My Brother My Satisfaction

0
My Brother My Satisfaction ff nc kai exo
Tittle : My Brother My Satisfaction
Author : FriiFriandani
Cast : Kim Jongin (Kai) ||Jeslyn Lee (OC)
Genre : Yadong,Family, romance (maybe)
Rating : 19++
Lenght : Oneshoot
Warning : Ini adalah ff yadong pertama aku, jadi harap di maklum kalo jelek ya 
Typo bertebaran dimana-mana…
*Happy Reading*
“Selamat pagi eomma, appa.” Jeslyn berjalan ke arah meja makan kemudian mencium eomma dan appanya secara bergantian.
“Selamat pagi sayang.” Ny. Lee membalas ciuman putrinya.
“Sayang, eomma dan appa hari ini akan pergi ke Kanada. Appa ada urusan bisnis di sana dan setelah itu eomma dan appa akan mengunjungi pamanmu.”

Tn. Lee menyesap kopi yang ada didepannya. Dia tersenyum melihat ekspresi Jeslyn yang membulatkan matanya saat mendengar penuturan appanya.

“Mwo??” Jeslyn menghentikan aktifitasnya mengunyah roti, dia membulatkan kedua matanya menatap eomma dan appanya secara bergantian.
“Jadi eomma dan appa akan meninggalkan aku sendirian?” Jeslyn menelan sisa roti yang ada didalam mulutnya.
“Kami tak akan lama sayang, mungkin hanya sekitar 2 minggu.” Ny. Lee memasukkan sepotong roti kedalam mulutnya.
Tn. Lee dan Ny. Lee kembali tersenyum melihat ekspresi terkejut yang kembali ditunjukkan oleh putri tunggalnya tersebut. Jeslyn memang sudah dewasa jika dinilai dari fisiknya. Namun jika menilai Jeslyn melalui pikirannya, ia lebih tampak seperti anak anak yang duduk di bangku junior high school.
“2 minggu? Itu bukanlah waktu yang sebentar eomma. Apa yang akan aku lakukan di rumah jika eomma tak ada?” Jeslyn menghembuskan nafasnya kasar. Ia selalu menghabiskan waktu bersama dengan eommanya saat ia berada di rumah.
“Ayolah sayang, kau bisa menghabiskan waktu bersama teman-temanmu. Eomma dan appa berjanji akan membawakanmu oleh-oleh.” Ny. Lee berusaha untuk membujuk Jeslyn agar tidak merasa sedih. Apapun yang terjadi, tuan dan nyonya lee akan tetap melalukan perjalanan bisnis karena ini adalah perjalanan yang sangat penting.
“Janji?” Jeslyn mengangkat jari kelingkingnya dan menarik salah satu alisnya.
“Janji, bukan begitu yeobo?” Ny. Lee memandang suaminya yang tengah asyik membaca surat kabar. Karena merasa di perhatikan, Tn. Lee mendongakkan kepalanya. Ia mendapati anak dan istrinya sedang menatapnya dengan tajam.
“Wae? Kenapa melihat ku seperti itu?” Tn. Lee masih merasa tak mengerti dan bingung karena ia tak mendengarkan pembicaraan anak dan istrinya.
“Appa berjanji akan membawakanku oleh-oleh?” Jeslyn mengarahkan jari kelingkingnya ke arah Tn. Lee.
“Tentu saja appa akan membawakan mu oleh-oleh.” Tn. Lee segera menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Jeslyn.
“Baiklah,kalau begitu aku pergi kuliah dulu.” Jeslyn kembali menghembuskan nafasnya sebelum dia bangkit dari duduknya. “Sampai jumpa.” Ia mencium eomma dan appa secara bergantian. Ny. Lee tersenyum lega karena akhirnya Jeslyn menyetujui kepergian mereka. Jeslyn berjalan menuju mobil sport berwarna putih miliknya. Ia menyalakan mesin mobilnya dan dengan cepat ia menginjak pedal gas, membuat mobil yang di kemudikannya melaju dengan kencang.
–Skip Time–
Hujan deras mengguyur kota Seoul, halilintar beberapa kali terdengar menyapa telinga semua orang, termasuk Jeslyn yang kini berdiri didepan kampusnya.
“Haisshh, kenapa tiba-tiba turun hujan? Bukankah tadi cuacanya sangat cerah?” Jeslyn menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri untuk mencari tumpangan menuju mobilnya, tak ada seorang pun di sana. Jeslyn merasa kesal karena dia harus menerobos derasnya hujan agar bisa sampai di mobilnya.
“Baiklah, sepertinya tidak ada jalan lain. Aku memang harus menerobos hujan ini.” Jeslyn segera berlari menuju mobilnya yang berada di ujung parkiran. Dia tak memperdulikan tubuhnya yang mulai basah terkena guyuran air hujan.
“Haaah, kini badan ku jadi basah kuyup karena hujan ini.” Jeslyn segera menyalakan mesin mobilnya dan penghangat yang ada di dalam mobilnya. Setelah merasa sedikit hangat, Jeslyn segera menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya.
Tak selang berapa lama Jeslyn telah sampai di depan rumahnya dan hujan pun juga mulai reda.
“Aku pulaaang…” Jeslyn berteriak di depan rumahnya, lalu dia ingat jika eomma dan appanya sedang tidak ada di rumahnya. “Ah aku lupa jika eomma dan appa sedang ke Kanada. Sebaiknya aku segera mandi dan mengganti pakaian.” Jeslyb segera berjalan menuju kamarnya dan mengambil kemeja putih kebesaran yang ada di lemarinya.
Sekitar 30 menit berada di dalam kamar mandi, Jeslyn keluar dengan kemeja yang tadi di ambilnya.
“Lebih baik sekarang aku menonton televisi.” Jeslyn segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga. Ia menyalakan televisi dan duduk di sofa sembari memegang remote tv. Belum lama Jeslyn menonton televisi, tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu rumahnya. Jeslyn segera menolehkan kepalanya untuk mengetahui siapa yang masuk kedalam rumahnya.
“Jeslyn-a,apa kau ada dirumah?” terdengar suara namja yang sangat dikenal oleh Jeslyn.
“Ne oppa,masuklah aku sedang menonton televisi.” Jeslyn kembali memutar kepalanya menghadap televisi saat ia tahu siapa yang masuk kedalam rumahnya. Namja itu adalah Kai, kakak sepupu Jeslyn. Rumah Kai berada tepat di samping rumah Jeslyn.
“Kau sedang menonton apa?” Kai langsung menghempaskan tubuhnya di sebelah Jeslyn.
“Aku sedang menonton drama kesukaanku.” Jeslyn menggeser duduknya agar Kai dapat tidur dengan benar.
“Wah, aku juga suka menonton drama ini.” Kai langsung mengubah posisinya menjadi duduk. Ia terlihat sangat antusias karena drama kesukaannya sedang di putar di televisi.
Saat sedang asyik menonton, Kai secara tak sengaja melihat paha mulus milik Jeslyn. Kai menelan ludahnya, bentuk fisik Jeslyn memang sexy. Ia berusaha untuk menahan hasratnya karena ia sadar bahwa Jeslyn adalah adik sepupunya.
Setelah lumayan lama, Kai masih tetap menatap Jeslyn. Jeslyn merasa bahwa Kai sedang memperhatikannya namun ia tidak menghiraukannya. Cukup lama Jeslyn tak hiraukan pandangan Kai, hingga akhirnya dia merasa tidak nyaman.
“Oppa kenapa memandangku seperti itu? Berhentilah, itu membuat ku tidak nyaman.” Jeslyn memutar kepala Kai menghadap televisi, tapi Kai kembali memutar kepalanya menghadap Jeslyn.
“Oppaa…” Jeslyn memukul Kai dengan bantal yang ada di sebelahnya. Di luar dugaan ternyata Kai membalas Jeslyn dengan menggelitikinya.
“Aaaa… oppa hentikan, ini geli.” Jeslyn tertawa sembari mencoba untuk melepaskan tangan Kai yang dari tubuhnya, namun kekuatan Kai jauh melebihi Jeslyn jadi usaha yang di lakukan Jeslyn menjadi sia-sia.
“Haha.. ani, aku tidak akan menghentikannya. Kau telah memutar kepalaku seenaknya dan kau juga telah memukulku.” Kai tertawa karena ia berhasil membuat Jeslyn kegelian. Sebenarnya, Kai melakukan hal ini agar hasrat yang ada di dalam dirinya bisa berkurang.
“Aaaaa… baiklah, aku minta maaf oppa.” Jeslyn masih tertawa, dan badannya meliuk-liuk karena merasa geli.
“Hahaha… aku tidak ingin berhenti.” Kai semakin menggelitik Jeslyn, bahkan karena merasa gemas Kai dengan sengaja meremas salah satu payudara Jeslyn.
“Akhhh… oppa.” Jeslyn mendesah dan menggeliat, ia merasakan ada sesuatu yang aneh didalam dirinya. Secara tak sengaja Jeslyn memegang junior Kai.
“Ssshhh…” Kai juga mendesah karena Jeslyn memegang juniornya. Kai memejamkan matanya, sementara Jeslyn terlihat gugup.
“Mii..mianhe oppa, aku tidak sengaja.” Jeslyn segera mengangkat tangannya, dia segera bangkit menuju dapur untuk mengambil segelas air.
Setelah meneguk air yang dipegangnya, Jeslyn memukul kepala lalu dadanya. ‘Apa yang barusaja kau lakukan Jes?’ bantin Jeslyn.
Belum hilang gugup yang tadi dia rasakannya, tiba-tiba Jeslyn di buat terkejut karena Kai yang memeluknya dari belakang.
“Opp..pa, apa yang kau la..kukan?” Jeslyn merasa gugup dan terkejut karena tingkah laku Kai.
“Kau membangunkan adikku. Aku telah menahannya sejak tadi, tapi kau malah membangunkannya. Kau harus bertanggung jawab Jeslyn-a.” Kai semakin mengeratkan pelukannya dan meletakkan kepalanya di leher Jeslyn.
“Ngghhhh…” Jeslyn mendesah karena Kai mengecup lehernya. Dengan cepat Kai membalikkan tubuh Jeslyn menghadap dirinya.
“Opp…” ucapan Jeslyn segera terhenti karena Kai melumat bibirnya. Jeslyn membelalakkan matanya, dia masih terkejut karena apa yang dialaminya.
Kai melumat bibir Jeslyn dengan lembut, meskipun tak mendapat balasan Kai masih tetap melumatnya dengan lembut.Cukup lama tak membalas lumatan yang Kai berikan, Jeslyn tiba-tiba mengalungkan lengannya ke leher Kai dan balas memlumat bibir Kai. Jeslyn terbuai akan lumatan-lumatan yang Kai berikan. Kai tersenyum dalam ciumannya, dia senang karena akhirnya Jeslyn membalas perlakuannya.
Kai menekan tengkuk Jeslyn agar memperdalam ciuman mereka. Kai dan Jeslyn berperang lidah, Kai mengabsen deretan gigi Jeslyn, begitu pula sebaliknya. Puas dengan bibir Jeslyn, Kai menurunkan ciumannya ke leher jenjang Jeslyn. Dengan spontan Jeslyn mendongakkan kepalanya agar Kai dapat dengan mudah menjelajahi setiap lekuk lehernya.
“Sshhh…ngghhh… oppa.” Jeslyn meremas-remas rambut bagian belakang Kai.
Kai menghentikan aktifitasnya, ia tersenyum melihat kissmark yang dia buat di leher Jeslyn.
“Sebaiknya kita pindah ke kamarmu chagi.” Kai langsung menggendong Jeslyn ala bridal style. Jeslyn hanya mengangguk dan kemudian dia segera melumat bibir Kai.
Kai tersenyum karena keagresifan Jeslyn. Kai membalas lumatan Jeslyn, awalnya lumatan hanyalah lumatan-lumatan lembut tapi kini berubah menjadi lumatan yang sangat panas.
Kai masuk ke dalam kamar Jeslyn dan menutup pintu menggunakan kakinya.
Kai melemparkan Jeslyn ke tempat tidurnya tanpa melepas tautan bibir mereka.
Tiba-tiba saja Jeslyn melepas tautan bibirnya dengan Kai, Kai mengerutkan alisnya. 
Jeslyn segera duduk di pangkuan Kai dan menjilat serta mencium leher Kai.
“Ngghhh… kauhh… sangaatthh… agresi chagi… ssshh…” Kai mendesah karena perlakuan Jeslyn. Jeslyn hanya tersenyum karena dia berhasil membuat Kai seperti dirinya.
“Sekarang giliranku.” Kai melumat bibir Jeslyn lalu turun ke leher. Tangan Kai tak tinggal diam, tangannya meraba-paha mulus Jeslyn yang sejak tadi menggodanya.
Kai merebahkan tubuh Jeslyn di tempat tidur, dan kemudian saru per satu kancing kemeja Jeslyn di buka dan kemudian dia melemparkan kemejanya ke sembarang tempat.
Kai tercengan melihat payudara Jeslyn yang terbilang besar. Jeslyn yang sadar jika Kai tercengang karena melihat payudaranya yang besar.
“Oppa..” Jeslyn memanggil Kai, Kai segera mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Ini sangat indah.” Kai langsung saja meremas dan mencium v payudara Jeslyn, ia mencari-cari pengait bra yang di kenakan Jeslyn. Kai menemukan pengait branya kemudian dia membuka dan melemparkannya.
Dengan rakus Kai melahap salah satu payudara Jeslyn, tangan Kai juga meremas dan memilin nipple Jeslyn.
“Ssshhh…aaahhh…” Jeslyn mendesah karena Kai terus saja menyedot payudaranya seperti bayi yg kehausan. Jeslyn semakin menekan kepala Kai agar Kai menciumnya semakin dalam.
Setelah lama bermain dengan payudara kiri Jeslyn, Kai berpindah pada payudara kanan Jeslyn.
“Opppaahh… ssshhh…” Jeslyn terus menerus mendesah, ia meremas rambut belakang Kai membuat Kai semakin bergairah.
Kai memperlakukan payudara Jeslyn dengan adil.
Setelah puas dengan payudara Jeslyn, Kai menurunkan ciumannya ke perut, dan selangkangan Jeslyn. Kai menggosok miss v Jeslyn yang masih terbungkus underware berwarna putih dengan polkadot berwarna ungu.
“Aku sudah tidak tahan chagi.” Kai bangkit untuk membuka baju, celana, dan juga celana dalam yang di kenakan.
Mulut Jeslyn menganga melihat junior Kai yang panjang dan besar.
“Oppa… itu…” Jeslyn menunjukkan tangannya kearah junior Kai.
Kai hanya tertawa melihat ekpresi Jeslyn.
“Tenanglah chagi, ini akan sangat memuaskanmu.” Kai langsung saja melumat bibir Jeslyn dan dengan cekatan, Kai membuka underware Jeslyn menggunakan kakinya.
Kai menciumi dan menyedot miss v Jeslyn membuat Jeslyn menggelinjang karenanya. Setelah itu Kai mengocok juniornya.
“Ini akan terasa sakit namun rasa sakit itu tak akan bertahan lama.” Kai segera memposisikan tubuhnya untuk memasuki Jeslyn. Kai menggesekkan ujung juniornya di miss v Jeslyn.
“Sshhh… oppa cepatlah.” Jeslyn memerintahkan untuk segera memasukkan juniornya karena dia sudah tidak tahan.
Kai segera melumat bibir Jeslyn agar perhatian Jeslyn teralihkan. Dalam sekali hentakan Kai dapat memasukkan seluruh juniornya kedalan miss v Jeslyn. Karena terkejut, Jeslyn menggigit bibir bawah Kai. Kai tidak marah karena hal itu, dia mendiamkan sejenak juniornya.
“Apa sangat sakit?” Kai melihat Jeslyn meneteskan air mata, Kai juga melihat cairan berwarna merah mengalir di selangkangan Jeslyn. Itu artinya Kai adalah yang pertama bagi Jeslyn.
“Iya, mianhe oppa aku membuat bibir mu luka.” Jeslyn mengusap darah yang ada di bibir Kai.
“Tak apa, aku akan mulai menggerakkannya.” Kai mulai menggerakkan pinggulnya. Kai memaju mundurkan juniornya dengan tempo yang pelan.
“Ssshhb….fass.s…teerr…opp..paah…” rasa sakit yang dirasakan Jeslyn kini berubah menjadi rasa nikmat yang tiada duanya.
Kai menuruti permintaan Jeslyn. Suhu kamar Jeslyn saat ini sangat lah panas, bahkan meskipun ACnya sudah menyala, suhunya tetap terasa panas.
Tempat tidur Jeslyn berdecit karena gerakan Kai yang semakin cepat. Kai tidak membiarkan payudara Jeslyn menganggur, Kai meremas dan menyedot payudara Jeslyn secara bergantian.
“Oppahh… aaa..kuu.. iinggiinn… keeehhh…luuarr…” Jeslyn telah mencapai puncaknya, entah ini orgasme Jeslyn yang keberapa kali.
“Ssseehh…bennttaarr..chaa..giii… aakuuu haamm…pppirr…ssshhhhaaamm…pppaaaiii..” Kai mengenjot juniornya dengan tempo yang semakin cepat. Kai sudah hampir mencapai klimaksnya, dia memerintahkan Jeslyn agar melepasnya bersama-sama.
“Ki…ttaa keellluarrkan berrrsaa…maa…” Kai mendesaah nikmat begitu pula dengan Jeslyn.
Kai menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Jeslyn yang full naked.
“Saranghae Jeslyn-a.” Kai memeluk Jeslyn dan mengecup keningnya.
“Mwo?? Oppa mencintaiku?” Jeslyn mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah Kai.
“Tentu saja, bagaimana aku bisa melakukan ini jika aku tidak mencintaimu?” Kai mencubit kecil hidung Jeslyn.
“Ani, bukan begitu. Hanya saja aku pikir ini hanya sesaat.” Jeslyn meraba-raba abs Kai.
“Aku mencintaimu sudah sejak lama Jeslyn-a. Saranghae” Kai kembali mengeratkan pelukannya terhadap Jeslyn.
“Nado saranghae oppa.” Jeslyn mencium pipi Kai dan Kai hanya tersenyum melihat tingkah dongsaeng yang sangat di cintainya ini.
“Oiya, paman dan bibi kemana?” Kai mulai memejamkan matanya.
“Eomma dan appa sesang pergi ke Kanada, mereka pergi selama 2 minggu.” Jeslyn masih tetap menatap wajah Kai dan membelainya.
“Jinjja?” Kai langsung membuka matanya, “Kalau begitu besok kita bisa lakukan lagi.” Kai tersenyum dengan lebar menampilkan deretan gigi putihnya.
“Yaaaakkk oppa.” Jeslyn langsung menjitak kepala Kai.
“Aiigooo.. aku hanya bercanda chagi.” Kai menggosok kepalanya yang sakit. “Baiklah sebaiknya kau tidur.” Kai kembali memeluk Jeslyn dengan erat.
“Emm.” Jeslyn mengaggukkan kepalanya. “Saranghae oppa.” Jeslyn juga memeluk Kai dengan erat dan menutup matanya.
“Nado” Kai tersenyum, lalu menutup kedua matanya.
End
Aaaaa akhirnya ni ff kelar juga aku bikin ini ff dari jam 12 siang tapi baru kelar sekarang karena hp aku lagi error.
Gimana menurut kalian? Kurang hot ya? Feelnya juga kurang dapet kan?
Mian kalo banyak kurangnya, karena buat ff yang kayak begini aja udah buat badan aku jadi dingin banget 
Jangan lupa RCL ne
%d blogger menyukai ini: