Nothin’ On You Part 11

4
Nothin’ On You Part 11 ff yadong kyuhyun super junior
FF “Nothin’ On You” Part 11 [Kyuhyun-Channie]
Story by : Deani [@yesungcharger]
Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie.
Genre : Married life. Romance.
Ratting : PG-18
Ps : TYPO! Ingat typo masih berserakan -_-” Oh, ya… kalau gak suka gak usah baca ya. No Bash!
Setelah sekian lama. Finally~~~~~ Bisa juga apdet ya,,, Semoga masih ada yang nungguin part ini. Semoga saja -_____-” Tau kalau kalian bakalan bosen kok,,,tau banget malah…
Okey, langsung saja~~~~ Happy Reading^^
Sebelumnya
Kyuhyun membuka matanya dan otomatis menghentikan lumatan—lembutnya di bibir Channie. Nafas mereka berdua yang terengah membuat Kyuhyun berusaha mengatur pernafasannya. Tatapannya tertuju pada Channie, seolah menyalahkan Channie kenapa tidak—Okey, ini salahmu Cho Kyuhyun. Bagaimana Channie bicara kalau bibirnya saja terus kau lumat seperti tidak ada habisnya?

“Ehm…”
Okey, cukup untuk mengatur pernafasannya kembali normal, Kyuhyun bangkit dan menatap ke arah Dokter beserta seorang perawat—yang bahkan pipinya terlihat memerah karena malu atau karena melihat jelas bagaimana ia mencium Channie, walau tadi posisinya membelakangi Dokter dan perawat itu. Sial. Bagaimana bisa?
“Emm, maaf mengganggu. Tapi, saat ini aku akan memeriksa keadaan istri anda, lebih penting, sepertinya.”
PART 11
Asap keluar dari cerutu yang pria tua ini hisap masih terus berlangsung, bahkan sejak sejam yang lalu, pria ini begitu intens menatap layar datar di depannya tanpa bisa mengalihkan pandangannya walau pada anak buah dan orang kepercayaan yang ada di dalam ruangan ini bersamanya.
Hatinya memanas, sudut bibirnya bergetar dan gigi-giginya bergelatuk, marah. Itu yang ia rasakan. Tidak. Ini lebih dari sekedar marah. Harga diri dipertaruhkan. Tapi, ia tahu satu hal. Dia tidak pernah bisa menang melawan musuhnya yang satu ini.
Perasaannya tidak tenang. Apalagi kabar terakhir yang ia terima, umpan mangsanya telah sadarkan diri beberapa jam yang lalu walau keadaannya belum membaik. Gusar karena rencananya gagal total. Oh, sebenarnya gadis itu sangat berpengaruh besar atas kesuksesan rencanannya untuk menjatuhkan pria yang dianggap sangat membuat harga dirinya jatuh terpuruk, pria muda yang sangat sombong dan selalu membuatnya muak.
“Polisi dan pihak keamanan dari Cho Kyuhyun belum bertindak sejauh ini, apa mereka tidak tahu. Tapi, itu mustahil.” desis Gong Shu sambil menghembuskan asap cerutunya.
Pria sipit di sampingnya sedikit bergerak mendekat. “Ini aneh. Tapi, memang kali ini kita cukup memberi pelajaran agar pria itu tidak bisa terus-terusan menyombongan diri. Setidaknya, untuk saat ini dan untuk beberapa waktu ke depan.” jelas pria itu, sekretaris Wong. Orang kepercayaan sekaligus asistennya.
“Hum,” gumam Gong Shu menyetujui. Matanya masih berkilat kebencian, ia masih tidak terima akan pengajuan kerja-sama yang ia tawarkan dua tahun lalu kepada Cho Enterprise di tolak mentah-mentah.
Gila, pria itu selain brengsek-sombong-manwhore-menurutnya, juga mempunyai insting yang kuat tentang hal apa yang akan terjadi pada perusahaannya itu. Sialan.
“Bekas ledakan helly yang mungkin tercecer di atas laut sudah kau bereskan beserta identitas pilot sialan itu?”
“Sudah. Semuanya sudah beres. Data pilot itu sudah dimusnahkan. Mereka tidak bisa menjadikan helly sebagai barang bukti. Tenang saja, Sir. Kita aman…”
“Dan, kenapa Doo Joon bodoh itu membawa dua wanita sialan itu dalam pekerjaan ini tanpa memberitahuku? Apa dia sengaja—“
“Dua wanita tersebut, maksud anda Yoo Mi dan Juyeon?”
“Entahlah, aku tidak peduli namanya. Yang aku lihat dari data kepolisian mereka ikut terlibat. Lalu, apa mereka tahu kita di balik semua ini. Anak Yoon Jae Suk tidak memberitahu mereka, kan?” tanya Gong Shu penuh selidik.
“Mereka sangat tidak suka pada istri Cho Kyuhyun, seperti biasa wanita dan Kyuhyun memang sudah menjadi hal yang tidak tabu. Ck,” asistennya menggelengkan kepalanya dan meringis. “Doo Joon tidak memberitahu mereka kalau ada kita di balik semua ini.” lanjutnya.
“Bagus.” Gong Shu menyeringai. “Tapi, Doo Joon masih belum siuman?”
Pria itu menggeleng, “Belum. Sepertinya luka tembakkannya sangat dalam. Dia masih di ruang ICU. Kyuhyun sepertinya masih membutuhkan dia untuk membuka mulut.”
Gong Shu menggeram marah mendengar ini. Pasti Kyuhyun kali ini tidak akan membiarkannya hidup kalau Doo Joon sadar dan membuka mulutnya. Anak Yoon Jae Suk itu sama bodohnya dengan Ayahnya. Ia ingat kejadian beberapa tahun silam saat pertama kali bertemu dengan Yoon Jae Suk, salah satu temannya memang membantu Yoon Jae Suk dalam untuk mengelabuhi uang dan menyelundupkan barang dari Cho Enterprise milik Kyuhyun dan dari situlah ia di kenalkan. Kemudian ia tertarik dengan perusahaan Kyuhyun itu, tapi sebelum ia bisa sesukses temannya itu, Kyuhyun beserta orangnya telah berhasil meringkus Yoon Jae Suk.
“Kita bisa mensabotasenya.” usul pria di sebelahnya.
“Terlalu bahaya, harus yang bersedia mati untukku!” kalimatnya sangat tegas dan tidak terbantahkan sambil meneliti beberapa orang yang ada di sini untuk rela dijadikan tumbal.
Semua menelan ludahnya masing-masing dengan sulit dan tentu saja, mereka ketakutan.
“Orang Kyuhyun tidak segan-segan membunuh jika ketahuan akan membunuh Doo Joon. Jadi, melakukan penyamaran sepertinya bisa memperkecil itu.” jelas Gong Shu.
“Benar. Doo Joon harus mati. Dia tidak boleh hidup.” tambah sekretaris Wong.
“Tentu saja. Baik, kalau begitu kau pilih orang yang tepat.”
“Siap, Sir.” jawab sekretaris Wong mantap. “Oh, ya ada kabar baik untuk anda. Lebih tepatnya untuk perusahaan.”
Pria botak itu segera menoleh dengan cepat ke arah sekretaris Wong. “Apa?” tanyanya penasaran.
“Saham perusahaan meningkat dengan drastis. Ini diluar dugaan sama sekali, Sir.” jelasnya. Pria botak itu kemudian tersenyum senang.
“Berarti hal ini sama sekali tidak mempengaruhi, kan?”
“Tidak. Bahkan orang-orang ini membeli dengan harga sangat tinggi.” mata sekretaris Wong tambap berbinar. Begitu juga sebaliknya, Gong Shu. Tapi Gong Shu tidak menyadari akan hal yang membuatnya dalam bahaya besar setelah ini. Tentu saja, sekrtetaris Wong tidak khawatir dengan itu semua. Karena justru dia yang akan mendapatkan keuntungan dari permainan ini.
“Okey. Berarti tidak ada masalahkan? Segera kirimkan orang ke Seoul dan lakukan pekerjaan sialan untuk memusnakahkan Doo Joon.”
“Baik. Secepatnya.”
***

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: