Nothin’ On You Part 8

1
Nothin’ On You Part 8 ff yadong kyuhyun
FF “Nothin’ On You” Part 8 [Kyuhyun-Channie]
Story by : Deani [@yesungcharger]
Cast : Cho Kyu Hyun, Park Chan Nie.
Genre : Romance
Ratting : NC-21
PS : TYPO!!!! Perhatikan Ratting! Don’t Bash! Tidak suka tidak usah membaca. Sudah tahu rattingnya. So, jadi yang belum cukup umur jangan protes karena terlanjur baca!
Oke langsung saja~~ Hope you like it, Happy reading~~^^
“Ya. Di sini.” jawab Kyuhyun serak, Channie ternganga. “Kita akan bercinta di sini. Di atas mejaku.” lanjutnya lagi dengan melumat keras bibir Channie.
“Kau gila.” bisik Channie di depan mulut Kyuhyun yang terasa panas.

“Ya. Aku memang gila.” jawab Kyuhyun dengan nada seksual, menggodanya. “Bahkan aku sudah lama menantikan ini. Bercinta denganmu di atas meja kerjaku. Di dalam kantorku.” lanjut Kyuhyun dengan tatapan yang menyala-nyala. Terbakar hasrat dan kemudian pria itu menyeringai.
“Pengalaman pertamaku Channie, begitu juga dengamu.”
part 8
Channie cukup tercengang dengan apa yang dikatakan Kyuhyun barusan. Pengalaman pertama kali untuk Kyuhyun bercinta di dalam ruangannya, lebih tepatnya di atas meja kerja, di Kantornya?! Tidak mungkin. Mustahil, kan? Mengingat banyak sekali teman wanitanya yang hilir mudik memuaskan gairahnya yang begitu besar.
Pandangan mata Channie tetap tertuju pada mata Kyuhyun yang masih sendu, bibirnya sulit terkatup.
“Kyu—Kyuhyun jangan bercanda,” bisik Channie serak mendengar penjelasan Kyuhyun. Ia masih tidak percaya atau memang sulit untuk percaya. Tetapi Kyuhyun mengucapkannya terdengar tulus.
“Bercanda? Apanya yang bercanda?” Kyuhyun menggesekkan ujung hidungnya dengan ujung hidung Channie. Saling memejamkan mata mereka masing-masing menerima sentuhan ini.
“Su—sulit dipercaya,” bisik Channie lagi dan tetap dengan nada yang Kyuhyun dengar gadis ini masih belum percaya.
Seringai kecil muncul di wajah Kyuhyun, kemudian dia menarik nafas sejenak dan menciummi rahang Channnie, turun ke lehernya hingga terdengar erangan Channie dan dirinya.
“Penasaran Park Channie?” nadanya terdengar menggoda. Channie tahu Kyuhyun pasti akan menggodanya habis-habisan agar dia tahu jawabannya.
Kyuhyun menghisap kecil-kecil permukaan leher Channie dengan bunyi decapan yang begitu membakar hasrat keduanya. Lenguhan Channie terdengar menyiksa pangkal paha Kyuhyun. Celananya semakin mengetat. Ugh! Persetan menjelaskan sekarang pada Channie. Kyuhyun menggeram pelan kemudian menutup bibir Channie yang merah menggoda dan terlihat bengkak—begitu mengundangnya untuk dilumat habis. Menekan bibirnya pada bibir terbuka Channie. Mengulum bibir Channie atas dan bawah. Menekannya dan menyusupkan lidahnya. Merasakan seluruh rongga mulut, lidah dan bibir yang penuh dengan candu. Ya Tuhan. Sialan rasanya masih sama, begitu nikmat dan membuatnya selalu ketagihan.
Channie tidak kuasa untuk tidak larut dalam lumatan bibir Kyuhyun yang melahap bibirnya bergantian, ia pun juga menikmati sentuhan bibir dan lidah Kyuhyun pada bibir dan di dalam mulutnya. Membelit lidahnya, mencecapi setiap rasa yang membuat mereka sulit melepas pagutan panas ini. Dengan posisi yang masih sama—Channie dalam pangkuan Kyuhyun. Ia semakin menekan tubuhnya merapat pada Kyuhyun demikian juga dengan Kyuhyun merepatkan tubuh Channie mendekat kepadanya.gesekan tubuh mereka membuat percikan api dalam tubuh masing-masing.
Kyuhyun mengerang di dalam tenggorokannya ketika tangan Channie mulai melepas jas dan juga mengeluarkan kemeja yang masih rapi masuk dalam celananya. Melepas beberapa kancing dan mengusap pundak Kyuhyun dengan jemarinya. Kyuhyun terbakar. Tangan Kyuhyun juga tidak tinggal diam, dengan semakin menyentuh, mengusapnya setiap jengkal tubuh indah Channie hingga terdengar deru nafas mereka yang memburu, membuat gairah mereka kian membara.
Mereka terengah. Tubuh indah Channie yang masih berbalut dress mengumpul di pinggangnya—porak-poranda karena ulah tangan Kyuhyun.
Tangan Kyuhyun yang satu masih menahan pinggang Channie, mengusapnya dan yang satu kini turun dari leher Channie menuju dadanya. Menyingkap bagian atas dressnya dengan tergesa-gesa dan tentu saja nafas Kyuhyun memburu. Membuat Channie meremas kuat rambut Kyuhyun dengan jari-jari lentiknya.
“Ah—ya ampun,” desah Kyuhyun parau, terdengar frustasi melepas tautan bibirnya ketika berhasil menemukan dada kenyal Channie, “Sialan. Kau tidak memakai bra, Channie.” desisnya dan matanya menatap Channie menyala-nyala. Marah dan bergairah. Sungguh perpaduan yang membuat Channie terbakar oleh hasratnya dengan melihat wajah tampan Kyuhyun dengan ekspresi seperti ini.
Channie merasakan tatapan Kyuhyun semakin dalam ke arahnya, hingga membuat area sensitifnya terasa panas dengan tatapan seperti itu.
Ia tergagap dan bibirnya sulit terkatup. Menahan nafasnya, sejenak. Ia sudah lemas akan ciuman membabi-buta yang di lakukan oleh Kyuhyun barusan, dan ia tidak kuasa untuk bersuara. Ia yakin, suaranya akan mirip pelacur yang sudah haus akan sentuhan.
“Channie… Seharian di kantor kau—kau,” Kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya lalu menekan keras bibirnya ke bibir Channie. Seperti frustasi. Channie tahu apa yang Kyuhyun rasakan. Ia ingin tersenyum, tapi ia tidak bisa. Pikirannya sudah tidak normal jika sudah berada dalam posisi seperti akan bercinta dengan Kyuhyun.
“Jangan kau ulangi lagi. Kau tahu Channie, banyak pria di sini… Ya ampun. Aku bisa gila hanya memikirkan bagaimana pria-pria di gedung ini yang sudah menatapmu dan ingin memangsamu. Menarikmu ke ranjang mereka. Hah!” terdengar marah dan deru nafasnya masih berat.
Channie mengusap kedua pipi Kyuhyun lembut dan dengan jemari-jemari lentiknya, menatap Kyuhyun dalam-dalam. Penuh perasaan. Desiran hatinya kembali bangkit melihat tatapan Kyuhyun kembali melembut, tapi masih bergairah untuknya. Ia tahu, Kyuhyun mengira ia akan mudah berpaling darinya. Itu mustahil! Dan ia ingin meyakinkan Kyuhyun kalau ia milik pria ini. Miliknya! Melalui tatapannya ini, Kyuhyun akan tahu bahasa tubuhnya.
Channie berbisik tepat di depan bibir Kyuhyun, “Kau berlebihan Mr. Cho. Mereka semua tidak sepertimu yang selalu berpikiran—“
Kyuhyun menarik nafasnya, “Oh, ayolah. Siapa pria yang tidak—”
“Ssshhh…” Channie memotong pembicaran Kyuhyun dengan menekankan dahinya pada dahi Kyuhyun mengecup ujung bibir Kyuhyun dengan pelan dan terdengar erangan Kyuhyun yang tertahan karena perbuatan kecilnya menyalurkan sengatan listrik pada Kyuhyun.
Channie bergerak sedikit—melonggarkan diri dari dekapan Kyuhyun, karena ia sulit bernafas. Aura kejengkelan Kyuhyun akan dirinya terasa kuat kali ini. Tetapi yang terjadi malah bagian intim mereka bergesekan dan Kyuhyun juga semakin menekan tubuhnya, merapat hingga tidak ada celah antara keduanya. Begitu intim.
Tangan Channie beralih mengait pada leher Kyuhyun dan menarik kepalanya ke belakang, merasakan sensasi barusan yang mereka ciptakan.
“Ahh—“ Mereka mendesah bersamaan dengan mata yang terpejam sesaat ketika merasakan sensitif mereka bersentuhan dengan cara yang tidak sengaja. Panas dan berdenyut.
Kyuhyun menatap Channie menyala-nyala. Gairah pria ini semakin berkobar akibat kejadian barusan.
Kyuhyun kembali memejamkan matanya dan menarik wajah Channie hingga bibir basah dan panas mereka menyatu kembali. Saling melahap lapar dan seolah mereka tidak berciuman dalam waktu yang sangat lama. Tangan Kyuhyun yang masih ada di atas dada Channie, meremasnya dengan cara Kyuhyun sendiri. Channie merintih dan mendesah bersamaan dengan semakin kerasnya tangan Kyuhyun bermain di dadanya.
Bibir Kyuhyun turun ke rahangnya, lalu ke bagian bawah telinganya. Menciummi dan menjilat dengan lidah lembut Kyuhyun tapi terasa begitu panas hingga terasa membakar setiap celah kulit Channie. Membuat Channie menggeram dan menggigit bibirnya sendiri. Ia tidak mau jeritan kenikmatannya terdengar sampai ke luar ruangan Kyuhyun. Ia merasa sesak. Sulit bernafas. Paru-parunya seolah kosong. Darahnya berdesir, dan jantungnya masih berdebar dengan keras. Apalagi saat tangan Kyuhyun turun ke area sensitifnya yang masih berbalut dengan celana dalamnya. Jari-jari panjang Kyuhyun bergerak liar di sana, Channie tersentak dan erangannya tertahan. Debaran jantungnya makin tidak terkendali saat mendengar suara CRAK. Kyuhyun merobek celana dalamnya.
Channie hendak marah atau kesal tapi ia tidak bisa, bibirnya hanya bisa mengeluarkan erangan dan desahan akibat ulah Kyuhyun. Jari panjang Kyuhyun memasuki area sensitifnya dan bergerak di dalam sana dan bibirnya berpindah ke puncak dada Channie. Membuat Channie melayang. Matanya terpejam erat merasakan kenikmatan ini. Kyuhyun benar-benar membuatnya ketagihan atas apa yang ia lakukan padanya. Dan, tubuhnya memang sudah sangat tidak sabar di masuki oleh Kyuhyun. Channie, kau benar-benar menjadi gadis mesum sekarang. Tuhan, maafkan aku. Batinnya.
Suara nafas mereka yang memburu dan beradu mendominasi ruangan kerjanya beserta decapan dari bibir Kyuhyun di dada Channie. Membuat semangat dan gairah Kyuhyun makin tidak terbendung lagi.
Setiap jengkal tubuh Channie sepertinya memang tidak pernah habis rasa candunya yang memabukkan. Hingga Kyuhyun selalu ingin dan terus menempatkan bibirnya di atas permukaan tubuh Channie. Suara desahan Channie beserta gerakan jemari lentik Channie di rambut dan kini beralih di dadanya, membuat Kyuhyun menggila. Mendesis. Dan kepalanya seolah berputar, pening merasakan sentuhan Channie ini. Sialan Channie, dengan tangannya saja membuat Kyuhyun tidak bisa menahan lebih lama. Dia di ujung gejolak hasratnya.
“Ahh—Ya Tuhan, Channie.” bisik Kyuhyun serak, “Kau sudah sangat basah.” lanjutnya terengah.
Channie memerah mendengar ini. Selalu. Wajahnya tidak bisa di ajak berkompromi untuk masalah yang satu ini. Channie kembali memejamkan matanya saat jari-jari Kyuhyun kembali bergerak di dalam sana. Dari pandangan matanya yang mengabut, Channie bisa melihat Kyuhyun menatapnya intens. Seolah pria itu ingin melihat bagaimana dia begitu bergairah. Oh, pastinya Channie sangat malu. Dengan wajahnya yang memerah dan berantakan serta pakaiannya yang sudah porak-poraknda. Kyuhyun mungkin akan menertawainya karena ia di landa gairah yang begitu besar.
Tapi, kemudian ia mendengar. “Kau cantik, Channie. Sialan. Lebih dari. Cantik.” kata-katanya penuh penekanan membuatnya menghangat. Channie merasa dipuja dan dicintai setiap kali Kyuhyun mengatakan ini saat mereka dalam keadaan akan atau sedang bercinta.
Dadanya semakin berdebar tidak beraturan bersamaan dengan tatapan intensnya dan kemudian Channie merasakan jemari Kyuhyun semakin cepat bergerak hingga ia merasa gelombang itu akan datang. Ia menggeram dan menahan nafasnya agar desahannya juga tidak terlalu kencang. Tangannya kini mengait erat leher Kyuhyun dan tubuhnya bergeliat di atas pangkuan Kyuhyun. Hingga ia menegang dan tubuhnya terasa tidak bertulang.
Memanggil nama Kyuhyun dengan suara parau dan nafasnya terengah, Channie membenamkan wajahnya di relung leher Kyuhyun. Pria itu mengusap punggung telanjangnya dan mengecup berulang kali puncak kepalanya, sementara ia merasakan pelepasan yang begitu hebat di pangkuan Kyuhyun, di dalam ruangannya. Ini gila.
Channie merasakan sesuatu yang keras menekan pantatnya hingga ia sedikit bergesar bersamaan dengan itu ia mendengar rintihan Kyuhyun yang menggelitik di telingannya. Channie menatap Kyuhyun, dan Kyuhyun juga menatapnya seolah menyuruh Channie untuk melepas celananya. Tidak berpikir lama, dan sebeum Kyuhyun berkedip, Channie menarik ikat pinggang Kyuhyun dan resleting celana kerjanya, hingga menampakkan milik Kyuhyun yang sudah siap untuknya.
Saat hendak melepas bawahan Kyuhyun—dia masih mengenakan kemeja kerjanya, Channie mendengar deru nafas Kyuhyun yang tersendat. Bibir Kyuhyun mengatup rapat menahan desahan yang hendak keluar dari mulutnya saat jemari Channie bergerak di miliknya yang masih berbalut underwearnya. Channie menatapnya, Ia bisa merasakan tatapan Kyuhyun seolah berharap lebih. Apakah ini yang pernah di katakan oleh Yoo Mi tentang bagaimana dia memuaskan Kyuhyun. Ya, Tuhan, Channie. Kau benar-benar ingin melakukannya. Ayo, lakukan.
Tatapan Kyuhyun semakin menggelap dan rahangnya terlihat mengeras. Menanti apa yang akan Channie lakukan terhadapnya. Dengan sigap Channie menarik underwear Kyuhyun dan jemari lentiknya bergerak di sana.
Seketika Channie mendengar erangan Kyuhyun. Sial. Suara serak Kyuhyun begitu seksi dan membakar gairahnya. Entah mengapa ia mempunyai perasaan bangga bisa membuat Kyuhyun merasakan kenikmatan karena sentuhannya. Channie bergerak menunduk saat tangan Kyuhyun mulai mengusap punggung dan pinggangnya bergantian. Mengirimkan gelenyar-gelenyar di setiap sel tubuhnya yang semakin terasa panas. Menekan kulit berpeluh masing-masing.
“Ya Tuhan Channie, bibirmu.” erang Kyuhyun saat bibir Channie sudah ada di atas perut turun ke pusar hingga sudah dekat dengan milik Kyuhyun. Pria ini seketika menegang. Pandangannya semakin mengabut. Channie mendengar nafas Kyuhyun yang semakin memburu. Menelan ludah dalam-dalam dan ia akan mencobanya untuk pertama kalinya. Kyuhyun sudah sering kali melakukan pada miliknya. Ia ingin Kyuhyun hanya menikmati sentuhannya-lah yang paling Kyuhyun ingat. Bukan gadis atau wanita lain, termasuk Yoo Mi. mengingat nama itu membuat hati Channie tidak nyaman. Bibirnya perlahan mulai menyentuh milik Kyuhyun dan mencoba mempermainkan lidah dan cara seperti memakan es krim.
Mulut Kyuhyun terbuka. Tubuhnya menegang. Darahnya seolah mendidih merasakan bibir Channie mengulum miliknya. Erangannya lolos dari bibirnya. Brengsek. Bagaimana ia membiarkan Channie melakukan oral padanya. Bahkan ia tahu Channie itu gadis seperti apa. Belajar darimana gadisnya ini. Tidak. Tidak. Membayangkan bibir dan lidah sialan nikmat milik Channie ini sudah pernah memberi kenikmatan pria lain membuat Kyuhyun frustasi.
Mengesampingkan pikiran buruknya, Kyuhyun memejamkan matanya.
“Channie—mulutmu. Ya ampun….” Kyuhun menggeram merasakan pijatan di miliknya oleh bibir Channie. Begitu nikmat. Ia tidak pernah merasakan kenikmatan, seperti Channie melakukan ini padanya. Tidak pada wanita manapun. Sepertinya memang hanya pada Channie kenikmatan itu didapatnya. Ia tidak akan menemuinya di wanita di seluruh belahan dunia ini. Dan beruntungnya, Channie miliknya. Ya. Miliknya.
Kyuhyun sudah tidak tahan. Gairah dan nafsunya sudah memuncak. Apalagi bibir Channie mempermainkan miliknya dengan begitu lincah. Lidahnya begitu menggelitik hingga Kyuhyun merasakan akan ada pelepasan hebat di miliknya dalam mulut Channie. Menarik wajah Channie, Kyuhyun berdesis, “Sayang, kau begitu pintar. Ya, Tuhan ini begitu nikmat. Aku ingin sekarang, tapi tidak dengan mulutmu yang memabukkan itu.” Kyuhyun terengah. Matanya menatap Channie dengan penuh hasrat yang membara. Begitu juga Channie.
Tapi apa Kyuhyun memang tidak suka kalau ia tadi berbuat demikian. Kenapa tiba-tiba ia menghentikannya? Tatapan Channie kemudian berubah, sedikit terluka. Kyuhyun menangkap dengan cepat reaksi raut wajah Channie. Buru-buru ia menangkup wajah Channie dengan ke dua tangannya. Menjalankan jemari panjangnya di pipi Channie. Kemudian melumat bibir Channie dengan cepat
“Aku sangat terkejut kau melakukan ini padaku. Ak—aku tidak menyangka kau begitu—sialan pintar walau kau pemula.” mendengar ini dari mulut Kyuhyun wajahnya kembali memerah, kyuhyun tahu ia pemula. Jelas! Sudah berapa banyak mulut wanita yang menservisnya. Mengingat itu, lagi-lagi kepalanya seperti di tusuk-tusuk.
“Kali ini cukup. Waktu kita tidak banyak, dan aku akan bermain sedikit cepat…” bisik Kyuhyun di depan bibirnya. Ucapan Kyuhyun yang begitu vulgar membuatnya terasa panas dan tubuhnya bergetar.
Dengan cepat Kyuhyun membalikkan tubuhnya, hingga tubuh atasnya tertelungkup di atas meja kerja Kyuhyun dan Kyuhyun dengan sigap berdiri membelakangi Channie. Channie bergetar hebat dan merintih ketika merasakan bibir basah Kyuhyun menciummi kulit punggung dan lehernya. Tangan Channie yang tidak sanggup berpengangan, membuat meja kerja Kyuhyun berantakan dan seluruh kertas-kertas sudah berserakan kemana-mana.
Erangannya berubah menjadi desahan ketika Kyuhyun membuka kakinya, bibir Kyuhyun yang ada di area telinganya kemudian membisikkan dengan lembut, “Kau milikku sayang,” Channie hanya mengangguk pasrah dan bersamaan dengan itu ia merasakan perlahan milik Kyuhyun mulai memasuki dirinya.
Channie menggeliatkan tubuhnya, sedikit demi sedikit Kyuhyun memenuhinya. Sedikit nyeri dengan posisi seperti ini, tapi ia masih bisa bertahan. Erangan Kyuhyun terdengar seperti frustasi. Dengan sekali sentakan keras, Channie memekik dan Kyuhyun mendesah panjang. Channie merasa begitu penuh dan ia menarik oksigen sebanyak-banyaknya. Kemudian Kyuhyun menarik wajahnya sedikit memiringkan, Channie melihat senyum di wajah Kyuhyun. Sialan, pria ini begitu bertambah tampan. Ya, ampun dalam keadaan seperti ini—masih dengan pakaian kerjanya dan ia meniduri wanita yang kata lain adalah istrinya di dalam ruangan kerjanya dalam keadaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata selain, panas dan bergairah.
Kyuhyun mencium bibirnya, Channie membalas lumatan Kyuhyun dan merasakan Kyuhyun mulai menggerakan tubuhnya perlahan-lahan. Ciuman mereka terlepas dan Kyuhyun menenggelamkan bibirnya di pundak Channie. Memberinya kecupan-kecupan dan hisapan tanda kepemilikan olehnya. Channie semakin terbakar. Sedikit menegakkan tubuhnya walau masih terkesan sedikit tengkurap di atas meja Kyuhyun, ia menempatkan salah satu tangannya di paha Kyuhyun. Menekannya untuk membantunya merasakan kenikmatan lebin dalam lagi. Sensasinya memang berbeda sekali dengan percintaan mereka selama ini. Panasnya semakin menjadi ketika Kyuhyun semakin cepat
“Ky—kyu,” desah Channie serak merasakan tusukan Kyuhyun yang semakin dalam menghujam miliknya. Channie juga ikut menggerakan tubuhnya membuat Kyuhyun berulangkali menggeram nikmat.
Deru nafas yang memburu, saling berpacu dan peluh yang keluar dari tubuh mereka berdua kini menghiasi percintaan panas mereka di dalam kantor ini.
Gesekan kulit mereka yang berpeluh semakin menyulut api dan hasrat masing-masing.
Tidak henti-hentinya Kyuhyun mencium serta memainkan lidahnya di leher dan wajah Channie sambil terus mempercepat tempo gerakannya. Dorongannya lebih kuat dan lenghuan panjang dari Channie dan Kyuhyun terdengar setiap mereka merasakan nikmat dari gerakan tubuh mereka sendiri. Channie merasa milik Kyuhyun menyentuh titik rangsangnya, di dalam miliknya. Begitu cepat gerakan Kyuhyun hingga kini Channie hanya bisa mendesah hebat. Pikirannya sudah tidak fokus. Sudah penuh dengan nafsu. Kyuhyun kemudian ia mendengar Channie mendesah panjang dengan menyebut namanya berulangkali karena dorongan liar tubuhnya pada Channie.
“Sekeras apa kau mendesah Channie, orang tidak akan mendengarnya. Ayo sayang, panggil namaku terus,” bisik Kyuhyun di telinganya.
Apa? Jadi ruangannya kedap suara? Sialan.
Tubuh Channie terdorong ke depan karena gerakan tubuh Kyuhyun yang menusuk tubuhnya semakin dalam. Begitu panas dan liar Channie rasa. Dan ia menatap Kyuhyun dengan masih ber-kemeja sedang bercinta dengannya membuat sensasi lain. Pria itu menatapnya, dan tatapan mereka bertemu. Entah apa yang tersirat dalam tatapan memuja Kyuhyun ini. Channie juga tidak tahu. Yang Channie rasa hatinya berdesir. Pasti wajahnya memerah bukan karena gairah tapi karena tatapan Kyuhyun ini.
Tiba-tiba tubuhnya menegang. Nafasnya makin terasa pendek-pendek. Channie meremas kuat kulit paha Kyuhyun. Kyuhyun tahu Channie akan segera datang. Begitu juga dirinya. Kyuhyun mendorong tubuhnya cepat lagi dan tidak memperdulikan suara mejanya yang berderit, sedikit bergeser. Hingga tubuh keduanya benar-benar kaku.
Gelombang itu datang, mengalir di rahimnya begitu juga Channie. Pelepasannya begitu intens dan pastinya di rasa sangat hebat. Ya, Tuhan. Ia lunglai sekarang. Lemas. Dan tidak sanggup untuk bergerak sedikitpun. Menikmati pelepasan dengan deru nafas yang sama-sama memburu. Channie merasakan Kyuhyun menciummi tengkuk dan juga lehernya. Menghirup aromanya di sana, dalam-dalam. Kemudian, tubuhnya di tarik dalam pangkuan Kyuhyun. Pria itu mendekap tubuhnya erat dan posesif. Masih dengan milik Kyuhyun di dalam tubuhnya.
“Ini hebat, Channie.” bisik Kyuhyun masih mendekap tubuhnya dan kedua tangan Kyuhyun yang melingkar di perutnya. Channie hanya bisa bersandar pada dada Kyuhyun. Menoleh ke samping, mendapati leher Kyuhyun dengan adam apple pria ini yang menarik untuk ia kecup. Channie tersenyum kemudian mengecupnya, lalu mendengar erangan Kyuhyun. Channie terkekeh.
“Kau membuatku selalu menginginkan mu lagi, lagi dan lagi. Ugh sialan,” desisnya kemudian meremas dadanya. Hingga Channie melenguh merasakan pijatan jemari Kyuhyun di dadanya. Lagi, Channie merasa gelenyar yang tersisa kini kembali bangkit dan menjalar ke seluruh tubuhnya saat remasan itu semakin intens dengan bibir Kyuhyun bermain di area leher dan rahangnya. Nafas Kyuhyun yang panas mampu membakar dirinya. Terkesiap Channie merasakan milik Kyuhyun di dalam miliknya kembali ereksi dan Kyuhyun kembali bergerak, menusukkan miliknya perlahan. Menggoda Channie.
Salah satu tangan Channie berpengangan pada meja dan satunya dalam genggaman tangan Kyuhyun. Ia dalam pangkuan Kyuhyun dan posisi ini memang begitu dalam milik Kyuhyun semakin dalam dirasa memasuki tubuhnya. Sialan. Kenapa Kyuhyun selalu berhasil membangkitkan gairahnya. Ia merintih dan matanya sesekali terpejam karena sensasi penyatuan tubuhnya dengan Kyuhyun serta merasakan dorongan tubuh Kyuhyun, kembali.
Deru nafas mereka kembali memburu. Gerakan yang tadinya lembut dan pelan. Kini berubah dengan cepat dan semakin cepat. Suara lenguhan mereka bersahutan. Terlebih Channie. Tubuhnya yang lemas tapi masih bisa untuk mengimbangi gerakan Kyuhyun, hingga pria itu juga mengerang nikmat.
“Ya ampun, kau begitu nikmat.” bisik Kyuhyun membuat hatinya berdesir. “Kau milikku. Channie. Hanya milikku.” pernyataan ini sudah sering Channie dengar. Tapi, setiap kali mendengarnya selalu hatinya seakan berbunga-bunga. Kyuhyun tulus mengatakan ini walau dengan nada egoisnya. Tapi, Channie menyukai cara Kyuhyun ini. Tidak berapa lama setelah itu tubuh keduanya kembali menegang dan pandangan Channie semakin mengabut. Kyuhyun mendorong milikna lebih dalam dan Channie melenguh dengan nafas kasarnya. Matanya terpejam kuat-kuat dan nafasnya memburu.
Channie tidak kuasa menahan dan gelombang itu datang membasahi milik Kyuhyun yang ada dalam tubuhnya. Kyuhyun menyentakkan dengan keras miliknya dan tubuhnya juga menegang seiring nafasnya yang panjang, hingga Channie merasakan cairan Kyuhyun yang hangat di dalam tubuhnya dan sebagian bahkan mengalir keluar ke pahanya. Rasa hangat menerpa keduanya. Kyuhyun mendekap erat tubuh Channie yang sepertinya sudah sangat lemas. Tidak bertenaga. Mengecupi pipi dan leher Channie, Kyuhyun menyandarkan Channie di dadanya.
Keduanya terengah bersama, dalam keadaan yang masih sangat intim menikmati sisa-sisa pelepasan. Channie kemudian membuka matanya perlahan setelah nafasnya teratur. Melihat Kyuhyun masih memeluknya dengan milik Kyuhyun juga masih dalam tubuhnya, membuat Channie tersenyum singkat. Kyuhyun mengecup pelipisnya kemudian Channie hendak berdiri tapi Kyuhyun masih menahannya.
“Cho Kyuhyun. Aku akan kembali bekerja,” ucap Channie pelan. Melihat ke samping, Channie mendapati Kyuhyun masih memejamkan matanya dengan dagunya masih bersender di pundaknya. Terlihat lucu jika ia menggelengkan kepalanya pelan.
“Apa kau mau kembali bekerja dengan pakaian lusuh aroma seks dan tanpa celana dalam. Kau pikir, aku akan mengijinkanmu.” ujar Kyuhyun tenang.
Channie ternganga mendengar ini, kemudian tanpa di duga Kyuhyun mengangkat tubuhnya hingga miliknya terlepas, membuat Channie mengernyit. Channie merasa kehilangan. Apa? Kau gila, Channie.
“Kalau milikku tetap di dalam tubuhmu. Aku tidak menjamin kau bisa berjalan.” seringainya muncul dan Channie hanya bisa mencibir. “Kau selalu merona untukku. Cantik.” gumam Kyuhyun pelan dengan mengecup ujung hidung Channie.
Tatapan mereka bertemu. Kyuhyun tersenyum padanya. Dan efeknya sangat besar padanya, dadanya kembali berdegub kencang. Kyuhyun semakin tampan dengan wajah yang sehabis bercinta dan rambutnya acak-acakan serta kemeja dengan dasi yang sudah tidak terpasang dengan semestinya. Beginikah, CEO perusahaan yang sangat di segani di Seoul. Sialnya, dengan keadaannya seperti ini mampu menarik seluruh kaum wanita yang ada di seluruh planet bumi ini.
“Menikmati ketampananku, Channie.” ucapan halus—percaya diri Kyuhyun membuat Channie tergagap. Kyuhyun terkekeh kemudian melihat penampilannya. Ia kemudian melirik Rolex di tangannya. “Satu jam setengah ternyata kau bisa dua kali merasakan orgasme yang begitu sangat hebat.” lanjutnya dengan mengecup pipi Channie yang memerah semakin memerah. Sialan Kyuhyun.
Channie mengalihkan wajahnya saat Kyuhyun memasang kembali celananya. Entahlah ia malu melihat Kyuhyun memasang kembali celananya. Ia bahkan tidak percaya, dia telah mampu membuat Kyuhyun dengan miliknya di dalam mulut—Oh, please. STOP Channie! Batinnya berteriak malu. Dengan cepat Channie juga merapikan dressnya yang berkumpul di pinggangnya. Tanpa bra dan celana dalam. Bagus Channie. Kau selalu siap untuk di serang Kyuhyun—yang panas itu setiap saat. Di sini.
“Kyu—Kyuhyun, bagaimana dengan aku. Kau sinting merobek celana dalamku.” geram Channie kesal.
Ia melihat Kyuhyun yang sudah memakai celananya. Bergerak mendekat kearahnya, menarik pinggangnya hingga merapat ke tubuhnya. Tangan Kyuhyun lainnya meraih ponsel. Tetapi tatapan matanya tertuju pada Channie dengan ponsel menempel di telinganya.
“Kim Ryeowook!” Kyuhyun sedikit berteriak. Channie mengernyit. Apa hubungannya celana dalam dengan Ryeowook. Jangan bilang—
“Ya. Aku tahu, jam dua kan? Tolong belikan celana dalam wanita beserta branya dan juga dress tapi yang layak untuk Channie.” ucap Kyuhyun tenang dengan tatapannya terus tertuju padanya. Channie melotot pada Kyuhyun. Bagaimana bisa Kyuhyun menyuruh Ryeowook! Pria ini sudah tidak waras. Channie hendak meraih ponsel Kyuhyun tapi dengan tubuh Kyuhyun yang jauh lebih tinggi dari Channie membuat Channie kesulitan walau ia masih memakai high heelsnya.
“Ukuran?” Kyuhyun menatap lebih lekat ke arah Channie kemudian tertuju pada dadanya. Apa? Kyuhyun menatap dadanya?!! Mesum.
“Nanti aku kirim melalui pesan saja.” Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya dengan Ryeowook. Lalu mengetik dengan cepat pesan kepada Ryeowook. Dengan pelukan posesifnya masih di pinggangnya. Channie yakin Kyuhyun menulis ukuran celana dalam beserta branya. Kenapa Kyuhyun tidak mengatakan langsung.
“Aku ada meeting sebentar lagi,” gumamnya seperti Ia tidak ada bersalah padanya. Channie yang masih cemberut tidak menjawabnya.
“Sekarang makan siang, yang sesungguhnya.” perintah Kyuhyun penuh makna. Menarik Channie menuju sofa di seberang ruangan ini. Posisi menghadap langsung ke jendela kaca yang super besar dengan pemandangan kota Seoul di siang hari. Gedung-gedung tinggi pencakar langit bisa terlihat di sini jelas.
Channie sudah duduk di samping Kyuhyun. Di depannya sudah ada makanan yang tersedia. Sejak kapan dia menyiapkan makan siang ini. Pikir Channie. Perutnya kini terasa lapar. Maklum saja, tenaganya juga terkuras oleh kegiatan mereka di meja Kyuhyun, beberapa waktu barusan. Pipinya memerah lagi, jika terus mengingat adegan liar itu.
“Kapan Ryeowook datang. Aku ingin kembali bekerja.” kata Channie penuh penekanan. Kyuhyun tidak menghiraukan, dengan telaten membuka makanan yang sudah ia pesan.
“Cho Kyuhyun—“
“Kau makan sekarang atau kita bercinta lagi.” potong Kyuhyun dengan tatapan yang intens menatapnya. Mengabaikan apa kata Channie barusan. Channie menjadi salah tingkah. Pria ini benar-benar. Brengsek.
Akhirnya, Channie memilih opsi yang kedua. Lagi pula, ia perlu tenaga untuk berjalan, setidaknya.
***
Di tempat lain.
Yoo Mi kesal karena berulang kali ia menelpon Channie dan mengirim pesan agar nanti sore mereka bertemu untuk membicarakan sesuatu. Yoo Mi yakin akan merubah hidup gadis perusak rencananya terhadap Cho Kyuhyun—pria pujaannya.
“Sial. Dia kemana sih?” gerutunya. Sedangkan gadis di depannya tampak tersenyum penuh arti.
“Dia pasti bersama Kyuhyun.”
“Wanita murahan. Brengsek.” geramnya marah. Sementara gadis yang bersamanya saat ini—Juyeon malah semakin tersenyum.
“Biarkan mereka menikmati akhir kebersamaan mereka yang tidak akan lama lagi.” desisnya pelan.
Yoo Mi mengangguk mantap. Tiba-tiba ponsel Yoo Mi berdering. Nama Doo Joon ada di layar datarnya. Dengan cepat ia menekannya.
“Ya.” jawab Yoo Mi.
“Sialan, kau kemana saja. Aku hubungi sibuk. Jangan bilang—“
“Oh sial. Kau memarahiku!” teriak Yoo Mi marah. Ia sudah emosi, di tambah pria ini malah memarahinya.
“Ya!” kembali Doo Joon berteriak. “Aku sedang menelpon perempuan sialan itu. Dan hasilnya, dia tidak mengangkat panggilanku. Pesanku belum di balas olehnya.” jelas Yoo Mi dengan emosi yang memuncak. Ia geram, ingin sekali menarik rambut Channie dan menyeret tubuh Channie ke jalanan. Ugh!
“Apa?” Doo Joon memekik. “Jangan bilang kalau Channie tidak mau. Demi apa, Yoo Mi kau mengurus satu wanita saja tidak becus.” geramnya marah.
“Hey! Berhenti membuatku tampak bodoh, Joon!” bantahnya tidak terima. “Aku akan mencobanya nanti. Kau tenang saja, jangan panggil namaku kalau membawanya saja aku tidak bisa.” lanjutnya penuh percaya diri dan matanya penuh dengan sorot kebencian. Cho Kyuhyun-nya yang sudah sangat dinanti begitu lama. Ia bersabar dan selalu mencari tahu setiap kegiatan apa yang di lakukan Kyuhyun saat ia berada di luar negeri dan kini ia kembali akan menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya kembali, tapi wanita sialan itu dengan mudahnya menghancurkan semua rencananya. Ia tidak akan membiarkan ini terjadi. Tidak akan.
“Baik. Aku percaya padamu. Awas saja, kalau kau tidak berhasil.” sahutnya.
“Lalu, kau menelponku ada apa?” tanya Yoo Mi.
“Oh,” Doo Joon menarik nafasnya gusar. “Kau tahu. Uang si Brengsek Kyuhyun belum masuk ke dalam rekeningku. Shit! Mereka mengetahuinya, Yoo Mi!” lanjutnya dengan nada yang khawatir.
Tidak. Ini bahaya. Cho Kyuhyun beserta orang-orang yang sangat mahir dan dengan semua peralatan super canggihnya, sudah mampu membaca rencana ini? Pikir Yoo Mi. Bagus, kalau memang hanya Doo Joon yang terbaca. Tidak dirinya. Dirinya setidaknya akan aman. Dan, Kyuhyun tidak mungkin membencinya.
“Lalu?” tanya Yoo Mi penasaran.
“Tapi, aku yakin mereka tidak mengenali wajahku. Beruntung aku masuk dengan nama dan data palsu.” ucapnya setengah tidak yakin. Semoga Kyuhyun tidak mengingatnya yang pernah hampir merayu Channie di dalam liftnya. Jangan sampai.
“Bagus, Joon! Aku akan segera mengabarimu. Kau sudah siapkan semua tempatnya dengan baik, kan?” tanya Yoo Mi.
“Sudah beres. Kita harus bergerak lebih cepat. Mereka sudah membaca rencanaku! Semua orangku, sudah aku sebar. Dan kita, tinggal bergerak sedikit lagi.”
***
Channie menatap kamar ini dengan heran. Kamar di ruangan kerja Kyuhyun yang bisa di bilang. Lebih dari mewah. Walau tidak semewah kamar Kyuhyun yang ada di penthouse-nya, tapi ini sekelas dengan President suits yang ada di hotel-hotel bertaraf internasioal yang Channie pernah lihat hanya ada di drama-drama yang ia tonton.
“Kau bisa istirahat di sini.” ujar Kyuhyun sambil membuka lemari super besarnya, dan mengeluarkan kemeja dan celana yang akan ia pakai. Kyuhyun memilih black suit untuk siang ini.
Oh! Jadi, Kyuhyun memang sering mengajak perempuan yang ia ajak tidur masuk ke sini? Buktinya ada perlengkapan Kyuhyun di sini. Begitu lengkap. Kau wanita keberapa Channie, yang di ajak masuk ke sini? Batinnya penasaran.
Kyuhyun membuka kemejanya yang memang terlihat kusut karena percintaan mereka dan celana panjangnya. Membuat Channie tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Kyuhyun sepertinya sadar tubuhnya menjadi santapan imajinasi liar Channie. Ia hanya tersenyum membayangkannya. Ada rasa senang, karena Channie begitu terpengaruh olehnya.
“Kalau kau perlu mandi, Channie.” ucapan Kyuhyun membuyarkan lamunannya. Lebih tepatnya imajinasinya terhadap tubuh Kyuhyun, barusan. “Kamar mandinya masuk lorong sebelah kiri,” lanjut Kyuhyun sambil mengancingkan mensetnya.
Channie tergagap. Bodoh. Kau bodoh, Channie. Ia harus menghilangkan pikiran mesum ini perlahan-lahan, kalau tidak mau menjadi wanita gila akan sentuhan Kyuhyun. Hey, kau bahkan sudah gila sejak pertama kali Kyuhyun menciummu!
“Rapikan, dasinya.” perintah Kyuhyun sambil menarik pinggang Channie merapat ke tubuhnya. Channie yang merasa kesal karena Kyuhyun berkali-kali berhasil membuanya tampak bodoh. Hanya bisa merengut sambil merapikan dasi Kyuhyun. Ia bisa mendengar kekehan Kyuhyun dan tatapan pria itu tidak lepas kepadanya. Membuatnya kesal dan sekaligus berdebar.
Dengan posisi yang dekat sekali dengan Kyuhyun. Channie bisa mencium aroma Kyuhyun. Sisa parfum yang tersisa di tambah dengan aroma tubuhnya yang sehabis bercinta membuat Channie meremang. Dan dia, begitu tampan, Channie. Pipinya memanas.
Channie mendongak dengan ragu-ragu, “Sudah selesai.” katanya pelan. Kyuhyun menunduk sedikit, lebih menyelami tatapan mata Channie padanya. Channie sedikit mundur, dan kembali Kyuhyun menarik tengkuknya.
“Aku ingin kembali bekerja. Ku mohon.” pinta Channie dengan wajah yang ia buat mengharap penuh. Ia ingin sekali berteriak pada Kyuhyun kenapa seenaknya saja membuat dirinya mematuhi apa katanya. Tapi, kalau saat ini ia berteriak tidak terima yang ada ia menggelepar lemas di atas ranjangnya.
Kyuhyun menggeleng cepat, dan tatapannya berubah tajam. “Kembali bekerja atau bercinta di sini hingga besok pagi.” ujarnya tenang dan penuh dengan ancaman. Tapi, Channie bisa mencium gairah Kyuhyun yang mulai membara lagi. Pria ini seolah terbuat dari api. Setiap bersentuhan dengannya, tubuhnya juga memanas karena gairah Kyuhyun.
“Ryeowook akan datang membawa pakaianku, kan? Jadi apalagi masalahnya.” Channie tetap ingin kembali bekerja.
“Aku sudah bilang. Tidur di sini. Tunggu sampai aku kembali. Atau kau memang sengaja ingin bercinta denganku sampai lemas, Channie?” Kyuhyun bagaimana bisa tenang sekali mengucapkan kalimat yang membuat Channie ternganga.
“Tidak.” desis Channie marah.
“Bagus.” jawab Kyuhyun penuh dengan seringai. Smriknya Channie yakin bisa melumpuhkan semua wanita yang melihatnya. Pria ini begitu sinting, gila, dan pemerintah tapi dia begitu bisa membuatmu melayang dan entah kau bahagia di sampingnya, kan. Benar.
Channie menelan ludahnya. Kenapa pria ini. Jangan bilang! Tuhan, jantungnya kenapa selalu seperti ini, debarannya mendadak tidak teratur ketika Kyuhyun selalu menatapnya dalam-dalam.
Kyuhyun memejamkan matanya, kemudian Channie bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun menerpa permukaan wajah dan di permukaan bibirnya. Menggetarkan hati dan Channie seperti lumpuh. Ia menahan nafasnya. Gugup. Kyuhyun menekankan bibirnya untuk bertemu dengan bibir Channie. Mengulum bibir manis Channie dengan lembut dan penuh perasaan yang bahkan ia tidak tahu apa ia bisa jujur akan perasaannya sendiri. Mencecapi rasa bibir Channie yang menyatu dengan bibirnya. Menikmati betapa nikmatnya merasakan bibir Channie dan Channie juga mengulum bibirnya. Kyuhyun menghangat mengingat jika Channie juga mempunyai rasa apa yang ia rasakan. Hatinya berdesir. Dekapannya merapat. Dada mereka bersentuhan. Ciuman yang lembut kini sedikit cepat dan lidah mereka saling bertautan.
Channie kesilitan bernafas, dan ia menjauhkan sedikit wajahnya. Kedua tangannya yang ada di dada Kyuhyun, menekannya sedikit dan Kyuhyun sadar akan yang ia lakukan.
Nafas mereka berdua terengah. Kyuhyun, yang tadinya ingin sebetas ciuman saat ia akan pergi, kenapa malah berujung penuh gairah dan ingin bercinta dengan Channie, sekarang. Ya, Tuhan. Bahkan pangkal pahanya terasa nyeri. Gila, kau Cho Kyuhyun!
Selalu seperti ini jika dengan Channie.
“Kau ada rapat,” bisik Channie pelan. Ia masih dalam pengaruh ciuman Kyuhyun. “Rambutmu, rapikan terlebih dulu,” lanjutnya.
Kyuhyun yang melepas pelukan di pinggangnya kini, mengusap wajahnya pelan. “Aku bisa gila, Channie. Kau memakai sihir apa sih.” geramnya kemudian mengecup singkat bibirnya.
“Aku harus pergi.” lanjutnya merapikan sedikit kemejanya. “Istirahat. Ryeowook akan mengantar pakaian yang layak untukmu.” Kyuhyun menekankan kata ‘layak’ mengingat pakaian ‘kerjanya’ yang menurut Kyuhyun mengumbar kulitnya terlalu banyak. Dan hanya dia yang boleh melihat semua bagian tubuhnya itu.
“Tunggu aku.” pamitnya, mengecup pelipisnya kemuidan dengan langkah panjangnya ia beranjak dan punggungnya menghilang di balik pintu.
Channie kenapa merasa kehilangan, lagi? Demi Tuhan, Channie dia akan kembali lagi. Sebegitu cepatkah dia merindukan Kyuhyun. Ia tidak menyangka cintanya begitu besar pada Kyuhyun, melebihi saat ia menyukai Jungsoo, dulu.
Jungsoo? Bagaimana kabar kakak sepupu tampannya itu? Channie lama sekali tidak menghubunginya. Lebih tepatnya saat Kyuhyun memberikan ponsel baru untuknya. Mungkinkah Jungsoo masih mengirimi pesan untuk Channie di ponselnya yang lama?
Lebih baik ia berendam. Sepertinya fasilitas kamar Kyuhyun ini sangat mewah dan sangat disayangkan jika tidak menikmatinya. Tapi, apa Kyuhyun memang sering mengajak wanitanya tidur di sini? Sial, ia lupa menanyakannya.
***
Kyuhyun mengambil Jas-nya yang tersampir di kursinya—kursi panas saksi percintaan dia dan Channie beberapa waktu yang lalu. Ia meremang mengingatnya dan senyum simpul terukir di bibirnya. Kemudian ponselnya berbunyi.
“Sungmin Hyung. Ya. Bagus. Kau sudah tahu datanya dari Jongwoon Hyung? Ya. Apa? Berarti dia masih bekerja sama dengan jaringan Yoon Jae Suk yang masih tersisa? Oh, aku tahu. Sialan! Baik.” Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya dengan Sungmin. Kemudian ada panggilan masuk lagi.
“Junho.” ia menerima panggilannya. “Sudah selesai kau memback-up semuanya. Data server yang aku minta? Okey. Aku perlu laporannya. Ya. Aku mencurigai satu nama. Apa. Tepat! Baik.” Kyuhyun semakin geram mendapat informasi ini. Baik ia akan melakukan hal yang sangat kejam, kalau perlu untuk pelaku ini. Jika saja berani menyentuh Channie sedikitpun. Kyuhyun bersumpah. Ia akan menghabisi orang itu.
Ia harus berhati-hati. Menurut orangnya. Kyuhyun yakin, keberadaan Channie bisa saja membuat gadis itu terancam. Ia harus lebih ekstra melindungi Channie walau dengan sikap protektif-nya yang Channie bahkan tidak menyukainya. Tapi ini demi hidup Channie dan dirinya. Channie harus hidup untuknya. Begitupun juga dirinya.
Sambil memakai Jasnya, ponsel milik Channie—yang dulu, bergetar. Ada pesan masuk. Kyuhyun melihat nama itu raut wajahnya kembali memucat.
Jungsoo, mengirimi beberapa pesan untuk Channie-nya. Pria ini benar-benar tidak pernah putus asa. Ia harus menjauhkan dari Channie. Harus. Ia tidak mau Channie berada dalam pelukan pria ini. Demi Tuhan, Kyuhyun bisa gila jika membayangkan Channie pergi dari hidupnya. Tidak.
‘Channie. Paman dan Bibi bahkan harus meminta ijin padamu untuk memberitahu nomor ponselmu. Bagaimana bisa kau menjauhiku’ bunyi pesan dari Jungsoo. Kyuhyun menggerem. Marah. Sialan. Benar-benar sialan!
‘Ya, Tuhan. Aku benar-benar merindukanmu. Kapan kau berkunjung ke rumah. Aku akan kerumah Paman dan Bibi, jika kau mau.’
‘Channie, ku mohon. Balas. Pesanku.’
Kyuhyun menahan emosinya. Tahan Cho Kyuhyun! Kau ada rapat penting. Tahan! Brengsek. Kenapa harus ada rapat sialan ini! Dengan langkah cepat ia menuju ruangan rapatnya.
***
Setelah mandi Channie memakai kembali dress-nya kembali yang menurut Kyuhyun kekurangan bahan. Dasar. Kenapa Ryeowook lama sekali mengantar ‘pesanan’ Kyuhyun tadi? Ia bergidik saat berjalan merasakan dirinya tidak memakai celana dalamnya. Oh, sial. Apa Kyuhyun sudah membuangnya apa belum. Berlari, Channie ke ruangan kerja Kyuhyun, sesampainya di sana. Dia tidak menemukan apapun. Celana dalamnya yang robek? Kemana?
Apa mungkin Kyuhyun yang menyimpan? Tidak mungkin. Ia geli memikirkan Kyuhyun menyimpannya. Melihat meja kerja Kyuhyun yang berantakan membuat Channie memerah. Akibat percintaan mereka. Dengan mengingatnya saja area sensitifnya menghangat. Channie, kau apa-apaan?
Channie merapikannya dan entah ia tidak tahu berkas mana di susun di mana. Yang penting ia meletakkan semua di atas meja Kyuhyun kembali. Ia menatap kembali meja Kyuhyun, memperhatikan foto-foto yang Kyuhyun pasang di sana. Ia tersenyum simpul melihat foto masa kecilnya dengan Ahra, kakaknya. Mereka berdua terlihat saling menyayangi.
Kemudian ada foto Ibu dan Ayahnya. Ternyata Kyuhyun yang terlihat menakutkan di mata karyawannya, juga manusia biasa. Ia masih mengingat kasih sayang kedua orang tua. Channie teringat kembali cerita Kyuhyun saat masa lalu. Hatinya meringis, sakit. Lalu, ia tercengan ketika melihat fotonya ada di sana. Foto dirinya dan Kyuhyun saat mereka di gereja. Pernikahan mereka. Entah kenapa hatinya sedih melihat ini.
“Oh, kau di sini.” Channie menoleh dan mendapati Ryeowook sedang berjalan ke arahnya dengan menenteng beberapa tas belanjaan yang Channie tahu itu brand mahal. Pria itu benar-benar sinting! Ia muak mengingat betapa kayanya Cho Kyuhyun.
“Aku mengira kau masih di kamar.” Ryeowook tersenyum penuh arti membuat pipinya memanas. “Maaf, menunggu lama ya? Kau tahu. Aku belanja seperti ini baru pertama kali. Jadi aku sedikit… bingung.” lanjutnya membuat Channie semakin memanas karena malu.
“Ini. Kyuhyun berharap kau mengganti pakaianmu.” lagi-lagi Ryeowook tersenyum penuh arti. Sialan. Channie dengan ragu-ragu menerimanya. “Aku terkejut sekali. Baru kali ini, Kyuhyun menyuruhku membelikan pakaian dalam wanita.” Ryeowook terkekeh sebenarnya pria ini cukup malu.
Channie hanya bisa menundukkan wajahnya.
“Dan, yang membuatku semakin terkejut. Dia membawamu ke kamarnya. Di ruangan ini. Kau wanita pertama yang sangat istimewa bisa masuk ke dalam kamarnya, di sini.” lanjut Ryeowook.
Apa! Jadi, Kyuhyun memang belum pernah mengajak wanita masuk ke dalam kamarnya di sini atau itu termasuk Kyuhyun tidak pernah bercinta dengan wanita lain di ruangan ini, kecuali dirinya. Lagi-lagi pipinya semakin memerah. Ada perasaan bangga dan juga bahagia mendengar ini. Cho Kyuhyun!!! Dia kenapa suka sekali membuatnya terkejut seperti ini.
“Baiklah. Aku tidak bisa lama mengobrol denganmu. Kyuhyun membutuhkanku di rapat sekarang.”
“Ah—Maaf telah merepotkan.” ucap Channie sambil membungkuk. Kyuhyun keterlaluan sekali. Ia menjadi malu. Aku akan membalasnya dengan menyiksamu, Cho Kyuhyun! Batin Channie geram.
“Channie kau tidak usah seperti ini. Aku bekerja untuknya.” pria ini kenapa begitu baik. Channie tersenyum membalasnya. “Baiklah, aku pergi dulu. Istirahat. Kyuhyun bilang seperti itu.” lalu Ryeowook terkekeh dan punggungnya menghilang di balik pintu.
Channie melihat tas belanjaan, dan membuka isinya. Ia sebenarnya sudah tahu apa isinya, tapi ini Ryeowook yang memilih. Lalu kenapa Channie menyukai model serta motifnya. Tepat, sesuai seleranya. Dan kebanyakan pakaian dalamnya sekarang, ia memang memakai yang Kyuhyun belikan setelah menikah. Tunggu! Apa Kyuhyun sengaja memberitahu Ryeowook, atau saat belanja Ryeowook mengirimkan gambar yang cocok untuknya pada Kyuhyun untuk mendapat persetujuan Kyuhyun suka atau tidak. Pembicaraan di telepon dengan tema pakaian dalam Channie?!! Mengingat ini kepala Channie pening seketika. Cho Kyuhyun. Pria ini sebaiknya di apakan?!
Tak selang berapa lama, ponselnya berbunyi. Channie meraih ponselnya yang ada di meja Kyuhyun kemudian matanya melotot membaca pesan dari Kyuhyun barusan.
‘Cepat pakai. Tidak perlu protes, aku tahu seleramu. Kalau aku selesai meeting kau belum berganti pakaian dan masih menggunakan dress—yang mengundangku untuk menyerangmu itu, lihat saja. Kau akan terkapar semalaman di ranjang kamar ini.’
“Cho Kyuhyun!” geramnya marah. Kemudian ia tersadar ada beberapa pesan masuk dan panggilan tidak terjawab. Di lihatnya. Dari, sebuah nama yang membuat hatinya teriris-iris jika mengingat perkataan gadis ini tempo lalu. Yoo Mi.
***
Channie mengerang dan bergeliat ketika bibir dan lidah Kyuhyun mengoyak area sensitifnya. Kyuhyun membuka lebar-lebar kakinya agar ia semakin leluasa memainkan bibir dan lidahnya di sana. Nafas keduanya terdengar memburu. Apalagi Channie. Kedua tangan Channie mencengkeram erat sprei bahkan selimut mereka juga entah kemana. Yang pasti sejak semalam mereka juga tidak menggunakan selimut ataupun selapis pakaian. Baru tidur beberapa jam, Kyuhyun sepertinya terbangun lagi, dan saat ia mengerjap semuanya terjadi lagi. Percintaan panas di atas ranjang kamar penthouse mereka. Bergulat dan saling bertukar posisi, seperti yang mereka lakukan semalaman tadi. Baru saja Channie mengalami pelepasannya, kembali. Kyuhyun sepertinya tidak pernah puas. Tidak akan. Buktinya, kini lidahnya yang panas dengan lihai masuk ke dalam sesntifnya dengan bergerak liar. Membuat Channie semakin terbakar.
“Cho—Ky—Kyuhh…” desahnya saat ia meraskan sudah di ujung gelombang, lagi. Kyuhyun seketika menghentikan aktifitasnya, dan menarik tubuh Channie di atasnya.
Mereka berdua kembali menyatukan diri. Tidak lama kemudian terdengar suara erangan kenikmatan dari mulut keduanya. Kyuhyun masih begitu bertenaga untuk menyentakkan miliknya. Semakin cepat ia menggerakkan tubuhnya ke dalam tubuh Channie, semakin gila ia dibuatnya. Sentuhan dan ciuman Kyuhyun di tubuhnya membuat Channie melayang. Bercinta dan di puja oleh Kyuhyun. Betapa dunia seakan miliknya.
Lenguhan Channie juga Kyuhyun terdengar merdu bersahutan, membakar semangat mereka berdua. Tubuh Channie menegang saat milik Kyuhyun begitu dalam menghujam ke dalam tubuhnya dan tiba-tiba ia di hantam gelombang kepuasan yang sangat intens. Mengalir membasahi rahimnya. Channie lemas dan tidak bertenaga. Lunglai. Tak lama kemudian Kyuhyun juga merasakan hal yang sama dengan dirinya menekan kuat miliknya ke dalam tubuh Channie sambil menikmati kepuasannya.
Berguling, Kyuhyun membawa Channie dalam dekapannya. Berbaring dengan mendekap erat tubuh mungil—telanjang Channie yang penuh dengan peluh. Sama seperti dirinya.
Deru nafas yang memburu masih terdengar di kamar ini. Kyuhyun menggenggam tangan Channie dan membawa ke mulutnya. Menciummi dengan penuh rasa memuja. Perlahan deru nafas mereka tenang. Kyuhyun masih tidak menyangka. Kenapa ia bisa seperti ini. Dulu dia tidak pernah ketagihan seperti ia ketagihan bersama Channie. Ia gila. Lebih dari gila.
Mengecup leher Channie, gadis ini menoleh ke arahnya. “Jam?” tanya Channie lemah. Kyuhyun merasa bersalah jika Channie besok bahkan merasa tidak enak badan karena kurang tidur dan hanya melayani nafsunya yang begitu besar terhadap Channie.
Menoleh, Kyuhyun menatap remang jam yang ada di nakas ranjangnya. Kyuhyun melihat jarum menunjukkan pukul lima pagi. Ya, Tuhan! Jam dua belas atau menjelang jam satu pagi Ia dan Channie baru mulai tidur setelah percintaan panas dan seperti tidak pernah puas. Lalu, terbangun jam empat. Kemudian meminta Channie lagi untuk bercinta. Ya. Ini akibatnya karena kemarin malam Channie menolaknya. Ia menahan sakit yang luar biasa semalaman.
Astaga. Cho Kyuhyun! Ia menggeram pelan mengingat dirinya tidak bisa mengendalikan diri jika sudah bersentuhan dengan Channie. Ia juga heran, kenapa seperti ini.
“Masih pukul lima pagi. Kita tidur lagi. Masih ada dua jam atau kau tidak usah bekerja jika merasa kurang enak—“
“Kemarin aku sudah setengah hari bekerja, tidak untuk nanti. Mereka akan semakin membicarakan tentangku yang tidak-tidak.” ucapan Channie barusan seperti menghantam dadanya Kyuhyun. Channie mendapat omongan yang pasti sangat buruk dari semua karyawannya di sana.
Memejamkan matanya, Kyuhyun merasakan kepalanya pening seketika. Tenang. Tenang, Channie. Ini akan berakhir. Tidak ada satupun orang yang boleh menghinamu. Tidak. Ya, Tuhan. Sampai kapan ia berani bersikap seperti seorang suami—sesungguhnya. Mengklaim Channie miliknya di depan umum.
Sebentar lagi Channie, sebentar lagi. Aku akan membereskan penyusup gila itu dan beberapa orang di belakangnya. Aku hanya ingin kau aman. Aku tidak ingin kau terluka karenaku. Itu saja. Hatinya perih. Ia bisa merasakan sakit yang Channie rasakan. Tatapan mencomooh orang-orang yang bahkan tidak tahu kebenarannya. Ia tahu itu.
Channie merasakan tubuh Kyuhyun sedikit menegang. Ia sadar, apa yang ia katakan tadi juga mengganggu Kyuhyun. Padahal Channie tidak berniat mengatakannya. Channie memilih diam. Ia tidak harus menjelaskan omongan apa saja yang ia dengar setelah kejadian ia bertemu, Jieun—wanita pencakar leher Kyuhyun di depan loby, beberapa hari yang lalu.
Terdengar helaan nafas panjang Kyuhyun di tengkuknya. Tangan Kyuhyun yang melingkar posesif di tubuhnya, kembali merapatkan tubuhnya menempel pada tubuh Kyuhyun yang masih terasa lembab karena peluh percintaan mereka. Pria ini, dalam keadaan sendu saja masih bisa membuatnya kembali bergairah. Cho Kyuhyun!
“Maaf,” gumam Kyuhyun di telinganya. Channie mendengar nada terluka dalam kata Kyuhyun barusan. “Maafkan aku,” lagi. Dengan berbisik sangat pelan.
Channie memejamkan matanya. Ia ingin menangis. Ia tahu. Kyuhyun pasti tidak akan mengumumkan di depan publik kalau dia istrinya. Tidak mungkin. Walau perjanjiannya sudah tidak mencantumkan samapi kapan mereka akan bersama dan dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Tapi, tetap saja kalau mengingat ia hanya akan menjadi istri dalam status saja. Seperti ada ribuan jarum menusuk dadanya. Sesak dan sakit. Oh, sial. Kenapa ia ingin menangis.
“Ku mohon, maafkan aku.” bisiknya lagi. Channie tidak bergeming. “Channie,” Kyuhyun memanggilnya. Seolah ia ingin mendengar jawaban darinya.
“Beri aku waktu…” ucapan Kyuhyun terdengar frustasi. Channie dengan reflek menghadap Kyuhyun. Tatapannya bertemu dengan tatapan Kyuhyun yang… Terluka… Sedih. Entahlah, Channie melihatnya menjadi ingin menangis.
Menjalankan jemarinya di kedua sisi wajah Kyuhyun dengan lembut, Channie menatap dalam-dalam di manik-manik mata Kyuhyun yang indah. Sungguh ia begitu mencintai pria ini. Tapi, kenapa ia mencintai pria yang rumit dan bahkan takut mencintai? Rasa trauma memang begitu dalam merasuki hatinya. Channie yakin dengan perasaan cintanya pada Kyuhyun, ia bisa membuat Kyuhyun merasakan cinta seperti apa yang ia rasakan terhadapnya.
Mengusapkan hidung pada hidung mancung Kyuhyun, Channie memejamkan matanya. Kemudian dengan pelan ia berbisik, “Aku akan menunggu waktu itu.” Walau entah tidak tahu sampai kapan ia kuat bertahan. Tanpa ada ikatan cinta, sanggupkah? Batinnya.
Channie membuka matanya ketika merasakan Kyuhyun menarik nafasnya, lega. Kemudian ia menatap Kyuhyun lagi, pria itu tersenyum walau masih sulit untuk tersenyum secara lepas. Tapi, ada sorot kelegaan di matanya. Seperti akan mengucapkan terima kasih padanya.
“Aku mengantuk,” gumam Channie di depan bibir Kyuhyun. Kyuhyun mengecup bibirnya mesra kemudian pipinya, pelipis dan rambutnya bergantian. Channie memejamkan mata merasakan ciuman Kyuhyun.
“Tidurlah.” ujar Kyuhyun pelan sambil menarik tangannya melingkar di pinggang Kyuhyun.
“Aku di sini. Memelukmu.” pelukan erat Kyuhyun membuat Channie nyaman. Menghirup aroma Kyuhyun tepat di dada pria ini. Mendengar detak jantung Kyuhyun yang entah mengapa Channie mendengar detakannya berdegup dengan kencang. Kyuhyun mengusap punggungnya dan ini semua membuatnya nyaman.
“Aku lelah,” ucapnya lagi sabil tersenyum. Kyuhyun tahu maksud Channie. Ia terkekeh mendengar gumaman Channie ini. Kemudian, sekali lagi Channie merasakan kecupan bibir di dahinya.
“Aku tahu.” sahut Kyuhyun. “Tidur Channie.” bisik Kyuhyun lembut. Ia berharap akan seperti ini selamanya. Channie selalu di sisinya.
***
Entah kenapa kebetulan atau keberuntungan agar Channie bisa bertemu dengan Yoo Mi sore ini, terwujud. Kyuhyun ada pertemuan penting dengan beberapan rekannya katanya menyangkut keamanan perusahaannya. Channie bisa melihat ada masalah serius yang ditangani Kyuhyun.
Pulang bersama Young Min, tidak masalah. Ia akan meminta Young Min menunggunya sebentar. Ia akan bertemu dengan Yoo Mi. Entah apa yang ingin wanita itu katakan padanya. Channie memang sangat penasaran.
Merapikan rambutnya dan melihat bibirnya yang masih memerah karena ciuman panas Kyuhyun sebelum dia pulang tadi—Kyuhyun meminta ia datang ke ruangannya. Seperti yang ia duga. Menyalurkan rasa rindu beberpa jam terpisah ruang dengan ciuman yang menggebu dan bergairah dan hampir saja selalu tidak bisa mengendalikan diri kalau saja teman-teman Kyuhyun datang di waktu yang tepat—untuk Channie.
“Nona, Ini Restaurant yang anda maksud. Silahkan. Aku akan menunggu dan berjaga-jaga di sini.” ucap Young Min sopan. Sejak melihat adegan ciuman panasnya dengan Kyuhyun di limo tempo hari, Channie menjadi sedikit malu jika berhadapan dengan Young Min.
“Terima kasih. Aku tidak akan lama.” sahut Channie.
“Kalau perlu bantuan. Panggil saya.” lanjut Young Min, Channie mengangguk kemudian masuk dan mencari keberadaan Yoo Mi.
Channie menangkap sesosok yang Ia cari—sedang duduk sendiri di salah satu sudut Restaurant ini. Wanita itu tampak gelisah menatap arloji di tangannya, setelah Channie mendekat—berusaha menormalkan wajahnya agar tidak terlihat tegang dan gugup. Jujur Channie merasa terintimidasi oleh tatapan wanita ini.
Tapi. Dengan satu tekat dan modal ucapan Kyuhyun yang jujur padanya tempo hari, membuat Channie percaya diri.
“Hai,” sapa Channie, Yoo Mi berdiri dan tampak senang Channie bisa datang. Channie segera duduk begitupun Yoo Mi.
“Aku pesankan minum—“
“Tidak usah. Aku tidak bisa terlalu lama.” potong Channie sambil melirik arlojinya, juga. Yoo Mi mendengus sebal melihat tingkah Channie. Seakan ia sangat sibuk dikarenakan menjadi wanita teman tidur Kyuhyun. Sialan!!!
“Ada perlu apa mencariku? Bukankah sudah aku jelaskan. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kyuhyun.” ucap Channie memulai.
“Aku tidak bodoh, Channie.” gumam Yoo Mi. Channie tercekat mendengarnya. Apa! Apakah dia tahu kalau dia dan Kyuhyun?? Tidak mungkin.
“Tapi itu tidak penting sekarang.” lanjutnya tenang. Tatapannya seperti melecehkan Channie. “Aku hanya ingin bertanya apakah kau menyukai kakak sepupunya? Em maksudku, kakak sepupu setelah kau di adopsi Ayah dan Ibumu.” ucap Yoo Mi.
Ap—Apa? Adopsi?!!
“Apa ma—maksudmu?” sahut Channie dengan bibirnya yang bergetar. Tidak mungkin. Yoo Mi pasti bercanda. Dia memang ingin sekali menyingkirkannya dari hidup Kyuhyun, kan? Apa ini caranya dengan menipunya bahwa ia bukan anak kandung Ayah dan ibunya?
“Apa? Kau kenapa Channie? Kau bukan anak adopsi?” Yoo Mi pura-pura tidak tahu. “Bagaimana kau tidak tahu? Oh, Ya ampun? Aku tahu dari orang terdekatmu, kau bukan anak kandung Ayah dan Ibumu. Aku kira kau mengetahuinya. Jadi selama ini kau???”
***
Channie menahan sesak di dadanya. Ia ingin berteriak sekeras-kerasnya. Ia ingin marah. Ia ingin mati saja. Ia tidak sanggup mendengar kenyataan pahit ini. Tidak sanggup. Ingin sekali menangis tapi bahkan air matanya tidak bisa keluar sekarang.
Young Min menatap dirinya melalu spionnya. Mercedes Benz S Class Limousine, berjalan cepat karena Channie yang meminta pada Young Min. Membawanya ke rumahnya—Ayah dan Ibunya.
Channie ingin memastikan sendiri dari mulut Ayah dan Ibunya secara langsung. Ia ingin tahu kebenarannya. Tapi tenggorokannya sakit menahan air matanya yang sulit keluar. Bagaimana jika benar dia memang di adopsi?
Dan Kyuhyun tahu hal ini? Dia. Diam. Diam. Brengsek!!!
Channie keluar dari limo ini dengan tergesa-gesa. Ada sebuah mobil yang cukup mewah parkir di halaman rumahnya. Mobil Jungsoo. Kakak sepupunya ini juga ada di sini. Lalu, kakak sepupunya ini juga tahu dia anak adopsi??? Sial. Dia seperti orang bodoh di sini.
Tanpa menunggu pintu rumahnya di buka oleh Ibunya, Channie segera masuk. Melewati ruang tamu, Channie menuju ruang keluarganya. Samar-samar ia mendengar percakapan antara Ayah, Ibu dan Jungsoo. Saat akan melangkah masuk, ia terhenti karena percakapan ini, serius.
“Aku tahu, Paman. Dia bahkan seperti menjauhiku.” itu suara Jungsoo. Siapa yang Jungsoo bicarakan? Dirinya kah? “Apa Kyuhyun memang melarangnya berhubungan denganku. Pria itu sepertinya terlalu mengekang Channie.”
Sialan. Mereka membicarakan Kyuhyun.
“Tidak seperti itu juga. Aku merasakan kalau Kyuhyun hanya takut Channie di rebut olehmu.” suara Ayah Channie dengan nada bercanda. Channie sedikit tahu arah pembicaraan ini.
“Kyuhyun sekarang berbeda dengan Kyuhyun dulu.” suara Ibunya kini ikut serta. “Iya. Bahkan dulu dia tidak mau bertemu denganku saat Seung-Hwan Ayahnya hendak mengenalkan aku, sebagai sahabat sekaligus di anggap pernah menyelamatkan nyawanya dulu. Tapi itu tidak penting, yang penting dia bisa membahagiakan Channie.” Suara Soo-Hwan, Ayahnya terdengar Ia sudah mengenal Kyuhyun begitu lama.
Apa? Ayahnya menyelamatkan nyawa Kyuhyun? Kapan? Kyuhyun belum menceritakan ini padanya. Oh, Ya Tuhan! Kyuhyun kenapa kau membohongiku begitu banyak!
“Tapi, paman aku merasa—“
“Jungsoo. Kami tahu kau khawatir terhadap Channie. Tapi, aku bisa melihat dia sekarang memang berubah. Dulu dia memang menolak mentah-mentah saat akan di jodohkan Ayahnya dengan Channie. Tapi, entahlah. Sekarang ia tampak tidak ingin berpisah dengan Channie.” ujar Soo-Hwan menjelaskan.
Channie tercengang. Dadanya semakin bergemuruh. Ja—jadi Kyuhyun memang di jodohkan dengannya? Kyuhyun menikah memang karena perjodohan atas jasa Ayah Channie yang menolongnya dulu. Channie merasa sangat di bohongi. Hatinya sakit. Terasa sangat sesak menahan amarahnya.
Bagus! Ia tahu semua kebenaran dalam satu hari, tidak sampai tiga jam. Ia tahu semuanya.
Dia tolol atau apa sekarang? Bodoh? Channie merasa sangat bodoh. Selain dia anak pungut—seperti ucapan Yoo Mi. Dia menikah dengan Kyuhyun juga karena asalnya adalah perjodohan? Jadi Kyuhyun sengaja membalas budi? Apakah benar begitu?
Kepalanya pusing. Sakit seketika seperti ditusuk-tusuk melihat kebenaran ini.
Akhirnya ia melangkah masuk dengan menyeret kakinya perlahan. Sekuat yang ia mampu. Ini bukan keluarganya. Mereka bukan keluarga kandungnya. Channie ingin menangis. Berteriak!
Ayah dan Ibunya terkejut melihat Channie ada di dalam ruangan ini. Mereka tersenyum kemudian hendak memeluk Channie. Tapi Channie menolak.
“Jangan!” bentak Channie. Wajahnya memerah.
“Sayang, kau kenapa?” suara Ibunya begitu lemah. Dan terluka melihat Channie menolak untuk ia peluk. “Kemari, Channie. Ayah merindukanmu.” ucap Ayahnya.
Air matanya sudah tidak bisa Ia bendung lagi. Kata-kata Yoo Mi terlintas di benaknya. Bagaimana ia di temukan, diadopsi. Semuanya menyakitkan! Sangat menyakitkan.
Jungsoo, ia menatap pria itu. Pria itu tahu Channie bukan adik sepupu kandung. Hebat. Semuanya berbohong padanya.
“Kalian bukan Ayah dan Ibu kandungku.” ucap Channie dengan isak tangisnya. “Kalian membohongiku. Kalian berbohong padaku.” tangisnya pecah.
“Ch—Channie apa yang kau bicarakan?” Ibunya memucat begitu pula Ayahnya.
“Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu!” teriaknya sambil menangis. Jungsoo yang berdiri di sana tampak memucat. Tidak ada yang tahu semua ini kecuali Kyuhyun dan tunangannnya, Juyeon!
Soo-Hwan kini memeluk Channie erat walau Channie meronta. “Nak, biar kami jelaskan.” ucapnya.
“Apalagi, Ayah. Semuanya sudah jelas. Aku bukan anak kalian. Kalian berbohong padaku sekian lama. Kalian berbohong.” tangisnya belum mereda dalam dekapan Ayahnya. Soo-Hwan menatap Jihyun—Istrinya yang kini juga menangis.
Semuanya. Ia akan menjelaskan semuanya. Channie harus tahu.
Dalam hati kecil Channie. Ia tidak ingin tahu siapa orang tua kandungnya. Tidak ingin bersama mereka, sekalipun mereka masih hidup. Ia hanya ingin, Ayah dan Ibunya ini saat ini. Seberapa lama mereka berbohong, Channie menyayangi mereka. Tidak akan pernah rasa itu tergantikan oleh siapapun. Channie tidak ingin kehilangan orang tua yang membesarkannya. Mereka berharga untuknya. Sangat. Hanya saja, ia merasa sangat terkejut.
Ia perlu merenungkan ini semua. Ia perlu sendiri.
***
Dalam perjalanan pulang menuju penthouse Kyuhyun, Channie hanya bisa diam. Tatapannya kosong. Sisa air mata masih terlihat di pelupuk matanya. Young Min yang melihat ini menjadi khawatir. Apakah ia akan memberitahu, Bosnya tentang ini?
Channie sebenarnya tidak boleh pulang oleh orang tua—angkatnya, karena mereka ingin menjelaskan juga pada Kyuhyun. Mereka mengira Kyuhyun tidak tahu. Tapi kata Yoo Mi, dia tahu dari Kyuhyun. Ugh! Kepalanya pening memikirkan ini semua.
Bebannya begitu berat. Dia tidak bisa membaginya dengan siapapun. Dia sendirian. Sebenarnya. Dia sendirian! Tidak ada orang tua, sepupu dan suami. Semuanya palsu. Mengingat itu, air matanya kembali mengalir. Padahal sudah banyak sekali dia menangis, tadi di rumah orang tuanya. Tapi seakan stok air matanya tidak pernah surut.
Dan, yang paling mencengangkan memang benar apa kata Yoo Mi. Di mana dia di temukan. Dan bagaimana orang tua Channie mengangkatnya. Yoo Mi tidak berbohong. Tapi, kenapa dan kapan Kyuhyun memberitahu Yoo Mi? Apa Yoo Mi tahu dari orang lain?
Semuanya semu. Menyesakkan. Kenapa hidupnya seperti ini.
Berjalan gontai Channie masuk ke dalam penthouse, di iringi tatapan yang penuh kekhawatiran dari Young Min.
“Tuan Muda sedang perjalanan ke rumah. Nona silahkan beristirahat, kelihatannya Nona sangat kacau sekali. Kalau perlu sesuatu, panggil saya saja Nona. Kebetulan, Bibi Han sedang libur mengunjungi cucu dan anaknya.”
Channie hanya mengangguk singkat kemudian naik ke atas. Menuju kamar Kyuhyun.
***
Channie berteriak sesampainya di kamar. Ia menjerit frustasi. Air matanya mengalir begitu derasnya. Tubuhnya bersimpuh di lantai, ia memang seharusnya sendirian. Sendirian. Tidak ada saudara. Teman. Atau Suami sialan. Tidak.
Kenapa semua orang berbohong padanya. Ya, Tuhan. Apa salahnya kepada orang-orang itu? Apa salahnya saat masih bayi lalu dengan mudahnya orang tua kandungnya membuangnya begitu keji. Rintihan tangisnya menghiasi keheningan kamar ini.
Dan yang paling menyakitkan adalah kebohongan Kyuhyun padanya. Kyuhyun di jodohkan dengannya. Dijodohkan! Demi Tuhan, Kyuhyun kenapa berbohong. Kenapa dia bilang dasar menikahinya adalah saat ia bertemu dengannya pertama kali, di Club! Omong kosong apa! Channie tadi juga tidak menanyakan perihal perjodohan ini kepada orang tuanya. Ia sudah tidak sanggup berada di sana.
Pintu tiba-tiba terbuka dengan keras dan Channie tahu siapa yang datang. Pria ini. Derap langkahnya semakin cepat.
“Channie. Ada apa? Kenapa?” ucapan Kyuhyun terdengar khawatir. Sangat khawatir. Kyuhyun merengkuh tubuh lemah Channie yang masih di lantai ke dalam pelukannya.
Channie meronta sekuat tenaga. Tangannya memukul dada dan lengan Kyuhyun bergantian. Tapi, Kyuhyun tetap tidak bergerak menjauh sedikitpun dari Channie.
“Jangan menyentuhku.” bentaknya penuh dengan emosi dan air matanya kian bertambah deras mengalir dari pelupuk matanya.
Masih dalam pelukan Kyuhyun, ia juga masih meronta. “Channie—“
“Kau sudah puas berbohong padaku. Kau membohongiku!” teriak Channie membuat Kyuhyun melonggarkan pelukannya.
Terkejut dengan apa yang Channie katakan. Sungguh, ia tidak tahu. Tadi saat perjalanan pulang, Young Min hanya memberitahu kalau Channie baru saja dari rumah orang tuang, dan keadaannya sangat kacau. Ada apa dengan gadisnya ini.
Menangkup wajah Channie penuh dengan kecemasan dan rasa ingin tahu, Kyuhyun berusaha menahan emosinya. Siapa yang membuat Channie seperti ini. Ini seperti bukan Channie.
“Channie apa yang kau bicarakan aku tidak—“
“Kau sudah puas menikmati tubuhku, kan? Kau sudah menjalankan kewajibanmu untuk membalas budi orang tuaku karena menolongmu dengan menikahiku. Kau…kau—“
“Channie apa!” sentak Kyuhyun tidak mengerti apa yang Channie bicarakan. Rahangnya mengeras mendengar Channie melecehkan dirinya sendiri.
“Kau pintar sekali berbohong Cho Kyuhyun!” Channie berteriak, marah. Melepas tangan Kyuhyun yang ada di kedua pipinya. Kyuhyun tersentak.
Ia diam. Bohong? Kyuhyun mencoba mencerna apa kata Channie.
Nafas Channie memburu dengan matanya yang membengkak dan memerah akibat terlalu lama menangis. Kyuhyun ingin merengkuh tubuh yang tampak lemah sekarang ini. Tapi, teriakan Channie yang terlihat sangat sakit hati membuat hatinya nyeri.
“Kau menikahiku karena di jodohkan denganku kan! Hanya karena balas budi lalu kau dengan kepandaianmu merayu lalu pura-pura tertarik pada TUBUHKU, kau menikahiku agar kau bisa menikmati tubuhku!” jelas Channie dengan nada yang meninggi. Sungguh ia ingin sekali berteriak pada Kyuhyun, sepuasnya. Tangisnya pecah kembali.
Kenapa dia begitu bodoh. Kenapa!
Kyuhyun menatapnya dengan tatapan yang terluka, khawatir dan ada rasa bersalah dalam tatapannya. Channie melihat Kyuhyun mengusap kasar rambutnya dan membuang nafas panjangnya.
Kyuhyun kembali menatap Channie, “Channie. Demi Tuhan! Itu tidak benar.” Kyuhyun membantah, “Dari mana kau tahu aku dijodohkan denganmu, dulu?” tatapannya menyelidik Channie.
“Kau takut aku tahu segalanya?” ganti Channie bertanya, “Kau penipu, demi apa aku yang begitu bodoh!” sahutnya meringis pelan. Mengusap air matanya Channie beranjak, berdiri dari hadapan Kyuhyun. Kyuhyun dengan cepat meraih pergelangan tangannya. Sekuat ia meronta, maka rasa sakit yang ia dapat. Bukan lepas dari genggaman tangan Kyuhyun.
“Lepas!” bentak Channie.
Tatapan Kyuhyun tajam mengarah kepadanya, “Kita perlu bicara!” Kyuhyun berdiri sejajar dengan Channie.
“Oh, kau bicara dan mengucapkan terima kasih karena aku mau menikah denganmu, karena dasarnya kau tertarik tubuhku dan aku terbebas dari kecurigaan Juyeon? Tidak perlu kalau kau—“
“Sialan! Omong kosong apa kau ini!” teriaknya marah. Channie merasa hatinya sakit bagai teriris-iris mendengar teriakan Kyuhyun padanya, dan kebohongan pria ini, sungguh sangat menyakitinya. Air mata tanpa ia suruh, akhirnya keluar lagi dari pelupuk matanya.
Ia terisak. Berhenti meronta dan menunduk berusaha meredam tangisnya. Tapi, ia tidak bisa.
Kyuhyun sulit sekali menelan ludahnya. Tenggorokannya sakit karena menahan amarahnya. Ia baru saja menyakiti gadisnya, lagi. Lagi.
“Channie aku—“
“Aku mendengar dari Ayahku. Lebih tepatnya, Ayah angkatku.”
Kyuhyun tercengang mendengar apa kata Channie barusan. Ayah angkat? Channie tahu…
Channie berusaha melepas genggaman tangan Kyuhyun, tapi Kyuhyun tetap tidak bergeming. Bahkan semakin erat ia menggengam tangan Channie. Setidaknya ini yang lakukan, sebelum merengkuh tubuh Channie ke dalam pelukannya.
“Channie kau…kau…”
“Aku tahu semuanya. Dia bukan Ayah dan Ibu kandungku. Kau puas sudah menikahiku, anak yang di buang di tempat sampah saat dia masih bayi berumur satu minggu. Kau kasihan padaku. Makanya kau menikah denganku! Puas kau sudah berbohong!” ucap Channie terengah.
“Kau tahu aku asal usulku, tapi kau diam. Kau juga berbohong. Kau membohongiku!” teriak Channie penuh amarah, jari telunjuknya menuding ke arah dada Kyuhyun dengan tatapan yang tajam mengarah pada Kyuhyun.
Kyuhyun masih terkejut. Sangat.
Ia bahkan belum bisa menggerakkan semua organ tubuhnya. Channie terlihat sangat rapuh dan terluka. Tidak mungkin kedua orang tuanya yang memberi tahunya, bahwa dia anak angkat. Pasti ada orang lain yang memberi tahunya. Pikir Kyuhyun.
Mengusap rambutnya gusar. Kyuhyun mencoba menarik nafasnya dalam-dalam. Mencerna kata-kata Channie yang menyakitkan membuat kepalanya pening. Ia tidak bisa berpikir sekarang.
“Channie. Aku. Bisa. Menjelaskan. Semuanya.” Kyuhyun menekankan setiap katanya. Tatapannya berusaha meyakinkan Channie. Channie melihat Kyuhyun begitu terluka. Tapi, dirinya juga sangat terluka. Pria ini menyakitinya lagi.
Menggeleng cepat Channie berusaha lepas dari cengkeraman tangan Kyuhyun.
“Tidak. Channie. Kita perlu bicara.”
“Tidak! Cho Kyuhyun, kau sudah menyakitiku. Kau ingin bicara apalagi? Tidak.” Channie menggeleng dengan raut wajah yang Kyuhyun mungkin bisa membacanya.
“Menyakitimu?” Kyuhyun terlihat murung dan menyesal. “Itu bisa aku jelaskan. Ku mohon, kita perlu bicara. Demi Tuhan, Channie. Dengarkan aku.” kata Kyuhyun terdengar frustasi. Ia memohon. Tapi Channie sulit sekali.
Tenggorkannya tercekat. Sudah lelah dia menangis seharian ini. Lelah. Ia lelah.
“Kau menyakitiku. Kau membohongiku. Kenapa tidak dari awal kau berkata jujur padaku—“
“Ya ampun, Channie. Demi, Tuhan. Aku sudah sangat jujur padamu. Semuanya sudah kau ketahui—“
“Tapi ini! Kau bohong soal ini semua Cho Kyuhyun!” potong Channie. Nafasnya terengah. Ia masih terisak. “Kau membuatku tampak bodoh. Aku tidak perlu belas kasihanmu. Aku bukan siapa-siapa. Aku tidak mmpphh—“
Tiba-tiba bibir Kyuhyun sudah menekan keras ke bibirnya. Channie memberontak tapi dekapan Kyuhyun begitu kuat pada pinggangnya. Tangan Kyuhyun satunya menarik tengkuknya, agar ia lebih dalam melumat bibirnya. Bibir Kyuhyun mengulum bibirnya atas dan bawah. Channie berdesir. Tidak. Ia tidak ingin menikmati ciuman ini. Tidak mau. Lumatan Kyuhyun semakin dalam dan menuntut. Tergesa-gesa. Gesekan dadanya dengan dada Kyuhyun serta lidah Kyuhyun yang sudah menyusup ke dalam rongga mulutnya, mencari lidahnya, membelitnya, membuat Channie mengerang karena gairah.
Dia membenci tubuhnya yang selalu bereaksi seperti ini pada setiap ciuman ataupun sentuhan Kyuhyun. Ia benci. Channie merasakan desakan dari bibir Kyuhyun. Perutnya merasakan sensasi lain. Menyalur ke area sensitifnya. Panas. Ciuman ini begitu bergairah. Kyuhyun seperti menumpkahkan amarahnya pada ciuman ini. Channie tahu itu. Dengan perlahan ia mulai membalas, melumat bibir Kyuhyun dengan perlahan.
Mungkin ini ciuman terakhirnya dengan Kyuhyun. Mungkin. Ia butuh menyendiri.
Dia tahu. Ia sendirian. Dulu. Sejak lahir. Sampai sekarang. Tidak ada yang menginginkannya. Termasuk Kyuhyun. Dia menginginkan Channie karena perjodohan konyol itu dan Kyuhyun berpura-pura tertarik.
Menangis lagi ia merasakan cintanya yang besar pada Kyuhyun. Tapi pria ini kenapa membuatnya terluka, lagi. Air matanya mengalir ke pipinya hingga Kyuhyun merasakan ada air mata dalam sela-sela ciumannya. Menghentikan pagutannya perlahan. Kyuhyun membuka matanya. Menatap Channie dengan sendu. Begitu juga Channie. Ia menatap Kyuhyun sepertinya Kyuhyun tahu apa yang dia inginkan. Channie menggeleng pelan.
“Channie. Apa….” Kyuhyun terlihat sangat khawatir padanya, dia menggeleng.
“Tidak Channie.” Kyuhyun sepertinya tahu apa maksudnya kini.
“Kyuhyun aku…aku tidak bisa—“ ucap Channie pelan namun terdengar tegas. Channie menatap Kyuhyun lekat-lekat. Ia melihat sorot mata Kyuhyun, ketakutan. Pria ini takut ia akan meninggalkannya.
“Kau tidak bisa seperti ini Channie. Kau perlu mendengar apa kataku.” nada suara Kyuhyun meninggi. Pria ini marah. Dan terluka sekaligus ketakutan menjadi satu.
“Ku mohon. Dengarkan aku.” teriak Kyuhyun putus asa. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Tidak. Tidak akan!” kembali teriakan Kyuhyun membuat hatinya semakin pedih.
“Aku sakit…” gumam Channie.
“Kau menyakitiku, Cho Kyuhyun. Untuk apa kau berbohong padaku. Kau tidak bisa menjelaskan alasannya, kan? Untuk apa kau membohongiku? Tidak bisa…” lanjut Channie, mengusap air matanya yang masih ada di pipinya.
Aku berbohong karena aku tidak ingin kau memilih Jungsoo. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku ingin kau hanya terus memikirkanku dan hanya ada aku yang ada di hatimu! Bukan pria itu. Maka dari itu aku berbohong, kalau aku sudah tahu kau anak angkat. Ada perasaan lain di hatiku, Channie. Hanya padamu ini aku rasakan. Batin Kyuhyun berteriak. Tapi, bibirnya seakan kelu. Ia tidak bisa. Pengecut. Brengsek, kau Cho Kyuhyun.
Mengambil nafas dalam-dalam. Channie menatap Kyuhyun, begitu pula Kyuhyun. Rahangnya terlihat mengeras. Pria ini terus menggeleng. Rasa takut masih ada di sana. “Tidak!” bentak Kyuhyun marah.
“Biarkan aku pergi. Aku mohon…”
***

Fc Populer:

  • Channie jgn mudah terprovokasi dong
    Liat jg penjelasan dr sudut pandang lain

%d blogger menyukai ini: