Our Wedding [Promise] Part 1

0
Our Wedding [Promise] chanyeol ff nc exo
Tittle : Our Wedding [Promise]
Author : harajukyu
Cast : Park Chanyeol, Park Yeo Jin, Do Kyungsoo and others
Genre : NC, Sad, Romance, Married Life
Rate : NC21
Nothing is needed, nothing to be damaged. This feeling, you’re feeling the same right ?
*Backsound*
Kim Bum Soo – Only You (?? ??)??
WARNING!
if you are still under age, please press the button back.
This story is original by me. Don’t copy paste!
Happy reading (???)
.
.
***
?Love That I Need?
Memang sudah sejak awal ia terbangun dari mimpinya pagi tadi, Park Chanyeol berpikir ia harus memulai aktivitas paginya lebih awal. Menyibakkan selimut, pergi mandi dan sarapan secepat yang ia bisa. Namun ia urungkan niatan itu saat tak sengaja kedua bola matanya menemukan Park Yeojin?istrinya, tengah berdiri didepan pintu dengan menenteng sebuah tas dan pakaian yang begitu rapi.
Ia berhenti sejenak saat membuka pintu mobil, tanpa diaba-abapun Park Yeojin dengan percaya dirinya ikut andil mengisi bangku kosong disebelah kursi setir Chanyeol. Tanpa berkata, Chanyeol pun tau kemana arah tujuan mereka pagi hari ini.

Ia mengendarai audi hitamnya dengan kecepatan sedang. Ini masih pagi dan terlalu awal untuknya berangkat kekantor hari ini, karena dari awal ia memang sengaja. Ia memandang lurus kedepan, melihat jalanan raya kota Seoul yang sudah tidak asing lagi. Pagi ini memang sangat cerah, matahari perlahan mulai memunculkan sinarnya. Jalanan masih begitu renggang, membuat Chanyeol juga menikmati udara pagi yang belum terpolusi dan tentu sinar surya yang semakin keluar dari tempat persembunyiannya.
Sedangkan gadis disampingnya, Park Yeojin. Sama seperti dirinya. Memilih mengarahkan wajahnya keluar jendela. Mungkin ia juga sedang menikmati apa yang Chanyeol rasakan.
Mereka saling diam. Tak ada tegur sapa sama sekali semenjak mereka keluar dari rumah. Rasa canggung dan gugup masih mendominasi mereka sebagai pengantin baru. Apalagi setelah insiden malam pertama itu. Mereka seperti tak mau memandang satu sama lain.
Memilih untuk saling diam.
Lima belas menit kemudian mobil Chanyeol sampai didepan gerbang tempat Yeojin melangsungkan pendidikannya. Kyunghee University. Tempat dimana dulu Chanyeol juga menamatkan kuliahnya dibidang jurusan Seni dan Budaya di Departemen Bisnis Administrasi. Selain menggeluti bidang bisnis, Chanyeol memang sangat menyukai musik semenjak ia kecil. Tak diragukan jika ia memang pandai dalam memainkan alat musik. Khususnya gitar. Chanyeol memilih kampus Cyber bersama ketiga sahabatnya Suho, Baekhyun dan Sehun. Karena kesibukannya yang ikut andil mengurus perusahaan ayahnya yang harus diseimbangkan dengan mata kuliah yang ia pelajari. Walaupun terbilang masih sangat muda untuk menjalankan perusahaan yang terbilang besar dan sukses dikorea, Chanyeol tak kuasa untuk sekedar menggelengkan kepala ketika ayahnya tercinta memintanya untuk ikut mengurus perusahaan dengan dalih agar saat ia benar-benar dewasa kelak ia dapat menjadi CEO yang tak tertandingi.
“Jam berapa nanti kau pulang?” Tanya Chanyeol spontan setelah Yeojin keluar dari mobil dan hendak masuk gedung.
Yeojin menoleh. Dengan tampang muram ia melihat Chanyeol berdiri disamping pintu mobil. “Jam 12! Wae?”
Chanyeol menganggukkan kepalanya paham.
“Tunggu!” 
Yeojin hendak melanjutkan langkahnya lagi namun ia berhenti dan menoleh kembali setelah mendengar seruan Chanyeol.
“Apa lagi?” Tanyanya lesu.
“Makan siang!. Tepat setelah kau selesai dengan kuliahmu. Aku tunggu kau disini dan jangan kemana-mana jika aku belum datang” Chanyeol berkata dengan cepat dan tegas. Yeojin mengernyit heran. Ada apa dengan pria ini?.
“daan.. aku tidak suka penolakan!” Lima detik setelah Chanyeol mengatakan itu ia lekas masuk kedalam mobilnya dan menginjak pedal gasnya begitu saja.
Tanpa sepatahpun mengucapkan pamit. Atau setidaknya ucapan semangat pada gadis itu.
“Terserah..” desis Yeojin. Ia kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung. Suasana riuh namun juga tidak begitu ramai menjadi pemandangan pertama.
Kakinya terus melangkah menyusuri koridor kampus. Dengan para mahasiswa yang berada disudut kanan dan kiri. Mereka menyendiri atau juga bergerombol. Ia tetap melangkahkan kakinya kedepan dan memandang lurus. Tidak menghiraukan siulan lelaki yang kadang diarahkan kepadanya ketika ia lewat.
“Park Yeojin!!”
Yeojin menoleh ketika namanya dipanggil. Terlihat teman sebangkunya, Shin HaRa yang sedikit berlari menghampirinya.
“Hara-ya..” Yeojin tersenyum lebar. “Seperti sudah lama kita tidak bertemu, aku merindukanmu” Ucap Yeojin menggenggan tangannya kemudian memeluknya erat.
“Ya ya aku juga merindukanmu! Sekarang lepaskan..” Shin Hara melepas pelukan Yeojin.
Yeojin memberenggut. Ia seperti tidak rela jika pelukannya dilepaskan begitu saja “kau tidak merindukanku…” rajuknya manja.
“Yah! tidak ada tiga hari kita tidak bertemu, kau mengatakan seolah sudah sepuluh tahun kita berpisah” sungut Shin Hara. Ia juga sedikit geli jika harus dihadapkan dengan tingkah manja sahabatnya ini.
“yah.. aku hanya rindu! sehari tidak berbicara padamu rasanya ada yang kurang. Itu saja!” Park Yeojin mengerucutkan bibirnya. Tingkahnya seperti anak kecil yang ingin meminta permen pada ibunya.
“aku tahu! berhenti bertingkah menjijikkan seperti itu padaku. Kau bukan bayi!”
“ck~ kau galak sekali nona Shin..” Park Yeojin mencubit gemas pipi Shin Hara yang menyebabkannya mengaduh sakit.
“Y-yah berhenti!” Teriaknya. Ia menggenggam kedua tangan Park Yeojin yang mencubit pipinya keras?menyuruhnya berhenti. Park Yeojin menurut, ia melepaskan cubitannya dan terkekeh melihat Shin Hara yang mengelus kedua pipinya
“Sakit sekali. Dasar monster!” bentaknya “sudah cukup! Kau mau kekelas tidak” Ia melihat Yeojin menganggukkan kepalanya.
“Tentu! Ayo kita kekelas..”
Shin Hara menarik tangan Yeojin. Menggandenganya menuju ruang kelas “kau bertingkah seolah tidak ada beban Yeojin-ah.. kemari! Akan kuperlihatkan sesuatu yang akan membuatmu tercengang. Jari-jarimu itu bahkan tidak akan cukup untuk menghitung berapa banyak tugas yang diberikan oleh dosen Han!” Sinisnya. Shin Hara terus menarik tangan Yeojin dan berjalan cepat menuju kelas mereka. Ia berhenti berjalan saat Park Yeojin tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“Sepertinya ada sesuatu yang kurang…” Park Yeojin melirik sahabatnya itu dengan tatapan menyelidik.
Shin Hara mendengus “apa lagi?”
“kau belum mengatakan kalau kau juga merindukanku..” Park Yeojin tersenyum lebar saat Shin Hara menoleh dengan tatapan membunuhnya.
“Ya Tuhan! Kau ini…” Shin Hara tampak mengepalkan tangan kirinya menahan jengkel “AKU MERINDUKANMU!! Kau PUAS” Ia menghembuskan nafasnya kasar. Ia melihat kedepan, tidak menghiraukan orang-orang yang melongo kearah mereka. Otaknya tidak memperbolehkan kedua matanya melihat wajah binar Park Yeojin yang tentu diiringi senyum lebarnya yang konyol.
“nah~ begitu. Ayo kita kekelas” Park Yeojin menggenggam tangan Hara erat. Disertai senyuman terbaiknya ia berjalan beriringan dengannya. Tidak memperdulikan tampang keruh yang ditunjukkan Shin Hara.
Shin Hara meniup poninya kasar. Ia harus ekstra sabar menghadapi tingkah sahabatnya ini yang kelewat manja. Menikah belum tentu mengubah sifatnya yang seperti bayi. Walaupun ia sudah berstatus istri orang belum tentu ia menganggap dirinya begitu. Ia tahu menikah bukanlanh keinginan Yeojin saat ini, ia masih mempunyai mimpi.
Mereka berjalan beriringan layaknya seperti saudara kembar yang sudah tidak lama bertemu. Park Yeojin tersenyum simpul, ia melirik Shin Hara yang yang berjalan sambil menatap layar ponselnya disebelah kanannya. Sedangkan tangan kirinya menggandeng tangannya lembut.
“Yeojin-ah..”
Sebuah suara lembut menginterupsi mereka berdua, memerintahkan kedua kaki mereka untuk berhenti berjalan.
Yeojin menoleh.
Ia mendapati namja itu. Seseorang itu, ia sangatlah merindukannya. Pria itu tersenyum lembut dan dengan perlahan menghampiri mereka berdua yang tengah berdiri mematung dengan mata tidak berkedip. Pria itu dengan perlahan berjalan mendekat kearah mereka, walaupun ia memakai jaket hitam tebal melapisi kaos yang berwarna hitam pula, tidak menutupi seluruh kulitnya yang seputih susu bak kulit malaikat. Kakinya yang agak jenjang dibalut dengan celana jeans abu yang sangat pas dengan porsi tubuhnya. Jari-jari kanannya memegang tas ransel yang ia sampirkan disamping kanan bahunya. Ia terus berjalan mendekat dengan senyum sumringah diwajahnya.
“Kyungsoo-ya..” lirih Hara. Ia seperti tidak percaya melihat laki-laki itu berdiri dihadapannya saat ini “Ya! Kemana saja kau”
“hai~ lama tidak bertemu. Apa kalian merindukanku?” Kata Kyungsoo dengan mengedipkan sebelah kiri matanya.
“Aku kira kau sudah bosan hidup sehingga dengan pemikiranmu yang dangkal itu kau memutuskan untuk menenggelamkan dirimu ditengah-tengah sungai Han yang membeku” Sinis Hara. Ia mengingat hari itu, sungguh. Ketika satu-satunya sahabat terbaik mereka?Park Yeojin yang tengah menyiapkan diri kedepan altar. Dengan tampang cemas dengan hati yang tidak tenang, mereka menunggu sahabat lelaki terbaiknya?Kyungsoo untuk ikut andil menghadiri pesta pernikahan Yeojin. Namun apa yang dilakukan pria itu adalah sebaliknya, ia tidak datang. Ia tidak hadir pada detik dimana seorang Park Yeojin akan melepas masa lajangnya bersama Park Chanyeol.
Senyum Kyungsoo luntur. Dengan canggung ia berusaha menjelaskan alasan mengapa ia menghilang beberapa hari ini.
“aahh~ maaf. Ada banyak kejadian yang tak terduga pada hari itu. Akan sangat sulit bagi kalian untuk mengerti, tapi aku tidak berniat seperti itu. Aku sungguh minta maaf” Kata Kyungsoo dengan nada tulus. Ia sungguh berharap kedua perempuan ini akan sangat mengerti dengan dirinya.
Harapannya menguap begitu saja tatkala melihat Shin Hara masih tersenyum sinis kearahnya. Sedangkan gadis disampingnya, Park Yeojin. Gadis itu masih sama, menurutnya sebelum menikah ataupun belum ia masih tampak seperti seorang gadis polos remaja pada umumnya.
Yeojin tersenyum simpul tatkala melihat Kyungsoo berdiri tidak nyaman dengan segenap kecanggungannya. Ia menghampiri pria itu lebih dekat “tidak apa-apa, Kyungsoo-ya. Kami memaafkanmu. Benar kan Hara-ssi?”
Shin Hara menghembuskan nafas kudanya. Dengan angkuh ia menganggukkan kepalanya cepat.
“heissh~ jangan seperti itu. Jangan menganggapnya telah melakukan kesalahan terbesar hanya karena ia tidak menghadiri pesta pernikahanku”
Gadis itu tampak menimbang-nimbang “Baiklah, aku memaafkanmu” Kata Hara sambil menundukkan kepalanya. Sebenarnya ia juga tidak tahan jika terus menahan amarah pada pria itu hanya karena sebuah hal sepele.
Kyungsoo meyunggingkan senyumannya sekali lagi. Hatinya sungguh diliputi rasa lega kita ia tidak mendapat tatapan sinis lagi dari sahabatnya itu.
“Baiklah, ayo kita kekelas bersama-sama” seru Yeojin mengalihkan pembicaraan.
“ne, Kajja!. Gomawoyo”
Mereka berjalan beriringan dengan Kyungsoo yang berada ditengah-tengah mereka. Ia tak henti-hentinya tersenyum tatkala melihat wajah kedua sahabatnya yang sangat dirindukannya.
“hey.. bagaimana dengan suamimu yang kaya raya itu?” Tanya Shin Hara saat mereka sampai pada kelas mereka dan duduk berhadapan. Ia mengernyitkan kedua alisnya saat melihat Yeojin menghembuskan napasnya gusar. Ada apa dengan bocah ini, gumamnya.
Sedangkan Kyungsoo, ia tetap fokus membolak-balikkan sebuah buku tebal yang sedari tadi menemaninya ketika sampai di kursi kelas tempat ia duduk.
“baik-baik saja” sahutnya lesu.
“jangan bohong!” Shin Hara mendelikkan matanya seolah mengintimidasi, menuntut jawaban pasti.
“aku tidak tahu, sudahlah jangan membahasnya” jawab Yeojin lesu, namun dibalas cibiran oleh Hara.
“cih~ kau ini! Kau tidak pandai menyembunyikan sesuatu Yeojin-ah, baiklah aku akan menunggu hingga kau siap bercerita padaku” Sedikit menggerutu, lalu detik selanjutnya Shin Hara melirik pria itu sejenak. Kyungsoo masih tetap memfokuskan tatapan tajamnya pada buku tebal yang ia anggap lebih menarik daripada topik pembicaraan kedua gadis itu. Rahangnya tampak mengeras dengan kedua tangan membalikan kertas dengan kasar.
-TBC-

Fc Populer:

  • amie eunhyuk

    Masih bingung sama alur cerita nya.. kaya nya menarik.

%d blogger menyukai ini: