Making Love With You Part 3

0
Making Love With You Part 3 ff nc donghae
Tittle                : Making Love With You #Part 3
Author             : Elfishy_Lee
Cast                 : Lee Donghae, Seo Ji Hye, Song Ah Ri
Other Cast       : Lee Hyuk Jae, Kim Seolhyun, Kim Shin Yeong, Han Seolji
Category         : NC21, Yadong, Romance, Sad, Chapter
Donghae membawa pakaian yang Hyuk Jae bawa kekamar. Ia menatap kosong kamar ini. dimana gadis itu? Donghae mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Ia melihat Ji Hye berjalan dengan kesusahan dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Donghae segera mendekat dan membantunya.

“apa kau tuli? Aku menyuruhmu untuk beristirahat disini” Donghae memegang lengan dan pundak Ji Hye membantunya untuk duduk di ranjang.
“mian tuan, aku ingin kebelakang. Dan kau sedari tadi tidak masuk kekamar. Jadi, aku putuskan untuk kekamar mandi sendiri tanpa menunggumu” jelas Ji Hye.
“pakai ini, Hyuk Jae hyung sudah membawakan ini untukmu” ucap Donghae.
“gomawo tuan..”
“sekarang mandilah, mau kubantu?”
“b-baiklah,”
Donghae menggendong Ji Hye menuju kamar mandi. Awalnya Ji Hye menolak, namun pria ini tetap menggendongnya. Didalam kamar mandi, Ji Hye memandangi tubuhnya yang polos. Banyak sekali tanda kepemilikan ditubuhnya. Selangkangannya tidak terlalu nyeri setelah Donghae mengolesinya dengan salep tadi. Ji Hye segera membasuh tubuhnya kemudian keluar untuk membersihkan kamar.
///
“apa yang kau lakukan?” tanya Donghae ketika ia memasuki kamar. Dilihatnya, Ji Hye tengah mengganti sprei di kasur.
“t-tuan.. spreinya.. ada darah dan..” ahh bagaimana ini? Ji Hye tidak bisa melanjutkan kata-katanya, dia terlalu malu dan gugup.
“aku akan mencucinya” ucap Ji Hye. Ia bergerak hendak ke kamar mandi. Namun dengan cepat lengannya ditahan oleh Donghae. “tidak perlu, kita bisa menyuruh tukang cuci untuk membersihkannya. Kau harus istirahat”
“tapi tuan..”
“jangan keras kepala Hye-a.. kajja”
Donghae menarik halus lengan Ji Hye ke ranjang. Kemudian merebahkan tubuh mereka disana. Ia menarik Ji Hye ke dalam pelukannya. Tubuh Ji Hye kembali bergetar. Ranjang ini, menjadi bukti pekerjaan mereka semalam. Ji Hye merona malu membayangkannya. Ia menyembunyikan kepalanya didada Donghae. Tangan Donghae bergerak mengusap punggung Ji Hye dengan lembut. Tangannya semakin bergerak ke bawah hingga ke area kewanitaan Ji Hye yang tertutup dress dan celana dalam. Tangannya masuk kedalam dress itu kemudian mengusap kewanitaan Ji Hye dengan lembut. Membuat Ji Hye menahan nafasnya.
“t-tuan..”
“apa masih sakit?”
“tidak..tidak terlalu sakit setelah kau mengolesinya dengan salep tadi”
Donghae tersenyum kemudian menjauhkan tangan itu dari area sensitif Ji Hye.
“malam ini ikutlah denganku” ucap Donghae
“kemana?”
“ke rumah orang tuaku”
“a-apa? Untuk apa?”
“kau hanya harus mengikutiku.. aku sudah membayarmu, jadi kau harus menurutiku” Ji Hye terdiam. Dia membayar Ji Hye hanya untuk menidurinya, bukan untuk bertemu orang tuanya.
“b-baiklah,”
Donghae tersenyum. Lega sekali. Ia akan memberitaukan bahwa dia mencintai gadis ini. gadis yang menjadi budak sexnya untuk 2 bulan kedepan. Donghae berfikir untuk menjadikan gadis ini sebagai pendamping hidupnya. Apa Donghae salah? Ia hanya mengikuti apa kata hatinya saja. dan hati kecilnya menyerukan untuk melakukan ini.
///
Ji Hye berdiri di depan cermin. Ia tampak cantik malam ini. dengan balutan mini dress berwarna ungu. Rambutnya ia biarkan mengurai dengan sebuah cepit bunga mawar berwarna merah dirambut bagian samping kanannya. Dia tidak memakai make up. Hanya pelembab, kemudian mengolesi bedak dan lipglos rasa cherry. Tapi gadis ini terlihat sangat anggun dan menawan dengan tampilan naturalnya. Donghae menatapnya dengan takjub. Ia benar-benar menemukan bidadari di sebuah club malam. Cantik sekali.
“ada satu yang kurang nona,” Donghae mendekat. Ji Hye menatap heran ke arah Donghae melalui kaca dihadapannya. “apa?”
Donghae mengeluarkan kalung berbandul love. Kemudian ia memakaikannya di leher indah Ji Hye. Ji Hye tersenyum. Kalung ini sangat indah dan tentu saja harganya.. mahal sekali.
“gomawo tuan, tapi kau berlebihan”
“tidak. Aku suka melihatmu memakainya. Jangan lepaskan. Dan ingat, mulai sekarang jangan panggil aku tuan. Panggil aku oppa. Donghae oppa”
Ji Hye terdiam. Mengapa ia harus memanggilnya seperti itu? bukankah Donghae adalah tuannya?
“baiklah,” senyum Ji Hye mengembang membuat Donghae tak segan-segan untuk mengecup mesra pipinya membuat pipi itu merona. Donghae terkekeh, kemudian menarik Ji Hye dan membawanya ke mobil dan segera melaju ke kediaman orang tua Donghae.
///
Tak butuh waktu lama  untuk sampai ke kediaman kedua orang tua Donghae. Disana Donghae disambut dengan baik oleh para pelayan, begitupun Ji Hye.
“siapa gadis ini Hae? Kau tak pernah membawa gadis kesini” ucap Nyonya Lee sambil tersenyum bahagia melihat putranya membawa gadis cantik kesini.
“namanya, Seo Ji Hye eomma..”
Nyonya Lee sekali lagi tersenyum. “jadi, dia calon istrimu?” ucapnya membuat Ji Hye langsung menoleh ke arah Donghae yang ada di sampingnya. Apa katanya? Istri? Ji Hye berusaha memasang mimik wajah sebiasa mungkin. apa Donghae sedang beracting? Ada banyak sekali pertanyaan yang akan ia tanyakan pada tuannya ini.
“ne eomma,  maka dari itu. berhenti menyuruh Ah Ri medekatiku. Aku tidak menyukainya”
“baiklah, maafkan eomma sayang” Nyonya Lee menatap Ji Hye dengan mata berbinar. “kau sungguh cantik Ji Hye-a.. “ puji Nyonya Lee. “gomawo nyonya..” jawab Ji Hye dengan wajah tersipunya.
“tidak sayang. Panggil aku eomma. Kau akan jadi menantuku sebentar lagi” dan Ji Hye hanya bisa tersenyum malu kemudian mengaggukkan kepalanya.
“kapan kau akan menikah Hae?” kini giliran Tuan Lee yang melontarkan pertanyaan pada putranya.
“akan kupikirkan lagi, mungkin beberapa bulan lagi,”
“aish, mengapa lama sekali?”
“appa.. kami bahkan baru bertemu beberapa hari. Biarkan kami saling kenal dahulu”
“baiklah kalau begitu,”
Pertemuan itu berakhir dengan makan malam. Ji Hye terlihat sudah mulai dekat dengan keluarganya. Terlebih ibunya. Ji Hye terus saja tersenyum bahagia setelah menceritakan berbagai macam cerita lucu yang pernah di alaminya. Bahkan kedua orang tuanya ini sudah sangat nyaman bersama Ji Hye.
///
Perjalanan menuju ke apartemen Donghae dilalui dengan keheningan. Ji Hye terlihat kelelahan sehingga Donghae tak berniat mengajaknya berbicara. Sebaliknya, Ji Hye terlihat sedang memikirkan sesuatu. Apa maksudnya ia akan menikahi Ji Hye? Ji Hye hanya budak sex bagi Donghae yang jika Donghae bosan, dia akan membuangnya. Lantas, apa maksud Donghae dengan mengajaknya ke rumah orang tua Donghae? Memperkenalkannya sebagai calon istrinya? Apa pria ini sudah gila.
“oppa.. mengapa kau mengatakan pada mereka kalau aku ini calon istrimu?” tanya Ji Hye pelan. Donghae menghembuskan nafasnya. “aku dipaksa menikah Hye-a, mereka sudah menjodohkanku tapi aku tidak menyukainya. Hanya sementara sampai aku menemukan orang yang benar-benar aku cintai dan mencintaiku. Hanya untuk sementara saja Hye-a, ku mohon” jawab Donghae. Ji Hye mengerti. Ia menganggukkan kepalanya. “kau tidak keberatan bukan?” tanya Donghae. Ji Hye menoleh kemudian tersenyum. “oppa sudah menyewaku, dan aku harus melakukan apapun yang kau suruh” termasuk menjadi kekasih pura-puramu. Batin Ji Hye menambahkan. Donghae tersenyum mendengarnya. Dia memang gadis yang baik.
///
“apa? Donghae oppa sudah memiliki calon istri?”
“benar Ah Ri, maafkan ahjumma nak. Tapi Donghae mencintai gadis itu” Nyonya Lee berusaha menjelaskan pada Ah Ri. Tak ingin gadis ini tersakiti.
“tapi Ahjumma.. aku mencintainya” kini air mata Ah Ri sudah tak tertahankan. Ia menangis.
“maafkan ahjumma nak, jangan menangis” Nyonya Lee memeluk gadis itu mencoba menenangkannya. Sebaliknya, gadis itu terlihat marah. Apa gadis itu telah menggoda Donghae oppa terlebih dahulu? Batinnya.
Setelah berpamitan kepada Nyonya Lee. Ah Ri menemui Donghae di apartemennya. Ia yakin pasti Donghae dan wanita itu ada di sana. Ia ingin melihat, seperti apa gadis itu. apa gadis itu memiliki tubuh yang lebih sexy darinya?
///
Donghae membukakan pintu begitu ada seseorang yang mengetuk pintunya. Dia tidak begitu terkejut dengan kedatangan Ah Ri. Tapi kali ini dia sedang malas melihat wajahnya.
“oppa boleh aku masuk?”
“masuklah,”
Donghae menyuruh Ah Ri duduk di sofa. Ji Hye sedang di kamar mandi. Ia tak ingin Ji Hye melihat wanita sialan ini. ia berniat kekamar untuk melihat Ji Hye, namun tanpa ia sadari Ah Ri mengikutinya dari belakang. Setelah dirasa kamar itu sepi. Ah Ri mengunci pintunya. Donghae menoleh kebelakang.
“YA! Apa yang kau lakukan disini? keluar” bentak Donghae. Namun gadis itu  tidak bergeming. Tetap berdiri. Ia melepas blazernya yang panjang yang hanya menutupi setengah pahanya. Donghae menatap tubuh Ah Ri yang ternyata dibalik blazernya hanya mengenakan bra dan celana dalam berwarna hitam senada. Donghae meneguk salivanya. Apa maksud gadis ini?
“oppa, sentuh aku..”
“apa yang kau lakukan huh? Pakai lagi blazernya” perintah Donghae. Tapi Ah Ri bergerak maju kemudian menindih tubuh Donghae. Donghae dapat merasakan dada Ah Ri yang besar dan kenyal itu menyentuh dada bidangnya.
“tsk ! tidak lucu, minggirlah !” Donghae tidak boleh tergoda. Sekalipun gadis ini akan bertindak nekad dengan melepas semua kain yang melekat ditubuhnya. Ia harus menahan diri. Hanya Ji Hye yang mempu membuat pertahanannya runtuh. Hanya dia.
Dan benar saja, Ah Ri melepas bra yang ia kenakan. Apa gadis itu gila? Ia sama saja dengan merendahkan dirinya pada Donghae. Donghae menatap Ah Ri dengan tatapan tak percaya. Ah Ri melakukan ini untuk mendapatkan Donghae? Benar-benar murahan.
“apa kau bodoh? Kau fikir aku akan tergoda oleh tubuhmu yang jelek ini huh?”
“oppa.. kumohon.. sentuh aku oppa..” bisik gadis itu. Ah Ri sengaja menggerakkan tangan nakalnya mengusap dada Donghae.
Ah Ri menggapai tangan Donghae kemudian mengarahkan kedua tangan Donghae untuk menyentuh dada sintalnya. Donghae mencoba melepaskan namun kedua telapak tangannya berhasil menyentuh dada itu. kenyal dan lembut. Itu yang ada dipikiran Donghae sekarang. Donghae meneguk salivanya. Apa maksud gadis ini sebenarnya?
“ahh..” Ah Ri mendesah karena perbuatannya sendiri. Donghae melepas kedua tangannya dengan cepat.
“hentikan!!! Kau benar-benar bodoh!!”
Tiba-tiba suara pintu kamar mandi terbuka. Ji Hye menatap pemandangan di hadapannya. Apa yang dilakukan Donghae? Apa dia sudah bosan dengan Ji Hye? Sehingga ia berniat tidur dengan wanita lain? Disini? bahkan disini ada Ji Hye. Apa pria ini berniat bercinta dihadapannya? Ji Hye merasa dadanya sangat sesak. Ia berjalan keluar dengan cepat mengabaikan Donghae yang memanggilnya.
“Hye-a.. jangan pergi” Donghae mencoba mengejar, namun lengannya ditarik Ah Ri membuatnya berada di atas tubuh Ah Ri. Wajah mereka berada dalam jarak yang dekat.
“apa yang kau lakukan huh? Kau sudah gila?” bentak Donghae. Ah Ri diam. Ia membusungkan dadanya tepat diwajah Donghae. Membuat Donghae semakin geram.
“oppa kulum payudaraku.”
“Ah Ri !! kau gadis yang murahan”
“aku hanya ingin oppa mengulum payudaraku. Bukan mengataiku seperti itu” mata gadis itu sudah mulai berkaca-kaca.
“aku tidak mencintaimu Ah Ri. Aku hanya mencintai Ji Hye. Biarkan kami bersama. aku yakin masih banyak pria diluar sana yang akan bisa mencintaimu dan menjagamu. Jangan seperti ini. kau gadis yang cantik dan baik. dan aku tidak suka kau menggodaku dengan cara seperti ini”
“apa gadis itu memiliki payudara yang lebih indah dariku?”
“apa? Apa maksudmu huh?”
“apa gadis itu sudah menggodamu terlebih dahulu? Sehingga kau mau menidurinya?”
“Ah Ri cukup!!! Kau sudah membuatku emosi !! aku tidak mencintaimu, dan aku tidak akan pernah mau menikahimu. Aku hanya ingin menikahi Ji Hye. Dan aku mohon, jangan ganggu aku maupun Ji Hye lagi. jangan pernah melakukan hal semurahan ini!! karena aku tidak akan pernah mengubah keputusanku”
Donghae segera meninggalkan Ah Ri sendirian. Ia harus mencari Ji Hye. Ah Ri terdiam diranjang. Air mata mulai menetes dari sudut matanya. ia sakit, malu dan kecewa pada Donghae. Ia bangun, memakai pakaiannya dan segera pergi dari tempat ini.
///
Gadis itu duduk di bangku taman didepan sungai Han. Pikirannya amat kacau. Ia telah merendahkan diri untuk mendapatkan Donghae. Tapi apa hasilnya?? Dia benar-benar gadis yang bodoh.
“kau disini?” Ah Ri tersentak kaget begitu ada seseorang yang memegang pundaknya. Ia menoleh. “oppa..”
“hem.. aku disini” Hyuk Jae duduk di samping Ah Ri. Ikut memandang ke depan. Sungai Han ini terlihat sangat indah di sore hari. “apa yang kau pikirkan?” tanyanya lagi, tanpa menatap Ah Ri.
Ah Ri mengedikkan bahunya. “oppa.. apa aku harus melupakan Donghae oppa?”
“harus.. bukankah dia sudah mempunya calon?”
“ya.. kau mengenalnya?”
“tentu saja, kami sudah saling mengenal”
Hening. Tak ada balasan dari Ah Ri.
“aku mencintainya” gumam Ah Ri namun Hyuk Jae masih mendengarnya dengan jelas.
“aku mencoba mendapatkan hatinya. Apapun ku lakukan. Bahkan sampai merendahkan harga diriku.” Ah Ri tersenyum getir. Ia memang bodoh. “aku bodoh bukan” tambahnya lagi.
Hyuk Jae menghadap ke samping kemudian memegang kedua bahu Ah Ri. Mencoba memberi kekuatan pada gadis itu.  “kau harus bisa melupakan Donghae, kau harus bisa. Kau tidak boleh seperti ini. masih banyak pria yang bisa mencintaimu dengan tulus”
Jujur, Hyuk Jae sangat sakit melihat Donghae memperlakukan Ah Ri seperti ini. Ah Ri begitu mencintainya hingga ia rela mengorbankan apapun untuk mendapatkannya. Padahal gadis ini tau sendiri bahwa Donghae tidak mencintainya. Sementara ada orang yang benar-benar mencintai Ah Ri dengan  tulus namun Ah Ri tak pernah mengerti dengan apa yang dirasakan Hyuk Jae. Dia mencintai gadis ini sejak pandangan pertama. Hatinya begitu sakit saat mengetahui Ah Ri menyukai Donghae. Sementara Donghae selalu bersikap acuh pada gadis ini dan membuat gadis yang dicintainya ini sedih. Dan Hyuk Jae tidak bisa melihat orang yang dicintainya menangis. Jadi disini, siapa yang salah ? Donghae atau Ah Ri? Entahlah Hyuk Jae pun juga bingung dengan keadaan ini. yang harus dilakukannya adalah membuat gadis ini melupakan Donghae. Dia harus bangkit.
“aku.. aku tidak tau,” lirih Ah Ri. Gadis itu sudah berniat hendak menitihkan air matanya. Hyuk Jae segera memeluk tubuh kecil Ah Ri. Dia tak ingin gadis ini menangis.
“jangan menangis Ah Ri-a..” Hyuk Jae mengusap punggung Ah Ri memberikan ketenangan padanya.
“oppa.. aku harus bagaimana. Aku tidak bisa melupakannya. Aku mencintainya dengan tulus”
“mulailah membuka lembaran baru. Buka hatimu untuk pria lain. Kau cantik Ah Ri-a.. masih banyak pria yang mau menjadi suamimu”
Termasuk aku. Ucap Hyuk Jae dalam hati. Dia memang berharap gadis ini akan membukakan sedikit pintu hatinya pada Hyuk Jae.
“bantu aku oppa.. bantu aku melupakannya. Aku ingin melupakannya” pinta Ah Ri sembari menatap Hyuk Jae lekat-lekat. Bola mata yang indah. Batin Hyuk Jae.
“tentu. Aku akan selalu menolongmu. Jangan menangis” Hyuk Jae menghapus air mata yang turun membasahi wajah cantik gadis yang dicintainya.
Ah Ri tersenyum. Senyum yang sudah dirindukan Hyuk Jae sejak tadi. Dia harus bisa membuat Ah Ri nyaman bersamanya.
“mau pergi bersama? Kita jalan-jalan bersama”ajak Hyuk Jae. Mata Ah Ri berbinar.
“mau oppa..”
Sekali lagi Hyuk Jae mengusap pipi Ah Ri kemudian ia menggandeng tangan gadis ini untuk mengajaknya pergi bersama. Ia akan membuat gadis ini kembali bahagia. Ah Ri harus bisa melupakan Donghae dan mulai membuka pintu hatinya untuk pria lain. Walaupun bukan dirinya. Setidaknya melihat gadis ini bahagia bersama orang yang mencintainya ia akan merasa bahagia.
Mereka pergi bersama. Menghabiskan waktu berdua. Menghilangkan kesedihan yang tengah Ah Ri rasakan. Ia harus bisa melupakan Donghae. Dia harus bisa hidup kembali. ia yakin bersama Hyuk Jae ia akan bisa kembali seperti dulu.
TBC~

Fc Populer:

  • Anonim

    Next dooong…. 😀
    Ditunggu apdetannya…ceritanya seruuu…

%d blogger menyukai ini: