IF I STAY Part 1

1
IF I STAY Part 1 ff nc cho kyuhyun SUPER JUNIOR
Author  : Geenie Lee
Title       : IF I STAY 
Catgory : NC 21, Yadong, Maried-Life, Romance, Hurt, Chapter
Cast       :
Cho Kyuhyun
Jung HannA
Min So-Hee
STORY BEGIN
Gadis itu tetap tersenyum, melayani pembeli dengan ramah. Tangannya begerak menyusun bunga-bunga itu dengan apik di keranjang.
Cantik.
Gadis itu hanya memakai dress sederhana di bawah lutut bewarna putih dengan corak bunga warna-warni di bagian bawah dressnya. Sangat sederhana,  namun memberi kesan yang amat cantik dan good-looking.

“Terimakasih, Selamat Datang kembali” ujar-nya ceria
“Ah, lelah sekali” keluhnya. Meraih tongkat yang berada di samping tempat duduknya, ia pun berjalan, sambil menggerakkan tongkat-nya, ke kiri dan ke kanan. Ia hendak mengambil botol minumnya di dalam tas.
Denting bel pintu toko tersebut kembali berbunyi, pertanda ada orang lain yang datang dan masuk ke dalam toko tersebut.
“Hanna-ya, apa yang kau lakukan?” ujar seorang wanita paruh baya, tetap cantik di usianya yang menginjak setengah abad.
Dress terusan berlengan panjang bewarna kelabu, handbag Hermes hitam  yang menggantung cantik di lengannya, dan rambutnya yang disanggul rendah, memberi kesan keibuan, bagi siapapun yang melihatnya. Elegan dan sangat menawan.
Tidak berselang lama, terdengar suara seorang gadis yang sangat cantik. Tak kalah cantik dengan sang Ibu. Dress maroon 5 senti di atas lutut dan juga blazer hitam melengkapi kecantikan dari yeoja berdarah campuran itu. Ia membiarkan rambut ikal sebahunya tergerai.  Membuatnya tampak sangat cantik.
“Hanna-ya annyeong!”
“Eo, Eonnie, Nyonya Cho, annyeong haseyo” ujar Hanna, sambil membungkukkan badannya.
“Aigo, sayang, apa yang kau lakukan eoh?” tanya wanita paruh baya yang dipanggil Nyonya Cho.
“Ah, aku hanya ingin mengambil botol air, Nyonya” ujar gadis itu –Hanna-
  
“Yak! Berhentilah memanggilku Nyonya, sayang!” ujar Nyonya Cho, menyela gadis itu dengan cepat. “Aigo, kkaja duduk, Alexa tolong ambilkan” ujar Nyonya Cho dan langsung menuntun Hanna duduk di sofa kecil di sudut toko itu.
Alexa –gadis cantik berdarah campuran tadi-  datang dengan membawa sebotol air putih milik Hanna dan sudah membukakan tutupnya.
“Hanna-ya , igeo” ujar Alexa, tangannya membantu tangan mungil Hanna untuk meraih botol minum itu.
“Ahh.. terimakasih Eonnie” leganya setelah merasa air putih itu menuruni tenggorokannya.
“Ne, kemarikan botolnya, biar aku menutup-nya”
“Hanna-ya, aku sudah mencarikan donor mata untuk mu, secepatnya kau bisa melakukan operasi sayang” ujar Nyonya Cho semangat.
Hanna hanya terdiam seribu bahasa.
Ya. Hanna, gadis cantik itu buta. Sejak usianya menginjak 13 tahun.
Hanna hanya seorang anak yatim piatu, ia tinggal di panti asuhan di Nowon. Orang tuanya hanyalah karyawan di pabrik kecil dengan gaji pas-pas-an –yang meninggal saat pabrik itu mengalami kebakaran- namun malang nasib kedua orang tua Hanna, mereka tidak sempat melarikan diri. Hanna yang saat itu seorang diri dan masih berusia 8 tahun, akhirnya di bawa oleh tetangganya  ke panti asuhan kecil di Nowon, tempat lahirnya.
“Nyonya, tidak perlu, aku sudah bersyukur dengan keadaanku seperti ini. Nyonya sudah memberikanku banyak hal, aku sudah sangat berterimakasih” tolak Hanna, halus. Nyonya Cho hanya memandang gadis itu dengan tatapan mata sedih, iba, dan.. ia sudah bertekat akan membuat Hanna melihat dunia lagi.
Sebelumnya, nyonya Cho kerap kali meminta-nya untuk operasi mata
“Aku ingin kau melihat dunia lagi Hanna-ya, kau sudah ku-anggap puteriku sendiri. Aku yang akan menganggung seluruh biaya pengobatan-mu, operasi saja ya sayang?”
Namun, entahlah, Hanna selalu menolaknya dengan halus. Menurutnya, ia sudah banyak menyusahkan Nyonya Cho, wanita itu sudah banyak berjasa padanya. Menyelamatkannya dari kematian. Dan, memberinya tempat tinggal, dan modal untuk membuka toko bunga kecilnya. Entah sudah berapa kali Nyonya Cho membantunya, dan ia tidak ingin menambah-nya dengan operasi mata yang memerlukan biaya yang sangat banyak itu. Walau ia tahu, itu tidak akan mengurangi harta milik keluarga Cho. Keluarga konglomerat tersohor se-Korea.
“Hanna-ya.. aku sudah berapa kali mengatakan untuk memanggil ku Eomma eoh? Ah, bukan kah kau pernah berkata jika usia mu sudah di atas 20 tahun kau akan menyetujui operai mata itu?” ujar Nyonya Cho dengan wajah semangat dan mata yang berbinar.
“Nde?” 
“Geurae Eomma, Hanna kau sudah berusia 22 tahun, sekarang kau tidak bisa mengelak lagi” tambah Alexa. Gadis itu yang sedari tadi sibuk memainkan, smartphone miliknya, akhirnya menyuarakan suaranya juga.
“Eommonim, eonnie, kapan aku berkata seperti itu? Sungguh aku tidak apa, kalian sudah banyak membantuku, aku tak ingin merepotkan Eommonim dan Eonnie lagi..” gadis keras kepala ini..
“Aigo—“ perkataan Nyonya Cho terputus karena bunyi ponsel yang mengalun. Ponsel milik Alexa, gadis itu dengan cepat merogoh tas-nya dan megangkat ponselnya.
“Eo, Wae? Menggangu saja”
“YA CHO KYU NA! Dimana Eomma? Aku akan pulang hari ini, ia tidak lupa akan itu kan?” ujar namja di seberang sana.
“Eo, jinjja? Molla, mungkin iya”
“YA!”
“Berhentilah berteriak Cho Kyuhyun! Kau membuat telingaku pengang, bodoh!”
Hanna, yang sedari tadi hanya menunduk, mengangkat kepalanya saat mendengar nama namja yang di sebutkan oleh Ahra itu.
“Kyuhyun Oppa?” batin Hanna
Melihat itu, Nyonya Cho hanya tersenyum penuh arti.
“Sekarang kau dimana, bodoh?”
“Masih di Australi, sebentar lagi aku akan take off, jangan lupa beritau Eomma, aku sudah rindu masakan Korea, keuno Ajumha tua”
“MWO? AJUMHA TUA?? DASAR PRIA TIDAK TAU DIRI! JINJJA! AKU AKAN MEMUKUL MU SAMPAI KOREA! YAK!” ujar Alexa histeris saat namja itu mengatakannya ‘Ajumha Tua’.
“Cih yang benar saja, kami hanya berbeda 3 menit dan ia mengatai aku Ajumha Tua??? Daebak! Aku  masih cocok dipanggil Eonnie, jinjja anak itu, benar-benar menginjak harga diriku” cerocos Alexa, memasukkan kembali ponselnya ke dalam handbag Luis Vuitton miliknya. Rasanya ia ingin sekali menjahit mulut pria yang ia panggil Cho Kyuhyun itu, dengan benang jagung yang besar-besar itu.
Oh tunggu.
Hanya berbeda 3 menit??
Ya, mereka adalah saudara kembar. Cho KyuHyun dan Cho KyuNa. Mereka lahir dan tinggal di Inggris selama 4 tahun, dengan nama Marcus Cho dan Alexis Cho. Ibunya –Nyonya Adeline Cho- adalah keturunan Inggris-Jepang. Sampai akhirnya kembali ke tanah dimana orang tua-nya mengucapkan janji suci, Korea Selatan.
“Ada apa Alexa-ya?” suara lembut Nyonya Cho terdengar
Alexa pun langsung menatap ibunya dengan cemberut dan berkata
“Anak lelakimu itu mengatai aku ajumha tua! Aku masih 24 tahun dan aku tidak setua itu, aku masih cocok di panggil Eonnie,  jinjja aku akan memukulnya” Ahra mengadu pada ibunya.
“Jinjja, kau memang Ajumha! Cepatlah menikah, umurmu itu sudah matang, kau tak mau menjadi perawan tua bukan?”
“EOMMA!”
Terdengar suara gelak tawa –geli- dari Nyonya Cho dan Hanna, sementara  Alexa? Gadis itu sudah mengerucutkan bibirnya. Usianya memang 24 tahun tapi ia adalah gadis manja pada orang tuanya. Karena ia adalah anak gadis satu-satunya plus anak bungsu keluarga Cho –yang terhormat- , Tuan Cho sangat memanjakannya, dan tentu saja over protective pada anak gadisnya. Daddy’s little girl.
“Arra-ara, mianhae, apa yang di katakan Kyuhyun eoh?” tanya nyonya Cho
“Bujang tua itu merindukan masakan Eomma, dan hari ini ia pulang” ujarnya sadis
Hanna dan Nyonya Cho kembali tertawa mendengarnya
“Sudahlah, dia itu Oppa mu! Cha, jika begitu, ayo pulang, aku sudah rindu dengan puteraku itu. Hanna-ya kkaja, menginaplah di rumah Eomma, aku tidak ingin ada penolakkan” ujar Nyonya Cho tanpa bisa di bantah.
“Geurae, kita bisa tidur bersama Hanna-ya, aigo ppali” ujar Alexa bersemangat
Sedangkan Hanna?
Cinta pertamanya kembali. Ini merupakan kesempatan emas untuk bertemu, walau Hanna tidak bisa melihat rupanya, tetapi mendengar suara pria itu sudah membuatnya berpuas hati dan bersyukur.
“Ne Eommo-nim , geurae eonnie, kiat bisa bercerita bersama juga” ujar Hanna semangat.
Bagaimana tidak? Cinta pertamanya kembali ke Korea.
Ah.. cinta pertama..
***
“Hanna-ya tolong takar terigu ini, 750 gram” pinta Nyonya Cho
Mereka sedang melakukan kegiatan memasak bersama. Mereka membuat kue tart, untuk menyambut kepulangan Kyuhyun.
Tangan mungil Hanna meraba-raba meja kayu di depannya. Setelah mendapatkan apa yang ia cari. Ia segera menakarnya menggunakan tangannya. Buta bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa kan?
“Eommoe-nim, ini tepung terigunya. Mungkin Eomma bisa menimbangnya lagi untuk memastikannya.” Ujar Hanna seraya memberikan mangkuk plastik bening berukuran besar ke arah Nyonya Cho
“Ah.. Arra.. ini sangat mengasyikkan eoh? Sayang sekali puteri bungsuku itu tidak bisa memasak. Aku selalu ingin memasak bersama puteriku, Hanna-ya. Dan sekarang Tuhan mengabulkannya.”
“Ahahaha. Eommeo-nim bisa mengajarkan Alexa Eonnie bukan? Mungkin eonni akan menyukainya. Aku sangat berharap memiliki sebuah keluarga. Aku benar-benar merasa kesepian, hidup sebatang kara seperti itu sungguh menyedihkan.” Hanna tersenyum sedih, mengingat masa lalunya.
“Sekarang kau mendapatkannya kan?”
“Ne, dan aku snagat senang mengenal keluarga Cho. Aku juga sangat berterimakasih. Aku hanyalah gadis dengan status sosial jauh di bawah keluarga-mu Eommeo-nim, tapi Anda dengan berbesar hati mau menerimaku”
“Hei, jangan berkata seperti itu!”
“Eomma! Aku lapar” ujar Alexa. Gadis itu memang manja. Ia masuk ke dapur mewah di rumahnya.
“YAK! OMO! Hanna! Kau memegang pisau eoh???? Yak! Taruh itu! Itu berbahaya! Biar aku membantumu!” Alexa sangat terkejut ketika mendapati Hanna yang tengah mengiris strawberry.
“Eonnie, tidak apa. Aku sudah beberapa kali memegangnya. Aku juga sudah berlatih sewaktu masih tinggal di panti dan kebetulan sekali di sana ada, kami selalu diberikan kursus memasak khusus penyandang cacat. Tidak apa, aku bisa..” ujar Hanna lembut.
Alexa menjadi tidak enak, terlebih setelah Hanna mengucapkan kata `penyandang cacat’.
“Mianhae… aku tidak bermaksd menyinggungmu. Sungguh, aku hanya khawatir jika kau terluka..”
“Ah.. terimakasih atas perhatian-mu eonnie, aku sangat terharu..” Hanna sedikit cekikik-an di akhir kalimatnya.
“Aigo, jinjjaa.. lihat, Eomma, uri Hanna sedang menggodaku rupanya”
“jinjja? Alexa-ya, bagaiamana jika kau membantu kami memasak? Masih banyak masakan yang harus aku masak untuk menyambut kepulangan kakak-mu”
“MWO???” mata Alexa membulat mendengar perkataan Ibunya
“Shireo!” tolaknya, ia mengambil irisan buah strawberry, memakannya dengan santai.
“ Berhentilah memakkannya! Nanti tidak cukup” perintah Nyonya Cho
“Eomma, kau pelit sekali”
“Cepat bantu Eomma memasak jjajangmyun!”
“Aish, ne..ne.. Jinjja Cho Kyuhyun benar-benar merepotkan”
Gerutuan itu hanya di sambut gelengan kepala oleh sang Nyonya rumah, dan senyum geli oleh Hanna.
***
Seorang laki-laki muda keluar dari pintu Arrived di bandara international Incheon. Tubuhnya di balut kemeja biru donker, yang lengannya di gulung sampai siku, jeans, dan sneakers. Terlihat sempurna membungkus tubuh kekar dan berototnya. Kacamata hitam bertengger manis di hidung mancungnya melengkapi penampilannya.
Sangat seksi!
Kakinya melangkah di bandara itu dengan santai, namun mampu membuat kaum hawa tersenggal-senggal melihatnya.
Tentu saja, mereka seperti melihat dewa Yunani kuno di sore hari seperti ini.
“Selamat Sore, Tuan Muda. Tuan, Nyonya, dan Nona muda sudah menunggu di rumah besar” ujar supir Kim dengan sopan.
“Ne, Ah kalian pulanglah, tidak perlu mengikuti sampai ke rumah ku” ujar Kyuhyun kepada 4 bodyguard-nya.
“Ne Tuan Muda” ujar salah satu dari mereka, seraya memasukkan koper Tuan mudanya itu ke dalam bagasi mobil mewah itu.
Sebenarnya, Cho Kyuhyun tak memerlukan bodyguard, ia menguasai –ralat- , sangat menguasai ilmu-ilmu bela diri dan pemegang sabuk hitam taekwondo. Namun, sang Ayah, Tuan Cho, memberikan nya pengawal secara cuma-cuma. Lagipula, tak ada ruginya bukan jika ia menerima bodyguard dari Ayahnya?
“kita berangkat sekarang supir Kim, aku sudah lelah”
“Segera, Tuan Muda”
***
Mobil mewah itu memasuki pekarangan sebuah rumah terbesar di kawasan elit kota Seoul. Bunga-bunga, pepohonan rindang, dan suara air terjun kecil di tengah taman menambah keindahan rumah itu.
Setelah supir Kim membukakan pintu untuknya, ia segera melangkahkan kakinya ke rumah besar tersebut.
Kyuhyun baru menginjakkan kakinya di rumah dan langsung mendapatkan seluruh pelayan di rumah ini berbaris dan membungkukkan badan mereka ke arahnya.
“Selamat datang Tuan Muda, bagaimana perjalanan Anda?” suara kepala pelayan Jang menyapa indera pendengarannya.
“Baik Bibi Jang, dimana keluargaku?” tanya Kyuhyun.
“Di ruang keluarga, Tuan Muda, Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu Anda sejak tadi”
“Apa adikku ada?”
“Ne, tuan muda. Nona Alexa sedang berada di ruang keluarga juga.”
“Arra, terimakasih”
Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun tidak langsung melangkahkan kakinya ke ruang keluarga, melainkan mengamati sekitar rumahnya.
Tidak banyak yang berubah
ia menelisik rak-rak dan guci-guci mahal milik Ibunya. Suasana rumah ini tidak banyak berubah. Hanya lebih banyak tambahan foto Alexa di rak-rak pajangan foto. Ah, gadis manja itu, walaupun Kyuhyun kerap merasa jengkel dengan saudaranya itu, namun tetap saja. Ia sangat menyangi dan menjaga adik bungsunya itu. Bahkan, terkadang, mereka bisa terlihat seperti seorang kekasih.
Mata Kyuhyun berhenti pada salah satu foto. Terlihat jelas di foto dengan latar belakang air mancur itu, terdapat dua orang gadis yan tengah berpelukkan dan tersenyum gembira ke arah kamera. Kyuhyun mengenali satu gadis di antara mereka. Tentu saja, itu adik kembarnya, Alexis Cho. Tapi.. siapa gadis yang berada di sebelah adiknya? Apakah temannya? Sepertinya foto ini diambil selagi ia berada di Melbourne, karena ia sama sekali tak mengetahuinya.
Puas melihat-lihat, Kyuhyun leangkahkan kaki jenjangnya ke arah ruang keluarga.
Pemandangan pertama saat membuka pintu kaca ruang keluarga itu adalah, suasana tawa dan hangat yang di dapatinya. Ruang keluarga Cho adalah ruang bersantai bagi para anggota keluarga. Ruang keluarga ini terdapat ruangan outdoor dan indoor di dalamnya.
Ruangan indoor berisikan sofa-sofa panjang yang membentuk formasi L, degan meja kecil di tengahnya, serta TV LCD 64” yang terpajang di dinding. Sedangkan ruang outdoor, berbentuk persegi dengan satu kolam air hangat –yang lumayan luas- berada tepat  di tengah kotak persegi tersebut. Kotak tersebut dikelilingi oleh batu-batu di sisi kotak-nya. Rerindangan pohon menambah keasrian ruang keluarga Cho.
“Anyeong Haseyo” Kyuhyun mengucapkan salam, seraya membugngkukkan sedikit tubuhnya.
“Eo, sayang, kau sudah sampai??” Nyonya Cho tersenyum hangat dan langsung berjalan mendekati putera bungsunya itu, dan memeluknya.
“Eo, Kyu-a, bagaimana perjalanan mu eoh? Kami menunggumu daritadi.” Kali ini suara Tuan Cho terdengar.
“aku baik Appa”
“HYA! Mana oleh-oleh untukku?” sentak Alexa
“YAK BOCAH TENGIL! Mana ucapan salam hormat-mu untukku eoh???” sengit Kyuhyun.
Astaga.. Aku adalah kakaknya yang baru pulang dari Australia setelah 3 tahun menetap di sana, dan ini adalah kata pertamanya saat kami bertemu? Jinjja..   
“Ck, Jangan berlebihan” ujar Alexa
“Ajumha tua, kau masih lajang eoh?” ledek Kyuhyun, kejam
“MWO???” Alexa yang saat itu sedang meminum teh manis-nya, langsung menyemburkannya, ketika ia mendengar kata `ajumha tua’. Ingat, ia sangat sensitif dengan dua kata itu.
“APPA” rengek Alexa, manja.
“Cih..” Kyuhyun mendengus
Tuan dan Nyonya Cho tidak perlu heran melihatnya. Dua saudara kembar itu memang sering bertengkar. Namun, meski begitu, rasa sayang mereka sangat kuat. Berada dalam rahim yang sama selama 9 bulan dan tumbuh dalam ruang lingkup keluarga yang sama, cukup menguatkan batin keduanya bukan?
“Aigoo, Eomma sangat merindukan-mu! Kau benar-benar! Jarang sekali mengubungi wanita tua ini, apa sebegitu sibuknya dirimu di Australi, Tuan Cho?” ujar Eomma-nya sengit.
Kyuhyun hanya tertawa geli melihat ekspresi merajuk Ibunya.
“Omo, siapa yang kau sebut `wanita tua’, Eomma? Yang aku lihat di depanku adalah, seorang wanita yang sangat cantik dan anggun. Ah.. Appa.. kau benar-benar hebat dalam mencari pasangan hidup” balas Kyuhyun, mengedipkan sebelah matanya –dan otomatis membuatnya beribu-ribu kali kelewat tampan- pada sang Ibu. Nyonya Cho terlihat tersipu dengan perkataan puteranya itu.
Jangan lupa, Nyonya, puteramu adalah perayu ulung!
“Tak perlu meragukan kemampuan ku untuk yang satu itu, nak!” balas Tuan Cho. “Ibumu itu memang sangat menawan, aku bahka jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya”
Ruangan itu kembali diisi dengan suara tawa.
Nyonya Cho terkikik geli “Tidak perlu membuatku tersanjung, nak!” Nyonya Cho memukul pelan lengan puteranya.
“Ah, apa kau lapar?
“Sangat Eomma” jawab Kyuhyun
“Ah, aku akan segera menata makanannya. Pergilah ke ruang makan eoh? Jangan buat Eomma menunggu! Ah, Yeobo, puteramu sudah pulang, kau masih tetap berdiam di kolam itu eoh?” ujar Nyonya Cho, lalu, wanita cantik itu segera melenggang ke ruang makan.
“Hei, aku ikut andil dalam memasak makanan untukmu!” ujar Alexa dengan nada sombong
“Sejak kapan aku bisa memasak eoh? Aku tak ingin mati muda karena memakan masakanmu Alexis Cho!”
“Yakkk!!!”  
 “Hahaha, sudahlah anakku, jangan menggoda adik-mu terus, ah Kyu-a, kkaja-kkaja kita makan. Aku harus mendengar pengalaman puteraku di negeri orang” kata Tuan Cho dengan nada bangga. Ia segera menarik kakinya dan beranjak dari kolam air hangat itu. Mendekati puteranya dan merangkulnya ke ruang makan.
Namun, Kyuyun mendapati sosok asing, terlihat gadis muda yang sedang dibantu berdiri oleh Alexa.
Siapa dia?
Alexa terlihat sedang membukakan sebuah tongkat panjang dan menyerahkannya ke dalam genggaman tangan gadis itu. Kyuhyun terlihat bingung menatap gadis yang tengah bersama kakaknya itu, namun wajahnya terlihat tidak asing. Ia memakai dress kuning cerah pas badan, dan dibalut lagi oleh sweater rajut warna putih. Itu sangat sederhana, namun entah mengapa ia merasakan sesuatu.
Cantik. Sangat cantik.
Itu adalah pemikiran pertama kali Kyuhyun saat melihat wajah Hanna.
Namun, sedetik kemudian, ia tersadar.
Gadis ini buta?
Kyuhyun memindahkan tatapan matanya dari wajah cantik, beralih ke tubuh gadis itu , mulai dari leher, lekukan payudaranya yang bulat montok, Kyuhyun dibuat menelan ludah karenanya. Lalu turun.. ke lekuk pinggangnya yang fantastis.
Sial, lupakan fakta jika gadis cantik ini buta! Ia merawat tubuhnya dengan sangat baik.. payudaranya sangat menggiurkan, oh astaga singkikrkan pikiran mesum mu itu Bung!
“Kyuhyun?” panggil Tuan Cho, saat merasa puteranya itu termanggu di tempatnya berdiri.
“Eo. Appa siapa gadis itu?” tanya Kyuhyun, tanpa mengalihkan tatapan matanya dari Hanna.
“A-anyeong haseyo, Tuan Muda” ujar Hanna kaku, sambil membungkukkan tubuh.
 Astaga jantungnya seperti bermaraton sekarang.
Hanya dengan mendengar suara Kyuhyun!
“Siapa kau? Cho Kyu Na , sejak kapan kau membawa gadis buta ke rumah eoh?”
“Jaga ucapan-mu bodoh!!” bentak Alexa
Well…
“Jangan berbicara seperti itu, nak!” nada bicara tuan Cho terdengar biasa, namun Kyuhyun dapat melihat pandangan tidak suka ayahnya saat ia mengatakan itu.
Oh, Ia lupa, Putera sulungnya itu selain perayu ulung, ia juga memiliki lidah tajam.
“Wae? Apa salahku?” tanya Kyuhyun tanpa dosa, dan saat ia mengalihkan tatapannya pada Alexa, ia mendapati raut wajah sedih dan marah di wajah adiknya.
Sebenarnya ada apa?
Perkataan ku itu benar. Dia memang gadis buta kan? Mengapa Appa terlihat marah?
Dan, sepertinya ia baru mengetahui kesalahannya saat melihat wajah Hanna yang memerah, seperti menahan tangis.
“Kkaja Appa” ajak Kyuhyun
Tiba-tiba ia merasa menjadi bingung dan canggung. Tidak tau harus berbuat apa. Hanya ajakan itu yang dilontar olehnya.
“Na-ya, tuntun Hanna”
“Ne,Appa”
Jadi, gadis buta itu bernama Hanna? Apa hubungannya gadis itu dengan keluarga ku? Siapa dia? Alexa bahkan terlihat sangat dekat dengan gadis buta itu.
Sekali lagi, Kyuhyun melihat ke arah gadsi itu, dan masih sama.
Wajah cantik gadis itu murung dan.. sedih..
Oh, ayolah, siapa yang tidak sedih mendapatkan perkataan teramat kasar seperti itu, terlebih itu dari mulut orang yang kau cintai?
Apa peduliku, ia hanya gadis buta yang tidak ku kenal!
***
Ruang makan itu terlihat ramai dan penuh dengan masakan. Tuan Cho duduk di kursi utama, sebagai kepala keluarga. Di samping kanan-nya ada Nyonya Cho dan Hanna. Sedangkan di samping kirinya ada si kembar. Mereka terlihat sangat menikmati makanan itu dan sesekali diiringi celotehan Alexa.
“Hei, kau pasti puas melihat tubuh para wanita di sana” Alexa menyipit melihat Kyuhyun.
“Tentu saja, aku sangat kenyang melihatnya”
“Kau menjijikan”
“Hei, itu sudah biasa , kau tau??”
“Aigo, Appa lihat kelakuan puteramu itu.”
“Kalian ini selalu bertengkar. Tidak malu dilihat Hanna eoh?” tanya Nyonya Cho
“Gwaencana Eommeo-nim, mereka berdua terlihat menyenangkan” ujar Hanna lembut.
“Aigo.. ppali, makanlah yang banyak eoh?” tangan Nyonya Cho rajin sekali mengambilkan makanan untuk Hanna.
“Aaaa, buka mulutmu” perintah Alexa
Irisan daging steak –buatan sang Nyonya rumah- mendarat sempurna dimulut Kyuhyun.
Sudah ku katakan bukan? Terkadang mereka bisa bertingkah layaknya pasangan kekasih.
“Otte?”
“Enak”
“Geurae, aku memang pandai memasak” sahut Alexa seraya mengibaskan rambut ikalnya ke bahu, dan menatap Kyuhyun dengan tatapan `telan ucapanmu saat di ruang keluarga tadi Cho!’
“Ya, Alexa, kau itu hanya membalikkan daging di atas pemanggang!” sembur Nyonya Cho, dan langsung di sambut gelak tawa penghuni meja makan itu. Dan, tentu saja, suara Kyuhyun-lah yang paling keras
“Jinjja.. jadi adikku ini sudah pandai memasak eoh?” ledek Kyuhyun
“Eomma, jangan menurunkan pamorku seperti ini. Bagamana pun aku tetap membantu bukan?” protes Alexa.
“Eo, Cho Kyuhyun, steak itu buatan Hanna” ujar Alexa
“Uhuk-uhuk” Kyuhyun saat itu sedang menghadap Alexa dan terbatuk-batuk tepta di wajah cantik adiknya itu, sehingga adiknya terkena `hujan buatan’ darinya.
“Jinja! Kau menjijikann!!” ujar Alexa, secepat kilat, ia membalikkan wajah kakaknya.
“Aigooo, wajah cantikku”
“Mworagu?” tanya Kyuhyun. Apa telinganya salah? Gadis buta itu bisa memasak?
“Hanna yang membuatnya, sayang, bagaimana? Enak bukan. Ia sangat pandai memasak. Snagat cocok untuk menjadi pendamping hidupmu nanti!” Nyonya Cho berkata santai, tak tau jika Hanna sudah sangat merona, dan jantungnya terasa seperti berlari-lari dalam rongga dadanya.
“Geurae, appa setuju” Tuan Cho menambahkan
“MWO???? Apa-apaan ini??!!” teriak Kyuhyun.
“Ah, matta! Eomma Appa, sebaiknya kalian mengumumkannya di sini saja!” sahut Alexa, dengan lantang dan santai. Ia memberikan evil smirknya pada Kyuhyun.
“Pengumuman apa?” tanya Kyuhyun. Wajahnya benar-benar seperti orang bodoh sekarang.
“Kyu-a, kau adalah putera sulung kebanggan Eomma dan Appa, sekarang umurmu sudah menginjak 24 tahun, bukan? Itu sudah termasuk matang untuk berkeluarga! Eomma dan Appa sepakat, kami akan menikahkanmu dengan Hanna” ujar Nyonya Cho, dengan tersenyum
***
TBC
#Readers tersayang, mungkin kalian masih bertanya-tanya sebenarnya apa yang membuat keluraga Cho sampai sayang banget ama Hanna? Hehe, akan terjawab di part-part berikutnya!
 Ah, terimakasih banyak untuk admin Handa atas ketersediannya mempost ff ku ini! Terimakasih banyak kak Handa!
Dan, aku juga minta tolong mengoreksi kesalahan-kesalahanku ne.. dan, oh iyaaaa.. nama Alexa itu Alexis Cho (nama koreanuya Cho Kyu Na) , krn dia lahir Inggris tapi di sini, stagename.a  panggil Alexa.
 Anggep aja kalau dia lebih menyukai di panggil Alexa *maksa*. Alexa lahir 3 menit setelah Kyuhyun. Mereka berdua ga pure Korea, masih memiliki darah campuran dari ibunya, dan mereka adlaah kembar identik.
 Segitu aja penjelasannya. Terimakasih karena sudah membaca ^^ *sawer kerupuk*#
All loves,
Geenie Lee

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: