Need A Baby chapter 3

0
Need A Baby part 3 ff nc kyuhyun eunso super junior
Tittle: Need a Baby  (Chapter 3)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso
And other cast
Category: NC-21, Chapter, Romance
Author: Mylittlechick
Eunso duduk dikursi makan, menunggu dengan bingung Kyuhyun yang sedang memanaskan susu dipanci kecil diatas kompor. Sebenarnya apa yang ingin Kyuhyun lakukan? Kenapa mereka malah minum susu didapur bukannya memulai proses pembuatan bayi?.

“kau suka susu murni?” Kyuhyun bertanya sambil mengaduk susu.
“ne.. Halmoni sering memanaskan susu murni untukku sebelum tidur” jawab Eunso. “katanya agar aku bisa tidur nyenyak setelah seharian lelah bekerja”.
Kyuhyun melirik kearah Eunso dengan alis bertautan. Ia mematikan api kompor lalu menuangkan susu itu ke dalam dua gelas tinggi. Mengambil gelas itu lalu duduk tepat disebelah Eunso. “caa..” disodorkannya susu itu kepada Eunso.
“kamsahamnida” Eunso mengambil gelas itu lalu meniupnya pelan sebelum menyeruput susu hangat itu. rasa hangat mengalir ditenggorokanya ketika Eunso meneguk susu itu, perutnya yang tadinya merasa kaku menjadi lebih santai dan ketegangan diotot-otonya juga kembali meregang. “aah.. enaak..” desahnya nikmat. Eunso menutup mulutnya cepat, betapa tidak sopanya dia mendesah didepan Kyuhyun.
Kyuhyun memandangi Eunso yang berangsur-angsur menjadi lebih santai, warna mata Eunso terlihat jelas memancarkan kenyamanan. Kyuhyun tersenyum pelan, minum susu selalu membuatnya tenang dan nyaman, Kyuhyun cukup terkejut mendengar jawaban Eunso tadi, karena ia juga selalu bisa tidur nyenyak setelah meminum segelas susu. Kyuhyun lalu meminum susu miliknya sendiri.
“aku suka susu yang dimasak dengan api sedang” ujar Kyuhyun. “aku tidak minum alkohol dan juga merokok, aku juga tidak punya penyakit yang mematikan ataupun penyakit kelamin”. Kyuhyun berhenti bicara menunggu respon dari Eunso, gadis itu menatap Kyuhyun dalam diam. “jadi kau tidak perlu kahwatir aku akan menularkan penyakit padamu, karena aku sehat”.
Eunso tertegun, apa Kyuhyun baru saja bermaksud untuk menjelaskan seperti apa namja ini?.
“kau ingin tahu seperti apa namja yang akan menanamkan benihnya dirahimmu kan?” Kyuhyun menyandarkan punggungnya disandaran kursi. “hanya itu yang bisa kukatakan, sisanya kau bisa bertanya pada Jaewoo ajhusi. Aku akan menyuruhnya menjawab semua pertanyaan yang kau ajukan padanya”.
Eunso menggelengkan kepalanya, ia tidak lagi ingin tahu seperti apa Kyuhyun, setelah melihat Kyuhyun membuatkan susu untuknya Eunso tahu namja ini adalah namja yang baik. “apa anda akan merawat bayi ini dengan baik tuan Cho?”
“tentu saja, aku tidak mungkin menginginkan bayi jika aku tidak bisa menyayanginya”
Eunso menganggukan kepalanya sambil tersenyum, sekarang hatinya sudah merasa lebih tenang. Eunso meminum habis susu yang sudah mendingin itu dengan sekali teguk. “aaah..” desahnya lagi, seperti anak kecil yang puas telah meminum susunya yang lezat.
“kau sudah merasa nyaman?” Kyuhyun berdiri dari kursinya menghampiri Eunso.
“oo.. ne, terima kasih susunya”
Kyuhyun menarik lengan Eunso, menyuruh gadis itu berdiri dihadapannya. Eunso menahan nafasnya ketika merasakan kedekatan tubuh mereka. Melihat itu Kyuhyun memegang tengkuk Eunso lalu memijatnya pelan, menenangkan safar-safar Eunso. Eunso menatap Kyuhyun sejenak lalu memejamkan matanya, rasanya begitu damai dan menenangkan. Kyuhyun tersenyum lalu menarik kepala Eunso agar bersandar didadanya.
Eunso menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun dengan mata yang terpejam, samar-samar ia bisa mendengar debaran jantung Kyuhyun juga hembusan nafas Kyuhyun dikepalanya. Jari-jari piawai Kyuhyun masih terus memijat tengkuknya, membuat Eunso semakin terlena dalam pelukan Kyuhyun.
Jari-jari yang tadinya memijat bergerak turun menyusuri punggung Eunso hingga kelekukan dipinggangnya, Eunso membuka matanya ketika tangan Kyuhyun bergerak masuk kedalam bajunya, menyentuh permukaan kulit punggungnya. Eunso mendesah tertahan ketika Kyuhyun menempelkan bibirnya dilekukan leher Eunso. namja itu hanya menyentuhkan bibirnya diseputar keher Eunso, menyerap aroma tubuh gadis itu. Eunso mencengkeram kuat lengan Kyuhyun, mendongakkan kepalanya agar Kyuhyun bisa lebih leluasa menjelajahi lehernya.
Kyuhyun menarik bibirnya dari leher Eunso, bergerak menuju wajah Eunso, nafasnya memburu cepat ditelinga Eunso. “pergi ke kamarmu sekarang” bisiknya.
“ne..?”
“sekarang” Kyuhyun melepaskan Eunso, lalu mendorong gadis itu agar berjalan ke kamarnya. Dalam keadaan bingung Eunso menoleh kearah Kyuhyun, namja itu menggerakkan tanganya agar Eunso segera pergi ke kamarnya. Eunso pun berjalan ke arah kamarnya dengan sesekali menoleh kebelakang, apa Kyuhyun akan mengikutinya?. Yaa. Namja itu mengikutinya, berjalan dibelakangnya dengan tatapan mata yang tidak lepas dari Eunso.
Melewati ruang tamu Eunso berpapasan dengan Jaewoo, Eunso hendak menghentikan langkahnya ketika Kyuhyun memerintah lagi. “terus berjalan ke kamarmu”.
Eunso pun hanya menundukkan kepalanya kepada Jaewoo, “selamat malam Kim ajhusi”.
“selamat malam Eunso-ssi, mimpi indah” balas Jaewoo, tersenyum kepada gadis itu.
“pulanglah kerumah eomma” kali ini Kyuhyun memberikan perintah kepada Jaewoo.  Langkahnya tidak berhenti mengikuti Eunso sekalipun sedang berbicara kepada Jaewoo.
“apa kau ingin aku kesini besok pagi untuk membangunkanmu seperti biasa?”
“ya.. jangan terlambat, ada rapat besok pagi”
“baiklah”
Pandangan Jaewoo tidak lepas dari Eunso dan Kyuhyun. Majikannya terang-terangan berjalan mengikuti gadis itu ke kamarnya. Jaewoo memutar tubuhnya berjalan kearah luar, senyum terus terukir diwajahnya sepanjang perjalananya pulang kerumah utama.
Eunso melirik kearah Jaewoo yang menghilang dibalik pintu lalu menoleh kebelakang kearah Kyuhyun yang masih mengikutinya, wajahnya memerah seketika sadar bahwa Kyuhyun bermaksud mengikutinya sampai kekamarnya. Eunso membuka pintu kamarnya lalu masuk, memutar tubuhnya sambil memegang pintu. Melihat Kyuhyun berjalan masuk melalui pintu yang terbuka, Kyuhyun mengambil alih pintu itu dari tangan Eunso lalu menutupnya. Ada jeda beberapa detik saat mata mereka bertemu, Eunso menekankan kedua tanganya didepan dada menjaga agar jantungnya tidak melompat keluar dari tubuhnya. Tatapan Kyuhyun mematikan dan membuatnya tidak berkutik, Eunso mundur selangkah ketika Kyuhyun maju selangkah, lalu mundur lagi ketika Kyuhyun terus melangkah maju hingga akhirnya kaki Eunso berbenturan dengan tepian tempat tidur, membuat Eunso limbung dan hampir jatuh jika Kyuhyun tidak menahannya cepat dengan melingkarkan tanganya dipinggang gadis itu.
Kyuhyun menunduk cepat sebelum Eunso sadar dari keterkejutanya yang dipeluk tiba-tiba, ia mencium bibir Eunso dengan keahlian yang memabukkan. Eunso memejamkan matanya dibawah tekanan bibir dan lidah Kyuhyun, ia mengerang ketika Kyuhyun mengigit bibir bawahnya dan lidahnya menjelajah mulutnya. Tangan Kyuhyun bergerak cepat menarik kaos Eunso. Kyuhyun melepaskan ciumannya hanya agar ia bisa melepaskan kaos itu dari melalui kepala Eunso. Kyuhyun melemparkan kaos itu kesembarang tempat kemudian kembali mencium Eunso. tanganya meraup payudara gadis itu, meremasnya pelan, membuat Eunso mendesah semakin sering.
Desahan Eunso membuat Kyuhyun menjadi gila, ia berusaha bertahan dari desakan tubuhnya yang meminta untuk langsung dipuaskan,  tetapi ia harus bersabar karena ini pengalaman pertama Eunso. Kyuhyun melepaskan ciumannya, lalu turun mencium puncak payudara Eunso yang telah ia bebaskan dari kurungan bra. Eunso semakin mendesah nikmat dibuatnya, ia tidak pernah tahu dicium dan digerayangi seperti ini akan membuatnya melayang dan mabuk. Kyuhyun mengigit pelan puncak payudara itu, membuat Eunso memekik pelan, mencengkeram rambut Kyuhyun.
Kyuhyun mengerang mendengar Eunso menjerit nikmat, membuat pertahanannya runtuh. “berbaringlah” Kyuhyun murunkan Eunso ditempat tidur, mengatur posisi gadis itu agar nyaman ditempat tidur, lalu membebaskan Eunso dari sisa pakaian yang melekat padanya. Kyuhyun membungkuk diatas Eunso, mengecup pelan pelipis gadis itu lalu turun keleher putih gadis itu, melewati payudaranya dan berhenti diperut Eunso.
Eunso melebarkan matanya terkejut, mendapati Kyuhyun berada diatas perutnya, begitu dekat dengan daerah kewanitaanya. “tuan, kau mau ap__”
“sssttt..” Kyuhyun menyentuhkan jari telunjuknya dibibir Eunso, dengan tanganya yang lainia melebarkan kaki Eunso. terkejut Eunso pun berusaha menyatukan kakinya menutup daerah kewanitaanya. “jangan takut, lepaskan kakimu”
“tapi ini memalukan” Eunso bertahan dari tangan Kyuhyun yang berusaha melebarkan lagi kakinya.
“tidak perlu malu, percayalah padaku” Kyuhyun naik, mengecup pelan bibir Eunso. “lepaskan kakimu” bisiknya. Eunso memejamkan matanya malu lalu membuka tautan kakinya pelan-pelan, Kyuhyun kembali pada tujuan awalnya dibawah sana, lalu bekerja dengan bibir dan lidahnya. Eunso melengkungkan tubuhnya keatas merasakan sensasi aneh, menyiksa dan nikmat. Ia mencengkeram seprai dengan kuat, dan mendesah. Tiba-tiba tubuhnya merasakan sesuatu yang mendesak untuk segera dicapai, kakinya melengkung, cengkraman tangannya diseprai semakin kuat lalu gelombang kenikmatan itu datang. Eunso memekik lagi sebagai jawaban dari pencariannya.
Nafas Eunso tersengal-sengal. Kyuhyun kembali membungkuk diatasnya sambil mengusap tepian bibirnya yang basah karena cairan Eunso. “sekali lagi” ujar Kyuhyun. Belum selesai Eunso mengatur nafasnya Kyuhyun kembali bermain dengan daerah paling sensitivenya. Kyuhyun memasukkan satu jarinya kedalam lubang hangat Eunso, mengamati wajah Eunso yang bernafas tertahan. tidak puas dengan satu jari Kyuhyun memasukkan lagi satu jarinya, membuat gadis itu melebarkan matanya terkejut lalu mengernyitkan alisnya.
“aku baru memasukkan jariku tapi kau sudah mengernyitkan alismu” ujar Kyuhyun, lebih kepada dirinya sendiri bukan kepada Eunso. “kau harus kubuat terbiasa dengan jariku dulu” lalu Kyuhyun memasukkan satu jari lagi. Eunso menarik nafasnya membuat suara yang cukup aneh. Kyuhyun mengusap peluh dikepala Eunso. “kau harus melemaskan tubuhmu jika kau tidak ingin merasa sakit ketika aku memasukimu nanti”
“tapi bagaimana?”
“jangan menahannya” Kyuhyun mengusap pelipis Eunso pelan, menguraikan kerutan yang ada disana. “nah.. begitu” Kyuhyun tersenyum ketika jari-jarinya merasa otot-otot dari daerah kewanitaan Eunso tidak lagi menegang membuatnya lebih leluasa untuk masuk, dengan gerakan perlahan ia mulai menggerakkan jarinya. Eunso mengerang lagi, ia mendesah sambil mencengkeram kuat seprai yang sudah acak-acakan itu. Kyuhyun mengamati wajah eunso yang mendesah dan berkeringat selagi jari-jarinya bergerak, meraskan otot-otot dibawah sana mengerat dan Kyuhyun menunduk dan mencium Eunso. Tahu sebentar lagi gadis itu akan mendapatkan kenikmatan untuk kedua kalinya, tepat ketika Kyuhyun meraub bibir Eunso gadis itu menjerit lagi.
Kyuhyun menarik tangnya lalu duduk melepaskan baju dan celananya dengan cepat, ia sudah tidak bisa bertahan lagi, setelah memberikan kepuasan kepada gadis itu sebanyak dua kali, bagian dari tubuhnya juga minta dipuaskan. Kyuhyun duduk diantara kedua kaki Eunso lalu membungkuk diatas Eunso lagi. Gadis itu masih berusaha mengatur nafasnya ketika Kyuhyun menyentuhkan kejantananya dilubang hangat milik Eunso.
“sudah saatnya tubuhmu menerimaku” Kyuhyun mendorong pelan kejantananya masuk. Eunso mengernyitkan hidungnya, rasanya berbeda dengan ketika Kyuhyun memasukkan jarinya. Ini lebih besar dan lebih sakit. “jangan menahannya Eunso, biarkan aku masuk” bisik Kyuhyun, mengusap pelan kepala Eunso.
Eunso berusaha sebisa mungkin untuk melemaskan tubuhnya. “tapi ini sakit” jawabnya.
“aku tahu, sedikit lagi” Eunso berusaha sebisa mungkin untuk menahan desakan dibawah tubuhnya, matanya bertemu dengan mata Kyuhyun, melihat betap lembutnya wajah Kyuhyun ketika mencoba meredakan rasa sakit itu, Eunso memejamkan matanya, memasrahkan diri kepada Kyuhyun, ia percaya Kyuhyun tidak bermaksud menyakitinya. Kyuhyun lega karena Eunso sudah tidak menahan diri lagi, ia mendorong pelan hingga seluruh tubuhnya masuk. Eunso terkesiap kaget sambil menahan nafasnya, ketika rasa sakit itu lebih kuat dari sebelumnya.
Kyuhyun berhenti sejenak, memberikan waktu kepada Eunso untuk menyesuaikan tubuhnya, setelah Eunso tidak lagi mengerutkan alisnya, Kyuhyun mulai menggerakkan pinggangnya perlahan. Eunso mengerang sakit, lalu mendesah nikmat. Rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang menjalari seluruh tubuhnya. Eunso memegangi lengan Kyuhyun yang berada dikedua sisi tubuhnya, terus mendesah nikmat, membuat Kyuhyun semakin bergerak cepat. Rasa Eunso ternyata jauh lebih nikmat dari gadis-gadis yang sering ia kencani sebelum ini. Kyuhyun belum akan puas jika ia belum mendapatkan pelepasan, ia bergerak cepat, membuat seluruh tubuhnya berguncang bersama dengan Eunso.
“aakhh..” desahan Eunso, membuat Kyuhyun gila, ia mengalungkan kaki Eunso dipinggangnya agar bisa masuk lebih dalam, membuatnya menyentuh titik rangsangan Eunso. gadis itu akan datang untuk ketiga kalinya, Kyuhyun tahu itu dari kuatnya cengkeraman yang menyelubungi kejantananya dan ia pun juga sama. Kyuhyun mencari-cari bibir Eunso dan menciumnya lagi, dalam satu gerakan iapun sampai bersamaan dengan Eunso. Kyuhyun melepaskan bibirnya dari Eunso lalu menyandarkan kepalanya dibantal yang berada dibelakang Eunso. Bernafas dengan tersengal-sengal.
Kyuhyun berdiam diri untuk sejenak, ini pertama kalinya ia merasa begitu kelelahan dan puas. Tidak ada yang pernah membuatnya gila seperti ini, Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Eunso yang juga sedang mengatur nafasnya. Mungkinkah karena gadis ini adalah gadis yang menyerupai Minhye? Pikir Kyuhyun. atau ada hal lain dari dalam diri gadis ini yang membuat Kyuhyun bisa merasakan kepuasan yang seperti ini.
Kyuhyun melepaskan tautan tubuh mereka dan menjauh dari Eunso, bermaksud untuk kembali ke kamarnya, tetapi tubuhnya terlalu lelah untuk berjalan ataupun berdiri dari tempat tidur, karena itu Kyuhyun memutuskan untuk membaringkan dirinya sejenak ditempat tidur itu. Kyuhyun berbaring menelungkup dengan kepala memandangi wajah Eunso. matanya pelan-pelan terpejam dan tertidur detik berikutnya.
.
Eunso menoleh kearah Kyuhyun yang berada disebelahnya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, setelah memastikan kyuhyun memang tertidur, Eunso beranjak dari tempat tidur dan berjalan kekamar mandi mengabaikan rasa ngilu di daerah kewanitaanya, Eunso membersihkan dirinya dengan air hangat, mengelap bagian-bagian tubuhnya yang terkena cairan tidak berwarna dan juga noda merah yang menandakan bahwa keperawananya telah hilang.
Jadi ini sudah selesai? Ia sudah tidak gadis lagi, Eunso perlahan mendudukkan diri di toilet duduk, memandangi dirinya dari cermin besar yang berada didepannya. Airmata bergulir turun dipipinya menerima kenyataan itu.  Dia sudah tidak gadis lagi, pikiran itu terus melayang-layang dikepalanya, ia sudah benar-benar melakukannya. Setelah ini Eunso akan hamil dan mengandung selama sembilan bulan, melahirkan dan akhirnya pergi meninggalkan bayinya dan juga Kyuhyun.
Eunso menoleh kearah pintu yang menghubungkannya dengan namja itu. ia tidak pernah tahu bahwa Kyuhyun bisa selembut itu memperlakukannya, mungkinkah karena ini adalah pengalaman pertamanya?. Eunso mengusap airmata dipipinya, meskipun ia harus kehilangan keperawananya Eunso tetap bersyukur karena ini tidak seperti yang ia bayangakan sebelumnya, awalnya memang terasa sakit tapi setelahnya Kyuhyun membawanya kesurga yang tidak pernah ia datangi sebelumnya. dan Eunso merasa bersyukur bahwa Kyuhyunlah yang pertama untuknya, Karena namja itu begitu lembut dan tidak memaksanya.
Eunso menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Akhirnya setelah ini semua terjadi ia hanya tinggal menunggu dirinya hamil.
.
.
Keesokan paginya Eunso bangun pagi-pagi sekali, ini bukanlah kebiasaan Eunso untuk bangun pagi, tapi ada sesuatu yang mengganggunya hingga ia harus bangun lebih pagi. Hari sudah menunjukkan pukul enam pagi dan Kyuhyun belum juga bangun. Eunso sedang berdiri disisi tempat tidur memandangi sosok Kyuhyun yang bagian punggungnya tertutupi oleh selimut, tadi ketika ia bangun ia dikejutkan dengan penampilan namja itu yang masih telanjang, cepat-cepat Eunso menyelimuti Kyuhyun lalu mandi. Setelah mandi Kyuhyun tetap belum bangun dari tidurnya.
Tidak masalah jika Kyuhyun ingin bangun lebih lama, hanya saja Jaewoo akan segera datang untuk membangunkan Kyuhyun dan Eunso tidak ingin Jaewoo menemukan Kyuhyun ditempat tidurnya, Eunso tidak akan pernah bisa menatap Jaewoo karena malu setelah ini. Eunso mengulurkan tanganya hendak memanggil Kyuhyun tapi mengurungkan niatnya, namja itu tidur seperti bayi, wajah tampannya terlihat seperti malaikat ketika sedang tidur, membuat Eunso atau siapapun tidak akan tega membangunkannya.
Suara mobil memasuki halaman menyentakkan Eunso dari kegiatanya memandangi wajah Kyuhyun. Eunso memejamkan matanya lalu menatap Kyuhyun dengan alis mengerut. Jadi dia harus menahan malu lagi? pikirnya. Eunso pun berjalan keluar kamar menghampiri Jaewoo yang baru saja masuk melalui pintu depan.
“oo, kau sudah bangun Eunso-ssi?” sapa Jaewoo
“ne.. selamat pagi Kim ajhusi”
“selamat pagi” Jawab Jaewoo cepat. “aku harus membangunkan tuan muda, jika tidak dia akan terlambat”
“ajhusi” panggil Eunso, menghentikan langkah Jaewoo.”tuan Cho ada.. euhmm. Dikamarku” akhirnya Eunso bisa mengatakannya meskipun dengan wajah yang memerah.
Jaewoo terdiam. “dia tidur bersamamu?” pertanyaan itu keluar begitu saja, tentu saja Jaewoo tahu Kyuhyun dan Eunso melakukannya malam tadi, tapi ia terkejut karena Kyuhyun tidur dikamar Eunso. Bukan kebiasaan Kyuhyun untuk tidur satu ranjang dengan kekasih one night nya. Kyuhyun selalu pulang dan tidur diranjangnya sendiri meskipun ia pergi bersama gadis-gadis itu.
Eunso semakin merona. Jaewoo berdeham pelan. “kau mau membantuku membangunkannya? Aku akan menyiapkan pakaian kerjanya dan sarapan pagi”
“eeuhmm.. kenapa tidak aku saja yang menyiapkan pakaian dan sarapan lalu ajhusi yang membangunkannya”
“aku tidak bisa masuk ke kamarmu kan?. Bantu aku bangunkan dia”
“oo..baiklah” Eunso memberengut ketika berbalik lagi kearah kamarnya. Ia mau saja membangunkan Kyuhyun, tapi Eunso takut Kyuhyun tidak suka dibangunkan olehnya.
Eunso menghampiri Kyuhyun, berdiri disebelahnya. Tanganya terulur menyentuh bahu Kyuhyun. “tuan Cho.. tuan Cho.. hari sudah pagi, sebaiknya anda bangun”
Kyuhyun mengeluh pelan dalam tidurnya lalu membuka matanya, menoleh kearah Eunso. Matanya hanya mengerjab sekali, Entah kenapa terbangun dengan melihat Eunso berdiri disebelahnya tidak membuatnya terkejut.  Kyuhyun sudah sering memimpikan hal seperti ini, terbangun dengan melihat wajah yang sangat ia rindukan, tapi gadis ini bukan Minhye, meskipun mereka mirip, Eunso bukanlah Minhye dan Kyuhyun sadar itu.
Kyuhyun duduk sambil mengusap wajahnya, menoleh kearah jam lalu mengerang. Ia sudah pasti terlambat. “dimana Jaewoo ajhusi?” ujarnya serak.
“sedang menyiapkan pakaian dan sarapan”
Kyuhyun mengangguk pelan lalu menyibakkan selimutnya, terkejut mendapati dirinya tidak memakai apapun dibalik selimut. Eunso mengulurkan pakaian Kyuhyun dengan kepala menoleh kesamping, menghindari untuk menatap Kyuhyun saat ini. Kyuhyun mendengus geli melihatnya, iapun mengambil pakaian yang disodorkan oleh Eunso, berpakaian cepat, dan bergegas kembali ke kamarnya sendiri.
.
“selamat pagi tuan muda” Jaewoo masuk kedalam kamar Kyuhyun, ketika majikannya sedang mengikat dasi dilehernya. Aroma sabun dan parfum yang maskulin tercium dikamar itu.
“selamat pagi Jaewoo ajhusi” balas Kyuhyun, memberikan senyum singkat kepada Jaewoo.
“hari ini anda terlihat berbeda” ujar Jaewoo dengan penuh keyakinan.
Kyuhyun melirik Jaewoo sekilas lalu bertanya. “apa yang berbeda?”
“entahlah, anda terlihat lebih segar hari ini”
“mungkin karena aku tidur lebih lama dari biasanya” jawab Kyuhyun acuh.
“mungkin” jawab Jaewoo menyetujui. Tersenyum penuh arti dibelakang Kyuhyun. “sarapan sudah siap tuan”
Kyuhyun menganggukan kepalanya setelah selesai mengikat dasinya ia berjalan keluar kamar disusul oleh Jaewoo yang membawakan jas milik Kyuhyun. “tuan muda, aku punya permintaan”.
“permintaan?” tanya kyuhyun bingung.
“semua ini membuatku lelah” Kyuhyun berhenti lalu berbalik menatap Jaewoo. “aku harus bangun lebih pagi dari biasanya dan berangkat pagi-pagi sekali agar bisa membangunkanmu tepat waktu, dan pulang ke rumah besar lagi sore harinya. Itu membuatku bekerja lebih keras dari biasanya, hari ini pun aku hampir terlambat membangunkanmu”
“apa inti perbincangan ini?” tanya Kyuhyun langsung, tidak ingin basa-basi
“aku sudah tidak sesehat dulu lagi untuk pulang pergi kesana dan kemari. Kulihat Eunso juga pandai mengurus rumah dan masakannya juga enak, pagi tadi juga anda tidak keberatan ketika dia membangunkanmu”
Kyuhyun menghembuskan nafasnya. “apa maumu?”
“bisakah anda meringankan pekerjaanku?. Aku sudah terlalu tua”
“tidak ada orang yang bisa kupercaya untuk menjaga rahasia ini, jika aku mempekerjakan orang lain seseorang akan menyebarkan berita bahwa Eunso mengandung anakku”
“Eunso bisa menjaga rahasia. Tentu saja, karena dia yang akan menjalankan tugas untuk mengandung kan?”
“Eunso disini hanya untuk mengandung bukan mengurusku” bantah Kyuhyun.
Jaewoo menundukkan kepalanya, memasang ekspresi kecewa dan sedih. Postur tubuhnya yang sudah tua memang terlihat bugar tapi namja itu tetaplah namja yang sudah berusia lanjut untuk melakukan tugas-tugas seperti ini. Ia bekerja dirumah besar untuk mengatur pekerjaan dirumah itu dan dia juga harus kerumah ini untuk mengurus Kyuhyun.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya. “baiklah, jika Eunso bersedia, aku tidak akan keberatan”
Jaewoo langsung tersenyum. “terima kasih tuan muda, itu bisa membantuku”
.
.
“ne.. Halmoni, apa kau sudah merasa benar-benar baik?”
“aku baik-baik saja, kau disana bagiamana?”
“aku disini juga baik-baik saja, bos dan karyawan yang lain bersikap sangat baik”
“syukurlah, tetap jaga kesehatanmu disana eoh?”
“ne halmoni tenang saja.. dimana Minri?” Eunso menyudahi obrolannya dengan neneknya ditelepon, ia tidak sanggup untuk berbohong lebih banyak lagi kepada neneknya. Tidak pernah sekalipun ia berbohong kepada wanita yang sudah menjaganya itu, tetapi apa yang terjadi disini mengharuskannya untuk berbohong.
“yeobboseyo.. Eunso-yaa..”
“oo Minri-yaa.. bagaiamana kabarmu?”
“aku baik-baik saja, tetapi di hotel sedang memanas sekarang”
“kenapa?”
“karyawan-karyawan yang baru benar-benar menyebalkan, mereka sombong dan sering meremehkan kami yang pendidikannya lebih rendah dari mereka, bahkan manager Kang pun dibuat malu oleh ejekan mereka” Eunso bisa mendengar suara kekesalan Minri, temannya itu pasti sudah memendam lama kekesalannya untuk diceritakan kepada Eunso.
“lalu apa yang kalian lakukan?”
“tentu saja kami tidak suka diremehkan begitu saja, kau pikir siapa yang bekerja lebih lama disana? . kami tahu lebih banyak mengenai hotel dari mereka bukan?. Karena itu, kami tidak akan pernah mau diremehkan”
“semangat Minri-yaa,”
“tentu saja. bagaimana denganmu? Kau disana baik-baik saja?” tiba-tiba Minri mengubah topik pembicaraan.
“oo.. aku diperlakukan baik disini, tuan itu juga baik padaku” Eunso menahan dirinya agar tidak menyebutkan nama Kyuhyun. “aku sepertinya sebentar lagi akan hamil”
“oo jinjja..?” Minri terdiam lama. “bagaimana rasanya?”
“ne..?”
“aku tahu pasti bukan dengan cara bayi tabung kan?, dia pasti harus menidurimu agar kau bisa hamil” jawab Minri panjang lebar, meskipun Eunso tidak menjelaskan banyak tentang apa yang akan terjadi Minri sudah bisa menebaknya dengan sangat akurat. “semoga apa yang kau berikan padanya dan apa yang kau dapatkan nanti sebanding Eunso-yaa”  ujar Minri tulus.
Mata Eunso perih karena desakan airmata, benar apa yang Minri katakan, semoga semua ini sebanding. Tetapi ini sebanding jika Dia harus melepaskan keperawanannya demi kesehatan neneknya. “gomawo Minri-ya..”
“Jadi.. bagaimana rasanya?. Apa sakit?” tiba-tiba Suara Minri menjadi lebih bersemangat.
“hanya sebentar, selanjutnya..” Eunso mengigit bibir bawahnya.
“selanjutnya pasti kau menikmatinya”
“bagaiamana kau bisa tahu?”
“hahaha, aku hanya menebaknya” hening sejenak. “yaah, setidaknya jika kau menikmatinya kau akan merasa tidak keberatan jika dia melakukannya lagi”
“dia akan melakukannya lagi?”
“memangnya tidak?”
“kupikir sudah selesai, dan tinggal menungguku hamil”
“pabo-ya? tentu saja kau tidak bisa hamil hanya dengan sekali melakukannya. Harus dilakukan beberapa kali untuk memastikan kau memang hamil”
“aaaa..” Eunso terdiam, jadi Kyuhyun akan mencoba untuk mendekatinya lagi?. melakukannya lagi?  Eunso bisa merasakan debaran jantungnya ketika bayangan tubuh Kyuhyun menyelimutinya, ciuman panas Kyuhyun dan keahlian tangan Kyuhyun menggerayangi tubuhnya tadi malam sukses membuat tubuhnya merindukan itu semua.
“yaa.. Song Eunso.. kau masih disana?” teriakan Minri dari balik telepon membuat Eunso tersadar dari lamunan tentang malam panas dia dan Kyuhyun.
“oo.. aku masih disini” jawab Eunso serak,
“eyy jinjja, selalu saja melamun tidak pada tempatnya. Aku harus pergi, sampai nanti lagi Eunso-ya”
“ne.. gomawo Minri-ya, tolong jaga Halmoni”
“tidak perlu sungkan, keuno”
Eunso menutup teleponnya sambil mendesah pelan, kepalanya menoleh kedalam rumah, apa Kyuhyun sudah pergi ke kantor?. Eunso langsung melarikan dirinya ke teras disamping rumah ketika ia melihat Kyuhyun keluar dari kamarnya bersama Jaewoo. Sebenarnya Eunso ingin sekali menemani Kyuhyun sarapan, tapi Eunso bukan istri ataupun kekasih yang memang berkewajiban menemani suami untuk sarapan, karena itu Eunso mengurungkan niatnya untuk menemani Kyuhyun dan memutuskan untuk duduk disini menelpon neneknya.
Eunso menolehkan kepalanya kedepan, melihat anjing kampung yang kemarin. Sepertinya anjing itu sudah menganggap Eunso sebagai penolongnya, anjing itu pasti mendatangi Eunso karena ingin meminta makanan.
“aku akan memberimu makan jika kau mau menyebutkan namamu padaku” seru Eunso kepada anjing itu. anjing itu mengeluarkan suara memelas sambil menelengkan kepalanya kesamping, membuat Eunso mengurungkan niatnya untuk menggoda anjing itu. “baiklah, aku akan membawakanmu makanan. Tunggu disini eoh..?”.
.
“ajhusi” Eunso memanggil pria yang saat ini sedang merapikan meja makan. “apa tuan Cho sudah pergi?”
“baru saja, ooh.. gomawo Eunso-ssi” Eunso mengambil alih piring-piring dari tangan Jaewoo dan mulai mencucinya. Jaewoo trsenyum lalu mendudukkan dirinya dikursi. “aku benar-benar lelah karena bekerja sepanjang hari”
“ajhusi istirahat saja”
“aku tidak bisa, setelah ini aku harus mengurus kebutuhan dirumah besar, lalu aku harus pulang kesini lagi untuk membantu tuan muda” Jaewoo melirik Eunso sekilas lalu mulai melancarkan jurusnya, berperan sebagai pria tua ringkih yang kesusahan. “pundakku sudah sangat lelah hanya bekerja dirumah besar, apa lagi harus bolak-balik kesini”
Eunso meletakkan piring terakhir dirak piring lalu berbalik kearah Jaewoo. “apa yang bisa kubantu untuk meringankan pekerjaanmu ajhusi?” tawar Eunso.
Jaewoo menggelengkan kepalanya. “kau pasti tidak bisa”
“Aku bisa membantumu membersihkan rumah ini, dan memasak untuk tuan Cho” usul Eunso
“pekerjaanku lebih dari itu. aku juga mengurus semua kebutuhan tuan muda”
Eunso diam memandangi Jaewoo, ia ingin sekali membantu. Tapi hanya sekedar memasak dan membersihkan rumah, tidak lebih. Jika mengurus kebutuhan Kyuhyun, itu lebih pribadi, dan Eunso bukan seorang istri yang harus melakukan tugas itu. disini posisinya hanya seorang wanita yang bertugas mengandung anak Kyuhyun.
Jaewoo melihat kebimbangan dimata Eunso, ia tahu apa yang membuat gadis itu bingung. “aduh.. punggungku” Jaewoo menepuk-nepukkan punggungnya dengan tanganya, merintih sakit seperti pria tua yang penyakitan.
Eunso mengigit bibir bawahnya, ia tidak tega melihat Jaewo yang memang bisa dibilang seperti seorang kakek, namja itu seharunya sudah pensiun dan menikmati sisa hidupnya. “kenapa anda tidak mencari orang lain saja?”
“tidak boleh ada yang tahu rahasia dirumah ini” jawab Jaewoo mengingatkan. “hanya kau, aku dan nyonya besar yang tahu” Jaewoo kembali memijat-mijat pundaknya, menarik perhatian Eunso lagi.
Eunso duduk dikursi yang berada disebelah Jaewoo lalu menatap namja itu serius. “apa yang bisa kubantu?” Eunso tidak bisa mengabaikan perasaan ingin menolongnya, ia tidak tega melihat Jaewoo kelelahan. Bagaimana jika ini menimpa neneknya?.
“aku ragu kau bisa”
“ajhusi tinggal memberikan aku pengarahan saja”
Jaewoo berhasil membuat Eunso bersimpati padanya. Sungguh gadis ini memang baik, pikirnya. “setiap pulang kerja, tuan muda selalu suka mandi dengan shower, tapi jika dia pulang setelah bermain Baseball tuan muda lebih suka mandi berendam air panas, airnya tidak boleh terlalu panas dan tidak boleh terlalu dingin” Jaewoo mulai menjelaskan kebiasaan Kyuhyun dan apa saja yang harus Eunso lakukan.
“kau juga harus bisa membedakan pakaian untuk ia pakai ketika bekerja atau bepergian. Tuan muda tidak suka warna yang terang jika ke kantor. Selalu siapkan pakaianya diatas tempat tidur selagi tuan muda mandi”
“apa aku harus membantunya berpakaian?”
Jaewoo diam sejenak, Kyuhyun bisa memakai pakaiannya sendiri, Jaewoo tidak pernah membantunya. Tapi Jaewoo ingin semua ini sempurna maka Jaewoo mengatakan. “bantu dia memakaikan dasinya saja”
“arraso”
“menu-menu untuk sarapan pagi akan kuberikan padamu nanti, aah aku lupa, setiap sebelum tidur tuan muda selalu suka minum susu”
Eunso tersenyum, ia ingat itu. pikirnya. Tentu saja, baru tadi malam Kyuhyun membuatkan susu untuknya sebelum. BLUSSSHH.. wajah Eunso memerah saat membayangkan apa yang terjadi setelahnya.
“aaah.. tuan muda biasanya selalu memberikan jadwalnya untuk esok hari jadi kau akan tahu, harus menyiapkan baju apa dan membangunkannya jam berapa, tapi jika tuan muda tidak memberikan jadwalnya padamu biarkan dia bangun lebih siang, karena itu artinya tuan muda sedang libur”
“apa hari minggu dia juga bekerja?”
Jaewoo menggelengkan kepalanya. “dia gila kerja”
Eunso mengangguk mengerti. “tapi ajhusi, aku penasran, dengan pekerjaan yang sebanyak ini apa ajhusi tidak ingin berhenti saja?. pensiun dan menikmati masa-masa tuamu misalnya?”
Jaewoo menggelengkan kepalanya. “aku tidak bisa meninggalkan tuan muda sebelum aku menemukan orang yang bisa lebih piawai menggantikan aku”
“kau bisa mulai menyeleksi penggantimu”saran Eunso.
“tidak Eunso-ya..” Jaewoo melepaskan bahasa formalnya pada gadis itu. “aku menunggu tuan muda menikah dan memiliki istri untuk mengurusnya dan menggantikan semua pekerjaanku”
Eunso tertawa. “sebenarnya tuan Cho lebih membutuhkan seorang istri atau pelayan?” melihat dari banyaknya tugas istri dari seorang Cho Kyuhyun membuat Eunso mengambil kesimpulan bahwa Kyuhyun lebih membutuhkan orang yang bisa mengurus kebutuhannya.
Jaewoo ikut tertawa bersama Eunso. “dia lebih membutuhkan istri yang mencintainya dari pada apapun” jawab Jaewoo serius. “tapi jika tuan muda menikah dengan wanita yang ia cintai aku yakin tuan muda tidak akan mengizinkan istrinya yang mengurus semua itu. Tuan muda selalu bersikap romantis pada wanita yang ia cintai, dan memanjakan wanita itu sampai wanita itu memintanya untuk berhenti memanjakan dirinya”
“manis sekali”
“lebih tepatnya, itu romantis” Jaewoo mengoreksi. Eunso mengembangkan senyumnya, ia ingat Minri juga pernah menyebutkan hal itu. Kyuhyun akan bersikap sangat romantis jika ia sudah jatuh cinta, entah kenapa Eunso merasakan adanya sebersit keinginan untuk melihat Kyuhyun yang seperti itu.
.
.
Siang harinya, Kyuhyun baru saja keluar dari mobilnya yang berhenti tepat dipintu masuk salah satu hotel yang diserahkan oleh ibunya untuk diolah agar lebih maju. Hotel itu sebenarnya sudah hampir bangkrut, dan Kyuhyun tidak mau mengurusi hotel ini, tapi karena desakan ibunya Kyuhyun mau tidak mau mengambil alih pengolahannya. Hotel ini merupakan hotel pertama yang dibangun oleh ayahnya, karena itu Ibunya tidak suka melihat Hotel ini jatuh.
Kyuhyun disambut oleh manager Lee dipintu masuk, ia berjalan melewati lobi yang sepi matanya menoleh kearah meja resepsionis. “dimana yang menjaga meja resepsionis”
“ooh.. mungkin mereka sedang istirahat siang tuan”
“seharusnya ada yang menggantikanya jika mereka sedang istirahat siang. Dimana mereka?”
“ooh tapi..”
“tunjukkan tempatnya dimana” ulang Kyuhyun tegas dan penuh penekanan, tidak terbantahkan sama sekali.
Kyuhyun berjalan menuju ruangan dapur, dimana para karyawan sedang menyantap makan siang bersama-sama. Ada dua kubu yang terpisah, para karyawan lama berkumpul menjadi satu dan karyawan baru berkumpul menjadi satu. Terjadi adu mulut yang sengit ketika Kyuhyun berdiri dipintu dapur. Kyuhyun melihat seorang pegawai wanita mengajukan pendapatnya pada pegawai baru.
“keahlian belum tentu berguna, yang dicari disini adalah kekompakan semua pegawai. Kami sudah bekerja lebih lama dari kalian, kami lebih paham seperti apa keinginan para tamu yang datang kesini” ujar wanita itu
“jika cara berfikirmu seperti itu pantas saja jika hotel ini tetap tidak maju” jawab salah pegawai baru disana.
“apa kalian bisanya hanya merendahkan kami? Hasil kerja kalian juga belum terlihat disini” ledek wanita itu lagi.
Salah satu wanita dari kubu pegawai baru tersenyum meremehkan. “hanya tinggal menunggu waktu dan kau juga akan dipecat”
“kau..” wanita itu hendak menerjang si pemilik suara, namun terhenti ketika manager Lee berteriak melerai mereka.
“apa yang kalian lakukan dijam istirahat? Seharusnya salah satu dari kalian menjaga meja resepsionis” bentak tuan Lee.
“tanyakan saja pada yeoja itu, itu tugasnya” tunjuk salah satu pegawai baru.
“aku tidak bisa berdiri dimeja resepsionis ketika mereka merendahkan teman-temanku”
“cukup” Kyuhyun menatap datar wanita itu, wanita itu membalas tatapannya lalu terkejut, tahu siapa namja yang berbicara dengannya. “tidak ada yang boleh bertengkar ditempat kerja ataupun meninggalkan pekerjaanya karena hal yang tidak penting” Kyuhyun menajamkan tatapanya kepada gadis itu. “sekali lagi kau melakukannya” Kyuhyun membaca name tag didada wanita itu. “Lee Minri, kau berikutknya yang akan dipecat, sekarang kembali ketempat kerjamu”
Minri mengeraskan rahangnya geram, ia ingin melawan tapi jika ia melakukannya sudah pasti dia akan dipecat. “baik tuan Cho, maafkan aku” dengan menahan emosinya sendiri, Minri pun bergegas menuju meja resepsionis.
Kyuhyun menatap kepada para karyawan baru dengan berang. “dan kalian, tunjukkan padaku bahwa kalian bisa bekerja dengan baik, aku tidak suka orang-orang yang hanya bisa mengatakan omong kosong” orang-orang yang berada didapur itu terdiam dengan patuh. “tidak ada lagi pertengkaran” tegas kyuhyun untuk terakhir kalinya sebelum pergi dari sana. Melewati lobi matanya melirik Minri dengan tatapan datar. Ia akan mengawasi semua pegawai agar bisa bekerja dengan benar.
Minri menatap punggung Kyuhyun yang menjauh dengan tatapan emosi yang campur aduk. “sangat tampan tapi sayang memiliki sifat yang kejam. aku harap seseorang bisa mengubahnya”
.
“aku ingin kau mengawasi kerja mereka, jika terjadi keributan lagi segera laporkan padaku” Kyuhyun duduk dibalik meja kerjanya sambil memberikan perintah pada manager Lee.
“baik tuan Cho” jawab manager Lee patuh. Setelah mendapatkan perintah dari Kyuhyun manager Lee pun pergi dari ruangan kerja Kyuhyun. Kyuhyun tengah menyibukkan dirinya dengan laporan mengenai pendapatan hotel itu ketika ponselnya berbunyi.
“yebboseyo?”
“tuan muda ini aku”
“oo Jaewoo ajhusi, ada apa?”
“aku sudah menyerahkan semua tugasku pada Eunso, gadis itu bisa melakukannya dengan benar” Kyuhyun menaikkan kepalanya menatap keluar jendela. Itu artinya gadis itu bersedia menggantikan tugas Jaewoo, kenapa Kyuhyun tidak terkejut mendengarnya.
“arraso”
“anda bisa mulai memberikan jadwal anda padanya sore ini”
“aku tahu, tidak perlu diingatkan” Kyuhyun menutup teleponya lalu kembali pada pekerjaanya. Matanya berhenti membaca digantikan dengan tatapan kosong dikertas laporan itu, kenapa gadis itu mau melakukannya?. Tidak ada orang yang bersedia melakukan hal konyol seperti ini, bersedia mengandung anak seseorang hanya untuk kesembuhan neneknya, setelahnya bersedia memberikan bantuan untuk mengurusnya? Gadis seperti apa dia ini?.
Kyuhyun menyandarkan dirinya disandaran kursi lalu menerawang jauh, Eunso memang mirip dengan Minhye, tapi sesuatu membuat Kyuhyun tersadar bahwa mereka benar-benar berbeda, apa mungkin karena rasa mereka berbeda?. Kyuhyun pernah mencium Minhye sekali, dan ia merasakan kegembiraan yang luar biasa waktu itu, berbeda dengan Eunso. Hanya mencium sekali gadis itu membuat Kyuhyun merasakan bukan perasaan gembira tapi perasaan membutuhkan.
Kyuhyun teringat kembali akan malam tadi, dimana Eunso berada dibawahnya, menggeliat dan mendesah nikmat. Kyuhyun menggelengkan kepalanya membuang jauh pikiran itu, jika terus diingat kemungkinan Kyuhyun tidak akan bisa fokus pada pekerjaanya karena ingin segera pulang dan meniduri Eunso lagi. dengan cepat Kyuhyun bisa kembali berkonsentrasi dan kembali pada kesibukannya bekerja.
.
.
Malam harinya kyuhyun pulang menemukan Eunso berdiri dihadapanya dengan senyum diwajahnya. “selamat datang tuan Cho, anda ingin mandi atau makan dulu?”
Kyuhyun mengertukan alisnya, Jaewoo memang sering bertanya seperti itu dan Kyuhyun terbiasa mendengarnya, tapi kenapa jika Eunso yang bertanya terdengar seperti sambutan dari seorang istri kepada suaminya yang baru pulang bekerja. Kyuhyun berdeham, “mandi” jawabnya.
“mandi” Eunso menganggukan kepalanya lalu mengulurkan tanganya kepada Kyuhyun ketika kyuhyun melepaskan jasnya. Kyuhyun memandangi Eunso sambil menyerahkan jasnya kepada Eunso, melepaskan dasinya dan menyerahkannya kepada Eunso lagi. ini menarik, pikir Kyuhyun.
Kyuhyun berjalan kearah kamarnya, mendengar jelas langkah ringan Eunso mengikutinya dari belakang. Sesampainya dikamar, Kyuhyun membuka kemejanya lalu menyerahkanya kepada Eunso, matanya melirik kewajah memerah Eunso yang memalingkan wajahnya ketika dada Kyuhyun terekspos dihadapanya. Biasanya Kyuhyun tidak akan terpengaruh jika Jaewoo yang mengikutinya sampai ke kamar. Jaewoo selalu menunggu Kyuhyun masuk kekamar mandi dan memungut pakaiannya yang berserakan dilantai tidak menungguinya seperti yang dilakukan oleh Eunso saat ini. Ini menjadi semakin menarik.
Kyuhyun mengamati wajah Eunso selagi ia melepaskan celana panjangnya, mulutnya sedikit melengkung keatas ketika dilihatnya gadis itu melirikkan matanya kearah Kyuhyun lalu melirik lagi kelain arah dengan wajah yang semakin memerah. Berdiri dengan memakai celana boxernya, Kyuhyun menyerahkan celana panjangnya ditangan Eunso yang terulur kedepan, melangkah kedepan agar lebih dekat dengan gadis itu.
“apa Jaewoo mengatakan padamu harus melakukan ini?” tanya Kyuhyun.
“oo” jawab Eunso, menahan nafasnya ketika dada telanjang Kyuhyun berada didepan wajahnya.
Kyuhyun menaikkan alisnya, apa maksud Jaewoo menyuruh Eunso melakukan ini. Tugas Jaewoo memang mengurus kebutuhannya, tetapi tidak sampai pada titik menungguinya melepaskan semua pakaiannya sebelum mandi. Didalam benak Kyuhyun tahu, Jaewoo tengah melakukan sebuah tipu muslihat agar Kyuhyun dan Eunso sering berdekatan, anehnya Kyuhyun tidak menolak untuk berdekatan dengan Eunso seperti ini. melihat wajah Eunso yang memerah karena malu sambil menguatkan diri untuk tetap membantu Kyuhyun hingga selesai, kyuhyun semakin ingin mempermainkan gadis ini.
“biasanya Jaewoo ajhusi menemaniku masuk sampai ke kamar mandi”
“ne..?” Eunso menolehkan kepalanya menatap Kyuhyun.
“tapi, ajhusi bilang hanya sampai menungguimu melepaskan baju” bantah Eunso.
“dia tidak bilang kau harus memeriksa air panasnya?”
“ooh..” Eunso mengerti, ia pun bergegas masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan air shower, memeriksa panas air itu dengan tanganya. “aah.. panas” Eunso mengibaskan tanganya lalu cepat-cepat menekan memutar keran untuk air dingin, menunggu beberapa saat lalu memeriksa airnya lagi. “sudah cukup hangat” Eunso memutar tubuhnya dan terkesiap kaget karena Kyuhyun sudah melepaskan sisa pakaiannya dan berdiri tepat dibelakangnya.
Kyuhyun memegang pundak Eunso lalu mendorong gadis itu masuk kedalam bilik berkaca kamar mandi, membuat gadis itu basah karena guyuran air hangat dari pancuran. Eunso mengerjap kaget mengusap wajahnya yang basah lalu bersandar di tembok bermarmer yang ada dibelakangnya. Matanya menatap lebar ketika Kyuhyun mengambil pakaian yang dipegang Eunso lalu membuangnya keluar.
“disambut seperti ini lebih menyenangkan dari pada disambut oleh Jaewoo ajhusi”
Eunso menelan salivanya memandang pemandangan menakjubkan dihadapannya, mereka sudah basah karena guyuran air dari shower. “tapi ajhusi bilang aku tidak harus sampai masuk kedalam sini” Eunso berusaha mengeluarkan suaranya, ketika tubuhnya dialiri listrik menyambut sentuhan tangan Kyuhyun ditubuhnya.
“dia juga tidak bilang kita akan bercinta disini kan?”
“ne..?”
“jangan pura-pura bodoh. Sekarang lepaskan bajumu yang sudah basah ini, lalu kita mulai lagi proses membuat bayi” lalu Kyuhyun menunduk dan mencium Eunso dengan keahlian yang sama yang ia tunjukkan kepada Eunso kemarin malam. Suara desahan dan erangan terus keluar dari bibir mereka. Kyuhyun berhasil membebaskan Eunso dari pakaiannya yang sudah basah, menumpuk pakaian itu dilantai bermarmer.
Air hangat yang keluar dari shower membuat pergulatan mereka menjadi semakin panas, gerakan tangan Kyuhyun mengusap dan membelai dengan tergesa-gesa, uap panas menyelimuti mereka, meninggalkan embun disekeliling dinding kaca bilik kecil itu. Tidak ingin bermain-main karena tubuhnya sudah sangat ingin dipuaskan Kyuhyun mengangkat Eunso dalam gendonganya mengalungkan kaki Eunso dipinggangnya, mendorong Eunso hinggan punggung gadis itu membentur tembok bermarmer. dan mulai memasuk lubang hangat gadis itu.
Eunso mengigit bibirnya tertahan, merasakan sekali lagi benda tumpul itu memasuki dirinya, rasanya tidak sesakit seperti kemarin tapi Eunso tetap terkesiap kaget karena tiba-tiba merasa penuh dibawahnya. Kyuhyun mengerang karena Eunso masih sesempit kemarin, mendesah setelah berhasil masuk seutuhnya, dan mulai bergerak dengan tekanan yang cepat dan memabukkan.
Eunso menumpukan tanganya dibahu Kyuhyun, merasakan kenikmatan bertubi-tubi seiring pergerakan tubuh mereka. Desahan dan erangan menyertai mereka. Kyuhyun mencium Eunso ketika gelombang kenikmatan itu menghampirinya, dengan sekali dorongan Kyuhyun pun sampai pada pelepasannya. Begitu juga dengan Eunso yang datang sedetik sebelum Kyuhyun, Eunso sekali lagi merasakan aliran hangat memasuki rahimnya. Mungkin setelah ini Eunso benar-benar akan hamil.
Setelah berhasil mengatur nafasnya, Kyuhyun melepaskan dirinya dari Eunso dan menurunkan kaki gadis itu kembali menginjak lantai. “maaf aku menyerangmu seperti ini” ujar Kyuhyun menyesal.
Eunso menatap Kyuhyun takjub, namja itu meminta maaf padanya?. “gwencana” jawab Eunso, apa lagi yang harus ia jawab?.
“sekarang kau harus ikut mandi bersamaku” Kyuhyun menjauh dari Eunso, menyemprotkan sabun cair ditanganya kemudian menggosoknya dengan kedua tangan hingga berbusa. Kyuhyun mengusapkan tanganya yang berbusa ditubuh Eunso, tangan, perut, lengan hingga kepayudara gadis itu. Kyuhyun berlama-lama menyabuni payudara Eunso, semalam dia tidak melihat dengan jelas, gadis ini memiliki lekukan tubuh yang indah, payudaranya penuh hingga bisa memenuhi tanganya.
Kyuhyun menarik pinggang Eunso hingga menempel dengan tubuhnya, Kyuhyun sudah menengang lagi hanya dengan memandangi tubuh Eunso. “sekali lagi, setelahnya kita benar-benar mandi” setelah mengucapkannya Kyuhyun pun mendaratkan ciumannya. Dan sekali lagi bercinta dengan Eunso.
.
.
.
@Rumah besar keluarga Cho.
“kau melaukannya dengan sangat baik Jaewoo-aa”
“tentu saja nyonya, aku juga pandai berakting”
“aku harap mereka jadi semakin dekat, dan saling jatuh cinta. Bukankah bagus jika gadis itu nantinya akan menikah dengan Kyuhyun?”
“anda tidak keberatan tuan muda menikah dnegan gadis biasa-biasa saja?”
“setelah semua ini terjadi? Tentu saja tidak,aku akan merestui siapapun wanita yang bisa mengembalikan putraku seperti Cho Kyuhyun yang dulu”
“bahkan dari seorang wanita yang tidak jelas asal-usulnya?”
“yaaa..”
“bagaimana jika dari wanita yang datang dari masa lalu?” Jaewoo bertanya hati-hati.
“apa maksudmu?”
Jaewoo menyerahkan sebuah koran kepada Younghwa. Younghwa mengambil koran itu dan membacanya pelan-pelan. “gadis ini akan bercerai?”
“begitulah yang diberitakan”
“apa dia akan kembali ke Seoul?”
“aku tidak tahu nyonya”
Younghwa meremas koran itu dengan emosi tertahan. “jangan sampai Kyuhyun tahu berita ini” ancamnya pada Jaewoo. “bercerai? Yang benar saja? tidak puas dengan suaminya?” dengus Younghwa. “jika dia memutuskan untuk kembali dari London dan pulang ke Seoul, usahakan Kyuhyun tidak pernah tahu, kau mengerti?. Aku tidak mau gadis itu memasuki hidup Kyuhyun lagi dan merusak rencana kita berdua”
“akan kulakukan semampuku nyonya”
Younghwa menaikkan sudut bibir kirinya, mendengus pelan. “ck.. Kim Minhye, aku tidak akan pernah mengizinkanmu mempengaruhi putraku lagi”.
.
.
.
TBC…
Yaaah.. ini NC terpanas dan terpanjang yang pernah saya buat.. hahahaha.. ada yang bisa menebak konfliknya akan seperti apa?. pasti bisaaaa…, hehehe.. annyeong, see you on next part.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: