Office Girl Part 2

0
Office Girl Part 1 ff nc kyuhyun
Author : Miss Bonbon
Title : Office Girl (Part 2)
Genre: Romance, Comedy (maybe)
Category: NC 17, Romance, Comedy (Maybe)
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Oh Ri Jin
Choi Siwon
Support Cast:
Jung Ji Hyun
Lee Donghae
Lee HyukJae
Lee Sungmin
Park Hara
Author : Miss Bonbon
(Flashback)
Suara cempreng seorang gadis menggema di sebuah toilet lantai dasar CJH Corp. gadis ini tanpa malu mengeluarkan suara yang bisa membuat siapa saja yang mendengarnya akan tuli seketika. Gadis yang diketahui bernama Oh Ri Jin ini terus bersenandung lagu dari miliknya A-Pink NoNoNo.

“Seulpeohajima no no no honjaga anya no no no
Eonjenanana naege hangsang bichi dwae jun geudae” begitu seterusnya. Sepertinya gadis ini hanya menghafal 1 bait lirik lagu itu saja.
Tanpa ia sadari sudah beberapa pasang mata menatapnya dengan gelengan kepala, bahkan ada juga yang menutup telinga mereka ketika melewati gadis ini. Sampai ada seorang karyawan wanita dengan tatapan sinis menatap ri jin yang saat itu masih bersenandung sambil mengepel lantai disertai sedikit menggerakkan tubuhnya.
“aigoo akhirnya selesai juga” ri jin sedikit merilekskan otot-otot tubuhnya dan menghela nafas. Ia menepuk tangannya “caaahh sekarang tinggal membersihkan toilet lantai utama”
Sebelum ia mengangkat embernya matanya melirik ke arah karyawan wanita itu yang memang sedari tadi tanpa sedikit pun membuang pandangannya kearah ri jin. Ri jin yang merasa ditatap tajam seperti itu langsung saja membalas tatapan itu dengan tatapan tak kalah tajamnya melalui pantulan kaca besar toilet. Gadis ini sungguh cepat emosi.
“ada masalah nona jang?” ucap ri jin penuh penekanan. Badannya berdiri tegak menghadap karyawan wanita yang di panggil nona jang itu. Sehingga saat ini tubuhnya benar-benar seperti siap menantang karyawan wanita 35 tahun itu.
Karyawan wanita itu tersenyum sinis sambil mengelap tangannya dengan tissue toilet bekas ia mencuci tangannya tadi. Di buangnya tissue toilet itu secara kasar di atas lantai membuat Ri jin membulatkan mata terkejut.
Mendapat perlakuan seperti itu, ri jin menggeram. Tangannya terkepal kuat di kedua sisi tubuhnya. Hatinya panas. Emosinya sampai ke ubun-ubun. Mata gadis mungil itu memancarkan emosi yang tak tertahan.
Tanpa memperdulikan ri jin yang emosi akibat perbuatannya, karyawan wanita itu melengos pergi dari situ dengan santai. Kepala ri jin menunduk dalam masih dengan tangan terkepal. Gadis mungil itu mendesis, “di…dia berani sekali menginjak harga diriku!”
“kau bermain-main dengan orang yang salah nona jang!” lagi gadis itu mendesis marah tak tertahankan. Lalu ia memungut tissue perempuan itu dan membuangnya kasar di tong sampah.
Habis sudah kesabaran ri jin. Dengan cepat ember kosong yang tadi bekas pel ia tambahkan air tidak terlalu penuh namun cukup untuk membalas karyawan wanita sombong itu.
Langkah ri jin begitu cepat disertai rahangnya yang mengeras. Kaki mungil itu masuk ke dalam lift lalu menekan tombol menuju lantai utama dimana ruang kerja karyawan itu berada. Selama di dalam lift gadis itu berdiri membeku tanpa ekspresi.
Ting
Kaki ri jin melangkah keluar dari lift langsung tatapannya tertuju kearah sebelah kanan lorong itu. Disana ia lihat kurang lebih  jarak 6 kaki darinya, karyawan wanita itu berjalan pelan menuju ke ruangannya. Ri jin tersenyum mengerikan, di angkat penuh mantap ember berisi air itu.
“YA!! NONA JANG!” merasa namanya diteriaki dengan tidak sopan, tubuh karyawan wanita itu berbalik menatap marah orang yang meneriakinya seperti itu.
Ri jin melangkah mantap sambil  menenteng keatas ember yang telah  berisi air itu. Emosinya sudah tidak terbendung lagi.
“RASAKAN INI!!”
Ting  
BYUUUUURRR
PLENTONG  TONG  TONG  (anggap suara ember jatuh ya hehe)
Ri jin menutup mulut dengan kedua tangannya, begitu pun juga dengan karyawan wanita itu yang sebenarnya menjadi target korban ri jin . lift yang memang khusus para petinggi direksi itu  Sontak mengundang karyawan lain yang bekerja di lantai utama itu menoleh ingin tau apa yang terjadi. reaksi mereka pun sama yaitu shock saat mengetahuinya. Donghae –sekretaris pribadi- korban salah target itu membelalakkan mata terkejut setelah ia keluar dari lift yang sama di naiki korban salah target ri jin.
Donghae berjalan selangkah melihat kondisi atasannya itu, astaga sungguh mengenaskan bossnya ini. Tatapannya langsung tertuju kepada ri jin gadis itu masih melotot terkejut dengan mulut ditutup kedua tangannya.
“sajangnim…… kau…kau baik-baik saja?” tanya donghae dengan pelan sambil meringis menatap takut office girl di depannya. ‘astaga gadis ini lagi, ia mencari gara-gara’
 Susah payah donghae menelan ludahnya ketika tatapannya langsung turun tertuju ke tangan bossnya yang sudah terkepal menahan amarah.
“apakah ini pantas di jadikan tontonan?!” ucap pria salah target ri jin yang bernama cho kyuhyun itu dengan dinginnya.
Sontak  ucapan kyuhyun membuat semua karyawan di lantai utama tersebut kocar kacir kembali ke tempat duduk mereka termasuk nona Jang –target Ri jin-. Kyuhyun masih belum bergerak sedikitpun malah tatapan itu semakin tajam. Tiba-tiba jantung ri jin berdebar sangat kencang seakan ingin mati saja di hadiahi tatapan seperti itu. Hidungnya membersit bingung, tumben ia seperti ini sebelum-sebelumnya ia tidak pernah takut dengan tatapan tajam orang lain, tapi pria ini. Sungguh jengkel dalam hati ia memikirkannya.
Tunggu dulu! kening ri jin berkerut memikirkan sesuatu. Donghae berkata sajangnim? Jangan bilang kalau…?
Kyuhyun yang melihat berubah-ubahnya ekspresi office girl di hadapannya ini membuat Pria itu semakin memasang wajah sedingin es. Tatapannya turun tertuju ke name tag milik Oh Ri Jin.
“donghae-ssii cepat belikan baju ganti untukku”.
“Ye sajangnim”
“ jas kau bisa ambil di mobil”. Tatapan kyuhyun masih terus tertuju kepada  ri jin sampai donghae menghilang dari tempat kejadian perkara.
Merasa hawa semakin mencekam, ri jin mencoba meninggalkan TKP dengan berkata pelan namun masih dapat di dengar oleh kyuhyun, “mianhamnida sajangnim, saya masih ada pekerjaan lain”
Kyuhyun tidak membalasnya semakin membuat ri jin gelisah tapi bukan ri jin namanya yang patuh akan hal itu. Dengan cepat ia melengos pergi masuk ke dalam lift yang tadi ia gunakan. Jantungnya benar-benar berdebar sangat kencang.
Sebelum pintu lift tertutup ada sebuah tangan yang menahan pintu lift itu sehingga lift tersebut terbuka kembali menampakkan tubuh dan wajah kyuhyun yang basah dengan tatapan masih tajam.
Ri jin membelalakan matanya terkejut. Tatapan tajam itu masih menghunus ke manic indah matanya. Gadis itu menelan ludahnya susah payah. Kyuhyun melangkah pasti masuk kedalam lift dan pintu lift seketika tertutup hanya mereka berdua di dalamnya. ‘tamatlah riwayatmu oh ri jin’ ucapnya takut dalam hati.
Suasana lift seketika berubah mencekam, pria itu mendekat pelan tapi pasti. Ri jin gemetar di buatnya. Kepalanya menunduk ketika punggungnya membentur dinding lift di belakangnya. Kaki kyuhyun berhenti, jarak mereka hanya dua langkah.
“kau benar-benar mencari masalah denganku Oh Ri Jin-ssii” kata kyuhyun pelan namun terselip kemarahan di dalamnya.
“mianhamnida sajangnim aku tadi tidak sengaja, sungguh” balas ri jin dengan wajah masih menunduk.
“aku tidak bisa mentolelir jika ada karyawan yang bermain-main disaat jam kerja” pria itu maju selangkah lagi dan kini jarak keduanya sungguh sangat dekat.
Kyuhyun menunduk guna untuk melihat gadis yang di hadapannya ini karena tubuh ri jin memang hanya sebatas dada pria tampan ini. Merasa sedang di tatap ri jin semakin gemetar di buatnya.
“a..aku tidak sedang bermain-main sajangnim” bisik ri jin sangking takutnya. Mendengar jawaban bawahannya ini membuat rahang kyuhyun mengeras. Diangkat perlahan dagu ri jin dapat di lihatnya muka ri jin pucat pasi membuat smirk mengerikan pria itu terbit. Ri jin mencoba berani membalas tatapan tajam bosnya itu.
Sial! Kutuk ri jin dalam hati. Sungguh salah besar untuk membalas tatapan kyuhyun. Ri jin sempat terpesona beberapa menit dengan wajah memerah. Sungguh tampan bak dewa-dewa yunani bos angkuhnya ini dengan rambut setengah basah Karena masih terlihat beberapa tetesan air menetes di poninya. Kyuhyun yang menyadari tingkah ri jin ingin sekali tertawa karena di tatap dengan polosnya wajah rupawan miliknya.
Posisi mereka masih tetap seperti itu malahan tidak ada satupun dari mereka yang mengalihkan tatapan ke objek lain.
TEP
Tiba-tiba lift itu mendadak mati, membuat kyuhyun terhuyung kedepan dan dengan reflex memeluk tubuh mungil ri jin.
Deg deg deg
Ri jin membulatkan mata terkejut di sertai degupan jantungnya yang kian cepat seakan ingin keluar dari dadanya. Aroma parfum mahal tercium dihidung mancungnya membuat ri jin menelan susah payah salivanya. Dan ia juga dapat mendengar kerja jantung pria itu yang sama sepertinya berdebar lumayan kencang karena saat ini kepala ri jin bersender hangat di dada bidang pria itu yang masih basah. Entahlah jantung kyuhyun yang berdebar kencang itu dikarenakan rasa kaget disebabkan lift tiba-tiba mati atau karena posisi mereka yang lumayan intim ini. Memikirkan itu semua membuat gadis mungil itu keringat dingin.
Seakan sadar bahwa ini salah gadis itu mendorong tubuh kyuhyun dan berteriak marah “Apa yang kau lakukan hah?!! Mencari-cari kesempatan eoh?!!”
Sial! Pria itu geram. Ia tidak terima dituduh seperti itu. Kedua tangannya mengepal kuat. Lalu dengan kasar ia keluarkan ponselnya dari celana kain dan segera mendail nomor donghae sepupu sekaligus sekeretaris pribadinya.
sekali lagi pria itu mengumpat Karena sinyal ponselnya tidak ada. Dengan kasar ia masukan kembali ponsel itu ke dalam kantong celana dan mengusap kasar mukanya. Ri jin yang melirik bagaimana frustasi dan kesalnya kyuhyun tiba-tiba saja jadi takut sendiri.
“emm… chogio” tegur ri jin dengan halus. Mampu membuat kyuhyun kembali menatap tajam ri jin sehingga gadis itu sedikit mengkeret takut.
‘ok ri jin kuatkan hatimu dan jantungmu, ini semua demi kau agar bisa keluar dari lift sialan ini!’ semangatnya dalam hati sedikit mendengus sebal.
“emm… sajangnim bukankah seharusnya kau memencet itu?” Tanya ri jin sedikit terpatah-patah sambil menunjuk tombol interphone.
Kyuhyun menggeram marah, harga dirinya terinjak menurut versinya. Sial! Umpatnya. Sedikit mendengar umpatan itu membuat ri jin membersit hidung kesal. Ternyata bosnya ini benar-benar mempunyai peringai  yang buruk.
Kyuhyun menekan tombol interphone itu dan sedikit berteriak marah, “KALIAN CEPAT PERBAIKI LIFT INI. KALAU SAMPAI 5 MENIT LIFT INI TIDAK KUNJUNG BERFUNGSI AKU AKAN MEMECAT KALIAN!!”
Ri jin diam-diam menatap kyuhyun tanpa pria itu mengetahuinya. ‘tampan tapi sayang sifatnya buruk sekali ck’ ejek ri jin dalam hati. Entah telepati atau apa karena setelah mengejek kyuhyun dalam hati, pria itu membalikkan tubuh menjulangnya menghadap ri jin yang sontak saja gadis itu membulatkan mata sangking terkejutnya.
Sungguh ri jin benar-benar mengutuk mulut, hati atau seluruh organ tubuh mungilnya itu saat ini. Karena itu semua membuat kemarahan kyuhyun memuncak, sepertinya badai dahsyat sebentar lagi akan menimpa ri jin. Muka rupawan kyuhyun yang putih pucat itu seketika memerah akibat emosi yang siap ia muntahkan untuk ri jin.
Tep
Tiba-tiba lift itu sudah kembali berfungsi dan membuat perhatian ri jin seketika teralihkan. Gadis itu tersenyum, namun tiba-tiba senyumnya sirna ketika ia sadar sesuatu. Ia menelan ludahnya kesusahan sambil mensugesti dirinya untuk tidak gampang di jatuhkan oleh kyuhyun. Dengan sekuat tenaga gadis itu mendongakkan kepala seperti menantang.
“maaf sebelumnya Cho sajangnim jika perkataan saya sebelumnya menyakitimu. Tapi seperti yang tadi saya sudah jelaskan bahwa saya tidak sengaja melakukan itu semua, dan saya tidak akan berbuat hal yang tidak-tidak jika karyawan bapak itu tidak menjatuhkan harga diri saya.”
Pria itu masih terdiam kemudian senyum miring mengerikan miliknya terbit membuat gadis itu antisipasi. Pria ini benar-benar aneh ucapnya dalam hati.
“ck. Kau membicarakan harga diri rupanya. Aku ingin tau seberapa besar harga dirimu itu nona Oh ri jin”
“MWO….?!”
Belum sempat ri jin melanjutkan sumpah serapahnya, lengan kirinya di tarik oleh kyuhyun sehingga kepalanya hampir saja bertubrukan dengan dada bidang kyuhyun membuatnya menutup rapat mulutnya sangking terkejutnya.
Kyuhyun menunduk menatap intens dan tajam manic mata indah ri jin. Gadis itu membulatkan mata takut. Sekali lagi smirk itu terbit kemudian kyuhyun terdiam beberapa menit. Di telusurinya lekuk wajah ri jin, pria itu mengakui bahwa ri jin memang gadis yang manis mempunyai mata yang indah  tapi mulut gadis ini  kasar, pedas dan kurang ajarnya itu membuat kyuhyun kesal setengah mati. Padahal mereka baru pertama kali bertemu tapi sudah membuat kyuhyun seakan tua mendadak.
“nanti kau akan mengetahuinya”
TING
Pintu lift terbuka memberikan jalan kesempatan ri jin mendorong kyuhyun dan melepaskan paksa cengramannya tadi, gadis itu emosi terlihat dari sinar mematikan ri jin yang ia hunuskan  tepat ke mata hitam milik kyuhyun. Kedua tangannya terkepal kuat disisi tubuhnya sambil berjalan keluar lift. Kyuhyun yang melihatnya tersenyum miring lalu memasukkan kedua tangannya kekantong celana diselingi tertutupnya pintu lift itu.
(flashback end)
“mencoba mengingat apa yang terjadi eoh?”  Tanya kyuhyun dingin sambil berjalan kemudian duduk di depan meja kebesarannya. Pria ini memasukan kedua tangannya kedalam celana yang ia pakai saat ini, sungguh gaya yang mampu membuat seluruh gadis korea bahkan asia bertekuk lutut di hadapannya kecuali gadis yang di hadapannya saat ini.
Ri jin mendengus sebal jika mengingatnya. Tambah lagi satu daftar orang yang sangat ia benci karena telah menginjak harga dirinya menurut versinya.
Bibirnya berkedut tidak suka dengan semua yang pria itu lakukan saat ini, kyuhyun melipat kedua tangannya didada sambil menyilang kaki gaya bossy nya.
“kalau iya memang kenapa cho sajangnim yang terhormat” gadis ini sudah tidak peduli kalau kemungkinan kyuhyun langsung memecatnya saat ini juga. Gadis itu sudah muak dengan tatapan intimidasi pria itu dan bodohnya akalnya tidak sejalan dengan tubuh mungilnya.
Kyuhyun yang mendengarnya cukup sedikit terkejut namun bukan Cho Kyuhyun namanya jika ia tidak bisa membalikkan keadaan. Pria dengan segudang kepintaran di otaknya, mempunyai tubuh tinggi proporsional 180 cm, di gilai wanita manapun tidak akan menjadi seorang bussnesman sukses dan terkenal di asia maupun eropa saat ini jika hanya melawan gadis mungil bermulut kasar yang dengan amat ia sesali mempunyai mata yang indah ini saja ia tidak bisa.
Kyuhyun tersenyum meremehkan, ia berdiri tegak memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana berjalan pelan menghampiri ri jin yang sudah memasang antisipasi jika saja pria ini berbuat macam-macam.
Hanya terpaut 3 langkah pria itu berhenti dan memandang remeh ri jin “seperti yang pernah aku ucapkan kepadamu sebelumnya bahwa aku ingin tau seberapa besar harga diri yang kau junjung tinggi itu saat ini, well, aku seseorang yang selalu mengingat setiap ucapanku”.
Dahi ri jin mengkerut tidak suka akan ucapan yang pria itu lontarkan ‘brengsek! Sombong sekali pria ini!’ kesalnya dalam hati. Kyuhyun tersenyum senang melihat ekspresi gadis itu, sepertinya ini akan menarik.
“cepat katakan saja apa maksud ucapanmu itu. Aku tidak suka bertele-tele” benar-benar sudah ia hilangkan sikap hormat untuk pria ini. ‘Jika ingin memecatku langsung saja kenapa menghina harga diriku segala’ teriaknya kesal dalam hati.
Tapi hidungnya membersit takut. Jika ia dipecat lalu ia harus mencari pekerjaan dimana lagi? Namun detik selanjutnya kepala cantiknya menggeleng untuk menepis pikiran itu untuk saat ini.
Kyuhyun semakin tersenyum kemenangan, ia maju satu langkah diam beberapa detik namun setelahnya membuat mulut ri jin menganga tidak percaya, “aku ingin kau menjadi pacar pura-puraku atau saat ini juga aku akan memecatmu”
Ternyata benar ucapan orang terdahulu dan sekarang kalau semakin kaya harta yang kau miliki maka seseorang itu semakin lupa diri, menghalalkan segala cara karena tidak puasnya yang kau miliki saat ini. Sama halnya seperti pria satu ini, ri jin rasa pria ini sudah tidak waras dan bagaimana bisa ia mengucapkan hal itu dengan mudahnya. Ri jin sungguh tidak suka.
Mulut gadis itu menganga terkejut, “Ne?” Tanya gadis itu dengan kening berkerut.
“aku harap telingamu masih berfungsi dengan benar nona”. Jawab kyuhyun enteng.
Mata ri jin mengerjap beberapa kali kemudian ia mendengus tidak suka. Dua perkataan pria itu sungguh membuat kepalanya pening seketika. Kyuhyun berbalik kembali ke kursi kebesarannya. Ia menatap ri jin intens dan tajam sambil menopang dagu dengan kedua tangannya.
“ta….tapi bagaimana bisa…?” jawab gadis itu sedikit linglung namun tidak melepas rasa emosinya.
“mudah saja, sekarang pilihan ada di tanganmu nona” ri jin segera melangkah maju dengan cepat penuh emosi.
‘mudah ia katakan? Otak pria ini kemana?! Bagaimana bisa ia mengucapkan kalimat sarat pernyataan itu dengan lantang dan mudahnya?!’ geram ri jin dalam hati. Rahang gadis itu mengeras.
Kyuhyun yang melihat itu semua semakin tersenyum kemenangan, kakinya ia lipat menyilang sambil bersedekap. Ia membalas tatapan tajam ri jin dengan tatapan meremehkan.
“aku yakin gadis sepertimu belum pernah berkencan” membuat gadis itu melotot tidak percaya atas ucapan yang terlontar dari mulut kyuhyun, kemudian mata ri jin bergerak gelisah. ‘sial! Bagaimana bisa ia mengetahui kalau aku belum pernah berkencan! Aish! Memalukan!’ umpatnya dalam hati.
“siapa bilang?! Begini-begini aku sudah pernah berkencan sebanyak dua kali. Asal kau tau saja” balasnya gugup.
“jeongmal?” Tanya kyuhyun meremehkan dan sedikit menggoda
“N……Ne” balas lagi ri jin dengan gugup. Gadis itu menghindari menatap tajam mata kyuhyun. senyum kemenangan kyuhyun semakin bertahan. Pria itu tidak tau ini akan semakin menarik.
“jika kau pernah berkencan mengapa disaat aku dengan tidak sengaja memelukmu waktu itu, kau sangat gugup nona?!” sial ri jin terjebak dengan permainan kyuhyun. Pria ini mempunyai kepintaran dalam melawan musuh seperti yang tengah ia lakukan saat ini.
Gadis itu melotot horor menatap kyuhyun, ia menelan ludahnya sangking gugupnya. ‘ayolah lawan ia ri jin, seperti yang kau lakukan terhadap orang-orang yang selalu menginjak-injak harga dirimu itu’ teriaknya tidak terima dalam hati.
Kyuhyun segera mengubah mimic mukanya menjadi serius, dingin dan tajam. Ia berdiri dari tempat duduknya mengambil selembar kertas dan bulpoin kemudian berjalan menghampiri ri jin yang sudah membeku di tempat.
“cepat baca dan tanda tangani surat perjanjian ini” perintah pria itu sambil menyerahkan selembar kertas dan bulpoin. Ok sepertinya ri jin harus meredam sejenak amarahnya karena saat ini ia penasaran, ini surat perjanjian apa? Apa jangan-jangan?
Gadis itu merampas kasar selembar kertas itu dan membaca pelan dengan teliti kertas yang disebut pria itu sebuah surat perjanjian. Bola mata ri jin membulat tidak percaya, gadis itu menatap kyuhyun dengan tidak percaya. Kyuhyun bersedekap sambil menaikkan kedua alisnya bertanya, “wae? Ada yang salah?”
“ka…kau serius?” Tanya ri jin.
“bukankah sudah ku katakan tadi bahwa setiap omongan yang terlontar dari mulutku itu semua bukan main-main” jawab kyuhyun santai.
“ta…tapi bagaimana bisa seperti ini?” Tanya ri jin pelan, gadis itu menghembuskan nafas lelah. Kedua tangannya lunglai di samping tubuhnya, semakin bersorak kemenangan kyuhyun melihatnya. ‘ternyata gadis ini mudah sekali aku permainkan, hmm semakin aku menyukai mainanku ini’ ucap kyuhyun dalam hati.
“semua bisa saja terjadi jika yang memegang kendali adalah seorang cho kyuhyun” jawab kyuhyun dengan sombongnya. Sontak membuat ri jin mendelik tidak terima.
Ri jin memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya pelan. Semoga saja keputusannya ini tepat. Sungguh, ia tidak suka diperlakukan tidak adil seperti ini oleh pria sombong yang tampan itu, sekali pun dengan iming-iming hadiah uang jutaan won. kyuhyun benar-benar pria gila.
“maaf sajangnim, kurasa otakmu itu terganggu” balas ri jin penuh hinaan seketika membuat kyuhyun melotot marah
“MWO??!!”
“Ne. otakmu itu sungguh sedang terganggu saat ini, kau memintaku menjadi pacar pura-puramu. Walaupun hanya pura-pura, itu semua sungguh tidak logis. Ahh jangan-jangan karena kau tidak laku jadi kau memintaku untuk menjadi pacar pura-puramu. Iya kan?” ucap ri jin dengan tangan bersedekap memandang sinis kyuhyun.
Rahang pria itu mengeras terlihat dari tatapan kyuhyun yang tiba-tiba berubah menjadi dingin dan tajam, bibir tebal milik pria itu terkatup rapat. ‘sial! Gadis ini berani-beraninya menghinaku’ kesal kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun POV
Belum pernah ada satu orang pun yang berani menghinaku kecuali gadis mungil bermulut kasar di hadapanku saat ini. Kurang ajar sekali mulut kasar itu menghinaku. Sial! Tiba-tiba otakku kembali ke masa 7 tahun yang lalu, ini semua berakar dari wanita itu. Dengan bodohnya hatiku ini masih ada sedikit menyimpan perasaan mendamba untuknya. Ini tidak bisa di biarkan, wanita itu harus tau bagaimana rasanya sakit hati. Ok aku harus selesaikan secepatnya masalah ini sebelum wanita itu kembali ke korea.
Dengan masih menyimpan perasaan kesal aku tarik lengan kanannya dan berbisik di telinganya, “tidak ada pilihan lain, jika kau benar-benar menolaknya, mulai hari ini aku akan memecatmu dan….”
Kemudian aku tatap lekat gadis ini, aku tau ia gugup dengan sikapku yang tiba-tiba ini. Perasaanku yang tadi kesal menguap seketika, tidak salah aku memilih orang untuk bekerja sama denganku. Bagaimanapun caranya aku harus membuat gadis ini menyetujuinya. Harus! Bukan Cho Kyuhyun namanya jika masalah satu orang gadis seperti ini saja aku tidak bisa taklukan.
Perlahan wajahku mendekat tidak lupa smirk tersungging dari bibirku. Sungguh aku ingin tertawa melihat wajah pucatnya. Jangan membohongiku nona dengan pernyataan bahwa kau sebelumnya pernah berkencan. Ingin membodohiku rupanya.
“cepat lunasi pinjaman yang kau pinjam dari perusahaan sebesar 30 juta won, ah satu lagi dengan sangat senang hati aku juga akan memecat teman baikmu bernama Park Hara karena tanpa memberitahuku tentang pinjaman yang telah kau pinjam itu. Bagaimana Oh Ri Jin ssii?”
Kyuhyun POV End
Oh Ri Jin POV
APA??!! Aku melotot terkejut. Pria buncit ini! Benar-benar tidak punya hati. Kedua tanganku mengepal. Smirk itu benar-benar menghinaku! Sialan!! Ya tuhan bagaimana ini? Darimana aku harus mendapatkan uang sebanyak itu dan juga park hara, tidak! Tidak mungkin aku melibatkannya. Benar-benar iblis pria buncit ini.
“bagaimana nona Oh? Bukankah pilihanku tidak menyulitkanmu?” tanyanya meremehkan. Ku tatap tajam mata hitam itu walaupun saat ini kepalaku seakan ingin meledak saja.
“KAU!!Kau benar-benar manusia tidak punya hati!” teriakku kesal. Habis sudah kesabaranku. Kulihat ia hanya memandangku dengan santainya sambil berdiri memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
“kau pikir aku mau menyetujuinya eoh?! Jangan harap tuan cho!” teriakku lagi sambil meninggalkan ruangannya. Brengsek. Tidak! Tidak akan! Ya tuhan tapi bagaimana dengan hara? Ya tuhan ku mohon bantuanmu, tapi saat ini aku harus menenangkan pikiranku.
Sebelum menyentuh knop pintu ruangan itu, pria buncit iblis itu bersuara membuat kepalaku semakin pening, “ingat oh ri jin ssii, aku tidak main-main dengan ucapanku!”
To Be Continued ..

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: