Need A Baby chapter 10 End

0
Need A Baby chapter 10 End ff nc kyuhyun eunso
Tittle: Need a Baby?  (Chapter 10 END)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso
And other cast
Category: Chapter, Romance, NC-21
Author: Mylittlechick
Kyuhyun membuka pintu rumah dengan terburu-buru, setelah pintu terbuka ia membawa Eunso masuk kedalam rumah yang masih gelap dan hanya diterangi cahaya bulan, tanpa menunggu lagi namja itu kembali mencium Eunso. lidahnya tidak berhenti menyesap dan menjelajahi bibir Eunso. gadis itu hampir kewalahan karena serangan Kyuhyun yang benar-benar menggebu-gebu itu, sebisa mungkin ia mengimbangi Kyuhyun dengan membalas decapan bibir Kyuhyun.

Kyuhyun mendorong Eunso hingga punggung gadis itu berbenturan dengan tembok dibelakangnya, ia menjauh sedikit hanya untuk melepaskan baju yang dipakai oleh Eunso, Eunso berdigik ketika udara dingin mengenai kulit tubuhnya, namun suhu tubuh panas Kyuhyun langsung mengubah hawa dingin itu menjadi benar-benar panas. Kyuhyun bergerak sangat terburu-buru, terlihat jelas ia sudah menantikan hal ini untuk bisa ia nikmati lagi.
“aakkh..” Eunso menjerit merasakan kedua tangan Kyuhyun meraup payudara yang berada dibalik bra. Tidak butuh waktu lama namja itupun melepaskan kaitan bara Eunso dan membuangnya begitu saja. bibirnya menemukan puncak payudara Eunso, ia menjilat dan menghisap dengan kencang, membuat Eunso mengerang nikmat. Tangan gadis itu mencengkeram kuat rambut Kyuhyun ketika namja itu menempelkan tubuh mereka berdua. Eunso bisa merasakan kerasnya kejantanan Kyuhyun menyentuh bagian bawah tubuhnya.
Sama seperti Kyuhyun yang tidak bisa menahan diri lagi karena sudah merindukan hal ini, Eunso pun bergerak agresif, tangannya meraih ujung baju Kyuhyun dan menariknya keatas. Kyuhyun menjauh hanya untuk meloloskan bajunya dari kepalanya. Tangan namja itu menelusup kebalik celana Eunso dan menurunkannya secara perlahan.
Eunso memejamkan matanya karena gerakan yang lambat itu. “oppa.. kamarnya..”
“kamar..?” Kyuhyun membeo, pikirannya tidak bisa berfikir jernih, terlalu asik mengecap seluruh leher Eunso.
“ke kamar…” ulang Eunso..
Mengerti maksud Eunso, Kyuhyun pun menggendong Eunso. Eunso pun langsung melingkarkan kakinya diseputar pinggang Kyuhyun selagi Kyuhyun membawa dirinya ke kamar, sesampainya dikamar Kyuhyun membaringkan dirinya dan juga Eunso keatas tempat tidur besar milik Kyuhyun. Kyuhyun kembali menarik lepas celana Eunso dan berhasil membuat gadis itu telanjang, dengan cepat ia pun melepaskan sisa pakaiannya sendiri dan menyusul Eunso. Ia menunduk diatas Eunso, menepis rambut yang menutupi wajah Eunso.
“sudah setahun lebih.. aku tidak bisa menahannya” bisik Kyuhyun, dengan sambil mencengkeram bantal yang berada dibawah kepala Eunso. “aku tidak ingin terburu-buru.. tapi..”
Eunso menangkupkan tanganya diwajah Kyuhyun lalu mengusap pelan rahang keras namja itu. “aku tidak apa-apa oppa..”
Kyuhyun menunduk dan mencium Eunso, tangannya membimbing kejantanannya masuk kelubang hangat milik Eunso. lalu perlahan mendorongnya masuk. Sudah setahun lebih dan Kyuhyun sudah bisa menebak Eunso akan terasa sempit, sesempit ketika gadis itu masih perawan. “lain kali kita akan melakukannya pelan-pelan, tapi hari ini..” Kyhyun terus mendorong masuk.
Eunso mengigit bibir bawahnya merasakan Kyuhyun mendesak masuk, Eunso harus mengatur posisi pinggulnya agar Kyuhyun bisa masuk lebih mudah membuat kyuhyun mengeram nikmat karena jalan masuknya menjadi lebih mudah.
Kyuhyun meraih tangan Eunso dan menggenggamnya ketika berhasil masuk sepenuhnya. “aaahh..” mereka mendesah nikmat bersama-sama. Penyatuan ini terasa lebih nyata ketika mereka saling mengetahui perasaan masing-masing. Kyuhyun mencium Eunso selagi ia mulai menggerakkan pinggulnya. Eunso mencengkeramkan tangannya yang bebas dilengan Kyuhyun, tubuhnya berguncang seirama gengan gerakan Kyuhyun.
“aakkhh oppa..” desahaan Eunso membuat Kyuhyun semakin gila, ia melepaskan tanganya dari tangan Eunso dan mulai meremas payudara Eunso, dan meraup bibir Eunso yang mendesah nikmat. Masuk kedalam permainan yang menggebu-gebu itu Eunso mengalungkan kakinya dipinggang Kyuhyun dan mulai bergerak berlainan arah dengan Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan bibirnya dari bibir Eunso mengerang nikmat karena irama gerakan Eunso membuatnya gila. Kyuhyun terus memanggil nama Eunso, mengucapkan kata-kata cinta  untuk gadis itu. Eunso mencengkeram kuat lengan Kyuhyun yang mungkin besok akan menimbulkan memar merah disana.
“eegghh..” Kyuhyun mengerang nikmat, ia tidak bisa menahannya lagi, pijatan dibawah sana membuatnya tidak bisa menahan diri, terlalu sempit dan nikmat. Kyuhyun memeluk Eunso sebagai tujuan akhirnya, ia akan sampai bersamaan dengan Eunso.
“oppaaah..” teriakan suara Eunso menjadi akhir dari tujuan yang mereka capai, mereka ambruk bersama-sama diatas tempat tidur dengan nafas yang terengah-engah. Kyuhyun menepiskan rambut yang menutupi telinga Eunso lalu berbisik dengan suaranya yang serak. “saranghae..”
Eunso tersenyum, mengalungkan tangannya ditubuh Kyuhyun memeluk namja itu erat. “nado saranghae..”
Kyuhyun tersenyum mengecup lembut pelipis Eunso, lalu berusaha bangkit namun kaki Eunso masih menahan pinggangnya. “anniya.. jangan pergi dulu”
“aku berat..”
“tidak.. tidak berat, begini saja dulu”
Kyuhyun mematuhi Eunso dengan berhenti menarik dirinya, tubuh mereka masih menyatu, denyut-denyut kenikmatan ditubuh mereka pun masih terasa disekujur tubuh mereka. Kyuhyun pun masih merasakan sisa-sisa cairan miliknya masuk kerahim Eunso. Jika Eunso hamil lagi maka Kyuhyun akan memastikan kali itu dia akan memberikan seluruh perhatiannya kepada Eunso, tidak seperti sebelumnya.
“sayang.. aku berat kan?”
“tidak..” Eunso semakin mengeratkan pelukannya
“posisinya tidak enak” Kyuhyun menggeser tubuhnya kesamping, sambil melepaskan kontak tubuh mereka, menarik selimut menutupi mereka berdua. “aku tidak akan membuatmu kurang tidur, tidurlah” Kyuhyun mengecup satu persatu dari mata Eunso agar mata gadis itu terpejam.
“oppa akan terus memelukku?”
“oo..”
“dulu oppa sering melakukannya, itu karena perutku terus sakit karena keram”
“kali ini aku memelukmu untuk menjagamu dari mipi buruk”
“aku benar-benar merasa seperti cinderella, mendapatkan pangeranku sendiri”
Kyuhyun tersenyum lalu mengusap kepala Eunso, “kau tahu, aku bisa membuatmu benar-benar menjadi seorang cinderella”
.
.
Matahari pagi masuk kedalam kamar melalui celah-celah tirai jendela dikamar, pagi ini Eunso terbangun lebih dulu dibandingkan Kyuhyun, matanya terbuka dan langsung dihadapkan oleh pemandangan yang tidak asing, ia hapal kamar ini. Eunso menoleh ketubuhnya yang masih telanjang, dengan cepat ia menarik selimut menutupi dadanya dan menoleh kebelakang, dimana Kyuhyun masih tidur nyenyak.
Kyuhyun menepati janjinya tidur dengan memeluk Eunso sepanjang malan, terbukti dari tangan Kyuhyun yang masih berada dibawah kepala Eunso dan tangan satunya lagi masih melingkar dipinggang Eunso. Eunso kembali menoleh kedepan, menikmati saat-saat pagi yang indah dimulai dengan terbangun dalam pelukan Kyhyun. 
Nafas Kyuhyun yang bertiup pelan dibelakang kepalanya tiba-tiba berubah cepat dan berpindah posisi kepunggungnya, namja itu juga sudah bangung, terlihat dari gerakan tanganya yang melingkar di pinggang Eunso tiba-tiba naik dan meraup payudara gadis itu.
“oppa..?” Eunso mendesah ketika sekali lagi ia merasakan sensani mendebarkan dan hangat tubuh Kyuhyun. Kyuhyun menarik Eunso agar menempel padanya. Tangannya yang tadinya memegang payudara Eunso merambat turun menyentuh daerah kewanitaannya, sedangkan tangan yang berada dibawah kepala Eunso mengambil alih tugas meremas payudara Eunso.
“eeuugghh,,” keluar desahan tertahan dari bibir Eunso ketika jari-jari piawai Kyuhyun menemukan lubang hangat Eunso, Kyuhyun memasukkan satu jari dan mulai bermain-main disana. Eunso menggigit bibirnya merasakan sensasi nikmat itu, tubuhnya sudah basah hanya dengan sentuhan Kyuhyun. Namja itu menggelitik telinganya, membuat Eunso semakin menggelinjang geli.
“sudah kubilang kan aku tahu dimana tempat yang akan membuatmu geli” bisik Kyuhyun dengan suaranya yang serak karena baru bangun tidur, membuat itu terdengar seksi dan menggoda. Eunso menolehkan kepalanya kebelakang mencari-cari bibir Kyuhyun yang langsung ia dapatkan karena Kyuhyun langsung menciumnya.
Gerakan jari Kyuhyun semakin membuat Eunso tidak tahan, ia sudah akan sampai ke puncak kenikmatannya namun Eunso tidak ingin datang dengan cara seperti itu. Eunso melepaskan ciumannya, tangannya mencari-cari kebawah dan menemukan kejantanan milik Kyuhyun yang sudah sekeras batu.
Kyuhyun tersenyum, mengerti apa yang diinginkan oleh Eunso, ia menarik keluar jarinya dan membiarkan Eunso membimbing kejantanannya masuk kedalam lubang hangat Eunso.
“aarggh..” mereka berdua mendesah bersamaan ketika Kyuhyun sudah masuk seutuhnya, namja itu langsung menggerakkan pinggulnya menghujam berkali-kali, membuat permainan itu semakin memanas dan menggila, desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya.
Kyuhyun berhenti sejenak dan bergerak bangun dan duduk tanpa sedikit pun melepaskan kontak tubuh mereka, dengan piawai ia membalikkan tubuh Eunso agar menghadap padanya, ia tidak suka bercinta tanpa melihat wajah Eunso. Eunso berpegangan pada lengan kokoh Kyuyun selagi kyuhyun terus menghujamkan dirinya.
Eunso mendesah dan mulai menyesuaikan irama percintaan Kyuhyun mereka saling memandangi satu sama lain selagi mereka terus begerak, membuat semua ini terasa lebih indah. Kyuhyun menepiskan rambut yang menutupi mata Eunso dan mencium gadis itu. “kau cantik” bisik namja itu, mulutnya menjelajah dimulut Eunso, lalu melepaskan ciumannya ketika akhirnya dia dan Eunso mencapai puncak kenikmatan mereka.
Kyuhyun menyandarkan kepalanya dibahu Eunso, bernafas dengan tersengal-sengal, Eunso memeluk bahu Kyuhyun erat, ia selalu suka merasakan berat tubuh Kyuhyun menindihnya. “kita harus bangun dan pulang kerumah besar” bisik Kyuhyun.
“nee..”
“sebenarnya, eomma melarangku menyentuhmu sampai kita menikah, tapi mianhae.. aku tidak bisa menahan diriku sendiri”
“aa.. aku yang akan bicara dengan eommunim” Eunso tiba-tiba ingin melindungi Kyuhyun dari kemarahan nyonya Cho.
Kyuhyun tertawa lalu bangkit dari tubuh Eunso. “gwencana, aku yakin eomma hanya bisa mengatakan. Namanya juga Cho Kyuhyun tidak bisa dilarang” Kyuhyun menarik tangan Eunso agar ikut berdiri bersamanya.
“tapi kau memang tidak bisa dilarang” jawab Eunso menyetujui.
Kyuhyun sekali lagi tertawa renyah, Eunso menyukai tawa itu. dulu ia sering melihat Kyuhyun tertawa tapi tidak seperti sekarang, namja itu terlihat lebih bahagia. Eunso bersyukur karena Kyuhyun juga merasakan kebahagian yang sama dengannya.
Kyuhyun menarik Eunso masuk kedalam kamar mandi, menyalakan shower dan mengatur panasnya air yang keluar, lalu mendorogn Eunso masuk kedalam bawah pancuran. “saatnya mandi….”
.
.
“jinjja.. Cho Kyuhyun, seharusnya kau bersikap lebih sopan, ada neneknya Eunso dirumah ini. Bagaimana mungkin kau membawa cucunya pergi tengah malam seperti itu?. apa saja yang kalian lakukan sampai pagi.. aah sudahlah lupakan aku pernah menanyakannya. Sekarang, cepat cari tanggal untuk pernikahan kalian”
Nyonya Cho tidak habis-habisnya mengoceh kepada putranya ketika Kyuhyun pulang bersama Eunso pagi itu, yah, tidak bisa dibilang pagi karena mereka pulang menjelang siang. “eomma.. apa kau sadar belakangan ini kau semakin cerewet?”
“yaaakk…!!!!”
CUP..
Nyonya Cho terdiam menerima satu kecupan ringan dipipinya. Kyuhyun tersenyum sambil mengedipkan matanya sebelah,setelah puas menggoda ibunya. “eomma saja yang menentukan tanggalnya” Kyuhyun-pun berlalu meninggalkan Younghwa. “aah.. aku juga janji tidak akan menyentuh Eunso lagi sebelum menikah jika itu yang eomma khawatirkan” setelah berteriak untuk terakhir kalinya Kyuhyun menghilang dibalik pintu kamarnya.
Younghwa terdiam untuk beberapa saat, merasakan campuran emosi yang meluap, airmatanya menggenang dipelupuk matanya.
“nyonya..?” suara Jaewoo memanggilnya
Younghwa pun menoleh kearah Jaewoo dengan airmata berlinang dipipinya. “putraku kembali.. dia kembali seperti dulu lagi..”
“ya nyonya.. aku melihatnya..”
“ya Tuhan.. aku bisa pingsan sangking bahagianya.. ya Tuhan..”
Benar, Kyuhyun telah kembali menjadi putranya yang lucu, manis dan lembut. Tidak ada yang bisa menggambarkan seperti apa rasa haru yang ada didada nyonya Cho saat ini, seorang ibu yang bahagia melihat putranya keluar dari jalan sesatnya setelah menemukan jalan untuk kembali.
.
.
.
.
Berita besar koran pagi ini adalah….
PENGUSAHA CHO KYUHYUN MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAH
Berita ini mengejutkan semua pihak, pasalnya pengusaha Cho Kyuhyun tidak menikahi aktris Kim Minhye seperti yang selama ini diberitakan. Kabar mereka menjalin hubungan hanyalah sebuah rumor, buktinya perusahaan Cho telah mengkomfirmasi bahwa Cho Kyuhyun akan menikah malam ini dengan seorang wanita yang latar belakangnya terkesan biasa saja.
Berita yang paling mengejutkan lainya lagi adalah Cho Kyuhyun dan wanita yang yang namanya masih dirahasiakan itu telah memiliki anak berusia 1 tahun 4 bulan, belum ada yang melihat seperti apa wajah dari calon istri dan anak mereka. Karena pernikahan ini tertutup awak media dilarang masuk untuk meliput kelangsungan pernikahan itu.
Menurut kabar yang kami dengar wanita ini adalah mantan pegawai yang dulunya pernah bekerja disalah satu hotel milik Cho Kyuhyun, apakah mereka bertemu secara tidak sengaja dihotel dan menjalin hubungan yang menghasilkan seorang anak?. Munkinkah pernikahan ini terjadi tanpa adanya cinta melainkan rasa tanggung jawab. Pernikahan seperti ini terbilang baru, seorang pengusaha kaya menikahi seorang wanita miskin terdengar sangat tidak biasa……..
Kyuhyun berhenti membaca berita itu lalu melemparkannya keatas meja, matanya menatap tajam kearah pintu rahanganya mengeras. Kyuhyun menoleh kearah Jaewoo yang selalu setia menemani Kyuhyun kemanapun. “apa Eunso membaca korannya?”
“aku rasa tidak tuan” jawab Jaewoo
“jangan biarkan dia membaca koran, para media memang selalu berkata pedas dan menyakitkan mata”
“nee tuna” Jaewoo membantu Kyuhyun memakai tuxedo nya dan menepuk bagian yang terlihat kotor. Merapikan bagian depan tuxedo itu serta mengatur ulang kerahnya. Jaewoo tersenyum puas memandangi penampilan Kyuhyun, sebentar lagi majikannya itu akan menikahi wanita yang sangat dicintainya. Rasa haru membanjiri Jaewoo, bagaimana pun juga Jaewoo menyaksikan tumbuh kembang Kyuhyun. Ia sudah setia bekerja dengan keluarga Cho dari sejak ayah Kyuhyun lahir, menikah dengan Younghwa dan akhirnya Kyuhyun pun lahir.
Menyaksikan bagaiman tumbuhnya Kyuhyun membuat Jaewoo memiliki perasaan tersendiri kepada Kyuhyun, Jaewoo menyaksikan Kyuhyun terpuruk ketika tiba-tiba ayahnya meninggal di usianya yang masih sangat muda dan belum siap untuk melanjutkan tugas-tugas ayahnya memimpin banyak sekali hotel dan mall. Menyaksikan Kyuhyun harus bersaing dengan para kolega yang sudah terkenal dengan kelicikan dan ketamakan mereka untuk merebut posisi Kyuhyun, dan Jaewoolah yang menjadi saksi Kyuhyun menjadi kuat setiap harinya melawan orang-orang itu.
Kyuhyun berubah menjadi pribadi yang garang dan kejam, tapi masih ada sedikit perasaan lembut untuk Minhye, namun setelah terluka karena ditinggal oleh Minhye, Kyuhyun berubah menjadi tidak tersentuh sama sekali. Kejam, dingin dan mematikan. Dan terakhir Jaewoo menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Kyuhyun kembali kepada pribadinya yang dulu, meskipun ia masih menjadi pemilik perusahaan besar yang ditakuti ada perubahan besar lainnya yang ditunjukkan namja itu dirumah. Kyuhyun menjadi lebih ramah, baik, penyayang dan kembali memiliki selera humor. Semua itu terjadi hanya karena pengaruh seorang wanita. Song Eunso.
“ajhusi kenapa?” suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Jaewoo, Jaewoo mengusap sudut matanya yang hampir saja basah lalu tersenyum kepada Kyuhyun.
“tidak ada tuan muda, anda terlihat sangat tampan dengan baju itu”
Kyuhyun memicingkan matanya, ia tahu ada sesuatu yang ganjal dari Jaewoo. “ajhusi kenapa? Katakan padaku”
Jaewoo tersenyum. “tuan muda ingat apa yang aku sampaikan dimalam ketika kita membawa Eunso kerumah sakit?”
Kyuhyun diam lalu menganggukkan kepalanya. “oo..”
“setelah tuan dan Eunso menikah, bolehkah aku mendapatkan libur panjang disisa usiaku tuan”
Kyuhyun merasakan sentakan kesedihan ketika Jaewoo mengajukan pengunduran dirinya, setelah hidup bersama-sama dari kecil Jaewoo sudah seperti sebagian dari dalam keluarganya. “ajhusi tidak mau melihat Naeun tumbuh?”
“aku bisa mampir kapan-kapan untuk berkunjung”
“mungkin saja nanti Naeun punya adik laki-laki dan dia butuh seseorang untuk mengurusnya”
Jaewoo tersenyum karena Kyuhyun masih ingin membujuknya untuk tidak berhenti. “aku ingin sekali tuan, selalu menjadi bagian dihidup keluarga Cho, tapi aku sudah terlalu tua untuk terus bekerja”
Kyuhyun menganggukkan kepalanya, rasanya begitu sulit melepaskan namja yang sudah menjadi saksi seluruh hidupnya itu. “aku akan merindukan ajhusi” ujar Kyuhyun tulus,
“saya juga tuan” Jaewoo kembali merasakan desakan airmatanya, ternyata berpisah dengan Kyuhyun jauh lebih sulit dari apapun juga didunia ini. Kyuhyun mengulurkan tangannya dan memeluk namja tua itu. mereka berpelukan khas laki-laki dan saling menepuk punggung masing-masing.
“tapi ajhusi boleh pergi setelah pernikahan ini selesai”
.
Eunso memandangi dirinya yang sedang duduk dikursi terpantul di cermin, gaun panjang berwar putih itu terlihat sangat indah, bagian bawah gaun itu juga mengembang lebar. Khas baju-baju pengantin ala orang barat dijaman kerajaan dulu. Gaun itu terbuat dari beberapa lapisan kain linen berwarna putih dan bergelombang. Rambutnya dibuat bergelombang dengan ikal-ikal yang kecil tersemat dikedua pipinya, mahkota kecil menghiasi kepalanya. Membuatnya benar-benar menjadi seorang putri hari ini.
“kau benar-benar cantik” puji Younghwa, akhirnya hari ini telah tiba, Younghwa bisa melihat putranya menikah dengan wanita yang ia cintai, dan yang lebih membahagiakannya lagi Younghwa mengukai dagis ini. “akhirnya kau benar-benar akan menjadi menantuku.
“gomawo eomunim”
Younghwa menatap Eunso dengan mata berkaca-kaca, wanita itu menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan desakan airmata itu, hari ini ia tidak akan menangis, dia akan merasa bahagia.
“Kau mirip dengan ibumu.. “ neneknya duduk disebelah Eunso sambil mengusap lembut rambut Eunso. “halmoni juga tidak mengira akan hidup selama ini sampai akhirnya melihatmu menikah. Ini benar-benar anugrah terindah dihidupku” Eunso tersenyum menjawab neneknya, tidak mungkin Eunso bilang bahwa neneknya masih bisa hidup memang karena biaya operasi yang diberikan oleh Kyuhyun. Semua ini akan tetap menjadi rahasia untuk neneknya.
Eunso menyandarkan kepalanya dibahu neneknya, satu-satunya keluarga yang ia miliki itu. “aku juga bersyukur halmoni masih sehat sampai hari ini tiba” mereka saling berpelukan dalam waktu yang lama, saling mengungkapkan perasaan masing-masing hingga satu-satunya sahabat Eunso datang menemuinya.
“wooah.. Eunso-ya.. kau cantik sekali” Eunso tersenyum, menoleh kearah pintu dan melihat Minri datang keruang gantinya. “ini pasti gaun yang sangat mahal” desah minri kagum, setelah Eunso dibawa kerumah Kyuhyun Eunso jadi jarang bertemu dengan Minri, tapi Eunso tahu kehidupan gadis itu sangat baik karena Kyuhyun menaikkan jabatan Minri menjadi kepala manager bagian pelayan, menggantikan manager Kang, sedangkan manager Kang dipindah tugaskan ke hotel lain dengan jabatan yang lebih tinggi. pembagian yang cukup adil, itu yang Minri katakan kepada Eunso ketika Eunso menelponya.
“Minri-yaa.. terima kasih, untuk semuanya”
“eey.. tidak perlu, kita kan bersahabat” Minri menggenggam tangan Eunso dengan erat, ia tidak ingin merusak dandanan Eunso dnegan memeluk gadis itu. “aah..aku iri, kau juga ingin menikah, jika Kyuhyun punya teman laki-laki kenalkan padaku ya?”
“kau memanggilnya Kyhyun sekarang?”
“ssstt.. hanya didepanmu, jangan katakan padanya aku memanggilnya seperti itu, bisa-bisa aku dipecat”
“ahahahah arraso..”
Setelah neneknya, Younghwa dan Minri pergi, Eunso dikejutkan oleh tamu yang tak terduga, ia tahu Kyuhyun mengundang gadis itu tapi Eunso tidak pernah tahu bahwa gadis itu akan menemuinya secara khusus. “Minhye-ssi”
“annyeong Eunso-ssi” Minhye masuk dan membungkukkan badanya, memberi hormat kepada nenek Eunso dan Minri, menyadari siapa wanita itu Minri pun mengajak nenek Eunso untuk pergi. Meninggalkan Eunso dan Minhye berdua saja.
“aku sudah sangat ingin menemuimu ketika tahu Kyuhyun sudah menemukanmu, tapi aku terlalu sibuk. Aku benar-benar ingin mengucapkan permintaan maafku padamu, malam itu aku memang sengaja ingin membuatmu terluka dengan membiarkanmu membuatkan susu untuk Kyuhyun dan dengan sengaja membuka pintu dengan lebar. Jika saja aku tidak egois, kau mungkin tidak akan celaka”
“gwencana, aku mengerti..”
“kau tidak akan mengerti..”
“anniya, aku sungguh-sungguh mengerti.. jika saja kau yang berada diposisimu, mungkin aku akan melakukan hal yang sama”
Minhye tersenyum lalu mendesah. “kau memang gadis yang baik, memang cocok untuk menjadi pendamping Kyuhyun yang keras kepala. Chukae..”
“nee.. gomawo..”
“aah.. ini bunga untukmu, aku dan Minyoung sengaja merangkainya untuk kau pakai hari ini”
“gomawo Minhye-ssi”
“tidak perlu sungkan..”
“Minhye-aa..kau datang?” suara Kyuhyun muncul dari arah pintu, Eunso dan Minhye langsung menoleh kearah pintu.
“tentu saja, ini kan hari besarmu. Yaa.. Cho Kyuuhyun, akhirnya kau menikah juga eoh?” Minhye meninjukan tanganya dilengan Kyuhyun dengan mata yang sedikit basah. “berbahagialah”
“gomawo..” Kyuhyun mendaratkan satu kecupan sayang dipunggung tangan minhye, sebagai ucapan persahabatan kepada Minhye. Minhye tersenyum lalu mengundurkan dirinya dari ruang ganti tersebut. Meninggalakan calon pengantin baru itu berdua saja.
Eunso tidak merasakan desakan cemburu sedikitpun melihat adegan itu, sekarang ia mengerti. Hubungan yang ada diantara mereka berdua hanyalah sebuah persahabatan, mungkin karena terlalu sering bersama-samalah yang membuat Kyuhyun berfikir bahwa ia hanya mencintai Minhye saat itu.
Kyuhyun kembali menoleh kearah Eunso lalu terdiam, gadis itu terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih itu. seperti Kyuhyun yang terpesona Eunso pun seperti itu, menatap takjub Kyuhyun yang berdiri dengan balutan tuxedonya.
“yeoppeoseyo..” ujar Kyuhyun ketika sudah berdiri dihadapan Eunso.
“oppa seharusnya tidak boleh kesini”
“aku sudah tidak sabar untuk melihatmu” Kyuhyun berlutut dihadapan Eunso dan mengusap lengan Eunso yang tertutup sarung tangan berwarna putih. Matanya tidak lepas memandangi wajah Eunso. “apa kau memang secantik ini?”
Eunso tertawa lalu menggelngkan kepalanya. “aku tidak tahu”
Kyuhyun tertawa pelan. “aku punya sesuatu untukmu” bisik Kyuhyun
“apa..?”
Kyuhyun meraih pergelangan kaki Eunso yang berada dibalik tebalnya gaun pengantin itu dan melepaskan sepatu cantik yang dipakai Eunso. Setelah sepatu itu lepas Kyuhyun mengulurkan tangannya yang ia sembunyikan dibelakang punggungnya sejak ia masuk tadi dan memakaikan sepatu yang berwarna putih transparan dengan sebuah bunga yang terbuat dari manik-manik berkilau menghiasi ujung sepatunya. Lalu sekali lagi Kyuhyun melepaskan sepatu yang sebelahnya dan memakaikan pasangan sepatu itu dikaki Eunso.
Eunso memandang bingung sepatu itu, sepatu itu sama cantiknya dengan sepatu yang tadinya Eunso pakai, tapi yang ini terasa lebih berkilau dan pas dikakinya.
“ini sepatu kaca untuk Cinderellaku” Eunso melebarkan matanya, sepenuhnya terkejut. ia tidak tahu Kyuhyun akan berlaku seromantis ini.
“sepatunya benar-benar terbuat dari kaca?” bisik Eunso.
“oo.. aku memesannya langsung, Sepatu ini hanya ada satu didunia, karena hanya ada satu cinderella dan dia milikku”
“oppa..”
Kyuhyun mengulurkan tangannya dipipi Eunso lalu mencium pelan gadis itu. “sudah kubilang, akan kubuat kau benar-benar menjadi cinderella”
Eunso mencoba menghalau desakan airmatanya dengan tertawa, Minri dan Jaewoo benar, Kyuhyun bisa sangat-sangat romantis kepada wanita yang dicintainya. Dan ia meras beruntung karena menjadi gadis yang mendapatkan semua hal-hal romantis dari Kyuhyun. Dan namja itu membuat hidupnya benar-benar seperti sebuah dongeng.
.
Upacara pernikahan berlangsung dengan penuh rasa haru, semua orang menyelamati Kyuhyun dan Eunso dalam suka cita. Naeun pun bergembira karena ada banyak orang disekelilingnya, bayi perempuan itu sudah mulai terbiasa melihat Eunso. ia sudah mulai mau dipegang oleh Eunso bahkan bermain dengan Eunso. meskipun bayi perempuan itu belum mau digendong oleh Eunso, Eunso sudah cukup berpuas diri karena Naeun sudah mulai terbiasa dengannya.
Kyuhyun menggendong Eunso lalu menarik pinggang Eunso kedalam pelukannya. “Naeun, tidakkah eomma cantik?”
“maaa..” seru Naeun pelan, matanya tidak lepas menatap Eunso yang berada dipelukan ayahnya. Bayi perempuan itu awalnya tidak suka melihat ayahnya sering memeluk Eunso, namun tidak masalah jika ia ikut dipeluk ketika Kyuhyun memeluk Eunso.
Naeun menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun, begitu juga dengan Eunso yang menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun satu lagi. Eunso memandangi wajah putrinya yang serius menatapnya, menebak-nebak apa kira-kira yang sedang Naeun pikirkan.
Eunso menyentuhkan tanganya mengusap kaki Naeun, bayi perempuan itu tidak menolak disentuh, ia tetap menatap wajah Eunso. Kyuhyun menunduk memandangi keduanya, tersenyum ketika istri dan putrinya saling mencari tahu dengan tatapan mata mereka. Kyuhyun mengecup pipi Naeun, kemudian mencium pipi Eunso. melihat itu Naeun mengangkat kepalanya dari bahu Kyuhyun lalu menatap penasaran kearah Eunso. Eunso menaikkan kepalanya juga dan terkejut ketika Naeun maju mendekatinya dan mencium pipinya juga.
Eunso menoleh kearah Kyuhyun dengan senyum dan ekspresi terkejutnya, Kyuhyun juga tidak kalah terkejut melihat adegan itu. “oppa melihatnya?”
“oo..” Kyuhyun memandangi putrinya yang sedang membalas tatapannya sambil tertawa pelan, merasa lucu dengan kegiatan barusan. “kita coba lagi” Kyuhyun mencium sekali lagi pipi Eunso. CUP..  yang selanjutnya diikuti oleh Naeun, ia mencium lagi pipi Eunso.. CUP..
Eunso tertawa geli membuat Naeun ikut tertawa, “oppa lagi..” pinta Eunso. dengan sambil tertawa Kyuhyun dengan senang hati mematuhi permintaan Eunso, ia mencium pipi Eunso yang satunya lagi yang langsung diikuti oleh Naeun. Naeun tertawa bahagia melihat Eunso sedikit kegelian, bayi perempuan itu terlihat kegirangan karena kedua orang dewasa dihadapannya itu tertawa bahagia, ia menyukai permainan mencium pipi Eunso.
Permainan mencium pipi Eunso itu selesai dengan tawa bahagia, Eunso memandangi wajah Kyuhyun karena rasa syukur. Kyuhyun membalas tatapan Eunso dengan ekspresi yang sama, namja itu mencium kepala Eunso lalu berbisik. “sudah kubilang, ia akan mengenali ibunya sendiri”
Melihat ayahnya memeluk Eunso lebih erat, Naeun pun mengulurkan tanganya kearah Eunso. Eunso terpana kemudian mengulurkan tanganya menyambut uluran tangan Naeun, dan tiba-tiba bobot tubuh Naeun berpindah kedalam gendongannya. Naeun menyandarkan kepalanya dibahu Eunso, lalu memejamkan matanya.
“dia mengantuk” ujar Kyuhyun.
Eunso tersenyum kemudian menggoyangkan badannya kekiri dan kanan, membuai Naeun didalam gendongannya. Akhirnya, Naeun mau digendong oleh Eunso, bahkan bayi perempuan itu pun tidur dipelukan Eunso.
.
“Neun sudah benar-benar tidur kan?” bisik Kyuhyun kembali ke Eunso setelah 10 menit berlalu, namja itu kembali dari kegiatannya menyalami tamu-tamu yang datang.
“oo..”
“berikan Naeun kepada Eomma”
“nee..?”
“ayolah..” Kyuhyun mendorong punggung Eunso kearah ibunya. “eomma..” panggilan Kyuhyun menginterupsi nyonya Cho yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa tamu. “titip Naeun”
Nyonya Cho-pun mengambil Naeun dari gendongan Eunso. “kau mau pergi?” melihat dari gelagat Kyuhyun sepertinya namja itu ingin pergi. “tapi acara belum selesai, masih ada banyak tamu”
“kami tidak akan jauh” jawab Kyuhyun, menarik tangan Eunso agar ikut bersamanya. Eunso yang tidak tahu kemana tepatnya namja itu akan membawanya pun mengikuti dengan patuh. Kyuhyun membawa Eunso keluar dari aula yang menggelar pesta, langkahnya sedikit terburu-buru membuat Eunso harus mengangkat roknya sedikit lebih tinggi untuk mengimbangi langkah Kyuhyun.
Sesampainya dilift mereka harus menunggu sedikit lebih lama, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Kyuhyun dengan memeluk Eunso dan mencium wanita yang baru saja menjadi istrinya itu. Tidak menghiraukan sama sekali orang ataupun pegawai yang melewati mereka.
“sebenarnya oppa mau mengajakku kemana?” Eunso berusaha bertanya disela-sela ciuman mereka.
“bercinta..”
“tapi.. ini masih ditengah-tengah pesta” Eunso berusaha menjauhkan wajahnya dari serangan ciuman Kyuhyun.
“sebentar saja”
Pintu lift terbuka tepat sebelum Eunso mengajukan protesnya. Kyuhyun menarik Eunso kedalam lift lalu kembali meredam protes Eunso dengan bibirnya, Eunso tidak bisa mengutarakan protesnya lagi melainkan mendesah karena hasratanya sudah mulai naik. Entah apa yang Kyuhyun pikirkan saat ini Eunso, Eunso tidak bisa menolak apapun itu.
Pintu lift terbuka lagi ditempat yang kyuhyun tuju, mereka keluar dengan langkah yang sedikit berlari, Kyuhyun harus membantu menarik bagian bawah gaun Eunso agar gadis itu bissa berlari menyeimbangi langkahnya. Kyuhyun membawa Eunso kedalam sebuah rumah kaca yang terletak lantai paling atas hotel itu. ada banyak berbagai macam jenis bunga di rumah kaca itu, wangi dari bunga-bunga itu pun bercampur menjadi satu. Selain itu ada langit malam yang diterangi bintang yang terbentang diatas mereka
“yeopeuda..”
Kyuhyun memeluk Eunso dari belakang lalu berbisik. “kau suka istriku..?”, wajah Eunso merona mendengar kata ‘istriku’ itu. Eunso tergelitik geli ketika Kyuhyun mengecup tengkuknya, lalu turun mencium leher dan bahunya, tangan namja itu bergerak naik meremas payudara Eunso dibalik gaun putih itu. Eunso memutar kepalanya dan menemukan bibir Kyuhyun, mereka kembali berciuman panas, dengan saling menjelajahkan lidah mereka dimulut masing-masing.
Tangan Kyuhyun bergerak tidak sabaran menarik gaun Eunso. “oppa.. kita tidak bisa..”
“bisa” bantah Kyuhyun. ia memutar tubuh Eunso agar menghadap padanya.
“bajunya terlalu tebal”Eunso mendesah ketika Kyuhyun mencoba sekali lagi menarik gaun bagian bawah Eunso.
“tidak ada yang bisa menghalangiku untuk bercinta dengan istriku, tidak juga baju ini” Kyuhyun menurunkan Eunso kelantai bermarmer dan dengan mudah menarik lipatan-lipatan tebal gaun itu keatas dan bertumpu dipinggang Eunso. Dengan smirk terkembang diwajah namja itu melepaskan kancing celananya, ia menurunkan celana dalam Eunso sebelum menyentuhkan kejantanannya kelubang hangat milik Eunso.
Eunso mengerang ketika Kyuhyun masuk dengan tiba-tiba, tanganya mencoba meraih Kyuhyun agar mendekat padanya, Eunso frustasi karena tidak bisa memeluk Kyuhyun, pergerakan mereka terhalang oleh tumpukan rok dari gaun pengantin itu dipinggang Eunso. Namun Kyuhyun tidak akan membuat percintaan mereka gagal. Ia menarik tangan Eunso agar bangun dari lantai dan mendudukan gadis itu dipangkuannya.
Eunso mendesah karena posisi itu membuatnya merasakan nikmat yang lebih, Kyuhyun menelusupkan tangannya dirambut Eunso membuat rambut yang tadinya tertata indah itu berantakan. “bergeraklah sayang, seperti yang pernah kuajarkan” . mematuhi Kyuhyun, Eunso pun mulai bergerak dengan canggung diatas Kyuhyun.
“setahun lebih dan kau lupa caranya?” Kyuhyun mengusap pantat Eunso dan mulai membimbing gerakan Eunso seperti yang ia inginkan.
“tentu saja, karena aku tidak pernah berlatih” dengan susah payah gadis itu menjawab pertanyaan Kyuhyun.
“tidak apa-apa, aku akan melatihmu lagi” dengan bantuan Kyuhyun Eunso bergerak dengan piawai, Kyuhyun mendaratkan ciuman didada Eunos yang terbuka, karena tidak berhasil menurunkan gaun bagian depan tanpa merusaknya Kyuhyun pun harus menyerah dengan hanya mencium leher Eunso. Pijatan dikejantannya membuatnya gila, ia sudah hampir mencapai puncak begitu juga dengan Eunso.
“eeuugghh..” mereka mengerang nikmat, setelah mencapainya bersama-sama. Nafas Eunso tersengal-sengal dibahu Kyuhyun. Kyuhyun membaringkan tubuhnya dengan membawa Eunso serta. Eunso menelungkup diatas tubuh Kyuhyun lalu mendongak menatap Kyuhyun.
“aku rasa kita tidak bisa kembali ke pesta seperti ini oppa”
Kyuhyun melirik Eunso, ke jejak merah dileher gadis itu, lipstik yang sudah berantakan dan rambut yang acak-acakan. “kau benar”
“mereka pasti berfikir yang tidak-tidak”
“siapa yang peduli, kita kan pengantin baru”
Eunso memukul bahu Kyuhyun pelan, membuat namja itu tertawa puas. Selalu seperti ini jika berurusan dengan Eunso, ia tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak bercinta dengannya. Kyuhyun harus menahan rindu terhadap Eunso selama satu tahun lebih, tapi sekarang gadis itu sudah menjadi miliknya, yang bisa ia panggil ‘istriku’.
“nae buin (istriku) saranghae..”
“nado saranghae nampyeonim”
.
.
.
CHO KYUHYUN TERLIHAT DITENGAH KOTA BERSAMA ANAK DAN ISTRINYA
Setelah Cho Kyuhyun mempublikasikan kemesraannya bersama istrinya dipinggiran jalan Gangnam kini terungkap sudah seperti apa wajahnya, tidak ada yang menyangka jika wanita yang dinikahi oleh Cho Kyuhyun adalah wanita yang berasal dari kalangan bawah. Wanita itu terlihat sangat manis dengan pembawaan dirinya yang juga sangat ramah. Terlihat elegan dan tanpa cacat sedikitpun. Banyak yang mengatakan mereka selalu suka melihat nyonya muda mereka itu tersenyum. Pegawai-pegawai di hotel pun menyukai istri baru dari bos mereka itu.
Terdengar kabar dari beberapa pegawai, Cho Kyuhyun terlihat lebih manusiawi setelah menikah. Hal ini berdampak positif pada seluruh pegawai dan otomatis mereka menyukainya….
Jaewoo meletakkan koran yang belum selesai ia baca seluruhnya itu disebelahnya, ia menatap kedepan ke sungai jernih yang mengalir deras. Memancing adalah impiannya sejak dulu, karena itu hari ini ia menyempatkan diri untuk memancing dengan membawa koran yang memberitakan hal positif tentang Kyuhyun dan Eunso. Jaewoo tersenyum memandangi langit biru diatasnya. Sekarang apa kira-kira yang sedang mereka berdua lakukan?.
.
.
.
SRAAAK..SRAAAAKKK.. BRRUUKKK..
Kyuhyun membuka matanya mendengar suara gaduh didalam kamarnya, hari sudah pagi dan waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, biasanya Kyuhyun selalu bangun lebih pagi untuk berangkat kekantor, tetapi semenjak Naeun lahir dan menikah dengan Eunso Kyuhyun memundurkan jadwal pergi ke kantornya. Kyuhyun menoleh kesamping ketempat dimana seharusnya Eunso masih tidur disebelahnya, wanita itu tidak ada. Kyuhyun duduk di tempat tidur lalu mencari-cari sosok Eunso. bisa dipastikan istrinya itulah yang membuat suara gaduh tadi.
“apa yang sedang kau cari?”
“kalungku.. hilang entah kemana” jawab Eunso, sambil membuka laci-laci dari meja riasnya.
“kalung yang mana?”
“yang mana lagi? hadiah pertama dari oppa untukku” jawab Eunso, merujuk pada kalung yang diberikan oleh Kyuhyun ketika mereka bertemu lagi setelah berpisah selama satu tahun, Eunso memang pernah menolak memakai kalung itu ketika Eunso masih tidak percaya pada cinta Kyuhyun, tapi ia menerimanya setelah mereka bersam-sama kembali. (kalo lupa kalung yang mana, itu yang ada dipart 9, pas adegan di mall. Kalung yang itu)
“dimana terakhir kali kau melihatnya?”
“seingatku aku memakainya semalam, dimana benda itu?”
Kyhyun menelengkan kepalanya kekiri dan kanan, menghilangkan rasa kantung dimatanya. “sudahlah nanti aku belikan yang baru lagi”
“shireo.. kalung itu berharga, benda pertama yang kau berikan padaku”
“tapi bukan benda terakhir yang akan kuberikan, lupakan saja”
“shireo.. makna-nya begitu penting untukku”
Kyuhyun tersenyum senang karena Eunso menyimpan benda pemberian darinya dengan penuh rasa sayang, banyak yang sudah Kyuhyun berikan kepada Eunso, terkadang istrinya itu masih sering menolak karena harganya terlalu mahal. Kyuhyun sudah hampir lelah mengatakan kepada Eunso bahwa sekarang wanita itu sudah menjadi seorang istri yang kaya raya, seperti itulah Eunso masih belum terbiasa dengan banyaknya harta yang dimiliki oleh suaminya.
Kyuhyun ikut mencari kalung itu disekitar tempat tidur, dia ingat Eunso memang memakainya malam tadi, sebelum mereka bercinta. Kyuhyun menemukan kalung itu tepat dibawah bantal yang ia tiduri, namja itu tersenyum sambil memegang kalung itu.”lihat apa yang kutemukan”
Eunso berbalik kearah Kyuhyun lalu berseru riang. “kau menemukannya dimana?”
“dibawah bantal”
“kenapa bisa ada disana?” Eunso mengerutkan alisnya lalu mengambil kalung itu namun tertahan oleh tangan Kyuhyun, namja itu mulai memasangkan kalung itu dileher istrinya. Setelah selesai ia langsung memeluk tubuh istrinya sebelum Eunso pergi dari hadapannya.
“oppa.. aku harus melihat Naeun”
“nanti saja, berikan aku morning kiss dulu” Kyuhyun menarik Eunso agar naik keatas pangkuannya. Eunso tersenyum sambil memegang kedua pipi Kyuhyun, ia memberikan ciuman selamat paginya dengan sedikit bermain-main, awalanya hanya memberikan beberapa kecupan dibibir Kyuhyun lalu hanya menempelkan mulutnya tanpa bergerak sedikitpun.
“ayolah sayang, jangan main-main” geram Kyuhyun, menahan tengkuk Eunso lalu mengambil alih acara ciuman pagi itu, mereka bertukar rasa dari bibir masing-masing, menjelajah mulut masing-masing. Tangan Kyuhyun bergerak masuk kebalik baju Eunso, mencari-cari gundukan lembut didada istrinya.
“oppa.. aku sudah mandi” terdengar suara protes Eunso, namun sama sekali tidak menghentikan gerakan tangan Kyuhyun.
“kau bisa mandi lagi nanti”
“Naeun mungkin sudah bangun”
“Naeun tidak akan keberatan karena Eommanya sedang mengasuh appanya dulu” belum sempat Kyuhyun bertindak lebih jauh terdengar suara tangisan Naeun dari kejauhan, putri mereka meskipun sudah berusia empat tahun tetap menangis jika terbangun tanpa melihat siapapun disebelahnya. Eunso menoleh kearah pintu lalu tersenyum kepada Kyuhyun.
Kyuhyun menggerutu pelan sambil menempelkan kepalanya didada Eunso. dua tahun setengah sudah mereka menikah dan Naeun menjadi semakin akrab dengan ibunya, Kyuhyun bahagia karena melihat kedua sumber kebahagiaannya itu menjai semakin dekat, seperti yang pernah ia katakan Naeun mengenali ibunya. Sekarang, apapun yang terjadi Naeun tidak mau jika bukan Eunso yang melakukannya.
Jika Eunso pergi Naeun menangis, Naeun bahkan menangis jika ibunya hanya pergi untuk mandi. Putri mereka benar-benar sangat manja. “urus anakmu, setelahnya  urus aku” rutuk Kyuhyun, lalu melepaskan tangannya dari pinggang Eunso. Eunso  tertawa sambil turun dengan cepat dari pangkuan Kyuhyun lalu berlari meninggalkan Kyuhyun.
“oppa harus mandi dan turun untuk sarapan, cepatlah”
Kyuhyun mendesah namun ia tersenyum, satu lagi pagi yang indah datang dihidupnya, betapa bahagianya dia..
.
Meja makan terlihat penuh oleh beberapa makanan, Nyonya Cho sudah duduk ditempatnya, menemani Naeun yang duduk dikursi tinggi khusus untuk bayi, menyuapi cucunya itu sarapan paginya. Kyuhyun tersenyum melihat pemandangan yang tidak pernah berubah itu, nenek Eunso pun terlihat sehat duduk dimeja makan memperhatikan tumbuh kembang Naeun dari sisi meja yang lain.
“selamat pagi semuanya” sapa Kyuhyun kepada semuanya.
“selamat pagi Kyuhyun-aa..” sambut nenek Eunso dan nyonya Cho bersamaan.
Kyuhyun menghampiri Naeun dan mengecup pipi tembam putrinya itu, “selamat pagi Naeun sayang, apa yang kau makan?” Kyuhyun mengernyitkan hidungnya melihat mulut putrinya belepotan.
Naeun mengelak dari ciuman ayahnya, setelah lebih besar dan menginjak usia keempatnya putrinya itu tidak suka menerima ciuman berlebihan dari ayahnya. Terkadang Kyuhyun merasa gemas dan malah menempelkan lebih lama bibirnya dipipi Naeun. Dah hal yang terjadi selanjutnya adalah Naeun berteriak kesal sambil mengusap pipi yang dicium Kyuhyun. melihat itu Kyuhyun pun menjadi semakin gemas dan mencium lama pipi yang sebelahnya lagi, sampai gadis gadis kecil itu menangis dan merengek pada ibunya.
“kau selalu suka appa cium dulu, kenapa sekarang jadi tidak suka?”
“nanaaan.. appa.. naaanaaan..” Naeun menggerakkan tanganya melarang ayahnya dan berteriak jangan.
“anak-anak selalu seperti itu, ada kalanya dia menolak ada kalanya dia bersikap manja”
Kyuhyun tersenyum, ibunya benar Naeun memang sesekali tidak suka dicium oleh Kyuhyun tetapi balik lagi Naeun pasti mencari ayahnya hanya untuk ingin digendong dan dinina bobokan oleh ayahnya.
Eunso muncul ke ruang makan dengan membawa sepiring sayuran lalu meletakkanya diatas meja. Kyuhyun menghampiri istrinya itu lalu memeluk pinggangnya dari belakang, mendaratkan ciuman dipipi Eunso yang sekarang tidak lagi terlihat tirus, karena berat badanya telah bertambah, berbeda dengan sebelum mereka menikah. “selamat pagi Yeobo”
Wajah Eunso merona malu, Kyuhyun tidak pernah menutup-nutupi kemesraan mereka bahkan didepan ibunya dan juga nenek Eunso. Eunso memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Kyuhyun, lalu mengikat dasi Kyuhyun yang masih tergantung dileher. “sarapan pagi oppa, kau harus ke hotel lebih cepat pagi ini”
Kyuhyun mendaratkan kecupan hangat dipipi Eunso lalu duduk dan mulai menyantap sarapan pagi yang dibuat oleh Eunso.
.
.
“semua berjalan dengan lancar tuan, kecuali ada satu tamu yang terus-terusan mengajukan protes atas layanan room servise kita”
“protes..?”
“ne.. tapi menurut saya semua itu dilakukan hanya karena sang tamu ingin mencari perhatian manager Lee”
Kyuhyun menaikkan alisnya mendengar berita itu, sejak diangkat menjadi manager Lee Minri bekerja dengan sangat keras. Kyuhyun bahkan mengakui bahwa wanita itu memang bisa diandalkan untuk mengatur para pekerja di hotel. Karena terlalu sibuk bekerja wanita itu jadi tidak menikmati waktu liburannya dengan baik. Eunso terkadang mengajukan protes kepada Kyuhyun kenapa Minri harus bekerja sesibuk itu hingga wanita itu tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk berkencan.
“siapa nama tamunya?” tanya Kyuhyun.
“aktor ternama tuan, Choi Siwon”
“aaa..” Kyuhyun menyunggingkan senyum misterius. “arraso, kau boleh keluar sekarang”
Setelah sekretarisnya melaporkan kegiatan di Hotel Kyuhyun pun bergegas keluar dari kantornya, hari sudah siang sudah saatnya Kyuhyun keluar kantor dan menikmati makan siangnya. Kyuhyun berjalan dilorong hotel menuju kearah lift. Ketika pintu lift terbuka Kyuhyun bertatap muka dengan wanita yang baru saja dibicarakan olehnya dengan sekretarisnya tadi.
Minri membungkukkan badannya hormat kepada Kyuhyun, Kyuhyun-pun tersenyum menerima sapaan sopan itu. “apa kau bekerja dengan baik Minri-yaa..?” setelah pintu tertutup dan mereka hanya berdua saja Kyuhyun pun mengajak wanita itu untuk mengobrol santai.
“sangat baik, hanya ada satu masalah dari tamu yang terus-terusan mengajukan protes, aaarrgghh.. aku bisa gila”
“mungkin sudah saatnya ada seseorang yang membuatmu kesal, selama ini kan kau yang membuat orang lain kesal”
“tuan Cho”
Kyuhyun tertawa pelan. “pergilah berkencan Minri-ya, aku tidak tahan mendengar rengekan Eunso yang terus-terusan memintaku mencarikanmu pacar”
“haaah.. tidak ada yang cocok denganku, para namja selalu lari karena aku terlalu cerewet untuk mereka”
“kalau begitu carilah yang lebih cerewet darimu”
“ya Tuhan, dimana aku bisa menemukannya?”
TING… pintu lift terbuka dan Kyuhyun pun keluar disusul oleh Minri. “entah kenapa rasanya tamu kita yang bernama Choi Siwon sedikit mirip dengamu, sangat cerewet”
“nee..?”
“sampai jumpa lagi manager Lee” Kyuhyun pun meninggalkan Minri yang masih belum bisa mencerna kalimat ambigu Kyuhyun itu. Namja itu tersenyum ketika ia sudah keluar dari hotel, merasa senang karena telah membuat Minri tidak bisa berkata-kata lagi.
“tuan, anda ingin pergi” supir pribadi Kyuhyun berjalan menghampirinya ketika melihat Kyuhyun.
“oo.. aku akan pergi sendiri” supir itu mengulurkan kunci mobilnya kepada Kyuhyun, namun Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “anni, aku berjalan kaki saja”
“nee..?” sekali lagi Kyuhyun membuat seseorang bingung dengan tindakannya, namja itu pergi meninggalkan supir pribadinya keluar dari halaman hotel. dia berbelok kearah pusat perbelanjaan dengan tangan dimasukkan kedalam kantung celananya.
Setelah berjalan cukup jauh Kyuhyun menemukan toko bunga dipinggir jalan, ia mampir dan menghirup bunga mawar berwarna merah. “ajhuma, aku ingin bunga mawar ini dibuat menjadi buket kecil” teriak Kyuhyun kepada penjaga toko bunga itu.
Kyuhyun menunggu dengan sabar penjaga toko itu merangkai bunga mawar merah itu untuknya, setelah selesai Kyuhyun pun kembali melangkah kearah taman yang terletak tidak jauh dari sana, taman itu terasa sejuk dan rindang karena banyaknya pepohonan. Meskipun matahari bersinar terik tidak memudarkan keinginan siapapun yang ingin menikmati hari ini.
Ditaman kota itu, Kyuhyun bisa melihat wanita yang sedang berdiri dibawah bayangan pohon sambil memandang jauh kedepan, sesekali wanita itu melirik kearah jam lalu tersenyum. Senyum yang selalu bisa membuat Kyuhyun tidak berdaya. Diam-diam Kyuhyun berjalan dibelakang wanita itu lalu melingkarkan tanganya dipinggang ramping milik wanita itu.
“omo..” wanita itu terkejut karena tiba-tiba dipeluk dari belakang, kepalanya menoleh kebelakang lalu tersenyum lega, ternyata suaminya yang sedang memeluknya.
“sudah lama menunggu?” Kyuhyun mengulurkan buket bunga mawar tadi kepada Eunso.
Eunso tersenyum sambil mengambil buket bunga itu, menghirup aromanya yang wangi. Ia pun berbalik agar berhadapan dengan Kyuhyun. ”anni.. aku baru saja tiba”
Kyuhyun tersenyum lalu mencium Eunso yang langsung disambut gembira oleh istrinya itu, mereka saling memberikan ciuman disela-sela gelak tawa mereka. “tidak bawa Naeun hari ini?”
“anni.. hari ini aku mau berdua saja denganmu” Eunso mengalungkan tanganya dileher Kyuhyun lalu mengecup pelan dagu Kyuhyun
“jinjja..?” Kyuhyun melirik kearah jam ditangannya lalu mengerutkan alisnya. “aku punya sisa waktu satu jam sebelum kembali ke kantor kau mau kemana? Kamar Hotel?”
“eeyy.. pikiranmu kenapa tidak jauh-jauh dari sana”
“waee..? aku kan namja”
“itukan bisa nanti malam saja,  yeobo.. siang ini kita kencan saja”
“arraso, mau kemana? Makan doebboki?”
“joah..” Eunso langsung menyetujui saran dari Kyuhyun, Kyuhyun pun tertawa lalu melepaskan pelukannya dipinggang Eunso.
“kajja..” ujar Kyuhyun sambil menarik tangan Eunso.
Eunso menolak uluran tangan Kyuhyun dengan menepiskan tangannya membuat Kyuhyun harus menaikkan alisnya terkejut. “ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu” Eunso mundur menjauhi Kyuhyun.
“apa..?” Kyuhyun pun melangkah maju mendekati Eunso. Hatinya merasa sedikit sesak karena ekspresi Eunso saat ini terlihat sangat aneh.
“jangan maju, tetap diam disana” Kyuhyun berhenti melangkah maju, menunggu dengan sabar apa yang ingin istrinya itu sampaikan. “tadi aku kerumah sakit”
“rumah sakit? Kenapa? Kau sakit?” sekali lagi Kyuhyun melangkah maju mendekati Eunso, ingin memeriksa Eunso dengan matanya sendiri.
“andwe.. jangan maju, tetap disana dan dengarkan aku” Eunso kembali mundur menghindari Kyuhyun.
“ada apa? yeobo..? jangan bermain-main denganku”
“tadi aku memeriksa sesuatu, oppa pasti terkejut mendengarnya” Eunso berhenti melangkah mundur ketika dirasanya jarak mereka sudah cukup jauh, ia ingin sekali melihat Kyuhyun dalam jarak yang cukup jauh saat ini. “sejak kemarin aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan tubuhku, karena itu aku kerumah sakit untuk memeriksanya”
Kyuhyun menelan salivanya, ia tidak bisa menebak apa maksud dari ucapan Eunso yang berbelit-belit ini, jarak mereka yang cukup jauh juga membuatnya geram. “yeobo.. kau kenapa? Sakit apa..? katakan padaku?”
Eunso menggelengkan kepalanya, matanya menatap serius mata Kyuhyun. “oppa.. apa kau tidak keberatan jika Naeun punya adik?” mata Kyuhyun melebar ketika mulai mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Eunso. “aku sedang hamil anak kedua” akhirnya Eunso mengatakan apa yang sedari kemarin sudah ia takutkan.
“aku tahu kau memintaku untuk minum alat kontrasepsi untuk mencegahku agar tidak hamil lagi, sungguh aku minum obatnya dengan rajin, tapi dokter bilang meskipun begitu tidak menutup kemungkinan aku tetap hamil. andwe.. jangan maju.. tetap disana” Eunso kembali mundur karena tiba-tiba Kyuhyun sudah melangkah maju mengejarnya.
Karena langkah kakinya kalah lebar dari langkah Kyuhyun, namja itupun berhasil meraih Eunso. Kyuhyun langsung mencium bibir Eunso dengan penuh penekanan. “jinjja.. kau hamil lagi?” Eunso menatap kedalam manik mata Kyuhyun, ia tidak melihat adanya tanda-tanda keberatan dari mata itu, dan dari senyuman Kyuhyun yang merekah lebar Eunso yakin namja itu merasa bahagia dengan berita ini.
“oo..”
“ya Tuhan, satu anak lagi”
“jadi oppa tidak keberatan?”
“tentu saja tidak”
“tapi kau tidak ingin aku hamil lagi”
“yeobo.. itu karena Naeun masih kecil, dia butuh pendekatan dulu denganmu, jika kau langsung hamil aku takut Naeun akan kembali jauh darimu. Sekarang Naeun sudah cukup besar, dan kalian sudah sangat akrab. Aku rasa Naeun akan senang jika tahu dia akan punya adik”
Eunso menganggukkan kepalanya, tentu saja Naeun akan senang jika ia akan punya adik lagi, Eunso pun menangis senang, ia sempat berfikit Kyuhyun tidak ingin punya anak lagi karena memintanya minum alat kontrasepsi, syukurlah ternyata bukan itu alasannya.
“hei.. kenapa menangis?” Kyuhyun mengusap airmata eunso
Eunso menangkup tangan Kyuhyun yang berada dipipinya. “aku menangis bahagia..”
Kyuhyun mengecup pipi Eunso yang basah lalu memeluk istrinya itu. “yeobo.. aku bukannya melarangmu untuk hamil lagi, tentu saja aku ingin punya anak lagi selain Naeun”
“nee.. sekarang aku mengerti” Eunso mengalungkan tangannya dipunggung Kyuhyun memeluknya erat.
“yang ini harus laki-laki”
“arraso..”
“bagaimana caranya agar dia laki-laki?”
Eunso tertawa pelan. “molla..”
“kita cari di goggle bagaimana caranya mendapatkan anak laki-laki”
Eunso kembali tertawa lalu mendongakan wajahnya. “bukankah sudah terlambat oppa?”
Kyuhyun mengerutkan alisnya. “sepertinya belum, bukankah belum terlihat kelaminnya?”, Eunso pun menganggukkan kepalanya mengiyakan. “aku rasa ada posisi tertentu agar anaknya laki-laki”
“posisi?”
“ayo kita cari tahu”
“sekarang?”
“oo”
“lalu makan siangnya?”
“nanti saja”
“tapi aku lapar”
“ohooo.. mau membantahku”
“eeyy jinjja,  jangan memakai nada seperti itu berbicara denganku”
“yaa.. kau membentakku?”
“aku lapar, aku mau makan..”
“yaa.. kita buat dulu anak itu menjadi laki-laki”
“shireo.. aku lapar”
“yaa… Song Eunso.. yaaaa..Nyonya muda Cho kembali kau kesini.. yaaaaa..”
.
.
.
.
THE END…
Ditutup sama dialog yang ngegemesin.. ^^.. berhasil ga ya Kyuhyu dapet anak keduanya laki-laki? Hahahahaha.. kalo udah masuk kehati dan pikiran kalian, kalian tinggal lanjutin sendiri dan berimajinasi.. okee..? terima kasih udah nungguin dan mau komen, author hargai banget komen-komen kalian, rekor baru buat author yang komen sampe lebih dari 600.. *tebar pelukan buat readers*
See you on next FF.. paaaypaaayy… ^^

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: