Office Girl Part 3

0
Office Girl Part 1 ff nc kyuhyun


Author : Miss Bonbon
Title : Office Girl (Part 3)
Genre: Romance, Comedy (maybe)
Category: NC 17, Romance, Comedy (Maybe)
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Oh Ri Jin
Choi Siwon
Support Cast:
Jung Ji Hyun
Lee Donghae
Lee HyukJae
Lee Sungmin
Park Hara
THIS STORY IS MINE, NO REUPLOAD, NO PLAGIAT!!
WARNING !! Typo bertebaran di mana-mana. Dont forget for RCL
Donghae menatap Ri jin dengan kening berkerut ketika gadis itu melewatinya saat ia sedang mengobrol dengan Minji yang juga merupakan sekretaris kyuhyun, raut muka gadis itu sungguh tidak mengenakan, memerah dan tajam.

Tanpa berlama-lama lagi donghae meninggalkan minji segera masuk kedalam ruangan kyuhyun karena ia harus menyerahkan proyek kerjasama dari CSW Corp.
“kyu ini berkas proyek kerja sama CSW Corp yang kemarin kau minta”. Pria yang memiliki senyum lembut dan manis ini menghampiri kyuhyun yang juga sedang menandatangi berkas pekerjaan yang lain.
Kyuhyun hanya bergumam, kemudian donghae duduk di hadapan kyuhyun menatap dalam pria itu. Merasa dirinya sedang di tatap seperti itu membuat kyuhyun menatap donghae dengan dahi mengerut seakan bertanya ‘ada apa?’
“kau apakan gadis itu?” mengerti maksud pertanyaan donghae membuat kyuhyun acuh tak acuh.
Merasa tidak mendapatkan jawaban membuat donghae mendengus kesal, “hey aku sedang bertanya denganmu kyu”
Setelah menandatangani berkas yang tadi di bawa oleh donghae, kyuhyun menopang dagu dengan kedua tangannya sambil tersenyum smirk. Melihat itu semua donghae jadi mempunyai firasat yang tidak enak.
Kasihan melihat raut muka dari kakak sepupunya, tanpa perlu banyak bicara kyuhyun menyerahkan selembar kertas ke hadapan donghae. Dahi pria bermarga Lee itu berkerut bertanya-tanya sambil sesekali menatap kyuhyun.
Kyuhyun membenahi letak duduknya menyilangkan kakinya sambil bersedekap. “kau bisa membaca itu dulu hyung”
Tanpa basa basi donghae segera membaca selembar kertas yang tadi juga di baca oleh Ri jin. Hening beberapa menit namun setelahnya kedua bola mata donghae membulat terkejut, pria itu menatap kyuhyun tidak percaya
“kau serius kyu?” Tanya donghae sambil mengacungkan selembar kertas perjanjian itu dan meletakkannya di atas meja kebesaran CEO CJH Corp itu.
“kalau aku tidak serius untuk apa aku membuat surat perjanjian itu disertai beberapa keuntungan untuk gadis itu hyung” jawab kyuhyun santai.
“tapi disini tertulis lebih banyak menguntungkanmu kyu” balas donghae sambil menunjuk surat perjanjian itu.
“kalau tidak seperti itu untuk apa aku membuat surat perjanjian hyung” balik kyuhyun membalas perkataan yang sama membuat donghae mendengus malas. Sepupunya ini memang keras kepala dan selalu menang argument dengannya.
“ok, itu terserahmu kyu. Tapi aku bertanya-tanya untuk apa kau ingin menjadikannya pacar pura-puramu?jangan katakan ini ada hubungannya dengan masa lalumu kyu?” donghae memicingkan mata kearah kyuhyun.
Kyuhyun menatap donghae tanpa ekspresi. Pria itu bangkit dari duduknya di ikuti tatapan dari donghae. Sepertinya donghae benar-benar menanti jawaban dari kyuhyun. Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan.
“bukankah 5 menit lagi akan ada rapat direksi hyung” lagi-lagi donghae mendesah frustasi. Adik sepupunya ini jika berbicara mengenai masa lalunya selalu mengalihkan topic atau pergi begitu saja. Tapi biar bagaimanapun donghae tetap mengikuti langkah boss besar perusahaan itu keruang rapat.
Di sebuah ruangan masih di perusahaan CJH Corp Oh Ri jin berjalan mondar mandir sambil memegang kain pelnya. Sesekali ia mengacak frustasi rambutnya sehingga rambut yang telah ia ikat ekor kuda itu sedikit berantakan, tidak jarang juga ia mengeluarkan makian bahkan tendangan udara. Mulai sudah sikap aneh gadis ini kambuh.
“aish!! Bagaimana ini!! Sial!! Mengapa aku harus bertemu denganmu  pria bunciitt!!” sekarang gadis itu mulai memaki kain pel yang tidak berdosa itu. Karena kesal ia buang kain pel itu ke lantai kemudian gadis itu bersedekap. Mengetuk-ngetuk dagunya mencoba lagi berpikir untuk keluar dari masalah yang di buat oleh kyuhyun.
Bermenit-menit Ri jin mengetuk terus dagunya untuk berpikir namun otak pas-pasan miliknya tidak mengeluarkan secuil ide pun. Karena kesal dan membuang waktu ia ambil kembali kain pel yang tadi ia buang dan melangkah keluar dari ruangan itu. sampai ia melupakan sesuatu bahwa ia harus menyelesaikan tugasnya mengepel ruangan itu. Ck.
“Oh Ri jin ssii?!” panggil seorang rekannya ketika gadis itu sedang berjalan di koridor lantai dua menuju lantai dasar. Sebelum ia membalikkan tubuhnya ia menghela nafas berkali-kali untuk menenangkan hatinya yang memang masih di selimuti rasa kesal.
“Ne, ada apa Lee sungjae ssii?” Tanya Ri jin dengan senyum yang ia upayakan tidak menjadi aneh, namun rekannya yang sudah bekerja dua tahun ini merasa ada yang aneh dengan Ri jin terlihat dari senyumnya. Tapi ia tidak mau ambil pusing karena ia tau Ri jin seorang gadis yang seperti apa.
“kau di panggi tuan Kim” dahi Ri jin mengkerut, tumben kepala office girl dan office boy itu memanggilnya.
“baiklah, gumowo sungjae ssii” pria itu membalasnya dengan tersenyum dan segera pergi meninggalkannya.
Tanpa banyak membuang waktu lagi, Ri jin pergi menuju ruangan atasannya itu. Sesampainya disana ia lihat tuan Kim sedang memegang sebuah berkas. Pria yang berumur 40 tahun itu tersenyum ketika melihat Ri jin berdiri di hadapannya.
“ini ada titipan untukmu”
“untukku?” Tanya ri jin dengan alis terangkat seraya mengambil berkas yang telah disodorkan oleh tuan Kim
“Ne, tadi Seo Minji ssii memberikannya kepadaku katanya ini untukmu. Ya sudah aku ingin kembali bekerja. Ahh aku lupa memberitahukanmu sesuatu.” Tuan kim menatap lekat gadis itu sambil tersenyum, pria itu sudah menganggap ri jin seperti anaknya sendiri.
“ku harap kau bisa mempertimbangkan dengan baik sesuatu apa pun itu, pikir dengan matang-matang dan jangan gegabah memutuskan sesuatu jika itu menurutmu sangat merugikan dirimu sendiri atau orang lain eoh. Tanya hati kecilmu” pria paruh baya itu pergi meninggalkan ruangannya dan meninggalkan Ri jin yang berdiri melongo mendengar ucapan atasannya itu. Mengapa perkataan atasannya itu seakan menembak semua kegundahan di hatinya. Tatapan gadis itu tertuju kepada berkas yang berada di tangannya. ‘berkas apa ini?’ tanyanya dalam hati.
Ketika tangan mungilnya ingin membuka berkas itu ada seseorang mengintrupsi kegiatannya, “ri jin ah bisakah kau membantuku?”
Ri jin menoleh kearah pintu ruangan itu, “Ne” jawabnya sambil membawa berkas itu. Sebelum membantu rekannya itu, gadis itu menuju lokernya dan menaruh berkas itu terlebih dahulu.
Tidak berbeda jauh dengan gedung pencakar langit milik CJH Corporation, gedung pencakar langit ini pun sedang di sibukkan dengan aktifitas karyawannya. Gedung pencakar langit yang di ketahui bernama CSW Corporation anak dari pemilik Hyundai Group yang bernama Choi Kiho. Seperti saat ini beberapa orang penting sedang melakukan rapat yang di pimpin langsung oleh CEO mereka.
CEO mereka begitu serius memaparkan sebuah proyek yang nantinya akan di garap bersama oleh CJH Corporation. Tidak bisa di pungkiri charisma CEO mereka ini begitu kuat terbukti dari sang sekretaris yang selalu menatap memuja atasannya itu. Tubuh tinggi atletis 183 cm, memiliki otot-otot yang kuat, mempunyai lesung pipi menghiasi wajahnya ketika sedang tersenyum, tidak lupa darah blasteran Amerika mengalir dalam darah pria yang bernama Choi Siwon ini membuatnya semakin di gilai wanita manapun dan juga pria tampan ini begitu ramah dan rendah hati menambah nilai plus untuknya. Benar-benar pria idaman setiap wanita.
“Yuna ssii?” panggil sang CEO membuat sekretaris itu gelagapan, Oh tuhan sepertinya sangking asyiknya ia melamunkan bossnya itu ia jadi sedikit melupakan rapat, Karena takut wanita itu jadi gemetar di tempat duduknya takut-takut bossnya itu marah dan memecatnya. Namun siapa yang menduga CEO tampan mereka hanya tersenyum melihat sekretarisnya yang diketahui baru bekerja 5 bulan itu sedang menatap memuja dirinya.
“baiklah untuk rapat kali ini aku tutup. Untuk Ji Hyo ssii tolong nanti  keruanganku bawa semua berkas yang tadi sudah ku paparkan jangan sampai ada yang tertinggal” tegas Siwon. Selanjutnya tatapan tegas itu mengarah kepada sekretarisnya yang sudah berdiri sambil menunduk, “dan Yuna ssii ku harap kejadian ini tidak terulang kembali” membuat yuna sekretaris siwon mengangguk menyesali perbuatannya. Semua penghuni ruang rapat mengundurkan diri. Hanya tersisa siwon dan yuna.
Ketika sampai di depan pintu ruang rapat siwon berbalik menatap yuna yang masih setia berdiri sambil menundukkan kepalanya. Siwon tersenyum geli melihat gadis yang merupakan keponakan angkatnya itu
“hey mau sampai kapan kau menunduk begitu yuna ah” tegur siwon sambil tersenyum geli. Yuna langsung mendelik kearahnya ketika pria itu sudah berkata tidak formal, bibir gadis itu berkedut tidak suka. Ia hampiri paman kesayangannya itu.
“samchon sungguh menyebalkan! Kau membuatku malu!” yuna memanyunkan bibirnya sebal. Ia tatap tajam paman tampannya itu. Membuat siwon tergelak tertawa, semakin kesal pula yuna melihatnya.
“kau tau sedang rapat, tetapi masih memandangku seperti itu seakan aku adalah sungmin incaranmu itu”. Gadis itu melotot menatap siwon, yang dibalas pria itu hanya tersenyum lebar. Astaga kenapa paman menyebalkannya ini membawa-bawa sungmin! Membuat yuna merona jadinya.
“SAMCHON!!” yuna kesal terus di godai oleh pamannya ini. Ini yang selalu membuat yuna lebih dekat dan sayang dengan pamannya di banding ayahnya sendiri. Walaupun ayahnya diangkat oleh Choi Kiho -ayah dari Choi Siwon- tapi Ayahnya itu yang bernama Choi Minjung selalu sibuk mengurus anak perusahaan Hyundai group di bandingkan dirinya. Siwon sudah seperti paket komplit untuknya, bisa menjadi sahabat, kakak, paman maupun ayah.
“hahahaaa arra arra, kau tau. Seandainya tadi tidak sedang rapat aku pasti akan tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah pucatmu itu” ucap siwon sambil menunjuk wajah yuna yang sudah merona menahan kesal dan malu.
“aish!! Pantas saja kau tidak laku-laku”
BLAAMM
Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakuan kekanakan keponakannya itu, padahal usianya sudah 24 tahun tapi tingkahnya seperti gadis remaja. Namun kelakuan itu berubah 180 derajat jika di depan gadis itu ada seorang Lee Sungmin yang juga merupakan sahabatnya sejak di bangku perkuliahan.
Siwon keluar dari ruang rapat itu menuju ruangnya. Selama berjalan pria tampan ini selalu menebar senyum indahnya jika ada karyawan yang berpapasan dengannya. Dan selalu membalas sapaan mereka. Ini yang selalu mereka kagumi dari boss besar mereka.
Ketika tiba di depan meja sekretarisnya –keponakannya- siwon dapat melihat raut wajah cemberut milik keponakannya itu masih belum hilang sejak gadis itu meninggalkan ruang rapat membuatnya menghela nafas panjang. Kalau sudah begini urusan tidak tegur sapa akan semakin panjang, baiklah pria itu kini mengalah dan sedikit memberikan sogokan untuk Yuna.
Ia rogoh saku celananya mengambil ponselnya mendail nomor anak buahnya. Sesekali ia melirik Yuna, “hallo James tolong kau pesankan tas Chanel Diamond Forever. Ku mau tas itu besok atau lusa. Aku akan transfer uangnya ke rekeningmu dan kau antarkan langsung ke nona Choi Yuna arrasho!”
Mendengar tas yang selama ini menjadi incarannya tersebut, membuat yuna mendongak menatap siwon dengan tatapan berbinar. Senyum merekah gadis cantik itu terbit. Ia berjalan memutari meja kerjanya dan berdiri di hadapan siwon, “SAMCHOOONN!! Kau serius?!” tanyanya sedikit berteriak. Siwon langsung saja mengintrupsi gadis itu untuk mengecilkan volume suaranya sambil melihat sekeliling. Untung saja tidak ada karyawannya yang berkeliaran.
“seperti yang kau dengar gadis manja” siwon mengacak gemas poni keponakannya itu. Yuna sempat cemberut karena ucapan paman tampannya itu tapi sedetik kemudian ia tersenyum senang.
“Gumowo samchon kau yang terbaik” yuna mengacungi dua jempol yang dibalas senyuman lembut oleh siwon.
“baiklah, jika esok atau lusa tas impianmu itu sudah tiba segera hubungi aku arrasho”
Yuna mengangguk cepat sambil tersenyum. “ya sudah, nah sekretarisku yang cantik jika nona Song Ji Hyo tiba, suruh saja ia segera masuk ruanganku mengerti?”
“siap boss” balas yuna sambil ia melakukan gerakan menghormat untuk memberi penghormatan untuk pamannya yang tampan itu.
Siwon terkekeh melihat tingkah yuna selanjutnya ia melangkah masuk keruangannya. Pria itu melepaskan jas dan menggantungnya di tempat yang memang sudah tersedia, menggulung kemeja abu-abunya sebatas siku dan mulai duduk di kursinya. Belum sempat ia membuka berkas pekerjaannya, ponsel di saku celananya bergetar. Alis tebal pria tampan itu naik seakan bertanya-tanya ‘untuk apa cassanova ini menghubungiku?’ tanpa membuang waktu lagi siwon mengangkat telpon itu
“yeoboseyo”
“Hey pria tampan apa kabarmu eoh?” sapa seseorang di seberang sana. Siwon beranjak dari kursinya berjalan menghadap jendela memandangi gedung-gedung pencakar langit lainnya, ia memasukkan tangan kirinya ke dalam saku.
“aku baik, bagaimana dengan karirmu eoh? Lebih nyaman di Jepang rupanya” Siwon tersenyum mendengar seseorang diseberang sana tertawa.
“sangat nyaman malah, tapi sayang aku mempunyai kontrak menyanyi di salah satu stasiun tv di korea dan sepertinya aku harus menetap lebih lama disana karena aku ada tawaran bermain drama” balas orang itu.
“aku akan kekorea besok, maka dari itu aku menghubungi sekaligus mengundangmu untuk datang ke club Ellui. Yah hitung-hitung temu kangen bung” lanjut orang itu
“temu kangen atau mengincar wanita Lee Hyukjae?” Tanya siwon sambil tersenyum. Siwon hapal betul sahabatnya ini, si Lee Hyukjae sang cassanova tampan yang di miliki SM Entertaiment, agensi yang menaungi pria itu.
Hyukjae hanya tertawa renyah mendengar pertanyaan siwon, “sambil menyelam minum air”.
Siwon tertawa mendengar kalimat jenaka sahabatnya itu. “hahaa ok ok. Tapi kau sudah pastikan 3 pria itu akan ikut serta kan?”
“kau tenang saja sobat, mereka langsung senang mendengarnya. Kau kan tau sudah lama sekali kita tidak berkumpul bersama”
Siwon mengangguk setuju atas perkataan hyukjae walaupun pria itu tidak melihatnya. “baiklah kalau begitu aku ingin mempersiapkan hadiah untukmu ”
“what? Hadiah apa?” hyukjae terdengar ceria mendengarnya. Jarang sekali sahabat tampannya ini ingin memberikannya hadiah. Kecuali jika hari ulang tahunnya.
“satu bungkus kondom”
“MWO?!! YA!” siwon tergelak tertawa terbahak-bahak membuat hyukjae mendengus kesal. Ia sudah menduganya.
“hahahaa arraso. See you tomorrow Mr. Lee” segera saja ia memutuskan sambungan telpon itu, jika tidak mulut cerewet hyukjae tidak habis-habisnya akan terus mengoceh kesal. Siwon tidak mau telinganya pengang nantinya.
Tok Tok Tok
Siwon berbalik dan melihat seorang wanita membungkuk hormat kepadanya. Pria itu tersenyum “silahkan duduk ji hyo ssii. Kau sudah membawa berkas yang aku minta?” ucap siwon sambil mengarahkan ji hyo untuk duduk di depan meja kebesarannya. “Ye sajangnim”.
~OFFICE GIRL~
Di depan kawasan Apartement yang lumayan tidak terlalu mewah dan mahal itu seorang gadis berjalan lesu sambil sesekali menepuk punggungnya. Shinrimdong memang Apartement yang bisa di bilang tidak terlalu ramai karena kawasanannya sedikit menjauhi jalanan utama. Apartement gadis ini berada masuk ke dalam lagi dari kawasan shinrimdong. Shinrimdong memang dikenal dengan apartement yang berjejer mahal dan mewah, karena disini juga di huni oleh beberapa artis terkenal seperti contohnya keluarga artis campuran korea jepang Eunhyuk.  namun siapa sangka diantara apartement-apartemen mahal dan mewah itu, ada satu apartement yang menawarkan harga tidak terlalu mahal. Yah itu adalah apartement yang saat ini di huni oleh Oh Ri Jin bersama Park Hara.
Ri jin segera menghempaskan tubuh mungilnya ke atas sofa ukuran sedang di ruang tengah apartementnya dan membuang ke lantai tas selempangnya. Segera badan mungil itu tengkurap, terdengar desahan kelelahan meluncur dari mulutnya.
“aigooo aku lelaaahhh sekali” keluhnya sambil memukul punggungnya lagi.
“aku mengantuk, hwaaaaa, aku mengantuuukkk…. Tapi lapaaaarrr” rengeknya sambil menggerak-gerakan kaki mungilnya serta tangannya menepuk-nepuk tangan sofa.
Sungguh tingkah Ri jin saat ini seperti seekor ikan yang kehilangan nafasnya setelah mendarat di daratan. Orang yang melihatnya pasti geli.
Tiba-tiba ia terdiam, tangan kirinya terkulai menggantung kelantai sementara tangan kanannya berada di atas kepalanya yang sudah mengarah menyamping. Tidak bisa di pungkiri kepala gadis ini masih pusing karena kejadian tadi siang.
“aish!!! Ini semua gara-gara pria buncit itu!!!” ia terduduk dengan tiba-tiba karena kesal jika mengingat hal itu. Sepertinya emosinya kembali datang, gadis itu mengacak-ngacak rambutnya dan membuka ikatan rambutnya. Semakin kesal ia memukul tempat duduk sofa itu, kemudian terlentang dengan badan yang digerak-gerakan. Benar-benar aneh sekali gadis ini.
Karena lelah, dengan nafas memburu ia menatap nyalang langit-langit apartementnya seolah langit-langit itu adalah kyuhyun.
“kenapa kau begitu menyebalkan eoh!” teriaknya.
Kedua tangan mungil itu terulur cepat keatas seperti ingin mencekik seseorang, “MATI KAU CHO KYUHYUUUUUUUNNN!!!”teriaknya membahana memenuhi ruangan itu.
Badan itu kembali terkurap sambil nafasnya ngos-ngosan akibat berteriak barusan. Ia ambil bantal sofa yang sudah tergeletak di lantai dan menindih mukanya di atas bantal itu. Ri jin mengerang frustasi. Ia lempar lagi bantal itu ke lantai. Sungguh kasian nasib bantal sofa itu, ck.
Hening sejenak,
Kepalanya menyamping dengan bibir mengepout sedih. Sungguh gadis ini benar-benar labil, tadi marah-marah, sekarang ekspresi wajahnya berubah sedih.
“aku lapar” rengeknya pelan. Bibir mungil itu semakin maju seperti seorang anak kecil yang merengek kepada ibunya jika ingin meminta sesuatu.
“aaakkuuuu lapaaarr” rengeknya lagi. Tiba-tiba ri jin meraung lebih kencang sambil kedua kakinya menendang-nendang di udara.
“AKUUUUUUUU LAPAAAAAAAAAAR HUWAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”
“Gadis menyebalkan itu benar-benar menyiksaku. Dia tau aku tidak bisa memasak, malah dia lembur. HUWAAAAAAAAA!! KAU JAHAAAAAAT PARK HARAAAAA!!!!!”
“AKUUUU LAPAAAAAR!!”
“AKUU LAPAAAR!”
“a..ku la…par!” suaranya semakin lama semakin rendah dikarenakan lelah oleh kegiatan anehnya. Mata indah itu sayup-sayup ingin menutup. Karena sudah tidak tahan lagi Ri jin pun tertidur sambil terkurap melupakan kelaparan yang tadi ia raung-raungkan. Kasihan sekali gadis ini.
Di lain tempat, masih di tempat yang bernama Apartement namun kawasan berbeda, yaitu Gangnam. Apartement yang terbilang mewah dan harganya sungguh selangit ini memang merupakan apartement untuk kaum elite, penghuninya saja seperti artis Kim tae hee, Rain, WonBin, Lee Min Ho bahkan supermodel Asia asal China bernama Liu Wen yang juga di ketahui menempati Apartement itu, karena tak jarang wajah sexy miliknya akhir-akhir ini sedang wara-wiri di stasiun televisi korea selatan, ada juga pejabat bahkan konglomerat.
Tidak heran pengamanan apartemen itu sangat ketat, bahkan ketika orang asing yang ingin memasuki area apartement itu harus di deteksi terlebih dahulu.
Seperti saat ini ketika mobil Mercedez Benz New S 500 L (CBU) milik kyuhyun memasuki area apartementnya, ia di hentikan oleh seorang satpam. Membuat pria tampan itu mengernyit dan menatap tajam satpam itu. Pria yang duduk di kursi kemudi mobilnya pun juga ikut mengernyit tak mengerti.
Satpam itu berdiri tidak jauh di samping mobil kyuhyun, seakan mengerti sopir pribadi kyuhyun keluar menghampiri si satpam.
“maaf tuan, saya harus memeriksa anda dan mobil anda” ucap satpam itu.
Kim bung sok sopir kyuhyun mengernyit tidak mengerti. Tumben sekali, biasanya mobil tuannya akan masuk begitu saja tanpa ada halangan seperti ini.
“kenapa? Bukankah akan masuk begitu saja?” Tanya Bung sok bingung.
“maaf tuan, tapi ini memang sudah peraturannya”. Balas satpam itu sambil melangkah menuju bung sok ingin mendeteksi seluruh badan pria berumur 37 tahun itu.
“hey, hey, tung…tunggu dulu…” kilah bungsok sambil berjalan mundur.
“tolong tuan jalan persulitku. Aku menjadi curiga kepadamu tuan” balas si satpam itu sambil menatap curiga ke bung sok.
“Ne?” bung sok terkejut mendengar ucapan satpam itu. Astaga satpam ini mencurigainya sebagai orang jahat? Yang benar saja.
“begini….” Ucapan bung sok terputus karena kyuhyun keluar dari mobilnya dan menatap tajam ke arah si satpam itu.
Kyuhyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, aura gelap memancar di sekitar situ membuat bung sok bungkam, ia tau pasti tuannya ini kesal.
Kyuhyun berjalan menghampiri bung sok dan satpam itu. Bung sok menundukkan kepalanya. Kyuhyun menatap satpam itu intimidasi, di telusurinya satpam itu dari bawah sampai atas dan tatapan itu terhenti pada name tag si satpam.
Pria itu tersenyum meremehkan, “kau telah salah menilai seseorang Kim Ryeowook ssii”.
“maaf tuan, tapi ini merupakan peraturan dari atasan saya, jadi…”
“siapa atasanmu?!” potong kyuhyun dingin membuat ucapan ryeowook terputus.
Bohong jika ryeowook tidak gemetar mendengar nada dingin dari pria ini. Ia menggenggam erat alat pendetector itu dengan mulut masih terkatup.
“AKU BERTANYA SIAPA ATASANMU?!” bentak kyuhyun kasar. Membuat bung sok dan ryeowook menjengit ketakutan. Sebelum ryeowook mengeluarkan kata-katanya seorang satpam lain berlari tergopoh-gopoh menghampiri tempat yang sudah mencekam itu.
“maaf tuan kyuhyun, ada apa ini?” Tanya satpam yang baru tiba dengan tergopoh-gopoh itu.
Tanpa memperdulikan satpam itu kyuhyun sekali lagi bertanya kepada ryeowook, “aku bertanya sekali lagi siapa atasanmu kim ryeowook ssii?!!”
Sambil menunduk pria yang pendeknya kurang lebih 163 cm ini menjawab, “shin dong hee tuan”. Selanjutnya tatapan tajam milik kyuhyun mengarah ke satpam yang baru datang itu.
“aku tidak ingin ini terjadi lagi, aku tau dia baru. Tapi jika ini terjadi lagi, aku tidak segan-segan memecat kalian berdua.” Kyuhyun berlalu memasuki mobilnya di ikuti bung sok sopirnya.
Mobil kyuhyun melewati dua satpam yang masih menunduk itu. Setelah mobil kyuhyun hilang dari pandangan, shin dong hee berujar, “haish! Kau ini! sudah ku kasih foto-foto penghuni apartemen ini, masih belum mengingatnya eoh?! aish jinja!” gerutu satpam itu sambil masuk ke pos jaganya. Ryeowook yang mendengarnya menghela nafas panjang hampir saja ia di pecat.
Kamar No 201, terlihat seorang pria tampan sedang mengacak almari pakaiannya. Kyuhyun baru saja selesai mandi kini pria itu hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya sedangkan dada bidangnya terekspos jelas. Sungguh tampan pria ini bagaimanapun dengan keadaannya. Pria itu segera memakai kaos hitam santai miliknya serta celana coklat sepertiga dan memasukkan ponsel merk i-phone 6 keluaran terbaru miliknya kedalam saku, ia keluar dari kamar menuju dapur. ia ingin membuat coklat panas untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang lelah. Sambil menunggu airnya mendidih, ia merogoh saku mengambil ponselnya, jemari panjang itu sibuk mencari nama seseorang. Namun belum sampai nama orang yang ingin ia hubungi, jemarinya terhenti di sebuah nama yang membuatnya tersenyum miring.
‘Oh Ri Jin’ begitulah nama itu. Jangan tanyakan bagaimana bisa pria itu mendapati nomor ponsel gadis itu. Kyuhyun mematikan kompor dan segera menaruh coklat panas itu kedalam gelas anti panas miliknya.
Ia membawa gelas berisi coklat panas itu keruang tv. Pria itu duduk di atas sofa hitam putih mewah miliknya. Ponsel itu masih di tangan kirinya. Ia menyesap sedikit coklat panas buatannya, lumayan membuatnya segar kembali, Ditaruh gelas coklat panasnya di atas meja. Kyuhyun menyilangkan kakinya menatap layar ponselnya. Ia seperti menimbang-menimbang ingin menelpon gadis itu atau tidak.
Kyuhyun melirik jam dinding tulisan ‘K’ miliknya. Waktu sudah menunjukkan pukul  21.15 KST. Sepertinya belum terlalu malam untuk mengerjai gadis itu pikirnya.
Cukup lama ia menunggu panggilannya terjawab membuat pria itu mengernyit dahi heran, apakah gadis itu sudah tidur? Pikirnya. Lalu panggilan itu tidak diangkat membuat kyuhyun mendecak tidak suka. Sekali lagi ia menelpon ri jin,
Tut tut tut tut tut
Hampir saja kyuhyun ingin memutuskan panggilan itu sebelum orang di seberang menjawab, “yeoboseyo”
Terdengar suara serak Ri jin seperti baru bangun tidur. Kyuhyun tersenyum sangat tipis mendengarnya. Pria itu masih belum mengeluarkan suaranya.
“yeoboseyo” panggil Ri jin lagi
Lagi kyuhyun tidak menjawabnya, membuat gadis itu sebal. “YA!!! KAU SIAPA HA?! MENGERJAIKU MALAM-MALAM BEGINI!” sembur gadis itu. Gadis itu pasti kesal karena acara tidurnya terganggu.
Sebelum panggilan itu diputus oleh Ri jin, Kyuhyun bersuara “Hai nona Ri Jin”
Oh Ri Jin POV
Aku duduk  terbangun dari atas sofa. Changkaman, suara ini sangat familiar. Kenapa aku jadi deg-degan. Tidak! Tidak mungkin kan pria menyebalkan itu. Aku yakin namun sedikit ragu.
“NUGUSEYO?!” tanyaku ketus. Rasa ngantukku tiba-tiba hilang seketika.
“Apakah seperti itu jawaban dari seorang pegawai kepada boss besarnya hah?! Kau memang benar-benar tidak sopan Oh Ri Jin ssii?!” aku menutup mulutku, Astaga! Benar ternyata pria buncit itu! Tapi bagaimana bisa ia mengetahui nomor ponselku?
“darimana kau tau nomor ponselku hah?!” aku tidak peduli lagi siapa orang yang tengah menelponku saat ini, karena aku benar-benar sudah kesal dengan pria ini.
“tidak perlu tau darimana aku mengetahuinya, sekarang yang terpenting adalah apakah kau sudah membuka berkas itu?” aku mendengus mendengar jawabannya. Orang kaya dimanapun tetap sombong sama halnya dengan pria satu ini. Tapi tunggu dulu, berkas? Berkas ap……??Oh My God! Jadi berkas itu darinya?!
“Ya tuhan Ri Jin ssii. Kau belum membuka berkas itu hah?!” aku menggaruk kepalaku mendengar ia menggeram kesal. Senang juga mengerjainya.
“memangnya aku peduli apa dengan berkas itu eoh?!” balasku menantangnya. Enak saja ia mengancamku.
“baiklah, jika itu maumu. Kau yakin tidak ingin melihat berkas itu nona?” tanyanya pelan. Tidak! Tidak akan! Aku tidak peduli lagi apapun itu tentangmu pria menyebalkan!
“tidak akan tuan Cho terhormat. Aku tetap pada pendirianku” balasku tak gentar. Untuk kali ini aku tidak ingin selalu di injak-injak olehnya.
“baiklah. Aku ingin tau seberapa tahan harga dirimu itu. Kau tunggu saja kejutan dariku eoh”
KLIK
Aku menatap layar ponselku kesal. Sialan pria itu! Cih! Ingin memberikanku kejutan?! yaish! Ia ingin mengejekku rupanya. Ku taruh kasar ponselku diatas meja. Ya tuhan pria itu! Mengapa ada orang semacam dirinya itu. Aku mengacak-ngacak rambutku yang tadi sudah seperti rambut singa sekarang semakin lebih parah lagi.
Pip
Akhirnya gadis itu pulang. Astaga aku lupa kalau aku lapar. Bibirku mengerucut setelah ia berdiri memandangku dengan alis terangkat. Memandangiku dari atas ke bawah.
“apakah telah tejadi badai di Seoul?” tanyanya mengejekku. Ku tatap tajam muka polos itu. Aish! Park hara keterlaluan kau.
“Ne. dan itu semua gara-gara kau”. Tunjukku kepadanya.
Hara menaruh tas tangan merah maronnya di atas meja sambil terkekeh. Menyebalkan sekali gadis ini, pasti ia senang kalau aku mati kelaparan seperti ini. Ia duduk di samping kiriku masih sambil tersenyum yang menurutku menyebalkan itu.
“kau sudah makan?” tanyanya ringan masih terus tersenyum. Aku membelalak marah kearahnya.
“YA! PAK HARA!! KAU MENYEBALKAN” teriaku tepat di depan mukanya. Ia berjengit sedikit mundur.
“HAHAHAAA arrasho. Aku tau kau itu bodoh dalam hal memasak jadi dengan senang hati aku memasakkan untukmu.” Aku menganga menatapnya yang sudah berdiri lalu berlalu kearah dapur. Park Hara kau sungguh menyebalkan.
Kenapa hari ini aku harus menghadapi orang-orang yang menyebalkan. Aish!. Dengan kesal aku mengambil remote tv dari atas meja. Tidak pria itu! Tidak Hara dua-duanya sama-sama menyebalkan. Aku memencet remote tv asal-asalan, namun tiba-tiba tanganku terhenti pada channel 22 KBS World. Mataku membelalak disertai senyum lima jari. Ku dekap remote tv itu sambil memandang memuja orang yang saat ini sedang di interview. Ya tuhan pria itu tampan sekali aku benar-benar mengidolakannya.
Oh Ri Jin POV End
Author POV
Park Hara memandang Ri jin sambil berdecak. Sahabatnya ini benar-benar mengidolakan pria yang saat ini sedang di interview di dalam benda persegi empat di hadapan mereka. Kalau sudah berbau tentang pria itu ri jin pasti lupa pada laparnya. And see, muka itu malah sekarang bersemu kemerahan. Benar-benar aneh sahabatnya ini.
“hey, ini ramyun dan kimchi kesukaanmu makanlah” tegur hara. Ri jin masih bergeming menatap tv didepan mereka membuat hara menghembuskan nafas malas.
Puk
Hara menepuk pundak kanan ri jin, membuat gadis itu menoleh dengan senyum lima jari. “hara-ah, kau tau….”
“Ne aku tau, maka dari itu cepatlah makan. Kau bahkan belum mengganti bajumu begitu pun juga denganku”. Potong hara membuat ri jin memberengut sebal.
“aku belum selesai ngomong bodoh” desis ri jin menatap hara kesal. Hara terkekeh dibuatnya.
“arrasho, cepat kau ingin bicara apa?” Tanya hara. Ri jin mengalihkan tatapannya kembali ke tv plasma milik mereka bergantian menatap hara dengan tersenyum yang menurut hara sangat aneh.
Ri jin memandang hara intents dengan senyum lima jarinya, “kau tau, pria itu besok akan ke seoul dan ia akan menetap lebih lama disini. KYAAAAAAAAA!” teriak gadis itu sambil memeluk hara tiba-tiba, membuat gadis itu terdorong sedikit kebelakang akibat dari ri jin yang memeluknya cepat.
Ri jin melepaskan pelukan itu dan kembali menatap tv plasma yang masih menayangkan idolanya yang sekarang sedang bernyanyi LIVE. Begitu syahdu Ri jin mendengar suara pria itu sesekali ia menggigit ujung sarung bantal sofa yang berada di pelukannya.
Bohong jika hara juga tidak mengidolakan pria yang saat ini masih bernyanyi itu. Wajah yang rupawan, senyum yang memukau, suara yang merdu ketika bernyanyi, tidak jarang juga pria itu membuat lelucon di acara variety show, acting yang sudah setara dengan Jo Insung apalagi di tambah dengan kemampuan dance yang energic membuat pria yang di tatap dua gadis ini sekarang menjadi idola korea bahkan sampai Asia, Amerika maupun Eropa.
‘SAMPAI BERTEMU SEOUL’
Satu kalimat sebelum acara berakhir itu membuat kedua gadis ini menoleh satu sama lain
“KYAAAAAAAAAA”
At Apartement Kyuhyun
Kyuhyun duduk di ruang kerjanya. Ia membuka salah satu berkas, seulas senyum miring terbit di bibir pria tampan ini. Ada sedikit aura berbeda dari kyuhyun saat ini. Tiba-tiba ponselnya berdering membuat aktifitasnya terhenti. Melihat siapa si penelpon itu auranya berubah dingin dan tajam.
“semua sudah beres tuan” ucap seseorang di seberang sana
“bagus. Pastikan tua bangka itu tidak akan pernah berani lagi macam-macam denganku” balasnya dingin
“Ye algeseumnida tuan. Saya pastikan pria tua itu tidak akan macam-macam dengan anda.”
“aku percayakan semuanya denganmu Kim Jong Woon dan Kau harus pastikan semua media besok pagi harus menayangkan berita ini arrasho” perintah kyuhyun kepada anak buahnya itu.
“Ye algeseumnida tuan”
KLIK
Sorot mata itu tajam dengan rahang mengeras. ‘beginilah  jika melawan seorang Cho Kyuhyun’  ucapnya dalam hati. Setelah itu tatapan yang masih tajam dan dingin miliknya jatuh ke berkas yang sempat ia buka. ‘sekalipun dirimu nona manis, bagaimanapun kau harus menjadi milikku. Mainan milik Cho Kyuhyun’
To Be Continued ..

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: