Making Love With You Part 2

0
Making Love With You Part 2 ff nc donghae super junior
Tittle                : Making Love With You #Part 2
Author             : Elfishy_Lee
Cast                 : Lee Donghae, Seo Ji Hye, Song Ah Ri
Other Cast       : Lee Hyuk Jae, Kim Seolhyun, Kim Shin Yeong, Han Seolji
Category         : NC21, Yadong, Romance, Sad, Chapter
Donghae menyuruh Ah Ri duduk di sofa ruang tengah. Gadis itu sudah mengganggu aktifitasnya bersama Ji Hye tadi. Dia melipatkan kedua tangannya didada. Gadis itu masih terdiam. Membuat Donghae semakin geram.
“kau membuang waktuku” ucap Donghae dingin.

Ah Ri menoleh memandang Donghae. “oppa.. mengapa kau tidak ingin menikah denganku? Apa kau menyukai gadis lain?” Donghae menatap Ah Ri. “aku sedang tidak ingin membahas pernikahan nona Song Ah Ri” jawab Donghae cetus.
“oppa.. aku mencintaimu”
“tapi aku tidak mencintaimu”
“kenapa? Apa aku tidak cantik?”
“aku mencintai gadis lain”
“siapa?”
“kau tidak perlu tau. Pergi dari sini sekarang !”
“oppa..”
Gadis itu menatap sedih Donghae. Mengapa pria itu begitu dingin padanya? “pergi sekarang !! “ Donghae menarik lengan Ah Ri dengan kasar. Ia tidak suka jika ada yang mengganggu ‘kesenangannya’ . dan gadis ini membuat Donghae kesal dan marah. Sudah ia katakan berulang kali bahwa ia tak mencintainya. Tapi gadis itu tetap mengejarnya.
Setelah menyuruh Ah Ri pulang , Donghae menutup pintu dan menguncinya. Benar-benar mengesalkan. Ia kembali ke kamar dan mendapati Ji Hye tengah duduk sambil melilitkan selimut ditubuhnya. Entah kenapa semua rasa kesal dan marahnya hilang seketika setelah melihat gadis itu tersenyum. Ia mendekati Ji Hye.
“ahh tuan.. kau mengagetkanku. Siapa yang bertamu malam-malam begini?” tanya Ji Hye.
“bukan siapa-siapa. Mari kita lanjutkan lagi” ucap Donghae kemudian melepas selimut itu yang menutupi tubuh Ji Hye. Donghae tersenyum kemudian kembali meraup bibir Ji Hye yang sudah basah dan memerah. Ia kembali menindih Ji Hye. Tangannya bergerak kembali ke dua gundukan kenyal dihadapannya. Ia meremas kuat-kuat sesekali memelintir putingnya.
“ahh tuanhhh..ahhh”
Donghae memasukkan satu jarinya di bawah sana. Membuat Ji Hye menautkan alisnya menahan sakit. Tidak terlalu sakit setelah jari panjang Donghae mengaduk-aduk isi didalamnya. Jarinya menggaruk-garuk kewanitaan Ji Hye dengan gerakan cepat dan pelan.
“enghhhh..shhhh.. arghhhtt”
Ji Hye meringis kembali begitu Donghae menambah satu jarinya didalam sana. Hingga 2 jari Donghae memasuki area kewanitaannya. Donghae merasakan jari-jarinya hangat didalam sana. Donghae semakin cepat mengaduk-aduk kan jarinya disana. Bibirnya bergerak lincah di pundak Ji Hye. Menjilat dan mengecupi bagian itu.
“tuanhhh akuhh inginnhhh..”
“keluarkan saja”
Ji Hye kambali orgasme untuk kedua kalinya. Donghae segera melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya. Ji Hye memandangi tubuh Donghae yang besar dan kekar. Tatapannya beralih pada benda dibawah sana yang sudah terlihat tegang. Ji Hye memalingkan wajahnya. Dadanya berdegup begitu kencang. Donghae kembali menindih gadis itu.
“kau siap?” tanya Donghae. Ji Hye mengangguk membuat Donghae tersenyum penuh kemenangan.
Donghae mengecup kening Ji Hye lama kemudian dengan perlahan Donghae mengarahkan miliknya didepan area kewanitaan Ji Hye. Ia membuka lipatan kewanitaan Ji Hye dengan kedua jarinya kemudian mendorong masuk miliknya didalam sana. Sangat sulit sekali. Donghae mencoba memasukkannya lebih dalam. Ia melihat Ji Hye yang memejamkan matanya kesakitan. Donghae mencium bibir Ji Hye untuk mencoba mengalihkan rasa sakit yang ia rasakan. Tangannya memeluk erat leher Donghae. Donghae mengeram, baru saja seperempat miliknya bisa masuk. Sial, milik Ji Hye begitu sempit. Tapi Donghae bisa merasakan miliknya terasa hangat didalam Ji Hye. Namun Donghae merasakan ada sesuatu yang membuatnya susah memasukkan miliknya lebih dalam lagi. itu, selaput darah Ji Hye. Malam ini Ji Hye akan kehilangan keperawanannya. Donghae mendorong miliknya masuk. Tangan Donghae bergerak meremas kedua payudara Ji Hye. Bibirnya masih membungkam bibir Ji Hye.
Ia terus berusaha mendorong masuk miliknya. Ia memandang Ji Hye yang semakin kesakitan. Kemudian dengan sekali hentakan. Miliknya berhasil masuk sepenuhnya. Donghae mendesah lega. Rasanya hangat dan miliknya terasa dipijat oleh kewanitaan Ji Hye. Sebaliknya, setelah berhasil memasuki Ji Hye. Ji Hye melepas ciumannya dan menjerit kesakitan. Ia tak kuat dengan rasa sakit yang ia rasakan. Air mata mengalir dari sudut matanya.
“appo..sshhh sakit tuan..” ucap Ji Hye sambil memukul lengan Donghae. Tubuhnya bergetar. Donghae tak tega melihat Ji Hye kesakitan. Ia memeluk tubuh Ji Hye. Ia membiarkan Ji Hye menangis. Ia tau rasanya memang akan sakit. Namun Donghae sedikit bahagia begitu ia tau dia lah yang pertama memasuki Ji Hye. Bukan pria lain. Setelah isak tangis Ji Hye berhenti Donghae melepas pelukannya. Ia menghapus air mata Ji Hye kemudian mengecup kelopak mata Ji Hye lembut. Ia melihat kebawah. Ada bercak darah disana. Membuat Donghae kembali tersenyum. “masih sakit hum?” tanyanya sambil menyibakkan rambut yang menutupi wajah catik Ji Hye. Ji Hye menggelengkan kepalanya.
Donghae mulai menggerakkan miliknya dibawah sana. Pelan. Dia menggerakkannya dengan tempo pelan. Takut jika Ji Hye merasa kesakitan. Donghae mengarahkan bibirnya pada leher putih Ji Hye, kembali memberikan tanda kepemilikan disana.
“arghhhtt tuanhhh ohhh..” desah Ji Hye. Donghae semakin menggerakkan miliknya dibawah sana dengan cepat. Donghae merasakan miliknya dipijat oleh Ji Hye. Rasanya benar-benar nikmat.
“Hye-a.. kau ahhh begitu nikmat sayang.. ouhhh shhh ahh”
Donghae menghujam miliknya dibawah sana berkali-kali membuat Ji Hye mendesah tak karuan. Tangan Donghae tetap aktif meremas gundukan kenyal itu. bibirnya bergerak memberi kiss mark diberbagai tempat.  Ji Hye merasakan milik Donghae yang besar itu semakin memasukinya lebih dalam lagi. membuat Ji Hye mendesah. Dan dengan hanya mendengar desahan Ji Hye membuat libido Donghae menaik seketika. Ia semakin menghujam miliknya didalam sana dengan cepat bahkan sangat cepat.
Kedua payudara Ji Hye bergerak keatas kebawah membuat Donghae gemas. Segera ia mengarahkan mulutnya disana. Mengulum payudara Ji Hye degan penuh nafsu. Tangan satunya ia gunakan untuk meremas gundukan lainnya. Ia menggigit putingnya dengan gemas.
“ahhh tuanhhh ohhh..” Ji Hye terus saja mendesah kenikmatan. Ia merasa dibawa Donghae melayang. Jari-jarinya bergerak menyisir rambut Donghae yang basah oleh keringat. Jarinya meremas kuat-kuat rambut Donghae. Kedua lengannya masih memeluk erat leher Donghae.
“enghhh ouhhh ahhhh..” desah Ji Hye kembali begitu Donghae semakin menggenjot miliknya didalam sana dengan cepat dan brutal.
Mendengar desahan Ji Hye, Donghae semakin bersemangat untuk menggenjot miliknya didalam sana. Donghae memejamkan matanya merasakan hangat dan nikmat miliknya berada di dalam Ji Hye. Kaki Jenjang Ji Hye melingkar indah di pinggang Donghae. Membuat selangkangan mereka semakin menempel.
Ji Hye merasakan milik Donghae disana semakin membesar. Miliknya mulai berkedut membuatnya merasa kegelian. Sebentar lagi dia akan orgasme entah yang keberapa kalinya.
“ahh tuanhh akuhh ahhh inginhhh ahhhh…” desah Ji Hye keras. Donghae menghentikan gerakannya. Membiarkan cairan itu membasahi milik Donghae. Ji Hye bernafas dengan tersengal. Ia mencoba meraih oksigen sebanyak-banyaknya.
Donghae merasakan cairan Ji Hye. Ia menatap Ji Hye yang memejamkan matanya dengan mulutnya sedikit membuka. Donghae langsung memasukkan lidahnya disana. Kembali melumat dan menyesap bibir Ji Hye yang sexy. Kulitnya yang mengkilap karena keringat membuat Ji Hye lebih terlihat sexy dan menggoda.
Donghae kembali menggerakkannya. Pinggulnya bergerak pelan kemudian semakin cepat dan semakin cepat lagi. membuat Ji Hye mengeram tertahankan. Nafas mereka semakin terengah membuat Donghae harus melepasakan ciumannya untuk meraih oksigen sebanyak mungkin. gerakan Donghae dibawah sana semakin cepat dan brutal. Hingga menimbulkan bunyi gesekan antara dua kelamin itu.
“ahhh tuan ohhh ahhhh..”
“Hye-ahhh..enghhhsshhh ooohhhhh”
Donghae memeluk tubuh Ji Hye kemudian membalikkan tubuh mereka hingga kini Ji Hye berada di atas Donghae. Donghae menggerakkan miliknya dengan membabi buta. Ji Hye memeluk erat leher Donghae.Donghae pun membenamkan kepalanya di pundak Ji Hye, menghirup aroma wangi tubuh Ji Hye sesekali mengecup pundak itu.
Gerakan Donghae semakin brutal membuat Ji Hye mendesah dengan sexy tepat di telinga Donghae. Milik Ji Hye mulai berkedut. Ia akan orgasme kembali.
“ahhh tuanhhh ..akuhhh..sudahh tidak tahan ohhh..”
“tunggu sebentar Hye-a.. arrghhhhtt”
Seolah mengerti. Donghae mempercepat genjotannya. Sebentar lagi mereka akan mencapai puncaknya. Tangannya memeluk erat punggung Ji Hye yang basah oleh keringat kemudian ia merasakan miliknya sudah membesar dan bersiap menumpahkan isinya. Begitupun kewanitaan Ji Hye yang sudah berkedut. Donghae menggenjotnya dengan lebih cepat. Milik Ji Hye sudah terasa sangat basah dan becek sehingga mempermudahnya untuk masuk dan keluar.
“tuanhh akuhh tidakk tahan ohhh”
“ahhhhh..”
Donghae membalikkan tubuhnya kemudian mereka dengan bersamaan mencapai puncaknya. Donghae membenamkan miliknya dalam-dalam di kewanitaan Ji Hye. Sesuatu mengalir disana. Membuat mereka merasakan nikmat yang tiada tara. Hangat. Itu yang dirasakan Ji Hye. Nafas mereka masih tersenggal. Mereka saling mengatur nafasnya. Menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Donghae melepas kontak mereka. Membuat Ji Hye mengeram kesakitan. Rasanya sedikit ngilu. Donghae merebahkan tubuhnya disamping Ji Hye. Kemudian mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka. Sungguh luar biasa. Ji Hye begitu sangat nikmat. Berada didalam sana membuat Donghae ingin terus menggerakkan miliknya. Tapi ia sadar satu hal, gadis itu masih perawan sebelumnya. Jika ia terus menerus mengikuti nafsunya ia takut jika keesokan harinya gadis itu tidak akan bisa berjalan.
Donghae menghadap kesamping mendapati gadisnya tengah tertidur. Pasti ia kelelahan. Gadis itu orgasme terlalu banyak malam ini. Donghae tersenyum. Gadis ini mampu membuat dirinya kehilangan akal jika sudah berada didalamnya. tangannya terulur mengusap peuh disekitar kening dan pelipis Ji Hye. Membuat gadis itu membuka matanya sayu. Ia menatap Donghae disampingnya.
“apa ini masa suburmu?” tanya Donghae.
“bukan, tuan tenang saja. nyonya Han sudah menyuruhku meminum obat pencegah kehamilan.”jawab Ji Hye pelan. Donghae mengerti. Ia memeluk pinggang Ji Hye kemudian membawa kepala gadis itu kedada bidangnya. Donghae dapat merasakan jantung Ji Hye berdebar kencang melalui perutnya. Kemudian mengecup kening Ji Hye dan memejamkan matanya. lelah. Mereka benar-benar lelah.
///
Donghae mengerjapkan kedua matanya. cahaya matahari masuk kekamar ini melalui celah-celah gorden dijendela. Donghae berusaha membuka matanya walau tubuhnya masih sangat lelah. Setelah berhasil membuka. Ditatapnya gadis yang tengah tidur di pelukannya. Donghae tersenyum kembali. wajah Ji Hye ketika tertidur begini terlihat lebih cantik dan polos. Seperti bayi. Pandangan Donghae beralih ke seputar leher dan pundak gadis itu. ada banyak sekali tanda kepemilikan disana. Membuat Donghae melebarkan senyumnya. Donghae beringsut bangun. Merenggangkan otot-ototnya. Yah, semalam ia melakukan sex bersama Ji Hye. Donghae menyadari satu hal. Ji Hye tidak membawa pakaiannya disini. Donghae mengambil ponselnya kemudian memencet beberapa tombol diponselnya.
“yeoboseyo hyung, carikan aku pakaian untuk wanita”
“apa untuk Ji Hye?”
“ya, tentu saja. memang untuk siapa lagi? cepatlah hyung sebelum dia terbangun”
“yakk Hae.. kalian melakukannya berapa ronde hah? Jam segini baru bangun”
Donghae menoleh kesamping. Apa? Pukul 11 siang? Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“aish cepatlah hyung”
Donghae segera menutup telefonnya. Apa jam ini rusak?? Berapa ronde ia melakukannya? Mengapa ia tak ingat? Entahlah, Donghae juga tidak peduli. Donghae sudah membayarnya dengan mahal dan Ji Hye harus mau melayaninya. Bukan kah benar begitu?
Ji Hye membuka kedua matanya. berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang ada dikamar ini. ia mengerjap berkali-kali. Donghae tersenyum begitu melihat Ji Hye membuka matanya.
“sudah bangun? Jam berapa sekarang?” tanya Ji Hye. “pukul 11 siang” jawab Donghae.
“apa?”
Ji Hye berusaha bangun namun ia meringis begitu merasakan miliknya terasa sakit.
“arghh.. appo”
“gwaenchana?”
Donghae membantu Ji Hye untuk duduk diranjang. Dilihatnya Ji Hye yang menahan sakit. Donghae jadi tak tega.
“tunggu sebentar. Aku ambilkan salep untukmu”
Donghae turun dari ranjang memakai celana nya dan kaos. Ia melangkahkan kakinya untuk mencari salep yang pernah Hyuk Jae beri padanya. Katanya, berikan ini pada istrimu kelak Hae. Karena kau pasti akan menikahi gadis yang masih perawan. Dia pasti akan kesakitan. Gunakan ini untuk mengobatinya.
Donghae tersenyum. Ia mengambil segelas air putih dan juga salepnya kemudian membawanya kembali kekamar.
“lebarkan pahamu” perintah Donghae. “a-apa? Tapi..biarkan aku yang melakukannya” ucap Ji Hye. Tidak cukupkah semalam? Batin Ji Hye.
“tidak.. lebarkan sekarang Hye-a..nanti akan semakin sakit”
Ji Hye menurut. Ia melebarkan kakinya. Membiarkan Donghae mengamati kewanitaannya dengan seksama. Kemudian ia mengambil salep itu dan mengoleskannya di sana.
“ahhh..” Ji Hye meringis kesakitan. “tahan sebentar” ucap Donghae.
Dengan perlahan Donghae mengoleskan salep itu. kewanitaan Ji Hye terlihat sedikit lecet dan memerah. Tentu saja Ji Hye kesakitan. Maafkan aku Hye-a, apa aku terlalu liar semalam? Batin Donghae. Setelah mengoleskan salep itu , Donghae membantu Ji Hye meminum airnya. Kemudian menyuruh Ji Hye berbaring saja sampai Hyuk Jae datang membawa pakaian untuknya.
“tuan..”
“ne..”
“gomawo..”
“tidak, aku yang salah. Maafkan aku, apa aku terlalu menyakitimu?”
“tidak tuan. Itu tidak sakit. Kukira kau akan menyakitiku tapi ternyata tidak”
Donghae menatap Ji Hye yang tersenyum menatapnya. Gadis ini mampu membuat Donghae merasa tenang. Tangannya terulur mengusap puncak kepala Ji Hye. Kemudian ia mendengar suara bel pintunya. Pasti itu Hyuk Jae. Ia berjalan keluar membukakan pintunya.
///
“astaga Hae.. berapa ronde kalian melakukannya huh? Bukankah Nyonya Han sudah bilang , Ji Hye itu masih baru. Dan dia—”
“hyung diamlah” potong Donghae cepat. Hyuk Jae terkekeh melihat ekspresi sahabatnya. Pandangannya beralih pada tangan Donghae yang memegang sesuatu. Bukankah itu salep yang ia beri waktu itu?
“Hae.. apa gadis itu sakit? Mengapa salepnya—”
“hyung.. tsk! Dia masih baru, tentu saja dia kesakitan” bantah Donghae. Wajahnya terlihat gugup. Hyungnya ini meminta dipukul rupanya.
“sudah kubilang kalian satu ronde saja dulu, setelah Ji Hye terbiasa maka—”
“HYUNG!!” pekik Donghae keras. Ia takut jika Ji Hye mendengarnya. Hyuk Jae terkekeh sekali lagi. menggoda Donghae memang menyenangkan.
“baiklah, em.. semalam Ah Ri datang kesini?”
“ne, kau tau?”
“appa dan eommamu yang menyuruhnya. Aku sudah mengatakan padanya jika kau sedang sibuk. Tapi mereka tetap menyuruh Ah Ri kesini. Ada yang aneh pada gadis itu?”
“ya, dia memakai pakaian yang emm..cukup sexy”
“eommamu yang menyuruhnya. Dia bilang kau suka dengan wanita yang sexy. Jadi, eommamu berfikir mungkin kau akan menidurinya jika melihat Ah Ri seperti itu dan itu bisa menjadi alasan agar kau mau menikahinya”
Donghae terdiam. Kedua orang tuanya ini benar-benar menginginkan Donghae untuk menikah. Donghae menghembuskan nafasnya. Ia pusing dengan semua ini. kepalanya begitu pening.
“saranku, bawa saja Ji Hye kehadapan orang tuamu. Supaya mereka tidak menjodohkanmu lagi”
“hyung.. aku menyewa gadis itu selama 2 bulan untuk menjadi budak sexku”
“itu bagus. Selama 2 bulan carilah gadis yang benar-benar kau cintai. Setelah semuanya selesai. Kau dan gadis itu akan menikah dan selesai”
“tidak bisa hyung..”
“apa kau menyukai Ji Hye?”
Donghae menatap Hyuk Jae. Apa katanya tadi? Menyukainya? Benarkah Donghae menyukai Ji Hye? Donghae terdiam. Ia sendiri juga masih bingung dengan perasaannya.
“hyung, apa kau percaya dengan adanya cinta pandangan pertama?” tanya Donghae. “cinta pandangan pertama? Tentu saja aku percaya, kau mencintai Ji Hye? kau menyukainya?” ucap Hyuk Jae. Donghae terdiam. Apa benar ia mencintai Ji Hye? gadis itu? gadis yang baru saja ia kenal?
“kau menyukainyakan, Lee Donghae?” tanya Hyuk Jae sekali lagi dengan serius.
“aku—aku tidak tau” gumam Donghae,
“kau menyukainya Hae.. apa kau tidak merasakannya?”
“hyung berhenti membicarakan hal-hal yang aneh-aneh.  Aku akan menemui orang tuaku nanti. Dan masalah membawa Ji Hye atau tidak akan kupikirkan lagi.”
“dan masalah kau mencintainya atau tidak, apa kau akan pikirkan lagi?”
Donghae terdiam mendengar perkataan Hyuk Jae. Ia harus menjawab apa? Dia memang sedang bingung dengan perasaannya sekarang. Diam-diam Hyuk Jae tersenyum. Ia yakin Donghae benar-benar menyukai gadis itu.
TBC~

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: