yulhee.
GLUPP
Yulhee hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah karena di atasnya saat ini terdapat pemandangan yang menggiurkan. Sesuatu yang sudah membesar dan keras telah siap menyerangnya lagi.
Chanyeol sedikit berjongkok dan tersenyum kepada Yulhee. “Mau ‘kan?”
“Baiklah,” Yulhee mengangguk ragu.
“Emmmppphhhh….engghhhh….” seusai mendapatkan jawaban pasti dari Yulhee, Chanyeol pun langsung menyerbu bibir Yulhee dengan cukup liar. Ia sedikit membuat bibir Yulhee berdarah karena ulahnya.
“Ahhhh… sakitttthhhhh….tungguhhhhh…emhhh…” Yulhee sedikit mendorong dada bidang milik Chanyeol yang cukup menggiurkannya itu. ia benar benar kesakitan ketika bibirnya mulai berdarah terlebih lagi Chanyeol memencet nipplenya dengan sangat kuat.
“Miannhhh…” Chanyeol tersenyum sejenak dan kembali meraup bibir Yulhee meski pun terdapat rasa darah di sana. Bagi Chanyeol, itu adalah darah kemenangannya. Salah satu ibu jari kaki milik Chanyeol juga iseng menggelitiki area miss V milik Yulhee yang semakin membuat Yulhee menggelinjang tidak karuan namun masih mau melawan serangan Chanyeol itu.
.
.
.
.
Capek ah nulisnya udah puyeng juga xD oh iya, ini aku Cuma nambahin di bagan awal dan akhir krna pas kemaren buat event itu Cuma ada 2500an kata Maaf kalo kurang panas. Aku bnr” gatau gimana caranya bikin FF NC xD ini ngawur. Didapatkan dr ingatanku wktu dulu-dulu prnh bc FF NC xD maaf kalo adegan NC sbnrnya bkn bgini ‘-‘ aku ga ngerti jg sih
.
NEXT OR STOP?
Kalo next, likes nya harus 150+ dan yg komen 20+ atau sampai aku ada idenya kalo gk bgitu, ga akan next 
.
Ngomong-ngomong, nanti di next Chapter, mau dikasih adegan NC lanjutannya yulhee sm Chan itu nggk? Ato mau di skip lgsg ke school life-nya aja? 

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: