Forever With You Part 1

0
Forever With You Part 1 ff nc kyuhyun super junior
Author             : Cloudkyute
Title                 : Forever With You Part 1/2
Cast                 : Cho Kyuhyun, Kim Hyera, Lee Donghae
Category         : NC-21, Yadong, Romance, Married Life, Twoshot

STORY BEGIN
Hyera memaksakan matanya untuk tetap terbuka ketika rasa kantuk itu semakin menjadi, dia ingin menghabiskan waktu malamnya bersama Kyuhyun yang masih saja berkutat dengan laptop, ponsel dan kertas-kertas yang tak Hyera mengerti apa isinya.

“Oppa kapan pekerjaanmu akan selesai? Ini sudah hampir pukul sebelas malam.” Kyuhyun mengalihkan perhatiaanya sejenak pada wanita yang telah menjadi istrinya selama satu tahun terakhir ini, mengabaikan kesibukannya selama beberapa saat.

“Sedikit lagi. Kau tidur lebih dulu saja, kau terlihat sangat mengantuk.” Kyuhyun kembali mengalihkan matanya pada lembaran-lembaran kertas yang dibawanya dari kantor, ingin menyelesaikannya dengan cepat. Hyera memanyunkan bibirnya ketika Kyuhyun kembali pada kesibukannya. Berkutat dengan deretan angka, huruf, grafik dan apapun itu yang sejak tadi menjadi pusat perhatian suaminya.
Hah jinjja. Apa waktu yang dihabiskannya di kantor seharian penuh tidak cukup untuk menyelesaikan tugasnya yang menumpuk? Mengapa Kyuhyun harus membawa apa yang belum di selesaikannya itu kedalam rumah?
“Kalau begitu Oppa juga harus tidur sekarang, waktumu itu bukan hanya untuk bekerja.” Ucap Hyera dengan nada suara yang terdengar tak bersahabat, merasa jengah dengan apa yang tengah dilakukan Kyuhyun sejak pria ini kembali dari kantornya beberapa jam lalu.
“Aku akan menyusulmu begitu semua ini selesai.”
Hyera membuang nafasnya kasar kemudian beranjak dari atas sofa yang sejak tadi ditempatinya. Awalnya Hyera berniat menemani Kyuhyun hingga pria tersebut selesai dengan urusannya, namun lagi-lagi dia harus menelan kekecewan karena malam ini dia harus kembali tidur lebih dulu dari suaminya. Melewatkan obrolan sebelum tidur yang biasanya mereka lakukan. Hyera mengetahui dengan pasti apa yang sedang Kyuhyun kerjakan untuk perusahaan besar yang saat ini dipimpinnya, yakni sebuah proyek menjanjikan yang bernilai miliaran Won. Namun haruskan hal itu menjadi penyebab Kyuhyun menyerahkan sebagian besar waktunya untuk bekerja? Lalu apa kabar dengan tanggungjawabnya yang lain? Dia telah memiliki seorang istri sekarang, tak mungkin bukan jika Hyera diabaikan. Sampai kapan pria ini akan terus meminta pengertian dari istrinya? Meminta Hyera untuk tetap bersabar karena perhatiannya terhadap wanita itu berkurang.
Sebenarnya Hyera tidak terlalu mempermasalahkan jika perhatian Kyuhyun terhadapnya berkurang akhir-akhir ini, dia mencoba memahami kesibukan suaminya. Namun Hyera benar-benar tidak bisa tinggal diam ketika Kyuhyun tak memberikan perhatian terhadap dirinya sendiri. Hyera akan menganggap hal itu sebagai masalah. Akhir-akhir ini waktu istirahat Kyuhyun menjadi berantakan, selain itu pola makannya juga tampak tak teratur. Hyera sering mengeluarkan peringatannya, namun sepertinya Kyuhyun tidak menggubris hal itu. Seperti malam ini, Hyera meminta Kyuhyun untuk mengakhiri kesibukannya dan pergi beristirahat tapi Kyuhyun mempunyai berbagai macam jawaban untuk menundanya, membuat Hyera merasa dongkol dan luar biasa kesal. Dia hanya meminta Kyuhyun untuk beristirahat pada waktunya, dimana sebagian besar penduduk dunia juga melakukan hal yang sama. Apakah itu merupakan sesuatu yang sulit? Hyera hanya tak ingin kesehatan pria itu terganggu, Hyera ingin Kyuhyun mengimbangi kesibukannya dengan tetap makan secara teratur dan istirahat yang cukup.
BRUG!!
Hyera menutup pintu ruangan kerja Kyuhyun dengan kasar, meluapkan perasaan kesalnya pada orang yang berada di dalam ruangan itu. Kyuhyun mengalihkan tatapan matanya kearah pintu yang baru saja tertutup itu, memijat pelan pelipisnya begitu sadar bagaimana perasaan istrinya saat ini.
Malam ini Hyera tidak mengeluarkan kecerewetannya seperti biasa ketika Kyuhyun membantah perkataan wanita itu, biasanya Hyera akan terus mengeluarkan perintahnya sampai Kyuhyun menuruti apa yang diinginkannya, namun malam ini Kyuhyun tak mendapatkan hal itu dari istrinya, Hyera lebih memilih berlalu meninggalkan ruangan kerjanya tanpa mendebat penolakannya.
“Dia pasti kesal.”
Kyuhyun segera merapikan semua berkas yang berada diatas meja, mematikan laptop, kemudian melangkahkan kaki keluar dari ruangan kerjanya yang selama beberapa minggu ini menjadi tempatnya menghabiskan waktu ketika berada dikediamannya.
Kyuhyun menyentuh knop pintu kamar pribadi yang ditempatinya bersama Hyera dengan perlahan, masuk kedalam sana dan menemukan Hyera telah berbaring menyamping diatas tempat tidur mereka. Kyuhyun hanya mampu melihat punggung Hyera ketika pria ini turut berbaring disisi tempat tidur yang lainnya.
“Hye-ya, kau marah?”
Hyera mengabaikan pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan dari balik tubuhnya, wanita ini merasa enggan mengeluarkan suaranya untuk menjawab Kyuhyun. Dia yakin, tanpa mendengar jawaban darinya, Kyuhyun pasti menyadari apa yang sedang dirasakannya. Suasana hatinya tengah berada dalam kondisi buruk saat ini. Meskipun demikian, Hyera tetap merasakan kelegaan ketika Kyuhyun menyusul dan membaringkan tubuhnya ditempat yang sama dengannya. Apa dia harus bersikap seperti ini dulu agar Kyuhyun mendengarkan ucapannya?
“Hye-ya maaf membuatmu kesal, aku sungguh tak bermaksud melakukan hal seperti itu. Berbaliklah, bukankah saat ini aku telah berbaring disampingmu?”
Hyera tetap diam, membiarkan Kyuhyun mengatakan apa saja yang ingin pria itu ucapkan. Jujur saja Hyera ingin berbalik dan memandang wajah tampan suaminya sebelum matanya terpejam, namun keinginannya itu terkubur dengan rasa kesal yang jauh lebih besar. Sampai akhirnya Hyera sedikit tersentak ketika Kyuhyun mendekatkan tubuhnya hingga dada pria ini menyentuh punggung Hyera, sebelah tangan Kyuhyun juga telah melingkar di pinggangnya, membunuh jarak diantara mereka. Namun istrinya yang keras kepala ini tetap bertahan pada posisinya. Memunggungi Kyuhyun.
Kyuhyun mengetahui jika saat ini Hyera masih terjaga, wanita ini pasti bisa mendengar apa yang diucapkannya dan merasakan apa yang tengah dilakukannya. Meskipun demikian, Kyuhyun tidak akan memaksa Hyera untuk menanggapi perkataannya atau pun merespon sentuhannya jika wanita ini tak ingin melakukannya. Kyuhyun tetap bersyukur karena Hyera tak menolak apa yang dilakukannya ketika wanita ini berada dalam mode merajuk. Kyuhyun mendaratkan sebuah kecupan di puncak kepala Hyera, sebelum mengeratkan dekapannya pada tubuh wanita yang sangat dicintainya ini.
“Selamat malam sayang.” Ucap Kyuhyun sebelum memejamkan matanya yang telah dihantam rasa kantuk sejak dirinya masih berkutat dengan tugas kantor yang dibawanya pulang. Kyuhyun memang terlalu memaksakan diri untuk menyelesaikan itu semua sebelum mengistirahatkan tubuhnya. Pria ini bahkan mengabaikan Hyera yang menemaninya di ruang kerja yang terdapat disamping kamar pribadi mereka. Tadinya Kyuhyun berniat untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat agar bisa menghabiskan waktunya bersama Hyera, namun pada akhirnya kyuhyun tetap meminta Hyera untuk beristirahat lebih dulu membuat emosi dalam diri wanitanya tak bisa lagi terbendung.
–000—
Hyera terbangun dari tidurnya dengan tangan Kyuhyun yang masih melingkar di pinggangnya, tapi ada satu yang berubah, kini dia bisa menatap wajah tidur suaminya. Seingat Hyera, tadi malam dia tidur dengan memunggungi Kyuhyun, namun sekarang posisinya menjadi seperti ini? Ck.
Hyera melihat jam yang tergantung di dinding kamar, sudah saatnya dia beranjak dari atas tempat tidur dan memulai harinya, menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri serta tenaga pengajar disebuah taman kanak-kanak yang merupakan yayasan miliki ayah mertuanya. Hyera memandang wajah tampan suaminya dengan tatapan penuh kasih sayang sekalipun wanita ini masih merasakan kesal, mengusap pipi Kyuhyun dengan lembut sebelum mendaratkan sebuah kecupan singkat dibibir milik prianya ini. Dengan perlahan Hyera melepaskan dekapan tangan Kyuhyun di pinggangnya, beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Begitu selesai dengan urusannya didalam kamar mandi, Hyera segera menyiapkan setelan kerja yang akan Kyuhyun kenakan, hal yang selalu dilakukannya setelah resmi menjadi istri dari putra mahkota keluarga kaya raya Cho.
Hyera tetap membiarkan Kyuhyun terlelap, tak ingin mengganggu mimpi indah suaminya. Biasanya Kyuhyun akan terbangun dengan sendirinya ketika waktu pria itu untuk membuka mata telah tiba. Hyera melangkahkan kakinya menuju dapur yang berada di lantai dasar, menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Rumah yang saat ini Kyuhyun dan Hyera tempati termasuk kedalam kategori mewah khas pengusaha-pengusaha sukses yang hidup bergelimangan harta bahkan sebelum mereka dilahirkan. Kyuhyun dan Hyera memiliki beberapa pembantu rumah tangga, tukang kebun, petugas keamanan hingga supir pribadi yang siap mengantarkan kedua pasangan muda ini kemana pun, namun mereka tinggal dibagian lain dari rumah besar ini. Kyuhyun dan Hyera mengijinkan mereka semua berada di rumah utama dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00 ketika jam kerja mereka tengah berlangsung. Itu semua dilakukan karena Hyera dan Kyuhyun ingin memiliki waktu dimana hanya mereka berdua yang berada didalam rumah, tak ingin merasa risih atau pun khawatir dengan kehadiran orang lain. Sehingga tugas menyiapkan sarapan serta makan malam menjadi tugas Hyera sepenuhnya, namun wanita ini sama sekali tak merasa keberatan dengan hal tersebut.
Hyera mulai berkutat dengan kegiatannya membuat sarapan yang mengenyangkan, mengingat bagaimana sibuknya Kyuhyun akhir-akhir ini. Ketika Hyera tengah menata masakannya diatas meja makan, terdengar suara langkah kaki seseorang yang berlari kecil menuju kearahnya.
“Hye-ya maaf, sepertinya Oppa tidak bisa mengantarkanmu, pagi ini Oppa ada rapat.” Ucap Kyuhyun seraya meneguk air putih yang berada diatas meja makan hingga tandas.
“Eoh gwaenchana. Sekarang ayo sarapan.” Ajak Hyera yang mendapatkan gelengan dari suaminya, membuat wanita ini mengerutkan keningnya bingung.
“Nanti saja di kantor, aku harus mempelajari lagi materi rapat hari ini. Aku pergi.” Kyuhyun mengecup bibir Hyera kemudian berlari kecil meninggalkan istrinya yang masih bertahan di posisinya.
“Hah.. kalau sudah seperti ini, dia pasti akan melupakan sarapannya, dan aku yakin dia akan makan ketika jam istirahatnya yang sangat terlambat itu datang.” Gumam Hyera yang kembali merasakan perasaan kesal terhadap suaminya. Ini benar-benar mengecewakan, dia membuatkan sarapan untuk Kyuhyun, namun pria itu pergi setelah meneguk segelas air putih. Lalu sekarang apa yang harus dilakukannya terhadap hasil masakannya ini? Memakannya sendirian? Cho kau keterlaluan.
–000—
“Ssaem.” Panggil seorang gadis kecil ketika Hyera baru saja melangkahkan kaki keluar dari kelasnya. Hyera membalikan tubuhnya, menyamakan tingginya dengan gadis mungil tersebut yang telah berada dihadapannya.
“Ada apa Sun bi-ya?” Tanya Hyera dengan senyum lembut yang selalu berhasil meluluhkan hati anak didik yang diajarnya.
“Aku ingin meminta bantuan.” Jawab Sun Bi dengan suara menggemaskan khas anak berusia lima tahun kebanyakan.
Hyera menggiring Sun Bi untuk menempati tempat duduk yang berada didekat mereka, memberikan kesempatan pada Sun Bi untuk mengatakan apa yang dibutuhkannya pada Hyera.
“Apa yang bisa Ssaem bantu?”
Hyera memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan gadis cilik ini, Sun Bi merupakan putri dari sahabat kakaknya yang dulu sering menghabiskan waktu bersamanya.
“Aku ingin membeli hadiah untuk acara ulang tahun Ri Ae besok. Appa dan Halmoeni tidak bisa menemaniku hari ini. Bisakah Ssaem saja yang menemaniku?” Pinta Sun Bi dengan raut wajah memohon membuat siapapun yang melihatnya akan luluh, tidak terkecuali Hyera.
Hari ini Hyera memang tidak melihat kehadiran Nyonya Lee, Nenek dari Lee Sun Bi yang biasanya menenami gadis cilik ini sampai aktivitasnya di sekolah selesai, mungkin Nyonya Lee memiliki kesibukan lain.
“Memangnya Sun Bi ingin memberikan apa untuk Ri Ae?”
Ri Ae merupakan salah satu teman dekat Sun Bi di kelas, Hyera dapa melihat dengan jelas keakraban dua anak didiknya ini, dia juga mengetahui jika besok Ri Ae akan mengadakan perayaan ulang tahun. Sun Bi pasti ingin memberikan hadiah istimewa untuk Ri Ae, sehingga tak masalah rasanya bila Hyera membantu Sun Bi untuk mencarikan hadiah yang tepat bagi sahabatnya itu.
“Emmmm.. boneka, emmm.. sepatu, emmm” Sun Bi terlihat ragu dengan jawabannya, membuat senyum Hyera terbit ketika menyaksikan wajah menggemaskan Sun Bi yang sepertinya tengah berpikir, memeras otak kanak-kanaknya.
“Baiklah Ssaem akan menemanimu. Tapi apa Sun Bi sudah meminta izin pada Donghae Appa atau pun Halmeoni jika Sun Bi akan pulang terlambat hari ini?” Sun Bi mengangguk dengan cepat sebelum kembali mengeluarkan jawabannya.
“Appa sudah mengetahui jika Sun Bi akan pulang terlambat, Appa yang meminta untuk mencari hadiah untuk Ri Ae bersama Kang Ahjussi sepulang sekolah.”
“Ah arraseo. Kalau begitu Ssaem akan mengambil tas di ruangan para guru terlebih dulu. Sun Bi tunggu disini atau ikut bersama Ssaem?”
“Ikut!” Ujar Sun Bi dengan suara yang terdengar penuh semangat, gadis cilik ini menunjukan senyum manisnya ketika Hyera menggapai jemarinya dan berjalan menuju ruangan guru.
Hyera menepati kesanggupannya untuk menemani Sun Bi, mencari hadiah yang tepat untuk Ri Ae. Hyera sangat menikmati waktunya ini, menemani gadis cilik berbelanja ternyata termasuk kedalam hal yang menyenangkan. Hyera dapat mendengar berbagai celotehan Sun Bi terhadap segala hal yang matanya tanggap, memberikan komentar sampai bertanya pada Hyera akan sesuatu yang belum diketahuinya. Sun Bi memang termasuk kedalam kategori anak yang mempunyai rasa ingin tahu tinggi, sehingga Hyera memaklumi kecerewetan Sun Bi ketika mereka menginjakan kaki di pusat perbelanjaan yang siang hari ini terlihat sangat ramai.
Setelah berhasil mendapatkan hadiah yang sesuai, Hyera segera menggiring Sun Bi untuk memasuki salah satu restaurant, ini sudah memasuki jam makan siang. Mereka memutari pusat perbelanjaan ini hanya berdua, Kang Ahjussi yang merupakan supir pribadi keluarga Lee tidak ikut bergabung bersama mereka.
Hyera membantu memotong-motomg daging yang menjadi pesanan Sun Bi sampai membentuk bagian-bagian kecil agar tidak membuat gadis mungil ini kesulitan ketika mengunyahnya. Hyera benar-benar menikmati waktunya bersama Sun Bi, dia seperti menjadi seorang ibu hari ini. Menemani putrinya berbelanja, mendengarkan setiap celotehan dan pertanyaan polos yang dilontarkan, sampai membantu memotong makanan yang menjadi menu makan siang putrinya. Hyera pasti akan merasakan kebahagiaan yang berkali-kali lipat jika melalui hal seperti itu bersama anak kandungnya. Anak yang sangat dia harapkan hadir diantara hidupnya bersama Kyuhyun. Hyera pasti tak akan merasa kesepian lagi ketika Kyuhyun tengah disibukan dengan pekerjaan jika mereka telah memiliki anak.
“Cah.. makanlah yang banyak Sun Bi-ya.” Ucap Hyera ketika tugasnya memotong daging milik Sun Bi telah selesai. Wanita ini mulai melahap makan siangnya ketika Sun Bi melakukan hal yang sama sepertinya.
Terdengar dering yang berasal dari smartphone yang Hyera letakan didalam tasnya, menggapainya dan melihat id caller suaminya yang terpampang dilayar, tumben sekali Kyuhyun menghubunginya, apa pria ini memiliki waktu senggang ketika waktu istirahatnya tiba?
“Yeobseyo Oppa.”
“Yeobseyo Hye-ya. Apa yang sedang kau lakukan? Sudah makan siang?”
“Aku sedang melakukannya. Oppa juga harus makan sekarang, aku yakin Oppa belum memasukan apapun sejak tadi pagi.”
Kyuhyun terkekeh begitu mendengar perkataan istrinya. Dia memang tidak memasukan apapun kedalam perutnya setelah meneguk hingga tandas segelas air putih pagi tadi, sehingga dia langsung bergegas mendatangi restaurant meskipun waktu istirahat belum tiba ketika perutnya tak bisa lagi diajak bekerjasama.
“Oppa baru saja selesai makan siang.”
“Huh? Jinjja?”
“Eoh jinjja, mungkin ini efek dari kelaparan berlebihan.”
“Lain kali jangan seperti tadi pagi lagi ne. Oppa harus tetap sarapan meskipun ada rapat yang menunggu. Jangan abaikan hal-hal penting seperti itu.”
“Arra Nyonya. Maaf untuk kemarin malam dan tadi pagi, Oppa pasti membuatmu kesal.”
“Eoh Oppa sangat menyebalkan.”
“kekeke.. Maaf sayang. Ah iya, kau makan siang dengan apa hari ini?”
“Salah satu makanan western, cara pengucapan namanya terlalu sulit untuk lidahku, tapi rasanya benar-benar enak.”
“Memangnya kau sedang berada dimana saat ini? Mau aku antarkan pulang?”
“Di pusat perbelanjaan yang tidak terlalu jauh dari sekolah. Aku sedang bersama Sun Bi, menemaninya mencari hadiah untuk ulang tahun temannya.”
Kyuhyun mendecakan lidahnya begitu mendengar penuturan Hyera. Istrinya berkata bahwa dia tengah bersama dengan putri dari seorang pria muda yang telah menjadi orangtua tunggal? Ck tak bisa dipercaya. Berapa kali Kyuhyun berkata pada Hyera untuk menjaga jarak dari Sun Bi dan ayah dari gadis cilik itu? Tapi sepertinya Hyera mengabaikan peringantanya. Kyuhyun khawatir jika suatu hari nanti Hyera akan berpaling darinya karena menyukai Sun Bi, lalu pergi bersama Donghae. Pikiran yang sangat jauh, namun bukan tidak mungkin bisa menjadi nyata, jika mengingat keakraban Donghae dan istrinya.
“Tidak sekalian bersama Ayahnya? Agar kalian terlihat seperti keluarga kecil bahagia.”
“Ck. Jangan mulai lagi Oppa.”
“Hah.. lebih baik kau selesaikan makan siangmu dan segera pulang. Aku tutup telponnya.”
Tuuuuttt…
“Kekanakan. Dia menutup panggilannya bahkan sebelum aku memberikan jawaban. Dasar tidak sopan.” Gerutu Hyera yang terdengar jelas di telinga Sun Bi membuat gadis cilik ini terkekeh. Hyera tersadar jika saat ini ada orang lain dihadapannya, bukan hanya ada dirinya sendiri.
“Ayo habiskan makan siangmu Sun Bi-ya, jangan memperhatikan Ssaem terus.” Ucap Hyera dengan rasa malu yang dia coba tutupi, bisa-bisanya dia mengeluarkan gerutuan dihadapan anak berusia lima tahun.
–000—
Malam ini Kyuhyun tidak lagi membawa tugas kantornya ke rumah, dia memilih menghabiskan jumat malamnya bersama Hyera, beberapa minggu ini dia terus berkutat dengan kesibukannya, mengabaikan istri cantik yang selalu berada disisinya.
“Jadi hari ini kau pergi bersama Sun Bi? Sepertinya kau sangat menyukai anak itu.” Kyuhyun bertanya seraya mempermainkan rambut panjang Hyera dengan jemarinya. Saat ini Kyuhyun dan Hyera tengah berada didalam kamar pribadi mereka, menghabiskan waktu malam dengan mengobrol, membicarakan apa saja yang bisa membunuh keheningan diantara mereka. Kyuhyun menyandarkan punggungnya di dashboard tempat tidur dengan punggung Hyera yang bersandar pada dadanya, memberikan rasanya nyaman bagi keduanya.
“Emm.. dia memintaku untuk menemaninya mencari hadiah, Donghae Oppa dan Nyonya Lee tidak bisa menenamaninya, kasihan bukan jika Sun Bi hanya ditemani oleh supir pribadi? Lagi pula aku senang bisa menghabiskan waktu bersamanya.” Tutur Hyera dengan wajah bahagia, membuat Kyuhyun mendecakan lidahnya.
“Kau senang menghabiskan waktu bersamanya? Lalu bagaimana dengan menghabiskan waktu bersamaku?” Hyera mencubit gemas lengan Kyuhyun yang berada diatas perutnya ketika mendengar pertanyaan Kyuhyun yang sarat akan rasa cemburu.
“Aw Ya! Jangan mencubitku.” Seru Kyuhyun yang dibalas Hyera dengan tawanya.
“Lebih baik kau menjaga jarak dari Sun Bi, jangan terlalu dekat dan berlebihan memperlakukannya, bagaimana jika dia ketergantungan padamu?”
“Huh? Ketergantungan?” Tanya Hyera yang tampak tak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.
“Ne ketergantungan, bagaimana jika dia ingin terus berada didekatmu? Bagimana jika dia menganggapmu lebih dari sekedar pengajarnya? Bagaimana jika Sun Bi meminta Donghae untuk mengikatmu karena hal itu hem?”
“Oppa mengatakan apa sih? Aku tak mengerti.”
“Intinya, bagaimana jika nanti Sun Bi memintamu menjadi Eommanya karena kedekatan kalian yang seperti ini? Kau akan repot sendiri nanti. Maka dari itu jangan terlalu dekat dengan Sun Bi dan yang terpenting, jangan terlalu akrab dengan ayahnya.” Jelas Kyuhyun dengan berapi-api, terlalu panas membawa-bawa lee Donghae kedalam pembicaraan mereka, nama yang selalu membuat ketenangan hatinya terusik.
“Woooah.. Oppa berpikir sejauh itu? Aku menganggap Donghae Oppa seperti kakakku sendiri layaknya Jongwoon Oppa, maka aku menganggap Sun Bi sebagai keponakan. Oppa tenang saja, aku lebih tertarik menjadi Eomma dari anak-anakmu.” Kyuhyun mengulum senyumnya begitu mendengar pernyataan terakhir dari Hyera yang sanggup membuat hatinya kembali menghangat. Jika dipikir-pikir, untuk apa dia merasa tak tenang jika Hyera berdekatan dengan pria lain, disaat sudah jelas dialah pemilik wanita ini.
“Menjadi Eomma untuk anak-anakku?” Kyuhyun menunjukan senyum anehnya yang mampu membuat Hyera merinding. “Bagaimana jika sekarang kita berusaha untuk menghadirkan mereka dulu? Agar kau bisa menjadi Eomma dari anak-anakku secepatnya?”
Tangan Kyuhyun yang sejak tadi berada diatas perut Hyera mulai menelusup kedalam baju tidur yang dikenakan istrinya, menyentuh perut Hyera secara langsung, mengusapnya dengan lembut hinga akhirnya usapan itu sampai diatas payudara Hyera. Hyera yang sejak tadi memperhatikan tindakan Kyuhyun segera menepuk punggung tangan suaminya ketika sampai di salah satu bagian tubuh sensitifnya.
“Ck. Apa yang Oppa lakukan?”
“Mewujudkan harapanmu untuk menjadi Eomma dari anak-anak kita sayang.” Kyuhyun kembali menunjukan senyum anehnya sebelum merubah posisi mereka hingga kini dia berada tepat diatas tubuh Hyera, meletakan kedua sikunya diantara tubuh istrinya.
“Sudah berapa lama kita tidak melakukan aktivitas suami istri Seminggu? Dua minggu?” Kyuhyun memeras memorinya, mencoba mengingat kapan terakhir kali dia menyentuh istrinya. Jika bukan karena pekerjaannya yang menggunung, sudah dapat dipastikan dia tidak akan membiarkan Hyera selama dua minggu lebih tanpa sentuhannya.
“Kau mengabaikanku terlalu lama Tuan Cho. Kau bahkan tidak mengingat kapan terakhir kali kau menyentuhku.”
“Hah.. mianhe. Mari kita habiskan malam panjang ini berdua sebelum hari Senin kembali tiba, aku akan menebus semuanya sekarang.”
Kyuhyun menunjukan seringaiannya sebelum mendaratkan sebuah kecupan di bibir Hyera, kecupan yang lambat laun berubah menjadi ciuman panas, dengan tangan keduanya tak bisa lagi tinggal diam karena sibuk menjamah tubuh pasangan masing-masing. Sampai akhirnya yang terdengar dari kamar ini hanya suara desahan yang mampu membuat telinga orang memerah ketika mendengarnya.
“Wooooww.. sejak kapan kau menjadi agresif seperti tadi Nyonya?” Tanya Kyuhyun seraya turut berbaring disamping Hyera setelah sebelumnya menyelimuti tubuh tanpa busana mereka. Hyera diam tak berniat menjawab pertanyaan suaminya, dia pasti akan merona jika membahas hal yang mereka lakukan tadi, jadi lebih baik dia diam.
“Tapi aku suka. Kau jadi lebih menantang dan menggairahkan.” Kali ini Hyera benar-benar mengeluarkan rona merah di pipinya ketika mendengar pendapat Kyuhyun. Aigoo, dia sendiri tidak mengetahui alasan pasti mengapa dia bisa menjadi wanita agresif seperti tadi. Apa ini akibat karena dia sudah terlalu lama tidak bersentuhan dengan Kyuhyun sampai seintim ini? Hah Molla.
“Kau menyadari tidak, ada yang berubah pada tubuhmu?” Hyera mengernyitkan keningnya, mencoba berpikir apa kiranya yang berubah dari tubuhnya. Rasanya semua masih sama, dia tidak merasakan adanya perubahan.
“Payudaramu menjadi lebih besar sekarang. Apa itu efek dari sentuhanku selama satu tahun terakhir ini?” Hyera merasakan pipinya memanas sampai ke telinga. Sial. Apa yang sebenarnya tengah dikatakan suami tampannya ini? Mengapa membahas hal-hal sensitif seperti itu?
“Atau kau melakukan sebuah perawatan sampai membuatnya membesar?” Kyuhyun kembali melanjutkan perkataannya dengan raut wajah yang dia atur sepenasaran mungkin, membuat tangan Hyera gatal ingin mendaratkan sebuah pukulan di kepala suaminya.
“Aku tidak melakukan apapun.” Jawab Hyera ketus, dia benar-benar tak ingin membahas hal seperti ini. Memalukan.
“Wooah jinjja? Berarti dia membesar karena sentuhanku?”
“Ya! Cho Kyuhyun! Bisakah kau berhenti bertanya hal sevulgar itu? Sial.” Hyera mengeluarkan umpatannya hingga membuat mata Kyuhyun membulat ketika mendengarnya. Istri cantiknya ternyata bisa mengeluarkan kata umpatan seperti itu? Ck. Tidak bisa dipercaya.
“Kau sedang mengumpatku huh?”
“Ani. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya kesal karena Oppa terus mengeluarkan pertanyaan memalukan.” Jawab Hyera seraya memanyunkan bibirnya. Kyuhyun terkekeh sebelum mendaratkan bibirnya diatas sana, menyapanya sesaat.
“Dimana letak memalukannya sayang? Aku hanya mengeluarkan pendapat mengenai apa yang aku lihat dan aku rasakan.”
“Ya ya ya.. terserah apa katamu Oppa. Tapi bisakah kita mengakhiri pembahasan aneh ini sebelum hal tersebut memancingmu?”
Kyuhyun mengeluarkan seringaiannya ketika mendengar permintaan Hyera, tahu saja wanita ini jika pembahasan seperti ini selalu berhasil membuat dirinya panas.
“Memancingku untuk apa?” Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya kearah Hyera. Hyera yang menyadari godaan suaminya segera menjauhkan wajahnya sebelum kyuhyun semakin gencar menggodanya.
“Sudah ya aku mengantuk. Selamat malam Oppa.” Hyera mengabaikan pertanyaan Kyuhyun dan segera membalikan tubuhnya agar tidak perlu terus menerus menatap suaminya. Kyuhyun yang melihat itu hanya terkekeh, mendaratkan kecupan disebelah pipi Hyera sebelum kembali berbaring dan memeluk istrinya dari belakang.
“Selamat malam juga sayang. Aku mencintaimu.”
Hyera memberikan usapan di punggung tangan Kyuhyun yang tengah melingkari pinggangnya, memberikan tanda bahwa dia mendengar apa yamg dikatakan suaminya.
–000—
“Hyera Songsaengnim.”
“Ssaem.”
Hyera menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya ketika mendengar namanya dipanggil. Hyera dapat melihat Sun Bi berlari kearahnya dengan Lee Donghae mengekor dibelakang putri semata wayangnya.
Hyera tersenyum ketika Sun Bi telah berada dihadapannya, tersenyum membalas senyuman Hyera dengan menunjukan deretan gigi-gigi kecilnya.
“Selamat pagi Ssaem.” Sapa gadis cilik ini seraya menundukan sedikit tubuhnya untuk menunjukan sopan santunnya terhadap Hyera.
“Pagi Hye-ya.” Donghae turut mengeluarkan sapaannya begitu berdiri disamping Sun Bi.
Saat ini mereka tepat berada didepan kelas Sun Bi yang tampak belum terlalu ramai.
“Selamat pagi Bi-ya. Selamat pagi Donghae Oppa.” Hyera membalas sapaan ayah dan anak yang memiliki wajah yang tak jauh berbeda ini dengan senyum yang tetap merekah di bibirnya.
“Pagi ini Oppa yang mengantarkan Sun Bi? Dimana Lee Ahjumma? Sejak beberapa hari yang lalu aku tidak melihatnya menemani Sun Bi.” Hyera bertanya ketika tak melihat kehadiran ibu dari pria yang berada dihadapannya ini.
“Eomma sedang menemani Appa menghadiri acara di China, dan hari ini aku yang mengantarkan Sun Bi, meskipun tetap tidak bisa menemaninya sampai waktu sekolahnya berakhir.” Jawab Lee Donghae seraya melarikan sebelah tangannya untuk mengusap puncak kepala putrinya.
“Jangan terlalu dipikirkan Oppa. Kami para guru akan membantu mengawasi Sun Bi.”
“Emm ne, aku percaya akan hal itu. Ah iya, aku juga datang kemari untuk mengajakmu makan siang bersama kami hari ini, anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena bersedia menemani Sun Bi mencari hadiah untuk sahabatnyaa tempo hari. Gomawo Hye-ya.” Tutur pria tampan yang masih terlihat imut serta cute ini pada Hyera.
“Sama-sama Oppa. Tidak perlu sungkan, aku tidak keberatan membantu Sun Bi.”
“Nah kalau begitu kau harus bersedia menerima permintaan kami untuk makan siang bersama, iyakan Sun Bi?” Donghae kembali mengeluarkan tawaran yang telah dirinya dan Sun Bi sepakati.
“Ne Appa.” Jawab gadis cilik ini dengan semangat, membuat Hyera tak tega jika harus menolak permintaan mereka.
“Baiklah, dimana kita akan makan siang?”
“Nanti aku kirimkan lewat pesan singkat dimana tempatnya. Setelah waktu sekolah Sun Bi berakhir, Kang Ahjussi akan menjemput Sun Bi dan mengantarkannya ke kantorku. Kau ingin aku menjemputmu atau bagaimana?” Donghae kembali mengelurakan suaranya setelah mendapatkan persetujuan Hyera yang merupakan adik satu-satunya dari sahabat karibnya. Dia telah menanggap Hyera seperti adik perempuannya sendiri.
“Aku berangkat sendiri saja. Kita bertemu disana saja. Sebenarnya aku tidak keberatan jika Sun Bi berangkat bersamaku, tapi Sun Bi harus menungguku sampai waktu kerjaku usai.”
“Tidak perlu Hye, itu akan merepotkanmu. Biarkan Sun Bi di kantorku saja, dia juga berkata ingin melihat bagaimana Appa nya di tempat kerja.” Donghae dan Hyera sama-sama menunjukan tawa kecilnya ketika Donghae selesai dengan ucapannya.
“Ah sepertinya aku harus pergi sekarang, tugasku di perusahaan sedang banyak-banyaknya.” Ujar Donghae sebelum menyamakan tinggi tubuhnya dengan Sun Bi. “Bi-ya, Appa tinggal ya. Jangan nakal selama dikelas, dengarkan apa yang dikatakan oleh Ssaem, nanti Kang Ahjussi akan menjemput setelah waktu pulangmu tiba. Arra?”
“Arraseo Appa.” Jawab Sun Bi dengan suara imutnya. Donghae mengusap lembut kepala putrinya seraya mendaratkan kecupan dikedua pipi Sun Bi.
Donghae bergegas meninggalaan Sun Bi setelah sebelumnya berpamitan iuga pada Hyera. Hyera kemudian menggiring Sun Bi untuk memasuki kelasnya, setelah itu Hyera segera berjalan menuju ruangan guru yang terletak tak terlalu jauh dari kelas Su Bi berada.
–000—
Kyuhyun melirik sejenak jam yang melingkar di pergelangan tangannya ketika lampu lalu lintas tengah menunjukan warna merah. Saat ini Kyuhyun sedang berada didalam mobil mewah yang siang hari ini dikendarainya sendiri, Kyuhyun berniat untuk menjemput Hyera dan mengajaknya untuk makan siang bersama.
Dia lupa memberitahu Hyera bahwa besok hingga beberapa hari kedepan dia harus meninggalkan istrinya itu untuk menemui rekan bisnisnya di negara Sakura Jepang. Dia telah menyiapkan dirinya untuk mendapatkan omelan dari Hyera karena terlambat memberitahu. Semoga saja emosi Hyera akan sedikit berkurang jika Kyuhyun mengajaknya makan siang terlebih dulu, sebelum memberitahu tentang keberangkatannya.
Lampu lalu lintas telah berubah warna menjadi hijau, Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya membelah jalanan ramai kota Seoul di siang hari. Namun dengan mendadak Kyuhyun menghentikan kendaraannya dipinggir jalan ketika matanya melihat Hyera tengah berjalan memasuki sebuah Restaurant bersama seorang gadis cilik dan pria yang memakai setelan formal. Kyuhyun tentu tahu siapa dua orang yang bersama Hyera itu.
Kyuhyun memukul stir mobilnya ketika emosinya meningkat melihat hal tersebut. Apa ini? Kim Hyera sedang menghabiskan waktunya bersama seorang pria dan anaknya? Apa mereka tengah melakukan pendekatan? Sial. Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, melesat meninggal tempat dimana dia melihat istrinya.
Kyuhyun segera membatalkan keinginanya untuk mengajak Hyera makan siang, bukankah Hyera akan melakukannya bersama orang lain? Kyuhyun melajukan mobilnya dengan hati yang dipenuhi rasa marah, tak rela dan cemburu menuju kediamannya.
Salahkah jika Kyuhyun merasakan hal seperti ini? Mengapa Hyera tak kunjung menjaga jarak dengan Lee Donghae dan Lee Sun Bi? Apa permintaannya terhadap Hyera itu suatu hal yang berat? Dia hanya tak ingin Hyera meninggalkannya karena terpesona oleh Donghae dan putrinya. Salahkah?
Hyera berlari kecil masuk kedalam rumah ketika melihat mobil Kyuhyun terparkir di pelataran kediaman mereka. Tumben sekali suaminya itu telah berada di rumah ketika waktu masih menunjukan pukul 13:00. Begitu sampai didepan kamarnya, Hyera segera membuka pintu dan melihat Kyuhyun tengah memasukan pakain kedalam sebuah tas besar.
“Apa yang sedang Oppa lakukan?” Tanya Hyera yang sudah jelas apa jawabannya. Wanita ini kemudian mendekat pada Kyuhyun yang tengah mengambil pakaian dari dalam lemari dengan asal.
“Apa Oppa akan pergi?” Hyera kembali bertanya namun tak kunjung mendapatkan sahutan dari suaminya.
“Oppa akan pergi kemana? Apa kali ini untuk urusan pekerjaan lagi? Kapan Oppa akan pergi? Sini biar aku saja yang menyiapkan pakaiannmu.” Hyera menahan pergelangan tangan Kyuhyun yang hendak memasukan baju formalnya kedalam tas yang dipilihnya.
“Tidak perlu aku bisa melakukannya sendiri.” Terdengar nada dingin dalam jawaban Kyuhyun, membuat Hyera seketika terdiam. Apa yang terjadi pada suaminya?
“Wae? Biasanya juga aku yang melakukan ini untukmu.”
Kyuhyun menghentikan kegiatannya, mata yang biasanya selalu memancarkan keteduhan itu kini menatap Hyera dengan tatapan datar tak terbaca.
“Aku bisa melakukannya sendiri.”
Hyera menghembuskan nafasnya lembut, membiarkan Kyuhyun melakukan apa yang dia inginkan. Wanita ini duduk dipinggiran tempat tidur dengan mata yang tertuju pada Kyuhyun yang terlihat berbeda siang ini.
“Oppa sudah makan?”
Kyuhyun mengacuhkan pertanyaan Hyera, pria ini tampak asyik dengan kegiatannya menutup tas yang telah terisi oleh barang-barangnya.
“Ingin ku masakan sesuatu?” Hyera kembali bertanya dan berhasil membuat Kyuhyun menatap lagi kearahnya.
“Dan memakan hasil masakanmu sendirian?” Hyera mengernyitkan dahinya ketika mendapat jawaban ketus dari Kyuhyun.
“Aku akan menemanimu.”
“Ck. Tidak perlu. Kau kan sudah menghabiskan waktu makan siangmu bersama orang lain.” Kyuhyun menggapai tasnya kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, namun dengan cepat Hyera menahan lengan suaminya. Mana bisa dia membiarkan Kyuhyun pergi dalam keadaan seperti sekarang?
“Apa yang Oppa katakan?”
“Haruskah aku menjelaskan? Baiklah aku akan mengingatkanmu. Bukankah kau melakukan acara makan siang bersama Donghae dan anaknya? Manis sekali. Kalian tampak seperti keluarga kecil bahagia.” Kyuhyun tersenyum sinis, mengakibatkan Hyera membeku ditempatnya, ada rasa nyeri di hati Hyera ketika mendengar ucapan Kyuhyun. Mengapa Kyuhyun harus berkata seperti itu?
Kyuhyun lantas mencoba menepis pegangan Hyera di lengannya, namun Hyera kembali menahannya, tak membiarkan suaminya pergi.
“Ku mohon jangan berpikir yang tidak-tidak Oppa. Donghae Oppa dan Sun Bi mengajakku makan siang karena ingin mengucapkan terimakasih karena tempo hari aku menemani Sun Bi mencarikan hadiah untuk temannya, seperti yang aku ceritakan pada Oppa.” Tutur Hyera mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia benar-benar tidak mempunyai pikiran lain ketika menerima tawaran Donghae dan Sun Bi, dia hanya ingin menghargai kebaikan orang lain. Mungkin dia bersalah karena tak meminta izin kepada Kyuhyun terlebih dulu.
“Terserah apa katamu. Bisakah kau melepaskan cengkeramanmu? Aku harus pergi sekarang. Pesawat sudah menungguku.” Kyuhyun kembali mengeluarkan suaranya dengan nada yang masih terdengar ketus.
“Oppa akan pergi kemana? Mengapa tidak memberitahuku sebelumnya?” Tanya Hyera seraya melepaskan tangannya dari lengan Kyuhyun.
“Jepang.” Jawab Kyuhyun singkat sebelum benar-benar keluar dari kamar pribadinya bersama Hyera, meninggalkan istrinya yang mulai mengeluarkan cairan bening dari kedua sudut mata.
“Kyuhyun-a” Gumam Hyera dengan suara parau karena air mata yang semakin mengalir membasahi pipinya.
TBC
%d blogger menyukai ini: