Married by Scandal Part 1

0
Married by Scandal Part 1 ff nc kyuhyun super junior
“Married by Scandal ? ”
Author : Kim Yeon Young (@DeanClouds)
Cast : Cho Kyu Hyun Super Junior, Lee Hiu Hwi
Support Cast : Super Junior Members…. And others.
Ps : Gaje, Aneh… Sekaligus banyak TYPO!!! 
Buat Jea saeng kekke XD … maaf jika FF ini tidak sesuai harapan. Salahkan tangan eonni yang salah ngetik, jadi bukan salah eonni jika ceritanya aneh *PLAKK
Okelah… langsung saja… ~~^^
Happy Reading……..
“Takdir? Apakah bisa kita merubahnya kalau takdir itu buruk? Takdir hidup kita tidak ada yang buruk. Tuhan mempunyai rencana lain dibalik semua ini. Ya, dibalik masalah yang sedang kita hadapi pasti ada kejutan indah dibaliknya. Fighting Hiu Hwi-ya!!”

“Sudah takdirku aku hidup dikelilingi oleh orang yang menyayangi aku…. Ahh Cho Kyu Hyun. Disamping wajahmu yang paling tampan diantara member Super Junior. Kau juga paling terkenal. Apalagi fansmu juga lebih banyak dari mereka. Hahahha.. Tapi.. kapan takdir menemukanku dengan wanita yang akan mengisi hatiku?”
Hiu Hwi POV
Mataku merasakan silau karena sinar matahari mulai masuk kedalam kamarku. Sulit sekali dan terasa berat untuk aku membukanya. Waktu tidurku kenapa sangat singkat. Aku ingin tidur lagi. Dengan sangat malas aku bangun karena bunyi alarm sialan ini terus saja menggangguku. Mau aku banting, tapi… aku tidak sanggup untuk membelinya lagi. Nasibku.. Ya Tuhan!! Aku kenapa selalu mengeluh setiap hari.
Tak lama kemudian.. Alarm ponselku juga berbunyi. Teen Top ~ Beautiful Girl-nya sudah memanggilku. Seperti aku ini adalah kekasih mereka. Ini menambah sedikit semangatku.
Aku beringsut perlahan-lahan dari ranjangku. Ani.. Bukan ranjang, aku tidur dikasur lantai. Dengan malas aku membuka selimutku.
“Hoammm…….. Selamat Pagi… Eomma, Appa.”
Aku tersenyum melihat foto mereka yang sengaja aku pasang didepan pintu kamarku. Mereka adalah penyemangatku. Apalagi Eomma, walau beliau sudah meninggal karena sakit saat aku masih duduk dibangku sekolah menengah. Appa?? jangan tanyakan dulu soal Appaku? Walau aku sangat menyanyanginya.. Tapi aku begini juga karena dia.
Ahh.. Sudahlah. Masih pagi. Aku tidak mau moodku kembali buruk jika membicarakan masalah keluargaku. Apalagi Appa. Semoga dia dalam keadaan baik dan sehat sekarang. Tapi kapan Appa akan datang kepadaku? Membawaku pergi? Ahh lebih baik aku tidak usah memikirkan ini.. Aku harus semangat menjalani hidup seperti ini. Aku harus optimis bahwa suatu hari nanti Appa akan datang.
“Fighting Hiuhwi-ya!!” itulah kata-kata penyemangatku selalu dipagi hari.
“OMO!! Jam 9?” pekikku saat melihat jam dinding ternyata sudah jam 9??
Ya Tuhan!! Bagaimana kalau aku dipecat? Aku baru saja diangkat dari traine menjadi karyawan kontrak! Aish Jinja… Bodoh!
Dengan bergerak cepat aku segera menuju kamar mandi. Tak seperti kebanyakan gadis-gadis, aku tidak membutuhkan waktu untuk mandi.
Secukupnya saja. Mandi itu bukankah membersihkan diri? Bukan begitu? Jadi hanya membersihkan diri saja bukan? Kalian tahu maksudku… Sudahlah. Aku tahu, pasti kalian kira aku hanya cuci muka? Tidak aku mandi hanya perlu waktu 3 menit. Dan menurutku paling lama adalah 5 sampe 10 menit. Entahlah.. Aku sudah terbiasa dengan segala hal yang berbau cepat. -______-”
__oOo__
“Waktu adalah uang… Itu sering kali aku dengar. Tapi… Aku begitu menghabiskan waktu untuk bekerja, tapi uang? Mana uang itu.. pertanyaan bodoh ini sering muncul dibenakku.”
Aku setengah berlari menuju dimana ruanganku berada sekarang. Gedung ini memang besar, tapi masih besar perusahaan Appaku. Itu dulu sebelum kami bangkrut dan sekarang kami jatuh miskin. Miris sekali. Tapi apapun itu, aku tidak boleh meratapi hidupku yang sekarang. Bukankah Tuhan sangat membenci itu. Jadi aku akan berusaha untuk hidup walau aku sekarang seoarng diri di Korea.
Mataku membaca tulisan yang menempel dipintu tersebut. Dengan sangat hati-hati aku membukanya. Semoga belum ada yang datang. Semoga saja Hiuhwi-ya. Aku berdoa dalam hati, agar aku tidak kena marah nona Haena.
“Hiu Hwi-ya!! Jangan seperti pencuri…”
Suara seperti itu. Aku sangat hafal. Ya, siapa lagi kalau bukan Nona Haena. Dia adalah atasanku, aku sekarang bertugas membututi dia, bukan lebih tepatnya aku bertugas menyiapkan segala perlengkapannya. Aku adalah asistennya.
Aku segera masuk dengan sedikit membungkukkan badanku kearahnya.
“Kau terlambat lagi. Apa kau tidak mempunyai alarm?” katanya lagi padaku.
“Punya..”
“Ponsel?”
“Uhh?” aku mendongak. Lebih tepatnya, aku berani menatapnya. Aku lihat wajahnya sedikit kesal, baiklah aku tahu aku salah. Sudah tiga hari berturut aku telat. Biasanya walau telat, itupun tidak setiap hari. Paling seminggu tiga kali, tapi tidak setiap hari. =,=”
“lalu alasan apa yang akan kau pakai lagi.”
“Tadi aku menunggu bus sangat lama. Jadi-”
“Sudahlah. Sejak dari trainee, sampe sekarang aku hafal sifatmu itu. Aku heran kenapa kau diterima sebagai karyawan disini” katanya lagi. Tapi kali ini dia sedikit santai. Dengan perasaan sedikit bersalah aku menundukkan wajahku.
“Baiklah. Antarkan map ini pada bagian keuangan. Ini keperluan member Super Junior selama satu bulan”
Aku mendongak. Super Junior? Bukankah katanya Nona Haena ini menangani SHINee? Lalu kenapa ganti Super Junior? Hhh.. Kalau SHINee. Aku berharap bisa ke Jepang dengan gratis. Paling tidak aku bisa mengunjungi tempat-tempat favoritku. Tempat tinggalku dulu. Ya sudahlah, tidak apa-apa. Ada Siwon oppa di Super Junior. Setidaknya nanti aku bisa mengusap keringatnya kalau aku menjadi staff saat di Super Show nanti. Ya Tuhan. Apa yang aku pikirkan.
“Kenapa kau masih disini?”
“Ahh.. Ne..”
Aku berjalan sambil mengamati isi dalam Map tersebut. Ternyata ini kebutuhan member Super Junior. Walau member yang tinggal didorm sudah berkurang sejak wamilnya Teuk dan Heechul oppa, tapi masih banyak juga ya badgetnya.
Jangan kira aku tidak tahu Super Junior. Aku tahu sekali mereka, bukannya karena aku bekerja di SM. Karena memang mereka terkenal =.=
Tidak!! Aku hanya hafal dengan beberapa member saja. Payah sekali. Ahh.. Tidak juga, hanya Siwon dan Leeteuk Shindong. Itu saja. -_______-
Jadi pekerjaan nona Haena ini adalah mengurusi member Super Junior yang ada di Dorm. Juga kalau Super Junior ada keperluan Show keluar negeri. Apa saja yang dibutuhkan, Nona Park ini selalu mendatanya. Asistennya sebenarnya tidak hanya aku. Tapi memang aku ini sekarang difokuskan hanya untuk nona Haena.
Tunggu!! Ini bukankah ruangan latihan.. Aku melihat tulisan yang tertera disana. Umm, Super Junior. Tapi memang sepi. Ya mungkin karena membernya sibuk semua jadi mereka jarang latihan?? molla… Aku tidak terlalu serius dalam mengidolakan group idol. Hidupku saja sudah rumit, apalagi kalau aku sampai terlalu fanatik mengidolakan mereka. Bisa-bisa uangku habis hanya karena aku gunakan untuk membeli semua segala pernak-pernik mereka. =,=”
“Aish.. jinjaa” aku merasakan aku ingin buang air kecil. Selalu seperti ini setiap pagi.
Dengan cepat aku berlari menuju kamar mandi. Ya, sepatu ini juga sangat menggangguku. Sudah sangat sakit sekali jika digunakan. Maklum, sudah waktunya aku ganti sepatu. Ohh, uang lagi.
Author POV
Pria ini berulangkali menatap ponselnya yang terus berdering. Ia tidak mau mengangkatnya. Managernya telah berulangkali menelponnya tapi ia malas walau hanya mengatakan kata ‘Hai’.
“Isshh!! Hyung menyebalkan… Sudah aku bilang, aku malas datang ke kantor tetap saja menyuruhku. Hhh.. Bukan Cho Kyuhyun kalau tidak mengerjaimu terlebih dulu” kata Kyuhyun saat keluar dari mobilnya.
Seringai Kyuhyun keluar seketika. Jam segini, memang paling enak baginya untuk masih tertidur didalam selimut hangatnya. Ini hanya keperluan tanda tangan yang tidak penting sampai menyuruh Kyuhyun datang ke SM Building.
Kyuhyun membenarkan rambutnya yang sedikit acak-acakan dan juga membuka maskernya. Walau matanya masih terlihat sangat sembab tapi ia masih saja terlihat sangat tampan. Nah, didalam kantor dirasa aman untuk membuka kedok (?)nya. Tapi disaat yang tidak ia duga sama sekali. Ia merasakan sesuatu yang membuatnya merubah raut wajahnya.
“Aish Jinja!”
Kyuhyun memegang perutnya. Melilit sekali. Aigoo. Sepertinya dia akan segera?
“Ya.. kenapa datang disaat yang tidak tepat” gersahnya sambil memegang perutnya. Sementara ponselnya terus saja berbunyi.
“Ahh… Mana ada toilet didekat sini.. Aish”
Kyuhyun, dia tidak bisa berpikir normal kalau panik seperti ini. Ia terus berjalan mencari tolet terdekat. Matanya menangkap tulisan yang sangat ia maksudkan. Senyum lebar kini menghiasi wajahnya.
‘Toilet Karyawan’ Hanya tulisan itu yang ia baca. Selanjutnya ia langsung masuk tanpa menunggu apa-apa lagi. Kyuhyun mulai membuka pintu, ia melihat ada kaca wastafel. Dilihatnya lagi. Hanya ada satu bilik dan pintunya juga tertutup.
Kyuhyun, dengan sangat tergesa-gesa ia segera membuka pintu bilik tersebut. Ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Sungguh, ini tidak biasanya.
Ceklekk!!
Sesosok wanita yang tengah duduk dan tanpa sengaja memperlihatkan bagian bawah tubuhnya. kini mendongak dan menatap Kyuhyun. Demikian juga dengan Kyuhyun. Pria ini menatap gadis itu dari atas hingga bawah. Dan dengan jelas ia melihat kulit putih mulus paha gadis itu. Apa paha!!!?
Gadis itu hanya berkedip beberapa kali. Ia belum sadar Kyuhyun itu laki-laki. Ya laki-laki!!
Mulut Kyuhyun masih terbuka karena melihat apa yang ada didepannya. Sungguh ini diluar dugaannya sama sekali. Paha itu.. Ya Tuhan!! Paha?? Upps Kyuhyun segera menutup mulutnya.
“Huaaaaaaaaaaaa!!!!!!”
“Haaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!” Keduanya sama-sama berteriak dengan sangat kencang.
Dengan sangat cekatan tangan Hiuhwi segera meraih kran air dan menyemprotkannya kearah Kyuhyun.
“Yakkkk!! Yakkk!!!!!!!!”
__oOo__
Hiu Hwi.. Gadis itu masih menunggu Kyuhyun didalam toilet. Matanya penuh dengan sorot kemarahan dan kekesalan. Harga diri sebagai seorang gadis telah runtuh seketika hanya karena bagian tubuhnya telah terlihat sempurna oleh mata seorang pria.
Pria yang ia tunggu masih didalam toilet menuntaskan masalah perutnya. HiuHwi tidak habis pikir bagaimana bisa seorang pria masuk kedalam toilet wanita?? apa dia tidak bisa membaca. Dasar!!
“Hhaaa…”
Hiuhwi menoleh dan menatap pria yang baru saja keluar dari bilik toilet. Kyuhyun. Ia sedang melepas tshirtnya. Hiuhwi seketika membulatkan matanya ketika melihat pria didepannya ini hanya memakai kaos dalam saja. Yang benar saja. Kulit putih mulus pria ini begitu nyata dapat terlihat oleh Hiuhwi… apakah ini hikmah dibalik semua ini?
“Yaakk!! Kau tidak sopan!!” pekik Hiuhwi.
“Tidak sopan bagaimana menurutmu? Aku masih memakai kaos dalam! Kau tidak tahu.. kaosku basah dan itu. Karenamu!!” Kyuhyun mengusap rambutnya yang basah karena semprotan air dari Hiu Hwi.
Hiuhwi terdiam.. kemudian Kyuhyun menatap gadis itu. Kenapa? Apa ada yang salah.. batinnya? Ohh.. seketika Kyuhyun tahu. Pasti gadis ini terperangah melihat ketampanannya. Tsskkk!! memang pesona Cho Kyuhyun sangat dahsyat.
“Kau untuk apa masih menungguku? Kau mau minta foto, tanda tangan?” kata Kyuhyun menawarkan. Gadis itu hanya mencibir Kyuhyun dengan tatapan kesalnya.
“Kau percaya diri sekali. Memangnya siapa kau?! Artis juga tidak. Mana ada seorang idol tidak bisa membedakan toilet pria dan wanita!! Kau tidak bisa membaca ya tuan?!” jawab Hiu Hwi enteng.
“Aku minta kau meminta maaf dan bertanggung jawab.” kata Hiuhwi lagi.
“Tskk.. apa??!! Aku sedang terburu-buru!! Eh, tunggu!! Kau bilang kau tidak mengenaliku?! Yang benar saja…” Kyuhyun mengabaikan apa kata Hiuhwi.
Kyuhyun seketika mendekat kearah gadis itu dan menatap lekat wajah Hiuhwi dari dekat. Hiu Hwi otomatis memundurkan sedikit wajahnya.
“Kau ini benar-benar orang korea bukan?” tanya Kyuhyun menyelidik. Hiuhwi bingung, kenapa malah pria ini yang kelihatannya kesal. Seharusnyakan dia yang kesal dan marah karena pria ini masuk kedalam toilet yang salah sehingga dengan jelas ia kehilangan harga dirinya.
“Yaa, kau kira aku orang mana?” Jawab Hiuhwi seakan meremehkan pertanyaan Kyuhyun.
“Tapi kenapa kau bodoh sekali. Apa kau tidak tahu??! Aku CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR!!!”
Hiu hwi seketika menutup telinganya karena teriakan Kyuhyun bisa membuat ia tuli seketika.
“YA !! Tutup mulutmu atau kau akan terkena skandal denganku” protes Hiu Hwi.
Kyuhyun berdecak dengan menunjukan senyum evil itu kenapa Hiu Hwi. Sedang gadis itu masih menggosok-gosok telinganya. Ia kenapa tidak terkejut seperti gadis lainnya.
“Aku ini bukan sembarang pria. Apa katamu skandal? Orang bodohpun tahu aku tidak mungkin mau denganmu. Mereka tidak akan percaya semudah itu. Seorang Cho Kyuhyun magnae yang memiliki good manner!!”
“Sombong sekali kau. Aku tidak menyangka ternyata member dari group yang mendunia sesombong dirimu” balas Hiu Hwi lagi.
Kyuhyun hanya terus menatap kesal wajah pada Hiu Hwi karena memang pertama dia membuatnya basah. Kedua tidak mengenali Kyuhyun. Dan ketiga, gadis ini begitu bodoh sehingga dia bisa melawan seorang Cho Kyuhyun dan ini akan membuat jiwa evil Kyuhyun seketika bangkit lagi (?)
Kyuhyun menghela nafas penjang. Ia tidak mau debat dengan gadis yang baru ia temui. Menemui managernya lebih penting sekarang.
“Mana ponselmu…”
Kyuhyun kemudian menatap tangan Hiu Hwi yang memang kini tengah membawa ponselnya.
“Yaa… Untuk apa?” Hiu Hwi bingung dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba mengambil alih ponselnya. Dan kini ponselnya ada ditangan Kyuhyun.
“Kau ingin aku bertanggung jawabkan atas apa yang aku lihat?!” jawab Kyuhyun enteng. Hiu Hwi hanya mengangguk pelan. Memang benar, ia ingin Kyuhyun bertanggung jawab. Tapi, apa maksud Kyuhyun ia tidak tahu sama sekali.
“Ini..”
Kyuhyun memperlihatkan nomor ponselnya sudah ada dikontak nama ponsel Hiu Hwi.
“Ini nomor ponselku. Kalau kau hamil kau bisa menghubungiku.. kau bisa menuntut aku untuk menikahimu!! Bereskan?!”
Hiuhwi membulatkan matanya tidak percaya apa kata Kyuhyun barusan. Hamil. Menikah. Dasar, pria ini benar-benar membuat ia naik darah. Meremehkan sekali….
“Kau… Kau seperti merendahkan harga diriku” ucap Hiuhwi kesal.
“Tsskkk… Oya kau juga karyawan SM? Jadi tidak sulit untuk menemuiku… semua Staff bahkan pemilik sahampun tahu siapa aku!” kata Kyuhyun lagi mengabaikan kekesalan gadis didepannya ini.
“kenapa kau bisa tahu? Aku karyawan SM-” tanya Hiuhwi gugup.
“bodoh.. Name tag mu tepat didadamu?”
“Lee Hiu Hwi. Nama yang aneh?” ucap Kyuhyun sambil melihat name tag yang tertera didada Hiuhwi. Entah kenapa Kyuhyun masih menatap bagian itu. Kemeja biru laut yang pas melekat ditubuh Hiuhwi membuat Kyuhyun sedikit terpana.
Hiuhwi seketika sadar, dengan cepat dia menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya saat Kyuhyun menatap name tagnya. Entah name tag atau yang lainnya. -_______-”
Dengan sombongnya Kyuhyun tersenyum pada Hiuhwi yang kini tampak cengo. Wajah gadis itu sangat lucu. Bukan karena melihat Kyuhyun yang hanya memakai tangtop… Tapi karena sikap Kyuhyun ini. Ia baru menemui pria semacam ini seumur hidupnya.
“Kau mau apalagi??” tanya Kyuhyun pada Hiuhwi…
Gadis itu kemudian berkedip dan menormalkan mimik wajahnya. Sungguh ini baru pengalaman Hiuhwi berbicara dengan seoarng pria, tapi kenapa pria ini sangat mempesona dibalik sifat angkuh dan sombongnya.
“Ohh.. aku tahu..”
Kyuhyun kemudian mensejajarkan tubuhnya disamping tubuh Hiuhwi. Seketika gadis itu menoleh kearah Kyuhyun. Ada apa dengan orang ini.
“Yaa.. pose sedikit.. jarang sekali aku berfoto dengan staf sepertimu” kata Kyuhyun memperlihatkan senyum smirknya. Dia senang sekali membuat Hiuhwi tampak bodoh seperti ini.
“Mwo? Yaaa.. apa maksudmu?” Hiuhwi masih saja terkejut.
“Lihat kekamera.. Hana.. dul.. set…”
Sebuah selca dirinya dengan Kyuhyun baru saja terjadi. Hiuhwi hanya berpose biasa saja menatap kamera.. Tapi pose Kyuhyun?? Kenapa… lain… Senyumnya sungguh!! Hiuhwi buru-buru menggelengkan kepalanya.
“Kau tidak suka?” Kyuhyun melihat ekspresi wajah gadis didepannya ini seperti mengejeknya.
“Yaa.. Kau ini percaya diri sekali.. jika aku ingin berfoto denganmu.. Tsskk! Ada ya orang sepertimu”
“Sudahlah.. Akui saja.. kau memang terpesona melihat magnae Super Junior yang tampan ini. Simpan foto itu baik-baik. Suatu saat kau pasti akan membutuhkan foto itu”
Kyuhyun lagi-lagi memperlihatkan senyum evilnya pada Hiuhwi sementara gadis itu hanya terpaku melihat Kyuhyun yang kini sudah berlalu dari hadapannya dengan memakai kemeja yang sengaja ia bawa.
“Hahh beruntung Sungmin hyung kemarin menitipkan kemeja baru ini didalam tasku… jadi aku bisa memakainya terlebih dulu.” gumam Kyuhyun dan meninggalkan Hiuhwi sendiri didalam toilet karyawan wanita.
“Dia benar-benar aneh!! Menyebalkannnnnn!! Huaaaahh.. Appa.. anak gadismu telah kehilangan sesuatu yang berhargaaa……pria itu telah merebutnya! Dia Cho Kyuhyun!!!!” sepertinya Hiuhwi merasa sangat malu dan juga sedikit berlebihan.
Kemudian mata Hiuhwi menangkap sebuah benda asing yang terjatuh dan ada dibawah kakinya. Hiuhwi berjongkok dan memungutnya.
“masker?”
Hiuhwi kemudian menatap geli saat membaca tulisan dimaskernya. ‘Kyu’
__oOo__
Hiu Hwi duduk disebuah halte bus dan menunggu bus yang akan mengantarnya pulang. Raut keletihan tampak jelas tergambar diwajahnya yang putih itu. Sesekali ia menengok kerah jalanan. Masih belum ada tanda-tanda bus yang akan lewat.
Duduk bosan, sembari melihat pesan yang sengaja ia simpan. Pesan dari Appanya seminggu yang lalu dan sampai sekarang belum ada kabar lagi dari beliau.
Hiu Hwi menghela nafas beratnya kemudian ia mencoba untuk tersenyum. Bagaimanapun walau ia hidup sendirian disini, setidaknya ada penyemangat untuk ia hidup. Yaitu Appanya walau ia kini tidak tahu dimana Appanya sekarang.
Bersembunyi entah mencari uang lagi untuk melunasi semua hutangnya pada Tuan Han. Yaah.. Hiu Hwi hidup juga dari bantuan tuan Han ini.
__Flashback__ 
“Yaa… Kalian kenapa ada disini?? ini flatku… flatku dan appa” kata Hiuhwi kaget sewaktu masuk kedalam flatnya. Memang appanya memberikan kunci flat yang baru padanya sebelum berangkat keluar negeri. Dan untuk pertama kali Hiuhwi tinggal sendiri.
“Yaa.. Tuan Han.. kenapa kau bisa masuk kedalam” kata Hiuhwi lagi saat melihat Tuan Han yang sudah tersenyum simpul pada Hiuhwi.
“Kau kira ini yang membeli adalah Appamu yang sangat tampan. Tsskk! Ini aku yang membelinya!!”
“Dan ini untukmu, agar aku bisa mengawasi gerak-gerikmu!!” kataTuan Han lagi. Hiuhwi kemudian menampakkan wajah kesal dan marahnya pada dua lelaki didepannya ini.
“Kenapa? Biarkan saja aku hidup gelandangan…” sergah Hiuhwi.
“Mana mungkin aku membiarkan anak buronan hutangku lepas begitu saja… dan juga..”
“Apa..” potong Hiuhwi.
“Dan juga kau anak dari Jungah..” jawab tuan Han pelan. Hiuhwi tersenyum dengan smirknya. Pria didepannya ini tampak kuat tegas dan kejam tapi kalau menyebut nama eommanya Hiuhwi yang bisa dibilang adalah mantan kekasih eommanya ini selalu tampak kusam.
“Ciissss… alasan itu lagi yang kau pakai” Hiuhwi mencibir.
“Ahh… Sudahlah!! salahkan Appamu itu yang merebut Eommamu dariku…”
“Yaa.. salah sendiri kau tidak merebutnya lagi. Pasti eommaku punya alasan kenapa dia memilih Appa!! dan aku tahu sekarang jawabannya.” jawab Hiuhwi mengejek.
“Anak dan Appa sama saja.. Aish Baiklah! Aku malas berdebat denganmu. Tinggal disini dengan baik.. bekerja dengan baik..Ingat! Aku akan selalu mengawasimu”
“Aish jinja!! Kalau saja anak buahmu sampai masuk kedalam flat ini. Aku jamin.. di surga nanti, eommaku tidak akan pernah mau menemuimu!! Dia akan sangat membencimu!!”
“Yaa, ancamanmu tidak bermutu!! Baiklah.. aku jamin itu.. Kau akan bebas jika akan ada yang menjamin hutangmu, ani hutang keluargamu”
Hiuhwi menatap punggung kedua laki-laki itu hilang dibalik pintu. Hiuhwi bernafas lega.. Tapi mungkin hari-hari kedepannya tidak akan aman. Yaa, karena Appanya sudah pergi.. Ia kini hidup sendiri..
Ponsel Hiuhwi bergetar.. Dilihatnya ada pesan masuk. Dan itu dari Appanya.
“Hiuhwi-ya.. putri Appa satu-satunya. Sekarang pasti kau sudah tinggal diflat yang dibeli oleh Han Jisung. Maafkan Appa karena Appa meninggalkanmu sendiri dikorea. Sekarang hiduplah dengan baik. Appa disini akan berusaha mengumpulkan uang demi membayar pada Han Jisung juga pada beberapa Bank. Jaga kesehatanmu Hiuhwi-ya. Aku jamin, Han Jisung baik padamu karena dia pernah bilang pada Appa kamu mirip sekali dengan Ibumu. Dan kau tahukan dia menyukai ibumu… Jadi paling tidak kau aman dengannya. Sekali lagi maafkan Appa Hiuhwi-ya… Appa janji akan membawamu kesini, berkumpul dengan Appa. Jangan menangis… Hei.. matamu akan bertambah sipit nantinya…”
Hiuhwi tidak sanggup meneruskan membaca pesan dari Appanya ini. Dadanya sesak sekali menahan gejolak jiwanya. Tak lama setelah mengusap air matanya. Ia kemudian membaca kembali pesan dari Appanya.
“Tunggu Appa!! Bersama dan Bahagiaaa…… Appa mencintaimu…”
“Appa…. hikssssss…… tega sekali kau membiarkan aku hidup seperti ini” Hiuhwi mendekap erat ponselnya dan menangis sendirian. Merasakan sakit yang luar biasa. Tanpa ia sadari Han Jisung masih mendengar tangisan Hiuhwi dan ia merasa bersalah karena ini.
__Flasback End__
Hiuhwi menghela nafas beratnya setelah mengingat kejadian saat Appanya benar-benar pergi meninggalkannya. Tak lama kemudian ia mendengar bunyi klakson mobil yang berada tak jauh dari halte.
“Yaa.. Hiuhwi-yaaa!” panggil seseorang dari dalam. Hiuhwi hafal benar dengan suara ini.
“Nona Haena?” gumam Hiuhwi.. gadis ini tersenyum karena mungkin nona Haena ini akan memberikan tumpangan untuknya. Lumayan untuk mengirit.
“Ne… wae? Nona memanggilku?” kata Hiuhwi menghampiri mobil nona Haena.
“Huum.. masuklah..”
__oOo__
“Lantai 11.. ingat itu yaaa! Jangan sampai kau lalai seperti tadi pagi. Arasseo!”
“Ne.. Arasseo nona” jawab Hiuhwi sambil menundukkan kepalanya. Seketika nona Haena melajukan mobilnya dan meninggalkan Hiuhwi yang sedang menatpnya dengan wajah yang amat letih.
“Aigoo.. lalu barang ini untuk siapa? Tsskk kenapa aku lupa menanyakannya? Hass sudahlah.. lebih baik aku segera naik dan mengantarkannya” kata Hiuhwi seraya masuk kedalam Apartement yang sangat megah ini.
Hiuhwi melihat kantong plastik yang sepertinya memang bahan belanjaan. Apakah ini buat?? Super Junior? Hiuhwi dengan cepat menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin ia bertemu dengan pria yang telah melihatnya ditoilet tadi pagi.
“Yaa.. Anniya. Hiuhwi jangan berpikiran yang tidak-tidak.. Semangat!!” kata Hiuhwi seraya menyemangati dirinya sendiri. Sungguh kalau ia harus bertemu dengan Kyuhyun lagi.. Ia masih malu dan juga sangat kesal.
Tinggg
Pintu lift terbuka dan tepat dilantai 11. Hiuhwi melihat kertas yang ada ditangannya nomor pintu yang akan ia tuju. Kemudian Hiuhwi mencari nomor tersebut hingga matanya menangkap pintu apartement yang dimaksud.
__oOo__
Kyuhyun POV
“Haahh…..” Aku menghempaskan tubuhku disofa. Aigoo.. rasanya hari ini sangat lelah. Setelah latihan untuk konser K.R.Y di Jepang aku segera take vokal lagi untuk comeback di Super Junior M.
“Sungmin Hyung kemana?” tanyaku saat aku tadi tidak melihatnya sama sekali. Kangin Hyung duduk tepat disampingku dan mengambil alih remot tivi. Dasar.
“Yaa.. Jangan diganti chanelnya.. Aigoo.. pulang sana kedormu.. menganggu saja!!!” gersahku.
PLETAK
“Awww..” ringisku. Aish jiwa premannya tetap saja ada. Aigoo kalau saja dia bukan Hyungku aku akan tendang pantatnya.
“Rasakan.. hahahha..” Tsskk dia malah tertawa.
“Sungmin katanya masih ada urusan dengan Ryeowook. Entahlah.. dia suruh aku menemanimu.. kalian ini benar-benar mencurigakan”
“Bilang saja kau cemburu.. Beruntung Teukie Hyung mau menjadi soulmatemu..” kataku sambil melahap camilan yang ada dimeja dan juga jus strawberry.
“Hei.. Itu punya Hyuki.. kau ini!!”
“Memangnya aku takut dengan Eunhyuk? Sejak kapan aku takut dengannya?” jawabku sembari meminum lagi jus milik Eunhyuk hyung. Kangin hanya melihatku sambil ternganga. Apa dia heran mempunyai dongsaeng yang sangat pintar dan tampan??!
Cho Kyuhyun.. Kau memang sangat pintar. Lihatlah Hyungku sendiri sampai tidak bisa menjawab segala perkataanku.
Ting..
Ting..
“Yaa.. Kyuhyun-ah.. buka pintunya!” perintah Kangin.
“Shirheo.. Kau saja. Aku lelah Hyung” elakku. Enak saja menyuruhku. Penghuni lantai 11 ini tidak ada yang berani menyuruhku membuka pintu. Yesung Hyung saja dulu saat tinggal disini tidak berani memerintahku untuk membuka pintu, apalagi penghuni lantai 12??
“Kau mau aku tendang?? Huh!” ya Tuhan… Sungmin Hyung kenapa menyuruh beruang ini menjagaku. Aku lebih baik tinggal didorm sendiri dari pada harus bersama Kangin ini. Menyebalkan!
Dengan terpaksa! Ingat!! TERPAKSA.. Aku bangun dari dudukku dan menuju pintu. Aish siapa sih.. menganggu saja.
“Yaa.. Kyuhyun-ah lama sekali membukanya.”
Belum aku membuka pintu Sungmin hyung dan Ryeowook sudah muncul. Aish mereka berdua ingin aku cincang??
“Aish! Kenapa tidak membukanya sendiri? Kalian benar-benar!!!” kataku kesal dengan mereka.
“Kajja… masuklah.. jangan malu-malu.” kata Ryeowook.
“Tapi-”
Tunggu!! Ryeowook membawa seseorang… jangan-jangan?! Aku mencoba melihat siapa yang masih ada diluar. Dengan segera Sungmin hyung menarik tangan dan membawa seorang gadis.
Mataku kini tepat menatap gadis didepanku. Sepertinya?? aku… aku mengenalnya.. TUNGGU!!!
“Kau tega sekali membiarkan dia diluar… Tskkkk. Kajja masuklah…!” kata Sungmin hyung lagi.
Aku mengabaikan apa kata Sungmin dan Ryeowook. Mataku kini fokus. Fokus menatap apa yang sedang ada dibalik tubuh Sungmin dan Ryeowook. Dengan perlahan gadis itu mulai berani menatapku dan tepat!! Mata kami saling menatap…
YAA!! DIA… kenapa dia kesini? Apa dia benar-benar hamil?? Tidak mungkin dia akan menuntutku. Atau jangan-jangan dia benar-benar ingin aku nikahi?? Ya Tuhan.. Sebenarnya aku kan hanya bercanda dengan kata-kataku!
“Yaa!! NEO!!” Pekikku….
“Kau…!!!!” Yaa… gadis toilet ini juga tengah menatapku terkejut. Sialnya…kenapa aku berteriak…Hasshh. Aku harus menjawab apa nanti jika Sungmin dan Ryeowook bertanya kenapa aku sampai kenal dengan gadis toilet seperti dia.
__oOo__
Author POV
Kyuhyun mengatakan kalau dia bertemu Hiuhwi dan Hiuhwi meminta tanda tangannya karena Hiuhwi adalah fansnya. Tapi Hiuhwi mengatakan kalau tanda tangan itu hanya untuk temannya dan dia bukan seorang fans Kyuhyun. Ya alasan bodoh macam apa itu. Hanya menguntungkan Kyuhyun. Cisshh enak saja mengatakan Hiuhwi adalah SparKyu dengan jelas Hiuhwi menolaknya.
Mata Kyuhyun terus saja menatap gadis yang kini tengah duduk didepannya. Sorot penuh dengan kekesalan yang teramat dalam. Sementara Hiuhwi hanya dengan wajah ‘biasanya’ dia melahap makanan yang memang tengah mereka nikmati. Ryeowook, Sungmin dan Kangin.
“Jadi kau asisten nona Haena?” kata Kangin memecah keheningan.
“Ne.” jawab Hiuhwi pelan. Kyuhyun hanya memainkan bibirnya dengan makanan yang ia makan.
“Umm.. Jadi kau sudah tiga bulan?”
“Hukkk….Hukk……..Hukkkk” Kyuhyun seketika tersedak dengan kata tiga bulan yang dilontarkan oleh Ryeowook. Semua mata kini menatap Kyuhyun terkejut kenapa dia bisa tersedak.
“Ige..” Sungmin menyodorkan segelas air putih pada Kyuhyun. Seketika Kyuhyun menghabiskannya. Hiuhwi hanya tersenyum geli melihat pria didepannya ini yang terlihat sangat konyol. Beda sekali dengan ketika dia memperlihatkan kesombongannya didepan Hiuhwi tadi pagi.
“Gwenchana?” tanya Sungmin. Dan Kyuhyun-pun mengangguk. Mata Kyuhyun kemudian menatap Hiuhwi yang sedang tersenyum. Menurut Kyuhyun itu senyum meremehkannya dan ia tidak terima itu.
“Ne, aku sudah tiga bulan menjadi traine kemudian aku sekarang menjadi karyawan walau hanya kontrak. Tapi, aku cukup senang apalagi bekerja dengan kalian.” kata Hiuhwi dengan memperlihatkan senyum malu-malunya. Sungmin tersenyum melihat gadis yang manis seperti Hiuhwi.
“Oh.. jadi tiga bulan itu traine. Aku kira…” Kyuhyun tidak melanjutkan kata-katanya karena akan menjadi pertanyaan besar jika ia sampai menyebutkan kata Hamil.
“Kau kira apa Kyu?” Kangin berusaha menanyakan pada Kyuhyun.
“Ahh.. Anniya.. bukan apa-apa!” Kyuhyun seketika melahap makanan yang ada didepannya lagi saat melihat gadis didepannya itu melepaskan pandangan padanya. Pandangan yang penuh dengan amarah. Dan mata itu mampu membuat Kyuhyun sedikit gugup. Aneh.
Bukan Kangin kalau Ia tidak curiga. Kangin berulang kali menatap Hiuhwi dan Kyuhyun bergantian. Pasti ada mereka sembunyikan.
“Hiuhwi-ya. Boleh aku memanggilmu seperti itu..” kata Sungmin. Hiuhwi kemudian mengalihkan pandangannya pada Sungmin. Pria yang menurutnya sangat sopan, murah senyum dan juga sangat baik menurut Hiuhwi.
“Umm.. ne.” Hiuhwi sebenarnya agak canggung dengan keadaan ini karena ia baru saja kenal dan langsung diajak makan bersama. Tapi kalau dengan Kyuhyun, tidak canggung malah aura kebencian yang ada.
“Kyaa! Baru kali ini ada staff yang usianya masih sangat muda. Dan terlebih lagi.. Hiuhwi melayani keperluan kita.” kata Ryeowook bergembira. Sementara Kyuhyun hanya memperlihatkan senyum ketidsukaannya pada Hiuhwi ini. Tidak ada yang istimewa. Tapi tunggu.. Keperluan kita?
Kyuhyun memutar otaknya. Terbesit ide jail kebiasaannya. Berarti gadis ini melayani Super Junior? Umm.. Boleh dibilang keperluan Dorm dia yang akan mengatasinya. Buktinya, vitamin sehari-hari buat semua member dia yang mengantar. Cho Kyuhyun.. Dia akan memanfaatkan gadis ini untuk balas dendamnya.
“Mmm.. Sudah malam sebaiknya aku pulang sekarang. Takutnya nanti tidak ada bis yang lewat” kata Hiuhwi seraya akan berdiri.
“Aku antar saja” kata Sungmin menawarkan diri. Sementara mata Hiuhwi menatap Kyuhyun. Kyuhyun terlihat sangat cuek. Ia tidak banyak bicara, lain sekali tidak seperti saat ia bersitegang dengannya saat ditoilet.
“Anniya! Aku tidak ingin merepotkan!” tolak Hiuhwi.
“Hati-hati… sering-sering saja mampir kesini.” kata Kangin mengantar Hiuhwi sampai kepintu.
“Gomawo.. mengajakku makan bersama. Senang bertemu dengan kalian.” kata Hiuhwi menundukkan wajahnya. Kangin dan Sungmin tersenyum pada Hiuhwi.
“Annyeong..” gadis itu segera berlalu dan menutup pintu apartement mereka. Kangin dan Sungmin kemudian bertatapan.
“Kyuhyun!” pekik Keduanya.
“Aku dulu…” kata Kangin.
“Aku dulu hyung.. Aku yang bertemu dengannya didepan pintu!!” kini giliran Sungmin. Kyuhyun menatap dua Hyungnya ini tampak bingung. Sementara Kangin menunjukan wajah kesalnya melihat Sungmin yang beraegyo. Dasar, ini keunggulan Sungmin dalam menaklukkan hatinya. -__-”
“YA! Kalian ini kenapa?” pekik Kyuhyun.
“Umm.. Kyuhyun-ah. Kau bertemu dia dimana? Sebenarnya dia fans siapa? Apa benar dia meminta tanda tanganmu, ayo katakan!” tanya Sungmin. Dia ini betanya atau apa?
“Kau ini kenapa hyung?” tanya Ryeowook polos.
“Dia.. aku bertemu di-” Kyuhyun berpikir sejenak. Kenapa hyungnya ini penasaran dengan gadis toilet macam dia. Batin Kyuhyun. Apa Sungmin hyung tertarik padanya?
“Aku bertemu waktu aku membeli jjajangmyeon.” jawab Kyuhyun berbohong.
“Benarkah? Tapi.. kapan kau kesana. Seingat hyung-”
“Hyung saja yang tidak tahu. Baru beberapa minggu yang lalu… Ahh sudahlah. Tanya saja sama gadis toilet itu sendiri. Aku tidak tahu!”
Kyuhyun seketika berdiri dan hendak menuju kamarnya. Ia tidak sadar mengucapkan kata gadis toilet??
“Gadis toilet? Maksudmu?”
Kyuhyun berhenti sejenak. Ia memikirkan jawaban apa yang harus ia keluarkan lagi… Aigoo bodohnya dia!!
“Maksudku.. Akhhh.. perutku sakit!! Aku ingin ketoilet!!” Kyuhyun lantas berbelok arah sambil berpura-pura memegang perutnya dan memasang wajah seperti orang yang sedang sakit perut. Sungguh ia lolos menjadi aktor mengalahkan Leonardo Di Capria dan Brad Pit sekalipun….. -____-”
“Aneh sekali bocah itu…” Kangin menggelengkan kepalanya. Ini mencurigakan.
__oOo__
Hiuhwi’s Flat
Hiuhwi dengan malas membuka pintu flatnya. Tampak jelas ia tampak lelah dan juga kesal. Kesal bukan karena apa, dia bertemu dengan pria yang sudah berhasil (?) melihat bagian tubuhnya. Ahh tidak perlu dibahas lagi. Yang pasti ia sudah dengan baik berakting didepan member Super Junior saat mereka bertanya kenapa terkejut melihat Kyuhyun.
Sungguh, Alasannya Kyuhyun benar-benar tidak masuk akal menurutnya. Hiuhwi geli sendiri mengingatnya. Meminta tanda tangan? Tsskk…
“Kau baru pulang?”
Hiuhwi segera mencari sumber suara yang ia dengar. Suara itu..
“Kau sepertinya sangat lelah bekerja seharian. Aku kasian padamu, Bagaimana dengan tawaran-tawaranku…??”
Dengan wajah kesalnya Hiuhwi menatap pria yang kini sudah ada didepannya. Dasar. Apa? Tawaran. Aigoo Hiuhwi sempat melupakan itu.
“Tawaran apa maksudmu tuan Han?” Hiuhwi pura-pura lupa. Padahal ia sudah berulangkali menolak calon yang tuan Han berikan padanya. Yaah! Hiuhwi ingin dikenalkan, lebih tepatnya dijodohkan dengan relasi tuan Han yang notabene adalah para Eksekutif muda yang cukup terkenal dengan kemampuan bisnisnya.
“Umm… Kau pura-pura terus Hiuhwi-ya!”
Sial. Dia tahu saja Hiuhwi sedang berpura-pura.
“Aku lelah.. Besok saja kita bicarakan lagi!” kata Hiuhwi beralasan. Bukannya tidak mau, memang sih calon yang akan dikenalkan bukan seorang lelaki tua yang suka dengan para gadis muda. Tuan Han sengaja memilihkan jodoh untuk Hiuhwi dikarenakan memang ia tidak ingin Hiuhwi seperti ini. Bekerja siang malam sendirian, tidak ada tumpuan hidup.
“Kalau kau berkilah lagi.. besok akan aku bawa paksa kau menemui orang yang aku maksud. Dia Eksekutif muda dari perusahaan Spao, kau tahu Spao?! Perusahaan Fashion dimana modelnya adalah idol terkenal!”
Hiuhwi merasa kesal karena secara tidak langsung pria ini mencampuri urusan hidupnya. Ia tahu apa maksud tuan Han sebenarnya. Tapi, ia memang belum siap jika untuk menikah. Ia lebih suka hidup seperti ini walaupun sangat sulit.
“Hiuhwi-ya! Aku tidak ingin kau hidup susah… tapi-”
“ARA!! tapi aku tidak mau kau terlalu ikut campur urusanku!”
“Lalu.. Apa kau ingin terus menunggu Appamu itu huh? Sampai sekarang apa kau tahu kapan ia kembali? Aku sudah menganggapmu sebagai anakku.. dalam dirimu aku melihat sosok ibumu dan itu adalah kelemahanku!” tegas tuan Han ini. Hiuhwi mendegus kesal.
“Tidak perlu seperti ini………”
“Perlu.. kau belum tahu bagaimana Ibumu berpesan padaku sebelum ia meninggal!”
Hiuhwi seketika tertegun. Sebelum ibunya meninggal bukankah Hiuhwi beserta Appa nya tinggal di Jepang. Hiuhwi menatap bingung kearah tuan Han.
“Kau pasti bingung…?! Aku sengaja mengunjunginya dirumah sakit. Saat kau dan Appamu tidak ada. Dan pada saat itu keuangan keluarga sudah sangat kacau… Dia hanya bilang.. Dia menitipkanmu padaku. Jangan sampai kamu kekurangan apapun.. ia tidak ingin kau menderita seperti sekarang Hiuhwi-ya. Apa kau tahu?!”
Hiuhwi tidak percaya sepenuhnya dengan kata-kata tuan Han. Tapi, kalau menyangkut Eommanya tuan Han ini selalu berbicara apa adanya.
“Lalu aku harus menurutimu. Menikah dengan orang yang kaya tapi aku tidak mengenalnya? Sama saja kau menjerumuskanku pada jurang yang dalam.”
“Ara! Kau menolakku untuk memenuhi kebutuhanmu. Lalu aku bisa apa untuk memenuhi janji Ibumu??”
Hiuhwi menarik nafasnya dalam-dalam. Ia mencerna kata-kata Tuan Han memang benar Hiuhwi menolak semua itu. Tapi… menikah? Dengan orang kaya? Hiuhwi memutar otaknya untuk menemukan cara agar terbebas dari perjodohan Tuan Han ini.
“Emm.. kalau aku sudah mempunyai kekasih apa kau akan berhenti menjodohkanku?” kata Hiuhwi pelan.
“Mwo! Kau sudah mempunyai kekasih? Tsskk.. Kalau pria itu benar-benar tanggung jawab, pekerja keras dan mampu menghidupimu, serta dia mau menikahimu. Aku akan menarik semua kata-kataku untuk menjodohkanmu!”
“Ne. Ada pria dia mau menikahiku dan dia juga pekerja keras.. bertanggung jawab dan juga ia mampu menghidupiku!” kata Hiuhwi mencoba tegas padahal sebenarnya ia takut kalau ia ketahuan kalau ia sedang berbohong.
“Jinja!? Lalu.. siapa pria itu?! Tunjukkan padaku.. aku perlu bukti!” kata Tuan Han sepertinya tidak percaya dengan kata-kata Hiuhwi.
Hiuhwi seketika mengeluarkan keringat dinginnya. Bukti? Bukti apa.. Cho Kyuhyun. Terlintas seketika diotaknya saat mengingat kata bukti. Baiklah.. ini saatnya memanfaatkan keadaan yang ada. Salah sendiri dia menawarkan foto bersamanya.
“Ige… Dia kekasihku. Ani.. dia sudah melamarku dan siap akan menikahiku kapan saja aku mau!” kata Hiuhwi dengan percaya diri sambil menunjukkan selcanya dengan Kyuhyun saat ditoilet.
Mata Tuan Han seketika membulat tidak percaya. Pria yang berfoto dengan Hiuhwi tengah memakai tangtop dan dengan rambut yang masih basah, apalagi mata pria itu seperti bangun tidur? Masih sembab. Lalu.. background dibelakang mereka adalah cermin.. wastafel? Jadi mereka ada didalam toilet? Untuk apa ditoilet?? Toilet Hotel? Semua orang pasti akan bertanya-tanya dengan pose Kyuhyun dan Hiuhwi seperti ini.
Pasti mereka mengira ada hal sebelum mereka berfoto bersama? Bercinta di Toilet???
Beribu pertanyaan muncul dibenak Tuan Han. Ia khawatir Hiuhwi sudah melakukan hal-hal yang iya-iya dengan pria ini.
“Dia siapa?” tuan Han meraih ponsel Hiuhwi untuk segera menstranfer foto Hiuhwi itu.
“Dia.. Cho Kyuhyun. Member Super Junior…! Aku pastikan. Hidupku sejahtera dengannya.”
“Cho Kyuhyun!! Super Junior??!!” pekik Tuan Han.
=TBC=

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: