Making Love With You Part 1

0
Making Love With You Part 1 ff nc lee donghae super junior
Tittle                : Making Love With You #Part 1
Author             : Elfishy_Lee
Cast                 : Lee Donghae, Seo Ji Hye, Song Ah Ri
Other Cast       : Lee Hyuk Jae, Kim Seolhyun, Kim Shin Yeong, Han Seolji
Category         : NC21, Yadong, Romance, Sad, Chapter
Gadis itu terus berlari dengan sekuat tenaga. Tak peduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya. Air mata mulai mengalir seiring dia melangkahkan kakinya. Keringat mulai bercucuran. Tubuhnya semakin bergetar begitu sampai di depan rumahnya. Tubuhnya kaku seketika. Air mata mengalir semakin deras. Raut wajah kekhawatirannya kini kian menjadi begitu melihat seorang wanita paruh baya terkapar tak berdaya dihadapannya. Orang itu adalah ibunya. Gadis itu melangkahkan kakinya mendekat.

“eomma..” lirih gadis itu
Lututnya benar-benar lemas sekarang. Ia terduduk ditanah. Tangannya yang bergetar mencoba memegang tangan ibunya. “eomma.. bangun eomma, bangunlah eomma..” gadis itu kembali terisak begitu merasakan tangan sang ibu terasa dingin. Tangisnya kian menjadi. Ia berteriak histeris.
“eomma jangan tinggalkan aku eomma, jebal”
Gadis itu merengkuh tubuh ibunya yang sudah tak berdaya. Ia memeluknya dengan erat. Berharap ibunya akan membuka kedua matanya. tiba-tiba dua orang pria berbadan kekar keluar dari rumahnya. Kedua pria itu menarik paksa Ji Hye ke dalam mobilnya.
“lepaskan ! eomma.. lepas, lepaskan aku”
Gadis itu terus meronta meminta dibebaskan. Kedua pergelangan tangannya sangat perih karena kedua pria tadi menariknya dengan paksa. Tubuh Ji Hye bergetar hebat. Ia takut. sangat takut. air mata masih mengalir indah membasahi wajah cantiknya.
Tibalah mereka ke sebuah tempat yang Ji Hye tau ini adalah club milik salah satu teman ibunya. Dua pria berbadan kekar itu membawa Ji Hye kesini. Entah apa tujuannya. Mereka membawa Ji Hye ke sebuah ruangan. Ada beberapa orang di dalam ruangan itu. Ji Hye mengenal satu diantara beberapa wanita disana. Itu adalah teman ibunya. Nyonya Han.
“ahjumma.. apa maksudmu membawaku kemari?” tanya Ji Hye langsung,
“kau masih bertanya? Ibumu memiliki hutang padaku. Dan sampai dia mati dia belum membayarnya. Dan sekarang, kau harus membayar semua hutang ibumu padaku”
“apa? Hutang? Seberapa banyak hutang ibuku padamu?”
“100 juta won”
Ji Hye membulatkan kedua matanya dengan sempurna. 100 juta won? Besar sekali. Untuk apa ibunya meminjam uang sebanyak itu? apa untuk membiayai sekolahnya?
“aku akan berusaha membayarnya,”
“kau hanya akan bisa membayarnya jika kau bekerja disini. kau akan menjadi ‘barang baruku’ pekerjaanmu adalah melayani semua tamu disini”
Aku menatap Nyonya Han. Apa maksudnya aku disuruh menjadi pelacur?? Air mataku mulai menetes kembali.
“shireo.. aku tidak mau menjadi pelacur. Aku pasti akan membayar semua hutang ibuku padamu. Tapi aku tidak mau bekerja disini. lepaskan aku”
Ji Hye berusaha melepas cengkraman ditangannya. Namun hasilnya nihil. Kekuatan dua pria itu begitu besar. Nyonya Han berjalan mendekati Ji Hye. Ia menangkup wajah Ji Hye yang sudah sangat ketakutan.
“hey, 100 juta won nona Seo. Kau fikir itu uang yang sedikit? Lagi pula, aku sedang membutuhkannya sekarang. Dan kau harus mau bekerja disini.”
“tapi ahjumma.. aku bahkan baru lulus SMA. Aku tidak mau ahjumma jebal” Ji Hye terisak kembali.
“kau harus mau. Pemakaman eommamu akan ku urus. Dan sebagai gantinya. Kau harus mau bekerja disini”
Ji Hye terdiam. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia takut sekali. 100 juta won. Uang berbentuk apa itu? Ji Hye berfikir sejenak. Haruskah ia melakukan tindakan keji itu? menjual tubuhnya demi mendapatkan uang? Ji Hye takut akan dosa. Tapi bagaimana caranya ia melunasi hutang mendiang ibunya?? Haruskah Ji Hye bekerja paruh waktu? Tidak. Itu terlalu lama. Nyonya Han bilang dia membutuhkan uang itu sekarang bukan?? Ji Hye memejamkan matanya erat-erat. Berdo’a semoga Tuhan mau mengampuni dosa-dosanya.
“Yeongie.. bawa Ji Hye kekamar, suruh dia mandi dan carikan gaun yang pas untuknya” perintah Nyonya Han. Dan dijawab anggukan kepala oleh Shin Yeong. Gadis bernama Shin Yeong itu membawa Ji Hye kekamarnya.
“maafkan ahjumma Hye-a.. ahjumma terpaksa melakukan ini. ahjumma benar-benar membutuhkan uang ini” gumam Nyonya Han. Tanpa ia sadari, air mata mengalir dipipinya. Ia tak sanggup untuk melihat Ji Hye menjalani kehidupannya sebagai pelacur. Dia sangat menyayangi Ji Hye seperti putri kandungnya.
///
“sudah kubilang appa, aku tak ingin menikahi gadis itu”
“kau sudah berumur 28 tahun, kapan kau akan menikah?”
“appa, berhentilah berkata tentang pernikahan. Jika aku sudah ingin menikah aku pasti akan membawa calon istriku kesini”
Donghae menutup keras pintu rumahnya. Ia sangat kesal dengan keluarganya. Mengapa mereka meminta Donghae cepat-cepat menikah dengan alasan mereka menginginkan cucu. Bukankah Hyungnya sudah memberikan mereka cucu? Donghae masih ingin menikmati kehidupan bebasnya. Bermain dengan perempuan. Setelah ia merasakan sakit karena ditinggal pergi oleh kekasihnya, Donghae menjadi berubah. Dia suka sekali bermain perempuan. Seperti saat ini, ia selalu menghabiskan malam dengan minum diclub dan membawa perempuan-perempuan sexy ke apartemennya dan memulai aktifitas baru yang lebih menyenangkan.
“kau menginginkan gadis baru? Ku dengar, Nyonya Han punya gadis baru” ucap Hyuk Jae. Dia adalah teman dekat Donghae. Dia yang selalu menemani Donghae minum di club.
“gadis baru? Hahaha.. apa kau percaya? Mungkin itu hanya triknya saja supaya dia bisa mendapatkan banyak uang”
“tidak Hae ! sungguh, aku bahkan sudah bertemu dengan gadis itu. dia begitu cantik”
Entahlah Donghae merasa penasaran pada gadis baru itu. apa benar dia masih baru? Tapi, ah mana mungkin. temannya ini pasti hanya berbohong.
“kau tidak percaya? Kita tanya pada Nyonya Han sekarang” Hyuk Jae menarik Donghae dari kursinya dan membawanya ke ruangan Nyonya Han. Dia belum melihat gadis baru itu. dan dia yakin setelah Donghae melihatnya, uang 100 juta won?? Haha, bahkan 200 juta won akan Donghae bayar untuk bisa mendapatkan gadis itu.
///
“kau sudah siap?” tanya Shin Yeong. Ji Hye menatap tubuhnya yang hanya dibalut dress yang panjangnya bahkan tak menutupi pahanya. Lihat saja, belahan dada Ji Hye yang mulus  dan menggoda itu terpampang jelas dan Ji Hye yakin, jika ia keluar ia akan menjadi pusat perhatian para lelaki hidung belang diluar sana. Ji Hye sedikit risih dengan dress ini.
“unni.. apa tidak ada dress lain? Aku tidak terbiasa memakai pakaian seperti ini”
“mianhae Hye-a.. ini sudah disiapkan oleh Nyonya Han.”
Ji Hye menganggukkan kepalanya. Ia sudah bertekad, setelah melunasi hutangnya. Ji Hye ingin pergi dari kota ini. ia ingin mengubah kehidupannya. Maafkan atas dosa-dosaku tuhan. Batin Ji Hye.
“Ji Hye.. kau segeralah keruangan Nyonya Han. Dia memanggilmu” ucap salah satu pria yang tadi menyeretnya. Ji Hye semakin tegang, jangan-jangan ada pria yang menginginkannya. Ji Hye menelan salivanya. Ia gugup, takut, gemetar sekarang.
“Hye-a.. kesanalah, Nyonya sudah menunggumu” ucap Shin Yeong. Ji Hye mengangguk kemudian melangkahkan kakinya keluar dan menuju ruangan Nyonya Han dengan anggunnya.
///
“apa benar dia masih baru?” tanya Donghae, ia memandang tubuh gadis dihadapannya dari atas kebawah. Membuat gadis itu terlihat semakin gugup dan ketakutan.
“kau bisa mengetahuinya nanti tuan, jadi bagaimana?”
“100 juta won untuk sehari?? Kau fikir aku mau?”
“100 juta won untuk satu minggu, bagaimana tuan?”
Donghae terdiam. Ia memandangi tubuh gadis cantik dihadapannya ini. tubuhnya begitu indah dengan balutan dress sexy itu. dan entah setan mana yang menguasainya sekarang. Tiba-tiba ia ingin bercinta dengan gadis itu.
“200 juta won untuk dua bulan, bagaimana?” tawar Donghae membuat Ji Hye, Nyonya Han dan Hyuk Jae menatapnya tak percaya. 200 juta won? Uang seperti apa itu? batin Ji Hye. Sungguh pria ini begitu nekad ingin menyewa tubuh Ji Hye.
Nyonya Han berfikir sejenak. Bahkan pria ini menyewa tubuh Ji Hye dengan uang yang jumlahnya sangat banyak. “kau bisa membayarnya sekarang?” tanya Nyonya Han. “akan segera kutransfer uangnya” jawab Donghae santai. Nyonya Han menatap Ji Hye. Gadis itu terlihat gugup dan ketakutan. Nyonya Han mengusap lengan gadis itu.
“baiklah, kau bisa membawanya untuk 2 bulan kedepan. Aku ada pesan untukmu”
Donghae menatap Nyonya Han dengan serius. “ tolong, jangan kau sakiti dia. Dia gadis yang baik dan polos. Jika kau menyakitinya, aku akan langsung membawa Ji Hye kembali padaku dan uangmu tidak akan pernah kembali” ucap Nyonya Han.
Dia memang gadis yang baik dan polos. Itulah sebabnya kau bisa mengelabuhinya agar mau bekerja disini, iyakan Nyonya Han. Batin Donghae. Sejak melihat gadis itu, entah ada getaran aneh di tubuhnya. Ia yakin, dia adalah gadis yang baik. dia tidak pantas bekerja seperti ini. pasti Nyonya Han yang memaksanya. Gadis ini terlihat masih sangat muda. Dia begitu cantik dan tentu saja tubuhnya sangat sexy.
“Ji Hye, ikutlah bersama tuan Lee. Dia akan membawamu bersamanya hingga 2 bulan kedepan. Jangan takut dan gugup, mengerti?” Ji Hye menganggukan kepalanya pelan. Bagaimana dia menghilangkan perasaan takutnya sekarang? Dia  gadis yang polos dan tidak mengerti apa-apa tentang kehidupan liar disini. dan sekarang, dia harus menjadi salah satu diantara mereka. Melayani lelaki hidung belang disini.
“baiklah nona Seo, ikutlah bersama kami” ucap Hyuk Jae. Ji Hye mengikuti Hyuk Jae dan Donghae dari belakang.
Mereka sedang berada didalam mobil Donghae. Hyuk Jae menjalankan mobilnya menuju apartemen Donghae. Tempat dimana Donghae membawa gadis-gadis ‘mainannya’ untuk ‘bermain’. Donghae menatap Ji Hye disampingnya, jari-jari tangan gadis itu saling membelit satu sama lain membuat Donghae mengerti bahwa gadis ini memang masih baru. Dia terlihat gugup dan sangat ketakutan. Gadis ini hanya menundukkan kepalanya sedari tadi. Donghae menyibakkan rambut panjang yang menutupi pemandangan indahnya. Membuat Ji Hye menatap Donghae dari samping. Sejenak dia terpesona oleh ketampanan orang yang menyewanya ini. dia begitu tampan.
“apa kau akan terus saja diam nona? Bahkan aku belum tau namamu” ucap Donghae membuat Ji Hye kembali menundukkan kepalanya. “mian,” gumam Ji Hye. Dia kembali terdiam.
Donghae lama-lama juga kesal juga. Ia mengangkat dagu Ji Hye memaksanya agar mau menatap Donghae. Dan entah mengapa setiap kali dia menatap Ji Hye, ada perasaan aneh yang dirasakannya. Ia tak ingin merusak gadis ini. ia hanya ingin menjaganya. Tapi, hey ayolah 200 juta won untuk gadis ini. Ji Hye adalah satu-satunya gadis yang membuat Donghae harus rela kehilangan uang yang menurutnya tidak banyak itu untuk bisa menyewa nya. 200 juta won itu uang yang menurutnya tidak terlalu banyak. Dia seorang presdir di perusahaan yang sudah memiliki berbagai cabang di dalam maupun di luar negeri. Donghae juga tak akan jadi bangkrut karena kehilangan uang itu.
“siapa namamu?” tanya Donghae, kini dengan nada yang lembut.
“S-Seo—Ji Hye” jawab Ji Hye gugup.
“namaku Lee Donghae dan yang didepan sana Lee Hyuk Jae. Dia temanku”
Ji Hye mengangguk mengerti. “berapa usiamu nona?” tanya Hyuk Jae. “19 tahun tuan” jawabnya.
19 tahun? Kami hanya terpaut umur 9 tahun. Batin Donghae. Merekapun kembali terdiam. Pantas saja gadis ini mahal, dia masih terlalu muda untuk menjadi pelacur. Batin Hyuk Jae. Ia berharap, temannya ini akan memperlakukan Ji Hye sedikit lebih istimewa dan tidak akan bermain kasar mengingat gadis ini masih sangat muda dan polos. Hyuk Jae melihat mereka dari kaca spion, tersenyum  begitu melihat Donghae terus saja memandangi wajah Ji Hye yang memalingkan wajahnya kesamping. Sepertinya Donghae menyukai gadis itu. pikir Hyuk Jae.
///
“ini apartemenku, masuklah” titah Donghae. Ia masuk terlebih dahulu dan membiarkan Ji Hye mengikutinya di belakang. Temannya Hyuk Jae sudah pulang terlebih dahulu. Ji Hye lega ternyata temannya itu juga tidak ikut andil dalam menikmati tubuhnya. Ji Hye menatap apartemen ini. apartemen ini luas dan desainnya sangat indah. Terlihat begitu elegant. Pantas saja tuannya ini mampu membayar 200 juta won untuk dirinya. Ji Hye pikir, pria ini pasti sangat lah kaya raya.
Ji Hye duduk disofa. Ia menunggu Donghae yang tengah mengambil minum untuknya. Untuk hari ini dan 2 bulan kedepan ia akan tinggal disini. melayani nafsu tuannya. Ji Hye miris sekali dengan nasibnya. Tidak, ia harus bisa bertahan hingga waktunya tiba.
“minumlah,” Donghae mambawa 2 jus jeruk kemudian memberikan satu untuk Ji Hye. Ji Hye tersenyum, apa pria ini tau? Ji Hye sangat suka jus jeruk. Dengan cepat Ji Hye meminumnya karena dia memang sedang sangat kehausan.
“gomawo” ucap Ji Hye. Entah mengapa melihat gadis ini tersenyum membuat hati Donghae menjadi tenang.
“boleh aku bertanya satu hal?” tanya Donghae dan Ji Hye menganggukkan kepalanya sambil meminum jus jeruknya.
“mengapa kau mau bekerja seperti ini?” tanya Donghae membuat Ji Hye menatap Donghae sejenak kemudian menundukkan kepalanya. Donghae sadar, perkataannya sudah menyinggungnya.
“tidak apa kalau kau tidak ingin mengatakannya” ucap Donghae sambil mengusap punggung gadis itu.
“eomma..” Donghae terdiam mendengar kata-kata Ji Hye. Gadis itu masih menunduk. Menahan isak tangisnya. Tidak. Ia tidak boleh menangis sekarang.
“eomma memiliki hutang pada nyonya Han. 100 juta won. Aku tidak tau mengapa eomma meminjam uang sebanyak itu padanya. Hari ini, eomma menghembuskan nafas terakhirnya. Dan aku harus melunasi hutang-hutang itu, mau tidak mau aku harus bekerja disini. melunasi hutang eomma pada nyonya Han” jawab Ji Hye pelan. Nafasnya tercekat. Ia ingin menangis. Tapi dia harus menahannya.
Donghae mengerti. Ia kembali mengusap punggung gadis itu. mencoba memberinya ketenangan. “menangislah sekarang dan selebihnya aku tak ingin melihatmu menangis. Aku benci melihat orang yang menangis” ucap Donghae, ia memeluk tubuh mungil Ji Hye dalam dekapannya membiarkan gadis itu menangis didada bidangnya. Ji Hye merasa bahwa pria ini mampu menjaga dan melindunginya. Dan ia tau bahwa pria ini adalah pria yang baik. dia merasa nyaman dan tenang dalam pelukannya. Donghae pun merasakan hal yang sama. Memeluk Ji Hye membuatnya merasa hangat. Ia tak ingin melihat gadis ini menangis. Ia akan berusaha menjaga gadis ini.
Donghae melepaskan pelukannya. Dilihatnya Ji Hye yang masih sedikit sesenggukan. Jari-jari panjangnya bergerak menghapus air mata Ji Hye. Ia berharap ini adalah air mata terakhir yang di keluarkan gadis itu. Donghae mengangkat dagu Ji Hye dengan tangannya. Memaksa gadis itu menatapnya. Donghae memandang wajah Ji Hye lama. Gadis ini memiliki wajah yang cantik dan menawan. Mata gadis itu menatapnya sayu. Kedua bola mata Donghae tertuju pada bibir Ji Hye yang menggiurkan. Donghae menelan salivanya dengan susah payah. Perlahan Donghae memajukan wajahnya, bibirnya menempel tepat dibibir manis Ji Hye. Tubuh Ji Hye bergetar seketika. Bibir pria ini menempel dibibirnya. Donghae menciumnya dengan lembut, seolah tak ingin gadisnya terluka. Ia melumat bibir gadis itu dengan pelan. Menyesap bibir atas dan bawah secara bergantian. Gadis itu memejamkan kedua matanya. Bibir ini begitu manis. Batin Donghae.
Dan entah sejak kapan posisi mereka berubah. Tubuh Donghae sudah berada di atas tubuh Ji Hye. Tangan kekarnya bertumpu pada sofa yang ia tempati. Agar ia tak terlalu menindih tubuh gadisnya. Ciuman Donghae semakin menggebu, menuntut meminta Ji Hye membalasnya. Namun Ji Hye tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang. Donghae menyentuhkan tangannya pada payudara Ji Hye, meremasnya lembut membuat Ji Hye membuka mulutnya. Dan hal itu dimanfaatkan Donghae, ia memasukkan lidahnya disana. Lidah Donghae bergerak lincah didalam mulut Ji Hye. Mengabsen deretan gigi disana. Donghae menemukan lidah Ji Hye. Ia mengajak lidah Ji Hye bermain bersama. Ia membelit dan menghisap lidah Ji Hye. Tampaknya gadis itu masih sangat kaku untuk mengimbangi permainan Donghae. Sedari tadi ia terus saja diam.
“mmmpptt—“ desah Ji Hye begitu Donghae menghisap kuat-kuat lidah Ji Hye. Ciuman mereka semakin panas. Mereka saling bertukar saliva. Ji Hye mencoba menelan saliva Donghae yang tumpah dimulutnya. Ingin melakukan hal yang sama yang Donghae lakukan padanya. Namun salivanya begitu banyak hingga keluar mengalir dibibirnya. Donghae melepas ciumannya begitu ia mulai kekurangan oksigen. Nafas keduanya terengah. Mereka mencoba menghirup oksigen sebanyak banyaknya. Tangan Donghae terulur membersihkan salivanya yang mengalir di sudut bibir Ji Hye. Mata mereka saling bertemu. Tangan Donghae bergerak membawa kaki jenjang Ji Hye memeluk pinggangnya. Kemudian menyuruh kedua tangan Ji Hye memeluk lehernya. Donghae membawa Ji Hye menuju ke kamarnya tanpa melepas kontak mata dengan Ji Hye. Keduanya saling bertatapan. Saling memandangi satu sama lain.
Donghae merebahkan Ji Hye ke ranjangnya. Kaki Donghae ia selipkan diantara kedua kaki Ji Hye. Tangannya bertumpu pada kasur yang ditempati. Masih saling menatap. Ji Hye merasakan tatapan hangat dari Donghae. Dan entah sejak kapan Donghae menyukai mata Ji Hye. Kedua bola mata ini terlihat begitu indah. Donghae kembali mengarahkan bibirnya di bibir Ji Hye, kembali mengajaknya berciuman panas namun sedikit menggebu dan menuntut. Mereka kembali berciuman panas. Ji Hye merasakan ciuman Donghae yang sekarang terlihat begitu ganas dan brutal. Ia harus berusaha mengimbanginya. Ji Hye merasakan sesuatu yang menonjol dibawah sana. Apa Donghae sudah tidak tahan?? Dada Ji Hye berdegup dengan sangat kencang. Apa yang akan terjadi selanjutnya??
Tangan Donghae mulai meremas payudara Ji Hye yang terlihat menggoda. Ciumannya kini beralih pada dagu Ji Hye. Menghisapnya sebentar kemudian turun ke leher Ji Hye. Ia menghisap, menggigit leher Ji Hye kuat-kuat hingga menimbulkan warna kemerahan disana. Tubuh Ji Hye bergetar. Ia mencoba menahan desahannya namun gagal.
“ahh tuanhhh..” desah Ji Hye begitu Donghae meremas kedua payudaranya dengan kuat-kuat. tangan Donghae melepas dress yang Ji Hye kenakan dan membuangnya asal. Donghae menghentikan aktifitasnya. Ia menatap tubuh Ji Hye. Tubuh ini memang sangat indah. Ji Hye terlihat gugup ketika Donghae memandangi tubuhnya dengan tatapan seperti itu.
“kau memang indah Hye-a..” puji Donghae membuat kedua pipi Ji Hye merah merona. Ia malu dan gugup sekarang.
Tangan Donghae bergerak melepas pengait bra yang Ji Hye kenakan kemudian membuang bra itu asal. Kini Donghae dapat melihat dengan jelas kedua payudara Ji Hye yang putingnya sudah mulai menegang. Kedua benda kembar itu sangatlah indah. Donghae menelan salivanya. Kemudian ia menyelipkan kepalanya diantara belahan dada Ji Hye. Ia mencium, menjilati kulit bagian dada Ji Hye.
“ahh..hhh” desah Ji Hye yang semakin membuat libido Donghae meningkat.
Donghae memindahkan bibirnya di payudara kiri Ji Hye. Ia mengulum payudara itu. rasanya ia ingin memasukkan gundukan kenyal itu ke dalam mulutnya dalam-dalam. Ji Hye mendesah. Tangan kiri Donghae bergerak meremas payudara kanan Ji Hye. Meremasnya dengan gerakan lembut sesekali menarik-narik nipplenya.
“ouhhhh..” desah Ji Hye begitu Donghae menggigit puting Ji Hye. Menjilati putingnya dan kembali memasukkan kedalam mulutnya. Donghae melakukan hal yang sama pada payudara Ji Hye yang satunya. Ji Hye semakin mendesah tak karuan. Setelah puas dengan dua benda kenyal itu, bibir Donghae bergerak turun keperut Ji Hye. Mencium dan menjilatinya. Wajahnya memerah bergairah. Ia sudah tak bisa menahannya. Tubuh Ji Hye semakin bergetar begitu Donghae mencium area kewanitaannya yang masih terbalut celana dalam. Donghae menggigit bagian itu. membuat Ji Hye mendesah kembali.
“arghhhh tuanhhh.. ahhh” desahnya begitu tangan Donghae bergerak mengusap area kewanitaan Ji Hye dengan lembut. Tangan Donghae bergerak melepas celana dalam Ji Hye membuat tubuh Ji Hye semakin bergetar ketakutan. Ji Hye menundukkan kepalanya, Donghae tengah memandangi area kewanitaannya yang sudah tak tertutup apapun dengan teliti. Membuat Ji Hye merona. Ia malu sekali. Ia sedikit merapatkan pahanya. Namun Donghae langsung menahannya dengan kedua tangan kekarnya. Kemudian semakin melebarkan pahanya. Hingga Donghae dapat melihat area kewanitaan Ji Hye yang memerah dengan jelas.
“tuanhh..ahhhhh” desah Ji Hye begitu Donghae membenamkan kepalanya diantara paha Ji Hye. Ia menjilat kewanitaan Ji Hye kemudian menghembuskan nafasnya disana membuat Ji Hye menggelinjang antara geli dan hangat yang ia rasakan. Lidah Donghae bergerak liar disana. Tangannya mencoba membuka lipatan kewanitaan Ji Hye yang masih rapat. Memasukkan lidahnya dan memainkan lidahnya didalam sana.
Ji Hye merasa ada sesuatu yang akan keluar. Apa dia ingin pipis?? Lidah Donghae bergerak semakin cepat disana. Naik turun menjilat daerah kewanitaan Ji Hye yang sudah basah. Suara decakan bibir Donghae didalam kewanitaan Ji Hye terdengar jelas. Ji Hye merasa jijik mendengar suara itu. itu suara yang sangat menjijikkan baginya.
“ahh..tuanhhh akuhh ingin pipiss..”
“keluarkan saja,” jawab Donghae masih dengan menjilat isi kewanitaan Ji Hye dengan lahapnya.
“tidak tuanhhh ahhh.. nanti kotor..ahhhhh”
Ji Hye tidak bisa menahannya. Cairan putih keluar dari lubang kewanitaan Ji Hye. Membuatnya mendesah lega. Donghae tersenyum, ia menyesap cairan itu tanpa merasa jijik. Ji Hye yang melihatnya saja merasa jijik sekali. Donghae menghabiskan cairan itu dengan lahapnya.
“ahh .. ahhh hahhhh” Donghae menyudahi aktifitasnya. Nafasnya masih tersengal. Begitupun Ji Hye. Mereka sama-sama mencari oksigen sebanyak banyaknya. Donghae kembali menautkan bibir nya dibibir Ji Hye, kembali melumatnya dengan brutal. Ia menggigit bibir Ji Hye membuat gadis itu mendesah. Ia kembali mengajak lidah Ji Hye bermain. Kini Ji Hye dapat merasakan cairannya yang berada di sela mulut Donghae. Rasanya aneh. Bagaimana bisa Donghae menyukai cairan itu? ciuman panas itu berubah menjadi kecupan-kecupan ringan.
Donghae menyudahi permainannya. Ia menatap wajah Ji Hye yang memerah karena gairah. Tangannya bergerak menyelipkan anak-anak rambut yang menutupi wajah cantik Ji Hye. Gadis itu kembali meronakan pipinya membuat Donghae gemas sekali. Ia mengecup pipi Ji Hye sekilas. Donghae bergerak mencoba menyentuhkan miliknya yang masih tertutup kain tepat di area kewanitaan Ji Hye yang sudah basah. Namun niatnya terhenti ketika ia mendengar suara bel berbunyi. Donghae mendesah. Siapa yang mengganggu nya kali ini?
“tunggulah sebentar, aku akan keluar sebentar” ucap Donghae dengan kesal. Ji Hye menganggukkan kepalanya. Ji Hye tertawa dalam hati melihat wajah Donghae yang kesal. Menurutnya, Donghae tak pantas memasang wajah itu. Donghae mengecup singkat bibir Ji Hye kemudian keluar kamar untuk membukakan pintu. Padahal tadi sedang asyik-asyiknya. Donghae menghela nafasnya kasar. Setelah Donghae pergi, Ji Hye mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia membayangkan bagaimana tadi Donghae memanjakan tubuhnya. Ji Hye kembali merona dan ia merasa sangat malu.
“kyaaaa..” Ji Hye menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia sangat malu untuk bertatapan dengan Donghae.
Donghae membukakan pintu. Ia terkejut melihat seseorang yang bertamu ke apartemennya malam-malam begini. Dengan pakaian yang.. ehem sangat ketat dan memperlihatkan betapa indahnya tubuh gadis ini. namun Donghae sama sekali tak berniat meladeninya. Ia menutup pintu itu tapi berhasil dicegah oleh gadis itu.
“oppa tunggu sebentar..”
“mau apa kau kemari? Kau mengganggu kesenanganku” ucap Donghae cetus.
“oppa aku—“

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: