Game Of Love Part 3

0
Game Of Love Part 3 ff nc kri exo
Tittle: Game Of Love (chapter 3)
Author: ‪#‎Purple_Lee‬
Genre: Yadong, Hurt, Sad, Family, Romance
Rate: NC 21
Lenght: Chaptered
Cast:
-Kris,
-Sehun, 
-Yangmi (oc/you),
-Yoon Aeri (oc)
Yangmi POV
Pulang sekolah selalu sore, apalagi ini ulangan akhir smester, dan selalu aku yang paling akhir keluar kelas, resiko otak leletku. Huh, Apa aku harus jalan kaki? Hanya karena Aeri Eonnie sudah bebas untuk sekolah ataupun tidak dan aku tidak bisa nebeng di mobilnya. Rasanya aku menyesal menolak Appa tiriku untuk di belikan mobil sebagai hadiah, saat hari pertama ku jadi anggota keluarganya. Karena ku pikir itu tidak penting.

Astaga, ini sudah hampir petang. Aku hanya bisa mematung berdiri di luar gerbang melihat cuaca yang sedikit buruk, mendung.
Ahh kenapa tiba-tiba aku teringat masa lalu lagi, Sehun Oppa yang tak pernah membiarkanku jalan kaki dan kecapean, apalagi kehujanan. Aku tak mungkin memintanya menjemputku kan? Aku merindukannya, merindukan di boncengi Sehun Oppa.
Aku hanya bisa tersenyum sinis mengingatnya, kesayanganmu saat ini hanyalah Aeri Eonnie kesayangan Eomma juga.
Kris Oppa, dia kekasihku, kenapa aku tak langsung mengingatnya, harusnya dari tadi aku menghubunginya. Tak menunggu waktu lagi aku segera mengambil ponselku menghubungi Kris Oppa. 
.
“Yeobseo” Ucapku
.
Aish menyebalkan belum juga aku bicara sambungannya sudah mati. Aku hanya bisa mengumpat tidak jelas, apa menelpon Eonnie saja? Atau juga Sehun Oppa? Ahh tidak tidak.
Aku mengalihkan pandanganku karena tiba-tiba terdengar suara kenalpot motor yang begitu nyaring di telingaku, ya ampun motor itu menghampiriku dan berhenti tepat di depanku? Sehunkah dengan motor barunya? Aku menunggunya membuka helmnya.
Aku sangat terkejut dengan pastinya mataku yang berbinar, aku sangat senang. Dia kekasihku, Kris Wu.
.
“Oppa? Kau? Bagaimana kau tau aku butuh tumpangan?” Tanyaku dengan memandanginya dari atas sampai bawah yang masih duduk di jok motornya itu, dia sungguh keren mengendarai motor seperti itu, aku pertama kali melihatnya.
.
Kris Oppa hanya tersenyum dan dia malah menunjuk bibirnya tersenyum aneh. Apa maksudnya? Apa aku harus mencium bibirnya?
.
“Kau tidak mau mencium bibir kekasihmu yang telah menjemputmu ini hm?” Tanyanya. Ini sungguh membuatku malu dan tersipu.
.
“Ttapi ini” Ujarku tak enak karena masih di lingkungan sekolah walaupun sudah di luar gerbang, ku lihat dirinya menunjuk bibirnya lagi, sungguh seperti anak kecil yang merengek pada ibunya.
.
Perlahan ku mendekat padanya melangkahkan kakiku, tanganku meraih pundaknya, aku tersenyum.. Dan terjadilah.
Aku melumat pelan bibir Kris oppa sangat pelan, karena ku pikir ini hanya hadiah kecil karena dia telah menjemputku. Astaga, Kris oppa malah membalasnya ganas dan menarik tengkukku, aku hanya bisa pasrah untuk beberapa menit berciuman seperti pasangan yang saling merindukan karena sudah lama tak bertemu.
.
“Aku akan menculikmu lagi ke apartemenku. Bisakan?” Tanya Kris Oppa selepas ciumannya terlepas dan menunjukkan smriknya. Kris oppa pasti menginginkan servis dariku, mencumbuinya.
.
Titt~
Kenapa? Kenapa aku tak menyadari kedatangan mobil dan motor itu yang dari berlawanan arah itu? Apa karena terlalu asyik berciuman? Ya ampun.
.
Eonnie? Aeri Eonnie? Itu memang mobilnya, dan benar saja itu Eonnie keluar dengan wajah siap memakanku.
Dan, dan motor itu, motor Sehun Oppa. Kenapa aku menjadi sangat bodoh begini ketika bersamaan dengan Kris Oppa?
Aku hanya bisa mematung Aeri Eonnie menghampiriku dan juga Sehun Oppa yang turun dari motornya.
.
“Pulang!!” Aeri Eonnie langsung menarik pergelangan tanganku keras.
.
“Aeri. Aku yang menjemputnya lebih dulu. Biarkan dia pulang bersamaku” Ujar Kris Oppa. Tunggu. Kris Oppa memanggil Aeri? Apa mereka sudah saling kenal? Bodoh. Tentu saja karena aku selalu menceritakan Aeri Eonnie padanya.
.
“Kau. Jangan pernah lagi menemui adikku” Kata Aeri tajam menatap Kris Oppa dan tangannya masih mencengkramku kuat dan menarikku lagi.
.
“Aeri tunggu” Kata Kris Oppa lagi. Dan
Brugh~
Suara apa itu? Aku langsung menoleh.
.
“Sehun Oppa. Jangan!” Teriakku. Sehun Oppa memukul wajah Kris Oppa dan Kris Oppa membalasnya.
.
“Eonnie lepaskan aku ku mohon kau tidak lihat mereka berkelahi?” Aku mulai meronta minta di lepaskan, tapi Aeri Eonnie malah mendorongku masuk ke mobil dengan kasar.
.
“Eonnie, Eonnie, kau tidak khawatir pada Sehun Oppa?” Tanyaku terus melihat pada mereka yang saling menonjok. Aeri Eonnie tak mendengarkanku sama sekali dia malah melesatkan(?) mobil dengan kecepatan tinggi.
.
.
.
Sepanjang perjalanan aku terus saja berceloteh, bisa di bilang memarahi Eonnie tiriku itu, kesal, marah, memperlakukan seperti ini, mending kalau dia kakak kandungku.
.
“Tinggalkan Kris, jangan pernah menemuinya lagi. Maka semua masalah akan selesai” Ujar Aeri Eonnie dengan lembut masih setia dengan stir.
.
“Eonnie ku mohon, tidak ada yang salah dengan Kris. Dia juga mencintaiku dia mampu menjagaku” Lirihku menatap dalam Eonnie.
.
“Kau lihat sedirikan hidupnya tu berantakan, dia pria malam, bergaulnya hanya di club malam yang dekat dengan kemaksiatan, aku yakin kau pernah melihatnya mesra dengan gadis lain. Dan dia itu seorang gankster, kai lay dan tao adalah anak buahnya yang siap menghajar siapapun yang mencari masalah dengan mereka” Jelas Aeri Eonnie panjang lebar, membuatku semakin kesal padanya bisa-bisanya dia mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Kris Oppa. Dan dari pada berdebat terus lebih baik aku diam tidak mengatakan sepatah katapun lagi.
.
“Yangmi aku sayang padamu, kau sudah seperti adik kandungku. Mungkin aku terlalu berlebihan karena aku hanya kakak tirimu, maaf jika aku selalu membuatmu kesal. Aku tak mau kau kenapa-kenapa” Ujar Aeri Eonnie dengan suara parau. Ada apa dengannya? Dia menangis? Aku memperhatikannya baik-baik. Benar, astaga benarkah dia sebegitu mengkhawatirkanku?
.
“Eonnie, kalau kau sayang padaku, jangan melarangku bertemu Kris. Itu saja” Ujarku menatap lurus ke depan, ku lihat dari ekor mataku Aeri Eonnie menatapku tajam dan aku dapat merasakannya.
.
“Yangmi!” Tegurnya, aku hanya diam tak peduli, aku tau semua yang di lakukannya karena sayang padaku, dia menjemputku pulang sekolah hal yang tak pernah terbayangkan.
.
.
.
Sampai akhirnya tiba di depan rumah, aku langsung keluar dengan cepat. Ku lihat Eomma menarik koper di ikuti Appa tiriku di belakangnya, ada apa ini? Aku ikut panik sendiri melihat eomma yang terburu-buru.
.
“Eomma kenapa terburu-buru. Ada apa?” Tanya Aeri Eonnie heran dan aku hanya mengikutinya saja.
.
“Eomma akan ke busan untuk waktu mungkin satu minggu, Nenek Yangmi sakit. Jangan khawatir Appamu besok juga pulang” Jawab Eommaku pada Eonnie. Mendengar itu aku langsung menghampiri Eommaku.
.
“Eomma benarkah Nenek sakit?” Tanyaku khawatir dan aeomma hanya mengangguk.
.
“Eomma aku ikut ya di sekolah sudah bebas” Sambung Aeri Eonnie, Eomma langsung menggeleng.
.
“Tidak. Kau harus menjaga Yangmi, Yangmi masih harus sekolah, pastikan dia selalu berada di dalam rumah ya” Kata Eommaku mengelus rambut Eonnie lalu rambutku. Apa itu? Menjagaku? Aish aku seperti anak kecil saja.
.
Aku dan Eonnie memasuki rumah setelah Eomma dan Appa pergi, tiba-tiba aku teringat sesuatu, aku berhenti melangkah menatap Eonnie.
.
“Eonnie, bukankah Han Ahjumma pulang kampung kemarin? Lalu? Kita bagaimana?” Tanyaku khawatir.
.
“Kau meragukan kemampuanku?” Tanyanya tersenyum manis. Aku juga ikut tersenyum. Dari lubuk hatiku terdalam aku sangat mengaguminya, dia sebenarnya baik walau cerewet dan bawel, pintar di sekolah juara umum, cantik, tubuhnya dan wajahnya saja lebih kecil dan tirus dariku. Dari segi fisik aku yang lebih pantas jadi seorang kakak dan dia adik.
Pantas Sehun oppa tak pernah melirikku yang bodoh dan jelek ini.
.
.
==============
.
.
Author POV
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Yangmi mulai bosan hanya duduk berdua dengan Aeri menonton televisi, tak ada pembicaraan. Aeri yang sibuk menonton serius drama kesayangannya yang membuatnya lupa segalanya. Ide gila Yangmi muncul, mengingat Ibu dan Ayah tirinya sedang tidak ada. Yangmi ingin segera menemui Kris, mengingat tadi Kris di pukuli Sehun.
.
Yangmi naik ke atas masuk kamarnya membiarkan Aeri sibuk sendiri. Yangmi membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya, mencari cara untuk keluar rumah. Keluar jendela sangatlah tidak mungkin, mengingat Sehun dan Aeri yang memasang memaku langsung kunci jendelanya, karena Yangmi pernah ketahuan keluar jendela dan nyaris membahayakan dirinya sendiri dengan meloncat ke tanah.
Yangmi mengacak rambutnya sendiri kesal ponsel Krispun tidak aktif, Yangmi benar-benar ingin mengetahui keadaannya.
.
.
Akhirnya yangmi segera bangkit ia membuka lemari pakaiannya meraih sweater dan langsung mengenakannya. Ia pura-pura masuk ke dapur lalu berjalan dengan santai melewati Aeri.
.
“Yangmi kau mau kemana?” Tanya Aeri.
.
“Ke mini market sebentar saja, di kulkas sudah tidak ada snack” Jawab Yangmi dengan lembut berharap Aeri langsung percaya begitu saja.
.
“Kau tidak bohong kan?” Tanya Aeri memicingkan mata curiga. 
.
“Bohong apa maksud Eonnie?” Tanya Yangmi berpura-pura tidak mengerti.
.
“Menemui Kris? Kau jangan coba-coba menipuku!” Jelas Aeri dengan matanya kembali tajam.
.
“Eonnie ku mohon kau tidak kasihan padaku? Aku ingin segera memakan snack” Ujar Yangmi dengan nada di buat-buat.
.
“Aish kau itu seorang gadis, kau tidak takut terlihat gemuk?” Tanya Aeri tidak suka dengan pola makan Yangmi.
.
“Aku tidak akan segemuk itu, lihatlah aku masih punya pinggang” Tunjuk Yangmi memegangi pinggangnya.
.
“Pipimu tu yang berisi” Timpal Aeri tertawa.
“Ayo ku antar” Lanjut Aeri segera berdiri, Yangmi cepat-cepat menahannya.
.
“Tidak. Tidak. Tidak usah. Aku hanya akan ke mini market di depan, jalan kaki paling 15 menit sudah pulang. Eonnie tidak ingin ketinggalan drama Kim Soo Hyun kan? Lihatlah sudah tayang lagi” Ujar Yangmi merayu Aeri. Aeri tidak bisa menolak dan akhirnya mengangguk.
.
“Baiklah sana cepat. Ini malam di luar berbahaya” Ujar Aeri dengan matanya kembali ke layar televisi.
.
“Oke. Eonnie mau nitip apa?” Tanya Yangmi mencoba memberi Aeri sogokan.
.
“Ahh aku tidak makan apapun di saat malam, aku tidak mau gemuk” Tolak Aeri tanpa menoleh ke arah Yangmi. Yangmi tersenyum, dengan secepat mungkin Yangmi keluar.
.
“Aish apa cantik itu harus tersiksa seperti itu tidak bebas menikmati makanan. Ishh. Tapi tidak heran juga sih Eonnie bentuk tubuhnya benar-benar ideal dan pipinya sangat tirus. Ahh yang penting secepatnya aku harus menemui Kris Oppa setelah itu kembali ke mini market membeli Snack, supaya Eonnie tidak marah, dan bisa mencari alasan apalah-apalah. Ahh betapa pintarnya kau Yangmi, meskipun kau tak pernah mendapatkan rangking hihi” Yangmi tertawa-tawa sendiri dan akhirnya dia sampai di jalanan.
.
“Taxi” Yangmi melambaikan tangan, Yangmi sedang beruntung taxi itu berhenti dan tiada satupun penumpang. Yang langsung membuka pintu dan masuk.
.
“Ke mana Aggashi?” Tanya supir. Yangmi terdiam sesaat dia bimbang harus ke Apartemen Kris atau ke Club. Yangmi kembali menghubungi Kris. Sama, tidak tersambung.
.
“Ke Club xxx” Jawab Yangmi akhirnya menentukan pilihan, ia sangat yakin Kris disana.
.
.
.
.
Setibanya di Club yangmi menghampiri Tao yang seperti biasa terlihat santai duduk di kelilingi banyak gadis.
.
“Dimana Kris Oppa?” Tanya Yangmi to the point.
.
“Yangmi?” Kaget Tao, melihat penampilan yangmi yang tidak biasa, tampilan rumah.
.
“Tuh” Tunjuk Tao kemudian menunjukkan Kris tengah menari bersama seorang wanita, tanpa menunggu Yangmi langsung menghampiri kedua orang itu dengan kesal. Tat kala melihat wanita yang bersama Kris mencium pipi Kris.
.
“Oppa” Yangmi menarik Kris.
“Yaakk kau pelacur jangan coba-coba menggoda pacarku” Kata Yangmi dengan kencang mendorong wanita tersebut.
.
Wanita itu tersenyum sinis menatap Yangmi dari atas sampai bawah lalu menghampirinya dan juga mendorong Yangmi.
.
“Kau anak di bawah umur tidak pantas masuk ke tempat seperti ini, kau sebaiknya belajar di rumah” Ejeknya membuat Yangmi naik pitam dan mendorong kembali wanita itu tapi kali ini wanita itu dapat menahan Yangmi dan menjatuhkan Yangmi ke lantai.
.
“Yyakk!!” Bentak Kris pada wanita itu tidak terima gadisnya di perlakukan seperti itu.
.
“Entah bagaimana pikiranmu Kris mengencani anak kecil seperti dia” ujar wanita tersebut meremehkan Yangmi.
.
“Yyaakk! kau jangan mentang-mentang lebih tua dariku dasar Ahjumma” Teriak Yangmi segera bangkit dan hendak mencakar wanita itu. Tapi Kris menahannya.
.
“Dasar anak baru labil” Gumam si wanita pergi meninggalkan mereka.
.
Dan Kris terus menarik Yangmi hingga duduk di sebuah sofa, Yangmi masih menampilkan wajah kesalnya melipat tangan di dada dan cemberut
.
“Chagi mau minum apa hm?” Tanya Kris mengangkat dagu Yangmi lalu mengecup bibirnya singkat. Sia sia, Yangmi masih seperti itu.
.
“Chagi aku minta maaf” Lanjut Kris merayu Yangmi, sambil menggenggam tangannya tapi Yangmi menepis kasar tangan Kris.
.
“Kau tidak malu dengan teman-temanmu berpacaran dengan anak kecil sepertiku” Ujar yangmi datar dan menatap lurus ke depan.
“Wanita barusan cocok denganmu. Sesering apa Oppa menari bersamanya?” Lanjut Yangmi. Kris sangat kesal ia mengepalkan tangannya dan menyandarkan Yangmi ke sofa lalu menciumnya dengan ganas dan sangat kasar.
.
Tak peduli itu tempat umum di tengah-tengah orang yang berjoged ria dan minum untuk melupakan masalah. Yangmi mendesis dan membrontak tangan Kris sudah di atas dadanya dan masih menciuminya kasar.
.
“Berhenti! Kau gila” Kata Yangmi dengan kencang mendorong Kris dan segera merapikan bajunya. Kris sudah siap nyosor lagi tapi Yangmi segera berdiri menatap tajam Kris, Yangmi baru menyadari Kris yang babak belur. Mungkinkah karena pukulan Sehun?
.
“Tadinya aku kesini mau minta maaf karena Sehun memukulmu tapi ternyata di sini kau bersenang-senang. Aku mau pulang saja Eonnie pasti tengah menungguku” Kata Yangmi ketus.
.
“Hai Yangmi kau tau siapa yang membuat Kris babak belur begini?” Tanya Kai secara tiba-tiba menghampiri.
.
“Sudah ku bilang dia bukan siapa-siapa Kai” Kris langsung menyelanya.
.
“Dia Sehun sahabatku, pacar kakakku Aeri, kenapa?” Ujar Yangmi seadanya. Kai tersenyum simpul menatap Kris, Kris membuang mukanya menghembuskan napasnya kesal Yangmi meceritakannya. Kemudian Kris langsung menarik Yangmi membawanya keluar.
.
“Mau kemana bro?” Tanya Lay duduk bersama wanita tadi.
.
“Pulang” Jawab Kris singkat, teman-temannya hanya diam beralih menatap Yangmi. Sedangkan Kai ia tersenyum, senyum yang tak dapat di artikan, ia tau jawabannya, bukan Kris jika harus babak belur.
.
=====
.
Kris POV
Aishh Yangmi masih saja cemberut tanpa memandangku sama sekali aku yang memegang kemudi pelan-pelan dengan terus menatapnya. Dia cemburu? sudah pasti dia melihatku bersama wanita lain, meski begitu wanita itu hanyalah seorang teman lama.
.
“Aku mau pulang ke rumah!!” Ujar Yangmi kini menatapku kesal, ya aku berniat membawanya ke apartemenku.
.
“Kenapa? bukankah kau mau menghabiskan malam denganku di rumahku?” Tanyaku bingung. Ku lihat wajahnya semakin sengit.
.
“Ku bilang aku mau pulang!!” Kata yangmi dengan kencang. Ternyata tuan putriku tengah benar-benar marah.
.
=====
.
Author POV
Mereka hanya terdiam sepanjang perjalanan. Yangmi hanya memandang keluar begitupun kris ia hanya fokus pada stir dan jalanan di depan. Diam-diam air mata yangmi kembali menetes, karena tiba-tiba yangmi mengingat bagaimana mereka bertemu dan akhirnya pacaran.
.
.
“Oppa janji kan takkan meninggalkanku” Lirih Yangmi kini menatap kris penuh harap, sesampainya mereka di depan gerbang rumah Yangmi.
.
“Tentu saja, kenapa bertanya seperti itu?” Tanya Kris bingung menangkup kedua pipi Yangmi.
.
“Aku hanya takut semua yang di katakan Eonnie benar” Ujar Yangmi menunduk.
.
“Aeri?” Ulang Kris memastikan.
.
“Ya, dia sangat tidak menyukai hubungan kita dia bilang Oppa bukan orang baik dan tepat untukku. Dan Eonnie mengaku dia sebelumnya kenal baik dengan Oppa” Jelas yangmi. Sekilas terukir sebuah senyum di sudut bibir Kris senyum yang sangat sulit di artikan.
.
“Ya. Sebelumnya aku mengenal Aeri tapi tidak terlalu dekat” Tutur Kris membuat Yangmi mendongak menatap Kris.
.
“Kenapa selama ini Oppa tak pernah menceritakannya padaku?” Tanya Yangmi heran ada keraguan di hatinya.
.
“Itu tak penting. Kami hanya saling tau nama saja karena teman masing-masing” Jawab Kris santai merapikan anak rambut Yangmi.
.
“Apa Eonnie mengetahui sesuatu tentang dirimu yang tidak ku ketahui? Karena itu eonnie me-“
.
“Ssshht.. Kau meragukanku? Kau tidak percaya padaku?” Tanya kris menatap Yangmi, dan terlihat keraguan di mata Yangmi.
.
“Setelah tadi kepercayaanku berkurang” Jawab Yangmi kini menunduk meremas-remas tangannya sendiri.
.
“Tatap aku” Pinta Kris dengan mengangkat lembut dagu Yangmi mendongakkan wajahnya. Mata Yangmi berkaca-kaca dan Kris segera mencium kedua mata itu.
.
“Aku mencintaimu. Aku takkan pernah meninggalkanmu” Lirih Kris. Dan dengan perlahan Yangmi mengangguk. Kris mencium lembut bibir Yangmi.
.
“Maaf gara-gara aku Sehun memukulmu, apa sakit?” Tanya Yangmi mengelus wajah Kris melihat beberapa memar di sana.
.
“Ini tidak seberapa chagi. Masuklah bukankah Aeri tengah menunggu?” Ujar Kris dengan lembut. Yangmi mengangguk dengan akhirnya senyuman manisnya kembali.
.
“Ya ampun, Snack” Yangmi menepuk jidatnya.
.
“Snack?” Tanya Kris bingung.
.
“Oppa, kau tau tadi aku berbohong pada Eonnie supaya aku bisa keluar” Ujar Yangmi. Kris tersenyum mengacak rambut Yangmi.
.
“Baiklah kita mini market dulu” Ujar Kris.
.
.
===
.
.
Yangmi POV
“Motor Sehun Oppa?” Gumamku heran dengan menjinjing tas belanjaan berdiri di depan rumah. Apa aku terlalu lama? Sampai Eonnie menghubungi Sehun Oppa? Aish masalah baru, menerima omelan baru dari seorang Oh Sehun.
.
Aku menghembuskan napas dan melanjutkan langkahku masuk ke dalam.
Sepi? Di mana mereka? Bahkan Televisi masih menyala, Eonnie ceroboh. Ya Tuhan pantas saja Eonnie memanggil Sehun Oppa ini sudah jam sembilan aku lewat dua jam.
Aku berjalan ke dapur menyimpan Snack dan langsung memakannya, masih kesal mengingat wanita di Club tadi, huh dasar Ahjumma.
Oh ya kira-kira di mana mereka? Apa di kamar? Kamar?
Aku segera beranjak naik ke atas entah kenapa aku ingin memastikan mereka ada di kamar.
.
“Ssshhhh.. Ahh..” Suara apa itu? Aku berhenti dan itu tepat di depan kamar Eonnie. Aku menoleh, pintu kamar Eonnie tidak tertutup rapat. Oh Tuhan, aku dapat melihat apa yang terjadi di dalam kamar.
.
Eonnie bertelanjang dada, dengan dadanya di sedot-sedot Sehun Oppa? Dan juga sama-sama telanjang dada. Apa aku bermimpi?
Eonnie terus saja mendesah nikmat karena permainan Sehun Oppa.
Tidak, tidak, tidak. Aku tidak bisa melanjutkan melihatnya lagi. Salah satu dari mereka sudah full naked.
.
Aku pelan-pelan mundur dan berjalan masuk ke kamarku, loncat ke ranjang dan membungkus diriku dengan selimut. Prasaan malu malah menggrogoti hatiku melihat permainan secara langsung itu, aku masih tidak percaya dengan apa yang ku lihat barusan.
Aku membenamkan wajahku di bantal, yang ku pikirkan sekarang aku harus tidur. Oh mataku, kenapa kau? Ayo tiduuuurr.
.
Suara mereka semakin lama semakin nyaring, sampai terdengar ke dalam kamarku. Aaahhh telingaku panas. Apa mereka benar-benar melanjutkannya ke permainan inti? Sehun Oppa berani-beraninya kau menodai Eonnie.
Ini gila, ini gila, ini gila. Mereka pikir di ruangan kedap suara. Desahan mereka nyaring sekali.
Apa yang harus ku lakukan?
.
Kenapa kaki ini malah berjalan ke arah sana lagi? Apa aku benar-benar harus memastikannya bahwa mereka benar-benar bermain di tahap itu?
.
Aku hanya bisa menutup mulutku yang terbuka. Tidak Percaya. Sehun Oppa, dia tengah memaju mundurkan pinggulnya pada selangkangan Eonnie, Aku tau betul apa yang tengah di lakukan pasangan itu. Desahan-desahan merekapun sangat-sangat gila tidak menyadari aku ada di rumah ini.
.
“Ahh… Lebih cepat Sehuuunn..” Pinta Eonnie dengan meraba-raba Abs Sehun Oppa, sungguh telinga ini sangat panas. Benar saja pinggul Sehun Oppa semakin cepat gerakannya, dan desahan merekapun semakin menjadi. Dan kenapa aku malah menjadi muak melihatnya?
.
Perlahan aku turun ke bawah dan ke arah dapur mengambil air untuk minum meneguknya sekali habis.
Eonnie, gadis penuh prestasi, gadis kebanggaan keluarga, kesayangan Eomma, ternyata tak lebih baik dariku, setidaknya aku masih bisa menjaga mahkotaku, keperawananku. Ya meski aku tau aku gadis nakal yang sering ke Club dan banyak yang menyangka aku sering bermain seks dengan Kris Oppa. Tapi kenyataannya aku masih 100% Virgin. Jangankan di sentuh oleh pria memperlihatkanpun aku tak pernah.
.
Masih berputar jelas di kepalaku apa yang mereka lakukan. Oh prasaan apa ini? Aku sangat kesal kembali mengingat Sehun Oppa menjamah tubuh Eonnie dan terlihat menikmatinya.
Kalian, kenapa membuat prasaanku kesal? Sehun Oppa, Kau juga tak lebih baik dari Kris yang sering kau tentang karena brengsek, dia tidak brengsek. Kris Oppa masih bisa menahan nafsunya dan tidak menodaiku.
.
Sehun oppa, aku merasa kau bukan siapa-siapaku lagi sekarang. Aku telah kehilanganmu. Benar-benar kehilanganmu. Ishhh kenapa prasaanku campur aduk begini. Aku, aku tak rela melihat kalian bercinta.
.
“Yangmi” Yangmi hampir saja tersedak mendengar suara yang memanggilnya.
.
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: