Forever With You Part 2 END

0
Forever With You Part 2 END ff nc kyuhyun
Author             : Cloudkyute
Title                 : Forever With You Part 2/2
Cast                 : Cho Kyuhyun, Kim Hyera, Lee Donghae
Category         : NC-21, Yadong, Romance, Married Life, Twoshot
STORY BEGIN
Hyera menatap ponsel yang saat ini berada dalam genggamannya dengan raut wajah penuh harap. Berharap alat komunikasi canggih itu akan berdering dan menampakan nama Kyuhyun dilayar sebagai pengirim pesan singkat ataupun sebagai seseorang yang menghubunginya. Namun sepertinya hal itu tak akan menjadi kenyataan jika mengingat seberapa keras kepala dan menyebalkannya seorang Cho Kyuhyun ketika marah. Ah dan jangan lupakan harga diri yang dijunjung tinggi-tinggi oleh suami tampannya itu. Jadi Kim Hyera, berhentilah berharap Kyuhyun akan menghubungimu lebih dulu.

Setelah bermusyawarah dengan dirinya sendiri, akhirnya Hyera memutuskan untuk menghubungi Kyuhyun. Wanita ini menekan speed dial nomor satu dan menunggu sampai panggilan tersebut tersambung dengan hati yang tak tenang.
Percobaan pertama sepertinya gagal, Kyuhyun tak kunjung menerima panggilannya. Hyera kembali mencoba, menanti dengan sabar sampai akhirnya nada tunggu yang berasal dari poselnya berganti menjadi hembusan pelan nafas seseorang diseberang sana.
“Y-yeobseyo Oppa.” Sapa Hyera tergagap ketika tak kunjung mendengar suara Kyuhyun. Biasanya pria ini akan antusias ketika mereka tengah berhubungan melalui sambungan telpon seperti saat ini.
“Eoh wae?” Balas Kyuhyun dengan nada datar yang terdengar malas-malasan di telinga Hyera.
“Emm apa Oppa sudah sampai di Jepang?” Hyera kembali mengeluarkan suaranya, berharap Kyuhyun akan menanggapinya dengan lebih ramah. Dia telah menekan egonya kuat-kuat untuk menghubungi suaminya lebih dulu, jadi terlalu berlebihankah jika Hyera berharap Kyuhyun akan menanggapinya dengan hangat? sekalipun mereka tengah berada dalam keadaan tidak baik-baik saja.
“Ya.”
“Sudah makan malam?”
“Tentu. Bukankah saat ini telah memasuki waktu untuk beristirahat?”
“Ah ne. Oppa akan tidur sekarang?”
“Ya, aku sangat lelah. Aku tutup panggilannya!”
“Emm Y-ya.”
Tuuuuttt..
Hyera menggigit pelan bibir bawahnya, merasa sesak karena mendapatkan perlakuan dingin dari Kyuhyun. Dia bahkan belum mengucapkan permintaan maaf pada pria itu, namun sambungannya telah lebih dulu diputuskan, seperti sangat enggan berbicara dengannya.
“Hah jinjja, kenapa aku menjadi sangat perasa sekali akhir-akhir ini? Bukankah Kyuhyun memang selalu seperti itu ketika sedang merajuk?” Keluh Hyera. Namun dengan cepat wanita ini segera memberikan sugesti pada dirinya sendiri agar tidak terbawa emosi karena mendapatkan perlakuan menyebalkan dari suaminya. Terlepas dari seperti apapun keadaan mereka saat ini, Hyera tetap merasa lega, setidaknya sekarang Kyuhyun telah tiba di Jepang dengan selamat, tidak melewatkan makan malamnya dan akan segera mengistirahatkan tubuh. Hal yang sulit dilakukan Kyuhyun ketika berada disampingnya.
Hyera lantas meletakan ponselnya diatas nakas, memposisikan tubuhnya senyaman mungkin diatas tempat tidur yang biasanya selalu ditempati bersama Kyuhyun. Wanita ini kemudian memejamkan matanya mencoba untuk terlelap.
Beberapa saat berlalu Hyera kembali membuka mata ketika rasa kantuk itu tak kunjung datang, matanya terasa lelah ketika dipaksakan untuk tertutup. Hyera hanya memandang langit-langit kamarnya yang berwarna putih dengan perasaaan yang tak kunjung membaik. Kemarahan Kyuhyun memang selalu membawa dampak buruk pada ketenangan dan kenyaman hatinya.
Sebenarnya Hyera ingin kembali menghubungi Kyuhyun, mendengar suara suaminya sampai rasa kantuk itu datang, sesuatu yang biasa mereka lakukan saat terpisah seperti sekarang, namun Hyera harus menahan keinginannya kuat-kuat. Kyuhyun mungkin sudah terlelap saat ini.
Hyera menyampingkan tubuhnya seraya menatap sisi tempat tidur yang biasa ditempati Kyuhyun, menyentuhkan jemarinya diatas bantal yang menguarkan aroma khas suaminya.
Beberapa waktu kemudian Hyera kembali mengubah posisinya menjadi terlentang, berubah lagi menjadi menyamping, sampai akhirnya wanita ini merasa jenuh karena rasa kantuk itu tak kunjung datang.
“Aishh jinjja.”
Hyera menendang selimut yang membungkus tubuhnya dengan kasar, mengabaikan selimut berwarna biru itu tergeletak diatas lantai kamar. Hyera lantas berjalan kearah sofa yang tepat menghadap layar televisi, menyalakan benda berlayar datar tersebut hingga tampilah sebuah film yang tengah ditayangkan.
Menyaksikan film tengah malam? Hal yang hampir tak pernah Hyera lakukan, biasanya Kyuhyun akan memaksakanya untuk segera beristirahat jika dia masih terjaga ketika waktu telah menunjukan pukul 23:00.
Hyera membaringkan tubuhnya diatas sofa tersebut dengan mata mengarah pada layar televisi, walaupun dia sama sekali tidak menikmati siaran tersebut. Sampai akhirnya rasa kantuk itu datang dan Hyera mulai memejamkan matanya saat waktu menunjukan pukul dua dini hari, waktu yang luar biasa malam baginya karena baru saja terlelap.
Hyera terbangun di pagi hari dengan kondisi tubuh yang jauh dari kata baik. Terdapat kantung dimatanya, wajahnya sedikit pucat, tubuhnya terasa lemas dan kepala terasa berat. Inilah dampak yang harus dirasakan Hyera karena tidur terlalu larut, ditambah lagi karena dia mengistirahatkan tubuhnya diatas sofa.
Hyera beranjak dari atas sofa, berjalan perlahan kearah nakas disamping tempat tidur untuk mengambil ponselnya, melihat adakah pesan ataupun panggilan masuk dari Kyuhyun.
“Hah.. Kyuhyun Oppa masih tak bersedia menguhubungiku, apa aku harus menghubunginya lebih dulu lagi?”
Hyera memutar-mutar ponsel dalam genggamannya seraya mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri. Hyera kemudian kembali meletakan alat komunikasi canggih itu diatas nakas, mengurungkan niatannya untuk menghubungi Kyuhyun, meskipun dia sangat ingin melakukannya. Lebih baik dia membiarkan Kyuhyun berkonsentrasi penuh dengan tugasnya di Jepang, dia tidak ingin mengganggu kenyamanan suaminya, dia akan menunggu sampai Kyuhyun sendiri yang menghubunginya, mungkin ketika waktu itu tiba, perasaan Kyuhyun telah berubah menjadi lebih baik.
Hyera melakukan rutinitas paginya sebelum berangkat ke sekolah seperti biasanya, namun wanita ini melewatkan bagian menyiapkan pakaian Kyuhyun dan membuat sarapan, biasanya Hyera akan tetap membuat sarapan walaupun Kyuhyun tak berada di rumah, namun kali ini dia merasa enggan menginjakan kakinya di dapur karena nafsu makannya menguap entah kemana. Hyera memutuskan untuk memulai harinya dengan perut kosong dan kondisi tubuh yang jauh dari kata segar.
Bertemu dengan anak-anak didiknya ternyata mampu membuat suasana hati Hyera menjadi sedikit lebih baik dengan melihat tawa, tindakan serta sifat polos mereka, meskipun itu tak berpengaruh banyak pada pikirannya yang masih saja dipenuhi oleh Kyuhyun, Kyuhyun dan Kyuhyun yang tak kunjung menghubunginya sekalipun jam makan siang telah tiba. Saat dimana suaminya itu memiliki waktu senggang yang bisa dimanfaatkan untuk menghubungi istrinya, namun kali ini juga Kyuhyun tak melakukan hal tersebut, membuat Hyera harus kembali menelan kekecewaan karena belum bisa mendengar suara suaminya. Suara yang benar-benar dirindukannya. Hah ini bahkan baru satu hari. Jika saja Hyera wanita nekat, dapat dipastikan dia akan terbang menyusul Kyuhyun ke Jepang, tanpa perlu repot memikirkan bagaimana reaksi pria itu ketika melihatnya.
Hyera meletakan sendok yang dipegangnya keatas piring ketika tidak bisa lagi melahap makan siang yang dipesannya. Padahal baru beberapa suap saja yang berhasil masuk kedalam mulutnya, itupun dia lakukan dengan keengganan yang sangat tinggi. Kemana perginya selera makannya hari ini? Harusnya dia merasakan kelaparan karena melewatkan sarapannya pagi tadi, tapi ini apa? Berselera saja dia tidak.
Apakah ini semua ada hubungannya dengan Kyuhyun? Jika iya, maka Hyera ingin sekali memaki suami tampannya itu karena menyebabkannya seperti ini, sementara pria itu bisa makan dan beristirahat dengan baik di Jepang.
Hyera meneguk hingga tandas jus yang juga menjadi pesanannya, kemudian berlalu meninggalkan Restaurant yang menjadi tempatnya mengisi perut. Menumpangi sebuah taksi yang akan membawanya kembali ke rumah. Wanita ini sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menghubungi supir pribadi keluargnya.
Begitu sampai didepan sebuah rumah besar, Hyera segera turun dan bergegas menuju kamar. Kembali memandangi ponsel yang tak kunjung berdering karena adanya panggilan masuk atau pesan singkat dari Kyuhyun, pria itu sepertinya benar-benar disibukan dengan pekerjaannya. Harusnya Hyera mengerti dan memahami hal tersebut, bukankah jika dalam kondisi seperti itu Kyuhyun memang akan kesulitan untuk menghubunginya? Tapi tidak. Kali ini kondisinya berbeda, mereka tengah berada dalam keadaan yang buruk, sehingga mendengar kabar dari Kyuhyun benar-benar hal yang sangat ditunggunya.
“Aku tidak boleh seperti ini terus, aku harus mempunyai kesibukan lain agar pikiranku bisa teralihkan dari Kyuhyun.” Gumam Hyera pada dirinya sendiri. “Emm.. mencoba resep yang baru kubaca beberpa hari lalu sepertinya bukan pilihan yang buruk.”
Hyera beranjak dari atas tempat tidur, keluar dari kamarnya setelah memastikan tak ada siapapun dikediamannya karena waktu yang telah menunjukan pukul lima sore.
Hyera mengecek bahan-bahan yang tersedia didapurnya sebelum melaksanakan keinginannya untuk mencoba resep baru yang diketahuinya dari sebuah blog makanan ternama. Hyera menyiapkan apa saja yang harus dipenuhi agar sesuai dengan panduan. Setelah semuanya lengkap, wanita ini lantas memulai aktivitasnya dengan tetap membaca setiap arahan yang ditampilkan dari layar smartphone nya dengan teliti.
Hyera menghabiskan waktu lumayan lama untuk berkutat dengan resep baru tersebut, mengabaikan rasa lelah yang telah dirasakan tubuhnya, karena ketika dirinya berkonsentrasi dan memiliki kesibukan seperti sekarang, dia bisa mengalihkan pikirannya dari Kyuhyun.
Hyera mencicipi hasil masakannya sedikit sebelum menyimpannya di lemari pendingin dan berlalu menuju kamarnya, tak berselera untuk menjadikannya menu makan malam.
Hyera berbaring diatas tempat tidur setelah selesai membersihkan diri. Kembali mengecek ponselnya yang tak kunjung mendapatkan pemberitahuan dari Kyuhyun. Hyera mengingkari tekadnya tadi pagi dan mulai mencoba menghubungi Kyuhyun, dia tak lagi peduli sekalipun Kyuhyun menanggapi tindakannya ini dengan dingin, dia benar-benar ingin memperbaiki hubungannya dengan pria itu, tak masalah jika dia harus kembali menekan egonya. Bila Hyera juga bertindak seperti suaminya, maka tidak akan pernah ada perbaikan dalam hubungan ini, dan dia tidak ingin hal itu terus terjadi.
Hyera menggigiti kukunya ketika menunggu panggilan internasional tersebut tersambung.
“Wae?”
Hyera mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur ketika mendengar suara Kyuhyun mengisi indera pendengarannya, suara yang mampu membuat detak jantungnya menjadi tak beraturan.
“Apa yang sedang Oppa lakukan?” Hyera bertanya dengan suara sedikit bergetar menahan isakan yang hampir keluar, dia merasa terharu mendengar suara Kyuhyun. Kenapa dia bisa secengeng ini? Apa ini dampak karena dia terlalu merindukan suaminya?
“Baru saja sampai di hotel.”
“Sudah makan malam?”
“Ya, aku melakukannya bersama rekan bisnisku.”
“Ah syukurlah. Oppa kapan pulang?”
“Lusa.”
“Ingin kubuatkan sesuatu?”
“Tidak perlu.”
Terdapat keheningan selama beberapa saat setelah jawaban singkat dan seadanya dari Kyuhyun. Apa pria ini tak mempunyai keinginan untuk bertanya keadaan istrinya? Apa bersikap sedingin ini mendatangkan kepuasan bagi dirinya?
“O-oppa mianhe jika tindakanku tempo hari membuatmu marah dan kecewa, aku sungguh–”
“Aku sedang tak ingin membahas hal itu sekarang, kita bicarakan nanti setelah aku kembali ke Korea. Bisakah kau tak menggangguku selama aku berada di Jepang?”
Hyera mengeluarkan isakan serta air matanya yang sejak tadi ditahannya ketika mendengar permintaan Kyuhyun. Ah ternyata dugaannya tepat, panggilan yang dilakukannya hanya dianggap Kyuhyun sebagai gangguan.
“A-arraseo.”
Tttuuuttt..
Hyera membanting ponselnya dengan keras keatas lantai hingga menyebabkan baterainya terlepas begitu sambungan telpon tersebut terputus. Kali ini dia benar-benar tidak akan lagi menghubungi suaminya.
“D-dia benar-benar j-jahat. A-aku membencimu C-Cho!”
Hyera membaringkan tubuhnya ketika air mata dan isakannya semakin menjadi. Kenapa dia bisa sesakit ini menerima sikap Kyuhyun, bukankah seharusnya dia menerimanya dengan lapang dada? Ayolah, dia tahu kemarahan Kyuhyun memang wajar adanya, tapi tetap saja Hyera tidak bisa menerima jika diperlakukan seperti ini oleh pria yang dicintainya.
“N-nikmati saja waktumu di Jepang, aku sungguh tak akan peduli.” Ucap Hyera dengan suara serak. Air matanya tak kunjung berhenti mengalir setelah lebih dari satu jam dia menangis, tubuhnya terasa lemas karena luapan emosinya. Sampai akhirnya dia terlelap setelah merasa lelah dan matanya terasa berat, tertidur dengan jejak air mata yang masih tercetak jelas dikedua pipinya.
“Sial. Apa yang sebenarnya tadi ku katakan? Aku pasti melukainya.” Kyuhyun meremas rambutnya dengan kasar ketika mengingat perkataannya pada Hyera beberapa jam yang lalu. Bagaimana bisa dia mengatakan tak ingin diganggu oleh istrinya sendiri hingga membuat wanitanya terisak? Luapan kecemburuannya kali ini benar-benar keterlaluan, sangat kekanak-kanakan untuk pria berusia 28 tahun sepertinya. Kyuhyun memang tak bisa mengontrol dirinya, dia terlalu marah dan kecewa pada Hyera, padahal dia percaya Hyera tak mungkin melakukan hal macam-macam ketika menghabiskan waktu bersama Donghae, namun sisi egoisnya tetap tak bisa menerima hal itu.
Kyuhyun mencoba menghubungi Hyera ketika hatinya tak kunjung mendapatkan ketenangan, namun ternyata panggilannya hanya dijawab oleh suara operator yang mengatakan jika saat ini nomor yang ditujunya tengah berada dalam kondisi tidak aktif. Kyuhyun memijat pelipisnya sebelum mencoba peruntungan untuk menghubungi Hyera melalui telpon rumah mereka, namun setelah menunggu beberapa saat, nada tunggu itu tak kunjung berubah menjadi suara sapaan wanita yang dicintainya. Kyuhyun menyerah dan meletakan ponselnya diatas tempat tidur. Mungkin Hyera telah terlelap, jika mengingat sudah pukul berapa sekarang.
Kyuhyun berusaha dengan cepat menyelesaikan urusannya di Jepang setelah usahanya untuk menghubungi Hyera tak kunjung mendapatkan hasil, ponsel istrinya itu tak kunjung bisa dihubungi, setiap menghubungi melalui telpon rumah pun hanya pembantu rumah tangga yang mengangkatnya, dan dia tidak pernah berhasil meminta Hyera untuk berbicara dengannya. Jika sudah seperti ini, tidak ada pilihan lain selain menghampiri wanitanya.
Kyuhyun bergegas memasuki mobil mewah yang dikendarai oleh supir pribadinya begitu keluar dari areal bandara, meminta Jung Ahjussi untuk segera membawanya ke rumah.
“Saya lega akhirnya tuan muda kembali, nyonya muda Cho terlihat tidak sehat akhir-akhir ini, namun beliau selalu berkata baik-baik saja setiap kali diminta untuk beristirahat.” Kyuhyun mengerutkan dahinya ketika mendengar penuturan Jung Ahjussi yang tetap memfokuskan pandangannya kearah jalan raya.
“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Kyuhyun kemudian.
“Nyonya terlihat murung, wajahnya juga terlihat pucat serta terdapat kantung dimatanya, seperti kekurangan waktu untuk beristirahat.” Jelas Jung Ahjussi yang mengakibatkan Kyuhyun memintanya untuk mempercepat laju mobil, dia ingin segera melihat kondisi Hyera. Keterlaluan sekali dia selama ini, mengabaikan istrinya sampai membuat keadaannya memburuk.
Hyera keluar dari kamar pribadinya dengan langkah perlahan seraya memegangi perut bagian bawahnya yang terasa nyeri, persis seperti hari pertama datang bulan, namun ini jauh lebih nyeri. Yang Hyera perkirakan apa yang sedang dirasaknnya ini bukan karena tamu bulanan, meskipun ketika dirinya berada didalam kamar mandi, Hyera dapat melihat ada bercak darah di celana dalamnya. Namun Hyera dapat merasakan ini bukan hanya sekedar datang bulan. Hyera panik. Keadaan ini benar-benar membuatnya luar biasa khawatir.
Kyuhyun berlari kearah istrinya ketika pria ini sampai dianak tangga terakhir dan melihat Hyera yang baru saja keluar dari dalam kamar dengan kondisi seperti yang tadi dikatakan Jung Ahjussi, namun sepertinya apa yang dilihat Kyuhyun jauh lebih parah, Hyera tampak sangat kesakitan dengan tangan yang memegang bagian bawah perutnya.
“Hye-ya, apa yang terjadi padamu?” Kyuhyun bertanya dengan raut wajah khawatir, sebelah tangannya merangkul bahu Hyera agar merapat pada tubuhnya, memberikan sandaran pada tubuh lemas istrinya.
“Gwaenchana. Bisa kau melepaskan aku Oppa?” Hyera menggeliat dalam rangkulan Kyuhyun yang sama sekali tak memberikan efek apapun pada suaminya. Pria ini mengabaikan permintaan Hyera dan membawa istrinya kedalam pangkuannya.
“Kau sedang dalam keadaan kacau seperti ini dan masih berkata gwaenchana? Astaga Kim Hyera apa yang kau lakukan pada tubuhmu selama aku pergi.” Ucap Kyuhyun dengan nada suara yang terdengar putus asa, sementara Hyera hanya memejamkan matanya ketika mendengar omelan dari pria yang sangat dirindukannya ini.
“Kita ke rumah sakit sekarang.” Tegas Kyuhyun yang mulai melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.
“Aku bisa pergi sendiri. Oppa bisa menurunkanku, aku tak ingin membuatmu repot.” Ucap Hyera dengan cairan bening yang mulai mengalir melalui matanya yang terpejam. Kyuhyun merasa dadanya sesak ketika mendengar penuturan Hyera, terlebih ketika melihat istrinya menangis. Astaga. Dia benar-benar telah melukai wanita yang sangat dicintainya ini.
“Diamlah.” Tegas Kyuhyun, tak ingin mendengar untaian kalimat menyakitkan dari bibir Hyera, kalimat yang bukan hanya menyakiti dirinya namun juga wanita ini sendiri.
Kyuhyun memasuki mobil yang masih terdapat Jung Ahjussi dibalik kemudi dengan Hyera diatas pangkuannya, Kyuhyun memang meminta pria berusia hampir setengah abad ini untuk tetap ditempatnya selagi dia menghampiri Hyera, berniat membawa wanita itu untuk memeriksakan kesehatannya setelah mendengar perkataan Jung Ahjussi.
Jung Ahjussi segera melajukan mobilnya setelah tuan dan nyonya mudanya berada di kursi penumpang dibelakangnya. Sesekali melirikan matanya sejenak melalui kaca spion, melihat Nyonya mudanya tengah kesakitan dan Kyuhyun yang terlihat panik setengah mati.
–000—
Kyuhyun menunggu dengan gelisah ketika Hyera tengah mendapatkan penanganan dari Dokter. Dia benar-benar merasa khawatir membayangkan hal buruk apa yang akan terjadi pada istrinya. Melihat secara langsung raut kesakitan Hyera mampu membuatnya ketakutan, dia ingin segera mendengar penuturan Dokter dan mengatakan bahwa istrinya berada dalam kondisi baik-baik saja.
Pintu yang sejak tadi menjadi arah pandang Kyuhyun akhirnya terbuka, menampakan seorang wanita setengah baya yaitu Dokter yang menangani Hyera.
“Anda suami dari pasien bernama Kim Hyera?” Tanya Dokter tersebut setelah Kyuhyun berada dihdapannya, berdiri dengan wajah cemas yang sama sekali tak bisa disembunyikan dari wajah tampannya.
“Ya Dokter, saya Cho Kyuhyun. Bagaimana keadaan istri saya?”
“Perkenalkan saya Dokter Lee. Begini tuan Cho, keadaan fisik istri anda sudah berangsur membaik, namun sepertinya beliau masih merasakan shock karena hal ini.” Kyuhyun mengerutkan keningnya ketika belum mengerti kemana arah pembicaraan Dokter Lee. “Apakah ini kehamilan pertama bagi Nyonya Cho?” Tanya Dokter tersebut mengakibatkan Kyuhyun berdebar karenanya.
“Ne?”
“Istri anda tengah mengandung, namun sepertinya tidak disadari oleh Nyonya Cho ataupun anda selaku suaminya.” Kyuhyun terlihat memperhatikan dengan baik apa yang dikatakan Dokter Lee, meskipun perasaannya jauh dari kata tenang. “Tapi mohon maaf Tuan, buah hati kalian tidak bisa bertahan sampai terlahir kedunia untuk melihat Ayah dan Ibunya.”
Kyuhyun terlihat tak percaya dengan penuturan Dokter Lee. Hamil? Hyera hamil? Tapi mengapa harus ada kalimat calon bayinya tidak bisa bertahan?
“Istri saya mengalami keguguran?” Ada rasa sesak yang menelusup kedalam hati Kyuhyun ketika Dokter Lee menjawab pertanyaannya lewat anggukan.
“Bagaimana bisa?” Gumam Kyuhyun yang masih dapat ditanggap dengan jelas oleh Dokter Lee.
“Usia kandungan istri anda diperkirakan baru memasuki minggu keempat, usia rawan dimana keguguran sering kali dialami ibu hamil. Nyonya Cho mengalami kelelahan dan stress, itulah pemicu utama hal ini terjadi.”
Kyuhyun memejamkan matanya beberapa saat begitu mendengar penjelasan Dokter Lee. Stress? Apa ini karena Hyera terlalu memikirkan masalah yang terjadi diantara mereka? Jika memang demikian, kau benar-benar keterlaluan Cho.
“Nyonya Cho akan diantarkan ke kamar perawatan setelah ini, meskipun tidak melakukan kuretase karena rahimnya telah bersih, namun ada baiknya jika beliau menginap disini sampai kondisinya pulih.” Dokter Lee kembali mengemukakan penjelasannya ketika tak kunjung mendapat tanggapan dari Kyuhyun. Sepertinya pria ini juga mengalami shock seperti yang dirasakan istrinya didalam ruang tindakan.
“Berikanlah dukungan terhadap Nyonya Cho agar kondisinya cepat membaik, jangan sampai beliau terpuruk dan berakibat buruk terhadap kesehatannya.”
“Ne.”
“Saya harap anda bisa jauh lebih kuat untuk menerima kenyataan ini, kesempatan bagi anda dan istri untuk memiliki keturunan masih terbuka lebar. Tiga bulan mendatang anda dan Nyonya bisa memulai kembali merencanakan kehamilan setelah kondisi fisik dan mental telah kembali kuat.” Tutur Dokter Lee. “Apakah ada yang ingin anda tanyakan tuan?”
“Ani Dokter, kamsahamnida.” Jawab Kyuhyun singkat, otaknya terasa buntu, tak dapat mengeluarkan respon lebih terhadap penjelasan Dokter Lee.
“Baiklah kalau begitu, jika anda ataupun Nyonya Cho memerlukan bantuan serta penjelasan lebih lanjut, bisa menemui saya. Saya permisi Tuan.”
Kyuhyun menganggukan kepalanya menjawab perkataan Dokter Lee. Pria ini segera mengehempaskan tubuhnya diatas kursi yang berada didekatnya setelah Dokter Lee berlalu dari hadapannya. Perasaan Kyuhyun benar-benar campur aduk saat ini. Marah dan kesal pada dirinya sendiri, bagaimana bisa dia tidak menjaga Hyera dengan baik? Jika sudah seperti ini, apa yang bisa dia lakukan?
Hyera baru saja dipindahkan ke kamar perawatan setelah keluar dari ruang tindakan, namun Kyuhyun masih belum mempunyai keberanian untuk menghadapi istrinya, dia lebih memilih menunggu diluar kamar perawatan sampai akhirnya Nyonya dan Tuan Kim yang merupakan orang tua Hyera menghampirinya.
“Kyuhyun-a bagaimana keadaan Hyera? Mengapa kau ada diluar?” Tanya Nyonya Kim dengan raut wajah khawatir yang sangat kentara. Kyuhyun beranjak dari atas kursi dan berdiri tepat dihadapan kedua mertuanya.
“Mianhe Eomeoni, abeoji aku tidak bisa menjaga Hyera dan calon anak kami dengan baik. Aku sungguh minta maaf.” Kyuhyun menundukan kepalanya dalam-dalam ketika berbicara pada pasangan suami istri yang telah merelakan putri mereka untuk dipersuntingnya satu tahun yang lalu.
“Gwaenchana, ini hal yang tidak diinginkan dan tidak dapat dicegah oleh siapapun. Ikhlaskan saja.” Tutur Tuan Kim, mencoba memberikan sedikit ketenangan pada menantunya. Kyuhyun hanya menggangguk mendengar perkataan Tuan Kim, yang sebenarnya sama sekali tak bisa menenangkan gejolak dihatinya.
“Kami masuk ne, Eomeoni ingin melihat Hyera.” Ucap Nyonya Kim yang segera melangkahkan kakinya memasuki kamar perawatan putrinya.
“Kau tidak ingin masuk? Tidak ingin menemani istrimu?” Tanya Tuan Kim ketika melihat Kyuhyun masih berdiri ditempatnya.
“Aku akan masuk nanti, Eomeoni dan Abeoji saja yang lebih dulu.”
“Kuatlah nak, istrimu membutuhkan tempat bersandar serta dukungan, dan orang yang bisa melakukan itu adalah dirimu.” Tuan Kim berucap sebelum mengikuti istrinya memasuki kamar perawatan Hyera, meninggalkan Kyuhyun yang dengan perlahan mulai membalikan tubuhnya, melihat Hyera yang tengah memeluk Nyonya Kim dengan tangisan pilu, membuat mata pria ini berkaca-kaca dan tak dapat melihat adegan tersebut lebih lama. Kyuhyun kembali duduk di kursi, memunggungi kamar perawatan istrinya yang tengah dirundung kesedihan. Jika saja dia tidak mementingkan egonya, tentu hal buruk seperti ini tak akan terjadi, Hyera dan calon anak mereka akan baik-baik saja sekarang.
“Hye-ya, mianhe.” Gumam kyuhyun dengan suara seraknya, pria ini mencoba mengatur nafasnya, berharap sedikit saja rasa sesaknya berkurang.
Pintu kamar perawatan Hyera kembali tertutup setelah Ayah dan Ibu Kyuhyun berlalu meninggalkannya. Senyum yang sempat terpatri diwajah cantiknya juga kembali lenyap berganti dengan guratan sedih dan kehilangan yang membuat dadanya sesak dan matanya tanpa sungkan mengalirkan cairan bening yang membasahi pipi. Menangis selama apapun ternyata tak kunjung membuat hatinya mendapatkan ketenangan. Dukungan dari kedua orangtua, mertua serta kakaknya ternyata belum cukup membuatnya kembali kuat. Dia menunggu. Menunggu suaminya yang melakukan hal tersebut. Namun sayang sampai saat ini Kyuhyun tak kunjung menampakan dirinya dihadapan Hyera. Apa pria itu semakin enggan menemuinya karena rasa marah dan kecewanya bertambah? Mengingat itu membuat Hyera semakin terisak dalam tangisnya. Dia kembali mengecewakan suaminya. Apa yang harus dikatakannya ketika berhadapan dengan Kyuhyun? Dia tidak bisa menjaga calon buah hati yang telah mereka tunggu selama ini dengan baik,membiarkannnya pergi tanpa sempat diberi kesempatan untuk melihat keindahan dunia. Hyera merasakan perasan bersalah yang sangat besar karena hal ini.
Wanita ini terus menangis sampai akhirnya dia tertidur karena lelah dengan jejak air mata membekas di pipi. Kyuhyun membuka dengan perlahan pintu kamar perawatan Hyera, melangkah mendekati istrinya yang telah terlelap, kemudian berdiri tepat disamping ranjang tempat dimana Hyera berbaring.
Kyuhyun mengusap lembut pipi Hyera yang terlihat jelas jejak air mata disana. Istrinya kembali menangis malam ini, dia menjadi penyebab Hyera mengeluarkan air matanya akhir-akhir ini, mengingat itu membuat pria ini tersenyum miris karena membuat wanita yang dicintainya dirundung kesedihan.
“Istirahat yang cukup sayang. Oppa akan menemanimu.” Bisik Kyuhyun di telinga Hyera sebelum mendaratkan bibir diatas kening istrinya, mencium dengan perasaan sayang. Kyuhyun kemudian menjauhkan wajahnya karena tak ingin tidur Hyera terganggu karena ulahnya. Pria ini lantas menempati kursi disamping ranjang dengan kedua tangan yang menggenggam erat sebelah tangan Hyera, mencoba mencari kekuatan dan ketenang dari sentuhan ini.
–000—
Hyera memandang makanan yang baru saja dibawakan seorang perawat kedalam kamar perawatannya dengan tak berselera. Wanita ini hanya duduk dipinggiran ranjang dengan pikiran yang berkelana kemana-mana. Tadi pagi ketika dirinya terbangun, Hyera tidak menemukan siapapun didalam kamar perawatannya selain dirinya sendiri. Ah iya, bukankah dia terlelap juga tanpa ada yang menemani? Hyera mengeluarkan desahan kecewa begitu teringat hal tersebut.
Cklek.
Hyera mengalihkan matanya kearah pintu yang baru saja terbuka, matanya tak bisa berpindah pada objek lain begitu melihat Kyuhyun berjalan kearahnya. Pria itu tampak menawan dengan kaos berwarna hitam dan celana jeans yang dikenakan. Kyuhyun duduk disamping Hyera dengan senyum yang tersungging di bibirnya. Menyadari tatapan istrinya.
“Kenapa sarapannya masih utuh? Kau belum menyentuhnya?” Akhirnya. Suara yang ditunggu-tunggu oleh Hyera selama hampir seminggu ini bisa juga mengalun di telinganya. Suara lembut yang jauh dari nada dingin, datar, sinis dan ketus seperti yang ditunjukan Kyuhyun ketika pria itu berada di Jepang.
“Belum.” Jawab Hyera singkat, masih belum bisa mengalihkan matanya dari wajah tampan suaminya yang begitu dia rindukan.
“Wae? Makanlah.” Pinta Kyuhyun. Pria ini membawa nampan berisi makanan yang disediakan pihak rumah sakit, meletakannya diatas pangkuan begitu dia kembali menempati tempat disamping Hyera.
“Makan ya. Aku suapi.”
“Shirreo.”
“Wae shirreo? Ingin memakan makanan lain?” Hyera kembali menggeleng. Wanita ini menggigit pelan bibir bawahnya sebelum menanyakan hal yang sejak kemarin berputar-putar di kepala.
“Oppa. Mengapa baru pagi ini datang menemuiku?”
“Ani. Tadi malam Oppa disini menemanimu.” Jawab Kyuhyun pasti. Semalam dia memang berada ditempat yang sama dengan Hyera, duduk di kursi yang terdapat tepat disamping tempat Hyera berbaring. Bahkan Kyuhyun terlelap dengan kepala diatas ranjang dan tangan yang menggenggam tangan Hyera.
“Jinjja?” Tanya Hyera merasa tak yakin dengan jawaban Kyuhyun.
“Eoh jinjja. Maaf baru menghampirimu ketika kau sudah terlelap. Oppa terlalu bingung harus mengatakan apa ketika berhadapan denganmu.”
Hyera tersenyum begitu mendengar penuturan Kyuhyun. Jadi, kecupan diatas kening yang dirasakannya tadi malam memang nyata? Itu bukan halusinasi? Ah senangnya. Ternyata Kyuhyun tidak benar-benar mengabaikannya.
“Aku kira Oppa tidak akan sudi menghampiriku.”
“Kenapa kau berpikir seperti itu? Apa yang aku lakukan membuatmu berpikiran macam-macam ya?” Tanya Kyuhyun ketika mendengar jawaban Hyera.
“Emm. Bukankah Oppa pergi meninggalkanku ketika hubungan kita dalam keadaan tidak baik-baik saja? Dan ketika Oppa kembali, aku malah menyuguhkan berita buruk padamu. Aku pasti sangat mengecewakanmu. Mianhe. Aku tidak menyadari jika dia ada didalam rahimku. Maaf, tidak bisa menjaganya dengan baik.” Hyera menundukan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan air mata yang telah lolos membasahi pipi. Kyuhyun meletakan kembali nampan berisi makanan itu keatas nakas, mengangkat dagu Hyera hingga mata mereka kembali beradu.
“Kumohon jangan menangis lagi.” Pinta Kyuhyun lembut, kedua ibu jarinya bergerak menghapus air mata yang dikeluarkan wanitanya.
“M-maafkan aku.” Hyera kembali mengulang permintaan maafnya dengan suara yang terdengar parau.
“Kau tidak bersalah. Jika ingin mencari siapa yang salah, maka orang yang tepat menerima julukan itu adalah aku. Bukankah yang menjadi penyebab keadaanmu memburuk itu aku? Keegoisan dan kekeras kepalaanku yang menjadi penyebab semua ini terjadi.” Tutur Kyuhyun yang dibalas gelengan cepat oleh Hyera.
“A-ani. Aku yang salah, Oppa tidak akan seperti itu jika aku tak membuat gara-gara. Aku minta maaf dengan apa yang kulakukan tempo hari, aku sungguh tidak mempunyai niatan membuat Oppa marah dan kecewa. Aku menerima permintaan Donghae Oppa dan Sun Bi karena aku sudah menganggap mereka seperti keluargaku sendiri, maaf tidak meminta izin padamu terlebih dulu untuk menerima tawaran mereka. Mianhe, jeongmal mianhe.” Ucap Hyera panjang lebar menghasilkan sedikit perasaan lega pada hati wanita ini.
“Kenapa kau terus mengulang permintaan maaf? Kau tidak melakukan kesalahan. Aku yang terlalu kekanak-kanakan menanggapi hal itu, padahal aku tahu kau tidak mungkin melakukan hal macam-macam. Maaf tidak bisa mengontrol diriku sendiri.” Kyuhyun turut mengutarakan apa yang selama ini bergelung didalam kepalanya. Mengenai semua sikap menyebalkannya pada Hyera.
“Gwaenchana. Seharusnya aku memahami itu dan tidak memancing amarahmu.”
“Ck. Sejak kau jadi wanita pengalah seperti ini? Kenapa kau menganggap semua sebagai kesalahanmu? Dengar.Kita tidak dapat memaksakan seseorang untuk tetap bertahan jika penciptanya meminta dia untuk kembali. Aku merasakan apa yang kau rasakan, sedih dan kehilangan. Tapi kita harus mencoba mengikhlaskan, mungkin sekarang belum saatnya kita memiliki seorang bayi. Bergelung dalam rasa bersalah juga bukan hal yang baik.” Inilah yang Hyera tunggu-tunggu. Perkataan dari Kyuhyun yang bisa memberikan ketenangan pada hatinya.
“Bisakah Oppa memelukku?” Kyuhyun tersenyum mendengar permintaan istrinya. Dengan cepat pria ini segera membawa Hyera kedalam pelukannya. Sebelah tangannya dia gunakan untuk mengusap belakang kepala Hyera dan sebelah lagi berada dipunggung wanitanya.
“Bogoshipo” Bisik Kyuhyun mengalun di telinga Hyera, memberikan sensasi menggelitik karena hembusan nafas hangat suaminya.
“Na do bogoshipo Oppa.” Hyera mengeratkan pelukannya di punggung Kyuhyun, memberikan kenyaman pada pasangan suami istri ini.
Tok tok tok.
Pelukan Hyera dan Kyuhyun terlepas ketika mendengar ketukan pada pintu. Beberapa detik kemudian muncul seorang pria tampan yang menjadi alasan Kyuhyun merajuk selama seminggu terakhir ini. Dia Lee Donghae.
“Eoh Oppa.” Gumam Hyera ragu-ragu ketika matanya menemukan Donghae berada di pintu kamar perawatannya.
“Annyeong Hye-ya, Annyeong haseyo Kyuhyun-ssi. Bolehkan aku masuk?” Tanya Donghae yang membuat Hyera segera mengalihkan matanya menatap sang suami. Meminta keputusan dari pria ini. Mengizinkan atau menolak Donghae untuk masuk. Kyuhyun yang menyadari tatapan khawatir dari Hyera segera melemparkan senyumnya dan mengusap rambut Hyera lembut.
“Ne. Masuklah Donghae-ssi.” Putus Kyuhyun kemudian meminta Donghae untuk menempati sofa yang tersedia di ruangan bernuansa putih itu. Kyuhyun menempati sofa lainnya, disusul oleh Hyera yang duduk disampingnya. Keadaan Hyera memang mulai membaik, siang nanti dia sudah diizinkan untuk meninggalkan rumah sakit.
“Kemarin aku mendengar kondisimu dari Jongwoon. Maaf baru bisa menjengukmu hari ini.” Ucap Donghae memulai pembicaraan bersama sepasang suami istri ini.
“Gwaenchana Oppa, terimakasih sudah datang.” Hyera menjawab ucapan pria yang merupakan sahabat dari Kakaknya ini dengan sedikit rasa tak nyaman, dia khawatir Kyuhyun akan kembali salah paham. Pemikiran pria ini kadang tidak bisa ditebak.
“Aku turut berduka dengan keadaan yang menimpa kalian. Meskipun ini bukan hal yang mudah, tapi percayalah kalian akan mendapatkan penggantinya dikemudian hari.” Donghae tersenyum setelah menyampaikan perkataannya pada pasangan suami istri yang tengah duduk berdampingan dengan sebelah tangan Kyuhyun melingkar di pinggang Hyera.
“Ne. Kamsahamnida Donghae-ssi.”
Donghae mengernyitkan keningnya ketika mulai merasa tak nyaman dengan panggilan Kyuhyun padanya. Formal dan terkesan canggung. Meskipun dia sendiri juga seperti itu pada Kyuhyun, padahal dia sangat dekat dengan Hyera.
“Kyuhyun-ssi. Kau itu menikah dengan adikku, haruskah kita saling menyapa dengan panggilan seformal ini? Apakah itu tidak terdengar aneh?”
Kali ini Kyuhyun yang mengerutkan keningnya. Adiknya? Hyera adik pria ini? Oh ayolah. Dia hanya mempunyai satu orang Kakak ipar bernama Kim Jongwoon.
“Huh? Adik?” Tanya Kyuhyun dengan ragu.
“Eoh. Ada yang aneh? Hyera adik dari sahabatku, jadi secara tidak langsung Hyera juga adikku bukan?”
Hyera membiarkan kedua pria yang hampir tidak pernah terlibat obrolan ini untuk berbicara, agar Kyuhyun semakin percaya bahwa tidak ada yang aneh-aneh dalam hubungannya bersama Lee Donghae.
“Apa kau benar-benar menganggap Hyera sebagai adik? Bukan sebagai wanita yang suatu saat bisa menjadi wanitamu?” Hyera mengeluarkan dengusannya ketika mendengar pertanyaan Kyuhyun. Ck. Terus terang sekali suaminya ini. Sedangkan Donghae langsung mengeluarkan tawanya yang terdengar menyebalkan di telinga Kyuhyun.
“Kau bercanda Kyuhyun-ssi? Dia istrimu, bagaimana mungkin menjadi wanitaku.” Bantah Donghae setelah tawanya mereda.
“Hanya bertanya. Siapa tahu saja kau memiliki ketertarikan lebih pada istriku.”
“Hahaha. Tentu tidak. Maaf saja, aku masih sangat mencintai istriku. Dan jika pun aku jatuh cinta lagi, tidak mungkin aku merasakannya pada wanita bersuami, terlebih wanita itu Hyera.” Donghae menjawabnya dengan pasti, terlihat sekali keyakinan dan kejujuran memancar dari kedua mata pria tampan ini, dan Kyuhyun bisa menangkap itu.
“Benarkah? Apa aku bisa mempercayaimu?” Tanya Kyuhyun kemudian.
“Tentu. Ah jangan bilang selama ini kau berpikir macam-macam terhadap hubunganku dengan Hyera.” Kyuhyun mengangguk. “Ck. Aku hanya mengangap Hyera sebagai adik. Aku hanya memiliki seorang Kakak laki-laki, jadi tidak ada salahnya bukan mengangap adik sahabatku sebagai adikku sendiri?”
Kyuhyun hanya mengangguk-nganggukan kepalanya mendengar penuturan Donghae, sedangkan Hyera sudah membuang matanya kearah lain. Tak berselera menatap Kyuhyun ataupun Lee Donghae, percakapan mereka terdengar aneh di telinganya.
“Kau tidak perlu berpikir macam-macam, apalagi sampai cemburu. Seperti yang aku katakan tadi, saat ini aku masih sangat mencintai istriku. Mungkin sampai nanti. Sekalipun dia sudah tak berada lagi di dunia yang sama denganku.” Terlihat senyum sedih di wajah Donghae ketika mengatakan tentang istrinya.
“Ah arraseo.” Gumam Kyuhyun yang tampak bingung harus mengatakan apa. Dia bukan tipe pria yang mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan kalimat bijak, yang dapat membuat orang lain merasa tenang.
“Jadi Kyuhyun-ssi, bisakah kita mengganti sapaan formal yang terdengar canggung ini?” Donghae kembali pada topik awal yang sebelumnya telah dialihkan kearah lain oleh Kyuhyun.
“Boleh saja. Tak masalah.” Jawab Kyuhyun santai. Mulai merasa aman karena ternyata Donghae tidak menganggap Hyera seperti yang selama ini dia pikirkan.
“Kau memanggil Jongwoon dengan sebutan Hyung? Aku tak masalah jika kau memanggilku demikian.” Ujar Donghae menyarankan, karena usianya memang lebih tua dari Kyuhyun.
“Aish jinjja. Kenapa aku harus memanggil pria berwajah imut seperti kalian dengan panggil Hyung? Ck. Menggelikan.” Hyera menyikut perut Kyuhyun ketika pria ini kembali mengatakan hal yang tidak-tidak. Dasar pria menyebalkan, tidak bisakah dia menjaga perkataannya? Aigoo.
“Jadi istrinya meninggal ketika melahirkan Sun Bi?” Tanya Kyuhyun seraya menyuapkan makanan yang disediakan pihak rumah sakit pada Hyera.
“Emm.. bukankah aku pernah menceritakannya padamu?” Hyera mengambil alih sendok yang di pegang suaminya. Wanita ini kemudian menyendokan makanan seperti yang disantapnya dan menyuapkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun pun menerimanya dengan lapang dada, karena sebelum Hyera sepakat menyantap sarapannya, wanita ini sempat mengajukan permintaan, dia bersedia makan jika Kyuhyun turut memakan makanan yang sama dengannya. Jadi, beginilah akhirnya.
“Entahlah. Aku lupa.” Hyera hanya mendengus pelan mendengar jawaban cuek dari Kyuhyun.
“Kau ingin aku menceritakannya lagi?” Tanya Hyera setelah menelan kunyahannya. Kyuhyun hanya mengangguk.
“Donghae Oppa menikah dengan seorang gadis yang merupakan kekasihnya sejak masa sekolah menengah atas, usia mereka saat itu masih terbilang muda untuk membina sebuah rumah tangga. Istri Donghae Oppa merupakan seorang gadis cantik, baik dan lembut. Dia sempat mengalami keguguran sebelum melahirkan Sun Bi. Ketika dia berhasil mengandung dan melahirkan Sun Bi, justru dia yang tidak bisa selamat. Istri Donghae Oppa meninggal beberapa saat setelah melahirkan Sun Bi.”
Kyuhyun meletakan nampan yang isinya telah lenyap disantap oleh Hyera bersama dirinya dengan jantung yang berdetak lebih cepat, pria ini tampak khawatir setelah mendengar penuturan Hyera mengenai istri Lee Donghae.
“Wae Oppa?” Tanya Hyera ketika Kyuhyun menatapnya dengan ekspresi tegang yang terlihat jelas.
“Kau tidak akan meninggalkanku seperti istri Lee Donghae kan?” Hyera mengusap lembut pipi Kyuhyun seraya menunjukan senyumnya yang sama sekali tak bisa menular pada suaminya.
“Aku tidak tahu. Tapi aku akan selalu berusaha untuk bertahan disisimu.” Hyera membawa Kyuhyun kedalam pelukannya, membiarkan pria ini menyandarkan kepala diatas bahunya. Kejadian kemarin pagi dimana Kyuhyun menyaksikan Hyera kesakitan kembali berputar dalam ingatannya. Melihat wanitanya seperti itu saja dia hampir mati lemas, apalagi jika dia harus dihadapkan pada kenyataan seperti yang dialami Donghae, Kyuhyun tidak yakin hidupnya akan berjalan baik-baik saja.
“Berjanjilah untuk tetap disampingku.” Pinta Kyuhyun dengan suaranya yang terdengar parau, pria ini sedang mencoba mengontrol perasaannya yang terasa kacau.
“Emm..” Hyera hanya bergumam seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyuhyun, berusaha membuat perasaan suaminya kembali tenang. Dia juga mempunyai keinginan yang sama dengan Kyuhyun. Tetap berada disamping pria ini.
–000—
Saat ini waktu baru saja menunjukan pukul 05:30, waktu yang tergolong pagi bagi seseorang untuk terbangun diakhir pekan. Namun Hyera telah membuka mata sekitar tiga puluh menit yang lalu. Hal yang dilakukannya setelah itu adalah tetap bergelung dengan selimutnya yang dibagi dua bersama Kyuhyun, matanya yang sudah kehilangan selera untuk terpejam dia gunakan untuk memandang wajah tidur suaminya. Bosan hanya memandang, Hyera mulai menyentuhkan jemarinya diatas kedua pipi Kyuhyun, kening, hidung dan terakhir di bibir pria ini, memberikan usapan hingga membuat Kyuhyun bergumam dalam tidurnya. Hyera tersenyum geli melihat itu. Wanita ini kemudian semakin mendekatkan dirinya pada Kyuhyun dan memberikan kecupan-kecupan ringan di bibir suaminya. Kyuhyun yang merasakan sentuhan itu segera membuka matanya dan menemukan wajah Hyera berada tepat dihadapannya.
“Apa yang sedang kau lakukan Nyonya? Mencuri ciuman dari suami tampanmu heum?” Goda Kyuhyun dengan suara serak khas orang yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“Heum. Kau keberatan?”
“Tidak ada yang mengatakan aku keberatankan? Ayo lakukan lagi.” Pinta Kyuhyun seraya menarik lembut pinggang istrinya agar semakin merapat pada tubuhnya, tidak merasa tergaggu dengan perut Hyera yang mulai menonjol.
“Shirreo.”
“Wae shirreo? Kau sudah membangunkanku. Jadi, ayo lanjutkan apa yang telah kau mulai.” Kyuhyun mengarahkan sebelah tangannya mengusap punggung Hyera dengan gerakan seduktif hingga membuat wanita ini bergetar karena sentuhannya.
“Tidak tidak tidak. Lebih baik kita kembali tidur. Aku sudah mengganggu waktu istirahatmu tadi malam.” Hyera menolak permintaan Kyuhyun dengan tegas. Teringat apa yang Kyuhyun lakukan tadi malam ketika dia mengeluarkan rengekannya. Wanita hamil ini merasa tertarik dengan siaran televisi yang tengah menayangkan berbagai makanan khas negara asia. Dia menginginkan makanan berkuah asam dan pedas dari negeri gajah putih Thailand. Tom yam. Saat itu waktu telah menunjukan pukul 23:00, dan Kyuhyun harus merelakan waktu istirahatnya untuk mencari apa yang diinginkan istrinya. Dia tidak ingin Hyera bersedih dan merasa tidak dipedulikan jika dia tidak memenuhi keinginan wanita yang tengah mengandung buah hatinya ini. Bukan lagi rahasia jika wanita hamil cenderung memiliki perasaan yang jauh lebih sensitif.
“Tidak tidak tidak. Waktu istirahatku sudah lebih dari cukup. Anggap saja pagi ini aku mendapatkan imbalan karena memenuhi satu lagi keinginanmu tadi malam.” Kyuhyun terkekeh sementara Hyera mendelikan matanya.
“Oppa pamrih dengan apa yang Oppa lakukan?” Todong Hyera dengan nada sinisnya. Ck. Wanita ini benar-benar sensitif seperti remaja yang tengah datang bulan. Kyuhyun membalasnya dengan mendaratkan bibirnya diatas permukaan bibir Hyera.
“Jangan banyak bicara sayang. Ayo berikan apa yang seharusnya aku dapatkan.”
“Shirreo.”
“Wae shirreo?”
“Oppa bau.”
“Mwo?”
“Setidaknya Oppa mencuci muka dan menggosok gigi terlebih dulu sebelum mendapatkan balasan atas jasamu tadi malam.” Kyuhyun mendecakan lidahnya ketika mendengar penuturan dari sang istri. Selalu saja seperti ini.
“Ya nyonya. Kau bahkan menciumku sebelum aku melakukan dua hal yang kau sebutkan barusan, kenapa sekarang aku harus melakukannya?” Hyera hanya menggerak-gerakan kedua bola matanya cuek, tak peduli dengan seruan protes yang dikeluarkan suaminya.
“Itu berbeda. Tadi itu aku yang menciummu, bukan Oppa yang meminta.” Hyera melepaskan diri dari dekapan Kyuhyun, dengan perlahan menapakan kakinya keatas lantai yang dilapisi karpet bulu, wanita ini berjalan menuju kamar mandi tanpa mempedulikan gerutuan yang Kyuhyun keluarkan. Kyuhyun menendang selimut yang melapisi tubuhnya dengan kasar, beranjak dari atas tempat tidur dan mengikuti apa yang dilakukan istrinya.
“Haruskah seperti ini dulu setiap kita akan bercinta?” Tanya Kyuhyun seraya membasuh wajahnya dengan air mengalir yang berasal dari kran wastafel. Hyera berada tepat disampingnya tengah sibuk menggosok gigi. Kyuhyun kemudian menggapai sikat gigi dan mengoleskan pasta gigi diatasnya, memulai acara membersihkan mulut.
Hyera membasuh mulutnya kemudian meletakan sikat gigi yang telah selesai digunakannya ke tempat semula.
“Eoh harus. Untung saja aku tidak meminta Oppa untuk sekalian mandi.” Jawab Hyera sebelum berlalu meninggalkan Kyuhyun didalam kamar mandi.
Jadi begini. Ada satu aturan yang diterapkan Hyera sebelum Kyuhyun mendapatkan haknya untuk menyentuh wanita ini lebih jauh. Yaitu membersihkan diri, minimal membasuh muka dan menggosok gigi seperti yang Kyuhyun lakukan pagi ini. Peraturan konyol yang istrinya terapkan setelah wanita itu positif hamil. Alasannya karena Hyera selalu merasa mual setiap mencium bau tubuh Kyuhyun. Jadi Kyuhyun harus membersihkan tubuhnya lebih dulu setiap akan berdekatan dengan istrinya. Menyebalkan bukan?
Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan perasaan dongkol yang sengaja dia tunjukan pada Hyera. Gairah pagi harinya telah menguap entah kemana karena peraturan yang diterapkan istrinya. Hyera yang menyadari hal itu lantas mengeluarkan senyum gelinya.
Kyuhyun menghempaskan tubuhnya dengan posisi tengkurap keatas tempat tidur hingga menimbulkan guncangan, memancing Hyera mengeluarkan tawa melihat sikap suaminya.
“Ya Oppa, kau marah?” Setelah tawanya mereda, Hyera mulai mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun kemudian mencolek pinggang pria ini dengan telunjuknya. Kyuhyun tampak tak bergeming dalam posisinya, mengabaikan tindakan Hyera yang mencoba mendapatkan kembali perhatiannya.
“Tidak. Aku mengantuk.” Jawaban Kyuhyun teredam oleh bantal, namun Hyera masih bisa menangkapnya dengan baik.
“Kau merajuk bukan mengantuk.” Ucap Hyera tepat sasaran. Tak ada lagi jawaban yang dilontarkan Kyuhyun, otak pria ini terlalu buntu untuk membalas perkataan istrinya.
Hyera membawa sebelah tangannya mengusap permukaan punggung Kyuhyun yang tertutup piyama, mencoba membangkitkan kembali keinginan Kyuhyun untuk menyentuhnya. Dirasa tak akan membuahkan hasil, Hyera kemudian merendahkan tubuhnya, melakukan percobaan kedua untuk menarik kembali perhatian Kyuhyun. Hyera mendekatkan wajahnya pada tengkuk Kyuhyun hingga nafasnya berhembus disana, membuat Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya agar tidak terpengaruh dengan apa yang tengah Hyera lakukan. Oh.. apa kabar harga dirinya jika dia tergoda dengan perbuatan Hyera?
Hyera memberikan kecupan selembut bulu diatas tengkuk Kyuhyun, melakukannya berulang-ulang sebelum akhirnya menghisap bagian tersebut hingga membuat Kyuhyun mengeluarkan geramannya. Hyera tertawa puas ketika mendapatkan respon demikian dari suaminya, wanita ini segera menjauhkan tubunya tepat sebelum Kyuhyun merubah posisi tubuh menjadi duduk dihadapannya. Wajah pria ini terlihat memerah malu karena tidak bisa menahan dirinya untuk bersikap biasa saja.
“Kau ingin bermain-main denganku nyonya?” Tawa Hyera semakin menggema ketika mendengar pertanyaan bernada kesal dari Kyuhyun.
“Ya! Berhenti tertawa.” Perintah Kyuhyun diacuhkan karena Hyera terus saja sibuk dengan tawanya, menertawakan ekspresi Kyuhyun yang terlihat lucu.
Kyuhyun mendecakan lidahnya melihat reaksi istrinya. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang melintas di kepala cerdas Kyuhyun ketika mengetahui cara ampuh untuk menghentikan Hyera. Pria ini dengan gerakan cepat mendekatkan tubuhnya pada Hyera membuat tawa wanita ini terhenti seketika, matanya berkedip-kedip ketika Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan sebelah tangan menyentuh tengkuk Hyera, memberikan usapan hingga membuat wanita ini menelan ludahnya gugup.
Chup
Kyuhyun memberikan kecupan singkat di bibir Hyera, menimbulkan rona merah di pipi istrinya, dan kali ini Kyuhyun yang tertawa melihat hal tersebut.
“It’s show time baby.” Kyuhyun mendaratkan kembali bibirnya diatas bibir Hyera, melumat bergantian bibir atas dan bawah wanita yang dicintainya ini dengan lembut, menunggu dengan sabar hingga Hyera membalasnya.
Sadar dengan apa yang sedang terjadi, Hyera mulai memejamkan matanya, menikmati apa yang tengah prianya lakukan. Dengan perlahan Hyera membawa kedua tangannya mengusap rahang Kyuhyun yang bergerak-gerak karena melumat bibirnya.
Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi liar ketika Hyera mulai membalas perbuatan suaminya. Menyesap bibir bawah Kyuhyun ketika pria ini tengah sibuk memonopoli bagian atas bibirnya. Sebelah tangan Kyuhyun yang menganggur mulai bergerak memasuki piyama yang dikenakan Hyera untuk menyentuh perut istrinya yang tidak lagi datar karena ada calon buah hati mereka didalam rahim Hyera. Usianya baru saja memasuki trisemester kedua.
Perlahan namun pasti, sentuhan telapak tangan Kyuhyun diatas perut Hyera mulai bergerak semakin keatas menuju payudara istrinya yang membesar karena pengaruh kehamilan. Salah satu perubahan fisik yang tidak Kyuhyun sadari dialami Hyera saat kehamilan pertama.
“Nngg..”
Hyera melepaskan tautan bibir mereka kemudian mengeluarkan lengguhannya ketika Kyuhyun meremas bagian tubuh sensitifnya dengan lembut, membuat gairah dalam dirinya bangkit.
Kyuhyun menarik tangannya dari dalam piyama Hyera, membaringkan dengan perlahan tubuh istrinya diatas tempat tidur sebelum mengarahkan bibirnya menuju permukaan leher Hyera. Menghindu disana kemudian memberikan kecupan-kecupan yang lambat laun berubah menjadi gigitan lembut hingga membuat desahan Hyera kembali lolos.
Kyuhyun mengeluarkan seringaiannya mendengar itu. Pria ini menjauhkan wajahnya dari leher Hyera, mendudukan tubuhnya dan mulai membuka kacing-kancing piyama Hyera dan melemparkan pakaian yang dikenakan istrinya itu kesembarang arah, begitupun yang dilakukannya pada celana piyama Hyera.
Kyuhyun berniat menyentuhkan kembali bibirnya pada bibir pink menggoda milik Hyera, namun wanita ini mencegahnya, menutup bibirnya dengan punggung tangan.
“Oh wae?” Tanya Kyuhyun dengan suara manja, sedangkan Hyera terkikik mendengar protesan suaminya.
“Oppa belum membuka pakaianmu. Itu tidak adil.” Jawab Hyera setelah menjauhkan telapak tangannya. Kyuhyun yang mendengar itu segera melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya hingga tak ada sehelai benang pun yang tersisa. Hyera hanya mampu menelan ludah ketika melihat tubuh polos suaminya.
“Sudah. Sekarang ayo lanjutkan apa yang telah kita mulai.” Kyuhyun segera mempertemukan bibir mereka dengan tidak sabaran, saling menyesap hingga membuat tubuh keduanya terasa panas di pagi hari yang sejuk ini.
Kyuhyun kembali melepaskan tautan bibir mereka, beralih menuju leher Hyera yang telah terdapat bercak berwarna merah hasil perbuatannya tadi. Dengan perlahan kedua tangan Kyuhyun merambat menuju punggung Hyera untuk melepas kaitan bra yang menutupi payudara istrinya. Setelah berhasil Kyuhyun lantas mengarahkan tangannya menuju penutup bagian bawah tubuh Hyera, melemparnya hingga bernasib sama seperti pakaian lainnya.
Hyera menggigit pelan bibir bawahnya ketika sapuan bibir Kyuhyun sampai dihadapan payudaranya. Pria ini memberikan kecupan-kecupan disekitar payudara Hyera sebelum mengulum puncaknya, merobohkan pertahanan Hyera yang akhirnya harus rela mengeluarkan desahan.
“Aaahh…”
Kedua tangan Hyera yang semula meremas seprai kini beralih kehelaian rambut Kyuhyun, meremasnya lembut untuk menyalurkan kenikmatan yang tengah diberikan suaminya.
Sebelah tangan Kyuhyun berada diatas payudara Hyera yang menganggur, meremasnya hingga mencubit-cubit puncaknya dengan gemas. Sedangkan tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk membelai kewanitaan Hyera yang terasa lembab dalam sentuhannya.
Hyera mencengkram kedua bahu Kyuhyun ketika tubuhnya mulai bergerak naik turun, melakukannya dengan lembut karena tak ingin menyakiti calon bayi mereka.
Kyuhyun memejamkan matanya sesaat ketika bagian sensitifnya mendapatkan remasan dari kewanitaan istrinya. Dia memenuhi keinginan Hyera untuk memimpin kegiatan mereka pagi ini. Matanya kembali terbuka, tak ingin melewatkan pemandangan menakjubkan ketika istrinya berkeringat diatasnya. Keindahan paling memukau dari seorang Kim Hyera yang hanya dapat disaksikan olehnya.
Hyera mengeluarkan desahannya ketika Kyuhyun kembali menyapa kedua payudaranya dengan remasan lembut, membuat gairahnya semakin meningkat. Namun Hyera tetap menggerakan tubuh bagian bawahnya dengan perlahan, sadar bahwa didalam rahimnya sedang ada makhluk lain sekarang.
“O-oppa.. aku lelah.”
Hyera menghentikan pergerakannya ketika rasa lelah itu dirasakannya. Dengan cepat Kyuhyun segera merubah posisi hingga kini Hyera yang berbaring dibawahnya. Kyuhyun mengusap peluh di wajah Hyera sebelum menyentuhkan bibirnya diatas kening, kedua mata, pipi dan hidung wanitanya, hingga kemudian menyesap bibir Hyera yang terlihat membengkak karena perbuatannya.
Kyuhyun mulai menggerakan kejantannya dengan gerakan lembut dan kuat disaat yang bersamaan, membuat desahan Hyera semakin menggema, menjadi penghias kegiatan suami istri muda ini.
Tangan Kyuhyun tak bisa tinggal diam, dia terus saja menyentuh bagian-bagian tubuh Hyera yang diinginkannya, tak membiarkan gairah diantara mereka berdua redup.
“Aahh O-ppaaa..”
Kyuhyun menekan kuat kejantannya ketika menemukan titik sensitif istrinya didalam sana yang mengakibat Hyera mengeluarkan jeritannya.
“Panggil namaku sayang.”
Kyuhyun terus bergerak hingga kejantaannya terasa ditarik semakin masuk kedalam kewanitaan istrinya, membuat pria ini turut mengeluarkan desahannya.
“Aaah.. Hye-ya”
“Aaahhh Kyuhyun-a”
Jerit Hyera panjang ketika pelepasannya tiba, kepalanya terhempas keatas bantal dengan cairan kenikmatan yang keluar dari bagian bawah tubuhnya, mempermudah Kyuhyun untuk mencapai apa yang telah didapatkan Hyera.
“Ahh.. Kim Hyera.”
Kyuhyun menumpahkan spermanya ketika pelepasan itu tiba, memberikan kehangatan didalam rahim Hyera. Kyuhyun merendahkan tubuhnya tanpa menekan perut Hyera. Pria ini meletakan kepalanya diatas bahu terbuka Hyera, mengatur nafasnya yang berantakan. Sementara Hyera mendekap punggungnya yang basah oleh keringat. Memberikan kenyaman dan kehangatan.
Setelah nafasnya kembali normal, Kyuhyun mulai bergerak melepaskan kejantanannya dari dalam Hyera, menghasilkan desahan tertahan dari keduanya.
Kyuhyun kemudian merebahkan tubuhnya disamping Hyera setelah menyelimuti tubuh telanjang mereka dengan selimut yang dia pungut dari lantai berlapis karpet bulu di kamar mereka ini.
“Gomawo honey. Saranghae.” Ucap Kyuhyun seraya mengusap pipi Hyera yang masih terlihat merona. Mereka menyampingkan tubuh hingga mata mereka bisa saling menatap.
“Ne. Na do saranghae Oppa.” Hyera mengusap rambut Kyuhyun yang lengket oleh keringat dengan lembut penuh rasa sayang.
“Oh iya. Kau juga, terimakasih sayang sudah mengizinkan Appa untuk menyentuh Eomma. Saranghae.” Ucap Kyuhyun seraya mengusap permukaan perut Hyera, mengungkapkan rasa cinta terhadap sosok yang akan hadir dalam hidupnya lima bulan mendatang.
“Na do saranghae Kyuhyun Appa.” Hyera membalas perkataan Kyuhyun dengan meniru suara khas anak-anak. Mereka lantas membagi tawa bahagia, membayangkan bahwa sebentar lagi mereka akan menjadi sepasang ibu dan ayah setelah mengalami kepedihan karena peristiwa keguguran yang dialami Hyera setahun yang lalu.
“Sebaiknya kita kembali tidur, kau pasti lelah.” Ucap Kyuhyun yang dijawab Hyera dengan anggukan. Wanita ini kemudian mulai memejamkan matanya, menyetujui gagasan Kyuhyun.
“Selamat pagi Oppa.” Gumam Hyera yang menghasilkan kekehan geli dari Kyuhyun. Ucapan selamat pagi dengan mata terpejam? Adakah yang lebih aneh dari itu? Tentu saja ada, yakni ketika Kyuhyun membalas ucapan istrinya.
“Selamat pagi juga sayang.” Kyuhyun mendaratkan kecupan di puncak kepala Hyera kemudian turut memejamkan mata dengan sebelah tangannya melingkar pada pinggang Hyera.
Pasangan suami istri ini kembali masuk kealam mimpi, ketika manusia lain di penjuru korea baru saja terbangun dari tidur mereka. Kyuhyun dan Hyera terlelap mengabaikan sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah tirai kamar mereka. Selamat pagi dan selamat tidur kembali.
THE END
Terimakasih banyak untuk semua yang sudah bersedia membaca dan meninggalkan komentar, jeongmal kamsahamnida.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: