Hot Kiss

2
Hot Kiss ff nc jongin exo
Tittle: Hot Kiss
Author: ‪#‎Purple_Lee‬ | Cover by: Butterfly
Genre: GS, School life, Romance, Sad
Rate: NC 17
Lenght: Oneshoot
Main Cast:
Kim Jongin (namja)
Do Kyungsoo (yeoja)
Suport Cast:
Oh Sehun (namja)
Xi Luhan (yeoja).
.
Summary: Jongin yang selalu menciumi paksa pacar Sehun, yaitu Kyungsoo.
.
Happy Reading~
.
Pagi hari suasana di sekolah seperti biasa, berdatangannya para siswa, berlalu lalang masuk kelas, beberapa kumpulan para siswi yang sibuk bergosip ria membicarakan siswa-siswa tampan yang menjadi penyemangat mereka untuk pergi ke sekolah, bahkan ada yang sengaja mejeng tebar pesona menarik perhatian siswa-siswa di sana. Tak ada bedanya dengan para siswa pula, mereka juga banyak yang asyik menggoda para gadis cantik dan seksi. Tapi tidak semua sama, banyak juga siswa-siswi yang duduk dan membaca, dan kesibukan lainnya.

.
Termasuk yeoja yang satu ini di ketahui bernama Do Kyungsoo terlihat sangat terburu-buru dengan setumpuk buku yang di bawanya, ia hendak mengembalikannya ke perpustakaan. Tapi tiba-tiba,
Brukh~
“Duuh” Kesal Kyungsoo ternyata bertabrakan dengan seseorang, seorang siswa di sekolah itu.
.
“Oh maaf” Ujar namja yang menabraknya itu membantu membereskan buku-buku yang di bawa Kyungsoo berserakan di lantai.
.
“Gwaenchana” Sahut Kyungsoo mengambil tumpukan buku-buku tersebut, merekapun berdiri dan pandangan mereka bertemu, tapi dengan segera Kyungsoo membungkukkan sedikit bahunya dan segera pergi mengantarkan buku-buku itu ke perpustakaan, tapi namja itu hanya tersenyum miring melihat tingkah Kyungsoo. Menarik, batinnya.
.
“Jongin” Tepukan seseorang di bahunya menyadarkan namja yang di panggil Jongin itu.
.
“Akhirnya kau jadi juga pindah sekolah kesini” Ujar namja yang menepuk Jongin tadi dan bernametag Kim Suho.
.
“Ya. Sekolah lamaku membosankan, yeojanya tidak ada yang menarik” Jawab Jongin dengan asal dan mendapat kikikan dari Suho.
.
“Memang yeoja seperti apa yang harus menarik di hatimu? Seperti tingkat dewi?” Ujar Suho meledek, Jongin tertawa dan akhirnya di lanjutkan dengan percakapan-percakapan menarik lainnya.
.
.
.
.
.
Berita kepindahan seorang siswa tampan dan berkulit tan sudah menyebar di telinga para siswi dan Jongin kini selalu menjadi pusat perhatian ketika ia berjalan atau menghampiri tempat di sekolah ini, Jongin tersenyum sinis ketika melihat seorang siswa tengah memasukkan bola ke ring dan terus memainkan bola basketnya dengan teman-teman setimnya, Suho temannya tadi yang terus bersama Jongin mengikuti arah pandang Jongin.
.
“Oh Sehun? Musuh besarmu, lihatlah dia sekarang idola sekolah, tapi aku yakin dia tidak ada apa-apanya di bandingkan kau” Ujar Suho tertawa, dan terlihat kini Sehun keluar lapangan dan menghampiri seorang yeoja yang tengah duduk di kursi penonton, Jongin menajamkan matanya menatap yeoja yang bersama Sehun.
.
“Gadis itu bernama Do Kyungsoo pacar Sehun, lumayan cantik kan? Oh lihatlah mereka sungguh norak” Ujar Suho sebal melihat Sehun dan Kyungsoo bermesraan dengan Kyungsoo mengelapi keringat Sehun di sekitar wajahnya dengan sapu tangan, Sehun mengacak rambut Kyungsoo gemas dan tak malu-malu mengecup pipi Kyungsoo walau di depan umum, semua menatap iri kemesraan itu, semua memang tau mereka pasangan paling fenomenal di sekolah itu termasuk para guru.
Tak lama setelah berbincang-bincang Kyungsoo akhirnya pergi dan Sehun kembali ke lapangan kembali bertanding.
.
“Oh kau mau kemana?” Tanya Suho melihat Jongin juga segera pergi.
.
“Aku ada urusan dulu” Ujar Jongin cepat dengan langkah-langkah besarnya.
*
Ternyata Jongin mengikuti Kyungsoo, Kyungsoo masuk toilet ternyata, sayang toilet lumayan ramai, batin Jongin. Tak lama Kyungsoo keluar juga, Kyungsoo masih belum menyadari ada yang mengikuti.
Hap~
Dapat, setelah di rasa tidak ada siapa-siapa Jongin menarik tangan Kyungsoo dan membawanya ke ruang musik, kebetulan tidak ada siapa-siapa juga di ruangan itu, Jongin langsung menyandarkan Kyungsoo ke belakang pintu.
.
“Kau? Mau apa kau?” Tanya Kyungsoo ketus dan ia baru ingat bahwa Jongin adalah siswa yang menabraknya pagi tadi.
.
“Aku mau” Chu~
Kyungsoo terkejut bukan main saat bibir lembab Jongin sudah menyatu dengan bibirnya yang tanpa aba-aba itu, Kyungsoo berusaha menolak tapi apa dayanya dia hanya seorang yeoja biasa. Jongin terus melumat bibir Kyungsoo dengan intens seakan bibir itu benar-benar nikmat dan manis seperti bubble gum, ruangan itu kini di penuhi dengan suara decapan-decapan yang berasal dari bibir mereka, Jongin yang terlalu bersemangat dan bergairah menguasai bibir Kyungsoo.
.
Jongin berhasil menulusupkan lidahnya ke mulut Kyungsoo dan mengajaknya berperang lidah, Kyungsoo terus memberontak walau kedua tangannya di pegangi Jongin, dan akhirnya Kyungsoo hanya bisa pasrah saja, ia memang sering berciuman dengan Sehun, tapi tak pernah sepanas itu yang harus berperang lidah juga bertukar saliva.
.
“Mmmpht” Pekik Kyungsoo saat di rasa ia butuh oksigen, Jongin melepaskannya secara perlahan.
.
Plak~ plak~
dua tamparan sekaligus Jongin dapatkan dari tangan mungil Kyungsoo dan Jongin hanya tersenyum saja.
.
“Mulai hari ini, setiap hari aku akan menagihmu untuk ini” Bisik Jongin di telinga Kyungsoo dan menunjuk bibir Kyungsoo membuat Kyungsoo muak, lalu Jongin pergi begitu saja.
.
“Apa? Memangnya dia siapa?” Pekik Kyungsoo kesal lalu menggosok-gosok bibirnya sebal dan ada rasa bersalah di hatinya, pada Sehun, matanyapun berkaca-kaca.
.
.
Tak sengaja setelah meninggalkan Kyungsoo di ruang musik itu Jongin berpapasan dengan Sehun di koridor tatapan mereka sama-sama tajam Jonginpun tersenyum sinis.
.
“Pacarmu manis juga” Celetuk Jongin membuat langkah Sehun terhenti.
.
“Dan… Lumayan” Sambung Jongin, Sehun berbalik dan langsung mengangkat kerah Jongin.
.
“Permasalahan kita adalah masalah kita jangan kau ganggu dia” Kata Sehun penuh amarah.
.
“Oh, sekarang kau berani? Kau tidak takut adikku angkat bicara? Atau kau ingin pacarmu mengetahui siapa kau?” kata Jongin santai dan reflek Sehun melepaskan cengkramannya mendengar ancaman Jongin dan membiarkan Jongin berlalu penuh kemenangan.
.
“Barusan itu siapa?” Tanya Kyungsoo tiba-tiba, yang menyusul Jongin sebelumnya.
.
“Dia Kim Jongin musuhku” Jawab Sehun penuh kebencian ketika mengatakannya.
.
“Mmusuh?” Ulang Kyungsoo memastikan.
.
“Apa dia mengganggumu? Dia berbuat macam-macam padamu?” Tanya Sehun mulai khawatir melihat dari atas sampai tubuh Kyungsoo memegangi bahunya.
.
“Ttidak, tidak kok” Jawab Kyungsoo gugup, ia harus menyembunyikannya bagaimanapun juga ia tak mau membuat Sehun khawatir, marah, apalagi terluka.
***
.
Hari berikutnya Kyungsoo bersikap santai-santai saja menjalani aktifitasnya di sekolah tak menanggapi serius ucapan Jongin Kyungsoo tersenyum di depan cermin ia bertekad untuk melupakan kejadian yang menimpanya kemarin.
Kyungsoo keluar toilet dengan bersikap seperti biasa, tapi ternyata Jongin sudah berdiri menungguinya, menarik tangan Kyungsoo membawanya ke tempat sepi, dan lagi-lagi kejadian kemarin terulang, .
“Mmmmpht” Kyungsoo memberontak meskipun ia tau itu takkan pernah berhasil.
.
“Kau menyukainya?” Tanya Jongin menatap Kyungsoo dengan jarak sangat dekat setelah melepaskan bibir Kyungsoo, dengan kedua tangan Kyungsoo yang ia kunci. Kyungsoo tidak menjawab ia hanya membuang mukanya menatap ke lantai. Air matanya mulai turun membasahi pipi mulusnya.
.
“Aish kenapa kau menangis? Kita hanya bersenang-senang” Ujar Jongin dan mulai menjilati air mata Kyungsoo itu dan menghisapnya.
.
“Apa yang kau inginkan dariku?” Tanya Kyungsoo dengan suara parau, tidak berani menatap Jongin.
.
“Bibirmu, ah tepatnya aku hanya ingin bersenang-senang denganmu” Ujar Jongin dengan santai.
“Apa kau tak pernah berciuman dengan Sehun? Sejenis French Kiss? Kau kaku sekali” Lanjut Jongin dengan meledek, Kyungsoo masih belum berani menatap Jongin, ia merasa hina sekarang ini.
“Aish, pergilah sana, jangan lupa besok aku akan menagihmu kembali” Ujar Jongin mendorong Kyungsoo keluar, Kyungsoo keluar dengan terisak menangis.
.
.
Hari ketiga ke empat pun seperti itu dan setiap hari seperti itu kecuali hari minggu. Kyungsoo tidak bisa menolaknya karena menolakpun tak ada gunanya. Kyungsoo hanya pasrah dan menurut saat Jongin mengajaknya ke tempat sepi hanya untuk berciuman.
***
.
.
.
.
Kyungsoo berjalan santai menuju toilet dengan seragam di tangannya, bermaksud mengganti pakaian olahraganya dengan seragam kembali. Dia memilih ke toilet dari pada ruang ganti yang sesak. Tapi apa ini? Jongin sudah berada di depannya ternyata, Kyungsoo dengan malas ia berbalik lagi tidak mau meladeni hal gila Jongin.
.
“Lepaskan!” Ujar Kyungsoo menggoyang-goyangkan tangannya yang di pegangi Jongin. Dan Jongin terus saja menarik Kyungsoo, hingga akhirnya tiba di tangga darurat.
.
Jongin langsung mendorong Kyungsoo ke tembok dan menciuminya ganas.
Kyungsoo tak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa menerimanya, sepertinya Kyungsoopun memang sudah terbiasa dengan ciuman Jongin. Dan kali ini ciuman terlama mereka, entah sadar ataupun tidak Kyungsoo memejamkan matanya, menikmati setiap lumatan Jongin dan mulai membalasnya kembali melumat bibir Jongin, Jongin tersenyum di sela-sela ciumannya, tangan kanannya langsung naik ke atas ke dada Kyungsoo, meremasnya pelan.
.
“Nghhh” Kyungsoo melenguh pelan dan memegangi tangan Jongin, maksud ingin menyingkirkannya, matanya kembali terbuka. Tetapi tangan Jongin malah semakin keras meremas dada Kyungsoo yang masih di luar baju Olahraga Kyungsoo itu. Demi apapun Kyungsoo ingin menangis, karena orang yang di cintainyapun, Sehun, tak pernah menyentuhnya lebih jauh selain bibir. 
.
“Lepaskan” Pinta Kyungsoo dengan suara parau, ia baru bisa bersuara setelah ciuman Jongin turun ke leher jenjangnya.
.
“Karena kau memberontak, terpaksa aku melakukan hal yang lebih jauh lagi” Bisik Jongin tepat di telinga Kyungsoo, menciumi telinga Kyungsoo. Sedangkan tangannya telah masuk ke dalam baju Kyungsoo dari bawah, meraba pelan perut rata Kyungsoo, dan langsung naik ke atasnya lagi, payudara Kyungsoo. Jongin meremasnya pelan payudara yang masih terbungkus bra itu. Jongin sudah tidak sabar lagi rupanya, ia langsung mengangkat bra Kyungsoo walaupun masih di dalam baju.
.
“Punyamu lumayan besar juga” Ujar Jongin menatap Kyungsoo, Kyungsoo membuang mukanya ke lantai.
.
“Berhenti. Jongin, Apa dengan terus seperti ini dendammu terbalaskan? Tidak kan?” Tanya Kyungsoo selepas Jongin melepaskan tautan bibirnya, Jongin hanya tersenyum sinis mendengarnya.
.
“Kau tidak tau apa-apa. Jangan menolak, nikmati setiap sentuhanku, jika kau ingin selamat dariku” Bisik Jongin menatap bibir merah Kyungsoo karena perbuatannya dan langsung meraupnya kembali, dengan tangan yang sibuk meremas sebelah dada Kyungsoo itu bahkan kini mulai memilin putingnya.
.
Kyungsoo hanya bisa diam, dan memejamkan mata lagi, ia hanya bisa mendesah kecil di sela-sela ciuman Jongin, tak dapat di pungkiri Kyungsoo juga menikmatinya, apalagi itu sensasi pertama yang di rasakannya, seseorang memainkan payudaranya.
.
“Ahh.. ahh” Kyungsoo tak bisa lagi menahan desahannya, permainan jari jemari Jongin membuatnya melayang, Jongin menatap puas wajah Kyungsoo yang menurutnya seksi, dengan mata terpejam dan mulutnya setengah terbuka karena ulah dirinya.
.
“Ahh punyaku sudah mengeras Kyung” Bisik Jongin, Kyungsoo tersadar. Ia segera membuka matanya dan memegangi tangan Jongin yang berada di dadanya itu. Tak berhasil, Kyungsoo langsung mendorong Jongin, hingga Jongin sedikit menjauh darinya. Jongin tersenyum sinis menatap Kyungsoo dan tertawa kecil setelah itu langsung pergi meninggalkan Kyungsoo begitu saja, selintas terlihat raut sedih di wajah Kyungsoo dan merasa terhina.
.
Akhirnya Kyungsoo merapikan branya yang terangkat itu lalu pakaian luarnya. Wajah Kyungsoo menjadi pucat pasi melihat Sehun di depan sana dan mungkin saja Sehun melihat semuanya, Sehun menghampiri Kyungsoo dengan tatapan tajam dan membunuh semakin dekat Sehun melihat bibir Kyungsoo yang sangat memerah dan membengkak, leher yang terdapat beberapa bercak merah karya Jongin, membuat Sehun mengepalkan tangan dan ia juga sama, Sehun menciumi Kyungsoo, Kyungsoo terkejut karena baru kali ini Sehun menciuminya dengan kasar dan sepanas itu membuat Kyungsoo mendorongnya.
.
“Sudah berapa kali Jongin melakukannya?” Tanya Sehun tajam, Kyungsoo menunduk tak berani menatap Sehun langsung.
.
“Sudah berapa kali?!” Bentak Sehun membuat Kyungsoo terlonjak kaget.
.
“Mmianhae” Kata Kyungsoo dengan suara parau ia menangis, Sehun hanya mengepalkan tangan lagi menahan amarah.
***
.
.
.
Ini pertama kalinya bagi Kyungsoo dan Sehun berkencan sampai malam dan masih mengenakan seragam sekolah pula dan entah kenapa Sehun terlihat tidak seperti biasanya seperti mengajak Kyungsoo masuk ke karaoke dan bernyanyi-nyanyi seperti orang yang mabuk.
.
Sehun yang menciumi panas Kyungsoo kasar dan menuntut, Sehun juga yang berani meremas payudara Kyungsoo bahkan membuka dan menghisapnya, membuat Kyungsoo terus mendesah. Dan Sehun juga yang berani mengangkat rok sekolah yang melekat pada tubuh gadisnya itu, Kyungsoo menolak, sangat menolak dan tetap bersikeras menolaknya.
.
“Kenapa kau seperti ini?” Tanya Kyungsoo dengan suara parau hampir menangis.
.
“Aku hanya ingin membuktikan bahwa kau hanya milikku, kau tidak memikirkan prasaanku ketika melihatmu berciuman dengan si bajingan Jongin!” Kata Sehun meluapkan segala emosinya mengacak rambutnya.
.
“Lalu kau melampiaskannya dengan seperti ini? Kau tidak percaya hatiku hanya milikmu?” Tanya Kyungsoo perlahan matanya berkaca-kaca.
.
“Aku hanya tidak rela Kyung, pacar mana yang bisa membiarkan pacarnya di sentuh orang lain”
.
“Lalu kenapa kau tidak memukulnya harusnya kau marah menghajarnya habis-habisan, bukannya bertekad untuk memilikiku dengan merusakku hanya karena takut Jongin mendahuluimu, hiks” Ujar Kyungsoo menunduk menutup mulutnya, dan perlahan isakan Kyungsoopun terdengar.
.
“Bbukan begitu” Ujar Sehun dengan gugup tak bisa mencari alasan.
.
“Apa lagi? Jelas-jelas kau hanya mencintaiku secara fisik, kau tidak tau bagaimana prasaanku saat Jongin selalu menciumku paksa yang ada di pikiranku hanya merasa bersalah padamu, karena aku mencintaimu dengan segenap hati” Kata Kyungsoo masih dengan isakan -isakan kecilnya Sehun hanya terdiam.
.
“Dan coba kau lihat dari mana semua masalah berasal? Karena permusuhan kalian” Lanjut Kyungsoo langsung berdiri dan berlari meninggalkan Sehun seorang diri, Sehun hanya mengacak rambutnya kesal pada dirinya sendiri. Sedangkan Kyungsoo sepanjang perjalanan ia hanya menangis. Sehun yang di cintainya, sama saja seperti pria lain, sama seperti Jongin yang hanya mencintai tubuhnya saja.
***
.
.
.
Pagi harinya saat istirahat tiba seperti biasa Jongin menghampiri Kyungsoo untuk menyeretnya lagi ke tempat sepi, Jongin merasa ada yang berbeda terdapat lingkaran hitam di sekitar mata Kyungsoo tapi Jongin tak mempedulikannya yang ia pedulikan hanya bibirnya, dan kali ini Jongin melakukannya sangat lama karena Kyungsoo tak bergeming sama sekali tak seperti biasanya yang membrontak atau bahkan membalas dengan menggigit, dan ciuman itu terhenti ketika Jongin merasakan rasa asin dan itu airmata Kyungsoo.
.
“Kenapa berhenti?” Tanya Kyungsoo pelan menatap dalam manik mata Jongin, Jongin tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, ia mengangkat alisnya sebelah.
.
“Bukankah kau menginginkan yang lebih dari sekedar ciuman, dan meremas?” Tanya Kyungsoo lagi tatapannya kini berubah tajam.
.
“Apa maksudmu? Kau benar-benar mau menyerahkan harga dirimu padaku? Kau mau menyerahkan tubuhmu itu padaku?” Tanya Jongin dengan senyum liciknya.
.
“Kenapa tidak? Aku bisa menemanimu semalaman dan memuaskanmu, asal setelah itu kau tidak menggangguku lagi dan jangan menemuiku lagi” Jawab Kyungsoo tanpa ragu.
.
“Kalau seperti itu aku tidak bisa, karena yang aku suka adalah terus mengganggumu” Kata Jongin tertawa pelan.
.
“Kenapa? Bukankah dengan kau merusakku, kau meniduriku, kau menghancurkan Sehun, bukankah yang kau inginkan adalah kehancurannya?” Ujar Kyungsoo dengan sorot mata yang tak biasanya.
.
“Aku tak sebrengsek Sehun” Bisik Jongin menyentuh dagu Kyungsoo dan mengecup singkat bibirnya setelah itu ia pergi meninggalkan Kyungsoo yang hanya berdiri mematung memegangi dada kirinya yang berdebar hebat hanya karena sebuah kecupan lembut tidak seperti yang Jongin lakukan sebelum-sebelumnya, penuh hasrat dan terburu-buru.
Duk~
Terdengar suara gaduh, di lihatnya Jongin tersungkruk karena tonjokan Sehun di wajah dan perutnya.
.
“Sehun!” Seru Kyungsoo memegangi tangan Sehun tanda meminta menghentikannya, Sehun langsung memegangi tangan Kyungsoo dan segera pergi dengan tangan saling berpegangan. Jongin hanya menatap benci kepergian mereka dan juga pegangan tangan yang sangat erat itu, tanda bahwa mereka sepasang kekasih.
***
.
Hari-hari terus berlalu hubungan Kyungsoo dan Sehun kini berjalan lancar kembali, walaupun begitu tapi Kyungsoo masih belum terlepas dari Jongin begitu saja, membuat Jongin seperti pacar simpanan, dan Sehun yang tak pernah menyinggung soal Jongin lagi.
.
Pagi ini Kyungsoo berangkat pagi sekali untuk menyimpan sesuatu di bawah bangku Sehun, ia berjalan dengan senyuman yang tak lepas di bibirnya, tapi senyum Kyungsoo tiba-tiba memudar, Kyungsoo terdiam membeku di depan kelas Sehun ia melihat Sehun tengah bermesraan dengan Xi Luhan teman sekelas Sehun, gadis manis yang selalu mengikuti Sehun. Mereka berciuman, membuat sesuatu yang di bawa Kyungsoo terjatuh ke lantai, buku PR Sehun yang selalu ia kerjakan.
.
“Kkaliaan?” Kata Kyungsoo tak percaya dengan bibirnya yang bergetar.
.
“Kyungsoo, maaf” Ujar Luhan menunduk merasa bersalah.
.
“Maaf?? Ssehun ada apa ini?” Tanya Kyungsoo dengan suara paraunya meminta penjelasan.
.
“Maafkan aku, aku dan Luhan memang ada hubungan khusus di belakangmu” Ujar Sehun agak ragu.
.
“Aapa ini karena Jongin?” Tanya Kyungsoo pelan.
.
“Bukan. Aku memang memilih Luhan, maafkan aku” Kata Sehun merangkul Luhan, Kyungsoo yang hanya berdiri mematung itu akhirnya memaksakan dirinya untuk segera pergi.
.
Dengan langkah gontai Kyungsoo keluar kelas menuju taman belakang ia duduk di bangku meratapi apa yang baru saja terjadi, ia ingin menangis tapi sepertinya matanya tidak mau mengeluarkan air ia hanya menunduk menatap tanah sampai suasana mulai terasa hidup dengan berdatangannya para siswa siswi, Kyungsoo menoleh setelah merasa ada seseorang duduk di sampingnya.
.
“Hai princess kau menungguku?” Sapa Jongin.
.
“Kita sudah tidak berurusan lagi” Ujar Kyungsoo datar tanpa melihat ke arah lawan bicaranya itu.
.
“Kenapa? Kau masih harus menepati janjimu padaku setiap hari, upahku” Sahut Jongin.
.
“Aku dan Sehun sudah putus jadi aku tidak ada urusan apa-apa lagi denganmu” Kata Kyungsoo, Jongin nampak terkejut tapi selintas ia menyunggingkan bibirnya.
.
“Baiklah aku akan berhenti, terimakasih semuanya” Kata Jongin berdiri dan segera berlalu dari taman itu, Kyungsoo hanya membulatkan mata dan mulutnya mulai berkomat-kamit tidak jelas.
.
“Segampang itukah? Jadi setelah ini dia akan melakukannya pada Luhan? Memaksa Luhan? dan meninggalkanku begitu saja” Gumam Kyungsoo seperti tak terima menginjak-nginjak tanah dengan posisi masih terduduk itu.
***
.
.
.
Benar saja Jongin tak lagi mengganggu Kyungsoo sudah dua hari ini Jongin mendiamkannya ada rasa kehilangan di hati Kyungsoo ketika Jongin tak lagi mengganggunya memaksanya melakukan sesuatu hal yang ia tidak mau, menciumnya paksa. Kyungsoo tersenyum lebar karena kini Jongin di depannya berjalan ke arahnya tapi senyumnya pudar tat kala Jongin tak mempedulikannya melewatinya begitu saja, Kyungsoo geram di buatnya ia memegangi dadanya.
.
“Prasaan apa ini? Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya” Gumamnya menggelengkan kepala, Kyungsoo penasaran juga dengan apa yang akan di lakukan Jongin iapun mengejarnya, di lihatnya Jongin tengah berbicara dengan Luhan, Kyungsoo hanya menggigit bibir melihatnya, Jongin mengangkat dagu Luhan dan berbisik ke telinga Luhan setelah itu pergi, lagi-lagi Kyungsoo menginjak-injak tanah dengan kesal seperti anak kecil. Tapi tak peduli apapun yang terjadi ia mengejarnya sekarang.
.
“Kim Jongin!” Seru Kyungsoo dengan lantang, Jongin menghentikan langkahnya dan berbalik.
.
“Kenapa kau menarik ulur hatiku?” Ujar Kyungsoo menatap lurus Jongin, Jongin masih terdiam tidak mengerti.
.
“Aku tidak bisa tidak kau ganggu” Lanjut Kyungsoo lirih, Jongin masih terdiam ia hanya mengangkat alisnya sebelah.
.
“Harga diriku sudah benar-benar terjatuh, karena.. Kurasa.. Aku meyukaimu” Ujar Kyungsoo terbata-bata, dan Jongin masih mengacuhkannya.
.
“Setelah semua yang telah kita lakukan semuanya berarti untukku dan aku tidak peduli bagaimana kita di pertemukan, aku tau aku hanya sebagai alat balas dendammu tapi bagaimana bisa kau mencuri hatiku dan tidak mau bertanggung jawab” Ujar Kyungsoo menunduk dan di akhiri dengan menitikkan airmata, perlahan ia berbalik membelakangi Jongin dan mengangkat kakinya untuk melangkah, tapi sebelum itu ia terhenti karena Jongin memeluknya dari belakang.
.
“Aku cinta kamu” Bisik Jongin tepat di telinga Kyungsoo.
“Maaf, aku tidak bermaksud mempermainkanmu” Lanjut Jongin membalikkan tubuh Kyungsoo dan menatapnya.
“Aku hanya mencari cara untuk merebutmu dari Sehun karena aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu saat pertama kita bertemu saat bertabrakan, dan aku selalu menciummu dengan sepenuh hati aku tak pernah memperalatmu” Ujar Jongin lagi memegang kedua bahu Kyungsoo.
.
“Saat pertama aku menganggapmu seorang yang brengsek, sampai aku tau kau adalah orang yang bertanggung jawab dan Sehun dialah yang brengsek” Ujar Kyungsoo menenggelamkan wajahnya di dada Jongin.
.
“Sudahlah, kita mulai semuanya dari awal” Ujar Jongin mengeratkan pelukannya dan Kyungsoo mengangguk.
.
Perlahan Jongin melonggarkan pelukannya menatap mata Kyungsoo dalam dengan posisi masih setengah berpelukan. Tatapan Jongin beralih pada satu titik, bibir Kyungsoo yang selalu menggodanya untuk di santapnya. Dan tentu itu terjadi, sebuah ciuman. Mungkin itu ke sekian kalinya bagi mereka tapi ini yang pertama dengan Kyungsoo menikmatinya, tangan Kyungsoo sudah mengalung di leher Jongin, dan tangan Jongin di pinggang Kyungsoo. Ciuman lembut berdasarkan Cinta, yang mengalirkan beribu aliran listrik pada tubuh mereka. Jongin paling tidak bisa berlama-lama dengan kelembutan, dengan segera ia mendorong Kyungsoo ke tembok dan lumatannya berubah ganas dengan berperang lidah juga gigitan-gigitan kecilnya.
.
Di sisi lain Sehun yang hendak melewati koridor itu hanya terpaku melihatnya, di sampingnya Luhan yang juga baru menyadarinya dengan segera ia menarik kerah Sehun dan melumat singkat bibirnya.
.
“Kau itu milikku sekarang” Ujar Luhan menatap Sehun yang wajahnya sedikit di tekuk. Luhanpun langsung menarik lengan Sehun pergi dari sana.
***
.
.
.
Oh Sehun, namja itu uring-uringan tidak jelas di apartemennya setelah melihat Jongin dan Kyungsoo resmi berpacaran dengan terang-terangan.
.
“Semuanya karenamu Luhan, kalau kita tidak pura-pura pacaran Kyungsoo pasti masih jadi milikku” Kesal Sehun penuh amarah.
.
“Lalu kau memilih Kyungsoo tau kalau kau telah mencampakkan dan menghancurkan masa depan Byun Baekhyun, adik sepupu Jongin?” Kata Luhan.
.
“Dia pasti mengerti, semua orang punya kesalahan di masa lalu” Jawab Sehun dengan tampang frustasi.
.
“Walaupun seandainya dia masih bersamamu tapi hatinya di tempat lain, dia sudah berpaling pada Jongin sejak mereka selalu berciuman…!
‘seperti aku..” Kata Luhan dan di akhiri gumaman.
.
“Kau tau apa Xi Luhan?” Teriak Sehun menendang meja kaca di depannya hingga terjatuh dan blingnya pecah berantakan, Luhan menjerit ia langsung memeluk Sehun.
.
“Aku tau, bagaimana mungkin aku mau membantumu kalau aku tidak memiliki prasaan apa-apa padamu, semua ku lakukan karena aku menyukaimu, dan relakanlah Kyungsoo karena dia kini mencintai Jongin” Ujar Luhan penuh harap, Sehun hanya terdiam ia meresapi kata-kata Luhan.
.
“Ku mohon beri aku kesempatan, aku mencintaimu Sehun” Lirih Luhan dengan terisak menangis, dan akhirnya Sehun balas memeluk Luhan.
.
Tak di sadari mereka ternyata dari tadi Kyungsoo berada di balik pintu yang sedikit terbuka itu, berniat mengantarkan barang-barang yang telah di berikan Sehun padanya saat masih berpacaran, ia hanya tersenyum mendengar mereka, ia menyimpan kardus berisi barang-barang itu di bawahnya di depan pintu dan di sampingnya ada Jongin tersenyum tulus yang siap menggenggam tangannya.
.
.
.
.
“Bagaimana keadaan Baekhyun sekarang?” Tanya Kyungsoo di dalam perjalanan pulang ke rumahnya.
.
“Dia baik-baik saja, dulu memang dia frustasi setelah tau Sehun hanya memanfaatkan tubuhnya saja” Ujar Jongin tersenyum sinis mengingat hal itu.
.
“Kapan-kapan kenalkan aku ya pada Baekhyun” Ujar Kyungsoo menggenggam erat tangan Jongin, Jongin hanya mengangguk mengiyakan.
.
.
.
“Terimakasih ya, mau mampir dulu?” Tanya Kyungsoo sesampainya di depan rumahnya.
.
“Boleh?” Tanya Jongin, Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum manis.
.
“Dimana Ibumu?” Tanya Jongin begitu masuk rumah Kyungsoo tidak ada yang menyambut.
.
“Ayah Ibuku kerja, paling pulang sore” Ujar Kyungsoo duduk di samping Jongin.
.
“Aku haus, kau tidak akan memberiku minum hmm?” Tanya Jongin melirik Kyungsoo.
.
“Aku lupa, mau minum apa?” Tanya Kyungsoo cengir.
.
“Apa saja” Ujar Jongin mengacak rambut Kyungsoo, Kyungsoo akhirnya segera beranjak ke dapur mengambil minuman kaleng dalam kulkas.
.
Tak di sadari Kyungsoo ternyata Jongin mengikutinya dari belakang, Kyungsoo cukup terkejut saat Jongin meraih minuman di tangannya begitu saja, membukanya dan meneguknya. Kyungsoo terkejut ketika Jongin menarik tengkuknya dan menumpahkan minuman yang di minumnya tadi ke dalam mulut Kyungsoo, Kyungsoo mau tak mau menelannya.
.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kyungsoo selepas Jongin melepaskan tautan bibirnya.
.
“Aish. Kau tidak tau hal semacam ini” Ujar Jongin.
“Ayo aku haus” Lanjutnya menegukkan minuman kaleng itu ke mulut Kyungsoo.
.
Dan detik berikutnya menarik tengkuk Kyungsoo lagi dan menyedot yang ada di dalamnya. Kyungsoo mengerjap, tapi akhirnya dia tau apa yang harus di lakukannya lagi. Kyungsoo mengambil dan meminum sendiri minuman kaleng itu dan dengan berani menyalurkan sendiri ke mulut Jongin. Terus seperti itu sampai minuman itu habis.
.
“Apa ada permen?” Tanya Jongin dengan smirknya memecah kecanggungan karena minumannya habis.
.
“Tidak. Aku tidak mau ciuman pakai permen lagi itu membuat bibir dan pipiku lengket setelahnya” Ujar Kyungsoo langsung paham apa yang di maksud Jongin.
.
“Ya sudah kalau begitu”
.
“Nghh” Kyungsoo langsung melenguh, Jongin tiba-tiba saja menarik pinggangnya dan menciumi bibirnya lagi.
.
“Jongin, apa hobimu itu berciuman?” Tanya Kyungsoo setelah melepas paksa ciuman Jongin, Jongin tak menghiraukannya seolah tuli ia kembali menciumi ganas Kyungsoo, menuntut dan terburu-buru.
.
“Jongin, jangan keras-keras sariawan karena gigitanmu kemarin masih sakit” Ujar Kyungsoo mendorong Jongin lagi, melepas paksa ciuman Jongin.
.
“Lalu apa yang harus ku lakukan?” Tanya Jongin frustasi.
.
“Lakukan dengan lembut, dengan prasaan” Ujar Kyungsoo pelan.
.
Akhirnya saling mempertemukan bibir lebih tepatnya, tanpa menggunakan lidah dan sangat pelan, terasa kering kedua bibir yang bersatu itu.
.
“Jangan Jongin” Ujar Kyungsoo menahan tangan Jongin yang telah berada di atas dadanya.
.
“Selama kau sariawan, aku boleh memegang dan meremasnya” Ujar Jongin dengan meremas keras dada Kyungsoo itu.
.
“Yyak!! Kau sendiri yang membuatku sariawan” Ujar Kyungsoo langsung mendorong Jongin dan berlari ke ruangan depan.
.
“Baiklah, kita hanya berciuman dan aku janji takkan menghisap bibirmu lagi” Ujar Jongin menghampiri Kyungsoo yang tengah duduk di sofa, tanpa di duga Jongin mendorong Kyungsoo hingga bersandar di punggung Sofa dan Jongin lagi-lagi menciumi Kyungsoo.
.
Kyungsoo hanya memutarkan bola matanya, setiap saat, setiap bersamaan Jongin selalu menciumnya, dan sepertinya memang benar berciuman adalah hobi Jongin. Kyungsoo hanya pasrah toh ciuman Jongin tak terlalu menuntut dan sariawan karena ulah Jongin tidak terasa nyeri lagi.
Kyungsoo melirik ke sampingnya, tepat pada meja yang terdapat beberapa cemilan, iapun tersenyum meski dalam hati, melepaskan ciuman Jongin.
.
“Jongin kau mau strowberry?” Tanya Kyungsoo setengah berbisik.
.
“Strowberry?” Ulang Jongin dengan kening berkerut. Kyungsoopun mendorong Jongin pelan dan meraih satu buah Strowberry kecil di atas meja itu, menggigitnya, tepatnya menempelkannya di mulutnya. Tanpa di sangka Kyungsoo memajukan wajahnya dan menempelkan Strowberry itu di mulut Jongin menggunakan bibirnya, Jongin langsung menerimanya, menggigit kecil-kecil Strowberry itu hingga tepat di bibir Kyungsoo dan akhirnya melumat kecil bibir Kyungsoo.
.
“Aish kau mulai berani nakal ya Kyung” Ujar Jongin mencubit hidung Kyungsoo, Kyungsoo hanya tersenyum malu.
“Ayo lagi” Lanjut Jongin mengambil Strowberrynya lagi di tempelkan di bibirnya dan menyerang Kyungsoo lagi dengan Strowberry itu.
.
Ini tindakan salah Kyungsoo, ia sama saja memancing seorang Jongin untuk melakukan hal yang lebih gila lagi, tapi meski begitu Kyungsoo bahagia, bersama Jongin ia mendapatkan begitu banyaknya hal dan pengalaman baru yang tak pernah di rasakannya sebelumnya. Kyungsoo bahagia ciuman itu berdasarkan Cinta. Dan Kyungsoo juga mulai kecanduan bibir Jongin, ia selalu menginginkan Jongin menciuminya. Hingga sebuah ciuman menjadi kebutuhan sehari-hari mereka.
.
.
`The End

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: