Office Girl Part 1

0
Office Girl Part 1 ff nc kyuhyun
Author : Miss Bonbon
Title : Office Girl (Part 1)
Genre: Romance, Comedy (maybe)
Category: NC 17, Romance, Comedy (Maybe)
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Oh Ri Jin
Choi Siwon
Support Cast:
Jung Ji Hyun
Lee Donghae
Lee HyukJae
Lee Sungmin
Park Hara
Seoul merupakan ibukota korea selatan yang selalu padat dari berbagai aktivitas. Bisa dikatakan seoul merupakan jantung perekonomian untuk negara korea selatan. Baik aktivitas para-para pedagang makanan dari yang menawarkan harga terjangkau sampai dengan harga makanan yang hanya dapat di nikmati oleh kaum elite, distro-distro yang tersebar di seluruh kota seoul dan juga berjejer gedung-gedung pencakar langit milik beberapa pengusaha dari berbagai aspek.

Seperti senin pagi ini di sebuah perusahaan ternama bergerak di bidang otomotif dan elektronik CJH Corporation. sedang disibukkan oleh karyawan mereka dengan tugas masing-masing.
“hey kau tau direktur lama kita tuan Cho Jong Shin mengundurkan diri dan anak bungsunya yang menggantikannya” terlihat tiga office girl sedang menyimak sambil memandang dengan mata berbinar karena seorang rekannya yang baru saja menyampaikan berita, sepertinya sedang hot news.
“Jinjha??” sahut rekannya yang sedang menopang dagu dengan senyum lima jari pada ujung sapu pelnya.
Rekannya yang tadi membawa hot news tersebut mengangguk cepat dan menggigit bibir bawahnya.
“woaaaahhhh maksudmu si bungsu Tuan muda Cho? Si tampan dengan badan tegap serta sikap dingin dan angkuhnya itu?” balas teman satunya yang sedang memegang pembersih lantai. Wanita itu mendekap pembersih lantai itu sambil tersenyum berbinar.
“ya siapa lagi. Kau bodoh sekali” sahut temannya lagi satu.
Si pembawa berita itu mengangguk lagi, setelah itu ia memajukan sedikit badannya sambil memandang lekat ke tiga temannya.
“kau tau, dari gosip yang beredar Tuan muda cho memiliki sikap dingin dan angkuh itu di karenakan pria tampan itu di tinggal oleh kekasihnya tanpa sebab 7 tahun yang lalu”
“Jinjha??” koor ke tiga temannya sambil membelalakkan mata terkegut.
Si pembawa berita itu menegakkan badannya dan bersedekap. “Ne. dan berita itu sudah tersebar sejak 5 hari yang lalu setelah dua hari sebelumnya Tuan Muda Cho datang ke sini sedang mensurviye ruangan yang akan ia tempati nanti dan seluruh karyawan bahkan sampai petugas keamanan pun tau mengenai hal ini”
“tapi bagaimana bisa kami bertiga tidak mengetahuinya ya?” si pemegang pembersih lantai itu memandang kedua temannya –kecuali si pembawa berita-.
Wanita yang tadi mengatai bodoh si pembersih lantai tadi itu mendengus sebal, “bodoh, kita bertiga kan sakit serempak seminggu yang lalu dan semua itu karena makanan bodohmu itu.”
Si pembersih lantai itu hanya mengerucutkan bibirnya sebal, kenapa lagi-lagi ia di salahkan padahal kemarin ia sudah menjelaskan kronologisnya seperti apa, dan semua itu murni ketidaksengajaannya.
“Aish! sudah-sudah, lebih baik sekarang kita keluar dan turun ke lantai satu kabarnya satu jam lagi Tuan muda Cho tiba. Ayo”
Ajak si pembawa berita di sambut wajah ceria oleh ketiga temannya. Sepeninggalan ke empat wanita tadi suasana toilet itu berubah sunyi senyap.
BUUKK
BUUKK
BUUKK
AISH!!!!
Tiba-tiba ada suara hantaman dinding di sertai kekesalan seseorang. Apakah itu hantu? Oh ayolah ini jaman modern apakah kau masih mempercayai hal-hal semacam itu. Lagi pula hantu apa yang mengeluarkan bunyi bunyian seperti itu di sertai kekesalan? Ok kembali ke story.
“HEOL!! Apa tadi dia bilang? tampan? Berbadan tegap? Berjerawat dan perut buncit baru iya!” umpat seorang wanita dari dalam sebuah bilik toilet.
Jika di telisik melalui apa yang saat ini sedang ia pakai, sepertinya wanita ini mempunyai profesi yang sama seperti ke empat wanita yang tadi bergosip.
Lalu Wanita itu menggosok closet di dalam bilik toilet itu dengan disertai kemarahan sambil mulutnya mengeluarkan sumpah serapah.
“Ok ok aku akui pria perut buncit itu memang tampan tapi itu hanya…..” ia memasukkan ibu jari dan telunjuknya secara bersamaan ke dalam kedua lubang hidungnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
“fiiiiuuuhh ya hanya sebatas itu tampannya HAHAHAHAAA” gelegar tawanya membuat tawa itu jika seseorang mendengarnya sedikit mengerikan.
Ddrrrttt Ddrrrttt Ddrrrttt
Tawa wanita itu seketika terhenti, ia segera mengambil ponselnya di saku seragamnya. Dan terlihat sebuah nama
‘Park Hara babo calling’
“Yeobo…..”
“YA!!! OH RI JIN!! Eodiga!!”
Wanita yang di panggil Oh Ri jin itu menjauhkan ponselnya dan mendengus sebal kepada si penelpon.
“WAE!!”
Terdengar dengusan dari lawan bicaranya. “aish kau ini! kau tak tau sekarang jam berapa eoh?”
Oh ri jin melihat jam di ponselnya “Jam 8.30AM, waeyo?” tanyanya polos.
Mendengar jawaban Oh ri jin si penelpon menghembuskan nafasnya berkali-kali sambil mencengkram ponsel di tangannya. Dia terus mensugesti dirinya supaya tidak berlari ketempat dimana Oh ri jin sekarang dan membunuhnya.
“Ya ampun Oh Ri jin, kau bertanya kenapa hah?! Kau lupa kalau sebentar lagi Direktur baru kita akan datang”.
Oh ri jin memutar bola mata jengahnya, jadi sahabatnya itu menelponnya dengan berteriak hanya karena ini?!
“Lalu?” dengan cuek ia menjawabnya sambil bersedekap.
“Ya Tuhan, bodoh! tentunya kau harus turun ke lobi dan menyambut si Direktur baru kita itu”.
Lagi lagi ia mendengus sebal sambil mulutnya komat kamit. Seperti presiden saja ingin di sambut dengusnya dalam hati.
“aku masih banyak pekerjaan Hara-ah lagi pula sudah banyak perwakilan teman-temanku yang menyambut si Direktur baru itu”. Ia jadi teringat perbincangan ke empat teman wanitanya tadi semakin membuatnya malas saja.
“kau pikir aku pengangguran hah?! Cepat turun kalau tidak aku akan menyeretmu”
“aku tidak mengatakan kau pengangguran bodoh. Berarti kau menyimpulkan sendiri bahwa selama ini kau memang seorang pengangguran HAHAHAHAAAA” gelegar tawa itu lagi lagi terdengar.
“YA!! DIAM KAU! CEPAT TURUN SEKARANG!” teriak Hara karena kesal dengan temannya ini.
“SHIRO!!” balas Ri Jin tak kalah kerasnya.
“Ok jika itu maumu untuk bulan ini gajimu akan ku potong” terbit senyum smirk dari bibir mungil hara.
“MWO?! Hee… heeeyy kau tidak akan bisa memotong gajiku”
“kenapa tidak bisa, aku yang mengatur gaji kalian semua dan kau tau aku seperti apa bukan Oh Ri Jin?” Park Hara menutup mulutnya menahan tawanya, ia yakin sahabatnya itu pasti dengan 100 kali pertimbangan tidak akan mau gajinya di potong.
Oh Ri Jin mendengus kesal mendengar ancaman sahabatnya itu. Ia tau sahabatnya ini dapat melakukan itu semua namun selama mereka menjadi sahabat ia tidak pernah melihat Hara menggunakannya untuk benar-benar di realisasikan hanya sebagai gertakan saja ‘aish! Dia tau saja untuk mengancamku. Sialan!’ umpatnya dalam hati.
“ARRASHO NONA PARK!” dengan kesal ia memutuskan sambungan telpon itu secara sepihak dan memasukkan ponsel itu ke dalam kantong seragamnya.
Masih dengan perasaan kesal Ri Jin mengambil kasar ember yang entah bagaimana bisa sudah terbalik mengenaskan di atas lantai dan segera membuka pintu bilik itu kemudian menutupnya sangat kencang menyebabkan bunyi yang luar biasa.
“Astaga! Kau mengagetkanku” kata seorang karyawan wanita sambil mengelus dadanya sangking kagetnya.
Ri jin melihat sekilas karyawan wanita itu sambil mendengus sebal. Membuat kerutan di dahi karyawan wanita itu mengerut, “ada apa lagi dengannya?”.
Sudah bukan menjadi rahasia umum sikap Oh Ri Jin yang seperti itu. Bahkan rata-rata karyawan di perusahaan itu sedikit bergidik ngeri jikalau Ri Jin sudah marah. Pernah suatu ketika manager pemasaran yang baru diangkat sekitar 3 bulan yang lalu dengan tiba-tiba membentak Ri Jin dikarenakan Ri Jin tidak sengaja menyenggol lengannya menyebabkan coffee yang dia pegang tumpah mengenai pakaiannya. Ri Jin sudah meminta maaf dan menjelaskan bahwa dirinya tidak sengaja menyenggol lengan manager pemasaran itu. Namun sepertinya manager pemasaran itu tetap bersikukuh beranggapan bahwa kasus disini Ri Jin lah yang bersalah sampai-sampai Park Hara sahabatnya yang melihat langsung kejadian itu semua juga mengatakan kalau Oh Ri Jin memang sebenarnya tidak sengaja melakukannya. Entah mengapa manager pemasaran itu begitu ngotot mengatakan bahwa Ri Jinlah yang bersalah sampai tiba-tiba Lee Donghae sekretaris pribadi Cho Jong Shin yang sekarang akan menjadi sekretaris pribadi Cho Kyuhyun datang dan menanyakan ada hal ribut apa yang terjadi. Baik Ri Jin dan manager pemasaran itu mengeluarkan apa yang menjadi pembenar untuk kasus mereka. Kemudian dengan bijak Donghae meminta kepada kedua wanita ini untuk mengikutinya keruangan dimana terkumpulnya CCTV di setiap ruangan perusahaan itu. Setelah melihatnya manager pemasaran itu menundukkan kepala sangking malunya. Ri Jin yang melihat itu semua mendengus sebal , ‘KAU LIHAT KAN NONA JANG!!! MAKANYA JANGAN PERNAH SELALU MENGAMBIL KESIMPULAN PADAHAL KENYATAAN AKU TIDAK BERSALAH! AISH!!’ setelahnya ia keluar dari ruangan itu membuat mulut donghae menganga dan memandang Ri Jin tidak percaya bagaimana bisa ri jin berteriak membentak dan bertingkah seperti itu padahal dirinya masih ada disitu.
Oh Ri Jin POV
Sial! Awas kau park hara tunggu pembalasanku! Mulutku masih mengeluarkan sumpah serapah selama di dalam lift untuk menuju kelantai dasar. Aish! Benar-benar malas aku bertemu si perut buncit itu. Untuk apa repot-repot menyambutnya toh nanti juga akan bertemu dengannya yah mungkin juga tidak dapat bertemu dengannya. Tapi, aish! Pokoknya malas sekali harus menyambut pria arogan jelek itu.
Ting
Aku menghela nafas sebal sambil melangkahkan kakiku keluar. Disana sudah begitu banyak karyawan berjejer rapi sampai ada seorang karyawan wanita yang merupakan penyebab kekesalanku tadi melambai tangan dan berlari kecil menghampiriku.
Aku menatap tajam kearahnya yang dibalas cengiran polos membuatku ingin melempar sepatu yang sedang aku pakai saat ini.
“hey, berhenti menatapku seperti itu. Kajja kau berbaris dengan sesama rekanmu, tinggal beberapa menit Direktur baru kita datang”
Ia mendorong punggungku kearah barisan sebelah kiri dengan langkah setengah-setengah. Yaish! Sungguh aku malas sekali menyambut pria buncit itu! Sial! Aku seperti mau melempar sesuatu saja.
Ku lihat ia tersenyum dan melangkah kembali ke barisannya. Aku menggaruk rambutku yang tidak gatal. Tiba-tiba seorang office boy melirik kearahku yang kubalas tatapan horror sontak membuatnya mengarahkan pandangannya kembali kearah pintu masuk.
Jinjha! Lama sekali sih pria buncit itu datang. Dengan kesal aku mengeluarkan ponselku, haish! Sudah jam 8.50 si perut buncit itu belum datang-datang. Benar-benar mencerminkan seorang pemimpin yang tidak disiplin!. Aku memasukkan ponselku kembali ke saku seragam dan mulai bosan berdiri ditempatku, ku putar-putar badanku sesekali menggaruk rambutku yang tidak gatal.
“hey hey Direktur sudah datang” tiba-tiba pria di sampingku berbisik kearahku. Sontak saja tubuhku yang tadi berputar kearah kanan menoleh langsung kearah pintu masuk.
Aku menatap seorang pria bertubuh tinggi memakai setelan jas hitam dengan di padukan kemeja putih dan bertengger dasi dengan warna senada jas yang dipakainya. Tatapanku turun kebawah, sepatunya begitu mengkilat sepertinya harganya sangat mahal. Aku mengerjap mataku berkali kali. Sial! Pria buncit ini harus dengan sangat amat menyesal aku mengakui bahwa saat ini dia sangat tampan.
Tiba-tiba lenganku disenggol oleh pria di sampingku dengan cepat aku menoleh bingung kepadanya dengan tatapan bertanya-tanya ‘ada apa?’
Pria ini membalasnya dengan gesture tangannya turun kebawah, semakin membuatku bingung dan di tambah bingung kenapa semua yang ada disini membungkuk.
Belum sempat aku mengeluarkan kata-kata. Sebuah suara bass membuatku menoleh ke depan, “siapa namamu?”
Ya tuhan aku lupa kalau pria yang jaraknya tidak terlalu jauh menatapku mengintimadasi itu adalah Direktur baru disini. Aish! Masalah lagi.
Aku melirik seluruh pasang mata yang sudah menegakkan tubuh mereka dan sekarang tatapan seluruh pasang mata itu menatap ke arahku. Aku melirik sahabatku di barisan depan sana sepertinya ia sedang menghembuskan nafas pasrah. Dan lirikanku perlahan tertuju ke pria buncit itu yang dengan perlahan melangkah kearahku dengan matanya tajam tidak terlepas sedikitpun.
DEG
Sial! Kenapa aku jadi berdebar begini. Aku memutar mataku dengan gelisah sambil menelan ludahku. Bodoh kau Oh ri jin!.
Tap
Suara sepatu mahal itu membuatku menunduk. Sial! Kenapa tatapan ini lagi yang harus aku dapatkan. Brengsek sekali pria ini!
“Oh Ri Jin” suara bass itu seperti terdengar sebuah alarm bahwa di depanku saat ini adalah sesosok malaikat pencabut nyawa yang siap mencabut nyawaku saat ini juga. Yaish! Aku benci membayangkan fantasi seperti itu.
Aku meneguk ludahku dengan susah payah. Ya tuhan kenapa harus berurusan dengan pria arogan ini lagi. Aku menautkan jemariku gelisah.
“kau sepertinya membuat masalah lagi denganku” balasnya cukup pelan namun terdengar mengerikan. Sial! Dia mengingat kejadian kemarin ternyata. Aku menutup mataku sambil komat kamit.
“kau juga sepertinya semakin pandai melawanku” ucapnya membuatku membuka mata dan menatap kearahnya.
Double sial! Sepertinya menatap kearahnya adalah suatu hal yang salah. Brengsek! pria buncit ini tampan sekali, apakah ia memotong rambutnya?kemarin rambutnya tidak seperti sekarang *(bayangin rambutnya kyuhyun di swing ya hehe)*. Aish! Aku menggeleng kepalaku mengusir pikiran ku yang sepertinya sudah tidak beres. Selanjutnya tatapanku turun dan terpaku membeku melihat smirk yang tiba-tiba ia keluarkan.
DEG DEG DEG
Menunduklah ri jin jangan lihat ‘benda’ itu. Dengan cepat aku menunduk dalam dan meremas jemariku sambil memejamkan mataku. Ya tuhan kenapa jantungku ingin melompat saat melihat ‘benda’ itu. Sial!
Oh Ri Jin POV END
Autor POV
Sang Direktur baru itu yang di ketahui bernama Cho Kyuhyun masih menatap tajam tanpa ekspresi gadis di hadapannya yang saat ini masih menunduk dalam sangking takutnya. Kemudian tatapanya beralih ke seluruh karyawannya yang sepertinya sedang hidmat menyaksikan kejadian antara seorang Direktur dan Office Girl mereka yang menyebabkan suasana Lobi mencekam akibat aura yang dikeluarkan oleh Pria ini.
Mendapatkan tatapan tajam dari kyuhyun, seluruh karyawan itu dengan serempak menundukkan kepala mereka. Lalu kepala kyuhyun beralih lagi kearah gadis di depannya yang sepertinya tadi sedang berusaha melirik pria itu namun lagi-lagi Ri Jin menunduk dalam sangking takutnya menatap mata itu.
“setelah ini kau keruanganku” ucap kyuhyun dengan nada dinginnya. Sontak membuat seluruh karyawan tanpa terkecuali Park Hara dan Oh Ri Jin kaget di buatnya.
Mereka bertanya-tanya untuk apa Kyuhyun menyuruh Ri Jin keruangannya? Apakah Ri Jin akan di pecat oleh Direktur baru tampan mereka ini?
Bukan hal yang baru bagi karyawan CJH Corp jikalau mereka langsung memberikan asumsi seperti itu. Karena dari yang mereka dengar Kyuhyun tidak akan segan-segan memecat karyawannya jika karyawan itu melakukan suatu kesalahan walau itu hanya kesalahan kecil. Di perusahaan miliknya dulu di Jepang bahkan Kyuhyun telah memecat 20 karyawannya hanya di karenakan terlambat 1 menit. Gila bukan?
Park hara menatap Ri Jin dengan tatapan sedihnya membuat Ri Jin semakin murung di buatnya. Kyuhyun dengan santai berbalik melangkah kearah lift khusus para direksi perusahaan diikuti sekretaris pribadinya Donghae untuk mengantarkannya ke ruangan utama perusahaan itu –ruang kerjanya-. Seluruh karyawan membubarkan diri sambil sesekali menatap sedih Ri Jin yang masih tertegun berdiri kaku ditempatnya tanpa terkecuali juga ke empat wanita yang tadi bergosip di dalam toilet.
“gweanchana?” Hara menghampiri sahabatnya itu dan memegang bahunya. Ri jin belum menjawab pertanyaan hara, kepala itu masih menunduk dalam semakin membuat Hara sedih saja.
“lebih baik kau segera menemuinya terlebih dahulu, siapa tau kan asumsi karyawan lain bahkan kau sendiri belum tentu benar juga kan?” Ri jin masih belum ingin menengadahkan kepalanya membuat kening Hara berkerut bingung. Ia bertanya-tanya apakah Ri jin menangis diam-diam?
Hara mencoba menunduk guna melihat wajah ri jin diteliti wajah itu dan dahi wanita cantik itu semakin mengerut namun tiba-tiba raut muka hara pucat pasi bola matanya melebar dan tubuhnya spontan mundur selangkah.
“jangan katakan kalau kau ingin membuat masalah baru ri jin-ah” wajah ri jin perlahan terangkat disertai senyum mengerikan dan rahang mengeras. Oh tuhan, rasanya hara ingin menceburkan ri jin ke sungai han. Ia tau betul sahabatnya satu ini sedikit ekstrim, gila dan keras kepala tapi ayolah ini kantor ia berharap ri jin membuang sikap jeleknya itu atau kalau tidak pasti akan membuatnya meraung-raung setelahnya.
Dengan cuek ri jin melangkah meninggalkan hara yang mematung di tempat. Oh tidak hara harus menghentikan sahabatnya yang gila ini. Dengan cepat hara mencengkram lengan ri jin membuat ri jin memutar tubuhnya di sertai senyuman –senyum yang sangat berbahaya-.
“wae?” Tanya ri jin pelan namun terselip geraman di mulutnya.
“kau…kau mau kemana ri jin-ah?” Tanya hara takut-takut. Ri jin terkekeh namun terdengar mengerikan ditelinga hara.
“bukankah kau dengar sendiri tadi bahwa aku harus menemui Direktur baru itu” balas ri jin penuh penekanan di akhir kata-katanya. Semakin membuat tubuh hara keringat dingin. Tanpa perduli jawaban hara, ri jin kembali melangkahkan kakinya dengan rahang mengeras menuju lift untuk membawanya ke lantai atas di mana tempat singgasana Kyuhyun.
Hara mendesah prustasi, sekarang ia hanya bisa berdoa semoga saja tidak terjadi hal-hal yang ia takutkan.
“kyu-ah kenapa kau memanggil gadis itu? Kau tidak ingat bagaimana sikapnya waktu itu?” pria yang di tanya oleh donghae itu hanya diam tidak peduli. Ia melepas jas dan menyampirkannya di kursi singgasana miliknya kemudian melipat kemeja putihnya sebatas siku. Selanjutnya kyuhyun membuka berkas yang tadi donghae taruh di atas meja.
Terdengar helaan nafas dari donghae membuat kyuhyun tersenyum smirk. Setelah menandatangi berkas itu ia menyerahkan kepada donghae sambil bersedekap dan menyilang kakinya. Sikap bossy.
“ada hal lain lagi hyung?” yah beginilah mereka berdua jika mereka sedang berdua saja atau hanya dengan teman-teman mereka, dengan tanpa ragu sapaan akrab khas saudara laki-laki mereka berdua gunakan.
“kyu-ah dengarkan aku, jangan berbuat hal macam-macam lagi. Kau masih ingat bukan perkataan ayahmu jika kau macam-macam dan berbuat ulah lagi ayahmu tidak segan-segan akan mencoretmu dalam daftar waris”.
Raut muka kyuhyun seketika berubah dan menatap tajam donghae. Donghae yang melihatnya tanpa sedikitpun takut karena ia sudah terbiasa ditatap seperti itu oleh saudara sepupunya ini.
“kau tidak perlu mengurusi urusanku hyung” balas kyuhyun dingin. Ia berdiri dan melangkah kearah jendela menatap pemandangan gedung-gedung pencakar langit lain di hadapannya.
Sekali lagi pria tampan dengan senyum manis itu terdengar menghela nafas frustasi semakin membuat rahang kyuhyun mengeras entah kenapa. “terserah kaulah kyu yang penting aku sudah memperingati kau. Baiklah kalau begitu aku keluar dulu dan untuk berkas proyek kerja sama dengan CSW Corp nanti aku serahkan padamu.” Ucap donghae. Kyuhyun hanya bergumam dan pria itu membungkukkan sedikit tubunya lalu segera keluar dari ruangan itu.
Sementara itu di dalam lift ri jin menopang tubuhnya bersandar di dinding lift sambil sesekali kepalan tangannya memukul dinding tersebut. Emosi gadis ini sepertinya tersulut dan itu semua karena kyuhyun si direktur barunya. Selanjutnya ia bertolak pinggang sambil mengeluarkan nafas kesal.
“HOSH! JINJHA!! Apa-apaan pria itu?! Cih! mempermalukanku di depan umum seperti tadi! SIALAN KAU PERUT BUNCIT!” teriak Ri Jin sambil meninju-ninju udara.
Ri jin masih meninju-ninju udara bahkan sekarang kaki mungilnya itu bergerak dengan gaya menendang di udara sambil terus berteriak keras. “BRENGSEK KAU PERUT BUNCIT!! CIAAAATT!!! KAU BELUM TAU BERHADAPAN DENGAN SIAPA HAAAHH!!”
“OH KAU INGIN MEMBALAS DENDAM DENGANKU EOH?! OK AKU SIAP SINI KALAU KAU BERANI!” teriaknya sambil mengambil ancang-ancang gaya kuda-kuda seakan orang penyebab kemarahan gadis ini berada di hadapannya.
“CIIIIAAATTT!!!”
Ting
Orang-orang yang berdiri di depan lift menganga lebar melihat sikap Ri jin. Tubuh gadis itu seperti bruce lee sedang siap-siap menghajar musuhnya dengan mulut terbuka lebar di tambah mata gadis itu tertutup. Sungguh lucu sekali pose Ri jin saat ini. Seorang karyawan pria yang sedang membawa tumpukan kertas tiba-tiba terkekeh membuat kesadaran gadis itu kembali. Dengan cepat matanya terbuka dan meneguk ludah sangking malunya di tatap dengan pose yang sungguh memalukan seperti ini.
Ia berdehem malu sambil berdiri tegak merapikan sedikit seragamnya dan membungkuk sedikit badannya. Dengan cepat gadis itu keluar dari lift itu dan berjalan cepat sambil menundukkan kepalanya malu.
‘ha~ aish jinjha! Malu sekali aku. Bodoh kau ri jin!’ umpatnya dalam hati. Tubuhnya ia tegakkan dan tiba-tiba rasa kesal yang tadi menggebu-gebu menguap begitu saja. Ia meneguk ludah sangking gugupnya. Sekarang ia sudah berada di lorong utama perusahaan ini dan tatapan Ri jin menjurus ke depan di mana ia yakin bahwa itu merupakan ruangan pria buncit menyebalkan milik Cho kyuhyun. karena sudah ke tiga kalinya kaki mungil Ri jin menginjak lantai utama ini.
Perlahan kaki mungil itu melangkah sambil sesekali tatapan ri jin berkeliling menatap bagaimana luas dan berbedanya lantai utama itu di bandingkan lantai-lantai lainnya.
Disana ia melihat seorang gadis yang sepertinya sekretaris kyuhyun sedang berbicara di telpon. Gadis yang baru menjabat sebagai sekretarisnya kyuhyun itu berdiri dan melangkah masuk ke dalam ruangan kyuhyun. Ia sedikit mengernyit heran, untuk apa Direktur baru itu ingin mempunyai sekretaris lebih dari satu? Benar-benar pria Kaya yang gila. Pemikiran itu membuatnya mencibir tidak suka. Seo Min Ji nama sekretaris itu dan ia cukup kenal dengan gadis itu karena seo min ji seorang yang begitu ramah.
Ri jin menggaruk pipinya dan menghembuskan nafas tenang. Setelah sedikit tenang perlahan ia melangkah menuju ruangan kyuhyun.
DEG DEG DEG
Jantungnya tiba-tiba berdebar setelah ia sudah berdiri di depan pintu ruangan Direkturnya itu. Dahinya mengerut, sungguh ia tidak suka atas reaksi tubuhnya yang sepertinya sangat terpengaruh dengan hal yang berbau pria buncit itu. Mulutnya komat kamit tidak jelas dan menatap tajam pintu itu.
CEKLEK
“oh! Kau mengagetkanku Ri jin-ah”. Sekretaris cantik itu mengelus dadanya kemudian menutup pintu ruangan itu. bagaimana ia tidak kaget karena setelah ia membuka pintu itu Ri jin secara langsung menghadiahinya tatapan tajam.
Sadar akan perbuatannya, Ri jin segera mengubah mimic wajahnya dengan senyum lima jari dan mengusap tengkuk sangking malunya.
Min ji tersenyum maklum dengan sikap gadis di hadapannya saat ini, “sajangnim sudah menunggumu”. Mendengar kata-kata itu mengapa Ri jin seperti mendengar sebuah kematian telah menunggunya di dalam sana.
Sekretaris cantik itu pergi dari hadapannya menuju tempatnya. Ri jin meneguk ludahnya dengan susah payah. Mata indah miliknya berkedip beberapa kali sebelum menutup mata merileksasikan tubuhnya yang saat ini sedang tegang.
Setelah di rasa cukup tenang tangan mungil itu menyentuh knop pintu ruangan itu
CEKLEK
Di lihatnya kyuhyun sedang memunggunginya menatap pemandangan di luar jendela sambil memasukkan kedua tangan di dalam saku celana. Dengan gugup pintu itu di tutup sangat pelan. Ri jin meringis dengan dahi mengerut disertai langka pelannya.
“setelah kau begitu kurang ajarnya membentakku, pandai melawan dan sekarang kau begitu tidak ada sopan santunnya”. Suara dingin kyuhyun membuat langkah  ri jin terhenti seketika. Ia gemetaran. Kyuhyun membalikan tubuhnya menatap tajam ri jin yang sudah pucat pasi. Beberapa menit kemudian senyum miring milik pria itu terbit membuat ri jin mematung di tempat.
“kita bertemu lagi Oh Ri Jin”
To Be Continued ..

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: