Nothin’ On You Part 6

2
Nothin’ On You Part 6 ff yadong kyuhyun
FF “Nothin’ On You” Part 6
Author : Deani [@yesungcharger]
Cast : Cho Kyu Hyun, Park Chan Nie
Genre : Romance/?
Ratting : NC-21
Ps : Tidak suka, tidak usah membaca! Don’t bash! TYPO!
Hurrrrrrrrrr~~~ kambek lagi dengan part 6 yang pasti membosankan, seperti biasanya.
Langsung saja ya, Happy Reading~~^^
Channie membeku mendengar apa kata Kyuhyun barusan. Kau masuk dalam permainanmu sendiri, Park Channie. Bagaimana bisa kau mengucapkan ingin berenang di malam hari, dan di depan Cho Kyuhyun. Bibirmu yang panas dan seksi memang tau apa yang ia minta, Channie. Sungguh, ia tidak menyangka sama sekali kalau Kyuhyun akan ikut bersamanya di dalam kolam renang. Salahmu sendiri, kenapa kau ketiduran? Batinnya mulai menyalahkannya.

Channie merasakan tangan Kyuhyun yang masih ada di pinggangnya, mulai mengusap pelan dengan pola-pola ia mainkan dengan jari-jari panjangnya yang lincah, membuat gelenyar dari tubuh Channie bangkit. Tatapan Kyuhyun tajam dan menggelap tertuju padanya. Mengirimkan rasa yang menggelitik di perutnya hingga menjalar ke daerah sensitifnya. Panas dan berdenyut. Telapak tangannya, ia letakkan pada dada bidang Kyuhyun yang tubuhnya masih terbalut kemeja putih—pakaian kerjanya dari siang tadi, sekarang sedikit tampak basah. Membuat kesan, Kyuhyun. Sialan. Seksi.
Oh, ayolah Channie. Menjauh. Dorong dadanya, pergi. Lari ke kamar. Tidak. Tidak. Ia tidak bisa. Salah satu dewi batinnya menolak untuk itu. Lagi pula, kakinya bahkan sulit ia gerakkan.
Menelan ludah dengan susah payah dan jantungnya yang masih berdegup dengan kencang ditambah sorot mata Kyuhyun yang masih terus tertuju padanya, semakin dalam, membuat Channie sulit bernafas. Mata Kyuhyun yang indah. Melumpuhkannya. Ada gairah yang membuncah di sana. Channie bisa merasakan gairah Kyuhyun yang besar pada diri Kyuhyun—dirinya juga. Ujung hidung mancung Kyuhyun menyentuh sedikit pipi Channie. Tapi tidak sepenuhnya menyentuh. Meremang, Channie meremang dibuatnya. Nafas Kyuhyun yang hangat terasa di permukaan kulit wajahnya, terdengar putus-putus seakan Kyuhyun menahan gejolaknya.
Mulut Channie tidak bisa sepenuhnya terkatup, ia mencoba bernafas melalui mulutnya, tapi tetap sesak yang ia rasa dan semakin sulit bernafas. Padahal, Kyuhyun belum menciumnya. Hey, kau bahkan sudah memikirkan pria ini menciummu? Tidak. Ini akan lebih dari sekedar akan ‘menciumnya’. Channie berusaha menepis segala teriakan mesum batinnya yang sangat senang dan menanti apa yang di lakukan Kyuhyun padanya.
Kalau saja harga dirinya tidak dipertaruhkan, maka ia ingin segera melumat bibir sialan panas milik Kyuhyun yang kini memang tidak sepenuhnya terkatup rapat, tepat di depan mulutnya. Kyuhyun sengaja menggodanya. Menggoda Channie untuk mencium terlebih dulu.
Menggigit bibirnya tanpa Channie sadari, karena ia semakin gugup. Tidak mau mengeluarkan erangan gairahnya. Tuhan. Tenggelam kan aku dengan segera. Tenggelamkan, batin Channie. Tak berapa lama, ia mendengar Kyuhyun menggeram pelan, tatapan mata Kyuhyun beralih pada bibirnya, kemudian gerakan jari-jari Kyuhyun yang ada di pinggangnya semakin membuat Channie ingin merintih. Tubuhnya yang semakin melekat dengan tubuh Kyuhyun—yang tentu saja basah untuk bagian bawah karena terendam air, merasakan sesuatu yang keras menyentuh tubuhnya, Channie memejamkan matanya dan sedikit menunduk. Demi Tuhan, Channie. Pria ini menginginkanmu.
Channie mempererat rangkulan kedua tangannya di pundak Kyuhyun.
Sunyi, hanya deru nafas Kyuhyun yang semakin memberat terdengar di sini. Semakin dekat, semakin dekat hembusan nafas Kyuhyun menerpa kulit wajahnya. Channie merasakan satu tangan Kyuhyun mengusap naik dari pinggang menuju punggung, membentuk pola sentuhan yang membuat Channie terbakar. Jantungnya masih berdegub dengan cepat, sulit dan mustahil untuk kembali berdegub dengan normal. Kini tangan Kyuhyun ada di tengkuknya, mengusap pelan dengan cara Kyuhyun sendiri, ia sudah hafal dengan tubuh Channie hingga dengan usapan lembut sedikit saja mampu membangkitkan gairah Channie. Dia melenguh pelan dengan masih memejamkan matanya. Channie merasakan Kyuhyun menarik wajahnya sedikit mendongak, hingga tanpa sadar ia membuka matanya. Tatapan mata Kyuhyun lebih menyala-nyala dan bibir sialan milik Kyuhyun—masih dan sangat terlihat lezat untuk di lahap. Pikiran kotor Channie sudah menguasai, dan sialnya Kyuhyun belum juga menciumnya.
Channie menelan ludahnya lagi-lagi dan di saat tangan Kyuhyun beralih mengusap pipinya dengan jari jempolnya, Channie memejamkan matanya. Tidak kuat, Channie menguatkan dirinya untuk membuka mata dan mulutnya untuk berbicara—lebih tepatnya berbisik.
“Cho Kyuhyun, lepas. Aku akan—“
“Indah, kau lebih dari indah,” ucapan Kyuhyun yang serak terdengar—seksi di telinga Channie, “Di bawah sinar bulan malam ini, kau bertambah sialan sangat cantik, ya ampun—“ lanjut Kyuhyun dengan semakin menarik wajah Channie semakin dekat.
Channie tidak mampu berkata lagi. Pria ini…
“Katakan, apa yang harus aku lakukan padamu,” bisik Kyuhyun di depan mulutnya. Hidung mancung Kyuhyun mengusap pelan pipinya. Membakar gairah mereka berdua, “My Angel.” lanjutnya pelan hampir tidak terdengar, tapi Channie—walau otaknya sedang tidak fokus karena merasakan sentuhan Kyuhyun masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas. Kyuhyun menyebutnya, Bidadarinya? Pria ini tidak sedang merayunya, kan? Tapi, Kyuhyun mengatakannya dengan tatapan yang sendu dan itu membuat Channie, merasa sangat di cintai. Apa? Cinta? Tidak mungkin.
Kyuhyun menunggu Channie menjawab, tapi Channie masih dengan egonya.
Kyuhyun mengusap bibir bawah Channie dengan jari jempolnya, dan memposisikan mulutnya begitu dekat dengan mulut Channie, hingga mungkin Kyuhyun maju sedikit saja mereka sudah berciuman. Nafas yang keluar dari bibir mereka berdua, terasa panas. Semakin menyulut hasrat Kyuhyun, termasuk Channie yang juga tidak bisa menyembunyikan gejolaknya.
“Katakan,” desah Kyuhyun, walau terdengar tenang, Channie bisa mendengar ada rasa tidak sabar dalam ucapan Kyuhyun. Gerakan tubuh Kyuhyun sengaja menggesekkan tubuhnya di tubuh Channie, membuat Channie tidak tahan.
Persetan! Bibir Kyuhyun terlihat sangat meminta untuk di lahapnya. Channie, sejak kapan kau mesum seperti pria di depanmu ini?
Menatap lekat-lekat pada manik mata Kyuhyun, Channie membuka mulutnya, “Cium aku.” terdengar begitu pelan dan nafasnya sudah pendek-pendek dengan tatapan sendu Channie, Kyuhyun menggeram di tenggorkannya, Channie sangat luar biasa cantik di tambah berkata seperti itu.
“Sialan!” geram Kyuhyun sebelum memejamkan matanya dengan cepat menempatkan mulutnya di mulut Channie. Menekan bibirnya dengan keras, melumatnya bergantian, atas bawah. Mencecapi segala rasa pada bibir Channie yang nikmatnya melebihi candu. Seolah wine kegemarannya kalah dengan rasa bibir Channie. Menekan tengkuk Channie, menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Channie, mencari lidah Channie, menyesap, mengisap, dan saling mengaitkannya. Bagus, respon Channie pada lidahnya ini. Apalagi, tangan Channie di lehernya yang memeluk semakin erat, sambil sesekali mengusap leher Kyuhyun. Di tambah sentuhan tangan lembut Channie, gairah Kyuhyun semakin terbakar.
Mereka berdua terengah.
Kepala mereka berulang-kali memutar ke kiri dan ke kanan, untuk sekedar menghirup udara atau mencari posisi untuk melumat bibir lebih dalam. Tapi, Channie masih saja kesulitan bernafas. Kyuhyun sangat tidak ingin melepas pagutan bibirnya, seolah dia sangat lapar dan ingin melahap bibir Channie sampai habis.
Dalam sekejap, ciuman ini menjadi liar. Bunyi decapan dari lumatan bibir mereka dan nafas yang memburu, terdengar di area ini. Membuat suasana semakin panas.
Channie bisa merasakan daerah sensitifnya yang terus berdenyut dan terasa—panas, basah. Demi, Tuhan. Ini hanya ciuman. Ciuman Kyuhyun tidak bisa di remehkan, pria ini mampu membuatmu lemas orgasme, hanya karena ciuman, Channie.
Seakan ia tidak rela saat Kyuhyun melepas tautan bibirnya, dan ia belum membuka matanya, Channie mendengar Kyuhyun berbisik, dan terengah—di depan mulutnya, “Ini akan lebih dari berciuman.”
Channie belum sempat membuka mulutnya untuk menjawab, bibir Kyuhyun lebih dulu menyerang bibirnya—yang masih terasa panas dan bengkak oleh ciuman Kyuhyun barusan, dengan penuh gairah. Ia tahu, akan berakhir lebih dari ciuman. Tapi, tetap saja tadi Kyuhyun menggodanya untuk meminta duluan, kan? Beruntung dia mengatakan hanya ‘Cium aku’ kalau saja ia berkata ‘Cium aku, sentuh aku di manapun, dan masuki aku’, mungkin ia sudah tidak punya muka untuk besok pagi bertatapan dengan Kyuhyun.
Channie mendengar erangan Kyuhyun yang tertahan di mulut pria itu, tiap kali ia membalas lumatan di bibir dan lidahnya. Kyuhyun menekan tubuhnya agar makin melekat di tubuh tegapnya—apalagi bagian bawahnya sudah terasa sangat keras. Kyuhyun mendorong tubuhnya menuju tepian kolam, entahlah, Channie tidak tahu di sebelah mana, ia lebih menikmati ciuman Kyuhyun yang semakin bergairah dan ia menyukai setiap sentuhan Kyuhyun, di tubuh basahnya. Yang ia rasakan sekarang tubuhnya menekan batas tepian kolam ini berlapis kaca ini. Merasakan milik Kyuhyun yang semakin menusuk pinggangnya, pipinya tidak berhenti mengeluarkan semburat merah.
“Kau tahu itu, Channie—“ Kyuhyun berbisik, seakan tahu apa yang ada di pikiran Channie, “Kita akan bercinta di sini, di tepian gedung dan di bawah sinar bulan,” lanjutnya terengah dengan dahi mereka yang masih bersatu.
Channie yang sedari tadi menatap bibir Kyuhyun, kini tersentak. Apa? Di tepian gedung ini? Di dalam kolam? Menolehkan kepalanya ke belakang, Channie ternganga. Pemandangan kota ini begitu indah, menakjubkan, lalu dia tepat di tepi gedung seolah jika ia bergerak sedikit saja ia akan jatuh, karena desain kolam memang dari kaca, hingga kita terasa berada di tepi gedung, padahal masih ada sisa tempat untuk untuk aliran air yang tumpah karena tubuh mereka yang berada di dalam kolam. Ini, tidak terbayangkan olehnya. Berarti apa yang ada di pikirannya akan segera menjadi kenyataan? Gugup!Seketika ia mengeratkan pelukannya di bahu Kyuhyun.
“Tidak akan jatuh,” Kyuhyun tahu apa yang Channie takutkan, Ia menyunggingkan senyum penuh artinya pada Channie. Dan berhasil membuat Channie, merona lagi. Semakin membuat pangkal pahanya mengeras dan terasa nyeri. Sabar, sebentar lagi. Tenang, Mr. Cho.
“Ini juga akan menjadi pengalaman pertamaku bercinta di sini,” bisik Kyuhyun.
Channie menatap Kyuhyun, tatapan pria ini begitu dalam dan jujur. Pertama, lagi? Ia merasa seperti gadis yang beruntung atau apa? Tapi, ia merasa sangat dihargai dan dipuja. Hatinya berdesir dan jantungnya makin berdegup sialan sangat kencang. Channie semakin penasaran dengan segala sesuatu yang menyangkut Kyuhyun. Ia harus mengetahuinya. Pria ini, sedikit menutup dirinya. Channie tiba-tiba melenguh ketika merasakan bibir basah dan panas Kyuhyun mengecupi, menjilati bagian bawah telinganya.
Memejamkan matanya, tanpa sadar Channie menyebut nama Kyuhyun saat Kyuhyun menghisap permukaan kulit lehernya, meninggalkan tanda kepemilikan di sana, “Cho Kyuhyun—“
“Ya, seperti itu,” bisik Kyuhyun dengan suaranya yang serak. Sambil menghirup feromon Channie yang memabukkan, bibirnya terus menjelajahi setiap jengkal leher Channie. Menciummi tanpa ampun dengan deru nafas yang memburu. Terengah, Channie di buatnya. Ia mendongakkan kepalanya—memberi leluasa Kyuhyun memainkan bibir dan lidahnya, tangannya menekan kepala Kyuhyun, meremas rambut Kyuhyun yang sudah acak-acakan. Semakin membuat gairah mereka berdua bergelora. Apalagi tangan Kyuhyun sudah berhasil menurunkan dress Channie hingga berada di pinggulnya, bra merah yang pakai membuat Kyuhyun menggeram. Merasakan miliknya begitu meronta di bawah sana.
Channie merasakan lehernya sedikit perih karena tanda hisapan Kyuhyun yang masih ada di sana, kemarin, sekarang kembali di tandai oleh bibir Kyuhyun, lagi. Ia bergeliat dan mulutnya sulit terkatup. Membuka, seolah tidak bisa bernafas dengan hidungnya, segera menutup mulutnya hingga ia menggeram tertahan karena Kyuhyun tiba-tiba meremas dadanya, memainkan dengan tangannya, sedang bibirnya yang basah itu turun ke area dadanya. Pahanya juga tidak luput dari usapan tangan Kyuhyun, mengirimkan gelenyar panas ke area sensitifnya. Dari sini, Kyuhyun berhasil membuatnya mendesah hebat.
“Cho Kyuhyun—hhh,”
Kyuhyun menyingkap bra merah Channie begitu cekatan, dengan tidak meninggallkan bibirnya pada dada Channie, lalu membuangnya entah kemana. Kyuhyun menghentikan ciumannya, Channie merasa Kyuhyun menatapnya, hingga ia menatap kembali Kyuhyun. Tatapan Kyuhyun dirasa begitu memujanya, hatinya berdesir, di perutnya terasa ada berjuta kupu-kupu yang menggelitiknya.
“Ya, ampun,” desah Kyuhyun, menatap Channie dengan sendu, “Channie. Kau. Sangat. Cantik.” Kyuhyun terengah, menekankan setiap katanya. Padahal tidak hanya sekali Kyuhyun mengucapkan ia cantik, tapi tetap saja ini membuatnya, malu.
Channie juga menatap Kyuhyun. Pria ini dengan rambut yang seperti ini karena ulah tangannya. Basah, bibirnya yang tebal itu memerah, nafasnya terengah. Tuhan mungkin menciptakan pria ini dengan tersenyum, karena hasilnya pria ini, Cho Kyuhyun selain seksi dengan wajah yang seperti ini, dia juga sangat tampan. Apalagi kemeja putih yang pria ini kenakan—sudah basah, hingga putting dada Kyuhyun terlihat jelas. Channie tidak tahan ingin segera melahapnya. Taraf mesummu, sudah mengkhawatirkan, Channie.
Entah sejak kapan, mulut Kyuhyun kembali ada di mulutnya. Melumat dengan sangat lapar. Begitupun dirinya yang membalas lumatan demi lumatan, hingga mereka kembali saling berperang lidah. Tangan Kyuhyun yang mengusap pahanya mulai naik perlahan dan menemukan kewanitaannya. Berhenti di situ, jari panjang dan lihai Kyuhyun mengusapnya hingga Channie melenguh. Sedangkan, bibir Kyuhyun turun ke dadanya, menciummi sela-sela dadanya, kemudian lidah Kyuhyun yang lembut membelai puncak dadanya. Channie mengerang pelan, menikmati siksaan Kyuhyun atas dan bawah—dengan memejamkan matanya. Tidak berhenti di situ, puncak dadanya yang mengeras sudah berada di dalam mulut Kyuhyun yang terasa panas. Channie semakin bergeliat, menahan kepala Kyuhyun dengan kedua tangannya untuk tetap di sana. Tidak ingin mendesah, tapi mulutnya seakan tidak mau bekerja sesuai perintahnya, hingga ia mendesah kan nama Kyuhyun di setiap ciuman bibir dan lidah Kyuhyun di dadanya.
Channie melayang karena sentuhan ini.
“Kau selalu siap untukku, sayang,” Kyuhyun terengah sambil tangannya terus mengusap bagian bawah tubuhnya. Channie ingin memekik saat Kyuhyun mengulum, menghisap dengan kuat puncak dadanya, hingga ia merasa menegang dan seperti ada yang menanti di dalam perutnya, semakin dekat, semakin dekat dengan pelepasan. Kyuhyun semakin cepat mengusap area sensitifnya yang masih berbalut dengan celana dalamnya, Kyuhyun melepas hisapan dari puncak dadanya dan menjilatnya lembut, kemudian menatapnya. Channie yang memejamkan matanya kini menatap Kyuhyun, seolah pria ini tahu badai gelombang itu akan datang.
“Kau milikku, Channie.” bisik Kyuhyun, terdengar tegas seketika tubuh Channie lemas, seperti tulang-tulangnya remuk. Ia tidak bertenaga, gelombang itu datang begitu intens. Memejamkan matanya, ia menikmati pelapasan ini. Kyuhyun mencium ujung hidung dan bibirnya kemudian menyeruakkan kepalanya di sela-sela lehernya. Menciummi tulang selangkanya, serta menghirup aroma Channie dalam-dalam.
Nafas mereka berdua masih terdengar terengah, hebat. Dada juga masih bergemuruh.
Channie mengusap lembut rambut Kyuhyun, Kyuhyun mendongak kemudian tersenyum. Tatapan mereka bertemu dan Channie selalu gugup. Kyuhyun baru saja membuatnya datang bahkan begitu intens dan panjang dengan celana dalamnya yang masih ia pakai. Kemudian ia merasakan kecupan lembut di pelipisnya dan rambutnya. Hatinya menghangat setiap kali Kyuhyun melakukan ini padanya. Ia seperti sangat disayangi oleh Kyuhyun. Benarkah?
Terdengar Kyuhyun menghela nafas panjang. Melihat leher Kyuhyun yang panjang—basah tepat di sampingnya, dengan adam apple pria itu yang bergerak seolah sulit menelan ludahnya, sialan Channie ingin menciummi setiap jengkal leher indah itu. Astaga! Channie, bahkan kau belum pernah menjamah itu dengan bibirmu, kan? Tidak ada salahnya, Kyuhyun telah membuatmu menuju tempat yang belum pernah kau datangi, giliranmu sekarang? Apa kau malu?
Tidak menunggu lama, Channie menempatkan bibirnya pada leher Kyuhyun membuat pria ini terkesiap. Bibir itu begitu lembut dan basah menyentuh lehernya, perlahan bergerak menuju jengkal lehernya yang lain, tangan Channie ada di dadanya kini membelai kulitnya walau masih terbungkus oleh kemejanya tapi sangat terasa sampai ke sel syarafnya hingga ia tidak bisa berpikir. Bibir Channie membakarnya. Gairah Kyuhyun bertambah semakin cepat.
Channie mencium dengan sangat lembut di setiap kulit leher Kyuhyun yang basah dan ia mendengar erangan Kyuhyun dan nafas pria ini yang memburu sambil memejamkan mata menikmati sentuhan bibirnya. Apalagi saat ia mencium bekas luka cakaran dari wanita murahan itu, Channie sengaja seolah ingin menyembuhkan luka itu dengan bibirnya. Tubuh Kyuhyun bergetar hebat. Channie merasakan adam apple Kyuhyun yang ia kecup dengan intens, lalu ia mendengar erangan Kyuhyun berubah menjadi desahan. Ada rasa bangga, ia bisa membuat Kyuhyun mendesahkan namanya.
“Ya, ampun. Bibirmu, Channie—Sialan!” Kyuhyun terengah, bibirnya membuka dan sulit bernafas. Sambil tangannya membelai punggung telanjang Channie. Matanya yang terpejam tanda ia menikmati setiap belaian dan sentuhan gadis ini.
Kyuhyun sudah tidak tahan. Ciuman Channie membuat darahnya mendidih, hatinya berdesir dan jantungnya berdebar dengan keras. Sungguh, ini terasa sangat nikmat namun pangkal pahanya sudah sangat nyeri.
Channie memberanikan diri membuka kancing kemeja Kyuhyun satu persatu, sampai di kancing ketiga dari atas, menyingkap separuh kemeja basah itu sampai terlihat bahu Kyuhyun, Channie segera membenamkan ciumannya di sana. Oh, kau sudah menjadi liar sekarang Park Channie. Batinnya bersorak. Channie tiba-tiba, merasakan Kyuhyun dengan cepat melepas ikat pinggangnya, kemudian melepas celana panjang serta celana dalamnya, begitu cepat dan di sertai nafasnya yang memburu. Channie mendongakkan wajahnya, ia menatap Kyuhyun, dadanya berdebar dengan sangat kencang. Belum sempat ia berkedip, Kyuhyun sudah mencium bibirnya lagi, tangan Kyuhyun yang lihai dengan mudah menyentakkan celana dalam Channie, terdengar suara robekan, tapi Channie tidak fokus dengan celana dalamnya yang robek, ia kini bahkan menikmati bibir Kyuhyun yang berpindah ke dadanya. Seperti Kyuhyun memang sangat lapar, gairahnya sudah tidak membendung lagi, hingga Channie bergeliat dan terengah di buatnya. Kakinya sudah tidak mampu menapak di dasar kolam. Pandangan matanya mengabut, begitu juga pandangan mata Kyuhyun terhadapnya.
“Angkat satu kakimu,” perintah Kyuhyun terengah di telinganya, Channie ragu-ragu mengangkatnya satu. Tanpa ia duga jari panjang Kyuhyun memasuki area sensitifnya, bergerak di dalam sana. Menimbulkan efek yang luar biasa bagi Channie. Membuatnya hampir saja menjerit, beruntung ia bisa menahannya dengan menggigit bibirnya. Nafasnya semakin memburu. Sialan, Cho Kyuhyun! Jarinya begitu lincah di dalam sana.
“Masih sakit? Hmm…” tanya Kyuhyun pelan, Channie menatap Kyuhyun, ada sorot kekhawatiran di mata Kyuhyun. Ya, Tuhan. Pria ini. Semakin membuat hatinya berdesir. “Channie—“
“Tidak—maksudku sedikit,” jawab Channie tanpa ia sadari, pipinya memerah.
“Kalau terlalu sakit, kau bilang padaku, tapi aku tidak bisa berhenti.” lanjut Kyuhyun dengan tatapan menggelap dan mampu melumpuhkannya. “Angkat yang satunya lagi, kau sudah sangat siap.”
Channie menatap Kyuhyun dalam, lalu dengan segera ia menuruti perintah pria ini. Sempurna, tubuhnya begitu pas dengan Kyuhyun. Ia mendengar Kyuhyun mengerang pelan dengan nafas yang pendek-pendek. Kemudian, merasakan sesuatu yang keras perlahan memasuki tubuhnya. Channie mempererat pelukan tangannya di leher Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya, begitu juga dirinya, merasakan perlahan milik Kyuhyun memasukinya, lagi. Masih sakit. Kenapa bisa?
“Ah, kau masih begitu sempit. Ya, Tuhan—“ Kyuhyun menggeram dengan menahan nafasnya, kemudian menatap Channie, dan memberikan ciuman singkat di bibirnya. “Sakit?” tanya Kyuhyun melihat raut wajah Channie yang sepertinya menahan sakit. Channie tidak bisa menjawab, tapi Kyuhyun tahu arti tatapan itu.
“Tahan sebentar,” ucap Kyuhyun terengah sambil memberikan ciuman di lehernya, membuat Channie nyaman dengan ini. Ia sungguh tidak tahu kalau rasanya masih sakit di kedua—ketiga kalinya mereka lakukan. Dengan satu sentakan, Kyuhyun berhasil memasukkan miliknya sepenuhnya pada tubuh Channie. Membuat Channie menjerit kemudian nafas mereka berdua terengah.
Cakaran kuku Channie, melukai pundaknya. Walau masih berbalut kemeja, tapi ada bekas sedikit darah di sana. Channie melihat Kyuhyun sedikit meringis perih, ia merasa bersalah, “Kyu—“
“Tidak apa-apa, yang penting kau tidak merasa sakit,” ucapnya kemudian mengecup ujung hidungnya, tersenyum dengan smriknya, Kyuhyun menatap Channie yang kini pipinya bahkan sudah sangat merah. Kemudian, ia menggerakkan tubuhnya dengan perlahan, sangat pelan. Channie menarik kepalanya ke belakang dan dengan sigap Kyuhyun menikmati leher Channie dengan mulutnya.
Gerakan Kyuhyun berubah menjadi sedikit cepat. Milik Channie yang begitu sempit membuat gairahnya berada di puncak, dan ia ingin segera menuntaskannya. Ini, masih saja terasa sangat nikmat. Bahkan rasanya melebihi kemarin, apa memang milik Channie akan bertambah nikmat setiap harinya? Ya Tuhan, Cho Kyuhyun, kau benar-benar tidak bisa lepas dari gadis ini. Dia memang lebih berbahaya, dan akan semakin berbahaya setiap harinya. Sialan. Kyuhyun tidak akan mampu menukar kenikmatan ini dengan apapun yang ada di Dunia. Hartanya yang berlimpah, sangat tidak sebanding dengan kenikmatan bercinta dengan Channie-nya. Gadis ini, bahkan sudah mengambil alih hatinya. Walau ia tidak mampu mengakuinya.
“Cho Kyuhyun,” Channie mendesah karena tusukan Kyuhyun bertambah cepat hingga air kolam tampak tumpah semua. Rasa sakit sudah hilang berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa.
“Channie, ini sialan begitu nikmat, begitu indah,” bisik Kyuhyun dengan deru nafasnya yang memburu di telinganya. Kyuhyun semakin mengangkat tubuh Channie, dengan meletakkan tangannya di pinggang Channie. Channie juga menggerakkan tubuhnya, agar semakin bersatu dengan Kyuhyun.
Ini terasa sangat dalam. Sangat dalam.
Channie merasakan sensasi lain, ia seperti akan jatuh tiap Kyuhyun mendorong tubuhnya, tapi selain itu ada kenikmatan sangat luar biasa. Sensasi ini tidak akan pernah ia dapatkan dari pria manapun. Seperti Kyuhyun memang sengaja memberinya kenikmatan yang tak akan pernah ia lupakan. Memejamkan matanya, sesekali membuka matanya dengan gerlap bintang di langit malam ini, indah. Ini. Sangat. Indah.
Dengan Kyuhyun mengisinya penuh. Gerakan yang erotis. Nafas yang terengah dan di bawah langit malam berhiaskan bintang, bercinta di tepian kolam renang seolah berada di tepi gedung. Ini luar biasa.
Nafas Kyuhyun dan nafasnya semakin memburu bersamaan dengan gairah yang semakin terbakar. Kyuhyun menusukkan miliknya lebih dalam, dan milik Channie memang begitu erat menarik miliknya jauh dalam kenikmatan.
Channie merasa ia akan datang. Perutnya bergejolak. Dorongan milik Kyuhyun semakin liar dan cepat di tubuhnya. Erangan dan desahan menghiasi percintaan mereka, selain bintang-bintang di langit yang menjadi saksi percintaan panas mereka.
“Channie, tatap aku.” desis Kyuhyun di depan mulutnya. Channie yang memejamkan mata—menikmati penyatuan tubuh mereka, membuka matanya walau mengabut ia masih bisa melihat sorot mata Kyuhyun yang menyala-nyala. Pria ini tahu, ia akan datang.
“Tuhan, kau begitu cantik, sayang.” desah Kyuhyun, melihat Channie yang bergairah dengan peluh—bercampur dengan percikan air kolam dan bibirnya yang memerah serta tatapan sendu gadis ini. Dia benar-benar tidak bisa berpaling dari Channie, bagaikan Dewi Yunani, “Dan, kau .Milikku. Milikku,” lanjutnya dengan menekankan setiap katanya sambil mendorong miliknya lebih dalam lagi.
“Milikku,” Kyuhyun masih terus menatapnya, suara Kyuhyun bertambah serak terdengar di telinganya, kemudian menyentakkan miliknya dengan keras, Channie menegang, seluruh tubuhnya seolah di tarik begitu kuat. Hingga ia tidak sanggup menatap mata Kyuhyun. Ya, dia memang milik Kyuhyun. Semua kenikmatan ini tercipta karena Kyuhyun. Semuanya, bahkan hatinya sudah di miliki pria ini. Seperti Kyuhyun mengharapkan ia menjawabnya, tapi ia tidak punya tenaga lagi. Ia akan datang.
“Y—Ya,”
Belum sempat ia melanjutkan, tubuh Channie terasa kaku, tidak bisa di gerakkan. Gelombang itu datang. Begitu intens. Menghembuskan nafasnya panjang, dan memburu, Channie bersandar pada pundak Kyuhyun. Milik Kyuhyun terasa di tarik begitu dalam oleh Channie di dalam sana. Dengan membiarkan Channie menikmati pelepasannya, Kyuhyun mencium puncak kepala gadis ini, di kecupnya berulang kali. Channie yang memejamkan matanya, kemudian menatap Kyuhyun. Menarik wajah Kyuhyun mendekat kemudian, mencium bibir Kyuhyun dengan lembut. Dengan dorongan di bawah tubuhnya oleh Kyuhyun, Channie semakin kuat mencium bibir Kyuhyun, hingga ia merasakan sentakan keras, dan keras lagi milik Kyuhyun, kemudian pria ini menegang. Menyeruakkan wajahnya di sela-sela lehernya, mengirup aromanya dalam-dalam dengan nafasnya yang memburu. Dada yang berdegub dengan kencang.
“Channie…” desah Kyuhyun panjang, kemudian ia merasakan sesuatu yang hangat di rahimnya. Kyuhyun menyenderkan kepalanya di bahunya, sambil mengecup sesekali. “Ah, ya ampun—ya ampun…” lagi-lagi sambil menciummi bahu telanjangnya.
Bahkan percintaan mereka masih dengan pakaian yang melekat. Kyuhyun dengan kemejanya, dan Channie yang mini dreesnya masih terkumpul di pinggangnya. Tapi, ini luar biasa. Dan Kyuhyun, sepertinya tidak ingin kehilangan kenikmatan ini. Masih dengan posisi yang sama saat bercinta, dan miliknya masih di dalam tubuh Channie.
“Malam yang indah, dan—“ Kyuhyun menatap Channie dengan tatapan yang masih bergairah.
“Dan?” Channie menatap lekat Kyuhyun. Detik berikutnya, ia sadar dengan tatapan itu. Membakar langsung ke area sensitifnya.
“Dan?” Kyuhyun menirukan nada bicara Channie, “Dan, kita lanjutkan lagi di dalam.” lanjut Kyuhyun dengan serak. Channie terkesiap ketika Kyuhyun membawa tubuhnya menepi, menaiki undakan demi undakan dasar kolam untuk naik ke permukaan tanpa melepas kontak tubuh mereka, hingga mereka keluar dari kolam dan berada di tepian kolam sekaligus seperti di tepi gedung pencakar langit ini.
Ini begitu indah. Sangat indah. Channie takjub akan pemandangan ini, di tambah ia setengah telanjang dengan Kyuhyun dan habis bercinta dengan hebat. Sangat sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Kemudian Kyuhyun menarik wajah Channie untuk menatapnya. Seakan tidak mau Channie menatap hal lain, kecuali dirinya.
Channie merona dengan sikap Kyuhyun barusan.
Kyuhyun membawanya—masih dengan posisi saat mereka bercinta, Kyuhyun seakan enggan melepas miliknya, menuju kamar dan tanpa sengaja Channie menatap kolam yang tadinya sangat indah tapi sekarang ada celana Kyuhyun dan—pakaian dalamnya mengambang di sana. Kolam ini, harus di bersihkan.
“Perbuatan kita,” gumam Kyuhyun di depan mulutnya, Channie tersenyum malu mendengarnya. Kyuhyun tahu apa yang ada di pikirannya.
“Perbuatanmu, lebih tepatnya.”
Kyuhyun menyunggingkan senyumnya mendengar sanggahan Channie, memang benar dia yang melepas semuanya tadi. Gila. Ia mengecup pelipis Channie, “Keras kepala, waktunya berendam.”
Membuka pintu kamar mandi, Kyuhyun menyeringai pada Channie, “Air hangat di Jacuzzi atau di bathub?” Kyuhyun menaikkan alisnya, menurunkan Channie dengan enggan dan otomatis melepas kontak tubuhnya. Channie mengernyit, ada sedikit rasa sakit.
“Maaf,” ucapnya pelas sambil memperhatikan Channie, “Tidak apa-apa,” hanya itu jawaban Channie, kemudian Kyuhyun mengulang lagi pertanyaannya. Dia tahu, Channie malu. Channie harus tahu, Kyuhyun tidak akan pernah cukup sekali jika dengannya. Semua yang ada dalam tubuh Channie itu, candu.
“Bathub.” jawab Channie pelan. Channie merasakan wajahnya memanas saat tangan Kyuhyun menurunkan mini dressnya hingga meluncur melewati kakinya.
Memperhatikan tubuh Channie yang kini polos, begitu indahnya hingga membuat pangkal pahanya kembali, ereksi. Channie meremang merasakannya karena memang tubuh mereka masih sangat lekat.
“Kemejaku,” suara Kyuhyun terdengar lebih serak. Pria ini, begitu cepat bereaksi. Batin Channie. Dengan cekatan Kyuhyun menarik tubuh Channie setelah berhasil meloloskan kemejanya, ke dalam bathub, Kyuhyun masuk terlebih dulu, baru ia membantu Channie masuk.
“Mendekatlah,” bisik Kyuhyun sambil menarik Channie menempel pada dadanya.
Air sedikit demi sedikit sudah terisi, dan gairah Channie semakin membakarnya karena tangan Kyuhyun sudah bermain di perutnya, mengusapnya naik perlahan ke atas, ke dadanya. Meremasnya dan membuatnya melenguh. Memainkan puncak dada Channie hingga mendesah. Nafas Kyuhyun sudah terdengar terengah dan terasa hangat di lekuk lehernya, sambil bibirnya yang basah terus menciummi dan menghisap setiap jengkal kulit lehernya. Channie semakin gila dibuatnya. Area sensitifnya terasa panas kembali. Apalagi milik Kyuhyun di bawahnya yang sudah sangat siap untuknya.
Memejamkan matanya, Channie menikmati sentuhan demi sentuhan Kyuhyun.
“Kau sangat cepat dan selalu siap untukku.” bisik Kyuhyun, parau. Penuh gairah. Seperti gairahnya tidak akan pernah surut sedikitpun. Memasukkan miliknya kembali pada tubuh Channie, dan ia mengerang pelan. Sangat nikmat. Hingga desahan Channie juga terdengar, sangat seksi, membakar semangatnya semakin berkobar. Menikmati percintaan dengan begitu hebat, berderai peluh dan lenguhan kenikmatan duniawi menghiasi kembali percintaan yang begitu intens ini, hingga sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Sangat luar biasa.
***
“Hey,” bisik di telinganya, Channie hanya menggeliat dan enggan membuka matanya. Rasanya ia masih perlu tidur, kepalanya berat sekali dan ia masih sangat mengantuk. Sesuatu yang lembab menggelitik telinganya, “Bangun,” suara seksi pria di sampingnya bahkan belum cukup untuk membukakan matanya.
“Channie, sayang.” bibir Kyuhyun masih di telinganya, rambut Kyuhyun menggelitik lehernya, membuatnya meremang. Gila, bahkan seperti ini kau bisa terangsang, Channie?
Mengusap matanya perlahan, Channie mengerjap kemudian berhasil membuka matanya walau hanya setengah. Terlihat Kyuhyun yang sudah duduk di tepian ranjang, dengan pakaian bisnis-nya? Mengerjap sekali lagi. Ia menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya dan hendak beringsut ke kamar mandi, tapi kepalanya terasa berat.
“Istirahatlah, kau kelelahan.” ucap Kyuhyun pelan, begitu penuh makna.
Channie langsung mengingat kegiatan mereka tadi malam. Bahkan, tidak cukup di kamar mandi—di dalam bathub, Kyuhyun juga bercinta dengannya di kamar, entah sampai dia kehabisan tenaga baru tengah malam mereka menyudahi kegiatan bercinta—penuh dengan erangan kenikmatan, dan tertidur karena kelelahan.
“Ka—kau selalu tidak membangunkan aku.” Channie sedikit gugup, karena mengingat kejadian tadi malam. Kyuhyun mendekatkan wajahnya, kemudian tersenyum penuh arti.
“Padahal aku ingin sekali membangunkan mu, kau tahu?” memberi jeda dengan nafasnya yang sedikit terengah, “Kalau kau bangun pagi tadi, aku jamin, kau bahkan tidak bisa berjalan.” lanjut Kyuhyun tenang. Namun membuat Channie memanas seketika.
Menyeringai, Kyuhyun mengecup bibir Channie singkat, lalu bangun dari duduknya. Memasang dasi dan jasnya, Channie memperhatikan dengan mengerutkan bibirnya. Dasar. Pria mesum. Hey, kau juga menikmati kemesumannya, kan? Sialan!
Kepalanya kemudian berdenyut tidak nyaman, pusing dan ia merasakan ia akan… “Hatchi—hhh.”
Kyuhyun menoleh, melihat Channie yang tampak memerah di hidungnya dan matanya sedikit berair. Gadis ini, tampak pucat. Apa karena terlalu lelah? Ya, Tuhan. Cho Kyuhyun, kau gila semalam. Bercinta hingga Channie begitu tidak kuasa melayani nafsumu yang begitu besar. Brengsek! Hey, salah siapa dia begitu menggoda dan selalu nikmat. Channie, dengan segala sesuatu di tubuhnya merupakan candu, melebihi Wine, kesayangannya atau bahkan Narkoba—yang bahkan ia tidak tahu bagaimana kecanduan obat-obatan terlarangnya.
“Sedikit demam,” ujar Kyuhyun mengusap dahi Channie dan menggenggam tangan lembut milik gadis itu. “Kau kena flu.” menatap Channie khawatir, ada rasa bersalah membuat gadis itu sakit karenannya.
Kyuhyun melirik Rolex di pergelangan tangannya, kemudian menekan tombol yang tidak jauh dari king size nya. Sebenarnya ia ingin merawat gadis ini, tapi jika dia seharian bersama Channie yang ada bukan merawat Channie supaya lekas sembuh, tapi Channie akan semakin parah sakitnya. Sakit di daerah tertentu.
“Bibi Han, bawakan obat flu beserta sarapan untuk Channie, segera.” Kyuhyun dengan cepat menoleh ke arah Channie, membuat Channie sedikit gugup. Ia sedari tadi memperhatikan Kyuhyun. Dan, sepertinya ia ketahuan.
“Menikmati ketampanan ku?” goda Kyuhyun, Channie hanya mencibirkan bibirnya. Bibir itu lagi, Kyuhyun ingin melumat habis, tapi ia yakin kalau ia pasti tidak bisa mengendalikan diri. Ingat, dia sakit Cho Kyuhyun.
“Minum obatnya dan makan. Ingat.” suaranya terdengar tegas dan tak terbantahkan. Seperti Channie itu anak kecil, Channie berniat mendebat juga percuma.
“Channie…” geram Kyuhyun.
“Iya. Aku akan makan dan minum obat.” Channie memutar matanya, kemudian hidungnya terasa gatal, dan dia bersin kembali.
“Itu akibatnya, kalau kau punya niat akan mendebatku.” Kyuhyun seperti tahu kelakuan Channie, membuat Channie ingin memukul wajah tampan itu. “Aku pergi dulu,” Kyuhyun beranjak dengan melumat dalam bibirnya, cepat. Kemudian beralih pada ujung kepalanya, mengecupnya sekilas.
Channie membeku. Berdebar, sudah tentu. Jantungnya berdegup kencang.
“Oh, ya. Aku akan merevisi surat perjanjian kita. Nanti malam akan aku bawa, untuk kau tanda tangani.” Kyuhyun berdiri di ambang pintung dengan wajah yang sangat mendamba dirinya.
“Ma—maksudmu?” Channie memucat. Apa Kyuhyun ingin mengakhirinya. Kyuhyun menangkap tatapan sedih Channie, kemudian bergerak mendekat dan mendekap tubuh Channie yang masih berbalut selimut. Mengusap kepala Channie perlahan dan Channie masih dengan pikirannya. Aroma Kyuhyun yang membuatnya ketagihan ingin terus di depan seperti ini terus, sangat nyaman.
“Bukan itu. Maksudku—“ Kyuhyun menghembuskan nafasnya, “Maksudku, jangka waktu pernikahan kita Channie.”
“Apa?”
Kyuhyun melepas dekapannya, menatap lekat Channie dan dia gugup. Sialan. Kenapa sih dengan jantungnya ini, selalu seperti ini jika bertatapan intens dengan, Park Channie.
“Aku ingin memperpanjang jangka waktu pernikahan kita.” ucap Kyuhyun. Jelas.
Channie menatap raut wajah Kyuhyun yang seperti sedikit gugup. Channie belum menjawab, Kyuhyun meraih wajah Channie dengan tangannya, menatapnya lekat. Tatapannya tajam, membuat Channie sulit bernafas. Pria ini begitu berbahaya. Cepat sekali berubahnya.
“Tapi aku berniat, tidak ada jangka waktu untuk status kita, pernikahan kita adalah, seterusnya. Dan. Kau. Harus. Mau.” tegas dan jelas. Kyuhyun menekankan setiap katanya.
Channie terkejut. Apa, pria ini sinting?
“Cho Kyuhyun bahkan kau tidak merundingkan denganku—“
“Sampai nanti, Malam.” potong Kyuhyun kemudian terdengar suara pintunya yang tertutup. Channie menggeleng pelan. Apa Kyuhyun tidak tahu efek perjanjian ini padanya? Channie, kau akan semakin terjerat dalam dunia Cho Kyuhyun, pria yang kau cintai. Selamanya?
Tapi, apakah bertahan lama, jika pria itu bahkan tidak mencintainya? Pria itu tidak mencintainya! Lalu bisakah, ikatan pernikahan ini tanpa ada perjanjian kontrak , hanya ikatan tulus yang Channie harapkan saat ini. Perjanjian di depan Tuhan dengan tulus bukan begini. Bisakah?
Sudah cukup bagus dan baik Kyuhyun tidak memberi jangka waktu, dan mungkin ini akan lebih dari tiga bulan? Matanya memanas mengingat Kyuhyun sewaktu-waktu akan meninggalkannya. Akan pergi setelah ia bosan padanya. Tanpa ia sadari pipinya sudah basah dengan air matanya. Tidak. Jangan menangis.
Channie beranjak turun setelah mengusap air matanya, kepalanya masih terasa pening. Dan memang bagian bawah tubuhnya masih nyeri walau tidak sesakit saat pertama, kemarin. Pipinya merona mengingat ia menghabiskan malam dengan bercinta dengan Kyuhyun, seakan tidak akan pernah puas dan lelah.
Matanya menangkap sesuatu di atas nakas, kemudian meraihnya. Kotak putih, dengan note di atasnya.
‘Channie sayang. Pakai ponsel ini, mulai sekarang. Dan jangan gunakan untuk menelpon atau menghubungi pria lain. Aku pasti tahu. Ponsel lamamu, ada padaku. Suami mu yang sangat tampan dan selalu bergairah hanya padamu. Cho Kyuhyun.’
Channie ternganga membaca note idiot dari Kyuhyun. Bagaimana bisa pria yang bergelar CEO Cho Kyuhyun, bisa menulis seperti ini? Channie memutar matanya, kesal membaca kata-kata di akhir pesan ini. Bergairah dan tampan, ya itu memang benar. Bahkan Channie belum tahu banyak tentang Kyuhyun? Lalu, apa maksudnya dengan pria lain? Dia takut kau menghubungi Jung Soo? Batinnya mengingatkan. Apa Kyuhyun sedang cemburu?
***
Ryeowook dan Minhyuk menatap Kyuhyun dengan tatapan—entahlah, sulit di jelaskan. Terkejut. Bahkan, BOS besar mereka ini, pikirannya sulit di jangkau oleh pikiran orang normal pada umumnya.
Minhyuk membaca ulang, lagi, apa yang ada di layar datarnya. “Hyung, kau serius ingin—“
“Kang Minhyuk, kau tinggal mencetak berkasnya lagi, lalu selesai. Sudah, dan jangan banyak protes seperti kakak sepupunya itu.” potong Kyuhyun. Minhyuk menatapnya kesal.
“Kyuhyun, apa kau benar-benar akan mengikat gadis itu, selamanya?” tanya Ryeowook, hati-hati. Ia tahu Kyuhyun pria seperti apa selama ini. Dan, ini termasuk hal yang luar biasa. Walau, Kyuhyun belum mengutarakan apa di balik komitmennya ini, tapi Ryeowook tahu, pria ini mencintai istri kontraknya yang membuat Kyuhyun. Gila.
“Benar sekali, kau Kim Ryeowook. Apa, kau keberatan?” Kyuhyun tanpa menatap Ryeowook dan masih sibuk dengan kertas-kertas yang ia tanda tangani.
“Kau mengikatnya, tanpa ikatan ehm—Cinta?” tanya Ryeowook pelan, Kyuhyun seketika menghentikan ini aktifitasnya. Matanya mengedip perlahan. Melepas kaca matanya, Kyuhyun menekan hidungnya dengan jarinya. Seketika ia merasa pusing. Ia tampak berpikir. Cinta? Dan jantungnya berdegub kencang, lagi.
“Paling tidak kau mengumumkan Channie sebagai istrimu, di depan umum. Meresmikan hubungan kalian yang selama ini kau—“
“Aku tahu.” potong Kyuhyun, “Aku memang akan mengumumkan bahkan menggelar resepsi pernikahan kami. Secara besar-besaran.” lanjutnya tenang. Oh, bagus! Cho Kyuhyun, bahkan kau sudah siap hidup dengan satu wanita. Dia, tidak ada duanya di dunia ini, Channie sangat berbeda. Dia. Berbeda. Dan aku bahkan tidak bisa jauh dari gadis itu. Tidak bisa.
“Pesta selama seminggu, kalau perlu satu bulan penuh. Agar seluruh dunia tahu. Park Channie, itu milikku. Hanya milik, Cho Kyuhyun.”
“Resepsi? Pernikahan siapa?”
Kyuhyun, Ryeowook dan Minhyuk menoleh ke arah pintu, Jonghyun di sana berdiri, terkejut. Berjalan mendekat penuh dengan tanda tanya.
“Cho Kyuhyun, kau akan menikah lagi? Atau—“ pandangan Jonghyun mengarah pada Minhyuk, pria itu tergagap. “Hey, kau akan menikahi Soojung yang lucu itu?”
“Ya, tapi tidak dalam waktu dekat. Kau tahu.” jelas Minhyuk membuat Jonghyun ternganga. Temannya ini benar-benar menyebalkan. Kenapa buru-buru menikah sih?
“Kang Minhyuk, kau berjanji untuk menikah setelah aku menikah, lebih dulu!” protesnya. “Tidak akan setelah tahu, kau menyukaiku,” timpal Minhyuk, kemudian Ia dan Ryeowook tertawa melihat wajah Jonghyun yang tampak, cengo.
“Ap—apa maksudmu—“
“Bisakah kalian membicarakan omong kosong ini nanti, di ruangan kalian sendiri.” potong Kyuhyun dan tatapannya tajam mengarah pada tiga orang di sini.
Ryeowook, Minhyuk dan Jonghyun seketika terdiam. Namun sebelum Kyuhyun akan berkomentar lagi…
“Sepertinya kalian harus tetap di sini, dulu. Aku ada kabar—“
Kyuhyun menatap tajam ke arah pintu masuk. Sesosok yang menghilang beberapa hari telah muncul dengan tampang polosnya, seolah tidak bersalah sama sekali.
“Lee Hyukjae. Brengsek, kemana saja kau.” Kyuhyun membentak. Lee Hyukjae walau raut wajahnya terlihat, sedikit takut berhadapan dengan Kyuhyun—setelah ia melarikan diri karena wanita sialan yang ia ‘serahkan’ pada Kyuhyun, tempo lalu, namun ia berusaha menormalkan raut wajahnya.
“Jangan mengalihkan topik atau menghindar sebelum aku menghadiahi kau pukulan tangan kiriku.”
Wajah Hyukjae, memucat. “Man, calm down, okey.” Hyukjae mendekat ke arah Kyuhyun, yang bersampingan dengan Ryeowook, Jonghyuk dan juga Minhyuk.
“Aku ingin mengatakan kabar ku dulu ini untukmu, Cho Kyuhyun. Setelah itu, kau bisa menghadiahi aku salah satu Kapal pesiarmu atau Pesawat—“
“Cepat, katakan!”
“Okey,” Hyukjae menghela nafasnya sejenak. Semua orang di sini menatapnya penuh dengan rasa penasaran. “Kemarin malam aku berada di Sparkling Club, dan aku bertemu dengan Shin Yoo Mi.”
Kyuhyun hanya membeku seperkian detik, lanjutnya ia tersenyum miring, “Lalu?” Kyuhyun menatap Hyukjae santai.
“Cho Kyuhyun, dia kembali lagi, dan aku tahu, dia pasti akan suka rela menjadi partner ranjangmu lagi! Bukankah dia—“
“Lee Hyukjae, kenapa kau yang takut? Aku bilang, tidak, lalu dia akan pergi lagi. Selesai. Mungkin dia sudah bosan mengharapkan aku membalas kata cintanya.”
“Man, dia terobsesi denganmu.” jelas Hyukjae.
“Aku bahkan tahu itu, lebih dulu darimu. Man-ki.” ucap Kyuhyun mengarah pada panggilan Hyukjae. Pria itu mendengus mendengar Kyuhyun mengucapkan kata Man-ki padanya. Sialan.
Terdengar kekehan dari ke-tiga orang di sini, selain Hyukjae dan Kyuhyun tentunya.
“Aku mencium gelagat aneh kemarin saat aku mengobrol dengannya. Dia, bukan Yoo Mi tiga tahun lalu, atau pertama kali saat kau bertemu di sekolah menengah atas.”
“Hyukjae, kau berlebihan. Okey, aku tahu itu. Lalu, apa yang kau permasalahkan?”
“Kau bodoh atau apa sih? Kau sekarang sudah mempunyai ‘Istri’ Cho Kyuhyun, bagaimana kau akan mengumumkan kalau Channie istri sahmu, sementara Yoo Mi ada di luaran sana? Kau harus selesaikan ini. Lebih cepat.”
Kyuhyun mengusapkan tangannya ke wajahnya, menghela nafas panjang. Baru saja, dia akan memulai semua dengan Channie. Kenapa, wanita itu muncul? Okey, Yoo Mi memang bukan partner seks seperti yang lainnya. Dia teman Kyuhyun, sewaktu masih bersekolah menengah atas. Dan, dari Yoomi Kyuhyun mengenal seks, untuk pertama kalinya. Bagaimana ia akan menjelaskan pada Channie? Apa nanti Channie akan meninggalkan dia setelah tahu masa lalunya?
“Sungmin masih di pulau buatan?” tanya Kyuhyun mengarah pada Ryeowook, “Iya. Membereskan sedikit kekacauan, mungkin setelah penyelidikannya selesai, lusa atau tiga hari lagi.” ucap Ryeowook.
Kyuhyun meraih touch screennya, mendial dengan cepat sampai nada panggilan terhubung.
“Jongwoon hyung. Iya, semua datanya akan aku serahkan setelah ini, tapi aku minta nanti setelah makan siang kau sudah dapatkan informasinya. Dia, Shin Yoo Mi. Apa? Hyukjae sudah—baik. Lanjutkan pekerjaanmu, awasi terus. Dan, aku minta perkembangan informasinya lebih lanjut.” tatapan Kyuhyun menggelap menatap Hyukjae di depannya, “Ya, Hyung. Aku tahu, informasikan secepatnya. Kau tahu, kau lebih pintar dari paranormal sekalipun.” Kyuhyun menghembuskan nafas kasarnya.
Kini, mata Kyuhyun makin menggelap mengarah terus pada Hyukjae yang tersenyum penuh kemenangan.
“Kau mencari informasinya, kan?” Hyukjae tersenyum, sialan pria ini. “Kau kalah cepat denganku, Cho Kyuhyun.”
“Kenapa kau tidak bilang dari—Ahh…Ya ampun, Lee Hyukjae!” Kyuhyun geram, ia berdiri meraih map file di tangan Hyukjae dengan kasar. “Brengsek!” umpat Kyuhyun pada Hyukjae yang terkekeh.
Kyuhyun membaca sekilas. Oh, Yoo Mi ingin bekerja sama dengan perusahaan Kyuhyun, dan menyalurkan sebagian dananya untuk yayasan sosial di Seoul. Bagus sekali, modusnya.
“Okey, terima kasih banyak tentang informasinya dan—“ Kyuhyun menutup map filenya dan akan melanjutkannya nanti, kemudian ia berdiri, menyebrangi mejanya.
“Sama-sama. Kau pasti tidak akan—Akkhhh…” Hyukjae meringis menahan nyeri ketika menerima ‘sedikit’ pukulan di perutnya. Sakit? Jangan di tanya. Walau cuma sekali pukulan tangan kiri Kyuhyun, tapi rasanya seperti sepuluh kali lipat pukulan biasa. Pukulan Cho Kyuhyun paling kuat di antara teman-temannya.
“Beruntung tidak wajahmu yang kau buat untuk merayu wanita-wanita sialan itu, yang aku tonjok. Aku masih berbaik hati, kan?” Kyuhyun segera kembali pada kursi kebesarannya. Dan membiarkan Hyukjae menahan sakit bersama dengan tawa semua temannya.
Tiba-tiba ponsel milik Channie—yang di bawanya berdering, ada pesan masuk. Kyuhyun membacanya dan nama Jungsoo di sana. Hatinya berdesir seketika. Makan siang? Khawatir? Pria ini benar-benar tidak putus asa.
“Sialan!” umpat Kyuhyun, membuat semua tawa di sini terdiam.
***
Sementara di sebuah ruangan khusus, Cafe berkelas dengan gaya klasik Eropa, gadis ini menatap lekat-lekat sebuah foto yang ada di tabnya. Wajahnya terlihat kesal dan juga penuh amarah. Tidak terima dengan pilihan pria yang sangat ia cintai, dulu hingga sekarang bahkan selamanya. Cho Kyuhyun.
“Bahkan sudah seribu kali aku menatap fotonya, tapi gadis ini bahkan tidak ada menariknya sama sekali.” desisnya. Seseorang di depannya juga tersenyum.
“Dia sangat cantik, kau tahu.” jawabnya pelan. “Aku bahkan tidak menyangka, dia secantik itu. Benar, kalau Cho Kyuhyun yang brengsek bisa bertekuk lutut.”
“Diam kau, Joon! Tutup mulut brengsekmu!” geramnya marah.
“Hey, aku bicara apa adanya. Aku bahkan pernah berbicara langsung dengannya, dan pada saat itu, Cho Kyuhyun ada di lift yang sama. Hebat, bukan. Dan, kau tahu suara Channie begitu lembut. Ya Tuhan!”
“Persetan!” gadis itu berteriak marah. “Tenang, Yoo Mi, kau selalu emosi. Kau harus tenang sepertiku, padahal aku yang punya dendam begitu pahit pada pria yang kau cintai.”
“Ngomong-ngomong, kau belum ketahuan anak Jaesuk?”
“Belum? Ada saatnya nanti,” ucap pria itu tenang, matanya menggelap. Ia punya rencana lain selain dengan Yoo Mi, gadis di depannya ini. Tentu saja, Yoo Mi tidak tahu. Targetnya memang bukan Channie, tapi Channie kan yang akan membawa Kyuhyun kehadapannya bukan? Jalan akan semakin mudah. Dan gadis ini, begitu bodoh. Tapi, ia akan memanfaatkan otak licik gadis bodoh ini.
“Aku ada informasi, kalau ada seorang gadis yang sangat membenci, Channie.”
“Aku sudah tahu kalau yang kau maksud itu tunangan sepupunya, namanya Kim Juyeon.”
“Kita harus menggunakan dia, Joon.”
“Aku bahkan sudah mengatur pertemuannya dengan kita. Kau tenang saja. Yang kau lakukan adalah, muncul di hadapan Channie, dan pisahkan mereka. Okey.”
***
Deru nafas mereka berdua terdengar memburu, terengah dan dada mereka juga masih terlihat turun-naik dengan cepat. Tubuh polos mereka juga masih penuh dengan peluh karena percintaan panas barusan yang terjadi di sini. Kyuhyun masih membenamkan wajahnya di sela-sela leher Channia sambil sesekali menciummi bahu telanjang gadis ini. Menikmati pelepasan yang entah keberapa kalinya, dan terakhir di atas ranjang kamar mereka. Bahkan ia tidak memikirkan kalau Channie bisa saja sakit lagi, karena kelelahan akibat kebutuhan seks-nya yang menggila.
Tidak pernah seperti ini sebelumnya dengan gadis yang sama. Pertama kali. Dan ia selalu gila jika sudah menyentuh milik Channie. Sialan, Nikmatnya tidak ada duanya.
Channie mengusap punggung telanjang Kyuhyun, dengan lembut saat merasakan ciuman Kyuhyun di bahunya. Setiap bercinta dengan Kyuhyun, Channie merasa di cintai atau hanya perasaannya saja.
Malam ini, entah kenapa Kyuhyun sedikit lain. Mungkin karena pekerjaan yang membuatnya seperti ini. Channie kadang merasa beban pekerjaan Kyuhyun terlalu berat untuk usia semuda dirinya, tapi ia yakin Kyuhyun bisa mengatasi semuanya. Mereka baru saja bercinta—setelah makan malam pukul delapan tadi hingga sekarang jam menunjukkan pukul dua pagi, seperti orang yang lama sekali tidak melakukan seks, tentu saja, sangat panas. Beruntungnya Kyuhyun selalu menghormatinya, tidak pernah menyakitinya.
Kyuhyun melepas miliknya dan berguling ke samping. Kemudian menarik tubuh Channie merapat pada tubuhnya. Mendekap erat tubuh mungil, gadis ini, lalu di kecupnya pelipis Channie, “Tidurlah,” ujar Kyuhyun pelan. Sambil menghirup aroma rambut Channie, yang menenangkan.
Channie menggeleng pelan, Kyuhyun menundukkan wajahnya untuk bisa menatap wajah Channie.
“Kau masih pusing, atau sakitnya—“
“Tidak.” jawab Channie pelan, dan tatapannya bertemu dengan tatapan Kyuhyun yang sendu.
“Besok kau ingin bekerja, kan?” tanya Kyuhyun, dan Channie mengangguk. “Kalau begitu tidur, Channie. Ini sudah pagi.”
“Dan itu karenamu,” lanjut Channie. Kyuhyun berpikir sejenak, kemudian tersenyum.
“Ya.” jawabnya tenang, “Tapi kau suka itu, kan?” godanya membuat Channie salah tingkah. “Nah, sekarang tidurlah.” perintah Kyuhyun lagi sambil mendekapnya erat.
“Aku ingin bertanya, kenapa kau ingin perjanjiannya tidak di tentukan jangka waktu kalau kita akan terus bersama?”
DEG
Jantung Kyuhyun berdegub dengan cepat. Kata Ryeowook yang mengatakan, kata ‘Cinta’ langsung terngiang di pikiranya. Tatapan Channie seakan menembus ulu hatinya yang berdebar hingga terasa nyeri.
Sebenarnya Channie ingin tahu bagaimana perasaan Kyuhyun sejauh ini? Dia tidak mau jauh melangkah jika akhirnya, akan menyakitinya lebih dalam. Ia takut kehilangan pria yang memeluknya, kini. Tidak bisa membayangkan apa jadinya, jika Kyuhyun tidak di sampingnya.
“Channie—“ Kyuhyun menghembuskan nafas panjangnya, rahangnya terlihat kaku. “Aku hanya ingin terus bersamamu. Kau di sampingku. Dan aku akan selalu menjagamu. Percayalah.”
Tidak ada kata cinta. Tapi, penjelasan Kyuhyun tedengar tulus—baik dari sorot mata Kyuhyun dan hatinya menghangat mendengar ini.
“Channie apa?” Kyuhyun terlihat khawatir, dan ekspresi wajah Kyuhyun terlihat ketakutan. Tatapannya menggelap. “Channie—Aku—“
Kenapa Kyuhyun seperti itu? Mengapa dia terlihat tegang? “Hey, kenapa?” bisik Channie. Kemudian ia mengusap pipi Kyuhyun lembut dengan kedua tangannya, agar Kyuhyun tidak terlihat lebih rileks.
Memejamkan matanya, Kyuhyun menghembuskan nafas kasarnya, “Channie kau tidak tahu, aku begitu kosong jika kau menjauh sedikit saja dariku. Hanya itu yang bisa aku jelaskan sekarang. Dan satu hal harus kau tahu, kau sangat berarti untukku. Ku mohon, jangan pergi—“
“Kyuhyun. Dengar. Aku tidak akan pergi, aku hanya ingin tahu saja, alasan apa yang mendasarinya.” jelas Channie, menenangkan.
“Iya. Aku mengerti.” Kyuhyun lebih rileks lalu mengecupkan tangan Channie yang ia genggam. “Satu hal lagi, aku tidak ingin kehilanganmu.” Kyuhyun menatap lekat-lekat Channie. Ya, Tuhan. Andai saja ia jujur pada perasaannya. Ia, pengecut yang brengsek.
Channie ingin sekali memeluk erat Kyuhyun dan mencium bibir menggoda milik pria ini. Karena, Kyuhyun baru saja mengatakan tidak ingin kehilangannya? Ya, Tuhan. Channie, pria yang berbahaya—panas dan kaya raya ini, tidak ingin kehilangan gadis sepertimu!
“Emm, aku boleh tanya hal lain?” tanya Channie, hati-hati. Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Maksudku, kita akan hidup bersama dalam jangka waktu yang tidak di tentukan. Tapi, aku belum mengenal dirimu begitu jauh, hanya sebatas ujung jari. Sedikit informasi, aku bisa mendengarnya darimu, kan?”
Kyuhyun terkekeh mendengar Channie berbicara dengan raut wajah sedikit takut. Gadis ini rupanya, masih saja sedikit terintimidasi olehnya.
“Ya. Tentu, saja. Kau mulai penasaran. Bagus.” Kyuhyun menatap lekat ke arahnya.
Channie mencibir dengan bibirnya, “Kau pernah berkencan?” tanya Channie pelan.
Kyuhyun tersenyum geli, kemudian menahannya untuk tidak tertawa. “Kau boleh percaya atau tidak. Berkencan seperti menjalin jalinan cinta? Jujur. Tidak pernah.” tatapan Kyuhyun menggelap.
“Jadi, kalau kau berhubungan dengan wanita-wanitamu itu namanya bukan berkencan? Oh, ayolah kau pasti juga menggunakan perasaanmu.”
“Tidak. Pernah. Channie.” Kyuhyun yang menekankan setiap katanya, “Kau harus tahu. Kau gadis yang sejauh ini sangat dekat denganku, selain ibu dan kakakku.”
Channie melihat tidak ada kebohongan di mata Kyuhyun, “Lalu gadis pertama yang kau tiduri, siapa? Apakah dia termasuk bukan teman kencanmu?”
Bagaikan ada besi beberapa kilo menghantam kepalanya, Cho Kyuhyun ternganga mendengar pertanyaan ini. Mengerjapkan matanya, agar ia terlihat biasa saja, tapi terlambat. Channie bisa membaca raut wajah Kyuhyun ini.
“Ada apa?” tanya Channie cemas. “Kyuhyun, kau—“
“Dia tidak sepertimu,” Kyuhyun menatap Channie gusar. “Maksudku dia—“
“Kalau kau tidak mau menceritakannya, aku juga tidak apa-apa.” Channie merasa kecewa mendengar Kyuhyun yang salah tingkah. Sangat menyebalkan.
“Channie, bukan begitu,” Kyuhyun mengusap rambutnya, kasar. “Kau harus tahu, dan aku akan menceritakan garis besarnya saja.” Brengsek, kau Cho Kyuhyun! Batinnya. Kenapa, kau tidak menceritakan semuanya? Okey, belum. Apa kau menunggu apa motif Yoo Mi kembali? Tepat! Dan, ia khawatir, Channie dalam masalah jika bertemu dengan gadis ‘bar-bar’ seperti Yoo Mi.
“Channie, dulu aku sangat tertekan. Di usia remaja, di saat yang lainnya masih asyik bermain-main, aku sudah harus belajar dan membuat project-project di perusahaan Ayah. Aku, hanya menuruti apa kata beliau. Lalu semenjak ada kejadian di keluarga, mengenai kakakku, Ahra. Aku semakin, stress dan kesehatan Ayah—“
“Sudah tidak usah di teruskan, kau kelihatan kacau—“
“Kau harus tahu, Channie.” bisik Kyuhyun, merapatkan tubuhnya mendekap Channie, ia sedikit menundukkan wajahnya. Kalau menyangkut kakaknya, ini hal terberat dalam hidupnya. Wajahnya pucat, seketika. Channie tidak kuasa menyiksa Kyuhyun seperti ini.
Memeluk tubuh Kyuhyun, “Sudahlah, kita bisa bercerita lain waktu,” bisik Channie lembut.
“Terima kasih,” Kyuhyun mendaratkan bibirnya pada dahi Channie, “Kalau aku tidak menyalurkan rasa tertekanku pada, emm—maaf, seks. Aku mungkin sudah meninggal karena over dosis narkoba.” jelas Kyuhyun, masih belum menatap Channie, Channie merasakan beban yang berat di bawa Kyuhyun di pundaknya, pasti dia sangat tertekan. Kyuhyun yang masih remaja, yang malang. Sampai sekarang ia pasti juga berat memikul beban segala permasalahan perusahaannya yang semakin sukses, pesat.
Channie mengusap lembut pipi Kyuhyun dengan kedua tangannya. Menyalurkan rasa sayangnya. Oh, Cho Kyuhyun…
Jeda beberapa saat…
“Em, kalau boleh tahu siapa gadis beruntung itu? Apa kau masih berhubungan—“
“Demi Tuhan, itu sudah lama sekali,” Kyuhyun menatapnya dalam-dalam, serius. “Dia tidak beruntung, kau tahu. Dia tidak perawan sepertimu dan juga tidak aku nikahi serta dia tidak membuatku tergila-gila seperti aku padamu, Channie.”
“Cho Kyuhyun!” geram Channie, Kyuhyun akhirnya bisa sedikit tersenyum. Syukurlah. Channie sedikit lega melihat senyum—jailnya.
“Namanya, Shin Yoo Mi.” sahut Kyuhyun dan membuat Channie terdiam. Raut wajahnya berubah, Kyuhyun tahu Channie pasti tidak suka mendengar ini. Tapi, dia harus memberi tahu semuanya, nanti. Pada waktu yang tepat dan ia siap.
“Hey,” Kyuhyun menarik wajah Channie menghadapnya, mengusap bibir Channie, mengecup ujungnya dan membuat hatinya berdegub kencang.
“Channie, itu tidak penting. Sekarang, bahkan selamanya aku hanya akan memikirkanmu. Aku bahkan tidak tertarik dengan semua wanita lain, lagi.” Channie mengerjap kemudian tersenyum mendengar ucapan tulus Kyuhyun, “Tidurlah,” Kyuhyun melumat sekali lagi bibir yang mengundang hasratnya itu, sedikit mempermainkan bibirnya di antara bibir Channie dengan pelan dan lembut. Kyuhyun menyudahi ciuman kilatnya, kemudian menempatkan kepala Channie di depan dadanya. Semoga gadis ini mendengar detak jantungnya berdebar hanya untuknya. Semoga.
Maaf, Channie. Aku hanya belum bisa memberi kata-kata romantis atau janji-janji lainnya termasuk kata Cinta. Tapi tolong, jangan tinggalkan aku. Ku mohon…
Kyuhyun memejamkan matanya kuat-kuat, kemudian ia sadar dengan suara isakan tertahan milik gadis ini dalam dekapannya. Ya, Tuhan. Gadisnya menangis lagi. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.
***
Hari pertama Channie kembali bekerja—setelah kejadian di depan loby dengan wanita murahan yang tidak sengaja mencakar Kyuhyun, ternyata dilaluinya dengan tidak mudah. Semua orang di divisinya baik semua orang di perusahaan ini. Di gedung ini, memandang ia dengan tatapan lain. Seperti dia gadis murahan yang sama seperti wanita ‘pencakar’ itu.
Bahkan, waktu di cafetaria saja, biasanya semua bergabung di mejanya dengan Yura, tadi bahkan hanya Yura yang masih setia mendengar cerita—bohongnya tentang Cho Kyuhyun dan wanita itu.
Masa bodoh dengan omongan orang, tapi hatinya terlalu sensitif mendengar kalimat-kalimat buruk dan tidak benar tentangnya. Sampai kapan gosip itu berakhir? Apa sampai dia menjadi istri Kyuhyun? Dia sudah sah jika harus tidur dengan Kyuhyun. Okey, kalau masalah tidak pantas atau sekelas dengan Kyuhyun, ia akui ia memang jauh dari kata pantas dan tidak sebanding dengan wanita-wanita Kyuhyun, sebelumnya. Tapi, dia bukan pelacur. Demi, Tuhan. Dan, kapan Kyuhyun akan memberi tahu mereka semua, kalau dia istrinya. Agar beban yang ia tanggung, tidak semakin berat.
Channie mengalihkan pikirannya dengan menatap kembali ponselnya—pemberian Kyuhyun, dan membaca pesan Kyuhyun sejam yang lalu, kalau ia harus pulang dengan Young Min dan dia meminta maaf tidak bisa pulang bersama, karena ada pertemuan dengan salah satu relasi bisnisnya.
Young Min juga memberi kabar, jika dia masih perjalanan ke sini dan akan menunggu di pertigaan, seperi biasa. Yura juga sudah pulang. Hanya dia seorang yang menunggu di depan loby. Sebelum memutuskan untuk menunggu Young Min di tempat biasa, ia melihat sesosok wanita yang—terbilang cantik, langsing, tinggi, berkelas, memasuki gedung ini. Terlihat sibuk dengan ponsel di telinganya.
“Iya, aku sudah di depan. Cho Kyuhyun, kau sudah tidak sabar bertemu denganku? Astaga, kau masih tetap sama seperti dulu—“
Channie mendengar nama Kyuhyun di sebut, jadi wanita ini relasi yang akan bertemu dengan Kyuhyun? Tapi, kenapa terlihat sudah sangat akrab dengan Kyuhyun? Dilihatnya lagi, wanita itu sudah memasuki loby dan menuju lift. Channie menggelengkan kepalanya, pelan. Tidak. Tapi, ia begitu penasaran dengan wanita barusan.
Perasaannya tidak enak. Cemburu. Sudah pasti.
***
Hari kedua bekerja juga tidak bertambah baik bagi Channie. Omongan tentangnya masih terdengar. Sudah, ia menegur orang yang keterlaluan padanya, tapi semakin banyak orang yang menilainya sama seperti pelacur. Sabar dan hanya menanti keajaiban hingga ia di beri kekuatan hatinya untuk terus bekerja di perusahaan milik, suaminya. Bahkan suaminya juga belum berani mengumumkan kalau ia istri sahnya.
Mengingat itu, hatinya perih. Lebih baik, ia istirahat dan makan siang, Kyuhyun sudah memborardir ponselnya dengan pesan, chat dan semua itu menyuruhnya untuk makan. Rupanya, pria itu sangat khawatir dengannya, Channie mengingat saat tadi malam, ia bisa menolak untuk bercinta dengan Kyuhyun. Hanya ber-foreplay saja dengan Kyuhyun, setelah itu dengan kekuatannya—walau dia ingin, dia bisa menolak keinginan Kyuhyun. Hanya karena ia memikirkan wanita sore itu. Hebat dia bisa menolak Kyuhyun, mengingat gairahnya juga begitu besar menginginkan Kyuhyun. Kyuhyun mengira dia sakit. Dan, memang Channie beralasan kalau dia tidak enak badan. Hati, lebih tepatnya.
Yura mengusap punggungnya lembut, “Jangan banyak pikiran, ayo makan.” ajak Yura tersenyum tulus pada Channie. “Jangan dengarkan omongan orang-orang di cafetaria. Tenang saja, aku akan menyumpal mulut mereka dengan sepatuku!” Channie tertawa mendengar ocehan temannya ini.
Mereka sudah berada di dalam lift. Tiba-tiba ia teringat masa-masa awal ia bertemu Kyuhyun dan Kyuhyun menciumnya di lift, untuk pertama kalinya. Pipinya merona mengingat itu dan ia tersenyum sendiri. Ah, ia merindukan pria sinting itu. Sedang apa sekarang? Istirahat? Makan siang di mana?
Channie dengan segera mengirimkan pesan makan siang untuk Kyuhyun. Tidak ada salahnya, ia memberi perhatian untuk pria itu. Setelah memasukkan kembali ponselnya, lift mereka terbuka dan ada beberapa orang masuk, saat yang tidak di duga ia melihat sesosok wanita yang ia temui di depan loby, kemarin sore. Wanita itu berjalan seiringan dengan… Cho Kyuhyun.
Jantungnya berdegub kencang, hatinya berdesir. Walau hanya melihat sekilas, Channie hafal dan tahu persis bahwa wanita itu yang kemarin ia temui. Dan, sekarang bersama Cho Kyuhyun. Pasti mereka berdua menggunakan lift khusus untuk Kyuhyun. Sialan!
Hatinya bagai teriris-iris melihat ini. Channie seperti mencium ada yang tidak beres dengan wanita tadi.
Sesampainya di cafetaria ia hanya menyuapkan sesekali makanannya. Rasanya sangat tidak enak. Atau memang, ia tidak berselera makan? Channie mengenyahkan omongan orang-orang di sekitarnya dan kini pikirannya hanya tentang siapa wanita itu. Arrghh! Dia bisa gila, lama-lama.
Yura sedang ke toilet dan Channie tahu, ia sedang menelpon pria yang yang dekat dengannya. Walaupun gadis itu terlihat sangat periang, namun ia pemalu kalau masalah pria yang dekat dengannya. Lucu, sekali.
Tiba-tiba ada nampan berisi makanan di depannya, mendongak Channie mendapati siapa yang membawa nampan ini. Tuhan, dunia seakan berhenti sekarang. Wanita ini…
“Boleh duduk di sini?” tanyanya lembut, Channie mengangguk singkat dan ia gugup bukan main. Jangan sampai kau terintimidasi oleh wanita ini, Channie. Jangan. Batinnya was-was.
“Oh, ya. Kau sendirian? Mana temanmu yang biasanya bersamamu?”
Wanita ini kenapa tahu tentangnya? Apa memang dirinya terkenal. Oh, ya dia lupa. Dia memang terkenal sejak insiden di depan loby.
“Sedang di toilet,” jawab Channie, sedikit gugup. “Kau karyawan baru atau—emm aku belum pernah melihatmu di area sini, sebelumnya. Maaf,” Channie memberanikan diri bertanya kepada wanita yang membuatnya, sangat cemburu.
“Sungguh kau ingin tahu?” katanya sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dengan lipstik merah itu. Sungguh, wanita ini sepertinya sangat glamour. Bisa dilihat dari penampilannya. Berbeda jauh dari dirinya.
“Kalau kau tidak mau, ya itu hak anda.” jawab Channie tenang. Sialan wanita ini.
“Kalau aku tidak salah, kau yang bernama, Park Channie? Yang belakangan ini dikabarkan menjadi ‘teman tidur’ Cho Kyuhyun. Maaf. Tapi aku mendengar gosip itu di sini.”
Channie membeku. Marah. Tapi, ia berusaha bertahan dengan kesabarannya. Tenang, Channie.
“Ya. Aku, Channie. Tapi itu semua bukan seperti—“
“Setuju!” potong wanita ini cepat, “Kyuhyun mana mungkin mau denganmu. Aku tahu seleranya seperti apa. Mereka mungkin, hanya salah paham, Channie.”
Double sialan. Brengsek sekali mulut wanita ini. Channie menahan nafasnya. Cho Kyuhyun, kau harus jelaskan. Siapa wanita murahan ini.
“Oh, ya. Kau belum tahu namaku, kan?” wanita itu mengulurkan tangannya, “Shin Yoo Mi.” lanjutnya berjabat tangan dengannya. Dan, seketika dunia Channie seakan runtuh mendengar nama ini di sebut, wanita ini?!! wanita pertama Kyuhyun dan sampai kecanduan berhubungan intim hingga mengoleksi banyak wanita?
Matanya memanas. Ya, Tuhan. Jangan menangis. Jangan. Dadanya sesak sekali, dan ia tidak tahan. Tapi, wanita ini tetap saja berceloteh di depannya. Brengsek!
***
Channie menatap ke luar melalui jendela kaca super besar, di ruang kerja Kyuhyun yang berdampingan dengan perpustakaan pria ini. Pandangannya menerawang jauh dan mengingat apa yang sudah wanita itu katakan tadi saat makan siang. Menyakitkan. Melebihi apapun ejekan dan cemooh orang-orang di sekitarnya. Menceritakan Kyuhyun dengan dirinya, demi Tuhan. Itu sangat sangat sialan! Apa wanita itu sengaja menyakitinya?
Wajah Channie juga terlihat pucat dan matanya sembab. Baru berhenti ia menangis, sejak pulang kerja hingga sekarang. Sudah pukul sembilan, Kyuhyun belum pulang. Semenjak melihat wanita yang bernama Shin Yoo Mi itu, Kyuhyun dua hari ini selalu pulang malam. Apakah, dia diam-diam menemui wanita itu. Tidak. Tidak. Hentikan pikiran ini. Tapi, kemungkinan besar Kyuhyun menemui dan bersama dengan Yoo Mi. Sialan, air matanya kembali berlinang.
Ya, Tuhan. Dia tidak tahu banyak hal tentang Kyuhyun. Dia kalah jauh, jika di banding Yoo Mi. dan seperti kata wanita itu, berniat kembali dengan Kyuhyun!
“Channie. Ya, ampun kau di sini.” Kyuhyun bernafas lega, sepertinya ia telah berkeliling mencari keberadaanya. Sengaja Channie meninggalkan ponselnya di laci kamar.
Channie diam, tidak menyahut.
Kyuhyun melingkarkan kedua lengannya pada perut Channie. Memeluk erat dan menempatkan kepalanya pada bahu Channie yang terekspos karena blouse kebesaran—yang pakai. Memperlihatkan bahu telanjangnya yang begitu indah. Dan Kyuhyun tidak tahan untuk tidak membenamkan bibirnya di sana. Ia begitu merindukan gadis ini.
“Aromamu, memabukkan seperti biasa,” ucap Kyuhyun pelan, nafasnya mulai terengah. Channie berusaha menolak, tapi ia masih memejamkan matanya—menikmati sentuhan bibir Kyuhyun di sana. Lagi pula, ia juga sangat merindukan Kyuhyun. Ya, ampun… pria ini kenapa membuatnya gila.
Bibir dan lidah Kyuhyun mulai menciummi area bawah telinga Channie. Leher dan tulang selangkanya. Membuat Channie bergeliat menahan kenikmatan dan melenguh pelan. Kyuhyun belum tahu, jika Channie baru saja menangis.
“Channie… Ya ampun, aku merindukanmu,” bisik Kyuhyun di telinganya sambil terus mencecapi rasa lehernya terus-menerus. Channie bisa merasakan gairah berkobar, begitupun dengan dirinya. Tubuh Kyuhyun makin menekan ke tubuhnya, hingga ia bisa merasakan pangkal Kyuhyun di pinggangnya yang sudah ereksi. Tapi, ia ingat. Ia harus segera menuntaskan semua masalah ini. Wanita itu? Ya, wanita yang bernama Yoo Mi.
“Kyu—Kyuhyun!” Channie berusaha menjauhkan dirinya, menarik dari dekapan tangan Kyuhyun. Memang sulit, apalagi Kyuhyun masih terus memainkan bibirnya di lehernya dan ia juga sayangnya menikmati.
“S—Stop Cho Kyuhyun,” Channie menjauhkan kepala Kyuhyun di lekukan lehernya, “Channie, biarkan sedikit lebih lama.” ucap Kyuhyun terengah. Channie menggelengkan kepalanya.
“Cho Kyuhyun!” ia akhirnya sedikit berteriak. “Hentikan, Cho Kyuhyun!”
Kyuhyun mengerjapkan matanya, pandangannya yang sudah berkabut dan penuh gairah ini, terkejut melihat Channie di depannya dengan raut wajah yang memerah—antara bergairah dan marah. Kalau melihat situasi sekarang, dia sedang marah.
“Channie, kau kenapa?” tanya Kyuhyun berusaha mencari masalah yang di alami gadisnya ini. Channie mundur selangkah dari Kyuhyun, membuat Kyuhyun mencium ada yang tidak beres. Dan ini, sepertinya berbahaya!
“Channie, jelaskan. Kau. Kenapa?” tanya Kyuhyun sekali lagi. Channie bisa melihat tatapan Kyuhyun yang khawatir dan sedikit ketakutan. Channie memejamkan matanya, kuat-kuat.
“Channie kau—“
“Siapa Shin Yoo Mi, sebenarnya?” akhirnya ia bisa membuka mulut. Dan, sesuai prediksinya wajah Kyuhyun terkejut dan seperti ada rahasia yang pria ini sembunyikan. “Cho Kyuhyun kau mendengarku, kan? Apa kau—“
“Channie, bukankah aku sudah mengatakannya tadi malam. Siapa dia, dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya.” rahang Kyuhyun terlihat mengeras. Kyuhyun berjalan mendekat dan Channie juga mengambil langkah mundur.
Kyuhyun menghembuskan nafas kasarnya.
“Kau bohong.” ucap Channie singkat, terdengar pelan, terluka. Namun membuat Kyuhyun gusar setengah mati. “Kau akan kembali dengannya, kan. Itu mengapa sampai saat ini kau tidak mau berkomitmen—“
“Omong kosong apa ini!” Kyuhyun berteriak. Rahangnya semakin mengeras dan tatapan matanya menggelap. Oh, sial. Dia sangat marah. “Channie, bicara baik-baik—“
“Cho Kyuhyun. Ak—aku,” Channie menggigit bibirnya, merasakan pedih, matanya yang memanas dari tadi dan sebentar lagi akan mengeluarkan air mata. Ia ingin sekali berteriak dan menangis.
“Channie, jangan—“ Kyuhyun menggeleng pelan. Sorot matanya terluka dan ia sangat ketakutan.
“Biarkan aku pargi, kalau kau akan—“
“Tidak. Tidak. Ya, Tuhan. Tidak!” teriakkan Kyuhyun membuatnya semakin ingin menangis. Kyuhyun membantah omongannya. Channie bisa melihat Kyuhyun marah dan terluka di saat yang bersamaan, di tambah rasa ketakutan ia akan pergi.
Kyuhyun maju hendak meraih tubuhnya, tapi Channie menghindar dengan mundur, menjauh dari Kyuhyun. Membuat Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kasar.
“Channie… Ku mohon, jangan!” Kyuhyun memohon kepadanya. Ya, ampun tatapan Kyuhyun begitu sendu dan matanya memerah. Pria ini terlihat sangat terluka dan memintanya untuk tidak pergi. Ia tidak mau pergi dari Kyuhyun, tidak mau. Dan tidak ingin. Tapi ia perlu penjelasan tentang siapa wanita itu!
“Aku bertemu dengannya, di kantor hari ini dan kemarin.” ucap Channie pelan dan Kyuhyun menatapnya tidak percaya.
“Ka—kau bertemu dengannya?” Kyuhyun terlihat menanti apa jawaban Channie.
“Ya.” jawab Channie.
“Channie, dia berbicara apa saja—ahh—Ya ampun! Dia pasti menghasutmu. Tolong. Jangan. Pergi.” Kyuhyun mendekat lagi ke arahnya, dan mengusap lagi wajahnya dengan gusar. Ia sangat frustasi.
“Ku mohon, jangan.”
Channie juga tidak tega melihat raut wajah Kyuhyun yang terluka dan frustasi seperti ini, menelan ludahnya dengan susah payah, Channie menatap Kyuhyun.
“Kau jelaskan padaku tentangnya, atau aku akan pergi.”
***

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: