Nothin’ On You Part 12

2
Nonthin On You Part 12 ff nc kyuhyun yadong super junior
FF “Nonthin On You” Part 12 [Kyuhyun-Channie]
Story by : Deanie [@yesungcharger]
Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie
Genre : Romance, Married life
Ratting : NC-21
Part 12
Channie masih menikmati lumatan bibir Kyuhyun yang terus bergerak melahap bibirnya seperti dia sangat lapar, padahal setiap saat—setelah ia sadar dari koma, pria ini selalu mengambil kesempatan untuk menciumnya, walau hanya sesaat. Walaupun demikian, Channie juga merasakan hal yang sama. Sama-sama mendambakan Kyuhyun. Merindukan ciuman Kyuhyun yang memabukkan.

Entahlah, baginya, Kyuhyun sangat ahli membuatnya melayang dengan ciumannya.
Hingga pada saat Kyuhyun memiringkan kepalanya, kemudian menautkan bibirnya kembali. Channie merasakan ada yang mengawasi kegiatan ini. Perasaannya tidak enak. Terdengar suara, samar-samar tapi tidak jelas karena bunyi decapan dari pertautan bibirnya dengan Kyuhyun sangat mendominasi di ruangan ini. Membakar gairahnya.
Lalu, perasaannya kembali tidak enak… tidak lama kemudian teralihkan dengan pergerakan ciuman Kyuhyun yang sepertinya semakin dalam mencecapi setiap lekuk bibir dan rongga mulutnya dengan lidah panasnya. Membuat jantung Channie terus berdedar dengan kencang dan perutnya seperti di gelitik oleh beribu-ribu kupu-kupu saat ia mendengar Kyuhyun mengerang karena ciuman ini.
Terdengar deheman kecil.
Helaaan nafas panjang.
Suara berbisik.
Channie membuka matanya yang terpejam dan ia sedikit merenggangkan tangannya yang masih melilit di leher Kyuhyun.
Kyuhyun yang tersadar Channie tidak membalas kuluman bibirnya, ia menghentikan lumatannya kemudian membuka matanya perlahan dan menatap Channie. Menyesap kembali bibir Channie sekilas, Kyuhyun berusaha mengatur detak jantungnya yang menggila serta nyeri pangkal pahanya semakin terasa menyiksa.
Kyuhyun tersenyum menatap Channie yang memerah. Bibir gadis ini juga tidak kalah merah dengan warna pipinya saat ini, dan ini begitu sialan sangat cantik dan… menggairahkan. Membuat pikirannya lagi-lagi kosong. Tidak, Cho Kyuhyun dia masih tidak bisa dimasuki olehmu sekarang hingga sampai batas waktu… Sampai kapan?!!
Calm down, Man… Okey. Batinnya mengingatkan.
Hati Channie menghangat Kyuhyun menatapnya seperti ini, tapi ia juga malu karena terlihat seperti gadis gila yang sangat lama tidak berciuman dengan Kyuhyun, tidak peduli rasa sakit karena masih ada luka di kepala dan lehernya atau rasa nyeri di seluruh tubuhnya. Sial, Channie sudah dibuat sangat ketagihan oleh pria panas ini. Kyuhyun memang benar-benar brengsek, dapat mempengaruhinya tidak peduli keadaan dan tempat di mana mereka berdua saat ini.
Mendekatkan kembali wajahnya, Kyuhyun menangkup wajah Channie dengan kedua tangannya.
“Kyu—mmpph…”
Kalimatnya tidak selesai karena Kyuhyun sudah membungkam bibirnya kembali dengan cepat dan tidak menunggu lama Kyuhyun segera menyusupkan lidahnya untuk menyusuri rongga mulut Channie. Membuat gadis ini mengerang karena ciuman panasnya. Entahlah, ia juga tidak tahu kenapa ia sangat tidak pernah puas dengan hanya sekali saja berciuman dengan Channie. Bibir istrinya ini semakin lama ia memagutnya semakin dalam juga rasa candu dalam bibir sialan seksi milik Channie ini, bahkan mengalahkan segala rasa nikmat Wine yang sangat ia gemari.
Kembali terengah-engah mereka berdua.
Kehilangan kendali… dan larut dalam ciuman penuh kerinduan dan hasrat yang masih terpendam.
Saat tangan Kyuhyun hendak kembali menyusup ke dalam pakaian Channie—untuk sekedar mengusap perut datar istrinya setidaknya, tanpa ia duga kegiatannya ini terhenti karena ada suara yang membuatnya… diam.
Pikirannya kosong dan matanya yang mengabut karena gairahnya, sangat sulit menerima ini semua.
“YA!” pekik seseorang.
Channie segera membuka matanya kembali begitu juga Kyuhyun. Mereka tidak asing dengan suara ini. Belum sempat mengatur nafasnya yang memburu karena ciuman panas barusan, suara itu menginterupsi lagi.
“Ckckckck… Kelakuanmu Cho Kyuhyun! Aku sudah membanting tulang membantu pekerjaanmu yang memusingkan itu selama beberapa hari. Ternyata kau malah sibuk melahap bibir istrimu di rumah sakit! Mesum!!!”
Suara Lee Hyukjae.
Kyuhyun masih menempelkan dahinya pada dahi Channie. Mereka berdua bertatapan kemudian mengerjap. Kesadaran berlangsung-langsung menguasai mereka berdua.
Channie menggigit bibirnya. Gugup. Takut. “Kyu—“ bisik Channie terengah di depan bibirnya. Ia sangat gugup dan sangat sangat… Malu.
Demi Tuhan. Ia ingin menenggelamkan diri ke dasar lautan. Atau terkubur, hingga ia bisa menyembunyikan wajah memerahnya ini.
Channie… Ini tidak akan terjadi kalau kau tidak membalas segala lumatan bibir—basah dan panas milik Kyuhyun. Ini juga tidak akan terjadi kalau kau tidak menekankan tanganmu ke leher Kyuhyun dan meremas pelan rambutnya. Dan, ini tidak akan terjadi kalau kau tidak mendesah atau mengerang saat tangan Kyuhyun bermain di sela-sela ciumannya pada dada dan perutmu. Tidak. Tidak. Hentikan pikiran ini, Channie.
“Tenang, sayang…” balas Kyuhyun mengecup singkat bibir Channie dengan tatapan lembut menenangkan dan sedikit…. geli. Channie tahu tatapan Kyuhyun ini. Pasti karena wajahnya yang sangat merah. Sialan.
Perlahan Kyuhyun bangun dari posisinya yang sedikit menindih Channie—walau tidak sepenuhnya menindih hanya sebagian tubuhnya saja. Ia kemudian mengusap bibir Channie yang sangat basah karena ciuman mereka dengan jemarinya yang panjang, setelah bibir Channie lumayan walau masih terlihat memerah dan bengkak—Oh, sialan kau Cho Kyuhyun. Kenapa hasil perbuatanmu sangat luar biasa seperti ini, malah membuatnya ingin melahap kembali bibir menggoda.
Brengsek.
Lihatlah, Channie dengan bibirnya yang seperti itu malah semakin membuat Channie—yang hamil dan sangat cantik terlihat… Stop. Stop. Okey… kau sudah mengatakannya berulang-ulang kali Cho Kyuhyun.
Menghela nafas panjangnya setelah itu Kyuhyun menolehkan wajahnya. Dan, Channie juga bisa melihat apa yang ada di depannya karena sudah tidak terhalang oleh tubuh Kyuhyun yang saat ini berdiri tepat di sampingnya.
Bingo!!
Nafas Channie seakan berhenti. Rasa panas di wajahnya muncul kembali, bahkan lebih panas. Beberapa orang sudah berdiri di ujung ruangan kamarnya. Beberapa orang memang, karena tidak hanya Lee Hyukjae.
Beberapa pasang mata menatap ke arah satu titik. Letak ranjangnya. Dan itu, posisinya sedang berbaring, lalu kembali menatap pria di sampingnya, ini. Cho Kyuhyun.
Kyuhyun masih mengusap bibirnya sendiri dengan jarinya. Masih ada sisa ciumannya dengan Channie.
Hyukjae semakin jengkel melihat Kyuhyun seperti ini. Hatinya memanas. Dia tidak bisa menerima tatapan perlakuan Kyuhyun yang terlalu mesra dan penuh cin—Oh, Shittt! Hyukjae mengumpat kala akan mengucapkan kata menjijikkan itu.
Malam ini, dia harus melampiaskan dengan wanitanya. Harus.
Oh, Ayolah. Selama beberapa hari ini, sejak ia membantu pekerjaan Kyuhyun yang seharusnya ditangani oleh Changmin, ia sama sekali tidak ada waktu sekedar menjamah wanita.
Sialan, Cho Kyuhyun. Sialan, Changmin—bahkan kini ia bisa menjemput kekasihnya yang akan tiba dari Paris, mereka pasti sedang berduaan. Shit, lagi. Hyukjae tanpa sadar meremas rambutnya sendiri. Kemudian ia menghempaskan tubuhnya di sofa. Pusing… Sungguh melihat pemandangan Kyuhyun tadi ditambah pekerjaan dan juga wanita, membuatnya pusing.
Masa bodoh. Ia ingin tidur sejenak di sofa ini. Nyaman. Begitu nyaman. Kyuhyun benar-benar memilihkan kamar yang tepat untuk Channie. Wajar pria sinting itu sangat amat mencintainya istrinya. Hanya dilihat saja dari sorot mata pria sinting—Kyuhyun—itu yang seperti orang sedang kasmaran, semua orang juga tahu, Kyuhyun sangat mencintai dan memuja Channie. Menggelikan saat batinnya mengucapkan kata mencintai.
“Hey. Kau berteriak, memangnya kau sudah gila, Lee Hyukjae. Ini rumah sakit. Kau iri dengan kami, eh?” smirk Kyuhyun terlihat jelas.
Hyukjae memutar bola matanya.
“Ya.” sentak Hyukjae frustasi, “Aku memang sudah gila karena pekerjaanmu yang membuatku pusing. Hingga aku bahkan tidak punya waktu untuk bersenang-senang dan menjamah wanita! Puas!”
Hyukjae memejamkan matanya, ia tidak peduli dengan panggilan Kyuhyun yang mengancamnya. Lagipula ia ke sini karena Donghae yang meminta untuk menemaninya. Kalau Donghae tidak mengatakan ia terlalu berbahaya untuk menyetir sendirian dikala ia sedang bersedih, ia tidak mungkin ke sini dan menjadi sopir untuk Donghae.
Dasar, bocah playboy memalukan-tidak becus-menyetir. Kenapa tidak bilang kalau ia tidak mau merasa seperti pria kesepian dan menyedihkan karena tidak ada pasangan karena melihat yang datang kemari adalah dua pasang kekasih yang baru saja menjalin cinta. Ck!
Ugh! Melihat dua pasangan—ralat tiga pasangan di sini, hatinya mencolos. Ia ingat dengan gadis bar-bar yang di jodohkan dengannya sebulan yang lalu.
Semuanya hanya menggelengkan kepalanya melihat frustasinya Hyukjae, sebenarnya bukan hanya karena pekerjaan, ada alasan lain yang membuat Hyukjae begitu frustasi saat melihat Kyuhyun dengan panas mencium Channie tadi, karena ada seorang gadis yang muncul tiba-tiba dalam kehidupannya.
Channie menundukkan sedikit wajahnya dan menatap pertautan tangannya sendiri. Gugup dan malu karena mereka semua memasang raut wajah yang bahkan Channie sendiri tidak tahu apa itu. Kemudian ia merasakan tangan Kyuhyun melingkar di pundaknya. Mengalungkannya begitu erat, seakan Kyuhyun tahu Channie memang malu dan membutuhkan pelukan ini. Kyuhyun mengusap lengannya dengan jemari panjangnya. Begitu posesif.
“Ck! Berapa lama kalian melihat kegiatan kami. Pasti sangat puas.” kata Kyuhyun melirik semuanya kecuali Hyukjae yang sudah terkapar di sofa, di ikuti oleh decakan suara Channie karena tidak suka cara Kyuhyun ini. Dasar.
Donghae yang masih tidak bisa berkata-kata tersenyum miring. “Harus aku akui, kemampuanmu dalam mencium dan melumpuhkan wanita meningkat sangat hebat dari sebelumnya. Ckck… tidak salah jika Channie sangat menikmati dan mungkin kualahan…”
Channie menggigit bibirnya lagi. Wajahnya benar-benar panas dan ia tidak bisa mendongak, sekarang dan untuk nanti. Ia harus tetap menjaga wajahnya untuk tidak bertatap muka dengan semua makhluk di sini.
“Sebenarnya, Channie yang membuat semuanya menjadi hebat…” ujar Kyuhyun tenang menatap lurus ke depan pada semua yang ada di sini, kemudian sedikit menunduk dan mengecup puncak kepala Channie, sambil berbisik, “Ya, kan sayang.”
DEG
Bumi tolong telan aku sekarang. Batin Channie berteriak. Kyuhyun benar-benar, sialan. Tapi, hatinya menghangat. Berarti dia yang seorang Park Channie bisa mempengaruhi Kyuhyun yang bahkan ciumannya sangat lihat dan…
“Oh, manis sekali…” Donghae membuat mimik wajahnya tampak bosan. Percuma ia sepertinya ke sini kalau Kyuhyun malah memamerkan kemesraan dengan Channie.
Semuanya kini berjalan dan menuju ranjang Channie. Di ikuti Jonghyun, Minhyuk dan juga Soo Jung—yang tangannya bahkan dalam genggaman erat Minhyuk, tentunya wajah gadis ini memerah karena melihat adegan cukup panas tadi dan juga karena tatapan Kyuhyun mengarah pada tangannya—dalam genggaman pria di sampingnya.
Malu.
Tapi, tidak hanya pasangan ini. Masih ada satu pasangan lagi yang bahkan gadisnya masih bersembunyi di balik punggung prianya.
Kyuhyun melihat Jongwoon yang mendekat, kemudian melihat lekat gadis yang ada di belakangnya. Ternyata Hyung-nya ini serius dengan gadis ini—Kyuhyun pernah bertemu mereka berdua dalam satu lift sedang berpelukan, beruntung hanya berpelukan tidak seperti dirinya dan Channie yang tidak puas kalau berdua hanya berpelukan. Dia dan Channie berciuman panas dan tangannya kemana-mana bergerak di seluruh tubuh mungil dan seksi milik Channie. Oh, stop Cho.
Kyuhyun tersenyum simpul, lebih tepatnya ia menahan senyumannya mengingat kejadiannya dengan Channie saat-saat mereka masih awal saling mengenal, dan berciuman di lift. Ya, Tuhan, membayangkan kejadian di lift membuat tubuhnya meremang. Shit!
Singkirkan pikiran kotormu, itu Cho Kyuhyun.
Tatapan Kyuhyun kembali dengan pasangan di depannya ini selain Minhyuk sepupu Donghae dengan asistennya ini. Kyuhyun memang pernah melihat pasangan ini, saat Jongwoon datang ke kantornya. Dugaannya benar. Ternyata mereka berdua…
“Hyung.” Jonghyun memecahkan lamunan Kyuhyun, “Kakak ipar…” Channie sedikit mendongak dan tersenyum membalas senyuman Jonghyun. Di ikuti oleh deheman keras dari Kyuhyun karena tatapan Jonghyun tertuju pada Channie yang terlihat sangat cantik.
Jonghyun tersenyum menatap Kyuhyun yang masih menatapnya dengan tatapan tidak suka.
“Kau tahu saja arah mataku. Tapi, aku serius Hyung. Aku senang melihat istrimu sudah sadar dan lega melihatmu setidaknya tidak sekacau kemarin. Aku khawatir kau akan menjadi gila dan aku akan kehilangan Bos Besar.” ucap Jonghyun tulus.
“Bagaimana kantor apakah pertemuanmu dengan—“
“Ya, Tuhan.” Jonghyun mengeluh, Kyuhyun sengaja mengalihkan pembicaraan. “Baik. Dan, setidaknya aku bisa mengendalikan wanita-wanita seksi yang terus menanyakanmu…” bisik Jonghyun tapi tatapannya tertuju pada Channie yang kini memilih menatap tangannya sendiri.
Kyuhyun berdehem lagi, kemudian pelukannya bertambah erat di tubuh Channie. Membuat Channie tahu apa artinya ini, semacam Kyuhyun memberi tanda bahwa itu tidak akan mempengaruhinya.
“Kau akan ada tugas ke Abu Dhabi, sepertinya. Berapa tahun ya. Aku akan mengaturnya nanti.” ujar Kyuhyun mantap. Dan Jonghyun hanya menatapnya tidak percaya. Tatapan Kyuhyun mengisyaratkan, ‘Diam. Tutup mulutmu kalau kau tidak ingin aku buang ke Abu Dhabi bertahun-tahun!.’
Bos macam apa, dia! Geram Jonghyun kesal.
“Ckck…” Donghae geli melihat ini, “Kalau saja Kangin Hyung tidak tepat menembak Doo Joon di dadanya waktu itu, tidak tahu sekarang Kyuhyun masih bisa mengancammu atau tidak, Jonghyun.”
“Tepat!” sahut Jonghyun.
Channie menatap Kyuhyun seksama. Jadi saat dia pingsan itu… suara tembakan dari Kangin yang tertuju pada Doo Joon. Ia pingsan karena tidak bisa dan tidak kuat melihat Kyuhyun akan tertembak dan meninggalkannya.
Kyuhyun terdiam dan menatap Donghae kesal. Sialan Donghae.
“Ya.” gumam Kyuhyun, “Kalau saja Kangin Hyung tidak menembak bajingan itu, mungkin aku tidak akan bisa seperti ini. Tapi, Tuhan tahu Istri dan anakku membutuhkanku, jadi… Cho Kyuhyun tidak akan mati dengan mudah.” jelasnya sambil tangannya meremas pelan pundak Channie.
Hati Channie berdesir ketika Kyuhyun menyebut kata Istri dan anak, seolah dia adalah suami yang sangat mencintainya dan juga bayi dalam kandungannya. Karena memang Kyuhyun mencintai bayinya, tapi untuknya? Channie masih berharap rasa Kyuhyun padanya memang benar, Cinta.
“Sayangnya, apa katamu benar…” gumam Donghae menatap Channie yang kini pipinya masih memerah. Kyuhyun benar-benar bisa membuat Channie jatuh cinta padanya. Dan, sepertinya Kyuhyun juga sangat mencintai Channie. Bisa dilihat dari tatapan matanya.
Donghae benar-benar iri melihat ini. Sialan. Sialan, Cho Kyuhyun.
Minhyuk terkekeh melihat raut wajah kakak sepupunya yang sangat masam. Kasian sekali, sampai sekarang bahkan belum menemukan yang tepat. Atau lebih tepatnya, Donghae tidak mau membuka hatinya.
“Selamat datang kembali, Mrs. Cho. Kau terlihat baik. Syukurlah.” ucap Minhyuk tersenyum pada Channie.
“Terima kasih…” hanya kata itu yang bisa Channie ucapkan sambil tersenyum simpul pada pria ini.
“Aku sangat khawatir kalau kau tidak bangun, suamimu ini tidak tahu apakah sekarang masih hidup atau tidak—“
“Kang Minhyuk…” Kyuhyun menyela. Memperingatkan.
Channie tersenyum simpul. Masih gugup. “Emm… Terima kasih.” tatapan Channie beralih pada gadis yang di samping Minhyuk.
“Soo Jung.” ucap gadis itu lembut, sambil membungkuk ke arah Channie.
“Dia—“
“Kekasihku.” sahut Minhyuk percaya diri sambil tersenyum kemudian menatap Soo Jung yang kini sedikit menunduk, malu.
Jonghyun dan Donghae memutar bola matanya kesal. Beruntung Hyukjae sudah terlelap. Kalau melihat ini, mungkin dia akan berteriak kencang dan bisa dipastikan ia gila.
“Kalau saja Kyuhyun tidak menyuruhku ke Manhattan, dia pasti akan memilihku.” gumam Jonghyun menatap ke arah lain.
“Tidak mungkin karena, dia hanya mencintaiku.” sambung Minhyuk dengan senyum ke arah Jonghyun, membuat temannya ini kehabisan kata-kata. Menganga.
“Sialan kau.” desis Jonghyun.
Channie ikut tersenyum mendengar ini, kemudian tanpa sengaja ia menoleh ke samping dan tepat Kyuhyun ada di depan wajahnya sedang menatapnya.
DEG.
Ia berhenti bernafas. Sejak kapan Kyuhyun menatapnya seperti ini dengan jarak yang sangat dekat. Tatapannya begitu dalam dan intens. Jantungnya kini semakin berdebar-debar. Sorot mata Kyuhyun seolah mengisyaratkan sesuatu. Seperti memujanya dan penuh kasih sayang serta…
Saling mencintai… Seperti pasangan di depannya.
Mencintai? Apa Kyuhyun memang mencintainya. Tapi—Oh, tidak! Kenapa Ia senang sekali.
Mereka berdua masih bertatapan seperti menyalurkan perasaan masing-masing. Tidak sadar jika beberapa pasang mata kini menatap mereka berdua. Kyuhyun menarik dagu Channie untuk sedikit mendongak padanya. Dan, Channie semakin ingin mati saja saat melihat Kyuhyun tersenyum sekilas padanya sebelum Kyuhyun memejamkan matanya dan Channie sudah merasakan bibir lembut dan lembab Kyuhyun menekan bibirnya. Menyesap bibirnya perlahan dan mendiamkannya… agak lama di atas bibirnya. Kyuhyun lalu melumatnya sekilas dengan lembut dan perlahan. Channie juga membalasnya. Kemudian, Kyuhyun tiba-tiba menjauhkan bibirnya.
Menyudahi ciuman kilat tetapi penuh dengan perasaan di antara mereka. Channie membuka matanya dan merasa kehilangan karena begitu singkat.
Entah, ciuman apa barusan membuat Channie bahagia sekaligus… gugup. Channie mengalihkan tatapannya dari tatapan intens Kyuhyun, pasti wajahnya memerah sekarang. Apalagi… astaga masih banyak orang dan Kyuhyun menciumnya.
Channie… Kau benar-benar…
Kemudian suara deheman keras Donghae membuyarkan tatapan memuja—penuh cinta— Kyuhyun pada Channie.
“Aku senang kau akhirnya sadar. Selamat juga atas kehamilanmu, Channie.” Jongwoon yang memecahkan kesunyian pasca ciuman singkat—mesra Kyuhyun pada Channie.
Pria itu perlahan menuju ranjang Channie, dengan menarik tangan seorang gadis. Tapi bahkan gadis ini selalu bersembunyi di balik punggungnya.
Channie yang menunduk sedikit mendongak. Ia menatap Jongwoon yang tersenyum—aneh sambil menyerahkan sebuket bunga dan satu keranjang buah-buahan untuk Channie. Pria ini manis sekali… tapi, gadis di belakang Jongwoon. Channie sepertinya mengenalnya. Tapi dia siapa…
“Hey. Kau katanya ingin bertemu dengan—“
“Yu—Yura!” pekik Channie saat Jongwoon belum selesai dengan kalimatnya untuk gadis yang ada di balik punggungnya. Channie ternganga tidak percaya.
Pandangannya terus tertuju pada Jongwoon dan gadis yang masih bersembunyi.
Gadis itu perlahan mengangkat wajahnya dan beringsut dari tempat persembunyiannya di balik punggung Jongwoon. Ia malu sekaligus senang karena bisa bertemu dengan temannya yang selama ini selalu bersamanya ternyata masih hidup dan selamat dari bahaya yang bisa menghilangkan nyawanya.
“Yura…” ucap Channie pelan sambil menatap temannya ini.
Bagaimana bisa dia dengan Jongwoon. Oh, ya ampun. Dia lupa. Dia juga belum menceritakan hubungannya dengan Kyuhyun pada Yura. Ya, hubungan suami-istri hingga menghasilkan seorang bayi dalam kandungannya. Hebat bukan… Ck! Apakah Yura akan paham dengan keadaannya?
“Kau dengan…” Channie menelan ludahnya, “Kalian… Sepasang kekasih?” tanyanya gugup.
Gadis itu terkejut dan menatap Jongwoon penuh harap. Meminta bantuan. Tapi, sepertinya Jongwoon membiarkan gadis ini untuk mengungkapkan dengan bibirnya sendiri.
Yura kemudian menatap Channie—yang pinggangnya kini dalam pelukan Kyuhyun—yang juga menatapnya penuh tanya. Beruntung Kyuhyun—CEO panas dan seksi menurut ini sedang menatap Channie dengan tatapan entahlah… Yura iri melihatnya. Memanfaatkan Kyuhyun yang tidak menatapnya, Yura menguatkan dirinya sendiri.
“Ya… Aku memang kekasihnya.” jawabnya pelan, tidak lama kemudian dia menatap Channie merengut. “Channie aku—“
“Sejak kapan? Kau tidak menceritakan padaku… atau kau sudah lama—“
“Tidak.” potong Yura cepat. Ia menggelengkan kepalanya. “Tidak. Channie.”
Channie pasti menduga hubungannya dengan Jongwoon sudah lama sebelum ia menikah dengan Kyuhyun. Sebenarnya, Yura tahu hubungan Kyuhyun dengan Channie bahkan dari Jongwoon saat mereka baru saja akan menjalin hubungan sepasang kekasih.
“Aku belum lama tahu bahwa kau—Ya, Tuhan, Channie. Kau juga belum menjelaskannya padaku. Kau menyembunyikan ini semua.” tatapan Yura beralih pada Kyuhyun yang sedang menatapnya. Sedikit mengintimidasinya. Sialan benar Bos-Seksi ini. Batinnya.
Tatapan Channie kepadanya terlihat sedih dan terluka. Oh, tidak. Ini, sepertinya sangat tidak tepat.
“Channie. Kau sepertinya perlu istirahat. Aku tidak apa-apa. Kita masih punya banyak waktu—“
“Ah, banyak orang ternyata. Aku mengganggu?” suara seorang wanita membuat semuanya menoleh ke arah seorang yang baru saja datang.
“Oh…” gumam Jongwoon kemudian tatapannya beralih ke Kyuhyun.
Channie tahu arah tatapan Jongwoon. Siapa wanita—tinggi dan seksi ini. Kenapa Jongwoon menatap Kyuhyun. Apa ini salah satu ‘Yoo Mi’ Kyuhyun yang tidak terima Kyuhyun menikah. Hatinya memanas.
“Jaena.” sapa Donghae kemudian memeluk tubuh langsing gadis ini. Di sambut Jonghyun dan Minhyuk membuat tatapan gadis di samping Minhyuk mengumpat pelan.
“Ada apa kau ke sini? Menjenguk tunanganmu yang sedang terkapar itu?” goda Donghae membuat gadis ini memutar matanya kesal.
“Aku tidak peduli dengan monyet sialan itu.” ujarnya tenang. Tapi, matanya melirik sekilas ke arah sofa di mana Hyukjae sedang tertidur pulas.
“Kyuhyun. Dia akan berangkat besok. Kita membicarakan di sini karena aku yakin, kau tidak akan mau meninggalkan Channie…” jelas Jongwoon.
Pipi Channie merona hebat mendengar kata-kata Jongwoon barusan.
Kyuhyun menatap selidik pada gadis yang berdiri di samping Donghae. Tidak menyangka, Jongwoon akan memberikan umpan lezat seperti ini untuk mengelabuhi Gong Shu.
“Seperti pada data yang aku kirim. Dia juga bisa menggunakan senjata api, sama seperti… Channie.” ucap Jongwoon sambil melirik sekilas ke arah Channie. Channie yang merasa di sindir karena senjata api, ia hanya bisa mengalihkan tatapannya. Dari sudut matanya, ia bisa merasakan Kyuhyun menatapnya penuh selidik.
Yura merengut dan kesal, bahkan Jongwoon membicarakan pekerjaan dengan gadis seseksi ini? Di depannya? Ckck..
Kyuhyun menautkan alis menatap Jaena. “Hyukjae aku rasa sangat bodoh menolak bertunangan dengan gadis sepertimu. Kau beruntung tidak terikat dengan pria sepertinya.” kata Kyuhyun yang kini menatap Hyukjae—masih terkapar di sofa.
Channie beringsut dari pelukan tangan Kyuhyun di pinggangnya. Ia merasa Kyuhyun terlalu intens menatap gadis yang baru saja datang itu. Kyuhyun tahu apa arti sikap Channie ini malah semakin mengeratkan pelukan tangannya di pinggangnya.
Jaena akan menjawab tapi sedikit tertahan saat ia akan membuka mulutnya, Kyuhyun kini sedang menatap Istrinya dengan tatapan—ah, tidak perlu menyebutnya. Ia merasa benci dan iri melihat seseorang yang sedang kasmaran. Sialan.
Jaena masih terpaku saat Kyuhyun menunduk untuk menjangkau wajah Channie. Sepertinya istrinya ini, cemburu padanya. Tapi, terlihat lucu dan menggemaskan. Jaena tersenyum kikuk ketika mendengar bisikan Kyuhyun pada Channie.
“Kamu terlihat semakin cantik dan seksi saat sedang cemburu seperti ini. Membuatku ingin melahapmu lagi, Mrs. Cho. Kau mau kita berciuman lagi, di depan—“
“Cho Kyuhyun!” desis Channie kesal.
“Sepertinya, aku menganggu, ya?”
Kenapa gadis begitu jujur. Pikir Kyuhyun. Itu bagus. Dia bisa di andalkan. Tidak salah, ia harus memilih gadis ini. Apapun masalah Hyukjae. Ia tidak peduli kalau Hyukjae tidak terima. Yang patut di salahkan itu Jongwoon terutama, jika Hyukjae kesetanan nantinya.
“Jaena. Aku percaya kau bisa. Dan, ku pastikan kau aman. Orang-orang Kangin Hyung juga akan melindungimu di sana.” jelas Kyuhyun mengabaikan kalimat Jaena tadi.
“Baik. Kalau saja Sungmin oppa tidak menawarkan ini padaku, aku pasti mati bosan dengan pekerjaan kantor yang memusingkan itu.” jawabnya mantap. “Jongwoon oppa, kau sudah siapkan semuanya, kan?”
“Ya. Tentu, besok akan ada orang kami yang akan mengirimkan perlengkapannya. Jadi kau bisa siap-siap sebelum ke Airport.”
“Good then. Jaena, kau perlu aku di sampingmu saat kau di sana?” goda Donghae menawarkan diri.
“Tidak perlu. Bahkan ilmu bela dirimu masih jauh dibandingkan denganku.”
Ah, Ya Tuhan. Gadis ini. Kenapa sampai Hyukjae bisa stres akhir-akhir ini, Donghae sedikit tahu sekarang.
“Lagi pula aku hanya bercanda. Aku tidak serius, kau tahu.” cibir Donghae.
“Baiklah. Sepertinya Channie masih perlu banyak istirahat.” ucap Jongwoon tenang dengan memantapkan sedikit penekanan pada kata ‘Istirahat’ Ia kemudian menatap sekilas pada Kyuhyun yang menaikkan satu alisnya. Kyuhyun tahu artinya ini.
“Sebaiknya, kami pergi dulu.” lanjutnya buru-buru sebelum Kyuhyun semakin dalam menatapnya.
“Oh, ya. Jaena.” panggil Kyuhyun. “Sudah tahu cara kerja Gong Shu dan Sekretaris Wong?”
“Sungmin oppa sudah menjelaskan semuanya. Begitu juga dengan kebiasaannya jika bertemu dengan investor atau relasi bisnis seorang wanita.”
“Bagus! Tapi, setidaknya kau juga lebih hati-hati. Dan, selamat bekerja. Kabarkan terus, nanti.”
“Apanya yang hati-hati? Apanya yang selamat bekerja?” suara seseorang memecah keheningan. Semua menoleh ke arah Hyukjae yang kini duduk dengan tatapannya tertuju pada… Jaena.
“Hey. Kau—Oh, sial!” umpat Hyukjae saat tau kenapa gadis itu di sini. Kini tatapannya beralih pada Kyuhyun dan juga Jongwoon.
Hyukjae berdiri dan beranjak menuju gadis itu berdiri sekarang.
“Kau mau membunuh dirimu sendiri? Ha! Kau pikir kau bisa—Ck! Cho Kyuhyun tidak bisakah kau tidak melibatkan dia! Masih banyak wanita di luaran sana!” geram Hyukjae menyala-nyala.
“Aku memilihnya. Dan aku tidak peduli pendapatmu.” Kyuhyun dengan smirknya menatap Hyukjae. Rasakan! “Dia. Akan. Tetap. Berangkat. Dengan. Atau. Tanpa. Ijin darimu.” tegas Kyuhyun.
Hyukjae mengusap kasar wajahnya. Kyuhyun begitu menyebalkan. Padahal dia sudah rela membantu pekerjaannya, tapi kini… Ia melibatkan Jaena. Calon tunangannya. Gadis yang di jodohkan dengannya. Sialannya, Hyukjae tidak rela Kyuhyun melibatkan gadis ini ke dalam zona bahaya.
“Sialan, kau Jaena! Katakan tidak, mereka terlalu berbahaya, kau tahu!”
“Aku akan tetap berangkat. Lagi pula, ijinmu tidak penting.”
“Brengsek! Aku juga akan ikut!” desis Hyukjae kemudian menarik pergi gadis ini dengan menyeret tangannya.
***

Fc Populer:

  • Semangat cho kyuhyun hahaha

  • amie eunhyuk

    Penuhh deNGAN GAirah.. hahaha
    Cerita nya bagus bngtt…

%d blogger menyukai ini: