Game of Love Part 2

0
Game of Love Part 2 ff nc 21 kris sehun exo
Tittle: Game Of Love (chapter 2)
Author: ‪#‎Purple_Lee‬
Genre: Yadong, Hurt, Sad, Family, Romance
Rate: NC 21
Lenght: Chaptered
Cast:
-Kris,
-Sehun, 
-Yangmi (oc/you),
-Yoon Aeri (oc)
Cover by Delara Byun Art
Happy Reading~
.
Review chapter 1
.
“Bukan itu yang tidak bisa ku lakukan eomma. Tapi… Aku menginginkan eomma yang seperti dulu” Kata yangmi dengan suara parau masih memegangi pipinya.
Ia berbalik, di depannya sehun dan aeri berdiri ia segera memalingkan wajahnya dan berlari masuk kamarnya.

.
Di kamarnya, yangmi menangis. Kehidupannya telah berubah saat ia telah menjadi bagian anggota keluarga yoon sejak setahun lalu, dan bertemunya dengan kris kekasihnya saat ini.
.
.
.
CHAPTER 2 (Spesial Flashback)
.
FLASHBACK ON-Tanpa Kris
.
Yangmi balas melambaikan tangannya saat setelah sehun melambaikan tangan lalu melajukan kembali motornya, yangmi tersenyum bahagia sambil bersenandung kecil memasuki rumah sederhananya itu. Di lihatnya sang ibu tengah menyetrika pakaian yang begitu bertumpuk. Yangmi tersenyum melihat wajah damai ibunya yang tak pernah lelah menjadi orang tua tunggal bagi yangmi, kepala keluarga dan mengurus urusan rumah tangga sendiri. Perlahan yangmi menghampiri ibunya dengan mengendap-ngendap.
.
“Eomma!!” Pekik yangmi memeluk ibunya dari belakang, ibunya hanya tersenyum.. karena sebelumnya ia tau bahwa yangmi akan mengejutkannya, tapi tak mau menggagalkan rencana yangmi.
.
“Mana sehun? Tumben tidak mampir dulu padahal eomma sudah masak banyak” ujar ibunya masih dengan melanjutkan menyetrikanya.
.
“Dia kembali lagi ke sekolah harus latihan. Aku saja yang memintanya mengantarkanku pulang dulu, meskipun aku tau dia sangat sibuk. hihi” Ujar yangmi tertawa kecil, ibunya hanya menggeleng mendengar penuturan yangmi.
.
“Kau ini. Mentang-mentang sehun selalu menuruti keinginanmu. Bertindak semaunya” timpal ibunya masih tetap fokus memaju mundurkan setrikanya.
.
“Suruh siapa dia juga selalu menempeliku” Gumam yangmi yang ternyata masih setia memeluk ibunya,
“Sini eomma biar aku yang melanjutkan, lagipula ini pakaianku” Lanjut yangmi melepaskan pelukannya dan hendak mengambil alih setrikanya.
.
“Tidak sayang. Kau capek. Sana istirahat saja atau makan dulu” Tolak ibu yangmi tersenyum hangat ia begitu menyayangi anaknya.
.
“Ya sudah aku mau mandi aja ya eomma” Cup~
yangmi mengecup pipi ibunya sekilas, ibunya hanya terkekeh geli karena tingkah manja anaknya itu. Kebahagiaan mereka, selalu bersama-sama, meskipun dalam kesederhanaan.
.
==============
.
Mata yangmi terpejam merasakan bibir lembab sehun menyentuh bibirnya, melumatnya lembut menghisap pelan bibir atas dan bawahnya secara bergantian, yangmi hanya bisa diam saja sehun menguasai bibirnya. Jantungnya berdetak cepat dengan aliran darahnya yang serasa berhenti mengalir baginya. Sekitar satu menit sehun melepaskan ciumannya dan menatap lembut yangmi yang mematung.
.
“Heii yangmi” Kata sehun melambai lambaikan tangannya di depan wajah yangmi.
.
“Sehun oppa.. apa barusan itu kita berciuman?” Tanya yangmi polos,
Pletak~
sehun langsung saja menjitak jidat yangmi.
.
“Bukannya kau yang merengek minta di cium” Tawa sehun, yangmi menunduk malu.. ya dia yang meminta sehun untuk menciumnya hanya karena penasaran dengan teman temannya membicarakan soal ciuman pertama.
.
“First Kiss ku..” Gumam yangmi tersipu.
.
“Hahaha.. semoga ciuman barusan bisa menjadi pelajaran untukmu berciuman dengan kekasihmu kelak” Tawa sehun makin menjadi. Tapi yangmi masih diam ciuman barusan benar benar menghipnotisnya, ia masih belum mampu berkata kata dengan terus memegangi dadanya yang terasa bergetar, getarannya semakin hebat melihat sehun yang tertawa begitu indahnya di matanya, dan di mulai saat itulah hatinya selalu bergetar untuk sehun. Yangmi jatuh cinta pada sehun, sahabatnya.
.
“Oppa..” Panggil yangmi pelan menatap dalam sehun dengan penuh prasaan, sehun menghentikan tawanya menatap yangmi dengan wajah tanda tanya.
.
“Bi..bi..bisakah kita melakukannya lagi?” Tanya yangmi ragu-ragu dengan wajahnya yang memerah.
.
“Apa?”
.
“Ajari aku bagaimana caranya berciuman, apa yang harus ku lakukan saat seorang pria menciumku nanti?” Tanya yangmi dengan polos, dan sebenarnya yangmi memang mengingingkan sehun menciumnya lagi. Sehun diam, nampaknya tak percaya.
.
“Kau cukup membalas ciumanku, saat aku melumat bibirmu kau lumat juga bibirku, saat aku menyedot lidahmu sedot juga lidahku, sampai seterusnya kau jangan mau kalah” Ujar sehun, yangmi benar-benar menanggapinya sampai ia manggut-manggut.
“Itulah yang namanya ciuman panas” lanjut sehun berbisik di telinga yangmi.
.
“Aku mau oppa. Aku mau” Kata yangmi sangat antusias, sehun menyunggingkan bibirnya tersenyum simpul dan langsung meraup bibir yangmi.
.
Ternyata yangmi cukup lihai baru sekali belajar berciuman langsung mahir ia tak mau kalah tangannya pun sudah ia kalungkan di leher sehun dan membalas setiap lumatan sehun dan juga berhasil menerobos mulut sehun. Ciuman mereka benar-benar panas sampai sehun memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri agar yangmi bebas menghirup oksigen selagi mereka berciuman, dan yangmi tubuhnya benar-benar menegang seperti darahnya berhenti mengalir.
.
“Akhh” Sehun melepaskan ciuman mereka dan meringis kesakitan.
.
“Kkenapa?” Tanya yangmi khawatir.
.
“Kau menggigit bibirku terlalu keras” Ujar sehun memegangi bibirnya, yangmi terkejut memandangi bibir sehun yang nampak memerah.
.
“Oppa.. bukannya kau yang bilang aku jangan mau kalah” Ujar yangmi masih tetap polos
.
“Iya. Tapi..
ya sudahlah tidak apa-apa” Kata sehun akhirnya dan kini menatap dalam yangmi.
.
“Apa yang kau rasakan?” Tanya sehun kini tepatnya seperti mengintrogasi. Yangmi terkejut sekaligus gugup.
.
“Yya?”
.
“Apa yang kau rasakan saat berciuman denganku?” Tanya sehun lagi. Yangmi hanya menggeleng ragu.
.
“Baguslah” Kata sehun tersenyum sambil mengacak rambut yangmi dan langsung pergi begitu saja.
.
Yangmi POV
Aku hanya terdiam sepeninggalnya sehun oppa dengan memegangi dadaku. Aku tak bisa mengatakannya, aku terlalu gugup sekarang. Aku tak bisa mengatakan bahwa aku menyukai ciumannya, bahwa di dalam dadaku ada sesuatu yang ingin meledak saat ia menciumku, aku, aku jatuh cinta padanya.
.
================
.
Author POV
Yangmi menutup bukunya setelah beberapa saat mengerjakan PRnya, merenggangkan tangannya yang ototnya terasa kaku sedari tadi berkutat di atas meja belajar. Terdengar suara decit pintu terbuka mengalihkan pandangan yangmi pada pintu. Yangmi tersenyum ibunya masuk dengan membawakan segelas susu.
.
“Sudah selesai PRnya?” Tanya sang ibu menghampiri lalu mengelus kepala anaknya.
.
“Sudah eomma” Jawab yangmi tersenyum manis.
.
“Minum susunya, masih hangat” Ujar ibunya, yangmi mengangguk menerima segelas susu itu dan langsung meneguknya habis.
.
.
Yangmi POV
Aku bingung tidak seperti biasanya eomma berlama lama berada di kamarku dan terlihat gusar, seperti ada sesuatu yang terjadi dan aku tidak mengetahuinya, aku tau eomma pasti ada sesuatu yang mengganggunya dan membuatnya ragu untuk mengatakannya padaku. Dan baiknya aku memberanikan diri bersuara langsung menanyakannya.
.
“Eomma ada apa?” Tanyaku lembut menggenggam tangannya.
.
“Yangmi sebenarnya ada yang ingin eomma katakan selama ini” Kata eommaku, terdengar jelas bahwa eomma sangat ragu.
.
“Apa itu eomma? Katakan saja” Aku semakin mengeratkan genggaman tanganku pada tangan eomma.
.
“Ada yang melamar eomma” Kata eommaku kini menatapku serius. Aku seketika senang mendengarnya, sangat senang.
.
“Melamar? Maksud eomma eomma akan menikah?” Tanyaku antusias dan yang pasti mataku pasti terlihat berbinar.
.
“Eomma belum menjawabnya, eomma ingin meminta izinmu dulu”
.
“Eomma siapa laki laki itu? Siapapun dia aku menyetujuinya asalkan dia bisa membahagiakan eomma, dan laki laki itu beruntung memperistri eomma”
.
“Dia teman mendiang appamu dulu, akhir akhir ini kami sering bertemu”
.
“Terus tunggu apalagi aku yakin teman appaku semuanya orang baik”
.
“Tapi….”
.
“Tapi apa eomma?”
.
“Dia mempunyai seorang putri satu tahun di atasmu”
.
“Aku akan mempunyai kakak prempuan yang sebaya denganku?” Tanyaku sangat antusias dan eomma mengangguk ini benar-benar berita bahagia untukku.
.
Yangmi Eomma POV
“Terima kasih eomma aku tidak akan kesepian lagi” Kata yangmi anakku langsung saja memelukku.
Harusnya akulah yang berkata demikian, awalnya aku ragu karena takut akan canggung bila yangmi mempunyai saudara tiri seumuran. Tapi ternyata yangmi terlihat bahagia mungkin karena merasa kesepian dan menginginkan seorang adik ataupun kakak selain sehun sahabat baiknya sejak kecil.
.
=========
.
Author POV
Yangmi turun dari sebuah mobil mengambil koper dari belakang dan menariknya mengekori ibunya juga ayah tirinya masuk ke dalam sebuah rumah. Beberapa saat yangmi terdiam berdiri memandangi rumah yang akan di tinggalinya itu, sebelumnya ia tak pernah bermimpi akan tinggal di rumah semewah itu. Ia hanya tersenyum bersyukur karena iapun selalu bahagia berdua di rumah sederhananya dulu bersama ibunya. Dan yangmi berharap bertambahnya anggota keluarga dia akan tambah bahagia lagi.
.
“Yangmi sayang kopernya berat ya, sini eomma bawakan” Ujar ibu yangmi kembali menghampiri yangmi.
.
“Tidak kok eomma, tidak apa-apa” balas yangmi tersenyum hangat.
.
“Eomma..” Teriak seorang gadis keluar dari rumah tersebut memeluk ibu yangmi.
.
“Aeri sayang” ibu yangmi mengelus rambut anak tirinya itu.
.
“Aku sudah lama menunggu eomma” Ujar gadis yang di panggil aeri itu dengan manja, ibu yangmi kembali mengacak rambut aeri. Aeri melirik ke arah yangmi dan matanya kembali berbinar.
.
“Ohh yangmi.. aku juga menunggumu, ayo ikut aku, aku sudah menyiapkan kamar untukmu, kamar kita berhadapan, aku sudah menghias kamarmu semoga kau menyukainya” Ujar aeri dengan cerewetnya menarik yangmi masuk. Ibu yangmi tersenyum, bersyukur sekali aeri orangnya bawel sehingga takkan membuat yangmi canggung, pikir ibu yangmi. Karena selama ini yang ia khawatirkan adalah yangmi.
.
.
“Eonnie ini terlalu berlebihan” Ujar yangmi takjub melihat kamar barunya di penuhi boneka-boneka dan persis seperti kamar untuk seorang princess. Juga tak lupa ada sebuah cake dan lilin yang telah siap menerima tiupan.
.
“Tiup dulu” kata aeri. Yangmi menurutinya ia meniupnya dan aeri langsung bertepuk tangan.
.
“Selamat datang” Kata aeri dengan kencang.
“Kalau kau tidak suka kau bisa mengganti semua barang-barangnya” Lanjut aeri dan yangmi langsung menggeleng.
.
“Tidak. Ini sudah lebih dari cukup” Kata yangmi, ia benar-benar terharu mempunyai seorang kakak tiri seperti aeri.
.
.
Yangmi sangat bersyukur aeri menganggapnya sebagai adik juga atau lebih enaknya teman karena mereka hanya terpaut usia satu tahun sama seperti dirinya dengan sehun, dan keduanya tidak ada kata canggung setelah bertemu langsung akrab, aeri benar benar orang yang menyenangkan bagi yangmi. Yangmi mengagumi sosok kakak tirinya itu, cantik, periang, dan hangat, yang menganggap ibu yangmi seperti ibunya sendiri juga tak segan segan bersikap manja dan memeluk ibu yangmi. Yangmi benar benar merasa punya saudara.
Begitupun dengan ayah barunya, ayah aeri juga begitu baik pada mereka.
.
=================
.
Sehun hanya berdiri di luar gerbang rumah besar itu, ia merindukan sosok yangmi sudah satu minggu tidak main kerumahnya, karena sekarang yangmi dan ibunya tinggal di rumah aeri. Dan juga pindahnya sekolah yangmi yang sama dengan aeri, dengan alasan lebih dekat dan lebih elit lagi.
.
“Oppa.. sehun oppa.. kaukah itu?” Tanya yangmi secara tiba tiba turun dari sebuah mobil, sehun berbalik ia tersenyum lebar melihat yangmi.
.
“Ku tebak.. kau datang kesini karena merindukanku. Iya kaaann?” Tanya yangmi memicingkan mata, tapi sehun malah menjitak kepala yangmi membuat yangmi mengerucutkan bibirnya.
.
“Aish~ aku merindukan masakan ahjumma tau” Sehun terkikik, tapi sesaat kikikannya berhenti sehun melihat seorang gadis di belakang yangmi.
.
“Ohh eonnie aku melupakanmu sini aku kenalkan kau pada pacarku” Kata yangmi langsung menarik aeri.
.
“Oh sehun” Sehun menyodorkan tangannya dengan menatap lekat aeri seperti pernah bertemu batinnya.
.
“Yoon Ae-ri” Balas aeri menjabat tangan sehun.
.
“Yapp. Yoon aeri!!” Kata sehun mengeratkan jabatan tangannya dengan tangan aeri.
.
“Kkenapa?” Tanya aeri bingung begitupun dengan yangmi, yang akhirnya menyadarkan sehun dengan melepaskan jabat tangan itu.
.
“Kau tidak mengingatku, tahun lalu kita bertanding saat olimpiade matematika” jelas sehun dengan antusias.
.
“Oh ya… aku ingat. Oh se-hun. Ya” aeri mengingat-ngingat dengan mengangguk-nganggukkan kepala.
Dan yangmi kini hanya diam seperti patung tak di anggap.
.
“Jadi kau pacar yangmi” Kata aeri meledek.
.
“Oh bukan, bukan, aku hanya sahabatnya. Tapi kalau maunya yangmi sih begitu, kekekeke”
.
Nyut~ hati yangmi berdenyut sakit mendengarnya meskipun ia tau itu hanya sebuah lelucon, tapi itu tetap menyakiti hatinya. Tanpa aba-aba yangmi langsung menginjak kaki sehun dengan high heel yang masih setia di kakinya.
.
“Memangnya siapa yang mau berpacaran denganmu pabo!!” Kata yangmi dengan kencang langsung pergi meninggalkan mereka ke rumah dengan hati yang sebenarnya hancur karena secara tak langsung ia mendapat penolakan.
Dan aeri ia hanya terkekeh melihat tingkah mereka, diam diam sehun mencuri pandang aeri dan langsung tertangkap basah akhirnya mereka saling melemparkan senyum.
.
“Yuk masuk” Ajak aeri langsung melangkahkan kakinya. Sehunpun mengikutinya di belakang, pertama kalinya memasuki rumah baru yangmi yang tepatnya rumah keluarga yoon, dan itu adalah awal, awal sehun selalu berada di rumah itu.
.
===============
.
Beberapa minggu kemudian
.
Yangmi menatap cemburu sehun dan aeri yang tengah belajar bersama, dulu yangmi yang selalu di ajari sehun tapi kini sehun yang selalu minta di ajari aeri. Yangmi hanya menatap kesal dengan memasukkan beberapa snack ke mulutnya dengan mengunyahnya tak beraturan. Mereka tak mempedulikan yangmi sama sekali terlalu sibuk berkutat dengan buku buku dan soal yang mereka coba pecahkan. Yangmi berdiri beranjak ke dapur mengambil air minum.
.
“Kau cemburu sahabatmu tak mempedulikanmu lagi?” Ibu yangmi tiba-tiba datang mengagetkan yangmi, membuat yangmi tersedak.
.
“Uhukk uhukk~eomma…” Protes yangmi sambil duduk di kursi makan.
.
“Aeri memang anak yang pintar serasi bersama sehun” Ujar ibu yangmi, mata yangmi membulat kesal ibunya memuji aeri lagi ia juga cemburu terhadap aeri yang selalu dekat dengan ibunya.
.
“Eomma aku menyukai sehun oppa” Kata yangmi dengan lancar dan tak malu-malu.
.
“Apa? Kau harus mengalah. Karena aeri juga menyukainya. Ingatlah kebaikannya juga appanya pada kita” Kata ibunya benar benar menyulut hati yangmi.
.
“Eomma.. anakmu adalah aku, Yangmi. Dan kita datang ke keluarga ini bukan untuk mengorbankan prasaan kita” Kata yangmi dengan mata berkaca-kaca, ibunya kini benar-benar telah berubah.
.
“Tutup mulutmu. Ikuti saja eomma, kau harus bisa membuat aeri selalu bahagia supaya appanya juga menyayangimu” Tegur ibunya. Kelembutan yang di miliki ibunya telah musnah, yangmi langsung saja berdiri dan melangkahkan kakinya.
.
“Mau kemana kau?” Tanya ibunya kencang.
.
“Cari angin keluar” Jawab yangmi cuek dengan matanya yang berkaca kaca. Yangmi melewati dua insan itu lagi dan mereka tak menyadari yangmi lewat atau mungkin juga tidak peduli.
.
.
.
.
Yangmi terduduk di teras rumahnya dengan perlahan air matanya menetes merenungi apa yang di katakan ibunya barusan. Ia menginginkan ibunya yang selalu mendukungnya dan menyemangatinya bagaimanapun keadaannya. Selalu memanjakannya walau dengan kesederhanaan. Yangmi juga merindukan sehun sahabatnya sekaligus kakak yang selalu ada menemani. Benarkah aeri merebut semuanya?
.
.
Yangmi menggigil kedinginan ia masih saja terduduk di teras menggosok gosokkan kedua tangannya maksud ingin menunggu sehun pulang ia ingin menemuinya dulu. Akhirnya yangmipun memilih mengirim pesan singkatnya untuk sehun. Dan benar juga tak lama sehun datang.
.
“Yangmi dari tadi kau di sini?” Tanya sehun terkejut dengan melihat keadaan yangmi.
.
“Oppa..” Lirih yangmi langsung berhambur memeluk sehun dan membenamkan wajahnya.
.
“Ada apa?” Sehun mengelus rambut yangmi. Yangmi mendongak menatap lekat sehun.
.
“Aku menyukaimu” Kata yangmi menatap sehun mencari jawaban di matanya.
.
“Maksudmu?” Tanya sehun replek pelukannya terlepas.
.
“Sehun.. Ponselmu tertinggal” Tiba-tiba aeri keluar dan menghampiri mereka, dan yangmi perlahan mundur sedikit.
.
“Oh ya.” Gumam sehun menerima ponselnya itu
“Terimakasih chagi” Lanjut sehun mengacak rambut aeri. Yangmi hanya terpaku melihat pemandangan di depannya dengan tatapan tak percaya.
.
“ha..-hahhaahakekeke” Yangmi malah tertawa sekeras mungkin menyembunyikan kesedihannya, sontak membuat sehun dan aeri menoleh.
.
“Selamat, kedua kakakku akhirnya jadi sepasang kekasih. Aku ikut bahagia” kata yangmi sok tegar padahal terdengar jelas suaranya yang parau. Dan langsung saja ia masuk ke rumah. Sehun hanya memandang miris yangmi yang telah berlalu, bagaimanapun juga sehun mengerti dan tau apa yang yangmi barusan ucapkan.
.
FLASHBACK OFF
.
=================
.
FLASHBACK ON-bersama Kris
.
Yangmi mulai jadi pembangkang setelah sehun tak lagi perhatian padanya, begitupun ibu yangmi makin hari makin memanjakan aeri dan melupakannya. Gadis itu kesepian, kehidupannya tak lagi seperti dulu.
Pada suatu malam yangmi mencoba-coba masuk ke sebuah club malam yang katanya bisa melupakan masalah.
.
Yangmi menyipitkan matanya saat pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di tempat seperti itu, penuh gemerlap dan musik yang menurutnya terlalu kencang, dan juga bau yang berasal dari orang-orang yang minum berlebihan.
Yangmi membulatkan mata melihat beberapa orang yang bermesraan secara terang-terangan tepatnya bercumbu dan terlihat intim. Yangmi mundur berniat keluar lagi melihat semuanya karena menurutnya mengerikan,
duk~ yangmi berbalik, ia menabrak seseorang karena berjalan mundur tak beraturan.
.
“Kau sendiri manis?” Tanya orang itu dan dengan lancang mengelus lengan yangmi yang terekspos.
.
“Mau menari bersama?” Tanyanya lagi dengan genit, yangmi mulai ketakutan.
.
“Ttidak” jawab yangmi cepat, kembali mundur, tapi kali ini mundur semakin masuk ke dalam club malam tersebut.
.
“Sayang kenapa baru datang?” Yangmi terkejut seseorang lainnya tiba-tiba memeluknya dari belakang dan mencium pipinya sekilas.
.
“Kris?” Kata pria yang mengganggu yangmi tadi dengan terkejut.
.
“Jangan mengganggunya, dia kekasihku” Kata kris tajam.
.
“Maaf” Kata pria tersebut langsung berlalu, yangmi heran pria itu terlihat takut dengan pria di belakang yang tengah memeluknya itu.
.
Yangmi berbalik dan pria yang di panggil kris itu melepaskan pelukannya, ekspresi wajahnya terlihat datar. Tampan, tak dapat di pungkiri yangmi terpesona. Tapi ia segera menepisnya karena pria itu telah dengan lancang memeluk dan mencium pipinya. Dan tangannya telah siap untuk melayang menghampiri wajah kris. Tapi kris segera menahannya.
.
“Kau ingin menamparku?” Tanya kris sorot matanya tajam, yangmi langsung menunduk.
.
“Kau seenaknya memeluk dan menciumku!!” Kata yangmi mengangkat wajahnya lagi karena tak terima.
.
“Harusnya kau berterima kasih aku telah menyelamatkanmu, kalau aku tidak datang tadi mungkin kau sudah berakhir di ranjang bersamanya” Ujar kris tersenyum sinis.
.
“Apa? Ranjang?” Pekik yangmi. Membayangkannya saja sudah membuatnya malu.
.
“Jadi, kau sama sepertinya? Kau pria mesum?” Tuduh yangmi. Kris malah tertawa dan menarik yangmi masuk ke dalam lagi.
.
“Sepertinya kau masih pelajar. Aku bisa saja menelpon polisi memberitahukan ada anak di bawah umur di sini” Kata kris masih terus menarik yangmi, tapi tidak terlihat seperti di tarik paksa malah terlihat seperti berpegangan tangan.
.
“Polisi? Jangan” Sontak saja yangmi terkejut, mengatakan jangan dan mengekori kris di belakang.
.
“Kalau begitu ikuti mauku” Kata kris tersenyum penuh kemenangan.
.
“Hei kris siapa dia? Mainan barumu?” Tanya salah seorang teman kris yang di sampingnya bergelayut manja seorang wanita dan menatap tak rela yangmi di samping kris. Kris tidak menjawab apapun, dia hanya mengangkat alisnya sebelah.
.
.
.
Sebuah ruangan VIP di club malam itu, hanya berdua kris dan yangmi duduk berhadapan dalam dua buah sopa dan meja yang menjadi penghalang.
.
“Ayo di minum” Kata kris tersenyum hangat, setelah menyodorkan segelas minuman. Yangmi ragu, ia hanya diam juga tak berani menatap kris.
.
“Kau takut ada sesuatu di dalamnya? Tenanglah ini hanya minuman biasa, dan aku bukan orang jahat” Ujar kris, akhirnya yangmipun meraih gelas itu dan meminumnya sedikit.
.
“Kita belum berkenalan secara resmi, namaku kris, dan kau?”
.
“Panggil saja yangmi”
.
“Yangmi? margamu?”
.
“Margaku yang. Nama lengkapku Yang Mi-ji. Tapi semua orang memanggilku yangmi termasuk-eomma” Ujar yangmi, dan pelan saat menyebutkan eomma.
“Untuk apa kita di sini?” Lanjut yangmi mulai risih karena kris terus menatapnya.
.
“Untuk menjamin keselamatanmu” jawab kris enteng masih saja menatap yangmi.
.
“Keselamatan? Aku akan selamat jika hanya duduk di sini?” Tanya yangmi bingung, dan kris hanya mengangguk.
.
“Sepertinya kau ada masalah, gadis polos sepertimu masuk ke tempat seperti ini. Karena itu kapanpun kau bisa masuk ke tempat ini dan siapapun takkan ada yang mengganggumu asal kau bilang kau gadisku” Ujar kris masih menatap yangmi, mungkinkah jika kris benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama?
.
“Kenapa? Kenapa mereka takut padamu? Apa kau seorang gankster?” Tanya yangmi dengan ceplas ceplos asal menebak, kris diam.
.
“Aku pemilik club malam ini” Jawab kris akhirnya yang mendapat anggukan mengerti dari yangmi.
.
“Jadi?” Tanya kris, yangmi menaikkan kedua alisnya bingung dengan wajah tanda tanya.
.
“Jadi apa?”
.
“Kau akan sering ke sini dan menjadi kekasihku” Jelas kris, yangmi menghembuskan napasnya.
.
“Apa harus menjadi kekasihmu dulu? Berapa banyak wanita yang jadi kekasihmu di sini?” Ujar yangmi sangat keberatan, bagaimanapun juga mereka baru saling kenal dan bertemu.
.
“Hanya kau” jawab kris singkat mengambil botol di depannya menuangkannya ke dalam gelas lalu meminumnya.
.
“Baiklah aku akan sering kesini, lagi pula di rumah menyebalkan. Dan sepertinya kau orang baik-baik” Ujar yangmi akhirnya tersenyum senang.
.
“Ayo kita keluar, untuk apa kita di sini kalau tidak menari” Ajak kris menarik yangmi keluar, menghampiri teman-temannya.
.
Yangmi merasa risih ketika berhadapan dengan teman-teman kris yang menurutnya menakutkan dari semua sorot matanya, yangmi berkenalan dengan mereka satu per satu. Tao, Kai, dan Lay.
.
“Sepertinya kau masih pelajar” Ujar Kai melihat dari segi penampilan yangmi.
.
“Ah ya.. aku di tingkat 11, tahun ini” Jawab yangmi masih canggung.
.
“Bagaimana kau bertemu kris?” Tanya tao membuat yangmi gelagapan.
.
“Chagiya, ayo menari denganku” Ajak kris secara tiba-tiba menarik yangmi. 
.
.
.
Mengikuti irama musik dengan gemerlapnya lampu-lampu yangmi mengikuti kris menari sampai berkeringat karena semangat, sesekali tubuh merekapun saling bertemu dan bergesekan. Yangmi tidak mempedulikannya ia hanya menikmati menari dengan puasnya, karena tak pernah sebelumnya ia merasa asyik seperti itu.
.
Sampai tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang basah di bibirnya, kris melumat bibirnya. Tidak lama, hanya beberapa detik. Yangmi mematung dengan dadanya yang kembali bergetar hebat seperti yang dulu pernah ia rasakan untuk sehun, dan akhirnya yangmi tersenyum.
.
.
.
.
.
Masuk club malam bagaikan candu bagi yangmi, senyumnya yang hilang kembali lagi. Club malam membuatnya melupakan segalanya juga melupakan sehun dan akhirnya mencintai kris yang selalu memperlakukannya istimewa.
.
.
.TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: