Our Wedding [Promise] Part 2

0
ff nc Our Wedding [Promise] Part 2 chanyeol EXO
Tittle : Our Wedding [Promise] Part 2
Author : harajukyu
Cast : Park Chanyeol, Park Yeo Jin, Do Kyungsoo and others
Genre : NC, Sad, Romance, Married Life
Rate : NC21
●With That Girl●
Dedaunan yang gugur dan derak ranting pohon yang ditiup oleh angin sore, menemani seorang gadis bernama Park Yeojin yang tengah berdiri didepan taman kampus. Wajahnya yang tampak sayu ia sandarkan pada tiang yang berdiri kokoh dibalik tubuh mungilnya. Angin dengan lembut menyapu dedaunan ditepi jalan raya yang tidak pernah renggang oleh kendaraan. Yeojin menegadahkan kepalanya keatas. Awan hitam bergerumul dengan muram. Seperti dilukis dengan cat minyak kelam. Langit Seoul tampak mendung siap menumpahkan sumber kehidupan bernama air.

Yeojin mendengus. Sudah lebih dari dua jam ia menunggu didepan kampus seperti orang bodoh. Mengingat perkataan Chanyeol jika ia akan menjemputnya untuk makan siang bersama. Yeojin menuruti itu, ia ingin menghilangkan segala perasaan canggung pada pria itu. Dengan dimulainya hari ini, ia berharap dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengan suaminya. Ia sudah bosan jika terus mendapat tatapan dingin dan acuhan darinya. Karena pria itu yang terus menghindar darinya padahal mereka satu atap.
Yeojin menghentakkan kakinya sekali lagi diatas tanah yang dingin. Sungguh kedua kakinya seperti dipikul beban berat karena sudah lama berdiri. Berkali-kali ia melirik arloji yang bertenggger ditangan kirinya ‘kemana pria bodoh itu. Apa pria itu mendadak pikun dan lupa jika hari ini ia mengajakku maka siang’ gumam Yeojin kesal. Ia benci menunggu.
Perutnya terasa panas karena menahan lapar yang tak kunjung terisi karena pria itu yang belum datang. Yeojin tersenyum masam ‘apa yang aku harapkan sebenarnya, tidak mungkin pria itu akan datang. Park Yeojin sebenarnya apa yang kau lakukan disini’ gerutunya kesal. Sungguh ia ingin memukul pria itu ketika ia sampai dirumah.
“Awas saja kau Park Chanyeol, aku akan memberi pelajaran padamu” 
Yeojin menghembuskan nafasnya dengan kasar. Perlahan ia menggerakkan kedua kakinya berjalan menyusuri trotoar dan meninggalkan tempat itu. Masa bodoh dengan Chanyeol yang akan mencarinya karena tidak berada ditempat seharusnya ia menunggu. Ia sudah lelah. Begitupun dengan hatinya. Ia tidak bisa dipermainkan seperti ini.
Suara klakson terdengar tidak jauh berada di belakang tubuhnya. Yeojin mengira jika mobil itu tidak sedang mengambil perhatian darinya. Namun ia berhenti sejenak saat dirasa mobil itu terus mengekorinya. Membuntutinya persis dibelakang tubuhnya.
Park Yeojin memutar tubuhnya kebelakang.
Ia mendapati Kyungsoo tengah melongokkan kepalanya keluar jendela sambil melambaikan tangannya.
Pria itu tersenyum manis “butuh tumpangan?”
Jika sebuah pertanyaan semudah ini tidak mampu ia jawab, mungkin tidak terelakkan jika Park Yeojin benar-benar orang yang bodoh. Tapi bukan seperti itulah faktanya. Park Yeojin tersenyum lebar, kegelisahan hatinya sore ini seperti ditebus dengan lambain pria itu. Dengan mata binar gadis itu langsung melayangkan kedua pantatnya pada sebuah kursi disamping Kyungsoo yang nyaman.
“Sudah berapa lama kau berada disana, Yeo?” Tanya Kyungsoo hati-hati. Ia melirik gadis itu sejenak. Ia begitu paham akan semua ekspresi gadis itu. Seperti saat ini, gadis itu tengah mengerucutkan bibir mungilnya. Pertanda ia sedang tidak dalam mood yang baik. Park Yeojin sedang kesal.
“Kyungsoo-ya..” Yeojin menoleh kesamping pada Kyungsoo yang sedang fokus menyetir. Ia memanggil nama itu memelas, yang dibalas gumaman dari pria itu.
“Aku lapar. Antarkan aku pada salahsatu restoran entah dimanapun itu. Aku hanya ingin perutku terisi” Tegas Yeojin. Ia mengurungkan niatnya untuk segera pulang kerumah karena dirasa perutnya yang benar-benar melilit. Pria disampingnya tekekeh pelan, dengan diiringi senyum terbaiknya, Do Kyungsoo menganggukkan kepalanya patuh “apapun untukmu, nona”
***
Park Yeojin dan Kyungsoo mendaratkan kedua bokong mereka masing-masing pada salahsatu meja makan yang sudah mereka pesan sebelumnya. Seorang pelayan muda menghampiri mereka berdua dengan tersenyum manis “apa yang ingin kau makan, Yeo?” Tanya Kyungsoo.
“Terserah kau. Aku akan memakan apa saja yang dihidangkan dimeja”
Kyungsoo terkekeh mendengar pernyataan gadis ini. Park Yeojin benar-benar lucu jika sedang merasa kesal. “Pesankan kami menu utama direstoran ini, jika perlu semua menu siapkan diatas meja ini. Jangan khawatir gadis ini akan menghabiskan semuanya”
“Ne, algesseumnida”
Secepat kilat Park Yeojin menoleh, mata bulatnya menatap Kyungsoo tajam “bukan aku yang akan membayarnya” Ucap Yeojin serius.
“Kau yang makan maka kau yang bayar” Jawab Kyungsoo cepat. Kedua bibirnya terkatup rapat menahan tawa melihat ekspresi aneh Yeojin.
“Aku tidak mau”
“maka tidak usah makan”
“Yak! Kauㅡ” 
Park Yeojin memberenggut sebal. Kedua tangannya berada dibawah daguㅡmenyangganya. Ia terus menatap Kyungsoo yang tak kunjung mengatakan apapun. Mengapa terasa sangat sulit, ia hanya ingin perutnya terisi.
Detik selanjutnya adalah terdengar tawa Kyungsoo yang menggelegar. Pria itu tertawa lebar memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi. Ia tertawa seolah tidak ada beban dalam hidupnya. Kedua tangannya saling bertepuk dengan mata terpejam. Tawa khas seorang Do Kyungsoo.
Melihat hal itu, reflek kedua bibir Yeojin ikut tertarik membentuk sebuah senyuman. Ia ikut tertawa bersama Kyungsoo, entah apa yang tengah mereka tertawakan. Namun perasaannya sedikit lebih lega saat ia dapat tertawa lepas seperti ini.
“Kyungsoo-ya, hentikan! Berhenti tertawa. Hey, kenapa makanannya lama sekali”
Dengan bibir yang masih tertawa lebar Park Yeojin mengedarkan pandangannya kepenjuru restoran. Berharap sang pelayan yang baik hati itu akan segera membawakannya makanan yang sedari tadi dinantikannya.
Senyumnya luntur tatkala ia melihat pria itu. Tubuh tegap yang dibalut setelan jas dengan dasi yang tersimpul rapi, kedua kaki panjangnya terbalut celana hitam panjang senada dengan jas yang ia kenakan. Tengah tersenyum lebar dengan seorang gadis dihadapannya. Walaupun ia melihat semuanya dari samping, namun tak pelak jika dugaannya memang benar dan ia mengenali pria itu, Park Chanyeolㅡ suaminya. 
Park Chanyeol terlihat tertawa lebar dengan wanita yang bersamanya. Gadis itu mengenakan setelan jas dan rok pendek selutut yang sangat seksi. Gadis yang terbilang sangat cantik dan menggoda untuk ukuran pria dewasa seperti Park Chanyeol.
Entah nasib sial jenis apa yang tengah menimpanya saat ini. Paru-parunya terasa diremas dengan kuat, seperti berhenti dialiri oksigen dan ia kesulitan bernafas. Dadanya terasa sesak, membuat detakan jantungnya berjalan lebih cepat. Air wajahnya berubah suram menciptakan mimik menyeramkan berupa luapan amarah yang sulit terbendung.
Park Yeojin mengatupkan bibirnya rapat. Tangannya saling meremas menyalurkan emosi yang siap membludak detik ini juga. Ia tersenyum masam. Ia merasa dipermainkan. 
Memang sedari awal ia acuh dengan ajakan Chanyeol. Namun, hati kecilnya mengatakan jika tak ada salahnya ia ingin mencoba hal baik bersama Park Chanyeol. Ia hanya tidak ingin ada hubungan tidak baik antara dirinya dan pria itu. Tidak terhitung berapa lama ia menunggu. Berdiri hingga sore dengan perut kosong. Berharap jika pria itu akan menjemputnya. Ia menyerah pada Kyungsoo yang bersedia mengantarnya.
Saat keinginannya sedikit lagi terpenuhi, kedua matanya malah menangkap pemandangan yang ternyata menyulutkan emosinya.
Park Chanyeol yang tengah berkencan. Dihadapannya.
Park Yeojin tertawa getir. Kyungsoo yang melihatnya secara reflek mengibaskan kedua tangannya kehadapan wajah Yeojin. Ia mencubit pipi itu tatkala tak ada respon dari gadis itu. Kyungsoo mengarahkan pandangannya, matanya terpaku pada pasangan yang duduk berada tidak jauh disebelahnya. Ia sekarang tahu apa yang membuat mood gadis ini berada pada kondisi yang tidak baik. Dan pemandangan ini seperti menambah pengaruh suasana hatinya yang buruk menjadi semakin buruk.
Kyungsoo mengalihkan jari-jarinya menangkup wajah Yeojin dengan kedua telapak tangannya yang lebar dan hangat. Menarik lembut kepalanya agar menatapnya.
“Gwenchanayo?” Tanyannya hati-hati. Ia mengusap pipi itu lembut. Yeojin membalas hanya dengan anggukan pelan. Tangannya secara reflek menggenggam balik tangan yang menangkup kedua wajahnya hangat.
Ia kembali mengalihkan pandangannya. Disana ia melihat pria itu, Park Chanyeol yang tengah menatap balik kearahnya dengan otot rahang yang berkontraksi kuat menciptakan guratan panjang diarea lehernya bak tinta timbul. Mata pria itu berkilat merah dengan tangan yang mencengkeram secarik kertas yang dipegangnya.
Pria itu berdiri dengan segala keangkuhannya. Nafasnya tampak memburu. Ia melempar dokumen yang berisi kertas penting itu asal. Wanita yang sedari tadi menemaninya mengobrol terlonjak kaget dengan tingkah relasinya itu yang mendadak aneh.
“Maaf, Kyo-ssi. Sepertinya pertemuan kita kali ini harus kita tunda untuk sementara. Ada urusan kecil yang harus aku selesaikan” Nafas Chanyeol tampak memberat. Dengan berat hati ia menyuruh gadis itu pergi. Wanita berdarah Jepang yang tidak mengerti apa-apa itu hanya mengangguk patuh menuruti perintah Chanyeol. Ia bergegas pergi tanpa mengajukan sepatah katapun, nyalinya menciut melihat suasana hati Chanyeol yang mendadak suram.
Kedua kaki jenjang pria itu dengan mantap melangkah lebar menuju tempat dimana Yeojin berada. Nafasnya yang berat tampak semakin memburu. 
Park Yeojin mendongakkan kepalanya keatas. Sesaat ia tersentak, namun sesegera mungkin ia menormalkan air mukanya yang mendadak ciut. Nyalinya sedikit merosot melihat Park Chanyeol yang berdiri dihadapannya dengan wajah beringas. Ekspresinya menggambarkan jika ia dapat kapan saja menghabisi seseorang kapanpun ia mau.
“Apa yang kau lakukan disini” Suaranya bergetar. Park Chanyeol menatap tajam Yeojin yang dimatanya terlihat serasi bersama pria disebelahnyaㅡKyungsoo.
Park Yeojin menegakkan tubuhnya. Mensejajarkan posisinya dengan Chanyeol. Nafas mereka sama-sama memburu. Park Yeojin menatap balik manik mata Chanyeol, sorot matanya memperlihatkan amarah dan kecewa. Suasana mendadak mencekam, tak ubah seperti ular kobra dengan musang, ia dan Park Chanyeol siap menerkam satu sama lain.
“Seharusnya pertanyaan itu adalah milikku” suaranya menggema penuh emosi, Park Yeojin membalas pertanyaan pria itu dengan intonasi tinggi. Sedangkan Kyungsoo hanya membulatkan mata penuh menyaksikan kedua pasangan yang sedang bersitegang, merasakan aura mencekam dari dua orang ini.
“Ayo kita pulang!!” Chanyeol menarik tangan kanan Yeojin paksa. Namun segera ditepis dengan kasar oleh Yeojin
“jangan menyentuhkuㅡ”
Park Chanyeol mengeraskan rahangnya lebih kuat. Hatinya tertohok mendapat penolakan keras dari gadis itu.
“Ayo. Kita. Pulang. Sekarang!”
“Aku tidak mau!”
“PARK YEOJIN!!!!”
-TBC-

Fc Populer:

  • amie eunhyuk

    Wahhh seruu niehh…

%d blogger menyukai ini: