Death Americano Part 2 END

0
ff nc kyuhyun Death Americano Part 2 END
Author             : Sweet.hae
Title                 : Death Americano (Part 2)
Category         : NC21, Yadong, Romance,Angst, Twoshot
Cast                 :
Cho Kyuhyun
Cassandra Choi (OC)
Aiden Lee (Lee Dong Hae)
Aku menggigit bibir bawahku. Membolak-balik halaman dari majalah fashion yang aku dapat dari apartemen Aiden. Berisiknya guyuran air yang berasal dari dalam toilet itu semakin membuat pikiranku kacau. Aku mencoba memijat pelipis mataku,berusaha bersikap tetap tenang seolah tidak terjadi masalah apapun.

“Tolong aku Kyuhyun—”
            “Berapa imbalannya?”
            “Haruskah aku memberimu imbalan?”
            “Tentu saja.”
            Aku mendesah pelan. Mengalihkan pandangan pada karpet merah yang menjadi alas lantai dari kamar berukuran medium ini. “Aku tidak memiliki banyak uang. Tetapi aku bisa melakukan apapun yang kau inginkan.” ujarku pasrah.
            “Benarkah?”
“Kau bisa memegang kata-kataku.”
__________
Death Americano Part 2
Aku membulatkan mata. Refleks bibirku turut terbuka ketika melihat kotak berukuran cukup besar itu penuh dengan ratusan DVD koleksi Kyuhyun. Tidak salah jika selama ini aku dan Aiden menjulukinya tuan mesum. Bahkan dia lebih mesum dari dugaan kami yang sebelumnya.
“Semua ini— milikmu?” Oh bodohnya pertanyaan ini. Tentu saja ini miliknya. Tidak mungkin ini milik ayahnya. Apalagi ibunya.
“Pilih salah satu, setelah itu temui aku di ruang tengah.” ia segera beranjak. Meninggalkan aku sendirian bersama ratusan keping DVD yang bahkan covernya bisa merusak kedua indera penglihatanku.
Aku menghela nafas untuk kesekian kalinya. Mengambil salah satu keping DVD lalu beranjak ke meja rias sekedar untuk memoles sedikit make up pada wajahku.
“Ini tidak akan sulit. Cukup ikuti permainannya,setelah itu dia akan mengulurkan tangannya pada Lee Apparel.”
<><>
Seringaian Kyuhyun tercetak jelas di wajah tampannya ketika Cassandra menginjakkan kakinya di ruang tengah. Ia segera berdiri dan menuntun Cassandra menuju sofa. Mengambil alih kepingan DVD yang sudah dipilih Cassandra lalu segera memasukkannya ke DVD Player yang ada didepan mereka.
“Sepertinya kita memang memiliki ikatan batin. Kau memilih DVD film favoritku” Kyuhyun kembali menyeringai. Ia mendaratkan pantatnya disamping Cassandra lalu melingkarkan tangan kanannya di pinggul gadis itu.
Dalam hitungan 5 detik,layar berukuran 55 inch itu menayangkan sosok gadis dengan rambut blonde serta pakaian kurang bahan yang berjalan dengan santai dihadapan para lelaki. Tubuh sintalnya tercetak dengan jelas,membuat mata semua pria tidak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain. Termasuk Kyuhyun. Dengan susah payah Kyuhyun menelan liurnya,mencengkeram piyama tidur Sandra seolah-olah ereksinya sudah bangun.
5 menit berlalu,setelah berbasa-basi dengan para pria yang liurnya tidak bisa dibendung lagi,gadis rambut blonde itu duduk manis disalah satu sofa. Membuka kancing-kancing kemejanya lalu menanggalkan kemejanya disembarang tempat. Lagi-lagi Kyuhyun menelan liurnya ketika gadis blonde melepas pengait bra dengan gaya yang erotis. Cassandra mengalihkan pandangannya. Terlihat jelas Cassandra yang tidak begitu menikmati tayangan tersebut bersama pria disampingnya. Namun akan lain ceritanya jika saja saat ini ia menonton film itu bersama Aiden,mungkin bibir tipisnya sudah bergerilya di leher Aiden.
“Ah—”
Suara si gadis blonde sangat terdengar jelas di indera pendengaran Cassandra. Rupanya Kyuhyun sengaja menaikkan volumenya. Suara erangan yang memekakan telinga Cassandra itu terus berulang,sesekali bukan hanya desahan saja,bahkan si gadis blonde itu juga mengeluarkan jeritan panjangnya ketika liang senggamanya dimanjakan oleh para pria-pria hidung belang.
Cassandra berdehem ketika ia merasakan tangan kekar Kyuhyun yang awalnya melingkar apik di pinggulnya,kini berpindah keatas. Cassandra menggigit bibir bawahnya,merasakan remasan lembut yang Kyuhyun berikan pada dada kirinya.
Entah angin darimana, mendadak Cassandra teringat dengan Aiden. Teringat dengan jelas wajah frustasi Aiden kemarin saat ia gagal menggaet investor. Teringat dengan jerih payah si pria yang berusaha membenahi segala kekacauan yang ada di perusahaannya.
Jika bukan karena Aiden,mungkin Cassandra tidak akan sudi di jamah oleh pria disampingnya yang ereksinya sudah terbangun itu. Tidak akan.
Demi meminta bantuan dari Kyuhyun beserta para relasinya untuk menjadi investor di Lee Apparel, Cassandra harus merelakan tubuhnya untuk Kyuhyun. Terdengar murahan. Memang. Tapi hanya inilah satu-satunya caranya agar ia bisa membantu pria simpanannya.
“Kyuh—” Cassandra mendongakkan kepalanya ketika ia merasakan ujung payudaranya mengeras akibat ulah Kyuhyun.
Kyuhyun,ia merasa sudah mendapat ‘lampu hijau’ dari wanita pujaannya,segera saja meraup bibir ranum Sandra. Mengeksplorasi segalanya yang ada di dalam mulut Cassandra. Lidah,gigi,langit-langit. Tak terlewatkan satupun. Cassandra memainkan rambut Kyuhyun yang masih basah dengan jari-jarinya yang lentik. Menjambaknya dengan pelan dan sesekali menekan kepala pria itu agar memperdalam tautan bibir mereka.
Cassandra bisa merasakan ereksi di bawah sana. Dengan instingnya,ia menggunakan lututnya untuk menekan area vital Kyuhyun. Sukses membuat Kyuhyun mengerang keras karena daerah itu sekarang benar-benar dalam status ‘waspada’. Bisa saja ia meledak saat itu juga.
“Kau—hh….” Kyuhyun menghentikan aktivitasnya mengekplorasi mulut Cassandra sejenak. Membuat Cassandra merasa sedikit kecewa. “Kau sepertinya sudah berpengalaman dengan aktivitas seperti ini. Kau pernah belajar sebelumnya?”
Cassandra menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia segera merangkul tubuh Kyuhyun,mengarahkan wajah tampan pria itu pada dua payudaranya yang berukuran sedang. “Aku dan Aiden belum pernah sejauh ini.” kalimatnya yang terdengar sedikit bergetar. Bagaimanapun juga,Cassandra pernah bercita-cita hanya akan memberikan keperawanannya kepada Aiden kelak. Tapi kenyataannya ia justru memberikan pada pria yang bahkan belum mendapatkan jatah ruang di dalam hatinya itu. Hatinya— sudah dipenuhi oleh Aiden.
“Aku senang mendengar ini.” lagi-lagi seringaian Kyuhyun tercetak. Jari-jarinya dengan terampil membuka kancing piyama wanitanya dengan tergesa. Senyumannya melebar setelah mendapati bra berwarna hitam legam yang menutupi kedua aset berharga milik Cassandra. Bibir tebalnya segera melakukan tugasnya dengan cekatan,mengecupi seluruh area itu tanpa ampun. Sesekali lidahnya terulur,mengoles salivanya dipermukaan area itu dan menimbulkan sensasi geli untuk Cassandra yang faktanya baru kali pertama mendapat perlakuan seperti ini.
Faktor berat badan Cassandra yang tidaklah terlalu tinggi membuat pria itu dengan mudah memindahkan posisi Cassandra berada di pangkuannya. Kyuhyun melepas pengait bra,mengecup puncak payudara Cassandra secara bergantian lalu menghisap benda itu bak seorang bayi yang kehausan.
Erangan Cassandra tidak tertahankan lagi. Kedua kakinya yang menggantung bebas mulai bergerak dengan gelisah. Ia ingin merobek bathrobe Kyuhyun ketika gigi-gigi pria itu memainkan kedua nipplenya terlampau keras.
“Kyuhh—” erangan Cassandra tidak kalah kerasnya dengan erangan si gadis blonde yang berada di layar 55 inch itu. Kyuhyun mendongak,menatap wajah wanitanya yang merah seperti tomat ranum yang siap dipanen. Ia belum puas melihat wajah wanitanya mati-matian menahan rasa nikmat,geli dan sedikit kesakitan yang menyatu padu itu. Ia berambisi membuat wanitanya menjerit,meneriakkan namanya dengan iringan desahannya yang merdu.
Cassandra. Entah sejak kapan ia merasa sudah menjelma layaknya Dewi Aphrodite yang dikuasai oleh libidonya itu. Otaknya berasumsi bahwa ia sudah gila sekarang. Bahkan harga dirinya sudah terlampau jatuh hanya karena sentuhan magic dari pria mesum ini.
Ini gila
Tapi bibirnya tidak sejalan dengan otaknya. Bibir tipisnya terus saja mengerang,menjadikan libido Kyuhyun semakin menggila. Sekarang keduanya terlihat seperti cacing kepanasan. Mereka bahkan tidak mempedulikan suhu dingin yang semakin rendah seiring dengan gerakan jarum jam yang menuju angka 12 malam. Bagi mereka,atmosfer yang saat ini tengah mereka rasakan adalah panas. Bukan dingin.
Cassandra sedikit bernafas lega ketika Kyuhyun berhenti sejenak. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar. Beruntung Kyuhyun memberlakukan peraturan untuk para maid agar berhenti bekerja saat pukul 8 malam. Tidak ada seorangpun yang bisa melihat aktivitas gila mereka di ruang tengah ini.
“Apa yang akan kau lakukan?” Cassandra terperangah ketika Kyuhyun melepas ikat bathrobe putihnya lalu mengikatkannya di kepala Cassandra,menjadikan indera penglihatan wanita itu tidak bisa bekerja dengan semestinya.
“Selanjutnya kau hanya perlu meneriakkan namaku dengan eranganmu. Jangan coba-coba melepas ikatan itu.” kalimat Kyuhyun keluar dengan penuh penekanan itu segera diiyakan oleh wanitanya. Berikutnya Kyuhyun kembali mengatur posisi untuk keduanya. Kali ini ia membaringkan wanitanya dengan hati-hati. Menanggalkan segala sesuatu yang menghalangi aktivitasnya lalu membelai liang senggama wanitanya dengan jari-jarinya yang nakal.
“Ahh—” respon Cassandra terhadap sentuhan Kyuhyun sangatlah cepat. Kyuhyun lagi-lagi menyeringai. Entah sudah berapa kali ia menyeringai untuk malam ini.
“Aku berjanji akan membawamu ke surga kenikmatan.” Bisiknya dengan lembut di telinga Cassandra yang kemudian dilanjutkan dengan lidahnya yang bergerilya di area vital Cassandra. Tanpa mengulur banyak waktu lagi,Kyuhyun segera melesakkan penisnya kedalam pusat tubuh Cassandra. Kyuhyun terus mendorong area sempit itu,menjadikan Cassandra menjerit keras dan bahkan nyaris menangis. Menyadari hal itu,Kyuhyun segera mengalihkan perhatian si wanita dengan cara melumat bibirnya. Membiarkan proses penyatuan di bawah sana terus berlangsung dan merobek selaput dara wanita itu.
“Aku— mencintaimu—” Kyuhyun teramat senang dengan fakta keperawanan Cassandra yang berhasil ia renggut. Sementara wanita dibawahnya mati-matian menahan rasa sakit di area senggamanya dengan cara mencakar kulit putih Kyuhyun dan sesekali menggigit bahu prianya dengan posesif.
Kyuhyun terus memompa penisnya. Seiring dengan erangan Cassandra yang semakin membakar libidonya. Kyuhyun menambahkan tempo kecepatannya ketika ia merasa sesuatu dari dalam tubuhnya itu akan segera meledak dalam waktu dekat.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Cassandra. Ia tidak bisa lagi menahan ledakan di bawah sana dan pada akhirnya ia pasrah dan membiarkan sesuatu dibawah sana luruh bersamaan dengan meledaknya jutaan sperma dari penis Kyuhyun di dalam rahim Cassandra.
“Kyuhh—” Cassandra merasa tubuhnya benar-benar lemas sekarang. Ia tidak bisa melakukan hal lain selain memanggil nama prianya.
Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak. Masih dengan posisinya memeluk posesif Cassandra,ia bahkan belum berniat melepas ikatan yang menutupi kedua mata indah Cassandra.
“Jauhi Aiden maka akan aku pastikan perusahaannya selalu berada di titik aman.” Kyuhyun membelai wajah istrinya,melepas ikatannya lalu mengecupi kedua manik mata Cassandra
<><><><><><><>
Ketiga  : Pada akhirnya aku harus mengakhiri permainan gila ini secara sepihak.
Desember telah berlalu,
            Pertengahan Januari.
Cho Kyu hyun,bisa dikatakan ia adalah pria yang paling beruntung di dunia. Harta-tahta-wanita, semuanya sudah berada dalam genggamannya. Terlahir dari garis keturunan keluarga Cho yang notebene-nya pemilik perusahaan Cho Corp yang tersohor di seantero wilayah Asia,menjadikan ia bergelimang harta sejak ia masih berada dalam gendongan sang ibu. Apapun yang ia inginkan selalu dengan mudah ia dapatkan.
Tahta. Bahkan dengan uang yang menurutnya tidak lebih besar dari biji semangka itu ia bisa mendapatkan posisi CEO di perusahaan surat kabar Choice,menggantikan mendiang tuan Choi yang tewas di bulan November. Sebagai bonusnya,ia bahkan mendapatkan Cassandra, putri tunggal dari tuan Choi yang memiliki paras tak kalah cantik dari para model tercantik di negeri gingseng itu.
Beruntungnya lagi,Cassandra adalah type wanita yang tidak akan main-main dengan segala ucapan yang pernah keluar dari bibir manisnya. Jika ia berkata A,maka dilain waktu dia tidak akan berkata B. Jika ia sudah bulat membuat keputusan untuk melakukan sesuatu,maka tidak ada seorangpun yang bisa menghentikannya untuk berbuat sesuatu yang ia inginkan.
Dia adalah type wanita yang selalu menepati janji.
“Apa yang kau lakukan disini? Kembali ke meja makan dan jangan ganggu pekerjaanku!” Cassandra menepis tangan kekar Kyuhyun yang sejak tadi melingkar apik di pinggulnya. Ia paling tidak bisa diganggu oleh siapapun saat ia sedang memasak.
“Aku ingin menemani istriku memasak—” ujar Kyuhyun dengan nada manjanya. Sekali lagi ia melingkarkan tangannya ke pinggul wanitanya. Membuat Cassandra berkali-kali mendengus sebal.
“Akan lebih baik jika kau menemani keluarga kita di meja makan, bukan menggangguku memasak tuan Cho!”
Kyuhyun hanya terkekeh. Ia sama sekali tidak menggubris ucapan Cassandra. ia bahkan semakin mengeratkan kedua tangannya diperut wanita itu. Sesekali dengan bibirnya yang tebal,ia mendaratkan kecupan manisnya di leher si wanita. Membuat wanita yang sibuk memasak untuk acara makan malam keluarga itu harus mati-matian menahan rasa geli dan sedikit risih.
“Dasar mesum.” Cassandra kembali melanjutkan aktivitas memasaknya. Tanpa mempedulikan Kyuhyun yang enggan melepas tautan tangan di pinggulnya itu. Tangannya dengan cekatan memotong sayuran,mengaduk adonan hingga menggoreng tanpa takut terkena minyak. Di belakangnya,Kyuhyun hanya bisa tersenyum lebar sekaligus merasa bangga dengan keahlian memasak istrinya tersebut.
“Sayang—”
“Hum?”
“Ponselmu bergetar.”
Cassandra diam sejenak,lalu kembali mengaduk adonan tanpa mempedulikan getaran ponsel yang berada didalam saku celemeknya.
“Kau tak mengangkatnya?” Kyuhyun mengerutkan keningnya,menatap manik wanitanya lalu merogoh saku celemek Cassandra. “Jangan menjadi pribadi yang sombong—”
“Jangan!” Cassandra menahan gerakan tangan Kyuhyun. Menepisnya kasar lalu mematikan ponselnya dengan cepat. Selanjutnya ia kembali fokus dengan adonan kue bolunya.
Kyuhyun lagi-lagi mengerutkan keningnya. Tangannya gatal ingin merogoh kembali ponsel wanitanya. Namun niatan itu harus ia urungkan ketika sosok pria paruh baya itu berdehem dan memecah kecanggungan antara Kyuhyun dan Cassandra.
“Kalian mesra sekali huh? Kalian pintar sekali membuat orang disekitar kalian iri dan ingin kembali ke masa-masa muda.” pria itu melemparkan senyum lebarnya. Matanya semakin sipit dan kerutan diwajahnya semakin terlihat ketika ia menyunggingkan senyuman.
“Abeoji— bawa Kyuhyun mu yang nakal ini kembali ke meja makan. Sejak tadi ia mengganggu kegiatan menantu mu.” Cassandra memajukan bibirnya sekian senti,menyikut perut prianya sampai pria itu mengaduh.
“Yak!”
“Kebetulan sekali,aku juga ingin berbicara dengan Kyuhyun. Aku akan membawa pria ini menjauh dan berhenti mengganggumu.” Tuan Cho lagi-lagi melemparkan senyuman lebarnya. Detik berikutnya ia mengalihkan pandangannya pada putra kesayangannya, “Mari kita berbicara di ruanganmu.”
“Heish—” Kyuhyun berdecak. Mengecup singkat bibir Cassandra lalu segera mengikuti langkah ayahnya yang menuju ke ruangan kerjanya.
Kepergian Kyuhyun bersama ayahnya itu tidak akan disia-siakan Cassandra begitu saja. Tangannya dengan cepat kembali merogoh saku celemeknya. Menghidupkan ponselnya lalu melihat daftar panggilan. Nafasnya lagi-lagi terasa sesak. Kedua mata indahnya terasa panas dan ingin segera menyemburkan cairan kristal beningnya. Hanya satu nama yang masuk ke dalam daftar panggilan itu. Aiden. Bukan siapa-siapa lagi. Satu nama yang sedang mati-matian untuk dihindari oleh Cassandra. Satu nama yang bahkan membuat Cassandra merelakan segalanya kepada Kyuhyun agar pria itu bisa hidup normal lagi sebagai pebisnis muda.
Tanpa sadar ia meremas benda persegi berwarna hitam itu. Menatap sejenak wallpaper ponselnya lalu kembali melanjutkan aktivitas memasaknya.
“Sorry baby.”
Kehidupan baru. Ya,semua orang berhak mendapatkan kehidupan baru setelah mereka mengalami masa-masa sulit dalam hidup mereka. Termasuk Cassandra. Mungkin sekarang ia harus mulai belajar untuk memulai kehidupan baru bersama Cho Kyuhyun. Kehidupan baru tanpa Aiden. Sudah cukup ia membantu perusahaan Lee Apparel selamat dari mautnya,dan sekarang ia harus berhenti menjadi kekasih gelap dari seorang Aiden. Ia tidak mungkin harus menemani Aiden sampai akhir. Sudah saatnya bagi ia untuk menyerah dan memulai kehidupan barunya bersama Cho Kyuhyun.
<><>
“Jadi mereka berdua belum turun?” Cassandra mengalihkan pandangannya ke lantai dua. Tepatnya ke ruangan yang pintunya sedikit terbuka itu. Ruang kerja Kyuhyun.
“Mereka berdua selalu lupa waktu jika sudah membicarakan tentang bisnis.” Nyonya Cho menyumpit sepotong daging,memasukkannya ke dalam mulutnya sambil berdecak kagum, “Baru kali ini aku menyicipi masakan seenak ini.” puji Nyonya Cho. Sementara yang dipuji hanya senyum tipis lalu kembali mengalihkan pandangannya ke atas.
“Aku akan membawa mereka turun. Ada hal penting yang harus aku katakan kepada kalian semua. Aku tidak bisa mengatakan ini jika tanpa mereka.” ucap Cassandra mengakhiri pembicaraannya dengan senyuman lebar. Selanjutnya dengan langkah ceria ia menaiki anak tangga dan segera menuju ke kamar pribadinya. Meraih secarik kertas yang baru saja ia dapat tadi pagi saat ia sedang menyiram tanaman mawar favoritnya. Ia tersenyum lebar,menatap setiap rentetan kalimat yang tertulis di surat itu dengan tatapan sumringahnya.
“Selamat datang baby Cho.” ia bahkan bergumam sendiri sambil mengusap perutnya yang masih rata itu. Ia membalikkan badannya. Keluar dengan langkah cerianya lagi lalu berniat mengetuk pintu coklat yang memang sedikit terbuka dan menyisakan celah itu.
“Apa kau gila? Kau sadar dengan apa yang kau lakukan?”
“Maaf ayah—”
“Selama bertahun-tahun ayah mengajarimu menjadi pebisnis yang bertangan dingin! Tapi apa yang telah kau lakukan? Kau justru mengulurkan tanganmu kepada lawan yang seharusnya mati!!”
Cassandra mengurungkan niatnya mengetuk pintu coklat tersebut ketika ia merasakan atmosfer di dalam tidaklah begitu baik. Melalui celah pintu,ia bisa melihat prianya yang menunduk lesu dan mertuanya yang berkecak pinggang dengan rahangnya yang mengatup.
“Kau sudah gila Cho! Kau gila karena wanita itu! Tidak seharusnya aku menikahkan kalian jika pada akhirnya kau menjadi lemah seperti ini!”
Sekalipun tidak disebutkan namanya,tetapi Cassandra yakin bahwa nama yang dimaksud Tuan Cho itu adalah dirinya. Keringat dingin Cassandra mengucur ketika pria paruh baya itu mengeluarkan kalimat-kalimat kerasnya. Segera ia mencari posisi yang tepat agar bisa mendengar percakapan mereka dengan baik tanpa sepengetahuan mereka.
“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau tahu? Bahkan sejak 5 minggu setelah kau mengulurkan tanganmu kepada Lee apparel itu,saham mereka terus merangkak naik bahkan posisi mereka sekarang diatas Choice!”
Kyuhyun hanya diam seribu kata. Bahkan ia tidak berani menatap manik mata dari ayahnya.
“Lakukan sesuatu. Ambil alih perusahaan Lee apparel. Aku tidak mau tahu,kau harus merebut kekuasaan mereka!”
“Tapi ayah— aku sudah terikat janji kepada Cassandra, aku tidak bisa mengambil alih perusahaan itu.”
Tuan Cho meremas kepalanya dengan frustasi. Tangannya tergerak untuk menarik alas meja Kyuhyun dengan kasar dan membuat buku serta dokumen-dokumen penting itu berceceran dilantai marmer putih. Cassandra terperanjat,ia ingin segera melangkahkan kakinya masuk kedalam lalu memeluk prianya dengan posesif. Bagaimanapun juga prianya bukanlah tersangka dari masalah ini. Seharusnya ia yang menggantikan posisi prianya menghadapi amukan Tuan Cho itu!
“Aku benar-benar tidak peduli dengan janji kalian Cho. Kau sudah menabur benih di perusahaan itu. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memetik hasilnya!”
“Ayah—”
“Haruskah aku mengutus pesuruh gelap itu lagi untuk menghabisi lawan kita? Kau ingin Aiden bernasib sama seperti Tuan Choi? Seperti mendiang mertuamu itu?” Tuan Cho merogoh ponselnya,mencari kontak seseorang yang biasanya ia utus untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor. “Baiklah sebentar— aku akan menghubunginya. Aku akan mengutus pesuruh itu dan menghabisi nyawa Aiden sialan itu!”
“Ayah— tenanglah— tolong jangan gunakan cara seperti itu lagi! Apa kau sadar? Kau sudah menghabisi nyawa ayah Cassandra dan sekarang kau ingin melakukan hal yang sama kepada mantan kekasihnya? Kau ingin membuat Cassandra gila? Tolong gunakan cara lain!”
Cassandra— entah apa yang ia rasakan sekarang setelah mendengar percakapan mereka secara keseluruhan. Sesuatu dari dalam tubuhnya ingin berteriak sekeras mungkin. Tubuhnya terasa lemas,seperti jasad yang ditinggalkan oleh ruh-nya. Ia menyalahkan telinganya yang nakal,telinga yang bersikeras ingin mendengar percakapan sialan antara bapak dan anak itu. Yah,seharusnya ia memotong telinganya agar ia tidak bisa mendengar kata-kata yang membuat hatinya tersayat itu.
“Cassandra— are you okay?” Nyonya Cho berhenti menyumpit daging favoritnya ketika ia melihat Cassandra turun dari lantai dua dengan tatapan kosongnya.
“Sandra— apakah terjadi sesuatu?” Nyonya Choi –ibunda Cassandra- segera menghampiri putri kesayangannya. Menepuk bahu putrinya namun ia tetap tidak mendapat respon dari Cassandra. Secarik kertas yang masih berada di genggaman Cassandra menarik perhatiannya. Dengan cepat Nyonya Choi mengambil kertas tersebut lalu membacanya dengan seksama.
“Kau positif hamil?” Baik Nyonya Choi maupun Nyonya Cho,keduanya langsung melemparkan senyuman lebar mereka. Nyonya Choi bahkan segera memeluk putrinya dengan erat-erat, “Terimakasih!” bahkan wanita paruh baya itu sampai kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya. Hal yang sama juga terjadi dengan Nyonya Cho,bahkan tanpa sadar ia menitikkan air matanya.
“Ini akan menjadi berita besar di perusahaan kita!” ujar Nyonya Choi yang masih memeluk Cassandra.
“Ibu—” Cassandra melonggarkan pelukan mereka. Menatap manik ibunya dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. “Apa ibu bahagia?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja ibu bahagia! Tsk!”
“Sekalipun cucu yang akan terlahir nanti memiliki ayah yang berperilaku bejad?”
“Apa yang kau bicarakan huh?” mendadak atmosfer diruangan itu menjadi dingin sesaat setelah Cassandra melontarkan kalimat yang membuat Nyonya Choi dan Nyonya Cho saling bertukar pandang.
“Lupakan.” Cassandra menepis tangan ibunya. Melepas celemeknya dengan kasar lalu membuka pintu utama dengan cepat.
“Cassandra! Ada apa denganmu? Katakan sesuatu pada kami! Hey!!”
Teriakkan keras dari sang ibu itu tak digubrisnya. Dengan langkah cepat ia segera keluar dari rumah dan bertekad menembus dinginnya salju.
“Cassandra!!”
<><>
Senyum lebar Aiden masih enggan hilang dari wajah rupawannya. Tatapannya tertuju pada deretan angka yang tercetak jelas di kertas berukuran A4 itu. Senyum Aiden bahkan semakin lebar,seolah-olah ia merasa puas dengan deretan angka yang menunjukkan kenaikan saham perusahaannya dalam waktu yang relatif singkat. Bangga? Tentu saja! Ia tidak sabar ingin segera menjenguk ayahnya di rumah sakit dan mengabarkan berita bahagia ini kepada ayahandanya.
Namun niatannya untuk segera pergi ke rumah sakit ia urungkan ketika pendengarannya menangkap suara pintu apartemen yang terbuka dengan nada yang cukup kasar. Tidak ada yang tahu tentang password pintu apartemennya kecuali dirinya sendiri dan wanita yang 4 minggu ini menghilangkan jejak bagaikan di telan bumi,Cassandra.
“Setelah menghindar dari priamu selama berminggu-minggu, sekarang  kau bisa seenaknya masuk ke apartemenku tanpa mengetuk pintu? Cih!”
Aiden mengarahkan tatapan elangnya ke sosok wanita yang baru saja melepas alas kakinya itu. Aiden nyaris terlonjak kaget ketika ia menyadari penampilan wanitanya yang terlihat sangat mengkhawatirkan. Wajahnya yang pucat,kedua matanya yang mungkin sudah kehabisan air matanya lalu pakaian yang terlihat sangat tidak pantas dengan cuaca musim dingin seperti ini.
Aiden segera mendekat ke arah wanitanya,melepas jaket kulitnya lalu memakaikannya di tubuh ringkih Cassandra. Melihat kondisi wanitanya yang sangat jauh dari kata baik,amarah yang ia pendam selama berminggu-minggu itu segera menguap begitu saja. Aiden segera menuntun tubuh Cassandra menuju sofa,memeluknya erat dan merelakan dada bidangnya menjadi tempat Cassandra meluapkan tangisannya.
“Apakah terjadi sesuatu?” Aiden menangkupkan tangan kekarnya diwajah Cassandra yang pucat. Keduanya saling bertatap muka. Manik Aiden menatap intens lawannya,namun ia tidak bisa memaksa kehendaknya untuk menyuruh Cassandra menceritakan masalahnya.
“Kau mungkin membutuhkan sesuatu untuk menghangatkan tubuh. Tunggu disini sebentar dan aku akan membuat Americano kesukaanmu.”
“Tunggu!” Cassandra menahan lengan Aiden. Menariknya lalu kembali mendekap tubuh kekar prianya. “Aiden— dosa apa yang selama ini telah aku perbuat? Selama ini aku telah berpihak kepada orang yang salah…”
Aiden menggigit bibir bawahnya. Ia belum sepenuhnya mengerti dengan ucapan Cassandra. Namun tangan kekarnya tidak tinggal diam,ia segera mengusap lembut punggung wanitanya yang sedang terisak itu.
“Aku bahkan nyaris meninggalkanmu— aku terpengaruh oleh si brengsek Kyuhyun itu!” isakan Cassandra terus berlanjut. Bahkan Aiden nyaris meneteskan air matanya ketika ia mendengar suara isakan kekasihnya yang sangat pilu itu, “Kyuhyun— bedebah sialan itu yang telah menghancurkan semuanya! Ia bahkan bisa bersikap tenang dihadapanku setelah ia berhasil membunuh ayahku dan menghancurkan hubungan baik keluarga kita!”
Mendengar penuturan Cassandra yang semakin jelas itu,rahang Aiden segera mengatup dan tangan kirinya yang mengepal sempurna. Amarahnya seolah membakar jenggotnya dan membuat ubun-ubun serta hatinya terasa panas terbakar. Jika saja Cassandra tidak berada disisinya,mungkin ia akan segera meledak dan menghancurkan segala yang ada diapartemennya.
“Aku bahkan sedang mengandung anak dari bedebah itu—” Cassandra mengucapkan kalimat itu dengan pelan,takut jika pria yang sedang memeluknya itu meledakkan emosinya. “Aiden— maafkan aku… Aku menyesal….”
<><>
Kyuhyun segera tancap gas sesaat setelah mendengar penuturan ibunya yang mengatakan Cassandra pergi keluar rumah dengan kondisinya yang seperti orang kehilangan akal. Pandangan Kyuhyun beralih pada ponsel hitamnya yang bergetar. Menekan tombol hijau lalu segera mengeluarkan teriakannya.
“Kau sudah melacaknya? Katakan dimana lokasinya!!” Sekarang Kyuhyun yang terlihat seperti orang gila karena berteriak keras dan mengemudi mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. “Sialan!!” Kyuhyun membanting ponselnya dan semakin menambah kecepatan mobilnya saat seseorang yang menghubunginya tadi memberikan alamat seseorang yang tidak asing lagi baginya.
Ia bahkan tidak peduli dengan bahaya besar yang mengancam nyawanya jika ia terus kebut-kebutan di atas aspal yang licin akibat lapisan salju itu. Satu-satunya hal yang saat ini ia pikirkan hanyalah Cassandra. Bukan aspal yang licin ataupun salju yang dingin.
Dengan kecepatan diatas rata-rata,ia berhasil sampai di tempat tujuan dengan waktu yang relatif singkat –tidak sampai 15 menit-. Kakinya yang jenjang segera melangkah lebar mencari apartemen bernomor 112 lalu mengetuk pintunya dengan tidak sopan.
“Cassandra!” ia segera meneriakkan nama wanitanya ketika pintu apartemen itu terbuka. Pandangannya mengedar ke seluruh penjuru ruangan. Sementara pria yang baru saja membuka pintu itu hanya mengerutkan kening mendesis sebal.
“Bedebah yang tidak tahu sopan santun!”
Mendengar suara pria itu menyebut kata ‘bedebah’, Kyuhyun menghentikan aktivitasnya mencari Cassandra lalu segera mengalihkan tatapan tajamnya ke arah pria rupawan itu.
“Apa yang barusan kau ucapkan? Bedebah? Kau cari mati huh?” Kyuhyun mencengkram kerah kemeja Aiden,menariknya kuat sampai Aiden nyaris susah bernapas, “Kata bedebah itu lebih pantas untukmu! Dimana kau menyembunyikan istriku?!”
“Cho Kyuhyun~” suara lembut itu melunakkan emosi Kyuhyun. Pemilik suara itu segera mendekati 2 pria tersebut lalu melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun,kepalanya ia sandarkan di punggung Kyuhyun. Perlakuan manis dari sang istri tercinta yang berhasil memadamkan emosinya. “Jangan bersikap seperti ini dirumah orang lain—”
Kyuhyun segera melepaskan cengkramannya di kerah Aiden. Tanpa menunggu waktu lama,Kyuhyun berbalik dan segera memeluk wanitanya dengan erat. “Kau membuatku khawatir!”
Cassandra tersenyum lebar,ia semakin mengeratkan tangannya di pinggang Kyuhyun dan sesekali mengisap kuat-kuat aroma khas mint yang menguar dari tubuh suaminya, “Maafkan aku—”
“Ah, senangnya memiliki istri seperti Cassandra.” Sindir Aiden yang lebih memilih meninggalkan mereka berdua menuju meja pantry dan membuat segelas Americano lagi, “Aku dan Cassandra sedang menikmati Americano tadi,apa kau ingin bergabung?” tawarnya
“Tidak perlu. Aku dan Cassandra harus—”
“Kyuhyun— tidak baik menolak tawaran orang lain sayang…” Cassandra menangkup wajah Kyuhyun dengan jari-jari lentiknya, “Aku ingin menikmati Americano dengan kalian berdua.”
Kyuhyun hanya menurut ketika Cassandra menariknya ke sebuah sofa. Sementara Aiden menyusul dengan segelas Americano spesial ditangan kekarnya.
“Jarang-jarang kita bisa saling bertatap muka seperti ini.” kelakar Aiden. Tangannya tergerak untuk menyodorkan Americano itu kepada Kyuhyun. Ia lalu segera mendaratkan pantatnya di kursi sebelah Cassandra.
“Kami tidak bisa berlama-lama disini. Ada hal penting yang harus kami bicarakan di rumah.” Kyuhyun meniup pelan Americano yang menggoda indera penciumannya itu. Menyesapnya dengan hati-hati lalu kembali menatap Aiden, “Maaf atas kelancanganku tadi.”
Aiden hanya terkekeh mendengar ucapan Kyuhyun,ia mengambil cangkir Americano-nya yang sudah dingin lalu meneguknya cepat, “Aku bisa memaklumi itu. Insting membunuh dari seorang bedebah sepertimu memang kadang sulit dikendalikan.” ujar Aiden santai
“Apa maksudmu?” merasa tidak terima dengan perkataan Aiden,Kyuhyun kembali melemparkan tatapan tajamnya kepada pria didepannya itu.
“Pembunuh.” Ujar Aiden singkat
Rahang Kyuhyun lagi-lagi mengatup,ia segera mengepalkan tangannya dan bersiap memberi bogem mentah kepada Aiden. Namun urung dilakukan hal itu,ia merasakan telapak tangannya kaku dan sulit bergerak.
“Kyuhyun hentikan!” Tanpa mereka sadari, Cassandra yang sejak tadi hanya diam ternyata sudah membanjiri pipinya dengan air matanya. Ia kembali terisak. Bahkan kali ini suaranya lebih parau daripada yang sebelumnya.
“Sayang—” Kyuhyun yang berniat menyeka air mata istrinya itu justru merasakan kesulitan yang luar biasa saat menggerakkan tangannya.
“Berhenti menyakiti orang lain! Kau ingin menambah daftar korbanmu huh? Apakah ayahku yang tewas bulan November lalu itu tidak cukup bagimu?”
“Cassandra— apa yang kau bicarakan?” Hati Kyuhyun terasa sakit layaknya seperti dipukul oleh rotan yang tajam ketika mendengar ucapan istrinya. Rasa takut dan khawatir mulai mendominasi dalam dirinya. Fakta yang ia sembunyikan,ternyata dengan cepat diketahui oleh istri tercintanya.
“Kau— kau bajingan Kyu.”
Bagaikan belati yang sukses menancap di jantungnya,kalimat Cassandra sukses membuat Kyuhyun bungkam dan tidak bisa lagi mengelak. Kyuhyun nyaris tak berdaya dengan keadaan ini. Tubuhnya terasa lemas dan kaku. Sementara jantungnya mulai bekerja tidak normal.
“Tangan dibalas dengan tangan. Kaki dibalas dengan kaki. Begitu pula dengan kematian,maka yang harus aku lakukan sekarang adalah membalas perlakuanmu terhadap ayahku.”
“Cassandra— akan— akan kujelaskan—”
Cassandra menutup kedua telinganya. Entah mengapa ia merasa sakit mendengar suara prianya yang terbata-bata itu.
“Aku tidak ingin mendengar apapun!!”
“Cassandra—” suara Kyuhyun semakin melemah.
Situasi ini mengingatkan Cassandra saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika ayahnya tewas di meja makan. Wanita itu tak tahan lagi dengan desahan berat dari suaminya yang sedang merenggang nyawanya itu. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan terakhir,Cassandra segera merengkuh suaminya dan menuntun tangan suaminya yang kaku tersebut ke perutnya.
“Maafkan aku Cho! Maaf—” tangannya tergerak untuk membelai rambut suaminya untuk terakhir kali. Bibirnya yang sejak tadi terisak menangis kini tanpa ragu menghujani kening prianya dengan kecupan-kecupan terakhirnya. Sungguh pemandangan yang membuat mata Aiden panas.
“Maafkan aku…. Ucapkan salam pada bayi kita untuk pertama dan terakhir kalinya. Aku berjanji kepadamu Cho,aku akan menjadikan bayi ini tumbuh dengan baik dan tidak memiliki sifat bajingan seperti ayahnya.”
KKEUT!!
Sorry for typo,cerita yang ga jelas + bikin mules.
Terimakasih untuk admin yang berkenan memposting ff abal-abal yang ditulis author amatiran ini.
Terimakasih untuk para readers yang menyempatkan sedikit waktu membaca ff gila ini. Di tunggu kritik dan saran dari kalian agar author amatiran menjadi lebih baik lagi ^^
Sekian dan terima dollar ^^

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: